Home Blog Page 496

Sekitar 700 Mahasiswa Baru Ikut PKKMB Fakultas Hukum UMSU 2024

Dekan Fakultas Hukum UMSU Assoc Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum di dampingi jajaran terkait bersama Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi memulai tahun ajaran baru dengan menggelar PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru).

Berlangsung Semarak, kegiatan digelar di pelataran depan Fakultas Hukum UMSU, Senin (23/9/2024). Kegiatan bertujuan mengenalkan mahasiswa baru kepada lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Hukum, serta memberikan bekal awal untuk menjalani kehidupan perkuliahan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fahum UMSU Assoc Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum., Wakil Dekan I Fahum UMSU Assoc Prof. Dr. Zainuddin, S.H., M.H, Wakil Dekan III Fahum UMSU Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H, serta para Kabag, SRCC dan Jajaran Laboratorium Hukum Fahum UMSU.

Dekan Fakultas Hukum UMSU Assoc Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum, dalam sambutannya menekankan pentingnya keberanian mahasiswa hukum dalam menyampaikan pendapat. “Sebagai mahasiswa hukum, kalian harus berani menyampaikan pendapat, benar salahnya itu belakangan,” tegas Dekan Faisal.

Dia juga menekankan pentingnya integritas dan etika dalam menjalankan profesi hukum.

Selanjutnya Wakil Dekan I Fakultas Hukum, Assoc Prof. Zaidunddin, S.H., M.H memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa baru dalam bidang akademik. “Kalian harus fokus pada studi dan berusaha untuk lulus tepat waktu,” ujar Wakil Dekan I.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi.

Selanjutnya, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Ibunda Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H menyampaikan pesan, pentingnya peran aktif mahasiswa dalam berorganisasi dan kegiatan ekstrakurikuler.

“Selain fokus pada perkuliahan, kalian juga harus aktif dalam berorganisasi dan kegiatan lainnya yang dapat mendorong perkuliahan,” ujar Wakil Dekan III.

Dia menambahkan bahwa kegiatan di luar perkuliahan dapat melatih soft skill dan membangun jaringan yang bermanfaat di masa depan.

PKKMB Fakultas Hukum UMSU ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan perkuliahan. Dengan bekal pengetahuan dan motivasi yang diperoleh, mereka diharapkan dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (rel/tri)

Ini Nomor Urut Paslon Pilkada Binjai 2024, Petahana Cuti Mulai Besok

DIABADIKAN: Keempat Paslon dalam Pilkada Binjai dengan nomor urutnya masing-masing diabadikan usai pengundian pencabutan nomor urut yang dilaksanakan KPU Binjai.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai menggelar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Astro Ovany, Jalan Agus Salim, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Senin (23/9/2024) malam. Petahana atau incumben, Amir Hamzah yang kembali maju untuk periode kedua berpasangan dengan Hasanul Jihadi (Tenaga Ahli Bobby Nasution) mendapat nomor urut 4 melalui pengundian yang dilakukan secara terbuka.

Dengan majunya kembali Amir, Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu menjadi Pelaksana Tugas Wali Kota Binjai. Amir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas Kota Binjai selama pelaksanaan tahapan pilkada berlangsung hangat akan memasuki masa kampanye.

“Saya mulai cuti dari 25 September 2024 sampai 23 November 2024. Fasilitasi yang diberikan, sudah saya lepaskan,” kata Amir.

KPU Binjai sudah menetapkan 4 paslon yang akan berkompetisi merebut hati rakyat dalam pemilihan kepala daerah yang jatuh hari H pada Rabu (27/11/2024) mendatang. Keempatnya adalah, Amir Hamzah-Hasanul Jihadi, dr Donal Anjar Simanjuntak-Andri Alfisah, Zainuddin Purba-Hendro Susanto dan Tengku Rizki Alisyahbana-Aulia Hardi.

Pengundian dilakukan secara terbuka. Setelah serangkaian pengundian nomor urut dilakukan, ditetapkan bahwa Paslon Tengku Rizki Alisyahbana-Aulia Hardi mendapat nomor urut 1.

Kemudian nomor urut 2 Paslon Zainuddin Purba-Hendro Susanto. Nomor urut 3 Paslon dr Donal Anjar Simanjuntak-Andri Alfisah dan terakhir nomor urut 4 Paslon Amir Hamzah-Hasanul Jihadi.

