25 C
Medan
Tuesday, January 27, 2026
Home Blog Page 4532

Al Washliyah Medan Dukung Dedi Iskandar Batubara jadi Calon Ketum Sumut

BERSAMA: Pengurus Al Washliyah Medan, foto bersama saat memberi keterangan kepada media.
BERSAMA: Pengurus Al Washliyah Medan, foto bersama saat memberi keterangan kepada media.
BERSAMA: Pengurus Al Washliyah Medan, foto bersama saat memberi keterangan kepada media.
BERSAMA: Pengurus Al Washliyah Medan, foto bersama saat memberi keterangan kepada media.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Kota Medan mendukung Dr. H Dedi Iskandar Batubara untuk maju menjadi calon ketua umum Al Washliyah Sumatera Utara pada Musyawarah Wilayah XIII di Labuhanbatu Sumatera Utara, 8-9 Februari mendatang.

Hal itu disampaikan pengurus PD Al Washliyah Medan lewat Majelis Kader yang diketuai Ir Marwan Lubis dan sekretarisnya Abdul Wahab Absam pada konfrensi pers di Kantor Al Washliyah Medan, Rabu (5/2). Turut hadir Ketua Majelis Pendidikan, Dedi Suhayri, Anggota majelis kader Akmal Samosir, dan anggota kader Ishak Harahap. Ketua Al Washliyah Medan, A’zam Nasution mengatakan, pihaknya punya banyak pertimbangan untuk mendukung Dedi.

“Dia merupakan kader Al Washliyah, dari secara akademik dan wawan Al Washliyahnya sangat luas. Dia dilahirkan dari organisasi kemasyarakatan underbow washliyah semua. Dia anak muda enerjik dan ada perubahan,” kata A’zam.

“Era sekarang ini Al Washliyah redup dan tidak ada aktivitas yang bisa menyatukan warga Al Washliyah dari berbagai sekmen yang ada. Kader-kader militan juga enggan bergabung dalam kepemimpinan saat ini. Saya harap dia bisa menyatukan itu semua dan memaksimalkan program Al Washliyah di masa mendatang. Selama ini kami miris dengan keadaan Washliyah baik pendidikan, amal sosial dan Siasahnya,” kata A’zam.

Senada, Ketua Majelis Kader ,Marwan Lubis mengatakan, ada beberapa poin yang digarisbawahi menjadi kekurangan kepengurusan sebelumnya. “Selama ini banyak persoalan di majelis pendidikan Al Washliyah Sumut karena tidak diberikannya wewenang penuh menjalankan sistem pendidikan. Selain itu dakwah juga tidak ada karya nyata, selain itu asset Al Washliyah Sumut masih carut marut bahkan ada yang tidak dipertahankan atas nama Al Washliyah Sumut,” kata Marwan.

Marwan mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi bersama Pengurus cabang Al Washliyah.

Dia juga berharap selanjutnya di tangan pengurus baru PD Al Washliyah Sumut bisa lebih berkoordinasi dengan daerah. “Harus ada komunikasi berkelanjutan dengan daerah. Selama ini tidak ada. Yang terpenting mengamalkan Panca Amal Al Washliyah yakni pendidikan, dakwah, amal sosial sebagai kerangka dasar, politik ekonomi sebagai penguatan pergerakan, sistem administrasi dan aset, menjadikan kader sebagai potensi dan modal utama pembangunan Al Washliyah,” bebernya.

Marwan mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi bersama Pengurus cabang Al Washliyah. “Dari peraturannya calon yang diusung minimal didukung 2 pengurus daerah. Sejauh ini ada 8 PD yang mendukung. Selain itu 20 pengurus cabang sudah sepakat untuk mendukung pencalonan Dedi. Kami sudah menggelar rapat bersama,” pungkasnya. (dek)

Wakil Ketua TP PKK Sumut, PFI Medan, YOAM, Beri Semangat dan Motivasi Anak Penderita Kanker

BERSAMA: Ketua TP PKK Sumut, Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, foto bersama anak-anak penderita kanker di Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM), Selasa (4/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Kanker Sedunia, Wakil Ketua TP PKK Sumatera Utara (Sumut), Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah mengunjungi Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) di Jalan Petunia Kemenangan Tani Medan, Selasa (4/2).

Kedatangannya untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak penderita kanker. TP PKK Sumut bersama Sumatera Motor Harley Davidson Medan-Batam mengadakan kunjungan ke YOAM untuk menghibur anak-anak di tempat tersebut. Anak-anak pun tampak terhibur dengan badut yang didatangkan.

