28 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 4637

Harga Rokok Naik, Dinkes: Kalau Bisa Lebih Mahal Lagi

Teatrikal: Seorang pemuda melakukan teatrikal bahaya rokok, dengan badan terikat di Jalan Suprapto Medan, beberapa waktu lalu. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Teatrikal: Seorang pemuda melakukan teatrikal bahaya rokok,  dengan badan terikat di Jalan Suprapto Medan, beberapa waktu lalu. 
 TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Teatrikal: Seorang pemuda melakukan teatrikal bahaya rokok, dengan badan terikat di Jalan Suprapto Medan, beberapa waktu lalu.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

Kenaikan harga rokok yang diputuskan Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, berlaku mulai tahun ini. Kenaikan harga ini mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. Alasannya, kenaikan harga rokok membawa dampak positif dari sisi kesehatan.

“Kita mendukung kenaikan harga rokok yang dinilai dari aspek kesehatan. Karena merokok sudah jelas merusak kesehatan. Kalau bisa, harganya dibuat lebih mahal lagi.

sehingga orang tidak mampu membeli rokok dan berhenti mengonsumsi rokok,” ungkap Kepala Dinkes Kota Medan, Edwin Effendy, Senin (6/1).

Menurut Edwin, dengan naiknya harga rokok, masyarakat diharapkan berpikir untuk membelanjakan uangnya membeli rokok. “Kita harapkan orang berhitung membeli rokok, dan semakin sadar akan tidak adanya dampak positif dari merokok,” ucapnya.

Ia menjelaskan, mengonsumsi rokok bukan hanya merugikan si perokok saja, namun juga mereka yang tidak merokok alias perokok pasif. “Dari aspek kesehatan, sudah jelas rokok sangat merugikan karena meracuni atau merusak kesehatan perokok. Di samping itu, mereka yang berada di dekat orang yang merokok juga terkena dampaknya karena menghirup asap rokok. Bahkan kemungkinan dampaknya lebih berbahaya bagi kesehatan,” sebut Edwin.

Ditanya tentang alternatif rokok elektronik atau vape sebagai alternatif pengganti rokok, Edwin menuturkan, umumnya juga dianggap berbahaya bagi kesehatan. “Vape juga membahayakan karena menghirup zat kimia dan masuk ke dalam tubuh,” tegasnya.

Menurut Edwin, pihaknya terus berupaya menerapkan Peraturan Daerah Kota Medan Tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Peraturan tersebut bertujuan untuk mengatur para perokok agar tertib dalam mengonsumsi rokok. “Perda itu mengatur tempat perokok, bukan membatasi. Perda ini juga diharapkan bisa menekan jumlah perokok agar sadar dan peduli terhadap kesehatan,” tandasnya.

Sementara, Rio, salah seorang pedagang rokok eceran mengaku, kenaikan harga rokok saat ini belum terlalu berpengaruh terhadap usahanya. Sebab kenaikan harga tidak begitu signifikan. “Naiknya paling hanya Rp 2.000 hingga Rp 5.000. Belum terlalu tinggi,” ujar pemuda yang sehari-hari berjualan di sekitar Jalan Agus Salim, Medan.

Disebutkan dia, untuk sebungkus harga rokok Marlboro saat ini dibeli di grosir dengan harga Rp27.000, naik dari Rp25.000. Kemudian, Surya Pro Merah dari Rp14.500 menjadi Rp16.500 per bungkus, Surya dari Rp15.000 menjadi Rp16.500 ribu, Magnum Blue Rp14.600 menjadi Rp17.200, Evolution dari Rp25.000 menjadi Rp27.000.

Selanjutnya, Lucky Strike dari Rp17.500 menjadi Rp19.000, dan Djie Sam Soe Refill dari Rp19.000 menjadi Rp21.000. “Untuk rokok Sampoerna dan Dunhill masih normal harga belinya, belum naik,” tukasnya.

Seperti diketahui, DJBC Kementerian Keuangan memutuskan untuk menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen. Keputusan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2020. (ris)

Maret, Harga Gas Industri Turun?

Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah memutuskan untuk mengkaji lebih dulu tiga opsi menurunkan harga gas industri. Kajian akan dilakukan sampai Maret atau kuartal I tahun 2020. Hal itu juga menjadi keputusan rapat terbatas (ratas) mengenai ketersediaan gas untuk industri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bilang tiga opsi tersebut yang pertama menghilangkan porsi pemerintah sebesar US$ 2,2 per MMBTU (Million Metric British Thermal Unit) pada struktur harga gas industri. Kedua, melaksanakan domestic market obligation (DMO) demi menjaga alokasi gas industri. Ketiga, membuka keran impor gas industri dengan bebas.

“Itu dikaji sampai bulan Maret,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1).

Nantinya dari tiga opsi itu dipilih salah satu dan akan diterapkan demi menurunkan harga gas industri. Airlangga mengatakan penurunan harga gas industri dipatok US$ 6 per MMBTU atau sesuai dengan yang berlaku pada Perpres Nomor 40 Tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi. Nantinya juga harga tersebut akan berlaku secara nasional.

Sementara itu, Seskab Pramono Anung mengatakan tingginya harga gas industri dikarenakan peran middle man terlalu banyak. Padahal harga gas industri di hulu sudah tinggi.

“Tentunya di hulunya sendiri sudah mahal. Kedua, midle man-nya banyak, maka Presiden memerintahkan itu untuk dipangkas dan opsi tadi sudah disampaikan Presiden secara terbuka, ada 3 opsi. Maka sekarang konsentrasinya adalah bagaimana bisa diturunkan menjadi US$ 6 per MMBTU pada kuartal I-2020,” jelas Pramono.

Selanjutnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan ketiga opsi yang ditawarkan Presiden akan dikaji berdasarkan dampak bagi perekonomian Indonesia. Yang pasti, dikatakan Mantan Bos Pertamina ini bahwa opsi membuka keran impor akan menambah beban bagi neraca perdagangan nasional yang masih tekor. (dtc/ram)

Desember 2019, Sumut Deflasi 0,19 Persen

PADAT: Pembeli saat bertransaksi dengan pedagang bahan sembako di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu yang lalu.

BPS Menilai TPID dan Tim Pangan Berhasil

PADAT: Pembeli saat bertransaksi dengan pedagang bahan sembako di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu yang lalu.
PADAT: Pembeli saat bertransaksi dengan pedagang bahan sembako di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu yang lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut) dan Tim Pangan Sumut dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok saat hari besar keagamaan, yakni Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Syech Suhaimi mengatakan pada Bulan Desember 2019, Sumut mengalami deflasi sebesar 0,19 persen. Angka ini termasuk kecil bila menginggat itu adalah perayaan hari besar keagamaan.

“Ini deflasi terjadi diakhir tahun, terakhir 5 tahun lalu (tahun 2014). Saya melihat cukup besar kontribusinya TIPD dan Tim Pangaman,” ungkap Syech, Senin (6/1).

Syech mengatakan dengan konsumsi tinggi pada akhir tahun, akan membuat harga jual naik. Tetapi, pada tahun 2019 ini kenaikan tidak terjadi terlalu besar bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dari hasil kajian BPS Sumut, TPID berhasil mencegah harga naik. Suhaimi melihat, begitu ada kenaikan harga, maka tim TPID akan terus turun ke lapangan untuk menghimbau pedagang agar jangan terlampau tinggi menaikkan harga.

Syech menjelaskan Kota Medan mengalami deflasi 0,28 persen pada bulan Desember 2019 ini. Karena, terjadi penurunan indeks dari 142,29 pada bulan November 2019 menjadi 141,89 pada bulan Desember 2019.

Begitu juga, adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,57 persen, kelompok sandang sebesar 0,45 persen.

“Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,01 persen. Kelompok yang menunjukkan peningkatan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,48 persen,” jelas Syech.

Syech mengungkapkan kelompok lainnya memberikan andil yang sangat kecil terhadap Inflasi umum Kota Medan. Hal tersebut, berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sumut.

“Bahwa komoditas utama penyumbang deflasi selama bulan Desember 2019 di Medan, antara lain cabai merah, cabai rawit, mobil, ikan kembung atau gembung, anggur, emas perhiasan, dan kemeja pendek katun laki-laki,” tutur Syech.

Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera 17 kota tercatat inflasi. Syech mengungkapkan lnflasi tertinggi di Batam sebesar 1,28 persen dengan IHK sebesar 139,73 dan terendah di Padang dan Dumai sebesar 0,07 persen dengan IHK masing-masing sebesar 142,17 dan 138,05. (gus/ram)

Emas Naik Rp9.000 per Gram

Emas: Karyawan PT Pegadaian saat menunjukkan emas.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Harga emas Antam Senin (6/1), terpantau di laman Logam Mulia, menunjukkan kenaikan hingga Rp 9.000 menjadi Rp 783.000 per gram. Sementara itu, harga jual atau pembelian kembali (buy back) emas Antam naik Rp 7.000, menjadi Rp700.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP). PPh 22 atas transaksi buy back dipotong langsung dari total nilai buy back.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (jpnn/ram)

Menperin Setuju Pekerja Diupah per Jam

Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memandang, sistem pengupahan pekerja berdasarkan per jam tidak akan merugikan para pegawai. Malah, menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, sistem pengupahan seperti ini akan lebih efektif dan efisien meningkatkan produktivitas.

“Kalau dalam kaca mata industri, dia harus efisien dan efektif. Sebetulnya semua (sektor), bukan hanya industri,” kata Agus di gedung Kemenperin Jakarta, Senin (6/1). Agus juga yakin, jika sistem pengupahan model seperti ini dapat diterapkan, maka akan lebih banyak investasi masuk ke Indonesia.

Sebab menurutnya, skema pengupahan per jam dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Agus menjelaskan, sistem pengupahan per jam dapat memberikan keadilan bagi karyawan atau pekerja. Perusahaan dapat memberikan penilaian dengan indikator yang lebih jelas.

“Jadi, kenapa kalau dasar dari pengupahan itu adalah per jam bisa lebih baik bagi industri karena sudah ada kepastian dan juga sudah ada ukurannya yaitu produktivitias dari masing-masing pekerja yang mereka hire,” jelasnya.

Agus menambahkan, sistem pengupahan per jam bukanlah hal baru dalam industri. Beberapa negara lain sudah menerapkan sistem pengupahan seperti ini. “Salah satu faktor industri bisa efisien ketika dia sudah berhasil menghitung produktivitas dari tenaga kerjanya itu sendiri,” pungkasnya. (jpc/ram)

Dampak Ketegangan di Timur Tengah, Rupiah Kembali Melemah

UANG: Karyawan BRI Syariah saa menyiapkan uang untuk nasabah di Medan, beberapa waktu lalu.
UANG: Karyawan BRI Syariah saa menyiapkan uang untuk nasabah di Medan, beberapa waktu lalu.
UANG: Karyawan BRI Syariah saa menyiapkan uang untuk nasabah di Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (6/1) sore, ditutup melemah, dipicu peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Rupiah turun 14 poin atau 0,1 persen menjadi di level Rp 13.944 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 13.930 per dolar AS.

“Rupiah melemah terhadap dolar AS mengikuti sentimen negatif akibat kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan pecah perang di Timur Tengah setelah AS menewaskan jenderal berpengaruh Iran,” kata Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin.

Kendati demikian, lanjutnya, penguatan dolar AS terhadap rupiah ini tertahan karena tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level terendah satu bulan di kisaran 1,77 persen.

“Pelemahan yield obligasi AS ini menekan turun dolar AS,” ujar Ariston.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp13.933 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.933 per dolar AS hingga Rp13.966 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp13.961 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.899 per dolar AS.

Naiknya harga minyak di akhir pekan ini imbas dari serangan udara AS yang menewaskan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis. (jpnn/ram)

Terkait Koperasi BMTKhalifah Amanah Dilaporkan karena Diduga Tipu Nasabah

Koperasi Bukan Tempat Investasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koperasi BMT Khalifah Amanah diduga melakukan pelanggaran hukum karena sebagai lembaga investasi. Sejatinnya koperasi sebagai lembaga simpan-pinjam.

Direktur Direktorat Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengatakan, pihaknya akan memintai keterangan saksi ahli untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan Koperasi BMT Khalifah Amanah. “Kita akan minta keterangan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan Koperasi BMT Khalifah Amanah,” kata Rony kepada wartawan, Senin (6/1).

