29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 51

Jelang Ramadan, Indomaret Cabang Medan dan PMI Gelar Donor Darah!

MEDAN, SumutPos.co- Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, Indomaret Cabang Medan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai brand ternama, seperti Mr Bread, Kalbe, Anlene, serta Klinik Spesialis Mata SMEC Lubuk Pakam dan Medan.

Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan pegawai di perusahaan yang bergerak di bidang jasa retail ini, dengan penuh antusias ikut menjadi pendonor. Tak ketinggalan, masyarakat sekitar pun berdatangan untuk ikut serta dalam aksi kemanusiaan ini.

Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Medan (Indomaret), Yonanta Kusuma menegaskan, agenda ini murni merupakan gerakan sosial untuk membantu sesama, terutama dalam menjaga ketersediaan stok darah nasional. Yonanta menambahkan, seluruh kantong darah yang terkumpul akan diserahkan sepenuhnya kepada PMI untuk didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

“Donor darah ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tapi juga bagi para pendonor sendiri. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membantu PMI dalam menyalurkan darah ke yang membutuhkan,” katanya.

Bagi manajemen Indomaret, lanjut Yonanta, kegiatan ini memiliki makna ganda, membantu masyarakat sekaligus membentuk karakter karyawan yang empati. “Harapannya, pertama untuk misi sosial membantu program pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan PMI. Kedua, kami ingin menanamkan jiwa sosial kepada karyawan. Jadi tidak melulu tentang pekerjaan, tapi juga ada rasa peduli buat sesama,” pungkasnya. (adz)

Adira Expo Berkah Ramadan Hadir di Kotapinang, Permudah Akses Pembiayaan Selama Bulan Suci

MEDAN, SumutPos.co– Menyambut momentum Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance”) menghadirkan Adira Expo Berkah Ramadan di Lapangan Sentra Budidaya Buah, Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel) mulai Jumat (13/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026). Mengusung tagline “Pilih Barang Impianmu, Ajukan Kreditnya”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Adira Finance dalam mendekatkan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci.

“Ramadan kerap menjadi momen penting bagi masyarakat dalam merencanakan berbagai
kebutuhan, mulai dari kepemilikan kendaraan, persiapan mudik, hingga pemenuhan kebutuhan keluarga dan perencanaan ibadah. Menjawab kebutuhan tersebut, Adira Finance menghadirkan Adira Expo Berkah Ramadan sebagai sarana bagi masyarakat untuk memperoleh solusi pembiayaan yang praktis dan terintegrasi dalam satu lokasi.” ujar Iwan Chandra, Kepala Wilayah Sumatera Bagian Utara Adira Finance dalam media gathering di Medan, Kamis (12/2/2026).

Melalui kegiatan ini, kata Iwan Chandra, masyarakat dapat mengakses beragam solusi pembiayaan Adira Finance, mulai dari pembiayaan kendaraan otomotif, Solusi Dana, hingga pembiayaan berbasis syariah. “Seluruh layanan didukung dengan proses yang cepat dan transparan, termasuk fasilitas approval di tempat, sehingga memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam mengambil keputusan pembiayaan sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.

Solusi Pembiayaan Lengkap dalam Satu Pameran

Dalam Adira Expo Berkah Ramadan ini, sebut Chandra, masyarakat dapat mengakses berbagai produk pembiayaan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan finansial menjelang bulan Ramadan, baik kebutuhan konsumtif maupun perencanaan jangka menengah dan panjang. Selama periode kegiatan, Adira Finance menghadirkan sejumlah promo dan kemudahan.

Adapun promo dan kemudahan yang dihadirkan di antaranya, Cashback adirapoin hingga Rp1 juta dan hadiah langsung untuk konsumen yang mengajukan pembiayaan Solusi Dana selama periode pameran. Kemudian bunga super ringan dan bonus voucher belanja untuk pembiayaan mobil baru dan bekas.

Ada juga DP ringan dan potongan tenor sampai dengan 3 bulan serta approval di tempat untuk pembiayaan motor baru. Dan diskon angsuran 1 bulan dan garansi mesin 6 bulan untuk pembiayaan motor bekas.

