DIRAWAT: Petugas medis Puskesmas Sumbul Kabupaten Dairi memberi perawatan kepada Mrs X yang dianuk massa.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DIRAWAT: Petugas medis Puskesmas Sumbul Kabupaten Dairi memberi perawatan kepada Mrs X yang dianuk massa. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Malang nasib Mrs X yang kini menjalani perawatan di Puskesmas Sumbul setelah babak belur diamuk massa di Desa Pegagan Julu 2 Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, Minggu (19/1). Pasalnya wanita yang disebut kurang waras ini dituduh menculik anak-anak.
Hal itu disampaikan Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres Ipda Donny Saleh dikonfirmasi wartawan, Senin (20/1). Disebutkan adanya kasus aksi main hakim sendiri karena adanya dituduh pelaku penculik anak.
Tidak diketahui siapa yang memulai dan mengatakan bahwa Mrs X adalah pelaku penculikan anak. Tetapi warga langsung berkerumun melakukan dan menganiaya korban. Karena diketahui bahwa Mrs X kurang waras,warga menghubungi Polsek Sumbul.
Mendapat informasi, personel Polsek Sumbul turun kelokasi dan mengamankan wanita itu. Setelah diamankan, wanita itu langsung dibawa ke Puskesmas Sumbul untuk perawatan. Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter disana, ternyata perempuan itu diduga kurang waras.
“Ketika diinterogasi bicara wanita itu ngawur dan tidak jelas sehingga identitasnya tidak bisa diketahui,” ucap Donny.
Oleh karenya, Donny menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu atau berita yang belum tau kebenaranya (hoax). Diakui Donny, kejadian di Sumbul kali kedua terjadi di Dairi yang menyebutkan adanya penculik anak seperti terjadi di Jalan Dairi Sidikalang beberapa waktu lalu.
Padahal semua itu kata Donny tidak benar. “Bahkan sampai saat ini tidak ada kasus penculikan anak di wilayah hukum Polres Dairi,” pungkasnya. (rud/btr)
BERSAMA: Osmar Semesta Susilo selaku Wakil Direktur Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Neneng Goenadi selaku Managing Director of Grab Indonesia, Hadi Surya Koe selaku Head of Marketing GrabFood Indonesia berfoto bersama di Jakarta, belum lama ini. ist
MEDAN, SUMUTPOS.CO – GrabFood meluncurkan program layanan 1pesan-antar makanan #1 yang paling sering digunakan di Indonesia. Layanan ini sebagai cara Grab untuk memperhatikan pelanggannya yang sering lupa makan karena aktivitas pekerjaan yang padat.
Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatak hadir dengan semangat untuk mendukung setiap orang dalam mewujudkan berbagai resolusi dan harapan pada tahun 2020 ini dengan meluncurkan Gerakan Jangan Lupa Makan di tanah air.
Neneng mengungkapkan jangan sampai kesibukan yang begitu padat di keseharian malah membuat kita melewatkan waktu makan, padahal makanan adalah sumber energi utama untuk beraktivitas menggapai semua resolusi dan harapan.
“Banyak yang mengira kalau waktu makan bukanlah hal penting, sedangkan yang dianggap penting hanya jenis makanannya. Memang betul bahwa apa yang kita makan jelas akan berpengaruh kepada kesehatan dan tubuh kita, tapi waktu makan yang teratur juga memengaruhi kesehatan kita,” sebut Neneng, Minggu (19/1).
Soal ketepatan waktu makan memang masih sering dilupakan. Padahal, bukan hanya kandungan gizi dan nutrisi saja yang penting. Waktu makan juga harus diperhatikan dan teratur agar bisa memberi manfaat maksimal.
“Bersamaan dengan datangnya tahun baru dimana banyak orang memiliki resolusi yang dapat memacu motivasi dan semangat yang baru, GrabFood mengajak setiap orang untuk membangun kebiasaan baru, yaitu makan teratur untuk mendukung aktivitas harian melalui Gerakan Jangan Lupa Makan ini,” tutur Neneng.
Sebagai bagian dari Gerakan Jangan Lupa Makan di Medan, mitra pengantaran GrabFood mengantarkan sebanyak 1.500 paket makanan kepada mereka yang mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk melayani kepentingan umum.
