Home Blog Page 4563

Istri Diduga Selingkuh, Suami Gantung Diri

TKP: Tim Inafis Polresta Deliserdang melakukan olah tempat kejadian perkaraa ditemukanya Suranta Nasution tergantung dengan tali nilon rumahnya.
TKP: Tim Inafis Polresta Deliserdang melakukan olah tempat kejadian perkaraa ditemukanya Suranta Nasution tergantung dengan tali nilon rumahnya.
TKP: Tim Inafis Polresta Deliserdang melakukan olah tempat kejadian perkaraa ditemukanya  Suranta Nasution tergantung dengan tali nilon rumahnya.
TKP: Tim Inafis Polresta Deliserdang melakukan olah tempat kejadian perkaraa ditemukanya Suranta Nasution tergantung dengan tali nilon rumahnya.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Suranta Nasution (29) ditemukan tewas tergantung dengan tali nilon diruang kamarnya di Dusun IV Desa Tanjung Morawa A Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Selasa (10/3) sekira pukul 01.00 WIB.

Informasi dihimpun, diketahuinya korban tewas tergantung ketika team Unit Reskrim mendapat informasi dari Kepala Dusun IV bahwa ada seorang laki-laki gantung diri di dalam rumahnya.

Kemudian team Tekab bersama Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang AKP Sawangin SH, Wakapolsek Iptu Syafril dan kanit Reskrim Ipda Dimas Adit Sutono STrK langsung ke lokasi yang disebutkan.

Tiba dilokasi, korban ditemukan tewas tergantung dengan kondisi baju berdarah, kedua tangan terikat. Sedangkan Tami (23) istri korban sudah menangis di depan pintu ditemani oleh tukang salon Sri Mandayani (31) warga Dusun I Desa Dagang Kerawan Kecamatan Tanjung Morawa.

Kemudian sekira pukul 01.30 WIB team Inafis Polresta Deliserdang sampai ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari informasi disekitar rumah korban, sekira pukul 22.30 WIB korban dan Tami istrinya cek-cok dikarenakan diduga istrinya ketahuan selingkuh dengan pria lain. Setelah itu, Tami pergi ke arah Simpang Dagang Krawan dengan berjalan kaki. Saat sampai di simpang empat Pensiunan, Tami wanita beranak dua itu menunggu korban dengan harapan akan dijemput.

Namun korban tidak kunjung datang sehingga pada pukul 00.30 WIB, istri korban kembali ke rumah dan sesampainya di rumah melihat korban sudah kondisi gantung diri dengan tangan terikat tali tas dan tidak bernyawa. Istri korban menangis histeris berteriak minta tolong. Melihat kondisi korban yang tewas tergantung dengan kondisi baju berdarah dan tangan terikat, awalnya keluarga korban meminta agar jenazah korban di otopsi dan dibawa ke Rumah Sakit Brimob.

Namun, Selasa (10/3) siang sekira pukul 11.00 WIB, keluarga korban mendatangi Polsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang dan menyatakan keberatan jika jasad korban diotopsi.

Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang AKP Sawangin SH saat dikonfirmasi melalui Wakapolsek Iptu Syafril menyebutkan awalnya keluarga korban curiga sehingga minta jasad korban diotopsi, namun keputusan itu berubah lagi dan keluarga korban keberatan jika jasad korban diotopsi dan akan menjemput jasad korban ke Rumah Sakit Brimob Polda Sumut. (btr)