Ruang Interaksi dan Aktivitas Keluarga

Selain menghadirkan solusi pembiayaan, Adira Expo Berkah Ramadan juga dirancang sebagai ruang interaksi yang ramah bagi keluarga. Beragam aktivitas menarik dihadirkan untuk menambah pengalaman pengunjung, mulai dari sesi konsultasi pembiayaan, layanan pengajuan dan persetujuan di tempat, games interaktif, hingga berbagai hiburan dan doorprize. “Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman yang informatif sekaligus menyenangkan bagi masyarakat,” ungkap Iwan Chandra.

Program Loyalitas Umrah untuk Sahabat Adira Expo Berkah Ramadan juga terintegrasi dengan program loyalitas unggulan Umrah untuk Sahabat sebagai bentuk apresiasi Adira Finance atas kepercayaan dan loyalitas konsumen. Melalui program ini, konsumen berkesempatan memenangkan paket perjalanan ibadah umrah yang dibiayai oleh Adira Finance.

Kesempatan tersebut dapat diperoleh melalui berbagai aktivitas, seperti pengajuan pembiayaan kendaraan, penukaran adirapoin, serta pembelian produk asuransi Zurich melalui aplikasi adiraku maupun jaringan kantor cabang Adira Finance. Selama periode pameran berlangsung, konsumen yang mengajukan pembiayaan akan memperoleh kesempatan memenangkan hadiah dua kali lebih besar, sesuai dengan ketentuan program yang berlaku. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui adira.id/e/umrahsahabat-pr.

HASANAH, Solusi Syariah untuk Perencanaan Ibadah

Dalam momentum Ramadan, Adira Finance juga menghadirkan HASANAH, produk pembiayaan berbasis syariah dengan Akad Ijarah Multijasa, sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin memperoleh Nomor Porsi Haji Plus melalui skema pembayaran angsuran.

HASANAH menawarkan angsuran terjangkau tanpa jaminan aset, dengan pilihan tenor fleksibel hingga 60 bulan. Dalam pelaksanaannya, Adira Finance bekerja sama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan proses pengajuan yang sederhana dan praktis.

“Sebagai bentuk apresiasi, lima pengaju pertama yang disetujui berkesempatan mendapatkan hadiah spesial berupa smartphone dan adirapoin senilai Rp500 ribu,” ujar Iwan Chandra.

Kolaborasi dalam Ekosistem Keuangan

Penyelenggaraan Adira Expo Berkah Ramadan merupakan hasil kolaborasi Adira Finance bersama Danamon, Zurich Asuransi Indonesia, Home Credit Indonesia, serta jaringan dealer dan mitra strategis lainnya. Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat memperoleh solusi finansial yang lebih terintegrasi dalam satu ekosistem.

“Melalui sinergi dengan berbagai mitra, kami berharap dapat memberikan kemudahan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Apapun kebutuhan Sahabat, #AdirainAja” tutup Taufik, Head of Regional Business Sumbagut Adira Finance. (rel/adz)

Peringati Bulan K3 Nasional, PLN UID Sumatera Utara Gelar Donor Darah dan Mini Medical Check Up

Senio Manager Keuangan , Komunikasi dan Umum, Efron Lumban Gaol (tengah) bersuafoto bersama dengan pegawai lain yang melakukan donor darah.
Senio Manager Keuangan , Komunikasi dan Umum, Efron Lumban Gaol (tengah) bersuafoto bersama dengan pegawai lain yang melakukan donor darah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, PT PLN (Persero) melalui PLN UID Sumatera Utara menggelar aksi sosial donor darah dan mini medical check up di Kantor PLN UID Sumatera Utara, Selasa (11/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam membangun budaya K3 yang komprehensif, tidak hanya berorientasi pada keselamatan operasional, tetapi juga pada kesehatan pegawai serta kepedulian sosial kepada masyarakat.

Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia Kota Medan, kegiatan donor darah berhasil menghimpun 48 kantong darah dari pegawai dan tenaga alih daya yang berpartisipasi secara sukarela. Donor darah dipilih sebagai simbol nyata solidaritas kemanusiaan, menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya tentang perlindungan diri, tetapi juga kontribusi terhadap keselamatan dan kehidupan sesama.

