DIAMANKAN: Kayu olahan yang diduga hasil pembalakan dari kawasan Tahura saat diamankan warga. ist.
KARO, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor Simpang Empat kini mendalami kasus dugaan ilegal loging atas pembalakan di kawasan Taman Hutan Raya.
Kasus ini bermula dari aksi penghadangan dua truk bermuatan kayu olahan yang dilakukan warga Desa Kuta Rayat di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Jumat (17/1).
Aksi penghadangan ini dilakukan warga yang gerah dengan aksi pembalakan liar di kawasan Taman Hutan Raya di Karo. Sekira pukul 02.00 WIB, massa menghadang dua truk yang melintas dengan muatan kayu.
“Sudah bertahun-tahun kami menyaksikan hal ini. Tetapi tidak ada penindakan tegas dari aparat. Bosan melihat hal ini terus, warga Desa Kuta Rayat beserta Karang Taruna sepakat melakukan aksi penyanderaan kayu ilegal,” ujar salah satu warga.
Warga menuding aksi pembalakan liar (ilegal loging) di kawasan Tahura telah berlangsung sekitar enam tahun. “Perambahan hutan dekat perbatasan Karo-Langkat sudah berlangsung sekitar 6 tahun. Ini bukan hal baru, beberapa kali sudah kami laporkan tetapi tidak ada tanggapan serius,” kata warga.
Kepala Desa Kuta Rayat, Satar Ginting mengakui adanya aksi penghadangan dua truk bermuatan kayu oleh warganya. “Ini akan diserahkan kepada penegak hukum,” kata Safar Ginting.
Sebanyak 13 ton kayu yang disita dari kedua truk kini diserahkan kepada kepolisian. Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny R. Hutajulu menyatakan kasus dugaan ilegal loging tersebut sedang didalami. “Baru tadi pagi kejadiannya, jam 02.00 WIB, dan diinformasikan ke pihak kami menjelang siang. Sementara tim unit Tipiter Polres Tanah Karo degan pihak Polsek Simpang Empat masih terus mengali informasi di kantor kepala desa,” ujar AKBP Benny.(deo/han)
PELEBARAN: Bupati Karo Terkelin Bramana didampingi Kadis PUPR Karo saat turut serta melakukan pengukuran pelebaran jalan di Jalan Kapten Selamat Ketaren, Kabanjahe, Jumat (17/1).
KARO, SUMUTPOS.CO – Untuk mengatasi kemacetan sekaligus memperindah Kota Kabanjahe. Tahun ini Dinas PUPR Karo akan memperlebar Jalan Kapten Selamat Ketaren Kabanjahe.
Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan, pelebaran Jalan Kapten Selamat Ketaren, Kabanjahe, dilakukan mulai dari kawasan Zentrum hingga Bundaran Tugu Adipura Simpang Enam.
“Mengingat RSU Kabanjahe berada di Jalan Kapten Selamat Ketaren, jadi hal itu dipandang penting sekali. Tentunya juga (pelebaran jalan) untuk menata keindahan Kota Kabanjahe,”ungkap Terkelin saat menyaksikan pengukuran pelebaran jalan, pada Jumat (17/1).
Selain pelebaran jalan, kata Terkelin, Pemkab Karo akan melakukan pembenahan trotoar dan drainase.
Kepala Dinas PUPR Karo Edward Pontianus Sinulingga menjelaskan, Jalan Kapten Selamat Ketaren saat ini 9 meter dengan dua lajur, dan akan ditingkatkan dengan pelebaran 8 meter lagi.
“Mengingat masih ada lahan kosong di sebelah kiri jalan yang masih milik Pemkab Karo. Nantinya jalan ini menjadi 17 meter dan akan dibuat lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kolom pembatas jalan serta trotoar kiri kanan jalan, sehingga akan memperindah Kota Kabanjahe,” katanya.
Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. “Bagi warga yang bermukim di sepanjang jalan dapat menyikapi hal ini dengan bijak dan membantu pemerintah dalam program menata keindahan dan estetika Kota Kabanjahe,” tutur Edward.
