BERSAMA: Direktur Bank Muamalat Achmad Kusna Permana dan Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie memberikan pernyataan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Muamalat Tower, Jakarta, belum lama ini.
BERSAMA: Direktur Bank Muamalat Achmad Kusna Permana dan Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie memberikan pernyataan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Muamalat Tower, Jakarta, belum lama ini.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penyelamatan PT Bank Muamalat Tbk tinggal selangkah lagi. Regulator pun merestui Konsorsium Al Falah menjadi investor penyelamat bank syariah pertama di Indonesia tersebut.
Al Falah Investments PTE Limited merupakan perusahaan yang didirikan oleh Ilham Habibie. Al Falah akan mencaplok 50,3 persen saham Muamalat.
“Ini kan tinggal eksekusi, eksekusi itu proses-proses administrasi. Calon investor sudah ada, konsorsium Al Falah,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/2).
Namun demikian, bos OJK tersebut enggan menjelaskan secara detail berapa nominal yang diberikan Al Falah untuk menyelamatkan Muamalat. Dia hanya menegaskan, proses eksekusi tersebut akan dilakukan dalam waktu secepatnya.
“Tinggal eksekusinya. Secepatnya,” katanya.
Berdasarkan prospektus rancangan akuisisi Bank Muamalat pada awal tahun lalu, akuisisi ini mencakup 50,3 persen dari keseluruhan saham yang diterbitkan bank syariah tertua di Indonesia itu. Al Falah Investments Pte Limited saat itu disebut sebagai investor yang akan mengakuisisi saham Muamalat.
Al Falah dijelaskan bermaksud untuk mengambil bagian sekitar 77,1 persen dari keseluruhan atas saham baru yang akan diterbitkan oleh Bank Muamalat dalam Penawaran Umum Terbatas, melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang akan dimilikinya.
Caranya yaitu dengan membeli HMETD dari pemegang saham Bank Muamalat tertentu saat ini dan atau dengan berperan sebagai pembeli siaga dalam Penawaran Umum Terbatas Bank Muamalat.
“Al Falah dapat bertindak sebagai pembeli siaga bersama dengan pembeli siaga lainnya (jika ada) dalam Penawaran Umum Terbatas Bank Muamalat untuk secara sendiri-sendiri (tidak secara bersama) membeli saham yang tidak diambil bagian,” tulis keterangan tersebut.
Al Falah adalah perusahaan yang dimiliki dan didirikan oleh Ilham Akbar Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited, perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100 persen oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited (SSG) untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat. (kum/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan fundamental perusahaan akan tetap solid ditengah kondisi bisnis yang sangat dinamis dewasa ini. Sebagai pionir pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi, pada tahun 2020 PGN akan membangun berbagai infrastruktur, termasuk jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang lebih dari 450 km di beberapa sentra ekonomi baru di Sumatera dan Jawa. Sebagai subholding gas, PGN juga sudah mengelola lini bisnis LNG dari Pertamina, sehingga kepastian pasokan gas ke pelanggan lebih terjamin.
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, PGN akan terus mengoptimalkan infrastruktur gas eksisting dan membangun infrastruktur baru untuk dapat melayani sebanyak mungkin pelanggan, baik rumah tangga, UMKM, korporasi, transportasi, kelistrikan dan BUMN lainnya.
“Strategi ini merupakan upaya PGN untuk memperkuat fundamental bisnis agar tumbuh berkelanjutan dalam jangka panjang. Terlebih lagi mayoritas cadangan migas di dalam negeri didominasi oleh gas bumi,” jelas Gigih Prakoso di Jakarta, Rabu (5/2).
Saat ini PGN telah membangun dan mengelola lebih dari 10 ribu km jaringan pipa distribusi dan tranmisi gas nasional. Jumlah itu setara dengan 96 persen infrastruktur gas bumi di Indonesia. Sampai akhir tahun 2019, PGN telah menyalurkan gas bumi melalui jaringan distribusi sebanyak 988 BBTUD dan transmisi sebesar 2.045 MMSCFD.
