30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 5214

Jalan di Seputar Lapangan Merdeka Diusul Ganti Nama Jadi Jalan Soekarno-Hatta

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KENDARAAN: Kendaraan melintas di seputaran Lapangan Merdeka. Jalan di seputaran Lapangan Merdeka diusul ganti nama.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KENDARAAN: Kendaraan melintas di seputaran Lapangan Merdeka. Jalan di seputaran Lapangan Merdeka diusul ganti nama.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalan di seputaran Lapangan Merdeka, diusul agar diganti menjadi Jalan Soekarno-Hatta. Usulan penggantian nama tersebut untuk memperkuat posisi Lapangan Merdeka sebagai kawasan bersejarah.

Adapun usulan itu datangnya dari Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Peduli Medan. Adapun usul yang disampaikan yakni pertama, supaya dibuatkan nama Jalan Soekarno-Hatta di keempat sisi Lapangan Merdeka. Kedua, nama “Stasiun Besar-Merdeka Medan dan rel nama layang Dasudin.

Ketiga, memori peristiwa penurunan bendera Jepang di Menara Gedung Balai Kota dan, keempat memori peristiwa pengibaran Merah Putih pertama kali di Lapangan Merdeka pada Sabtu, 6 Oktober 1945.

“Usulan nama jalan tersebut melalui surat yang akan kita bawa dan serahkan langsung saat berketemu dengan Pak Gubsu, Edy Rahmayadi, termasuk beberapa usulan yang sudah kita sepakati dalam pertemuan terakhir kemarin,” ujar Koordinator KMS Peduli Medan, Miduk Hutabarat.

Selain itu, lanjut Miduk, pihaknya akan kembali membuat surat permohonan kepada wali kota dan gubernur perihal permohonan supaya Lapangan Merdeka ditetapkan menjadi situs. Usul lain yang telah disepakati KMS Peduli Medan, agar ke depan kawasan kesawan bisa lebih optimal pemanfaatannya sebagai lokasi pariwisata pusat kota.

“Kami berharap agar dapat dibuka akses baru untuk kendaraan bermesin dari perempatan Jalan Brigjend. Katamso-Titi Kuning ke perempatan simpang Podomoro-Putri Hijau. Hal ini bertujuan karena kalau kita bicara Lapangan Merdeka, tak terlepas dari yang namanya konteks kawasan. Termasuk kawasan CB Kesawan dan sekitarnya tersebut. Perihal usul ini sudah masuk/diakomodir dalam berkas usulan yang disusun Tim CB Medan yang dimotori Bu Isnen Fitri,” ungkapnya.

KMS juga, sambung Miduk, ingin para stakeholder ikut menyuarakan supaya Pemko Medan melalui Tim TACB Medan mulai menggodok konsep RTBL sekeliling Lapangan Merdeka dan ‘Tim Pengelola Kawasan CB Kota Pusaka Medan’.

“Usul penetapan Lapangan Merdeka sebagai situs dan tindakan pemulihan LM juga supaya dijajaki masuk menjadi isu kampanye para paslon Pilkada Medan 2020 yang mulai semarak. Lalu, pilihan KMS untuk menggugat adalah jalan terakhir, jika ternyata kelak Gubsu dan wali kota Medan ternyata menyerah untuk memerdekakan Lapangan Merdeka. Dalam hal ini, kami juga sudah siapkan tim untuk melakukan citizen law suit,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pentolan KMS seperti Burhan Batubara, yang juga Sekretaris HPJI Sumut, Isnen Fitri, Lucas, Tavip, Anung, Elfenda Ananda dan lainnya. (prn/ila)

