Home Blog Page 4581

Sempat Buron 5 Bulan, Kaki Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

CURANMOR: Personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat, foto dengan pelaku curanmor, Rahmad Syahri alias Hari, Selasa (3/3). ist/ SUMUT POS
CURANMOR: Personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat, foto dengan pelaku curanmor, Rahmad Syahri alias Hari, Selasa (3/3). ist/ SUMUT POS
CURANMOR: Personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat, foto dengan pelaku curanmor, Rahmad Syahri alias Hari, Selasa (3/3). ist/ SUMUT POS
CURANMOR: Personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat, foto dengan pelaku curanmor, Rahmad Syahri alias Hari, Selasa (3/3). ist/ SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat menembak kedua kaki salahseorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di Jalan Karya II, Kecamatan Medan Barat. Pelaku yang sempat buron 5 bulan lebih ini ditembak karena melawan dan kabur saat dilakukan penangkapan oleh polisi, di kawasan Jalan Serbaguna, Kecamatan Labuhan Deli, Selasa (3/3) dini hari sekira pukul 02.30 WIB.

Pelaku adalah Rahmad Syahri alias Hari (33) warga Jalan Melati, Kecamatan Medan Helvetia. Pelaku mencuri 2 unit sepeda motor Honda Beat POP warna Hitam Dan Honda Beat warna biru putih bersama kedua rekannya.

Sepeda motor tersebut dicuri pelaku dari rumah korbannya bernama Yana di Jalan Karya II Gang Buntu No. 28, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat pada Kamis, 10 Oktober 2019 sekira pukul 08.00 WIB.

Korban kemudian membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Barat, dengan nomor: 338/X/2019/SPKT/Restabes Medan/Sek Medan Barat.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi mengatakan, semula pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku Rahmad Syahri alias Hari tengah berada di Jalan Serbaguna, Kecamatan Labuhan Deli, Selasa dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Dari informasi itu, Kapolsek menurunkan tim untuk mengkrosceknya.

“Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Prasetyo Triwibowo. Setelah menuju lokasi, benar saja melihat seorang laki-laki sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh masyarakat. Tanpa buang waktu, tim berusaha mengamankan pelaku tersebut,” ujar Junaidi, Selasa siang.

Namun pelaku melawan personel dan berusaha melarikan diri. “Personel langsung memberikan tindakan tegas, terukur terhadap pelaku tersebut dengan menembak kedua kakinya. Sebab, setelah diberikan tembakan peringatan, pelaku tetap tak mengindahkan,” terang Junaidi.

Pelaku selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mapolsek Medan Barat beserta barang bukti 1 unit Jupiter MX yang diduga digunakan pelaku beraksi.

“Hasil pemeriksaan, pelaku beraksi dengan dua rekannya yaitu Diki (20) warga Jalan Kapten Sumarsono Gang Bunga, Kecamatan Labuhan Deli yang sudah tertangkap dan kini sedang menuju proses persidangan. Seorang lagi rekannya berinisial H (35) masih buron,” tandas Junaidi. (ris)

Baru Bobol Rumah, Eh… Patroli Polsek Lewat

PENCURI: Aldo, pencuri sepeda motor dari rumah Inda Yani, ditangkap polisi.
PENCURI: Aldo, pencuri sepeda motor dari rumah Inda Yani, ditangkap polisi.
PENCURI: Aldo, pencuri sepeda motor dari rumah Inda Yani, ditangkap polisi.
PENCURI: Aldo, pencuri sepeda motor dari rumah Inda Yani, ditangkap polisi.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Aldo (20) memang maling apes. Setelah berhasil membobol rumah dan mencuri sepedamotor milik korban Inda Yani (45) warga Dusun IV Desa Petangguhan Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang, Aldo, ketangkap patroli Polsek Pagar Merbau Polresta Deliserdang.

Terungkapnya kasus pencurian dengan pemberatan itu bermula ketika personel Polsek Pagar Merbau Polresta Deliserdang, Bripka Lukman Hakim (36) dan Bripka P. Naipospos, sedang melaksanakan patroli di Desa Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau, Selasa (3/3) sekira pukul 11.30 WIB.

Kedua personel Polsek itu melihat Aldo, warga Dusun VI Desa Petangguhan Kecamatan Galang, sedang berhenti. Kedua personil polisi itu pun menanyakan keberadaan sepeda motor milik Aldo, yang saat itu tanpa plat.