Dikatakannya, setelah melakukan pengukuran, tidak ada rumah permanen milik warga yang terkena dampak pelebaran kecuali kanopi sejumlah warung dan kios. “Setelah kami hitung jumlahnya sekitar lima warung, satu kanopi usaha perbengkelan, tiga kanopi rumah makan, satu bangunan papan usaha kedai kopi serta dua unit seng warga yang menjorok ke depan,” katanya.
Camat Kabanjahe Leo Girsang menyebutkan, pihaknya sudah menjadwalkan rapat bersama warga yang terdampak pelebaran Jalan Kapten Selamat Ketaren, pada Senin 20 Januari 2020, di Kantor Camat. “Nanti bersama Lurah Gung Leto, warga diundang musyawarah mufakat untuk memperlancar pelebaran jalan ini sesuai instruksi bupati. Yang tujuannya untuk menata keindahan Kota Kabanjahe sekaligus untuk mengurai kepadatan jalan ini,” katanya.
Leo Girsang mengharapkan masyarakat menyikapi dengan bijak, dan mendukung pengerjaan proyek pelebaran dan peningkatan badan jalan dalam Kota Kabanjahe. “Yang tujuannya juga tentunya untuk kepentingan umum,” tegasnya. Warga setempat mendukung program Pemkab Karo peningkatan Jalan Kapten Selamat Ketaren dan penataan Kota Kabanjahe.
“Dipastikan jalan ini akan semakin indah dan cantik bila pembangunan pelebaran jalan ini selesai. Seperti pelebaran Jalan Berastagi sekarang semakin rapi dan nyaman,” ujar Rakut Tarigan. (deo/han)
FUB BIKE: Danlantamal I, Laksma TNI Abdul Rasyid K, SE, MM, Ketua Korcab I Daerah Jalasenastri Armada I, Ny. Nisa Rasyid ini, diikuti ribuan peserta gowes, mulai start dari Tanjung Mulia - Belawan, Minggu (19/1) pagi.
fachril/sumut pos
FUB BIKE: Danlantamal I, Laksma TNI Abdul Rasyid K, SE, MM, Ketua Korcab I Daerah Jalasenastri Armada I, Ny. Nisa Rasyid ini, diikuti ribuan peserta gowes, mulai start dari Tanjung Mulia – Belawan, Minggu (19/1) pagi. Fachril/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2.852 pesepeda dari berbagai daerah di Kota Medan mengikuti fun bike yang dilaksanakan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Lantamal I), Minggu (19/1) pagi.
Acara yang dipimpin langsung Danlantamal I, Laksma TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M dan Ketua Korcab I Daerah Jalasenastri Armada I Ny. Nisa Rasyid ini, diikuti ribuan penggemar gowes, mulai start dari Tanjung Mulia – Belawan.
Event sekaligus menjadi ajang silaturahim menjalin keakraban masyarakat dengan Prajurit Pangkalan Utama TNI AL I Belawan dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Dharma Samudera dan HUT Pomal tahun 2020. Hari Dharma Samudera diperingati setiap tanggal 15 Januari sejak tahun 1962 untuk mengenang peristiwa heroik pertempuran di Laut Aru.
Peristiwa ini merupakan pertempuran yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut, yaitu kapal perang RI Matjan Tutul, kapal perang RI Harimau dan kapal perang RI Matjan Kumbang.
Pada peristiwa tersebut salah satu kapal Perang Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yaitu KRl Matjan Tutul tenggelam dan gugurnya 25 anak buah kapal (ABK) Rl Matjan Tutul termasuk gugurnya Sang Patriot Bangsa, Komodor Yos Sudarso.
Gowes Bareng Danlantamal I di Kota Medan tercatat melibatkan 2.852 orang peserta penggemar sepeda yang berasal dari Wilayah Medan dan sekitarnya. “TNI Angkatan Laut, khususnya Lantamal I mengajak semua lapisan Masyarakat untuk gemar berolahraga, salah satunya dengan bersepeda,” kata Danlantamal I.
Sedangkan peserta gowes berasal dari club-club sepeda maupun perorangan dari Kota Medan, menempuh start dari Tanjung Mulia Komplek TNI AL menempuh jarak sekitar 20 KM dan berakhir di Mako Lantamal I Belawan.