Menurut Ayu, dukungan dari orang terdekat dan masyarakat sangat diperlukan pengidap kanker. Terutama dukungan dan motivasi yang kuat untuk sembuh. “Kita hadir pada Hari Kanker ini untuk n

memberikan support bagi para pejuang kanker terutama anak-anak kanker dampingan YOAM. Semoga semakin kuat untuk menjalani pengobatan,” ujar Ayu.

Kepada anak-anak pengidap kanker, Ayu berpesan agar terus semangat menjalani hari. “Jangan patah semangatnya, jalani hari dengan semangat, teruslah bersemangat untuk sembuh,” ujar Ayu sembari bercengkrama dengan anak-anak yang ada di YOAM.

Setelah itu, Ayu juga mengunjungi pasien kanker di Rumah Sakit Adam Malik. Di sini Ayu langsung mendatangi ruangan Onkologi dan menemui anak penderita kanker. Selain kepada penderita kanker, Ayu juga menyemangati para perawat dan pendamping pasien kanker.

Menurutnya, orang-orang yang berada di sekitar penderita kanker haruslah bersemangat lebih dulu. Kemudian memberi semangat dan motivasi kepada penderita kanker. “Selain keluarga, perawat juga bisa menjadi motivator bagi para pasien agar bersemangat untuk sembuh,” kata Ayu.

General Manager Sumatera Motor Harley Davidson Medan-Batam, Hafiz mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kepedulian Harley Davidson Medan kepada anak-anak penderita kanker. “Kegiatan ini merupakan dukungan moral supaya anak-anak yang dirawat menjadi lebih baik. Mereka yang menderita sedikit terhibur dengan hadirnya kita di sini,” ungkap Hafiz.

PFI Medan ke RSUP Adam Malik

Sementara itu, Pewarta Foto Indonesia ( PFI) Medan, ikut juga memperingati hari kanker sedunia dengan mengunjungi anak-anak penderita kanker di RS Adam Malik Medan, Selasa (4/2). Di tempat itu tampak anak-anak dihibur atraksi para badut.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Rahmad Suryadi mengatakan, kegiatan hiburan atraksi para badut untuk anak penderita kanker tersebut sangat bermanfaat sekali. “Kita mendorong YOAM agar tetap mengagendakan kegiatan ini, agar penderitaan si anak dapat berkurang. Untuk itu PFI Medan akan terus mendukung kegiatan YOAM,” ujarnya.

Rahmad ingin PFI selalu bersinergi bersama YOAM melakukan kegiatan sosial, seperti donor darah, dalam waktu dekat kita juga akan melakukan berbagai kegiatan yang tujuannya agar para anak penderita kanker dapat terbantu.

Ketua YOAM Atika Rahmi MPsi mengungkapkan, selama YOAM berdiri organisasi ini sudah mendampingi banyak anak penderita kanker. Jumlah penderita ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Peringatan Hari Kanker Sedunia ini dilaksanakan, lanjutnya, tidak lain untuk memotivasi anak pasien. “Saya berharap atraksi badut tersebut bisa menghibur dan memotivasi anak-anak dan orangtuanya bahwa sakit kanker ini bisa sembuh,” ujarnya. (map/tri/ila)

Dua Petugas PLN Gadungan Dibekuk Polisi

DIAMANKAN: Petugas PLN gadungan diringkus Polsek Medan Timur karena memeras warga dengan modus meteran listrik tak normal lagi. M IDRIS/sumu tpos
DIAMANKAN: Petugas PLN gadungan diringkus Polsek Medan Timur karena memeras warga dengan modus meteran listrik tak normal lagi. M IDRIS/sumutpos
DIAMANKAN: Petugas PLN gadungan diringkus Polsek Medan Timur karena memeras warga dengan modus meteran listrik tak normal lagi.   M IDRIS/sumu tpos
DIAMANKAN: Petugas PLN gadungan diringkus Polsek Medan Timur karena memeras warga dengan modus meteran listrik tak normal lagi. M IDRIS/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Medan Timur meringkus dua petugas PLN gadungan karena memeras warga Kelurahan Tegal Rejo, Medan Perjuangan. Keduanya masing-masing, Syahrizal (41), warga Jalan Puri Gang Repelit, Kelurahan Medan Kota, Kecamatan Medan Area dan Said Akbar (26), warga Jalan Rakyat, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan.

