Home Blog Page 4967

Idham Sukses Antar Dua Puteranya Raih Nilai Tertinggi di Seleksi Akpol & Juara Olimpiade Matimatika Internasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai calon tunggal Kapolri, Komjen Idham Azis punya sejumlah prestasi. Prestasi paling mentereng terjadi ketika dirinya tergabung dalam Densus 88 bersama mantan Kapolri Jendral Tito Karnavian. Ketika itu, mereka berhasil menangkap gembong bom Bali, Dr Azhari cs.

Jika kita melihat perjalanan karir (track record) pria yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri ini, tentu kita yakin kalau sosok pilihan Presiden Jokowi ini memang sarat prestasi.

Apalagi ada prestasi lain yang tak banyak orang tahu, yakni mantan Kapolda Metro Jaya ini ternyata juga sukses dalam mendidik anak-anaknya.

Karena ternyata, dua putranya yakni Ilham dan Irfan juga sarat memiliki prestasi dan sama-sama berhasil menjadi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dengan raihan nilai tertinggi dalam seleksi di tahun yang berbeda.

Putra pertamanya, Ilham Urane Aziz, berhasil meraih nilai terbaik dalam seleksi Akpol tahun 2017. Berdasarkan data resmi Polri, Ilham menjadi peserta terbaik dari 331 peserta yang ada.

Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2019, putra keduanya, Irfan Urane Aziz, juga mengikuti jejak sang kakak dan menjadi yang terbaik dari 264 calon taruna yang mengikuti seleksi taruna Akpol. Kalau melihat sejarah pendidikan Irfan, hal itu tak terlalu mengherankan mengingat Irfan sebelumnya memang “langganan” juara Olimpiade Matematika Internasional.

Menanggapi keberhasilan dua putranya, Idham mengaku sangat bangga dengan apa yang ditorehkan anak-anaknya.

“Ya tentu bangga dengan pencapaian mereka. Kewajiban saya memang menyiapkan yang terbaik untuk masa depan mereka,” ungkap Idham.

Pria kelahiran 30 Januari 1963 ini mengatakan dari sejak anak-anaknya kecil, dia dan isterinya secara bersama-sama menggembleng mereka.
“Kami (Idham dan isteri maksudnya -Red) membimbing mereka dari sisi akademis, fisik dan mentalnya sehingga kemudian mereka sukses dalam studinya,” tutur Idham.

Sementara Fitri Handari Idham, isteri Idham Azis menuturkan sangat bersyukur atas pencapaian kedua puteranya.

“Ya tentu kami bersyukur dengan pencapaian mereka, tapi perjalanan dan perjuangan mereka ke depan masih panjang. Kami sebagai orangtua hanya bisa mensupport dan mendoakan. Kami mensupport apapun pilihan bidang masa depan yang mereka pilih, meski ternyata keduanya memilih melanjutkan pendidikan di Akpol,” tutur lulusan Universitas Indonesia ini kepada wartawan, Rabu (30/10) pagi.

Wanita kelahiran Pangkep, 18 Februari 1975 ini mengatakan salah satu kunci sukses dia dan Pak Idham dalam membimbing anak-anaknya adalah terus membangun komunikasi dengan mereka. “Intinya, anak dan orang tua harus saling terbuka. Orang tua harus bisa dijadikan tempat bertanya,” ujar Fitri. (rel/adz)

Terdakwa Sabu Mengaku Disiksa oleh Oknum Polisi, Barbut Mobil Diduga Jadi Motor

DIAMANKAN: Rama Dani diamankan di Polres Langkat usai ditangkap karena kepemilikan sabu. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
DIAMANKAN: Rama Dani diamankan di Polres Langkat usai ditangkap karena kepemilikan sabu.
DIAMANKAN: Rama Dani diamankan di Polres Langkat usai ditangkap karena kepemilikan sabu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa dugaan kepemilikan sabu seberat 97,53 gram, Ranjit Kumar membantah keterangan saksi polisi dari Ditres Narkoba Poldasu. Bantahan itu disampaikan Ranjit dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (29/10). Mirisnya, terdakwa mengaku disiksa dan diancam bunuh oleh oknum polisi yang menangkapnya.

“SAYA bantah itu majelis. Yang pertama, saya tidak ada ketemu dengan Igo seperti disampaikan saksi Parulian di dekat Bank BRI. Di Bank BRI itu kan ada CCTV nya, silahkan diputar saja. Apakah saya ada ketemu dengan Igo disitu,” ungkap terdakwa di hadapan Ketua Majelis hakim, Tengku Oyong.

“Yang kedua, saya ditangkap mereka bukan pada saat menggunakan sepedamotor. Melainkan saat saya menggunakan mobil jenis Daihatsu Go Panca BK 1167 IX,” sambungnya.

Tak hanya itu, Ranjit juga diancaman untuk mengikuti saja apa yang dikatakan terdakwa Igo.

“Waktu itu mata saya dilakban dan saya dipukuli untuk mengikuti apa yang dikatakan Igo. Bahkan saya diancam, dikatakan apabila masih ingin hidup agar mengiyakan semua yang dikatakan Igo,” beber Ranjit.

