sutan siregar/deking sembiring/sumut pos
LATIHAN: Stoper naturalisasi PSMS Medan Mohammadou Al Hadji saat berlatih di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. Insert, Al Hadji dan Mamadou Lamarana Diallo menonton pertandingan PSMS kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan.
LATIHAN: Stoper naturalisasi PSMS Medan Mohammadou Al Hadji saat berlatih di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. Insert, Al Hadji dan Mamadou Lamarana Diallo menonton pertandingan PSMS kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan.// sutan siregar/deking sembiring/sumut pos
Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, sepertinya masih kecewa sikap pemain naturalisasi Mohammadou Al Hadji. Terbukti, pemain asal Mali ini, tak dimasukkan pada line-up saat Ayam Kinantan menjamu Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Selasa (23/7) sore.
Sebagai penggantinya, Gurning menduetkan Afiful Huda dengan Andre Sitepu di lini pertahanan. Kedua pemain dibantu wing back Syaiful Ramadhan dan Kesuma Satria Yudistira.
Formasi di lini belakang ini sebenarnya sama dengan saat PSMS mengalahkan Blitar United, Jumat (19/7) lalu. Hasilnya, duet Afiful dengan Andre cukup apik, terbukti PSMS tidak kebobolan.
Namun, Al Hadji yang selama ini menjadi tumpuan di lini belakang, tidak dimainkan. Bahkan, dia tidak masuk dalam line-up. Padahal, Al Hadji sudah terbebas dari akumulasi dan tidak mengalami cedera.
Gurning beralasan, Al Hadji mengalami masalah dengan fisik. Kondisi fisiknya kurang prima saat melawan Persita.
“Kondisinya kurang fit. Saya hanya memainkan pemain yang dalam kondisi fit,” ungkap Gurning.
Pelatih berusia 61 tahun ini, enggan menanggapi isu Al Hadji tidak masuk line-up karena indisipliner. “Yang pasti, pemain naturalisasi tersebut akan dievaluasi sebelum putaran kedua nanti,” imbuhnya.
Begitu juga dengan Mamadou Lamarana Diallo, yang jarang dimainkan. Gurning menegaskan, pemain tersebut akan tetap dipertahankan hingga putaran pertama berakhir. “Kami hanya boleh mengganti pemain saat jeda putaran kedua,” bebernya.
Bukan hanya pemain naturalisasi, lanjut Gurning, pemain lokal yang jarang mendapat menit bermain juga akan dievaluasi.
Sebelumnya, Al Hadji memang sudah absen saat PSMS berlatih di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Minggu (21/7) sore. Dia tidak hadir saat latihan tanpa sebab dan tak meminta izin ke pelatih. “Saya tidak tahu Al Hadji ke mana. Tidak ada kabar ke saya, tapi enggak tahu ya kalau sudah izin ke Edy (Sahputra) atau yang lain. Yang pasti, sama saya dia tidak ada izin,” kata Gurning.
Gurning juga mengatakan, sebelumnya Al Hadji sudah ikut berlatih saat sesi latihan PSMS, Minggu pagi. Dia mengaku, tidak tahu apa masalah Al Hadji yang membuat dia mangkir latihan.
Menurut Gurning, dia tidak ingin terlalu mengekang Al Hadji. Bahkan dia rela meredam emosinya untuk menjaga hati Al Ha-dji. “Saya tidak tahu apa masalah dia begitu. Entah, dia ada merengek soal hak dia atau bagaimana saya kurang tahu. Karena saat latihan tadi, dia seperti ogah-ogahan. Saya juga tidak mau terlalu mengekang dia. Nanti takutnya dikekang malah buat dia emosi, makanya saya coba tahan dulu saja,” pungkasnya. (dek/bbs/saz)
Foto: Sopian/Sumut Pos LIHAT: KSP, Febri Celvin Teletepa, didampingi Direktur Operasi I PT Waskita Didit Umar Prihadi dan Direktur PT Hamawas Wikumukti saat melihat master plan pembangunan tol Tebingtinggi Serbelawan, Rabu (24/7/2019).
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) menggelar doa bersama dan syukuran dimulainya pekerjaan jalan tol ruas Tebingtinggi Serbelawan SAT 0+000 sampai dengan 30+300 seksi 3 di Lokasi PTPN 3 Kebun Rambutan Jalan Tebingtinggi Solok Masihul Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai, Rabu (24/7/2019).
Direktur PT Hamawas, Wikumukti, mengatakan tol yang akan dikerjakan ini memiliki total panjang 143,5 kilometer. Meliputi tol Tebingtinggi Kuala Tanjung dan Indrapura, tol seksi 30,3 kilometer Tebingtinggi Pematangsiantar, dan selanjutnya menuju Destinasi wisata Parapat Danau Toba.
“Untuk mencapai target percepatan pembangunan tol tersebut butuh kerja kita bersama-sama dan sinergi kita bersama. Proyek Hamawas ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2020” bilang Wikumukti.
