Home Blog Page 5111

Baca Tips Ini Sebelum Kredit Motor

Kalau Anda membutuhkan sepeda motor yang tidak rewel, cobalah beli matic.

SUMUTPOS.CO – Sudah bukan rahasia kalau kota-kota besar di Indonesia punya penyakit. Nama penyakit itu adalah “kemacetan”. Ketika jalanan dipenuhi mobil-mobil pribadi dan transportasi online, salah satu metode paling praktis dan cepat untuk membelah kemacetan adalah dengan naik motor.

Motor jadi moda transportasi pilihan ketika macet karena ia bisa bermanuver di tengah-tengah mobil. Melaju ke tujuan dengan lebih cepat.

Meski motor bisa Anda beli di mana-mana, harganya yang cukup tinggi kadang terlalu berat untuk dibeli tunai. Kredit jadi metode yang lebih disukai. Pembeli jadi lebih leluasa mengatur besaran pembayaran tiap bulan.

Untuk Anda yang berencana beli motor secara kredit, baca dulu yuk beberapa tips di bawah ini:

1. Pilih yang sesuai kebutuhan, bukan keinginan

Kalau anggaran terbatas, bijaklah dalam memilih sepeda motor. Pilih motor yang Anda butuhkan, bukan yang Anda inginkan. Sepeda motor yang Anda butuhkan adalah kendaraan yang bisa membawa Anda dari titik A ke titik B. Kalau Anda membutuhkan sepeda motor yang tidak rewel, cobalah beli matic. Kalau Anda butuh sepeda yang tangguh untuk jalan yang berbatu, coba tengok pilihan motor trail.

Jangan tergoda karena tampilan dan faktor kerennya saja. Jangan mengorbankan keuangan demi terlihat keren di depan teman-teman atau rekan kerja.

2. Sesuaikan dengan keuangan

Kalau sudah yakin dengan tipe sepeda yang Anda butuhkan, pilihlah yang sesuai dengan keuangan Anda. Pikirkan, apakah pilihan Anda sesuai dengan kondisi keuangan. Apakah Anda cicilan per bulannya akan mengganggu kebutuhan Anda yang lain?

Pertimbangkan hal ini dengan matang. Karena cicilan motor merupakan komitmen yang cukup panjang. Kalau Anda salah perhitungan, bisa-bisa kondisi keuangan Anda morat-marit di kemudian hari.

3. Cari leasing yang terbaik

Sekarang ini, dealer dan leasing motor bisa Anda temukan di mana-mana. Setiap beberapa ratus meter, Anda leasing yang menawarkan motor dengan DP murah. Bahkan kadang sampai nol rupiah.

Tawaran dan promo itu memang menggiurkan. Namun, beli motor tanpa DP artinya Anda harus membayar cicilan lebih besar. Atau mungkin lebih lama. Jangan tergoda dengan leasing yang seperti ini.

Kalau Anda sudah tahu mau beli motor merek apa, surveilah leasing terbaik. Cari program yang paling cocok untuk Anda.

4. Lindungi dengan asuransi

Pengguna kendaraan Indonesia sering sekali mengabaikan hal yang satu ini: asuransi. Padahal, risiko kecelakaan dan kejahatan selalu membayangi.

Menyadari risiko tersebut, pertimbangkanlah untuk melindungi kendaraan baru Anda dengan asuransi. Ini akan meminimalkan potensi kerugian ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Pilih layanan asuransi yang tepercaya.

5. Lakukan pembayaran dengan teratur

Setelah permohonan kredit disetujui, dan motor Anda bawa pulang, jangan lupa untuk membayar cicilan bulanannya. Biasakan untuk selalu bayar tepat waktu. Disiplinlah dalam menyisihkan uang setiap bulan. Disiplin pula dalam membayar tagihan sebelum jatuh tempo. Meski mungkin dendanya tidak besar, tetapi itu merupakan kerugian yang sangat bisa Anda hindari.

Nah, itulah beberapa tips untuk Anda yang ingin membeli motor secara kredit. Kalau Anda sudah menentukan pilihan, coba deh bayar tagihan bulanannya via Traveloka. Melalui menu Tagihan & Isi Ulang, Anda bisa cek dan bayar angsuran FIF dengan mudah.

Hanya dalam beberapa ketukan di layar hp, atau beberapa klik via website, Anda bisa membayar berbagai macam tagihan bulanan. Mulai dari tagihan listrik, air, hingga tv kabel, dan pajak. (rel)

Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan di Lapangan Merdeka, Ribuan Warga Turut Menyaksikan

foto-foto pemko medan for sumut pos MENARI: Gubsu, Edy Rahmayadi, Wagub, Musa Rajeckhsah, Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, beserta unsur Forkopimda ikut turun ke tengah lapangan untuk menari bersama tarian multietnis yang ditampilkan peserta upacara dari unsur TNI, Polri juga para pelajar, usai upacara.
foto-foto pemko medan for sumut pos MENARI: Gubsu, Edy Rahmayadi, Wagub, Musa Rajeckhsah, Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, beserta unsur Forkopimda ikut turun ke tengah lapangan untuk menari bersama tarian multietnis yang ditampilkan peserta upacara dari unsur TNI, Polri juga para pelajar, usai upacara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung penuh khidmat di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (17/8). Bunyi sirine panjang menjadi pertanda dimulainya upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 tersebut. Gubsu Edy Rahmayadi bertindak sebagai inspektur upacara.

Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, Wagub Sumut Musa Rajeckhsah beserta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumut dan Kota Medan turut hadir dalam upacara tersebut.

Selain itu, ribuan warga juga turut menyaksikan jalannya Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Sang Saka Merah Putih di lapangan bersejarah tersebut dengan penuh antusias meski di bawah terik matahari.

Sebelum pengibaran, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman terlebih dahulu membacakan teks Proklamasi. Selanjutnya, pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibra) yang merupakan siswa SMA/MA terbaik dari sejumlah sekolah di Sumut dengan sikap sigap dan tegap melaksanakan tugasnya untuk mengibarkan Bendera Merah Putih hingga ke puncak tiang bendera disaksikan ribuan pasang mata.

Wali Kota tampak antusias dan penuh khidmat mengikuti jalannya upacara terlebih saat prosesi pengibaran Bendera Merah Putih. Sebelumnya, orang nomor satu di Pemko Medan tersebut menjadi inspektur upacara peringatan HUT RI yang dilaksanakan Pemko Medan di Lapangan Benteng bersama seluruh ASN di Lingkungan Pemko Medan.

Usai prosesi pengibaran Bendera Merah Putih selesai dilakukan Paskibra lewat barisan formasi yang memukau, komandan upacara yang merupakan prajurit TNI kemudian menyampaikan laporan kepada Inspektur upacara tanda bahwa upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi dan pengibaran Bendera Merah Putih telah selesai dilaksanakan.

Wali Kota mengatakan, momentum peringatan HUT RI ini menjadi ajang dan semangat untuk lebih membangkitkan rasa cinta dan kepedulian yang tinggi kepada bangsa Indonesia. Selain itu juga, Kota sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

“Peringatan HUT RI Ke 74 Tahun 2019 ini hendaknya menjadikan kita pribadi dan warga yang senantiasa berkontribusi melakukan yang terbaik bagi bangsa Indonesia, terlebih bagi Kota Medan yang kita cintai ini. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sejalan dengan semangat kita menjadikan Kota Medan lebih baik dan maju lagi ke depannya,” kata Wali Kota.

Usai upacara, Wali Kota bersama Gubsu dan Wagub Sumut beserta unsur Forkopimda ikut turun ke tengah lapangan untuk ikut menari bersama tarian multietnis yang ditampilkan peserta upacara dari unsur TNI, Polri juga para pelajar. Sejumlah hiburan juga turut ditampilkan dalam rangka memeriahkan rangakaian upacara HUT ke-74 RI Tahun 2019. (map/ila)

PD Pasar Gelar Lomba Bersih-bersih Pasar, Pasar Simalingkar Terbersih, Pasar Sentosa Baru Terjorok

HADIAH: Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setdako Medan, Khairul Syahnan menyerahkan piagam penghargaan kepada pasar terbersih sebagai bentuk apresiasi.
HADIAH: Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setdako Medan, Khairul Syahnan menyerahkan piagam penghargaan kepada pasar terbersih sebagai bentuk apresiasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan menggelar sejumlah perlombaan meriah di halaman kantor PD Pasar Kota Medan, tepatnya di lantai 3 Pasar Petisah Medan, Sabtu (17/8). Sebelumnya, seluruh Staf Direksi dan karyawan PD Pasar telah melaksanakan upacara Bendera dalam memperingati hari proklamasi tersebut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya dan yang paling ditunggu oleh seluruh pengurus Pasar yakni lomba pasar terbersih dan terburuk (terjorok) di lingkungan PD Pasar Kota Medan. Selain membentuk tim penilaian independen dengan melibatkan jajaran direksi dan kepala cabang, Rusdi juga melibatkan lembaga sertifikasi sehingga penilaian yang dilakukan berjalan objektif.

Dari penilaian yang dilakukan sejak 5 Agustus hingga 15 Agustus itu, tim penilai menetapkan Pasar Simalingkar sebagai pasar terbersih peringkat pertama, diikuti Pasar Brayan di posisi kedua dan Pusat Pasar sebagai pasar terbersih ketiga. Sedangkan untuk pasar terburuk, peringkat pertama terjorok ditempati Pasar Sentosa Baru, Pasar Petisah Lantai I Tahap I di tempat kedua dan Pasar Sukaramai menempati peringkat ketiga.

Di samping itu, Pasar Sei Sikamabing dinobatkan sebagai Pasar Contoh SNI 8152:2015. Kemudian memutuskan Cabang II sebagai cabang yang terbaik dalam pembinaan kepala pasar pada lomba bersih-bersih pasar, serta Cabang I ditetapkan sebagai cabang yang terburuk dalam pembinaan kepala pasar pada lomba bersih-bersih pasar.

Mewakili Wali Kota Medan, H T Dzulmi Eldin, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setdako Medan, Khairul Syahnan pun menyerahkan piagam penghargaan kepada pasar terbersih sebagai bentuk apresiasi. Sedangkan bagi pasar terburuk, diberikan kaos hitam dan langsung dipakaikan kepada kepala cabangnya.

Usai menyerahkan piagam penghargaan, Syahnan mengatakan, Wali Kota Medan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya lomba bersih pasar. Sebab, event ini dinilai salah satu upaya dalam mengedukasi sekaligus memotivasi kepala cabang beserta jajaran guna menjaga kebersihan pasar.

