MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aang Junaidi alias Aang (30) duduk lemas sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (6/1). Pasalnya Warga Dusun II Naga Timbul, Tanjungmorawa ini didakwa Jaksa melakukan perampokan dengan cara kekerasan.
Sidang beragendakan dakwaan sekaligus keterangan saksi menyebutkan bahwa Jeseline selaku saksi korban mengaku dianiaya terdakwa di dalam mobil korban.
“Saya disiksa dia (terdakwa) satu jam didalam mobil. Mulut saya dibekap, leher saya ditusuk-tusuk pakai obeng dan hidung saya sampai berdarah digigit dia,” ungkap Jeseline dihadapan Hakim ketua Masrul.
Majelis hakim mengaku heran, apa penyebab terdakwa tega menganiaya saksi korban. “Saya juga nggak tahu tiba-tiba dia masuk ke mobil saya dari pintu sebelah kiri. Katanya, dia disuruh membawa ke tempat Asiang,” kata saksi.
“Kamu kenal dengan Asiang,” tanya Masrul. “Saya tidak kenal siapa itu Asiang. Perbuatan dia (terdakwa) ini bukan manusia lagi tapi binatang,” umpat saksi.
Hanya saja kata saksi, bahwa saat itu dia hendak berbelanja alat-alat sembahyang di Jalan Thamrin, Medan. “Tidak ada barang-barang berharga didalam mobil,” pungkasnya.
Sementara saat dikonfrontir terdakwa membantah bahwa dia bukanlah suruan Asiang seperti yang dituduhkan terdakwa.”Saya cuma bilang sama ibu itu, ‘saya Aang, serahkan barang-barang berharga ibu’,” ucap terdakwa. Namun penjelasan terdakwa juga dibantah saksi korban. “Tidak benar itu, jelas-jelas dia bilang katanya Asiang kok,” kata saksi korban.
Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.
Dalam dakwaan JPU Abdul Hakim, disebutkan pada 17 Oktober 2019, Jeselin mengendarai mobil Pajero putih BK 1178 AAI, berbelanja ke Pasar Rame. Lalu saksi memarkirkan mobil di pelataran parkir Jalan Thamrin Kelurahan Sei Rengas II Kecamatan Medan Area tepatnya di samping Apotik Thamrin.
“Sekitar 15 menit belanja, kemudian saksi Jeseline berjalan kaki menuju ke parkiran mobil. Secara tiba-tiba terdakwa langsung masuk dari pintu tengah samping kiri, dan saat berada di dalam mobil terdakwa langsung men cekik leher dan membekap mulut saksi Jeseline dengan menggunakan kaos kaki milik terdakwa,” katanya.
Lebih lanjut, terdakwa memukul wajah terdakwa berulang kali dan menggunakan obeng terdakwa menusuk leher saksi jeseline secara berulang-ulang. Lalu terdakwa menyeret saksi Jeseline dari bangku supir ke bangku samping supir, dan terdakwa mengikat kedua tangan saksi Jeseline menghadap ke depan dengan menggunakan tali plastik.
Kemudian, sambil terdakwa memukuli wajah saksi korban, disaat saksi Jeseline meronta dan berusaha membuka mobil terdakwa menghalanginya dan menggigit hidung saksi Jeseline sehingga mengeluarkan darah.
Lalu saat saksi Jeseline kembali meronta dan berteriak, namun sayang suaranya tidak terdengar keluar karena disumbat dengan kaos kaki. Terdakwa kemudian menggigit paha saksi Jeseline sebelah kiri hingga mengeluarkan banyak darah. Kemudian terdakwa keluar dan melarikan diri dari mobil. Atas kejadian tersebut, saksi Jeseline membuat laporan ke Polsek Medan Area.
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 365 Ayat (2) Ke 4 Jo Pasal 53 KUHPidana dan Pasal 365 Ayat (1) Jo Pasal 53 KUHPidana,” tandas Jaksa. (man/btr)
ARAHAN: Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK berikan arahan kepada personelnya.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK memerintahkan seluruh personelnya meningkatkan kinerja sebagai Pemelihara Kamtibmas, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegak hukum dan senantiasa bekerja dengan ikhlas dan semangat.
Selain itu, Kapolres memerintahkan seluruh personel Polresta Deliserdang untuk menindak tegas segala bentuk perjudian, mulai dari Togel dan jenis-jenis perjudian,Narkoba dan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang ada di seluruh wilayah hukumnya masing-masing.
Hal itu ditegaskan Kombes Pol Yemi Mandagi saat menggelar pertemuan kepada seluruh PJU dan Kapolsek sejajaran Polresta Deliserdang di Aula Catur Prasetya, Senin (6/1).
“Pemberantasan judi ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin M.SI kepada seluruh Polres di dalam jajaran Polda Sumut,” sebut Yemi dalam keterangan tertulisnya melalui Kaur Humas Aiptu M Naibaho.