Terapkan e-Tilang, Polrestabes Medan Tunggu Pusat

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS TILANG: Polisi saat menilang surat kendaraan bermotor. Sementara, penerapan e-Tilang masih me nunggu pusat. berbasis online didepan Sun Plaza Mall Jalan Zainul Arifin Medan, Rabu (7/2). Setiap angkutan yang terkena razia untuk sementara diberikan sangsi surat peringatan yang di beri materai.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
TILANG: Polisi saat menilang surat kendaraan bermotor. Sementara, penerapan e-Tilang masih me nunggu pusat. berbasis online didepan Sun Plaza Mall Jalan Zainul Arifin Medan, Rabu (7/2). Setiap angkutan yang terkena razia untuk sementara diberikan sangsi surat peringatan yang di beri materai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penerapan tilang elektronik (e-tilang) belum diberlakukan di Kota Medan. Padahal, Medan merupakan kota metropolitan dan terbesar ketiga di Indonesia.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, di Medan memang belum ada diterapkan karena memerlukan perangkat khusus atau sarana dan prasarana. Perangkat tersebut sifatnya terintegrasi. Artinya, semua sarana dan prasarana nanti menginduk kepada pusat, Korps Lalu Lintas Polri.

“Sejauh ini sudah ada rancangan-rancangannya (e-tilang) yang masih terus berproses. Saat ini, di Jakarta dijadikan sebagai contoh atau pilot project. Selanjutnya, kemungkinan terintegrasi ke wilayah-wilayah. Jadi, kita masih menunggu dari pusat,” ujar Dadang saat diwawancarai Sumut Pos saat hendak berziarah ke Taman Makam Pahlawan, Rabu (3/7).

Dadang mengaku, apabila infrastruktur sudah ada pasti pihaknya siap menerapkan e-tilang. “Kita harus tahu dulu database mengenai kendaraan-kendaraan yang di Medan, baik roda dua, roda empat dan lainnya.

Setelah itu, ada perangkat kamera pengintai (CCTV) yang mengidentifikasi kendaraan apabila melakukan pelanggaran. Artinya, kalau kendaraan yang melanggar maka langsung terdata dan terkoneksi siapa pemiliknya, sehingga surat tilang bisa langsung diberikan kepada pelanggar,” terangnya.

Menurut Dadang, e-tilang ini sangat efektif karena akan membuat masyarakat menjadi lebih patuh. “Kalau e-tilang diterapkan, maka mental masyarakat bisa terbentuk. Misalnya, ketika tidak ada polisi pun tetap patuh. Artinya, tumbuh kesadaran masyarakat yang kuat dalam tertib berlalu lintas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika sistem e-tilang diterapkan di Medan diyakini masyarakat akan bisa menyesuaikan. Selama ini, masyarakat Medan dalam berkendara di jalan raya cukup patuh dan tertib. Indikatornya, lalu lintas masih lancar. “Kalau tidak tertib, tentu banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Namun demikian, memang perlu adanya sosialisasi untuk terus mengingatkan masyarakat,” tandasnya.

Senada disampaikan Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini. Kata Juliani, penerapan e-tilang harus dilengkapi sarana dan prasarana yang mendukung. Sebagai contoh, ketika di persimpangan jalan harus dipasang CCTV yang mampu memonitor secara jauh maupun dekat terhadap plat kendaraan.

“Selain CCTV, sarana dan prasarana lain yang harus disiapkan adalah data kendaraan dan kependudukan yang terintegrasi. Sehingga, ketika terjadi pelanggaran bisa langsung terlacak pelanggarnya,” ucapnya.

Diutarakan mantan Kapolsek Medan Timur ini, dalam menerapkan e-tilang perlu juga diketahui tingkat kesadaran masyarakat terhadap identitas kendaraan. Sebab, ada masyarakat yang punya kendaraan dan sudah dijual kepada pihak kedua tetapi tidak balik nama.

