Home Blog Page 52

Pengajian Akbar HUT Sumut ke-78, Gubsu Ajak Warga Sumut Perkuat Doa

PENGAJIAN: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengikuti Pengajian Akbar di Masjid Raya Al-Mashun, Medan, Selasa (5/5/2026).(Diskominfo Sumut)
PENGAJIAN: Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengikuti Pengajian Akbar di Masjid Raya Al-Mashun, Medan, Selasa (5/5/2026).(Diskominfo Sumut)

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara dimanfaatkan sebagai ajang refleksi dan doa bersama. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajak masyarakat memanjatkan doa agar Sumut terbebas dari bencana alam dan ancaman narkoba yang masih menghantui.

Ajakan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri Pengajian Akbar yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Masjid Raya Al Mashun, Selasa (5/5/2026). Kegiatan religi ini dihadiri ribuan jemaah dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Sumut.

Dalam sambutannya, Bobby mengingatkan bahwa Sumatera Utara baru saja menghadapi bencana besar pada akhir tahun 2025, berupa banjir dan tanah longsor yang menelan ratusan korban jiwa serta menyebabkan ribuan warga mengungsi.

“Kita baru saja mengalami bencana yang cukup besar, kita tidak ingin ini terjadi kembali, jadi mari kita doakan bersama-sama,” ujarnya di hadapan jemaah.

Selain bencana, Bobby juga menyoroti persoalan narkoba yang hingga kini masih menjadi masalah krusial di Sumatera Utara. Ia menyebut, tingginya angka penyalahgunaan narkoba telah menempatkan Sumut dalam kondisi darurat.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional per Februari 2026, jumlah pengguna dan penyalahguna narkoba di Sumut mencapai sekitar 1,5 juta orang. “Satu lagi yang paling meresahkan masyarakat, terutama ibu-ibu, adalah narkoba. Kita masih peringkat pertama. Mari kita doakan agar narkoba ini hilang dari Sumatera Utara,” kata Bobby.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat, termasuk melalui pendekatan spiritual dan keagamaan.

Pengajian akbar tersebut dihadiri sekitar 3.000 jamaah yang mayoritas merupakan kaum ibu. Suasana khidmat terasa saat para peserta mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga tausiah agama.

Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat Sumut Abu Kosim, mengatakan kegiatan ini juga menghadirkan tausiah dari Das’ad Latif yang memberikan pesan-pesan keagamaan dan motivasi kepada para jemaah.

“Ada sekitar 3.000 jemaah yang hadir, mendengarkan tausiah dan mengikuti doa bersama. Kita berharap kegiatan ini membawa berkah bagi Sumatera Utara,” ujarnya.

Sejumlah pejabat penting turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, serta Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap.

Hadir pula Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. (san/ila)

DPRD Medan Dukung Pembenahan PUD Pasar

Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan. (Markus Pasaribu/Sumut Pos).
Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan. (Markus Pasaribu/Sumut Pos).

MEDAN – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, menegaskan bahwa seluruh pasar tradisional yang berada di bawah PUD Pasar Kota Medan merupakan aset negara yang harus dijaga dan dikelola dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Bila tidak dikelola dengan baik dan benar, maka berpotensi merugikan negara hingga puluhan miliar.

“Perlu saya tegaskan, pasar itu aset negara, bukan ajang bagi-bagi kepentingan. Pasar harus dikelola dengan baik dan sesuai aturan serta hukum berlaku. Setiap hal yang ada di pasar harus dikelola dengan baik dan benar, bukan dikelola untuk menyenangkan pihak-pihak tertentu,” ucap Anggia Ramadhan, Selasa (5/5/2026).

Ditegaskan Anggia, pengalihan pengelolaan sejumlah pasar di Kota Medan murni dilakukan sebagai bentuk pembenahan. Bukan hanya sebagai inisiatif pribadi, kebijakan itu juga dilakukan atas rekomendasi dari hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan hasil audit BPK tersebut, sejumlah pengelola terbukti tidak memenuhi kriteria dan terbukti tidak memberikan keuntungan bagi PUD Pasar. Berangkat dari hal itu, PUD Pasar Kota Medan mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang kerjasama dengan pengelola yang dimaksud.

