26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5202

37 Kloter Tiba di Tanah Suci, 1 Jamaah Wafat

istimewa TIBA DI TANAH SUCI: Jamaah calon haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (9/7). Hingga kemarin, sudah 37 Kloter tiba di Tanah Suci dan seorang jamaah wafat.
istimewa TIBA DI TANAH SUCI: Jamaah calon haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (9/7). Hingga kemarin, sudah 37 Kloter tiba di Tanah Suci dan seorang jamaah wafat.
TIBA DI TANAH SUCI: Jamaah calon haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (9/7). Hingga kemarin, sudah 37 Kloter tiba di Tanah Suci dan seorang jamaah wafat.
istimewa
TIBA DI TANAH SUCI: Jamaah calon haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (9/7). Hingga kemarin, sudah 37 Kloter tiba di Tanah Suci dan seorang jamaah wafat.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 37 kelompok terbang jamaah haji telah tiba di Tanah Suci. Tercatat, sebanyak 15.225 jamaah telah mendarat di Bandar Udara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Satu jamaah wafat tercatat atas nama Sumiyatun Sowikromo Sutardjan. Demikian mengutip data Siskohat Kemenag, Selasa (9/7), pukul 06.30 waktu Arab Saudin

Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kloter yang akan dibagi dalam dua gelombang penerbangan. Gelombang I akan diterbangkan pada 6–19 Juli 2019 dan gelombang II akan diberangkatkan pada 20 Juli–5 Agustus 2019.

Seperti tahun lalu, jamaah haji Indonesia akan dilayani dua maskapai penerbangan, yaitu Saudi Arabia Airline dan Garuda Indonesia. Saudi Arabia Airline akan mengangkut sebanyak 105.573 jamaah yang berasal dari Embarkasi Batam (BTH), Palembang (PLM), Jakarta-Bekasi (JKS), sebagian Jakarta Pondok Gede (JKG), dan Surabaya (SUB).

Sementara Garuda indonesia akan mengangkut sebanyak 111.072 jamaah haji yang berasal dari embarkasi Aceh (BTJ), Medan (MES), Padang (PDG), sebagian Jakarta Pondok Gede (JKG), Solo (SOC), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), Makassar (UPG), dan Lombok (LOP).

Hari Ini, Asrama Haji Medan di Fogging

Seusai jadwal, calon jamaah haji Embarkasi Medan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) I mulai memasuki Asrama Haji Medan besok, Kamis (11/7). Unit Pelayanan Teknis (UPT) Asrama Haji Medan menyatakan kesiapannya menampung seluruh calon jamaah haji (calhaj), yang tergabung dalam 22 kelompok terbang (kloter).

“99 persen kita telah siap menerima kedatangan jamaah. Untuk kamar-kamar jamaah kita sudah siap, dan aula pemberangkatan dan penerimaan kita juga sudah siap,” ujar Plt Kepala UPT Asrama Haji Medan, Ramlan Sudarto kepada Sumut Pos, Selasa (9/7).

Sementara, untuk mensterilkan lingkungan asrama dari nyamuk dan jentik-jentik, Rabu (10/7) ini, akan dilakukan fogging menjelang penerimaan. Kata Ramlan, di waktu yang mepet tersebut, tidak akan mengganggu kesehatan jamaah. “Saya kira nggak berpengaruh, karna kan yang kita fogging itu di area luar gedung, bukan di dalam kamar-kamar. Lingkungan lah yang di fogging, terutama sanitasi, parit-parit supaya tidak ada jentik-jentik nyamuk,” terangnya.

Selain itu, Asrama Haji juga telah menyiapkan sebanyak 20 toilet bagi jamaah di aula pemberangkatan. “Kalau untuk drainase untuk saat ini tidak ada masalah, walaupun hujan sebentar ada genangan begitu apa kalau mengalir langsung kering,” imbuhnya.

Untuk jamaah lanjut usia (lansia) dan beresiko tinggi (resti), pihaknya akan menempatkan jamaah tersebut di lantai 1.

Sebagaimana diketahui, Kloter 1 asal Medan, dijadwalkan masuk asrama pada Kamis (11/7) dan berangkat ke Arab Saudi pada Jumat (12/7). Kemudian kloter 2 asal Kabupaten Langkat, masuk Asrama haji pada tanggal 12 Juli 2019. Disusul Kloter 3 Asahan, kloter 4 Medan dan Asahan, kloter 5 Mandailing Natal, kloter 6 Padanglawas dan kloter 7 Serdangbedagai, Tebingtinggi dan Gunungsitoli.