Dalam kegiatan yang sama, PLN UID Sumatera Utara turut bekerja sama dengan RS Mitra Medika menghadirkan layanan mini medical check up, meliputi pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Layanan ini bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini kondisi kesehatan sebagai bagian dari implementasi budaya K3 di lingkungan kerja. Penyediaan obat-obatan herbal juga melengkapi kegiatan sebagai sarana edukasi kesehatan preventif bagi peserta.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 harus dimaknai secara menyeluruh, mencakup keselamatan, kesehatan, dan kepedulian sosial dalam satu ekosistem budaya kerja yang terintegrasi.

“Keselamatan dan kesehatan kerja adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional PLN. Melalui kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan ini, kami ingin menegaskan bahwa budaya K3 bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur, tetapi menjadi gaya hidup yang menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama. Insan PLN yang sehat dan selamat adalah kunci terjaganya keandalan listrik bagi masyarakat,” ujar Mundhakir.

Ia menambahkan, dalam perspektif strategis perusahaan, kesehatan pegawai dan tenaga alih daya merupakan aset penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. Budaya K3 yang kuat terbukti mampu meningkatkan produktivitas, menekan risiko kecelakaan kerja, serta memperkuat keberlanjutan organisasi.

Sebagai perusahaan penyedia layanan publik yang menopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Sumatera Utara, PLN memandang bahwa keandalan pasokan listrik tidak terlepas dari kesiapan sumber daya manusia yang prima. Oleh karena itu, integrasi antara keselamatan operasional dan kesehatan personal menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Melalui momentum Bulan K3 Nasional 2026, PLN UID Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja sekaligus mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari produktivitas dan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan bagi masyarakat. (ila)

Kelurahan Pulo Brayan Darat II Juara Umum MTQ Tingkat Medan Timur Dua Kali Beruntun

MEDAN, SumutPos co- Kelurahan Pulo Brayan Darat II sukses menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Medan Timur dua kali beruntun. Atas prestasi tersebut, Plh Lurah Pulo Brayan Darat II, Zainal Abidin SE mengaku bangga.

“Sangat bangga bisa kembali meraih juara umum. Sebelumnya pada MTQ ke-58 tingkat Kecamatan Medan Timur, kita juga berhasil meraih juara umum. Artinya kita dua kali secara beruntun meraih juara umum,” kata Zainal kepada wartawan Sumut Pos, Rabu (11/2/2026).

Menurut Zainal, memang qori dan qoriah yang tampil telah dipersiapkan secara matang melalui Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Medan Timur. “Pembinaannya kita percayakan kepada LPTQ Medan Timur. Qori dan qoriah kita digembleng di sana sehingga mampu tampil maksimal,” ujar Zainal.

Zainal berharap, prestasi juara umum yang diraih di tingkat kecamatan ini dapat kembali diukir oleh qori dan qoriah Pulo Brayan Darat II pada MTQ tingkat Kota Medan yang rencananya akan digelar di Kecamatan Medan Sunggal.

Sementara Camat Medan Timur, Noor Alfi Pane, AP dalam sambutannya berharap, melalui ajang MTQ ini dapat lahir bibit-bibit qori dan qoriah yang membawa harum nama Kecamatan Medan Timur, baik di tingkat Kota Medan maupun Sumatera Utara.

Alfi juga berharap, qori-qoriah Kelurahan Pulo Brayan Darat II yang akan menjadi wakil Kecamatan Medan Timur di MTQ ke-59 tingkat Kota Medan mampu meraih juara umum, seperti yang pernah diraih pada MTQ ke-49 tahun 2016 lalu. “Semoga qori-qoriah ini bisa mengikuti ajang MTQ dengan lancar tanpa ada hambatan,” pungkasnya. (omi/adz)

Pemko Medan Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan Selama Ramadan dan Idulfitri

PASAR MURAH: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass, menyapa pedagang usai membuka Pasar Murah di Medan Labuhan.
PASAR MURAH: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass, menyapa pedagang usai membuka Pasar Murah di Medan Labuhan.