Lebih lanjut Gigih menyampaikan bahwa dinamika harga gas yang kini berkembang menjadi salah satu tantangan bagi bisnis PGN. “Sebagai bagian dari BUMN migas dan aset nasional, kami berkeyakinan bahwa pemerintah akan mengambil solusi terbaik untuk memastikan pembangunan infrastruktur gas bumi dapat terus meluas ke berbagai sumber pertumbuhan ekonomi di wilayah baru,” ungkap Gigih.
Sekretaris perusahaan PGN, Rachmat Hutama menambahkan mengenai rencana penyesuaian harga gas untuk sektor industri tertentu sebesar USD 6, PGN bersama stakeholder kementerian terkait sedang mengkaji efek penyesuaian harga gas terhadap aspek komersial bisnis, kinerja perseroan, keberlanjutan bisnis gas bumi, pengembangan infrastruktur dan menjalankan penugasan pemerintah,” ungkapnya.
“Tingkat keekonomian infrastruktur gas bumi di setiap daerah tentu berbeda-beda, karena sumber gas dan harganya juga berlainan. Oleh sebab itu penetapan harga gas juga harus dapat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dapat terus dilakukan mengingat masih banyak rumah tangga, UMKM, transportasi dan sektor industri yang belum terjangkau gas bumi,” imbuh Rachmat.
Gigih menambahkan bahwa gas bumi terbukti menjadi sumber energi yang mampu memberikan efek berganda sangat besar ke berbagai sektor pelanggan. Tingkat efisiensi yang dihasilkan gas bumi juga mendorong daya saing ekonomi nasional menjadi lebih baik.
Dalam 6 tahun terakhir, pelanggan PGN dari berbagai segmen tumbuh dari sekitar 88 ribu pelanggan menjadi lebih dari 360 ribu pelanggan. Di sektor industri, berkat peningkatan jumlah pelanggan gas bumi, sejak tahun 2013 biaya energi industri bisa dihemat sebesar Rp 36 triliun dibandingkan menggunakan BBM.
Di sektor kelistrikan, penggunaan gas bumi pada pembangkit listrik mampu menghemat biaya energi sebesar Rp 23 triliun ketimbang memakai BBM. Berkat efisiensi sumber energi ini, tarif listrik kepada masyarakat dan sektor usaha juga semakin kompetitif.
“Pembangunan berbagai infrastruktur gas bumi juga mendukung penggunaan material hasil produksi industri dalam negeri sebesar Rp 22 triliun. Efek berganda ke berbagai sektor ekonomi inilah yang menjadi salah satu komitmen PGN untuk terus membangun infrastruktur gas bumi,” tutup Rachmat.
BERLATIH: Andik Vermansah (kanan) dan Ruben Sanadi dalam latihan pramusim Bhayangkara FC.
BERLATIH: Andik Vermansah (kanan) dan Ruben Sanadi dalam latihan pramusim Bhayangkara FC.
Dicap pengkhianat dan dicaci maki dengan kata-kata tidak pantas, mengiringi kepindahan Andik Vermansah ke Bhayangkara FC. Tapi, dia sudah membuat keputusan dan akan menjalani sebaik-sebaiknya sebagai pemain profesional.
Hujan cukup deras yang mengguyur Jakarta, Senin (3/2) pagi, seakan mencerminkan apa yang dirasakan Andik jelang ikut latihan perdana bersama Bhayangkara. Suasana kecewa, marah, sekaligus sedih atas segala makian sebagian pendukung Persebaya yang tak terima dia bergabung dengan Bhayangkara.
Wajahnya sempat tegang ketika baru memasuki kawasan Stadion PTIK untuk berlatih. Tapi, suasana berubah ketika Andik bertemu dengan rekan-rekan barunya. Sambutan baik nan ramah diterimanya. Pemain asal Jember itu, bahkan sempat ‘diospek’ ketika sesi perkenalan. Diminta bernyanyi di depan rekan-rekan barunya. Melakukan hal yang selama ini menjadi hobinya.
“Alhamdulillah, mereka menerima saya dengan baik. Akhirnya saya tidak canggung,” kata Andik.
Beberapa pemain yang sudah dikenalnya, baik ketika membela Timnas Indonesia maupun selama berkarir di Liga 1, membuat suasana tegang yang dirasakan cepat sekali mencair.
