Home Blog Page 4966

PGN Medan Edukasi Kembali Pelanggan RT

BERSAMA: Karyawan PGN Medan berfoto bersama masyarakat saat edukasi kembali pelanggan rumah tangga tentang keamanan penggunaan gas bumi.
BERSAMA: Karyawan PGN Medan berfoto bersama masyarakat saat edukasi kembali pelanggan rumah tangga tentang keamanan penggunaan gas bumi.
BERSAMA: Karyawan PGN Medan berfoto bersama masyarakat saat edukasi kembali pelanggan rumah tangga tentang keamanan penggunaan gas bumi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) Medan mengadakan sosialisasi dan senam bersama dengan pelanggan rumah tangga (RT) di beberapa daerah seperti Sekip, Perumnas Martubung, dan Helvetia.

Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi kembali pelanggan terkait safety penggunaan gas bumi untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil.

“Kegiatan sosialisasi ini sudah menjadi kegiatan aktif kita. Sebelum menjadi pelanggan atau pada awal menjadi pelanggan kita sudah mengedukasi melalui sosialisasi. Nah, saat ini kita menyegarkan kembali ingatan pelanggan terkait dengan safety atau keselamatan,” ujarnya.

Dijelaskannya, para peserta ini sudah menjadi pelanggan sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, ada yang sudah belasan tahun. Karena itu, sosialisasi ini untuk menyegarkan kembali ingatan para pelanggan akan informasi yang sudah diberikan sejak awal menjadi pelanggan.

“Kita jelaskan, bila ada yang mencium bau gas, matikan melalui meteran, kemudian segera hubungi call center kita di 1500645,” ungkapnya.

Senam sehat menjadi pilihan PGN Medan untuk mengumpulkan para ibu rumah tangga yang menjadi pelanggan. Karena senam sehat pada umumnya sudah menjadi kegiatan rutin bagi ibu rumah tangga, dan tentu saja menjadi ajang bagi mereka untuk bersosialisasi.

Kita memanfaatkan moment, karena bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan ibu rumah tangga. Jadi, karena biasanya mereka berkumpul saat senam bersama, maka kita membuat kegiatan ini,,” ungkapnya.

Saeful mengatakan kegiatan sosialisasi dan senam bersama ini mendapat sambutan hangat dari pelanggan. Setidaknya ada ratusan peserta yang ikut dalam kegiatan ini.

Selain sosialisasi, PGN Medan juga memberikan buku saku “Petunjuk Praktis Keselamatan Gas Bumi bagi Rumah Tangga” serta pembagian stiker “Keselamatan Penggunaan Gas Bumi” dan pemberian doorprize bagi pelanggan yang beruntung.

Ke depannya, PGN Medan akan terus melakukan sosialisasi kepada pelanggan RT untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan dan tentu saja sebagai ajang silaturahim antar PGN Medan dan pelanggan.

“Ini sebagai wujud bahwa kita perhatian kepada pelanggan. Baik itu pelanggan industri, komersial, maupun RT. Sebagai sub holding gas, kita ingin memberikan yang terbaik kepada para pelanggan,” tutupnya. (ram)

Audiensi ke DPRD Langkat, HNSI: Bantuan Diskanla Tak Tepat Sasaran

AUDIENSI: Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Langkat saat beraudiensi kepada wakil ketua DPRD Sementara Kabupaten Langkat. bambang/sumut pos
AUDIENSI: Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Langkat saat beraudiensi kepada wakil ketua DPRD Sementara Kabupaten Langkat.
bambang/sumut pos
AUDIENSI: Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Langkat saat beraudiensi kepada wakil ketua DPRD Sementara Kabupaten Langkat. bambang/sumut pos

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Langkat, Zulham Efendi menilai bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) tidak tepat sasaran.

Hal itu disampaikan DPC HNSI saat audensi dengan Wakil Ketua Sementara DPRD Langkat Dedek Pradesa, SSos bersama anggota DPRD Langkat lainnya, Senin (28/10).

