JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan penculikan lima warga negara Indonesia oleh perompak Abu Sayyaf, membuatnya lelah. Penculikan yang dilakukan berkali-kali oleh jaringan perompak laut itu membuat Mahfud ingin menyiapkan rencana jangka panjang untuk mencegah kejadian tersebut berulang.
“Kita sebenarnya sedang berpikir penyelesaian yang jangka panjang bukan kasus per kasus begitu,” kata Mahfud saat ditemui di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2020.
Mahfud mengatakan untuk upaya pembebasan lima sandera, saat ini pemerintah masih membahas langkah-langkah yang tepat. Jika upaya ini selesai dan sandera telah dibebaskan, maka rencana jangka panjang baru akan mulai diterapkan.
“Kita sedang akan membicarakan itu dalam waktu dekat. Tetapi tentu pengintaian terus dilakukan sebagai kegiatan rutin dari aparat kita, kerja sama kita. Kementerian Luar Negeri juga sudah melakukan kontak-kontak itu dengan Filipina dan Malaysia,” kata Mahfud.
Penculikan terhadap lima WNI itu diketahui dari kasus hilangnya kapal ikan milik Malaysia yang diawaki WNI di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada 16 Januari 2020 pukul 20.00 waktu setempat. Di dalam kapal terdapat tiga ABK WNI yang dilepaskan penculik dan lima ABK WNI lainnya dibawa kelompok penculik.
Ketiga WNI yang kembali bersama kapalnya adalah Abdul Latif (37), Daeng Akbal (20), dan Pian bin Janiru (36), sedangkan lima rekannya yang hingga kini disandera oleh kelompok Abu Sayyaf adalah Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27), dan Edi bin Lawalopo (53).
Mahfud belum dapat memastikan langkah jangka panjang yang akan dia diterapkan nanti. Namun ia menggambarkan operasi patroli antar negara sebagai salah satu upayanya. Apalagi penculikan lima WNI yang terbaru itu terjadi di wilayah perairan Malaysia.
“Mungkin ada operasi bersama, mungkin patroli bersama, ada penyergapan bersama. Bisa macam-macam lah itu,” kata Mahfud MD. (jpnn/btr)
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memimpin apel siaga penanggulangan bencana tahun 2020 di halaman Istana Maimun, Medan, Rabu (22/1).Apel siaga tersebut bertujuan untuk kesiapan mengantisipasi terjadinya bencana. Pada kesempatan tersebut usai apel, Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyusuri sungai Deli menggunakan perahu karet.
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memimpin apel siaga penanggulangan bencana tahun 2020 di halaman Istana Maimun, Medan, Rabu (22/1).Apel siaga tersebut bertujuan untuk kesiapan mengantisipasi terjadinya bencana. Pada kesempatan tersebut usai apel, Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyusuri sungai Deli menggunakan perahu karet.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Play) Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi mengapresiasi pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana dan gotong royong yang dilaksanakan seluruh jajaran Pemko Medan beserta TNI, Polri, Pramuka, BPBD, dan Basarnas.
Dalam amanatnya, Akhyar yang menjadi pemimpin upacara sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian yang luar biasa dalam apel kesiapsigaan bencana dan gotong royong tersebut.
“Ini adalah sebuah kegiatan yang luar biasa untuk meningkatkan kewaspadaan bencana yang setiap saat bisa saja terjadi. Kita harus bisa mengantisipasi segela risiko yang mungkin terjadi,” ungkap Akhyar, Rau (22/1/2020) di lapangan Istana Maimun.
“Semoga pelaksanaan apel ini membawa dampak positif dan membuat situasi aman terkendali serta memberi rasa aman, nyaman dan tertib kepada seluruh masyarakat Kota Medan,” tambahnya.
Akhyar mengakui, kalau musim penghujan Medan masih terdapat genangan, makanya pihaknya terus melalukan perbaikan dan kesiapsigaan.
“Dan di musim kemarau ini, kami minta stakeholder yang mana perlu diperbaiki, di musim kemarau ini merupakan kesempatan kita untuk melakukan perbaikan,” pesannya.
Dirinya juga menjelaskan, potensi bencana yang sering terjadi di kota ini yakni kebakaran. Berdasarkan data yang ada, hampir setiap hari terjadi kebakaran di Kota Medan.
“Karena memang kita sering lalai terhadap kebakaran ini. Beberapa hal terjadi kebakaran ketika membangun rumah daya yang terpasang 450 watt. Namun dikarenakan kebutuhan, dilakukan peningkatan hingga 2200 watt, akan tetapi kabelnya tidak diganti. Makanya, kami minta kepada masyarakat untuk menyesuaikan daya yang dibutuhkan dengan kabel yang ada, sehingga potensi kebakaran bisa ditanggulangi,” ingatnya.
Plt Walikota juga menuturkan, penanggulangan bencana tidak lagi dititikberatkan hanya pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan resiko bencana yang menuntut adanya kesiapsiagaan seluruh pihak.
