26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5198

Tak Temukan Kasus Flu Singapura, Dinkes Hentikan Penelusuran

file/sumut pos PENEJALSAN: Dr Umar Zein saat menjelaskan tentang penyakit Flu Singapura.
PENEJALSAN: Dr Umar Zein saat menjelaskan tentang penyakit Flu Singapura.
file/sumut pos
PENEJALSAN: Dr Umar Zein saat menjelaskan tentang penyakit Flu Singapura.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan memutuskan untuk menghentikan penelusuran mereka atas kabar dugaan merebaknya penyakit Flu Singapura yang dikabarkan telah menyerang sejumlah warga di kelurahan, Kecamatan Medan Johor.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Medan, dr Mutia mengaku, penghentian penelusuran ini dilakukan karena dari hasil kroscek di lapangan tidak ada satupun pasien yang menderita penyakit tersebut. “Kami sudah telusuri, tapi memang enggak ada ditemukan pasiennya. Maka itu, penelusurannya kita hentikan dulu,” ujarnya.

Pun begitu, kata Mutia, pihaknya akan kembali melakukan penelusuran jika memang benar kasusnya telah ditemukan. Hal itu dikarenakan pihaknya memang harus bergerak cepat guna mencegah Flu Singapura mewabah. “Meski nihil, kami akan terus melakukan pemantauan,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini pihaknya juga belum bisa membenarkan kabar yang menyatakan masyarakat terserang positif penyakit tersebut. Sebab, fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di lingkungan mereka seperti di Kecamatan Medan Johor juga tidak ada memegang data rekam medik pasien yang diduga terjangkit Flu Singapura.

“Jika memang benar ada dan sudah sembuh, kemungkinannya tempat mereka berobat tidak ada memberikan laporan. Kalau berobat di klinik, Puskesmas atau rumah sakit, tentu ada rekam mediknya,” akunya.

Ia menyatakan, bisa saja penyakit yang dikabarkan menyerang sejumlah balita tersebut memang bukan penyakit Flu Singapura. Namun, bisa saja gejalanya menyerupai tetapi ternyata penyakitnya berbeda. “Perlu diagnosa, dan diagnosa itu harus didukung penunjang laboratorium. Enggak bisa kita sembarangan membilang itu adalah Flu Singapura,” ucapnya.

Dia mengimbau, kendati Flu Singapura itu belum dapat dipastikan maka masyarakat diharapkan agar dapat terus menjaga kebersihannya. Selain itu, apabila ada gejala sepert lemas, radang tenggorokan, demam, bagian pipi merah dan kalau anak-anak rewel agar segera berobat ke faskes yang telah ditentukan. “Kalau berobat ke faskes rekam mediknya bisa tercatat dengan benar. Tapi yang terpenting adalah teruslah menjaga kebersihan agar terhindar dari berbagai penyakit,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Drs Dzulmi Eldin, telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Medan untuk membentuk tim Satgas untuk menangani kabar adanya dugaan balita di Medan Johor yang terjangkit Flu Singapura.

“Dinas kesehatan dan rumah sakit akan membentuk tim Satgas untuk mengawasi flu Singapur ini agar bisa kota deteksi secara dini,” ujar Dzulmi Eldin, usai pelantikan pejabat di jajaran Pemko Medan, Kamis (11/7).

Eldin juga menyampaikan, bahwa dirinya telah meminta Dinas Kesehatan Kota Medan dan pihak-pihak terkait agar memberikan surat edaran di seluruh rumah sakit di Kota Medan supaya mengantisipasi kondisi ini apabila memang mendapati kasus Flu Singapura.

Sementara itu,Dr Umar Zein mengatakan, Flu Singapura bisa dibilang penyakit tidak berat karena jarang menyebabkan kematian. Namun demikian, dikarenakan tingkat penularannya tinggi maka perlu diwaspadai atau diantisipasi. “Flu Singapura bisa dikatakan masuk dalam kasus luar biasa (KLB) karena sebelumnya tidak pernah ada dan penularannya sangat cepat,” ucapnya.

Kata dia, penyakit ini tidak memerlukan obat-obatan antivirus karena sampai sekarang belum ada antivirusnya atau vaksin. Untuk mencegahnya, kalau ada anak-anak yang terkena penyakit tersebut maka jangan sampai kontak langsung atau berdekat. Kemudian, gunakan masker untuk mengantisipasi penularan lewat udara.

Lebih lanjut Umar Zein mengatakan, penyakit Flu Singapura itu disebabkan infeksi virus akut yaitu Coxsackievirus dan Human Enterovirus (HEV) 71. Kedua virus ini biasanya menyerang balita. Meski begitu, penyakit ini tetap bisa dialami oleh anak-anak di atas usia 5 tahun, remaja bahkan juga orang dewasa. (map/ris/ila)

Sopir Angkot Ancam Mogok Massal Selama 3 Hari, Dishubsu Belum Bersikap

FILE/SUMUT POS ANGKOT: Seorang penumpang turun dari angkot di Jalan H.Zainul Arifin Medan. Dalam waktu dekat, sopir angkot berencana mogok massal. Bahan Bakar Minyak (BBM) mengakibatkan naiknya tarif angkutan kota mencapai 20% dari tarif sebelumnya.
FILE/SUMUT POS
ANGKOT: Seorang penumpang turun dari angkot di Jalan H.Zainul Arifin Medan. Dalam waktu dekat, sopir angkot berencana mogok massal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Sumatera Utara belum mau bersikap soal ancaman mogok massal angkutan kota (angkot) yang akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 17 hingga 19 Mei oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan.

Sekretaris Dishub Sumut, Edi Jufri ditanya soal ini mengatakan, terkait ancaman demo tersebut, dirinya tidak berhak memberikan keterangan. “Mana pula cocok ditanyakan sama kabid Angkutan Jalan. Urusan ini langsung ke kadis jadi lebih pas dia jawabannya,” katanya.

