32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 47

Terungkap di Ruang Sidang: PTPN Tetap Pemilik Lahan, Bukan Jual Beli

MEDAN, SumutPos.co– Fakta menarik terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan lahan eks PTPN di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (13/2/2026). Dalam agenda pemeriksaan saksi, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan enam orang saksi dari internal PTPN II.

Mereka adalah Wisnu Budi Prasetyo, PM Silalahi, Jhon Ismet, Kamarudzaman, Dhanil SE, dan Dinda Ashari Siregar. Keterangan para saksi mengurai latar belakang kebijakan pengelolaan lahan yang kini menjadi pokok perkara.

Dari fakta yang mengemuka di ruang sidang, skema yang dijalankan disebut sebagai kerja
sama operasional (KSO), bukan transaksi jual beli aset. Kuasa hukum PT Nusa Dua Propertindo (NDP), Julisman, menegaskan, tidak ada penjualan tanah PTPN kepada pihak pengembang sebagaimana isu yang berkembang.

“Di dalam persidangan, dari keterangan para saksi, tidak ada penjualan tanah seperti
yang diberitakan. Yang ada adalah skema KSO (Kerja Sama Operasional),” tegas Julisman.

Menurut Julisman, dalam skema tersebut PTPN tetap sebagai pemilik lahan dan menjalin kerja sama pengelolaan dengan pihak pengembang dari Ciputra Group. PTPN memperoleh nilai atas kontribusi tanah yang dikerjasamakan serta bagian keuntungan dari hasil pemasaran sebesar 25 persen.

“PTPN tetap pemilik lahan. Tidak ada pengalihan hak milik. Kerja sama ini memberi kontribusi nilai dan bagi hasil bagi perusahaan,” ujarnya.

Julisman menekankan pentingnya membedakan antara kerja sama pengelolaan dan pelepasan aset. Ia menyebut dari seluruh keterangan saksi yang diperiksa, tidak satu pun menjelaskan adanya akta jual beli atau pemindahan kepemilikan tanah.

“Tidak tergambar sedikit pun dalam persidangan adanya jual beli tanah kepada pihak pengembang. Itu tidak pernah ada dalam fakta persidangan,” katanya.

Ia juga menambahkan, kebijakan tersebut diambil dalam konteks kondisi keuangan perusahaan yang saat itu sedang menghadapi tekanan. Dari keterangan saksi terungkap perusahaan memiliki beban utang besar dan mengalami kendala operasional.

“Fakta yang muncul di persidangan justru memperlihatkan latar belakang kebijakan ini adalah upaya memperbaiki kondisi perusahaan dan mengoptimalkan aset yang selama ini menjadi beban,” ujarnya.

Salah satu saksi, Wisnu Budi Prasetyo yang menjabat Direktur Produksi PTPN II periode 2012–2015, memaparkan kondisi perusahaan pada masa itu. Ia menyebut produksi menurun dan sejumlah lahan tidak lagi produktif serta berkonflik dengan masyarakat.

“Kondisinya sulit penyebabnya ada persoalan hasil produksi turun dan lahan yang berkonflik dengan masyarakat. Jadi akhirnya dengan kondisi itu ada harapan agar perusahaan lebih berkembang, solusinya kerjasama dengan pihak lain,” ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, keputusan untuk menjajaki kerja sama diambil melalui rapat direksi dan pembahasan bersama pemegang saham. Optimalisasi aset dinilai sebagai langkah korporasi agar lahan yang tidak produktif dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi perusahaan.

Sementara itu, tim kuasa hukum Irwan Peranginangin, Ahmad Firdaus, menyampaikan bahwa proyek tersebut telah ada sebelum kliennya menjabat sebagai direktur. “Para saksi menjelaskan proyek ini sudah ada sebelum Pak Irwan menjabat,” ujarnya.