“Ini hasil audit BPK, direkomendasikan oleh BPK. BPK itu lembaga negara, maka kita bingung juga kalau ada pihak-pihak yang melayangkan protes atas apa yang dilakukan PUD Pasar. Sementara, apa yang dilakukan PUD Pasar ini adalah rekomendasi dari BPK,” ujarnya.

Menurut Anggia, pihak pengelola sejatinya tidak perlu resah ataupun khawatir apabila selama ini mereka merupakan pengelola yang memenuhi kriteria dan mampu memberikan keuntungan bagi Kota Medan.

“Yang pasti kita ingin yang terbaik untuk pasar-pasar kita. Kedepan seluruh pasar di Kota Medan harus dikelola dengan baik dan benar, dikelola oleh pihak-pihak yang berkompeten. Dan yang pasti, pengelola harus bisa memberikan keuntungan bagi Kota Medan, bukan hanya memberikan keuntungan bagi kelompok tertentu,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, Senin (4/5)), jajaran direksi PUD Pasar Medan memaparkan langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Medan, Senin (4/5/2026). Inisiatif tersebut disambut positif oleh legislatif yang menekankan pentingnya sinergitas antara pengelola pasar, pedagang, dan mitra kerja.

Rapat yang berlangsung di gedung DPRD Medan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PUD Pasar Medan, Anggia Ramadhan, didampingi Direktur Operasional Agus Syah Putra, Direktur Keuangan/Admin Bobby O. Zulkarnain, dan Direktur Pengembangan/SDM Rudiansyah. RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Bahrumsyah, serta dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra beserta jajaran anggota Komisi III lainnya.

Dalam forum tersebut, dibahas mengenai tantangan dan peluang dalam mengelola 52 pasar yang ada di bawah naungan PUD Pasar Medan guna mendongkrak PAD. Wakil Ketua Komisi III, Bahrumsyah, menyatakan bahwa sinergitas adalah kunci keberhasilan dalam mengimplementasikan kebijakan.

“Untuk meningkatkan PAD, dibutuhkan sinergitas yang baik dengan pedagang maupun mitra pengelola. Hal ini sangat penting agar setiap kebijakan sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah dapat diterima dan berjalan harmonis di lapangan,” tegas Bahrumsyah.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyatakan dukungannya terhadap jajaran manajemen PUD Pasar Medan dalam menegakkan aturan. Ia mengimbau agar direksi tetap konsisten menjalankan ketentuan yang berlaku. Namun, tetap peka terhadap kondisi nyata para pelaku usaha di pasar.

“Kami mendukung manajemen PUD Pasar Medan untuk tetap menjalankan aturan dan ketentuan sesuai peraturan yang ada. Hanya saja, setiap kebijakan juga harus mempertimbangkan faktor-faktor lain di luar teknis, agar tetap humanis,” kata Bahrum. (map/ila)

KPK Gandeng Kemenag Sumut, Perkuat Gerakan Antikorupsi Lewat Safari Keagamaan

KPK: Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar Safari Keagamaan Antikorupsi bersama Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Medan, Selasa (5/5/2026).
KPK: Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar Safari Keagamaan Antikorupsi bersama Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Medan, Selasa (5/5/2026).

MEDAN — Upaya pemberantasan korupsi tak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, tetapi juga menyasar penguatan moral dan nilai spiritual. Hal ini terlihat dalam kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Medan, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kemenag Sumut ini menjadi wadah kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai integritas kepada aparatur dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Johnson Ridwan Ginting, bersama Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin. Turut serta para kepala kantor Kemenag kabupaten/kota, kepala madrasah, kepala KUA, penyuluh agama, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

 Dalam pemaparannya, Johnson menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak akan efektif tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan. Ia menyebut institusi keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan integritas publik.

“Pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan penegakan hukum. Diperlukan penguatan nilai dan karakter, dan di sinilah peran institusi keagamaan sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis moral dan spiritual menjadi fondasi utama dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Sumut yang dinilai konsisten mendorong reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.

 Sementara itu, Syafrizal Bancin menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan sebagai pondasi dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya korupsi.

Ia menyebut, nilai kejujuran, tanggung jawab, dan amanah harus terus ditanamkan, terutama di kalangan aparatur sipil negara yang memiliki kewenangan dalam pelayanan publik.

“Pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran diri. Nilai-nilai keagamaan menjadi benteng utama agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang,” ujarnya. (mag-2/ila)

Selama April 2026, 221 Ribu Penumpang Naik Kereta Api

NAIK KA: Calon penumpang saat bersiap naik kereta api (KA) dari Stasiun Besar Kereta Api Medan.
NAIK KA: Calon penumpang saat bersiap naik kereta api (KA) dari Stasiun Besar Kereta Api Medan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan volume angkutan sebanyak 221.254 pelanggan sepanjang April 2026.

Fokus pada ketepatan waktu dan konektivitas antarpusat ekonomi menjadikan kereta api sebagai pilihan utama masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, pendidikan, maupun akses menuju kawasan wisata di wilayah tersebut.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo, menyatakan bahwa distribusi penumpang yang merata di berbagai layanan menunjukkan infrastruktur dan jadwal perjalanan yang disusun telah selaras dengan pola kebutuhan masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan strategis lainnya.

“KAI Divre I Sumatera Utara terus memperkuat standar operasional dengan mengedepankan prinsip keselamatan pada setiap lintas perjalanan serta menjaga presisi jadwal keberangkatan dan kedatangan guna menjamin efisiensi waktu bagi pelanggan,” ujar Anwar, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan data operasional, KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai menjadi penggerak utama mobilitas dengan melayani 107.223 pelanggan.

Tingginya angka tersebut mengonfirmasi peran vital jalur Pantai Timur Sumatera Utara dalam mendukung arus komuter dan distribusi aktivitas ekonomi.

Aktivitas penumpang juga terkonsentrasi pada titik-titik utama, di mana Stasiun Medan mencatatkan volume tertinggi dengan rincian 38.582 pelanggan berangkat dan 39.086 pelanggan datang.

Tren positif ini turut didukung oleh keandalan layanan KA Siantar Ekspres yang melayani 43.389 pelanggan, sehingga memperkuat konektivitas menuju wilayah penyangga ekonomi dan kawasan wisata di Pematangsiantar.

Selain layanan harian, rute jarak menengah juga menunjukkan kinerja positif melalui KA Sribilah Utama yang mencatatkan kedatangan di Stasiun Medan sebanyak 23.729 pelanggan, sekaligus mempertegas perannya sebagai penghubung utama wilayah Rantauprapat dengan pusat provinsi.

Performa tersebut didukung oleh operasional KA Datuk Belambangan yang mengoptimalkan mobilitas di wilayah Tebing Tinggi dengan total aktivitas mencapai 6.528 pelanggan, baik yang naik maupun turun di stasiun tersebut.

“Kami berkomitmen memastikan fasilitas stasiun dan kereta tetap andal demi kenyamanan pelanggan yang terus tumbuh. Dengan operasional yang stabil, KAI hadir sebagai solusi transportasi yang aman dan bebas kemacetan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara,” pungkas Anwar.(san/ila)

Pembukaan Bimtek Calon Kabupaten/Kota Percontohan Anti-Korupsi 2026, Bupati Asahan Berharap Bawa Perubahan Nyata

PEMBUKAAN: Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon kabupaten/kota percontohan antikorupsi Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (5/5) pukul 09.00 WIB
PEMBUKAAN: Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon kabupaten/kota percontohan antikorupsi Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (5/5) pukul 09.00 WIB

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon kabupaten/kota percontohan antikorupsi Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (5/5) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga 7 Mei 2026.