Kemudian tanggal 20 Juli 2019, masuk Asrama Haji, kloter 8 asal Medan, Langkat, Padanglawas dan Pakpak Bharat. Disusul kloter 9 Padangsidempuan, kloter 10 Labuhanbatu, kloter 11 Simalungun, Pematangsiantar dan Medan, kloter 12 Binjai dan Medan, kloter 13 Medan, Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Lalu, kloter 14 Medan, kloter 15 Labuhanbatu Selatan dan Medan, kloter 16 Deliserdang. Kloter 17 Deliserdang, Mandailing Natal dan Karo, kloter 18 Medan, Padangsidempuan, Tapanuli Utara, Humbanghasundutan dan Dairi. Kloter 19 Medan dan Tanjungbalai, kloter 20 Padanglawas Utara dan Medan, kloter 21 Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu dan Medan serta kloter 22 Tapanuli Selatan dan Medan. (bbs/man)

Hasil SBMPTN 2019, 3.091 Lulus di USU, 2.584 di Unimed

istimewa UJIAN: Para peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mengikuti ujian di Medan, beberapa waktu lalu.
istimewa UJIAN: Para peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mengikuti ujian di Medan, beberapa waktu lalu.
Para peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mengikuti ujian di Medan, beberapa waktu lalu.
istimewa
UJIAN: Para peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mengikuti ujian di Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diumumkan serentak secara nasional, termasuk Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (9/7). Sebanyak 3.091 calon mahasiswa lulus di USU terdiri dari 2.463 peserta berasal dari Sumatera Utara dan 628 orang dari luar Sumatera Utara. Sedangkan di Unimed, 2.584 calon mahasiswa baru dinyatakan lulus.

“Tahun ini, USU juga masuk dalam 10 besar jumlah peminat SBMPTNn

terbanyak di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, dengan jumlah peminat sebesar 36.585 peserta yang memilih USU,” KATA Wakil Rektor I USU Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kealumnian Prof Dr Ir Rosmayati MS melalui Kepala Kantor Humas Protokoler dan Promosi USU, Elvi Sumanti ST MHum di ruang kerjanya, Selasa (9/7).

Program studi terfavorit di USU tahun ini yakni Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat (1561), Prodi Agro Ekoteknologi (1.387), Prodi Kehutanan (1.324) pada kategori saintek (IPA). Kemudian Prodi Ilmu Hukum (1.822), Prodi Ilmu Administrasi Negara (1598) dan Prodi Ilmu Administrasi Bisnis (1471) pada kategori Soshum (IPS).

“Sebaran latar belakang pendidikan para peserta SBMPTN 2019 di USU masih didominasi oleh peserta dari SMU sebanyak 30.212 peserta. Sedangkan peserta yang berasal dari SMK, MA dan sekolah lainnya berjumlah 6.373 peserta,” ungkap Elvi.

Bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, selanjutnya dapat melakukan tahapan pengisian data UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dibuka mulai tanggal 10 hingga 16 Juli 2019. Dilanjutkan dengan pembayaran UKT pada 25-30 Juli 2019. Tatacara pengisian dan pembayaran UKT ini dapat dilihat pada laman www.usu.ac.id.

Elvi mengimbau kepada masyarakat yang anaknya tidak lulus di SBMPTN agar mendaftarkan anaknya melalui jalur Program Mandiri USU yang pendaftaran onlinenya sudah dibuka sejak 11 Juni 2019 hingga 17 Juli 2019 melalui laman https://penerimaan.usu.ac.id, dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah) melalui Bank BNI.

Ujian Tulis Mandiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 20 Juli 2019, dengan lokasi ujian berada di lingkungan Kampus USU Medan. Hasil dari ujian Mandiri ini akan diumumkan pada tanggal 27 Juli 2019 mendatang yang bisa dilihat melalui laman https://penerimaan.usu.ac.id.

2.584 Lulus Unimed

Untuk Unimed, dari 22.692 peserta yang ikut SBMPTN, 2.584 calon mahasiswa dinyatakan lulus. Rektor Unimed, Prof Syawal Gultom pun langsung menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang lulus dan menjadi keluarga besar Unimed.