Firdaus menambahkan, proyek tersebut telah mendapatkan persetujuan Menteri BUMN selaku pemegang saham dan tidak pernah dihentikan, melainkan hanya sempat tertunda. Menurut dia, dalam persidangan, tak ada satu pun saksi yang memberikan keterangan bahwa proyek tersebut atas inisiatif Irwan Peranginangin selaku Direktur PTPN.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya. (adz)

Yayasan Pendidikan Harapan Berikan 1.546 Paket Natura

MEDAN, SumutPos.co- Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) kembali memberikan paket Natura kepada 1.546 penerima manfaat yang berasal dari kaum dhuafa, fakir miskin, dan yatim-piatu di sekitaran lingkungan sekolah. Selain di lingkungan Yaspendhar, paket ini juga didistribusikan ke panti panti asuhan dan rumah tahfiz yatim piatu.

Adapun isi dari paket Natura yakni beras, gula putih, minyak goreng, mie instan, teh kotak dan uang tunai. “Untuk di kampus II, Jalan Karya Wisata Ujung, disalurkan sebanyak 779 paket Natura. Sedangkan di kampus I, Jalan Imam Bonjol, disalurkan sebanyak 767 paket,” kata Ketua 1 Yaspendhar, Najmi kepada wartawan di Kampus II, Jalan Karya Wisata Ujung, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Najmi, Natura ini adalah hasil sumbangsih dari para siswa Yaspendhar, mulai dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA, baik itu di kampus I dan kampus II.

“Kami ingin terus melanjutkan tradisi baik ini. Selain sebagai pembelajaran bagi kita semua, pemberian Natura juga sebagai bukti nyata kepedulian siswa-siswi terhadap sesama. Anak-anak didik juga akan kami libatkan dalam pembagian paket Natura ke panti panti asuhan dan rumah yatim Tahfiz,” sebut Najmi.

Lebih lanjut Najmi mengatakan, yayasan juga berkomitmen untuk terus membantu sesama. “Seperti pada bulan Desember lalu ,kami juga telah memberikan bantuan kepada korban banjir di Aceh Tamiang sebanyak 600 paket. Bantuan juga kami salurkan ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan,” lanjut Najmi.

Pemberian paket Natura di Kampus II ini dihadiri para pengurus yayasan yaitu Irhas, SE selaku koordinator Kampus II dan Kampus III, serta Edi Nuradi selaku Koordinator Bidang Olahraga, Siswa, Guru, Karyawan dan Satpam.

Diketahui l, Yayasan Pendidikan Harapan (YASPENDHAR) adalah lembaga pendidikan yang sudah eksis sejak tahun 1967, menyelenggarakan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. (adz)

Gubsu Tekankan Kegiatan ASRI Rutin Dilakukan

GERAKAN KURVE: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution bersama para bupati dan wali kota se-Kepulauan Nias melaksanakan gerakan kurve di Pantai Sorake Kabupaten Nias Selatan, Jumat (13/2).
GERAKAN KURVE: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution bersama para bupati dan wali kota se-Kepulauan Nias melaksanakan gerakan kurve di Pantai Sorake Kabupaten Nias Selatan, Jumat (13/2).

NISEL- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menggaungkan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) Indonesia melalui kegiatan kurve di Pantai Sorake, Kabupaten Nias Selatan (Nisel).

Bobby Nasution mengatakan, seluruh destinasi wisata perlu dijaga kebersihannya sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menegaskan, Gerakan ASRI harus dilakukan secara rutin, khususnya di kawasan wisata.

“Tempat wisata yang kita andalkan harus dijaga kebersihannya, gerakan ASRI yang dicanangkan presiden bisa berlangsung dengan rutin di tempat-tempat wisata,” kata Bobby Nasution di Pantai Sorake, Nias Selatan, Jumat (13/2).

Selain rutin dilakukan, Bobby Nasution juga meminta masyarakat tertib dalam membuang sampah. Pasalnya, di sejumlah tempat wisata masih kerap ditemukan sampah yang berserakan.

“Untuk masyarakat, jangan buang sampah sembarangan, tempat wisatanya dijaga,” kata Bobby Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada pemerintah setempat. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung kegiatan kurve yang dilakukan secara rutin di kawasan Sorake.

“Bukan berarti karena kita rutin membersihkan sampah tiap minggu malah makin bebas buang sampah, harus saling menjaga semuanya,” kata Bobby Nasution.