“Hal ini kami ungkapkan demi kesejahteraan nelayan, makanya besar keinginan sebagai DPC HNSI, dapat dilibatkan dalam urusan nelayan di Pemerintahan Kabupaten Langkat,” kata Zulham Efendi.

Selama ini, jelas dia, DPC HNSI hanya menjadi tempat pengaduan permasalahan nelayan saja. Sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk kepentingan para nelayan. “Sebab, segala keputusan bantuan bagi nelayan yang selama ini tidak tepat sasaran tidak melibatkan kami,” kata dia.

Oleh sebab itu, Zulham Efendi berharap, melalui anggota DPRD Langkat masa jabatan 2019-2024, ada perhatian Pemkab Langkat, kepada DPC HNSI untuk dapat berkantor di Stabat karena ada 50 rukun nelayan yang dibawahi DPC HNSI.

“Keberadaan kantor ini untuk mempermudah kerja sama dan kemitraan HNSI dengan Pemkab Langkat,” jelasnya.

Dedek Pradesa yang menerima audiensi mengatakan, saat ini DPRD Langkat hanya bisa menampung aspirasi HNSI dan belum bisa menindak lanjutinya lebih jauh karena komisi-komisi yang merupakan alat kelengkapan DPRD Langkat belum terbentuk.

“Saat ini DPRD Langkat dalam tahap sedang membahas Rancangan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD Langkat, sehingga informasi yang telah disampaikan HNSI, akan kami tindak lanjuti di komisi yang menangani permasalahan nelayan,” jelas Dedek. (bam/han)

Plt Wali Kota Medan Lihat Kondisi Korban Kebakaran, Sisihkan Rezeki, Ayo Kita Bantu..

TINJAU: Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution, MSi, meninjau dapur umum dan tenda pengungsi untuk memberikan semangat kepada warga korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan.
TINJAU:
Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution, MSi, meninjau dapur umum dan tenda pengungsi untuk memberikan semangat kepada warga korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan.
TINJAU: Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution, MSi, meninjau dapur umum dan tenda pengungsi untuk memberikan semangat kepada warga korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution, MSi menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan, Senin (28/10).

Bantuan tersebut diserahkan Plt Wali Kota secara langsung dengan didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring, Kabag Humas Setda Kota Medan, Arrahmaan Pane dan Camat Medan Perjuangan Afrizal kepada 49 KK (194 jiwa) yang telah kehilangan rumahnya.

Adapun bantuan yang diberikan itu diantaranya berupa semen sebanyak 180 sak, kayu (180 batang), seng (180 lembar)n

kompor gas (36 buah), rice cooker (36 buah), regulator gas (36 buah), tikar (36 buah), selimut BNPB (36 buah), paket rekreasional (36 buah), paket kesehatan keluarga (36 buah), piring (36 buah), gayung (36 buah), perlengkapan sekolah (34 buah).

Plt Wali Kota mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk rasa empati kepada para korban bencana kebakaran. “Jangan nilai dari harganya, bantuan ini sebagai bentuk rasa prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan warga dengan sebaik-baiknya,” kata PltWali Kota.

Plt Wali kota juga menggugah warga lainnya agar terketuk pintu hatinya untuk membantu warga yang tengah ditimpa musibah ini. “Mari kita sisihkan sebagian rejeki, ayo kita Bantu saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran ini. Insya Allah bantuan yang diberikan itu akan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Mantan Anggota DPRD Medan itu juga mengingatkan kepada seluruh warga Kota Medan untuk senantiasa waspada akan musibah kebakaran. Selain menjauhkan bahan-bahannyang mudah terbakar, Plt Wali Kota juga berpesan agar warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumahnya masing-masing. Sebab kebakaran sering terjadi akibat terganggunya jaringan listrik.

Kepada Dinas P2K Kota Medan, Plt. Wali Kota berpesan untuk siaga dan cepat tanggap terhadap terjadi bencana kebakaran. “Begitu menerima laporan adanya kebakaran harus secepatnya samai di lokasi sehingga api dapat segera dipadamkan agar tidak merambat ke tempat yang lain,” pinta Plt wali Kota.