“Oleh karena itu, melalui apel siaga bencana ini saya mengimbau kepada seluruh pihak untuk dapat mengoptimalkan upaya mitigasi bencana, bukan hanya pada masa terjadinya bencana, namun juga secara periodik sebagai upaya pengurangan resiko bencana di Kota Medan,” terangnya.
Dalam upaya mitigasi ini, kata Akhyar, diperlukan kerjasama dan langkah-langkah konkrit dari seluruh pihak, karenanya seluruh pihak, baik institusi pemerintah, TNI, Polri, swasta, dan instansi terkait untuk dapat merapatkan barisan, meningkatkan koordinasi secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan, agar semua pihak mampu bekerjasama dan berperan secara maksimal sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam menghadapi cuaca ekstrim sebagai upaya memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman dan dampak bencana yang mungkin akan terjadi.
Usai apel kesiapsiagaan bencana, Plt Walikota Medan bersama Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Roy J Hansen Sinaga, Danlanud Soewondo Kolonel PNB Meka Yudanto, Kepala BPBD Medan Arjuna Sembiring dan seluruh peserta apel menyusuri Sungai Deli dimulai dari AH Nasution hingga Belawan untuk melaksanakan gotong royong di aliran sungai.(*)
OPTIMIS: Cristiano Ronaldo optimis membawa Juventus melaju ke babak semifinal Coppa Italia saat menjamu AS Roma, Kamis (23/1) dini hari.
OPTIMIS: Cristiano Ronaldo optimis membawa Juventus melaju ke babak semifinal Coppa Italia saat menjamu AS Roma, Kamis (23/1) dini hari.
SUMUTPOS.CO – Juventus bakal menjamu AS Roma pada babak perempat final Coppa Italia 2019/2020, Kamis (23/1). Pemenangnya akan melawan AC Milan atau Torino di semifinal.
Di babak sebelumnya, Juve menghantam Udinese 4 gol tanpa balas. Kemenangan di Turin itu, didapatkan melalui gol-gol Gonzalo Higuain dan Douglas Costa, serta doppietta (2 gol) Paulo Dybala. Sementara itu, Roma lolos ke babak ini usai menumbangkan Parma 2-0 di Ennio Tardini. Pasukan Paulo Fonseca itu, menang berkat sepasang gol dari pemain yang notabene merupakan jago assist, Lorenzo Pellegrini.
Bianconeri dan Roma, baru-baru ini sudah bertemu di Serie A, pada 13 Januari 2020 lalu. Laga di kandang Giallorossi itu, berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Si Nyonya Tua.
Gol Merih Demiral menit 3 dan penalti Cristiano Ronaldo menit 10, membawa Juventus unggul 2-0 lebih dulu. Roma menipiskan selisih skor melalui penalti Digeo Perotti menit 68, tapi itu tak cukup untuk menghentikan Juve.
Dalam laga itu, Roma dan La Vecchia Signora sama-sama kehilangan pemain akibat cedera. Roma kehilangan Nicolo Zaniolo, sedangkan Juve kehilangan Demiral.
Di Serie A akhir pekan kemarin, Juventus dan Giallorossi sama-sama meraih kemenangan. Juve menang 2-1 atas Parma, melalui sepasang gol Ronaldo. Sementara Roma menekuk tuan rumah Genoa 3-1 lewat gol-gol Cengiz Under dan Edin Dzeko, serta bunuh diri pemain lawan.
Roma dan Juve terakhir kali bertemu di ajang Coppa Italia pada musim 2013/2014. Waktu itu, mereka juga berjumpa di babak perempat final. Saat itu, Roma besutan Rudi Garcia mengalahkan Juventus besutan Antonio Conte di Olimpico, dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Gervinho menit 79.
Musim lalu, Juventus maupun Roma sama-sama kandas di perempat final. Juve dipukul Atalanta 0-3, sedangkan Roma dipermak Fiorentina 1-7. Andai sama-sama menang, mereka seharusnya bertemu di semifinal.
Pertemuan yang tertunda itu, rupanya terwujud musim ini, tapi di perempat final. Satu dari mereka harus merelakan hak lolos ke semifinal.
Di skuad Bianconeri, ada Mattia De Sciglio, Giorgio Chiellini, Sami Khedira, dan Merih Demiral yang bakal absen, karena masih dibekap cedera. Di skuad Giallorossi, ada Edin Dzeko yang sudah pasti absen karena skorsing. Selain itu, ada Antonio Mirante, Javier Pastore, Federico Fazio, Mirko Antonucci, Henrikh Mkhitaryan, Davide Zappacosta, dan Nicolo Zaniolo yang masih berkutat dengan cedera. Serta Diego Perotti yang kondisinya masih meragukan.
Seperti diketahui, Juve dan Roma sudah bertemu 16 kali di Coppa Italia. Mereka masing-masing menang 7 kali, dan 2 pertemuan lainnya berkesudahan dengan hasil seri.
Juventus menang 8 kali dan kalah 5 kali dalam 15 laga terakhirnya melawan Roma di semua kompetisi. Mereka juga selalu menang dalam 9 laga kandang terakhirnya melawan Roma di semua kompetisi. Juventus selalu menang tanpa kebobolan, dan dengan skor identik 1-0, dalam 4 laga kandang terakhirnya melawan Roma di semua kompetisi.