MEDAN-Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Pasar Murah Pemko Medan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447H.

Tidak hanya sekadar membuka secara seremoni, namun secara tegas Rico Waas juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Pemko Medan agar memastikan distribusi bahan pokok yang dijual di Pasar Murah tepat sasaran dan bebas dari praktik kecurangan.

“Jangan sampai masyarakat sudah senang dengan adanya pasar murah ini, tapi begitu sampai di kelurahan barangnya tidak ada. Baru dua hari sudah habis. Saya minta sistemnya diatur, jangan ada orang dalam yang bermain, itu pelanggaran berat karena menyangkut kepercayaan masyarakat,” kata Rico Waas tegas saat membuka acara tersebut di lapangan Warna Warni Martubung, Medan Labuhan, Kamis (12/2/2026).

Pasar murah yang berlangsung mulai dari tanggal 12 Februari hingga 12 Maret 2026 ini tidak hanya terpusat di satu lokasi saja, melainkan tersebar di 151 Kelurahan sekota Medan.

Melalui kegiatan ini, Rico Waas ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri.

“Pemko Medan berkomitmen memperhatikan kebutuhan warga. Apalagi menjelang puasa, kebutuhan pokok pasti meningkat, dari belanja harian sampai persiapan bikin kue lebaran,” ujar Rico Waas dalam sambutannya.

Rico Waas juga mengatakan Pasar Murah ini bertujuan untuk menekan harga kebutuhan pokok di pasaran. Tidak tanggung-tanggung, Pemko Medan menggelontorkan subsidi mencapai lebih dari Rp4 miliar untuk memangkas harga kebutuhan pokok agar lebih murah dari harga pasar. Salah satu komoditas utama yang disiapkan adalah beras, dengan total stok mencapai 430 ton.

​”Jika satu ton beras dibagi dalam kemasan 5 kg, maka 400 ton saja bisa menjangkau 80.000 warga. Saya ingin pastikan manfaat ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Rico Waas.

Tidak hanya itu saja, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga memastikan bahwa bahan pokok yang dijual memiliki kualitas yang baik.

“Beras yang kita jual bukan SPHP, tapi beras medium menuju premium. Biasanya Rp15.000 /kg, sekarang menjadi Rp11.600,” jelasnya.

Penurunan harga juga berlaku untuk komoditas bahan pokok lainnya, seperti Gula pasir dari Rp18.500 menjadi Rp15.200/ kg, tepung terigu dari Rp10.500 menjadi Rp8.600/ kg, telur dari Rp1.900 menjadi Rp1.350/ butir, kacang tanah kupas dari Rp34.000 menjadi Rp28.600/kg.

Selanjutnya, minyak goreng dari Rp20.500 menjadi Rp17.700/ liter, Margarin dari Rp9.500 menjadi Rp6.400/pcs. Sirup berbagai merek juga turun, seperti Sarang Tawon Standard Quality 430 Ml dari harga Rp18.300 menjadi Rp17.000/botol, Sarang Tawon Raspberry 630 Ml dari Rp22.000 menjadi Rp18.667/ botol, dan Pohon Pinang Standard Quality 520 Ml dari Rp21.000 menjadi Rp19.500/ botol.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Citra Effendi Capah, dalam laporannya menjelaskan bahwa Pasar Murah ini digelar di 151 titik selama 30 hari dengan total subsidi mencapai Rp4.170.656.500.

“Ini merupakan salah satu langkah Pemko Medan untuk mengendalikan harga barang-barang kebutuhan pokok sekaligus upaya untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan ketersediaan bahan makanan pangan,” jelasnya.

Pembukaan Pasar Murah yang dirangkaikan dengan penyerahan sembako bagi masyarakat kurang mampu ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsun, beserta para Camat. (map/ila)

7.000 Buruh Disinyalir Korban Ketidakadilan Industrial, Pencabutan Izin TPL Perlu Dikawal

WORKSHOP: Para narasumber di acara Workshop Pencabutan izin PT TPL, yang digelar F-Serbundo/ OPPUK, di Hotel Grand Kanaya Medan, Selasa (10/2). Dewi Syahruni Liubis/Sumut Pos
WORKSHOP: Para narasumber di acara Workshop Pencabutan izin PT TPL, yang digelar F-Serbundo/ OPPUK, di Hotel Grand Kanaya Medan, Selasa (10/2). Dewi Syahruni Liubis/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 7.000 karyawan di PT Toba Pulp Lestari (TPL) mengalami ketidakadilan industrial. Banyak indikator yang ditemukan, antara lain besaran upah, status kerja maupun hak-hak buruh yang tidak dipenuhi.

