batara/sumut pos
SERAHKAN: Ketua DPD Partai NasDem Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar didampingi Sekretaris Kuzu Serasi Tarigan serahkan SK kepada Nusantara dan Legium di Tanjungmorawa.
SERAHKAN: Ketua DPD Partai NasDem Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar didampingi Sekretaris Kuzu Serasi Tarigan serahkan SK kepada Nusantara dan Legium di Tanjungmorawa. Batara/sumut pos
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menunjuk Nusantara Tarigan sebagai Wakil Ketua DPRD Deliserdang periode 2019-2024.
Penunjukan itu sesuai dengan SK penetapan dari DPP yang diterima DPD melalui DPW Partai Nasdem Sumut nomor 048-SK/DPP-Nasdem/IX/2019.
Selain penetapan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, juga menetapkan Legimun sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem.
Penyerahan SK kepada Nusantara Tarigan dan Legimun dilakukan oleh Ketua DPD Partai NasDem Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar di Sekretariat Partai Nasdem, Tanjungmorawa, Jumat (20/9). Yusuf menyebut, awalnya DPD mengirimkan tiga nama ke DPW untuk dipilih DPP siapa yang akan menjadi Wakil Ketua DPRD maupun Ketua Fraksi. Khusus untuk Ketua DPRD, tiga nama tersebut yakni Nusantara Tarigan, Bongotan Siburian dan Maya Shinta Sianturi. Sementara itu untuk Ketua Fraksi tiga nama yang diusulkan Legimun, Antonius Ginting dan Dosiraja Simarmata.
“NasDem dapat 6 kursi, jadi kita bagi masing-masing tiga nama untuk Wakil Ketua dan tiga nama untuk Ketua Fraksi. Nah rekomendasi itu kita kirimkan bulan lalu ke DWP. Di DPW disaring menjadi dua-dua nama untuk dibawa ke DPP. Hasilnya, Nusantara sebagai Wakil Ketua dan Legimun sebagai Ketua Fraksi,” ujar M Ali Yusuf Siregar di dampingi Sekretaris DPD, Kuzu Serasi Wilson Tarigan.
Sebagai Pimpinan Partai, Yusuf Siregar mengingatkan kepada keduanya, di Partai NasDem apa saja bisa terjadi kalau memang DPP melihat yang menduduki posisi dianggap tidak cocok.
Untuk itu, lanjut Yusuf, agar keduanya tidak pernah beranggapan kalau posisi yang diberikan sudah pasti akan habis setelah lima tahun. “Kalau tidak cocok,bisa diganti tukar SK. Jadi penentu itu semua DPP, karena mereka yang punya penilaian dan jangan beranggapan lima tahun. Ya harus bekerjasama antara eksekutif dengan legislatif,” kata Yusuf yang juga sebagai Wakil Bupati Deliserdang.
Sementara itu, Nusantara Tarigan mengaku sangat berterimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan DPP. Ia berjanji akan bekerja sebaik mungkin dan siap untuk bersinergi.
“Alhamdulillah SK sudah saya terima. Tadi sebelum di DPD saya juga sudah menerima dari DPW. Penyerahan SK untuk 10 Pimpinan dan 23 Ketua Fraksi dilakukan,” kata Nusantara.
Sebelumnya, Nusantara Tarigan disebut-sebut bersaing ketat dengan Bongotan Siburian untuk menjadi pimpinan DPRD. Hal ini lantaran Bongotan merupakan Caleg terpilih yang memiliki jumlah suara pribadi paling besar. Bila Bongotan mendapatkan perolehan suara 8 ribuan, sementara Nusantara hanya 4 ribuan. Nusantara sendiri sudah menjabat sebagai anggota DPRD Deliserdang satu periode mulai 2014-2019. Sementara itu Bongotan baru kali ini terpilih sebagai anggota DPRD. (btr/han)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan penggunaan Masjid Nurul Furqon di Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara, Jumat (20/9).
Masjid Nurul Furqon dibangun di atas tanah wakaf dengan luas 242 meter persegi. “Masjid ini sudah berdiri di sini, walaupun belum selesai. Semoga masjid ini bisa membawa barokah dan membawa hal baik bagi masyarakat”, ujar Wagubsu dalam sambutannya.
Wagubsu berharap masjid dapat dimanfaatkan dengan salat berjamaah, untuk hal-hal agama, pengajian dan juga untuk mendidik anak-anak dalam mengaji.
Selain meresmikan penggunaan masjid Nurul Furqon, Wagubsu juga memberikan bantuan kepada keluarga korba kebakaran pabrik mancis yang beberapa waktu lalu erjadi di kota Binjai.