Bianconeri selalu menang dengan margin 1 gol dalam 5 laga kandang terakhirnya melawan Giallorossi di semua kompetisi. (bln/saz)
DIABADIKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin foto bersama GM Sumut Pos Pandapotan MT Siallagan, GM Posmetro Medan Maranatha Tobing, Pimred Sumut Pos Dame Ambarita, Pimred Posmetro Medan Sahala Simatupang serta kru Sumut Pos dan Posmetro Medan, di Gedung Graha Pena Medan, Selasa (21/1).
triadi wibowo/sumut pos
DIABADIKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin foto bersama GM Sumut Pos Pandapotan MT Siallagan, GM Posmetro Medan Maranatha Tobing, Pimred Sumut Pos Dame Ambarita, Pimred Posmetro Medan Sahala Simatupang serta kru Sumut Pos dan Posmetro Medan, di Gedung Graha Pena Medan, Selasa (21/1). Triadi wibowo/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tampil tegas tapi diselingi canda tawa, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, menegaskan komitmennya memberantas lima isu kejahatan di Sumatera Utara (Sumut), khususnya untuk peredaran narkoba dan kejahatan jalanan.
“Zero tolerance bagi pelaku narkoba. Karena kerusakan yang ditimbulkannya sangat besar. Bisa lost a generation. Kita harus menyelamatkan generasi muda. Jadi siapapun pelaku, termasuk anggota saya, akan saya tindak. Contoh Kapolsek Payung, akan saya pidanakan dia,” kata Kapolda tegas, dalam diskusi ringan dan santai dengan kru Sumut Pos dan Posmetro Medan, di Gedung Graha Pena Medan, Selasa (21/1).
Menurut putra asli Sumut kelahiran Pangaribuan, Tapanuli Utara ini, kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Polda Sumut, akan dimanfaatkan untuk memberikan yang terbaik. “Kapabilitas saya tidak usah diragukan. Di akhir dinas saya ini, saya akan memberikan yang terbaik untuk Sumatera Utara,” ungkap Martuani, yang sudah 33 tahun berdinas di Korps Bhayangkara.
Ia menjelaskan, saat ini Sumut bukan lagi transit narkoba, tetapi sudah menjadi pasar yang cukup besar. Khususnya di Tanah Karo, Labuhanbatu, Asahan, bahkan Tapanuli. “Data kepolisian, narkoba di Sumut terus bertambah. Padahal penangkapan terus berlangsung. Mengapa? Karena Sumut menjadi pintu masuk peredaran narkotika, via darat maupun laut. Panjang pantai Sumut ribuan kilometer, baik barat maupun timur mulai batas Aceh sampai batas Rohil. Kemudian lewat daratan, datang dari Aceh, Singkil, Tapaktuan, dan Subussalam. Bahkan di Sumut sendiri, ditemukan ganja di Madina,” sebutnya.
Untuk itu, ia mengharapkan sinergitas antar instansi terkait, untuk menjaga wilayah Sumut yang begitu luas.
Isu kedua, yakni judi. Terlebih judi togel yang dianggapnya telah merusak hingga ke kaum ibu rumah tangga. “Masyarakat kita sangat permisif dengan togel. Agen togel bahkan tak perlu sembunyi-sembunyi menulis nomor di warung. Dan ibu-ibu, tidak malu-malu memotong uang belanja untuk membeli togel. Judi berlangsung massif, seolah-olah itu bukan kegiatan ilegal. Ini budaya yang perlu diberantas,” katanya.
Isu ketiga, yakni kejahatan jalanan seperti begal dan jambret yang belakangan meningkat di Sumut, khususnya di Medan. “Kejahatan dengan kekerasan. Untuk memberantasnya, kami perlu waktu. Percayalah, polisi sangat serius mengurai berbagai kejahatan jalanan ini. Kemarin, saya diberikan dua pedang. Satu oleh masyarakat ada di Nias, satu di Samosir. Pedang ini menjadi ikon di Poldasu, pedang untuk memberantas kejahatan,” tegasnya mantap.
Isu keempat, yakni manajemen isu sensitif bernuansa SARA (suku, agama, ras, antargolongan). “Konflik SARA itu social cost-nya mahal. Karena itu, polisi tidak menganggap remeh isu ini. Belum lama ini, Polda Sumut menindak sebuah baliho yang dianggap menebar kebencian,” cetusnya.
Kelima, penanganan aksi teror, khususnya pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, 2019 lalu. Polisi, kata Martuani, tetap melakukan penanganan teror, tetapi dilakukan secara silent, agar masyarakat tidak cemas. “Pelaku teror tetap ditindak meski tidak diekspos. Semua pelaku disidangkan di Jakarta. Jumlahnya banyak,” ujarnya.