“Para pahlawan kepentingan umum itu antara lain adalah petugas kebersihan, pemadam kebakaran, polisi, dokter dan suster, pengemudi transportasi umum, dan petugas kebersihan, yang memiliki kesibukan tinggi sehingga mudah sekali melupakan makan. Adapun paket makanan dari CFC dan McDonald’s diantarkan dari Area Parkir Istana Maimun Medan pada saat bersamaan dengan pengantaran di kota lain,” kata Neneng.
Menurut penelitian yang dilakukan Kantar pada Kuartal 3 2019 (Juli – September), berdasarkan data pengguna platform pesan-antar makanan berbasis aplikasi dalam empat minggu terakhir yang mengklaim merk layanan pesan-antar makanan yang paling sering digunakan. | Pasar: Indonesia (Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Yogyakarta, Denpasar, Semarang, Palembang, Manado) | Periode data: Kuartal 3 2019 (Juli – September 2019) | Basis Pengukuran: Pengguna platform pesan-antar makanan dalam 4 minggu terakhir ( N = 4,189) Metodologi: Online & Offline.
Selain Medan, Grab juga mengantarkan paket makanan tersebut di 4 kota lain secara bersamaan, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, dengan dukungan dari mitra GrabFood: C FC, McDonald’s, Kopi Lain Hati, Carl’s Jr., Wingstop, dan Nestle Pure Life.
Totalnya sejumlah 10.000 paket makanan yang diantarkan oleh mitra pengantaran GrabFood di lima kota besar di Indonesia. Pengantaran paket makanan yang dilakukan oleh mitra pengantaran GrabFood di masing-masing kota ini juga pertama kali dilakukan di dunia dan berhasil memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Kami ingin mengapresiasi mereka yang selalu menjadikan keseharian kita lebih mudah. Kami berharap para mereka yang merupakan pahlawan untuk kepentingan umum tidak lupa makan, sehingga penuh energi untuk beraktivitas, melayani dari hati tanpa melupakan diri sendiri,” tambah Neneng.
Sebagai bentuk apresiasi, selain akan menggelar acara di Bandung, Bali, Medan, Makassar, Yogyakarta, dan Semarang untuk mereka pada akhir Januari mendatang.
GrabFood juga bekerja sama dengan sejumlah mitra GrabFood untuk menyediakan menu makanan atau minuman yang bisa kamu beli untuk para mitra pengantaran yang sedang menunggu makanan kamu diantar. (gus/ram)
ANTRE: Puluhan mobil mengantre untuk memasuki kapal Roro di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, beberapa waktu yang lalu.
ANTRE: Puluhan mobil mengantre untuk memasuki kapal Roro di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, beberapa waktu yang lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 atau libur Nataru, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani sekitar 3.620.186 orang penumpang dan 819.905 unit kendaraan mulai dari H-6 atau 19 Desember 2019 hingga H+11 atau 6 Januari 2020 di 11 lintasan terpantau nasional.
Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi menyampaikan, apresiasi kepada regulator dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan beserta seluruh pemangku kepentingan terkait yang mendukung suksesnya layanan jasa penyeberangan selama periode Nataru kali ini.
“Tren peningkatan pengguna jasa pada Nataru tahun ini luar biasa, total penumpang di 11 lintasan mencapai 3,62 juta dan 819.000 kendaraan. Khusus di Merak dan Bakauheni, kehadiran terminal eksekutif sangat diminati, di mana pengguna jasa dengan mobil pribadi melonjak signifikan,” tutur Ira dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/1).
Dibandingkan periode sama tahun lalu memang kenaikannya cukup signifikan. Dari target total penumpang Nataru tahun ini sebanyak 2,23 juta, penumpang di 11 lintasan mencapai 3,62 juta atau naik hingga 34,66 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 2,69 juta orang. Diikuti jumlah kendaraan naik 27,71 persen dari 641.994 unit menjadi 819.905 unit.
Kendati demikian, Ira tidak menampik bahwa tingginya pencapaian pada Nataru tahun ini dikarenakan pada tahun lalu terjadi bencana tsunami sehingga banyak pengguna jasa yang menunda perjalanan pada Nataru tahun lalu, terutama di lintasan Merak-Bakauheni yang merupakan kontribusi terbesar bagi pendapatan ASDP.
