31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5197

Jamaah Calon Haji Tertua dan Termuda di Kloter 1 Asal Kota Medan, Jaliyah Menunggu 20 Tahun, Habib 8 Tahun

agusman/sumut pos TERMUDA: Habib Suwanda Siregar (tengah) bersama kedua orangtuanya saat antre pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).
agusman/sumut pos TERMUDA: Habib Suwanda Siregar (tengah) bersama kedua orangtuanya saat antre pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).
TERMUDA: Habib Suwanda Siregar (tengah) bersama kedua orangtuanya saat antre pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).
Agusman/sumut pos
TERMUDA: Habib Suwanda Siregar (tengah) bersama kedua orangtuanya saat antre pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jamaah calon haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Medan, mulai masuki Asrama Haji Medan, Kamis (11/7). Dari 393 jamaah, terdapat dua jamaah tercatat sebagai termuda dan tertua di kloter ini. Habib Suwanda Siregar (20), sebagai jamaah termuda, dan Jaliyah (98), sebagai jamaah tertua.

SEMANGAT Jaliyah untuk menunaikan rukun Islam kelima tidak pernah berhenti. Meski usianya kini 98 tahun, dia tetap bersemangat untuk menjalankan perintah Allah Swt ke Tanah Suci, Makkah. Ibu dari 14 orang anak ini bergabung dengan rombongan jamaah calon haji lainnya yang berjumlah 393 jamaah asal Kota Medan. Jaliyah gabung ke dalam kloter I yang berangkat hari ini, Jumat (12/7) sore pukul 18.55 WIB. Dan akan dilepas Gubernur Sumut Letjen (Purn) Edy Ramahyadi di Asrama Haji Embarkasi Medan.

Meski menggunakan kursi roda, Jaliyah sangat bahagia karena impiannya berangkat ke Tanah Suci tercapai. “Saya senang, 20 tahun menunggu sekarang bisa menjalankan perintah Allah untuk melaksanakan rukun Islam kelima,” ucap Jaliyah di Asrama Haji Medan, Kamis (11/7).

Dia mengaku sudah mempersiapkan fisiknya, baik kesehatan dan lainnya, untuk tawaf di Makkah dengan didampingi anaknya yang ikut juga sebagai jamaah calon haji. Keluarganya juga sangat bangga melihat kemauannya menunaikan ibadah haji dengan kondisi yang sudah tua. “Bangga sebagai anak, bisa mendampingi orangtua menjalankan ibadah haji ke Makkah,” tambah Roihana, anak Jaliyah.

Dia mengaku, orangtuanya berangkat ke Tanah Suci dengan menabung dan dibantu anak-anaknya yang sudah mapan, serta ikut mengantar ke Asrama Haji Embarkasi Medan. “Doakan menjadi Hajjah Mabrur,” tandasnya.

Sedangkan calon jamaah termuda, Habib Suwanda Siregar (20), berangkat ke Tanah Suci ditemani kedua orang tuanya. Saat ditemui Sumut Pos, mahasiswa semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU ini, menungggu giliran untuk pemeriksaan kesehatan di Aula Jabal Nur.

Menjadi salah satu jamaah termuda, pemuda ini tidak merasa canggung menjalankan rukun islam yang kelima. Warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas ini, justru senang bisa mendampingi orangtuanya ke Mekkah. “Kita ‘kan sudah manasik kemarin, jadi diajarilah cara-cara beribadah di sana. Memang banyak jamaah-jamaah yang tua, tapi kita kamarin sudah saling tegur sapa dan sebagian udah kenal,” ujarnya kepada Sumut Pos, Kamis (11/7).

Habib mendaftar haji sejak tahun 2011 lalu, saat dia masih duduk di Kelas 1 SMP. Kesempatan yang tidak datang untuk kali kedua ini, akan dimanfaatkannya dengan berdoa dan beribadah selama di Makkah. Dengan harapan, setiap doa-doanya akan dijabah Allah SWT. “Apalagi Indonesia kan baru siap Pemilu, doa saya semoga Indonesia ‘baldatun toyyibatun warabbun ghafur’. Supaya negara indonesia kita damai dan aman,” imbuhnya.

Diakuinya, dia terpaksa cuti kuliah untuk bisa menjalankan ibadah haji menemani kedua orang tuanya. “Teman-teman saya sewaktu saya beri tahu, juga sempat terkejut. Nggak nyangka saya akan menjalankan rukun Islam yang kelima ini. Ada juga yang memberikan ucapan selamat,” pungkasnya.