Disamping itu, kata dia, OPD yang terkait juga harus cepat bersinergi untuk memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran. Dengan demikian warga merasakan kehadiran Pemko Medan.

Setelah penyerahan bantuan, Plt Wali Kota juga meninjau dapur umum dan tenda pengungsi untuk memberikan semangat kepada warga setempat. Terlihat beberapa kali ia menyapa dan berdialog dengan beberpaa orang warga. (map/ila)

Cueki Warga Sicanang Bawa Koin ke Balaikota, Dewan Sesalkan Sikap Pemko Medan

ANTAR KOIN: Forum Masyarakat Sicanang mengantarkan uang koin ke Pemko Medan. Uang koin tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas mangkraknya pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang. markus/sumut pos
ANTAR KOIN: Forum Masyarakat Sicanang mengantarkan uang koin ke Pemko Medan. Uang koin tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas mangkraknya pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang. markus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sikap Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang mencueki warga Sicanang Belawan saat datang menyerahkan uang koin ke Balai Kota di Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (28/10) lalu, langsung mendapatkan reaksi keras dari wakil rakyat di DPRD Kota Medan, salah satunya dari fraksi PDIP.

Ketua fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Robi Barus sangat menyesalkan tindakan Pemko Medan yang tidak mencerminkan sikap pemerintah yang mengayomi dan melayani keluhan masyarakat.

“Saya sangat menyesalkan sikap acuhnya Pemko Medan yang tak mau menggubris masyarakat yang datang untuk mengadu dan menyampaikan aspirasi serta harapannya. Padahal mereka itu kan rakyat Kota Medan juga, mereka juga punya hak untuk menyampaikan keluhan dan harapannya,” kata Robi kepada Sumut Pos, Selasa (29/10).

Tak hanya itu, lanjut Robi, sikap masyarakat yang telah menggalang dana berupa uang koin untuk pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang juga seharusnya menjadi sindiran tajam bagi Pemko Medan yang tak kunjung peka terhadap kebutuhan masyarakat Sicanang atas pembangunan jembatan tersebut.

“Kalau saya jadi pemerintah, saya malu digitukan sama rakyat. Mereka datang membawa uang koin sebagai bentuk kepedulian, tapi pemerintahnya sendiri malah tak peduli, ini kan sangat menyedihkan,” ujarnya.

Robi juga menyebutkan, bahwa Pemko Medan harus berani tampil di depan masyarakat saat mereka datang untuk melakukan protes sekalipun. Bukannya justru ‘bersembunyi’ dan tidak menggubris masyarakat yang datang.

“Mereka kan datang hanya ingin menagih janji dari nota kesepakatan yang sudah ditandatangani tahun lalu antara Pemko dengan warga, itu kan sangat wajar. Kalau memang janji itu belum bisa direalisasikan, maka temui rakyat itu, jelaskan pada mereka apa sebabnya. Jangan malah diam dan tidak mau menemui rakyat yang datang. Ini jelas keliru,” tegasnya.

Robi kembali menegaskan kepada Pemko Medan untuk segera menuntaskan masalah pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang yang sudah sangat lama terbengkalai dan seolah tak ada solusi tersebut. Padahal, kebutuhan masyarakat di sana atas keberadaan jembatan tersebut sebagai akses utama dalam aktivitas sangat lah besar.

“Inikan sebenarnya masalah yang sudah lama, tapi tak selesai juga. Apapun kendala pembangunannya saat ini, Pemko harus bisa menyelesaikannya. Apalagi saat ini sudah ada Plt Kadis PU untuk menggantikan fungsi dan kerja dari Kadis PU yang lama. Pemko harus peka terhadap kebutuhan masyarakatnya, jangan diam, jangan acuh dan harus bertindak sigap untuk kepentingan masyarakat Kota Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Sicanang (Formasi) Belawan Kota Medan datang ke kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (28/10) untuk mengantarkan uang koin yang telah dikumpulkan oleh masyarakat Sicanang Belawan pada Kamis (24/10) dalam sebuah aksi damai. Pengumpulan dan penyerahan koin itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat Sicanang agar jembatan titi dua Sicanang Belawan dapat segera dibangun.

