Home Blog Page 4587

Microsoft & Telkomsel Umumkan Kemitraan Strategis dalam Edge Computing Berbasis AI untuk Industri 4.0 di Indonesia

Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.
Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.
Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.
Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Microsoft dan Telkomsel telah membentuk kemitraan strategis untuk menerapkan teknologi terbaru yang dapat memungkinkan daerah-daerah terpencil di Indonesia memiliki akses untuk konektivitas tingkat tinggi serta solusi serupa yang ada di kota-kota besar. Kemitraan ini memanfaatkan inovasi Telkomsel dalam penawaran jaringan LTE dan jaringan 5G yang akan datang, memungkinkan infrastruktur jaringan yang tersebar secara geografis untuk memproses data yang lebih dekat kepada para pembuat keputusan serta solusi teknologi baru dan khusus di daerah terpencil.

Kolaborasi kemampuan teknis cloud Microsoft yang mencakup Cloud EdgeArtificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan hub data, bila digabungkan dengan jaringan Telkomsel akan menghasilkan latensi yang lebih rendah antara perangkat dan cloud serta menghasilkan solusi baru untuk masa depan konsumen dan bisnis.

Nota Kesepahaman antara Telkomsel dan Microsoft ditandatangani oleh Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee dan Chief Executive Officer Telkomsel Setyanto Hantoro serta disaksikan oleh CEO Microsoft Satya Nadella, dalam acara //Dev Con/ Microsoft Indonesia Digital Economy Summit di Jakarta minggu lalu. Melalui kolaborasi ini, Microsoft akan memfasilitasi pemberdayaan teknis dan penjualan, menyiapkan program pengembangan, menyediakan sumber daya penjualan, dan membantu Telkomsel meningkatkan kemampuan penjualan mereka.

Telkomsel akan meningkatkan kemampuan teknis dan kompetensinya untuk mengadopsi dan meningkatkan solusi dari Microsoft dalam penawaran TI-nya ke sektor internasional, komersial, dan pengguna Telkomsel. Mereka juga akan mengembangkan solusi digital utama bagi perusahaan dengan memanfaatkan platform teknologi Microsoft untuk sektor industri energi dan manufaktur, dengan menawarkan layanan IoT, Data Hub, dan AI.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel sangat senang bisa berkolaborasi dengan Microsoft. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus berkontribusi memajukan Indonesia dengan memastikan penyebaran jaringan yang sama serta memberikan akses tanpa batas ke teknologi digital terbaru di seluruh Indonesia. Kami berharap kolaborasi antara Telkomsel dan Microsoft akan meningkatkan daya saing dan kualitas hidup di Indonesia, juga meningkatkan kinerja bisnis melalui penerapan teknologi digital yang terintegrasi.”

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan, “Melalui kemitraan ini, Microsoft dan Telkomsel siap menyatukan kemampuan dan sumber daya dari kedua perusahaan untuk memperluas hubungan bisnis dan mencapai tujuan bersama kami. Sesuai dengan fokus Microsoft pada transformasi digital, kami berkolaborasi untuk membangun proyek percontohan di atas infrastruktur Private LTE Telkomsel dengan penerapan Azure Stack Edge untuk mendukung pelanggan di daerah terpencil yang membutuhkan konektivitas internet dan solusi AI.”

Kemitraan strategis ini memperkuat fokus Telkomsel pada segmen Enterprise. Telkomsel  juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.

Microsoft dan Telkomsel sepakat untuk mengembangkan IoT dengan memanfaatkan evolusi fungsi jaringan Microsoft dan teknologi utama untuk memungkinkan jaringan hibrida cloud IoT yang diperluas. Selain itu, kedua pihak sepakat untuk mempromosikan kegiatan pemasaran dan komunikasi pada solusi teknologi informasi untuk meningkatkan pengaruh pasar dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Microsoft baru saja merayakan 25 tahun kehadirannya di Indonesia dengan menggelar //Dev Con/ Microsoft Indonesia Digital Economy Summit – konferensi developer terbesar di Asia Pasifik, dalam kemitraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) pada Kamis, 27 Februari 2020. Lebih dari 4.500 peserta terdaftar, lebih dari 700 perusahaan rintisan dan lebih dari satu juta penonton telah belajar mengenai investasi Microsoft dalam mengembangkan dan memajukan Indonesia serta peran penting yang dimainkan para developer karena setiap bagian dari kehidupan kita ditransformasikan melalui komputasi.