Ternyata, anak ketiga dari tiga bersaudara ini, merupakan anak dari pasangan Ganda Mada Siregar SH (57), ASN Dinas Perizinan Kota Medan dan Erna Susiana (50), anggota Polri yang bertugas di Keselamatan dan Keamanan Ditlanlantas Polda Sumut.

Erna Susiana, Polwan berpangkat Aiptu mengaku bersyukur bisa bersama suami dan anaknya, menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Penantian panjang selama 8 tahun ini, menjadi jawaban atas kesabarannya selama ini. “Alhammdulillah, kami bersyukur bisa berangkat bersama keluarga. Harapannya, semoga haji kami ini menjadi yang mabrur dan mabrurah bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, ia mengikutsertakan anaknya ke Mekkah, semata-mata agar menjadi orang yang bertanggungjawab ke depannya. “Kakak-kakaknya ada, mungkin ini rezeki dia (Habib) ya,” ucapnya.

Senada, dikatakan Ganda Mada Siregar, ia berharap tidak mendapatkan hambatan selama menjalankan ibadah haji di Mekkah. Dia berharap kepada putranya itu, nantinya dapat menghindari dari hal-hal yang negatif. “Doa saya juga, semoga anak-anak saya cepat mendapatkan jodoh,” tandasnya.

Diketahui, sebanyak 393 calon jamaah haji (Calhaj) ditambah 5 petugas yang tergabung dalam kloter 1 asal Medan, berangkat menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah haji, Jumat (12/7) sore. Rencananya pemberangkatan kloter 1 dilepas Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Kakanwil Sumut Iwan Zulhami dan lainnya di aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, pukul 18.55 WIB.

Minta Kepala Kemenag Sumut Dicopot

Anggota Komisi VIII DPR RI dari PPP Lukman Hakim Hasibuan merekomendasikan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mencopot Kepala Kanwil Kemenag Sumut Iwan Zulhami untuk dicopot dari jabatannya. Lukman Hakim mengaku sangat kecewa melihat Iwan Zulhami tidak tepat waktu hadir di Asrama Haji Medan.

“Sudah dua kali kami hadir dengan 12 orang rombongan dari Jakarta, Kakanwil juga tidak memberikan pelayanan yang baik. Sehingga sudah sewajarnya adanya pergantian jabatan untuk Kakanwil Kementerian Agama Sumut,” tegas Lukman Hakim Hasibuan bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang usai melakukan kunjungan di Asrama Haji Embarkasi Medan, Kamis (11/7) siang.

Dia tidak menginginkan pelayanan yang ada di Asrama Haji Medan ini tidak baik dan masih banyak yang harus dibenahi untuk memenuhi keinginannya jamaah calon haji Sumut. Sehubungan dengan itu, pihak pengelola Asrama Haji Medan juga secepatnya melakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk tamu Allah SWT yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Sementara itu, Ketua Komisi 8 DPR RI Marwan Dasopang mengatakan, proses penerimaan jamaah calon haji masih sesuai prosedur, apalagi ini Kloter I asal Medan, jamaahnya agak mandiri dan diantar langsung keluarga. Namun, kehadiran keluarga jadi hambatan tidak bisa di portal.

“Ini perjalanan sakral, duyufurrahman, tapi ada kejutan budaya tidak semua jamaah sudah melakukan perjalanan jauh, dan ada lonjakan psikologis. Jadi, butuh bimbingan seperti bagaimana ketika naik pesawat,” ujarnya.

Karena itu, Marwan berharap, agar proses pelayanan jangan sampai membuat jemaah merasa lelah baik fisik dan psikologis. Sehingga jemaah merasa dilayani.

Dalam peninjauan itu, Marwan juga menyoroti persoalan pendataan saat jamaah masuk ke ruang penerimaan di Jabal Noor. Ia menginginkan agar pendataan tidak orang per orang namun diwakili satu orang saja. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi penumpukan dibagian pendataan.

Marwan juga menyinggung masalah koper jemaah yang diberikan pihak Garuda. Karena, informasi yang diperolehnya dari jemaah yang bukan Embarkasi Medan, koper yang diberikan koyak dan pecah.