Empat Kali Membegal Warga, Dua Anggota Komplotan Ditembak Polisi

BEGAL: Empat pelaku begal dua di antaranya kakinya ditembak dipaparan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan,Selasa (10/3).
BEGAL: Empat pelaku begal dua di antaranya kakinya ditembak dipaparan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan,Selasa (10/3).
BEGAL: Empat pelaku begal dua di antaranya kakinya ditembak dipaparan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan,Selasa (10/3).
BEGAL: Empat pelaku begal dua di antaranya kakinya ditembak dipaparan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan,Selasa (10/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komplotan begal yang berulang kali beraksi di wilayah Medan Utara dan sekitarnya berhasil diringkus Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 6448 AIJ, 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 6709 ADI dan 1 satu unit sepeda motor Honda Vario BK 5260 AEO dengan jumlah 4 laporan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan, Selasa (10/3), mengatakan, terungkapnya kompoltan begal terdiri dari 4 orang pelaku dan 2 penadah karena adanya laporan masyarakat. Pelaku berhasil diringkus dari lokasi berbeda berdasarkan rekaman CCTV aksi mereka yang membegal seorang ibu dan anak di depan Kampus Potensi Utama, Jalan KL Yos Sudarso 4 hari lalu.

“Ibu dan anak itu dibegal dengan cara ditendang, mereka beraksi 4 orang. 2 orang bertugas menedang korban dan 2 lagi mengambil sepeda motor. Berdasarkan rekaman CCTV kita ketahui ciri-ciri pelaku, dalam tempo 4 hari kita tangkap,” kata Dayan didampingi Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari.

Ketika dilakukan penangkapan, dua pelaku atas nama Solihin alias Badai dan Ferry Hariandi ditindak secara tegas dan terukur. Kemudian, pihaknya mengamankan Abdul Hakim Saragi dan Yoga Irfansyah alias Dogol serta penadah, Wisnu Wardana alias Wisnu dan Suhendro.

“Dari hasil introgasi kita, mereka ini sudah berulang kali beraksi. Untuk catatan laporan ada 4 LP yang sudah kita terima. Kita masih terus lakukan pengembangan terhadap pelaku-pelaku begal lain yang meresahkan masyarakat,” terang Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Jerico.

Kepada masyarakat, kata Daya, yang menjadi korban dengar ciri-ciri pelaku yang sama, agar dapat mendatangi Polsek Medan Labuhan.

Guna memastikan apakah pelaku yang selama ini yang merupakan membegal masyarakat yang belum membuat laporan.

“Peningkatan pengamanan terus kita lakukan, sejumlah kasus begal terus kita tindak tegas secara terukur. Harapannya, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat di wiayah hukum kita,” cetus Dayan. (fac/btr)

Diduga Curi Uang 3000 Dollar Singapura, MSS Diamankan Petugas Bandara Kualanamu

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Diduga mencuri uang 3000 Dollar Singapura, MSS (22) calon penumpang pesawat Lion air tujuan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng diamankan Kepolisian di Bandara Kualanamu Deliserdang Selasa (10/3).

Disebutkan MSS (22) warga Babakan Kulonprogo Bogor Jawa Barat diduga mencuri uang 3000 Dollar Singapura milik majikannya. MSS berkerja sebagai asisten rumah tangga di Medan.

Pelaku diamankan di terminal penumpang pesawat Bandara Kualanamu. Kini sudah diamankan ke Polda Sumut untuk pemeriksaan lanjut.

Menurut Manager Keamanan Bandara Kualanamu Mira Ginting yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penangkapan terhadap calon penumpang Lion Air JT-383 seat 16 A tujuan KNO – CGK.

Keberangkatan yang bersangkutan dicancel karena adanya laporan dari sesorang yang mengaku ada hubungannya dengan keluarga pejabat negara.

” Calon penumpang adalah ssisten rumah tangga di keluarga yang mengaku masih ada hubungan keluarga dengan seorang pejabat negara. Tersangka telah dibawa ke Polda untuk tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.( btr)

TPL Kembali Meraih PROPER BIRU dari Kemen LH

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup ini, diserahkan pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara, Senin (9/3), di gedung Bina Graha Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinilai berhasil dalam mempertahankan dan mengupayakan  pengelolaan lingkungan dikawasan Hutan Tanaman Industri (HTI),  PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) kembali meraih Anugerah Penghargaan Proper kategori Biru periode penilaian 2018-2019. Penghargaan diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Program Peniliaan Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup ini, diserahkan pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara, Senin (9/3), di gedung Bina Graha Medan.