“Tilang elektronik sudah layak diterapkan di Medan, tapi memang harus ada kerjasama instansi terkait yaitu pemerintah kotanya (Pemko Medan). Wacana itu (penerapan e-tilang) memang di Medan ada, mudah-mudahan 2019 ini bisa diterapkan di Medan. Namun, masih menunggu kebijakan dari pusat,” pungkasnya. (ris/ila)

Pangdam I/BB Lepas 90 Personel BKO ke Wilayah Timur

diva/sumut pos LEPAS: Panglima Kodam (Pangdam) I/BB, Mayjen TNI M Sabrar Fadhillah, menyalami personel BKO ke Kodim Persiapan Wilayah Timur.
Diva/sumut pos
LEPAS: Panglima Kodam (Pangdam) I/BB, Mayjen TNI M Sabrar Fadhillah, menyalami personel BKO ke Kodim Persiapan Wilayah Timur.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panglima Kodam (Pangdam) I/BB, Mayjen TNI M Sabrar Fadhillah meminta kepada prajurit yang di-BKO-kan ke beberapa Kodim persiapan (baru) di Kodam XVI/ Pattimura, Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/ Kasuari agar menjalankan tugas sebaik-baiknya dan menjaga nama baik Kodam I/BB.

“Hindari segala bentuk pelanggaran dan perbuatan yang tidak terpuji. Penugasan ini merupakan sebuah kehormatan dan penghargaan,” ungkap Fadhillah pada acara pemberangkatan 90 orang personel BKO Kodim persiapan, Rabu (3/7) di Balai Prajurit Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan.

Jendral bintang dua ini menyampaikan, sebagai prajurit Sapta Marga, penugasan personel BKO Kodim persiapan ke Wilayah Kodam XVI/Pattimura, Kodam XVII/ Cenderawasih dan Kodam XVIII/ Kasuari terdiri dari Tamtama sampai dengan Pamen yang akan diberangkatkan untuk membantu proses pengembangan dan pembangunan Kodim baru di tiga Kotama.

“Di hadapkan dengan keterbatasan jumlah personel dari ketiga Kodam tersebut untuk pengembangan satuan baru setingkat Kodim, maka Komando Atas dalam hal ini Mabes TNI AD memandang perlu untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang berisikan para personel terpilih dan terbaik dari Kodam di seluruh Indonesia, termasuk dari Kodam I/BB. Oleh karena itu, saya minta jalankan tugas ini dengan semangat pengabdian, profesional, dedikasi, disiplin dan penuh rasa tanggung jawab,” pinta Pangdam.

Di hadapan ke 90 personel yang telah dibekali ilmu tentang pengetahuan Pembinaan Teritorial (Binter), Pangdam juga meminta agar mampu mengimplementasikan ilmu tersebut di tempat bertugasnya.

“Lima kemampuan teritorial, yakni temu cepat lapor cepat, manajemen teritorial, penguasaan wilayah, perlawanan rakyat dan komunikasi sosial serta metode Binter. Hal ini penting, agar memberikan kontribusi positif bagi Kotama yang dituju, bukan hanya sekedar mengisi kekosongan jabatan saja. Jadi harus diimplementasikan,” harapnya.

Pangdam I/BB juga mengingatkan, setibanya di daerah penugasan agar segera beradaptasi dengan lingkungan di mana ditempatkan. “Pahami situasi dan kondisi wilayah penugasan dengan berbagai permasalahan dan ancaman yang mungkin timbul. Lakukan analisa situasi dengan cepat, tepat dan akurat, agar terhindar dari kesalahan dalam setiap pengambilan keputusan. Jaga nama baik Kodam I/BB dengan menghindari segala bentuk pelanggaran dan perbuatan yang tidak terpuji,” tegasnya.

Sementara itu, Kapendam I/BB Kolonel Roy Sinaga mengatakan, 90 personel yang di BKO kan tersebut merupakan prajurit terpilih. “Jadi ini personel pilihan yang sudah dibekali dan persiapan baik itu situasi wilayah, tugas teritorial. Kalau untuk tantangan situasi wilayah,” ungkapnya.