Namun dalam aksinya tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari Pemko Medan, hingga akhirnya masyarakat yang datang ke Balaikota pulang dengan membawa kembali koin yang sudah dikumpulkan.

Seperti diketahui, Pemko Medan telah menggelontorkan APBD lebih dari Rp21 miliar untuk jembatan yang telah dua kali ambruk tersebut. (map/ila)

Dispora Medan Bekali Keterampilan Pemuda

BERSAMA: Sekretaris Dispora Medan, Drs H A’zam Nasution, para undangan bersama peserta Pelatihan Keterampilan Pemuda Medan. istimewa/sumut pos
BERSAMA: Sekretaris Dispora Medan, Drs H A’zam Nasution, para undangan bersama peserta Pelatihan Keterampilan Pemuda Medan.
istimewa/sumut pos
BERSAMA: Sekretaris Dispora Medan, Drs H A’zam Nasution, para undangan bersama peserta Pelatihan Keterampilan Pemuda Medan. istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan kembali menggelar Pelatihan Keterampilan Bagi Pemuda tahun 2019 pada 7-23 Oktober. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi pemuda dalam menyongsong masa depan.

Pelatihan itu dibuka oleh Wali Kota Medan diwakili Sekretaris Dispora Drs H A’zam Nasution MAP, kemarin. Menurut A’zam, kegiatan ini sangat penting gunan

memberikan pembekalan bagi para pemuda, sehingga memiliki keterampilan dalam menyongsong hari esok “Dengan memiliki keterampilan, pemuda diharapkan sudah siap menghadapi era globalisasi yang pesat, khususnya dalam dunia usaha dan industri,” ujarnya.

Dijelaskan, sebagaimana diketahui, dunia usaha saat ini sangat dibutuhkan masyarakat luas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perlu mengikuti perkembangan akan kebutuhan pasar. “Dunia usaha dan industri sangat membutuhkan tenaga-tenaga profesional yang terampil dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.

Untuk itu, Pemko Medan memberikan kesempatan bagi pemuda Kota Medan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan. .Dengan demikian, Pemko Medan telah membuka peluang tenaga kerja yang handal dan siap pakai. “Mudah-mudahan pelatihan ini memberikan manfaat dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, terampil dan produktif,” harapnya.

Sedangkan Ketua Panitia Fadly Ardha SH melaporkan, kegiatan ini diikuti 60 orang pemuda Kota Medan yang dibagi dalam tiga kelompok keterampilan. Adapun kelompok tersebut, yakni kelompok kecantikan dari LKP Nenti sebanyak 20 orang. Kemudian kelompok budidaya dan pengelolaan jamur dari Rumah Jamur Saddam Medan sebanyak 20 orang, serta kelompok Handy Craft daru Palang Merah Remaja Unit Wirahusada Medan sebanyak 20 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 7-23 Oktober 2019 di Medan. “Kita berharap kegiatan ini dapat membangun pemuda yang handal, siap pakai dan produktif dalam menciptakan lapangan pekerjaam, sehingga mengurangi pengangguran,” ujarnya. (dek/ila)

Merasa Tak Dihargai saat Sidang Paripurna DPRD Sumut, Demokrat Kecewa dengan Gubsu

Herri Zulkarnain Hutajulu
Herri Zulkarnain Hutajulu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Demokrat DPRD Sumut mengaku kecewa dan tersinggung dengan sikap Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan pada pelantikan pimpinan DPRD Sumatera Utara di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (28/10). Kekecewaan itu muncul karena Edy Rahmayadi hanya menyapa Ketua PDIP Sumatera Utara, Ketua Partai Gerindra, dan Ketua Partai Golkar yang justru tak hadir dalam acara pelantikan itu.