“Bagi yang keluar sebagai pasar terbersih, saya mengucapkan selamat dan tidak langsung cepat puas. Sedangkan bagi pasar yang mendapatkan predikat terburuk, jangan berkecil hati dan segera melakukan penataan sehingga tahun depan bisa meraih predikat terbaik. Dengan kebersamaan dan kerja keras, Insya Allah hal itu dapat diwujudkan,” pesannya.

Selain lomba pasar terbaik dan terburuk, PD Pasar juga melaksanakan serangkaian kegiatan lainnya seperti turnamen futsal, bulutangkis, trup gembira serta lomba tarik tambang. Seluruh jajaran PD Pasar mulai jajaran karyawan hingga kepala cabang tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang digelar. Menurut Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya, rangkaian HUT Ke-74 Kemerdekaan RI itu dilakukan untuk membangun kebersamaan serta meningkatkan tali silaturahmi di seluruh jajaran PD Pasar.

“Lomba bersih-bersih pasar merupakan kegiatan rutin yang digelar PD Pasar untuk memotivasi seluruh pasar yang ada di Kota Medan, berbenah sehingga menjadi tempat transaksi jual-beli yang representatif. Untuk 3 pasar terbaik, kita beri penghargaan. sedangkan 3 pasar terjorok, 2 diantaranya kita beri waktu sebulan untuk melakukan pembenahan. Apabila tak mampu dilakukan, maka kita akan mengambil tindakan tegas. Sedangkan khusus untuk Pasar Sentosa Baru, kita akan langsung copot dari jabatannya!” kata Rusdi.

Dilanjutkan Rusdi, lomba bersih-bersih pasar dilakukannya sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada pada jajaran PD Pasar Kota Medan. Selain untuk memperingati HUT RI, PD Pasar sekaligus memperingati HUT ke-26 PD Pasar Kota Medan pada bulan Juli yang lalu.

“Jadi karena kesibukan, acaranya kita satukan di HUT RI ini. Sesuai tema kemerdekaan RI tahun ini yakni SDM Unggul Indonesia Maju, PD Pasar juga ingin melakukan pembenahan dari waktu ke waktu. Kami juga menggunakan tema itu dalam memperingati HUT PD Pasar, SDM Unggul PD Pasar Maju,” pungkasnya. (map/ila)

Lapas & Rutan di Sumut Over Kapasitas Hingga 269 Persen, Edy: Perkecil Jumlah Tahanan

REMISI: Ratusan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I A Tanjung Gusta Medan, semringah saat disalami Gubsu, Edy Rahmayadi, Sabtu (17/8). Ribuan napi menerima remisi (pengurangan masa hukuman), dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Sebahagian di antaranya langsung bebas.
REMISI: Ratusan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I A Tanjung Gusta Medan, semringah saat disalami Gubsu, Edy Rahmayadi, Sabtu (17/8). Ribuan napi menerima remisi (pengurangan masa hukuman), dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Sebahagian di antaranya langsung bebas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Over kapasitas menjadi masalah di hampir seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sumatera Utara. Hingga 16 Agustus 2019, penghuni lapas dan rutan di Sumatera Utara mencapai 34.439 orang. Sementara daya tampung normal hanya 12.785 orang. Over kapasitas penghuni ini mencapai 269 persen.

KEPALA Kanwil Kemenkumham Sumut, Dewa Putu Gede, merincikan dari 34.439 orang penghuni lapas dan rutan, jumlah narapidana pria sebanyak 23.441 orang, wanita 1.319 orang. Sedangkan tahanan pria 9.174 orang, wanita 385 orang (lihat grafis, Red).

“Overkapasitas ini menjadi kesulitan bagi kantor wilayah kementerian hukum dan HAM untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan, karena keterbatasan SDM dan sarana prasarana yang dimiliki. Oleh karena itu perlu bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” pinta Dewan

saat acara pemberian remisi (pengurangan masa hukuman), dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I A Tanjung Gusta Medan, Sabtu (17/8).

Dewa juga menjelaskan, di wilayah kerjanya hanya ada 42 satuan kerja (satker) yang terdiri dari 39 Lapas dan Rutan, 2 balai permasyarakatan yakni Medan dan Sibolga, dan 1 rumah penyimpanan barang sitaan (Rupbasan) Medan.

“Ini menjadi kesulitan besar bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, karena menumpuknya barang-barang sitaan. Di mana untuk Sumatera Utara hanya 1 Rupbasan,” ujar Dewa.

Menanggapi masalah itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, mengatakan Forkompinda Sumut dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, akan duduk bersama menindaklanjuti masalah tersebut. “Kita akan pelajari. Karena tidak mungkin membina orang yang ditumpuk melebihi luar kapasitas, agar tujuan pembinaan ini tercapai,” ujar Gubernur.

Mengatasi masalah over kapasitas lapas dan rutan, menurut Edy Rahmayadi, memerlukan peran dari seluruh masyarakat. Kata dia, overkapasitas tidak selamanya harus diselesaikan dengan memperbesar bangunan rutan atau lapas.

“Contohnya, di Belanda sudah banyak rumah tahanan yang ditutup. Sementara di Sumut justru mau membesarkan rumah tahanan. Ini terbalik!!! Kalau kita semua sadar, kita akan memperkecil (jumlah tahanan) ini. Saya yakin, semua sependapat termasuk orang-orang yang di tahanan ini,” sebut Gubernur.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi menyerahkan surat keputusan (SK) resmisi secara simbolis kepada perwakilan warga binaan, di Rutan Tanjung Gusta. Hadir di antaranya Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut Dewa Putu Gede dan jajarannya, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, dan unsur Forkopimda lainnya, Sekdaprov Sumut Sabrina dan OPD Pemprov Sumut.