Usai meresmikan Masjid Nurul Furqon, Wagubsu bersama seluruh undangan dan warga sekitar melaksanakan salat Jumat bersama. (ted/han)
ilyas effendy/ Sumut Pos
SEPI PEMBELI: Suasana Pasar Pagi Pangkalan Berandan terlihat sepi dari pembeli pasca tidak beroperasinya Pertamina yang ada di Pangkalan Berandan.
ilyas effendy/ Sumut Pos
SEPI PEMBELI: Suasana Pasar Pagi Pangkalan Berandan terlihat sepi dari pembeli pasca tidak beroperasinya Pertamina yang ada di Pangkalan Berandan.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tak beroperasinya lagi PT Pertamina Pangkalan Berandan, berdampak pada melemahnya transaksi jual beli di Pasar Pagi Pangkalan Berandan, Kecamatan Babalan.
Hal itu dikeluhkan Romauli Br. Panggabean dan Minar Br Marpaung, beberapa pedagang yang ditemui Sumut Pos, baru-baru ini.
Menurut pedagang kain ini, pengaruh tidak beroperasinya Pertamina Pangkalan Berandan, mengakibatkan menurunnya daya beli dagangan para pedagang. “Dulu waktu Pertamina beroperasi, pakaian kami per harinya bisa terjual 10 sampai 20 pasang,”ujar Romauli diamini Minar.
Tinginya daya jual saat itu, lanjut Minar, dikarenakan jumlah banyaknya karyawan Pertamina Pangkalan Berandan, apalagi karyawan Pertamina yang ada di Tangkahan Lagan.
“Mereka suka belanja. Makanya dulu ada istilah sesama pedagang, ’Kuda Laut Mengamuk’, apalagi kalau mereka gajian,”beber Minar.
Disebutkan Minar dan Romauli, sepinya dari pembeli itu sangat dirasakan oleh pedagang kaki lima. “Sekarang jangankan laku puluhan. Lima pasang saja sehari laku, sudah syukur kali,”keluh kedunya.
Untuk saat ini, sambung keduanya, para pedagang Pasar Pagi Pangkalan Berandan hanya berharap pembeli dari warga sekitar, dan warga asing yang melintasi pasar. (yas/han)
Foto: Gojek for Sumut Pos (kiri – kanan) Co-Founder Parentalk.id, Nucha Bachri, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo dalam sesi pemaparan hasil riset Nielsen Singapura yang berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market”.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” mengungkapkan, sebanyak 84 persen masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri (39%).
Keberhasilan ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan
GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara. Dalam enam bulan terakhir, tercatat jumlah
transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi
di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya.
Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo
mengatakan, pihaknya melihat GoFood sudah menjadi bagian dari kehidupan
masyarakat sehari-hari. “Dengan GoFood, konsumen tidak perlu menghabiskan waktu
mengantri di restoran karena ribuan pilihan menu ada dalam genggaman. GoFood membuat
hidup jadi lebih praktis. Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan
loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus
dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir. Kami terus menjadi pemimpin
pasar di layanan food-delivery dengan pangsa pasar 75% di Indonesia,” katanya.
Kepercayaan konsumen urban terhadap GoFood juga dibuktikan
oleh beberapa temuan Nielsen di konsumen yang menggunakan lebih dari satu
aplikasi, yang mana GoFood dinilai oleh konsumen melebihi rata-rata industri.
Misalnya, GoFood dianggap punya pilihan menu beragam dan dengan merchant
beragam , masing-masing oleh 87% dan 83% konsumen urban.
Aplikasi GoFood juga dianggap user friendly dan mudah
digunakan oleh 83% konsumen urban. Kemudian, mitra driver Gojek juga dinilai
ramah, sopan dan informatif oleh 82% konsumen urban.
“Top-up untuk pembayaran melalui aplikasi dinilai mudah oleh
82% konsumen urban. GoFood juga dianggap sebagai layanan pesan-antar makanan
tercepat oleh 79% konsumen urban,” katanya.
Catherine melanjutkan, kunci sukses dalam memenangkan hati
konsumen tersebut adalah pemahaman Gojek terhadap konsumen Indonesia yang suka
kuliner. Terbukti dari data Nielsen yang menyebutkan 95% masyarakat Indonesia
membeli masakan siap santap di luar rumah dalam tiga bulan terakhir.
“Pemahaman ini kami terjemahkan pada kejelian dalam
memberikan superior user experience kepada konsumen. Tidak hanya memberikan
program diskon, melalui teknologi Machine Learning , kami menerapkan
personalized user experience untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan
layanan GoFood kepada konsumen. Sebagai contoh, setiap konsumen bisa
mendapatkan rekomendasi makanan yang berbeda-beda di aplikasi GoFood sesuai
dengan kesukaannya,” jelasnya.