Di Pelabuhan Merak tercatat jumlah total penumpang selama Nataru 2020 mencapai 910.415 orang atau naik 40,29 persen dibandingkan realisasi yang sama tahun lalu sebanyak 648.955 orang. Diikuti total kendaraan sebanyak 175.975 unit kendaraan atau naik 30,6 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 134.727 orang.
Untuk Pelabuhan Bakauheni tercatat penumpang mencapai 852.938 orang atau naik 51,10 persen bila dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 564.491 orang. Diikuti total kendaraan sebanyak 166.341 unit atau naik 40,45 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 118.433 unit.
Keberadaan terminal eksekutif di Pelabuhan Merak dan Bakauheni serta beroperasinya jalan tol Trans Sumatera berkontribusi sangat besar terhadap peningkatan tren mobil pribadi. Khusus di Merak, selama H-6 hingga H+11 total jumlah mobil pribadi sebanyak 102.177 unit atau naik 50,30 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 67.981 unit. Sedangkan di Pelabuhan Bakauheni, tercatat mobil pribadi sebanyak 95.727 unit atau naik 62,31 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 58.979 unit.
Dari Pelabuhan Ketapang, tren peningkatan juga terjadi, dimana total penumpang mencapai 672.263 orang. Diikuti total kendaraan sebanyak 158.987 unit atau naik 24,97 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 127.222 unit kendaraan.
Tercatat 11 lintasan penyeberangan utama (terpantau nasional) selama arus Natal dan Tahun Baru 2020 antara lain Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Bitung-Ternate, Ajibata-Ambarita, Sibolga-Nias, Bajoe-Kolaka, Tanjung Kelian-Tanjung Api-api, Tanjung Uban-Telaga Punggur (Batam), Bolok – Rote (Kupang). (kum/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Indonesia. Salah satunya dengan menerapkan gerakan nontunai di pasar, untuk mendorong ekonomi kerakyatan dan daya saing pasar sebagai pusat perekonomian daerah.
Pada 2020 ini, LinkAja menargetkan digitalisasi 445 pasar di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan program prioritas LinkAja dalam memperluas akses layanan keuangan digital untuk segmen underbanked dan unbanked di berbagai daerah suburban di Indonesia.
Perubahan metode pembayaran tunai menjadi elektronik ini sebelumnya sudah hadir di Pasar Bulu. Pasar Bulu merupakan pasar tradisional kedua setelah pasar Peterongan yang telah menerapkan pembayaran elektronik.
Tidak hanya memberi kemudahan berarti bagi para pedagang dalam transaksi harian, kecepatan transaksi dengan LinkAja juga memberi kenyamanan pada pelanggan. Riwayat transaksi yang terekam secara digital, hingga faktor risiko keamanan yang berkurang karena tidak perlu lagi membawa dan menyimpan uang tunai dalam jumlah besar.
Dengan menggunakan LinkAja, para pembeli dapat dengan mudah bertransaksi hanya dengan dua langkah mudah, yaitu memindai QR Code yang tersedia, lalu memasukkan nominal harga pembelanjaan, pembayaran pun sukses dilakukan.
Sebagai informasi, berbagai pasar tradisional di kota-kota lain di Indonesia yang telah dapat menggunakan LinkAja sebagai solusi pembayaran nontunai antara lain adalah Pasar Beringharjo Yogyakarta, Pasar Mayestik DKI Jakarta, Pasar Oro-oro Dowo Malang, Pasar Buah Berastagi, dan beberapa pasar lainnya di Jawa dan Sumatra. (bbs/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tarif ojek online (ojol) bakal disesuaikan lagi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penyesuaian tarif ini akan ditetapkan Kemenhub dalam 2 minggu atau 1 bulan ke depan. Lantas, dengan penyesuaian ini apakah tarif ojol bakal naik?
“Mungkin nggak bisa cepat ya. Paling cepat 2 minggu, yang fair 1 bulanlah. Karena kita harus menghitung, setelah menghitung kita ketemu aplikator, kita ketemu para pengemudi,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Stasiun Palmerah, Jakarta, Sabtu (18/1/2020).