“Ada juga Kitman (M Toha) yang sempat sama saya dulu di klub lama (Persebaya). Saya merasa seperti diterima di keluarga baru,” lanjutnya.
Pada latihan perdananya, Andik langsung mendapat petuah khusus dari Pelatih Bhayangkara Paul Munster. Pemain yang baru pindah dari Madura United itu, juga tidak luput dari teriakan sang pelatih. Beberapa kali Paul terlihat memberikan masukan kepada Andik, mengenai cara bermain Bhayangkara.
“Pelatih minta latihan yang serius. Jangan bercanda. Contohnya, ketika di latihan gagal cetak gol, jangan tertawa. Introspeksi. Jadikan itu motivasi untuk perbaiki diri,” bebernya.
Mantan pemain Selangor dan Kedah FA itu, mengaku tidak ada masalah dengan strategi Paul. Pernah dilatih Simon McMenemy di timnas, menurut pria 28 tahun itu, 2 pelatih tersebut menerapkan strategi dan cara melatih yang tidak jauh berbeda.
“Saya merasa tidak canggung. Tapi, memang saya harus cepat beradaptasi, karena baru bergabung. Terutama soal stamina. Saya ketinggalan jauh dari teman-teman lain. Harus menambah porsi latihan sendiri,” aku Andik.
Sudah nyaman dan merasa diterima dengan baik, hal tersebut diharapkan Andik juga dilakukan supporter Persebaya. Dia sadar banyak Bonek yang marah ketika dia memilih Bhayangkara musim ini. Tidak memilih Persebaya, tim yang selalu diimpikannya.
“Seperti yang saya katakan di Instagram pribadi, saya dulu juga korban dualisme. Tapi, sekarang kan sudah tidak lagi. Sekarang bagaimana semua bersikap dewasa. Kasihan bibit-bibit yang ada di Surabaya kalau situasi terus begitu. Tidak bisa bermain ke klub lain. Saya tidak masalah dicaci. Yang penting cari uang halal dan untuk karir saya ke depan. Saya ingin masuk timnas lagi,” jelasnya.
Mantan penggawa Jatim di PON Kaltim 2008 itu, mengungkapkan, ada beberapa alasan dia memilih Bhayangkara. Sebetulnya ada klub Malaysia yang ingin merekrutnya.
“Tapi, ibu minta saya main di Indonesia saja. Di Bhayangkara ada sosok Kakak Ruben (Sanadi) yang juga jadi alasan kenapa saya di sini. Tim ini punya motivasi juara dan diperkuat pemain-pemain berkualitas,” papar Andik.
Apakah ada klausul untuk tidak bermain ketika Bhayangkara bertemu Persebaya, seperti yang dilakukannya di Madura United? Andik menegaskan, tidak ada. Dia mengaku siap bermain 100 persen untuk Bhayangkara, jika memang dibutuhkan ketika melawan Persebaya. Apalagi, dalam waktu dekat kedua tim bertemu di turnamen pramusim Piala Gubernur Jawa Timur.
“Ini pasti cobaan untuk saya. Tapi, saya harus profesional. Kemarin itu (ketika di Madura United) kenapa saya ada permintaan (tidak main ketika lawan Persebaya), karena baru saja merantau 5 tahun di Malaysia. Baru kembali di Indonesia. Jadi, saya menghormati. Tapi, sekarang saya 100 persen siap,” jelasnya.
Alasan lain yang paling besar, kenapa memilih Bhayangkara dan tidak ke Persebaya, adalah tidak ada tawaran untuk dia dari Manajemen Green Force. Ya, tim asal Kota Pahlawan itu, sama sekali tidak menyodorkan tawaran apa pun musim ini. Padahal, Andik sangat menunggu hal tersebut.
“Saya sangat menunggu tawaran dari Persebaya. Sampai batas waktu, tidak datang tawaran itu. Saya takut kalau terus menunggu tidak dapat klub. Bahaya untuk karir saya. Akhirnya saya pilih Bhayangkara yang serius meminang saya,” jelas langganan Timnas Merah Putih itu.
Andik sudah mempersiapkan semua hal ketika bergabung dengan Bhayangkara. Selain akan 100 persen bekerja keras, dia sudah memilih nomor punggung ‘keramat’ yang selama ini dipakai ketika berkostum Persebaya.