Di daerah Timur bentuk geografis nya dan keadaan sosial di sana berbeda dengan di wilayah Barat. “Maka harapan kami prajurit yang di BKO kan tadi agar menjaga marwah Kodam I/BB. Mereka akan ditempatkan kuranglebih 1 tahun dan akan dilakukan evaluasi kembali,” pungkas Roy.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Kapok Sahli Pangdam I/BB, para Staf Ahli Pangdam I/BB, Asrendam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, L.O. TNI Aldan TNI AU, para Kabalakdam I/BB serta para Dansat BS sewilayah Medan. (dvs/ila)

Kecamatan Sitahuis Bentuk TPID Tahun 2019

Dedi Zailani/sumut pos DIKUKUHKAN: Pengurus TPID tahun 2019 dikukuhkan Camat Sitahuis di Aula kecamatan Kabupaten Tapteng, (28/6).
Dedi Zailani/sumut pos
DIKUKUHKAN: Pengurus TPID tahun 2019 dikukuhkan Camat Sitahuis di Aula kecamatan Kabupaten Tapteng, (28/6).

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Camat Sitahuis Darma P. Lumbantobing secara resmi membuka Musyawarah Antar Desa (MAD) Kecamatan Sitahuis di Aula Kantor Camat Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (28/6).

Dalam sambutannya, Camat Sitahuis mengatakan, tugas pokok serta fungsi yang di emban oleh Tim Penilai Inovasi Desa (TPID) yaitu, memfasilitasi pertemuan musyawarah masyarakat, memfasilitasi tahapan pelaksanaan pengelolaan praktik cerdas (identifikasi,dokumen,eksposisi dan replikasi), memfasilitasi desa yang berminat mengadopsi (mereplikasi), memfasilitasi desa yang berminat mereplikasi praktik cerdas yang disepakati dan terdanai.

“Melalui TPID marilah kita gali dan tingkatkan potensi desa melalui program yang terencana dan terukur demi mewujudkan pembangunan yang berdayaguna demi kesejahteraan masyarakat nantinya,”ungkapnya.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Tapteng Sunardi,SSos melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Nalom Santun Sihombing, SE MP mengatakan, Dinas PMD Kabupaten Tapanuli Tengah telah melakukan fasilitas MAD pada 20 kecamatan di Kabupaten Tapteng dengan digelarnya sosialisasi dan pembentukan Tim Pelaksana Pengurus TPID di setiap Kecamatan.

MAD ini digelar dengan rangkaian kegiatan rapat sosialisasi dan memilih Pembentukan Tim Penilai Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Sitahuis Tahun 2019 dengan susunan pengurus 6 orang, yakni Ketua Sulastri Deviana Hutagalung, Bendahara Masti Hendrawati Panjaitan , Bidang Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa Oktaria Sidabutar, Bidang Verifikasi Inovasi Santi Marlina Simbolon, Bidang P2KTD Alser Marihot Situmorang dan Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia (PSDM) Lidya Silaban. (mag-11/han)

DPRD Desak Disnaker Data TKA di Dairi

Ilustrasi
Ilustrasi

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Dairi, diminta untuk mendata jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di di Kabupaten Dairi.

Desakan itu disampaikan anggota DPRD Dairi, saat sidang paripurna agenda pemandangan umum fraksi-fraksi atas 3 Ranperda yang diajukan Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, Selasa (2/7) di gedung DPRD Dairi.

Selain melakukan pendataan, anggota fraksi dari Partai Gerindra ini juga meminta Disnaker untuk mendata perusahaan tempat para TKA bekerja.

Menurut Markus, pendataan para TKA tersebut terkait tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diajukan Bupati, yang salah satunya tentang retribusi perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenagakerja Asing (IMTA) Wakil Ketua Komisi C DPRD Dairi ini juga mengatakan, seharusnya Disnaker harus sudah punya data akurat terkait jumlah dan di perusahaan mana saja TKA bekerja. Disebutkan Markus, data yang diberikan Disnaker kepada DPRD hanya 16 orang TKA berada di Dairi, dan bekerja di PT Dairi Prima Mineral (DPM).

Padahal, lanjut Markus, pihaknya menemukan pekerja asal Tiongkok bekerja di sejumlah perusahaan kelistrikan, yakni Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Mikro (PLTMH) di Desa Bakkal, Kecamatan Siempat Nempu Hulu.