Dia menyampaikan pada hari ini (kemarin,Red) kadis sedang berada di Bandara Kualanamu, mendampingi gubernur dalam kegiatan pembukaan layanan Grab oleh tiga menteri yakni Menhub Budi Karya Sumadi, Menpar Arief Yahya dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Hal senada juga direspon Kabid Lalu Lintas Dishub Sumut, Darwin Purba. “Sebaiknya ditanyakan ke Kadishub langsung,” katanya.

Pun demikian, Darwin sebelumnya mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan ulang terhadap para vendor transportasi online, kuota maupun perizinan angkutan sewa khusus. Hal ini guna menindaklanjuti revisi surat perintah pelaksanaan Permenhub 118. “Ya benar, kondisi saat ini kita masih melakukan pendataan ulang,” katanya pada medio Juni 2019.

Dia menjelaskan, surat edaran tersebut sudah disampaikan ke seluruh gubernur di Indonesia. Mengingat sehubungan batas waktu penyelenggaraan terhadap Permenhub 118 yang berakhir pada 13 Juni 2019. Untuk itu disampaikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar segera melakukan evaluasi terhadap jumlah kebutuhan (kuota) kendaraan bermotor angkutan sewa khusus dan perizinannya.

Sebab untuk pertama kalinya, lanjutnya, evaluasi kuota dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kendaraan angkutan sewa khusus yang sudah beroperasi (yang sudah terdaftar pada perusahaan aplikasi), baik yang sudah berizin maupun yang belum, disamping manperhitungkan jumlah kebutuhan jasa angkutan sewa khusus di wilayah perkotan yang telah ditetapkan,” terangnya.

Kadishub Sumut, Abdul Haris Lubis yang sebelumnya coba dikonfirmasi, enggan menjawab sambungan telepon wartawan. Begitupun dengan pesan singkat dan pesan whatsapp yang dikirimkan, ia tidak menggubris.

Dishub Medan Siap Fasilitasi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kota Medan, Iswar Lubis mengatakan agar pihak Organda Medan dan para sopir angkutan kota atau konvensional dapat menahan diri. “Kami harapkan hal-hal demikian tidak perlu terjadi, semua masih bisa dibicarakan baik-baik dengan pihak provinsi yang memiliki kewenangan untuk hal ini. Kami juga berharap kepada pihak Provinsi agar segera menetapkan kebijakan yang real atas permasalahan ini,” ucap Iswar Lubis kepada Sumut Pos, Kamis (11/7).

Hal itu, kata Iswar, akan memberikan kenyamanan dan kesetaraan bagi kedua belah pihak. “Harus ada rasa nyaman dan kesetaraan antara keduanya, baik dari pihak taksi online maupun dari pihak angkutan kota konvensional,” ujarnya.

Untuk itu, kata Iswar, pihaknya siap untuk mendampingi Organda dan para sopir angkot konvensional untuk datang dan berdelegasi dengan pihak Dishub Provinsi Sumatera Utara. “Tak perlu lah harus mogok – mogok, sekali lagi saya bilang, semua bisa dibicarakan baik-baik. Kalau perlu kami dari Dishub Medan siap mendampingi mereka untuk berdelegasi dengan pihak Dishub Provinsi (Sumut),” imbaunya.

Kata Iswar, pihaknya juga telah dua kali melayangkan surat kepada pihak Dishub Sumut. Surat itu berupa permohonan untuk memberlakukan kebijakan yang dimaksud untuk diterapkan kepada para angkutan taksi online. “Bahkan sudah dua kali kami menyurati Dishub Provinsi, yang pertama saat beberapa hari setelah saya dilantik jadi Kadishub (Medan) dan yang terakhir baru 3 hari yang lalu,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Iswar, pihaknya juga telah mengirimkan surat himbauan pada pihak Organda agar dapat mengurungkan niatnya untuk melakukan aksi mogok massal. “Gak akan menyelesaikan masalah juga, lebih baik dibicarakan baik-baik kepihak yang berwenang yaitu Dishub Provinsi. Apalagi kasihan masyarakat yang tidak tahu apa-apa, angkot konvensional itu sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau mereka mogok, masyarakat yang tidak bersalah juga yang kena imbasnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, angkot di kota Medan mengancam akan melakukan aksi mogok massal beroperasi dalam waktu dekat. Selain di Medan, angkot di Binjai, Deli Serdang dan Karo juga dikabarkan melakukan aksi yang sama yang diperkirakan berjumlah lebih dari 15 ribu angkot. Hal itu sebagai bentuk protes atas ketidaktegasan pemerintah dalam menegakkan peraturan yang dalam hal ini adalah Permenhub 118 tahun 2018.

Sebelumnya, Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe mengatakan, ancaman aksi mogok massal tersebut dilakukan lantaran taksi online di Medan tak mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118/2018 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus. Artinya, aturan yang ditandatangani Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tanggal 18 Desember 2018 tersebut tidak berjalan maksimal.

Namun, aksi yang direncanakan itu juga masih menunggu kesepakatan atau MoU antara Dishub Sumut dengan pihak aplikator (Grab dan Gojek) dalam melaksanakan Permenhub 118. Sebab informasinya, pada 12 Juli mendatang MoU itu akan dilakukan. (prn/map/ila)

Parkir Sembarangan, 20 Ban Mobil Digembosi

Sutan/sumutpos GEMBOSI: Petugas Dishub Kota Medan, dibantu Polisi dan TNI, menggembosi ban mobil di Jalan Sei Batanghari Medan yang parkir sembarangan.
Sutan/sumutpos GEMBOSI: Petugas Dishub Kota Medan, dibantu Polisi dan TNI, menggembosi ban mobil di Jalan Sei Batanghari Medan yang parkir sembarangan.
Petugas Dishub Kota Medan, dibantu Polisi dan TNI, menggembosi ban mobil di Jalan Sei Batanghari Medan yang parkir sembarangan.
Sutan/sumutpos
GEMBOSI: Petugas Dishub Kota Medan, dibantu Polisi dan TNI, menggembosi ban mobil di Jalan Sei Batanghari Medan yang parkir sembarangan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan kembali melakukan penindakan tegas terhadap mobil yang parkir sembarangan, baru-baru ini.