Gugup ditanyai petugas, Aldo mengaku baru mencuri sepeda motor itu dari di rumah warga dengan cara memcongkel pintu belakang. Pengakuan Aldo, ia beraksi bersama seorang temannya yang saat ini tengah dicari polisi.

Karena lokasi pencuriannya berada di wilkum Polsek Galang Polresta Deliserdang, selanjutnya tersangka berikut barang bukti diserahkan ke Polsek Galang. Akibat kasus pencurian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp11 juta. (btr)

Curi Hape & Jam, Fredi Ketahuan saat Menjual

Fredi Situmorang
Fredi Situmorang
Fredi Situmorang
Fredi Situmorang

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Mencuri hape dan jam tangan milik korban Murni boru Hutapea, warga Dusun VIII Kampung Laguboti Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Fredi Situmorang (20) warga yang sama, ditangkap Polsek Lubukpakam Polresta Deliserdang, Selasa (3/3) sekira pukul 03.00 WIB.

Awalnya, unit Reskrim Polsek Lubukpakam Polresta Deliserdang mendapat informasi dari masyarakat bahwasanya seorang laki laki bernama Fredi Situmorang, dicurigai telah mengambil hape merek Samsung warna gold dan jam tangan merk Eiger warna hijau, milik korban. Kecurigaan muncul karena korban hendak menjualnya kepada orang lain.

Mendengar informasi tersebut, unit Reskrim Polsek Lubukpakam Polresta Deliserdang dipimpin oleh Kanit Reskim, Ipda Edy JJ Manalu SH, dan sejumlah personil lainnya, turun ke lokasi dimaksud. Tiba di sana, petugas langsung mengamankan Fredi Situmorang dan barang bukti.

Saat diinterogasi, Fredi Situmorang mengakui telah mengambil hape dan jam tangan yang disimpan korban di laci lemari.

Atas pengakuan itu, Fredi Situmorang berikut barang bukti diamankan ke komando. Sedangkan korban membuat lapiran pengaduan dengan nomor LP/ 25 / III / 2020 / SU /Res DS / Sek. L. Pakam, pada 3 Maret 2020. (btr)

Bus Medan Jaya Seruduk Truk, Kernet Tewas, TKP di Jalan Tol Tebing Tinggi-Medan

LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.
LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.
LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.
LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.

SUMUTPOS.CO – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Selasa (3/3) sekira pukul 08.05 WIB. Bus Medan Jaya menyeruduk sebuah truk Colt Diesel. Akibatnya, kernet bus Medan Jaya, M Aidil Ashari (18), tewas sementara 5 lainnya luka-luka.

Informasi diperoleh, Selasa pagi kemarin, bus Mercedez Benz Medan Jaya BK 7305 LD melaju di jalan tol dari arah Tebingtinggi menuju ke Medan. Tiba di lokasi kejadian, bus Medan Jaya menyeruduk bagian belakang mobil truk Mitsubishi Colt Diesel BA 8190 BF bermuatan getah pinus. Akibatnya, truk terguling dan getah pinus yang diangkut tumpah menggenangi jalan tol. Sedangkan bus Medan Jaya lanjut menabrak pembatas jalan.

Pantauan di lokasi, truk dan bagian depan bus Medan Jaya rusak parah. Selanjutnya, kedua kendaraan diderek petugas keluar dari jalan tol. Petugas tol terlihat menabur serbuk kayu ke jalan tol yang licin kena tumpahan getah pinus.

Informasi diperoleh dari Satlantas Polresta Deliserdang melalui Kanit Laka Lantas, Iptu Rommy, lakalantas terjadi diduga karena sopir bus Medan Jaya mengemudi dengan kecepatan tinggi dan menabrak truk. “Korban ada 7 orang, semuanya dilarikan ke RS Grand Medistra Lubukpakam untuk menjalani perawatan medis,” jelas Rommy.

Penanggungjawab Jasa Raharja Kantor Pelayanan Lubuk Pakam, Yasir Hadhi Tampubolon mengatakan, saat kernet bus, Adil, warga Batang Serangan, Langkat dilarikan ke RS, ia masih hidup. “Tidak lama dirawat, ia meninggal dunia. Kondisi korban terlihat luka parah di bagian kaki akibat kejepit, tangan kiri putus, dan dada kejepit,” kata Yasir kepada wartawan di RS Grandmed, Selasa (3/3).