“Kalau tidak, saya akan dibunuh kata mereka dengan cara mereka menyuruh napi memukuli saya di penjara hingga mati,” sambungnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor Hutabarat dari Kejati Sumut menghadirkan 3 orang saksi dari Kepolisian. Dalam keterangannya, saksi Parulian mengaku sebagai Pembantu Kepala Unit (Panit) yang melakukan penangkapan terhadap Igo Hendra pada Kamis 23 Mei 2019.

“Yudi melakukan undercover buy (penyamaran) dan dikawani oleh informan kami. Sementara kami ada diluar,” ucap Parulian.

Lebih lanjut katanya, Igo pergi keluar rumah dan mengaku bertemu dengan Ranjit di samping kantor BRI cabang pembantu di Pulo Brayan, Kota Medan.

“Ketika dia keluar, kami mengikuti dari belakang hingga sampai dia menemui orang. Saya naik mobil sementara dua anggota saya (Leonardo dan Gok) mengikuti Igo menggunakan sepedamotor,” kata Parulian.

“Lalu saya telepon anggota, menanyakan apakah Igo ketemu sama seseorang, lalu jawab anggota Igo sudah ketemu sama Ranjit. Dan Ranjit memberikan sesuatu yang dibungkus dalam plastik hitam kepada Igo,” ucap Parulian.

Setelah itu, Igo kembali kerumahnya. Sesampai dirumahnya, Igo langsung bertemu dengan Yudi yang sebelumnya sudah menunggu.

Setelah diserahkan Igo bungkusan tersebut kepada Yudi, Parulian bersama dua anggotanya langsung menangkap Igo di rumah. Setelah itu, mereka langsung melakukan pengembangan dan menemui Ranjit di salah satu SPBU di Jalan Kapten Sumarsono.

Disana, Parulian menerangkan bahwa pihaknya langsung menangkap Ranjit yang pada saat itu sedang menunggu sendirian menggunakan sepedamotor.

“Di SPBU itu, terdakwa Ranjit langsung kita amankan dengan barang bukti sebuah hape dan sepedamotor miliknya,” ucap Parulian.

Saat ditanya hakim apakah, Parulian melihat langsung pertemuan Igo dan Ranjit di dekat Bank BRI, Parulian mengaku tidak melihat langsung.

“Saya hanya mendapatkan informasi dari anggota saya yang melihat langsung,” jawabnya.

Diluar sidang, tim penasehat hukum Ranjit Kumar yang terdiri dari Rion Arios Aritonang, Dedi Pranajaya SH, Tuseno SH dan M Koginta Lubis SH memberikan keterangan.

Mereka menegaskan, pada dasarnya pihaknya mendukung penuh program pemerintah memberantas peredaran narkoba. Namun, untuk kasus Ranjit Kumar, dirinya bersedia menjadi penasehat hukum Ranjit lantaran ada dugaan kejanggalan dalam kasus itu.

“Dalam keterangan di persidangan jelas dibantah Ranjit bahwa dirinya tidak ada ketemu sama Igo. Berarti yang ketemu dengan Igo masih bebas berkeliaran diluar sana,” ujar Rion.

“Yang disayangkan adalah orang yang bebas berkeliaran tersebut ditukar dengan orang yang benar-benar tidak bersalah. Nah inilah yang harus kita ungkapkan nantinya,” tandas Rion.(man/ala)