Pantauan di lapangan, penertiban yang di-pimpin langsung Kasi Penindakan Dishub Medan, Rudi Sitorus bekerja sama dengan Polisi dan TNI menyeser Jalan Sei Batanghari.

Melihat kehadiran petugas, juru parkir (jukir) di sana kucar-kacir. Tanpa buang waktu, petugas langsung menindak kendaraan yang parkir di kawasan tersebut. Dalam hitungan menit, petugas menindak 20 unit mobil dengan cara mengembosin ban mobilnya.

“Semua itu kita lakukan untuk memberikan efek jera kepada pemilik mobil. Kita minta pemilik mobil memarkirkan kendaraan di lokasi yang sudah ditentukan. Kita tidak ingin jalanan di sini jadi macet lantaran adanya parkir liar,” ucap Rudi.

Salah seorang penggendara mobil, Yopi (49) mengucapkan rasa terimakasih kepada petugas Dishub untuk menertibkan kendaran yang parkir sembarangan. Soalnya, kendaraan di sana sesuka hatinya di parkirkan. Bahkan, sejak adanya RS Bunda Thamrin, kondisi jalan pun makin macet.

“Streslah setiap melintas jalan tersebut. Macetnya luar biasa. meski sudah ada rambu-rambu dilarang parkir, tapi tetap juga parkir. Disinyalir jukir dari ruas Jalan Sei Batanghari sampai menuju Sunggal diduga ielgal,” ujarnya.

Yopi juga minta Satpol PP Medan untuk menertiban pedagang kaki lima (PKL) di jalan tersebut. Karena, para pedagang berjualan sampai ke badan jalan.

“Jangan Dishub saja yang melakukan penertiban parkir di sana. Seharusnya, Satpol PP juga ikut menertibkan PKL. Gara-gara pedagang berjualan sampai ke badan jalan, kondisi jalan pun jadi macet,” ketusnya.

Terpisah, Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis pihaknya tetap mengawali penindakan secara tegas bagi yang melanggar aturan. Dikatakan, selain kerjasama dengan pihak Kepolisian untuk penindakan disiplin berlalu lintas. Dishub Medan terus melakukan penindakan terhadap pengguna parkir yang melanggar aturan.

“Kita susah 3 kali melakukab penertiban di sini. jadi, kita minta warga untuk hati-hati memarkirkan kendaraannya di zona yang sudah dilarang. Karena, kita terus melakukan penertiban secara mendadak dan tanpa ada pemberitahuan. Tanpa sungkan, kita langsung mengembosin ban mobil tersebut. Seperti parkir liar, parkir berlapis tetap menjadi pengawasan kita. Tetap kita lakukan penindakan tegas termasuk parkir di jalur pedestrian,” tegasnya.

Iswar juga minta kepada pemilik RS Bunda Thamrin untuk menyediakan lokasi parkir yang memadai. Karena, banyak kendaraan yang keluar masuk ke rumah sakit tersebut. “Kita berharap rumah sakit tersebut membeli lahan yang diperuntukkan untuk lokasi parkir. Jadi, warga yang berkunjung ke sana bisa memarkirkan kendaraanya di lokasi yang sudah tersedia dan kondisi jalan jadi lancar,” harapnya. (map/ila)

Telkomsel Pastikan Kenyamanan Layanan Komunikasi Sejak di Asrama Haji Hingga Di Tanah Suci

Untuk memastikan pengalaman berkomunikasi bagi para jamaah di Tanah Suci, Telkomsel menyiapkan berbagai pusat pelayanan Posko Siaga Haji dan paket Promo Haji serta melakukan penambahan kapasitas dan kualitas jaringan di sana guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi. Telkomsel juga menghadirkan paket Promo Haji berupa paket combo roaming untuk internet, telepon, dan SMS sesuai kebutuhan yang dapat digunakan tanpa perlu mengganti nomor pelanggan maupun setting device/handphone
Untuk memastikan pengalaman berkomunikasi bagi para jamaah di Tanah Suci, Telkomsel menyiapkan berbagai pusat pelayanan Posko Siaga Haji dan paket  Promo Haji serta melakukan penambahan kapasitas dan kualitas jaringan di sana guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi. Telkomsel juga menghadirkan paket Promo Haji  berupa paket combo roaming untuk internet, telepon, dan SMS sesuai kebutuhan  yang dapat digunakan tanpa perlu mengganti nomor pelanggan maupun setting device/handphone
Untuk memastikan pengalaman berkomunikasi bagi para jamaah di Tanah Suci, Telkomsel menyiapkan berbagai pusat pelayanan Posko Siaga Haji dan paket Promo Haji serta melakukan penambahan kapasitas dan kualitas jaringan di sana guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi. Telkomsel juga menghadirkan paket Promo Haji berupa paket combo roaming untuk internet, telepon, dan SMS sesuai kebutuhan yang dapat digunakan tanpa perlu mengganti nomor pelanggan maupun setting device/handphone

·   Hadirkan Posko Siaga Haji di Asrama Haji

·    Sediakan Paket Promo Khusus Haji

·   Sediakan Layanan Pelanggan di GraPARI Mekkah dan Madinah  

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –  Memasuki momen ibadah Haji 2019, Telkomsel menyiapkan berbagai pusat pelayanan Posko Siaga Haji dan paket  Promo Haji, untuk memastikan pengalaman berkomunikasi bagi para jamaah Haji tetap nyaman  sejak momen keberangkatan di Tanah Air  hingga saat melakukan ibadah Haji di Tanah Suci. 