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengatakan, Syahrizal dan Akbar ditangkap berdasarkan laporan korban pertama, Tianur Boru Naibaho (71), warga Jalan Pasar III Gang Buntu III No 95, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. Korban melaporkan karena merasa diperas oleh pelaku lantaran harus membayar sejumlah uang akibat meteran listriknya disebut bermasalah.

Selain itu, ada juga korban kedua bernama Bomo Ompusunggu (40), warga Jalan Rakyat Gang Pelajar Ujung, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan yang melaporkan. Dari laporan korban, selanjutnya diturunkan tim untuk menindaklanjuti.

Alhasil, kedua pelaku pun berhasil ditangkap, Selasa (4/2) malam sekitar pukul 19.00 WIB. “Kedua pelaku kita tangkap saat berada di Jalan Rakyat, Kelurahan Tegal Rejo, Medan Perjuangan,” ungkap Arifin, Rabu (5/2).

Diterangkan Arifin, semula keduanya pada Selasa (28/1) sekira pukul 17.00 WIB datang ke rumah korban Tianur dengan mengaku sebagai petugas PLN yang sedang bertugas melakukan Operasi Pemutusan Arus Listrik (OPAL). Kepada korban, pelaku lantas menyatakan bahwa setelah memeriksa meteran listrik ternyata sudah tidak normal lagi sehingga harus membayar denda.

“Korban pertama diminta uang oleh pelaku Rp2 juta sebagai denda karena meteran listriknya sudah tak normal lagi. Apabila sampai ke kantor (PLN), maka dendanya paling sedikit Rp5 juta. Sedangkan korban kedua diminta uang Rp700 ribu,” jelas Arifin.

Lantaran para korban curiga, lanjutnya, mereka melaporkan ke petugas Polsek Medan Timur. “Petugas kita yang mendapat laporan, kemudian menindaklanjuti dengan turun ke lokasi dan menangkap para pelaku. Selanjutnya, pelaku diamankan dan diboyong untuk proses hukum lebih lanjut,” terang Arifin.

Arifin menuturkan, kedua pelaku operasinya di wilayah Kecamatan Medan Timur dan Medan Perjuangan karena sebelumnya di situ wilayah kerja mereka. “Saat ini, kita masih mendalami kemungkinan adanya korban lain. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Sementara, tersangka Syahrizal mengaku, sebelum beraksi mendatangi rumah warga, terlebih dahulu mencari informasi rumah warga mana yang bermasalah meteran listriknya. Informasi ini bisa diakses melalui aplikasi yang password-nya mereka tahu. “Kami berdua pernah kerja di situ, jadi tahu. Kami berdua pernah bekerja sebagai petugas outsourcing pada OPAL (Operasi Pemutusan Arus Listrik). Namun diberhentikan sejak dua bulan lalu,” akunya.

Bermodal informasi pelanggan itu, mereka pun bergerak menuju ke rumah sasaran yakni rumah yang meteran listriknya terindikasi bermasalah seperti dugaan pencurian arus listrik. “Dengan gaya meyakinkan kami menyatakan kepada pemilik rumah yang meterannya bermasalah untuk membayar denda,” ujarnya.

Terpisah, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Jimmi Amanda Aritonang mengatakan, dua pelaku yang mengatasnamakan petugas PLN, keduanya merupakan mantan pekerja perusahaan mitra PLN.

Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), bukan OPAL, bertujuan untuk mengamankan pelanggan dari bahaya penyalahgunaan listrik. “Petugas P2TL resmi selalu dilengkapi surat tugas, tanda pengenal, dan seragam,” kata Jimmi.

Kemudian, petugas P2TL akan memperkenalkan diri, menunjukan surat tugas dan meminta izin penghuni rumah, tetangga atau aparat desa sebagai saksi pada saat pemeriksaan. Saksi akan akan terus mendampingi petugas selama pemeriksaan.

Apabila terbukti terjadi pelanggaran, petugas akan melakukan pembongkaran KWH meter dan dibawa ke kantor PLN terkait. Pelanggan akan diarahkan ke kantor untuk melakukan proses penyelesaian.

“Pembayaran denda P2TL selalu dilakukan melalui Payment Pont Online Banking (PPOB) setelah diterbitkan nomer register dari PLN unit terkait. Pelanggan tidak diperkenankan untuk membayar denda P2TL di tempat atau di kantor PLN,” pungkas Jimmi. (ris/ila)

Fujifilm X100V Resmi Dirilis

SUMUTPOS.CO – Fujifilm merilis kamera ke-5 di seri X100, yaitu X100V. Ada sejumlah hal baru di kamera ini, seperti lensa, sensor, dan layar belakang yang berbeda dibanding seri sebelumnya.