Dalam penyesuaian tarif ini, Budi mengatakan, pihaknya akan mengundang aplikator, ojol, dan juga lembaga perlindungan konsumen Indonesia.
“Jadi kita nggak mungkin mengambil dari langit 10 jadi 5 atau 5 jadi berapa gitu. Nggak mungkin. Jadi kita akan menghitung komponen-komponen dalam harga penggunaan ojol itu berapa,” terang Budi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, ada beberapa komponen yang menyebabkan tarif ojol naik ataupun turun. Salah satunya asuransi dari perusahaan aplikator, yakni BPJS Kesehatan.
“Kalau sekarang ini, mereka minta peninjauan kembali karena ada beberapa indikator di PM (Peraturan Menteri/Keputusan Menteri Perhubungan) nomor 348 sekarang sudah naik. Contoh BPJS Kesehatan. Jadi mungkin sudah wajar, ya sudah nggak apa-apa, kita akan mulai (kenaikan tarif),” papar Budi Setiyadi.
Namun, Kemenhub tentunya juga akan menyesuaikan daya beli masyarakat. Sehingga, masyarakat tak terbebani oleh tarif ojol yang disesuaikan nanti.
“Ya itu, saya sudah sampaikan pada mereka kenaikan pasti disesuaikan dengan willingness to pay. Saya akan melibatkan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia),” urainya.
Selain itu, Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Ahmad Yani menerangkan, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertalite juga akan jadi komponen penyesuaian tarif ojol ini.
“Tapi kan di satu sisi Pertalite turun, nah kita coba langsung masukkan ke mereka,” ucap Ahmad Yani. Perlu diketahui, tarif ojol terakhir disesuaikan atau naik per September 2019 lalu. Kenaikan itu juga telah disesuaikan dengan sistem zonasi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Karya menuturkan, Kemenhub bakal membuka opsi penentuan tarif ojek online (ojol) oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Menurutnya, skema tersebut tepat untuk menyesuaikan kondisi per daerah. “Secara realita ojol ini mungkin dibagi bagi dalam provinsi. Karena provinsi ini kan punya karakteristik sendiri-sendiri. Coba sekarang, Jogja sama DKI kan lain-lain. Jadi memang zona ini nggak pas,” kata Budi.
Budi Setiyadi menerangkan, dari aturan tarif per zonasi yang sudah ada sekarang sebetulnya sudah menyesuaikan kondisi per daerah. Namun memang, ada beberapa daerah yang memiliki kondisi geografis yang berbeda dan cukup sulit untuk operasional ojol. “Karena masing-masing daerah memiliki kondisi geografis yang berbeda. Nah pada saat geografis mungkin naik-turun, mungkin agak berbeda dengan daerah-daerah yang datar. Saya kira masuk akal, tapi itu nanti akan kita coba rumuskan,” papar dia.
Jika memang nanti opsi ini dikabulkan, maka Ditjen Perhubungan Darat hanya perlu menetapkan regulasi mengenai norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) atau dasar dari penetapan tarif ojol per provinsi.
Meski begitu, ia mengungkapkan, tarif per zonasi yang sudah ada tak akan dihilangkan. Hanya saja, daerah-daerah tertentu dengan kondisi geografis yang cukup sulit akan diberikan kewenangan sendiri dalam menetapkan tarif.
“Jadi zona tetap kita berlakukan, tapi kalau daerah itu sulit dan sebagainya, ya kita buka di dalam regulasi itu bisa ditentukan oleh Pemda. Tapi saya akan siapkan nanti normanya,” tutup Budi Setiyadi. (bbs/ram)
BANTUAN: Sekda Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Budiman Silalahi dan pejabat lainnya memberikan bantuan kepada kakek Samirin.
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM prihatin dan memberikan perhatian serius terhadap Kakek Samirin (69), warga Desa Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, yang divonis 2 bulan penjara akibat mencuri karet sebanyak 1,9 kilogram atau senilai Rp 17 ribu.
Diwakili Sekda Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora SIP MSi dan didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Budiman Silalahi, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (PMPN) Sarimuda Purba, Camat Tapian Dolok Syakban Saragih, Kabag Kesra Albert Saragih dan Kepala Desa Dolok Maraja Rusli, rombongan dari Pemkab Simalungun mengunjungi kakek Samirin di kediamannya, Jumat (17/1).