Di luar kelima isu tersebut, tahun ini Polda Sumut juga bersiap menjaga keamanan Pemilu Serentak 2020, yang rencananya digelar Agustus. Saat ini, pihaknya terus melakukan mapping (pemetaan) tingkat kerawanan 23 daerah di Sumut yang menggelar Pilkada. “Mapping dilakukan dengan melihat karakteristik daerah dan riwayat konflik di sana. Bagi daerah yang dinilai rawan, kekuatan pengamanan tentu lebih besar. Namun secara umum, Sumut masih kondusif,” imbuhnya.
Dalam kunjungan silaturrahmi ini, mantan Kapolda Papua ini banyak melontarkan humor inspiratif tentang perjalanan hidup yang membentuk dirinya seperti sekarang. Juga tentang kultur warga Medan maupun Sumut umumnya. “Intinya, ayo mengubah mindset, jika ingin maju. Soal tertib berlalulintas, budaya wisata, dan sebagainya, itu menjadi tanggung jawab bersama. Polisi bukan superman. Ini tugas bersama,” katanya dalam sesi diskusi.
Kapolda juga meminta Sumut Pos dan Posmetro Medan menjadi mitra polisi dalam menyampaikan pesan-pesan kemananan serta mengedukasi masyarakat agar tertib.
Dalam kunjungannya, Kapolda turut didampingi oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Direktur Narkoba Kombes Pol Hendri Marpaung dan jajaran lainnya.
Sebelum kembali ke Mapoldasu, Tanjungmorawa, Kapolda dan rombongan diajak melihat percetakan Graindo di lantai 1 Gedung Graha Pena. (man/mea)
KETERANGAN: Tim Khusus Percepatan Pembangunan Sumut, Aripay Tambunan dan Hanafiah, saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (20/1) sore.
pran/sumut pos
KETERANGAN: Tim Khusus Percepatan Pembangunan Sumut, Aripay Tambunan dan Hanafiah, saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (20/1) sore. pran/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peletakan batu pertama atau groundbreaking atas proyek Pusat Olahraga (Sport Centre) Sumatera Utara, akan dilakukan Februari mendatang. Pekerjaan infrastruktur dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 itu rencananya bersamaan dengan peletakan batu pertama untuk proyek jalan tol dalam Kota Medan.
“Diperkirakan Februari ini. Mungkin sekaligus dengan groundbreaking jalan tol dalam kota. Mengenai waktunya apakah bersamaan atau tidak, nanti kita lihat perkembangan. Sebab ada kementerian yang berbeda membawahi dua proyek ini. Begitupun, memang (pembangunan Sport Centre Sumut) harus dimulai tahun ini agar pengerjaan selesai 2023,” kata Tim Khusus Percepatan Pembangunan Sumut, Aripay Tambunan dan Ali Hanafiah kepada wartawan, Senin (20/1) sore.
Menurut pihaknya, percepatan pembangunan Sumut seperti pusat olahraga dan jalan tol dalam kota, merupakan kebijakan sangat strategis yang sedang diperjuangkan Pemprovsu di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.
“Ini salah satu kebijakan Gubsu yang sangat strategis. Angkanya (pembangunan sport centre) juga sampai Rp7,8 triliun. Sampai sekarang (proyeknya) sedang berproses, baik dari sisi perencanaan anggaran, persiapan pembangunan, dan aspek lainnya,” katanya.
Mengenai lahan, menurutnya, sudah tersedia seluas 322,25 hektare di wilayah Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang. Posisi lahan berada di bagian kanan dan kiri, atau persis berjarak sekitar lima kilometer saja dari Bandara Internasional Kualanamu.
“Untuk jalan sedang disiapkan koridor, supaya nantinya sinkron antarveneu dengan veneu lainnya, termasuk gedung MICE pada kawasan tersebut,” imbuh Aripay.
Kedua proyek prestisius itu, sambungnya, selain sangat strategis, juga melibatkan instansi-instansi terkait di pusat. “Kenapa di luar sana orang menyatakan belum nampak (apa yang dikerjakan Gubsu dan Wagubsu), karena pekerjaan ini semuanya strategis. Melibatkan instansi-instansi terkait di pusat. Sehingga dari sisi teknokratik, koordinatif dan politis agak panjang waktunya. Namun dengan progres yang telah dilakukan, pelan-pelan akan terlihat hasilnya,” kata anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 itu.
Soal lahan, menurutnya, gubernur, wakil gubernur, dan sekda telah menemui pihak-pihak terkait di kementerian untuk memohon agar lahan dimaksud diberikan sebagai hibah untuk even nasional. “Dari sisi BPN dan aspek lain, lahan sudah oke,” ungkapnya.
Adapun skema anggaran sport centre senilai Rp7,8 triliun dirancang melalui APBN, APBD, dan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Setelah urusan lahan dan skema anggaran tersusun rapi, pengerjaan fisik dapat dilakukan melalui KPBU.
“Termasuk anggaran FS sudah ditampung di Dispora Sumut sebagai penunjang pengerjaan fisik dalam dilakukan. Bahkan sekarang ini untuk menuju KPBU itu, Dinas Perkim sudah bekerja dengan progres 78 persen. Kalau uang sudah ada, pembangunan dapat segera dilakukan,” katanya.