Gubernur berharap, para warga binaan selama di Lapas dan Rutan mendapat pembinaan dengan baik. Sehingga nantinya setelah selesai menjalani masa hukuman, dapat bersosialisasi dengan masyarakat.

Gubernur saat membacakan sambutan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengatakan, kemerdekaan yang dinikmati sampai dengan hari ini adalah hasil kerja keras dan jerih-payah para pejuang kemerdekaan.

“Saat ini menjadi kewajiban kita bangsa Indonesia, khususnya jajaran insan pengayoman melanjutkan cita-cita perjuang kemerdekaan pendahulu kita yaitu mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” katanya.

16.503 Napi Dapat Remisi

Kakanwil Kemenkumham Sumut, Dewa Putu Gede, menyampaikan dari 39 lapas dan rutan se Sumatera, sebanyak 16.503 narapidana mendapat remisi umum sebagian dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

“Dari jumlah tersebut, 16.135 napi mendapat pemotongan masa tahanan selama 1 bulan hingga 6 bulan atau RU I. Sementara 368 napi langsung menghirup udara bebas atau RU II,” sebut Dewa.

Sebelumnya, Humas Kanwil Kemenkum HAM Sumut, Josua Ginting kepada wartawan, Kamis (15/8) malam mengatakan, para napi yang mendapat remisi terlibat dalam sejumlah perkara pidana. Di antaranya kasus kriminal umum sebanyak 10.874 napi, PP 28 Tahun 2006 (pidana khusus) sebanyak 176 napi, dan PP 99 Tahun 2012 (pidana khusus) 5.453 napi.

“Napi mendapat remisi setelah memenuhi syarat-syarat ketentuan yang berlaku dan berkelakuan baik selama 6 bulan,” pungkas Josua. (prn/man)

Overkapasitas di Lapas Daerah karena Dipenuhi Napi Kiriman dari Medan

istimewa SALAM: Gubsu, Edy Rahmayadi, menyalami para napi yang menerima remisi (pengurangan masa hukuman), dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8).
SALAM: Gubsu, Edy Rahmayadi, menyalami para napi yang menerima remisi (pengurangan masa hukuman), dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8).

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Overkapasitas penghuni rutan di daerah, tidak melulu karena diisi napi dan tahanan dari daerah bersangkutan. Rutan kelas IIB Sidikalang misalnya, kelebihan penghuni karena diisi napi kiriman dari luar Dairi. Seperti dari Medan, Kabanjahe, Binjai, serta Pancurbatu.

“Rata-rata napi kiriman itu kasus narkoba. Saat ini 70 persen penghuni Rutan Sidikalang adalah kasus narkoba,” kata Plt Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang Kabupaten Dairi, Samuel Silalahi, di acara pemberian remisi umum peringatan HUT ke-74 RI tahun 2019, Sabtu (17/8).

Ia menjelaskan, idealnya daya tampung rutan hanya 250 orang. Tetapi sekarang dihuni 476 napi. Bahkan sempat menyentuh angka 530 orang.

“Kondisi itu sangat memprihatinkan. Idealnya, satu kamar hanya 10-15, tapi sekarang 35 orang,” katanya.

Disebutkan Samuel, jumlah penghuni dengan warga binaan sudah tidak sebanding dengan pegawai dimiliki. Pasalnya, jumlah personil hanya 39 orang. Seharusnya jika jumlah penghuni di atas 400-an napi, maka pegawai harus ada 70 orang. “Usulan ke Kakanwil selalu dibuat tapi belum terealisasi,” tandasnya.

Samuel menyampaikan, sebelumnya pihaknya mengusulkan sebanyak 318 napi untuk memperoleh remisi. Namun yang disetujui hanya 186 napi. “Dan yang bebas hari 13 orang sisanya sudah selesai pengurusan remisi,” ucapnya.

Pemberian remisi umum HUT ke-74 RI terhadap 186 narapidana diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, di Rutan kelas IIB Sidikalang Kabupaten Dairi, Sabtu (17/8). Pemberian remisi diikuti ratusan napi serta pegawai. Hadir sejumlah jajaran pejabat Pemkab Dairi, Camat Sitinjo, Erpina Berutu serta Kepala Desa Sitinjo, Ronni Bako.

Rutan Kabanjahe Dihuni 450 Napi

Tak hanya di Sidikalang, saat ini narapidana penghuni rutan kelas II B Kabanjahe juga overkapasitas. Saat ini rutan dihuni lebih kurang 450 orang, sementara daya tampung hanya 160 orang.

“Dengan tingkat hunian sekarang, rutan kelas II B Kabanjahe sudah overkapasitas,” kata kepala Rumah Tahanan Negara kelas II B Kabanjahe, Simson Bangun SH, di sela-sela acara penyerahan surat keputusan (SK) remisi kemerdekaan secara simbolis oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe, Dahlan Tarigan, SH, MH, di Lapas Kabanjahe, Sabtu (17/8) siang.

Penyerahan remisi disaksikan oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu, Sik, Kajari karo Gloria Sinuhaji, SH, MH, Ketua TP PKK Ny. Sariati Terkelin Brahmana.

Karutan Kelas II B Kabanjahe, Simson Bangun SH, mengatakan remisi diberikan kepada 206 napi. Sembilan orang di antaranya langsung bebas, karena otomatis selesai masa hukumannya.