Salah satu pelaku usaha surfing di Sorake, Christian Zebua, mendukung penuh kegiatan tersebut. Apalagi, mayoritas pengunjung Pantai Sorake merupakan wisatawan mancanegara.

“Sebenarnya selama ini Sorake sudah cukup bersih dan rapi, tetapi dengan kegiatan rutin seperti ini bisa lebih baik, ini sangat positif bagi kami yang wismannya mayoritas dari luar negeri,” kata Christian.(san/azw)

Sidang Penjualan Aset PTPN I, Hakim Semprot Penasihat Hukum

KETERANGAN SAKSI: Saksi dari pihak PTPN I memberikan keterangan disidang korupsi penjualan aset PTPN I ke Ciputra Land, Jumat (13/2).
KETERANGAN SAKSI: Saksi dari pihak PTPN I memberikan keterangan disidang korupsi penjualan aset PTPN I ke Ciputra Land, Jumat (13/2).

MEDAN – Suasana sidang lanjutan dugaan korupsi penjualan aset PTPN I Regional I ke Ciputra Land senilai Rp263 miliar, sempat memanas. Pasalnya, majelis hakim menegur penasihat hukum (PH) terdakwa Irwan Peranginangin, karena dinilai melontarkan pertanyaan yang melebar dari kapasitas saksi.

Teguran keras datang dari hakim anggota M Yusafrihardi Girsang saat PH terdakwa mencecar saksi Wisnu Budi Arif dengan pertanyaan yang dianggap melampaui kewenangan.

“Saudara PH bertanya kepada saksi harus sesuai fakta, jangan melebar seolah-olah saksi ini Direktur PTPN,” tegas hakim di ruang Sidang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (13/2/2026).

Dalam sidang ini, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Sumut, menghadirkan 6 saksi, yakni Kamaruzaman, Wisnu Budi Arif, TM Silalahi, Jon Ismet, Indah Ersari Siregar dan Daniel. Seluruhnya merupakan mantan direksi PTPN II yang kini menjadi bagian dari PTPN I Regional I.

Wisnu Budi Arif, yang merupakan mantan Direktur Operasional PTPN II periode 2012-2015, sebelumnya menjelaskan rencana kerjasama pengembangan lahan sekitar 8.000 hektare yang tidak produktif karena dikuasai penggarap. Lahan tersebut dirancang menjadi kawasan permukiman dalam proyek Kota Deli Metropolitan (KDM).

Menurutnya, kerjasama itu sempat mendapat persetujuan Menteri BUMN saat itu. Namun proyek terhenti setelah terjadi pergantian menteri karena belum mengantongi persetujuan lanjutan. Kerjasama baru dilanjutkan kembali pada periode menteri berikutnya.

Wisnu juga mengungkapkan, mitra awal PTPN II bukan PT Ciputra, melainkan PT Danayasa. Namun kerjasama dengan Danayasa batal karena tak tercapai kesepakatan atas sejumlah klausul.

Situasi mulai memanas ketika PH terdakwa menanyakan apakah kerjasama PTPN dan Ciputra menguntungkan semua pihak. Wisnu menjawab, menurut pandangannya, kerjasama tersebut berdampak positif karena kondisi keuangan PTPN II yang sebelumnya merugi perlahan mulai membaik. Mendengar jawaban itu, hakim ketua langsung memotong. “Apakah saksi ini mewakili Direktur? Siapa Dirut PTPN II saat itu?” tanya hakim.

Saksi menjawab bahwa Direktur Utama PTPN II saat itu adalah Batara. Hakim kemudian menegaskan bahwa saksi harus menjawab sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai Direktur Operasional.

“Kenapa saksi yang mewakili Dirut? Saksi selaku Direktur Operasional harus menjelaskan tupoksinya saja, jangan kemana-mana,” ujar hakim dengan nada tinggi.

Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum mendakwa kerjasama pengembangan lahan antara PTPN dan pihak Ciputra merugikan keuangan negara hingga Rp263 miliar. (man/azw)

PLN UID Sumatera Utara Kolaborasi dengan YBM: Hadirkan Terang Lewat LUTD di Rantau Prapat

MEDAN-Komitmen menghadirkan energi berkeadilan terus diwujudkan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui kolaborasi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam Program Light Up The Dream (LUTD).

Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial PLN dalam menghadirkan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di wilayah kerja PLN UP3 Rantauprapat.

Sebanyak 50 keluarga prasejahtera menjadi penerima manfaat LUTD pada Februari 2026. Hingga 11 Februari 2026, sebanyak 32 pelanggan telah berhasil disambungkan dan kini menikmati listrik secara resmi dan aman.

Sementara itu, 18 pelanggan lainnya tengah dalam proses penyambungan bertahap yang ditargetkan rampung hingga akhir Februari 2026.

Penerima manfaat tersebar di sejumlah Unit Layanan Pelanggan (ULP), antara lain ULP Aek Nabara, ULP Simpang Kawat, ULP Aek Kota Batu, ULP Aek Kanopan, ULP Tanjung Balai, ULP Labuhan Bilik, dan ULP Rantauprapat Kota.

Program LUTD ini merupakan donasi sukarela insan PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat memperoleh akses listrik secara resmi.

Selain penyambungan listrik gratis, PLN juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk empati dan perhatian kepada keluarga penerima manfaat.

Salah satu penerima manfaat, Juli, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik di rumahnya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Saya tidak menyangka akhirnya rumah kami bisa menikmati listrik sendiri. Kini anak-anak bisa belajar lebih nyaman di malam hari,” ujarnya haru.

Manager PLN UP3 Rantauprapat Dwita AS, menegaskan bahwa program LUTD tidak hanya menghadirkan terang secara fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan. Kehadiran listrik diharapkan menjadi awal tumbuhnya produktivitas dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkap Dwita.

Terpisah, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa LUTD merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemerataan akses energi dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.

“Program ini mencerminkan semangat keadilan energi. Ketika satu rumah menyala, di situlah harapan tumbuh. PLN berkomitmen memastikan setiap proses penyambungan dilakukan sesuai standar keselamatan, ketenagalistrikan, dan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Mundhakir.

Melalui Light Up The Dream, PLN UID Sumatera Utara terus memperkuat perannya dalam menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkeadilan. Terang yang hadir tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menyalakan asa, membuka peluang ekonomi, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara. (ila)

Gandeng Para Pakar, Rico Waas Matangkan Re-design Medan Zoo

RAPAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass saat memimpin rapat pembahasan Re-design.
RAPAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass saat memimpin rapat pembahasan Re-design.

MEDAN – Wajah baru Medan Zoo kini tengah dipersiapkan dengan matang sebagai salah satu warisan (legacy) jangka panjang bagi warga Kota Medan. Proyek perbaikan ini tidak hanya bertujuan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai komitmen pemerintah dalam merawat alam dan binatang

Hal tersebut terungkap dalam rapat pembahasan Re-design Medan Zoo yang dipimpin langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, di Balai Kota Medan, Jumat (13/2/2026).

Dalam rapat ini turut hadir Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah, Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau, Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Dirut PUD Pembangunan serta para pakar.

Dalam rapat tersebut, Rico Waas menekankan bahwa perbaikan Medan Zoo bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan soal dedikasi dalam merawat alam dan binatang yang ada. Maka dari itu kematangan konsep menjadi prioritas utama ketimbang sekadar mengejar waktu penyelesaian guna menciptakan keunikan yang berbeda dari kebun binatang lain.

“Membangun alam dan binatang harus menggunakan hati dan niat yang baik. Kita sangat serius membangun Medan Zoo, agar kehadirannya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat maupun wisatawan,” kata Rico Waas.

Tidak main-main, pria berkacamata lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) itu berencana akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mempopulerkan satwa endemik Sumatera. Sebab menurutnya masih banyak jenis satwa asli pulau ini yang sebenarnya memiliki daya tarik tinggi namun belum dikenal luas oleh masyarakat.