Selain itu, di sisi mitra merchant , Catherine menyatakan
GoFood juga terus berinovasi supaya merchant bisa menawarkan lebih banyak
pilihan, mempromosikan menu hingga mengatur operasional mereka. “Inovasi terbaru
kami di sisi merchant adalah aplikasi pengelolaan restoran khusus mitra
merchant, GoBiz , di mana mereka bisa mengakses data untuk membantu
menganalisis performa bisnis dari waktu ke waktu hingga mengelola operasional
sehari-hari. Yang menarik dari aplikasi ini, merchant bisa secara mandiri
mengatur dan menawarkan promo khusus untuk restoran mereka sendiri,” ujar
Catherine.
Foto: Gojek for Sumut Pos (kiri – kanan) Co-Founder Parentalk.id, Nucha Bachri, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo dalam sesi pemaparan hasil riset Nielsen Singapura yang berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market”.
Dia menambahkan, teknologi ini juga telah terbukti
meningkatkan pendapatan rata-rata merchant hingga 3.5 kali . Saat ini, di
GoFood 2 telah ada lebih dari 400 ribu merchant , di mana 96% mitra merchant
GoFood adalah pelaku kuliner yang memulai usahanya dari bisnis kecil dan
rumahan.
Hasil riset Nielsen menyatakan masih ada 42% konsumen urban
di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga
bulan terakhir. Sementara, demografi konsumen layanan pesan-antar berbeda untuk
waktu makan siang dan makan malam. Untuk makan siang di tempat kerja, konsumen
didominasi oleh para pekerja berumur 26-35 tahun dengan posisi eksekutif/
manajerial (22%), serta pegawai swasta (44%). Untuk makan malam didominasi oleh
pemesanan dari rumah, tanpa ada profil demografis yang menonjol.
Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura,
Garick Kea , memaparkan penelitian mereka terkait perilaku pengguna layanan
pesan-antar makanan di Indonesia mengungkapkan banyak peluang yang belum
tersentuh di Indonesia.
“Kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang
menggerakkan pertumbuhan bisnis ini. Dengan 95% masyarakat Indonesia memilih
untuk membeli makanan siap santap, industri pesan antar makanan mempunyai
potensi pertumbuhan yang besar. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga
membuat Gojek berada di posisi yang menguntungkan.”
Badan Pusat Statistik telah menyatakan kehadiran layanan
seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17%
dari 5,07% di tahun 2017. Pemerintah berharap tumbuhnya industri layanan
pesan-antar makanan bisa memberikan ruang inovasi baru bagi pengusaha UMKM di
seluruh Indonesia untuk naik kelas dan meningkatkan kapasitas usahanya. (rel/mea)
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos Grand Opening Outlet The Daily Wash Laundromat di Jalan Darussalam, Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – The Daily Wash Laundromat terus mengembangkan usaha dan lebih dekat dengan masyarakat. Kini, Laundry koin kembali membuka outlet baru di Jalan Darussalam, Kota Medan, Jum’at (20/9).
Dengan tagline ‘Cuci Murah Siap Satu Jam’, The Daily Wash
memberikan solusi dengan kemudahan serta ekonomis untuk mencuci pakaian
sehari-hari masyarakat. Dipastikan memiliki keunggulan dalam pelayanan kepada
masyarakat.
Pemilik outlet, Matius Yusuf, mengungkapkan dirinya mengambil
lokasi di Jalan Darussalam, karena melihat pasar baik. Paslanya, banyak
terdapat kos atau rumah sewa ditempati oleh mahasiswa dan pekerja.
“Di sini juga banyak terdapat hotel-hotel. Jadinya,
pihak hotel bisa mencuci perlengkapan hotel disini. Pastinya kita terus mendekatkan
diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Matius.
Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kebutuhan untuk
mencuci pakaian yang praktis dan harga ekonomis yang ditawarakan The Daily
Wash. “Kalau begini, tidak perlu menggunakan pembantu untuk mencuci.
Dengan keberadaan kita, semua efisien dan praktis. Tak mesti memikirkan biaya diterjen,
mesin cuci, dan listrik yang harganya terus naik. Jauh lebih murah dengan
konsep Dealy Wash seperti konsep dilakukan di Singapura,” kata Matius
kepada wartawan.
Matius mengungkapkan, usaha yang baru didirikannya akan
melirik pasar kaum generasi milenial. Dengan melihat kebutuhan untuk mencuci
pakaian.”Ini zaman sudah berbeda. Sekarang zaman milenial dan zaman now.
Bisnis harus mengikuti, karena konsumen mau praktis. Karena anak muda praktis
dan cepat,” sebut Matius.
Chief Executive Office Daily Wash Laundromat Indonesia, Lianto Tim menambahkan outlet di Jalan Darussalam merupakan outlet ke 20 di Medan, sekaligus outlet ke-58 di Indonesia. (gus)
Pembukaan KTF 2019 di Kota Medan, Jumat (20/9/2019) dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – BNI mewujudkan liburan seru dan hemat, dua hal yang paling diburu oleh para pecinta wisata. Kali ini, temukan keseruannya dan hematnya beragam program promo yang disiapkan BNI di 3 kota tempat diselenggarakannya Kompas Travel Fair (KTF) 2019 yaitu Medan, Surabaya, dan Makassar pada 20 hingga 22 September 2019.