Menurut Rony, sebagai koperasi seharusnya hanya mengurusi masalah simpan-pinjam, bukan investasi. Sementara, Koperasi BMT Khalifah Amanah dilaporkan nasabahnya yang sudah berinvestasi sekira Rp 1 miliar.

Setelah mendapat petunjuk dari pihak OJK, sambung Rony, selanjutnya pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor.

“Kalau terlapornya sudah tentu kita lakukan pemeriksaan. Tunggu saja waktunya, nanti kita beritahukan,” tandas Rony.

Terpisah, Direktur Koperasi BMT Khalifah Amanah, Nasir Mahmud yang dikonfirmasi terkait kasus ini tak memberikan respon atau tanggapan. Pesan whatsapp yang dikirimkan tak kunjung dibalas hingga Senin (6/1).

Namun, sebelumnya Nasir pernah menyatakan, koperasi yang dikelolanya sudah tutup sejak Juni 2017. Bahkan, laporan dugaan penipuan terhadapnya bukan baru kali ini. “Kita hadapi saja, ini pengaduan yang keempat. Koperasi ini sudah tutup sejak Juni 2017 ,” ujar Nasir singkat, Selasa (26/11) lalu.

Diketahui, Direktur Koperasi BMT Khalifah Amanah ini dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut pada Selasa (26/11). Laporan Polisi (LP) dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTLP/ 1768 / XI / 2019 / SUMUT/ SPKT ‘II’, dibuat oleh Dodi Effendi (45), warga Kompleks Sakura Indah Blok C No. 5, Kecamatan Medan Tuntungan, karena merasa telah ditipu.

Dalam pengaduan tersebut dugaan penipuan terjadi pada Juni 2018 sampai dengan November 2019 di Jalan Flamboyan Raya No. 122, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan.

“Kami melaporkan Koperasi BMT Amanah Khalifah karena sudah menipu klien kami sebagai nasabah senilai Rp 1 miliar,” kata kuasa hukum pelapor, Edi Sinaga SH MH di Mapolda Sumut.

Kata Edi Sinaga, terlapor telah membujuk rayu korban sejak 2016 untuk bersedia berinvestasi di koperasi yang dikelolanya. Janji manis dengan bunga 1,3 persen dari nilai investasi setiap bulan membuat korban terpedaya. “Sesuai aturan pemerintah, tidak diperbolehkan suatu badan usaha koperasi memberikan bunga tinggi kepada nasabahnya. Hal ini pun menjadi salah indikasi dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan terhadap klien kami,” ujarnya.

Edi meyakini Koperasi BMT khalifah Amanah beroperasi tidak didukung dengan izin resmi yang dikeluarkan instansi terkait, Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan. (ris/btr)

4 Pengoplos Gas Dituntut 9 Tahun 6 Bulan Penjara

EMPAT: 4 Terdakwa pelaku kasus pengoplosan gas di adili di PN Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum Linda Sembiring menuntut 4 terdakwa pelaku pengoplosan gas dengan tuntutan kurungan penjara berbeda. Tuntutan Linda dibacakan di hadapan Ketua Majelis Fauzul Hamdi didampingi David Simare-mare dan Tri Syahriawani di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Binjai, Senin (6/1).

Linda terlebih dahulu membacakan tuntutan terhadap Terdakwa Agustono (40) warga Dusun Bandar Meriah, Desa Namu Umur Utara, Sei Bingai, Langkat.

“Kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini, menuntut terdakwa Agustono secara sah meyakinkan melakukan pengoplosan gas tanpa izin. Terdakwa Agustono dituntut 3 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp60 juta Subsider 8 bulan,” kata Linda.

Usai Agustono, 3 terdakwa lainnya masing-masing Suhendri (27) dan Ari Sudana (30) warga Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjung Sari, Medan serta Mahera (31) warga Desa Kwala Serapuh, Tanjung Pura, Langkat dituntut 2 tahun kurungan penjara dengan denda Rp60 juta subsider 4 bulan.

“Ketiga terdakwa lainnya hanya turut serta. Sementara barang bukti dirampas untuk negara,” tukasnya

Diketahui, keempat terdakwa dalam menjalani persidangan tidak mendapat pendampingan dari Penasehat Hukum. Mereka ditangkap dari penggerebekan yang dilakukan polisi di dua gudang pengoplos gas elpiji bersubsidi, Jalan Pasar III dan Pasar IV, Desa Emplasmen Kwala Mencirim, Sei Bingai, Langkat.