Kesempatan itu, Kombes Yemi meminta seluruh personelnya untuk membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan masyarakat dan pihak-pihak lainnya untuk mendukung Keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilkum Polresta Deliserdang.
“Kita tidak bisa terbantu, bila tidak ada masyarakat memberikan informasi. Maka dari pada itu kita harus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pihak pihak lainnya dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban,” jelas Yemi.
“Pentingnya masyarakat dalam memberikan informasi dapat memudahkan kita dalam memberantas segala tindak kejahatan seperti judi dan Narkoba,” imbuhnya.
Di akhir pertemuan, Kombes Yemi memerintahkan kepada seluruh Kapolsek sejajaran Polresta Deliserdang untuk mendatakan seluruh tempat-tempat rawan bencana, berupa banjir dan longsor dan lain-lain. “Senantiasa bekerja sama dan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti BNPB, TNI, Brimob, Pemda dan instansi terkait lainnya dalam penanggulangan bencana,” pungkasnya. (btr)
DISIDANG: Terdakwa Dr Iman Surya diminta keterangnya oleh majelis hakim.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) penelantaran istri selama 3 tahun dengan terdakwa Kabid PPKB Pemko Medan, Dr Iman Surya kembali berlanjut. Kali ini dengan agenda keterangan saksi, terungkap bahwa terdakwa meninggalkan rumah karena wanita idaman lain alias perebut laki orang (pelakor).
Tiga saksi yang dihadirkan diantaranya Tapi Nari Nasution selaku istri terdakwa, Hj Zuraida Hafni selaku mertua terdakwa dan Vinsa Yosida Lubis.
Awalnya Ketua majelis hakim Erintuah Damanik menanyakan perihal terdakwa meninggalkan saksi korban.
KETERANGAN: Ketiga saksi memberikan keterangan dalam kasus KDRT dengan terdakwa Dr Iman Surya, Senin (6/1).
“Karna ada permasalahan dengan pihak ketiga yang merupakan teman wanita terdakwa. Dari percakapan di ponsel yang saya lihat, teman wanitanya bernama Sarifah Hanum,” ungkap saksi Tapi Nari di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (6/1).
“Apa isi percakapan itu,” tanya Erintuah. “Dia (terdakwa, red) berat hati meninggalkan perempuan itu, dan mengucapkan sehidup semati,” beber saksi.
Kemudian lanjut saksi, wanita selingkuhan terdakwa sempat dibawa terdakwa kerumah mereka di Jalan STM Medan. Saat itu, kata saksi, ia diajak untuk pergi menonton bioskop.
“Pernah ketemu dan kami dibawa nonton, akhirnya berlima nonton bersama dosen teman kuliahnya. Tapi pas nonton saya yang duduk sebelah dengan Dr Iman disuruh pindah dan perempuan itu duduk di sebelah terdakwa,” jelasnya.
Setelah itu lanjutnya saksi Tapi semakin curiga kepada terdakwa hingga sering terjadi pertengkaran diantara keduanya.”Karna selama perkawanin kami tidak pernah melihat ponsel masing-masing,” katanya.
Kemudian, pada Agustus 2015 terdakwa dibuat mulai tidak nyaman dan memilih meninggalkan rumah. Dr Iman yang menikahi saksi Tapi Nari, awalnya telah memiliki tiga orang anak. Namun setelah menikah, hanya dua anaknya saja yang tinggal bersama mereka.
“Anaknya awalnya tidak ikut dibawa, di bulan Juni 2016 setelah 6 bulan meninggalkan rumah anaknya dibawanya,” kata saksi lagi.
“Lalu apakah terdakwa tidak ingin kembali lagi?,” tanya Erintuah lagi. “Terdakwa mau kembali tapi saya tidak mau,” tegas Tapi.
Kembali majelis hakim menanyakan apakah saat itu terdakwa menjatuhkan talak.
“Memang tidak ada pak tapi di bulan Juli 2016 terdakwa mengirim sms kepada kepada saya dengan mengatakan ‘saya lepaskan tanggungjawab saya sebagai suami’,” ungkapnya, sambil berurai air mata.
Selain itu, Hj Zuraida Hafni dalam keterangannya menyatakan dari kasus yang terjadi ia telah berulangkali mendamaikan pertengkaran anaknya itu. “Saya selaku orangtua sedih, sudah saya nasehati karna saya marah ke terdakwa untuk membawa anaknya. Saya nasehati aja, karna saya nggak suka melihat selingkuh, saya sedih. Saya dengar dari mereka yang mau tinggal di apartemen lah beginilah,” ujar Zuraida, sembari tangannya bergetar menceritakannya.
“Saya sebagai orangtua hanya menuntut keadilan saja,” pintanya.
Saksi lainnya, Vinsa Yosida Lubis mengaku mengetahui perselingkuhan terdakwa dengan saksi korban setelah Tapi Nari menceritakan kepadanya. “Saya selama korban berpisah hanya mendengar curhat sajalah. Karna Dr Iman berselingkuh,” ucapnya.
