Home Blog Page 5112

Syakhyan Asmara: Bangun Medan Utara dari Ketertinggalan

H Syakhyan Asmara
H Syakhyan Asmara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerataan kesejahteraan dan pengembangan pembangunan menjadi impian bagi masyarakat di Medan Utara. Nyatanya, kawasan meliputi 4 kecamatan ini masih jauh tertinggal dengan kecamatan lain yang ada di Kota Medan.

Tokoh Akademisi Sumatera Utara, Dr H Syakhyan Asmara MSP menilai, ketertinggalan pembangunan dan kesejahteraan di Medan Utara disebabkan pemerataan hak kehidupan masyarakat tidak dirasakan secara rata. Dengan adanya sebuah kota atau wilayah, sudah pasti ada pemimpin dan ada yang dipimpin, muaranya ini yang dipimpin harus sejahtera.

“Jadi, pemimpin harus bisa memberikan hak hidup masyarakat merata seperti di Medan Utara. Agar, masyarakat di sana sejahtera dan mendapat fasilitas yang sama. Kebutuhan sama rata dengan kecamatan lain harus diprioritaskan oleh pemimpin terhadap yang dipimpinnya,” kata Syakhyan, Sabtu (17/8).

Menurut pandangan Syakhyan, dalam konsepnya untuk mengembalikan kejayaan Kota Medan khusunya pengembangan di Medan Utara. Ia yang bertekad untuk maju di Pilkada 2020, telah memiliki program untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Medan Utara.

Mengembangkan kesejahteraan di 4 kecamatan berada di Medan bagian Utara yang meliputi, Kecamatan Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan. Bagi Syakhyan tidak begitu sulit.

Pertama, ia akan memprogramkan konsep Jalur Pita. Konsep ini akan membuka jalan baru atau menghidupkan jalan terisolir, agar terbuka aktivitas akses jalan masyarakat. Sehingga, peluang usaha berkembang dan transaksi pertumbuhan perekonomian masyarakat akan tumbuh.

“Coba kita lihat sekarang ini, di Medan Utara hanya mengandalkan 2 jalan utama, yakni, Jalan KL Yos Sudarso dan Jalan Marelan Raya. Ini yang akan rubah, bagaimana jalur pita bisa kita buka, sehingga jalur yang terisolir dapat berkembang. Dalam teori sosiologi dijelaskan, jalur pita adalah jalur perkembangan kota, dengan sandirinya aktivitas masyarakat akan tumbuh kembang,” jelasnya.

Kedua, kata mantan Deputi Menpora ini, mengembangkan program multinukleu, adalah menghidupkan atau membangun pusat – pusat aktivitas masyarakat, seperti tempat hiburan, pasar yang representatif, kantor, sekolah, perguruan tinggi, terminal dan lainnya. Otomatis dengan konsep Multinukleu dapat membuka transaksi baru yang berdampak kepada tumbuhnya ekonomi masyarakat.

“Selama ini, pusat aktivitas masih belum berkembang di Medan Utara. Misalnya, di Belawan. Di sana banyak terdapat industri dan kawasan pelabuhan, langkah awal yang perlu kita prioritaskan menerapkan kawasan yang bersih, indah, nyaman dan pusat bisnis berkembang serta bergengsi. Bagaimana caranya, tidak sulit dan tidak memakan biaya banyak, asal kita serius melaksanakannya. Jadi, selama ini ketertinggalan Medan Utara terjadi karena tidak ada pergerakan pola kerja pemimpin ke arah sana,” pungkas Syakhyan.

Dengan demikian, lanjut Ketua STIKP ini, Medan Utara yang memiliki potensi kehidupan tinggi, terlihat dengan tata ruang kawasan di sana masih kumuh. Padahal, akses tol sebagai penunjang jalur transportasi belum memberikan konsep baik bagi perkembangan kota Belawan.

Untuk itu, perlu adanya penataan secara fokus dan baik untuk masalah infrastruktur di beberapa kecamatan di Medan Utara. Sehingga, terbangun sarana jalan yang baik, sarana kesehatan, pendidikan dan pusat perbelanjaan yang modern serta penataan pemukiman kawasan kumuh.

“Ini hanya masalah koordinasi dan manajemen antara aparat pemerintah kota. Kalau berjalan baik, pasti permasalahan di Medan Utara dapat diselesaikan. Harusnya, peran kepala dinas harus diuji untuk memaparkan sebelum duduk dan setelah duduk agat bisa menjelaskan tentang perkembangan pertumbuhan ekonomi secara kewilayahan agar merata di setiap kecamatan di Kota Medan khususnya di Medan Utara,” ujar Syakhyan.