Dalam sambutannya, Calon Wali Kota Binjai dari nomor urut 3, dr Donal Anjar Simanjuntak mengucapkan terima kasih kepada KPU dan Bawaslu Kota Binjai, hingga saat ini rangkaian pilkada telah berjalan dengan kondusif.

“Tentunya kami berharap bahwa pilkada hanya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan Kota Binjai menjadi contoh kota lain dalam kontestasi pilkada yang santun dan ramah,” ujar dr Donal.

Dia juga mengajak kepada masyarakat, relawan, dan partai pendukung saling menjelekkan.

“Di depan ada istri saya, dan istri Bang Andri. Inilah kami anak muda yang menyumbangsihkan gagasan untuk Kota Binjai sejahtera,” tukasnya.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu menerima surat penunjukkan sebagai Plt Wali Kota Binjai dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang diserahkan Pj Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, Senin (23/9/2024) siang. Selain Rizky, ada beberapa kabupaten/kota lain yang menerimanya.

Selain itu, Pj Gubsu juga turut mengukuhkan pejabat sementara (Pjs) untuk beberapa daerah, seperti Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Asahan, Serdangbedagai, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Pakpakbharat, Nias, Nias Utara dan Gunungsitoli.

Malam harinya saat rapat pleno terbuka yang digelar KPU Binjai, Rizky hadir sebagai plt wali kota. Rizky mengapresiasi antusias masyarakat Kota Binjai dalam menyambut Pilkada 2024.

Dia mengimbau kepada seluruh pihak untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Binjai.

“Kita tidak perlu saling menjelekkan dan menjatuhkan, karena apapun itu semua adalah takdir dari Allah SWT. Tunjukkan kita semua adalah saudara. Semoga Pilkada tahun ini menghasilkan pemimpin yang terbaik untuk Kota Binjai,” pungkasnya. (ted/han)

Tim Pengabdian USU Sosialisasi dan Serahkan Keramba Jaring Tancap serta Alat Pendeteksi Kualitas Air Berbasis Iot di Desa Lubuk Kasih

Dr. Hesti Wahyuningsih sedang memberikan alat deteksi kualitas air secara simbolis.

LUBUK KASIH, SUMUTPOS.CO- Tim Pengabdian Desa Binaan Universitas Sumatera Utara (USU) telah melaksanakan sosialisasi pentingnya budidaya ikan air tawar berbasis teknologi di Desa Lubuk Kasih, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan aliran irigasi sawah untuk budidaya ikan dengan metode jaring tancap, yang dilengkapi dengan teknologi pemantauan dan pengendalian kualitas air berbasis Internet of Things (IoT).

Acara yang berlangsung di Cafe Inovasi, sebuah kafe yang terletak di tengah persawahan desa, dihadiri oleh tokoh masyarakat seperti Kepala Desa Lubuk Kasih, Sekretaris Desa, Ketua PKK, dan Ketua Karang Taruna, serta anggota Tim Pengabdian USU yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Selain sosialisasi, dilakukan juga penyerahan simbolis jaring tancap dan alat pendeteksi kualitas air berbasis IoT kepada masyarakat Desa Lubuk Kasih. Alat ini diharapkan dapat membantu para petani ikan dalam memantau parameter penting seperti pH, suhu, oksigen terlarut, dan tingkat kekeruhan air, sehingga budidaya ikan menjadi lebih efektif dan minim risiko.

Dr Hesti Wahyuningsih foto bersama dengan Kepala Desa Lubuk Kasih, Sekretaris Desa, Ketua PKK dan perwakilan masyarakat Desa Lubuk Kasih setelah acara sosialisasi.

Dr. Hesti Wahyuningsih, M.Si, selaku dosen jurusan Biologi dan coordinator program budidaya ikan berteknologi, menyatakan bahwa penerapan teknologi pemantauan kualitas air berbasis IoT akan membantu masyarakat memantau parameter penting dalam budidaya ikan secara efisien, sehingga risiko kematian ikan akibat penurunan kualitas air dapat ditekan.

Ketua Tim Desa Binaan, Dr. Tulus Ikhsan Nasution, S.Si., M.Sc, yang merupakan Kaprodi Sarjana Fisika, menambahkan bahwa alat yang digunakan merupakan hasil kolaborasi penelitian antara Dosen Prodi Fisika, Biologi, dan Matematika di Fakultas MIPA USU, serta dibantu oleh mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana Fisika. Teknologi yang terintegrasi dengan sensor dan IoT ini didesain untuk penggunaan yang mudah dan praktis oleh masyarakat.