Saat rombongan tiba di lokasi, Kakek Samirin baru saja pulang mengembalakan lembu, dan didampingi istrinya Suyanti serta putra Agus menyambut kedatangan Sekda beserta rombongan.
Kepada Sekda dan rombongan, kakek Samirin mengaku terharu dengan kehadiran rombongan pejabat Pemkab Simalungun yang diminta Bupati Simalungun untuk menemuinya.
“Saya terharu dengan kepedulian Bupati Simalungun, JR Saragih terhadap warganya, dan saya berterimakasih atas perhatian Bupati dan Pemerintah Daerah atas masalah yang saya hadapi,” ujar Samirin.
Dia juga menceritakan tindakan yang dilakukannya mengambil getah di perkebunan Bridgestone, Juli 2019 lalu karena mengira getah yang diambil merupakan sisa-sisa yang menurutnya tidak menyalahi jika dipungutnya, namun dirinya tak menyangka jika berujung pada proses hukum.
Samirin juga mengungkapkan bahwa selama ini mereka menggantungkan hidup dari kiriman anaknya yang bekerja di Pekanbaru.
Sekdakab Simalungun Mixnon Andreas Simamora dalam pertemuan dengan kakek Samirin mengatakan kedatangannya bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah merupakan perintah dari Bupati Simalungun JR Saragih.
“Pak Bupati Simalungun sedang bertugas di Jakarta dan memerintahkan saya untuk menemui pak Samirin pasca putusan hukum atas pencurian karet,” ujar Mixnon.
Sekda juga menyampaikan bahwa Bupati prihatin dengan kasus yang menimpa kakek Samirin, dan menawarkan bantuan yang dibutuhkan pasca bebas dari hukuman. Pada pertemuan itu, Bupati diwakili Sekda memberikan bantuan uang yang diharapkan bermanfaat untuk Samirin. Bupati juga menyampaikan pesan jika ada yang dibutuhkan kakek Samirin untuk disampaikan kepada kepala desa dan Camat.
Untuk diketahui, kakek Samirin divonis 2 bulan lebih dan langsung bebas dalam sidang di PN Simalungun, Kamis (16/1/2020) kemarin. Sebelumnya, sempat menjalani hukuman penjara 2 bulan, dan dituntut 10 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pencurian 1,9 kg karet di areal perkebunan Bridgestone, Juli lalu. (bbs/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Frame A Trip adalah sebuah startup di bidang fotografi, yang membuat penggunanya bisa mempunyai fotografer pribadi saat berwisata.
Kini mereka menawarkan layanan baru bernama Portrait yang memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk merasakan pengalaman sesi foto layaknya seorang model atau artis terkenal, sekaligus bertemu dan berfoto dengan sang artis atau model.
Pada fitur ini, pengguna bisa mendapat pelayanan make up, foto, dan video secara profesional yang dipilih sendiri oleh si artis, yang nantinya juga akan ikut berfoto bersama si pengguna. Saat ini artis yang sudah bergabung di layanan ini adalah Dian Sastrowardoyo yang juga salah satu founder Frame A Trip , serta Adinia Wirasti. Ke depannya akan ada sederet artis ternama lain yang akan menyusul ada di layanan ini.
Seperti yang dikatakan oleh Dian Sastrowardoyo, selaku Co-Founder dari Frame A Trip, “Portrait menjadi jawaban bagi fans yang mengidolakan seorang public figure dan ingin merasakan pengalaman pemotretan dengan standar best practice dari industri dan juga mendapatkan ‘a glimpse of a model’s life in photoshoot’, karena team yang terlibat adalah mereka yang biasa bekerjasama dalam sesi pemotretan dengan artis tersebut,” ujar Dian Sastro dalam keterangan persnya.
Pelanggan akan merasakan bagaimana rasanya menjadi model profesional/celebrity yang sedang menjalani pemotretan editorial, mereka akan datang, di-make up dengan make up, di-styling, difoto dan diarahkan oleh fotografer ternama layaknya cover majalah fashion.