Apabila pengembangan pembangunan dan kesejahteraan tidak merata dirasakan masyarakat Medan Utara, pasti akan timbul niat bagi masyarakat di sana untuk berdiri sendiri. Bila Medan Utara berdiri sendiri melakukan pemekaran, menurut Syakhyan tidak ada yang salah demi kebaikan kesejahteraan masyarakat.

“Intinya, pemimpin itu bukan mempertahankan kekuasaan, tapi pemimpin itu meratakan kekuasaan, itulah sebenarnya prinsip dalam pemimpinan. Jadi, strategi peningkatan kesejahteraan di Medan Utara tetap bergabung dengan Medan masih bisa. Tidak perlu melepaskan diri dengan melakukan pemekaran, hanya saja perlu analisis bagaimana mengembangkan konsep jalan pita dan konsep Multinukleu di Medan Utara,” pungkasnya. (fac/ila)

Dugaan Penipuan & Pungli Bedah Rumah, Polisi Lacak Keberadaan Yusri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan penipuan dan pungutan liar (Pungli) bedah rumah di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan masih ditangani Polres Pelabuhan. Saat ini, polisi sedang memburu pelaku pungli yang identitasnya sudah dikantongi.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan untuk barang bukti dan keterangan yang diperoleh di lapangang, masyarakat sudah menjelaskan oknum yang disebut adalah Yusri. Pihaknya belum memeriksa yang bersangkutan. Alasannya, keberadaan tempat tinggalnya tidak jelas.

“Untuk bukti dan informasi sudah lengkap, oknum yang disebutkan sampai saat ini belum tahu keberadaannya. Kita masih melacak keberadaannya untuk dimintai keterangan atas tudingan yang disampaikan masyarakat. Setelah ada keterangan dari yang bersangkutan, maka statusnya apakah saksi atau tersangka nanti kita tunggu hasil pemeriksaannya,” tegas Jerico.

Disinggung bagaimana bila kasus itu tidak ada laporan polisi dari masyarakat, Jerico menegaskan, meskipun tidak dilaporkan, mereka tetap bekerja berdasarkan temuan. Namun, untuk mendudukkan kasus itu, maka diharapkan masyarakat yang dirugikan untuk membuat laporan resmi ke polisi.

“Kasus ini masih mengarah kepada pidana umum, karena oknum itu bukan bagian dari lembaga pemerintahan. Kalau kasus ini dapat diproses bila ada pelapornya, karena ini bukan kasus tipikor. Yang jelas, kita tetap mengusut kasus ini dan tetap akan mencari yang bersangkutan untuk diperiksa,” terang Jerico.

Mengenai adanya keterlibatan orang lain, perwira berpangkat tiga balok emas ini mengaku belum bisa mengarah adanya keterlibatan orang lain. Alasannya, si Yusri sampai saat ini belum dimintai keterangan, sehingga penyelidikan masih mengarah kepadanya.

“Yang jelas, kita masih fokus ke masalah pungli yang dilakukan orang tersebut. Untuk keterlibatan lainnya, itu melihat perkembangan proses penyelidikan nantinya,” kata Jerico saat ditemui di Mapolsek Medan Labuhan.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Kota Medan, Beny Iskandar mengapresiasi kinerja Polres Pelabuhan Belawan. Ia sebelumnya sudah mendengar isu pungli yang terjadi di Kelurahan Bagan Deli, Belawan. Isu itu ia terima dari laporan anggota DPRD Medan.

“Yang jelas si Yusri itu bukan bagian dari Dinas PKP2R. Bahkan saya tidak kenal dengan beliau, memang dia (Yusri) ada bawa berkas ke dinas untuk bedah rumah. Intinya dia datang atas nama masyarakat, makanya berkas yang dibawanya kami terima untuk kami verifikasi,” jelas Beny.

Dengan kasus ini, kata Beny, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk bedah rumah. Mengenai di Bagan Deli, ia berencana akan melakukan klarifikasi ke camat dan lurah untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan mereka. Bila tidak ada keterlibatan, maka harus ada solusi terhadap data warga yang sudah masuk untuk dibedah rumahnya.

“Jadi, kalau si Yusrinya mau data yang dimasukkan kita proses. Dia (Yusri) harus kembalikan uang masyarakat, kalau dia tidak kembalikan maka data yang dimasukkannya tidak ada dikerjakan. Intinya masalah uang itu tidak clear (tuntas), sudah pasti ini tidak dijalankan,” pungkas Beny didampingi Kabidnya, Tondi.