Menurut Danlantamal I, gowes bersama dirasa sangat menyenangkan dimana dengan mengayuh sepeda menyisir jalan di sekitar Kota Medan bersama Prajurit, Instansi TNI/Polri maupun Instansi Pemerintah serta masyarakat sambil berbincang-bincang mampu menyegarkan pikiran dari rutinitas pekerjaan. Dengan bersepeda, diharapkan kebugaran badan akan selalu terjaga dimana akan mendukung pelaksanaan aktifitas tugas sehari-hari.
“Dengan bersepeda, Ayo kita sehat bersama-sama. Saya persilahkan masyarakat lebih mengenal Kapal Perang yang sedang sandar Dermaga Lantamal I Belawan, hari ini merupakan Naval Base Open Day yang bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat Medan dan sekitarnya untuk mengenal TNI AL khususnya Lantamal I lebih dekat” lanjutnya.
Pada gelaran Gowes Bareng dalam rangka menyambut Hari Dharma Samudera dan HUT Pomal Tahun 2020 di Lantamal I Belawan, peserta yang mengikuti gowes tidak dipungut biaya sepeserpun. Panitia menyiapkan ratusan Doorprize kepada peserta yang beruntung sebagai apresiasi Lantamal I pada Masyarakat penggemar sepeda yang memeriahkan Hari Dharma Samudera tahun 2020.
“Banyak sekali kegiatan yang dapat diikuti selain bersepeda di acara ini. Peserta juga berkesempatan memenangkan hadiah doorprize dengan hadiahnya yang sangat beragam, mulai dari sepeda, alat-alat elektronik dan banyak lainnya,” papar Danlantamal.
Turut hadir dan memeriahkan acara tersebut, Wadan Lantamal I, Kol. Laut (PM) Samista, S.H., seluruh Pejabat Utama dan Kasatker Lantamal I, Perwakilan Instansi TNI/Polri dan Instansi Masyarakat, Mitra Kerja Lantamal I, Pengurus Korcab I Daerah Jalasenastri Armada I serta Ribuan penggemar Gowes di Wilayah Medan dan sekitarnya. (fac/ila)
BINGKISAN: Ketua DPC Peradi Medan, Charles Janner Natigor Silalahi bersama pengurus, usai menyerahkan bingkisan sembako.
di Gedung Peradi Medan, Jalan Sei Rokan, Jumat (17/1).
istimewa/sumut pos
BINGKISAN: Ketua DPC Peradi Medan, Charles Janner Natigor Silalahi bersama pengurus, usai menyerahkan bingkisan sembako.
di Gedung Peradi Medan, Jalan Sei Rokan, Jumat (17/1).
istimewa/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokasi Indonesia (DPC Peradi ) Medan menggelar bhakti sosial di Gedung Peradi Medan, Jalan Sei Rotan, kemarin. Bhakti sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada ratusan kaum dhuafa warga kurang mampu.
Ketua DPC Peradi Medan Charles Janner Natigor Silalahi SH MH didampingi unsur pengurus mengajak seluruh jajaran anggota Peradi Medan menyisihkan rezeki. Kemudian berbagi bersama orang-orang yang membutuhkan. “Sebaik-baiknya hidup adalah berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Sebab, sesungguhnya cinta kasih diciptakan Tuhan untuk kita agar mau berbagi untuk orang lain,” ujarnya.
Ditambahkan, selain itu Tuhan telah menjanjikan, apabila membagikan rezeki, maka mendapat ganjaran kebaikan, limpahan rezeki dan kesehatan. “Di dalam ajaran agama manapun sudah digariskan, di dalam rezeki yang kita dapatkan ada rezeki orang lain,” tutur Charles.
Charles pun menyebutkan kata kiasan, Tanamlah Bunga di Rumah Maka Akan Datanglah Kupu-Kupu. “Jadi inti dari semua kegiatan positif yang dilaksanakan tiga kali setahun secara rutin seperti donor darah dan pemberian bantuan bagi korban kanker melalui Yayasan Smile Foundation, merupakan bentuk kepedulian PeradI Medan kepada warga yang tidak mampu,” ucap Charles.