Pembukaan KTF 2019 yang digelar serentak tersebut, pusat
utamanya di Surabaya pada Jumat, 20 September 2019.
BNI cukup serius menawarkan event wisata, dan terbukti
dengan hadirnya jajaran direksi pada acara pembukaan di Medan yaitu SEVP
Jaringan BNI Ronny Venir. Kemudian, Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko
Cahyo di Surabaya, dan Direktur Keuangan BNI Ario Bimo di Makassar.
SEVP Jaringan BNI Ronny Venir menuturkan, BNI menawarkan
beragam promo menarik mulai dari cicilan 0 persen hingga 24 bulan dengan Kartu
Kredit BNI, Cashback hingga Rp3,5 juta dengan Kartu BNI yang akan ditransfer ke
rekening tabungan BNI, serta ekstra cashback Rp1,5 juta lagi untuk pemegang
Kartu Kredit BNI dengan menukarkan BNI Rewards Point.
Ada juga Surprise Deal Cashback Destination Singapore,
Jepang, Malaysia hingga Rp800.000 yang berlaku di Medan, Surabaya dan Makassar.
“Bagi pemilik Kartu Kredit BNI yang ingin mengetahui
berapa BNI Rewards Point-nya bisa langsung download aplikasi MyCard yang bisa
diunduh di Google play atau Playstore. Pada aplikasi MyCard ini, nasabah juga
bisa melihat tagihan serta berapa plafon yang bisa digunakan,” ungkap
Ronny Venir saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan KTF 2019 yang digelar
di Centre Point, Medan, Jumat (20/9).
Disebutkan Ronny Venir, di KTF 2019 ini jika pemegang kartu
ingin menaikkan plafon kartu kreditnya bisa langsung menghubungi BNI Redemption
Booth. Sedangkan untuk mendapatkan cashback, pemegang kartu harus memiliki
tabungan BNI. Bagi yang belum memiliki rekening BNI Taplus, ada cashback lagi
hingga Rp250 ribu untuk pembukaan rekening tabungan selama event berlangsung,
ditambah 2.600 BNI Poin+.
“BNI Poin+ adalah program loyalty Tabungan BNI bagi
nasabah yang telah aktif bertransaksi. BNI Poin+ hadir dalam bentuk point
reward yang dapat ditukar langsung dengan hadiah sesuai keinginan
nasabah,” sebut Ronny Venir.
Diutarakannya, pembukaan tabungan BNI dapat dilakukan dengan
berbagai cara di antaranya, aplikasi pembukaan tabungan digital melalui BNI
Mobile Banking dan BNI SONIC. BNI SONIC atau BNI Self Opening Account merupakan
layanan pembukaan rekening melalui sebuah mesin yang hanya memerlukan waktu 3
menit.
“BNI berharap partisipasinya dalam KTF 2019 ini mampu
memberikan dampak positif terhadap sales volume Kartu BNI. Per Agustus 2019,
Kartu Kredit BNI mencatatkan volume transaksi sebesar Rp27 triliun atau tumbuh
5,6 persen secara year on year (yoy). Sementara, sales volume Kartu Debit
mencatat sebesar Rp19 triliun dengan peningkatan 21 persen dari tahun
sebelumnya,” tutur Ronny Venir.
Ia menambahkan, keikutsertaan BNI ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang tengah giat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke daerah tujuan wisata di Indonesia. (rel/tri)
batara tampubolon/sumut pos
SUJUD: Para pemain PSDS Deliserdang sujud syukur usai mencetak gol.
SUJUD: Para pemain PSDS Deliserdang sujud syukur usai mencetak gol. batara tampubolon/sumut pos
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Trend positif kembali ditorehkan PSDS Deliserdang pada lanjutan Babak 10 Besar Liga 3 Zona Sumut, setelah mengalahkan Persesi Siantar dengan skor telak 4-0 di Stadion Mini Pancing, Medan Estate, Percut Seituan, Deliserdang, Kamis (19/9). Atas hasil ini, Traktor Kuning pun menargetkan juarai Grup G.
Sejak awal laga, PSDS berinisiatif langsung menekan pertahanan Persesi. Hasilnya, gol pertama pun tercipta di menit 3, melalui sontekan kaki kanan Kapten PSDS Moh Irsan.
Tak berselang lama, PSDS kembali menambah keunggulan di menit 9, usai Purnomo berhasil mencetak gol untuk Traktor Kuning. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSDS tak mengendurkan serangan. Terbukti, tim besutan Dosman Sagala ini, kembali menambah pundi-pundi golnya melalui Kurniawan pada menit 69. Skor berubah 3-0 untuk keunggulan PSDS.