Soal ada surat tidak keberatan masyarakat mengenai pungli itu, sudah pasti semua berkas begitu isinya pernyataan tidak keberatan. Pihaknya tidak mau ini menjadi masalah ke depannya, tetapi bila camat atau lurah bisa menjamin tidak ada pungli bisa jadi sulusinya. “Yang pasti, dalam program ini kami tidak mau ada kata uang,” tegas Beny.

Ke depannya, proses data rumah akan ditangani langsung pihak kelurahan melalui BKM. Kemudian, data itu serahkan ke dinas untuk dilakukan verifikasi ulang. Hal ini dilakukan agar menghindari oknum – oknum yang akan melakukan pungli di lapangan.

“Teknisnya nanti, bila data itu lulus verifikasi. Maka, BKM nantinya yang bertanggung jawab untuk membangun rumah yang mereka usulkan. Program ini terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi di masyarakat. Harapan saya, kasus pungli ini tidak terulang lagi ke depannya, ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi kami juga,” pungkas Beny. (fac/ila)

Cut Ratu Meyriska dan Roger Danuarta Ijab Kabul, Dikawal 5 Pria Berbadan Tegap

bagus/sumu tpos MENIKAH: Cut Ratu Meyriska dan Roger Danuarta saat melangsungkan pernikahan mereka di Jalan Bunga Asoka, Kota Medan, Sabtu (17/8).
MENIKAH: Cut Ratu Meyriska dan Roger Danuarta saat melangsungkan pernikahan mereka di Jalan Bunga Asoka, Kota Medan, Sabtu (17/8).
Bagus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cut Ratu Meyriska dan Roger Danuarta sudah sah menjadi pasangan suami-istri, setelah melalui prosesi ijab kabul yang di rumah keluarga pengantin wanita di Jalan Bunga Asoka, Kota Medan, Sabtu (17/8) kemarin.

Namun prosesi ijab Kabul tersebut tidak bisa diabadikan oleh para pemburu berita. Pasalnyan

pihak keluarga Cut Meyriska tidak mengizinkan peliputan pernikahan tersebut. Karena, sudah dibloking oleh salah satu televisi nasional.

Untuk mensetrilkan wartawan yang berkumpul di Masjid Nurul Huda sekitar 10 meter dari orangtua Cut Meyriska, pihak keluarga mempelai prempuan mengerahkan sekitar 5 orang pria dengan badan tegap dengan menggunakan pakaian safari berwarna hitam.

“Abang-abang tolong jangan di sini silakan keluar,” kata seorang lelaki mengenakan batik warna biru, yang belakangan diketahui bernama Oki merupakan abang kandung Cut Meyriska.

Tidak sampai di situ saja, ketika wartawan Sumut Pos mengambil foto Masjid Nurul Huda langsung didatangi petugas dan meminta untuk tidak memfoto.”Abang jangan foto di sini, silahkan abang ke sana,” tegas pria bertubuh besar itu.

Selain itu, warga sekitar ingin menyaksikan pernikahan artis ternama di Indonesia juga ikut kecewa dengan sikap petugas keamanan tersebut. Mereka melarang pihak hendak masuk ke areal berlangsung pernikahan tersebut. Boleh diizin masuk, bila membawa undangan resmi.

“Saya kecewa, saya kan ngefans sama Cut Meyriska. Cuma mau melihat saja, bukan mau ngapai-apai sudah tidak dilarang-larang, kecawa saja,” ungkap warga sekitar, Rahmi sembari berlalu meninggal lokasi.

Tepat pukul 11.25 WIB (kemarin, Red) prosesi akad nikah selesai. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Selayang, Drs H.Turino tampak keluar dari lokasi acara pernikahan Cut Meyriska dan Roger Danuarta. Turino menjadi buruan wartawan untuk mengalih informasi atas pernikah pemain film ‘Ajari Aku Islam’ itu.

“Berjalan dengan hikmat, baik, lancar sehingga pengucapan ijab kabulnya begitu diucapkan oleh wali diterima Roger Danuarta dinyatakan sah oleh saksi-saksi,” kata Turino, usai pemimpin ijab kabul pernikah artis ternama di Indonesia itu.

Turino mengatakan, Roger Danuarta tampaknya sudah mempersiapkan diri untuk mengucapkan janji suci di hadapan kedua pihak keluarga dalam proses ijab kabul pernikahan tersebut.”Tidak ada pengulangan, lancar. Berlangsung hikmat, tenang suasananya,” kata Turino.

Turino mengungkapkan rasa terharunya terhadap bacaan surat Ar-Rahman yang dikumandangkan Roger Danuarta. Di mana, Roger sendiri merupakan mualaf. Tapi, ia sudah mendalami agama Islam dan hafal sejumlah surat Alquran. “Bahkan membaca surat Ar-rahman, hafal dia sampai 13 ayat. Roger mampu membacanya dengan baik dan kita terharu,” ungkap Turino.