Relawan Bobby Siap Door to Door

RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)
RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)
RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)
RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan kepada Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Medan Bobby Nasution terus mengalir. Bahkan ratusan relawan siap door to door ke rumah warga demi memenangkan Bobby di Pilkada Medan pada 23 September 2020 nanti. Dukungan disampaikan mereka di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3).

Bobby Nasution yang hadir dalam acara itu menegaskan semua yang hadir di kegiatan pembentukan relawan itu adalah tim. “Kita berkolaborasi untuk satu tujuan menjadikan Medan Berkah. Kota Medan yang besar tidak hanya sekadar nama, tapi juga gagasan pembangunan dan kesejahteraan serta keberkahan rakyatnya,” kata Bobby disambut yel-yel relawan.

Jebolan S2 Agribisnis IPB itu mengakui pemilihan Walikota Medan merupakan kiprah pertamanya dalam dunia politik. Namun tekadnya maju di Pilkada Medan ini semata untuk memperbaiki Kota Medan menjadi lebih baik.

“Bukan untuk mencari kaya diri sendiri. Saya ingin tunjukkan hasil yang bagus untuk Kota Medan. Masyarakat akan lihat itu,” kata Bobby.

Suami Kahiyang Ayu itu juga mengatakan, perjalanan sejauh ini merupakan kerja tim relawan.

“Saat saya diberi amanah untuk memimpin Medan pun nanti, semua itu atas bantuan saudara-saudara relawan semua,” kata dia disambut tepuk tangan meriah para relawan. Selepas memberikan arahan kepada relawan, Bobby langsung diserbu ibu-ibu relawan untuk berselfie ria.

Di hari itu, relawan door to door diberikan pelatihan oleh praktisi berpengalaman, Muhammad Jibril.

Para relawan yang hadir mendapatkan pelatihan, bagaimana harus bertindak di lapangan ketika bertemu langsung dengan masyarakat.

“Karena kita para relawan adalah penyambung lidah untuk menyampaikan visi-misi bang Bobby Nasution kepada masyarakat,” kata Jibril.

Dijelaskan Jibril relawan door to door ini adalah perwakilan di setiap kelurahan.

Di tempat yang sama, Samuel Nababan perwakilan tim Bobby Nasution menjelaskan kepada para relawan bahwa Bobby Nasution ingin membenahi Medan dengan membentuk super team.

“Bobby bukan superman yang bisa segalanya. Tapi dia ingin kolaborasi sama semua untuk menjadikan Medan berkah,” kata Samuel.

Syawal Keong Relawan dari Kelurahan Sukamaju Medan Johor menegaskan siap bekerja mengenalkan dan memenangkan Bobby Nasution di daerahnya.

“Kami siap menangkan Bang Bobby, karena memang dia itu sudah dikenal di daerah kami. Maka kami akan lebih menyampaikan visi-misi beliau dan ke depannya kami siap memenangkan,” kata Syawal. (rel/azw)

Jelang Pilakda Kota Medan: PSI Beri Sinyal ke Bobby

RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Ada dua partai politik yang telah menyatakan dukungannya secara terang-terangan kepada sang menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan 2020. Dua partai itu; Partai NasDem dan Golkar.

Diketahui, baik NasDem dan Golkar adalah masing-masing partai yang memiliki 4 kursi di DPRD Medan. Walaupun belum memberikan dukungan secara resmi, namun lontaran yang keluar dari para petinggi kedua partai itu di dewan pimpinan pusat (DPP) dinilai sebagai sinyal kuat dukungan partai kepada Bobby yang ingin maju sebagai Calon Wali Kota Medan tersebut.

Berbeda dengan NasDem dan Golkar, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Medan, yang memiliki 2 kursi di DPRD Medan justru mengaku belum mendapatkan keputusan dari pusat. Namun, mereka tak menampik bahwa pihaknya berharap bahwa DPP juga akan mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan.

