Home Blog Page 5030

Pengelolaan Keuangan BLU dan BLUD, Harus Berani Inovasi Melalui Optimalisasi Aset

prans/sumut pos FGD BLUD: Kasubdit PK BLU DJPb, Ana Mariana (tengah) didampingi Kabid PPA I, Iwan Kurniawan dan Kabid PPA II, Mercy Monika Sitompul menjadi narasumber. dalam FGD soal pengelolaan keuangan BLUD yang diinisiasi Kanwil DJPb Sumut, di aula kantor instansi tersebut, Jl. P Diponegoro Medan, Jumat (20/9). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
FGD BLUD: Kasubdit PK BLU DJPb, Ana Mariana (tengah) didampingi Kabid PPA I, Iwan Kurniawan dan Kabid PPA II, Mercy Monika Sitompul menjadi narasumber. dalam FGD soal pengelolaan keuangan BLUD yang diinisiasi Kanwil DJPb Sumut, di aula kantor instansi tersebut, Jl. P Diponegoro Medan, Jumat (20/9). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sumatera Utara diingatkan untuk berani berinovasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan aset yang dimiliki. Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara Kementerian Keuangan, Tiarta Sebayang menjawab wartawan usai acara Fokus Grup Diskusi (FGD) bertajuk Pengelolaan Keuangan BLU dan BLUD di Aula Kantor DJPB Sumut, Jumat (20/9).

Dalam hal pengelolaan keuangan daerah oleh BLU atau BLUD seperti rumah sakit, lanjutnya, memang diperlukan keberanian mengoptimalkan penggunaan aset yang mereka miliki. “Apakah menyewakan lahan untuk parkir, mobil yang disewakan ataupun cara lain dari aset yang mereka punya sehingga sumber pengelolaan keuangan mereka lebih baik,” papar Tiarta Sebayang.

Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah bagi setiap BLUD sangat penting dilakukan. Sebab, BLU memiliki tujuan selain untuk profit (bisnis) juga pelayanan kepada masyarakat.

“BLU atau BLUD ini ibarat hidup di dua alam. BLU sengaja diciptakan pemerintah. Yang tugasnya bagaimana meningkatkan pelayanan. Namun dalam mengelolanya harus seperti bisnis,” katanya didampingi Kepala Bidang PPA II, Iwan Kurniawan.

Oleh karenanya, sambung dia, mengelola fiskal BLUD agar mampu berjalan di dua sisi tersebut harus melakukan pendekatan profesional, biaya murah, efisien dan produktif.

“Umumnya kalau pemerintah dianggap lambat (mengelola instansi pelayanan). Makanya prinsip efisiensi harus dikedepankan rumah sakit. Termasuk dalam pengelolaan aset dan penggunaan obat-obatan,” katanya.

Terkhusus Sumut, rumah sakit mana saja yang sudah melakukan pengelolaan keuangan BLU dengan baik, Tiarta menjawab normatif. “Sesuai data dari Kementerian Kesehatan, semua RS sedang bertumbuh (termasuk di Sumut). Kalau di Jawa, ada RS Kariadi yang sudah mengelola keuangan dengan baik. Termasuk juga RSUP Semarang yang sudah bisa melayani 24 jam. Di sini kita punya RSUP Adam Malik, yang kita harapkan juga mampu mencontoh BLU seperti RS di pulau Jawa,” terangnya.

Ia menambahkan, FGD digelar bertujuan meningkatkan pemahaman para pengelola keuangan BLUD sekaligus mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada. Diharapkan pula, terjalin sinergitas antar pengelola BLU baik ousat maupun daerah melalui acara tersebut. “Dengan adanya sinergitas ini maka dapat terbentuk suatu forum sebagai sarana sharing pengalaman,” ujarnya.

Narasumber lain, Kasubdit PK BLU DJPb Ana Mariana, pada kesempatan itu menyampaikan beberapa isu terkini dalam pengelolaan keuangan BLU dan BLUD yakni optimalisasi aset BLU, optimalisasi kas dan sinergi antar BLU dan sinkronisasi regulasi, inovasi teknologi dan transformasi proses bisnis BLU.