X100V menggunakan sensor yang sama dengan X-T3, X-T30, dan X-Pro3, yaitu sensor 26,1 megapixel X-Trans IV CMOS APS-C. Ada juga filter ‘film simulations’ baru dan sejumlah fitur di softwarenya, seperti HDR dan pengaturan clarity yang sebelumnya hadir di X-Pro3.

Kamera yang tetap bergaya ala rangefinder ini tetap mempunyai sejumlah tombol putar dan kontrol manual yang menjadi ciri khas Fuji. Lensa yang dipakainya adalah 23mm f/2.0 anyar yang punya distorsi lebih kecil ketimbang X100 sebelumnya, juga jarak minimal fokus yang lebih baik.

Ketajaman gambar pada bagian pinggiran lensa pun disebut lebih baik ketimbang sebelumnya. Lalu ada juga filter neutral density (ND) 4 stop yang lebih tinggi ketimbang sebelumnya, yaitu 3 stop.

Untungnya, converter — baik wide maupun tele — untuk seri X100 sebelumnya pun kompatibel dengan X100V ini, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (5/2/2020).

Dari segi bahan bodinya, X100V tak lagi terbuat dari magnesium alloy seperti seri X100 sebelumnya, kini bahannya adalah aluminum dengan lapisan satin. Bodinya juga kini tahan cuaca, namun sayangnya lensa 23mm yang dipakai tidak mempunyai ketahanan yang sama.

Perubahan besar juga terjadi pada layar belakangnya, yang kini bisa dilipat ke atas dan ke bawah. Sama seperti sejumlah kamera Fuji sebelumnya, tombol D-pad empat arahnya kini dihilangkan.

Viewfinder X100V bertipe hybrid yang punya resolusi 3,69 juta titik dengan panel OLED, yang berguna saat penggunanya tak bisa menggunakan viewfinder optiknya. Kinerja autofokus X100V juga diklaim setara dengan lini kamera Fuji lainnya.

Secara garis besar, X100V bisa dibilang mempunyai banyak keunggulan X-Pro3 namun dibenamkan pada bodi rangefinder ala X100. Selain X100V yang bakal dijual pada akhir Februari ini dengan harga USD 1.400, Fuji diprediksi akan merilis X-T4 pada bulan yang sama, yang kabarnya akan mempunyai fitur in-body stabilization. (dtc/ram)

Dewan Sarankan Warga Adukan Apartemen De Glass

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Gelas, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, disarankan untuk membuat pengaduan ke Komisi IV DPRD Medan, atas sikap acuh pengembang Apartemen De’ Glass yang telah merugikan warga sekitar.

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor mengatakan, bahwa apa yang terjadi pada masyarakat di Jalan Gelas akibat proses pembangunan apartemen adalah hal yang harus ditindaklanjuti. “Saya nanti akan lihat apakah sudah ada aduan masyarakat kepada kami soal itu. Kalau sudah, pasti akan panggil untuk RDP,” tegasnya.

Namun, bila nantinya belum ada aduan dari masyarakat kepada pihaknya di Komisi IV, maka masyarakat yang merasa keberatan diimbau untuk segera memberikan laporan dan aduan keberatannya ke Komisi IV. “Banyak yang akan kita tanyakan nantinya. Soal izin, limbah dan sebagainya. Masyarakat juga sudah tentu merasa terganggu dengan kebisingan yang ada pada proses pembangunan. Segera kita tindaklanjuti soal apartemen De Glass ini. Bila terbukti, kita akan minta mereka segera ganti rugi kerusakan rumah warga dan sanksi-sanksi lainnya,” tegasnya.

Sedangkan anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution mengatakan, akan mempelajari dulu soal Apartemen De Glass.

Bila nanti sudah mengetahui pasti persoalan pembangunan apartemen yang dinilai merugikan masyarakat tersebut, kata Dedy, barulah pihaknya akan segera memanggil pihak pengembang untuk duduk bersama masyarakat di Komisi IV DPRD Medan. “Kita akan pelajari ini dengan baik, lalu kita akan panggil. Yang saya tahu, persoalan ini sudah lama terjadi, sejak periode (DPRD Medan) yang lalu. Masalah ini harus selesai,” tegasnya.