“Sebenarnya saya tidak memilih. Saya sempat tanya nomor berapa yang kosong, kebetulan nomor 7. Insya Allah saya pakai itu,” pungkasnya. (jpc/saz)
PR: Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar, masih punya pekerjaa rumah untuk mengisi lini serang timnya.
PR: Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar, masih punya pekerjaa rumah untuk mengisi lini serang timnya.
LAMONGAN, SUMUTPOS.CO – Kekuatan lini tengah Persela Lamongan dipastikan bertambah. Gelandang bertahan yang 2 musim terakhir berkostum Barito Putera, Ady Setiawan, telah sepakat bergabung dengan Larkar Joko Tingkir.
“Nama Ady Setiawan memang saya rekomendasikan ke manajemen untuk direkrut. Manajemen juga sudah memberi tahu saya, sudah deal dengan dia,” ungkap Pelatih Persela Nil Maizar.
Dengan bergabungnya pemain berusia 26 tahun itu, Persela kini memiliki 3 gelandang bertahan. Sebab, sebelumnya Laskar Joko Tingkir merekrut Ryan Wiradinata dan Heru Setyawan. Komposisi 3 gelandang bertahan, pun dirasa Nil sangat pas untuk mengarungi kompetisi yang sangat panjang.
Ady dijadwalkan merapat ke markas Persela, hari ini, Rabu (5/2).
“Dengan stok gelandang bertahan yang ada, saya akan memiliki banyak opsi di posisi itu. Dan yang terbaik serta kondisinya prima, itulah yang nanti kami mainkan,” jelas Nil.
Bergabungnya Ady juga membuat pekerjaan rumah (PR) pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat itu, mengisi komposisi lini tengah selesai dikerjakan. Tugas yang belum selesai tinggal posisi penyerang. Nil menegaskan, Persela masih membutuhkan penyerang asing.
Untuk posisi striker, pelatih 50 tahun tersebut, telah menyodorkan 3 nama. Dan 3 pemain itu, berasal dari Kongo, Bosnia-Herzegovina, dan Brasil. Komposisi itu agak berbeda daripada yang sebelumnya ditaksir manajemen.
“Sekarang tergantung manajemen. Siapa dari nama-nama yang saya rekomendasikan itu yang akan direkrut,” beber Nil.
Manajemen Persela pun sudah menimbang usul Nil tersebut.
“Saat ini mengerucut ke striker asal Bosnia dan Brasil,” ujar Asisten Manajer Persela Agus Hariyono.
Harapannya, dalam 3 hari ke depan sudah ada keputusan. Termasuk keputusan menyangkut nasib 4 pemain yang kini mengikuti seleksi. Adapun keempat pemain itu adalah Jasmin Mecinovic, Faisal Fahri, Rahmanuddin, dan Kevin Scheunemann.
“Dalam 2 hari ini, kami putuskan (nasib pemain seleksi, red),” pungkas Nil. (jpc/saz)
KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan saat menghadapi pemain Felda United pada gelaran Edy Rahmayadi Cup di Stadion Teladan Medan, beberapa waktu lalu.
KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan saat menghadapi pemain Felda United pada gelaran Edy Rahmayadi Cup di Stadion Teladan Medan, beberapa waktu lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini, Rabu (5/2), PSMS Medan bakal ditantang tim Liga 3, PS Polresta Deliserdang dalam laga ujicoba di Stadion Teladan. Selain PS Polresta Deliserdang, Sabtu (8/2) mendatang, Ayam Kinantan kembali menggelar pertandingan ujicoba kontra Bansar FC.
“Kami akan lawan tim-tim Liga 3 dari Sumut. Rabu (hari ini, red) kami lawan PS Polresta Deliserdang, dan Sabtu lawan Bansar FC. Semua laga rencananya digelar di Stadion Teladan,” ungkap Pelatih Fisik PSMS Ardi Nusri, Selasa (4/2).
Lebih lanjut Ardi mengatakan, saat ujicoba nanti, Pelatih Philip Hansen sudah kembali memimpin tim. Dia dikabarkan sudah selesai menjalani ibadah umrah. Selasa malam, Philip sudah tiba di Kota Medan.