“Koper koyak itu dilapisi jaring tapikan itu tidak boleh. Apalagi kalau jemaah pulang, tasnya pasti penuh, kopernya itu bisa pecah. Saya melihat, ada kekurangan dalam kualitas kopernya,” tukasnya. (man/bbs)

Oknum Polrestabes Medan Merampok

DIVA/SUMUT POS JELASKAN: Wadireskrimum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak menjelaskan terkait anggota Polri terlibat perampokan di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).
DIVA/SUMUT POS JELASKAN: Wadireskrimum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak menjelaskan terkait anggota Polri terlibat perampokan di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).
JELASKAN: Wadireskrimum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak menjelaskan terkait anggota Polri terlibat perampokan di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).
DIVA/SUMUT POS
JELASKAN: Wadireskrimum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak menjelaskan terkait anggota Polri terlibat perampokan di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ditreskrimum Polda Sumut meringkus 4 pelaku sindikat perampokan dengan modus mengaku sebagai polisi. Salah satu pelaku merupakan anggota Polri aktif yang bertugas di Polrestabes Medan.

WADIRKRIMUM Polda Sumut AKBP Donald Simanjuntak mengatakan, penangkapan komplotan ini berawal dari laporan korban M Imam Syahfii (28).

Pengaduan warga Jalan H Jalal, Gang Tabah, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Sergai itu diterima dengan nomor LP/1709/K/VI/2019/SPKT Percut.

Dalam laporannya, korban yang merupakan juru parkir mengaku kalau pelaku merampas sepedamotornya sambil menodongkan senjata air soft gun.

“Pada 28 Juni 2019, korban yang sedang bekerja didatangi oleh para pelaku menggunakan mobil minibus warna silver. Kemudian para pelaku mengaku polisi,” sebut Donald, Kamis (11/7).

Korban yang sedang duduk diatas sepeda motornya dituduh sebagai bandar narkoba. “Sambil mengancam korban dengan air soft gunt,” kata dia.

Dengan tangan diborgol dan kepala ditutupi dengan goni, korban dimasukan ke mobil. Sementara sebagian pelaku membawa motor milik korban.

“Kemudian korbannya diturunkan di Lapangan Ladon Kawasan Kecamatan Percut Sei Tuan,” sebut mantan Kapolres Binjai.

Merasa tidak pernah berkecimpung dalam sindikat narkoba dan merasa dirugikan, korban membuat laporan ke Poldasu.

“Setelah laporan itu, kita (Subdit III Ditreskrimum) melakukan penyelidikan. Kita dapat informasi salah satu pelaku atas nama Andi Syahputra (30) warga Jalan Pelikan Percut Sei Tuan berada di Jalan Asia Medan. Kemudian polisi melakukan pengejaran dan menangkap pelaku,” ujarnya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap dua pelaku lagi di Pasar V Tembung.

Keduanya, Muda Remaja Parlis alias Parlis (37) warga Jalan Wasano Medan Timur dan Gokroha Saut Sangkapta Manalu (37) warga Jalan Garuda Kecamatan Percut Seituan.

Belakangan diketahui, Gokroha merupakan anggota Polri aktif yang berdinas di Polrestabes Medan

“Kemudian kita interogasi dari dua pelaku, kemudian kita menangkap seorang lagi pelaku bernama M Rahul (26) warga Jalan Mayjend Sutoyo Kecamatan Medan Barat. Tersangka Rahul kita tangkap di rumahnya,” tukasnya.

Dari penangkapan Rahul, polisi menyita dua pucuk senjata airsoft gun dari rumahnya. “Senjata ini digunakan pelaku beraksi,” terang dia.

Saat ini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku (S dan B) serta penadah.

“Untuk sementara laporannya masih satu orang, masih kita telusuri lagi apakah ada korban lainnya,” terang dia. Masih menurut keterangan Donald, peran masih-masing pelaku berbeda.

“Keempat pelaku yang kita tangkap ini ikut serta menangkap korban yang hendak diperas. Sedangkan dua orang pelaku yang masih buron perannya mencari target (korban),” kata dia.

