26 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 4642

Bawaslu Minta Parpol Tidak Skenariokan Calon Tunggal

PIDATO: Ketua Bawaslu Abhan berpidato di satu acara, beberapa waktu lalu
PIDATO: Ketua Bawaslu Abhan berpidato di satu acara, beberapa waktu lalu
PIDATO: Ketua Bawaslu Abhan berpidato di satu acara, beberapa waktu lalu

Fenomena calon tunggal masih akan berpotensi terjadi di pilkada 2020. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta parpol untuk tidak coba-coba bersekongkol memuluskan calon tunggal di pilkada.

Sebab, meskipun legal, namun calon tunggal bisa merusak proses demokrasi yang dibangun lewat pilkada.

’’Calon tunggal di 270 daerah ini kelihatannya juga akan berpotensi naik,’’ terang Ketua Bawaslu Abhan, Kamis (2/3).

Biasanya, begitu ada satu bakal calon yang cukup kuat, partai-partai politik akan merapat.

Terutama daerah-daerah yang memiliki calon petahana karena dianggap figur kuat. Secara regulasi, tutur Abhan, calon tunggal memang tidak salah.

’’Tapi pemilihan yang demokratis masa hanya di-ikuti oleh satu calon,’’ lanjut mantan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa tengah itu.

Lazimnya, dalam sebuah pemilihan berbasis suara terbanyak, ada setidaknya dua kandidat yang berkompetisi.

Bukan satu calon yang disandingkan dengan kotak kosong. Untuk saat ini, pihaknya mengimbau parpol untuk tidak mengerucut hanya pada satu paslon di masing-masing daerah.

Itu untuk menjaga agar publik tetap memiliki pilihan. Tidak lantas karena calonnya kuat lalu semua sepakat hanya satu paslon. Karena itu, parpol juga diminta lebih transparan dan tidak coba-coba mematok mahar politik.

’’Butuh transparansi dari partai politik dalam proses rekrutmen kadernya untuk dicalonkan sebagai kepala daerah,’’ tutur Abhan.

Sehingga, tidak sampai ada calon karbitan yang tiba-tiba muncul hanya karena kapitalnya besar.

Selain parpol, harapan lain juga ada pada calon perseorangan. UU pilkada memungkinkan hadirnya calon perseorangan.

Sehingga, ketika seluruh parpol bersepakat menghadirkan satu paslon, masih ada lawan tanding yang bisa diharapkan dari calon perseorangan.

Sebagai gambaran, pada pilkada 2015 ada tiga daerah yang diikuti oleh calon tunggal. Masing-masing Kabupaten Blitar, Tasikmalaya, dan Timor Tengah Utara.

Kemudian, pada 2017 jumlahnya meningkat menjadi sembilan daerah. Puncaknya di pilkada 2018 di mana ada 16 daerah dengan calon tunggal.(bbs/jpg/azw)

Pengamat: Bobby Sulit Dapat Restu Prabowo

Pengamat politik Hendri Satrio menilai menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution akan kesulitan mendapat restu dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk bertarung di Pilwalkot Medan. Hal tersebut karena partai berlogo kepala burung garuda itu sudah mempunyai calon untuk berkompetisi di sana, yaitu Dahnil Anzar.

“Gerindra sudah siapkan kadernya. Di Medan misalnya, Gerindra punya Dahnil Anzar yang siap bertarung di sana,” ujarnya kepadaOkezone, Jumat (3/1).

Selain itu, lanjut dia, usaha putri Wapres KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah untuk maju di Pilwalkot Tangsel juga terlihat sulit. Sebab, yang bersangkutan itu merupakan sosok yang baru di dunia perpolitikan Tanah Air. Lalu, ayahnya pun juga tak mempunyai elektabilitas yang baik untuk di daerah Banten.

“Nur Azizah pun terbilang baru, bahkan ayahanda pun kalah (di Banten) saat bertarung di Pilpres,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menerima kedatangan bakal calon Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Prabowo juga menerima kedatangan putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah dan Biem Benyamin kader Partai Gerindra. Kedatangan Siti Nur Azizah juga berkaitan dengan Pilwalkot Tangerang Selatan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad Dasco mengatakan, sejauh ini pihaknya belum memberikan rekomendasi kepada kedua bakal calon tersebut. Menurutnya, keputusan rekomendasi akan diputuskan pada akhir Januari 2020 mendatang.