Ia berharap melalui acara ini terjalin kesepahaman dalam pengelolaan keuangan BLU yang semakin transparan dan akuntabel. “Sesuai UU No.1/2004 maka pengelolaan keuangan BLU merupakan ruang lingkup dari pengaturan Perbendaharaan Negara. Sedangkan pembentukan BLU diatur melalui PP 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan BLU,” katanya.

FGD berjalan interaktif dimana pada sesi diskusi peserta yang terdiri dari para direktur BLU dan BLUD, terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan keuangan BLUD. (prn/ila)

1.000 Anak Muda Ikuti Inspiring Festival di Medan

PEMBICARA: Senior Manager Corporate Marketing Communication BINUS University, Haris Suhendra bersama pembicara erpreneur muda di Hotel Santika Medan.
PEMBICARA: Senior Manager Corporate Marketing Communication BINUS University, Haris Suhendra bersama pembicara erpreneur muda di Hotel Santika Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar seribu lebih anak muda menjadi peserta kegiatan Inspiring Festival (IFEST) di Ballroom 1 Santika Dyandra Hotel Medan, Jumat siang (20/9).

Event yang digelar Binus University ini mengundang eterpreneur muda di tanah air. Para pakar tersebut di antaranya, Tyovan Ari Widagdo (Founder bahasa.com) Yasa Singgih (Founder Men’s Republic), Enrico Hugo (co-founder of cause virtual run), Freddy Jingga (digital business expert), Sofyan (automotive and robotics engineering expert) dan beberapa pakar lainnya.

Secara bergantian mereka membagikan pengalaman mereka membangun bisnis dengan memanfaatkan teknologi. “Dengan digelarnya kegiatan ini kita harapkan peserta dapat memiliki pandangan akan masa depan untuk menyusun masa depan yang lebih baik mulai hari ini,” kata Senior Manager Corporate Marketing Communication BINUS University, Haris Suhendra.

Haris menjelaskan, lewat acara ini pihaknya mengeksplorasi semua potensi anak-anak muda dan memberi inspirasi kepada mereka untuk membangun masa depan. Selain di Medan, kegiatan yang sama juga akan di 10 kota berbeda di Indonesia, diawali di kota Pekanbaru, disusul kota Semarang.

Sementara itu, Novi Andriani , Brand Communication BINUS University menjelaskan, IFESTmewujudkan semangat dalam memberdayakan sumber daya manusia berkualitas yang ditargetkan menjadi Jalan inspirasi bagi perubahan Indonesia. IFEST disajikan beberapa jenis acara yang berbeda seperti discuss talk yang menghadirkan pembicara andal dari berbagai perspektif bisnis yang berbeda.

, dan membagi ilmu serta pengalaman exhibition yaitu pagelaran pameran yang keren persembahan dari Binus University dan yang terakhir adalah pendaftar beasiswa kuliah.

Dengan diadakannya acara ini menurut Novi Andriani gerakan peserta dapat memiliki pandangan akan masa depan salah satunya untuk menyusun masa depan yang lebih baik dimulai dari hari ini dapat menyediakan atau menjadi sumber daya manusia yang baik berkelanjutan berkembang mempunyai pengaruh atau kontribusi bagi Indonesia sehingga semangat Membina dan memberdayakan yang telah digabungkan dapat terus menjangkau setiap kalangan dan mempunyai efek yang dapat dirasakan bagi setiap masyarakat. (ila)

Protes Aktivitas Truk Galian C, Warga Desa Sosorlontung Blokir Jalan

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS MELINTAS: Truk pengangkut batu galian C saat melintas di Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi.
MELINTAS: Truk pengangkut batu galian C saat melintas di Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi menutup badan jalan karena truk-truk galian C yang melintas di desa mereka menimbulkan polusi udara.

Hal itu disampaikan sejumlah warga Desa Sosorlontung, Parlindungan Sihombing (50), Meriani boru Lumbangaol (47) serta Sahat Sinaga (51) kepada wartawan, Jumat (20/9). Aksi protes itu mereka lakukan, karena sejak 3 bulan terakhir menghirup debu yang ditimbulkan truk-truk pengangkut batu dari tangkahan Dolok Siraut (daerah- red). Akibatnya, anak- anak mereka banyak mengalami batuk dan flu.