Seperti diketahui, warga sudah berkali-kali melakukan aksi unjuk rasa di lokasi pembangunan apartemen dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, namun hingga kini masyarakat tidak mendapatkan itikad baik dari pihak pengembang.

Padahal, masyarakat telah lama merasa dirugikan karena bangunan rumahnya yang rusak akibat proses pembangunan apartemen yang terus berjalan. Namun hingga kini tidak ada biaya ganti rugi yang dibayarkan oleh pihak pengembang kepada masyarakat yang dirugikan. Pihak pengembang hanya berjanji, namun tidak merealisasikannya.

Terakhir, saat masyarakat berunjukrasa di depan lokasi pembangunan, Selasa (4/2), pihak pengembang enggan menemui masyarakat dan tidak kunjung merealisasikan janjinya. IMB yang dimiliki oleh pihak pengembang pun kembali dipertanyakan, karena sebelumnya masyarakat sempat berunjukrasa di Pemko Medan untuk mencabut IMB yang dimiliki apartemen De Glass. (map/ila)

Sepanjang 2020, DPRDSU akan Bahas 25 Propemperda

PARIPURNA: Ketua Badan Propemperda DPRD Sumut, Muhammad Subandi menyampaikan usulan Propemperda 2020 dalam Paripurna DPRDSU, Selasa (4/2). prans/sumut pos
PARIPURNA: Ketua Badan Propemperda DPRD Sumut, Muhammad Subandi menyampaikan usulan Propemperda 2020 dalam Paripurna DPRDSU, Selasa (4/2). prans/sumut pos
PARIPURNA: Ketua Badan Propemperda DPRD Sumut, Muhammad Subandi menyampaikan usulan Propemperda 2020 dalam Paripurna DPRDSU, Selasa (4/2). prans/sumut pos
PARIPURNA: Ketua Badan Propemperda DPRD Sumut, Muhammad Subandi menyampaikan usulan Propemperda 2020 dalam Paripurna DPRDSU, Selasa (4/2).
Prans/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024 akan membahas sebanyak 25 program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun anggaran 2020.

Dari 25 Propemperda tersebut, lima diantaranya program baru usulan dewan, 14 program baru usulan Pemprovsu, tiga program carry over pembahasan ranperda 2019 dan tiga program tetap tahunan terkait APBD.

Ketua Bapemperda DPRD Sumut, Muhammad Subandi mengatakan, pihaknya menyampaikan Propemperda Provinsi Sumut 2020 setelah berkoordinasi dengan komisi-komisi DPRDSU dan Biro Hukum Setdaprovsu serta OPD terkait.

“Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, disepakati untuk meneruskan beberapa program kerja yang belum terselesaikan pada Propemperda tahun 2019 yang dipandang masih perlu dilanjutkan disamping usulan-usulan baru,” katanya.

Ia mengatakan, usulan ranperda dari legislatif yaitu Ranperda tentang Penanggulangan Premanisme dan Begal di Sumut yang diusulkan Komisi A. Ranperda tentang Tata Batas dan Alih Fungsi Kawasan Hutan yang diusulkan Komisi B, Ranperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang diusulkan Komisi C, Ranperda tentang Pengelolaan Sumber Daya Air yang diusulkan Komisi D dan Ranperda tentang Perubahan Perda Provsu Nomor 2 Tahun 2008 tentang Sistem Kesehatan Provsu yang diusulkan Komisi E.

Selanjutnya usulan Ranperda dari Pemprovsu sebanyak 15 usulan, diantaranya Ranperda tentang Bantuan Hukum, Ranperda tentang Rencana Umum Energi Daerah, Ranperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, Ranperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman tahun 2019-2039, Ranperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan, Ranperda tentang Pengelolaan Persampahan dan lainnya.

Sedangkan ranperda yang sudah dalam tahapan pembahasan untuk dilanjutkan pada periode 2019-2024 yaitu Ranperda tentang Tata Cara Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Sumut, Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dan Ranperda tentang Pengelolaan Kawasan Hutan. Tiga ranperda lain yang bersifat kumulatif terbuka yaitu ranperda PAPBD TA 2019, Ranperda PAPBD TA 2020 dan Ranperda APBD TA 2021.

Subandi juga menyampaikan permasalahan terkait pelaksanaan Propemperda 2019 yang menyebabkan tidak tercapainya penyelesaian pembahasan terhadap seluruh ranperda yang telah diprogramkan.