Menurut Syawal, dari 49 Program Studi (Prodi) S1, ada lima yang menjadi favorit di jalur SBMPTN 2019 ini karena peminatnya tertinggi, antara lain Prodi PGSD FIP dengan jumlah pendaftar 1.848, Prodi Pendidikan Matematika FMIPA jumlah pendaftar 1.127, Prodi Pendidikan Biologi FMIPA, jumlah pendaftar 1.011, Prodi Pendidikan Fisika FMIPA, jumlah pendaftar 848, dan Prodi Manajemen FE, jumlah pendaftar 818.

Disebutkan Syawal, peserta yang telah lulus SBMPTN di Unimed merupakan keberhasilan yang murni tanpa permainan. “Hasil tes murni UTBK yang nilainya sudah diketahui oleh siswa pendaftar sebelum mendaftar jalur SBMPTN,” sebutnya.

Syawal menyebut, bagi siswa yang belum diterima melalui jalur SBMPTN, masih punya kesempatan untuk bersaing kembali di jalur Mandiri yang pendaftarannya sudah dimulai sejak 1 Juli dan akan ditutup 20 Juli mendatang.

“Percayalah, jika anda yakin, tetap berusaha dan serius dalam belajar, mudah-mudahan dapat lulus di Unimed. Sedangkan bagi yang telah lulus, segeralah persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk daftar ulang dan lihat jadwal-jadwal penting untuk melakukan daftar ulang, agar tidak terlambat. Sekali lagi selamat bergabung dengan kampus hijau Unimed, semoga saudara dapat hidup sukses meniti karir yang cemerlang melalui Unimed yang kita banggakan,” tegasnya.

Pesan terakhir Syawal, bagi siswa/i yang telah dinyatakan lulus jalur SBMPTN Tahun 2019 di Unimed diharapkan segera melihat informasi tentang tata cara registrasi ulang mahasiswa baru dan persyaratan apa saja yang harus dipersiapkan.

Informasi tersebut dapat dilihat di laman www.unimed.ac.id. Sementara pengumuman dapat dilihat melalui laman https://pengumuman.sbmptn.ltmpt.ac.id dan www.unimed.ac.id. (dvs)

Lahan Sitaan dari Tamin Sukardi Jadi Rebutan, Kejatisu: Itu Belum Inkrah

fachril/sumut pos DIALOG: Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari berdialog dengan warga, Senin (8/7).
Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari berdialog dengan warga, Senin (8/7).
Fachril/sumut pos
DIALOG: Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari berdialog dengan warga, Senin (8/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tanah seluas 74 hektare di Desa Helvetia, sitaan dari pengusaha Tamin Sukardi yang diperebutkan warga dengan PT ACR, ternyata hingga kini status hukumnya belum berkekuatan hukum tetap (inkrah). Pasalnya, Tamin Sukardi yang juga terjerat kasus penyuapan hakim PN Medan ini, masih melakukan perlawanan dengan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Kita belum bisa mengambil sikap, belum berhak mengeksekusi. Itu haknya penggarap. Kalau penggarap kan biasa menggarap tanah eks PTPN,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Sumut Pos, Selasa (9/7)n

“Kita nggak bisa mengambil sikap atau kebijakan. Karena sesuai ketentuan undang-undang melaksanakan putusan yang mempunyai hukum tetap. Sementara ini ‘kan belum ada hukum tetapnya, karena masih upaya hukum,” sambungnya.

Terkait status tanah yang kini coba dikuasai PT ACR yang ditentang warga karena juga ingin menguasai lahan di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang itu, Sumanggar menyatakan, masih menunggu putusan dari MA.

Sebelumnya, dalam putusan banding di PT Medan, Majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan yang diketuai Dasniel memperberat hukuman Tamin Sukardi. Tamin Sukardi dijatuhi hukuman 8 tahun dan denda Rp500 juta, pada sidang putusan perkara banding, di ruang utama Pengadilan Tinggi Medan. Hukuman yang diterima Tamin Sukardi lebih berat dari vonis sebelumnya, yang dijatuhi Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dalam amar putusannya, hakim juga meminta Tamin Sukardi membayar pengganti kerugian negara sebesar Rp132,4 miliar dalam waktu satu bulan setelah putusan. Apabila uang pengganti kerugian negara itu tidak bisa dibayarkan, maka harta benda Tamin Sukardi akan dirampas untuk negara.

Jika tidak mencukupi, maka diganti dengan hukuman dua tahun penjara.