Dalam pembangunan jalan tol ini, lanjutnya, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan serta support dalam hal pembebasan lahan ganti rugi. Serta percepatan ganti rugi kepada masyarat yang tanahnya kena dengan jalur tol.
Kepada Direksi PTPN 3, pihak PT Hamawas banyak mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan izin pembangunan jalan tol walaupun belum dibayar.
Direktur Operasi I PT Waskita Karya, Didit Umar Prihadi, mengatakan hari ini bukan kegiatan groundbreaking, tetapi kumpul bersama dan doa bersama atas pembangunan jalan tol Tebingtinggi Serbelawan.
“Kita punya waktu 18 bulan untuk penyelesaian sepanjang 143,4 kilometer. Dalam hal ini yang terpenting dukungan stakeholder. Ruas tol Tebingtinggi-Siantar sepanjang 30 km target buka jalan untuk musim kering saat ini. Ada jembatan sungai sebanyak 5 titik. Pekerjaan ini cukup berat dan ini merupakan tanggung jawab yang kita kerjakan,” bilangnya.
Diceritakan Didit, tol trans ini tersambung hingga Banda Aceh.
Mewakili Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Febri Celvin Teletepa, menjelaskan kegiatan ini bukan ground breaking, tetapi syukuran dan doa bersama untuk proses kerja, proyek tol Kuala Tanjung Tebingtinggi dan Tebingtinggi Siantar.
“Mengapa tol ini harus di kerjakan? Ini adalah cerminan program percepatan pembangunan Presiden Jokowi di mana setiap program ini untuk menumbuhkan perekonomian setempat. Jika tembus pelabuhan Kuala Tanjung, akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang baik. Terima kasih PTPN 3 dan Kakanwil BPN setempat karena cepat melakuan pembebasan lahan,” jelasnya.
Menurut Febri, pihaknya sangat menyambut baik Waskita dan Hutama Karya yang diberi kepercayaan dan bekerja dengan baik dalam melaksanakan proses percepatan pembangunan.
Tampak hadir Forkompinda Provinsi Sumatera Utara, Forkompinda Kabupaten Sergai dan Forkompinda Kota Tebingtinggi serta jajaran pejabat mulai pimpinan daerah kabupaten kota. (Ian)
SELEBGRAM: Marcha mengenakan selempang dan tiara sebagai Putri Cilik Indonesia 2019. (Nurul Komariyah/Jawa Pos)
KALI pertama mengikuti kontes kecantikan, Marcha langsung menuai kemenangan. Dia dinobatkan sebagai Putri Cilik Indonesia 2019 dengan menyingkirkan 34 finalis lain. Bagi Marcha, prestasi itu merupakan sebuah capaian tersendiri.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
Ada benarnya kalau nama adalah doa. Saat lahir ke dunia pada 4 Maret 2007, orang tua Marcha menyelipkan tambahan Sharapova di tengah-tengah nama lengkapnya. Nama itu tidak lain diambil dari nama belakang petenis dunia terkemuka, Maria Yuryevna Sharapova. Dia adalah orang pertama Rusia yang memenangi turnamen tenis bergengsi Wimbledon.
Menyelipkan nama tersebut dimaksudkan sebagai harapan agar Marcha tumbuh menjadi gadis cantik yang cerdas dan berprestasi. Salah satu prestasi terbaru yang dikukuhkan Marcha adalah berhasil menggondol mahkota Putri Cilik Indonesia 2019.
Dia kali pertama menjajal kontes tersebut dan langsung mencuri hati juri serta masyarakat Indonesia. Sebab, Marcha juga menyabet gelar sebagai Miss Popularity yang dinilai dari dukungan di media sosial.
Meski berlabel kontes kecantikan untuk anak usia 9–12 tahun, penilaian secara keseluruhan melibatkan aspek prestasi akademik dan wawasan yang luas dari para peserta. Aspek-aspek tersebut menjadi syarat mutlak.
’’Bukan cuma ajang kecantikan, tapi juga brain. Si Marcha ini memang akademik di sekolah selalu bagus,’’ ujar Felly Chandra, nenek Marcha yang ikut menemani cucu kesayangannya ngobrol dengan Jawa Pos di Lenmarc Mall awal pekan lalu.
Salah satu prestasi sekolah yang kentara di setiap tahun adalah gelar sebagai outstanding student. Gelar tersebut didapat Marcha sejak duduk di bangku TK B hingga kelas VI di SD Cita Hati. ’’Ada beberapa anak di kelas yang dapat gelar itu. Dinilai dari akademik dan tingkah laku. Tapi, kalau academic achievement atau juara I, aku pernah dapat di kelas III–V,’’ jelas Marcha.