Tak hanya itu saja, menurut warga, pakaian yang mereka jemur menjadi kotor. “Piring yang tersusun di rak, harus dicuci kembali saat hendak mau digunakan,” ucap mereka. Terkait aksi warga, Kepala Desa Sosorlontung melakukan mediasi dan meminta pengusaha galian C untuk menyiram badan jalan.

Setelah sepakat, warga pun membuka akses jalan sehingga truk-truk pengangkut batu galian C dapat melintas kembali. Kepala Desa Sosor Lontung, Budi Manullang mengatakan pengusaha galian C lainnya meminta agar turut memperhatikan badan jalan Desa Sosorlontung. “Kita berharap mereka bisa koordinasi sesama pengusaha galian C,”ujar Budi. (rud/han)

Kementerian PPA Apresiasi Ruang Bermain Anak Tebingtinggi

SOPIAN/SUMUT POS BERIKAN: Kabid Lingkungan Ramah Anak Kementrian PPA, Thomas Rizal memberikan penghargaan kepada Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar.
BERIKAN: Kabid Lingkungan Ramah Anak Kementrian PPA, Thomas Rizal memberikan penghargaan kepada Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tim penilaian sertifikasi ruang bermain ramah anak tingkat nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi atas keseriusan dan komitmen secara nyata yang dilakukan pemerintah daerah setempat khususnya Kota Tebingtinggi.

“Kami bangga dan sangat memberikan apresiasi tinggi kepada Pemko Tebingtinggi,”ujar Thomas Rizal Kabid Lingkungan Ramah Anak Kementrian PPA dan Djoko Santoso Ketua Pemeriksa, dan Ismarjati Wicaksono di Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (20/9).

Thomas mengatakan, awalnya datang ke Kota Tebingtinggi untuk melihat kondisi lapangan. “Kok begini keadaanya meskipun ruang bermain anaknya sudah ada, namun belumlah baik,” bilangnya. Namun setelah adanya pertemuan dengan Sekdako Marapusuk Siregar, langsung mengintruksikan kepada OPD terkait untuk menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Dua hari kemudian dilihat kembali dilapanan, kaget tim melihat sudah berubah dan baik, ancungan jempol untuk tim Sekdako yang benar-benar komit dan hebat,” katanya.

Thomas berharap agar kedepannya tetap dipelihara sebaik-baiknya, dan tidak karena hanya kedatangan tim evaluasi saja. Sementara itu, Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar mengatakan, Pemko Kota Tebingtinggi tetap berkomitmen menjadikan ruang tempat anak bermain ini sesuai dengan arahan tim dari kementerian PPA.

“Saya sudah intruksikan kepada OPD terkait untuk melakukannya secara serius, tidak ada kerja setengah hati,” katanya. (ian/han)

Sampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS R-APBD Dairi 2020, Bupati Targetkan Pendapatan Rp1,4 Triliun

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS SERAHKAN KUA-PPAS: Bupati Dairi, Eddy KKA Berutu menyerahkan dokumen KUA-PPAS R-APBD Dairi TA 2020 kepada Wakil Ketua DPRD Dairi, Togar Pasaribu didampingi Benpa Hisar Nababan.
SERAHKAN KUA-PPAS: Bupati Dairi, Eddy KKA Berutu menyerahkan dokumen KUA-PPAS R-APBD Dairi TA 2020 kepada Wakil Ketua DPRD Dairi, Togar Pasaribu didampingi Benpa Hisar Nababan.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan nota pengantar rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Rancangan Prioritas dan Plapon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2020.

Nota pengantar disampaikan Bupati dalam sidang Paripurna DPRD, di GOR Jalan Rumah Sakit Umum Sidikalang, Jumat (20/9). Sidang dewan kali ini dilaksanakan di GOR Sidikalang, karena gedung DPRD lama sedang direnovasi.

Sidang Paripurna dipimpin Wakil Ketua, Togar Pasaribu didampingi Wakil lainya, Benpa Hisar Nababan. Sementara Bupati didampingi asisten pemerintahan dan kesejahteraan, Ramland Sitohang serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam nota pengantar rancangan KUA-PPAS dimaksud, Bupati Eddy KA Berutu menyampaikan, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1,413 triliun lebih.