“Semoga PSI juga (ikut mendukung Bobby). Tapi memang sampai saat ini kita belum ada dapat keputusan dari DPP soal Pilkada Medan,” ucap Ketua DPD PSI Kota Medan, Renville Napitupulu kepada Sumut Pos, Senin (2/3).

Dikatakan Renville, pihaknya di DPD Medan telah membuka penjaringan untuk Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Waki Kota Medan, begitu juga di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumut. Namun dalam perjalanan penjaringan itu, nama Bobby Afif Nasution memang belum ada mendaftarkan diri.

“Ada 12 nama yang mendaftar di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Medan kemarin, termasuk pak Akhyar Nasution dan sejumlah nama lainnya seperti Rusdi Sinuraya, Hamdan Simbolon dan lain-lain,” ujarnya.

Namun begitu, kata Renville, tidak mendaftarnya Bobby ke penjaringan yang dibuka DPD PSI Kota Medan, tidak menutup kemungkinan PSI untuk mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan.

“Karena Bobby bisa saja mendaftar langsung ke DPP. Dan nantinya keputusan juga adanya di DPP, bukan di kita. Kita di DPD dan DPW hanya bisa menjaring dan sifatnya juga administratif saja. Jadi kita tunggu saja, siapa nanti yang akan diputuskan DPP untuk diusung di Pilkada Medan,” tutupnya.

Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Warjio mengatakan kemungkinan PSI untuk mendukung Bobby di Pilkada Medan sangat besar.

“Pertama, PSI itu merupakan partai politik yang memiliki identitas diri sebagai partai kaum millenial. Kita ketahui, saat ini Bobby memang masuk ke dalam kategori bacalon wali kota yang merupakan tokoh muda. Walau bukan satu-satunya, tapi Bobby termasuk ke dalamnya. Sebagai tokoh muda, beliau juga masuk kedalam Bakal Calon dengan elektabilitas yang tertinggi saat ini,” katanya.

Kedua, kata Warjio, kondisi PSI yang kerap seiring sejalan dengan PDIP dalam setiap moment politik menjadi salah satu barometer sejalannya dukungan PSI dengan PDIP di Pilkada Medan.

“Lalu bila PDIP nantinya memang mendukung Bobby di Pilkada Medan, kemungkinan PSI untuk turut mendukung Bobby juga sangat besar. Bila NasDem, Golkar dan PSI mendukung Bobby di Pilkada Medan, hal itu sangat wajar dan memang sudah bisa dipetakan sebelumnya. Tapi kembali lagi, dinamika politik dapat membuat segala hal berubah,” pungkasnya. (map/azw)

Tanda Perguruan Tinggi di Sumut Semakin Baik

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.

Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD Serahkan SK Pengangkatan Dua Guru Besar

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD menyerahkan SK pengangkatan Guru Besar di Kantor LLDikti Wilayah I, Senin (2/3).

Dua guru besar baru tersebut merupakan guru besar ke-46 dan ke-47 di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut adalah Prof Dr Tarmizi SH, MHum (Rektor Universitas Tengku Amir Hamzah) dan Prof Dr Hardi Tambunan MPd.

Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD menaruh harapan besar kepada dua guru besar di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut.

“Ini sebagai pertanda bahwa kualitas suatu perguruan tinggi semakin bagus. Semakin banyak guru besar, akan semakin banyak ilmu-ilmu dan teknologi yang akan disharing,” ucapnya.

Penambahan dua guru besar ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa serta, peningkatan kualitas program studi, fakultas hingga perguruan tinggi di Sumut.

“Pada 2020 ini juga ada pengangkatan 10 guru besar dari tujuh perguruan tinggi di Sumut,” katanya.

Kepala LLDikti Sumut mengakui, jumlah guru besar di Sumut harus harus ditambah.

“Saat ini baru ada 47 guru besar yang dipunyai 20-an perguruan tinggi swasta. Jadi guru besar itu berat karena harus doktor yang harus punya tulisan di jurnal scopus dan sinta. Kita dorong melaksanakan penelitian mandiri dan hibah Dikti,” jelasnya.

Saat ini baru ada 468 dosen bergelar doktor di Sumut. Ke depan diharapkan sedikitnya 40 persen dosen di Sumut harus bergelar doktor. Kita berharap 10 persen dari jumlah doktor di Sumut dapat menjadi guru besar.