“Komisi-komisi periode 2014-2019 hanya memberikan judul usulan ranperda tanpa keterangan tertulis terkait urgensi ranperda. Maka dari itu, komisi-komisi periode 2019-2024 dalam hal penyampaian judul ranperda telah disertai keterangan tertulis yang melatarbelakangi masing-masing usulan Ranperda tersebut,” katanya dalam Paripurna DPRDSU Pengambilan Keputusan DPRDSU terhadap Propemperda Provinsi Sumut 2020, Selasa (4/2).

Hal ini menurutnya penting untuk memperjelas urgensi dari usulan ranperda tersebut serta dapat mengurangi kemungkinan ketidaktercapaian target pembahasan ranperda dan menghindari temuan aparat fungsional yang melakukan pembinaan dan pemeriksaan di lingkungan OPD Pemprovsu.

Selain itu, pengusul ranperda juga tidak segera menyiapkan dan menyampaikan draf ranperda beserta naskah akademiknya setelah Propemperda ditetapkan. “Maka dari itu, pengusul diminta dapat segera menyiapkan dan menyampaikan draf ranperda beserta naskah akademiknya setelah propemperda ditetapkan untuk segera dibahas. Tidak siapnya draf ranperda dan naskah akademik masih kerap terjadi pada tahun 2019,” tambahnya.

Disebutkan, pada Propemperda 2019, terdapat 16 program, 7 diantaranya usulan DPRDSU, 9 usulan Pemprovsu. Enam ranperda dari 16 usulan tersebut telah disahkan dalam rapat paripurna, tiga ranperda dalam tahap pembahasan di Bapemperda dan panitia khusus, tujuh ranperda belum dibahas karena draft dan naskah akademik belum disampaikan pengusul. (prn/ila)

Zilingo Salurkan Rp50 Miliar per Bulan

VP and Country Head Zilingo Indonesia Ade Yuanda Saragih
ist
VP and Country Head Zilingo Indonesia Ade Yuanda Saragih
ist

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lini bisnis business to business (B2B) milik Zilingo telah menyalurkan pembiayaan berupa modal senilai Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar per bulan. Pembiayaan sendiri merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh Zilingo lewat lini B2B miliknya.

“Lebih dari Rp 40 sampai Rp 50 miliar per bulan yang kita salurkan,” ujar VP and Country Head Zilingo Indonesia Ade Yuanda Saragih kepada di Gama Tower, Selasa (4/2).

Dalam menyalurkan pembiayaan, Zilingo tidak sendirian. Ade menyebut ada beberapa fintech peer to peer lending yang diajak kerja sama.

Beberapa fintech yang disebut Ade, antara lain Modalku, Koinworks, dan Investree. Selain fintech, bank pun turut serta, seperti Bank UOB dan DBS, menurut Ade.

Pengguna jasa layanan B2B milik Zilingo sendiri, menurut Ade, mencapai 2 ribu, yang berasal dari kalangan distributor, UMKM, hingga pabrik yang bergerak di industri fesyen.

Pembiayaan menjadi yang paling favorit di antara layanan B2B milik Zilingo. Sejak Mei 2019, tercatat 36,1 persen pengguna menggunakan layanan pengadaan.

Layanan B2B milik Zilingo terdiri dari enam layanan, yakni layanan pengadaan, pembiayaan, pabrik, logistik, pemasaran, dan penjualan. (rol/ram)

Tingkatkan User Experience Aplikasi MyTelkomsel Hadirkan Versi Terbaru

BARU: Pelanggan Telkomsel saat melihat aplikasi terbaru dari MyTelkomsel.
istimewa
BARU: Pelanggan Telkomsel saat melihat aplikasi terbaru dari MyTelkomsel.
istimewa

SUMUTPOS.CO – Sebagai digital telco company yang mengutamakan prinsip customer-centricity, Telkomsel kembali memperkuat lini layanan pelanggan melalui aplikasi customer touch point digital “MyTelkomsel” dengan menghadirkan versi terbaru yang kini dilengkapi beberapa tambahan fitur terdepan.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan versi terbaru MyTelkomsel App yakni kemudahan bagi pelanggan dalam pembelian pulsa ataupun paket layanan telekomunikasi lainnya menggunakan tambahan opsi pembayaran uang elektronik yaitu LinkAja, GoPay serta opsi pembayaran lainnya yang akan segera tersedia seperti OVO, Dana dan Kredivo.