“Keputusan tentang rekomendasi para calon itu akan diputuskan akhir Januari,” tuturnya.

Sementara, Partai Gerindra menyatakan akan memutuskan soal pasangan calon di Pilkada 2020 pada akhir Januari mendatang. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution, dan putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Nur Azizah, turut dipertimbangkan partainya. “Ya, kemungkinan itu (mengusung Bobby dan Nur Azizah) ada juga,” kata Dasco di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Dia mengatakan, Bobby dan Nur Azizah menjadi dua orang pertama dari luar Partai Gerindra yang diterima oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Diketahui, Bobby dan Azizah bertemu dengan Prabowo dalam kesempatan berbeda pada Sabtu (28/12). Keduanya disebutkan membicarakan soal pencalonan mereka di Pilkada 2020. Bobby diketahui maju di Pilkada Kota Medan, sementara Nur Azizah maju untuk Pilkada Kota Tangerang Selatan.

“Dari eksternal itu baru Bobby Nasution dan Nur Zzizah Ma’ruf Amin yang diterima Pak Prabowo. Tapi keputusan DPP Gerindra diputuskan akhir Januari,” kata Dasco. (bbs/azw)

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Lima Saksi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus telah memeriksa lima orang yang masuk dalam daftar pencegahan keluar negeri terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

“Proses penyidikan. Lima orang saksi sudah diperiksa. Sudah beri keterangan pada Jumat,” kata Hari, Jumat, (3/1).

Meski mengungkap ada yang diperiksa, Hari tidak merinci nama ataupun inisial para saksi itu.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sebelumnya telah mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap 10 orang terkait kasus korupsi Jiwasraya. Mereka berinisial HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT dan AS. Seorang penegak hukum mengungkap kepada Tempo, mereka adalah Hendrisman Rahim, De Yong Adrian, Hary Prasetyo, Muhamad Zamkhani, Djonni Wiguna, Getta Leonardo Arisanto, Eldin Rizal Nasution, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro dan Asmawi Syam.

Menurut Hari, pihaknya akan lanjut memeriksa lima saksi lainnya dalam daftar cegah pada pekan depan. “(Pemeriksaan) pekan berikutnya. 6 Januari,” kata dia.

Hasil pemeriksaan para saksi tersebut, kata Hari, akan dikembangkan ke pemeriksaan saksi-saksi yang lain. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin sebelumnya menemukan adanya dugaan korupsi di PT Jiwasraya. Jaksa Agung telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor Trim 33/F2/Fd2/12 tahun 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, diantaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Sejumlah 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun.

Sebanyak 2 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk. Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya sampai hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. (tempo/btr)

30 Kapal Tiongkok Masuki Laut Natuna, Tiga KRI Siaga Tempur

MASUKI: 30 kapal penangkap ikan masuki lautan Natuna dikawal oleh 3 kapal Coast Guard milik Pemerintah Tiongkok.
MASUKI: 30  kapal penangkap ikan masuki lautan Natuna dikawal oleh 3 kapal Coast Guard milik Pemerintah Tiongkok.
MASUKI: 30 kapal penangkap ikan masuki lautan Natuna dikawal oleh 3 kapal Coast Guard milik Pemerintah Tiongkok.

NATUNA, SUMUTPOS.CO – Dua Kapal Republik Indonesia (KRI) dalam posisi siaga tempur di laut Natuna, Kepuluan Riau (Kepri). Pengamanan itu dilakukan sebagai upaya penegakan kedaulatan Indonesia.

“Saat ini ada dua KRI kita kerahkan dan ditambah jadi tiga menyusul besok, ini kita lakukan karena ada pelanggaran kedaulatan di Laut Natuna,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya ) TNI Yudo Margono.

