25 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 4549

Tabrak Pengendara Motor, Sopir Truk Kabur

TEWAS: Jasad korban terlindas dump truk saat diamankan di Rumah Sakit Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.
TEWAS: Jasad korban terlindas dump truk saat diamankan di Rumah Sakit Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.
TEWAS: Jasad korban terlindas dump truk saat diamankan di Rumah Sakit Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dengan dump truk, mengakibatkan Yusri Purnomo (28) warga Jalan Indra Lingkungan 1 Kelurahan Pinang Mancung Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi mengalami luka berat dan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (30/1) sekira pukul 22.30 WIB.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi melalui Kanit Laka Aiptu K Napitupulu, Jumat (31/1) membenarkan peristiwa laka lantas tersebut. Disebutkan, peristiwa kecelakaan lalu lintas itu, terjadi di Jalan Musyahwarah tepatnya di dekat Pabrik PT Darmex Kelurahan Berohol Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi.

“Korban mengemudi sepeda motor Honda Vario BK 5943 NAK datang dari arah Berohol menuju Bulian. Setibanya di TKP, pengemudi sepeda motor mencoba mendahului mobil mitsubishi dump truck BK 9621DS yang berada satu arah di depannya dari kanan jalan,” terang Aiptu K Napitupulu.

Sambungnya, namun, tiba tiba pengemudi truk (identitas tidak diketahui) mengelakkan lubang yang berada di badan jalan dengan melakukan pengereman. Akibatnya, pengemudi sepeda motor terjatuh ke kiri lajunya semula tepat ke bagian roda belakang sebelah kanan dari truck.

“Korban yang jatuh sebelah kanan, langsung digilas roda belakang tepat roda belakang yang mengakibatkan pengemudi sepeda motor mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP,” paparnya.

Setelah kejadian yang menghebohkan warga setempat, sopir mobil dump truk langsung kabur. Petugas selanjutnya membawa korban ke RS Umum Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi dan melakukan olah TKP. (ian/btr)

Jaksa Sedang Dilaporkan, Hamdani Harahap Minta Sidang Dihentikan

TERDAKWA: Indra Kesuma, terdakwa dugaan pemalsuan surat saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Medan.
TERDAKWA: Indra Kesuma, terdakwa dugaan pemalsuan surat saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Medan.
TERDAKWA: Indra Kesuma, terdakwa dugaan pemalsuan surat saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang perdana kasus dugaan pemalsuan surat tanah dengan terdakwa Indra Kesuma, sempat berlangsung tegang antara Kuasa Hukum terdakwa Hamdani Harahap dan Majelis Hakim diketuai Ali Tarigan, di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (30/1) sore.

Saat Ali Tarigan mulai membuka sidang, Hamdani langsung interupsi dan memprotes kehadiran dua jaksa yang akan membacakan dakwaan Indra Kesuma.

“Begini yang mulia, menurut dakwaan yang kami terima beberapa jam lalu, bahwa yang bertindak sebagai jaksa penuntut umum adalah saudara Rosinta dan Irma Hasibuan,” kata Ham dani di hadapan hakim Ali Tarigan.

“Ada apa dengan jaksa ini,” jawab Ali Tarigan.

Hamdani lantas menjelaskan, bahwa salah satu jaksa yang hadir sedang mereka laporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Termasuk juga jaksa Irma Hasibuan turut dilaporkan, namun sedang tidak ikut dalam persidangan.

“Jaksa tersebut sedang kami laporkan ke Kejaksaan Agung yang pada intinya memohon supaya ditindak secara hukum dan memohon untuk mencabut dan membatalkan P21 yang telah ditetapkan oleh jaksa Edy Kaban SH, Edmon Purba,” katanya.

Menurut Hamdani, jaksa tersebut telah menyalahgunakan kewenangan secara hukum untuk tujuan lain. Ia menduga jaksa menyalahgunakan kewenangan demi kepentingan saksi korban Alwi SH.

“Diduga jaksa telah bertarung memperebutkan uang dalam pembebasan lahan tol Medan-Binjai demi kepentingan Alwi SH,” bebernya.