Teknologi Grab Dorong Pertumbuhan Perekonomian Medan Rp2,66 T

BERSAMA: Dari kiri, Public Affairs Communications & Social Impact Manager Grab Indonesia, Shally Pristine; City Manager 2-Wheel Medan Grab Indonesia, Ken Pratama; City Manager 4-Wheel Medan Grab Indonesia, Valenciah Dwitahlie berfoto bersama Akademisi dari Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Prawidya Khairani, M.Si (kiri ketiga), Kadis Perhubungan Sumut Utara Ir. Abdul Haris Lubis (kanan ketiga), Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics Stella Kusumawardhani (kanan kedua), Head of Public Affairs, Sumut Grab Indonesia Guruh Ismael (kanan), dalam acara Diskusi Publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital - Grab For Good: Kontribusi Grab terhadap ekonomi Indonesia & Peluncuran Laporan Dampak Sosial Grab 2018 - 2019, Selasa (29/10) di Medan. foto-foto:Triadi Wibowo/Sumut pos
BERSAMA: Dari kiri, Public Affairs Communications & Social Impact Manager Grab Indonesia, Shally Pristine; City Manager 2-Wheel Medan Grab Indonesia, Ken Pratama;  City Manager 4-Wheel Medan Grab Indonesia, Valenciah Dwitahlie  berfoto bersama Akademisi dari Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Prawidya Khairani, M.Si (kiri ketiga), Kadis Perhubungan Sumut Utara Ir. Abdul Haris Lubis (kanan ketiga), Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics Stella Kusumawardhani (kanan kedua), Head of Public Affairs, Sumut Grab Indonesia Guruh Ismael (kanan), dalam acara Diskusi Publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital - Grab For Good: Kontribusi Grab terhadap ekonomi Indonesia & Peluncuran Laporan Dampak Sosial Grab 2018 - 2019, Selasa (29/10) di Medan.
foto-foto:Triadi Wibowo/Sumut pos
BERSAMA: Dari kiri, Public Affairs Communications & Social Impact Manager Grab Indonesia, Shally Pristine; City Manager 2-Wheel Medan Grab Indonesia, Ken Pratama; City Manager 4-Wheel Medan Grab Indonesia, Valenciah Dwitahlie berfoto bersama Akademisi dari Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Dr. Prawidya Khairani, M.Si (kiri ketiga), Kadis Perhubungan Sumut Utara Ir. Abdul Haris Lubis (kanan ketiga), Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics Stella Kusumawardhani (kanan kedua), Head of Public Affairs, Sumut Grab Indonesia Guruh Ismael (kanan), dalam acara Diskusi Publik mengenai Manfaat Ekonomi Digital – Grab For Good: Kontribusi Grab terhadap ekonomi Indonesia & Peluncuran Laporan Dampak Sosial Grab 2018 – 2019, Selasa (29/10) di Medan. foto-foto:Triadi Wibowo/Sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perkembangan teknologi sangat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal itu dirasakan dengan kehadiran Grab di Indonesia, khususnya di Kota Medan. Tidak tanggung-tanggung, Grab memberikan kontribusi sebesar Rp2,66 Triliun pada tahun 2018 di kota terbesar ketiga di tanah air ini.

ANGKA itu diperoleh dari riset yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics Riset pada periode November-Desember 2018. Ojek online Grab dijadikan sebagai objek riset.

Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics, Stella Kusumawardhani merinci Rp2,66 triliun pendapatan yang disumbang Grab. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabBike sebesar Rp1,06 triliun.

“Kemudian diikuti GrabFood sebesar Rp1,03 triliun, GrabCar senilai Rp 541 miliar, GrabKios individual dan toko sebesar Rp 34 miliar,” sebut Stella Stella pada diskusi publik dengan mengusung tema “Laporan Dampak Sosial 2018-2019” di Adi Mulia Hotel, Selasa (29/10).

Sedangkan, pendapatan mitra pengemudi GrabBike meningkat sebesar 72 persen dan mitra GrabCar sebesar 86 persen. Selain itu, penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 19 persen.

Melihat data tersebut, kesimpulannya, beroperasinya Grab di Kota Medan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Selain meningkatkan pendapatan para mitra, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 31persen mitra pengemudi GrabBike dan agen individual GrabKios, serta 29 persen mitra pengemudi GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan tetap sebelum bermitra dengan Grab,” beber Stella.

Selain di Kota Medan, riset juga dilakukan pada beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Masing-masing, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Hasilnya, dapat dilihat kehadiran Grab telah memberi kontribusi kepada perekonomian nasional sebesar Rp48,9 triliun.

“Kontribusi ekonomi nasional itu didapat salah satunya melalui penciptaan lapangan tenaga kerja. Dari data terlihat bahwa 32 persen mitra GrabBike dan 24 persen mitra GrabCar sebelumnya tidak memiliki pendapatan tetap,” tutur Stella.

Dengan menawarkan peluang pendapatan kepada sekitar 300.000 pengemudi dan 40.000 agen Kudo individual yang sebelumnya menganggur, diperkirakan input ekonomi Grab mencapai Rp16,4 triliun pada 2018.

Sementara itu, Public Affairs Communications & Social Impact Manager Grab Indonesia, Shally Pristine mengatakan, Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia.

Namun kenyataannya, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Indonesia yang tengah tumbuh.

“Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang. Proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru juga dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Indonesia,” tutur Shally.

Shally mengatakan, kehadiran Grab di Indonesia ingin terus berkontribusi untuk membangunan Indonesia dari segi ekonomi teknologi digital ini.

“Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif. Karena telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif serta berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good,” tegas Shally.

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Sumut, Abdul Haris Lubis mengatakan, teknologi digital sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebab, teknologi digital untuk pekerjaan, industri dan pelayanan transportasi telah menjadi kebutuhan.

“Penerapan regulasi terhadap online. Kami dari Pemerintah meminta pelaku usaha untuk terbuka dan transparan menjalani usahanya,” jelas Haris saaat memberikan kata sambutan dalam diskusi tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Yasir Ridho Lubis meminta Grab berkomitmen memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman.

“Dengan kehadiran teknologi dilakukan Grab sangat memberikan kontribusi pada pertumbuhan kita,” singkatnya.(gus/ala)

970 TKI asal Medan Kerja di Malaysia, Didominasi Perempuan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang Januari hingga Oktober 2019, tercatat sebanyak 970 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Medan bekerja di negeri jiran, Malaysia. Rata-rata mereka masih berusia produktif, yakni usia antara 18 hingga 30 tahun.