Pendapatan daerah itu terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp86,927 miliar, yakni dari pajak daerah sebesar Rp17,706 miliar. Dari retribusi daerah sebesar Rp4,392 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan sebesar Rp12,500 miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp52,329 miliar. Dana perimbangan sebesar Rp1,087 triliun lebih yakni dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp18,699 miliar.

Dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp630,625 miliar serta dana alokasi khusu (DAK) sebesar Rp438,218 miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp239,001 miliar yang bersumber dari hibah sebesar Rp47,876 miliar, dana bagi hasil pajak dari pemerintah provinsi dan daerah lainya sebesar Rp41,562 miliar.

Dana Alokasi Desa sebesar Rp127,172 miliar serta dana insentif daerah (DID) sebesar Rp22,390 miliar.

Sementara untuk belanja daerah sebesar Rp1,450 triliun, yakni belanja tidak angsung sebesar Rp707,054 miliar yaitu untuk belanja pegawai sebesar Rp501,132 miliar. Belanja hibah sebesar Rp5,061 miliar, belanja bantuan social (Bansos) sebesar Rp835 miliar. Belanja bagi hasil kepada pemerintah Desa sebesar Rp1,020 miliar, belanja bantuan keuangan kepada pemerintah

Desa sebesar Rp193,005 miliar dan belanja tak terduga sebesar Rp6 miliar. Sedangkan belanja tidak langsung sebesar Rp743,417 miliar lebih. Dan pembiayaan daerah yakni penerimaan pembiayaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun anggaran 2019 sebesar Rp40 miliar. Dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp3 miliar pada penyertaan modal (investasi) daerah kepada PT Bank Sumut.

Eddy menyebutkan, sesuai visi misi Kabupaten Dairi tahun 2019-2024 yakni meuwujudkan Dairi Unggul yang mensejahterakan masyarakat dalam hharmoni keberagaan. Dan thema pembangunan daerah Dairi tahun 2020 pada rencana kerja perangkat daerah (RKPD) yaitu reformasi birokrasi dengan mengoptimalkan tatakelola pemerintahan yang baik melalui pengembangan layanan umum yang unggul.

Untuk mewujudkan iitu lanjut Eddy, pemerintah menetapkan delapan prioritas pembangunan daerah yakni akses pendidikan untuk semua (Dairi Cerdas), Dairi sehat, Agri Unggul, pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi dan kreativitas (Dairi Kreasi), pengembangan destinasi dan infrastruktur kepariwisataan. Infrastruktur konektivitas wilayah, gerakan bangun Desa Unggul Mandiri (Gerbang Duma) serta Inovasi pelayanan public dan penataan penyelenggaraan sistem pemerintah daerah (Dairi Gerak Cepat), pungkasnya.

Dalam sidang Paripurna, Wakil Ketua DPRD, Togar Pasaribu meminta Bupati agar pelantikan DPRD Dairi periode 2019-2024 mendatang juga akan dilaksanakan di GOR Sidikalang. (rud/han)

Gubsu Lantik Bupati Labuhanbatu dan Asahan

Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu : Veri Ardian DILANTIK: Gubsu Edy Rahmayadi melantik Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe dan Bupati Asahan H Surya, sisa masa jabatan tahun 2016-2021, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai II, Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pengeran Diponegoro Medan, Jumat (20/9).
Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu : Veri Ardian DILANTIK: Gubsu Edy Rahmayadi melantik Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe dan Bupati Asahan H Surya, sisa masa jabatan tahun 2016-2021, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai II, Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pengeran Diponegoro Medan, Jumat (20/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe dan Bupati Asahan H Surya, dalam sisa masa jabatan tahun 2016-2021, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (20/9).

Kepada keduanya, Edy berpesan agar tidak mengingkari sumpah pelantikan yang telah diikrarkan.

Andi Suhaimi Dalimunthe menggantikan Bupati Labuhanbatu yang sebelumnya dijabat Pangonal Harahap, yang tersandung kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedangkan Surya menggantikan Bupati Asahan sebelumnya, Taufan Gama Simatupang, yang meninggal dunia.