Setiap tahunnya, Telkomsel selalu menghadirkan Posko Telkomsel Siaga di beberapa titik lokasi asrama haji di Indonesia, yang  telah mulai beroperasi sejak awal Juli hingga Agustus 2019 untuk melayani berbagai kebutuhan calon Jemaah haji yang terkait dengan layanan seluler. Telkomsel juga melakukan penambahan kapasitas dan kualitas jaringan di sana guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama momen transit jemaah haji di lokasi tersebut.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan, ”Setiap tahunnya, Telkomsel konsisten melayani kebutuhan komunikasi jemaah haji Indonesia. Telkomsel selalu menghadirkan layanan Posko Siaga Haji di berbagai titik Asrama Haji untuk memastikan kelancaran komunikasi calon jemaah Haji sejak sebelum keberangkatan. Selain itu kami juga menghadirkan paket khusus Haji serta pusat pelayanan yang siap membantu pelanggan selama berada di Tanah Suci, sehingga mereka bisa fokus beribadah tanpa mengkhawatirkan terputusnya komunikasi dengan keluarga di Tanah Air.”

Untuk mempermudah komunikasi pelanggan yang beribadah Haji,  Telkomsel juga menghadirkan paket Promo Haji  berupa paket combo roaming untuk internet, telepon, dan SMS sesuai kebutuhan  yang dapat digunakan tanpa perlu mengganti nomor pelanggan maupun setting device/handphone. Dengan paket Promo Haji, para jamaah haji tetap dapat berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan keluarga di Tanah Air dengan tetap menjaga agar penggunaan internet harian tetap terkendali dan mencegah tagihan yang tak terduga.

Pelanggan juga dapat berkomunikasi dengan menghemat biaya lebih dari 50% dengan mengaktifkan pilihan Paket Promo Haji 3in1. Paket Haji 3in1 tersedia mulai dari paket 20 hari yang terdiri dari 50 menit telepon ke nomor Indonesia, lokal dan terima telpon, 50 SMS dan 7GB layanan data selama di Arab Saudi dengan tarif Rp. 550,000. Selain itu tersedia juga Paket 3in1 30 hari dan 40 hari, serta Paket Internet 20 hari, Paket Internet 30 hari, Paket Internet 40 Hari, dan Paket Talk Mania 1 Hari, yang secara leluasa dapat dipilih pelanggan sesuai kebutuhannya. 

Paket Promo Haji dapat diaktifkan dengan sangat mudah dengan menghubungi *266*15# atau melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat diakses di Indonesia dan luar negeri. Informasi lebih lengkap mengenai paket promo Haji 2019 dapat dilihat dengan mengakses https://www.telkomsel.com/promo-haji.

Sedangkan untuk keluarga atau kerabat di Indonesia atau negara lain yang ingin membantu melakukan aktivasi dan pembelian paket untuk jemaah Haji di Tanah Suci dapat memanfaatkan fitur layanan Roaming Gift yang dapat diakses juga melalui  menu akses *266#. 

Tak hanya itu, Telkomsel juga  menyediakan call center gratis 24 jam serta membuka kantor layanan setiap hari yaitu GraPARI di Mekkah dan GraPARI di Madinah. Adapun layanan pelanggan berupa Call Center 24 jam berbahasa Indonesia melalui nomor +628110000333, serta kantor layanan GraPARI Mekkah (Zam-zam Tower lantai P3), GraPARI Madinah 1 (Al Namlah Center di Hotel Salihiyah, pintu 26 Masjid Nabawi), GraPARI Madinah 2 (Hotel Millenium Taibah, lantai Shopping Center, pintu 6 dan 7 Masjid Nabawi) yang buka setiap hari untuk melayani seluruh kebutuhan pelanggan. Berbagai solusi komunikasi bagi pelanggan tersedia di GraPARI, seperti informasi dan aktivasi produk dan layanan, upgrade kartu 4G, dan ganti kartu hilang atau rusak.

PGN Pasok Gas Bumi ke Industri Kapur di Majalengka

GAS IN: Karyawab PGN Area Cirebon berfoto bersama karyawan CV Salsabila saat gas in di Cirebon. Area lampiran
GAS IN: Karyawab PGN Area Cirebon berfoto bersama karyawan CV Salsabila saat gas in di Cirebon.
GAS IN: Karyawab PGN Area Cirebon berfoto bersama karyawan CV Salsabila saat gas in di Cirebon.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali merealisasikan komitmennya untuk menyalurkan energi baik ke seluruh sektor industri. Kali ini, PGN sukses melakukan pengaliran gas (gas in) ke CV Salsabila, perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan batu gunung menjadi kapur di Majalengka, Cirebon, Jawa Barat.

“Ini merupakan sebuah terobosan karena CV Salsabila menjadi satu-satunya industri kapur yang ada di Indonesia yang menggunakan gas bumi untuk pembakaran kapurnya,” kata Sales Area Head PGN Cirebon, Makmuri, Rabu (10/07/2019).

CV Salsabila menjadi pelanggan baru PGN di Area Penjualan Cirebon setelah menandatatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan volume pemakaian gas bumi 114.000 – 132.000 m3 per bulan dengan jangka waktu selama 4 tahun. “Periode penyaluran mulai dari gas in (Juli 2019) hingga 31 Maret 2023,” kata Makmuri.

CV Salsabila membutuhkan bahan bakar dari gas bumi untuk membantu proses pembakaran batu gunung menjadi kapur. Kapur yang dihasilkan tersebut kemudian digunakan sebagai campuran bata ringan, pengolahan limbah industri, dan kebutuhan industri lainnya.

Sales Area Head PGN Cirebon Makmuri menambahkan, efisiensi yang diperoleh perusahaan ini setelah menggunakan gas bumi memang tidak dapat diukur secara kuantitatif.