Proper Hijau TPL diserahkan Kepala DLH Sumut Dr.Ir. Binsar Situmorang, MSi, MAP melalui Kepala bidang (Kabid) pengendalian pencemaran dan kerusakan Prov. SumutMariduk Sitorus, SKM.MAP, dan diterima langsung oleh Senior Manager Social Capital TPL Ir. Simon H. Sidabukke, MSi, Cand Dr. Penghargaan Proper kategori Biru yang diterima TPL kali ini, merupakan yang ke sembilan kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2008 yang lalu.

“Proper kategori Biru adalah untuk usaha dan atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengeloaan lingkungan yang disyaratkan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ini merupakan komitmen perusahaan konsisten dalam mengelola perusahaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” sebut  Simon H. Sidabukke.

Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan, yang dikembangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995.

Adapun dasar  pemberian piagam ini kepada perusahaan dimaksudkan sebagai motivasi dalam mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya. Untuk periode penghargaan kali ini , DLH Sumut memberikannya kepada 136 perusahaan dengan kategori yang berbeda. (rel/mea)

Regal Springs Daur Ulang OSF Menjadi Pakan Ternak di Kawasan Danau Toba

Regal Spring Indonesia mendaur ulang semua ikan di luar spesifikasi ‘out of specification fish’ (OSF) menjadi pakan ternak.

PARAPAT, SUMUTPOS.CO – Melanjutkan Program Keberlanjutan Terpadu KAMI PEDULI, Regal Springs Indonesia mengumumkan perluasan Kebijakan Limbah Ikan Nol atau Zero Fish Waste Policy. Salahsatu caranya, yakni dengan mulai mendaur ulang semua ikan di luar spesifikasi ‘out of specification fish’ (OSF) menjadi pakan ternak. Tujuannya untuk semakin mengurangi tapak lingkungan dan meningkatkan pemanfaatan sumberdaya ikan.
“Sebuah pabrik pengolahan akan dibangun untuk menghasilkan pakan ternak dengan bahan baku ikan di luar spesifikasi. Program ini juga akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat,” kata Dian Octavia, Community Affairs Senior Manager.
Regal Springs Indonesia sebelumnya telah menggunakan sumberdaya yang besar saat meluncurkan Program Keberlanjutan Terpadu KAMI PEDULI. Perusahaan di antaranya telah melakukan uji coba penggunaan alat pemberi pakan otomatis dan sistem daur ulang keramba untuk budidaya di Danau Toba dan memasang alat pengolah air yang baru di pabrik Lubuk Naga, Sumatera Utara.
“Sebagai bagian program KAMI PEDULI, kami memperluas Kebijakan Limbah Ikan Nol di luar pengolahan filet ikan, di mana kami telah mendaur ulang sisa-sisa bagian ikan seperti sisik menjadi kolagen untuk industri farmasi dan mengolah kerangka ikan menjadi pupuk kompos untuk pertanian,” jelas Dian.
Regal Spring kini memperluas Kebijakan Limbah Ikan Nol untuk juga mencakup semua ikan di luar spesifikasi (OSF), dari lokasi-lokasi budidaya perusahaan di Danau Toba.
“Di samping itu, kami juga melakukan program pelepasan benih ikan, penanaman pohon dan pembersihan danau untuk mendukung peningkatan mutu air di Danau Toba,” pungkas Dian. (rel/mea)

Tingkatkan Perekonomian Nasional, Libur dan Cuti Bersama Bertambah 4 Hari

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah menambah hari libur dan cuti bersama tahun 2020 sebanyak empat hari. Penambahan hari libur dan cuti bersama itu diputuskan dalam rapat bersama antar-menteri yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi.

Rapat ini dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah. “Rapat telah merumuskan menambah empat hari libur tahun 2020 yang semula telah ditetapkan 20 hari menjadi 24 hari,” kata Muhadjir Effendy usai rapat di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Keempat tambahan hari libur dan cuti bersama itu:

  1. Tanggal 28 dan 29 Mei sebagai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2020
  2. Tanggal 21 Agustus sebagai cuti bersama Tahun Baru Hijriah.
  3. Tanggal 30 Oktober sebagai cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Muhadjir mengatakan, keputusan pemerintah menambah hari libur dan cuti bersama ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian nasional.