Untuk para pelaku, dikenakan pasal 365 ayat 1 dan 2 dengan ancaman 12 tahun penjara.(dvs/ala)

59 Kg Sabu Gagal Edar, 4 Kurir Ditembak, Polda Sumut Ungkap Sindikat Narkotika Internasional

DIVA/SUMUT POS PAPARKAN: Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin memaparkan tersangka beserta barang bukti sabu seberat 59 kg di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).
DIVA/SUMUT POS PAPARKAN: Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin memaparkan tersangka beserta barang bukti sabu seberat 59 kg di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin memaparkan tersangka beserta barang bukti sabu seberat 59 kg di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).
DIVA/SUMUT POS
PAPARKAN: Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin memaparkan tersangka beserta barang bukti sabu seberat 59 kg di Mapolda Sumut, Kamis (11/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berhasil mengungkap upaya penyelundupan 59 kg sabu dari luar negeri ke wilayah Sumut. Puluhan kg sabu tersebut sebelumya masuk dari Malaysia setelah dipasok dari Taiwan, Myanmar,dan China.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan, dari 59 kg sabu tersebut turut mengamankan 7 tersangka. Mereka masing-masing berinsial RS, A, MAA, R alias T, J, S dan H.

“Dari ketujuh tersangka, 4 di antaranya (RS, MAA, S dan H) harus diberi tindakan tegas di kakinya karena berupaya melarikan diri,” ungkapnya kepada wartawan didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (11/7).

Dijelaskan Hendri, penangkapan pertama dilakukan terhadap RS di Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah, Minggu (27/6) pukul 12.00 WIB. Tepatnya di rumah makan Simpang Raya.

Darinya diperoleh barang bukti 3 kg sabu yang dikemas dalam plastik teh warna hijau emas Guanyinwang.

“Hasil interogasi, diketahui bahwa RS berangkat dari Tanjungbalai bersama tersangka A menggunakan kereta api. Sehingga dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap A di Hotel Transit Jalan Gajah Mada, Petisah,” jelasnya.

Saat diperiksa, RS dan A mengaku masih ada menyimpan 7 bungkus sabu lagi di Tanjungbalai. Selanjutnya petugas langsung berangkat ke Tanjungbalai dan menemukan 7 Kg sabu berbungkus teh China merk Guanyingwang.

“Tersangka A mengaku menerima 10 kg sabu itu dari orang yang tidak dikenal atas suruhan U (DPO) di daerah Bagan Asahan,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut Hendri, saat dilakukan pengembangan di kota Tanjungbalai, RS mencoba melarikan diri sehingga polisi melumpuhkannya dengan memberikan tembakan di kaki.

Lebih lanjut Hendri menyampaikan, dari hasil keterangan RS dan A, petugas kembali melakukan pengembangan. Sehingga berhasil menangkap MAA di Jalan Mesjid I Desa Sekip Lubuk Pakam, Minggu (7/7) sekira pukul 01.00 WIB.

Darinya diperoleh 5 Kg sabu yang dibungkus kemasan Chines Tea Gift warna merah.

“Namun pada saat pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, MAA mencoba melarikan diri sehingga harus diberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kanannya,” ujarnya.

Selanjutnya, dari hasil interograsi dan analisa kasus MAA, petugas kembali melakukan pengembangan dengan menangkap tersangka R alias T dan J di Jalan Iskandar Muda, Medan Baru, Senin (8/7) sekira pukul 17.00 WIB.

Dari keduanya didapat 2 goni plastik berisikan 40 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 40 Kg.

Kepada polisi keduanya mengaku, bahwa S dan H memiliki narkotika jenis sabu di Jalan Ring Road/Gagak Hitam Medan. Kuranglebih pukul 20.00 WIB, keduanya berhasil ditangkap bersama 1 goni plastik berisikan 4 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 4 Kg.

“Pada saat pengembangan, tersangka S dan H mencoba melarikan diri, sehingga angggota memberi tindakan tegas terukur di kaki sebelah kiri mereka,” tegasnya.

Atas perbuatannya, ujar Hendri, ketujuh tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancamannya berupa hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (dvs/ala)

Sidang Bandar Sabu Ame Cs, Emosi Debat Hakim

Debat
Debat

BINJAI, SUMUTPO.CO – Jalannya persidangan terdakwa bandar sabu, Suarni alias Ame dan kawan-kawan berjalan alot. Pukul 15.00 WIB, Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi membuka sidang di Ruang Cakra PN Binjai. Sekitar pukul 16.30 WIB, sidang baru berakhir.

Selama persidangan, Ame terus berkelit. Bahkan, isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terus dibantahnya.

Ketiga terdakwa masing-masing Suarni alias Ame, Juna Irawan dan Suratman alias Kutil terus membantah isi BAP. Bahkan, Juna dan Kutil terus berdalih tak ingat selama persidangan.