Menurut Yudo di sela-sela pemberian pengarahan kepada para prajurit di Paslabuh, Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1), mengatakan, dalam pengawasan di wilayah itu dideteksi sebanyak 30 kapal ikan asing yang beroperasi di wilayah kedaulatan NKRI dengan dikawal oleh 3 kapal Coast Guard milik Tiongkok.

“Melalui udara tadi pagi kita telah pantau, ada 30 kapal ikan asing dengan dikawal 3 kapal pengawas mereka, dan mereka sengaja menghidupkan AIS mereka, ini ada apa?” kata dia mempertanyakan.

Untuk mengawasi itu, maka KRI Teuku Umar dan KRI Tjiptadi diberangkatkan ke lokasi perairan tersebut. Karena operasi ini kita melibatkan semua unsur, baik darat, laut dan udara.

Dalam menjalankan operasi, ia mengingatkan kepada prajurit untuk tidak terpancing. Prajurit diminta untuk tetap menggunakan cara-cara persuasif agar 30 kapal pencari ikan dan tiga kapal Coast Guard China keluar dari laut Natuna.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai rapat dengan kementerian terkait menegaskan kembali telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal Tiongkok, di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna.

“Kami baru saja melakukan rapat koordinasi untuk menyatukan dan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menyikapi situasi di perairan Natuna. Dalam rapat tersebut kita menekankan kembali, pertama telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal Tiongkok, di wilayah ZEE Indonesia,” kata Menlu Retno di Kemenkopolhukam, Jakarta.

Menurut Retno wilayah ZEE Indonesia sudah ditetapkan oleh hukum internasional yaitu melalui dasar Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

“Tiongkok merupakan salah satu party dari UNCLOS 1982, oleh karena itu merupakan kewajiban Tiongkok untuk menghormati implementasi dari UNCLOS 1982,” ujarnya menegaskan.

Kemudian, Indonesia kata dia tidak pernah akan mengakui nine dash-line, klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok.

“Klaim sepihak yang dilakukan Tiongkok, yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum internasional terutama UNCLOS 1982,” tuturnya. (jpnn/btr)

Philip Hansen Tangani PSMS

UMUMKAN: Manajemen PSMS Medan mengumumkan susunan pelatih yang akan menangani tim menghadapi Liga 2 musim 2020 di Kebun Bunga, Jumat (3/1).
UMUMKAN: Manajemen PSMS Medan mengumumkan susunan pelatih yang akan menangani tim menghadapi Liga 2 musim 2020 di Kebun Bunga, Jumat (3/1).
UMUMKAN: Manajemen PSMS Medan mengumumkan susunan pelatih yang akan menangani tim menghadapi Liga 2 musim 2020 di Kebun Bunga, Jumat (3/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Teka-teki siapa pelatih PSMS untuk menghadapi Liga 2 musim 2020, sudah terjawab. Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut bakal ditangani oleh Philip Hansen Maramis.

PHILIP Hansen resmi menjadi pelatih PSMS setelah diumumkan di Kebun Bunga, Jumat (3/1) sore. Mantan pelatih PSPS Riau ini akan didampingi oleh Isman Jasulmei (asisten pelatih), Sahari Gultom (pelatih kiper), dan Ardi Nusri (pelatih fisik).

“Akhirnya ada beberapa yang kami rekomendasikan. Kami sudah sepakat dengan penasihat teknis. Kami sudah sepakat mengontrak pelatih kepala Philip Hansen Maramis,” kata Manajer PSMS Mulyadi Simatupang.

Menurut Mulyadi, PSMS memilih Philip Hansen sebagai pelatih kepala karena masih muda dan ambisius membawa PSMS ke Liga 1 musim 2021.

“Kami sudah cek latar belakangnya, dan dia sangat ambisius dan siap dengan target, jika tidak dapat target di putaran pertama siap dievaluasi. Target kami jelas ke Liga 1. Dalam kontrak juga ada klausul untuk evaluasi. Pelatih jangan takut diberi kewenangan memilih pemain,” ungkapnya.

Sebelum memilih Philip Hansen sebagai juru taktik Ayam Kinantan, manajemen PSMS mengaku telah menerima 16 curriculum vitae pelatih. Namun, manajemen Ayam Kinantan lebih memilih Philip Hansen.