“Ke depannya satwa-satwa ini akan menjadi ikon utama Medan Zoo untuk menarik minat wisatawan,” ujar Rico Waas.

Semangat Rico Waas dalam membangun kembali Medan Zoo mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah.

Ia berpendapat butuh komitmen kuat dan kebersamaan untuk membangun Medan Zoo secara keseluruhan. Apalagi menurutnya, kehadiran kebun binatang memiliki multi efek, karena akan berpengaruh terhadap lapangan pekerjaan, peternakan dan juga pertanian.

“Meskipun butuh waktu namun saya percaya dengan semangat kebersamaan, kita dapat menghidupkan kembali Medan Zoo. Yang terpenting jangan mengeluh dan saling menyalahkan,” pesannya seraya menyematkan pin PKBSI kepada Wali Kota Medan Rico Waas sebagai bentuk dukungan.

Dalam rapat itu kemudian juga dipaparkan terkait re-design Medan Zoo oleh Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau.

Tidak hanya itu saja, seluruh peserta rapat juga dimintai tanggapannya mengenai binatang apa yang mereka inginkan ada di Medan Zoo. (map/ila)

Jelang Ramadan, Indomaret Cabang Medan dan PMI Gelar Donor Darah!

MEDAN, SumutPos.co- Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, Indomaret Cabang Medan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai brand ternama, seperti Mr Bread, Kalbe, Anlene, serta Klinik Spesialis Mata SMEC Lubuk Pakam dan Medan.

Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan pegawai di perusahaan yang bergerak di bidang jasa retail ini, dengan penuh antusias ikut menjadi pendonor. Tak ketinggalan, masyarakat sekitar pun berdatangan untuk ikut serta dalam aksi kemanusiaan ini.

Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Medan (Indomaret), Yonanta Kusuma menegaskan, agenda ini murni merupakan gerakan sosial untuk membantu sesama, terutama dalam menjaga ketersediaan stok darah nasional. Yonanta menambahkan, seluruh kantong darah yang terkumpul akan diserahkan sepenuhnya kepada PMI untuk didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

“Donor darah ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tapi juga bagi para pendonor sendiri. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membantu PMI dalam menyalurkan darah ke yang membutuhkan,” katanya.

Bagi manajemen Indomaret, lanjut Yonanta, kegiatan ini memiliki makna ganda, membantu masyarakat sekaligus membentuk karakter karyawan yang empati. “Harapannya, pertama untuk misi sosial membantu program pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan PMI. Kedua, kami ingin menanamkan jiwa sosial kepada karyawan. Jadi tidak melulu tentang pekerjaan, tapi juga ada rasa peduli buat sesama,” pungkasnya. (adz)

Adira Expo Berkah Ramadan Hadir di Kotapinang, Permudah Akses Pembiayaan Selama Bulan Suci

MEDAN, SumutPos.co– Menyambut momentum Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance”) menghadirkan Adira Expo Berkah Ramadan di Lapangan Sentra Budidaya Buah, Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel) mulai Jumat (13/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026). Mengusung tagline “Pilih Barang Impianmu, Ajukan Kreditnya”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Adira Finance dalam mendekatkan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci.

“Ramadan kerap menjadi momen penting bagi masyarakat dalam merencanakan berbagai
kebutuhan, mulai dari kepemilikan kendaraan, persiapan mudik, hingga pemenuhan kebutuhan keluarga dan perencanaan ibadah. Menjawab kebutuhan tersebut, Adira Finance menghadirkan Adira Expo Berkah Ramadan sebagai sarana bagi masyarakat untuk memperoleh solusi pembiayaan yang praktis dan terintegrasi dalam satu lokasi.” ujar Iwan Chandra, Kepala Wilayah Sumatera Bagian Utara Adira Finance dalam media gathering di Medan, Kamis (12/2/2026).

Melalui kegiatan ini, kata Iwan Chandra, masyarakat dapat mengakses beragam solusi pembiayaan Adira Finance, mulai dari pembiayaan kendaraan otomotif, Solusi Dana, hingga pembiayaan berbasis syariah. “Seluruh layanan didukung dengan proses yang cepat dan transparan, termasuk fasilitas approval di tempat, sehingga memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam mengambil keputusan pembiayaan sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.