Sedangkan para ketua parpol lainnya yang hadir di pelantikan pimpinan DPRD Sumut tidak disebutkan atau disapa Gubernur Edy Rahmayadi. “Jelas kami sangat kecewa, karena saat berpidato dari podium, Gubernur Edy Rahmayadi hanya mengucapkan selamat kepada tiga pimpinan parpol dan satu pimpinan parpol yang tak hadir,” kata Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu SH MSi kepada wartawan, kemarin.

Herri menyebutkan, seharusnya Gubsu tidak hanya menyebutkan tiga partai saja, karena lembaga DPRD itu merupakan tempatnya orang-orang partai. “Ini sama saja tak menghargai para ketua atau yang mewakili partai yang hadir. Inilah yang membuat para anggota dewan, khususnya dari Fraksi Partai Demokrat kecewa,” sebut Herri.

Untuk itu, Herri meminta Gubsu mempelajari lembaga DPRD yang merupakan perwakilan orang-orang partai, karena anggota dewan yang terpilih dan dilantik juga simbol dari banyak partai. Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan inipun menagih janji politik Edy Rahmayadi saat kampanye di Pilgubsu 2018 lalu ,yang sampai saat ini belum terealisasi. Seperti pembuatan lapangangan sepak bola terbesar, membuat RS Haji Medan bertaraf internasional dan pembangunan Islamic Centre.

“Karena sampai saat ini belum nampak sedikit pun pergerakan dari janji tersebut. Saya minta kepada anggota dewan dari Partai Demokrat untuk mengawal program pemerintah dengan baik dan benar,” pungkas Herri. (adz/ila)

Awal November, Verivali DT Fakir Miskin & Warga Tak Mampu, Fokus di 4 Kecamatan di Medan Utara

RAPAT: Kadis Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis memimpin rapatverivari DT fakir miskin dan warga tak mampu. map/sumut pos
RAPAT: Kadis Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis  memimpin rapatverivari DT fakir miskin dan warga tak mampu. 
map/sumut pos
RAPAT: Kadis Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis memimpin rapatverivari DT fakir miskin dan warga tak mampu. map/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mendapatkan serta mengetahui data fakir miskin dan warga tidak mampu secara rinci dan jelas, Pemko Medan melalui Dinas Sosial Kota Me-dan menggelar Rapat Verifikasi dan Validasi Data Terpadu (Verivali DT) di Balai Kota Medan, Selasa (29/10). Tujuannya untuk mensikronkan data agar penyaluran berbagai bantuan dapat diterima masyarakat yang sesuai dengan kriteria fakir miskin dan tidak mampu.

Rapat yang dipimpin Kadis Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis ini digelar bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Perencanaan Pembangunan Derah (Bappeda) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan.

Dikatakan Endar, tahun ini, fokus Verivali DT difokuskan pada empat kecamatan di wilayah Medan Utara yang meliputi Kecamatan Medan Marelan, Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Belawan. Selanjutnya, tahun 2020 Verivali akan dilanjutkan ke semua kecamatan di Kota Medan. Oleh karenanya, pihaknya berharap agar seluruh komponen dan stakeholder terkait dapat bersinergi dalam melakukan Verivali DT.

“Pertemuan kita ini menjadi awal untuk kita menyamakan persepsi dan mensikronisasi langkah untuk melakukan Verivali DT. Sebab, kita berharap upaya Verivali DT ini dapat menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam menyalurkan bantuan, sehingga bantuan tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” kata Endar.

Endar mengungkapkan agar Verivali DT dapat berjalan lancar, dibutuhkan peran lurah dan kepling secara maksimal. Sebab, lurah dan kepling merupakan perangkat wilayah yang mengetahui dan memahami langsung kondisi dan keberadaan masyarakat di wilayah masing-masing. “Verivali DT ini akan mulai kita lakukan awal November mendatang,” jelas Endar seraya mengingatkan para camat dan lurah yang hadir.