Dan tentunya, pelanggan akan berfoto bersama dengan public figure dalam satu frame dengan kualitas foto yang terbaik. Pelanggan dapat menikmati layanan eksklusif ini selama 5 jam penuh di studio milik Frame A Trip di Jakarta dan juga mendapatkan wardrobe style dan wardrobe guide dari artis ternama. (bbs/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Biaya pelaksanaan ibadah (BPIH) hingga tiga tahun terakhir belum pernah mengalami penyesuaian. Saat ini masih berada di angka Rp35 juta per orang.
padahal komponennya terus mengalami peningkatan setiap tahun. Antara lain tarif penerbangan, makanan, dan lain sebagainya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus membenarkan bahwa sejumlah komponen BPIH kembali meningkat pada 2020 ini. Misalnya, ada pengharusan pemberlakuan visa dari Kerajaan Arab Saudi sebesar 300 Real per kepala, di mana pada tahun lalu hal tersebut belum ada.
“Masalahnya ketika menteri (Menteri Agama, Fachrul Razi) rapat dengan Komisi VIII, dia menyatakan tidak akan ada kenaikan. Padahal tahun ini ada banyak komponen biaya tambahan yang memang tidak bisa dihindari,” kata Ihsan, Sabtu (18/1).
Selain soal visa, ada pula penambahan fasilitas makan, yang sebelumnya 40 kali menjadi 50 kali. DPR pun meminta supaya uang living cost atau uang saku tetap 1500 Real per orang, tidak dikurangi menjadi 1000 Real seperti yang diusulkan oleh pemerintah.
“Karena pengalaman sebelumnya untuk bayar DAM saja, rata-rata jamaah Indonesia harus bayar DAM sekitar 400 sampe 600 Real, jadi sisanya hanya sedikit. Jadi kita minta supaya uang living cost tetap di 1500 Real,” terang dia.
Meski begitu Ihsan menyadari, bahwa penyesuaian BPIH ini tidak bisa dilakukan secara serta-merta. Melainkan harus dilakukan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar memahami seluruh komponen biaya haji, dan ada subsidi di dalamnya.
“Tiga tahun belum pernah ada penyesuaian, artinya subsidi ini bisa saja mengambil dari calon-calon jemaah haji yang belum berangkat. Dan setiap tahun subsidinya naik terus. Nah ini yang jadi masalah,” tutur dia.
Sebelumnya, Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono mengatakan, terkait pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji, perlu dilihat secara komprehensif. Menurut Agus, idealnya biaya penyelenggaraan ibadah haji juga mengalami penyesuaian. “Jika per tahun inflasi 3 persen, maka selama 5 tahun mestinya disesuaikan sekitar 15 persen,” lanjutnya.
Agus menambahkan, sementara itu biaya penyelenggaraan ibadah haji sebagian dibayar oleh jemaah haji dan sebagian dari nilai manfaat atas setoran yang sudah dilakukan beberapa tahun. “Sejak beberapa tahun BPKH telah melakulan pengelolaan dana haji lebih baik,” pujinya.
Menurut Agus pada saatnya nanti jamaah haji tiba gilirannya untuk berangkat, diharapkan kekurangannya tidak terlalu besar. Jadi memang tidak tepat kalau nilai manfaat dihabiskan untuk mensubsidi jemaah haji yang berangkat lebih awal. Jadi BPKH sudah mulai membenahi pengelolaan dana haji tersebut.
Biaya riil penyelenggaraan Haji pada 2020, diperkirakan akan naik disebabkan adanya inflasi, fluktuasi mata uang, biaya penerbangan, makan, penginapan dan lain-lain.
Kenaikan biaya riil ini, tidak diiringi dengan kenaikan biaya direct cost (yang dibayar Jemaah). Sejak 2018 ongkos haji yang dibayar oleh Jemaah tidak mengalami kenaikan, tetap di angka Rp35,2 juta.
Biaya Direct Cost (BPIH) yang tidak naik ini mengakibatkan peningkatan tajam pada penggunaan nilai manfaat untuk menutup biaya riil yang diperlukan.