Solusi Pembiayaan Lengkap dalam Satu Pameran

Dalam Adira Expo Berkah Ramadan ini, sebut Chandra, masyarakat dapat mengakses berbagai produk pembiayaan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan finansial menjelang bulan Ramadan, baik kebutuhan konsumtif maupun perencanaan jangka menengah dan panjang. Selama periode kegiatan, Adira Finance menghadirkan sejumlah promo dan kemudahan.

Adapun promo dan kemudahan yang dihadirkan di antaranya, Cashback adirapoin hingga Rp1 juta dan hadiah langsung untuk konsumen yang mengajukan pembiayaan Solusi Dana selama periode pameran. Kemudian bunga super ringan dan bonus voucher belanja untuk pembiayaan mobil baru dan bekas.

Ada juga DP ringan dan potongan tenor sampai dengan 3 bulan serta approval di tempat untuk pembiayaan motor baru. Dan diskon angsuran 1 bulan dan garansi mesin 6 bulan untuk pembiayaan motor bekas.

Ruang Interaksi dan Aktivitas Keluarga

Selain menghadirkan solusi pembiayaan, Adira Expo Berkah Ramadan juga dirancang sebagai ruang interaksi yang ramah bagi keluarga. Beragam aktivitas menarik dihadirkan untuk menambah pengalaman pengunjung, mulai dari sesi konsultasi pembiayaan, layanan pengajuan dan persetujuan di tempat, games interaktif, hingga berbagai hiburan dan doorprize. “Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman yang informatif sekaligus menyenangkan bagi masyarakat,” ungkap Iwan Chandra.

Program Loyalitas Umrah untuk Sahabat Adira Expo Berkah Ramadan juga terintegrasi dengan program loyalitas unggulan Umrah untuk Sahabat sebagai bentuk apresiasi Adira Finance atas kepercayaan dan loyalitas konsumen. Melalui program ini, konsumen berkesempatan memenangkan paket perjalanan ibadah umrah yang dibiayai oleh Adira Finance.

Kesempatan tersebut dapat diperoleh melalui berbagai aktivitas, seperti pengajuan pembiayaan kendaraan, penukaran adirapoin, serta pembelian produk asuransi Zurich melalui aplikasi adiraku maupun jaringan kantor cabang Adira Finance. Selama periode pameran berlangsung, konsumen yang mengajukan pembiayaan akan memperoleh kesempatan memenangkan hadiah dua kali lebih besar, sesuai dengan ketentuan program yang berlaku. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui adira.id/e/umrahsahabat-pr.

HASANAH, Solusi Syariah untuk Perencanaan Ibadah

Dalam momentum Ramadan, Adira Finance juga menghadirkan HASANAH, produk pembiayaan berbasis syariah dengan Akad Ijarah Multijasa, sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin memperoleh Nomor Porsi Haji Plus melalui skema pembayaran angsuran.

HASANAH menawarkan angsuran terjangkau tanpa jaminan aset, dengan pilihan tenor fleksibel hingga 60 bulan. Dalam pelaksanaannya, Adira Finance bekerja sama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan proses pengajuan yang sederhana dan praktis.

“Sebagai bentuk apresiasi, lima pengaju pertama yang disetujui berkesempatan mendapatkan hadiah spesial berupa smartphone dan adirapoin senilai Rp500 ribu,” ujar Iwan Chandra.

Kolaborasi dalam Ekosistem Keuangan

Penyelenggaraan Adira Expo Berkah Ramadan merupakan hasil kolaborasi Adira Finance bersama Danamon, Zurich Asuransi Indonesia, Home Credit Indonesia, serta jaringan dealer dan mitra strategis lainnya. Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat memperoleh solusi finansial yang lebih terintegrasi dalam satu ekosistem.

“Melalui sinergi dengan berbagai mitra, kami berharap dapat memberikan kemudahan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Apapun kebutuhan Sahabat, #AdirainAja” tutup Taufik, Head of Regional Business Sumbagut Adira Finance. (rel/adz)