Sedangkan Ketua Panitia, Hermansyah Damai Hutagalung SH MH menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan rasa syukur atas kesuksesan pengurus dan anggota Peradi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. “Banyak hal sudah kami lalui dan hasil buah kerja keras yang sudah didapat tersebut kita sisihkan untuk membantu orang-orang disekitar kita yang membutuhkan,” ujar Hermansyah.
Pihaknya pun menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan pada Peradi Medan. “Saya apresiasi tinggi atas suport yang telah diberikan pada kami dan semoga kerjasama yang dijalani selama ini dapat berbuah rasa persaudaraan dan kebersamaan,”pungkas Hermansyah.
Dua pengurus Peradi Medan Dingin Pakpahan SH MH dan Gonjalwes Sirait SH mengaku bangga atas kebersamaan yang telah dirajut jajaran pengurus dan anggota di Peradi Medan. “Kami menilai kebersamaan yang telah dibangun hingga berbuah pencapaian positif merupakan satu bentuk keinginan bersama dalam mewujudkan cita-cita yang mulia,” ucap Dingin Pakpahan dan Gonjales Sirait. (dek/ila)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai HM Idaham, mengingatkan Satpol PP dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) lebih maksimal dan sesuai dengan tufoksi. Hal itu disampaikan Idaham, dalam pidato secara tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Binjai, Mahfullah Daulay pada upacara hari kesadaran nasional di Lapangan Merdeka, akhir pekan lalu. “Mengenai pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2020, agar segera dipersiapkan lebih baik dan lebih matang. Tujuannya, agar pelaksanaanya nanti jauh lebih mudah, cepat dan efisien sekaligus dapat memperbaiki setiap potensi-potensi kelemahan atau kekurangan yang ada pada tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.
Secara khusus, masih kata Mahfullah, menyampaikan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Binjai Otto Harianto, agar dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) dapat dijalankan sesuai tugas, pokok dan fungsinya.
“Satpol PP juga sebagai penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Oleh karena itu, diminta dengan semaksimal mungkin dengan mempedomani SOP dan ketentuan peraturan-peraturan yang ada, serta bertindak tegas tetapi dengan mengedepankan pendekatan yang Humanis,” tukas Sekda.
Penegakan Perda dimaksud adalah mencakup semua Perda Kota Binjai yang ada, ditambah peraturan yang menyangkut Penegakan Disiplin Aparatur. Terutama Penegakan Disiplin bagi ASN atau Tenaga Honorer yang mangkir pada jam kerja, atau tanpa adanya Surat Tugas Aparatur yang bersangkutan. (ted/han)
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat sosialisasi Perda Pengelolaan Sampah.
markus/sumut pos
Perda No.6 Tahun 2015
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat sosialisasi Perda Pengelolaan Sampah.
markus/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan membuat peraturan daerah (perda), namun permasalahan sampah di Kota Medan hingga saat ini belum juga teratasi. Setelah disahkannya Perda Pengelolaan Sampah, warga Medan sangat berharap aturan itu bisa berjalan efektif untuk menyadarkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.
“Perda itu berisi tentang aturan dan sanksi bagi siapapun yang melanggar, dengan sengaja membuang sampah sembarangan. Semula, perda ini memang menjadi harapan seluruh pihak dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Medan,” ungkap anggota DPRD Medan Syaiful Ramadhan saat menggelar sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Jalan Pinang Baris Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (18/01).
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan itu mengaku, masyarakat banyak berharap pada perda ini, namun pada kenyataannya berjalan lain. Setelah hampir lima tahun bergulir, Perda ini belum membawa dampak signifikan terhadap permasalahan Sampah di Medan. “Pemko Medan perlu mengevaluasi Perda ini untuk mengetahui penyebab Perda tidak berjalan atau sulit diterapkan di masyarakat,” sarannya.