Di masa injury time, PSDS pun mengunci kemenangan melalui gol Vikra Seifahlepi. Skor 4-0 tak berubah hingga laga berakhir.
Dengan kemenangan tanpa kebobolan di laga ketiga ini, hingga gawang PSDS yang dikawal M Irfan, belum pernah kebobolan. Dan kini PSDS memuncaki klasemen Grup G, dengan 7 poin.
Pelatih PSDS Dosman Sagala, mengucapkan terima kasih kepada para penggawa Traktor Kuning yang telah mampu mengalahkan lawan.
“Saya sudah bilang sama anak-anak, agar bermain lepas, jangan ada beban. Inilah hasilnya,” tutur Dosman.
Saat disinggung, soal strategi yang dipakai PSDS untuk menjaga clean sheet (tanpa kebobolan), Dosman pun menjelaskan, dia merupakan mantan pemain di lini pertahanan. “Saya ini pelatih dan mantan pemain bola. Posisi saya di lini pertahanan. Jadi untuk bagian belakang, saya amankan semua. Agar barisan pertahanan susah ditembus lawan,” bebernya.
Dosman pun mengakui, untuk menghadapi PS Bhinneka di laga selanjutnya, Minggu (22/9) mendatang, dia bakal merotasi pemain. Hal ini dimaksudkan agar lawan kesulitan membaca pergerakan skuad Traktor Kuning. “Semua pemain akan saya turunkan. Tak ada istilah pemain inti, karena kemampuan mereka merata,” katanya.
Terpisah, Pelatih Persesi Siantar A Zulfikar, mengakui keunggulan skuad PSDS. “Mereka bermain bagus dan secara tim juga kuat,” sebutnya.
Dia pun mengatakan, tim besutannya masih lemah di bagian pertahan, yang kemudian bisa dimanfaatkan dengan baik oleh barisan penyerang lawan. “Selamat buat PSDS. Prediksi saya, mereka akan jadi juara grup,” kata Zulfikar.
Di laga lain, Polsab Labuhanbatu bentrok Bansar FC berakhir imbang dengan skor 1-1. (btr/saz)
file/sumut pos
SKUAD: Starting eleven PSMS Medan saat berlaga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
SKUAD: Starting eleven PSMS Medan saat berlaga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
PSMS Medan akan menjalani laga away melawan Persita Tangerang pada pekan ke-18 Liga 2 2019 Wilayah Barat di Utama Sport Center Kelapadua, Tangerang, Banten, Minggu (22/9). Melakoni pertandingan ini, Ayam Kinantan berkekuatan penuh. Pasalnya sang Kapten Legimin Raharjo sudah bisa diturunkan, usai absen di laga sebelumnya karena akumulasi kartu.
Usai bermain imbang 1-1 lawan Blitar Bandung United, Selasa (17/9) lalu, Pelatih PSMS Jafri Sastra, memiliki 2 hari persiapan sebelum ke Tangerang.
“Alhamdulillah (Legimin bisa diturunkan),” ungkap Jafri, Rabu (18/9) lalu.
Namun ada seorang pemain PSMS yang masih cedera, yakni Bayu Tri Sanjaya. “Untuk pemain semua sudah siap. Hanya Bayu yang latihan terpisah. Dia masih pemulihan cedera. Tapi tidak masalah, masih ada penggantinya,” jelas Jafri.
“Sebelum lawan Persita, kami punya 2 hari untuk berbenah. Dan 2 hari ini akan kami coba manfaatkan untuk membenahi tim. Kami masih harus meningkatkan kerja sama antar pemain dalam situasi menyerang maupun saat bertahan,” imbuhnya.
Berbenah yang dimaksudkannya, adalah memaksimalkan lini depan yang masih kurang dalam finishing touch. “Penyelesaian akhir tetap harus kami benahi,” jelas Jafri.
Terpenting, lanjut Jafri, membenahi mental bertanding away Legimin dan kawan-kawan. “Ini juga menjadi PR bagi kami,” katanya.
Hal ini memang wajib dilakukan, mengingat tim tuan rumah baru saja mendulang hasil positif, dengan kemenangan 2-1 atas Persiraja Banda Aceh, dan menguatkan posisi Persita di peringkat kedua klasemen sementara, dengan 31 poin, selisih 3 poin dari pemuncak klasemen sementara Sriwijaya FC. Sementara PSMS masih berada di peringkat 5 dengan torehan 28 poin.
Dia pun mengakui, melawan Persita di kandang tidak akan mudah. Target meraih poin di sisa laga musim ini, tetap bisa saja meleset. Namun, Jafri tetap optimistis skuad besutannya bisa memenuhi target. “Persita tim yang solid. Tapi kami akan tetap coba bekerja lebih keras lagi, untuk membawa pulang poin demi poin di sisa laga musim ini. Kami harus tetap yakin dan selalu optimistis,” ujarnya.