Lima korban lainnya adalah penumpang bus atas nama Akbar MS (65) warga Jalan Sudirman, Duri, Riau, Juwita Puspita Sari (28) Desa Pulau Gandring, Kecamatan Bunut Barat, Asahan, Riska Resti Fauziah (30) warga Asahan, Syafila Auliyah (5) Asahan. Dan Purnama Sari Sitinjak (39) warga Air Putih, Batubara.

“Perawatan kita jamin biayanya (maksimal Rp20 juta, Red),” jelas Yasir.

Terkait korban meninggal, kata Yassir, pihaknya akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja Stabat. Keluarga korban akan mendapat santunan meninggal dunia sebesar Rp50 juta. (btr)

DPRD Sumut Soroti Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke Petani

RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kalangan petani di Sumatera Utara mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi itu semakin diperparah, dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani harus menggunakan Kartu Tani.

Keluhan petani itupun disampaikan Komisi B DPRD Sumut kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Selasa (3/3) siang. RDP dipimpin Ketua dan Sekretaris Komisi B, Viktor Silaen dan Ahmad Hadian.

Menjawab keluhan ini, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas TPH Sumut, Jonni Akim Purba, justru menyalahkan para petani karena tidak mau memberikan identitas (KTP). Kata dia, KTP petani berguna sebagai data agar bisa dimasukkan ke dalam rencana defenitif kebutuhan kelompok tani (RDKK) secara elektronik atau e-RDKK.

“Para petani tidak mau menyerahkan KTP-nya agar bisa didaftarkan sebagai peserta penerima fasilitas pertanian dari pemerintah, termasuk untuk pupuk bersubsidi. Petani takut KTP-nya dijadikan untuk kepentingan politik seperti Pilkada,” katanya.

Pihaknya juga menyalahkan infrastuktur teknologi yang lemah. Sebab, sejumlah daerah tidak ada sinyal internet sehingga petugas penyuluh pertanian kesulitan saat mengunggah data petani. Selain itu, ia menyalahkan kapasitas website tempat pendaftaran e-RDKK kurang memadai sehingga data petani yang sudah lengkap tidak bisa diunggah ke dalam aplikasi.

“Sudah mau dimasukkan data para petani oleh petugas penyuluh pertanian, tapi membal (ditolak), Pak,” beber dia.

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Viktor Silaen tidak menerima argumen Jonni Akim Purba. Ia tidak terima jika petani terus disalahkan dalam persoalan ini. Dinas TPH menurut dia seharusnya bisa meyakinkan kalau KTP milik petani untuk kepentingan lahan dan tanaman petani, bukan kepentingan politik. Begitupun soal website tempat pendaftaran e-RDKK, sejatinya bisa diatasi dengan memperbesar kapasitas server.

“Seluruh Indonesia saat ini sudah bisa melakukan tender secara elektronik, kapasitas servernya besar. Begitu juga dengan e-katalog,” ujar dia mencontohkan fasilitas internet pemerintah dari kementerian lain.

Zera Salim Ritonga dari Fraksi Nusantara juga mengkritik pernyataan Jonni Akim Purba. “Kurang masuk akal saya kalau petani disalahkan dalam persoalan pendaftaran e-RDKK ini,” katanya. Faktanya, kata dia, petani yang mengeluh ke dirinya mengaku telah mendaftarkan diri melalui e-RDKK. “Sudah terdaftar di e-RDKK, tapi tetap juga enggak bisa dapat pupuk bersubsidi dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya yang menyebut lokasi para petani ada di Kabupaten Deliserdang. “Mereka dari Deliserdang, silahkan dicek langsung. Ini fakta yang terjadi,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Viktor Silaen mengusulkan agar Dinas TPH tetap menerima pendaftaran petani melalui RDKK manual agar bisa memeroleh fasilitas pupuk bersubsidi, sembari pemerintah memperbaiki fasilitas website dengan cara memperbesar kapasitas server sehingga seluruh data petani bisa dimasukkan dalam e-RDKK.

“Sebab, bulan-bulan ini adalah musim tanam bagi para petani di Sumut. Mereka butuh pupuk bersubsidi. Jika persoalan ini lambat diatasi, sementara petani harus menanam tapi tak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi hanya karena tak terdaftar di dalam e-RDKK, ya tidak ada gunanya seluruh alokasi pupuk bersubsidi itu,” tegas politisi Golkar ini.