“Rata-rata mereka usia 18 sampai 30 tahun, baik TKI laki-laki maupun perempuan. Tapi dari total itu, mayoritas diisi TKI perempuan. Rinciannya, 804 orang TKI perempuan dan 166 orang TKI laki-laki,” kata

Kepala Bidang Penempatan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Medan, Syaiful kepada Sumut Pos, Senin (28/10)n

Sedangkan untuk jenis pekerjaan yang biasa dilakukan para TKI di Malaysia, dikatakan Syaiful cukup beragam. “Kalau yang perempuan rata-rata bekerja di kilang atau pabrik elektronik. Sedangkan yang laki-laki rata-rata bekerja sebagai buruh di perkebunan,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai jumlah seluruh TKI asal Medan yang saat ini bekerja di Malaysia maupun negara lainnya, Syaiful mengaku tidak bisa memberikan informasi pasti karena banyak TKI yang tidak melaporkan masa kerjanya di luar negeri. “Itu kita belum dapat update. Kalau dari catatan sekarang, takutnya tidak valid karena banyak juga yang mungkin sudah pulang dari sana atau ada yang masa kontraknya habis, atau diperpanjang tapi tidak dilaporkan ke kita,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah menilai, kondisi ini membuktikan masih rendahnya daya serap tenaga kerja yang diciptakan Pemko Medan terhadap warga Kota Medan itu sendiri. “Inilah salah satu bukti kalau kita belum menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi warga Kota Medan. Kita masih membiarkan warga Kota Medan untuk pergi hingga keluar negeri untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” ucap Afif kepada Sumut Pos, Senin (28/10).

Padahal, kata Afif, rentang usia yang berangkat keluar negeri untuk mencari pekerjaan tersebut adalah usia-usia produktif. “Kalau usianya rata-rata 18 sampai 30 tahun, berarti kan masih usia produktif semua itu, sayang sekali kalau tidak bisa diberdayakan untuk Kota Medan sendiri,” katanya.

Untuk itu, Afif mengatakan, dirinya akan mendorong Pemko Medan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas mungkin agar warga Kota Medan bisa bekerja, berbuat dan membangun Kotanya sendiri agar menjadi lebih maju. “Kota Medan harus ciptakan lapangan kerja seluas mungkin, bina para anak muda di Kota Medan supaya bisa punya keterampilan.

Anak muda usia produktif harusnya bisa memberikan dampak pembangunan yang besar bagi Kota Medan, bukannya malah pergi meninggalkan kotanya untuk membangun negara lain. Ini PR bagi Kota Medan. Warga Medan harus bisa hidup, bekerja dan berbuat banyak hal untuk Kota Medan,” tutupnya. (map)

Jadi Tuan Rumah TPO ke-10, Sumut akan Dikunjungi 1.500 Pejabat dari 16 Negara

RAKOR: Wagubsu, Musa Rajekshah pada rapat koordinasi persiapan Sumut sebagai tuan rumah General Assembly TPO ke-10, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (28/10). Humas Pemprovsu
RAKOR: Wagubsu, Musa Rajekshah pada rapat koordinasi persiapan Sumut sebagai tuan rumah General Assembly TPO ke-10, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (28/10).
Humas Pemprovsu
RAKOR: Wagubsu, Musa Rajekshah pada rapat koordinasi persiapan Sumut sebagai tuan rumah General Assembly TPO ke-10, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (28/10). Humas Pemprovsu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang Umum (General Assembly) ke-10 Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities akan digelar di Sumatera Utara (Sumut) pada November 2021 mendatang. Diperkirakan sebanyak 1.500 pejabat dari 16 negara akan mengunjungi daerah ini.

“Dari 1.500 pejabat yang diperkirakan akan hadir, sebanyak 150 di antaranya merupakan kepala daerah 16 negara yang merupakan anggota TPO. ditambah 51 anggota industri pariwisata dari 9 negara,” ungkap Sekretarisn

Jenderal (Sekjen) TPO for Asia Pacific Cities Kim Soo-Il, pada rapat koordinasi persiapan Sumut sebagai tuan rumah General Assembly TPO ke-10, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (28/10).

Menurut Kim Soo-Il, Ini akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata Sumut. “Ini akan menjadi momentum yang sangat bagus untuk Sumut, khususnya pariwisata dan ini juga akan menjadi fenomena politik, karena yang hadir adalah kepala-kepala daerah,” kata Kim Soo-Il, yang fasih berbahasa Indonesia, saat memberikan paparan.

Lebih dari itu, menurutnya, akan banyak orang-orang penting dari Asia Pasifik yang hadir, sehingga ini juga akan membuka peluang ekonomi, pendidikan, industri dan lainnya. “Karena banyaknya kepala-kepala daerah yang hadir dari luar negeri momen ini jangan hanya dimanfaatkan untuk pariwisata saja, kita bisa memperluas ke sektor ekonomi, pendidikan, industri dan lainnya. Jadi, untuk daerah lain agar segera bergabung,” tambah Kim Soo-Il, yang datang ke Sumut bersama empat delegasi TPO yaitu Jo Dal Ryeo (Deputy Secretary General), Lim Hyun Taek (Director of Management Division), Kwon Young (anggota) dan Chung Won Sub (anggtota).