Sebelum meladeni permainan tim asuhan Widodo Cahyono Putro itu, Jafri sudah menyiapkan beberapa strategi untuk meredamnya. “Hari ini (kemarin, red) dan besok (hari ini, red) akan kami manfaatkan untuk mempersiapkan taktik dan strategi. Kami akan matangkan di sini (Bandung), sebelum ke Tangerang,” pungkasnya.
Untuk diketahui, PSMS bakal bertolak ke Tangerang, hari ini Jumat (20/9). (nin/jpnn/bbs/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sudah dua hari terakhir ini, Kota Medan diselimuti kabut asap yang diduga dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Sumsel dan Jambi. Bahkan, kabut asap tersebut tidak sepenuhnya hilang meski turun hujan. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kelurasakan Lingkungan (P2KL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Fahmi Harahap pun menyebutkan, kualitas udara di Kota Medan kemarin sudah masuk kategori mengkhawatirkan.
MENURUT Fahmi, informasi tersebut didapatnya dari DLH Provinsi Sumut. “Kualitas udara sudah masuk kategori mengkhawatirkan,” kata Fahmi ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/9).
Disebutnya, informasi yang ia dapat, bahwa saat ini DLH Sumut sedang membuat nota dinas kepada Gubernur Sumatera Utara agar dikeluarkannya surat edaran kepada masyarakat, yakni menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. “Untuk yang sudah lanjut usia (Lansia) dan anak-anak tidak usah beraktivitas sampai keluar rumah,” jelasnya.
Namun, ia belum bisa memastikan, apakah anak sekolah akan diliburkan akibat kualitas udara yang mulai buruk karena terpapar asap karhutla dari Provinsi Jambi, Sumsel dan Riau.
Terpisah, Kepala DLH Kota Medan, Armansyah Lubis menyebutkan, mereka telah melakukan pertemuan dan berkoordinasi dengan DLH Provinsi Sumatera Utara untuk menyurati Gubernur Sumatera Utaran
agar segera membuat surat imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap kondisi asap kebakaran lahan di Riau yang telah terdampak hingga ke Kota Medan. “Tadi kami sudah melakukan pertemuan. Hasilnya, kami akan menyurati Pak Gubernur supaya mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat Sumut agar melakukan langkah-langkah antisipasi dalam kondisi datangnya asap saat ini,” kata Armansyah kepada Sumut Pos, Kamis (19/9).
Bila nantinya surat imbauan itu sudah dikeluarkan, kata Armansyah, pihak Pemko Medan juga akan turut menindaklanjuti imbauan dari Gubsu tersebut. “Mungkin nantinya kami bersama Pak Wali Kota akan membagi-bagikan masker secara gratis kepada masyarakat Kota Medan yang beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
Terakhir, kata Armansyah, untuk saat ini pihaknya mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Medan turut mengindahkan imbauan dari kementerian kesehatan agar dapat mengurangi kegiatan-kegiatan di luar ruangan. “Kalaupun memang harus beraktifitas diluar ruangan, maka kami mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat menggunakan masker supaya dapat terhindar dari ISPA dan jenis penyakit lainnya,” tutupnya.
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengimbau, agar masyarakat Kota Medan semakin peduli dengan pola-pola yang dapat menjaga kesehatan dalam kondisi asap kiriman dari Riau saat ini. “Kita imbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar tetap menjaga kesehatannya dalam kondisi asap saat ini,” ucap Akhyar Nasution kepada Sumut Pos, Kamis (19/9).
Namun, Akhyar juga mengatakan, agar kondisi tersebut tidak membuat masyarakat cemas secara berlebihan hingga tidak beraktifitas sama sekali di luar ruangan. “Tetaplah beraktivitas seperti biasa, kalau memungkinkan untuk meminimalisir kegiatan di luar ruangan dan bisa beraktivitas di dalam ruangan tentu akan lebih baik. Tetapi bila memang harus beraktifitas di luar ruangan, sebaiknya bisa menggunakan masker,” tutupnya.
///Hari Ini, BPBD Sumut Gelar Rakor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara sebagai leading sector akan melaksanakan rapat koordinasi bersama instansi terkait di Kantor Gubernur Sumut pada hari ini, Jumat (19/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Rakor ini bertujuan mengantisipasi meningkatnya potensi karhutla dan terdampaknya beberapa daerah di wilayah Provinsi Sumut, akibat asap kiriman dari provinsi lain. “Kita juga mengundang bupati, Kejari, dan Kodim terkait di kabupaten. Acaranya di Aula Raja Inal Siregar besok pagi,” kata Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis menjawab Sumut Pos, Kamis (19/9).