Diharapkan pula, keputusan ini juga akan semakin menguatkan kesatuan Indonesia. “Dan akan dapat digunakan untuk lebih saling mengenal negara kita agar masyarakat kita saling tahu dalam rangka membangun Indonesia sentris, kesatuan Indoensia, NKRI sehingga hari libur ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak,” ujar dia.

Muhadjir menambahkan, pemerintah akan segera mengatur pengategorian hari libur melalui peraturan presiden. Pertama, hari libur nasional yang selama ini dikenal sebagai hari libur yang ditetapkan berdasar Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2051 Tahun 1967 sebagaimana telah diubah dengan Keppres Nomor 3 Tahun 1983.

Kedua, hari libur bersama, yaitu hari yang diliburkan sesuai dengan keputusan pemerintah dengan pertimbangan khusus dan alasan tertentu. Terakhir, cuti bersama, yaitu libur yang menggunakan hak cuti yang dimiliki oleh pegawai atau karyawan.

“Adapun untuk aparatur sipil negara, hal tersebut disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017,” kata Muhadjir.

Muhadjir membantah penambahan hari libur dan cuti bersama tahun 2020 berkaitan dengan perkembangan virus corona (Covid-19). Menurut Muhadjir Effendy, sebelum wabah virus corona merebak, sudah ada arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menambah hari libur dan cuti bersama.

“Enggak, enggak ada hubungannya (dengan corona),” kata Muhadjir. (kps)

Penerimaan Bintara Polri: Rekrut 10.275 Orang Lulusan Minimal SMA

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kabar baik bagi para lulusan SMA/Sederajat, D3, atau S1. Sebab, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka penerimaan terpadu Bintara Polri TA 2020. Melalui Pengumuman Kapolri Nomor: Peng/7/III/DIK.2.1./2020 tentang Penerimaan Terpadu Bintara Polri TA 2020, tahun ini Polri membuka rekrutmen Bintara sebanyak 10.275 orang.

Jika kamu lulusan SMA/D3/S1 dan ingin mengabdi pada bangsa dan negara bersama Polri, inilah informasi yang dirangkum dari laman Penerimaan Polri ini.

Adapun jumlah peserta didik Bintara Polri TA 2020 ini ialah 10.275 orang yang terdiri dari Bintara Polisi Tugas Umum (PTU) dan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus).

Pendaftaran online dibuka 7-23 Maret 2020

Verifikasi calon dan dokumen: 9-27 Maret 2020

Penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia: 28 Maret 2020

Pemeriksaan administrasi awal, pengumuman dan kirim hasil: 29 Maret – 4 April 2020

Pendaftaran dan seleksi diselenggarakan oleh seluruh Polres/Polda.

Pendaftar/peserta tidak dipungut biaya/gratis dan bebas dari praktek KKN Pendaftar/peserta wajib mengunduh aplikasi WBS SDM Polri. Tata cara mengunduh dan menggunakan aplikasi terdapat di laman penerimaan.polri.go.id.

Para calon harus memberikan keterangan yang sebenarnya (tidak memberikan keterangan palsu dan atau tidak benar) dalam rangka peberimaan Bintara Polri. Penerimaan Bintara Polri menerapkan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH) dan tidak dipungut biaya.

Pelamar wajib Warga Negara Indonesia (pria atau wanita), pendidikan paling rendah SMA/Sederajat Berumur paling rendah 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota Polri).