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang hadir pada acara ini berharap, pemerintah daerah (Pemda) di Sumut bisa memaksimalkan TPO. Sampai saat ini ada empat Pemda di Sumut yang bergabung dengan TPO, yaitu Provinsi Sumut, Kabupaten Nias, Samosir dan Serdang Bedagai.

Ada empat manfaat yang akan diperoleh anggota TPO, yaitu promosi melalui berbagai saluran media TPO, pendidikan pariwisata berkualitas tinggi, kerja sama dengan jaringan TPO dan berpartisipasi dalam kegiatan pemasaran bersama.

“Kita ingin membantu daerah-daerah untuk mengembangkan pariwisatanya. Ini momentum bagus untuk Sumatera Utara khususnya sektor pariwisata, jadi kita jangan menyia-nyiakannya, keuntungannya sangat banyak. Walau General Assembly TPO ke-10 dua tahun lagi, kita harus mempersiapkannya sesegera mungkin, ini acara sangat besar,” kata Musa Rajekshah usai acara.

Musa Rajekshah berharap semua OPD, bukan hanya lingkungan Pemprov Sumut, untuk saling berkoordinasi agar Sumatera Utara menjadi tuan rumah yang baik. “Seluruh OPD Sumut harus berkoordinasi untuk mempersiapkan ini, kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Ada 5-6 hari tamu-tamu dari berbagai negara berada Sumut selama General Assembly TPO ke-10, persiapannya harus maksimal,” tegas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumut Ria Telaumbanua mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumut untuk segera bergabung menjadi anggota TPO. “Ini pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah TPO, jadi kita akan menjadi wajah Indonesia di mata anggota-anggota TPO. Harapannya 33 kabupaten/kota bisa bergabung dengan TPO agar Sumut bisa menjadi tuan rumah General Assembly TPO ke-10 yang baik,” katanya.

Usai rapat koordinasi dengan OPD, BUMN, BUMD dan kepala-kepala daerah se-Provinsi Sumut tim TPO kemudian meneruskan perjalanan mengelilingi Sumut untuk melihat destinasi-destinasi pariwisata di daerah ini. Tim TPO juga akan meninjau akses, fasilitas dan masyarakat setempat untuk merencanakan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan Sumut untuk menjadi tuan rumah General Assembly TPO ke-10.

“Sekarang kita akan ke Samosir. Tim TPO akan melihat fasilitas apa-apa saja yang kita punya, apa yang perlu kita perbaiki atau tingkatkan. Kita juga akan singgah ke tempat lain untuk melihat hal yang sama. Selanjutnya, kita akan berupaya untuk meningkatkan yang perlu ditingkatkan,” tambah Ria.

Rapat koordinasi ini dihadiri Bupati Serdangbedagai Soekirman, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, perwakilan kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut, pimpinan OPD BUMD, BUMN dan pihak terkait lainnya. (rel)

Idham Azis di Mata Pebulutangkis Dunia

Idham Azis
Idham Azis

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai seorang calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, nama Komjen Idham Azis memang memiliki segudang prestasi mentereng.

Namun di balik prestasi yang gemilang, pria kelahiran 30 Januari 1963 ini juga terkenal sebagai sosok yang tegas dan professional. Selain itu, Idham juga dinilai ‘pandai bergaul’ sehingga banyak teman.

Namun tak banyak kalangan yang mengetahui bahwa lulusan Akpol 1988 ini adalah sosok penggemar berat olahraga badminton. Tak hanya gemar bermain bulutangkis, Idham pun termasuk sosok yang banyak dikagumi oleh sejumlah pebulutangkis professional.

Meski tak pernah menduduki posisi penting di kepengurusan organisasi bulu tangkis nasional atau PBSI, ayah empat anak ini ternyata bersahabat dan sering bertanding dengan para atlet yang mengarumkan nama bangsa indonesia di kancah dunia. Nama-nama seperti Taufik Hidayat, Haryanto Arbi, Edi Tantowi, Gideon atau Liliyana Natsir pernah menjadi patner tanding dan mendapat suport moril darinya.

Ganda putera nomor satu terbaik dunia saat ini, yakni Kevin Sanjaya dan Markus Gideon adalah atlit bulutangkis yang sering mendapat suport dari mantan Wakil Kepala Densus 88 ini. Mereka mengaku sangat beruntung bisa mengenal sang jenderal.

“Pak Idham itu orangnya ramah dan kami berterima kasih karena sering disuport beliau,” kata Gideon.

Dia dan pasangannya Kevin mendoakan agar Idham Azis sukses mengemban jabatan barunya sebagai Kapolri.

Pernyataan serupa juga dilontarkan Taufik Hidayat. Dia mengungkapkan bahwa sosok Idham adalah sosok yang sangat humble meski memiliki jabatan yang tinggi. Selain itu, Kabareskrim Polri ini terkenal sangat mencintai dunia bulutangkis dan tak pernah melewatkan pertandingan-pertandingan bulutangkis ketika memiliki waktu luang.