Usai mendengarkan keterangan saksi majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda keterangan saksi lainnya.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia, mendakwanya Dr Iman Surya melakukan KDRT dengan menelantarkan istrinya selama 3 tahun. Jaksa mendakwanya melanggar Pasal 44 huruf (a) UU RI No 23 Tahun 2004, dengan ancaman 3 tahun.
Sebelumnya, dalam sidang beragendakan keberatan atas dakwaan (eksepsi) beberapa pekan lalu, Jaksa menolak eksepsi terdakwa yang merupakan Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Pemko Medan. (man/btr)
KORUPSI: Drs Sujamrat MM dan Junaedi didakwa melakukan korupsi renovasi Sirkuit Tartan yang menyebabkan kerugian negara Rp1,53 miliar, Senin (6/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua terdakwa kasus dugaan korupsi kegiatan pekerjaan renovasi Lintasan Sirkuit Tartan Atletik PPLP Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Tahun Anggaran (TA) 2017 diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (6/1).
Keduanya Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut Drs Sujamrat MM selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Direktur PT Rian Makmur Jaya (RMJ) selaku rekanan Junaedi didakwa telah mengorupsi pekerjaan sirkuit Tartan Rp1,537 miliar.
“Bahwa terdakwa turut serta melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu sebesar Rp1,537 miliar,” ujar jaksa penuntut umum (JPU), Benhar Siswanto Zain.
Dijelaskan JPU, pada 2016 kantor Dispora Sumut merencanakan kegiatan renovasi sirkuit Tartan yang akan direkapitulasi menjadi perencanaan APBD Disporasu TA 2017. Ternyata, terdakwa bermaksud mendapat kekayaan dari paket pekerjaan tersebut sehingga terdakwa menghubungi saksi Deddy Octavardian selaku Direktur PT Pajajaran Multicon (berkas terpisah) yang sudah dikenal terdakwa sejak 2005 untuk mengerjakan paket pekerjaan itu.
“Atas informasi tersebut lalu saksi Deddy Octavardian berangkat dari Jakarta menuju kota Medan menjumpai terdakwa. Setelah bertemu saksi Deddy menyetujui mengerjakan proyek itu,” ujar JPU.
Terdakwa meminta agar Deddy membuat surat penawaran sebagai bahan untuk pembuatan hasil perhitungan sendiri (HPS). Dalam pertemuan itu Deddy menawarkan barang atau lapisan sintetik merk Regupol untuk perencanaan renovasi lintasan sircuit tersebut. Selain itu juga merincikan berapa volume dan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk merenovasi serta melakukan pengukuran.
Sebulan kemudian tepatnya Januari 2017 pada saat proses pelelangan yaitu pada tahap evaluasi adminstrasi evaluasi teknis dan evaluasi harga ternyata PT Tamarona Putri Masro dengan nilai penawaran lebih rendah Rp4 miliar dinyatakan tidak lulus. Sedangkan PT Rian Makmur Jaya yang nilai penawarannya lebih tinggi Rp4,629 miliar dinyatakan lulus administrasi.
“Walaupun terdakwa bersama dengan terdakwa Junaedi selaku Direktur PT Rian Makmur Jaya dan Deddy Octavardian telah mengetahui fakta harga pembelian barang, yang sebenarnya adalah lebih murah. Namun terdakwa selaku KPA, dengan maksud menambah kekayaan atas penerimaan komitmen fee tersebut tetap menyetujui pembayaran dan telah melakukan pencairan anggaran/uang pengadaan barang Paket pekerjaan Renovasi Lintasan Sirkuit Tartan Atletik PPLP Provinsi Sumatera Utara TA 2017,” bebernya.
Akibat perbuatan terdakwa bersama-sama Junaedi dan Deddy Octavardian, telah menimbulkan kerugian keuangan negara yaitu sebesar Rp1,537 miliar, hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Sumut. Perhitungan dilakukan dengan cara menghitung selisih antara jumlah dana yang dicairkan, dan dipertanggungjawabkan dengan jumlah realisasi biaya pelaksanaan pekerjaan fisik renovasi dan mengurangkan pajak-pajak yang dipungut.
“Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana,” pungkas jaksa. Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim diketuai Safril Batubara menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi-saksi. (man/btr)
Foto: Istimewa PENGHARGAAN: GENERAL Manager/President Director Regal Springs Indonesia Juan Carlos menerima penghargaan lingkungan dari Bupati Serdang Bedagai Ir. H. Soekirman disaksikan oleh Wakil Bupati Darmawijaya, SE dan Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang, Senin (6/1/20).
SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Melakukan penebaran benih ikan Tilapia di 6 sungai di Serdang Bedagai, Regal Springs Indonesia yang selama ini dikenal sebagai Aquafarm Nusantara, meraih dua penghargaan dari Bupati Serdang Bedagai, Ir. H. Soekirman. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara peringatan HUT ke-16 Kabupaten Serdang Bedagai di Lapangan Sepakbola Firdaus, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (6/1).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Serdang Bedagai Hj. Sri Wahyuni Pancasilawati, SP., Msi. mengatakan, Pemkab Serdang Berdagai memberikan penghargaan kepada PT Aquafarm Nusantara atas kepeduliannya dalam perlindungan lingkungan. “Salahsatunya kegiatan penebaran benih ikan Tilapia di 6 sungai di Serdang Bedagai,” kata Sri Wahyuni.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. Panisean Tambunan, S.Sos. menambahkan, PT Aquafarm Nusantara berkontribusi banyak dalam kegiatan-kegiatan lingkungan hidup di Kabupaten Serdang Bedagai. “PT Aquafarm Nusantara sangat responsif dalam kerjasama kegiatan lingkungan hidup di Serdang Bedagai,” kata Panisean Tambunan.
Seusai menerima penghargaan, General Manager/President Director Regal Springs Indonesia Juan Carlos mengatakan, prioritas Regal Spring ada tiga. “Yakni KAMI PEDULI lingkungan, masyarakat dan produk. Kami sangat berbahagia hari ini kami mendapatkan penghargaan dua buah yakni untuk lingkungan dan untuk budidaya Tilapia,” katanya.
Juan Carlos menambahkan, dua penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas upaya sungguh kami kami seara berkesinambungan dalam bekerja dengan pemerintah daerah melalui program KAMI PEDULI dalam meningkatkan mutu lingkungan hidup di luar fasilitas pabrik pengolahan Tilapia kami di Serdang Bedagai.
Melalui program KAMI PEDULI untuk masyarakat di kabupaten Serdang Bedagai, Regal Springs Indonesia telah membantu pemerintah dan masyarakat setempat melalui kegiatan penanaman pohon, penebaran bibit ikan Tilapia, bersih pantai dan lainnya.
Regal Springs Indonesia adalah perusahaan Budidaya dan Pengolahan Bertanggung jawab yang berkantor pusat di Medan. Semua upaya bisnis program KAMI PEDULI Regal Springs Indonesia diarahkan untuk menghasilkan serangkaian produk Naturally Better Tilapia yang diproduksi dengan kualitas tertinggi untuk pasar dalam negeri dan ekspor.
Regal Springs Indonesia memiliki operasi di Sumatera Utara dan Jawa Tengah dan mempekerjakan sekitar 4.000 karyawan yang utamanya direkrut dari masyarakat sekitar operasi perusahaan.
Regal Springs Indonesia meluncurkan Program Keberlanjutan KAMI PEDULI Sustainability Program pada Juni 2019 dan merupakan program keberlanjutan terintegrasi penuh pertama di dunia untuk industri perikanan budidaya dan untuk Tilapia dan dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. (rel/mea)
Foto: Istimewa POSE: Peserta gowes santai berpose dengan latar belakang Pantai Cemara Kembar, salah satu destinasi wisata pantai di Kabupaten Serdang Bedagai.
SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Mengawali tahun 2020, PT Aquafarm Nusantara Regal Springs Indonesia melakukan pelbagai kegiatan penjalinan hubungan dengan media massa untuk meningkatkan keakraban dan rasa saling memahami. Salah satunya adalah kegiatan bersepeda dengan komunitas media massa di Serdang Bedagai sejauh 30 km di rute perkebunan dan pantai di Serdang Bedagai, Minggu (5/1/2020) pagi.
External Affairs Senior Manager PTAN, Kasan Mulyono, mengatakan Regal Springs Indonesia akan lebih intensif berkomunikasi dengan media secara lebih proaktif untuk meningkatkan saling pemahaman. “Selain itu program-program hubungan media yang akan dilakukan meliputi lokakarya, kunjungan media, diskusi, dan lainnya juga telah dilakukan,” katanya.
Untuk meningkatkan keakraban dan rasa saling percaya dengan sejawat media di Medan, Sergai, Toba dan Jakarta serta Semarang Regal Springs Indonesia juga menggelar kegiatan-kegiatan informal. “Regal Springs Indonesia juga terus melakukan komunikasi kepada publik tentang tentang budidaya dan pengolahan ikan Tilapia Regal Springs Indonesia yang bertanggung jawab,” papar Kasan Mulyono.
Acara bersepeda santai pagi ini mengambil rute yang dilalui mengelilingi jalur Lintas Timur dengan mengunjungi Pantai Cemara Kembar, serta melintasi jalan mulus di Desa Naga Lawan, Perbaungan dengan hamparan persawahan padi yang menghijau.
Koordinator Wartawan Unit Pemkab Sergai, Darmawan, berterimakasih kepada Regal Springs Indonesia yang telah melibatkan jurnalis khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai. Ia berharap kedepan jalinan kerjasama dengan jurnalis dapat terus terjaga dengan baik.