Bimtek tersebut merupakan bagian dari program pembinaan menuju Kabupaten/Kota Ber-AKSI (Berani Berantas Korupsi) yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) yang diwakili Inspektur Pembantu II Provinsi Sumatera Utara, Riswan Aritonang ST CGCAE, Koordinator Program Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi KPK Rino Haruno, Bupati dan Wakil Bupati Asahan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, pimpinan OPD, para camat se-Kabupaten Asahan, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan rasa syukur atas ditetapkannya Kabupaten Asahan sebagai salah satu daerah percontohan dalam program antikorupsi yang digagas KPK.

Menurutnya, sistem dan regulasi yang telah disusun pemerintah harus dijalankan secara konsisten agar mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Dengan kehadiran KPK melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membawa perubahan nyata dalam pola kerja aparatur pemerintah menuju tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Bupati.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara melalui Inspektur Pembantu II Riswan Aritonang menyampaikan apresiasi kepada KPK yang telah menetapkan Kabupaten Asahan sebagai daerah percontohan anti korupsi di Sumatera Utara.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung pembangunan yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

“Kami berharap Kabupaten Asahan dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Koordinator Program Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi KPK, Rino Haruno, menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mencegah tindak pidana korupsi.

Ia menyebutkan bahwa korupsi tidak hanya berkaitan dengan lemahnya pengawasan, tetapi juga menyangkut integritas dan pilihan hidup setiap individu.

Rino juga menjelaskan bahwa KPK saat ini tengah mengembangkan program dari desa anti korupsi menuju kabupaten/kota anti korupsi sebagai langkah strategis dalam memperkuat pencegahan korupsi secara menyeluruh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan dari Bupati Asahan, sambutan Gubernur Sumatera Utara yang diwakili, serta sambutan dari pihak KPK.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan buku panduan Kabupaten/Kota Anti Korupsi dari KPK kepada Bupati Asahan, serta penyerahan plakat dari Pemerintah Kabupaten Asahan kepada pihak KPK, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (dat/azw)

Baharuddin Rombak Pejabat Batubara

LANTIK: Bupati Batubara Dr H Baharuddin Siagian SH MSi dan Wakil Syafrizal SE MAP saat melantik Pejabat Batubara, Selasa, (5/5).Foto.Liberti H Haloho.
LANTIK: Bupati Batubara Dr H Baharuddin Siagian SH MSi dan Wakil Syafrizal SE MAP saat melantik Pejabat Batubara, Selasa, (5/5).Foto.Liberti H Haloho.

BATU BARA – Bupati Batubara H Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Syafrizal melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Selasa (5/5). Perombakan mencakup sejumlah posisi penting, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) hingga pejabat administrator (eselon III).

Berdasarkan informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batubara, pelantikan telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah pejabat yang menempati posisi baru maupun rotasi jabatan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Pemkab Batubara menegaskan, rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi guna mendorong percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

Ada pun pejabat baru yang diangkat di antaranya:

Rusian Heri menjadi Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Batubara. Attaruddin  menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia di Setda.

Susilistiawati Ritonga menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pada Setda.

Syahdama Yanto  menjadi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Muliadi menjadi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Budi Iswan Sinaga menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dan lainnya. (lib/azw).