Maka dari itu, Markus meminta agar Dis naker mengejar data TKA tersebut ke sejumlah perusahaan tersebut. “Hal itu dilakukan agar Perda Retribusi Daerah, khususnya untuk IMTA supaya bisa dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk menetapkan harga satuan pajak yang dikenakan kepada TKA dimaksud,”terangnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan UKM Dairi, Dapot Tamba saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (2/7), tidak bersedia memberikan data jumlah TKA yang ada di Kabupaten Dairi, seraya mengarahkan wartawan untuk melakukan konfirmasi kepada Humas Pemkab Dairi.

”Konfirmasi ke humas saja kalau terkait pemberitaan, karena sekarang satu pintu,”kata Dapot.

Plt Kabag Humas Pemkab Dairi, Palti Pandiangan dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/7) menyampaikan, berdasar data dari Disnaker, jumlah TKA di Dairi sebanyak 16 dan mereka bekerja di PT DPM perusahaan tambang timah hitam di Desa Lobgkotan Kecamatan Silima Pungga-Pungga.(mag-10/han)

Warga Dairi Temukan 1 Kotak Peluru Aktif

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS PELURU: Kapolsub Sektor Parbuluan Polres Dairi, Iptu Agus Santoso bersama warga mengamankan peluru dari areal perladangan Huta Bolon Dusun 1 Desa Parbuluan 1 Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PELURU: Kapolsub Sektor Parbuluan Polres Dairi, Iptu Agus Santoso bersama warga mengamankan peluru dari areal perladangan Huta Bolon Dusun 1 Desa Parbuluan 1 Dairi.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Satu kotak peluru aktif ditemukan warga di areal perladangan Huta Bolon, Dusun 1, Desa Parbuluan 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Selasa (2/7).

Peluru aktif itu kali pertama ditemukan Josua Sihombing (13), Senin (1/7) sekira pukul 18.30 WIB saat membabat rumput menggunakan parang di areal perladangan. Temuan itupun disampaikan kepada orangtuanya, Nasib Sihombing hingga dilaporkan ke polisi.

Atas laporan itu, Kapolsub Sektor Parbuluan, Iptu Agus Santoso beserta anggota mengecek tempat ditemukannya peluru tersebut.

“Jarak perladangan tempat ditemukannya amunisi sekitar 800 meter,”ujar Agus.

Ditambahkan Agus, informasi dari warga sekitar, lokasi penemuan peluru merupakan kawasan pemberontakan. Warga di sana sering menemukan selonsong peluru. Sementara jenis peluru yang ditemukan warga biasa digunakan untuk FMR senapan mesin ringan.

“Peluru yang ditemukan warga sudah diamankan ke Mapolres Dairi,”ucapnya. (mag-10/han)

Pemkab Deliserdang akan Bangun 26,5 Km Drainase

Markus/sumut pos KOREK: Dinas PU Medan mengorek salah satu drainase di Kota Medan.
Markus/sumut pos
KOREK: Dinas PU Medan mengorek salah satu drainase di Kota Medan.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Deliserdang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun drainase sepanjang 26.500 meter atau 26,5 Km. Sedangkan untuk program rehabilitasi/perbaikan sepanjang 17.200 meter atau 17,2 Km.

“Tahun 2019 ini, total penanganan pembangunan dan rehabilitasi drainase tahun ini semua 43,7 Km,” ungkap Kadis PKP Deliserdang, H Khairum Rijal ST MAP melalui Kabid Penyehatan Lingkungan, Janso Sipahutar ST MAP dan Kasi Drainase Martupang Sidebang, Selasa (2/7).

Disebutkan Martupa, pekerjaan drainase tersebut semuanya dilakukan secara tender.

“Kami berupaya menampung semua aspirasi masyarakat melalui hasil Musrenbang, namun yang utama adalah skala prioritas. Dan yang belum tertampung harap bersabar dalam program selanjutnya. Kami bekerja sesuai visi bupati, yaitu mewujudkan Deliserdang yang maju dan sejahtera dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinekaan,” imbuhnya.