“Hari ini anda telah bersumpah dengan kitab suci Al Quran di atas kepala anda. Amanah yang Anda emban akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Miliki rasa takut kepada Allah, jangan ingkari sumpah itu dan berikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Gubernur Edy Rahmayadi.

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut Sabrina, Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, unsur Forkopimda Sumut, Labuhanbatu dan Asahan, OPD Pemprov Sumut, Labuhanbatu dan Asahan, serta tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu : Veri Ardian DILANTIK: Gubsu Edy Rahmayadi melantik Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe dan Bupati Asahan H Surya, sisa masa jabatan tahun 2016-2021, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai II, Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pengeran Diponegoro Medan, Jumat (20/9).

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut sekaligus Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi juga melantik Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK Labuhanbatu dan Asahan sisa masa jabatan 2016-2021. Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Sumut Labuhanbatu yang dilantik, yakni Rosmanidar Andi Suhaimi menggantikan Siti Awal Pangonal Harahap. Sedangkan Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK Asahan yang dilantik yakni Titiek Sugiati Surya menggantikan Winda Fitrika Taufan Gama.

Kepada keduanya, Nawal berpesan agar menjalankan tugas dengan baik dan benar. Selain itu, menjaga hubungan baik dan senantiasa menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi wanita dan OPD di kabupaten masing-masing.

Saat ditemui usai pelantikan, Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe menyampaikan akan berusaha menjalankan amanah dengan baik sesuai dengan harapan dan arahan yang telah disampaikan oleh Gubernur.

Begitupun dengan Bupati Asahan H Surya, dirinya meminta doa dan dukungan agar mampu melanjutkan amanah memimpin Asahan hingga sisa masa jabatan berakhir.

Pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan Pakta Integritas. Kemudian, penyematan lencana jabatan kepada kedua bupati oleh Gubernur Edy Rahmayadi. Acara berakhir dengan ramah tamah dan pemberian ucapan selamat dari semua undangan. (rel/han)

Beredar Video Mesum Mirip Kades Bangai, Puluhan Warga Unjukrasa di Polres Labuhanbatu

UNJUKRASA- Puluhan warga Desa Bangai, Kecamatan Torgamba, Labusel berunjukrasa di Mapolres Labuhanbatu terkait video mesum mirip kades mereka. FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS
UNJUKRASA- Puluhan warga Desa Bangai, Kecamatan Torgamba, Labusel berunjukrasa di Mapolres Labuhanbatu terkait video mesum mirip kades mereka.
FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga dari Desa Bangai, Kecamatan Torgamba, berunjukrasa di Mapolres Labuhanbatu, Jumat (20/9). Mereka mendesak agar polisi mengusut beredarnya video mesum yang dilakoni mirip Kades Bangai.

Warga yang datang menumpang truk colt diesel dalam aksinya membawa sejumlah spanduk berisi statmen di antaranya, “Tangkap dan penjarakan pembuat video asusila di Desa Bangai”, “Tangkap dan penjarakan Kades Bangai”. “Tegakkan hukum dengan benar pak Polisi”. “Copot Kades Bangai dengan hukum”.

Selain itu, warga juga menyebar selebaran berisikan statmen, bahwa Kepala Desa merupakan Kepala Pemerintahan Desa yang memimpin penyelenggaraan Desa dan sebagai perpanjangantangan negara yang dekat dengan masyarakat juga sebagai pemimpin masyarakat.

Mereka menilai, beredarnya video asusila yang pelaku prianya mirip Kepala Desa Bangai, telah mencemari desa mereka. Mereka menilai dari video yang beredar, melanggar UU NO. 44 tahun 2008 Tentang fornografi dan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan

Permendagri No. 82 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian diubah dalam Permendagri No. 67 Tahun 2017.

Di depan Mapolres Labuhanbatu, warga juga meminta polisi memproses secara hukum sang oknum kepala desa. “Tangkap penjarakan pelaku video asusila, copot Kades Bingai,” teriak warga yang di koordinatori, M Ridwan Dalimunthe.