Para napi yang mendapat remisi sendiri dibagi ke dalam dua kelompok. Di antaranya remisi umum I dan remisi umum II. Napi yang mendapat remisi umum I, masa hukumannya dipangkas antara satu hingga empat bulan . Sementara yang mendapat remisi umum II langsung bebas dengan pemotongan masa pidana penjara yang sama dengan remisi umum I.

Dalam sambutan Menteri Hukum dan HAM yang dibacakan Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe, disebutkan pemberian remisi karena para napi sudah menjalani masa hukuman dan berkelakuan baik selama menjalani pidana. Untuk yang remisi bebas karena masa penahanannya susah habis waktu.

Usai acara, Bupati karo Terkelin Brahmana mengatakan, agar para napi memanfaatkan remisi yang diberikan negara tersebut. “Bagi yang bebas hari ini dan akan kembali ke tengah-tengah kehidupan masyarakat, supaya dapat beraktifitas dan menyesuaikan serta beradaptasi,” katanya.

1.157 Napi Dapat Remisi di Binjai

Di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai, sebanyak 1.157 wargabinaan memperoleh remisi saat Upacara HUT RI di Lapas Binjai. Dari jumlah itu, 14 napi di antaranya langsung bebas.

“Sebenarnya 34 wargabinaan langsung bebas. Cuma 20 wargabinaan harus membayar denda sesuai putusan majelis hakim. Artinya, mereka baru bisa bebas setelah membayar denda berdasarkan putusan hakim,” jelas Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian, Minggu (18/8).

Mereka yang langsung bebas berasal dari sejumlah perkara. Seperti tindak pidana asusila, pencurian dan lainnya.

Sebanyak 1.157 wargabinaan Lapas Binjai yang menerima remisi kemerdekaan, seluruhnya merupakan usulan Lapas Binjai. Artinya, tidak ada pengusulan remisi yang dikandaskan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI. “Pengusulan dari kami dipenuhi. Tidak ada yang diusulkan tidak mendapat remisi,” sambung mantan Kepala Rutan I Tanjunggusta ini.

Mereka yang diusul mendapat remisi dinilai berkelakuan baik, berjasa bagi negara, melakukan kegiatan bermanfaat bagi negara dan kemanusiaan, serta membantu kegiatan dan program lembaga pemasyarakatan selama menjalani masa pidana.

Selain itu, mereka yang diusul memperoleh remisi karena telah menjalani hukuman minimal enam bulan masa pidana bagi meraka yang terjerat perkara kejahatan umum, ataupun mereka telah menjalani minimal sepertiga masa pidana atas perkara terorisme, narkotika, korupsi, pelanggaran HAM berat, dan kejahatan terhadap keamanan negara.

Rutan Pangkalanbrandan Overkapasitas

Di Langkat, sebanyak 265 orang warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pangkalanbrandan, menerima remisi HUT Kemerdekaan RI tahun 2019. Dari jumlah itu, sebanyak 4 orang dinyatakan bebas bersyarat. Sementara 30 tahanan lainnya tidak mendapat remisi.

“Saat ini, warga binaan di sini berjumlah 296 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 265 napi yang mendapatkan remisi, sesuai SK Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI,” kata Hal Kepala Rutan Kelas II B Pangkalanbrandan, Sahala Marlen Situngkir, kepada Sumut Pos usai peringatan HUT RI di Lapangan Kampung Baru, Sabtu (17/8).

Ia menjelaskan, napi kategori PP99 (ada JC) berjumlah 1 orang, dan PP99 narkotika tidak ada JC. Yang belum menjalani 1/3 masa tahanan berjumlah 6 orang. Untuk PP99 korupsi tidak ada JC, dan tidak sanggup membayar denda 2 orang.

Sedangkan yang tidak memenuhi syarat subtantif atau belum menjalani 6 bulan masa tahanan 12 orang. Yang sedang menjalani pidana pencabutan PB ada 3 orang, dan remisi susulan 7 orang,

“Saat ini Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pangkalanbrandan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Rutan kelebihan penghuni di atas 100 persen, dan menjadi sumber segala permasalahan,” katanya.

Ia menilai, kelebihan penghuni rutan perlu ditangani, demi peningkatan kualitas hidup para warga binaan,” katanya.

Dengan pemberian remisi, diharapkan penghuni rutan dapat lebih patuh terhadap aturan-aturan hukum yang diberlakukan kepada setiap penghuni rutan. Karena memengaruhi pemberian remisi. “Bagi yang dinyatakan bebas dengan berbagai persyaratan, diharapkan tidak mengulangi lagi perbuatannya yang melanggar hukum,” harap Sahala. (ted/mag-10/deo/yas)

Jalan Tol Dalam Kota Medan, Pembebasan DAS Urusan BWSS II

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DAS: DAS Sungai Deli Medan tampak dipenuhi bangunan rumah. Terkait pembangunan jalan tol dalam Kota Medan, pembebasan lahan DAS menjadi wewenang BWSS II.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DAS: DAS Sungai Deli Medan tampak dipenuhi bangunan rumah. Terkait pembangunan jalan tol dalam Kota Medan, pembebasan lahan DAS menjadi wewenang BWSS II.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Feasibility Study (FS/studi kelaikan) jalan tol dalam Kota Medan sepanjang 30,97 kilometer telah dicanangkan pada 15 Agustus 2019 baru lalu. Studi dijadwalkan selesai antara 6-10 bulan. Setelah studi selesai, barulah pembebasan lahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan tol, dapat dilakukan

“Setelah pembuatan dokumen FS selesai, selanjutnya dokumen dievaluasi Kementerian PUPR,” ujar Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara, Anda Subrata menjawab Sumut Pos, Minggu (18/8).