Wakil Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) regional Deli Serdang, Sergai dan Tebing Tinggi Pujianto juga mengapresiasi kegiatan gowes bersama jurnalis dan Regal Springs Indonesia. “Banyak program dari Regal Springs Indonesia yang sangat baik untuk masyarakat salah satunya program “KAMI PEDULI”. Kegiatan gowes bersama ini dapat memupuk keakraban antara perusahaan dengan jurnalis,” papar Pujianto. (rel/me)
LOKASI PROYEK: Masyarakat melihat proyek turap di Jalan Tanah Jawa Simalungun dan Jalan Humabahas di Humbahas yang diduga bermasalah beberapa waktu lalu.
LOKASI PROYEK: Masyarakat melihat proyek turap di Jalan Tanah Jawa Simalungun dan Jalan Humabahas di Humbahas yang diduga bermasalah beberapa waktu lalu.
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat daerah menyoroti pembangunan turap di Jalan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun yang bernilai Rp4,8 miliar lebih dan di Jalan Humabahas Kabupten Humbang Hasundutan (Humbahas) senilai Rp7,2 miliar lebih. Masyarakat setempat menilai pengerjaan proyek yang dikerjakan CV Husiba tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan kini telantar.
“Sampai saat ini kami pulang kampung halaman menuju domisili pekerjaan dua proyek tersebut belum juga selesai,” kata DF Sinaga melalui laporan tertulis, kemarin.
Menurut dia, kedua proyek turap atau proyek pengerjaan pembuatan pondasi suatu bangunan meliputi pekerjaan penggalian mencegah kelongsoran tanah serta penggalian untuk perembesan air, atau bisa juga disebut bendungan elak sementara itu kini terkesan terbengkalai.
Menurut DF, informasi yang mereka dapat di lapangan pengerjaannya tidak sampai 80 persen itu rencananya mau diperpanjangn selama 50 hari pelaksanaan yang melewati tahun anggaran. “Ini akan kami laporkan ke Kajatisu dengan membawa organisasi kemahasiswaan,” tegasnya.
DF meminta kepada Kejatisu memeriksa Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumatera Utara, Effendi Pohan serta pengguna anggaran Kepala Bidang Pembangunan Husain serta Dua UPT; Simalungun dan Humbahas sebagai kuasa pengguna anggaran.
Menurut informasi di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), dua paket proyek turap memang kini dalam sorotan. Pengerjaannya diperkirakan hanya sampai 50 persen.”Kuat dugaan adanya penyimpangan,” kata sumber.
Rencananya untuk melanjuti kedua proyek yang telantar itu akan menggunakan anggaran tambahan untuk diperpanjangan pengerjaan.”Jelas ini sudah bermasalah, karena pengerjaan sebelumnya tidak mencapai 80 persen, sedangkan persyarakat untuk perpanjangan pengerjaan proyek setidaknya harus 80 persen pengerjaan fisik,” terangnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Husain yang disinggung masalah kedua proyek tersebut enggan memberikan keterangan.”Langsung ajah ke kepalanya masing-masing,” sambil memberikan nomor hand phone kedua UPT nya melalui pesan WhatsApp. Disebut masalah ini akan dilaporkan ke Kejatisu, Husain bahkan mengaku “Iya,” sambil memberikan gambar jempol di WA.
Adapun nama Kedua Kepala UPT yang diberikan Husain itu masing-masing, Oktavianus Tambunan UPT Siantar dan Jaluhu UPT Siantar. Saat dihubungi keduanya enggan memberikan komentar panjang. Hanya menyebutkan,” Pembayaran pekerjaan diluncurkan tahun depan,” kata Oktavianus. (azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gempa magnitudo 5,2 dilaporkan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi di Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara pada Minggu (5/1). Titik gempa disebut terjadi pada 06.42 WIB di koordinat 2.21 LS dan 96,68 BT.
Titik gempa dikatakan berada di 389 km barat daya Nias Selatan di kedalaman 10 km. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa di Nias Selatan merupakan yang kedua dilaporkan pada hari ini. Sebelumnya BMKG juga sudah menjelaskan terjadi gempa magnitudo lebih kecil, yakni 4,8, di Malang, Jawa Timur. Pusat gempa Malang berada di 8,73 LS dan 112,50 BT atau di area laut 66 km barat daya Malang.
Gempa di di Nias Selatan merupakan gempa kedua di atas magnitudo 5 yang terjadi pada tahun ini. Sebelumnya BMKG mencatat gempa magnitudo 5,5 terjadi di Wakatobi, Sulawesi Utara pada Kamis (2/1)
BMKG pernah mencatat terjadi 21 titik gempa di atas magnitudo 5 terjadi selama sebulan pada Desember 2018 di seluruh Indonesia.
Selain soal gempa, BMKG mengimbau masyarakat waspada pada cuaca hujan disertai kilat dan angin kencang yang diperkirakan terjadi di Jakarta pada hari ini. Hujan deras diketahui terjadi di kawasan Jakarta Selatan sejak pukul 07.22 WIB.