“Kau (terdakwa) jangan belit sana belit sini,” ketus JPU Perwira.

Menurut JPU, Ame mau melakukan transaksi sabu atas petunjuk Pohan (DPO). Namun lagi-lagi, pernyataan JPU yang membacakan isi BAP pun ditepis Ame.

Dalam sidang sebelumnya, tiga terdakwa menyatakan, barang bukti sabu yang dikemas dalam kotak lampu itu dibawa oleh seseorang yang diletakan di hadapan mereka. Namun pada sidang kali ini, terdakwa menjawab tak tahu siapa yang meletakkan.

Keterangan ini menunjukkan para terdakwa terus berkelit dan berupaya mengaburkan fakta persidangan. Menurut Ame, waktu penangkapan dirinya ada dianiaya.

“Dipukul pakai sendal, pakai aqua,” ujar Ame yang pernah dihukum 4 tahun 3 bulan ini.

Namun Ame tak dapat berkilah saat dua paket sabu yang ditemukannya dalam lemari baju. Menurut Ame, dua paket sabu dibeli dari orang Stabat.

Perdebatan antara terdakwa dan hakim kian panas. Karenanya, hp milik Ame yang dijadikan barang bukti tengah berupa dibuka kodenya untuk melihat isi percakapan dalam layanan pesan singkat.

“Untuk Juna ya. Apa kerjaanmu?” tanya Hakim Dedy.

“Bawa becak pak,” jawab Juna.

“Bawa becak atau bawa sabu kau?” timpal Hakim Dedy.

Majelis hakim menilai, Juna yang pernah divonis 8 bulan kasus narkoba merupakan seorang kurir. Hasil penelusuran dalam layanan SMS telepon genggam warna hitam milik Juna, isi pesannya berkaitan dengan pengantaran sabu.

“Ada yang minta sekalian diantarkan kaca, ada. Mancis lagi. Kau antar sabu setengah Juna, nanti sore kukasih duitnya. Ada isi SMS begitu,” tegas Hakim Dedy.

Pun tetap saja, Juna menjawab tak tahu isi SMS itu dari siapa dengan nomor telepon selular belakangnya 7049. “Enggak ingat saya pak. Benar itu hp saya,” kata Juna.

“Kau boleh bantah, tapi nanti makin berat hukumanmu. HP lain juga sedang diupayakan untuk dibuka,” ujar Hakim Dedy sembari mengangkat HP warna biru milik Ame.

Giliran Ame yang ditanya soal puluhan plastik klip yang ditemukan dalam rumahnya. Namun lagi-lagi Ame membantah kalau plastik klip itu bukan miliknya.

Ame berdebat dengan Hakim Dedy. Padahal Hakim Dedy berupaya berbicara dengan santai. “Aku disuruh Pohan suruh tunggu dekat rumah. Cuaca panas, mending saya berteduh di bawah pohon. Sok lugu bapak ini,” cetus Ame dengan nada tinggi.

Sidang pun diskors akibat emosi Ame selama 10 menit. Skors dicabut. Hakim kembali mencecar Juna. Menurut majelis, isi pesan dalam HP milik Juna berkaitan dengan pemesanan sabu.

“Ada isi pesan lagi kau sama Kutil hati-hati. Jangan kau permainkan barang itu,” kata Hakim Dedy.

“Di sini diharap kalian jujur. Kejujuran lebih baik. Ada yang mau bantah, silahkan. Itu hak kalian,” tambah Dedy.

Usai pemeriksaan terdakwa, majelis hakim meminta agar kuasa hukum menghadirkan saksi yang meringankan. Dua saksi pun maju ke kursi pesakitan dan duduk di hadapan majelis hakim. (ted/ala)

Makanan Halal di Luar Angkasa

NET Hazza Al Mansoori
NET
Hazza Al Mansoori

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan menawarkan makanan halal kepada astronot Uni Emirat Arab pertama, Hazza Al Mansoori, yang akan terbang pada 25 September 2019.

“Hidangan halal yang cukup untuk perjalanan selama delapan hari diharapkan siap pada pertengahan Agustus mendatang. Makanan tersebut akan berupa makanan tradisional arab yang dikemas ke dalam kaleng berupa balaleet, bihun manis, ikan asam manis, dan madrouba,” Demikian yang disampaikan oleh perusahaan Rusia yang khusus memproduksi makanan untuk astronot,’Space Food Laboratory’.