“Barang bukti nomor 167, tanah seluas 20 hektare, kemudian barang bukti nomor 168, tanah seluas 32 hektare dan terakhir barang bukti nomor 169, tanah seluas 74 hektare yang merupakan bagian dari tanah yang awalnya dikuasai PT Erni Putra Terari seluas 126 hekater di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang dirampas untuk negara,” kata hakim. (man)

Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia Berakhir, Arungi 135 Km Perairan Danau Toba selama 29 Jam

bagus/sumut posCENDERAMATA: Sekda Samosir Jabiat Sagala menerima cenderamata dari Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia pada acara closing ceremony di Pelabuhan Tomok, Kabupaten Samosir, Selasa (9/7).
bagus/sumut posCENDERAMATA: Sekda Samosir Jabiat Sagala menerima cenderamata dari Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia pada acara closing ceremony di Pelabuhan Tomok, Kabupaten Samosir, Selasa (9/7).
Sekda Samosir Jabiat Sagala menerima cenderamata dari Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia pada acara closing ceremony di Pelabuhan Tomok, Kabupaten Samosir, Selasa (9/7).
bagus/sumut posCENDERAMATA: Sekda Samosir Jabiat Sagala menerima cenderamata dari Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia pada acara closing ceremony di Pelabuhan Tomok, Kabupaten Samosir, Selasa (9/7).

TOBASA, SUMUTPOS.CO – Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia 2019 menyelesaikan ekpedisinya mengarungi lingkar dalam perairan Danau Toba dengan jarak tempuh 135 Km, Selasa (9/7). Kini para pelajar dari komunitas Udara, Rimba dan Laut (URaL) SMA Negeri 28 Jakarta ini tinggal menunggu, apakah kerja keras mereka sejak 2 Juli lalu akan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) atau tidak.

WAJAH keenam pelajar yang melakukan ekpedisi, Argi Nurfajri, Rafif Ibrahim, Landung Yudanto, Fahmi Muhammad Gibran, Aryadhieni Farah Ayu Susanto, dan Nur Aliya Sabira terlihat ceria saat mengikuti closing ceremony di Pelabuhan Tomok Kabupaten Samosir, Selasa (9/7) siang. Acara tersebut, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Samosir, Jabiat Sagala serta jajaran Pemkab Samosir, tokoh mayarakat dan puluhan pelajar di Kabupaten Samosir.

Ketua Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia URaL SMA Negeri 28 Jakarta, Argi Nurfajri mengungkapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan diberikan seluruh pihak. Baik dari Pemkab Samosir hingga masyarakat setempat, selama mereka melakukan ekspedisi di Danau terbesar di Asia itu. “Alhamdulillah kami Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia 2019 sudah menyelesaikan ekspedisi di Danau Toba dengan jarak 135 kilometer ditempuh dengan waktu 29 jam,” ucap Argi.

Selama 8 hari mengelilingi lingkar dalam perairan Danau Toba, Argi mengaku banyak hal-hal baru yang mereka temukan, seperti keindahan dan pesona alam danau vulkanik terbesar di dunia itu. Tidak sampai di situ saja, kultur budaya Batak dengan berbagai jenis kebudayaan mereka baru ketahui. “Danau Toba sangat bagus dan layak untuk dikunjungi wisatawan dengan potensi pariwisata dimiliki serta kultur budaya. Hal ini, menjadi poin khusus dimiliki Danau Toba,” tandasnya.

Sekda Samosir, Jabiat Sagala menyampaikan rasa bangga atas apa yang dilakukan Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia selama di Danau Toba. Menurutnya, ekspedisi tersebut menunjukan bahwa perairan di Kabupaten Samosir aman untuk dinikmati wisatawan termasuk melakukan sport tourism.

“Kita harus mengakui dengan tenggelamnya Kapal Sinar Bangun sekitar 1 tahun lalu, berdampak dengan kurangnya jumlah kunjungan wisatawan ke Samosir. Kita tentu berupaya situasi ini, kembali lagi seperti semula. Makanya, kehadiran ekpedisi kayak ini dapat memberikan informasi kepada dunia bahwa Samosir aman. Kayaking mengarungi Pulau Samosir ini dengan aman kok,” sebut Jabiat.

Dengan begitu, Jabiat mengimbau seluruh masyarakat di Indonesia dan internasional agar berkunjung ke Kabupaten Samosir. Karena, kondisi Samosir aman. “Melihat dari data kondisi kunjungan wisatawan pada liburan Lebaran, sudah kembali lagi,” tutur Jabiat.