“Kalau tidak ada kendala, Coach Philip akan tiba di Medan Selasa malam, dan Rabunya sudah gabung dengan tim,” bebernya.
Dalam laga ujicoba tersebut, kemungkinan para pemain baru PSMS akan diturunkan. Khususnya yang saat ini menjalani trial.
“Untuk siapa yang main nanti, pelatih yang menentukan. Coach Philip dan Coach Isman yang akan mengaturnya nanti,” imbuh Ardi.
Sebelumnya, setelah tanpa apparel musim lalu, PSMS akhirnya mendapatkan sponsor kostum untuk mengarungi Liga 2 2020. Ayam Kinantan resmi bekerja sama dengan apparel lokal Indonesia, Adhoc.
Kerja sama PSMS dengan apparel asal Bekasi itu, dibeber ke publik di Sekretariat PSMS, Kompleks Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Senin (3/2) lalu.
Perjanjian kerja sama kedua belah pihak, ditandai dengan penandatanganan kontrak antara Penasehat PSMS Kodrat Shah, dengan owner Adhoc Apparel Denny Susanto, dan disaksikan Manajer PSMS Mulyadi Simatupang, dan Sekretaris PSMS Julius Raja.
“Kami sepakat bekerja sama dengan Adhoc Apparel, karena mereka yang paling serius. Jersey PSMS musim ini ada motif ulos, yang merupakan ciri khas asli Sumatera Utara,” beber Mulyadi.
Sementara itu, owner Adhoc Apparel, Denny Susanto mengatakan, ini pertama kalinya mereka bekerja sama dengan sebuah tim sepak bola, setelah 6 tahun berdiri.
“Kami sudah 6 tahun berdiri, dan ini pertama kalinya kami menjadi apparel sebuah tim. Kami sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan PSMS, yang memiliki segudang sejarah di persepakbolaan Indonesia,” katanya.
Untuk jersey home, PSMS masih mengenakan warna identik Ayam Kinantan, hijau. Sementara jersey away menggunakan warna putih, dan warna abu-abu untuk jersey ketiga. (tnc/isc/saz)
PERTEMUAN: Wagner Damanik dengan Sekjen DPP PSI, Raja Juli Antoni bersama sejumlah pengurus lainnya melakukan pertemuan di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (3/2).
PERTEMUAN: Wagner Damanik dengan Sekjen DPP PSI, Raja Juli Antoni bersama sejumlah pengurus lainnya melakukan pertemuan di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (3/2).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wagner Damanik mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (3/2).
Tujuan kedatangan Bakal Calon (Bacalon) Bupati Simalungun itu guna memenuhi undangan dari DPP PSI. Kedatangan Wagner Damanik disambut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Raja Juli Antoni dan William Aditya (anggota DPRD Provinsi DKI), serta pengurus lainnya.
Selain bertemu dan bertatap muka dengan pengurus PSI, pertemuan itu juga membahas perihal dukungan yang akan diberikan kepada Wagner Damanik di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Simalungun tahun 2020 nanti.
Raja Juli Antoni mengatakan, partainya telah memutuskan akan mendukung penuh Wagner Damanik. Menurutnya, Wagner Damanik adalah pilihan yang tepat bagi masyarakat Simalungun untuk menjadi pemimpin nantinya.
“Ini agar cita-cita luhur dari Simalungun bisa tercapai, yaitu Simalungun yang unggul dan bermartabat,” paparnya.
Pertemuan tersebut juga membahas perihal rencana kedatangan William Aditya ke Kota Siantar untuk memberikan ceramah tentang ‘Akselerasi Pembangunan Bebas KKN’ di Hotel Sapadia pada tanggal 20 Februari nanti. Ini sekaligus penyerahan surat dukungan calon independen ke KPUD Simalungun.
Pada kesempatan itu, Wagner juga mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus PSI yang telah mengundangnya dan mendukungnya di Pilkada Simalungun.