“Karena perlu kerja keras dari para doktor di Sumut,” sebut Dian Armanto.

Menyikapi program kampus merdeka yang sedang dikembangkan pemerintah, Kepala LLDikti Wilayah I Sumut merencanakan ada ada kegiatan sosialisasi bagi pimpinan perguruan tinggi yang akan disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Medan.

“Sosialisasi akan dilaksanakan untuk meraih hasil yang diinginkan dari aturan tersebut. Kita juga berharap ada juklak operasional dari Dirjen Dikti,” katanya.

Konsep kampus merdeka di antaranya memberi kemudahan untuk membuka program studi baru, mahasiswa dapat memilih kompetensi lain di luar program studinya dan akreditasi.

Kepala LLDikti Wilayah I Sumut pun berpesan agar ada peningkatan kerja sama antar-perguruan tinggi di Sumut.

Atas penyerahan SK Guru Besar ini, Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH mewakili penerima SK Guru Besar dan pimpinan dua perguruan tinggi menyampaikan ucapan terima kasih terhadap pimpinan LLDikti Wilayah I Sumut. Dia pun meminta lembaga ini terus memberi perhatian pada perguruan tinggi di Sumut. (*)

BJB Raih Laba Rp1,56 Triliun

PERS: Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos
PERS: Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos
PERS:  Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos
PERS: Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) menorehkan kinerja positif sepanjang 2019. Bank yang bermarkas di Bandung itu mampu meraih laba bersih sekitar Rp 1,56 triliun di tengah ketidakpastian situasi perekonomian global yang ditandai dengan perlambatan laju pertumbuhan.

Pertumbuhan laba tersebut diikuti penambahan nilai aset yang terkerek total nilai aset Bank BJB dan anak perusahaan yang mencapai Rp 123,5 triliun atau tumbuh sebesar 2,8 persen year on year (y-o-y). Sektor kredit yang menjadi ujung tombak utama Bank BJB dalam mendongkrak pendapatan tumbuh 8,7 persen y-o-y menjadi Rp 81,9 triliun.

Pertumbuhan total kredit itu di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,97 persen (per November 2019). Kredit konsumer menjadi penyokong utama dengan pertumbuhan 9,4 persen.

Bank BJB juga berhasil menekan angka kredit macet dan bermasalah (non-performing loan) di kisaran 1,58 persen, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang tercatat 2,77 persen (per November 2019).

Adapun jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bank BJB bertumbuh sebesar 2,7 persen y-o-y menjadi sebesar Rp 89,3 triliun. Bank BJB juga berhasil meningkatkan porsi dana murahnya atau Current Account Saving Account (CASA) di level 49,6 persen.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, catatan positif itu menunjukan kekuatan kinerja perseroan pimpinannya sepanjang 2019. Bank BJB mencapai hasil positif itu di tengah fokusnya pada upaya mendorong berbagai program peningkatan ekonomi pemerintah dan inovasi pelayanan secara konstan dan gradual demi menyongsong situasi kompetisi ke depan, serta seiring dengan keberlanjutan usaha yang konsisten searah dengan program pemerintah pusat maupun daerah.

“Visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan tetap kami jaga. Di tengah kondisi perekonomian secara makro yang masih mengalami ketidakpastian, likuiditas yang ketat serta tekanan suku bunga, kami masih dapat menjaga catatan laju pertumbuhan positif,” kata Yuddy dalam Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2).

Yuddy menambahkan, Bank BJB merasa optimistis dan percaya diri menyambut tahun 2020. Terlebih, Bank BJB telah menyusun strategi ekspansi usaha guna menunjang strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan sepanjang tahun.

Salah satu strategi itu melalui Penawaran Umum Berkelanjutan II (PUB II) Obligasi Subordinasi Bank BJB senilai Rp 500 miliar. Dana yang dihimpun tersebut untuk membantu kebutuhan ekspansi bisnis oerseroan melalui permodalan tier 2.

“Ketersediaan dana yang terkumpul diharapkan akan makin memberi tenaga guna menambah daya gedor penetrasi perseroan,” tuturnya.