Dalam rakor tersebut, ungkap dia, akan dibahas dan disepakati terkait aksi serta upaya yang dilakukan dalam menyikapi persoalan karhutla dan asap kiriman dari provinsi lain yang masuk ke Sumut. “Termasuk juga dampak kesehatan lingkungan bagi masyarakat kita akibat itu, dan izin-izin kehutanan dan perkebunan ikut kita undang dalam rakor nanti. Tentunya mereka (pengusaha perkebunan) punya izin semua untuk itu, dan harus menjaga lahannya,” katanya.Rakor juga bermaksud menindaklanjuti instruksi presiden paska karhutla yang terjadi di Riau pekan lalu. “Provinsi lain sudah membuat rakor seperti ini, dan meskipun kita (Sumut) bukan provinsi prioritas tetapi kita harus mengambil sikap,” pungkasnya.
Kepala Bidang Perlindungan Hutan pada Dinas Kehutanan Sumut, Yuliani Siregar mengamini ihwal rakor tersebut. “Iya, sekaitan tindak lanjut karhutla dari provinsi lain,” katanya.
Dikatakannya, secara tugas pokok dan fungsi pihaknya tidak berhak menyatakan bahwa kabut asap dari karhutla di provinsi lain sudah mencemari udara dan cuaca di Sumut. “Di bidang saya tidak ada itu. Kami hanya memonitor titik hotspot karhutla di wilayah Sumut. Kemungkinan (asap kiriman) bisa saja terjadi lantaran terbawa angin, tapi untuk memastikan itu merupakan domain instansi lain,” katanya.
Saat disinggung soal hutan Kaldera Toba di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, kembali terbakar, Rabu (18/9), pihaknya menyebut bahwa api sudah berhasil dipadamkan. “Ia semalam terbakarnya itu, tetapi sudah berhasil dipadamkan sekarang,” katanya.
Selama ini, sambungnya, petugas sudah mendatangi lokasi sekitar hutan tersebut untuk menanyakan penyebab kebakaran. Akan tetapi, para warga dan kepala desa setempat mengaku tidak tahu.
Ia juga menambahkan, jika kedapatan siapa yang melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan akan langsung dipidanakan. “Sanksi tegas, karena tidak dapat yang membakar itu.
Kita sudah tanya kepada kepala desa di sana juga tidak tau. Kalau kedapatan langsung kita penjarakan,” ucapnya.
Selama ini, kata dia petugas tidak pernah mendapati siapa pelaku pembalakan hutan di sana. Apakah warga atau pihak perusahaan yang memakai lahan. “Kadang sudah sampai di lokasi sudah tidak adalagi orangnya,” ujarnya.
Polisi kehutanan selama ini sudah menjalankan tugas untuk memonitoring hutan tersebut. Lantaran jumlah petugas yang minim, akibatnya tidak pernah berhasil mendapati pelaku pembakaran hutan. “Polisi hutan saat patroli itu tidak dapat menjangkau semua wilayah, karena minim orang,” imbuhnya yang menyebut pihaknya juga sudah mengedukasi masyarakat sekitar hutan untuk tidak melakukan pembakaran apapun, di mana diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kita membentuk masyarakat peduli api di sana, kita berharap masyarakat yang memberitahukan adanya yang membakar hutan,” ujarnya.
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, dalam usaha mencegah kebakaran hutan dan lahan akan melibatkan pemerintah setempat. Bhabinkamtibmas dan Babinsa dapat mendeteksi di depannya terhadap kebakaran hutan dan lahan di Sumut. “Syukur Alhamdulillah, hingga saat ini atas rahmat Allah SWT tentunya, masyarakat bersama Polri dan unsur Manggala Agni segera merespon bila ada ditemukan titik api. Seperti yang ada di Humbahas dan Tapanuli Tengah, telah dilakukan upaya-upaya pemadaman,” kata mantan Wakapolda Sumut di acara serah terima 5 Kapolres di Aula Tribata Mapoldasu, Kamis (19/9).
Kapolda mengingatkan kepada satuan kewilayahan yang ada di wilayah-wilayah perbatasan dengan Riau, apalagi asapnya sudah masuk ke Sumut, jangan sampai apinya juga masuk.
Seperti diketahui, Kota Medan mendadak diselimuti kabut pagi kemarin. BMKG menyatakan turunnya hujan menyebabkan kelembaban udara yang tinggi di Medan. “Medan pagi ini kondisinya mist atau halimun (berkabut). Ini biasa, karena dalam beberapa hari ini, hingga kemarin, terjadi hujan sehingga kelembabannya tinggi,” kata Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo.
Menurutnya kelembaban udara di kawasan Padang Bulan, Medan, pagi kemarin tercatat mencapai 97 persen. Jadi, cenderung bukan asap yang diduga kiriman akibat karhutla di Riau. Selain itu, kata Prasetyo, berdasarkan pantauan satelit, titik hotspot di Sumut kemarin juga cuma satu titik. Lokasinya di Tapanuli Tengah. (map/prn/ris)
PADAM
Personel tim gabungan berada di lokasi terjadinya kebakaran hutan di kawasan Danau Toba, tepatnya di Desa Silalahi III, Kecamatan Silalahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Rabu (18/9).