Demikian disampaikan dosen sekaligus peneliti pada Pascasarjana Sosiologi Universitas Sumatera Utara (USU), Henri Sitorus MSc PhD dalam Workshop Pencabutan izin PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang digelar Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (F-Serbundo)/ Organisasi Penguatan dan Pengembangan Usaha-Usaha Kerakyatan (OPPUK), dengan tema ‘Dampak Terhadap Buruh, Masyarakat Adat dan Pemulihan Lingkungan,’ di Hotel Grand Kanaya Medan, Selasa (10/2).

Workshop tersebut diikuti masyarakat adat, buruh, mahasiswa, lembaga agama, akademisi serta organisasi masyarakat sipil.

Menurutnya, sebanyak 31 persen karyawan merupakan pekerja kontrak. 82 persen pekerja menerima upah di bawah Upah Minimum Pekerja (UMP) Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2025.

Henri menyebutkan, di perusahaan tersebut, hanya 16 persen karyawan saja yang menerima upah setara UMP, bahkan ada indikasi kerja paksa dan jauh dari kata layak. 53 persen tidak didaftarkan BPJS Kesehatan, 56 persen tidak didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan serta hanya 1,49 persen yang terdaftar di serikat pekerja. Selain itu, dari sedikitnya 7.000 buruh PT TPL, hanya 1.169 buruh yang merupakan karyawan tetap, selebihnya Outsourcing. Dari jumlah itu, hanya 33 persen yang memiliki kontrak kerja.

“Jadi kita mau melihat seperti apa sebenarnya kondisi perburuhan PT TPL itu, dari riset yang kami lakukan, 82 persen buruh perusahaan itu hanya menerima Rp2.545.322, sedangkan UMP Sumut tahun 2025, yakni sebesar Rp2.992.559,” katanya.

Sementara itu, Pembicara lainnya, Koordinator Divisi Pendidikan dan Pengembangan Kapasitas Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologi di Sumut, Pdt Mardison Simanjorang mengatakan, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk wanti wanti, jangan sampai perusahaan itu berganti nama atau pergantian pemain.

“Kalau Sekber, setelah TPL ditutup, sampai saat ini terus melakukan advokasi dan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Sekber juga tidak berhenti pada persoalan lingkungan namun juga nasib buruh,” katanya.

Ia menegaskan, buruh yang terkena dampak dari tutupnya TPL, harus tetap mendapat hak haknya. Sedangkan untuk lahan yang sebelumnya dikuasai TPL, sebut Mardison harus dikembalikan kepada masyarakat adat.

“Masyarakat adat itu yang lebih paham cara mengelola hutannya. Dan yang lebih penting, jangan sampai TPL ditutup, masuk pemain baru, yang sama parahnya dengan TPL,” imbuhnya.

Sekber juga, sambungnya, mendesak pemerintah untuk mengesahkan Undang Undang Masyarakat Hukum Adat. Pihaknya juga meminta pemerintah untuk tidak memberikan izin untuk aktivitas ekstraksi di hutan Sumatera.

“Kita harus tegas meminta Pemerintah, jangan lagi memberikan izin untuk aktivitas ekstraksi di hutan Sumatera, khususnya di Sumatera Utara,” tandasnya. (dwi/azw)

Komisi 2 DPRD Nisel Rapat Pencabutan Izin Hutan

BERSAMA: Ketua DPRD Nisel Elisati Halawa berfoto bersama dengan Ketua Komisi 2, AMAL Nisel, Tokoh Masyarakat Nisel, dan Tokoh Kepulauan Batu.
BERSAMA: Ketua DPRD Nisel Elisati Halawa berfoto bersama dengan Ketua Komisi 2, AMAL Nisel, Tokoh Masyarakat Nisel, dan Tokoh Kepulauan Batu.