Felly menyatakan, Marcha adalah tipikal anak yang fokus dan tekun. ’’Kalau sudah mau sesuatu, pasti dikejar betul dengan serius. Tekad sama kemauannya kuat,’’ ungkapnya. Selain itu, dia melihat adanya inisiatif yang besar dalam diri Marcha. Dengan begitu, apa pun yang jadi tanggung jawabnya, terutama yang berkaitan dengan tugas-tugas sekolah, pasti segera dikerjakan tanpa disuruh.
Gadis yang punya saudara kembar bernama Ingvar Abramovich Rusli itu memang terbiasa sibuk. Dia pernah didapuk sebagai bintang iklan beberapa brand susu maupun pakaian. Selain itu, Marcha tercatat pernah membintangi web series serta menelurkan album anak-anak bersama beberapa penyanyi cilik dari Jakarta dan Surabaya. Bahkan, jauh sebelum mengikuti kontes Putri Cilik Indonesia, dia lebih dulu dikenal sebagai selebgram squishy yang punya ratusan fan base.
Banyaknya kegiatan pemotretan hingga syuting membentuk Marcha menjadi remaja yang pandai mengatur waktu dan punya kesadaran tanggung jawab yang besar. ’’Aku sekarang lebih ke arah influencer dan pengusaha fashion muda,’’ ucap pemilik tinggi 158 sentimeter dan berat badan 40 kilogram itu.
Ya, di akun Instagram-nya yang kini punya 351 ribu pengikut, Marcha ingin memberikan pengaruh positif. Bagi dia, ada kunci lain keberhasilan selain tekun, ulet, dan fokus. Yakni, berani mencoba sehingga tahu apa yang mesti dibenahi dan disempurnakan. ’’Nggak apa-apa dimulai dari hal yang simpel. Nanti bisa di-improve. Yang penting mencoba dulu,’’ tegas gadis 12 tahun tersebut.
Berhasil meraih gelar Putri Cilik Indonesia 2019 dianggap sebagai pintu pembuka pada hal yang lebih besar. Marcha ingin ikut andil mengurangi bullying. Dia juga berharap punya kesempatan di kancah dunia untuk memamerkan konsep kebinekaan di Indonesia.
Tema Bhineka Tunggal Ika sendiri merupakan pidato yang mengantarnya dari lima besar menjadi pemenang. Pada malam final di Jakarta pada 11 Juli lalu, dia ditanya cara menginspirasi jika berhasil menang. Dengan tegas dan tanpa ragu, Marcha ingin membawa pesan keberagaman yang rukun dan damai. (*/c15/tia)
Edy Ratmanto Hidayat didampingi Kepala Tim BI Poltak Sitanggang saat temu pers, Selasa (23/7). (Plide Saragih/ Metrosiantar)
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Untuk melebarkan usahanya, Bank Indonesia (BI) mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai menyesuaikan dengan kemajuan teknologi. Salah satunya melakukan penyesuaian pada platform digital.
Hal itu dilakukan sebagai wujud nyata BI untuk mendorong perekonomian masyarakat guna meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya dikenal di pasar global.
BI bekerja sama dengan penyedia platform digital mendukung kesiapan pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara online.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Edy Ratmanto Hidayat didampingi Kepala Tim Poltak Sitanggang mengatakan, UMKM On Boarding merupakan proses penyesuaian pelaku UMKM untuk masuk sebagai penjual di pasar online.
Selain itu, program tersebut merupakan sarana pelaku UMKM untuk menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan marketplace tempat UMKM berbisnis.
“Bank Indonesia memfasilitasi pelatihan dan pendampingan untuk UMKM Binaan dan Mitra BI agar dapat on-boarding pada marketplace atau menggunakan media sosial dalam strategi pemasarannya,” kata Edy dalam temu pers di Gedung BI Pematangsiantar, Selasa (23/7).
Melalui teknologi digital, katanya, UMKM diharapkan mampu memperluas akses pemasarannya, bahkan hingga ke mancanegara.
Sebagai wujud kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Indonesia (BI) mempercepat upaya penciptaan aktivitas ekonomi baru melalui pengembangan produk unggulan daerah untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menuju pasar internasional dan memanfaatkan platform digital (marketplace).
“Pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini. Tidak perlu uang tunai. Cukup punya rekening dan hape yang akan memudahkan kita dalam bertransaksi,” kata Edy yang baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Perwakilan di Bank Indonesia Siantar itu.
Lebih jauh ia memaparkan, BI akan terus melakukan upaya untuk membenahi UMKM agar lebih melek digital dengan memanfaatkan e-commerce, e-payment, dan e-financing.
Selain itu, BI juga melakukan pembinaan bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar ekspor. Bagi UMKM yang dinilai siap ekspor akan difasilitasi dengan bank dan eksporter.
“Kalau UMKM sukses pembukuannya sudah benar, kita fasilitasi dengan bank dan eksporter,” ujarnya.