Astronot muslim dan dua rekannya dari ‘Eskpedisi ISS 61’ akan terlibat dalam pengamatan bumi, pengalaman pencitraan, melakukan komunikasi dengan stasiun bumi, berbagi informasi dan mendokumentasikan data biologis yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari para astronot di ISS.

Al Mansoori akan menjadi astronot muslim ke-6 yang mengunjungi ISS dan menjadi muslim ke-11 yang mengunjungi luar angkasa. Mantan pilot UEA juga akan memberikan tur ISS dalam bahasa arab.

Pria berusia 31 tahun ini akan menaiki pesawat ruang angkasa Soyuz MS-15 yang mana akan ditemani bersama kosmonot Rusia, Oleg Skripochka, dan astronot Amerika, Jessica Meir.

Pesawat ruang angkasa akan diluncurkan dari pelabuhan antariksa pertama dan terbesar di dunia, Baikonur Cosmodrome, yang terletak di negara muslim yaitu Kazakhstan.

Selain Al-Mansoori, muslim lain yang terlibat dalam misi ini adalah Sultan Niyadi, seorang insinyur telekomunikasi di Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC), yang merupakan salah satu dari tiga kru cadangan di Soyuz MS-15.

Ada beberapa upaya oleh badan antariksa di negara Muslim untuk mengatasi perkara ibadah para astronot Muslim di luar angkasa.

Misalnya, Badan Antariksa Nasional Malaysia (ANGKASA) mensponsori konferensi 150 ilmuwan dan cendekiawan Muslim untuk membahas masalah kiblat yang harus ditentukan ketika seseorang berada di luar angkasa.

Konferensi yang diadakan pada April 2006, menyimpulkan bahwa astronot harus menentukan kiblat sesuai dengan kemampuan mereka. Bersamaan dengan hasil konferensi, sebuah dokumen di produksi pada awal 2007 dengan judul: ‘Pedoman Melakukan Ibadah di ISS’ dan sudah disetujui oleh Dewan Fatwa Nasional Malaysia.

Dokumen tersebut berfokus pada aspek-aspek terperinci tentang salat, puasa, dan wudhu di samping ritual Islam lainnya yang harus dilakukan oleh astronot Muslim di ruang angkasa setiap hari. (ok/ram)

Sosialisasi Kearsipan Pemko Tebingtinggi, Umar Zunaidi: Jangan Anggap Enteng Arsip

SOPIAN/SUMUT POS SOSIALISASI: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Dr Andai Kasman saat membuka sosialisasi kearsipan.
SOPIAN/SUMUT POS
SOSIALISASI: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Dr Andai Kasman saat membuka sosialisasi kearsipan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan para pimpinan OPD di lingkungan pemerintahan, agar tidak menganggap enteng masalah kearsipan.

“Sebab, arsip menentukan akuntabilitas suatu kebijakan dan keterkaitan dengan informasi publik,”kata Umar Zunaidi saat membuka sosialisasi Kearsipan di lingkungan Pemko Tebingtinggi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip, di gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo, Kamis (11/7).

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan selama dua hari ini, menurut Umar Zunaidi, memelihara atau menyusun arsip dengan baik akan menyelamatkan diri sendiri dari kebijakan yang berimplikasi dalam kasus hukum pidana atau perdata.

Untuk itu, lanjut wali kota, berharap kepada semua OPD agar mempersiapkan ruangan beserta arsiparisnya yang mengurusi.

“Ke depan diharapkan masalah kearsipan di lingkungan Pemko Tebingtinggi dapat tertata dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, Dr Andai Kasman Deputi Kearsipan dari kearsipan Nasional RI, yang dihadirkan sebagai narasumber menjelaskan, bahwa peran arsip sangat penting, apalagi saat ini banyaknya informasi Hoaks.

Akibatnya, hal-hal yang tidak benar bisa jadi benar jika didukung oleh orang banyak. Untuk menentang Hoaks tersebut, arsip menjadi barang bukti otentik suatu informasi.