Dirincikan Martupang, pembangunan drainase di Kecamatan Beringin ada dua titik yaitu di Karang Anyer 800 meter dan Sidourip 550 meter. Di Selamat Biru-biru 400 meter, Delitua 500 meter, Galang Kota 800 meter. Hamparanperak sebanyak 4 titik yaitu Klumpang Kebun 700 meter, Lama 800 meter, Bulu Cina 500 meter dan Paya Bakung 500 meter. Labuhandeli Pematang Johar 1.500 meter. Lubukpakam kota 1.000 meter, Sekip 700 meter dan Bakaran Batu 700 meter. Pancurbatu 1.000 meter dan Simalingkar 750 meter. Marindal 1.500 meter dan Patumbak 800 meter.

Untuk Kecamatan Percut Seituan ada 5 titik, yaitu Tembung 2.000 meter, Sampali 1.000 meter, Sambi Rejo Timur 2.500 meter dan 900 meter serta di Sei Rotan 500 meter.

Sedangkan di Kecamatan Sunggal ada 6 titik, Sunggal 500 meter, Purwodadi kanan 1.000 meter, Purwodadi 800 meter, Mulyo Rejo 700 meter, Telaga Sari 800 meter dan Sei Mencirim 800 meter. Tanjungmorawa di Dalu X A sepanjang 1.000 meter.

Rehabilitasi secara singkat dijelaskannya memiliki panjang penanganan 400 meter yang tersebar di 46 titik tersebar 22 kecamatan di Deliserdang. (btr/han)

PPDB 2019 di SMAN 1 Padangtualang, Oknum Guru Dituding Manipulasi Data Zonasi

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 4 Medan, Senin (10/4). Tahun ajaran 2017/2018, pendaftaran SMA dan SMK Negeri di Sumut akan dilakukan via online.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 4 Medan, Senin (10/4). Tahun ajaran 2017/2018, pendaftaran SMA dan SMK Negeri di Sumut akan dilakukan via online.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hampir setiap daerah, orangtua calon siswa resah dengan diberlakukannya sistem Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Salah satunya di Kabupaten Langkat, seorang oknum guru dituding melakukan manipulasi data Zonasi untuk meloloskan seorang calon siswa di SMA Negeri 1 Padangtualang.

Oknum guru berinisial Nur tersebut, diduga memanipulasi data kordinat domisili calon siswa berinisial MA, yang seharusnya di Dusun Sumber Rejo, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, diubah menjadi Dusun Wonosari/ Boyan-Dusun Jati Mulio, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang.

Menurut petunjuk tekhnis (juknis) penyelenggaraan PPDB SMA-SMK Negeri Provinsi Sumatera Utara tahun pelajaran 2019/2020, maka calon peserta didik berinisial MA tersebut memperoleh nilai sebagai berikut: Nilai rata-rata UN 51,00 x 40% = 20,40.

Dari hasil tersebut ditambahkan skor Zonasi berdasarkan domisili, yaitu 34,00. Jadi, seharusnya MA mendapatkan nilai 54,40, namun skor PPDB yang ditampilkan secara onlie adalah 64,60.

“Seharusnya, skor MA itu gak segitu. Kalau kordinat domisilinya di Dusun Sumber Rejo sesuai dengan aslinya, nilai dia cuma 54,40 bukan 64,60 bang,”ungkap salah seorang wali siswa yang keberatan atas adanya dugaan kecurangan tersebut, Rabu (3/7) siang.

“Anehnya lagi, seharusnya yang daftarkan dia (MA) untuk ikut seleksi itu wali nya, bukan operator PPDB di sekolah itu bang,” lanjut narasumber yang meminta namanya jangan disebutkan.

Menurut informasi yang diperoleh, oknum guru berinisial Nur adalah keponakan dari Oknum Sekdes Sei Bamban berinisial MR yang merupakan orangtua dari peserta PPDB berinisial MA. “Nur itu masih ada hubungan family dengan MA bang,” beber narasumber.