Salahsatu UMKM yang didukung BI adalah Galeri Songket Batubara ‘Hilwa Sejahtera’ yang baru-baru ini diresmikan.
Renovasi dan pembangunan galeri songket Batubara ini merupakan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Tematik dalam rangka pengembangan UMKM unggulan, serta upaya untuk melestarikan citra budaya lokal.
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia berperan menjaga stabilitas ekonomi, di antaranya melalui pengembangan UMKM unggulan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.(des)
Suasana unjuk rasa oleh masyarakat Jorlang Hataran yang dikawal kepolisian.
Arianto Girsang/metrosiantar
Suasana unjuk rasa oleh masyarakat Jorlang Hataran yang dikawal kepolisian. Arianto Girsang/metrosiantar
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga Kecamatan Jorlang Hataran yang terdiri dua Nagori Jorlang Hataran dan Nagori Banua Toru melakukan unjuk rasa (unras) di depan kantor Bupati Simalungun, Selasa (23/7) sekira pukul 14.00 WIB.
Unras dipandu Kritianus Naibaho dan massa mayoritas orangtua serta pemuda setempat. Para ibu-ibu yang ikut aksi mengatakan, jalan Jorlang Hataran, Panombeian Huta Urung sudah belasan tahun belum pernah diperbaiki. Kondisinya rusak total hingga sampai memakan korban.
“Tuntutan kami cuma perbaikan jalan. Karena sudah belasan tahun jalan itu rusak total. Ada sekitar 10 Km. Tak pernah diperbaiki sampai ada korban jiwa. Bahkan ada yang meninggal gara-gara jatuh di situ. Jalannya sudah berlubang-lubang,” ujar Boru Simanjuntak, Boru Saragih dan Sijabat.
Kristianus Naibaho melalui pengeras suara menuntut terutama tentang perbaikan jalan dan perbaikan bangunan akibat dampak tanaman sawit.
“Tuntutan kami paling utama adalah perbaikan jalan dari Nagori Banua Toru menuju Tiga Balata dan termasuk saluran dranaisenya,” sebutnya.
Kristianus Naibaho berseru bahwa sebenarnya masih ada tuntutan mereka kepada pihak PTPN IV yaitu meminta PTPN IV melalui Bupati Simalungun agar tanaman sawit dikembalikan menjadi tanaman teh serta dampak lingkungan oleh tanaman sawit PTPN IV.
Menyikapi tuntutan massa, Asisten I Pemkab Simalungun Rizal Saragih saat diwawancarai mengatakan, pihaknya akan mengundang pihak PTPN IV dikarenakan mayoritas pengguna jalan adalah PTPN IV.
“Artinya yang mempergunakan jalan itu kan banyak dari kebun, jadi segera kita undang PTPN IV untuk mencari solusinya,” ujarnya.
Rizal Saragih mengaku selama ini pihaknya sudah koordinasi kepada pihak PTPN IV untuk perbaikan jalan.
“Kita akui bahwa itu jalan kabupaten menjadi tanggungjawab kita dan segera kita bicarakan dengan pihak PTPN IV,” ucapnya. (mag05)
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya lima orang saat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Simalungun, diduga akibat kasus intimidasi yang dilakukan kelimanya kepada korban Irma Sihombing (47) warga Jalan Pematangsiantar-Medan, Simpang Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, yang terjadi pada Minggu (21/7) sekira pukul 16.00 WIB.
Kelimanya berinisial RE (45), RES (38), PSR (44), JE (48) dan EP (51) warga Lingkungan VII, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok yang saat ini sudah berada di Mapolres Simalungun guna menjalani pemeriksaan secara intensif di Unit Satuan Reskrim Polres Simalungun, Pematang Raya.
Informasi dihimpun dari pihak Satreskrim Polres Simalungun menyebutkan, kasus tersebut berawal saat sore hari di TKP yang merupakan lahan perladangan Eks Goodyear milik Pemkab Simalungun.
Korban Irma Sihombing didatangi para tersangka dengan maksud meminta ganti rugi atas lahan tanaman ubi yang ditraktor yang diklaim adalah milik Rudi Sinaga, rekan para tersangka.
Saat itulah, terjadi pertengkaran mulut antara kelima tersangka dengan Irma Sihombing hingga berujung terjadinya dugaan tindak pidana. Bahkan kejadian sore itu direkam oleh warga yang hadir saat kejadian. Dalam kejadian tersebut, diduga terjadi intimidasi terhadap korban.
“Permintaan ganti rugi di atas lahan yang diklaim milik Rudi Sinaga. Padahal faktanya Rudi Sinaga tidak pernah meminta izin kepada Irma Sihombing selaku pihak yang diberikan izin oleh Pemkab Simalungun untuk mengelola tanah itu,” kata Kasat Reskrim Polres Simalungum AKP Ruzi Gusman SIK kepada kru koran ini, Selasa (23/7) sekira pukul 11.00 WIB, via seluler.