Endar menekankan bahwa Verivali DT dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyaluran bantuan sosial seperti bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH) termasuk PKH bagi lansia dan penyandang disabilitas. Dirinya berharap, seluruh fakir miskin dan warga tidak mampu dapat didata secara keseluruhan sehingga tidak ada lagi yang terlewatkan.

“Ini tanggung jawab besar untuk kita semua karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai ada lagi fakir miskin dan warga kurang mampu yang tidak terdata. Pastikan semuanya terverifikasi dan tervalidasi hingga data yang kita punya benar-benar akurat. Lakukan semua pendataan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai yang mampu justru yang menerima bantuan,” tegasnya.

Sesuai Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 146/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu ada beberapa kriteria yang termasuk di antaranya tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mampu mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Selain itu, tidak mampu atau mengalami kesulitan untuk berobat ke tenaga medis, kecuali Puskesmas atau yang disubsidi pemerintah. (map/ila)

Sambut Hari Listrik Nasional ke-74, PLN UIP SBU Gelar Donor Darah

Donor Darah: GM PLN UIP SBU, Octavianus Padudung, mendonorkan darahnya dalam kegiatan Hari Listrik Nasional di Kantor PLN UIP SBU, Jalan Dr Cipto Medan, Selasa (29/10).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
Donor Darah:
GM PLN UIP SBU, Octavianus Padudung, mendonorkan darahnya dalam kegiatan Hari Listrik Nasional di Kantor PLN UIP SBU, Jalan Dr Cipto Medan, Selasa (29/10).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
Donor Darah: GM PLN UIP SBU, Octavianus Padudung, mendonorkan darahnya dalam kegiatan Hari Listrik Nasional di Kantor PLN UIP SBU, Jalan Dr Cipto Medan, Selasa (29/10).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Listrik Nasional ke-74, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) menggelar donor darah di kantor, Jalan Dr Cipto, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia Selasa (29/10).

Kegiatan donor darah bertajuk ‘Bersama SDM Unggul Terangi Indonesia’ di lingkungan UIP SBU ini, merupakan rangkai dari berbagai kegiatan HLN yang sebelumnya sudah digelar, mulai dari upacara hingga perlombaan lainnya, baik di tingkat daerah hingga tingkat nasional di Jakarta. Dalam kegiatan donor darah tersebut, UIP SBU menggandeng PMI Kota Medan, atas inisiasi Effiaty Polapa selaku Asman Komunikasi dan CSR.

GM PLN UIP SBU Octavianus Padudung yang membuka secara resmi kegiatan ini mengatakan, bahwa di samping melakukan pembangunan jaringan listrik ataupun elektrifikasi yang menjadi tugas, pokok dan fungsi (tupoksi), pihaknya tidak lupa untuk terus berupaya melakukan berbagai kegiatan sosial, salah satunya donor darahn

“Kegiatan ini sengaja kami lakukan untuk mengingatkan kepada seluruh pegawai PLN untuk tak melupakan bahwa apapun yang kita perbuat sangat membantu masyarakat. Seperti tema dalam kegiatan hari ini, Setetes Darah untuk Kehidupan,” ujar Padudung.

Dikatakannya, even seperti donor darah ini merupakan agenda rutin yang selalu digelar di PLN UIP SBU. “Kami berharap, seluruh darah yang terkumpul nantinya bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saya minta seluruh pegawai ikut berperan serta,” imbaunya.

Sementara, Ketua PMI Medan H Musa Rajekshah yang diwakili Ketua Bidang Organisasi PMI Medan, H Sudarmaji mengatakan, bukan sebatas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tapi donor darah juga untuk menjaga kesehatan.

Sebab, lanjutnya, jika donor darah secara rutin tiga bulan sekali sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sebab, donor juga bisa membantu mengontrol darah, tekanan darah atau HB serta bisa terhindar dari darah tinggi atau hypertensi, jantung dan stroke. “Usia untuk pendonor yang diperbolehkan di atas 17 tahun hingga usia 55-60 tahun,” kata Sudarmaji.