Dikatakannya, kehadiran perda ini tidak disahuti dengan program yang tepat dari Pemko Medan. “Hari ini saja, pengelolaan sampah masih terus jadi masalah. Sampah di lorong-lorong banyak tak diangkut dan warga kerap komplain,” tukasnya
Bila produk hukum ini terus disosialisasikan kepada masyarakat, Syaiful yakin, karakter masyarakat akan terbangun dan penerapan perda kedepannya bisa dilakukan dengan mudah.
“Memang sulit karena karakter masyarakatnya, tetapi kita perlu membangun kesadaran diri sejak dini. Hari ini, ketika perda ini menerapkan sanksi bagi si pembuang sampah, warga tidak begitu meresponnya,” pungkasnya. (map/ila)
Habis : Pangkalan gas di Belawan memasang poster bertuliskan pemberitahuan 'LPG 3 kg Habis'. Menjelang hari raya Idul Adha, persediaan gas mulai dikeluhkan warga.
ilustrasi
DAIRI,SUMUTPOS.CO – SALAM KOMANDO: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang memberikan salam komando kepada AKP Jhonson Sitompul dan AKP Juliapan Panjaitan, saat pisah sambut di Aula Patriatama Mapolres Sergai, Sabtu (18/1).
Padahal menurut warga, HET di pangkalan sesuai ketetapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi untuk kecamatan Sitinjo hanya Rp17.000 per tabung.
“Warga berharap pemerintah mengatasi kelangkaan dan mengawasi harga tabung dimaksud, agar tidak merugikan warga miskin,” harap warga.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Rahmatsyah Munthe dikonfirmasi wartawan, Minggu (19/1) mengatakan, tidak ada pangkalan gas 3 kg di Desa Sitinjo 2. Rahmatsyah pun mengaku akan mengecek ke lokasi. “Terimakasih infonya”, ujarnya. Terkait HET gas 3 kg, di Kecamatan Sitinjo, Rahmat mengaku HET 3 kg di Kecamatan Sitinjo sebesar Rp17.000.
Agen ke sana PT Maholimo Karosine Gasindo. “HET berlaku hanya sampai di pangkalan, sementara jika kios menjual diatas HET tidak bisa ditindak. Mereka binaan agen, karena yang menghunjuk kios pengecer adalah agen. Pun demikian lanjutnya, kita akan turun ke sana,” tandasnya. (rud/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut merayakan Natal 2019 yang meng-usung tema, Dalam Mendukung Tugas Kepolisian Hendak lah Kita Saling Mengasihi Sebagai Seorang Sahabat, berlangsung damai dan penuh suka cita di Regale International Convention Centre Jalan H Adam Malik Medan, Jumat (17/1) malam.
Selain ibadah, perayaan yang dihadiri seribuan jemaat itu juga diisi dengan hiburan serta pembagian aneka doorprize menarik.
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kadis Tenaga Kerja Kota Medan Hanalore Simanjuntak bersama Kadis Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan Albon Sidauruk turut hadir untuk merayakan hari kelahiran Jesus Kristus bersama keluarga besar Polda Sumut. Perayaan Natal juga dihadiri Gubsu Ir Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah serta unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan.
Perayaan Natal diawali dengan ibadah yang dipandu Pdt Juanda Sitinjak, sedangkan doa syafaat dibawakan Ketua PGI Wilayah Sumut Pdt Darwis Manurung. Sementara itu khotbah Natal disampaikan Pdt Bambang Jonan. Seluruh jemaat terkasih mengikuti perayaan Natal dengan penuh khidmat hingga berakhirnya acara.
Dalam sambutan Natalnya, Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin lebih dulu mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2020 kepada seluruh jemaat yang hadir. Selanjutnya kepada seluruh keluarga besar Polda Sumut, Kapolda berpesan hendaklah patuh dengan pemerintah yang sah. Sebab, pemerintah sah merupakan wakil Tuhan di muka bumi. Ditegaskannya, siapa yang melawan ketetapan Tuhan pasti akan mendapatkan sanksi.