Realisasi Sport Centre Sumut diharapkan menjadi kebanggaan warga Sumut. Sebab stadion utama yang megah dengan kapasitas 40 ribu-50 ribu penonton, juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung serta veneu-veneu olahraga lainnya. Seperti bowling and squash, volly indoor, istora, martial arts, softball and baseball, basket, stadion atletik, hockey outdoor, voli pantai, wisma atlet, waterpark, dan helipad.
Di stadion utama sendiri, akan dibangun dengan berbagai fasilitas modern. Lintasan atletik akan dibangun tanpa lintasan stadion. Hal ini bertujuan agar jarak pandang penonton lebih dekat. Untuk sisi eksterior stadion ini, terlihat modern dan dinamis dengan mencantumkan paduan ornamen lokal yang terdapat di bagian stadion tersebut. Tujuannya agar menumbuhkan rasa memiliki dari masyarakat Sumut.
Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya optimis, pengerjaan sport centre dapat dilakukan awal 2020, mengingat dari lahan dan anggaran sudah tersedia. Karenanya dia berharap semua pihak untuk mendukung rencana besar ini, supaya segera berjalan.
Mengenai kelengkapan sarana dan prasarana pada kawasan itu, Gubsu menyebut untuk menunjang prestasi para atlet ke depan serta secara khusus sebagai arena perhelatan selama PON berlangsung. Begitupun soal desain, juga akan menerapkan unsur-unsur budaya di Sumut pada venue-venue olahraganya.
Bangunan-bangunan yang ada di sport centre ini nantinya memiliki ornamen-ornamen kedaerahan yang ada di Sumut, seperti dari Suku Melayu ada Pucuk Rebung, suku Karo – Pengretret, Simalungun – Gorga dan suku lainnya.
Tujuannya, kata Edy, agar menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki dari masyarakat Sumut. “Ada ornamen-ornamen kedaerahan di sana, itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut dan juga menumbuhkan rasa memiliki,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Deliserdang Haris Pane mengungkapkan, sport centre yang akan dibangun di Kecamatan Batangkuis merupakan yang terlengkap. Menurutnya, sport centre tersebut berdiri di atas lahan eks HGU PTPN 2 dengan luasnya sekitar 300 hektare. Di sana akan dibangun berbagai fasilitas olahraga mulai lapangan sepakbola, kolam renang, lapangan tembak, gedung serba guna untuk olahraga indoor, lapangan tenis, dan pusat olahraga atletik.
Selanjutnya fasilitas yang akan dibangun wisma atlet serta pusat hiburan dan mall. “Sarana olahraga yang dibangun terintegrasi dengan Bandara Kualanamu. Dan mungkin terlengkap di dunia,” ungkap.
Haris menyampaikan bahwa dirinya langsung mendengar paparan dari konsultan pembangunan sarana pembangunan pusat olahraga terbesar di Indonesia. (prn/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan hingga kemarin, Selasa (21/1), belum juga mengumumkan jadwal ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Pasalnya, usai rapat yang digelar di Kantor Regional IV BKN, Jalan TB Simatupang (Pinangbaris), BKN baru dapat memberikan jadwal ujian kepada masing-masing instansi dan pemerintah daerah paling lama besok, Kamis (23/1).
“Kemarin kita sudah rapat dengan BKN Regional IV di Pinang Baris, hasilnya memang jadwal SKD belum bisa diberikan hari ini. Jadi memang belum bisa kita umumkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (21/1).
Disebutkan Muslim, BKN baru akan memberikan jadwal SKD CPNS 2019 kepada masing-masing pemerintah daerah termasuk Pemko Medan, paling lambat 3 hari setelah rapat tersebut dilakukan. “Paling lama tanggal 23 (Januari) lah diberikan BKN jadwalnya ke kita. Setelah kita terima jadwalnya, baru bisa kita umumkan kapan pelaksanaannya beserta gelombang ujiannya,” ujarnya.
Alasannya, kata Muslim, sebab BKN masih menyesuaikan waktu dengan jadwal SKD yang juga dilakukan di daerah lainnya. “Servernya kan dari mereka, itu yang tak bisa bentrok dengan yang lain. Waktunya harus disesuaikan, supaya mereka bisa menyediakan servernya saat pelaksanaan SKD di CPNS Pemko Medan. Jadi kita tunggu lah, paling lama tanggal 23 Januari ini kita sudah terima jadwalnya dari BKN, nanti akan langsung kita umumkan,” katanya.