Untuk menunjang operasional, Bank BJB akan terus mengembangkan dan memperbarui berbagai produk dan jasa layanan keuangan. Menurut Yuddy, inovasi itu untuk memberikan pengalaman bagi nasabah dalam bertransaksi yang lebih nyaman, praktis sekaligus efisien. (jpnn/ram)

Dipicu Kenaikan Harga Cabai Merah dan Kentang, Febuari 2020, Sumut Alami Inflasi 0,13 Persen

RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.
RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.
RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.
RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut) pada bulan Febuari 2020 mengalami inflasi 0,13 persen. Hal itu, salah satunya dipicu kenaikan harga cabai merah.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi menjelaskan tiga kota yang mengalami inflasi yakni Medan sebesar 0,34 persen, Sibolga sebesar 0,69 persen dan Pematangsiantar sebesar 0,14 persen.

Sementara dua kota IHK lainnya yang mengalami deflasi yakni Padangsidempuan sebesar 0,01 persen dan Gunung Sitoli sebesar 0,73 persen.

“Dengan demikian maka di bulan Februari Sumut alami inflasi sebesar 0,13 persen,” sebut Syech.

Selain cabai merah, Syech mengungkapkan pemicu inflasi dikarenakan kenaikah harga seperti bawang putih, biaya fotocopy, kentang, kemeja pendek katun pria, beras dan sawi hijau.

“Kalau kita lihat lebih jauh, cabai merah memberi andil inflasi terbesar di tiga kota yang mengalami IHK,” jelas Syech.

Dari segi kelompok, perawatan diri menjadi penyumbang terbesar.

Namun begitu, Syech menambahkan inflasi 0,13 persen di Sumut lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,28 persen di bulan Febuari 2020 ini. (gus/ram)

Disnaker dan Disdik Sumut Didorong Ciptakan Program Milenial Job Centre

kUNKER: Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta bersama jajaran saat kunker ke Pemprov Jatim dalam rangka mencari terobosan penciptaan lapangan kerja di Sumut, pada pekan lalu.
kUNKER: Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta bersama jajaran saat kunker ke Pemprov Jatim dalam rangka mencari terobosan penciptaan lapangan kerja di Sumut, pada pekan lalu.
kUNKER: Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta bersama jajaran saat kunker ke Pemprov Jatim dalam rangka mencari terobosan penciptaan lapangan kerja di Sumut, pada pekan lalu.
kUNKER: Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta bersama jajaran saat kunker ke Pemprov Jatim dalam rangka mencari terobosan penciptaan lapangan kerja di Sumut, pada pekan lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan Sumatera Utara didorong menciptakan program Milenial Job Centre di Sumut ke depan. Sasaran utama dari program ini, untuk anak-anak muda kreatif dibidang teknologi dalam menghadapi tantangan pada era revolusi 4.0.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta mengatakan, ide ini lahir setelah pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur pekan lalu. Menyerap aspirasi dari pemerintah setempat, program ini bertujuan untuk memfasilitasi semua potensi anak-anak muda untuk bisa disalurkan ke dunia industri bukan sebagai pekerja tetap melainkan freelance.

“Orang-orang kreatif ini umumnya tidak mau jadi pekerja tetap tetapi freelance. Misalnya ada anak-anak yang pintar membuat desain grafis, bisa diakomodir pemprov-nya ke dunia industri membuat packaging sebuah produk ataupun promosinya. Jadi anak-anak muda kreatif ini yang ditawarkan Pemprov Jatim ke dunia industri,” katanya kepada Sumut Pos, Minggu (1/3).

Adapun organisasi perangkat daerah (OPD) pendukung program itu, sebut Hendra, yakni Disnaker, Biro Perekonomian dan Dinas Pendidikan. Meski baru berjalan setahun, program tersebut diakui pihaknya terbilang sukses dalam mengakomodir potensi para anak muda di Jatim.

“Di Sumut sangat bisa program ini kita adopsi. Sumut punya potensi anak-anak muda yang tak kalah hebat dari Jatim. Hanya saja kadang-kadang kaum milenial kita kurang fasilitas dari pemerintah setempat,” katanya.

Terlebih, sambung politisi Partai Amanat Nasional ini, anak-anak yang direkrut nantinya berasal dari lulusan informatika teknologi. “Sumut ada banyak perguruan tinggi dibidang IT. Hal ini tentu sangat membantu mereka yang punya keahlian untuk mendapat kesempatan kerja dan karir,” katanya.