“Saat ini ada 800.000 situs di Indonesia menyebarkan Hoaks. Dan arsip yang bisa menjadi alat pembuktian dan punya peran penting untuk menangkalnya,”terang Andai. (ian)

Pungli Intensif Pemungutan Pajak, Poldasu OTT di BPKD Siantar

OTT-Ilustrasi
OTT-Ilustrasi

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pematangsiantar dengan barang bukti Rp186 juta, Kamis (11/7).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, OTT yang dilakukan di kantor BPKD Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, mengamankan Tangi M D Lumban Tobing, honorer BPKD Siantar, Lidia Ningsih sebagai staf Bidang Pendapatan 2 BPKD Siantar, dan Erni Zendrato selaku bendahara pengeluaran BPKD Siantar.

“OTT dilakukan terkait pungutan liar (pungli) atas pemotongan pemberian uang insentif pemungutan pajak daerah milik pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Kota Pematangsiantar sebesar 15 persen dari uang yang diterima triwulan II tahun 2019,” terang Tatan.

Dari pelaksanaan OTT tersebut, sambung Tatan, diamankan sementara uang sebesar Rp186.000.000. Petugas Unit Tipikor Polda Sumut juga mengamankan atau memeriksa 16 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait pungli tersebut. (dvs/han)

Bupati Langkat akan Mutasi Pejabat Eselon II

Ilustrasi
Ilustrasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengaku akan melakukan penyegaran/mutasi pejabat secara berkala untuk pejabat eselon II sesuai peraturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan bupati pada sidang paripurna membahas LKPj APBD tahun 2018 di DPRD Langkat, Kamis (11/7) siang, dengan agenda menjawab pandangan fraksi Partai Demokrat, terkait penempatan Kadis dan jajarannya berdasarkan pendidikan dan SDM guna perencanaan kerja dapat mencapai sasaran.

Di hadapan Ketua DPRD Langkat, Surialam, Bupati Langkat Terbit Rencana PA juga menyampaikan akan membahas dan menindaklanjuti saran-saran dan imbauan anggota dewan.

Menjawab pandangan Fraksi Golongan Karya, terkait hasil pemeriksaan BPK masih memperoleh WDP, Terbit Rencana mengatakan bahwa Pemkab Langkat sejak 2011 telah berupaya melakukan pendataan dan pembenahan seluruh aset Pemkab Langkat. Namun masih ada saja terdapat kelemahan pada beberapa SKPD dalam pengisian data aset tetap.

Kemudian melanjuti pandangan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih terkait opini WDP, Bupati menjelaskan, bahwa Pemkab Langkat sedang mengupayakan peningkatan opini dan meminimalisir temuan, melalui Inspektorat dengan lebih mengoptimalkan pelaksanaan Review atas LKPD, dengan meningkatkan kompetensi APIP laporan keuangan Pemkab Langkat.

“Sedangkan untuk hal-hal yang belum terungkap dalam jawaban ini, dapat dikordinasikan lebih lanjut melalui rapat-rapat secara terpadu,”pungkasnya.

Sementara, Ketua DPRD Langkat Surialam, menerangkan, rapat berdasarkan PP No.12 Tahun 2018 pasal 19 dan peraturan DPRD Langkat No.28 Tahun 2018, tentang tata tertib DPRD Langkat.

“Setelah mendengarkan jawaban dari Bupati Langkat atas jawaban pandangan umum anggota DRPD Langkat, akan dilanjutkan pembahasan antara Badan Anggaran DPRD Langkat dengan Pemkab Langkat, dan rapat di skoor sampai dengan rapat Paripurna berikutnya, tentang pengesahan/persetujuan Ranperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD TA 2018, menjadi peraturan daerah yang dilaksanakan pada 16 juli 2019 mendatang,”tandasnya.

Pada kesempatan itu, Surialam juga menyampaikan, berdasarkan surat DPC partai Demokrat Langkat No.068/DPC-PD/LKT/VI/2019 tanggal 27 juni 2019, di umumkan pergantian ketua fraksi partai Demokrat yang semula dijabat almarhum H Faisal Haq digantikan H Agus Salim SE. (bam/han)

Truk CPO Terjun ke Jurang

Ilustrasi
Ilustrasi

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Truk tangki bermuatan Crude Palm Oil (CPO) terjun ke jurang sedalam 250 meter saat melintas di Jalan Nasional Sidikalang-Medan, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Rabu (10/7) pukul 22.00 WIB.

Akibatnya, sopir truk tangki CPO bernama Rasmin (43) warga Dusun I, Desa Alur Gadung, Kabupaten Langkat, tewas di tempat.