“Semoga visi untuk mewujudkan ‘Simalungun Unggul’ dengan cara yang benar dan bermartabat yang menjadi tujuan bersama bisa terwujud,” sebut Wagner Damanik. (bbs/azw)
WAWANCARA: Ketua Bawaslu Nias Utara, Memori Zendrato SPd saat diwawancarai di kantornya, Jalan Gunungsitoli-Lahewa, Km 42 Lotu, Senin (3/2).
WAWANCARA: Ketua Bawaslu Nias Utara, Memori Zendrato SPd saat diwawancarai di kantornya, Jalan Gunungsitoli-Lahewa, Km 42 Lotu, Senin (3/2).
NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO –Anggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk Pilkada Kabupaten Nias Utara sebesar Rp11 miliar. Jumlah tersebut terbilang lebih sedikit karena sebelumnya dianggarkan Rp11 miliar.
Ketua Bawaslu Kabupaten Nias Utara, Memori Zendrato mengakui bahwa sebagai mana yang telah disepakati bersama pada 1 Oktober 2019 yang lalu, dalam NPHD dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Utara, sebesar Rp11 miliar yang diajukan oleh Bawaslu Nias Utara.
“Memang pada penandatanganan awal bersama bapak Bupati Nias Utara, saat itu kita sepakati sebesar Rp11 miliar. Namun setelah telah direvisi ada pengurangan Rp2 miliar, sehingga anggaran Bawaslu Nias Utara pada Pilkada 2020 baru bisa ditetapkan hari ini menjadi Rp9 miliar,” terang Memori Zendrato, kepada Sumut Pos di kantornya, Jalan Gunungsitoli-Lahewa, Km 42 Lotu (Senin, 3/2).
“Penetapan NPHD ini, kita di Bawaslu Nias Utara paling telat dibanding Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara,” tambahnya.
Diungkapkan Memori, tak lama setelah penandatangan NPHD itu, yakni pada tanggal 15 Oktober 2019, Bawaslu Nias Utara diundang rapat oleh DPRD Nias Utara. Pada rapat ini NPHD yang sudah diteken bersama Bupati Nias Utara itu, dipangkas menjadi Rp 7,5 miliar, dengan alasan ketersediaan anggaran terbatas.
“Sewaktu pembahasan KUA-PPAS di DPRD, kami diundang rapat. Saat itu kami jelaskan kepada DPRD, apa saja kebutuhan Bawaslu dalam melaksanakan pengawasan Pilkada. Memang sempat terjadi perdebatan, sehingga kami bersama Pemerintah Daerah dan DPRD konsultasi ke Mendagri, yang hasilnya kembali disepakati Rp 9 miliar,” ungkapnya.
Memori Zendrato menguraikan bahwa kebutuhan anggaran di Bawaslu Nias Utara, diperuntukan untuk honor para penyelenggara (pengelolah keuangan), honor staf Bawaslu, pembentukan pokja di 11 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Nias Utara, pembekalan pengawas Pemilu dan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut Memori Zendrato, dana NPHD amat penting bagi pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020. Sebab dengan anggaran NPHD, pihaknya dapat melaksanakan fungsi pengawasan secara maksimal. Meski begitu, Bawaslu NIas Utara dalam menjalankan fungsi pengawasan dan semua kegiatan sosialisasi, baik tata cara pelaporan dan pelanggaran pun, pihaknya tetap optimis dapat terlaksana dengan baik.
“Kalau tanya kurang tentu kurang, kalau dibilang cukup, ya cukup. Namun yang terpenting dari semua itu, bagaimana pelaksanaan pilkada di Nias Utara tahun 2020 ini, dapat berjalan dengan baik, pelanggaran seminim mungkin sehingga hasilnya berkualitas,” paparnya. (adl/azw)
KPU SUMUT: Kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.
tiadi/sumut pos
KPU SUMUT: Kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan. Triadi/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Ira Wirtati, sangat menyesalkan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai yang hingga hari ini belum mengucurkan sepeserpun dana penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kepada KPU. Padahal bantuan pembiayaan sudah disepakati melalui penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).
Dikatakan Ira yang merupakan kepala divisi hukum, Selasa (4/2), antara Pemko dengan KPU disepakati dana Pilkada sebesar Rp14,5 miliar. Dengan dana itu seluruh tahapan Pilkada hingga hari pencoblosan dan penetapan pasangan terpilih dibiayai.