Hamdani juga menegaskan, bahwa kliennya tidak ada menerima uang dari saksi pelapor. “Suratnya saja masih dipegang oleh ahli waris dan tanah masih berperkara,” imbuhnya.

Karena itu, agar persidangan objektif ia meminta agar sidang dihentikan sebelum jaksa tersebut diganti.

“Kami keberatan dengan kehadiran dia (jaksa). Kalau saudara jaksa ini yang menyidangkan, kami bermohon kepada Kejagung demi objektifitas perkara agar jaksanya diganti,” ujarnya.

Menanggapi itu, Hakim Ketua Ali Tarigan menerima masukan dari Hamdani. Tetapi, karena belum ada putusan resmi dari Kejagung, hakim berpendapat persidangan harus tetap dilanjutkan.

“Karena belum ada pemberitahuan penggantian, kami tidak bisa menolak. Karena ini kewenangan dari Kejagung bukan majelis hakim. Kami belum bisa menolak. Tetapi akan kami tindaklanjuti,” kata Ali Tarigan.

Hamdani juga menyoroti penahanan terdakwa. Menurutnya kliennya harusnya dibebaskan karena masa penahanan sudah berakhir. Tetapi, menurut majelis hakim,masa penahanan kliennya sudah diperpanjang sejak 28 Januari hingga 20 Februari 2020.

“Tetapi faktanya, tidak ada kami terima majelis. Alangkah baiknya, demi objektifitas agar menunda pemeriksaan sebelum Kejagung mengganti jaksanya,” pinta Hamdani.

Namun dengan pertimbangan, jaksa yang akan membaca dakwaan juga dihadirkan berdasarkan perintah Kajari, hakim kemudian melanjutkan sidang.

Usai dakwaan kliennya dibacakan jaksa, Hamdani menjelaskan, mentersangkakan kliennya dan menahannya tidak berdasarkan dua permulaan alat bukti yang cukup dan kuat.

Bahkan, kata dia, surat asli tanahnya yakni Grand No 10 masih dipegang oleh Indra Kesuma dan tidak ada penyerahan tanah kepada pembelinya. Hamdani juga menyebut, selama ini kliennya selalu dibujuk oleh oknum penyidik untuk berdamai dengan Alwi SH.

“Bahkan, disuruh mencabut kuasa dari biro hukum Citra Keadilan dan menjanjikan bila berdamai akan segera keluar, sehingga dapat ditarik kesimpulan oknum penyidik dan oknum kejaksaan mentersangkakan dan menahan Indra Kesuma untuk tujuan lain yakni membagi-membagi uang ganti rugi jalan tol Medan-Binjai,” pungkasnya. (man/btr)

Personel Polantas Tebingtinggi Tewas Kecelakaan

EVAKUASI: Korban lakalantas dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
EVAKUASI: Korban lakalantas dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
EVAKUASI: Korban lakalantas dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Personel Polantas Polres Tebingtinggi Aiptu Selamat Sembiring (56) meninggal dunia di tempat kejadian perkara setelah mengalami kecelakaan Lalulintas di Jalan Umum Tebingtinggi Pematang Siantar tepatnya di dekat Masjid Dusun Afd VIII Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (1/2) sekira pukul 20.00 WIB.

Peristiwa itu dibenarkan Kasat Lantas Polres Tebingtinggi melalui Kanit Laka Aiptu K Napitupulu. ”Kepolisian Polres Tebingtinggi mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada almarhum yang sudah berjasa kepada Polres Tebingtinggi dan masyarakat,”ucapnya.

Lebihlanjut diterangkan Aiptu K Napitupulu, peristiwa maut itu terjadi ketika Aiptu Selamat Sembiring (56) mengendarai sepedamotor Honda Vario tanpa plat mengalami kecelakaan dengan sepeda motor Yamaha Zupiter yang tanpa plat dikendarai Agustio (17) membonceng Aldi Syahputra (17) sama-sama Warga Simpang Derek Desa Naga Kesiangan Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdang Bedagai. Akibatnya dua orang korban mengalami luka-luka dan seorang meninggal ditempat. Ketiganya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Sedangkan Aiptu Selamat Sembiring (56) beralamat di Jalan Danau Melinjo Lingkungan II Kelurahan Padang Merbau Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi mengalami luka berat dan meninggal di TKP. Jenazah rencanaya akan dimakamkan secara militer.