“Namun, CV Salsabila mendapatkan keuntungan lainnya, yakni citra dan kualitas yang lebih baik di mata pelanggannya karena dengan menggunakan gas bumi, kualitas hasil pembakaran kapurnya menjadi lebih matang dan sempurna,” ujar Makmuri.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, saat ini gas bumi masih menjadi alternatif sumber energi yang dapat membantu mendorong daya saing dalam negeri. Apalagi, saat ini industri dituntut untuk semakin efisien dalam penggunaan bahan bakar. Rachmat mengatakan, gas bumi merupakan salah satu energi yang dapat memberikan efisiensi dan paling bersih dan aman digunakan dibanding bahan bakar fosil lainnya.

Rachmat memastikan, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95% dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat. (rel/ram)

Berangkat ke Cilacap, Aldino Dicadangkan, Diallo Tak Dibawa

sutan siregar/sumut pos SELEBRASI: Pemain PSMS Medan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Perserang di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
sutan siregar/sumut pos SELEBRASI: Pemain PSMS Medan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Perserang di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
SELEBRASI: Pemain PSMS Medan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Perserang di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
sutan siregar/sumut pos SELEBRASI: Pemain PSMS Medan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Perserang di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, mengaku, sudah menetapkan 18 pemain yang akan dibawa bertandang bentrok PSCS Cilacap pada Sabtu (13/7) mendatang. Dari 18 penggawa Ayam Kinantan yang diboyong, kemungkinan Aldino Herdianto bakal kembali dicadangkan, sementara Mamadou Lamarana Diallo tak masuk daftar.

Skuad PSMS diketahui bertolak ke Cilacap hari ini, Kamis (11/7).

Terkait Diallo, Gurning menilai, pemain yang baru menerima status WNI-nya pada 2019 tersebut, kurang berkembang. Dia kesulitan mendapatkan tempat di tim, dan jarang diturunkan sepanjang kompetisi Liga 2 2019 bergulir.

“Saya lihat (Diallo) kurang berkembang. Tapi nanti akan dilihat lagi di akhir putaran pertama. Karena tergantung manajemen,” ungkap Gurning di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (9/7) lalu.

Bahkan, Gurning menyebut, kemungkinan Diallo tak akan dibawa dalam laga away melawan PSCS. “Inilah 18 pemain yang kami setor ke manajemen, nama dia (Diallo) enggak ada,” bebernya.

Lini serang PSMS selama ini memang belum menunjukkan performa terbaiknya. Selain Diallo, striker murni PSMS lainnya adalah Aldino, yang juga belum mencetak gol. Baik Aldino dan Diallo, sama-sama dicadangkan hingga pertandingan usai saat menjamu Perserang Serang, Banten di Stadion Teladan Medan, Sabtu (6/7) lalu.

Bahkan Diallo baru 2 kali dan hanya beberapa menit diturunkan, dari 4 laga PSMS. Tepatnya masuk pada menit 62, saat PSMS kalah dari Cilegon Unied di Stadion Teladan Medan, 2 Juli lalu, dan dimainkan pada menit ke-79 saat PSMS bertandang ke Persibat Batang, 27 Juni.

Gurning mengatakan, meski para striker belum onfire, dia sudah punya pilihan lain, dengan menempatkan para gelandang serang sebagai ujung tombak. “Di lini depan selama ini, kartu mati hanya Aldino, karena dia striker murni. Tapi ternyata Natanael Siringo-ringo dan Ilham Fathoni cukup bagus. Termasuk di latihan juga, serang-serangan mudah-mudahan lebih bagus,” jelasnya.

Sebelumnya, Diallo mengaku senang bergabung di PSMS. “Kendalanya adaptasi masih kurang. Karena saya baru gabung, mungkin kalau sudah lama, satu atau 2 minggu latihan, mungkin adaptasi lebih cepat,” ujarnya, saat diwawancarai di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.

Diallo mengaku menerima semua keputusan pelatih, meski sebagai pemain dia ingin menunjukkan yang terbaik dengan banyaknya jam terbang. “Buat saya enggak enak. Saya datang buat main, cuma itu tergantung coach. Kalau dia suruh saya main satu atau 2 menit, saya main. Bukan saya yang pasang diri di lapangan. Terserah coach. Kalau dia masukkan saya babak awal, saya pasti main. Kalau disuruh nunggu 10 sampai 15 menit, ya saya terima,” tutur mantan pemain Persela Lamongan ini.

Dia pun mengatakan, sejatinya beradaptasi di Kota Medan bukan masalah. Sebab Ibukota Sumatera Utara (Sumut) ini, sudah pernah dikunjunginya pada 2012 lalu. “Saya di Indonesia sejak 2011, WNI saya dapat 2019. Saya punya istri orang Semarang. Sebagai pemain, saya sudah pernah ke Medan, saat IPL 2012. Saya bersama Bontang ke Medan. Enggak ada masalah di Medan, supporter-nya bagus. Cuma harus cepat adaptasi untuk bantu tim,” pungkas Diallo. (nin/jpnn/saz)

Gurning Imbau Waspadai Mantan PSMS

sutan siregar/sumut pos MENUNGGU: Abdul Rahman Gurning masih menunggu keputusan manajemen PSMS.
Sutan siregar/sumut pos
Abdul Rahman Gurning

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Jelang laga kontra PSCS Cilacap, Sabtu (13/7) mendatang, Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, menyoroti sektor sayap PSCS yang diisi oleh mantan pemain PSMS, yakni Imam Bagus Kurnia. Menurutnya, sang mantan ini bakal jadi ancaman serius untuk lini pertahanan Ayam Kinantan.

“PSCS tim yang punya rekor baik saat ini. Mereka mungkin mengandalkan pemain sayapnya, Imam Bagus. Dia punya kecepatan, yang kalau lini pertahanan lengah saja, PSMS bisa saja kecolongan. Jadi saya mengimbau anak-anak untuk waspadainya nanti,” tutur Gurning, Rabu (10/7).