“Akan tetapi hingga saat ini belum ada satupun tahapan Pilkada yang dibiayar Pemko, dana belum mereka kucurkan ke KPU,” tegas Ira menjawab wartawan.
Akibatnya, ungkapnya, sosialisasi pelaksanaan Pilkada terhambat. Berbagai pertemuan dengan KPU Sumut biaya perjalanannya ditalangi masing-masing komisioner. Bila situasi tersebut terus berlangsung, bisa jadi beberapa tahapan yang sudah di depan mata tidak bisa dilaksanakan.
Seperti, proses pemilihan petugas PPS (dimulai pada 15 Februari), penerimaan persyaratan calon perseorangan (19-23 Februari), penetapan petugas PPK terpilih (29 Februari) dan sebagainya.
“Sebenarnya sudah cukup banyak pihak yang memberi perhatian terhadap masalah di Tanjungbalai ini. Misalnya Menteri Dalam Negeri sudah dua kali memanggil Pemko Tanjungbalai dan KPU. Gubernur Sumut juga sudah turun tangan, begitu pula DPRD Sumut, tetapi belum kunjung terpecahkan masalahnya,” terang Ira.
Pertemuan pada 7 Februari mendatang oleh Menkopolhukam di Jakarta diharapkan menghasilkan jalan keluar. Pihak KPU dan Pemko serta KPU Sumut akan membicarakan penyelesaiannya.
Selain di Tanjungbalai, persoalan pembiayaan Pilkada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) juga belum sepenuhnya clear. Oleh Pemkab sempat akan dilakukan pemotongan dari jumlah NPHD yang disepakati, yakni Rp40,3 miliar. Namun kemudian dikabarkan kebijakan pemkab itu dibatalkan.
“KPU dan Pemkab Madina juga ikut dipanggil Menkopolhukam pada pertemuan 7 Februari, kebijakan pengurangan biaya Pilkada yang dibatalkan Pemkab biar mereka jelaskan disana. Agar tidak ada masalah lagi ke depan,” terang Ira. (bbs/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diskusi terbuka dengan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dengan Cipayung Plus. Dalam diskusi tersebut, Akhyar mengajak mahasiswa harus berjihad melawan Narkoba.
Diskusi terbuka itu dilaksanakan di D’Park Coffee Yafurni Plaza Jalan Iskanda Muda pada Selasa (4/2/2020) sore. Hadir dalam diskusi itu diantaranya sejumlah ketua organisasi mahasiswa GMNI Medan, GMKI, MPO HMI Medan, Himabudi, Himmah Medan, KAMMI dan IMM.
Dalam diskusi tersebut ada banyak gagasan ide mahasiswa dalam hal pembangunan dan penataan kota, diantaranya konsep kota tua, normalisasi sungai, penataan pasar tradisional, transportasi hingga ruang publik yang belum tertata dengan baik.
Ketua MPO HMI Denny Tanjung mengatakan, penataan taman kita belum terbuka untuk anak muda, walaupun sekarang ini ada banyak yang menggunakan hanya sekedar bermain, olah raga dan hanya sekedar duduk-duduk saja. Hendaknya, Pemko Medan memberikan taman terbuka yang bisa dimanfaatkan kelompok milenial, misalnya diberikan semacam tempat diakusi dipadukan perpustakaan dan ada ruang-ruang pameran untuk memajangkan hasil produk-produk mahasiswa.
Selain itu, para pengurus Cipayung Plus juga berharap Walikota Medan harus terbuka menerima masukan dan memberikan kesempat berdiskusi dengan mahasiswa. Hal ini agar ide dan gagasan mahasiswa yang menyuarakan kebenaran dan atas nama masyarakat bisa langsung tersampaikan ke pemangku kebijakan.
Menjawab ini, Akhyar Nasution mengatakan, Pemko Medan sangat terbuka dengan ide dan gagasan mahasiswa, bahkan banyak penataan untuk membuat Medan Cantik melibatkan anak-anak muda kreatif.
“Dalam berbagai pertemuan dengan kelompok generasi muda, saya selalu mengajak Kota Medan ini sangat terbuka bagi siapa saja yang memiliki ide dan gagasan menata kota. Karena dengan ada banyaknya gagasan dan ide, maka terciptalah kota yang baik,” ujarnya.