Penggerebekan tersebut dibongkar dilakukan tim gabungan Polres Binjai dan POM serta Pertamina, Kamis (29/8) lalu.

Hasilnya, 4 orang dan 4 mobil pikap berisikan ratusan tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram dan non subsidi 12 kilogram serta 50 kilogram diboyong ke Mapolres Binjai.

Gudang pengoplos gas bersubsidi ini sudah beroperasi selama 7 bulan. Polisi menyita 252 tabung gas elpiji dari 3 kg, 12 kg hingga 50 kg. Dari jumlah itu, 150 tabung gas subsidi ukuran 3 kilogram dan tabung gas ukuran 50 kilogram yang masih berisi. Sisanya, 96 tabung gas ukuran 12 kilo, 78 tabung gas ukuran 50 kilo dan 4 tabung gas ukuran 3 kilogram dalam keadaan kosong. (ted/btr)

Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun

MOGOK: Truk trailer mengalami mogok setelah terlibat kecelakaan beruntun. Tak ada korban jiwa pada peristiwa itu.
 Sopyan/Sumutpos
MOGOK: Truk trailer mengalami mogok setelah terlibat kecelakaan beruntun. Tak ada korban jiwa pada peristiwa itu.
Sopyan/Sumutpos

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Pematang Pasir, Lingkungan VII, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Senin (6/1).

Akibat kecelakaan antara mobil trailer BK 8764 LO kontra Suzuki Pick Up BK 9495 BR dan kontra mobil Mitsubishi 9188 HM, kerugian material ditaksir mencapai Rp 24 Juta, karena kondisi mobil rusak berat, sedangkan korban jiwa maupun luka-luka tidak ada.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan Iptu Lily Tapi, mengatakan, sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas, mobil trailer BK 8764 LO yang yang dikemudikan Ilham (25) warga Jalan Garuda Lingkungan VII, Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan berjalan dari arah Simpang Tanjung Mulia menuju ke arah Simpang Pematang Pasir.

 RINGSEK: Petugas Sat Lantas Polsek Medan Labuhan mengamankan mini bus yang ringsek akibat kecelakaan beruntun. 
 Sopyan/sumutpos
RINGSEK: Petugas Sat Lantas Polsek Medan Labuhan mengamankan mini bus yang ringsek akibat kecelakaan beruntun.
Sopyan/sumutpos

Sesampainya di lokasi kejadian mobil trailer tersebut mengalami rem blong dan menabrak bagian belakang mobil Suzuki Pick Up BK 9495 BR yang sedang berjalan dari arah yang sama dikemudikan oleh Irwansyah (47) warga Jalan Cimanuk Baru Kelurahan Belawan II, Medan Belawan, selanjutnya menabrak mobil Mitsubishi Pick Up BK 9188 HM yang dikemudikan oleh Hendi Gunawan (37) warga Jalan Kawat VI Lingkungan XII Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli.

“Hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, tapi kerugian mobil truck trailer BK 8764 LO mengalami kerugian sebesar Rp 5.000.000, kerugian mobil Suzuki Pick Up BK 9495 BR yang mengalami rusak parah mencapai Rp 15.000.000 dan kerugian mobil Mitsubishni Pick Up BK 9188 HM sebesar Rp 4.000.000,” sebut Iptu uu Lili Tapiv. (fac/btr)

Kabur saat Pengembangan, Dua Maling Brangkas SMAN 1 Sampali Ditembak

MELAWAN: Dua maling brangkas, Muchlis dan Galih Prasetyo ditembak karena melawan petugas saat pegembangan. idris/sumut pos

Sudah 10 Kali Beraksi

MELAWAN: Dua maling brangkas,  Muchlis dan Galih Prasetyo ditembak karena melawan petugas saat pegembangan.
idris/sumut pos
MELAWAN: Dua maling brangkas, Muchlis dan Galih Prasetyo ditembak karena melawan petugas saat pegembangan. idris/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua maling brangkas milik SMAN 1 Sampali ditembak petugas Polsek Percut Sei Tuan. Keduanya berusaha melarikan diri saat dibawa untuk dilakukan pengembangan kasus.