“Plus minus pelatih pasti ada, baik lokal atau asing,” tandas Mulyadi.

Philip Hansen sendiri mengaku bangga bisa dipercaya melatih PSMS musim 2020. Dia mengaku tertarik menangani Ayam Kinantan karena ingin mengangkat marwah tim asal Medan tersebut di pesepakbolaan nasional.

“Saya memiliki keinginan besar ingin memajukan sepak bola di Medan. Saya suka Medan karena memiliki rasa optimistis dan kebersamaan. Mengenakan baju hijau ini saya bangga. Ada angin segar juga dari pengurus untuk memajukan sepak bola di Medan,” tegasnya.

Philip Hansen pun segera merekrut pemain untuk dipersiapkan menghadapi Liga 2. Philip mengutamakan pemain yang punya kemauan untuk membesarkan PSMS.

“Saya tidak mau nama besar saja, tetapi saya mau kerja keras. Fisik jelas, kemampuan jelas, yang pertama adalah kemauan,” tegasnya. (dek)

Pemkab Madina Peringati HAB ke-74

HADIRI: Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution hadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama.
HADIRI: Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution hadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama.
HADIRI: Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution hadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution hadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama dengan tema “Umat Rukun, Indonesia Maju” di Lapangan Pasir Putih, Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (3/1).

Peringatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, Forkopimda, Sekretaris Daerah Madina, Gozali Pulungan, SH, MM, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD Kab. Mandailing Natal, Para Camat, Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mandailing Natal, Alim Ulama, Para ASN di lingkungan Pemkab Madina dan pelajar.

Bupati Madina membacakan pidato Menteri Agama RI mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan Daerah, agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air, yang merupakan modal bersama untuk membangun negara dan menjaga integritas Nasional.

Masih dikatakan Bupati, Kementerian Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama. “Untuk itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat.

Dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya ditegaskan, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Pembangunan jiwa disebut lebih dulu daripada pembangunan raga atau fisik. Tugas utama Kementerian Agama adalah membangun jiwa manusia sebagai landasan terbentuknya mental bernegara yang baik.

Meski pembangunan infrastruktur fisik juga dilakukan oleh Kementerian Agama, namun itu dalam rangka menunjang pembangunan jiwa. Kementerian Agama menyelenggarakan dua fungsi strategis, yaitu fungsi agama dan fungsi pendidikan. (mag-6/han)

68 Pensiunan Kemenag Labuhanbatu Terima Bingkisan

SERAHKAN:Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe menyerahkan bingkisan kepada pensiunan ASN Kantor Kemenag Labuhanbatu.
SERAHKAN:Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe menyerahkan bingkisan kepada pensiunan ASN Kantor Kemenag Labuhanbatu.
SERAHKAN:Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe menyerahkan bingkisan kepada pensiunan ASN Kantor Kemenag Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 68 orang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu mendapat bingkisan di acara Peringatan Hari Amal Bakti Ke-74 Kementerian Agama, Jumat (3/1).

Penyerahan bingkisan tersebut langsung dilakukan Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe di halaman Sekolah MAN Rantauprapat.

Selain itu, Bupati juga menyerahkan bingkisan kepada 3 orang mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, baik yang sudah pensiun maupun yang masih aktif dan melaksanakan tugas di daerah lain.

Pada upacara Hari Amal Bakti Ke-74 Kementerian Agama tersebut, Bupati Labuhanbatu Andi membacakan amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi.

Katanya, Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama Pertama Haji Mohammad Rasjidi. Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa indonesia. Mempertahankan kemerdekaan dari penjajah. Sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan, Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.

Disisi lain dia juga mengatakan, penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam “Satu Kotak” untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara. Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaliknya penguatan identitas bernegara, bila dipisahkan dari spirit beragama dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme.