Karenanya Komisi E DPRD Sumut siap mendorong Pemprovsu melalui Disnaker, Disdik dan Biro Perekonomian memelajari dan mengkaji detil program Milenial Job Centre seperti di Jatim. Sebab selama ini, para kaum milenial dianggap mencari sendiri peluang kerja baik saat masih duduk di bangku perkuliahan ataupun setelah lulus.

“Walaupun program ini tidak ada feedback PAD ke pemerintah, namun setidaknya dapat mengurangi angka pengangguran di Sumut. Untuk itu kami akan dorong Disnaker dan Disdik, agar bagaimana terobosan seperti bisa kita terapkan di Sumut. Supaya potensi generasi muda kita dapat tertampung, terkhusus yang bergerak dibidang IT. Lebih lanjut kita siap berdiskusi dengan eksekutif,” tutupnya. (prn/ram)

Masih 65 Perusahaan Sawit Terdaftar di ISPO

SUMUTPOS.CO – Dinas Perkebunan Sumatera Utara (Disbun Sumut) mengatakan, dari 280 perusahaan perkebunan sawit di Sumut, masih 65 perusahaan yang terdaftar di Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).

Hal itu dikatakan Kepala Disbun Sumut Herawati, diwakili Kasi Pembinaan Usaha Dinas Perkebunan Sumatra Utara, Indra Gunawan Girsang mengatakan masih sekitar 28-30% perusahaan perkebunan sawit yang sudah terdaftar. Meski sebenarnya rata-rata perusahaan sudah mengajukan berkas-berkas persyaratan untuk dapat memperoleh sertifikat ISPO tersebut. Karena mereka juga faham hal ini adalah kewajiban.

Menurutnya, ada beberapa persyaratan yang sulit dipenuhi bagi pihak perusahaan perkebunan sawit, diantaranya sesuai UU Nomor 39 Tahun 2014, tentang Perkebunan dan Permentan Nomor 11 Tahun 2015, tentang ISPO, Sehingga, dengan aturan tersebut, seluruh perusahaan perkebunan sawit wajib memiliki kebun, minimal 20% serta memiliki Hak Guna Usaha (HGU).

“Dahulu masih diizinkan meski tidak memiliki persyaratan itu, karena dengan maksud membantu masyarakat. Namun sekarang setelah adanya peraturan baru, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) harus memiliki lahan dan bahan baku sebesar 20%,” ungkapnya.

Dijelaskan Indra dalam hal ini, pihaknya sedang melakukan pembinaan untuk unit usaha perkebunan kelapa sawit, sesuai Permentan Nomor 98 Tahun 2013. Ada tiga kewenangan untuk perkebunan kelapa sawit ini, yakni untuk wilayah lintas provinsì, seperti kebun Adolina yang terletak diantara lintas Serdangbedagai dan Deliserdang, kewenangannya ada pada Dirjen Perkebunan.

Sementara, apabila terletak di lintas kabupaten, maka kewenangannya ada di Dinas Provinsi, sedangkan terletak di satu kabùpaten saja, maka kewenangannya ada pada kabupaten.

“Disini kita hanya berwenang membina 52 unit usaha saja. Karena terletak di lintas kabupaten. Mereka ini hampir seluruhnya sudah mengajukan berkas untuk memperoleh sertifikasi ISPO, hanya saja masih ada yang belum terpenuhi syarat-syarat tersebut,” imbuhnya.

Pihaknya juga memberikan sanksi tegas sesuai Undang-undang yang berlaku, yakni denda, pencabutan Izin Usaha Perkebunan (IUP) sementara atau pencabutan IUP permanen. “Jadi tidak main-main ini, karena sanksinya ada. Mau tak mau pihak perusahaan perkebunan sawit harus segera mengurus sertifikat ISPO ini,” pungkasnya. (mag-1/ram)

SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan Raih Juara Umum Kategori Perlombaan Marching Band

JUARA UMUM MARCHING BAND : Marching Band SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan meraih predikat juara umum untuk katagori marching band.
JUARA UMUM MARCHING BAND : Marching Band SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan meraih predikat juara umum untuk katagori marching band.