Dinas TPH dalam kesempatan itu turut memaparkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumut pada 2020. Jatahnya jauh berkurang dari tahun sebelumnya. Anehnya, dari data yang disampaikan untuk pupuk urea misalnya, kebutuhan 200 ton lebih hanya diberikan 90 ton saja. Begitupun untuk jenis SP-36, ZA, NPK dan organik, tidak sampai disetujui hingga 10 persen dari total kebutuhan. Menjawab ini, Komisi B menyampaikan perlu diupayakan secara bersama ke Kementerian Pertanian agar kebutuhan pupuk bersubsidi di Sumut tetap terpenuhi. Selain itu diminta stakeholders terkait dapat mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi mulai dari distributor, agen hingga petani.

Sementara itu dari perwakilan dibawah PT Pupuk Indonesia seperti PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebelumnya mengungkapkan, pihaknya siap melayani ketersediaan pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia termasuk Sumut. Namun soal alokasi dan kebutuhan, pihaknya tidak dapat intervensi sebab hal itu merupakan kewenangan dari pemerintah. (prn)

Hati-hati Jika Diimingi Gaji Besar di LN

DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.
DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.

Imigrasi Sosialisasi CP Migran Nonprosedural

DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.
DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pematang siantar mensosialisasikan tentang upaya pencegahan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMI NP) kepada puluhan pelajar SMA dan guru di aula Restoran Bahagia, Jalan Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, Selasa (3/3).

Sosialisasi itu langsung dibuka Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kadis Ketenagakerjaan, Iboy Hutapea.

Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terimakasih kepada Kepala Kantor Imigrasi Pematangsiantar, Victor Manurung dan jajaran karena telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat, terutama bagi generasi milenial Tebingtinggi.

“Saya berharap para guru dan siswa yang hadir mampu menjadi agen perubahan atau duta keimigrasian dalam memeperbaiki cara pandang orang lain terkait Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang hendak pergi ke luar negeri. Jadi, sebelum berencana menjadi pekerja migran, kita lebih dulu wajib memenuhi segala ketentuan yang berlaku. Jangan sampai hidup kita di kemudian hari jadi luntang lantung di luar negeri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Victor Manurung menyatakan, sosialiasi yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberi penyadaran bagi segenap lapisan masyarakat selaku CPMI. Masyarakat harus bisa menghindari bujuk rayu atau ajakan dari oknum tertentu dengan iming iming memeroleh gaji yang besar kalau bekerja di luar negeri.

“Padahal kenyataan yang sering terlihat, kita bisa saja menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Oleh sebabnya, kita selaku CPMI harus berhati hati dan cermat jika ada orang yang mengajak bekerja ke luar negeri. Stop TKI non prosedural,” jelasnya.

Usai pembukaan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan beberapa materi penting terkait keimigrasian yang dibawakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pematang Siantar Victor Manurung dan Kadis Ketenagakerjaan Tebingtinggi, Iboy Hutapea. (ian/han)

Tim Revitaliasi Budaya Lokal Sergai Kunjungi Aceh Timur

CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).
CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).
CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).
CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tim Revitalisasi budaya lokal Serdangbedagai (Sergai) melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Aceh Timur. Kunjungan itu dalam rangka pertukaran budaya di antara kedua daerah tersebut, Senin (2/3).

Setibanya di pendopo Pemkab Aceh Timur, tim rombongan revitalisasi budaya lokal yang dipimpin oleh Bupati Sergai, Ir H Soekirman disambut oleh Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH, bersama Sekda Aceh Timur M Ikhsan Akhyar, S.STP, M.AP, para Asisten, Staf Ahli, Pemkab Aceh Timur, kepala OPD, serta pelaku seni budaya se-Kabupaten Aceh Timur.

Sambutan itu diwarnai saling berbalas pantun di antara kedua daerah budaya lokal yang cukup indah, sehingga di antara kedua daerah ini seperti mengingatkan seperti di daerah sendiri.

Bupati Soekirman mengatakan, adapun tujuan kedatangan tim revitalisasi ke Aceh Timur, dalam rangka menjalin persaudaraan sehingga hubungan akan terus terjalin dengan baik.