Peningkatan dari sisi UI/UX juga dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam memanfaatkan aplikasi MyTelkomsel, sehingga pelanggan dapat merasakan pengalaman yang lebih nyaman dan lancar ketika melakukan berbagai aktivitas atau transaksi menggunakan aplikasi ini. Pelanggan mendapat kemudahan dalam melakukan berbagai hal dengan One Click Buy untuk pembelian pulsa, paket internet, paket SMS, paket hiburan, hingga paket roaming.

GM Own Digital Channel, Awalludin Subarkat mengatakan, “Telkomsel terus berupaya untuk menghadirkan produk serta layanan yang dibuat berdasarkan customer centric oriented. Pengembangan fitur aplikasi MyTelkomsel pun senantiasa kami upayakan sehingga dapat terus diandalkan untuk menyesuaikan tren gaya hidup digital pelanggan dan kebutuhan pelanggan di masa yang akan datang.”

Awalludin kemudian menambahkan bahwa sejak awal MyTelkomsel dikembangan dengan tujuan agar pelanggan dapat mengakses semua informasi dan layanan Telkomsel yang dibutuhkan dengan mudah dan nyaman. Sebagai one-stop digital customer touch point, pelanggan dapat memenuhi seluruh kebutuhannya melalui MyTelkomsel, seperti melihat jumlah pulsa, paket data dan kuota, pengecekkan dan penukaran Telkomsel POIN sesuai nomor Telkomsel pelanggan, kemudahan akses dengan koneksi akun sosial media, pengisian ulang pulsa dan pembelian paket data, serta reservasi kunjungan ke GraPARI.

Dengan fitur terbaru MyTelkomsel, pelanggan dapat melakukan upgrade kartu SIM ke uSIM 4G cukup dengan mengisi form yang tersedia di aplikasi MyTelkomsel versi terbaru. Aplikasi MyTelkomsel versi terbaru ini (Versi 5.1) kini sudah dapat diupdate dan diunduh melalui Play Store (minimal OS Android 6.0/Marshmallow) dan App Store (iOS).

Memahami kondisi pelanggan dengan keterbatasan memori ponsel, untuk dapat menikmati layanan MyTelkomsel App maka Telkomsel memberikan solusi dengan meluncurkan aplikasi MyTelkomsel yang lebih ringkas yaitu MyTelkomsel Lite. Aplikasi versi ini khusus didesain dengan tampilan yang simple, memori yang kecil serta memiliki proses akses login yang lebih mudah. Pelanggan dapat menggunakan fitur utama yaitu cek pulsa, pengecekan kuota dan pembelian paket internet dan pulsa.

“Aplikasi MyTelkomsel Lite yang lebih ringan ini akan menjadi solusi bagi pelanggan dengan perangkat OS dengan versi tertentu atau memiliki keterbatasan ruang penyimpan internal pada ponselnya, yang selama ini hanya dapat menggunakan menu akses UMB untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasinya. Kami berharap MyTelkomsel Lite dapat mendorong penetrasi layanan berbasis digital dari Telkomsel, agar juga dapat mempercepat penetrasi gaya hidup digital secara merata di seluruh Indonesia”, jelas Awalludin.

Dengan ukuran dibawah 10 MB, MyTelkomsel Lite tidak menghabiskan banyak memori di ruang penyimpanan ponsel pelanggan sehingga dapat mengakomodir pelanggan yang masih menggunakan perangkat dengan OS Android di bawah versi 6. Informasi lebih lanjut mengenai fitur-fitur MyTelkomsel dan MyTelkomsel Lite dapat diakses melalui www.telkomsel.com/mytelkomsel dan www.telkomsel.com/mytelkomsel-lite. (rel/ram)

Diblacklist, PT STM Malah Ikut Tender

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan PT STM, yang diblacklist di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dan dihukum larangan ikut tender selama 1 tahun, malah ikut tender pekerjaan jalan di Balai Jalan Nasional di Provinsi Aceh. Berdasarkan data riwayat perusahaan yang dihimpun wartawan, Rabu (5/2), bahwa perusahaan tersebut beralamat di Medan Helvetia, Kota Medan, Sumut.

“Kita mendeteksi perusahaan ini, ikut tender di Aceh. Di salah satu dinas, tender pekerjaan jalan. Kemudian kita surati ke Balai Jalan secara resmi,” kata Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah I, Ramli Simanjuntak, Rabu (5/2).

Ramli enggan membeberkan dinas yang dimaksud. Namun, dia mengungkap dari hasil komunikasi dengan pihak dinas dan PPTK pelaksana kegiatan itu, hasilnya dibatalkan.