Urusan menyiapkan FS merupakan domain pihak PT Citra Marda Nusaapala dan PT Adhi Karya selaku investor pembangunan jalan tol. Pihaknya berharap, tahapan dokumen FS akan selesai tepat waktu sehingga rencana pembangunannya akan menjadi lebih cepat.

“Pemprov siap mendukung hal-hal yang dibutuhkan dalam mempercepat semua proses pembangunan tol. Termasuk menyinergikan koordinasi dengan Pemko Medan dan instansi terkait di tingkat pusat,” katanya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Alfi Syahriza, mengatakan urusan pembebasan lahan nantinya menjadi wewenang Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II dan Pemko Medan selaku pemilik wilayah.

“Urusan pembebasan lahan DAS (daerah aliran sungai) menjadi urusan BWSS II. Pemprov hanya mendukung dan membantu sesuai porsi kewenangan yang ada. Sedangkan Pemko Medan selaku pemilik wilayah, bertanggungjawab atas relokasi warga yang terkena dampak,” terangnya.

Pencanangan Pelaksanaan Studi Kelayakan Pengusahaan Jalan Tol Dalam Kota Medan (Medan Intra Urban Toll Road – MIUTR) merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kerja Sama (MoU) pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Medan oleh Pemprov Sumut bersama Pemko Medan, Pemkab Deliserdang, dan PT Citra Marda Nusaapala, serta PT Adhi Karya pada 1 Maret lalu.

Saat pencanangan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku senang sekali. Karena apa yang diprakarsainya tersebut bisa terealisasikan. “Hari ini hati saya berbunga-bunga. Karena belum sampai setahun, apa yang saya mimpikan dan rakyat Sumut inginkan bisa terealisasi, walau masih dalam tahap pencanangan. Tapi bila tidak kita bangun sekarang, tiga tahun mendatang kepadatan lalu-lintas jalan di Kota Medan akan stagnan,” ucapnya.

Ia berharap, pembangunan fisik jalan tol sepanjang 30,97 kilometer itu dapat dilakukan sesegera mungkin. Untuk itu, kepada investor yang akan melakukan studi kelayakan, Edy berharap, studi dapat segera diselesaikan.

“Ini adalah kebutuhan konkret rakyat Sumut khususnya Kota Medan, setelah ini mari kita serahkan kepada ahlinya untuk melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan Tol Dalam Kota ini. Kementerian PUPR tadi bilang standar waktu yang dibutuhkan adalah 10 bulan. Tapi saya dorong agar enam bulan selesai, yang penting harus sama-sama kita bantu,” tegasnya.

Edy menargetkan agar pembangunan tol dalam kota ini bisa selesai 2023 mendatang. “Setelah selesai dilakukan studi kelayakan dokumen, 2021 sudah bisa dimulai untuk tahap pembangunan fisik, itu nanti akan memakan waktu paling lama dua tahun, maka 2023 Tol Dalam Kota Medan sudah selesai,” tambahnya.

Jalan Tol Dalam Kota Medan akan dibangun dalam tiga seksi. Seksi I Helvetia – Titikuning sepanjang 14,28 km. Kemudian seksi II Titikuning – Pulo Brayan sepanjang 12,44 km dan seksi III Titikuning – Amplas sepanjang 4,25 km, dengan total panjang keseluruhan mencapai 30,97 km. (prn)

Pelabuhan Kualatanjung Go Internasional, Kapal Internasional akan Dipindah dari Belawan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PETIKEMAS: MHC mengangkat petikemas di Terminal Multipurpose Kuala Tanjung, beberapa waktu lalu. Pelabuhan Kuala Tanjung akan segera go internasional.
PETIKEMAS: MHC mengangkat petikemas di Terminal Multipurpose Kuala Tanjung, beberapa waktu lalu. Pelabuhan Kuala Tanjung akan segera go internasional.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pelabuhan Kualatanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Batubara, Sumatera Utara disiapkan sebagai pelabuhan go internasional, sesuai dengan rencana pembangunannya tahun 2016. Sementara Pelabuhan Belawan rencananya akan fokus melayani kapal domestik.

“Sesuai rencana awal, Pelabuhan Kualatanjung akan diintegrasikan dengan kawasan industri dan telah diatur sesuai Perpres No. 3 tahun 2016 dan Perpres No. 56 tahun 2018. Di mana Pelabuhan Hub Internasional Kualatanjung dan Kawasan Industri Kualatanjung merupakan dua Proyek Strategis Nasional, dan akan dikembangkan secara terintegrasi sesuai hasil studi yang telah dilakukan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, Jumat (16/8) di Jakarta.

Rencana Induk Pelabuhan Kualatanjung telah ditetapkan dengan Kepmenhub No KP 148 tahun 2016. Tujuannya mengacu kepada pembangunan, pengembangan, dan operasional pelabuhan pada jangka pendek (2017-2021), jangka menengah (2017-2026) dan jangka panjang (2017-2036).

Pelabuhan Kualatanjung berlokasi di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka yang terletak di Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara dan secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Batubara.

Pemerintah dan PT. Pelindo I telah melakukan sejumlah langkah dalam rencana Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Hub Internasional. Di antaranya secara bertahap memindahkan kapal-kapal dengan rute Internasional di Pelabuhan Belawan ke Pelabuhan Kuala Tanjung.