Dalam pernikahan tersebut, Roger Danuarta memberikan mahar pernikahan kepada Cut Ratu Meyriska berupa emas seberat 150 gram. “Maharnya 150 gram emas. Yang diberikan berupa Emas batangan,” ungkapnya.

Turino mengakui memberikan nasehat pernikahan kepada kedua penganti tersebut.”Jadi nasehatnya, intinya mereka saya minta, keluarga berharap istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam dan masing-masing menjalankan hak kewajibannya dengan baik antara suami dan istri. Kemudian, dilanjuti dengan tausyiah untuk kedua mempelai,” tutur Turino.

Turino mengungkapkan dalam pernikahan itu, juga dihadiri oleh keluarga Roger Danuarta. Sedangkan untuk pejabat, ia mengatakan tidak ada yang hadir dalam pernikahan tersebut.

“Ada (keluarga Roger datang), tapi saya kurang begitu paham karena saya terpisah posisinya dengan mereka,” pungkas Turino.

Pada petang hari, Cut Meyriska dan Roger Danuarta keluar untuk menggelar jumpa pers. Mereka ditemani Suryadi AK merupakan ayah kandung Cut Meyriska. Pasangan suami-istri terus melempar senyum dengan hari pernikahan mareka. Cut Meyriska mengatakan sebelum melangsung proses akad nikah, terlebih dahulu melakukan ritual kebudaayan.

Cut Meyriska menjelaskan melakukan siraman hingga malam bainai, adalah adat Aceh. Persiapan adat tersebut, seluruhnya disiapkan oleh ayah dan ibu pengantin wanita. “Aku ikut pengajian, siraman, tepung tawar dan malam bainai. Kalau Roger hanya ikut siraman dan malam bainai,” ungkap Cut Meyriska kepada wartawan.

Disinggung soal resepsi pernikah, pada 25 Agustus 2019, Cut Meyriska enggan menjelaskan secara detail. Karena, semua itu sudah ada pihak mengurusi. “Mungkin di Jakarta bakal ada nuansa internasional sama ada Taipai. Itu ada Chinese sebelum hari H resepsi,” tutur Cut Meyriska.

Cut Meyriska dan Roger Danuarta akan menunda untuk bulan madu. Karena, akan menghadiri pernikahan sahabat mereka terlebih dahulu dalam waktu dekat ini. “Untuk bulan madu, kita mau berangkat langsung memang enggak bisa. Karena ada sahabat kita yang mau menikah. Setelah itu baru kita planing. Tapi belum tahu kemana, bisa di luar negeri atau dalam negeri,” pungkas Cut Meyriska.

Sementara itu, Roger Danuarta mengungkapkan rasa senang dan bahagia dengan mempersunting Cut Meyriska menjadi pendamping hidupnya. Meski mualaf, ia mengatakan sudah memahami bacaan surat-surat Alquran.

“Alhamdulilah halal. Makanya, alangkah baiknya melengkapi dengan doa. Doa dari teman-teman juga terimakasih untuk kelancaran acara. Untuk dana apalagi, terimakasih. Doain aja semoga kita kedepan bisa menjadi lebih baik lagi,” tutur Roger.

Soal jumlah mahar yang mencapai 150 gram emas, Roger menuturkan bahwa tidak ada arti apa-apa dengan angka 150 gram tersebut.”Enggak ada arti apa-apa,” jawabnya.

Apakah ada planing mau bulan madu kemana, Roger hanya mengatakan soal bulan madu nanti akan dikabari.”Kalau soal itu, kita kabari deh nanti kemana,” tuturnya.

Soal momongan, Roger mengaku tidak akan menunda anak. Dengan itu, ia sudah menjadi bapak dari anak-anaknya.”Kita seridhonya Allah. Kita tidak akan menunda. Pokoknya kita akan syukuri apa yang diberikan Allah,” pungkas Roger.(gus/ila)

33 Bayi “Merdeka” Lahir di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan bayi ‘Merdeka’ atau yang lahir tepat di Hari Kemerdekaan RI, ada di sejumlah rumah sakit di Medan, Sabtu (17/8) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari empat rumah sakit dan klinik bidan di Medan, terdapat 33 bayi yang lahir pada 17 Agustus 2019 ini.

Antara lain, di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris Jalan Samanhudi. Marketing Communication RSIA Stella Maris, Halinah mengatakan, terdapat 23 bayi yang lahir di tanggal tersebut. “Ada 23 bayi, semuanya sehat dan normal,” ujarnya kepada wartawan akhir pekan lalu.