Selain itu ia mengatakan, ekspedisi ini bukan pertama dan terakhir. Tapi, diharapkan akan menjadi kegiatan tahunan dilakukan tim URaL SMA Negeri 28 Jakarta di Danau Toba dengan kegiatan kayaknya. “Kita berharap dengan ekspedisi ini, diharapkan menjadi Pariwisata Olahraga Nasional dan Internasional untuk datang ke Danau Toba di Samosir,” tutur Jabiat.

Ia mengungkapkan, semoga URaL SMA Negeri 28 Jakarta akan dapat meraih rekor MURI, sesuai target prestasi dan diharapkan.”Apa mereka lakukan adalah pemecehan rekor MURI,” tandasnya.

Pembina URaL SMA Negeri 28 Jakarta, Nila Kusumawardhi mengatakan, usai dilakukan ekspedisi ini, mereka akan menyempaikan seluruh bukti apa dilakukan selama di Danau Toba ke MURI untuk tercatat sebagai pemecahan rekor. “Kami harapkan pertengah Juli 2019. Kemudian, rekor MURI akan disampaikan di sekolah kami langsung. Kita harapkan secepat tercapai lah,” sebut Nila.

Sementara itu, Kepala Divisi (Kadiv) Aminitas Dan Daya Tarik Wisata Badan Pelaksanaan Otoritas Danau Toba (BPODT), Ristiyanto mengharapkan ada tim-tim ekspedisi yang lain hadir di Danau Toba dan ikut mempromosikan pariwisata di daerah tersebut, secara luas. “Harapan di dunia pariwisata di sini, pastinya kita ingin banyak ekpedisi lain yang tampil di Danau Toba ini. Ini potensi besar memajukan pariwisata. Dengan air yang ada, bisa dimanfaatkan untuk olahraga water spot,” ujar Ristiyanto.

Kemudian, ia mengatakan pihkanya, akan mengkaji kayak untuk dijadikan even olahraga internasional berlokasi di Danau Toba. Karena, melihat respon masyarakat yang baik dari ekspedisi ini. “Untuk olahraga serupa bisa jadi sport tourism dan bisa dibahas diinternal, disampaikan ke pimpinan, dan dikaji lebih lanjut untuk melaksanakan even even internasional,” katanya.(gus)

Diallo Incar Starting Eleven

Mamadou Lamarana Diallo
Mamadou Lamarana Diallo
Mamadou Lamarana Diallo
Mamadou Lamarana Diallo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Striker naturalisasi PSMS Medan, Mamadou Lamarana Diallo, tercatat baru 2 kali memperkuat skuad asuhan Abdul Rahman Gurning itu di Liga 2 2019. Dan dia tak pernah masuk starting eleven.

Hingga 4 laga yang sudah dilakoni Ayam Kinantan, lini depan PSMS masih tumpul. Barisan striker belum ada seorangpun yang mencetak gol.

PSMS memang hanya memiliki 3 penyerang murni, yakni Aldino Herdianto, Diallo, dan Tambun Naibaho. Nama terakhir, belum bisa memperkuat skuad, karena terkendala masalah administrasi.

Tapi, khusus bagi Aldino dan Diallo, tampaknya harus segera bangkit dan memupuk kepercayaan sang pelatih. Pasalnya, laga terakhir melawan Perserang Serang, Banten, Sabtu (6/7) lalu, keduanya tak diturunkan sama sekali oleh pelatih, dan hanya jadi penghangat bangku cadangan.

Fakta ini tentu menjadi ironi bagi Diallo, pemain naturalisasi yang sejatinya dianggap selevel dengan pemain asing, nasibnya berbeda dengan pemain naturalisasi lainnya, Mohamadou Al Hadji, yang kerap jadi starter di lini belakang PSMS.

Diallo baru 2 kali diturunkan oleh pelatih. Tepatnya masuk pada menit 62, saat PSMS kalah dari Cilegon United di Stadion Teladan Medan, Rabu (2/7) lalu, dan dimainkan pada menit ke-79 saat PSMS bertandang ke Persibat Batang, 27 Juni lalu.

Diallo dianggap masih bisa beradaptasi, karena dia paling lama bergabung dengan tim, tepatnya saat PSMS melawan PSPS Riau, 22 Juni lalu.