“Kecintaannya terhadap dunia bulutangkis yang menyebabkan kami kemudian menjadi sahabat. Selain saya ada banyak pebulutangkis lainnya yang menjalin pertemanan dengan beliau, karena Pak Idham sangat ngemong terhadap kami,” kata Taufik.

Dikatakan, sebagai teman, dirinya mendoakan Idham Azis bisa amanah sebagai calon Kapolri baru. “Kalau di dunia bulutangkis, seorang jenderal bintang tiga seperti seorang atlit yang sudah memenangkan gelar Sea Games, Asian Games atau Kejuaraan Dunia. Si atlit tentu akan berusaha meraih gelar Olimpiade sebagai pembuktian terakhirnya, demikian juga Pak Idham dalam meraih karir bintang empatnya sebagai Kapolri,” tutur peraih emas Olimpiade 2004 ini.

Dukungan serupa juga muncul dari pasangan ganda campuran terkuat yang pernah dimiliki Indonesia yakni Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Kedua peraih mendali emas Olimpiade Rio de Jenairo 2016 di nomor ganda campuran ini menyatakan kegembiraannya ketika mendengar bahwa suami Fitri Handari ini menjadi calon Kapolri menggantikan Tito Karnavian.

“Kami mendukung beliau sebagai Kapolri, sebab beliau adalah sosok yang berwibawa, sangat baik dan sangat mengayomi. Semoga di tangan beliau, Polri akan semakin maju,” kata Tantowi Ahmad.

Hal senada juga disampaikan Liliyana Natsir. Pebulutangkis yang memutuskan pensiun Januari 2019 lalu ini mengaku mengenal Idham Azis sejak lama. Dia menyatakan akan mendoakan agar pria berdarah Bugis itu bisa menjaga amanah sebagai orang nomor satu di institusi Polri. “Kita doakan semoga amanah,” kata Liliyana. (rel/adz)

Pilkada Kota Medan 2020, Calon Perseorangan Butuh 104.954 e-KTP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah menetapkan syarat jumlah dukungan dan sebaran minimal bagi pasangan calon perseorangan peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020 yakni 104.954 jiwa yang tersebar sedikitnya di 11 kecamatan.

“Sesuai dengan Surat Keputusan KPU Kota Medan No 402/PL.02.2-Kpt/1271/KPU-Kot/X/2019 yang sudah kami tetapkan Sabtu (26/10) lalu, jumlah dukungan minimal untuk calon perseorangan 104.954 dukungan yang tersebar minimal di 11 kecamatan,” kata Ketua KPU Kota Medan Agussyah Ramadani Damanik kepada wartawan di Kantor KPU Kota Medan, Jalan Kejaksaan, Medan, Senin (28/10).

Agussyah mengatakan, sesuai UU No 10 Tahun 2016 Tentang UU Pilkada, Pasal 41 Ayat 2 Huruf d, disebutkan, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) lebih dari 1 juta jiwa, pasangan calon perseorangan harus didukungn

paling sedikit 6,5 persen. Sementara untuk Kota Medan, dalam DPT terakhir di Pemilu 2019 memiliki jumlah DPT 1.614.673. Sehingga, 6,5 persen dari jumlah DPT Kota Medan yakni 104.954 jiwa sebagai syarat minimal dukungan calon perseorangan.

“Sedangkan untuk sebaran dukungan, diatur pada Pasal 41, Ayat 2 Huruf e yang berbunyi, jumlah dukungan sebagaimana dimaksud harus tersebar di lebih dari 50 persen jumlah kecamatan di kabupaten/kota. Sementara Kota Medan terdiri dari 21 kecamatan. Artinya, sebaran dukungan lebih dari 50 persen jumlah total kecamatan adalah minimal 11 kecamatan,” jelasnya.

Selain itu, KPU RI juga sudah mengeluarkan Surat Edaran No 2096/PL.02.4-SD/01/KPU/X/2019 tertanggal 22 Oktober 2019 tentang pasangan calon perseorangan. Di dalam surat tersebut sudah tertera contoh formulir Model B.1-KWK Perseorangan, yakni surat pernyataan dukungan masyarakat terhadap pasangan calon perseorangan dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2020.

Setiap warga Kota Medan yang akan memberikan dukungannya ke pasangan calon perseorangan wajib mengisi dan menandatangani formulir Model B.1-KWK Perseorangan. Dalam formulir tersebut ada kolom di kiri atas sebagai tempat untuk menempelkan fotokopi KTP Elektronik.

“Untuk lebih jelasnya, masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait tahapan dukungan calon perseorangan, dapat mengunjungi langsung Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan Nomor 37, Medan Petisah. KPU Kota Medan membuka help desk sepanjang jam kerja untuk melayani informasi seputar tahapan dan jadwal kegiatan. Selain itu dapat juga mengunjungi website www.kpud-medankota.go.id untuk mendapatkan contoh formulir dukungan calon perseorangan,” tutupnya.