Gurning mengaku, tahu betul dengan gaya permainan Imam. Pasalnya, dia pernah mengasuh pemain tersebut saat menukangi PSMS pada Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 lalu. “Dia pernah main di PSMS. Setelah itu, dia main di Madura United. Jadi, saya rasa dia pemain bagus. Mungkin serangan mereka nanti selalu dari dia,” jelasnya.

Namun, Gurning pun mengaku, telah tahu bagaimana cara mengantisipasi gaya permainan Imam. Beruntungnya lagi, dia senang Syaiful sudah bisa kembali diturunkan laga kali ini. Nantinya Syaiful yang bertugas menjaga pergerakan Imam. “Syaiful di bek kiri sudah bisa bermain. Dia pemain yang berpengalaman untuk menjaga Imam. Dan kami juga sudah latihan lini pertahanan, agar tidak mudah kebobolan,” katanya.

Gurning mengatakan, melawan tim asal Jawa Tengah itu, bakal tidak mudah. Apalagi bermain tandang. Rekor baik selalu diraih PSCS saat bermain di kandang. Karena itu, dia kembali mewanti-wanti para penggawa PSMS agar tetap menjalankan strategi yang sudah ditetapkan. (bbs/saz)

Lindungi Hak Konsumen di Kota Medan, PD RPH dan PD Pasar Jalin Kerja Sama

foto-foto: istimewa MOU: Plt Dirut RPH Kota Medan Ainal Mardiah SPd, MSi, bersama Dirut PD Pasar Kota Medan Drs Rusdi Sinuraya usai penandatanganan MoU.
MOU: Plt Dirut RPH Kota Medan Ainal Mardiah SPd, MSi, bersama Dirut PD Pasar Kota Medan Drs Rusdi Sinuraya usai penandatanganan MoU.
foto-foto: istimewa
MOU: Plt Dirut RPH Kota Medan Ainal Mardiah SPd, MSi, bersama Dirut PD Pasar Kota Medan Drs Rusdi Sinuraya usai penandatanganan MoU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bertujuan melindungi hak konsumen pembeli daging di Kota Medan, Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) menjalin kerja sama dengan PD Pasar Kota Medan.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tersebut dilakukan di Kantor PD Pasar Kota Medan, Jalan Razak Medan, Rabu (10/7).

“MoU ini bertujuan menertibkan dan mengawasiý penjualan atau distribusi daging-daging yang masuk ke seluruh pasar di bawah naungan PD Pasar Kota Medan,” ungkap Plt PD RPH Kota Medan Ainal Mardiah, didampingi Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya, usai memasang pelat dan spanduk dari RPH Kota Medan di sejumlah kios pedagang daging Pasar Petisah Medan.

Dengan penertiban dan pengawasan ini, lanjut Mardiah, diharapkan masyarakat Kota Medan bisa mendapat atau mengkonsumsi daging yang aman, sehat, utuh, serta halal. Bahkan, katanya, sebagai tindak lanjut MoU itu, pihaknya bersama instansi terkait, dalam waktu dekat segera melakukan razia terhadap daging sapi, babi, dan kambing, yang beredar di sejumlah pasar Kota Medan.

Mardiah juga mengimbau kepada para pedagang daging, agar mengambil daging dari RPH Kota Medan, untuk mendapatkan daging yang aman, sýehat, utuh, serta halal (ASUH). Apalagi, RPH Kota Medan sebagai satu-satunya rumah potong hewan di Kota Medan dan Sumatera Utara (Sumut), yang memiliki sertifikat dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sumut. Dengan itu, diharapkan para pedagang dan konsumen merasaý lebih aman dan nyaman dalam berdagang dan mengkonsumsi daging.

Dia juga memastikan, penertiban dan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan, guna menghindari adanya pencampuran atau pengoplosan antara daging dari RPH Kota Medan dan dari luar. “Daging-daging dari RPH Kota Medan dipastikan terjamin. Tapi kalau dari luar, kami tidak berani menjamin. Karena itu, bagi konsumen yang ingin membeli daging, perhatikan dengan teliti. Ciri-ciri daging yang sehat itu masih merah, dipegang berair, tapi tidak lengket,” beber Mardiah.

TANDA TANGAN: Plt Dirut RPH Kota Medan Ainal Mardiah SPd, MSi, bersama Dirut PD Pasar Kota Medan Drs Rusdi Sinuraya saat menandatangani MoU.

Lebih lanjut Mardiah mengatakan, pihaknya juga memberikan 3 karcis untuk setiap daging yang keluar dari RPH Kota Medan. Ketiganya yakni karcis kandang, pemeriksaan kesehatan, dan pemotongan. “Saat razia nanti, para pedagang harus melengkapi ketiganya, jika tidak mau terkena sanksi,” tegasnya.

Sementara Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya menambahkan, pihaknya lebih fokus kepada tempat berjualan para pedagang. “Khusus di Pasar Petisah, ada 7 pedagang daging yang diberi izin. Seluruhnya mengambil daging dari RPH Kota Medan,” katanya.

Menurutnya, PD Pasar bersikap tegas dalam hal ini, yakni pedagang yang mengambil daging dari luar RPH Kota Medan, tidak akan diberi izin tempat. “Daging yang diambil wajib dari RPH Kota Medan. Bukan kami ingin menyalahi Undang-Undang (UU) Persaingan Usaha, tapi seluruh daging yang dijual di sini harus melalui pemeriksaan ulang, guna mendapatkan daging yang sehat, aman, utuh serta halal, karena itu adalah hak konsumen,” pungkas Rusdi.

Penandatanganan MoU tersebut juga dihadiri pihak Badan Pengawas Perusahaan Daerah Pemko Medan, yang diwakili H Amril Anchan, perwakilan Satpol PP Kota Medan, Dinas Pertanian dan Perikanan, serta pihak-pihak terkait lainnya. (map/saz)

Pemprovsu Enggan Anggarkan Sumteng

Ilustrasi
Ilustrasi anggaran

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski didesak Tim VII DPRD Sumut, Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara ogah menampung anggaran studi kelayakan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) di APBD Sumut 2020. Alasannya, belum ada pembicaraan resmi membahas alokasi anggaran atas wacana pemekaran itu.