Kembali Muslim mengingatkan, untuk lokasi ujian, memang akan dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Medan yang terletak di Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang. “Kalau lokasi ujian di sekolah SMP Negeri 1 itu sudah fix, kita akan gelar SKD disana. Sudah kita tinjau, ada 270 unit perangkat komputer yang standby, nantinya kita akan gunakan 200 komputer sedangkan yang 70 unit lagi sebagai cadangan kalau nanti ada gangguan dalam proses pelaksanaannya,” tutupnya. (map)
REKONSTRUKSI: Tersangka Reza Fahlevi saat rekonstruksi tahap III kasus pembunuhan Hakim PN Medan, Jamaluddin, Selasa (21/1).
idris/sumut pos
REKONSTRUKSI: Tersangka Reza Fahlevi saat rekonstruksi tahap III kasus pembunuhan Hakim PN Medan, Jamaluddin, Selasa (21/1).
idris/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rini Siregar, ibu kandung Reza Fahlevi eksekutor pembunuhan Hakim Jamaluddin, sangat terpukul saat mengetahui keterlibatan anaknya. Bahkan, wanita berhijab ini syok dan masih tak percaya kalau anaknya telah membunuh orang. Rini pun berharap, anaknya dihukum ringan.
Rumah tersangka Reza Fahlevi di Jalan Anyelir, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, menjadi lokasi rekonstruksi terakhir dalam kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin, yang digelar Selasa (21/1). Setibanya di lokasi, tim penyidik Polda Sumut bersama Polrestabes Medan dan juga kedua tersangka Reza dan Jefri disambut oleh ibu kandung Reza, Rini Siregar.
Rini yang juga merupakan ibu tiri dari tersangka Jefri Pratama ini terlihat terduduk lemas saat melihat kedua anaknya tiba dengan menggunakan pakaian tahanan dengan kondisi tangan diborgol. Dengan berlinang air mata, Rini menyaksikan kedua anaknya melakukan reka adegan pembakaran sejumlah barang bukti pembunuhan Hakim Jamaluddin.
Usai melakukan reka adegan, keduanya terlihat di dalam rumah dan duduk bersama ibundanya. Rini pun mengelus badan belakang kedua anaknya. Ia terlihat memeluk Reza sembari meneteskan air mata. Mendapat pelukan tersebut, kedua tersangka pun menangis. Setelah reka adegan selesai, selanjutnya tim penyidik membawa kedua tersangka meninggalkan lokasi.
Kepada wartawan, Rini mengaku syok mengetahui anaknya terlibat kasus pembunuhan. Menurutnya,
Reza anak yang baik dan menjadi tulang punggung keluarga. Terlebih, sangat sayang kepada orangtua serta tak pernah menyinggung perasaannya. “Segaris pun anak saya itu tak pernah melukai perasaan saya. Makanya, saya heran kok bisa jadi seperti ini. Semua orang komplek ini kalian tanyalah, pribadi dia seperti apa,” tutur Rini yang tak sanggup menahan air matanya.
Diutarakannya, saat pertama kali mendengar bahwa anaknya menjadi tersangka pelaku pembunuhan hakim, ia sangat syok. Pasalnya, kepada hewan saja Reza tak mau membunuh. “Seakan-akan saya enggak percaya anak saya berbuat seperti itu. Sama binatang saja anak saya tak mau (membunuh), suruhlah dia bunuh binatang, pasti tidak mau. Dia orangnya penyayang, makanya saya heran kok bisa terjadi seperti ini saya pun tak tahu,” ujar Rini yang terus menangis.
Ia menyebutkan, Jefri merupakan abang Reza (lain ibu) yang sering datang ke rumah. Kedatangan Jefri merupakan hal yang wajar, karena mereka adalah abang beradik. “Wajarlah sering datang ke rumah, namanya abang beradik jadi saya tak ada curiga apa-apa,” ucapnya.
Rini berharap, Reza diberi hukuman seringan-ringannya. Menurut dia, karena Reza merupakan tulang punggung keluarga. “Dia yang bertanggung jawab menghidupi saya, karena sudah 10 tahun bapaknya enggak ada,” sebut Rini yang kemudian dibawa keluarganya masuk ke dalam rumah.
///Buang dan Bakar Barang Bukti
Sebelumnya, Polisi telah merampungkan rekonstruksi tahap ketiga kasus pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin. Rekonstruksi tahap III kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, digelar penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Medan, Selasa (21/1). Dalam rekonstruksi kali ini, hanya menghadirkan dua tersangka M Jefri Pratama dan Reza Fahlevi. Ada enam adegan yang diperagakan di beberapa lokasi kawasan Kecamatan Medan Tuntungan dan Kutalimbaru, Deliserdang.
Adegan pertama, dilakukan di Jalan Namorih/Jamin Ginting, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, yang merupakan kawasan perkebunan sawit. Di lokasi itu, kedua tersangka yang berboncengan sepeda motor Vario BK 5898 AET membuang barang bukti sarung tangan yang digunakan saat menghabisi nyawa korban.
Mereka membuang sarung tangan sekira pukul 06.45 WIB pada 29 November 2019, saat perjalanan pulang setelah membuang mayat Jamaluddin di dalam mobil Prado BK 77 HD ke jurang areal kebun sawit Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru.
Usai membuang sarung tangan, adegan kedua, mereka melanjutkan perjalanan dan berhenti di jembatan daerah Jalan Salam Tani, Kutalimbaru. Di jembatan berwarna biru yang di bawahnya terdapat aliran Sungai Belawan, keduanya membuang dua unit handphone merk China yang dibeli seharga masing-masing Rp 175.000 dari salah satu toko ponsel di Jalan Flamboyan Raya. Kedua handphone tersebut, mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan tersangka Zuraida Hanum.