The 4th Porseni ”Padi 36” 2020

JUARA UMUM MARCHING BAND : Marching Band SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan meraih predikat juara umum untuk katagori marching band.
JUARA UMUM MARCHING BAND : Marching Band SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan meraih predikat juara umum untuk katagori marching band.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Even The 4th Porseni ”Padi 36” 2020 yang digelar SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan, pada 26 Februari hingga 29 Februari lalu berlangsung sukses. Sebanyak 2374 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Sumatera Utara ikut serta dalam even yang memperlombakan berbagai cabang olahraga dan seni ini. Pada gelaran kali ini, SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan meraih predikat juara umum untuk katagori marching band setelah pada perlombaan kirab, batle dan sound sport masing masing meraih juara 1.

Kepala Sekolah SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan, Rabbul Khairi SAg mengatakan, acara berlangsung sukses berkat dukungan berbagai pihak. Karenanya Rabbul Khairi mengucapkan terima kasih kepada semua panitia dan pihak yang mendukung acara.

Rabbul Khairi, mengatakan kegiatan yang rutin digelar SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan setiap dua tahun sekali ini merupakan upaya untuk memberikan ruang dan wadah bagi siswa yang memiliki potensi. ”Sejatinya setiap anak adalah unik. Setiap anak adalah spesial. Punya potensi masang masing. Dan Porseni ini salah satu upaya untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki anak,”ujarnya.

Rabbul Khairi menambahkan, bahwa anak tidak hanya dituntut sukses secara akademik saja, tetapi tampil di hadapan orang banyak tidak semua anak mampu. ”Karenanya, Porseni ini salah satu cara kita melatih anak anak untuk bisa berkompetisi,” sebutnya.

Katanya lagi, SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan berkomitmen memberikan motivasi dan pendidikan terbaik kepada anak didik. Hal ini juga yang mengantarkan SD ini meraih beberapa penghargaan. Seperti terbaik 1 Adiwiyata tingkat Kota Medan pada 2019. Kemudian juara dua sekolah berprestasi tingkat SD se Kota Medan pada 2016. Pada 2015, sekolah ini juga meraih penghargaan juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Kota Medan.

Kepala Korcam Dinas Pendidikan Medan Denai Rosmini Fitri mewakili Kepala Dinas Kota Medan mengapresiasi SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan yang sudah keempat kalinya menggelar Porseni ini. Menurutnya tidak mudah menghimpun sekolah-sekolah untuk mempercayakan anak didiknya mengikuti pertandingan di SD ini kalau tidak ada komitmen bersama untuk menuju prestasi dan pertandiangan yang sehat. ”Even ini juga tidak bisa berjalan sendiri, pasti semua pengurus sekolah bekerjasama mensukseskan acara ini,”ujarnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini juga sesuai dengan konsep Medan Merdeka Belajar di mana siswa dibebaskan mengikuti kegiatan yang sesuai bakat dan seninya.

Sementara Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Dr Muchyarsyah MSi mengatakan, kegiatan yang sudah digelar rutin ini agar dipertahankan dan ditingkatkan. Muchyarsyah menyarankan kedepan jenis perlombaan bisa ditingkatkan lagi. Misalnya mengambil perlombaan yang berbasis milenial/berbasis teknologi. ”Bisa saja, perlombaannya tidak hanya untuk siswa. Tetapi juga untuk para gurunya. Misal lomba mendesain model pembelajaran dan sebagainya. Kolaborasi team antara pihak sekolah dan perserikatan pimpinan ranting, pimpinan cabang juga harus terus dipertahankan,”sebut Muchyarshah.

Ketua Panitia Rudi Marza SE melaporkan, perlombaan diikuti sebanyak 137 sekolah. Untuk tingkan SD, perlombaan yang digelar yakni, mewarnai, tilawah, azan, tahfiz, pildacil, ranking 1, cerdas cermat, futsal, senam, sholat, gerak jalan, tari daerah, busana muslim, marching band SD dan silat tapak suci. Sedangkan untuk tingkat TK yang diperlombaan adalah lomba mewarnai, tahfiz qur’an, tari daerah dan drum band. (sih)