Dijelaskan Aiptu K Napitupulu bahwa sebelum terjadinya kecelakaan lalulintas tersebut, pengemudi sepeda motor Yamaha Zupiter tanpa plat datang dari arah Pematang Siantar menuju Tebingtinggi dengan kecepatan tinggi. Setibanya di TKP tiba-tiba masuk berbelok kekanan jalan tanpa memperhatikan datangnya sepeda motor yang dikendarai Aiptu Selamat Sembiring yang datang dari arah Tebingtinggi menuju Pematang Siantar.

“Terjadi tabrakan bagian roda depan Zupiter berbenturan dengan roda depan Honda Vario, akibat kejadian tersebut korban Aiptu Selamat Sembiring mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP,” jelasnya. (ian/btr)

Seorang Mahasiswa Didakwa Sebarkan Berita Bohong

SIDANG: Fajar Mursalin, terdakwa kasus penyebaran berita bohong menjalani sidang dakwaan, Jumat (1/2). man/sumu tpos
SIDANG: Fajar Mursalin, terdakwa kasus penyebaran berita bohong menjalani sidang dakwaan, Jumat (1/2). man/sumu tpos
SIDANG: Fajar Mursalin, terdakwa kasus penyebaran berita bohong menjalani sidang dakwaan, Jumat (1/2). man/sumu tpos
SIDANG: Fajar Mursalin, terdakwa kasus penyebaran berita bohong menjalani sidang dakwaan, Jumat (1/2). man/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fajar Mursalin (20) duduk sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (1/2). Pasalnya, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan ini, didakwa Jaksa telah menyebarkan berita bohong melalui media sosial (Whatsapp).

Beragendakan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi, disebutkan bahwa terdakwa telah melakukan provokasi terhadap teman-temannya. “Dia (terdakwa) telah menyebarkan berita yang tidak benar yang mulia. Sebab dalam cuitan tersebut menjelaskan bahwasanya kepolisian menggunakan puluru tajam. Dalam SOP kami, tidak dibenarkan untuk membawa senjata selain dari gas airmata,” ujar Yudi saksi polisi, Jumat (31/1)n

Dalam dakwaan Jaksa Nelson Victor, berawal pada tanggal 27 September 2019, terjadi peristiwa unjuk rasa yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Medan, yang dilakukan di Gedung DPRD Sumatera Utara, untuk menuntut RUU KPK tidak disahkan oleh Presiden Jokowi.

Sore itu, situasi tidak terkendali dan terjadilah kericuhan yang mengakibatkan pihak aparat keamanan melakukan tindakan pengamanan dengan melakukan tembakan gas air mata dan water-canon.

Kebetulan, terdakwa berpapasan dengan rombongan mahasiswa yang saat itu melakukan aksi di depan DPRD Sumut, dan terdakwa melihat disalah satu berita di media sosial, bahwasanya teman-teman satu kampusnya turut ambil dalam unjuk rasa.

“Terdakwa yang saat itu berada di dalam angkutan umum dari kampusnya menuju tempat pelatihan di Jalan Demak. Kebetulan angkutan umum yang ditumpangi oleh terdakwa berpapasan dengan rombongan mahasiswa yang berjalan dengan cara berkonvoi dari arah kantor DPRD Sumatera Utara,” kata JPU.

Lalu pada malamnya, terdakwa melihat ada pesan yang masuk ke dalam grup Whatsapp atas nama Jangga Siregar, yang berisikan foto seorang laki-laki terbaring tak berdaya yang dalam kondisi ditandu, selanjutnya diserta dengan tulisan “Korban peluru nyasar Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Adinda Anies Akarni. Kejadian tadi sore dan dirawat di rumah sakit PUTRI HIJAU MEDAN”.