Adegan selanjutnya, kedua tersangka melanjutkan perjalanan. Namun, sekitar pukul 07.00 WIB mereka berhenti di salah satu warung, Jalan Bunga Kardiol, Kelurahan Ladang Bambu, Medan Tuntungan, untuk membeli sandal jepit.
Setelah itu, adegan keempat, keduanya kembali melajukan sepeda motornya untuk pulang ke rumah Reza Fahlevi di Jalan Anyelir, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan. Sesampainya di rumah, mereka bertemu dengan Rini Siregar (ibu Reza Fahlevi). Usai menyapa, keduanya kemudian mengganti pakaian, membuka jaket dan sepatu.
Selanjutnya, adegan kelima dan keenam, tersangka Jefri menyuruh Reza untuk membakar baju, celana, jaket, dua pasang sepatu merk Nike serta dua helm di halaman belakang rumah. Selesai membakar, kedua tersangka lalu tidur di dalam rumah.
Kasatreksrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak menyatakan, secara keseluruhan dalam rekonstruksi tahap ketiga ini ada 6 adegan. Menurutnya, rekonstruksi tersebut merupakan yang terakhir. “Kedua tersangka sengaja menghilangkan barang bukti dengan membuang dan membakar barang-barang yang digunakannya saat mengeksekusi korban untuk menghilangkan jejak. Meski begitu, kita mendapatkan saksi yang melihat dan mengetahui mereka keluar dari lokasi eksekusi,” ujarnya sembari menuturkan, hal-hal tersebut merupakan temuan baru dalam kasus ini.
Kata Maringan, setelah rekonstruksi ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Medan untuk penyusunan berkas tahap satu. “Secara keseluruhan mulai dari rekonstruksi tahap pertama, kedua dan ketiga, ada sekitar 90 lebih adegan diperagakan. Selanjutnya, kita akan segera koordinasi dengan kejaksaan untuk menyusun berkas perkara,” tukasnya. (ris)
PERNAK-PERNIK: Pekerja merapikan pernak-pernik khas imlek di salah satu toko di Kota Medan. Jelang perayaan Imlek, pernak pernik khas Imlek banyak diburu masyarakat Thionghoa.
BAGUS SP/Sumut Pos
PERNAK-PERNIK: Pekerja merapikan pernak-pernik khas imlek di salah satu toko di Kota Medan. Jelang perayaan Imlek, pernak pernik khas Imlek banyak diburu masyarakat Thionghoa.
BAGUS SP/Sumut Pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjual pernak-pernik Tahun Baru Imlek 2571/2020 di Kota Medan sudah dipadati pembeli. Hal itu terlihat dari toko menjual segala pernak-pernik beralamat di Jalan Brigenjen Katamso, Kota Medan.
Pemilik toko, Aliansyah alias Acai menjelaskan, sepekan menjelang Imlek penjual sudah mengalami peningkatkan. Dengan warga membeli pernak-pernik mulai dari pohon sakura, lampion dan lain-lainnya. “Banyak warga yang mulai mencari pernak-pernik Imlek seperti angpau, pohon sakura, dan lampion,” ujar Acai kepada wartawan di tokonya, Selasa (21/1) siang.
Acai menjelaskan, warga keterunan Tianghoa banyak membeli angpau. Di tokonya, pembungkus uang untuk dibagikan kepada sanak keluarga dijual dengan berbagai variasi seperti dari bahan kertas, plastik dan kain. “Penjualan pernak-pernik ya lumayan, seperti angpau dan yang lainnya ini kita buat mulai dari yang kertas, plastik dan kain juga ada banyak pilihan,” jelas Acai.
Untuk lampion juga menjadi incaran tersendiri bagi warga yang membelinya. “Lampion selalu jadi incaran karena setiap imlek banyak orang Cina menggantinya. Karena lampion itu melambangkan hari, tahun baru dan rezeki baru jadi selalu di pasang lampion itu,” kata Acai.
Acai juga menuturkan bahwa di tahun ini permintaan masyarakat untuk memesan pohon seperti pohon sakura cukup banyak, di mana pohon sakura tersebut merupakan hasil karya dari karang taruna UMKM di Medan.
“Ini hasil dari karang taruna UMKM warga Kota Medan. Mereka membuat dari batang-batang kayu bekas yang mereka cat dan mereka hias dan ini buatan tangan sendiri,” tuturnya.
Terkait peningkatan penjualan dari tahun sebelumnya, Acai mengungkapkan bahwa tahun ini penjualan meningkat dibanding dengan tahun lalu. “Tahun ini peningkatannya lima persen dari tahun lalu,” ungkapnya.