Selain itu, lanjut Soekirman, melakukan pendekatan budaya, karena dengan pendekatan budaya yang dicari adalah persamaan.

Dikatakan Soekirman, dulunya Kabupaten Sergai merupakan bagian dari kerajaan Melayu. “Untuk mengingatkan sejarah budaya Melayu itu, diterapkan kearifan lokal berupa pemakaian busana Melayu oleh seluruh ASN Pemkab Sergai dalam setiap dua kali sebulan di perkantoran pemerintahan,”terangnya.

Menurut Soekirman, Kabupaten Aceh Timur adalah mutiara yang terpendam dalam hal budaya. “Dahulu di sini terdapat kerajaan Peureulak dengan Ibukota bernama Bandar Khalifah, sama halnya dengan Kecamatan yang kami miliki di Kabupaten Sergai ada Kecamatan Bandar Khalifah,”terangnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib mengucapkan selamat datang kepada Bupati Sergai bersama rombongan tim revitalisasi budaya lokal dalam rangka pelestarian seni dan budaya kedua daerah.

“Kunjungan hari ini merupakan kunjungan balasan, karena beberapa waktu yang lalu Bupati Hasballah mengunjungi Sergai guna melihat potensi pengolahan berbagai komoditas pertanian seperti padi dan ubi kayu,” katanya.

Bupati Hasballah menyebutkan, tentang adat budaya Islam di Peureulak, memang benar adanya, banyak situs peninggalan kerajaan dan bangunan bersejarah zaman kolonial Belanda.

“Kami ingin bangkit hari ini, karena ingin bersaing dengan daerah lain yang lebih maju. Daerah ini jangan dikhawatirkan lagi keamanannya dan kami menjaminnya setiap pengunjing yang hadir. Agar kiranya dapat disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Sergai khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk kiranya datang berkunjung ke daerah kami ini,” sebutnya. (sur/han)

Ungkap Kasus Kejahatan, 20 Personel Polres Sergai Dapat Penghargaan

PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).
PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).
PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).
PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Berhasil mengungkap kasus pencurian dengan menggunakan senjata api dan kepemilikan narkoba, 20 personel Polres Sergai menerima penghargaan (Rewads).

Penghargaan itu langsung diberikan Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum di sela-sela acara Analisa Evaluasi (Anev) di Aula Patriatama Polres Sergai, Selasa (3/3).

Adapun 20 personel yang meraih penghargaan, yaitu 9 orang personel Satreskrim adalah Kanit Idik I, Ipda I Made Dwi Krisnanda, S.Tr.K, Aiptu Saiful Hardi, Aiptu Sugiarto, Aiptu Dedy Asmono, Aipda Bary Tonggo HT. Barat, Aipda Salomo Barus, Bripka Jhon Lihar Saragih, Brigadir Arozaman Giawa dan Briptu Riki Rizki P. Lubis.

Reward ini diberikan dalam pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan menggunakan senjata api yang terjadi pada Selasa (21/1) lalu, tepatnya di Kampung Silalahi, Desa Blok IX, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai.

Selanjutnya, 11 personel meraih penghargaan (Reward) atas pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika jenis pil Extaci sebanyak 6.587 Butir, terjadi pada Selasa (11/2), tepatnya di Hotel Graha Soeltan Desa Sei Rampah.

Adapun 11 personel yang meraih penghargaan tersebut adalah Kanit I Satnarkoba Ipda Virza Nur Adha S. Tr.K, Kanit II Satnarkoba Ipda Tri Pranata Purba, Aiptu Syafaruddin Harefa, Aipda Leonid Simanjuntak, Aipda Alboin Butar-butar, Bripka Wiwin Afriadi Sinaga, Brigadir Ferry S Panjaitan, Brigadir Firmansyah Barus. SH, Brigadir Nanda Lesmana Pane, Brigadir Restu A. Hutasuhut, dan Briptu Dody Suganda Simarmata.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang mengucapkan terima kasih kepada personel Satreskrim dan Satnarkoba yang telah menunjukkan prestasi dalam pengungkapan kejahatan seperti Curas dan Narkotika.