Kata Halinah, jenis kelamin bayi yang lahir sedikit lebih banyak perempuan dibanding laki-lakin

yaitu 12 bayi perempuan dan 11 bayi laki-laki. “Dari ke-23 bayi yang lahir ini, satu bayi lahir melalui program bayi tabung,” paparnya.

Kemudian, di RSIA Rosiva Jalan Bangka ada 4 bayi yang lahir. Eni Afriati, bidan yang bertugas di rumah sakit ini mengatakan, 2 bayi lahir dalam persalinan normal dan dua lainnya melalui bedah caesar.

“Dua bayi yang lahir normal berjenis kelamin laki-laki, sedangkan yang lahir dengan cara persalinan caesar berjenis kelamin perempuan. Untuk yang caesar ini sepertinya sudah direncanakan orang tua bayi,” ujar Eni.

Diutarakan Eni, semua bayi dalam kondisi sehat dan saat ini masih dalam perawatan. “Semua dalam keadaan sehat dan montok. Kami akan memberikan hadiah atau souvenir kepada keempat bayi karena lahirnya di hari spesial. Semoga bayi yang lahir hari ini tetap sehat, montok dan punya karakter seperti pejuang,” tutup Eni.

Salah seorang ibu bayi, Lilis mengaku bahagia telah melahirkan normal tepat di Hari Kemerdekaan. Ia juga mengaku sudah menyiapkan nama untuk putranya. “Namanya itu harus pemberani, mudah-mudahan dia bisa menjadi anak yang berbakti kepada bangsa dan negara,” ucap Lilis.

Selanjutnya, di RS Vina Estetika terdapat 3 bayi. Jumidah, perawat di rumah sakit tersebut menyebutkan, ketiga bayi itu lahir dari seorang ibu bernama Nurfahriza yang lahir secara prematur spontan, Posmaida melalui caesar, dan Christina Benhana juga caesar.

Begitu juga di RS USU terdapat 3 bayi yang lahir di hari yang sama. Humas Rumah Sakit USU, M Zenizen mengatakan, bayi-bayi tersebut lahir dari ibu Hamidah, Julheni, dan Eni. “Dari ketiga bayi yang lahir tersebut, dua diantaranya berjenis kelamin perempuan dan satu laki-laki. Semuanya lahir secara caesar,” ujarnya.

Selain di rumah sakit, satu bayi berjenis kelamin laki-laki juga diketahui lahir pada 17 Agustus melalui klinik bidan di kawasan Medan Tuntungan. Bayi itu merupakan anak kedua dari pasangan Ogi Bukit dan Putri Ginting, warga Jalan Bunga Rinte, Medan Tuntungan. “Beratnya 3,4 kg. Bayi ini akan kami beri nama Ethan Aklamasi (Anak muda Proklamasi),” ungkap Putri.

Putri mengaku, tidak ada menargetkan akan melahirkan pada Hari Kemerdekaan RI. Bayinya lahir malam hari sekitar pukul 23.20 WIB. “Karena merasakan perut saya sakit sekitar pukul 22.15 WIB, saya diajak mertua untuk ke bidan yang tidak jauh dari rumah. Setelah diperiksa ternyata saya mau melahirkan,” ujarnya. (ris/ila)

Eldin: Capital Square Bisa Jadi Ikon Kota Medan

Dzulmi Eldin, Walikota Medan
Dzulmi Eldin, Walikota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mendukung terlaksananya pembangunan jalan tol dalam kota di Kota Medan, selaras dengan rampungnya pembangunan Podomoro Deli City. Sebab, hal itu akan semakin menambah pendapatan daerah Kota Medan.

Apalagi, lanjut Eldin, para investor khususnya dari negara-negara yang menjadi Sister City dengan Kota Medan, sangat tertarik untuk bekerjasama dalam membangun Kota Medan.

“Jika pembangunan tol dalam kota ini terlaksana, dan rampung serta beroperasinya Podomoro, ya Alhamdulillah karena ini akan menambah pemasukan bagi Kota Medan,” ungkap kepada wartawan, usai mengikuti Sidang Paripurna Istimewa DPRD Medan, dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo, Jumat (16/8).

Eldin juga sangat mendukung akan dibangun kembali tempat kuliner seperti Kesawan Square yang dulu sempat jadi ikon Kota Medan. Sebab hal itu akan menambah khazanah wisata kuliner di Kota Medan.