Masih dalam keterangan Kasat Reskrim Polres Simalungun, TKP merupakan lahan perladangan Eks Goodyear yang sebelumnya dikelola oleh Kelompok Tani Makmur Jaya yang dipimpin oleh Irma Sihombing dan telah disewakan kepada pihak PT Waskita Karya, yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi parkir alat beratnya ketika proyek pembangunan jalan Tol Pematangsiantar-Tebing Tinggi berlangsung.
“Para tersangka kita sangkakan kepada tindak pidana pemerasan dan atau pengancaman atau intimidasi sebagaimana yang dipersangkakan didalam Pasal 368 atau 335 KUHPidana,” kata Ruzi Gusman.
1,2 Ha Lahan Eks Goodyear Telah Dipinjam Pakaikan ke PT Waskita Karya
Pemkab Simalungun telah meminjam pakaikan lahan seluas 1,2 hektare di lahan Eks Goodyear yang terletak di Jalan Pematangsiantar-Tebing Tinggi Km 11, Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok, kepada pihak PT Waskita Karya, dengan alasan Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa infrastruktur jalan tol Tebing Tinggi-Pematangsiantar.
Hal tersebut terungkap saat terjadinya kisruh di lahan tersebut antar sekelompok warga yang berdomisili di Kelurahan Sinaksak dengan Pengelola Tanah yang telah diizinkan Pemkab Simalungun Kelompok Tani Makmur Jaya. Hingga berakibat sedikitnya lima orang ditetapkan tersangka oleh polisi saat ini.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa berdasarkan Surat Pinjam Pakai Lahan nomor : 970/178/36-28-2/2019 dan nomor : 041/WK/D-I/JTTT-PA-TEK-2019, tanggal 17 Juli 2019, pihak Pemkab Simalungun telah memberikan pinjam kepada PT Waskita Karya ( Persero) TBK yang akan dipergunakan lahan seluas 1,2 Ha. (adi/des)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah kembali menggelar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaru itu rencananya akan dilaksanakan pada Oktober, pasca diberlangsungkannya perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II pada Agustus.
Secara alur pendaftaran, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengabarkan, tata caranya kemungkinan masih akan sama seperti seleksi CPNS di tahun sebelumnya. “Insya Allah sama,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mudzakir.
Menengok perekrutan CPNS 2018 lalu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sempat melampirkan tata cara pendaftaran secara digital melalui Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Tahun 2018. Berikut tahapannya:
Buat akun di portal https://sscn.bkn.go.id
Isi NIK, Nomor KK atau NIK Kepala Keluarga
Isi alamat e-mail aktif, password dan pertanyaan pengaman
Upload Pas Photo minimal 120 KB maksimal 200 KB
Cetak Kartu Informasi Akun
Log in ke https://sscn.bkn.go.id
Gunakan NIK dan password yang telah didaftarkan
Upload Foto Selfie
Upload foto selfie dengan memperlihatkan KTP dan Kartu Informasi Akun untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Lengkapi Biodata
Isi Biodata
Pilih instansi, jenis formasi, dan jabatan
Pelamar hanya dapat memilih 1 instansi, 1 formasi, dan 1 jabatan
Cek Resume
Pastikan bahwa data telah terisi semua dengan benar
Dan pastikan instansi, formasi, dan jabatan yang dipilih sudah benar
Kirim Data
Klik Simpan data yang telah dicek di Resume dan pastikan bahwa data tersebut terisi dengan lengkap dan benar
Data yang telah diklik Kirim tidak dapat diubah dengan alasan apapun
Cetak Kartu Pendaftaran SSCN
Cetak dan Simpan dengan baik Kartu Pendaftaran SSCN
Kartu Pendaftaran SSCN 2018 digunakan sebagai bukti telah menyelesaikan proses pendaftaran melalui SSCN. (lpt/int)
sutan siregar/sumut pos
MENANG: Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo melakukan selebrasi usai sukses mengeksekusi penalti ke gawang Persita Tangerang di Stadion Teladan, Selasa (23/7) sore. Gol dari titik putih ini menjadi penentu kemenangan PSMS atas tamunya Persita dengan skor 1-0.
MENANG: Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo melakukan selebrasi usai sukses mengeksekusi penalti ke gawang Persita Tangerang di Stadion Teladan, Selasa (23/7) sore. Gol dari titik putih ini menjadi penentu kemenangan PSMS atas tamunya Persita dengan skor 1-0.// sutan siregar/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan meraih kemenangan beruntun dalam lanjutan Liga 2 musim 2019. Mereka sukses mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 1-0 di Stadion Teladan, Selasa (23/7). Gol tunggal Ayam Kinantan dicetak Legimin Raharjo dari titik penaltin
Absennya tiga pemain, membuat pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning melakukan rotasi. Di lini depan dipasang Tambun Naibaho sebagai ujung tombak. Di lini tengah, Legimin Raharjo dipasangkan dengan Munawir Basri sebagai jenderal lini tengah.