Harapannya, kepada seluruh personel terus tingkatkan kinerja sesuai dengan tupoksinya, sehingga dapat mengungkap kasus kejahatan yang menjadi atensi pimpinan, harap Kapolres AKBP Robin Simatupang. ”Semua bidang tugas dapat menunjukkan prestasi kerja, dan tidak harus dibagian operasional dengan mendisiplinkan diri dan tidak membuat pelanggaran,”ucapnya.

Mantan Kapolres Batu Bara ini, juga mengimbau kepada seluruh personel agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi polri

“Personel yang melakukan pelanggaran akan tetap kita berikan Punishment atau hukuman sesuai dengan perbuatan atau pelanggaran yang dilakukan.” imbaunya. (sur/han)

Pemkab Langkat Sosialisasi Pelaporan SPT Melalui e-Filling

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat menggelar sosialisasi penerapan aplikasi Cash Management System (CMS) PT. Bank Sumut dan Bimbingan Teknis penyampaian SPT tahunan melalui e-Filling bagi bendahara se-Kabupaten Langkat di Ruang Pola, Kantor Bupati Langkat, Stabat, belum lama ini.

Sekdakab Langkat, dr.H. Indra Salahuddin didampingi Asisten III Umum Musti dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut, mengharapkan seluruh peserta sosialisasi bersungguh-sungguh mengikuti dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber.

Sekdakab juga menekankan kepada bendahara dalam setiap pengeluaran di Pemkab Langkat, harus sesuai sistem perpajakan Indonesia. “Bendahara pemerintah wajib menghitung, membayarkan dan melaporkan pajak yang seharusnya terutang, atas setiap pembayaran yang dananya bersumber dari APBN dan APBD. Karena setiap pembayaran kegiatan bersumber dari APBN dan APBD mengandung potensi pajak, “ paparnya.

Sekda juga mengingatkan, bendahara SKPD wajib menyetor ke kas negara dan melaporkan pajak – pajak yang telah dipungut.

Seluruh kepala SKPD, untuk lebih mendorong penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik (non tunai) dengan cara menggunakan e-Filling, karena lebih mudah, aman dan efisien.

Pimpinan Bank Sumut Stabat, Gama Cherry Halim mengatakan, selama ini CMS hanya dapat di akses BPKAD. “Akan tetapi kini sudah dapat digunakan seluruh SKPD melalui e-Filling, sehingga mempermudah dan mempercepat pembiayaan transaksi non tunai bagi ASN Pemkab Langkat,”terangnya.

Kasi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Kanwil Direktorat Jenderal Pajak(DJP) Sumut I, Soni Hermawan, mengimbau kepada para ASN dan masyarakat Langkat yang sudah terdaftar wajib pajak, agar segera melaporkan SPT tahunan dengan batas akhir 31 Maret 2020. “Semakin cepat SPT dilaporkan, maka semakin baik, “ pungkasnya. (yas)

Wagubsu Minta Penjualan Diawasi, Penimbun Masker Bisa Dipidana

RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3). pran hasibuan/sumut pos
RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3). pran hasibuan/sumut pos
RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).  pran hasibuan/sumut pos
RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).
Pran hasibuan/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – MASKER penutup mulut dan hidung menjadi barang yang paling dicari semenjak wabah Covid-19 merebak. Barangnya pun kini langka di pasaran, apalagi sejak ada dua warga Depok yang positif virus korona.

Menyikapi ini, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah meminta seluruh jajaran melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan masker. Ia tidak ingin, dampak virus covid-19.

menimbulkan permasalahan baru di Sumut. “Jangan ada oknum-oknum yang mencari kesempatan dengan menimbun masker,” kata Musa Rajekshah saat memimpin Rapat Koordinasi Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Korona, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).

Menurutnya, pasti ada oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keutungan dengan cara-cara seperti itu. Sebab, di beberapa daerah masker ini sudah langka ditemui. Selain langka, harga jualnya juga terbilang tinggi. Dirinya tidak ingin ini terjadi agar masyarakat dapat terbantu.

Selain masker, ia juga mengingatkan pedagang dan distributor bahan pangan jangan melakukan penimbunan. Karena, penimbunan ini akan sangat merugikan masyarakat. Kelangkaan bahan pangan kata dia, akan menjadi masalah baru bagi pemerintah untuk upaya pencegahan virus korona.