Kapolda mengajak semua untuk terus menjaga agar Sumut senantiasa aman dan kondusif. “Semua investor akan datang apabila Sumut aman, sebaliknya investor akan pergi apabila kondisi Sumut tidak aman. Benar menjaga keamanan itu merupakan tugas aparat TNI dan Polri, tapi juga harus mendapat dukungan seluruh masyarakat Sumut. Untuk itu mari kita jaga bersama keamanan dan kedamaian di Sumut ini. Bagi keluarga besar Polda Sumut, saya berharap dapat menjadi garam dan terang di Sumut,” kata Kapolda.
Usai Perayaan Natal, Hanalore Simanjuntak mewakili Plt Wali Kota menyampaikan ucapan selamat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 kepada seluruh keluarga besar Polda Sumut. Diharapkannya, melalui perayaan ini dapat merefleksikan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian sangat mengapresiasi ajakan Kapolda Sumut untuk menjadi garam dan terang sehingga akan selalu membawa damai sejahtera serta selalu mengasihi sebagai sahabat.
“Semoga Perayaan Natal ini membawa kebahagiaan, kedamaain serta memberikan semangat dan harapan baru kepada seluruh jajaran Polda Sumut untuk memberikan pelayanan keamanan terbaik kepada seluruh masyarakat, sehingga Sumut, termasuk Kota Medan yang kita cintai ini senantiasa aman dan kondusif,” harap Hanalore. (map/ila)
HEWAN DILINDUNGI:Staf BBKSDA Resot Langkat saat menerima hewan dilindungi, Elang Bondol dari warga Desa Sukamulia, Kecamatan Secanggang, Langkat.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seekor burung Elang Bondol (Haliastur Indus) diserahkan warga sekaligus pemiliknya ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut). Humas BBKSDA Sumut, Andoko Hidayat mengatakan, pengamanan terhadap seekor satwa liar yang dilindungi undang-undang berjenis Elang Bondol ini diterima Tim BBKSDA Sumut melalui Staf Seksi Konservasi Wilayah II Stabat dan Staf Resort SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut III dari salah seorang warga Desa Sukamulia, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Jumat (17/1).
Andoko mengatakan, warga menyerahkan hewan peliharaannya secara sukarela kepada BBKSDA Sumut. “Setelah kita terima, satwa liar dilindungi jenis Elang Bondol itu dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Sibolangit untuk direhabilitasi,” pungkasnya.
Kendati demikian, terhadap warga pemelihara satwa dilindungi tersebut tidak dilakukan penahanan. (man/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Medan, Aulia Rahman, meminta agar rencana merevisi Peraturan Daerah (Perda) No 13 Tahun 2011 tentang rancangan tata ruang wilayah (RTRW) Kota Medan Tahun 2011-2031 untuk dibatalkan.
Menurutnya, naskah akademik revisi ranperda RTRW mencantumkan adanya rencana peralihan hutan mangrove di kawasan Medan Utara.
“Ada ratusan hektare lahan mang-rove yang akan hilang kalau revisi perda RTRW disahkan, karena akan dijadikan pusat perekonomian. Konsekuensi nya kalau hutan mangrove dialihfungsikan adalah Medan Utara bakal tenggelam akibat banjir rob,” tegas pria yang akrab disapa Aman ini.
Selama ini, kata dia, hutan mangrove lah yang menahan air laut untuk tidak sampai kedaratan. Meskipun diakuinya hutan tetap ada banjir rob. “Bayangkan kalau hutan mangrove dialihfungsikan, akan semakin parah,” bebernya.
Hal ini, lanjut Politikus Partai Gerindra itu sudah dikomunikasikannya dengan penggiat lingkungan agar bersama dirinya menyuarakan penolakan.
Anggota Komisi IV DPRD Medan, Hendra DS juga menyoroti kebijakan Pemko Medan hendak mengalihfungsikan hutan lindung mangrove di Belawan kawasan Medan Utara. Hendra DS minta Pemko Medan mempertahankan hutan lindung mangrove sebagai tatanan ekosistem dan dijadikan destinasi wisata alam.
Hendra DS menyebut kawasan lindung mangrove merupakan tatanan ekosistem lingkungan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Apalagi tambah Hendra selaku sekretaris DPC Hanura Kota Medan itu, bila dihubungkan dengan perubahan iklim serta terjadinya pemanasan global. (mbc/ila)