Sedangkan di lini belakang, Afiful Huda ditandemkan dengan Andre Sitepu. Pemain naturalisasi Mohammadou Al Hadji yang selama ini menjadi tumpuan, justru tidak masuk line-up.
PSMS mengawali laga dengan buruk. Mereka sulit mengembangkan permainan. Tambun Naibaho tidak bisa bermain maksimal di lini depan. Akibatnya, sepanjang babak pertama, PSMS tidak memiliki peluang berbahaya. Mereka jastru sedikit tertekan.
Melihat situasi ini, Guring melakukan pergantian. Pada menit ke-41, Tambun diganti dengan Yuda Riski Irawan. Pergantian ini langsung membuat permainan Ayam Kinantan semakin hidup. Terbukti mereka langsung mempunyai dua peluang emas.
Pertama, pada menit ke-43, tendangan Ilham Fathoni dari luar kotak penalti terpaksa ditepis kiper Persita, Annas Fitranto. Kemudian tendangan Eki Fauji di akhir babak pertama, masih terlalu lemah meski sudah berada di depan gawang lawan. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Pada baba kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kedua tim berusaha untuk mencetak gol. Namun, serangan yang dibangun kedua tim masih gagal.
Tepat pada menit ke-73, kiper PSMS Choirun Nasirin melakukan penyelamatan dengan memblok tendangan keras pemain pengganti Persita, Candra Waskito.
PSMS memiliki peluang untuk membuka keunggulan pada menit ke-78. Sayang, tendangan bebas yang dilepaskan Legimin Raharjo hanya menerpa mistar gawang lawan.
Publik di Teladan akhirnya bergemuruh, setelah PSMS mendapat hadiah penalti. Wasit Sudirman memberikan penalti setelah Rendi Saputra dijatuhkan di kotak terlarang. Pemain Persita sempat melakukan protes. Namun wasit tetap pada keputusannya. Legimin Raharjo yang bertindak sebagai algojo sukses menjembol gawang Persita.
Gol Legimin tersebut merupakan satu-satunya dalam laga ini. Hingga laga usai, PSMS tetap menang dengan skor 1-0. Kemenangan ini membuat PSMS belum terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir. Mereka pun kini mengoleksi 16 angka dari tujuh pertandingan. Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning mengaku puas dengan hasil ini. Kemenangan ini membuktikan PSMS tidak tergantung terhadap satu pemain. Meski tanpa Natanael Siringo-ringo yang mengikuti seleksi Timnas U-22, Ayam Kinantan tetap menang.
Gurning menyebut, kemenangan ini berkat semua pemain telah menjalankan instruksi di lapangan. “Hanya Tambun Naibaho bermain kurang maksimal, sehingga diganti dengan Yuda. Ternyata masuknya Yuda membuat permainan kita menjadi hidup,” ujar Gurning.
Sementara Pelatih Persita, Widodo C Putra mengucapkan selamat kepada PSMS. Menurutnya pertandingan menarik dan seru. “Pertandingan berjalan seru. Kami juga bermain maksimal dan memberikan perlawanan kepada PSMS,” ujar Widodo.
Soal penalti, Widodo enggan berkomentar, karena tidak melihat secara jelas. “Soal penalti, saya tidak bisa berkomentar. Saya akan melihat terlebih dulu rekaman vidio,” pungkasnya. (dek)
triadi wibowo/sumut pos
KERAMBA: Keramba jaring apung (KJA) yang berada di perairan Danau Toba. Keberadaan KJA ini menjadi persoalan serius yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah.
KERAMBA: Keramba jaring apung (KJA) yang berada di perairan Danau Toba. Keberadaan KJA ini menjadi persoalan serius yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah. Triadi wibowo/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi sangat fokus soal limbah yang mencemari perairan Danau Toba. Terutama soal kerambah jaring apung (KJA), yang sampai kini masih ada di kawasan tersebut. Bahkan, Gubsu sudah meminta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi masalah ini.
“Waktu saya hadir rapat terbatas dengan presiden, masalah KJA ini sudah saya sampaikan. Bagaimana lah Danau Toba mau ramai dikunjungi wisatawan, kalau masih banyak kerambah di sana. Orang ke sana mau datang itukan, cuma mau nengok air,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/7).
Karenanya, ia meminta ada peran dari pemerintah pusat untuk membantu penertiban KJA di kawasan Danau Toba. Terlebih Danau Toba merupakan sepuluh dari destinasi pariwisata super priotas yang fokus ditangani pemerintah, untuk dapat menjadi ‘Bali Baru’.
“Ini masalah kami pak presiden. Bantu kami masalah KJA di Danau Toba,” ucap Edy mengulang pernyataannya dalam rapat terbatas pada 15 Juli lalu, yang dihadiri sejumlah gubernur di Indonesia.