“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore menjelang malam hari,” tulis BMKG dalam situs resminya. (bbs/azw)
KUNKER: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2, Sabtu (4/1).
Menhub: Nataru Aman Terkendali
KUNKER: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2, Sabtu (4/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Secara nasional, angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) berjalan aman dan terkendali, meski ada sedikit problem terkait dampak banjir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat melakukan peninjauan di terminal Railink di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (4/1).
“Alhamdulillah secara nasional Nataru 2020 berjalan aman, meski ada sedikit kendala terkait banjir Jabodetabek,” kata Menhub Budi Karya Sumadi didampingi Eksekutif General Maneger Bandara Kualanamu Bayuh Iswantoro, Manager Railink Kualanamu Endiranto, serta sejumlah pejabat dari Otban dan PT KAI Sumut.
Diungkapkanya, sejauh ini tidak ada yang menonjol. Bandara Halim yang sempat terdampak banjir penerbangan, saat ini sudah normal, kondisi air juga sudah kering
“Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan terkait arus mudik dan arus balik Nataru dan lainnya,” ungkap Budi.
Saat melakukan peninjauan di terminal kereta api bandara, Menhub mendapat penjelasan dari Manager Railink Kualanamu, Endiranto, terkait beberapa fasilitas kereta api bandara. Endrianto juga menjelaskan, ada kenaikan penumpang tahun 2019 sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2019 pergerakan penumpang Railink 23.700, sedangkan 2018 sekitar 23.224 penumpang. “Kita bersyukur ada kenaikan penumpang kendati relatif kecil. Ke depan kita terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang,” pungkasnya.
Sementara, memasuki H+5 Tahun Baru 2020, arus lalu lintas di jalur Kabanjahe-Berastagi-Medan, terpantau aman, ramai lancar. Meski terjadi peningkatan pengunjung, baik yang mengendarai roda 4 dan 2 mencapai 200 persen, namun kondisi arus lalu lintas dari dua arah tetap aman dan terkendali. “Arus lalu lintas tetap ramai dan padat, tapi masih terkendali dan berjalan negatif ada kemacetan panjang,” kata Kasat Lantas Polres Karo, AKP Ridwan Harahap kepada Sumut Pos, kemarin.
Dikatakannya, diperkirakan puncak arus balik terjadi pada Minggu. Karena libur sekolah habis pada Senin (6/1). “Untuk mengantisipasi kemacetan, kita tetap melakukan pengaturan lalu lintas dan menempatkan personel di daerah trouble spot,” tegasnya.
Untuk mengurai kemacetan, personel lantas yang bertugas tetap menyarankan pengendara menggunakan jalur alternatif. Dipaparkan Ridwan, sesuai data yang mereka rangkum di lapangan. Untuk tahun 2020 ini, terjadi peningkatan kenderaan baik roda 4 maupun roda 2 yang masuk ke Kabupaten Karo. “Ada peningkatan pengunjung maupun wisatawan yang datang ke Karo. Kenaikannya berkisar 200 persen dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, PolresTanah Karo juga menempatkan para personel di perlintasan untuk menghindari penyerobotan atau saling mendahului antar pengendara di seputaran Kabanjahe dan Berastagi. Kemudian, jika ada penumpukan kenderaan di Jalan Jamin Ginting, pengendara dapat melewati jalur alternatif melalui Hotel Sibayak dan keluar mengarah ke Tahura. Namun, kalau hendak mau menuju Kota Medan maupun sebaliknya .
Jika dari arah Kabupaten Simalungun maupun dari Kabupaten Dairi dan Propinsi Aceh, pengendara dapat melewati dari arah simpang Sinaman dan keluarnya ke arah Tugu Jeruk Desa Tongkoh (Tahura) maupun sebaliknya. “Itu upaya kami untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti kemacetan panjang,” pungkas Ridwan seraya mengimbau para pengguna jalan tetap mentaati peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dan budaya antre.
Puncak arus balik juga terlihat di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Minggu (5/1). Sejumlah stasiun bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di Sidikalang dijejali calon penumpang. Seperti di stasiun bus Datra, Jalan Merdeka, stasiun Pas dan Sinar Sepadan di Jalan Sisingamangaraja, serta stasiun Raja Napogos di Jalan Gereja Sidikalang, ratusan penumpang antre menunggu bus datang ke loket. Penumpang harus bersabar menunggu beberapa saat untuk diberangkatkan. Hal itu terjadi karena bus yang tersedia kurang dibanding jumlah penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Dairi, Datulam Ojahan Padang saat dikonfirmasi menyampaikan, arus balik penumpang libur Nataru di Dairi berjalan lancar. Datulam mengungkapkan, semua penumpang dari Sidikalang tujuan Medan dan sejumlah kabupaten/kota di Sumut semuanya terangkut. “Tidak ada penumpang tidak terangkut. Jumlah armada yang tersedia mampu mengatasi lonjakan penumpang,” pungkasnya.