Sudarmaji juga mengaku, pihaknya kerap menghadapi pertanyaan masyarakat, khususnya pendonor yang mendonorkan darah secara gratis, tapi ketika akan membutuhkan darah harus dipungut biaya hingga Rp360 ribu.

“Biaya itu adalah untuk operasional pengolahan darah karena darah yang didonorkan tidak bisa langsung dipakai. Seperti, harga kantung darah kosong Rp60 ribu, alat tes steril darah untuk 1 tetes Rp26 ribu. Untuk sekali donor bisa 2 sampai 3 kali tes. Sisa Rp40 ribu untuk operasional semua anggota. Intinya PMI bukan jual darah. Saat ini kami sudah mengajukan ke Pemkab dan Pemko agar memberikan subsidi. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, GM PLN UIP SBU Octavianus Padudung turut melakukan donor darah beserta jajaran pejabat utamanya. Begitu juga seluruh karyawan PLN UIP SBU turut serta mendonorkan darahnya. (ila)

Pangan Lokal dan Pangan Etnis Harus Dilestarikan

JELASKAN: Kepala Dinas Keta-hanan Pangan Kota Medan, Ir Hj Emilia Lubis menjelaskan pangan lokal etnis Kota Medan di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, pada Selasa (15/10) lalu.
JELASKAN:
Kepala Dinas Keta-hanan Pangan Kota Medan, Ir Hj Emilia Lubis menjelaskan pangan lokal etnis Kota Medan di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, pada Selasa (15/10) lalu.
JELASKAN: Kepala Dinas Keta-hanan Pangan Kota Medan, Ir Hj Emilia Lubis menjelaskan pangan lokal etnis Kota Medan di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, pada Selasa (15/10) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eksistensi pangan lokal dan pangan etnis harus dilestarikan sebagai kuliner yang turut mendukung pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Keta-hanan Pangan Kota Medan, Ir Hj Emilia Lubis kepada Sumut Pos, Selasa (29/10).

“Pangan lokal dan pangan etnis memiliki peran penting dalam upaya penganekaragaman konsumsi pangan dan pelestarian budaya. Bahan baku yang digunakan tersedia secara turun temurun dan diwariskan yang dapat dijadikan sarana untuk menarik wisatawan,” kata Emilia.

Dikatakan Emi, dalam rangka mempromosikan pangan lokal dan makanan tradisional maupun pangan etnis di Kota Medan, dapat dilakukan di beberapa tempat berpotensi. Di antaranya restoran, rumah makan dan catering, perhotelan dan tempat-tempat wisata dan kuliner.

“Kebijakan pembangunan nasional telah mendefinisikan kendaraan pangan lokal dan wisata sebagai sektor unggulan yang dapat memberi kontribusi dan menjadi lokomotif pembangunan di daerah,” kata dia lagi.

Emi mengatakan, pihaknya telah menggelar pengembangan pangan lokal etnis Kota Medan di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, pada Selasa (15/10) lalu.

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Ir Rosliana Siahaan mengatakan, kegiatan pengembangan pangan lokal etnis Kota Medan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang penataan manajemen usaha.

Selain itu, untuk mendorong kreativitas pengusaha pangan lokal etnis dalam mengembangkan dan menciptakan pangan lokal etnis sebagai usaha bisinis pangan lokal etnis di Kota Medan.”Kegiatan ini juga untuk melestarikan dan mempromosikan pangan lokal etnis baik dalam mengolah maupun penyajian, “ ucap Rosliana.