“Kami berharap inovasi ini bisa mendorong masyarakat Desa Lubuk Kasih untuk lebih aktif dalam pengelolaan sumber daya alam mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,” jelas Dr. Tulus.

Turut hadir pada acara tersebut anggota tim dan mahasiswa/I yang terlibat dalam program pengabdian ini, di antaranya Dr. Mardiningsih, M.Si, Muhammad Rommi Syahputra, S.Si., M.Si, Anggi Rizkia Margolang, S.Si., M.Si, Winda Yola Yohana, S.Pd., M.Si, Rendy Ginting, dan Lolo Ferdinan Siahaan.

Kepala Desa Lubuk Kasih, Mai Joni, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif Tim USU. Ia berharap desa mereka bisa menjadi desa berteknologi, khususnya dalam bidang pertanian. Dengan penerapan inovasi ini, masalah kematian ikan akibat kontaminasi air dapat dipantau dan diatasi, sehingga minat masyarakat untuk kembali berbudidaya ikan dengan metode mina padi akan meningkat.

Sosialisasi ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara tim pengabdian dan masyarakat, dimana peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pemanfaatan irigasi sawah untuk budidaya ikan dan cara menjaga kualitas air yang baik. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Lubuk Kasih dalam mengembangkan budidaya ikan yang lebih modern dan produktif. (adz)

Diseminasi Aplikasi DiTenun

IT DEL: Diseminasi aplikasi DiTenun di Kampus IT Del.

INSTITUT Teknologi Del (IT Del) mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan aplikasi DiTenun pada Kamis, 1 Agustus 2024. Acara ini berlangsung di Kampus IT Del yang dihadiri kelompok penenun Satahi Saoloan yang diketuai Elida Maria Panjaitan dari Silaen.

Ketua Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Humasak Simanjuntak ST MISD kepada Sumut Pos, Senin (23/9) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari PKM tahun 2024 yang berjudul: Diseminasi Aplikasi DiTenun.

PKM ini didanai Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Kelompok penenun Satahi Saoloan didirikan pada 2020 dan menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kelangsungan tradisi menenun ulos. Melalui riset yang dilakukan, kata Humasak Simanjuntak ST MISD, IT Del mengembangkan aplikasi DiTenun untuk membantu para penenun mengatasi keterbatasan motif dan desain tenun. ”Aplikasi ini didesain agar mudah digunakan dan menawarkan fitur Modul Lidi yang membantu mempercepat proses pembuatan motif tenun,” katanya.

Pelatihan ini diikuti 18 penenun dari kelompok penenun Satahi Saoloan. Peserta diperkenalkan dengan aplikasi DiTenun, terutama fitur Modul Lidi yang memungkinkan mereka menciptakan motif yang lebih beragam dan efisien oleh Humasak Simanjuntak ST MISD (ketua tim PKM) serta Wesly Mailander Siagian SPt MM dan Dr Arlinta Christy Barus ST MInfoTech (anggota PKM).

Dengan aplikasi ini, para penenun dapat meningkatkan produktivitas mereka dalam membuat ulos, baik dari segi waktu maupun kreativitas motif. Sebelum pelatihan dimulai, diadakan asesmen awal untuk mengetahui pengalaman dan latar belakang peserta terkait teknologi dan menenun.

Hasil dari asesmen ini digunakan untuk menyesuaikan materi pelatihan agar dapat diikuti dengan baik oleh peserta. Dengan demikian, pelatihan menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Para penenun diajarkan cara menggunakan Modul Lidi untuk membuat motif sesuai jumlah baris lidi yang diinginkan.

Selama pelatihan, menurut ketua tim PKM, peserta berhasil menciptakan berbagai motif ulos yang sebelumnya sulit dilakukan dengan alat tradisional. Proses pelatihan berlangsung lancar dan para peserta merasa terbantu dengan kehadiran teknologi ini.

Aplikasi DiTenun dianggap sebagai solusi modern bagi para penenun tradisional dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya menenun ulos. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan penenun dapat lebih kreatif, efisien dan mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, kata Humasak Simanjuntak ST MISD, aplikasi ini juga diharapkan menarik minat generasi muda untuk meneruskan tradisi menenun. (dmp)

Buka SJI 2024, Pj Gubernur Sumut Harapkan Banyak Ciptakan Jurnalis Unggul

SJI: Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fathoni menghadiri dan membuka Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Hotel Grand Inna Medan, Jalan Balai Kota, Medan, Senin (23/9/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni membuka Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) 2024 diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Inna Darma Deli, Medan, Senin (23/9/2024).