Keduanya, Muchlis (29) warga Jalan Bersama Gang Dame Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung dan Galih Prasetyo (21) warga Jalan Letda Sudjiono Gang Banjar Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo menjelaskan, semula kedua pelaku dibawa ke salah satu lokasi yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya dalam kasus pencurian juga. Pasalnya, dari keterangan keduanya ternyata mereka sudah beraksi beberapa kali.

“Saat dilakukan pengembangan terhadap TKP untuk mencari tersangka dan barang bukti lainnya, kedua pelaku mencoba melarikan diri dengan melakukan perlawanan. Pelaku melawan pada saat akan dimasukkan ke dalam mobil,” terang Aris, Senin (6/1).

Karena melawan dan mencoba kabur, sambung Aris, personel memberi tembakan peringatan ke udara dua kali. Namun, para pelaku tak mengindahkannya. “Personel terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak ke arah kaki kedua pelaku untuk mencegah melarikan diri. Pelaku pun akhirnya gagal kabur dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan perawatan medis. Selanjutnya, diboyong ke mako untuk proses lebih lanjut,” papar Aris.

Disebutkan dia, kedua pelaku ini sudah beraksi di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan sebanyak 7 kali. Diantaranya di SMP Jalan Bandar Setia, SD Pasar X Tembung, SMP Jalan Pasar Senen, Bandar Khalipah, SMP Jalan Besar Saentis, SMP dekat Sekolah Bandung Jalan Bandar Setia, Jalan Garuda dekat Pos Polisi Perumnas Mandala dan Jalan Benteng Hilir Desa tembung.

Selain itu, di wilayah hukum Polsek Medan Baru satu kali di SMA seputaran Jalan Sekip. Kemudian, di wilayah hukum Polsek Batang Kuis dua kali di dua SD Jalan Batang Kuis. “Kita masih mendalami lagi kasus dua pelaku spesialis pencurian barang di sekolah ini. Diduga kuat, masih ada lagi pelaku dan TKP lain,” tandas Aris.

Sebelumnya, kedua maling ini panik ketakutan saat dipergoki petugas PJR Diilantas Polda Sumut ketika mengangkat barang hasil curiannya di kawasan jalan tol Belmera kilometer (km) 18.400. Tak pelak, kedua maling tersebut meninggalkan brangkas yang mereka curi dan kabur ke semak-semak.

Meski sempat kabur, kedua pelaku itu akhirnya berhasil diringkus petugas PJR. Keduanya menyerahkan diri lantaran nyali mereka ciut setelah diberi tembakan peringatan ke udara.

Direktur Ditlantas Polda Sumut Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin mengatakan, penangkapan terhadap kedua maling itu berawal saat petugas PJR yaitu Iptu N Surbakti dan Brigadir Conan Ginting tengah melakukan patroli dan melintas di Km 18.400. Saat melintas, petugas melihat kedua pemuda itu sedang membawa brankas yang ditutupi dengan kain warna hitam di pinggir jalan tol.

“Petugas kami yang curiga, lalu menghentikan laju kendaraan mobil patroli. Selanjutnya, mendekati kedua pelaku dengan maksud menanyakan keduanya,” ujar Kemas.

Akan tetapi, sambung dia, belum lagi ditanyakan petugas ternyata kedua pelaku langsung melarikan diri ke semak-semak. “Jaraknya sekitar 500 meter antara petugas PJR dengan pelaku. Begitu melihat petugas kami yang datang, kedua pelaku langsung lari dan memanjat pagar pembatas tol. Setelah itu, para pelaku bersembunyi di semak-semak,” terang Kemas.

Mengetahui pelaku kabur, lanjut Kemas, petugas PJR lantas melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Upaya pengejaran pun membuahkan hasil, setelah sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak empat kali. “Tembakan peringatan ke udara yang pertama, tak diindahkan para pelaku dan tetap bersembunyi di semak-semak. Begitu juga tembakan peringatan yang kedua dan ketiga. Namun, tembakan yang keempat kali akhirnya kedua pelaku keluar dari semak-semak dan menyerahkan diri,” bebernya.

Usai menyerahkan diri, tambah Kemas, keduanya langsung diamankan dan diborgol. (ris/btr)