ZKS-Indra Deklarasi Calon Perseorangan

Sementara, pasangan Ir H Zulfikar Khaidirsyah Siregar (ZKS) dan Indra Ramadhan Syahputra menjadi pasangan dari jalur perseorangan pertama yang mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Mereka resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon pada Pilkada Kota Medan 2020 di GSG Al-Ma’ruf Jalan Sidorukun Nomor 99 Medan, Minggu (27/10) kemarin.

Zulfikar resmi menggandeng Indra yang merupakan wirausahawan Kota Medan di bidang kuliner dan transportasi darat. Sementara Zulfikar, berprofesi sebagai Contruction & Civil Engineering Consultant. Mereka benar-benar bertekad untuk maju dalam kontestasi politik Pilkada Kota Medan dengan memberikan warna baru dan pemikiran baru, melalui program kerja yang diperkenalkannya sejak beberapa bulan lalu, di antaranya; Medan bebas macet tanpa lampu merah, Medan tak banjir lagi, serta Medan terang benderang di malam hari tanpa listrik PLN.

ZKS-Indra juga berjanji akan berbuat yang terbaik menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik, nyaman untuk dihuni.

Masih Akhyar Tokoh Popular yang Daftar ke NasDem

Sementara, DPD Partai NasDem Kota Medan memperpanjang masa penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan hingga 31 Oktober mendatang. Hingga kemarin, tercatat ada lima tokoh yang sudah mengambil formulir pendaftaran, namun belum mengembalikannya.

“Ada sekitar 5 orang lagi, baik kader maupun non kader NasDem yang sudah mengambil formulir tapi belum mengembalikan karena masih melengkapi berkas persyaratan. Sebelumnya, memang sudah disepakati bahwa untuk pengembalian formulir itu memang di tanggal 31 Oktober, tapi untuk pengambilan formulir sudah tutup sejak 23 Oktober,” ucap Ketua DPD NasDem Medan, Afif Abdillah kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (28/10).

Namun Afif masih enggan memberitahukan nama-nama yang akan mengembalikan formulir tersebut.

Terkait tokoh yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran kepada pihaknya, Afif mengakui bahwa nama Akhyar masih menjadi tokoh yang paling populer. “Pak Akhyar mungkin masih menjadi yang paling populer, karena saat mendaftar itukan beliau merupakan Wakil Walikota Medan. Tapi bisa saja nantinya ada yang lebih populer lagi, kita tunggu lah tanggal 31 Oktober ini siapa yang akan mengembalikan formulirnya, saya belum bisa bicara sekarang soal itu,” ujarnya.

Selain Akhyar ada beberapa tokoh yang sudah resmi mendaftar dengan mengembalikan formulir kepada DPD NasDem Medan. Mereka adalah Maruli Siahaan, Rusdi Sinuraya, Putrama Alkhairi, Datuk Syaiful Azhar dan sejumlah nama lainnya. “Nama-nama itu juga cukup populer, ada sekitar 10 orang yang sudah mengembalikan formulirnya,” katanya. (map)

Chevrolet Hengkang dari Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Isu Chevrolet akan berhenti berjualan mobil baru di tanah air ternyata benar adanya. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak perwakilan GM (General Motors) Indonesia.

Lalu bagaimana dengan nasib karyawan yang bekerja di GM Indonesia?

President GM Asia Tenggara Hector Villareal menjelaskan bahwa nasib karyawan yang bekerja di GM Indonesia akan diberikan pesangon yang sesuai.

“Dalam hal ini GM akan memberikan pesangon yang sesuai dalam proses peralihan ini. Kami juga berkomitmen untuk membantu para pihak dalam proses peralihan ini,” ujar Hector dalam keterangan resminya, Senin (28/10).

Pemberian pesangon kepada karyawan yang bekerja di GM Indonesia tersebut berdasarkan dari hasil serangkaian pertimbangan bisnis. Karena di Indonesia penjualan tidak lagi menguntungkan, sehingga membuat pabrik Amerika memilih untuk menariknya kembali dan memilih pasar yang pas untuk penjualan yang menguntungkan.

“Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya. Keputusan yang sulit ini konsisten dengan strategi global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan,” jelas Hector.

Sebelumnya, mobil merek Amerika ini memutuskan untuk menghentikan penjualan mobilnya di Indonesia akan mulai berhenti menjual kendaraan di Tanah Air pada akhir Maret 2020 mendatang.

Meski begitu, pemilik mobil Chevrolet tak perlu khawatir karena General Motors masih akan melayani garansi dan juga purna jual.

“Para pemilik Chevrolet juga dapat memastikan bahwa kami akan tetap mengakui keberlakuan seluruh jaminan kendaraan dan memberikan layanan purna jual. Kami akan tetap melayani setiap pelanggan untuk perawatan dan perbaikan kendaraan Chevrolet mereka di outlet resmi kami di seluruh Indonesia,” pungkas Hector. (dtc/ram)

Harga Kopi Lintong Tetap Stabil

Kopi-ilustrasi
Kopi-ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petani Kopi mengeluhkan harga kopi terus anjlok. Hal ini dikarenakan produksi biji kopi yang meningkat sehingga membuat stok banyak sementara permintaan tetap. Tetapi, hal tersebt tidak berlaku untuk Kopi Lintong asal Sumatera Utara. Harganya tetap stabil untuk diekspor kesejumlah negara di Asia dan Eropa.