Perkuat Infrastruktur Desa, Brimob Sumut Perbaikan Jembatan Gotting

PERBAIKAN JEMBATAN: Personel Batalyon C Satbrimob Polda Sumut saat melaksanakan kegiatan perbaikan Jembatan Gotting, di Desa Purbasinomba, Kecamatan Siborongborong, Taput. (Istimewa/Sumut Pos)
PERBAIKAN JEMBATAN: Personel Batalyon C Satbrimob Polda Sumut saat melaksanakan kegiatan perbaikan Jembatan Gotting, di Desa Purbasinomba, Kecamatan Siborongborong, Taput. (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN – Personel Batalyon C Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Satbrimob Polda Sumut) melaksanakan kegiatan perbaikan Jembatan Gotting, di Desa Purbasinomba, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuliutara (Taput), Senin (4/5). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap infrastruktur desa yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Danton III Kompi 1 Batalyon C, Ipda Erbet Simanjuntak bersama personel lainnya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kepala desa serta pihak Pekerjaan Umum (PU), guna memastikan proses perbaikan berjalan terarah dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sejumlah pekerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan area sekitar mess, pembuatan aliran air di sekitar posko jembatan, hingga pembuatan rangka besi sebagai bagian dari struktur perbaikan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan kerja sama tim serta memperhatikan aspek keselamatan.

Selain fokus pada perbaikan fisik, kehadiran personel juga membawa pendekatan humanis dengan melibatkan komunikasi aktif bersama masyarakat setempat. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun rasa kebersamaan serta memperkuat hubungan antara aparat dan warga.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses yang aman dan layak. Sinergi dengan warga dan pemerintah setempat menjadi kunci agar hasilnya dapat dirasakan bersama,” ujar Erbet.

Ia berharap, perbaikan jembatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses transportasi, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas sosial lainnya.

“Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan,” imbuhnya.

Melalui upaya ini, Brimob Sumut menunjukkan peran aktif tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dwi/azw)

Lapas Binjai Study Tiru Ternak Telur Puyuh

STUDY TIRU: Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi (kemeja putih) saat melakukan study tiru bersama jajaran ke peternak telur puyuh. (Istimewa/Sumut Pos)
STUDY TIRU: Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi (kemeja putih) saat melakukan study tiru bersama jajaran ke peternak telur puyuh. (Istimewa/Sumut Pos)

BINJAI- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai menunjukkan semangatnya untuk membina wargabinaan mereka. Jajaran Lapas Binjai melakukan study tiru ke peternak telur puyu, belum lama ini.

Langkah ini sebagai bentuk upaya peningkatan keterampilan dan wawasan kerja bagi wargabinaan. Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi yang memimpin langsung study tiru bersama jajaran.

Dia juga aktif mendengar arahan dan motivasi dalam menyerap ilmu serta pengalaman dari lokasi pembelajaran dengan maksimal. Dalam kesempatan ini, jajaran Lapas Binjai melakukan pengamatan langsung terhadap proses budidaya puyuh.

Mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan, pengelolaan kesehatan ternak hingga proses panen telur puyuh yang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, Lapas Binjai juga diberi pemahaman terkait manajemen usaha peternakan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri di kemudian hari.

Kalapas menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian. Tujuannya, untuk membekali wargabinaan dengan keterampilan produktif.

“Harapannya melalui study tiru, wargabinaan dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dan mampu mengimplementasikan sebagai bekal, setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Mukaffi, Senin (4/5/2026).

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat pembelajaran serta komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Binjai. (ted/ila)

Ketua TP PKK Siantar Soroti Infrastruktur PAUD

Ny Liswati suapi anak PAUD.
Ny Liswati suapi anak PAUD.

SIANTAR— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pematangsiantar Liswati Wesly Silalahi, menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah PAUD di Kecamatan Siantar Marihat, Selasa (05/05/2026).

Dalam kunjungan yang juga diwarnai suasana hangat dan penuh keakraban itu, Liswati tidak hanya meninjau kondisi sekolah, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para siswa PAUD-Sanggar Anak Balita (SAB). Ia bahkan sempat menyuapkan makanan kepada anak-anak sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang.

Kunjungan dimulai dari PAUD SAB Kelurahan Suka Raja, di mana Liswati disambut antusias melalui yel-yel ceria dari para siswa. Suasana semakin hidup ketika ia mengajukan pertanyaan sederhana seputar huruf abjad, yang dijawab dengan penuh semangat oleh anak-anak.

Sebagai bentuk apresiasi, setiap siswa yang mampu menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa susu dan roti. Momen tersebut disambut gembira oleh para peserta didik.