Dia juga menambahkan, Kota Medan ini memiliki potensi sumber daya manusia yang baik dan produksi handy craft cukup baik, namun pemanfaatan belum dimaksimalkan. Sekarang ini sedang ada pengerjaan pengorekan danau di Martubung, setelah selesai pengorekan, maka tempat itu menjadi tempat wisata yang bisa menghidupkan putaran keuangan yang baik. Di tempat tersebut, nantinya akan ada tempat dagangan handycraft dari sejumlah kelompok masyarakat kota Medan.
Selain itu, Akhyar berpesan, Indonesia saat ini sedang darurat narkoba, untuk memberantasnya harus dilakukan jihad bersama. Seruan jihad terhadap narkoba ini sudah berulangkali disampaikan dalam setiap pertemuan dengan kelompok masyarakat, baik di rumah ibadah maupun dalam pertemuan informal di pasar, kantor kelurahan serta lainnya.
“Hari ini saya mengajak Cipayung Plus jihad terhadap narkoba. Jihad dalam artian, mahasiswa harus menggeret teman atau orang-oranh yang di sekitarnya memakai atau mengedarkan untuk di rehab. Dengan gerakan bersama ini, saya yakin narkoba tidak semakin berkembang,” katanya. “Kita sama-sama mengetahui, bahwa sumber awal kejahatan itu dimulai dari konsumsi barkoba,”tambahnya.
Mendengar ajakan itu, para mahasiswa bersepakat jihad terhadap narkoba. Dimulai dari melihat kawan terdekat dengan mengingatkan agar tak memakai narkoba. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Agussyah Ramdani Damanik mengatakan media sosial (medsos) para calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan menjadi masukan bagi mereka jelang tahapan wawancara yang akan digelar pada 8-10 Februari 2020.
Isi dari konten media sosial masing-masing calon PPK tersebut menurut mereka menjadi bagian penting untuk menilai integritas 207 calon PPK yang telah dinyatakan lulus ujian Computer Assisted Test (CAT).
“Kita sudah meminta media sosial mereka (calon PPK) untuk tracking (mencari) rekam jejak masing-masing,” katanya dalam Diskusi Terbuka Media Center KPU Kota Medan ‘Mencari Calon PPK Yang Berintegritas’ di Aula KPU Kota Medan, Jalan Kejaksaan No 37 Medan, Selasa (4/2).
Agussyah menjelaskan, saat ini terdapat 207 calon anggota PPK yang dinyatakan lolos ujian CAT. Selanjutnya mereka akan mengikuti tahapan wawancara yang dilakukan tertutup dihadapan para Komisioner KPU Kota Medan. Setelah tahapan wawancara, KPU akan menunggu masukan dari masyarakat terkait masing-masing calon peserta yang lolos 5 besar
“Masukan ini kita tunggu hingga 28 Februari 2020, jika tidak ada maka akan dilakukan pelantikan tanggal 29 Februari,” ujarnya.
Sementara itu Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Medan, Edi Suhartono mengatakan penelusuran media sosial masuk dalam perhatian mereka mengingat hal tersebut akan memudahkan mereka dalam mencari rekam jejak masing-masing peserta.
Aktivitas-aktivitas peserta yang dinilai memiliki afiliasi dengan partai politik tertentu maupun dengan organisasi-organisasi lain akan menjadi bahan yang akan mereka klarifikasi saat berlangsungnya wawancara.
“Kalau misalnya mereka pernah terlibat dalam kampanye partai politik, atau calon tertentu, maka itu akan kita klarifikasi kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.
Edi menegaskan, seluruh tahapan seleksi yang mereka lakukan ini memegang teguh prinsip keterbukaan. Mereka berharap masyarakat juga berpartisipasi dengan memberikan masukan kepada mereka terkait para calon PPK tersebut.
“Dari proses seleksi, di proses administrasi yang dinyatakan gugur jumlahnya cukup banyak, dari 578 ada 137 pendaftar dinyatakan gugur. Karenanya tanggapan itu penting, agar lebih baik mengukur pemahaman PPK sejak awal,” tandasnya.(map/azw)