Kegiatan upacara yang turut dihiasi dengan penyerahan bingkisan kepada pimpinan ormas Islam, serta penyerahan hadiah lomba dalam rangka HAB ke-74 Kementerian Agama. (fdh/han)

Penerimaan Restribusi Disperindag Tebingtinggi Capai Target

CEK: Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhri Siregar didampingi Kepala UPTD Pasar, Erwin JH Sitorus turun tangan langsung menanangi retribusi pasar. Sopian/sumut pos
CEK: Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhri Siregar didampingi Kepala UPTD Pasar, Erwin JH Sitorus turun tangan langsung menanangi retribusi pasar.
Sopian/sumut pos
CEK: Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhri Siregar didampingi Kepala UPTD Pasar, Erwin JH Sitorus turun tangan langsung menanangi retribusi pasar. Sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Target penerimaan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari Dinas Perdagangan Kota Tebingtinggi yang semula ditetapkan oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) pada APBD 2019 sebesar Rp780 juta, telah mampu dilewati berkat kerja keras yang dilakukan jajaran Dinas Perdagangan.

“Kami bisa mendapat capai over target sebesar 103 persen,”ungkap Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakrie Siregar MSI, Jumat (3/1).

Gul Bakhri menambahkan, pada Perubahan APBD 2019 beberapa waktu lalu dinaikkan lagi dengan target Rp 1,050 miliar, dan masih tetap bisa dilampaui hingga mencapai Rp1,079 miliar atau over target sebesar 103 persen sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.

“Capaian realisasi yang over target tersebut tidak terlepas dari upaya upaya yang dilakukan pihaknya, sedangkan untuk penerimaan dari sektor pasar dilakukan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan,” bilangnya.

Dijelaskan Gul Bakhri, intensifikasi dilakukan yakni dengan inventarisasi tunggakan retribusi yang belum dibayar oleh pedagang kios atau los dan terus melakukan penagihan.

“Dimulai dari penyampaian surat pemberitahuan tunggakan, diharapkan dapat menggugah kesadaran pedagang membayarkan kewajibannya membayar sewa terhadap kios atau los aset Pemko dimaksud,” bilangnya.

Gul Bakhri menambahkan, dalam pengutipan retribusi dimaksud, selain petugas pengutip juga turun langsung Kepala UPTD Pasar Erwin JH Sitorus dan Kadis Perdagangan. Sedangkan untuk ekstensifikasi penerimaan dilakukan dengan memberlakukan retribusi parkir di kawasan pasar dan retribusi pemakaian toilet pasar. Kedua jenis retribusi ini telah diatur dalam Perda merupakan retribusi baru yang diberlakukan untuk meningkatkan PAD Kota Tebingtinggi.

Peningkatan pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada para pedagang oleh jajaran Dinas Perdagangan turut menentukan realisasi penerimaan yang over target tersebut.

“Diantaranya yakni dengan membuat pos pasar pada setiap pasar sehingga memudahkan pedagang untuk berurusan dengan petugas lapangan,” jelas Gul Bakhri. Dikatakannya kembali bahwa tujuan dari dibuatnya pos pasar dimaksud adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada pedagang. Juga dimanfaatkan sebagai tempat pos penjaga keamanan dan kebersihan pasar,” jelas Gul Bakhri.

Retribusi lain yang dikelola Dinas Perdagangan melalui UPTD Metrologi Legal adalah, pelayanan tera tera ulang terhadap alat ukur timbangan pelaku usaha yang tidak hanya pada kawasan pasar, akan tetapi dilakukan pada kawasan domisili masyarakat di kelurahan. (ian/han)

Gantikan Pimpinan OPD Dairi yang Dicopot, Bupati Angkat Pelaksana Tugas

BERI KETERANGAN: Sekda Dairi, Leonardus Sihotang (kiri) didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Johnny Hutasoit saat memberikan keterangan kepada wartawan. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BERI KETERANGAN: Sekda Dairi,  Leonardus Sihotang (kiri) didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Johnny Hutasoit saat memberikan keterangan kepada wartawan.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BERI KETERANGAN: Sekda Dairi, Leonardus Sihotang (kiri) didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Johnny Hutasoit saat memberikan keterangan kepada wartawan. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu telah mengangkat pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dimutasi, Selasa (31/12) lalu.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Leonardus Sihotang menjawab wartawan saat memimpin serahterima jabatan (Sertijab) pimpinan OPD di Aula Sekretariat, Jumat (3/1).