Sebelumnya, pada rapat terbatas bersama presiden tersebut, Gubsu menyampaikan ada beberapan
isu strategis yang menjadi perhatian Pemprovsu dalam pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas dan super prioritas. Antara lain belum optimalnya kunjungan wisatawan ke kawasan itu.
Menurunnya kualitas lingkungan Danau Toba, diakuinya akibat limbah industri, domestik dan KJA. Belum meratanya kualitas infrastruktur jalan di kawasan Danau Toba, serta kurangnya aksesibilitas/jalan alternatif menuju kawasan tersebut.
Untuk itu, sambung dia, diperlukan strategi pengembangan pariwisata Danau Toba, yaitu optimalisasi penataan infrastruktur, fasilitas sosial dan fasilitas umum, penguatan budaya pendukung pariwisata, keberlangsungan ekologi Danau Toba, peningkatan kualitas lingkungan, pengendalian penduduk, serta prioritas APBD dan peran serta APBN.
Terkait peningkatan infrastruktur, Gubsu juga mengatakan, akan diimplementasikan melalui pembangunan tol Medan–Tebingtinggi–Siantar–Parapat. Pembangunan outer ringroad Samosir, pengembangan Bandara Kualanamu dan Silangit-Sibisa. Pengembangan pelabuhan dan memperlancar rute jalan ke Danau Toba.
Sedangkan untuk fasilitas umum dan sosial, akan dibangun fasilitas ibadah (musala), restoran/kuliner halal, tourism information centre (Tic) dua buah/kabupaten sekitar Danau Toba, toilet bersih (1 buah tiap jarak 5 km), parking area di setiap objek wisata, hotel bintang, serta kios souvenir atau centra UKM.
Pelestarian budaya pendukung pariwisata, kata Edy, akan dilakukan melalui peningkatan pendidikan formal dan nonformal kepariwisataan, pelestarian cagar budaya, penguatan hospitality/pelayanan kepada wisatawan, dan pendidikan guide/pemandu wisata.
Untuk pelestarian lingkungan (ekologi), terangnya, diimplementasikan melalui peningkatan kualitas air danau dengan pengurangan KJA, pengendalian limbah domestik (pemukiman), pengendalian limbah industri, pengendalian sampah dan pengendalian kerusakan hutan.
Selain itu, terkait ketersediaan lapangan kerja akan diutamakan penduduk lokal juga akan dilakukan pemberdayaan peningkatan organisasi kemasyarakatan, bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat terhadap sadar wisata.
“Pemprov Sumut juga menjadikan strategi pengembangan kawasan Danau Toba dalam pembangunan Sumut melalui prioritas APBD, peranan APBN, CSR dan investor,” pungkasnya.
Pemerintah Subsidi Tarif Bus
Sementara, untuk menjaring wisatawan, pemerintah akan memberikan subsidi untuk layanan transportasi bus menuju pariwisata Danau Toba. “Kita subsidi untuk kendaraan-kendaraan bus yang nanti akan layani masyarakat termasuk turis ke Danau Toba di beberapa tempat,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di Jakarta, kemarin.
Nantinya, kata Budi, ada 15 rute bus yang akan dioperasikan Perum Damri menuju destinasi pariwisata Danau Toba. “Yang menuju Danau Toba totalnya ada 15 rute Damri, nanti penugasannya Damri,” ujar Budi.
Dana yang akan dikeluarkan Ditjen Perhubungan Darat untuk subsidi tersebut yakni sebesar Rp2 miliar dan berlaku selama satu tahun. “Kita hanya men-support dananya saja. Dananya sekitar Rp2 miliar untuk satu tahun, sedikit,” tutur Budi.
Pada kesempatan yang sama Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Chandra Irawan menambahkan, pihaknya juga akan membangun 12 dermaga di Danau Toba hingga 2020. Dermaga itu sebagai akses menuju destinasi wisata tersebut.
Dari 12 dermaga tersebut, di tahun 2019 ini akan diselesaikan dan dioperasikan satu dermaga. Lalu, di tahun 2020 akan rampung lima dermaga baru di kawasan Danau Toba. “Jadi enam yang selesai sampai tahun 2020. Tahun ini satu, tahun depan lima,” imbuh Chandra.
Dana yang dikucurkan dari Ditjen Perhubungan Darat untuk pembangunan 12 dermaga tersebut sekitar Rp262 miliar. “Sampai tahun 2020 sekitar Rp 262 miliar,” pungkas Chandra.