Memang, lanjut Eldin, Kota Medan dulu memiliki Kesawan Square sebagai tempat tongkrongan dan ikon kota ini, namun hal itu tidak berlangsung lama, dan telah ditutup. “Kalau Kesawan Square itu kan letaknya di badan jalan. Jika memang ada bentuk seperti itu muncul lagi, kita sangat mendukungnya,” kata Eldin.

Eldin mengatakan lokasi yang pas untuk pusat kuliner itu dibangun di area persegi sudut di Jalan Putri Hijau dan Jalan Guru Patimpus, mulai dari Capital Building sampai areal Podomoro Deli City. “Namanya nanti Capital Square,” ungkap Eldin.

Menurut dia, lokasi Capital Square ini sangat representatif. “Selain lahan parkir yang luas, ada ruko-ruko, pusat perrbelanjaan, pusat kuliner, perkantoran, appartement, condominium, hotel, yang juga dilengkapi taman dan areal bermain keluarga yang sangat luas. Jadi ini lebih besar dan terkonsep modern sebagai icon terbaru Kota Medan. pungkasnya. (map/ila)

Adam dan Malik Belum Dipulangkan

Adam dan Malik
Adam dan Malik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adam dan Malik, bayi kembar siam dempet perut yang telah menjalani operasi pemisahan tubuh mereka masing-masing hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan. Padahal, kedua bayi asal Tapanuli Utara (Taput) tersebut direncanakan sudah bisa dibawa pulang oleh kedua orang tuanya atau berobat jalan pada pekan lalu.

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, kondisi keduanya semakin membaik. Akan tetapi, belum bisa dibawa pulang karena masih butuh penanganan. “Belum, masih di rumah sakit dan kondisinya semakin baik. Anak-anak ini di bawah pengawasan dokter, dan dokter yang berhak memutuskan kapan pulang berdasarkan indikasi medis. Jadi, kalau akan dipulangkan pasti kami kabari,” ujar Rosa baru-baru ini.

Diutarakan Rosa, pada dasarnya kedua bayi ini memang benar-benar sudah sehat. Namun, orang tua mereka perlu mendapat pembelajaran untuk bagaimana ke depannya merawat si kembar. “Agar tidak ada masalah ke depan dengan kesehatan si kembar, perlu pembelajaran bagi kedua orang tuanya. Artinya, proses ini masih butuh waktu juga,” ucapnya. Oleh karena itu, sambung Rosa, direncanakan Adam dan Malik bisa dibawa pulang oleh orang tuanya pada bulan ini juga, Agustus 2019. Akan tetapi, tidak jelaskan kapan waktu pastinya. “Rencana bulan ini akan dipulangkan, tapi tanggal pastinya nanti dikabari,” tukasnya.

Sekretaris Tim Dokter Penanganan Adam dan Malik, dr Rizky Adriansyah SpA mengatakan, bayi kembar itu sudah kembali ke ruangan awal di perinatologi. Mereka sudah bisa bermain satu sama lainnya, makan dan minum. Bahkan, berjalan-jalan di sore hari menggunakan stroller barunya atas hadiah dari dermawan.

“Kondisinya sangat baik, mereka bermain bersama satu sama lain, makan dan minum. Berat badannya normal, tumbuh seperti bayi pada umumnya,” ungkapnya. Kata Rizky, bekas luka operasi pemisahan masih memerlukan perawatan. Namun, perawatan yang dimaksud luka biasa seperti ganti perban.

Sebelumnya, bayi kembar siam dempet perut yang kini berusia 7 bulan lebih berhasil dipisah oleh tim medis RSUP H Adam Malik melalui operasi pada, Selasa bulan lalu (23/7). Keduanya menjalani proses operasi pemisahan sekitar lima jam. Persiapan berbulan-bulan yang dilakukan pihak rumah sakit akhirnya berbuah manis dan keduanya kini bisa beraktifitas masing-masing. (ris/ila)

Selesaikan Rangkaian Ibadah, Petugas Kloter 5 Semangati Jamaah Lansia

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para petugas kloter 5/MES baik TPHI, TPIHI maupun TKHI mendampingi dan menyemangati para jamaah haji lanjut usia dan beresiko tinggi (risti), dalam menyempurnakan ibadah di Makkahn

Sekitar 44 persen jamaah haji Mandailing Natal (Madina) yang berusia lanjut dan risti, membutuhkan perhatian khusus dari Tim Petugas Kloter, agar bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci ini

“Malam ini jamaah haji Mandailing Natal baik di Kloter 5 maupun 17 secara bersama-sama untuk jamaah yang membutuhkan dorongan dalam menunaikan ibadah thawaf dan sai haji,” ujar Ketua Kloter H Irfansyah Nasution, melalui Humas Kemenag Mandailing Natal Armen Rahmad Hasibuan, Minggu (18/8).