Leonardus mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan yang lowong pasca pimpinan OPD dimutasi, Bupati telah mengangkat pelaksana tugas.

Dijelaskan, untuk Plt Kepala Dinas PUPR dijabat Surung Carles Lamhot Bancin, yang sebelumnya dilantik menjadi asisten 2.

Selanjutnya, posisi Plt Kadis Pertanian, Bintoha Angkat, Plt Kadis Pendidikan, Besli Pane, Plt Kadis Pariwisata Kebudayaan Pemuda Olahraga, Rotua Panjaitan.

Plt Kadis Pemerintahan dan Desa, Junihardi Siregar, Plt Kadis Sosial, Sudung Ujung yang juga Asisten 3, Plt Kadis Perindag, Rahmatsyah Munthe yang juga Kadis Infokom, Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Dekman Sitopu, Plt Kepala Inspektorat, Syafiah Fitri Berutu serta Plt Sekretaris Dewan (Sekwan), Erikson Purba. Sedangkan, untuk Plt Kadis Kesehatan masih proses, ucap Leonardus.

Disebutkan Leonardus, untuk pengisian pejabat depenitif posisi eselon II dalam waktu dekat akan dilakukan seleksi terbuka (Lelang Jabatan). “Sementara itu, untuk staf yang OPD dilebur akan segera menyesuaikan ke Dinas mana bergabung,”pungkasnya. (rud/han)

DPRD Desak Pemko Tebingtinggi Ambilalih Gedung Eks RS Herna

KUMUH: Gedung Eks RS Herna di Jalan Veteran Kota Tebingtinggi, tampak kumuh dan ditumbuhi ilalang.
KUMUH: Gedung Eks RS Herna di Jalan Veteran Kota Tebingtinggi, tampak kumuh dan ditumbuhi ilalang.
KUMUH: Gedung Eks RS Herna di Jalan Veteran Kota Tebingtinggi, tampak kumuh dan ditumbuhi ilalang.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Tebingtinggi dari Partai PKB, Muliadi, menegaskan Pemko Tebingtinggi harus menyurati pihak kedua pengelola eks Rumah Sakit (RS) Herna yang terletak di Jalan Veteran, Kota Tebingtinggi, agar mengembalikan bangunan tersebut ke Pemko Tebingtinggi, karena mengabaikan bangunan eks RS Herna tersebut.

“Pemko Tebingtinggi, melalui BPKPAD (Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah) Tebingtinggi, harus segera menyurati pihak kedua pengelola bangunan eks RS Herna, karena bangunan tersebut sudah sangat hancur dan tidak mendapatkan perhatian,” terang Muliadi, Jumat (3/1).

Muliadi menjelaskan, mengapa Pemko Tebingtinggi harus segera mengambil bangunan eks RS Herna tersebut. Pertama, beberapa benda bangunan eks RS Herna sudah mulai berhilangan, mulai dari seng, pintu, jendela, kosen, dan lain sebagainya.

“Ditambah juga di lokasi bangunan eks Herna tersebut disalah gunakan oleh masyarakat seperti berbuat zina, memakai narkoba, tempat menjemur pakaian oleh gelandangan yang berada di sekitar lokasi eks RS Herna,” jelas Muliadi.

Menurut Muliadi, hal tersebut tentu menjadi pemandangan yang tidak baik dilihat, karena eks RS Herna berada di pusat kota, yang seharusnya mencerminkan lokasi yang amat baik, apalagi itu adalah bekas bangunan rumah sakit.

“Pemko Tebingtinggi harus bergerak lebih cerdas, untuk bagaimana mengelola bangunan bekas tersebut menjadi hal yang mampu menambah pendapatan daerah dan tidak membiarkan bangunan tersebut menjadi bangunan tua tak berguna,” papar Muliadi.

Dalam hal ini, DPRD Tebingtinggi, siap membantu Pemko Tebingtinggi untuk mengambil bangunan bekas RS Herna tersebut dari tangan pihak kedua, agar dapat dikelola kembali menjadi bangunan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Tebingtinggi. “Kami siap membantu Pemko Tebingtinggi, apalagi itu aset kita,” tegasnya. (ian/han)