Persyaratan khusus

  1. Pria/Wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI
  2. Lulusan SMA/Sederajat: Bagi lulusan sebelum tahun 2018 melampirkan Nilai Ijazah (gabungan nilai rata-rata rapor ditambah nilai rata-rata ujian sekolah dibagi dua) minimal 60,00. Bagi lulusan tahun 2018 dan 2019 melampirkan Nilai Ijazah (gabungan nilai rata-rata rapor ditambah nilai rata-rata USBN dibagi dua) minimal 65,00.
  3. Lulusan D3 dengan IPK minimal 2,75 dan terakreditasi
  4. Lulusan S1 dengan IPK minimal 2,75 dan terakreditasi
  5. Bagi yang masih duduk di kelas XII (lulusan tahun 2020) melampirkan nilai rata-rata rapor semester I minimal 70,00 dan setelah lulus melampirkan ijazah akhir.
  6. Bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemendikbud RI.
  7. Persyaratan usia: Lulusan SMA/Sederajat usia minimal 17 tahun 6 bulan dan maksimal 21 tahun. Lulusan D3 usia maksimal 22 tahun Lulusan D4/ S1 usia maksimal 24 tahun.
  8. Belum pernah menikah, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak kandung dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan.
  9. Tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, dan seterusnya. Selengkapnya, pendaftar bisa membuka laman https://penerimaan.polri.go.id/. (kps/jpg)

Hindari Pragmatisme, Elit PDIP Harus Perhitungkan Keringat Kader

Dr Arifin Saleh Siregar SSos MSP Dekan Fisip UMSU
Dr Arifin Saleh Siregar SSos MSP Dekan Fisip UMSU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suksesi Pemilihan Kepala Daerah di Sumut sudah semakin dekat, namun banyak daerah yang belum ditetapkan calonnya. Terkhusus di Kota Medan, arah pencalonan masih menunggu keputusan PDIP, sehingga partai lain belum menetapkannya.

Jika PDIP benar-benar partai kader, maka keputusannya seharusnya ke kader. Tapi sebaliknya, jika sejumlah elit DPP PDIP lebih mengedepankan pragmatisme dan faktor lainnya, maka kader kemungkinan tidak akan diusung.

Demikian pernyataan pengamat politik, Dr Arifin Saleh Siregar SSos MSP kepada wartawan, Senin (9/3/2020). Menurut Dekan FISIP UMSU, selama ini PDIP dikenal sebagai partai wong cilik, itu artinya partai yang membela seluruh tingkatan masyarakat, dan selalu bersikap mendengar suara arus bawah. Bahkan, saat memutuskan dan menguji suatu aturan lebih banyak melibatkan para kader dan masyarakat di lapisan terbawah.

Jika arah partai selalu bersuara atas arus bawah, Arifin berpendapat, maka keputusan DPP PDIP untuk menetapkan pencalonan di sejumlah daerah di Sumut tak sulit lagi. Termasuk untuk Pilkada kota Medan.

“PDIP itu partai kader, artinya selain mengutamakan kader, kerja-kerja kader juga sangat dinilai dan dihargai. Karena kader itu siap keluarkan materi, waktu, keringat, dan bahkan darah demi besarnya partai. Jadi sejumlah elit di DPP PDIP harus melihat habisnya keringat para kader untuk partai,” katanya.

Alumnus USU ini juga menyampaikan, pencapaian PDIP di wilayah pemenangan Kota Medan sejak dua periode legislatif menunjukkan perolehan yang baik, namun tidak baik pada perolehan pemilihan presiden. Ini artinya apa, elit PDIP itu harus melihat sosok yang diunggulkan dalam Pilkada, bukan melihat sosok tokoh di pusat.

Dalam kaitannya dengan Pilkada Medan, Arifin menyebutkan, saat ini di Kota Medan ada kader PDIP militan dan loyal terhadap partai yang memiliki status incumbent Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, yang sesaat lagi akan menjadi defenitif. Walaupun selama ini berada di bawah bayang-bayang Wali Kota Dzulmi Eldin, tapi baru beberapa bulan menjabat Plt Wali Kota Medan, gerakan mempercantik kota sudah masif di lakukan hingga ke tingkat pemerintahan paling bawah yakni lingkungan. Hal ini tentu menunjukkan sikap kerja keras dan saling kerja sama ini menjadi perihal utama yang ditekankan oleh Akhyar.