Menanggapi aspirasi warga, Kasat Sabhara Polres Labuhanbatu AKP M Amdi didampingi penyidik Polres Labuhanbatu mengaku video mesum yang beredar tersebut masih dalam penelitian di Labfor Poldasu. Tujuannya, untuk membuktikan kebenaran video tersebut. Jika ternyata benar, maka sebagai alat bukti. Dan diperlukan waktu dalam pembuktian nantinya. Mendengar hal itu, warga Desa Bangai pun membubarkan diri.

Informasi yang diperoleh, video mesum yang pelaku prianya mirip Kades Bangai berinisial P dengan seorang wanita berinisial SKB. Video mesum berdurasi beberapa menit itupun beredar di media sosial facebook. “Sempat beredar di fb beberapa saat, tapi kemudian dihapus,” ungkap salah seorang warga merahasiakan identitasnya kepada Sumut Pos di Rantauprapat. (mag-14/han)

PTPN2 Bersihkan 35 Hektare Lahan Kebun Bandar Klippa

BERSIHKAN: Pihak PTPN2 bersihkan kebun Bandar Klippa, Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Kamis (19/9).
BERSIHKAN: Pihak PTPN2 bersihkan kebun Bandar Klippa, Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Kamis (19/9).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Seluas 35 hektare Kebun Bandar Klippa yang ditanami jagung dan ubi oleh penggarap dibersihkan PTPN2, Kamis (19/9).

Pembersihan lahan dengan menggunakan traktor tersebut berjalan lancar dibawa pengawasan personel TNI, kepolisian Polres Deliserdang dan ratusan satpam kebun serta anggota Serikat Pekerja Perkebunan (SPP).

Hadir dalam pembersihan itu Manager Kebun Bandar Klippa PTPN2 Ir Asli Ginting, Ketua SPP dan Menager Distrik Rayon Selatan Mahdian Tri Wahyudi, Kabag Keamanan dan Aset Imam Subekti, Askep Rayon Sampali Adek Evi Azhar, Askep Rayon Bandar Klippa Arifin Daulay dan Kordinator Humas PTPN2 Sutan B Panjaitan SE.

Asli Ginting mengemukakan, pembersihan lahan seluas 35 hektare itu merupakan bagian dari 1057,11 hektare. Dengan areal terletak di blok 542, HGU nomor 113 dan berakhir tahun 2028 masuk kawasan Desa Sidodadi, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang.

Menurut Asli, sebelum pembersihan digelar, pihak Kebun Bandar Klippa telah melakukan pemberitahuan serta melayangkan surat larangan sebanyak tiga kali. Namun para penggarap tidak mengindahkan. Bahkan aksi penggarapan itu telah dilaporkan pihak PTPN2 ke Polres Deliserdang, agar penggarap secepatnya meninggalkan areal kebun.

Walaupun digelar rapat koordinasi antara PTPN2 dengan penggarap di Mapolres Deliserdang pada awal September lalu, namun menurut Asli Ginting para penggarap tersebut berkeras dan tidak mau meninggalkan lahan.

Nantinya semua tanaman milik penggarap akan dibersihkan karena akan ditanami sawit. Dengan kata lain, lanjut Asli Ginting, akan digelar Tanam Konvensi (TK) dari tanaman tebu ke tanaman sawit.(rel/btr/han)

Galian C Pantai Acong Digerebek, DPRD Sumut Minta Pengelola Ditangkap

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tujuh orang pekerja yang diboyong Polres Binjai dari lokasi galian C di Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan, dipulangkan. Mereka dikenakan wajib lapor selama proses penyelidikan.

“Kami mengenakan ketujuhnya wajib lapor. Karena kami belum menemukan unsur pidana,”ujar Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif, baru-baru ini.

Hal senada juga dikatakan Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, jika mereka tidak sembarang melakukan penyelidikan hingga penyidikan yang berbuntut adanya penetapan tersangka.

Menurut Kapolres, pihaknya bekerja secara profesional dengan disertai bukti-bukti hingga keterangan yang diperoleh dari lapangan.

Namun lain halnya diakui Camat Binjai Selatan, Fatimah Hanim. Fatimah mengaku jika dirinya sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Binjai.