“Kita juga meminta kepada seluruh distributor jangan menimbun bahan pangan dan kepada masyarakat jangan sekaligus memborong seluruh bahan pangan,” kata pria yang biasa dipanggil Ijeck itu. “Kita akan segera bentuk tim agar dapat memantau bahan pangan ini,” imbuh dia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengakui, ketersediaan masker mulai langka. Namun, Alwi belum bisa menyampaikan lebih jauh faktor yang menyebabkan kelangkaan masker, apakah karena perorangan atau individu. “Informasinya begitu mulai langka, tapi saya tidak tahu secara detail kenapa bisa langka,” ucapnya.

Alwi mengimbau kepada masyarakat supaya memahami penggunaan masker. Sebab, masker itu digunakan untuk orang yang sakit dan petugas medis. “Orang yang sehat sebetulnya tidak perlu memakai masker, terkecuali orang-orang dengan risiko tinggi yaitu petugas medis,” sebut Alwi.

Dia mencontohkan, apabila orang yang sakit menggunakan masker maka ketika batuk, percikan air liurnya tidak terkena orang lain dan hanya kena masker. “Makanya, masyarakat harus memahami betul penggunaan, terlebih dalam kondisi sekarang ini. Jadi, yang pakai masker itu ya orang sakit dan petugas medis,” tukasnya.

Penimbun Bisa Dipidana

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menegaskan, polisi bakal menindak oknum-oknum yang sengaja menimbun masker yang mulai mengalami kelangkaan. Hal ini dikarenakan kepanikan sejumlah orang, sehingga memborong masker serta kebutuhan pokok.

Kata MP Nainggolan, kebutuhan akan masker yang meningkat saat ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum untuk mengeruk keuntungan. Karena itu, kepolisian bakal mengawal dari sisi hukumnya. “Kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini nanti kalau menemukan masker-masker yang ditimbun itu pidananya akan tetap dijalankan,” ujar MP Nainggolan.

Mantan Kapolres Nisel itu menyebutkan, para oknum penimbun masker bisa dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap oknum penimbun masker baik itu melalui apotik maupun online. “Kita cek semua, termasuk menyelidiki secara online. Kita akan mencari para pelaku yang menimbun,” tegasnya.

Pun begitu, pihak kepolisian akan tetap mengedepankan langkah preventif sebelum akhirnya memproses secara hukum. Langkah preventif dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada oknum, bahwa masker saat ini tengah dibutuhkan oleh masyarakat. “Jika pencegahan dihiraukan, maka jalan terakhir penegakan hukum,” tuturnya.

Ditambahkan MP Nainggolan, ancaman hukuman yang bisa menjerat para oknum-oknum penimbun masker yaitu Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman pidananya, penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 50 miliar.

Masker dan Hand Sanitizer Langka

Sementara amatan Sumut Pos, keberadaan masker dan hand sanitizer atau gel pencuci tangan mendadak langka. Seperti di Supermarket Brastagi Jalan Cut Mutia, Medan. Di swalayan itu, hanya tersisa masker jenis N95. Bahkan, konsumen yang ingin membeli pun dijatah, setiap orang hanya bisa membeli 2 pcs.

Seorang pegawai Supermarket Brastagi Jalan Cut Mutia yang meminta tak disebutkan namanya mengaku, sejak diumumkan Presiden Jokowi adanya 2 WNI terinfeksi Covid-19, ketersediaan masker dan hand sanitizer langsung ludes diborong konsumen. Akibatnya, stok saat ini tidak ada. “Stok (masker dan hand sanitizer) di gudang kosong. Kemarin, (Senin) banyak warga yang membeli,” ujarnya.

Ia mengaku, setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli 2 kotak. “Sekarang hanya tersisa masker N95 saja, dan setiap orang hanya boleh beli 2 pcs. Sedangkan untuk sabun cuci tangan masih tersedia, sebagai alternatif,” sebutnya.

Disinggung kapan stok masker dan hand sanitizer tersedia kembali, dia tidak mengetahui dan tidak bisa memastikan. Hal itu tergantung dari distributor. “Tidak bisa dipastikan, tergantung distributor. Kita sifatnya menunggu dan memberi informasi kepada mereka ketika stok barang kosong,” pungkasnya.

Senada, disampaikan pegawai salah satu minimarket di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. Pegawai mini swalayan yang juga enggan menyebutkan namanya itu menyatakan, masker dan hand sanitizer kosong dan stok di gudang sudah habis. “Dua hari lalu stok masker masuk, tapi kemarin (Senin) langsung habis. Begitu juga stok hand sanitizer, kosong di gudang,” ucap pegawai berjenis kelamin perempuan ini.