“BELUM ada. Surat resmi ke kami juga belum ada disampaikan,” kata Kabiro Otda dan Kerja Sama Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung, menjawab Sumut Pos, Rabu (10/7).

Kata dia, pihaknya akan melihat dulu kebijakan terbaru tentang pembentukan daerah otonomi baru (DOB) dari pemerintah pusat. Di mana sampai kini statusnya masih moratorium (penundaan, Red). “Anggaran yang dibutuhkan itu ketika sudah daerah persiapan. Ketika sudah ada keluar PP-nya, perpres atau regulasi terkait lainnya, lalu bisa dianggarkan,” katanya.

Ia mengakui perjalanan atas rencana pemekaran masih panjang. Dibutuhkan sebuah regulasi sebagai pedoman untuk mendukung dari sisi anggaran. “Kalau ditanya dari sisi birokrat, tentu jawabannya akan normatif, yakni menunggu aturan main. Kalau dari sisi politik tentu lain lagi,” katanya.

Apakah mungkin pada 2020 dialokasikan di APBD untuk persiapan pemekaran Provinsi Sumteng? “Kita lihat saja ke depan seperti apa. Karena belum ada pencabutan kebijakan moratorium DOB itu dari pusat,” katanya.

Juru Bicara Tim VII DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengungkapkan, pihaknya telah meminta gubernur agar mengalokasikan anggaran ke Biro Otda dan Kerja Sama untuk persiapan pembentukan Provinsi Sumteng. “Sewaktu bertemu kemarin dengan gubernur, kami sudah sampaikan agar gubernur juga menugaskan TAPD memasukkan anggaran tersebut di RAPBD TA 2020,” katanya.

Menurutnya, alokasi anggaran untuk 2020 di wilayah pemerintahan Tabagsel jangan ada yang dipangkas, mengingat pada tahun anggaran berjalan ini banyak sekali organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprovsu yang terkena rasionalisasi. Hal ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah pihaknya menyiapkan pemerintahan baru sebelum nantinya benar-benar lepas dari Provinsi Sumut.

“Pembentukan daerah otonomi baru inikan tidak terlepas dari peran pemerintah setempat. Tidak bisa hanya kami DPRD semata dan juga tokoh-tokoh yang berjuang untuk itu. Bagaimanapun Tabagsel merupakan bagian dari Provinsi Sumut, butuh dukungan anggaran untuk menjalankan roda pemerintahan ke depan,” katanya.

Sebelumnya, wacana pembentukan Provinsi Sumteng disebut hanya akan menguntungkan segelintir elit. Alasan lainnya sisi fiskal Tapanuli Bagian Selatan sampai kini masih rendah. Menyahuti pernyataan itu, politisi PDI Perjuangan ini mengatakan sudah ada analisis kelayakan pembentukan Provinsi Sumteng oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat USU pada 2008.

“Bahkan seluruh dokumen persyaratan sudah dipenuhi. Hanya proses politik di DPR RI waktu itu yang membuat tertunda. Juga sudah konsultasi dengan Kemendagri dan Komite 1 DPD RI memberi signal positif pembentukan DOB,” katanya.

Disebutkan dia, adapun persyaratan dasar kewilayahan yaitu antara lain luas wilayah minimal, jumlah penduduk minimal, batas wilayah, cakupan wilayah, usia minimal provinsi induk telah teruji. “Pemekaran bertujuan meningkatkan pelayanan publik. Sedangkan pemekaran daerah memiliki persayaratan dasar kapasitas daerah yaitu; geografi, demografi, keamanan, sospol, adat, tradisi, potensi ekonomi, keuangan daerah, dan kemampuan penyelenggara pemerintahan,” pungkasnya.

Pemekaran Beri Dampak Positif

Terpisah, pemekaran Sumut lewat pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng), dinilai akan memberikan dampak positif dalam kajian ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. Termasuk dalam pembangunan merata di daerah-daerah tergabung dalam provinsi tersebut. “Terbentuknya pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara dapat memberikan dampak positif dalam hal percepatan pembangunan di wilayah tersebut,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo kepada Sumut Pos, Rabu (10/7).

Wahyu menilai selama ini , wilayah tersebut memiliki potensi yang besar terutama pertanian, perkebunan dan perikanan, dan pertambangan. Namun terhambat dari konektivitas dan aksesibilitasnya. Hal ini dinilai menyebabkan pembangunan kurang merata. “Padahal pembangunan konektivitas dan aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut,” tutur Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Wahyu mengungkapkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui penciptaan value added (nilai tambah) akan dapat tercipta, ketika ada pertambahan investasi di daerah tersebut. Bukan terfokus di daerah besar seperti di Medan dan Deliserdang saja. “Peningkatan investasi dapat terjadi ketika fasilitas infrastruktur di daerah tersebut sudah baik. Kendala utama investasi di Sumut adalah ketersediaan energi, jalan, dan pelabuhan,” jelas Wahyu.

Pertumbuhan perekonomian akan lebih baik jika infrastrukturnya benar-benar diperhatikan. Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tampak kewalahan melakukan pembangunan infrastruktur yang merata di Sumut.

“Selama ini daerah Sumatera Tenggara memiliki infrastruktur yang buruk, sehingga PDRB di wilayah tersebut masih tetap rendah melihat dari PDRB (produk domestik regional bruto),” pungkasnya. (prn/gus)

Kapolri saat HUT ke-73 Bhayangkara, Berharap Tunjangan TNI-Polri Naik 100%

Jenderal Tito Karnavian Kapolri
Jenderal Tito Karnavian
Kapolri
Jenderal Tito Karnavian Kapolri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT ke-73 Bhayangkara yang berlangsung di Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/7). Upacara yang berlangsung khidmat itu, Jokowi menyampaikan sejumlah amanat.