Bahkan, dia juga menyatakan lokasi galian C eks PTNP2 tersebut dikelola pria berinisial ENS alias Acong. “Saya jawab ya bilang itu wilayah Binjai dan dikelola Acong. Saya jelaskan namanya, yang benarnya saja lah saya jawab. Apa pula saya tutupi. Semua sudah tahu, kan dulu pun sudah pernah bolak balik ditangkap, lepas lagi. Semua orang Binjai banyak sudah tahu, lurah pun tahu tapi mau gimana lagi. Intinya ya, saya jawab jujur saja,” kata Fatimah saat ditemui wartawan.

Sementara, anggota DPRD Sumut, Zainuddin Purba yang semula mau melakukan aksi tunggal di depan Mapoldasu, belakangan menjadi Mapolres Binjai.

Kepada wartawan, pria yang akrab disapa Pak Uda mengaku sudah menanyakan proses hukum Galian C Acong ke Kapolres Binjai, pasca dua kali digerebek.

“Apakah sudah dipanggil saksi ahli, apakah sudah ada ditetapkan tersangka (yang dikomunikasikannya kepada Kapolres). Saya juga akan minta ke Ketua DPRD Sumut agar menyurati Bapak Kapoldasu, apabila proses ini tidak ada. Saya akan melakukan aksi unjuk rasa tunggal di Mapolda. Saya jamin pasti dalam 2 minggu atau 3 minggu ini, hal itu akan saya lakukan kalau tidak ada perkembangan kasus ini,”ujarnya, Jumat (20/9).

Menanggapi telah dipulangkannya ketujuh pekerja yang diamankan dari lokasi galian C Pantai Acong tersebut, Zainuddin tak mempersoalkan. “Kalau mereka dipulangkan, silahkan saja. Hanya pekerja harian yang cari makan, walaupun manual tetapi tetap bayar upeti sama pengusahanya. Saya tahu, malam alat beratnya jalan. Dikumpulin untuk mengelabui petugas, dipanggil tukang sekop. Pengusaha yang perlu ditangkap untuk mengganti kerugian negara,”pungkasnya.(ted/han)

Bahaya Kabut Asap, XL Axiata dan PFI Medan Bagikan Masker Gratis

Regional Corporate Communication West Region PT XL Axiata, Aldi Desmet (kedua kiri) didampingi Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi membagikan masket gratis kepada para wisatawan di atas kapal, yang hendak melakukan perjalanan menuju Pulau Samosir, Jumat (20/9).
Regional Corporate Communication West Region PT XL Axiata, Aldi Desmet (kedua kiri) didampingi Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi membagikan masket gratis kepada para wisatawan di atas kapal, yang hendak melakukan perjalanan menuju Pulau Samosir, Jumat (20/9).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bersama PT XL Axiata Tbk melakukan kegiatan sosial dengan membagikan masker secara gratis kepada warga dan wisatawan di kawasan Danau Toba, khususnya di Kabupaten Samosir, Jumat (20/9).

Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Provinsi Riau dan Palembang dan di sejumlah Pulau Sumatera mulai berdampak pada sejumlah daerah di Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba yang diselimuti kabut asap. Kondisi tersebut menjadi perhatian dari sejumlah pihak yang sangat prihatin terhadap dampak yang bisa mengganggu kesehatan.

Regional Corporate Communication West Region PT XL Axiata, Aldi Desmet mengatakan, pembagian masker gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada warga dan wisatawan di sekitar Danau Toba agar terhindar dari kabut asap yang mulai menyelimuti Sumatera Utara. Apalagi bahaya kabut asap sangat berdampak kepada kesehatan warga khususnya penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Kami melihat dalam beberapa hari ini kabut asap yang menyelimuti Sumatera Utara khususnya di Danau Toba semakin tebal, kondisi tersebut dapat berdampak juga pada kunjungan wisatawan, ujar Aldi

Sementara itu, Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi berharap, pemerintah daerah segera melakukan kordinasi dengan pihak terkait dalam rangka sosialisasi dan menghimbau kepada warga untuk mewaspadai dampak cuaca kabut asap dan selalu memakai masker jika beraktifitas.

” Kondisi cuaca yang dengan kabut asap yang pekat ini sangatt mengkhawatirkan dan berakibat pada penyakit ISPA, sehingga warga diharapkan dapat menjaga kesehatannya,”Pungkas Rahmad.(*)