Tebingtinggi Macet
Puncak arus balik Nataru 2020 di Kota Tebingtinggi terjadi Sabtu (4/1), kemarin. Kemacetan terjadi di Jalan KL Yos Sudarso dari arah Kota Tebingtinggi menuju Medan dan sebaliknya dari arah Medan menuju Pematangsiantar dan Kisaran, pihak Polantas Polres Tebingtinggi yang dibantu Dinas Perhubungan memberlakukan sistem buka tutup di pintu masuk jalan Tol menuju Medan dan Jalan KL Yos Sudarso Simpang Beo Kota Tebingtinggi, Sabtu sore (4/5).
Antrean kenderaan terlihat hingga 5 kilometer menuju pintu Tol Tebingtinggi Medan, begitu juga arah sebaliknya ratusan kenderaan pribadi juga terjebak macet, karena ada banyak mobil dan truk baik dari arah Kisaran dan Siantar masuk persimpangan Beo menuju arah Dolok Masihul. Laju kenderaan yang memasuki Kota Tebingtinggi hingga tiga lajur, bahkan penumpukan pengendara sepeda motor yang menuju Medan juga terjadi.
Padal Pos Pam Beo, Iptu Iswadi mengatakan, personel Polantas tetap berjaga mengatur arus lalulintas baik menuju Medan dan sebaliknya. “Petugas berjaga mengatur arus lalin hingga 24 jam, baik di Simpang Beo, simpang empat dan pintu masuk tol walaupun operasi nataru telah berakhir,” jelasnya.
Polantas yang bertugas di pintu tol Tebingtinggi Medan memberlakukan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan panjang di pintu tol, dikarena kenderaan yang melintas dari Jalinsum Medan menuju Tebinginggi juga terjadi kemacetan.
Begitu juga di Simpang Beo Kota Tebingtinggi petugas juga memberlakukan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan lebih panjang. Sedangkan di Jota Tebingtinggi tepatnya di simpang empat Jalan Sudirman petugas Polantas juga terus memantau kepadatan kenderaan yang memasuki inti kota.
Sedangkan Kadis Perhubungan Kota Tebingtinggi Saprin Harahap menjelaskan, untuk arus puncak balik memasuki wilayah Kota Tebingtinggi terjadi kemarin, Sabtu hingga malam hari. Petugas Dishub yang dibantu pihak kepolisian mengatur arus lalulintas dengan menerapkan sistem kanterflow untuk menghidari kemacetan lalulintas.
Tampak ribuan kenderaan memasuki wilayah Kota Tebingtinggi yang didominasi oleh kenderaan umum pribadi dan bus bus pariwisata. “Memang truk juga banyak melintas, hal itu juga yang menyebabkan kemacetan lalulintas,” terang Saprin.
Untuk menghindari kemacetan di inti kota, petugas Dishub memberikan himbauan kepada para juru parkir agar memakirkan kendaraan para pengemudi dengan teratur, karena jika parkir tidak teratur hingga memakan badan jalan yang di tentukan, hal itu yang bisa menimbulkan kemacetan panjang.
“Kita himbau parkir ditata dengan baik. Karena Jalan Sudirman sedikit agak sempit, bila parkir berlapis, maka hal yang timbul kemacetan,” terang Saprin.
Sedangkan kondisi arus lalu lintas pada hari, Minggu (5/1) tepatnya di Jalan KL Yosudarso dan pintu Tol Tebingtinggi terlihat lancar dengan kecepatan 40-50 Km perjam, begitu juga arah Medan menuju Siantar dan Kisaran kondisi arus lalulintas terlihat lancar.
Ribuan Pemudik Bertolak ke Batam
Lonjakan penumpang juga terlihat di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, Minggu (5/1). Ribuan calon penumpang sejak pagi telah memadati lapangan parkir terminal dengan membawa banyak barang bawaan. KM Kelud yang telah bersandar datang dari Batam tujuan Belawan, menurunkan ribuan penumpang.
Kepala Operasional Pelni Cabang Medan, Luthfi mengatakan, jumlah penumpang KM Kelud yang datang dari Batam sebanyak 3.221 penumpang. Sedangkan yang akan berangkat sebanyak 3.831 penumpang. “Jumlah penumpang yang naik masih sesuai dengan ambang batas dan jika tidak diawasi, maka jumlah penumpang yang naik bisa lebih banyak lagi,” katanya.
Sejauh ini, katanya, untuk arus balik Nataru akan mengalami peningkatan sampai keberangkatan selanjutnya. Sebab, KM Kelud yang berangkat tujuan Batam adalah armada perdana pada arus balik Nataru 2020. Kemudian akan kembali lagi pada Rabu (7/1) mendatang.
“Untuk hari ini hingga tiga kali ke depan, kepadatan penumpang bakal terus terjadi. Kita imbau agar penumpang dapat tiba di terminal sesuai waktu. Agar, tidak terjadi keterlambatan hingga ketinggalan kapal,” ungkap Luthfi.