Di antaranya, Presiden mengapresiasi kinerja Polri atas kontribusinya dalam membangun bangsa. Berkat kerja keras aparat Korps Bhayangkara itu, situasi bangsa jadi aman. Penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik. Terutama seiring dengan kesuksesaan Indonesia menjadi tuan rumah event besar seperti Asian Games, Asian Para Games, IMF, dan Pemilu serentak.

“Namun kita tidak boleh berpuas diri. Karena, tantangan ke depan semakin kompleks. Kejahatan konvensional harus dijadikan perhatian. Kejahatan lintas negara terorisme perdagangan orang jangan sampai terjadi,” ujar Jokowi.

Perhatian lain mantan gubernur DKI Jakarta itu yakni terhadap konflik sosial dan kejahatan yang mengancam kekayaan negara. Contohnya pada kasus pembalakan liar dan pencurian ikan. Untuk itu, mantan Wali Kota Solo meminta Polri meningkatkan akuntabilitas dan transparansi lembaga.

Sementara itu, yang tidak kalah penting lagi dia menyoroti kasus terorisme. “Saya menegaskan terorisme dan radikalisme menjadi ancaman serius,” ucapnya.

Menurutnya, kejahatan berbasis teknologi harus menjadi perhatian. Sebab ancaman semakin tinggi seiring dengan masifnya perkembangan teknologi. Hal itu berpotensi tinggi dalam penyebaran konten berita bohong atau hoax. Oleh sebab itu, Polri harus terus berkembang menghadapi kejahatan-kejahatan ini.

Minta Tunjangan Naik 100 Persen

Sementara dalam pidatonya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua kepemimpinannya mau menaikkan kembali tunjangan untuk anggota Polri dan TNI. Jika pada 2018 naik 70 persen, kali ini Tito berharap bisa mencapai 100 persen.

“Tersimpan harapan kepada Bapak Presiden, kiranya tunjangan kinerja anggota TNI dan Polri di masa kepemimpinan 5 tahun ke depan Insya Allah dapat meningkat menjadi 100 persen,” ujar Tito dalam pidatonya di upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-73 di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Tito menjelaskan, dirinya dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memiliki visi sama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Terhitung sejak Pemilu 2019 berlangsung maupun pascapemilu usai, yang ditandai dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Oktober mendatang.

Kenaikan tunjangan ini diharapkan terjadi semata-mata karena kerja Anggota TNI-Polri. Tito berjanji akan terus meningkatkan kinerja lembaganya dalam memelihara keamanan dalam negeri, supaya pemerintahan Jokowi periode kedua bisa melaksanakan program dengan lancar. “Juga memelihara stabilitas keamanan dalam negeri pasca pelantikan, sehingga Pemerintah dapat melaksanakan program-program pembangunan dengan lancar, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan nasional,” imbuh Tito.

Di sisi lain, mantan Kapolda Metro Jaya itu memberikan apresiasi atas kebijakan Jokowi yang memberikan kenaikan tunjangan 70 persen setahun yang lalu. Menurutnya, kebijakan ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan anggota TNI-Polri. “Peningkatan tersebut amat berarti bagi peningkatan kesejahteraan personel Polri dan TNI,” tutup Tito.

Peringatan HUT ke-73 Bhayangkara berlangsung khidmat dan meriah. Sejumlah pejabat negara pun turut hadir. Kemeriahan terlihat dengan kehadiran pasukan Turangga dari polisi satwa. Mereka nampak menunggangi kuda.

Pertunjukan yang tidak kalah menarik yakni marching band polwan, atraksi kesenian tradisional berupa aksi gamelan diiringi tari tradisional dari pasukan gabungan TNI-Polri.

Acara semakin meriah dengan aksi 22 penerjun payung pasukan gabungan TNI-Polri dari ketinggian 8.000 feet. Para penerjun itu diangkut oleh Pesawat Casa jenis 212 200 buatan 1986 yang diterbangkan pilot AKP Andri Maulana dan copilot Iptu Ilham.

Selamatkan Uang Negara Rp2,9 Triliun

Upacara peringatan HUT ke-73 Bhayangkara juga di gelar di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (10/7). Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bertindak sebagai inspektur upacara. Membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo, Edy menyebutkan, sepanjang 2018 lalu, Polri telah banyak melakukan berbagai tindak pengungkapan. Salah satunya dengan mengungkap jumlah kerugian negara hingga mencapai sebesar Rp2,9 triliun.

Selain itu, Polri juga turut menyelamatkan keuangan negara hingga Rp2,3 Triliun. “Saya juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebutkan, anggota Polri saat ini telah mencapai sebanyak 446.873 personel yang tersebar di 34 Polda, 461 Polres, di 514 Kabupaten/Kota, Serta 4.872 Polsek di 7.201 Kecamatan. Selain itu, sambung dia, dalam 3 tahun terakhir melalui Program Promoter, Polri juga telah menjtitik beratkan pada 3 kebijakan utama yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media.

“Sehingga Polri yang pada tahun 2016 termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah, saat ini berdasarkan hasil survei oleh berbagai lembaga yang kredibel telah berada pada 3 lembaga yang dipercaya publik,” terangnya.

Atas berbagai capaian yang diraih, sambung Agus, turut mendorong Polri untuk terus melaksanakan perbaikan. Untuk itu, Polri ke depan akan siap melaksanakan dan mempedomani 5 instruksi Presiden berupa meningkatkan kualitas SDM Polri, mengedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah berbagai permasalahan sosial.

Kemudian, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah dan cepat, meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum dan berkeadilan. “Serta memperkuat koordinasi kerjasama dengan TNI dan lembaga pemerintah dalam memelihara keamanan negeri,” tandasnya. (jpc/dvs)