Tak jauh beda dikatakan seorang pegawai Apotek Kimia Farma, Jalan Sisingamangaraja Medan mengatakan, stok masker di tempatnya kosong. “Sudah 1,5 bulan masker tidak ada masuk lagi. Kekosongan masker ini saya tidak tahu kenapa,” kata perempuan yang berusia berkisar 45 tahun ini kepada wartawan.

Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Sumut, T Amin Wijaya membenarkan stok masker masih kosong di Kota Medan dan sekitarnya. Disinggung adanya kenaikan harga masker dijual oleh pihak apotik, ia mengaku hal itu bisa saja terjadi. “Memang sebelumnya pemasaran masker di pasar sudah mulai ada dan konsumen sudah pasti mencari. Tapi, sekarang ini kekurangan barang, bisa jadi harga dinaikkan. Karena kasus virus corona sudah masuk ke Indonesia, ya masker kosong kembali,” ujarnya.

Akan tetapi, ditanya berapa kenaikan harga masker, Amin mengaku belum mengetahuinya. “Saya sekarang ini masih berada di Jakarta. Setiba di Medan, saya akan cek harga masker yang dijual oleh apotek,” ungkapnya.

Amin meminta kepada warga tidak perlu panik, yang penting mengikuti imbauan dari Kementerian Kesehatan agar selalu mencuci tangan, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

IDI: Sehatkan Jiwa, Jangan Panik

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dr Wijaya Juwarna Sp THT-KL mengatakan, tidak benar genetik Indonesia kebal terhadap virus corona (covid-19). “ Indonesia juga rentan akan virus tersebut,” ujarnya kepada Harian Sumut Pos, Selasa (3/3).

Selain itu, dr Wijaya juga mengatakan, tidak benar iklim tropis membuat virus tidak bisa hidup, serta menepis keraguan bahwa Lab Litbangkes tidak mampu mendiagnosis covid-19. Munculnya 2 kasus warga Depok yang terpapar virus tersebut, sebenarnya tidak perlu mengejutkan di tengah kenyataan bahwa wabah global yang berasal dari Wuhan, China ini telah menyebar ke 64 negara.

“Dari dua kasus ini kita belajar, kasus ini tidak ditemukan dari pintu masuk, seperti kantor kesehatan Pelabuhan, atau dari ratusan orang yang di karantina di Pulau Sebaru, namun bermula dari aktivitas sosial yang beranggotakan multi bangsa,” jelas dr Wijaya.

Ia menambahkan, munculnya gejala klinis berupa demam, batuk dan sesak nafas yang mendorong seseorang terpapar virus corona ini ke rumah sakit. “Di sinilah sebenarnya persoalan akan dimulai. Kecepatan covid-19 menular antar manusia kepada 2-3 orang. Sehingga menjadi sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran di masyarakat dengan menemukan semua mereka yang tertular, karena mereka adalah sumber penularan,” ungkapnya.

Dalam hal ini, masyarakat perlu menjaga kebersihan. Selain itu, masyarakat perlu memperkuat badan dengan cara makanan dan minuman yang sehat, istirahat dan olahraga teratur (minimal jalan kaki selama 30 mnt sehari), kebiasaan mencuci tangan setelah beraktivitas, memakai masker di lingkungan berdebu ataupun kerumunan massa, kebiasaan sikat gigi dan mandi minimal 2x sehari.

Batalkan kunjungan ke negara negara terjangkit yang parah seperti Korea selatan, Iran dan Italy. Sering mencuci tangan, hindari kerumunan di daerah yang nantinya ada kasus konfirmasi, misalnya kota Depok. Pakai masker kalau batuk pilek. Makan dan tidur yang cukup. Ikuti ketentuan dan pengaturan, yang nantinya akan diatur pemerintah jika situasi bertambah buruk. Jika batuk segera menutup mulut,” imbaunya.

Ia juga meminta masyarakat agar jangan panik, sehatkan jiwa dan tetap tenang. “Jangan menyebar berita yang tidak resmi, jika ada keluhan berkaitan dengan batuk pilek dan sesak segera ke fasilitas kesehatan (faskes),” tandasnya. (prn/ris/mag-1)