Petugas Kloter 5 dan 17 mengawal, mendampingi dan membimbing pelaksanaan ibadah umroh dengan dibantu oleh para mukmin Mandailing Natal dan Sumatera Utara, yang tergabung dalam wadah Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU). “Sehingga pelaksanaan ibadah rukun haji berlangsung dengan baik, dan seluruh jamaah haji Mandailing Natal telah menyempurnakan rukun hajinya,” kata Irfansyah.

Tim TKHI terus memantau kesehatan dari para jamaah haji lanjut usia dan Risti, yang didorong oleh petugas pendorong yang ada di Masjidil Haram. “Kami akan terus mengawal dan mendampingi jamaah ini dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. Mereka ini adalah orangtua kami, kami sudah menganggap mereka bagaikan ayah dan emak kami. Dan kami perlakukan mereka seperti orangtua kami sendiri,” ucap Ratna Wita, Tim TKHI Mandailing Natal.

Seluruh petugas terus menyemangati dan memotivasi para jamaah ini. “Kita akan buat mereka serasa berada di tengah-tengah keluarga mereka. Kebersamaan petugas kloter dan kekeluargaan yang dibangun di jamaah haji Kloter Mandailing Natal, sungguh-sungguh sangat baik dan hangat,” tandasnya.

HUT RI Diperingati Sederhana

Sementara itu, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74 di kota Makkah, diperingati jamaah haji asal Sumut, dengan sederhana. Peringatan dilakukan dengan shalat subuh berjamaah, dengan Imam Abdul Rahman, di Musolla Hotel Al Rehab Mohabbah lantai 3 maktab 117.

Dikoordinir oleh TPIHI kloter 7 MES, Sarifuddin Daulay dengan acara mendengar pembacaan detik-detik Proklamasi, hening cipta dipimpin ketua TPHD Soekirman, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan ditutup doa dipimpin Jairan. Hadir ketua Kloter Syarif Husin, TKHI Amir B siregar, Sugiarto, Hendri Suharto, Zoel Lubis, dan para jamaah pria dan wanita.

“Acara spontan tersebut mengingat di kota Makkah peringatan HUT RI baru dilakukan bersamaan masuk anak sekolah tanggal 25 Agustus 2019. Peringatan HUT RI bersamaan dengan di Indonesia hanya dilakukan di Wisma Indonesia Konjen RI di Jeddah dan di Kedubes RI Riyadh. Turut hadir para pelajar sekolah Indonesia di sana,” kata Atase Kebudayaan Kedubes RI, Ubaedillah melalui Humas Embarkasi Medan, Abdul Azhim. (man)

Peringatan HUT ke-74 RI di Sergai, Wabup: Tumbuhkan Semangat Kreativitas dan Berprestasi

SURYA/SUMUT POS SERAHKAN: Plh Bupati Sergai H Darma Wijaya SE menyerahkan bendera merah putih kepada Paskibra Sergai, Sabtu (17/8).
SERAHKAN: Plh Bupati Sergai H Darma Wijaya SE menyerahkan bendera merah putih kepada Paskibra Sergai, Sabtu (17/8).
SURYA/SUMUT POS

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) menggelar upacara peringatan HUT ke-74 RI, di Lapangan Sepak Bola Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sabtu (17/8).

Peringatan HUT RI tersebut ditandai dengan pembacaan detik-detik proklamasi oleh Ketua DPRD Sergai, H Syahlan Siregar ST, dan sebagai inspektur upacara dipimpin oleh Plh Bupati Sergai, H Darma Wijaya.

Usai acara, Pemkab Sergai menggelar syukuran temu ramah antar generasi yang dihadiri oleh seluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jajaran ASN, Veteran RI dan tamu undangan.

Pada kesempatan itu, Darma Wijaya mengatakan, syukuran temu ramah antar generasi ini merupakan momentum untuk memupuk serta memperkuat komitmen jati diri anak bangsa dalam menghargai jasa-jasa para pejuang kemerdekaan RI.

Tentunya, dengan kehadiran para pejuang di tengah-tengah kita, lanjut Darma Wijaya, akan menjadi kekuatan dan sekaligus motivasi sebagai generasi penerus bangsa dalam mengenang kembali, serta menghormati jasa para pahlawan sebagai pejuang kemerdekaan.

Pada kesempatan itu, Darma Wijaya berpesan, untuk tetap memiliki dan mewarisi nilai-nilai patriotisme, nasionalisme serta memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi, serta semangat juang yang tangguh seperti yang dimiliki oleh para pejuang.