Tanpa mencari kebenaran berita tersebut, Fajar langsung membagikannya ke beberapa grup Whatsapp yang ada di handphone miliknya. “Dengan sengaja dan sadar serta tanpa terlebih dahulu melakukan cek kebenaran cuitan tersebut, terdakwa Fajar langsung menyebarkan isi berita tersebut ke beberapa grup WhatsApp yang diikuti oleh dirinya,” ujar JPU

Namun, berdasarkan surat dokter, Anis Akarni yang dikabarkan terkena peluru nyasar, ternyata datang ke Rumah Sakit Putri Hijau karena nyeri pada dada akibat benturan dengan aspal, dan dirinya dirawat sejak tanggal 27 September 2019.

Selanjutnya pada tanggal 28 September 2019, terdakwa diamankan oleh kepolisian Polda Sumut di halaman Komplek Mesjid Taqwa Jalan Demak Kota Medan.

Karena telah melakukan penyebaran berita bohong, maka Fajar dijerat oleh pasal 45 A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (man/ila)

Fit And Proper Test di PPP, Akhyar Nasution Raih Dukungan 10 PAC PPP

DISAMBUT: Akhyar Nasution didampingi Ketua DPC PPP Kota Medan Aja Syahri disambut kader PPP saat tiba di Hotel Garuda Plaza, Jumat (31/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ir H Akhyar Nasution MSi mendapatkan dukungan dari sebanyak 10 Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP se Kota Medan. Dukungan ini langsung disampaikan melalui koordinatornya dalam forum Rapat Pimpinan Cabang dan syukuran harlah ke 47 tahun PPP Kota Medan pada Jumat (31/1) di Hotel Garuda Plaza.

Seperti disampaikan koordinator PAC PPP di daerah pemilihan V (Medan Johor, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Tuntungan, Medan Selayang, dan Medan Sunggal), Zulham Nasution saat ditemui di Garuda Plaza Medan, Jumat (31/1) malam.

Zulham memaparkan, setelah mendengarkan visi dan misi sejumlah bakal calon Wali Kota Medan, kami sudah berkoordinasi sesama pengurus PAC di daerah pemilihan V, kami mendukung PPP mencalonkan Ir H Akhyar Nasution MSi.

Alas an kami memberikan dukungan, paparnya Kota Medan ini merupakan kota besar, kota yang harus dipimpin oleh orang yang memiliki pengalaman dalam bidang organisasi, pengalaman keilmuan, pengalaman pengabdian dan pengalaman dalam mengambil keputusan. Hal itu semua ada di Ir H Akhyar Nasution MSi.

“Kami sepakat dengan jargon yang dibawa Ir H AKhyar Nasution MSi, Ayo Cantikkan Medan. Kita semua pasti inginkan kecantikan, ini ada yang mau membuat cantik, maka kami siap mendukungnya,”ujarnya diiringi tepuk tangan.

Zulham menyebutkan, selain PAC PPP Dapil V, ada juga PAC PPP se Dapil IV yang mendukung pencalonan Ir H Akhyar Nasution MSi. “Semoga dengan adanya suara dari 10 PAC ini PPP merekomendasikan Ir H Akhyar Nasution MSi menjadi calon Walikota yang diusung PPP,”ucapnya.

Dimintai tanggapannya mengenai ada dukungan dari 10 PAC PPP, Ir Akhyar Nasution mengaku terharu atas semangat dukungan dari akar rumput sejumlah PAC PPP di Kota Medan. “Saya hanya bisa ucapkan terimakasih, semoga ke depan kita terus bisa menciptakan kota Medan yang memiliki peradaban manusia terbaik dan kota ini bisa tertata dengan cantik,”ujarnya.

Sebelumnya, Akhyar menyampaikan visi misinya tentang membangun kota dan peradaban perkotaan. Apa itu peradaban perkotaan yaitu membangun manusianya untuk tertib, penuh disiplin, penuh semangat, penuh daya juang, penuh toleransi, dan peningkatan nilai religious agar terciptanya sopan santun yang baik.