Disebut Rosliana, kegiatan itu dilaksanakan selama 2 hari, diikuti 40 orang dari para pengelola usaha kuliner, rumah makan serta perwakilan masing-masing Kecamatan se-Kota Medan. Kegitatan itu dihadiri narasumber, Ketua MUI Kota Medan, Prof H Mohd Hatta dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BBPOM di Medan, Yanti Agustini, Ssi, Apt M Kes. (rel)

Camat Binjai Anggap Lokasi Pabrik Tersembunyi

SAKSI: Camat Binjai, Rizal Gultom diperiksa sebagai saksi Ruang Sidang Cakra PN Binjai, Selasa (29/10). TEDDY/SUMUT POS
SAKSI: Camat Binjai, Rizal Gultom diperiksa sebagai saksi Ruang Sidang Cakra PN Binjai, Selasa (29/10).
TEDDY/SUMUT POS
SAKSI: Camat Binjai, Rizal Gultom diperiksa sebagai saksi Ruang Sidang Cakra PN Binjai, Selasa (29/10). TEDDY/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Desa Sambirejo Kusnadi dan Camat Binjai Rizal Gunawan Gultom bersaksi di hadapan Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi dan Anggota Dedy serta Tri Syahriawani, Selasa (29/10). Mereka beraksi terkait 3 terdakwa yang dinilai polisi bertanggung jawab atas kebakaran hebat pabrik perakitan mancis ilegal yang memanggang 30 orang.

Kusnadi kali pertama yang bersaksi kepada majelis di Ruang Sidang Cakra PN Binjai. Menurut Kades, peristiwa yang memilukan ini dilaporkannya kepada Rizal pascakejadian.

“Malamnya saya takjiah,” ujar dia.

Menurut dia, selama ini keberadaan pabrik rumahan tersebut dinilai layak. “Setelah kejadian tidak layak,” aku dia.

Dia juga tak dapat memastikan apakah keberadaan pabrik rumahan itu bermanfaat untuk warga sekitar.

“Yang jelas perangkat desa yang hadir (pertemuan dengan ahli waris),” kata Kades yang menunjukkan sikap kaku selama dicecar majelis hakim.

Usai Kades, giliran Camat Binjai, Rizal Gunawan Gultom yang didengar kesaksiannya. Rizal menjelaskan tugas, pokok dan fungsinya sebagai orang nomor satu di Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat.

“Salah satunya terkait dengan perizinan yang ada di wilayah kecamatan,” kata pria yang menjabat sebagai Camat Binjai sejak April 2018 ini.

Namun saat ditanya lebih rinci, Rizal buang badan. Menurut dia, penindakan terhadap aktivitas yang melanggar Peraturan Daerah dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja.

“Kami sebatas melakukan pengawasan, penegakan Perda di Satpol PP. Kalau tahu, menyampaikan kepada Pemkab Langkat melalui Satpol PP. Kalau untuk menghentikan, bukan kewenangan kecamatan. Penegakan Perda ada di Satpol PP,” beber Rizal.

Bahkan, sambung dia, setelah tragedi maut itupun pihaknya belum memahami siapa pemilik asli pabrik rumahan itu. Berdasarkan informasi yang dihimpun Rizal, namanya PT Kiat Unggul dan berlokasi pusat di Deliserdang.

Bahkan, dia juga tak tahu di mana letak persisnya. “Kami belum memahami punya siapa. Setelah kejadian baru kami cari tahu, yang kami tahu setelah kebakaran belum juga memahami siapa pemiliknya,” ujar dia.

“Tempatnya itu ada di pinggir jalan namun masuk ke dalam. Setelah terjadi (kebakaran), kami enggak yakin itu tempat perakitan mancis. Kami anggap itu tempatnya tersembunyi,” tandasnya.

Memasuki waktu istirahat solat makan sekitar pukul 15.30 WIB, majelis mengakhiri sidang. Rizal bakal diperiksa pada lain kesempatan, tepatnya Selasa (12/11) sekira pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, sebanyak 30 orang tewas terpanggang di pabrik rumahan korek gas, Jalan T Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Jumat 21 Juni 2019.

Penyelidikan polisi menetapkan tiga tersangka. Ketiganya masing-masing, Dirut PT Kiat Unggul Indramawan, Menejer SDM/Personalia Lismawarni dan Menejer Operasional Burhan. Seluruh jenazah berhasil diidentifikasi dan disemayamkan di TPU belakang Balai Desa Sambirejo.(ted/ala)