Petani Kopi Lintong, Fransisca mengungkapkan turunnya harga kopi dari berbagai jenis, sudah terjadi sejak 1 bulan belakangan ini. “Harga Kopi Lintong kita tak berpengaruh, justru menjadi primadona di berbagai negara di dunia,” ungkap Fransiska kepada wartawan di Medan, Senin (28/10).

Di Indonesi sendiri terdapat 1,8 juta petani, termasuk di Sumut dengan mengambil andil dalam memunuhi pasokan kopi dunia. Kopi lintong asal Kabupaten Humbahas Hasundutan ini tetap menjadi idola di pasar ekonomi dunia karena kualitasnya.

Fransisca menjelaskan sejak dulu kopi lintong Sumut, memang menjadi pemasok kopi di gerai gerai kopi dunia, karenanya, kopi selalu dicari oleh buyer kopi dunia. Dengan kualitas citra rasa membuat kopi banyak peminatnya.

“Sejak dari dulu jauh sebelum kopi sekarang muncul, seperti Gayo misalnya. Kopi Starbuck seluruh dunia menggunakan kopi Lintong,” tutur Fransisca. Ia mengungkapkan Kopi Lintong terus memiliki harga yang tinggi di pasaran. Kalaupun ada tekanan, tidak akan membuat harga terlalu anjlok seperti saat ini yang terjadi untuk beberapa jenis kopi.

“Harganya sekitar lima sampai enam dolar per kilogramnya, kalau yang jenis spesial itu bisa 12 dolar per kilo gram, itu bisa dibandingkan dengan produk (kopi) lain,” kata Fransisca.

Hingga kini effect dari anjloknya harga biji kopi tidak dirasakan perkebunan Fransisca, setiap minggunya kebun kopi miliknya mengekspor kopi Lintong hingga 2 Ton ke negara negara seperti Jepang, Korea, Taiwan dan negara lainnya.

“Tapi kalau gabung sama punya teman bisa sampai lima ton per Minggu, kopi Lintong ini tetap primadona hingga kini, artinya buyer sering datang ke kita, bukan kita yang sibuk nawarin, mereka datang ke sini,” tutup Fransisca. (gus/ram)

Kopi Medan Buka Gerai Baru

RACIK: Seorang Barista sedang meracik kopi untuk disuguhkan untuk tamu dan tamu ‘Kafe Medan’ belum lama ini.
RACIK: Seorang Barista sedang meracik kopi untuk disuguhkan untuk tamu dan tamu ‘Kafe Medan’ belum lama ini.
RACIK: Seorang Barista sedang meracik kopi untuk disuguhkan untuk tamu dan tamu ‘Kafe Medan’ belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bisnis warung kopi di Kota Medan, sepertinya sangat menjanjikan. Terbukti, ‘Kopi Medan’ yang merupakan Grup Hotel Danau Toba Interntional (HDTI) membuka cabang baru di Pardede Internasional Hotel Jalan Ir H Juanda Medan. Ini menjadi gerai ketiga dari ‘Kopi Medan’ setelah gerai pertana di Jalan Imam Bonjol dan di John Pardede International yang terletak di Jalan raden Saleh, Jakarta Pusat.

Corporate Director Of Sales PT. HDTI, Muhammad Hamzah mengatakan, dalam dunia perhotelan, makanan dan minuman (food and beverage) bukan hal yang asing bahkan tidak bisa terpisahkan. Bedanya, kalau dulu hanya untuk service tamu, sedangkan untuk saat ini, dibebaskan untuk semua kalangan.

“Kita membuka Kopi Medan karena kita ingin semua kalangan bisa ikut menikmatinya. Bukan sebatas tamu hotel saja, bahkan kita punya prinsip kalau ingin ngopi ya Kopi Medan tempatnya”. ujar Hamzah.

Sementara Timbul, selaku Assistan Manager Pardede Hotel sekaligus operasional Kopi Medan di Pardede Hotel, menjelaskan di Kopi Medan banyak varian menu mulai dari kopi Lintong, Dolok Sanggul, Samosir, Sipirok, Mandailing, Tanah Karo, Simalungun dan lainnya bahkan untuk minuman yang menjadi andalan seperti pokat kopi, teh susu gula aren, Irish Kopi Jelly dan tidak ketinggalan seperti Hotplate dan Nasi gorengnya tentunya semu menu berkelas Hotel Berbintang, karena kita memiliki Chef dan Barista yang cukup handal.

Selain memiliki menu handalan dan lokasi yang sangat strategis kedua lokasi Kopi Medan ini menyediakan lokasi parkir yang luas. “Bahkan menu Kopi Medan sudah bisa dipesan melalui medsos seperti grabfood,” tutup Timmbul. (rel/ram)