Jika biaya haji (BPIH) pada 2020 tetap di angka Rp35,2 juta, maka penggunaan nilai manfaat/ indirect cost menjadi jauh lebih besar daripada biaya yang dibayar jemaah, yakni sebesar Rp37,9 juta.(chi/jpnn)
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Humbang Hasundutan, Tonny Sihombing yang mengaku tidak ada aturan harus mengumumkan tiga nama jabatan eselon II hasil seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) dilingkungannya dari 8 jabatan eselon II yang dilelang, ditanggapi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Kepada wartawan, Asisten Komisioner Bidang Pengaduan dan Penyelidikan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Sumardi mengatakan, bahwa pemerintah itu dinilai telah melanggar azas transparansi. Sebab, menurut dia, pengumuman itu wajib diumumkan oleh Bupati karena telah diatur di Peraturan Pemerintah (PP) bernomor 11 tahun 2017.
“Semestinya 3 besar itu diumumkan oleh bupati dan itu wajib bang,” tegas Sumardi pada pesan singkatnya dari WhatsApp, Sabtu (18) malam.
Sebelumnya, bupati melantik 7 eselon II dari 8 jabatan eselon II yang dilelang, pada malam hari. Sayangnya, ketujuh eselon II ini yang dilantik itu, bupati tidak pernah mengumumkan 3 nama jabatan eselon II yang lulus seleksi dari 22 orang yang mengikuti.
Menurut Sekda, pengumuman itu malah tidak perlu diumumkan ke publik. Tetapi, kata mantan Asisten Pemerintahan ini, pengumuman itu hanya disampaikan kepada kepala daerah yang kemudian menghunjuk 1 dari 3 nama untuk diangkat menjadi pejabat.
“ Kita hanya memberikan 3 nama saja ke bupati, kami tidak mengumumkan,” kata Tonny didampingi Asisten Pemerintahaan Makden Sihombing, belum lama ini.
Sumardi menegaskan, panitia seleksi yang bertugas memilih 3 nama jabatan eselon II, semestinya 3 nama itu yang diumumkan oleh Bupati dan harus transparansi. Karena transparansi adalah azas pemerintah yang baik atau good governance.
Disinggung, adakah sanksi kepada pemerintah, Sumardi mengaku tidak ada. Namun, menurut dia, secara moral itu harus ditegakkan.
“Secara khusus memang belum diatur tetapi secara moral ini perlu penegakan,” katanya.
Sementara pihaknya, lanjutnya, hanya menjalankan secara prosedur dengan mengecek segala adminitrasi seleksi terbuka, apakah sudah secara prosedur. Yang kemudian, merekomendasikan 3 nama jabatan eselon II kepada Bupati untuk memilih atau menetapkan satu dari 3 nama. Yang sebelumnya, panitia seleksi menyampaikan kepada pihaknya.
“Kita hanya merekomendasikan dan silahkan untuk dipilih dan ditetapkan satu orang yang sebelumnya KASN hanya mengecek prosedur yang berjalan saja,” tegasnya.
Begitupun, dia berharap, media harus menyuarakan per soalan itu, agar pemerintah tergerak untuk transparansi.
“Maksudku, itu perlu disuarakan terus sehingga pemda menjadi tergerak untuk terbuka. Karena kita (KASN) juga menghargai teman-teman pers. Perlu ada keterbukaan publik, karena pers adalah pilar control,” imbuhnya. (des/azw)
Akselerasikan Efisiensi Perusahaan melalui Jaringan Komunikasi Terintegrasi Cloud
TANDA TANGAN: Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir saat menandatangani kerjasama dengan perwakilan Manajemen Roche Indonesia di Jakarta, belum lama ini. Telkomsel menyediakan experience booth bagi konsumen di segmen enterprise untuk mengetahui lebih detail mengenai layanan CloudX. Perusahaan yang ingin menggunakan layanan CloudX dapat menghubungi Account Manager Telkomsel bagi pelanggan corporate existing, atau menghubungi call center 188 bagi pelanggan B2B baru Telkomsel. ist.
SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai digital telco company berkomitmen untuk terus mengakselerasikan negeri dengan mendorong implementasi teknologi digital secara luas dan menyeluruh di Tanah Air. Komitmen tersebut kali ini diwujudkan dengan berkolaborasi bersama Roche Indonesia, perusahaan farmasi dan diagnostic, yang akan menggunakan CloudX dari Telkomsel dengan solusi komunikasi berbasis cloud. Kolaborasi ini ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) di Telkomsel Smart Office, Jakarta, baru-baru ini (15/1).