NISEl – Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Nias Selatan (Nisel) menggelar rapat kerja (raker) terkait dengan tindak lanjut pencabutan izin perusahaan hasil hutan di Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar) yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Nisel, Selasa (10/2).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi 2, Kristian Laia dan dihadiri 7 orang Anggota Komisi 2 DPRD, Ketua DPRD Kabupaten Nisel Elisati Halawa, ST dan beberapa anggota DPRD dari komisi 1 dan komisi 3.

Dari pihak undangan, dihadir yang mewakili Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah XVI Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, mewakili Kapolres Nisel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nisel, Sekretaris Bapperida Nisel, Camat PP Batu Timur, Camat PP Batu dan yang mewakili camat dari Kepulauan Batu, Aliansi Masyarakat Lintas Sektoral Nisel, GMKI Cabang Telukdalam, LMHB (Laskar Muda Hulo Batu), Komisi JPIC (Justice, Peace and the Integrity of Creation) Ordo Kapusin Kepulauan Nias, tokoh-tokoh masyarakat Nisel, dan Kepulauan Batu dan tokoh wanita Kepulauan Batu, Advokasi AMAL Nisel, dan sementara dari pihak PT Gruti dan PT Teluk Nauli tidak menghadiri.

Rapat ini menghasilkan beberapa kesepakatan d iantaranya: Mendukung keputusan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto terkait pencabutan izin 28 Perusahaan pemanfaatan hasil hutan di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Meminta Forkopimda Kabupaten Nisel bersama dengan DPRD Kabupaten Nisel untuk mendapatkan fisik surat keputusan pencabutan izin PT Gruti dan PT Teluk Nauli.

Meminta kepolisian RI melalui Polres Nisel untuk memberikan perlindungan hukum secara maksimal kepada masyarakat pemerhati lingkungan yang melakukan aksi damai (Amal Nias Selatan, GMKI Telukdalam, LMHB dan Elemen masyarakat Kepulauan Batu).

Meminta Kapolres Nias Selatan untuk memproses pengaduan masyarakat (Dumas) yang telah dilaporkan ke pihak Polsek PP Batu dan Polres Nisel.

Meminta Kementerian Kehutanan RI untuk menutup secara permanen dan menghentikan seluruh aktifitas PT Gruti dan PT Teluk Nauli di wilayah Kepulauan Batu Kabupaten Nisel.

Meminta kepada Pemkab Nisel agar stok kayu bulat yang telah berada di Tempat Penampungan Kayu (TPK) dan termasuk yang sudah dimuat di kapal tongkang yang diamankan oleh masyarakat agar digunakan untuk membangun fasilitas infrastruktur kebudayaan Kabupaten Nisel.

6. Mendesak PT Gruti dan PT Teluk Nauli untuk membayar ganti rugi yang diakibatkan oleh aktivitas pemanfaatan hasil hutan selama 39 tahun di wilayah Kepulauan Batu Nisel.

Selanjutnya disepakati bahwa rapat ini akan terus dilakukan sampai Keputusan Presiden benar-benar terlaksana dan tidak beroperasinya kedua PT tersebut di daerah Kepulauan Batu Nisel.

Sementara, pihak Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC), Commission for Justice, Peace and the Integrity of Creation (JPIC) Ordo Kapusin Nias menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk pengrusakan lingkungan hidup di wilayah Kepulauan Nias, khususnya Kepulauan Batu.

JPIC menegaskan, perjuangan yang mereka lakukan merupakan panggilan moral Gereja untuk membela keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan, serta keberpihakan terhadap masyarakat yang terdampak kerusakan lingkungan. JPIC juga menolak tegas adanya kepentingan politik maupun pragmatisme yang menunggangi isu lingkungan hidup.

“Kami berdiri untuk keutuhan alam sebagai rumah bersama dan untuk masyarakat yang kerap menjadi korban ketidakadilan. Perjuangan ini bukan kepentingan politik,” tegas Ketua JPIC Ordo Kapusin Nias, Adv Fransiskus R Zai OFMCap.(eri/azw)