“Jadi sangat rugi bagi PDIP jika Akhyar tak dicalonkan lagi. Selain Akhyar incumbent, beliau kader militan PDIP yang sudah lama, hingga Anggota DPRD Medan periode 1999-2004 dan aktif di kepengurusan hingga tiga periode serta saat ini menjadi Plt wali kota. Jika PDIP partai kader dan berani menghidari pragmatisme, maka kader semacam Akhyar inilah yang harusnya segera diberikan mandat maju sebagai calon Walikota Medan,” sebutnya.

Arifin menyatakan, di antara daerah lain yang menggelar Pilkada di Indonesia, hanya ada dua daerah yang sulit diputuskan elit DPP PDIP, yakni Kota Medan dan Solo. Khusus Kota Medan, PDIP harus hati-hati menetapkan calonnya. Bermain di jalur-jalur struktural saja tidak cukup, karena harus dilihat sosok utama calon wali kotanya.

“Baiknya sejumlah elit PDIP mendengar suara kader, agar kerja kader loyal dan militan. Hindari sikap pragmatisme jika inginkan pencapain kemenangan yang baik. Kader memilih kader, inilah salah satu kèlebihan PDIP sejak lama,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan sejumlah oknum elit PDIP di DPP pasti sudah mendengar suara kader-kader di daerah. Bahkan, khusus Kota Medan sudah banyak yang dimintai tanggapannya. Hasilnya, banyak ke Akhyar. Hal ini karena para pengurus lebih mudah berkoordinasi dengan Akhyar, bahkan Akhyar juga sudah bagian dari pengurus.

“Maka sebaiknya, elit PDIP harus melihat kerja keras para kader yang ada di Sumut. Saya yakin, jika elit DPP menghargai suara kader, maka para kader akan bekerja dengan habis-habisan,” pungkasnya. (adz)

3 Malam Tak Pulang, Siswa SMK Taman Siswa Diski Ditemukan Tewas Membusuk

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Israk Rabbani (15), siswa SMK Taman Siswa Diski yang ditemukan tewas di kawasan perladangan di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, diketahui sudah 3 malam tak pulang ke rumah sejak Jumat (6/3/2020) malam.

Informasi yang dihimpun, Israk dikabarkan pergi dari rumah dengan mengendarai sepedamotor Mio milik kakaknya. Namun, saat jasadnya ditemukan, warga tidak melihat sepeda motor dimaksud di sekitar lokasi.

Beberapa warga menduga, bahwa remaja itu tewas lantaran dibegal. Ada juga yang mengatakan, Israk diduga dihabisi karena dendam. Remaja tersebut diduga terlebih dulu dihabisi di tempat lain, sebelum jasadnya dibuang ke lokasi temuan tersebut.

Dugaan tersebut, menurut warga, berdasarkan beberapa fakta yang terlihat saat jenazah Israk ditemukan. Menurut mereka, ada beberapa mirip bekas luka di tubuh remaja tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP M Syarif Ginting ketika dikonfirmasi, Senin (9/3/2020) malam membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

Meski begitu, Syarif belum bersedia menjelaskan secara rinci penyebab kematian remaja itu.

“Iya benar. Kita masih lidik ini di lapangan. Nanti kita kabarin selanjutnya ya,” jawab Syarif saat dihubungi wartawan, Senin (9/3/2020).

Sebelumnya, sosok mayat remaja ditemukan warga dalam keadaan membusuk di salah satu lahan perladangan/sawah di Desa Sei Semayang, Sunggal, Deliserdang, Senin (9/3/2020).

Informasi yang dihimpun mayat itu pertama kali ditemukan warga bernama M Ginting (35), warga Dusun 17 Sepat Hari, Sei Semayang.

Saat itu, Ginting yang sehari-hari bertani, sedang berada di sawahnya, tepat di sebelah penemuan mayat–karena hendak mencari jantung pisang.

Ketika melintas di sana, Ginting kemudian mencium aroma tak sedap. Ketika ditelusuri, M Ginting kaget bukan kepalang, karena bau tersebut berasal dari jasad manusia. Temuan itu segera disampaikan pasutri H Sembiring dan K Br Ginting.