“Pembangunan peradaban perkotaan ini tidak bisa tercapai jika program pendidikan tidak baik, peradaban tidak terbangun jika fasilitasnya tidak baik, peradaban tidak terbangun jika kultur masyarakatnya tidak baik. Namun, kami berkeyakinan dengan program pendidikan yang kami buat, peradabaan perkotaan akan terbangun melalui jalan budaya,”katanya.

Dia juga menyampaikan, pembangunan infrastruktur di kota Medan juga sangat penting, tapi harus dipahami infrastruktur itu bagian fasilitas manusia. Jika infrastruktur terus dibangun, tapi peradaban manusia tidak ditingkatkan, maka fasilitas infrastruktur menjadi tak termanfaatkan. “Kami membuat program pembangunan peradaban perkotaan sejalan dengan pembangunan infrastruktur. Jika ini terus berjalan dengan baik, dan kita semua elemen-elemen warga kota bisa bekerjasama, maka lahirlah yang kita sebut, MEDAN CANTIK,”ucapnya disambut riuh tandatangan.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PPP Kota Medan Aja Syahri menyampaikan, pada kegiatan Rapimcab di Garuda Plaza Medan ini kami mendengarkan visi dan misi sejumlah bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, semua visi dan misi yang disampaikan bakal calon baik.

Dia menyebutkan, setelah digelarnya penyampaian visi dan misi bakal calon Walikota Medan, pengurus akan melakukan pembahasan di desk pilkada untuk direkomendasikan ke DPW PPP Sumut, dan diteruskan ke DPP. (adz)

Umar Zunaidi Minta ASN Kerja 24 Jam

LANTIK: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan melantik  Muhammad Dimiyathi sebagai Sekdako Tebingtinggi.
LANTIK: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan melantik Muhammad Dimiyathi sebagai Sekdako Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota TebingtinggI Umar Zunaidi Hasibuan melantik Muhammad Dimiyathi yang sebelumnya sebagai Asisten Ekbang menjadi Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtinggi di Aula Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (31/1).

Selain pelantikan Sekdako Tebingtinggi, Wali Kota juga melantik pejabat tinggi pratama lainnya, Kamlan Mursyid sebagai Kepala Inspektorat, Muhammad Fachri sebagai Kadisdukcapil, dan HM Hasbie Ashshiddiqi sebagai Kadis Perkimsih.

Wali Kota Umar Zunaidi meminta kepada para pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator yang dilantik adalah penerima amanah karena telah melalui suatu proses seleksi.

“Kepercayaan yang diterima hari ini merupakan penilaian hasil kerja yang dilakukan selama ini bukan karena kedekatan atau suka atau tidak suka, untuk itu bekerjalah dengan baik,” pintanya.

Kepada pejabat administrator, Umar kembali ingatkan, bahwa seorang pejabat administrator masih punya pimpinan dan karena itu jangan bertindak sendiri sendiri tanpa pengetahuan pimpinan.

“Pada hakikatnya ASN itu bekerja 24 jam yang senantiasa siap untuk melaksanakan tugasnya, yang utama menjadi perhatian selalu berkreativitas dan berinovasi,” tegasnya.

Terang Umar, sesuai dengan kondisi di zaman digital ini, para pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator harus pula mampu menyesuaikan diri dengan senantiasa menambah ilmu pengetahuannya.

Selain empat posisi jabatan tinggi pratama, Umar Zunaidi juga melantik lima orang pejabat administrator (kepala bidang) masing masing Misniwati Kabid Politik Dalam Negeri, Iswan Suhendi Kabid Komunikasi di Dinas Kominfo, Hj Henny Efrida sebagai Kabid Industri, Ronggur R Sibarani sebagai Kabid Pengelolaan Limbah bahan berbahaya, dan Suhendri Suar Kabid Kualitas Hidup Perlindungan Anak dan Perempuan. (ian/han)

KADIN Batu Bara Periode 2020-2025 Dilantik

PETAKA: Penyerahan petaka dari Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batu Bara kepada Ketua Kadin Kabupaten Batu Bara, H. OK Faizal Djalil, di Lapangan Bola Kaki Blok 8, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Kamis (30/1).
ist

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pengurus Kamar Dagang & Industri (Kadin) Kabupaten Batu Bara periode 2020-20125 resmi dilantik oleh Ketua Umum Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batu Bara, di lapangan bola kaki blok 8, Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, Kamis (30/1). OK H Faisal Djalil resmi dilantik sebagai ketua Kadin batubara.

Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batu Bara mengatakan tugas utama sebagai pengurus di daerah adalah mengajak kawan pengusaha untuk mengubah cara berpikirnya menjadi mental pemenang.

“Setiap daerah membutuhkan sentuhan entrepeneur untuk mengembangkan dan memajukan daerah tersebut. Dan memiliki mental pemenang akan membuat pengusaha itu maju, bahkan daerahnya juga,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini tugas utama dari pengurus adalah mengumpulkan yang terserak dan menyatukan yang berserak. Karena untuk membangun daerah menjadi lebih maju yang paling dibutuhkan adalah menyatukan hati dan pikiran agar daerah dan negeri menjadi maju.

“Satukan pendapat untuk menjadi lebih baik dan kuat,” tambahnya.

Ketua Kadin Batu Bara, OK Faizal mengatakan Batu Bara merupakan Kawasan Strategis Nasional, oleh karena itu, sebagai pengusaha agar mempersiapkan diri dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Batu Bara.

“Kadin Batu Bara akan membuat program sosialisasi serta pembinaan terhadap unit usaha serta UMKM yang ada di kabupaten Batu Bara,” ujarnya.

Dengan adanya program sosialisasi dan pembinaan ini, dirinya berharap kehidupan perekonomian masyarakat akan menjadi lebih baik lagi. Apalagi, saat ini telah ada Dana Desa, sehingga dapat dimanfaatkan untuk infrastruktur dan mensejahterakan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Batu bara, Zahir merasa bangga telah terbentuknya pengurusan Kadin Batu Bara secara depenitif. Dirinya berharap, semoga dapat membantu dan membangun UMKM di kab Batu Bara.

“Atas nama Pemerintahan Kabuputen Batu Bara, kami mengucapkan selamat atas pelantikan ketua pengurusan Kadin Kab Batu Bara, H.OK. Faizal Djalil Periode 2020 – 2025, semoga amanah. Untuk itu, mari lah bersama Pemerintah supaya kita bisa sering dalam meningkatkan unit usaha dalam mempertumbuhkan industri yang maju agar dapat mensejahterakan masyarakat Batu Bara,” ujarnya.

Hadirnya Kadin Batu Bara, Zahir diharapkandapat membina kelompok, Unit usaha dan UMKM Masyarakat Kab Batu Bara bisa menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Batu Bara, tutup Bupati Zahir. (mag-14/ram)

Bupati Minta BNI Percepat Salurkan Kartu Tani

FOTO BERSAMA:Bupati Dairi, Eddy KA Berutu foto bersama dengan Kanwil BNI Aceh/Sumut, Martinus Matondang saat berkunjung di Kantor Kanwil BNI Medan.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
FOTO BERSAMA:Bupati Dairi, Eddy KA Berutu foto bersama dengan Kanwil BNI Aceh/Sumut, Martinus Matondang saat berkunjung di Kantor Kanwil BNI Medan.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Eddy Keleng Ate Berutu meminta bank BNI percepat penyaluran Kartu Tani kepada para petani di Kabupaten Dairi.

Permintaan itu disampaikan Eddy saat berkunjung ke Kantor Wilayah (Kanwil) BNI Aceh/Sumut di Medan, Kamis (30/1).

Kepala Dinas Infokom Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe mengatakan, kunjungan bupati didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, Bintoha Angkat, dan diterima Kepala Kanwil BNI, Martinus Matondang.

Eddy meminta agar BNI bergerak cepat mendistribusikan dan mensosialisasikan Kartu Tani kepada anggota kelompok tani.

“Saya berharap Kartu Tani segera didistribusikan dan disosialisasikan kepada petani”, ucapnya.

Bupati juga berharap segera mentelaah apa saja kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan,”katanya.