“Kendalanya hanya karena saya baru gabung. Mungkin kalau sudah lama, satu atau 2 minggu latihan, mungkin adaptasi lebih cepat,” ungkap Diallo, baru-baru ini.

Diallo mengaku, akan menerima apapun keputusan yang diberi pelatih, meski sebagai pemain dia ingin menunjukkan yang terbaik dengan banyaknya menit bermain. “Saya datang untuk bermain, cuma semua tergantung coach. Kalau dia suruh saya main satu atau 2 menit, saya main. Bukan saya yang pasang diri di lapangan. Terserah coach. Kalau dia masukkan saya babak awal, saya pasti main. Kalau disuruh nunggu 10 sampai 15 menit, ya saya terima,” bebernya.

Striker yang mendapatkan status warga negara Indonesia (WNI) pada 2019 ini, mengaku tidak ada target khusus bersama PSMS. “Tidak ada target khusus. Saat ini saya ingin mencetak gol sebanyak-banyaknya, dan dapat kepercayaan pelatih,” pungkasnya. (bbs/saz)

Soal Sengketa Logo PSMS, Kuatkan Bukti-bukti, Polda Ambil Keterangan Pelapor

PSMS
PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyelidikan laporan sengketa logo PSMS Medan yang kini ditangani Dit Reskrimsus Polda Sumut, terus bergulir. Penyidik saat ini tengah mengidentifikask bukti-bukti dan keterangan dari PT PeSeMeS Medan, yang merasa memiliki hak atas logo tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana Putra mengatakan, saat ini penyidiknya pada tahapan pemeriksaan legalitas hak cipta logo PSMS Medan.

“Hari ini (kemarin, red), ada diambil keterangan soal laporan itu. Yang kami periksa itu dari pihak pelapor. Kami mau dudukkan dulu perkaranya,” ungkap Rony, Selasa (9/7).

Dalam masalah sengketa kepemilikan logo ini, lanjut Rony, pihaknya akam membandingkan bukti-bukti dari kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor. “Maka dari itu, kami lagi perkuat legalitas dan bukti-bukti PT PeSeMeS Medan sebagai pelapor,” katanya.

Dia juga menjelaskan, setelah penyidik selesai mengambil keterangan dari pelapor dan mempelajari bukti-bukti yang mereka miliki, selanjutnya masih akan mengambil lagi keterangan terlapor. “Nantinya akan dijadwalkan lagi pemanggilan untuk terlapor,” imbuh Rony.

Seperti diketahui, kasus sengketa klaim kepemilikan logo PSMS Medan bermula dari gugatan PT PeSeMes Medan atas PT Kinantan Medan Indonesia yang mengklaim sebagai pemilik sah logo dan terdaftar di Kemenkumham.

Laporan itu terlampir dalam LP/773/V/2019/SUMUT/SPKT III, tertanggal 26 Mei 2019, oleh Syukri Wardi sebagai kuasa dari PT PeSemeS Medan. PT PeSeMes Medan mengklaim, klub PSMS Medan masih dimiliki oleh pihaknya secara hukum, dan diakui oleh PSSI. (dvs/saz)

Penggawa Diimbau Tetap Fight

sutan siregar/sumut pos REBUT: Pemain PSMS Medan mencoba merebut bola dari pemain Perserang Serang, Banten, di Stadion Teladan Medan, Sabtu (6/7).
sutan siregar/sumut pos REBUT: Pemain PSMS Medan mencoba merebut bola dari pemain Perserang Serang, Banten, di Stadion Teladan Medan, Sabtu (6/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menghadapi PSCS Cilacap pada lanjutan Liga 2 2019, Sabtu (13/7) mendatang, Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, mengaku khawatir. Pasalnya, ada 3 penggawa Ayam Kinantan yang sudah mendapat 2 kartu kuning.

Artinya, jika pada laga ini mereka kembali menerima kartu kuning, maka terkena akumulasi, dan dipastikan tak dapat memperkuat skuad di pertandingan selanjutnya.

Dari 4 laga yang sudah dilakoni, pemain PSMS yang sudah 2 kali menerima kartu kuning, yakni Aidun Sastra Utami, Al Hadji, dan Nasirin.

Dalam regulasi yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), pemain terkena akumulasi jika 3 kali menerima kartu kuning. Dan ini berlaku pada pemain yang belum pernah terkena akumulasi. Namun jika sudah pernah, maka di laga selanjutnya, akumulasi langsung dikenakan kepada pemain yang sudah 2 kali menerima kartu kuning. Sanksinya larangan bertanding di satu laga berikutnya.