Selain itu, akses dari dan menuju kawasan hinterland akan dilayani dengan angkutan kereta api dan jalan nasional yang menghubungkan Pelabuhan Kuala Tanjung dengan kawasan sekitarnya.

Adapun Kuala Tanjung terletak di posisi yang sangat strategis. Berada di Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran niaga tersibuk di dunia, dan memiliki water depth sekitar 15-17 meter Lws dan tren ukuran vessel international yang semakin besar. Hal ini menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sangat cocok diposisikan sebagai pelabuhan ekspor-impor internasional.

Sedangkan Pelabuhan Belawan yang berlokasi di muara sungai dengan tingkat sedimentasi yang tinggi, akan berevolusi menjadi pelabuhan domestik dan barging-terminal bagi Kuala Tanjung.

“Saat ini, kondisi eksisting Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung yang telah dibangun, sudah mampu melayani kapal dengan ukuran 60.000 DWT. Pelabuhan ini akan terus dikembangkan sesuai standar internasional dalam memperkuat posisinya sebagai Hub Internasional,” ujar Agus.

Kementerian Perhubungan memberikan dukungan berupa insentif terhadap jasa labuh dan navigasi. Agar eksportir-importir yang kompetitif dalam mengirimkan cargonya untuk mendorong major shipping line melakukan direct call ke Pelabuhan Kuala Tanjung.

Tak hanya itu saja, Kementerian Perhubungan juga akan mendorong peralihan moda logistik di wilayah Sumatera, yang saat ini dominan jalur darat menjadi jalur laut yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan semaksimal mungkin.

Ke depannya, untuk memperkuat positioning Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub International, direncanakan pembangunan industrial port untuk mendukung pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung seperti steel, petrochemical, fertilizer, CPO/agro-businesses dan lain sebagainya.

Saat ini Pelindo I sebagai operator, sedang melakukan proses pemilihan mitra strategis untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung maupun Kawasan Industri dan sarana pendukungnya. (rel/fac)

Politeknik LP3I Medan Gelar PKMS di TK AR Rasyid Kecamatan Sunggal

L PKMS: Program Kemitraan Masyarakat Stimulus yang diadakan Politeknik LP3I Medan di TK AR Rasyid, Sunggal.

Stimulus Keterampilan bagi Orangtua Siswa

LPKMS: Program Kemitraan Masyarakat Stimulus yang diadakan Politeknik LP3I Medan di TK AR Rasyid, Sunggal.

POLITEKNIK LP3I Medan menggelar Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) pada kelompok orangtua siswa dan guru di Taman Kanak-kanak (TK) AR Rasyid Kompleks Suka Maju Indah, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal Deli serdang.

Tujuh dosen dan lima mahasiswa Politeknik LP3I Medan mengajari 20 orangtua siswa dan guru tersebut dengan keterampilan paper quilling, mote, sulaman sarung bantal dan pembuatan bros jilbab.

Produk yang dihasilkan diantaranya tas dan dompet dengan hiasan manik-manik, sarung bantal dan produk lain. Dengan keterampilan ini, orangtua siswa diharapkan akan bertambah keahlian dan dapat memperoleh pendapatan dari penjualan produk kerajinan tersebut.

Program PKMS ini merupakan hibah Kementerian Ristek Dikti RI tahun 2019 yang dilaksanakan Politeknik LP3I Medan dalam beberapa kali pertemuan yang digelar di bulan Agustus 2019. Kegiatan ini diketuai oleh Laelisneni SE MSi Ak

”Banyak orangtua yang menunggu anaknya bersekolah di TK antara jam 08.00-11.00 tanpa kegiatan sehingga kita kasih kegiatan pada orangtua dengan pelatihan keterampilan,” kata Wakil Direktur Akademik Politeknik LP3I Medan Ruri Aditya Sari MSc didampingi Kepala LPPM Politeknik LP3I Medan Iswadi Idris ST MT.

Dalam pelatihan ini, Menurut Kepala LPPM, program ini akan lebih ditingkatkan di masa yang akan datang dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dan mendekatkan Politeknik LP3I Medan ke berbagai kalangan.

Politeknik LP3I Medan yang peduli pada masyarakat ini juga memperkenalkan keberadaan dan peran perguruan tinggi ini. Politeknik LP3I Medan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Sumut ditetapkan sebagai politeknik dengan peringkat nomor 1 di Sumut yang dipublikasi pada 12 Agustus 2019.

Dari pertemuan ini, orangtua siswa sangat antusias karena mampu menstimulus masyarakat dengan berbagai keterampilan dan mendukung program pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan pengembangan pariwisata. Kepala TK AR Rasyid, Rizka Harfiani SPdI MPsi juga memberi apresiasi. (dmp)

Berkat Komitmen Mengedepankan Inovasi, PGN Raih IDX Channel Innovation Awards

istimewa PENGHARGAAN: Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo (ketiga dari kiri) memegang penghargaan dari IDX Channel Innovation Awards.
PENGHARGAAN: Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo (ketiga dari kiri) memegang penghargaan dari IDX Channel Innovation Awards.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku subholding gas bumi di Indonesia hari ini, meraih penghargaan The Most Innovative Company in Infrastructure, Utilities, and Transportation Sector dari IDX Channel Innovation Awards 2019.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso Soewarto mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti dari komitmen dan konsistensi PGN selama lebih dari setengah abad untuk selalu mengedepankan inovasi yang dilakukan di lingkungan perusahaan untuk memastikan inovasi yang ada membawa nilai tambah dan benefit bagi perusahaan.

Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang selalu perusahaan kedepankan, PGN terus membangun berbagai infrastruktur gas bumi agar mampu menjangkau lebih banyak pasar dan masyarakat di Indonesia. “Kami bersyukur bahwa PGN sebagai subholding gas bumi mampu menjalankan peran strategisnya untuk mewujudkan kemandirian energi melalui inovasi yang telah kami lakukan. Hal ini tidak terlepas dari SDM yang inovatif sehingga masuk ke dalam corporate culture,” kata Gigih di Jakarta, Rabu (14/8).

IDX Channel Awards 2019 merupakan penghargaan bagi perusahaan terbuka dalam rangka memberikan apresiasi terhadap inovasi untuk kemajuan dunia pasar modal. Dari 648 emiten, PGN terpilih untuk nominasi perusahaan yang paling inovatif di bidang infrastruktur, utilitas, dan transportasi.

Saat ini, subholding gas telah tersambung jaringan gas sepanjang lebih dari 10 ribu kilometer dan pipa jaringan gas rumah tangga pemerintah sepanjang lebih dari 3800 km termasuk infrastruktur beyond pipeline baik berbasis Compresed Natural Gas (CNG) maupun Liquified Natural Gas (LNG) diberbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu inovasi untuk menjaga ketahanan dan sustainability pasokan di wilayah Jawa Timur, saat ini PGN sedang dalam proses pengembangan infrastruktur LNG di Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya. Hal ini dilaksanakan untuk menjaga pengelolaan niaga gas bumi sebesar 900-950 BBTUD nasional dapat terjaga bahkan diharapkan akan meningkat setelah penyelesaian proyek dan inovasi-inovasi lainnya dalam melayani pelanggan.

Saat ini PGN melayani lebih dari 300.000 pelanggan di semua sektor, kelistrikan, industri, komersial, UMKM, transportasi, dan rumah tangga

Semula PGN merupakan BUMN stand alone kemudian menjadi anggota holding BUMN Migas dan mengambil peran sebagai subholding gas bumi. Sejak itu, PGN berintegrasi dengan PT Pertamina Gas dan bersama-sama mengelola rantai bisnis gas bumi mulai dari akuisisi pasokan gas, transmisi, distribusi, retail dan trading, storage dan processing, gas utilities, support, dan bisnis lainnya.

“Kehadiran subholding gas ini juga akan menciptakan efisiensi pengelolaan infrastruktur gas termasuk menghilangkan tumpang tindih dalam perencanaan maupun pembangunan infrastruktur gas bumi antar badan usaha dalam subholding gas grup” tegas Gigih

Setelah mengakuisisi PT Pertagas, PGN terus memperluas pengembangan infrastrukturnya. Melalui Pertagas, PGN tengah menyelesaikan beberapa infrastruktur utama seperti proyek pipa transmisi Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 km dan jaringan pipa Gresik-Semarang sepanjang 528 km.

Untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mewujudkan bauran gas bumi 22 persen, PGN menargetkan pembangunan jaringan distribusi gas sebanyak 4,7 juta sambungan hingga tahun 2025, dengan 78.216 sambungan diharapkan dapat dibangun tahun ini. (rel/ram)

212 Kg Ganja Tak Bertuan Diamankan

SOPIAN/SUMUT POS LIHAT: Staf BNN Kombes Pol Sugiri, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi menyaksikan penangkapan kepemilikan daun ganja kering seberat 212 Kg.
LIHAT: Staf BNN Kombes Pol Sugiri, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi menyaksikan penangkapan kepemilikan daun ganja kering seberat 212 Kg.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan 212 Kg daun ganja kering siap edar di salah satu rumah warga, Jumat (16/8). Tepatnya di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi.

Staf BNN Kombes Pol Sugiri mengatakan, daun ganja tersebut berasal dari Aceh. Pihaknya sudah lima hari memantau pergerakan barang haram itu.

“Terus kami ikuti,” ujar Kombes Sugiri didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi dan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan.

Kata Kombes Sugiri, kasus ini merupakan pengembangan dari tersangka Rendi warga Jalan KF Tandean, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi. Rendi merupakan bagian dari jaringan bandar berinisial A.

“Daun ganja tersebut dititipkan oleh tersangka Zainal di rumah rekannya Kasyim dan istrinya Mieme. Namun pemilik rumah sudah terlebih dahulu melarikan diri sebelum dilakukan penangkapan,” tutur Kombes Sugiri.

Kombes Sugiri mengapresiasi Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi serta Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan. Sebab, turun langsung ke TKP tempat penemuan barang bukti.

“Setelah penangkapan ini, kita berharap jaringan bandar narkotika di sekitar sini takut untuk melakukan peredaran (narkotika),” tukas Kombes Sugiri.

“Untuk saat ini, pelaku narkotika Z, bersama barang bukti 212 Kg daun ganja kering sudah dibawa ke Sat Narkoba Polres Tebingtinggi, untuk diperiksa lebib lanjut,” sambungnya.

Sementara, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan sangat mengutuk keras penemuan ganja kering seberat 212 Kg yang sudah dibungkus rapi.

“Kepada camat dan lurah, terus tingkatan pemantauan dan jangan sampai kebobolan lagi,” imbaunya.(ian/ala)