Eddy Keleng Ate Berutu juga berharap BNI menjalin kerja sama yang baik dengan Pemkab Dairi, agar semua kendala yang terjadi selama ini di lapangan dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga petani bisa cepat dapat menebus pupuk yang telah didistribusikan melalui Kartu Tani tersebut.

Bupati Dairi juga menginginkan semua program bersubsidi bisa tepat sasaran sesuai peruntukan.

Disebutkan Eddy, Pemkab Dairi dan pihak BNI mengalami kendala dalam sosialisasi penerapan Kartu Tani. Untuk itu, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian dan pihak BNI mencari cara yang tepat dan mudah, sehingga petani memahami fungsi dan tujuan penerapan Kartu Tani dimaksud.

“Saya ingin langsung laksanakan ujicoba di lapangan bersama petani penerima Kartu Tani, agar masyarakat Dairi dapat memahaminya dengan utuh dan tidak ada kendala saat menggunakan Kartu Tani,” sebut Eddy.

Bupati juga berharap kepada Kanwil BNI Aceh / Sumut dapat membantu BUMDes yang ada di Dairi untuk penguatan permodalan serta efektifitas transaksi dan perdagangan. (rud/han)

Hujan Melanda Kota Padangsidimpuan Satu Jembatan Rusak

RUSAK: Warga sedang melihat Jembatan Kalimati di Kota Padangsidimpuan yang rusak diterjang luapan Sungai Kalimati.
ist

PADANGSIDEMPUAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras melanda Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut) sejak Kamis (30/1) hingga Jumat (31/1) pagi.

Akibatnya, Sungai Kalimati di Desa Manunggang Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara meluap dan merendam permukiman warga, ladang sawah hingga merusak satu jembatan penghubung antardesa.

Kepala Dusun II Padang Sejati, Desa Manunggang Jae, Misriadi mengatakan, luapan sungai menyebabkan Jembatan Kalimati ambruk saat tengah malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun akses Desa Perkebunan PK ke Labuhan Rasoki dan Tarutung Baru yang tembus ke Kabupaten Tapanuli Selatan terputus.

Dampak luapan banjir juga merendam rumah warga di tiga desa. Yakni Desa Perkebunan Pijorkoling, Manunggang Jae dan Desa Labuhan Rasoki. Selain itu, luapan air merusak lahan persawahan di dusun setempat.

“Kami belum tahu persis seberapa luas lahan persawahan warga yang rusak tersapu banjir. Namun bisa dipastikan petani akan mengalami gagal panen,” ujar Misriadi, Jumat (31/1).

Hal senada disampaikan Camat Padangsidimpuan Tenggara Zulkifli Dalimunte. Dia mengatakan, hujan deras yang terjadi semalaman telah menyebakan banjir sejumlah desa dan lahan pertanian warga.

“Debit air anak Sungai Kalimati mulai meninggi sejak tengah malam dan merendam ruas jalan serta rumah warga. Air juga mengikis pondasi jembatan penghubung yang ada di Dusun Kalimati hingga ambruk dan memutus akses jalan utama,” katanya.

Akibat putusnya jembatan, pengendara yang hendak melintas harus memutar arah dengan jarak lebih jauh. Saat ini, hanya pejalan kaki yang dapat melintas dengan sambil menunggu pembangunan jembatan sementara.

Kepala Desa Labuhan Rasoki Rahmat Harahap mengimbau warga agar bersama-sama bergotong-royong membersihkan rumah yang terkena dampak bencana.

“Kami sudah meminta kesediaan warga untuk membantu mereka yang rumahnya terendam banjir. Kami harap kiranya curah hujan mereda dan semuanya baik-baik saja,” kata Rahmat. (inews/ram)

Pemkab Dairi Telantarkan Kolam BBI Kuta Maha

SEMAK BELUKAR:Lokasi kolam BBI Kuta Maha di Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, dipenuhi semak belukar.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SEMAK BELUKAR:Lokasi kolam BBI Kuta Maha di Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, dipenuhi semak belukar.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kolam Balai Benih Ikan (BBI) Kuta Maha di desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, hingga kini tak difungsikan. Padahal, Pemkab Dairi telah menghabiskan dana rehabilitasi sebesar Rp127 juta.