”Teruslah menumbuhkan semangat dalam berkreativitas serta mengukir prestasi. Anak muda, sudah harus memiliki pola pikir yang berbeda dibanding generasi lama untuk mengisi kemerdekaan masa kini. Anak-anak muda harus dapat berpikir lebih terbuka mengingat akses teknologi masa kini yang sudah jauh lebih maju,” pesannya.

Ditambahkannya, generasi milenial harus mau unjuk diri dalam industri kreatif dan berani menjadi wirausaha. Kemauan untuk mendobrak pakem lama dalam pola pikir akan menciptakan kesadaran jika sudah merdeka. (sur/han)

Hari Ini, DPRD Humbahas Ajukan Hak Interpelasi

Marsono Simamora Wakil Ketua DPRD Humbahas
Marsono Simamora, Wakil Ketua DPRD Humbahas

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan hari ini, Senin (19/8), akan mengajukan hak interpelasi terhadap Bupati Dosmar Banjarnahor melalui sidang rapat paripurna.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Humbahas, Marsono Simamora didampingi Chandra Mahulae selaku anggota Badan Musyawarah, usai mendengar pidato Presiden HUT ke-74 RI.

Marsono mengatakan, usulan panitia khusus (pansus) untuk interpelasi kepada Dosmar Banjarnahor, akan dibahas dan dibacakan pada rapat paripurna yang sebelumnya melalui rapat Badan Musyawarah (Banmus).

Dari Banmus, DPRD setuju untuk di paripurnakan, usulan interpelasi ada dua opsi, yakni setuju atau tidak.

Nantinya agenda interpelasi, tambah Marsono, pembentukan struktur panitia khusus untuk menanyakan kebijakan pemerintahaan Dosmar Banjarnahor.

Di antaranya, terkait penjabaran APBD TA 2019 dengan hasil yang disepakati dalam rapat gabungan komisi bersama pihak eksekutif dan rapat paripurna pengesahaan APBD TA 2019 pada tanggal 28 November 2018, yang terdapat perbedaan signifikan.

Kemudian, adanya indikasi penyalahgunaan wewenang PNS dan kepala desa dalam pemilihan legislatif pemilu 2019, terkait pembayaran pihak ketiga dana DAK sebesar Rp 10.895.000.000.

“Padahal, harusnya pembayaran melalui Perda,” kata Marsono.

Penggunaan hak interpelasi ini, atas usulan dari 4 Fraksi DPRD setempat, antara lain Fraksi Golkar, Gerindra, Fraksi Nasdem Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Amanat Demokrat.

Adapun fraksi yang menandatangani, Marolop Manik, David YD Mahulae, Marolop Situmorang , Ronald Lumbangaol, Moratua Gajah, Chandra Mahulae, Marsono Simamora, Bangun Silaban, Jonser Purba dan Bresman Sianturi.(mag-12/han)

Peringatan HUT ke-74 RI di Kecamatan Babalan, Samsul Bahri Dipercaya sebagai Pembaca Teks Proklamasi

BACAKAN: Aanggota DPRD Langkat, Syamsul Bahri SE bertugas sebagai pembaca teks Proklamasi pada upacara peringatan HUT ke-74 RI di Lapangan Kampung Baru, Pangkalan Brandan.
BACAKAN: Anggota DPRD Langkat, Syamsul Bahri SE bertugas sebagai pembaca teks Proklamasi pada upacara peringatan HUT ke-74 RI di Lapangan Kampung Baru, Pangkalan Brandan.
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hadir dalam acara tersebut, forkopim Kecamatan Babalan, para pejabat teras BUMN, para Lurah dan Kades, personel TNI-Polri, Veteran dan para Janda Pejuang, Kepala Dinas /Jawatan, Kepala Sekolah, Pramuka, OKP, ASN, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan undangan lainnya.

Camat Babalan Pangkalan Brandan Yafizham Parinduri SSos yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengatakan perjalanan panjang sejarah kemerdekaan bangsa ini tidak saja dilalui dengan tetesan keringat dan air mata, melainkan dengan tetesan darah dari para pejuang dalam rangka merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Karena itu, lanjut Yafizham, dalam rangka memperkuat jati diri kita sebagai bangsa berdaulat, Bupati Langkat berpesan untuk menumbuhkan terus semangat nasionalisme dan patriotisme, cinta tanah air, dengan tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai persatuan, kebinekaan.

Sebelumnya, Jumat (16/7) malam, peringatan HUT RI ini, diawali dengan renungan suci dan apel kehormatan serta tabur bunga di Makam Pahlawan dengan inspektur upacara Kapolres Langkat, AKBP Dodi Hermawan. (yas/han)