“Perusahaan itu ikut tender dia. Setelah kita surati, pihak dinas dan PPTK membatalkan perusahaan itu sebagai peserta,” ujarnya.

Ramli menjelaskan bahwa perusahaan itu saat ini masih menjalani hukuman dari kasus dugaan persekongkolan tender di Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumut. Selain dikenai denda, perusahaan itu juga dilarang mengikuti tender bidang konstruksi jalan selama 1 tahun.

Informasi yang diperoleh, Majelis Komisi KPPU yang terdiri dari M Afif Hasbullah sebagai Ketua Majelis Komisi, serta Ukay Karyadi dan Kodrat Wibowo sebagai Anggota Majelis, pada tanggal 20 Agustus 2019 telah membacakan putusan terkait Persengkongkolan Tender Pelanggaran Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Paket Pembangunan Jalan Balige by pass pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2017.

Putusan itu melarang terlapor PT STM untuk mengikuti tender pada bidang jasa konstruksi jalan dan jembatan yang sumber pembiayaannya dari anggarn pendapatan belanja negara (APBN) dan/atau anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) selama 1 tahun di seluruh wilayah Indonesia, sejak putusan itu memiliki kekuatan hukum tetap.

Atas Putusan KPPU tersebut, perusahaan tersebut mengajukan upaya hukum keberatan ke Pengadilan Negeri Medan. Selanjutnya PN Medan telah membacakan putusan perkara, yang dalam putusannya Majelis Hakim PN Medan memutuskan menolak permohonan keberatan dari pemohon dan menguatkan putusan KPPU. (bbs/azw)

Premi Mulai dari Rp10.000 Gojek Keluarkan Asuransi

SUMUTPOS.CO – Gojek bekerja sama dengan PasarPolis, penyedia platform asuransi digital, meluncurkan inovasi layanan terbaru bernama GoSure. GoSure merupakan salah satu wujud komitmen Gojek untuk selalu memberikan solusi teknologi yang memudahkan keseharian pelanggan.

Head of Third Party Platform Gojek Sony Radhityo menjelaskan, fitur baru ini bakal memudahkan pengguna aplikasi Gojek untuk mendapat akses layanan asuransi.

“Layanan GoSure membantu membukakan akses pelanggan Gojek terhadap produk-produk perlindungan terjangkau yang mencakup beragam kebutuhan pelanggan. Harapannya, GoSure dapat membantu pelanggan Gojek menjalankan kesehariannya dengan lebih nyaman, atau tanpa resah,” tutur dia saat berbincang dengan awak media di Mera Delima Resto, Jakarta, Rabu (5/2).

Sony melanjutkan hasil Survei Nasional Literasi dan lnklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterbitkan pada 2017 menyatakan bahwa lndeks lnklusi Keuangan Indonesia pada sektor asuransi hanya sebesar 12,1%. Artinya, hampir 90% masyarakat Indonesia belum terjangkau oleh produk asuransi.

Padahal, proteksi terhadap suatu potensi kerugian perlu ditanamkan untuk melindungi masyarakat dari risiko terhadap dirinya, harta benda maupun kegiatan usaha.

CEO PasarPolis Cleosent Handing menyatakan, kerja sama dengn Gojek diharapkan dapat lebih memudahkan akses masyarakat terhadap layanan asuransi yang terjangkau.

“Melalui GoSure, kami ingin mengubah Stigma di masyarakat mengenai asuransi yang dianggap mahal maupun proses klaim yang ribet. Dengan jangkauan aplikasi dan keandalan teknologi Gojek sebagai brand andalan yang begitu lekat di keseharian anak bangsa, kami semakin percaya diri untuk memperkenalkan produk-produk PasarPolis melalui GoSure Sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaatnya,” tutur dia.

Kehadiran GoSure di ekosistem Gojek telah mendapat antusiasme positif dari pelanggan. Sejak kehadiran versi beta pada Oktober 2019 lalu, total produk asuransi yang terjual sampai Januari 2020 meningkat hingga 60 kali lipat.

“Untuk tahap awal, GoSure, yang dapat diakses pada layar utama aplikasi Gojek, hadir dengan tiga jenis produk yaitu asuransi perjalanan, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi layar ponsel. Ke depannya, tentu kami akan terus mengembangkan ragam Iayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami juga berkomitmen untuk terus menjadikan ekosistem Gojek sebagai platform yang efektif untuk para mitra bisnis dalam mengembangkan cakupan dan skala bisnisnya,” tutup Sony. (dtc/ram)