Dari lokasi tersebut, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke PAUD SAB Kelurahan BP Nauli. Di sekolah kedua ini, suasana serupa kembali terlihat, dengan anak-anak yang aktif mengikuti sesi tanya jawab dan menerima hadiah susu dari Ketua TP PKK.

Usai rangkaian kunjungan, Liswati menekankan pentingnya perhatian terhadap fasilitas dan infrastruktur PAUD agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

Ia meminta agar dilakukan evaluasi serta pengadaan sarana pendukung pendidikan anak usia dini, termasuk ruang belajar yang layak, alat peraga edukatif, serta fasilitas penunjang lainnya. Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Rodearni M Purba.

Menurut Liswati, PAUD merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak sejak dini, sehingga harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Siantar Marihat, Pedi Arianto Sitopu, Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Kecamatan Siantar Marihat Evi Pedi Sitopu beserta jajaran pengurus, serta para lurah setempat.

Dalam kesempatan itu, para pejabat daerah juga menyampaikan komitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut. (pra/ila)

PT Dairi Prima Mineral Bersama Pemkab Dairi, Sosialisasikan Persetujuan Adendum AMDAL

FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala dan unsur Forkopimda, foto bersama saat menghadiri sosialisasi persetujuan adendum AMDAL PT DPM di hotel Beristera, Sitinjo, Selasa (5/5).istimewa.
FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala dan unsur Forkopimda, foto bersama saat menghadiri sosialisasi persetujuan adendum AMDAL PT DPM di hotel Beristera, Sitinjo, Selasa (5/5).istimewa.

DAIRI — PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Dairi menggelar sosialisasi publik terkait persetujuan adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Kegiatan sosialisasi berlangsung selama dua hari, yakni Selasa–Rabu (5–6/5), dengan tiga sesi pertemuan di lokasi berbeda. Sesi pertama digelar di Hotel Beristera Sitinjo pada Selasa (5/5), sementara sesi lanjutan berlangsung di Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga pada Rabu (6/5).

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dairi, perwakilan dinas terkait, para camat, kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan (OKP), serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan lainnya.

 Chief Legal and External Relations Officer PT Dairi Prima Mineral Radianto Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan transparansi kepada para pemangku kepentingan.

Menurutnya, sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait adendum Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL) AMDAL PT DPM yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui Keputusan Nomor 1437 pada Maret 2026.

“Persetujuan adendum AMDAL ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memastikan operasional pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Radianto.

 Radianto menjelaskan bahwa dokumen AMDAL tersebut menegaskan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan hidup dalam setiap tahapan operasional pertambangan.

Salah satu poin penting dalam adendum tersebut adalah penerapan metode backfilling atau pengisian kembali rongga bekas tambang sebagai solusi utama pengelolaan limbah tailing, menggantikan rencana penggunaan fasilitas penyimpanan tailing (Tailings Storage Facility/TSF).

Metode ini dinilai lebih aman karena dapat meminimalkan risiko lingkungan dalam jangka panjang serta mendukung proses pemulihan lahan pascatambang. “Ini sejalan dengan praktik terbaik dalam industri pertambangan berkelanjutan,” jelasnya.

  Radianto menegaskan bahwa seluruh desain operasional PT DPM mengacu pada prinsip Good Mining Practices, yang mencakup pengelolaan limbah secara bertanggung jawab, pemantauan lingkungan berkelanjutan, serta pengendalian dampak lingkungan secara ketat.

Selain itu, perusahaan juga mengintegrasikan rencana reklamasi dan pascatambang sejak tahap awal kegiatan operasional. “Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan pertambangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemulihan lingkungan,” ujarnya.

 PT Dairi Prima Mineral juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam proses sosialisasi tersebut.

Perusahaan berharap, setelah seluruh proses perizinan dan sosialisasi berjalan, kegiatan operasional dapat segera dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah maupun nasional.

“Kami berharap keberadaan proyek ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dairi serta perekonomian nasional,” pungkas Radianto. (rud/ila)