Menurut Kapolres Dairi AKBP Erwin Siahaan melalui Kasubbag Humas Ipda Donni Saleh, kecelakaan tunggal tersebut berawal saat truk tangki CPO yang dikemudikan Rasmin meluncur dari arah Aceh Selatan. Tak jauh dari jembatan Sungai Lae Pendaroh, Rasmin mengambil jalur kiri hingga terberam karena dari arah berlawanan meluncur mobil pikup L-300. Alhasil, truk tangki CPO terbalik dan jatuh ke jurang sedalam 250 meter.”Malam itu juga petugas melakukan pencarian di lokasi. Namun karena semakin larut, pencarian disambung pagi harinya, hingga korban ditemukan,”ujar Donni.

Sementara itu, Satgas Pusdalop BPBD Dairi, Eberiston Nababan kepada wartawan mengatakan, korban Rasmin ditemukan tewas di atas batu yang tertimpa pohon dan semak.

Oleh petugas, jasad Rasmin dievakuasi ke Rumah Sakit Sidikalang menunggu diambil pihak keluarga. (mag-10/han)

Lahar Dingin Sinabung Terjang Kuta Mbaru

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS LAHAR DINGIN: Puskesmas di Kuta Mbaru tergenang lahar dingin gunung Sinabung. (kiri). Seorang warga menolong seorang ibu dari genangan lahar dingin. (kanan).
LAHAR DINGIN: Puskesmas di Kuta Mbaru tergenang lahar dingin gunung Sinabung. (kiri).  Seorang warga menolong seorang ibu dari genangan lahar dingin. (kanan).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
LAHAR DINGIN: Puskesmas di Kuta Mbaru tergenang lahar dingin gunung Sinabung. (kiri). Seorang warga menolong seorang ibu dari genangan lahar dingin. (kanan).

KARO, SUMUTPOS.CO – Lahar dingin gunung api Sinabung menerjang Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Tiga Nderket, Rabu (10/7) malam. Banjir lahar dingin ini terjadi saat hujan deras mengguyur sebagian wilayah Tanah Karo, termasuk di sekitar kaki gunung Sinabung.

Meski tak ada korban jiwa, namun material lumpur bercampur batu tersebut menggenangi 5 rumah warga dan satu Puskesmas.

Bahkan seorang warga Desa Kuta Mbaru sempat terseret lahar dingin. Beruntung warga bernama Lidya br Surbakti berhasil menyelamatkan diri.

Info yang dihimpun Sumut Pos, peristiwa ini terjadi saat lokasi diguyur hujan deras sekira pukul 23.00 WIB. Karena bercampur lumpur dan bebatuan, lahar dingin menutup saluran sabodam yang berada di Desa Kuta Mbaru.

Alhasil, material lahar dingin meluber dan menerjang pemukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Martin Sitepu saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa itu. Menurut Martin, lahar dingin tersebut membawa material bebatuan, mengakibatkan aliran lahar dingin tidak pada jalurnya, mengikuti aliran arus yang sudah ada.

“Sehingga aliran lahar dingin menerobos lokasi pemukiman warga. Sesuai laporan dari warga yang kita terima melalui Kepala Desa Kuta Mbaru, bahwa lahar dingin menerjang lima rumah penduduk dan satu Puskesmas tergenang lumpur. Selain itu satu orang hanyut terbawa arus lahar dingin, Lidya br Surbakti, namun korban selamat dari amukan lahar dingin ini. Ini setelah kita cek ke kadesnya,” ujar Martin, Kamis (11/7).

Dampak lahar dingin menyebabkan berapa akses ruas jalan tidak bisa dilalui, seperti jalan menuju kawasan Desa Selandi, Perbaji, Kuta Buluh, Sukatendel, dan Kuta Mbaru sempat tidak bisa dilalui.

Martin menegaskan, saat ini akses jalan tersebut sudah dapat dilalui. pasca BPBD Karo bersama Koramil dan warga menggelar gotong royong.

“Pasca kejadian, kita sudah melakukan gotong royong untuk membuka jalan. Saat ini kami juga masih melakukan pendataan kerugian yang disebabkan bencana ini. Kami juga sudah mengangkat bebatuan dan lumpur yang menutup aliaran sabodam,” tandasnya.

Martin juga mengimbau warga sekitar kaki Sinabung agar selalu waspada. Apalagi saat ini hujan diperkirakan masih mengguyur Kabupaten Karo. (deo/han)