Acai juga menambahkan bahwa selain warga banyak juga dari perkantoran dan kafe-kafe yang ada di Medan memasang di tokonya.”Mulai dari perkantoran, perorangan beli disini. Banyak juga yang punya kafe membeli pernak-pernik ini untuk menjadi hiasan di kafe,” pungkasnya. (gus/ila)
SUMUTPOS.CO – Pasar kosmetik dalam negeri stagnan tahun ini. Kondisi tersebut terjadi akibat dampak gejolak perekonomian global tahun lalu yang belum berlalu. Karena itu, brand kosmetik Surabaya, Viva Cosmetics, tidak mau muluk-muluk pasang target. Sampai akhir 2020, perusahaan akan fokus pada pasar domestik.
Direktur PT Moga Djaja Yusuf Wiharto menegaskan, meski pasar stagnan, dirinya optimistis angka penjualan tetap tumbuh. Sebagai distributor utama Viva di wilayah Indonesia Timur, dia menerapkan sejumlah strategi untuk menggenjot penjualan. Di antaranya, meluncurkan produk-produk baru dan konsisten menerapkan prinsip 3MU.
“Kami masih eksis sampai sekarang karena konsisten menjalankan 3MU. Mutu yang baik, murah harganya, dan mudah didapatkan di mana-mana,” paparnya Senin (20/1).
Distribusi, menurut Yusuf, tetap menjadi konsentrasi utama perusahaannya. Dia ingin konsumen di seluruh daerah bisa mendapatkan produk-produk Viva dengan mudah.
Hingga kini, Viva Cosmetic sudah memiliki sekitar 600 stock keeping unit (SKU). Terdiri atas skincare, daily care, make-up dekoratif, dan masih banyak lagi.
Yusuf mengatakan bahwa make-up dekoratif seperti lipstik, pemulas mata, dan bedak masih akan menjadi primadona. “Kami rasa produk itu akan tetap mendominasi permintaan pasar untuk brand Viva ke depannya. Setelah itu baru skincare,” katanya.
Pada 2020, Viva fokus memperkuat pasar domestik. Sebab, konsumsi per kapita produk kosmetik di tanah air masih rendah.
Artinya, potensi untuk tumbuh masih sangat besar mengingat pasar yang besar pula.
“Sampai sekarang kami memang belum berorientasi ekspor. Wilayah yang paling tinggi untuk penjualan Viva adalah Jawa. Disusul Bali dan Kalimantan,” paparnya. (jpc/ram)
PROTES: Sekelompok mahasiswa dan pelajar yang terhimpun dalam Himalabura Yogyakarta memprotes pembalakan hutan.
YOGYAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sekelompok mahasiswa dan pelajar yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu Utara (Himalabura) Yogyakarta, menggelar aksi damai memprotes pembalakan hutan di hulu Desa Hatapang, Kec. NA IX X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara. Aksi berlangsung di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Ngupasan, Gondomanan, DIY, Senin (20/1) siang.
Massa aksi yang berjumlah kurang lebih 30 mahasiswa Labura dari berbagai kampus di Yogyakarta ini, meminta Pemkab Labura agar menindak aksi pembalakan hutan yang diduga dilakukan PT LBI (Labuhan Batu Indah).
Pasalnya, pembakalan itu diduga memicu bencana banjir bandang di Desa Hatapang Siria-ria, pada 28 Desember 2019 lalu yang menyebabkan warga setempat mengalami kerugian materil bahkan memakan korban jiwa.
“Walaupun kami jauh dari tanah kelahiran kami, tapi pilu yang kami rasakan begitu luar biasa setelah mendengar kejadian banjir tersebut. Bantuan logistik sebisa mungkin kami berikan dengan terjun langsung ke Desa Hatapang Siria-ria. Namun setelah aksi galang dana tersebut, kami tidak pernah mendengar tindak lanjut dari Pemkab Labura. Respon pemerintah minim sekali. Karena itu, kami menggelar aksi ini, agar pemerintah melakukan tanggung jawabnya membenahi kondisi di sana,” kata Baitar Azhari Pohan selaku Koordinator Umum Aksi sekaligus Ketua Umum Himalabura periode 2019-2020.
Dalam aksinya, mahasiswa mendesak Pemkab Labura agar menyelidiki dan menindak tegas oknum pembalakan hutan (pohon-pohon) sesuai amanah UU No 41 Tahun 1999 tentang perlindungan hutan.
“Usut tuntas perizinan pemanfaatan kayu di Desa Hatapang. Jika ada surat izin tetapi tidak sesuai SOP penebangan pohon, agar dijatuhkan sanksi sesuai amanah UU. Untuk pihak terkait yang pura-pura lupa, kami ingatkan kembali: kami menolak lupa!” teriak Syukur Hasibuan, kader Himalabura dalam orasinya.
Aksi diramaikan dengan orasi-orasi dari para kader Himalabura. Di pengujung aksi, mahasiswa mengadakan audiensi dengan kepolisian setempat. Mahasiswa mengatakan, jika aksi mereka tidak mendapatkan tanggapan dari Pemkab Labura, aksi akan kembali diadakan dengan massa yang lebih besar, bersama seluruh Aliansi Mahasiswa Sumut di berbagai daerah di Indonesia. (rel)