“Telkomsel sangat antusias dalam menyambut kolaborasi dengan Roche Indonesia. CloudX diharapkan mampu menjawab kebutuhan Roche Indonesia terhadap jaringan komunikasi yang lengkap dan mudah dioperasikan sehingga mampu mendukung berjalannya operasional yang lebih fleksibel. Karyawan pun dapat semakin dipermudah dalam menuntaskan tugasnya secara mobile, khususnya di era digital seperti sekarang,” ungkap Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir.
Hadir melalui Telkomsel Enterprise sebagai penyedia solusi bisnis untuk segmen perusahaan, pemerintahan, hingga UMKM, CloudX merupakan jaringan komunikasi telepon secara internal dan eksternal terintegrasi yang berbasis cloud. Integrasi terhadap cloud mampu memberikan efisiensi lebih dari sisi biaya dan operasional ketimbang menggunakan infrastruktur on-premises. Selain itu, implementasi CloudX juga dapat menumbuhkan produktivitas karyawan dengan meningkatkan kolaborasi antar karyawan karena layanan tersebut dapat diakses dari berbagai macam perangkat mulai dari deskphone, smartphone, hingga laptop.
Selain melakukan penandatanganan PKS bersama Roche Indonesia, Telkomsel menyediakan experience booth bagi konsumen di segmen enterprise untuk mengetahui lebih detail mengenai layanan CloudX. Telkomsel menjamin CloudX merupakan jaringan komunikasi terintegrasi yang kaya akan fitur dan memiliki pengamanan data terdepan sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi penggunanya. Untuk itu, Telkomsel telah berkolaborasi dengan Metaswitch Network, perusahaan penyedia software dan infrastruktur telekomunikasi asal Inggris, dalam mengembangkan CloudX.
CloudX sendiri memiliki tiga layanan utama, yaitu CloudX Communication, CloudX Meeting dan CloudX Contact Center Platform. CloudX Communication merupakan layanan komunikasi internal perusahaan yang menggabungkan fitur PABX dan pesan instan. Layanan ini memiliki fitur Easy Attendance, Hunting, Chatting, Group Chatting dan Extension Line yang dapat diakses secara mobile melalui smartphone sehingga pelanggan dapat terhubung dimanapun dan kapanpun. Sedangkan layanan CloudX Meeting adalah layanan meeting video conference yang terintegrasi dengan platform office dan productivity tools lainnya. Didukung dengan fitur Screen Sharing, Chatting, dan Whiteboard, layanan ini akan membuat meeting menjadi lebih produktif dan efisien tanpa terhalang jarak dan waktu. Sementara layanan CloudX Contact Center Platform merupakan layanan mini contact center platform dengan fitur supervisor dan agent. Layanan ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki platform contact center inbound dan outbound dengan fitur login-logout untuk agent dan supervisor, monitoring agent, real-time analytic dengan harga yang kompetitif.
“Sebagai digital telco company, Telkomsel senantiasa mengedepankan prinsip customer-centricity dalam menyediakan ragam produk dan layanan digitalnya bagi konsumen, termasuk untuk segmen business-to-business (B2B). Kami pun bersyukur dapat menjadi operator telekomunikasi digital pertama di Indonesia yang menyediakan solusi Cloud-based communication yang telah dipercaya di segmen enterprise setelah meluncurkan CloudX pada Desember lalu. Semoga kolaborasi antara Telkomsel dengan Roche Indonesia dapat menginspirasi pelaku bisnis dari berbagai industri untuk memperluas implementasi teknologi digital dalam kegiatan operasionalnya, yang akan turut berperan bagi Indonesia untuk bisa bersaing di era Industri 4.0,” tutup Dharma.
Perusahaan yang ingin menggunakan layanan CloudX dapat menghubungi Account Manager Telkomsel bagi pelanggan corporate existing, atau menghubungi call center 188 bagi pelanggan B2B baru Telkomsel. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui telkomsel.com/mybusiness. (rel/ris/ram)