Tak Gubris Stanvas, Komisi IV DPRD Medan Tinjau Pembangunan Hotel Central

TINJAU: Komisi IV DPRD Medan dipimpin Ketua Komisi Paul MA Simanjuntak didampingi anggota, Hendra DS dan lainnya mengunjungi lokasi Grand Royal Central. Kunjungan itu diterima Reni Maisarah dan Marihot Manullang selaku pihak pengembang. markus /sumut pos
TINJAU: Komisi IV DPRD Medan dipimpin Ketua Komisi Paul MA Simanjuntak didampingi anggota, Hendra DS dan lainnya mengunjungi lokasi Grand Royal Central. Kunjungan itu diterima Reni Maisarah dan Marihot Manullang selaku pihak pengembang. markus /sumut pos
TINJAU:  Komisi IV DPRD Medan dipimpin Ketua Komisi Paul MA Simanjuntak didampingi anggota, Hendra DS dan lainnya mengunjungi lokasi Grand Royal Central. Kunjungan itu diterima Reni Maisarah dan Marihot Manullang selaku pihak pengembang.  markus /sumut pos
TINJAU: Komisi IV DPRD Medan dipimpin Ketua Komisi Paul MA Simanjuntak didampingi anggota, Hendra DS dan lainnya mengunjungi lokasi Grand Royal Central. Kunjungan itu diterima Reni Maisarah dan Marihot Manullang selaku pihak pengembang. markus /sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Membandelnya pengembang Hotel Grand Royal Central atas rekomendasi Komisi IV DPRD Medan yang meminta penghentian sementara (stanvas) proyek pembangunan, membuat Komisi IV mendatangi bangunan Hotel yang terletak di Jalan Merak Jingga Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat tersebut.

Para anggota dewan tersebut sangat menyayangkan sikap pihak pengembang dinilai tidak mengindahkan rekomendasi stanvas karena proses pembangunan mereka yang telah menyimpang dari aturan.

“Kita menyesalkan sikap pengembang yang tidak kooperatif dan tidak taat aturan. Sementara sebelumnya sudah kita rekomendasikan di RDP (Rapat Dengar Pendapat) agar stanvas karena sudah melanggar aturan,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul MA Simanjuntak didampingi anggota Hendra DS, Senin (2/3).

Untuk itu, kata Paul, komisi IV akan kembali mengundang pihak pengembang untuk menghadiri RDP. Sebab hingga saat ini diketahui, pihak pengembang yakni PT Aneka Industri dan Jasa masih melakukan proses pembangunan. Padahal IMB yang mereka miliki hanya sebatas 9 lantai, namun faktanya saat ini bangunan sudah berdiri kokokh hingga tinggi 13 lantai.

Anggota Komisi IV lainnya, Hendra DS juga menuding pihak pengembang melakukan penyimpangan,seperti lahan parkir yang tidak memadai dan kanopi yang dinilai melanggar roilen bangunan. “Jangan kalian berlindung karena perusahaan pengelola milik Pemprovsu, saya pastikan Gubernur tidak akan setuju melakukan pelanggaran seperti ini,” ujar Hendra.

Kunjungan Komisi IV DPRD Medan dipimpin Ketua Komisi Paul MA Simanjuntak didampingi anggota Hendra DS. Kunjungan itu diterima oleh Reni Maisarah dan Marihot Manullang selaku pihak pengembang, juga Ivan mewakili Satpol PP, Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis, Lurah Kesawan Maswan Harahap dan staf Komisi IV Zukfikar.

Seperti diketahui, DPRD Medan sebelumnya sudah merekomendasikan agar bangunan Hotel Grand Royal Central distanvaskan, pembangunan dapat dilanjutkan jika sudah melengkapi seluruh perizinan.

Sebelumnya, pihak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan mengatakan untuk IMB bangunan Hotel hanya diterbitkan 9 lantai namun faktanya pembangunan dilapangan sudah mencapai 13 lantai.

Pihak Satpol PP Kota Medan pun mengaku telah menerima surat penindakan Hotel Central dari Dinas PKPPR Kota Medan, Satpol PP berencana untuk melakukan penindakan Hotel Grand Royal Central dalam pekan ini.

Seperti diketahui, lahan Hotel Grand Royal Cetral merupakan milik Pemprovsu yang di BOT kan kepada PT Aneka Industri dan Jasa selama 13 Tahun. (map/ila)