Kepala Sekolah SMAN 1 Padang Tualang, Agus Sujoko, MPd saat dikonfirmasi wartawan tidak menjawab dan tidak membalas konfirmasi.

Namun secara terpisah, Katemin selaku Wakil Kepala Sekolah mengaku akan mempertanyakan kepada Nur, terkait tudingan memanipulasi data zonasi tersebut.

“Saya tidak tau bang, kalau pun melalui jalur prestasi hanya cuma satu orang siswa aja bang, tapi walaupun demikian, saya akan cari tau kebenaranya. Kalau bisa Senin datang aja ke sekolah bang,” cetus Katemin.

Tidak terima dengan kenyataan pahit yang diterima anaknya. Orangtua siswa akan membawa permasalahan ini ke KUPT Provinsi. Bahkan mereka telah mengkonsep surat, agar permasalahan ini dapat diketahui seluruh pihak terkait.

Orangtua siswa berharap, agar pihak terkait mengusut dugaan kecurangan yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam penyelenggaraan PPDB, khususnya di SMAN 1 Padang Tualang. (bam)

Peringati BBGRM ke-16 dan HGK PKK ke-47, Bupati Langkat: Jadikan Momen Kebangkitan Lembaga Desa

bambang/sumut pos DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama ASN Pemkab Langkat saat menyerahkan hadiah pemenang lomba di Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.
Bambang/sumut pos
DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama ASN Pemkab Langkat saat menyerahkan hadiah pemenang lomba di Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA bersama Ketua TP PKK Langkat, Ny Tiorita Terbit Rencana membuka kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI, serta peringatan Hari Kesatuan Gerak (HGK) PKK ke-47 Kabupaten Langkat, di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Kuala, Langkat, Selasa (2/7).

Bupati Langkat dalam arahannya menjelaskan, kegiatan dengan tema BBGRM kita daya gunakan peran lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa, diharapkan dapat mendorong peran serta lembaga kemasyarakatan desa, sebagai mitra pemerintah Desa. “Dalam upaya menggelorakan, mengembangkan dan melestarikan semangat dan kegiatan gotong royong, yang memang merupakan ciri khas dan jati diri bangsa kita,” pungkasnya.

Bupati juga mengharapkan kegiatan ini benar-benar dapat menjadi momen bagi kebangkitan seluruh lembaga kemasyarakat desa dan kelurahan, guna meningkatkan peran dan fungsinya dalam memberhasilkan program – program pembangunan daerah.

Selanjutnya, Bupati menerangkan, sesuai Permendagri No 42 Tahun 2005 tentang pedoman penyelanggaraan BBGRM, maka pada tahun ini pencanangan BBGRM dipadukan dengan peringatan HGK PKK. “Semoga PKK Langkat terus mampu menjalankan fungsinya dengan menggerakkan 3 pilar utama pembangunan bangsa, yakni pendidikan , kesejahteraan masyarakat dan perekonomian,” sebutnya.

Ketua TP PKK Langkat, di kesempatan sama, menyampaikan sambutan dari ketua umum TP PKK pusat dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, bahwa tema HGK tahun ini adalah tingkatkan kinerja pemerintah. Atas dasar tema itu, dirinya mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk memberikan bimbingan, pembinaan dan fasilitas yang berkelanjutan pada kader-kader PKK, termasuk kader Dasawisma. “Karena merekalah terletak fungsi kinerja dan program PKK yang sesungguhnya, guna tetap selaras dengan program pemerintahan,” terangnya.

Selain itu, guna menyelaraskannya, Ny Tiorita juga menyampaikan, agar PKK harus fokus terhadap dua hal pokok, yaitu pertama tingkatkan fungsi kerja dengan bakti nyata dan karya nyata serta bekerja tanpa pamrih, kedua tingkatkan daya kratifitas dan inovasi dalam pengembangan program PKK dengan kerja kasra, inisiatif dan ketekunan.