“Bapak itu yang pertama kali lihat. Terus dikabarin sama suami isteri itu. Terus dikabarin sama Kadus dan diteruskan ke Polsek Sunggal,” sebut seorang warga yang mengetahui adanya temuan itu.

Personel Unit Reskrim Polsek Sunggal kemudian tiba di lokasi bersama Tim Inafis Polrestabes Medan. Usai melakukan olah TKP, petugas memasang police line di lokasi dan membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk proses otopsi. (net)

Ujicoba Terakhir PSMS Jelang Liga 2: Junjung Tinggi Sportivitas

ARAHAN: Pelatih PSMS Medan Philip Hansen memberikan arahan kepada para pemain pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini. triadi wibowo/sumut pos
ARAHAN: Pelatih PSMS Medan Philip Hansen memberikan arahan kepada para pemain pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini. triadi wibowo/sumut pos
ARAHAN: Pelatih PSMS Medan Philip Hansen memberikan arahan kepada para pemain pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini. triadi wibowo/sumut pos
ARAHAN: Pelatih PSMS Medan Philip Hansen memberikan arahan kepada para pemain pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini. triadi wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini (10/3), PSMS Medan bakal menggelar laga ujicoba pamungkasnya sebelum menjalani laga perdana di Liga 2 2020, pada Minggu (15/3) mendatang, kontra Tiga Naga. Skuad Ayam Kinantan akan meladeni tantangan klub lokal Sumatera Utara (Sumut), KKBO Langkat United di Stadion Teladan Medan.

Manajer PSMS, Mulyadi Sima-tupang mengatakan, laga ujicoba ini merupakan warming up untuk tim, agar kembali merasakan atmosfir pertandingan jelang Liga 2.

“Lawan PSMS nanti KKBO Langkat United, yang sebagian besar pemainnya baru tampil dan menjuarai Piala Inalum 2020,” ungkap Mulyadi, Minggu (8/3).

Melalui pertandingan ini, Mulyadi mengharapkan, tim besutan Philip Hansen tersebut semakin teruji, solid dalam pertahanan, dan memiliki serangan yang tajam. Dia juga berharap, tak ada penggawa PSMS yang cedera pada laga ini.

“Karena ini merupakan laga ujicoba jelang laga perdana Liga 2, kami harap tak ada pemain yang cedera. Karena itu, kami sangat berharap kedua tim bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas,” jelasnya.

Seperti diketahui, Liga 2 bakal kickoff pada 14 Maret mendatang, dan sebanyak 24 klub akan bersaing dengan target utama lolos ke Liga 1 musim depan, termasuk PSMS. Target ini juga jadi harapan Dewan Pembina PSMS sekaligus Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

“Mari dukung dan doakan agar PSMS yang kita cintai ini dapat kembali ke Liga 1 tahun depan,” kata Edy, saat mendatangi markas PSMS di komplek Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini.

Namun perjuangan skuad Ayam Kinantan menggenapi target tersebut dinilai cukup berat. Karena persaingan Liga 2 musim ini, khususnya wilayah barat, sangat sengit. Sebut saja PSPS Riau, Sriwijaya FC, serta 2 tim degradasi Liga 1 musim lalu, Semen Padang dan Badak Lampung FC, merupakan klub-klub besar di Pulau Sumatera, yang ikut bersaing di wilayah barat.

Namun, PSMS bukan tanpa persiapan, Ayam Kinantan pun telah diperkuat sejumlah pemain alumnus Liga 1, seperti Sutanto Tan, Azka Fauzi, Riski Novriansyah, Agung Prasetyo, M Rifqi, hingga Abdul Rohim dan Rachmad Hidayat, yang sempat memperkuat PSMS pada Liga 1 2018.

Dengan masuknya sejumlah nama tenar itu, tercetus sebuah ungkapan, skuad PSMS saat ini merupakan tim Liga 2 rasa Liga 1.

“Memang PSMS di Liga 2, tapi serasa Liga 1,” pungkas Mulyadi. (isc/saz)