KABUT asap juga berdampak pada berkurangnya jarak pandang di Kawasan Danau Toba, seperti terpantau di Kabupaten Samosir, Kamis (19/9). Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan mengatakan, kondisi kabut di Danau Toba juga berdampak buruk pada penerbangan menuju Bandara Sisingamangaraja XII di Silangit, Tapanuli Utara.
“Karena jarak pandang yang tidak memadai dan landasannya masih kurang, maka pihak maskapai batal mendarat di Bandara Silangit,” sebut Edison.
Jarak pandang di Danau Toba khususnya di Bandara Silangit yang hanya 1.000 meter terlalu samar dan membuat pilot kesulitann
mendararatkan pesawat. Staf pelayanan Jasa BMKG Wilayah I Medan, Nora Valencia Sinaga juga mengatakan kabut asap tersebut berasal dari Riau dan beberapa titik kebakaran lahan di Sumut. “Kabut asap tersebut dapat berasal dari kiriman dari Riau atau pun juga bisa kiriman asap dari lahan kebakaran lahan di wilayah Sumut,” tuturnya.
Dari catatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menunjukkan, kabut asap memang menyelimuti sebagian Sumatera beberapa hari terakhir. Termasuk kawasan Danau Toba. Mereka juga memastikan kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di banyak titik.
Untuk wilayah Sumut, terdeteksi enam titik panas (Hotspots) di sejumlah kabupaten. Kabut ini mengandung campuran mist atau uap air dengan debu dari kebakaran hutan. Namun, disebutnya kelembaban di wilayah Sumatera Utara masih cukup tinggi 90 persen. Uap air masih cukup memadai di wilayah Sumatera Utara.
Kabut asap ditenggarai bersumber dari kebakaran Lahan di Riau yang dibawa angin berasal dari Tenggara sampai ke Wilayah Danau Toba. Diperkirakan asap masih akan terus bertahan hingga dua hari ke depan, apalagi saat ini arah angin berhembus dominan dari Tenggara. “Tergantung dari arah dan kecepatan angin, juga bergantung kondisi cuaca dan titik hotspot. Dilihat dari kondisinya masih berlangsung hingga 1 dan 2 hari ke depan,” tuturnya.
20 Hektare Hutan di Kawasan Danau Toba Terbakar
Selain karhutla di Privinsi Riau, kebakaran hutan juga terjadi di lahan perbukitan di kawasan Danau Toba, tepatnya di Desa Silalahi III, Kecamatan Silalahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (18/9) kemarin, dan menghabiskan sekitar 20 hektar hutan di sana. Petugas menduga, kebakaran tersebut disebabkan oleh warga yang membuang puntung rokok sembarangan.
Informasi yang beredar, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 Wib, kemarin. Sekitar 50 orang anggota tim yang terdiri dari Manggala Agni, TNI/Polri dan dibantu masyarakat langsung turun ke lokasi terjadinya kebakaran untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya.
Tim Gabungan sempat kesulitan menuju lokasi lantaran medan yang dilalui cukup berat dengan kemiringan sekitar 60 derajat. “Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30,” kata Humas Manggala Agni Daops Sibolangit, Angfier Sinaga, Kamis (19/9).
Dia mengungkapkan, kebakaran tersebut terjadi diduga karena adanya seorang yang membuang puntung rokok sembarangan di wilayah itu hingga api menyebar dan membakar hutan di sana. “Hutan dan lahan yang terbakar di sana kurang lebih 20 hektar. Api cepat tersulut karena saat ini kondisinya lagi musim kering dan angin bertiup kencang sedangkan vegetasi semak belukar,” ungkapnya.
Menurut dia, hingga kini Polsek Silalahi terus menyelidiki penyebab kebakaran di tempat. Kepada semua pihak, dia berharap untuk menjaga hutan di tempat itu, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Hingga hari ini, petugas juga masih bersiaga di lokasi kebakaran untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang. Selain itu, petugas juga berupaya melakukan mopping up sebagai bentuk penanganan pasca terjadinya kebakaran,” tutupnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bahagia Ginting juga menjelaskan, sulitnya medan yang curam dan terjal serta angin yang cukup kencang membuat tim merasa kesulitan untuk memadamkan api. “Setelah berupaya semaksimal mungkin akhirnya sekitar 3 jam lebih lamanya berjibaku memadamkan api, akhirnya api berhasil dipadamkan oleh seluruh tim,” katanya.
Kawasan Danau Toba salah satu lokasi yang kerap terjadi kebakaran hutan dalam satu tahun terakhir sedikitnya sudah terjadi 4 kali kebakaran di Kecamatan Silalahi Sabungan. (bbs/adz)