Plt Kadis PMD Langkat Musti menerangkan, sebagai apresiasi dan penghargaan Pemda terhadap upaya pembangunan yang dilakukan Desa dan masyarakat. Pemkab Langkat beserta TP PKK Langkat melaksanakan berbagai perlombaan dan penilaian kepada Desa dan pelaku-pelaku pembangunan.

Diantaranya lomba Desa terbaik, lomba BBGRM terbaik tahun 2019, pelaksanaan IVA test , pelaksanaan usaha peningkatan pendapatan UP2K-PKK, pelaksanaan Hatinya PKK dan lain sebagainya.

“Dengan terlaksananya ini semua, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan ketua TP PKK Langkat atas dukungan dan bimbingannya, serta kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang juga ikut membantu hingga acara ini berjalan sukses,” sebutnya.

Acara tersebut juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba, yang langsung diberikan oleh Bupati dan ketua TP PKK Langkat. Serta penandatanganan prasasti pembangunan Jalan Kelurahan Bela Rakyat Kecamatan Kuala . (bam/han)

Bupati Langkat Sampaikan LKPj Pelaksanaan APBD TA 2018, Pemda Diminta Gali Potensi Pajak dan Retribusi

bambang/sumut pos SERAHKAN: Ketua fraksi PDI Perjuangan, Kirana Sitepu menyerahkan pandangan umum fraksi kepada Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.
bambang/sumut pos SERAHKAN: Ketua fraksi PDI Perjuangan, Kirana Sitepu menyerahkan pandangan umum fraksi kepada Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA diminta untuk menggali potensi pajak dan retribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu terungkap dalam sidang paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPj) Bupati Langkat atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan APBD Tahun 2018 yang digelar DPRD Langkat, Rabu (3/7).

Sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Langkat Surialam SE, juga dihadiri unsur Forkopimda, Sekdakab, Kepala OPD dan undangan lainnya. Dalam rapat itu, Ketua DPRD Langkat menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan rapat Paripurna sesuai Pasal 320 ayat (1) UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Permendagri 13/2006 Pasal 298 ayat (1) yang menyatakan, bahwa Kepala Daerah menyampaikan Ranperda LKPj APBD kepada DPRD dengan dilampiri laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK.

Usai menyampaikan nota LKPj, masing fraksi-fraksi DPRD Langkat memberikan tanggapan, saran dan pertanyaan maupun kritik terhadap LKPj yang terdiri dari pendapatan sebesar Rp 2.264.130.572.078 yang terealisasi sebesar 98,34 Persen, dan Belanja sebesar Rp 2.391.115.544.062,92, yang terealisasi sebesar 93,02 Persen.

Sementara itu, Fraksi Hati Nurani Bangsa (HNB) yang disampaikan Arifuddin, menanggapi rendahnya realisasi Belanja Modal Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR. Fraksi HNB menilai, fungsi LKPJ merupakan gambaran pencapaian target dan kinerja Pemerintah Daerah dalam memajukan dan mengembangkan Daerah.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kirana Sitepu berharap kepada Pemda agar lebih serius dalam pengelolaan pajak PBB-P2. Selain itu, meminta Pemda untuk menganalisa Potensi Pajak dan Retribusi Daerah untuk peningkatan pendapatan asli Daerah.

Tidak hanya itu, Fraksi PDI Perjuangan juga mengharapkan adanya kontribusi yang positif dari sektor Pariwisata, yaitu dengan berbagai perbaikan yang salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur jalan menuju objek Wisata.

Masing-masing fraksi DPRD Langkat juga memberikan masukan atas kejadian kebakaran industri rumahan perakitan mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, agar Pemda melakukan pengawasan yang ketat terhadap Home Industri yang tidak memiliki izin.

Usai memberikan pandangan umum fraksi, Ketua DPRD Langkat menskoor rapat sampai 8 Juli 2019 untuk mendengarkan jawaban bupati atas pandangan umum fraksi. (bam/han)