Menurut amatan Sumut Pos di kolam BBI milik Pemkab Dairi tersebut, seluruh kotak kolam sudah ditutupi semak belukar. Beberapa dinding kolam juga sudah rusak.

Areal perkatoran balai benih ikan itu juga dalam keadaan tutup, dan sekelilingnya ditumbuhi rumput.

Kolam dan areal perkantoran tidak terawat. Pada bagian depan perkantoran, tertempel plang proyek rehabilitasi balai benih ikan (BBI) dengan jumlah anggaran Rp 127 juta yang bersumber dari P-APBD Kabupaten Dairi 2019.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Bintoha Angkat, yang dihubungi mengaku jika persoalan belum difungsikannya kolam BBI, bukan disampaiakn kepada dirinya.

Bahkan Bintoha pun seakan tak mau disalahkan, dengan mengaku jika dirinya baru diangkat menjadi Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Sementara itu, mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Ida BP Sihombing yang saat ini menjadi Staf Ahli Bupati, ketika dihubungi tidak bersedia memberi keterangan lebih lanjut terkait kolam BBI Kuta Maha.

Ida hanya mengatakan, “Maaf ya pak, saya lagi berduka,”katanya.

Mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Gema Tolu Dolok yang sekarang menjabat Sekretaris Dinas Sosial mengaku, sekitar tiga tahun kolam BBI Kuta Maha tidak terurus.

Pada perubahan P-APBD 2019, direncanakan pengadaan calon induk ikan, sehingga dilakukan rehabilitasi kolam tersebut.

Ia mengaku tidak mengetahui secara teknis proyek perbaikan kolam itu.

“Untuk lebih jelasnya, lebih baik ditanyakan kepada mantan Kepala Dinas Ida BP Sihombing, yang sekarang sudah menjadi Staff Ahli Bupati. Gema menyebut, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada kegiatan itu, Ida BP Sihombing yang juga Kepala Dinas,” tandasnya. (rud/han)

Menurut amatan Sumut Pos di kolam BBI milik Pemkab Dairi tersebut, seluruh kotak kolam sudah ditutupi semak belukar. Beberapa dinding kolam juga sudah rusak.

Areal perkatoran balai benih ikan itu juga dalam keadaan tutup, dan sekelilingnya ditumbuhi rumput.

Kolam dan areal perkantoran tidak terawat. Pada bagian depan perkantoran, tertempel plang proyek rehabilitasi balai benih ikan (BBI) dengan jumlah anggaran Rp 127 juta yang bersumber dari P-APBD Kabupaten Dairi 2019.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Bintoha Angkat, yang dihubungi mengaku jika persoalan belum difungsikannya kolam BBI, bukan disampaiakn kepada dirinya.

Bahkan Bintoha pun seakan tak mau disalahkan, dengan mengaku jika dirinya baru diangkat menjadi Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Sementara itu, mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Ida BP Sihombing yang saat ini menjadi Staf Ahli Bupati, ketika dihubungi tidak bersedia memberi keterangan lebih lanjut terkait kolam BBI Kuta Maha.

Ida hanya mengatakan, “Maaf ya pak, saya lagi berduka,”katanya.

Mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Gema Tolu Dolok yang sekarang menjabat Sekretaris Dinas Sosial mengaku, sekitar tiga tahun kolam BBI Kuta Maha tidak terurus.

Pada perubahan P-APBD 2019, direncanakan pengadaan calon induk ikan, sehingga dilakukan rehabilitasi kolam tersebut.

Ia mengaku tidak mengetahui secara teknis proyek perbaikan kolam itu.

“Untuk lebih jelasnya, lebih baik ditanyakan kepada mantan Kepala Dinas Ida BP Sihombing, yang sekarang sudah menjadi Staff Ahli Bupati. Gema menyebut, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada kegiatan itu, Ida BP Sihombing yang juga Kepala Dinas,” tandasnya. (rud/han)