“Kami harus hati-hati main di sana nanti (Cilacap). Karena sudah ada beberap pemain kami yang 2 kali menerima kartu kuning. Sekali lagi dapat (kartu kuning), akan kena akumulasi,” ungkap Gurning, usai memimpin latihan di Markas PSMS, Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (9/7).

Menurut Gurning, saat bermain tandang, para penggawa PSMS cenderung mendapatkan kartu. Sebab, dia menilai, tim tuan rumah akan ‘dibela’ wasit soal pelanggaran. Meski begitu, Gurning tetap memberikan kepercayaan kepada pemainnya untuk tampil fight. Dia tak mau pemainnya malah melempem, hanya karena menghindari kartu. “Tapi harus tetap fight di lapangan. Pemain tak perlu memikirkan soal kartu. Tapi, kalau bisa jangan sampai lakukan pelanggaran. Itu sudah bagus,” harapnya.

Bentrok dengan PSCS, Gurning fokus menyoroti lini pertahanannya. Pasalnya, dia akan menerapkan strategi bertahan dan memanfaatkan serangan balik. “Kami evaluasi lini pertahanan, karena kemarin cukup lemah. Makanya kami terapkan strategi defense, kemudian memanfaatkan counter attack,” pungkas Gurning. (bbs/saz)

Galian C Ilegal Ditertibkan, Dua Pekerja dan Alat Berat Diamankan

BARANGBUKTI: Anggota Satreskrim Polres Dairi menunjukkan barangbukti 1 unit alat berat yang diamankan dari lokasi pertambangan illegal di Desa Lau Meciho, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi.
BARANGBUKTI: Anggota Satreskrim Polres Dairi menunjukkan barangbukti 1 unit alat berat yang diamankan dari lokasi pertambangan illegal di Desa Lau Meciho, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi.
Anggota Satreskrim Polres Dairi menunjukkan barangbukti 1 unit alat berat yang diamankan dari lokasi pertambangan illegal di Desa Lau Meciho, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi.
BARANGBUKTI: Anggota Satreskrim Polres Dairi menunjukkan barangbukti 1 unit alat berat yang diamankan dari lokasi pertambangan illegal di Desa Lau Meciho, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Diduga tidak mengantongi ijin, Satreskrim Polres Dairi menertibkan galian C ilegal di di Desa Lau Meciho Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Senin (1/7). Dari lokasi, petugas mengamankan escavator, mobil dumtruk serta 2 orang operator.

“Sudah kita amankan, sedang kita dalami,” ujar Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donni Saleh kepada wartawan di Mapolres, Selasa (9/7).

Dua operator alat berat yang diamankan masing-masing, Budi Tarigan (35) warga Desa Lau Meciho dan Rangga Tarigan (22) warga Desa Sungai Raya Kecamatan Siempat Nempu Hulu.

“Sedangkan escavator yang diamankan atas nama Vitri Tarigan dan dump truck atas nama CV Metro Angkutan Nusantara (Lamsah Ginting). Hasil pemeriksaan, kedua orang yang diamankan mengaku, mereka adalah suruhan,” kata Donni.

Menurut Donni, siapa yang menyuruh mereka untuk menambang batu masih didalami. Selain itu, polisi juga akan mendalami keberadaan alat berat dan dump truck di lokasi tersebut.

“Setiap orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan usaha pertambangan tanpa izin usaha pertambangan (IUP), izin pertambangan rakyat (IPR) atau izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 Undang- Undang Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda 10 milliar,” pungkasnya. (mag-10/ala)

Kurir 9 Ons Sabu Dituntut 14 Tahun

AGUSMAN/SUMUT POS TUNTUTAN: Syaiful Bahri Siregar, terdakwa kurir 900 gram sabu menjalani sidang tuntutan, Selasa (9/7).
AGUSMAN/SUMUT POS
TUNTUTAN: Syaiful Bahri Siregar, terdakwa kurir 900 gram sabu menjalani sidang tuntutan, Selasa (9/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Syaiful Bahri Siregar alias Pak Ucok (62), dengan hukuman pidana 14 tahun penjara. Warga Jalan Sei Kera, Gang Penghulu, No 28, Keluraham Pandu Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan itu, dinyatakan bersalah karena memiliki sabu seberat 900 gram (9 ons).

“Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum terdakwa dengan pidana 14 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” pinta Jaksa JPU Indra Zamachsyari di Ruang Cakra 5, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/7).

Di hadapan Hakim Ketua Erintuah Damanik, jaksa dalam tuntutannya menyatakan, terdakwa bersalah menjadi kurir sabu yang diperolehnya dari Anto (DPO). Ia ditangkap polisi yang menyaru sebagai pembeli pada Januari 2019.

“Perbuatan terdakwa diancam Pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” sebut jaksa.

Disebutkan jaksa, penangkapan terdakwa berawal dari informan polisi yang ingin membeli sabu sebanyak 1 kg. Informan menghubungi terdakwa dan mengatakan ada temannya dari Padang yang hendak membeli narkotika.

“Kemudian terdakwa mengatakan akan menyediakan sabu tersebut dengan terlebih dahulu menanyakan kepada temannya bernama Anto,” urai jaksa.

Anto yang masih buron, kemudian menyampaikan bahwa sabu itu sudah ada kepada Syaiful. Namun beratnya hanya 900 gram dengan harga per gram Rp50 juta.

“Jika sudah terjual terdakwa dijanjikan oleh Anto akan memperoleh upah sebesar Rp10 juta. Terdakwa lalu menjelaskan ke pembeli agar uang nantinya di transfer lewat rekening,” ungkap jaksa.

Sebelum diserahkan, terdakwa menyimpan sabu tersebut ke dalam tumpukan sampah di belakang rumah nya pinggir Jalan Prajurit, Kelurahan Glugur Darat II Kecamatan Medan Timur.

Setibanya di tempat tersebut, terdakwa mengambil satu bungkus narkotika jenis sabu seberat 900 gram dari tumpukan sampah. Kemudian terdakwa memperlihatkan dan menyerahkan bungkusan sabu itu. Polisi kemudian mengamankannya dan membawa barang bukti ke Polda Sumut. (man/ala)

Toko Pakaian di Pajak Ikan Lama Kembali Dibobol Maling

IDRIS/SUMUT POS ABADIKAN: Seorang wartawan mengabadikan video di lokasi Toko Tekstil VV yang dibobol maling.
IDRIS/SUMUT POS
ABADIKAN: Seorang wartawan mengabadikan video di lokasi Toko Tekstil VV yang dibobol maling.

MEDAN-Toko VV Tekstil penjual bahan pakaian di Pajak Ikan Lama, Jalan Perniagaan, Kelurahan Kesawan, Medan Barat kembali dibobol maling. Akibatnya, toko tersebut mengalami kerugian uang tunai mencapai seratusan juta rupiah.

Roy (48), pemilik toko menyatakan, pelaku masuk ke tempat usahanya dengan cara menjebol dinding yang berada persis di dekat meja kasir. Setelah dijebol, pelaku kemudian masuk dan menggasak uang yang ada di laci meja kasir.

“Ketahuannya pas saya buka toko, ketika masuk ke dalam saya melihat meja kasir dalam kondisi berantakan. Pelakunya masuk dengan cara menjebol tembok yang berada tepat di belakang meja kasir. Setelah dicek, ternyata uang di dalam laci senilai Rp6 juta telah hilang,” ungkap Roy, Selasa (9/7).

Diutarakan Roy, aksi pencurian kali ini di tokonya bukan merupakan yang pertama. Mei lalu, maling berhasil membawa kabur uang Rp100 juta yang diambil dari laci meja kasir. Pelaku masuk setelah menjebol dinding yang berjarak sekitar 1 meter dari yang sekarang.

“Pencurian ini yang kedua kalinya terjadi. Modusnya sama, dengan cara menjebol dinding tapi beda titik dan hanya berjarak 1 meter saja dari yang sekarang,” ucapnya.

Ia menyebutkan, kasus pencurian saat ini dan sebelumnya sudah dilaporkan ke Polsek Medan Barat. Oleh karena itu, diharapkan polisi dapat mengungkap dan menangkap pelakunya.

“Saya berharap pelaku secepatnya ditangkap dan jangan sampai terulang kembali karena sudah sangat meresahkan,” tandasnya.

Personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat yang menerima laporan korban langsung turun ke lokasi melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkaran (TKP).

Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky S Meliala mengaku, kasus pencurian tersebut masih didalami dan semoga pelaku cepat ditangkap. (ris/ala)