Selama arus balik, lanjut Luthfi, KM Kelud akan melayani keberangkatan pulang pergi (PP) Batam dan Belawan dari tanggal (5/1), (7/1) dan (10/1). Kemudian pada tanggal (12/1) keberangkat mulai normal Belawan tujuan Batam dan Tanjung Priok. “Melihat tahun sebelumnya, penumpang banyak yang balik ke Batam, makanya dilakukan rute pulang pergi (PP) Belawan dan Batam. Kita juga membatasi kapasitas penumpang yang akan diangkut KM kelud,” jelasnya.
Untuk melayani penumpang menikmati jasa angkutan KM Kelud, PT Pelni telah menerapkan pelayanan tiket melalui online, agar menghindari calo. Selain itu, pihaknya berharap, kepada penumpang yang akan berangkat untuk tiba di terminal 2 jam sebelum keberangkatan, agar tidak terjadi desakan saat nail ke KM Kelud.
“Kita tekankan tidak ada penjualan tiket secara manual, jadi penumpang jangan tertipu dengan calo – calo tiket. Untuk keberangkatan perdana KM Kelud, sejauh ini belum ada kendala masalah waktu dan persiapan armada,” pungkas Luthfi. (btr/deo/rud/ian/fac)
PATAHKAN: Antonio Conte berambisi mematahkan catatan buruk menghadapi Napoli di bawah asuh Gennaro Gattuso di San Paolo, Selasa (7/1) dini hari.
PATAHKAN: Antonio Conte berambisi mematahkan catatan buruk menghadapi Napoli di bawah asuh Gennaro Gattuso di San Paolo, Selasa (7/1) dini hari.
Inter Milan bakal bertandang ke markas Napoli pada pekan ke-18 Serie A 2019/2020, Selasa (7/1) dini hari WIB. Inter punya catatan buruk di San Paolo, dan mereka perlu mematahkannya.
Inter tanpa satu pun kemenangan dalam 13 laga tandang terakhirnya melawan Napoli di Serie A. Jika tren negatif itu berlanjut, mereka bisa digusur Juventus dari puncak klasemen sementara.
Inter dan Juventus sama-sama memiliki 42 poin di 2 besar. Sebelum partai Napoli kontra Inter pekan ini, Juventus hanya menjamu Cagliari, dan sangat difavoritkan menang. Jika kembali terpeleset di San Paolo, Inter bakal dikudeta oleh La Vecchia Signora.
Melihat kondisi Napoli, juga rekor tandang Inter musim ini, hal itu sepertinya bisa dilakukan. Napoli telah berpisah dengan Carlo Ancelotti, dan menunjuk Gennaro Gattuso sebagai penggantinya. Dalam 2 laga pertama bersama Gattuso, Napoli belum tampil meyakinkan. Setelah kalah 1-2 menjamu Parma, mereka cuma menang tipis 2-1 atas Sassuolo di kandang lawan.
Sementara itu, Inter belum terkalahkan dalam laga-laga tandangnya di Serie A musim ini. Mereka menang 7 kali dan imbang satu kali. Ini adalah satu alasan untuk mengunggulkan Nerazzurri.
Selain itu, kelengkapan skuad juga bisa menjadi pembeda. Pasalnya, Napoli kehilangan Nikola Maksimovic akibat skorsing, dan Kalidou Koulibaly hingga Faouzi Ghoulam yang mengalami cedera.
Inter malah sebaliknya. Conte bisa menurunkan kekuatan penuh di laga pertama 2020 ini, dan membidik kemenangan.
Duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez bakal tetap jadi andalan di lini serang. Trio Stefano Sensi, Marcelo Brozovic, dan Roberto Gagliardini bakal jadi penyeimbang di lini tengah. Milan Skriniar, Stefan de Vrij, dan Diego Godin bakal menjadi pelindung untuk Samir Handanovic di bawah mistar.
Angin kemenangan sepertinya bertiup ke arah Inter.
Di skuad Napoli, ada Maksimovic yang bakal absen karena skorsing, dan Malcuit, Ghoulam, Tonelli, serta Koulibaly juga tak bisa diturunkan karena masih dibekap cedera. Sementara di skuad Inter, hanya Asamoah dan D’Ambrosio yang bakal absen karena cedera.
Seperti diketahui, Napoli hanya menang 2 kali dalam 12 laga terakhirnya di semua kompetisi. Mereka juga selalu kalah dalam 2 laga kandang terakhirnya di Serie A.
Sementara Inter tak terkalahkan dalam 10 laga terakhirnya di liga. Rekor tandang Inter di Serie A musim ini, yakni 7 kemenangan, dan sekali seri, dengan mencetak 19 gol, dan kebobolan 8. Inter juga mencetak minimal 2 gol dalam 7 dari 8 laga tandang yang sudah mereka mainkan di liga musim ini. (bln/saz)