“Untuk bisa menjadi orang yang unggul, ada empat hal yang harus dimiliki seseorang. Pintar, cerdas, kreatif, dan inovatif. Dengan ini maka marilah menjadi jurnalis, wartawan yang unggul,” kata Fatoni.

Fatoni mengatakan orang pintar adalah yang mampu menguasai ilmu pengetahuan. Orang seperti ini mampu menyerap ilmu pengetahuan dan informasi lebih cepat. Untuk menjadi orang pintar, maka perlu menambah wawasan dan ilmu dengan cara mengikuti bimbingan teknis, diklat atau mengikuti pendidikan.

Sementara orang yang cerdas adalah orang yang mampu menggunakan kepintarannya, menerapkan ilmu dan informasi ke dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjadi kreatif, biasanya orang seperti ini akan membuat sesuatu dengan cara yang tidak sama.

“Orang kreatif akan melakukan hal bebeda, karena biasa mereka ini adalah orang pilihan. Yang terakhir adalah inovatif, adalah orang yang selalu mempunyai tujuan, dimananpun dia bertugas maka akan meninggalkan histori dan sejarah yang baik-baik. Marilah kita menjadi jurnalis yang unggul,” ucap Fatoni.

Dalam kesempatan ini, Fatoni juga memberikan tips bagaimana cara menjadi orang sukses. Dirinya pun melanjutkan, bahwa untuk menjadi orang sukses tidak cukup hanya menjadi orang terbaik.

Orang terbaik dimaksud adalah orang yang mempunyai kelebihan intelektual dan diperhitungkan banyak orang. Namun kecerdasan intelektual saja, katanya, tidaklah cukup dan harus dibarengi dengan menjadi orang baik.

“Untuk menjadi orang baik, di dalamnya terdapat kecerdasan emosional, sosial, spiritual, dan moral. Saya yakin kalau dijalankan, ini akan suskes pada bidang kita masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PWI Hendri CH Bangun menyampaikan, SJI di Sumut adalah penyelenggaraan kelima pada tahun ini. Dia pun turut mengucapkan selamat kepada PWI Sumut yang telah menyelenggarakan SJI yang diselenggarakan 23-27 September 2024.

“SJI adalah sebuah kegiatan pembelajaran yang sifatnya menyeluruh. Awalnya, pada tahun 2010 SJI dilaksanakan selama 2 minggu. Namun setelah berjalan setahun, pelaksanannya hanya seminggu. Namun pelajaran yang diberikan tetap menyeluruh dengan meningkatkan wawasan sampai pada praktek kerja,” jelas Hendri.

SJI dilaunching di Palembang pada saat pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dengan pemateri kuliah perdana dilakukan oleh Presiden Bambang Yudhoyono. Hari ini, Pj Gubernur Sumut Fatoni juga menjadi pemateri kuliah perdana SJI yang diselenggarakan di Sumut.

“Manfaatkanlah kuliah perdana ini sebaik-baiknya. Harapannya nanti, kami akan mengajukan untuk 10 provinsi, sehingga dapat meningkatkan wawasan untuk para jurnalis di Indonesia,” katanya.(san/han)

Puluhan Rumah Warga Ludes Dilalap Api

LUDES: Kondisi rumah warga ludes terbakar di Jalan Wahidin. PRA EVASI/SUMUT POS

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat terjadi di Kota Siantar. Sekitar 30 unit rumah di Jalan Wahidin ludes dilalap api, Senin (23/9) pukul 03.00 WIB.

Peristiwa ini mengundang perhatian publik. Sebab beberapa jam sebelumnya, gedung 4 berlantai 2 Pasar Horas habis dilalap api dengan menghanguskan 900-an kios.
Bahkan lokasi kebakaran di Jalan Wahidin tersebut hanya berjarak sekitar 70 meter dari Pasar Horas.

Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun banyak perabot rumah tidak bisa diselamatkan dan kerugian material diperkitakan miliaran rupiah.
Sementara itu, hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dua jam berselang, kebakaran kembali terjadi di Jalan Sutomo gang kimia farma. Di sana, satu unit rumah kosong ludes terbakar. Petugas damkar pun harus terpaksa terbagi untuk memadamkan api di dua lokasi. (mag7/han)