Grab: Masih Dalam Diskusi
Terkait promisi dan paket wisata Danau Toba di aplikasi Grab, saat ini masih dalam diskusi antara pemerintah dengan manajemen Grab. Namun, pihak Grab mendukung sepenuhnya dan ikut serta memperkenalkan pesona keindahan Danau Terbesar di Asian itu kepada publik. “Yang saya sampaikan ini, masih dalam diskusi,” ungkap Head Of Area Grab Sumatera, Anindita Rangkuti saat dikonfirmasi Sumut Pos di acara Diskusi Fitur Keamanan Bagi Mitra Grab berlangsung di Hotel Santika Medan, Selasa (23/7) siang.
Anindita mengungkapkan, Grab bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan MoU untuk membicarakan dan bersama-sama untuk memajukan Pariwisata Danau Toba ke depannya. “Ada Pak Luhut dan Presiden kita dari Grab, MoU untuk sama-sama memajukan dunia pariwisata. Untuk detail masih dalam diskusi kita lah,” jelas Anindita.
Tidak di Danau Toba saja, Grab mengaku ikut berkontribusi untuk perkembangan pariwisata di Tanah Air ini. Dengan meluncurkan jelajah Indonesia untuk mengampanyekan potensi pariwisata Indonesia, yang sudah dilaunching sejak Oktober 2018, lalu. “Ini layanan untuk sewa Grab Car dengan jangka waktu tertentu dari 2 jam, 4 jam dan 6 jam dan 12 jam. Kita memiliki Grab Car Airport yang kita luncurkan di Kualanamu baru-baru ini, langsung 7 airport,” sebut Anindita.
Melalui layanan di platfrom, ia mengatakan, Grab mendukung wisatawan untuk mendapatkan sewa Car dengan harga terjangkau sesuai kebutuhan, termasuk mendukung perjalanan wisatawan untuk mendatangi sejumlah objek wisata yang akan dikunjungi. “Kalau rental, sangat mensuprot tourism-nya, jalan-jalan ke mana akomodasi dan transportasi. Grab Fren, yakni Grab rental. Kita baru rental dan airport yang masih kita suprot, titik utama wisatawan dalam pelayanan,” tuturnya.
Untuk di kawasan Danau Toba, Grab sudah hadir di Kota Pematangsiantar dengan akses menuju Parapat, Kabupaten Simalungun, Balige di Kabupaten Toba Samosri (Tobasa) dan titik utama di Bandara Silangit Internasional Airport, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dengan akses menuju sejumlah objek wisata di Danau Vulkanik Terbesar di Dunia itu.
“Kita mendukung potensi yang sangat besar itu. Ada 4 prioritas untuk pariwisata Indonesia. Kenapa dibuka titik utama itu. Karena kita mendukung menyediakan fasilitas transportasi bagi tourismnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan ?mengatakan Grab dan Gojek ikut serta dalam mempromosikan Danau Toba di Platform transportasi online itu dengan akan menyediakan pelayanan paket wisata di Danau Toba. “Grab dan Gojek juga mau.
Jadi mereka bikin paket dua, tiga, empat hari sekaligus menggunakan Platfrom mereka mempromosikan (Danau Toba),” kata Luhut dalam memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) Tindaklanjut Pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba, Senin (22/7) kemarin.(prn/gus/bbs)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, Selasa (23/7). Budi yang mengenakan baju dinas Aparat Sipil Negara (ASN) berwarna cokelat muda itu diperiksa terkait pengembangan penyidikan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar.
Budi Utari datang mengendarai mobil kijang innova warna hitam BK 610 NR. Ketika dihadang wartawan untuk memintai tanggapannya soal pemeriksaan itu, orang nomor tiga di Pemko Pematangsiantar ini irit bicara.
“Iya saya sedang diperiksa ini, nanti saja usai pemeriksaan kita lanjuti lagi,” katanya sambil meninggalkan wartawan, Selasa (23/7) siang.
Ditektur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana Putra mengatakan, Utari diperiksa kurang lebih 7 jam sejak pagi. “Informasinya yang bersangkutan diperkirakan tadi datangnya jam 10-an pagi. Statusnya masih saksi. Dia keluar jam 5 sore tadi,” terang Rony.
Setelah selesai menjalani pemeriksaan ini, Rony menyebut, Sekda Kota Pematangsiantar itu bisa saja dipanggil lagi dan boleh jadi statusnya berubah bukan lagi saksi. “Tergantung perkembangan penyidikan, bila memang yang bersangkutan dipanggil lagi untuk diperiksa, pasti kita panggil lagi. Begitu juga statusnya. Tapi untuk sekarang, statusnya masih saksi,” ucap dia.
Untuk Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah, sebut dia, akan dipanggil penyidik pada pekan depan. Pemeriksaan orang nomor satu di Siantar ini juga masih terkait dengan OTT di Kantor BPKAD Pematangsiantar. “Minggu depan, kita menjadwalkan Hari Senin,” kata dia.
Seperti diketahui, Polda Sumut menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap Wali Kota dan Sekda Pematangsiantar. Pemanggilan kedua pejabat kota itu terkait pengembangan penyidikan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pegelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pematangsiantar. (dvs)