27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5234

Bupati Tetapkan APBD Humbahas Lewat Perkada

Ilustrasi
Ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor menetapkan kembali APBD Tahun 2018 menjadi APBD Tahun 2019 dengan menerbitkan peraturan kepala daerah (Perkada). Hal itu dilakukan karena belum adanya kesepakatan antara DPRD dan Kepala Daerah dalam perumusan Ranperda APBD.

Penetapan APBD melalui Perkada tersebut dibenarkan oleh, Wakil Ketua DPRD Humbang Hasundutan, Marsono Simamora kepada wartawan, kemarin (24/6). “Iya, itu sudah di Perkada kan sama Bupati. Jadi apa yang sudah kita jadwalkan pada hari ini di Banmus untuk menjadwalkan kembali pembahasan penetapan Ranperda ini, batal,” kata Marsono, Senin (24/6).

Dikatakannya, diterbitkannya Perkada untuk APBD TA 2019 itu berdasarkan surat Gubernur Sumatera Utara ke Pemkab Humbahas. Disebutkan, agar Pemerintah Humbang Hasundutan mengambil langkah cepat dalam penetapan Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD TA 2019 dengan menerbitkan Perkada.

“Tidak diparipurnakan, dasarnya surat Gubernur Sumut pada 20 Juni yang baru kita terima ke pemerintah daerah dikarenakan dasar surat Bupati ke Gubernur bernomor 900/2254/BPKPAD-AP/VI/2019 tanggal 14 Juni lalu,” ucap Marsono.

Padahal, lanjut Marsono, sebelumnya pemerintah daerah Humbang Hasundutan dan DPRD sudah sepakat penjadwalan ulang pembahasan penyusunan Ranperda tentang Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD TA 2018 untuk ditetapkan menjadi Perda kembali ke Banmus. Namun batal, karena sidang paripurna pada 17 Juni lalu tidak memenuhi kourum dalam kehadiran anggota dewan.

“Jadi sekaitan ini kita serahkan ke Gubernur. Apalagi sebelumnya Bupati sudah menyurati Gubernur pada 14 Juni, padahal jadwal penyampaian nota LKPj sudah mendapat persetujuan bersama-sama antara legislatif dan eksekutif 17 Juni, jadi kita bingung melihat pemerintah ini,” ujarnya sembari meninggalkan wartawan dari ruangan kerjanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Tonny Sihombing yang dikonfirmasi sekaitan dikeluarkannya Perkada oleh bupati dalam penetapan APBD itu hingga berita ini diturunkan belum dapat menjawab. Demikian juga, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Jhon Harry Marbun, melalui Kepala Bidang Anggaran Maradu Napitupulu.

“Maaf lae lagi rapat di kantor Bupati,” singkat Maradu sembari memutus percakapan.(mag-12/han)

BNNK Sergai Kampanye Stop Narkoba

SURYA/SUMUT POS BERIKAN: Kepala BNNK Sergai Drs Adlin M Tambunan didampingi Kasubbag Umum Yusuf Bangun memberikan logo stop narkoba dan bendera HANI kepada pengendara Betor, Senin (24/6).
SURYA/SUMUT POS
BERIKAN: Kepala BNNK Sergai Drs Adlin M Tambunan didampingi Kasubbag Umum Yusuf Bangun memberikan logo stop narkoba dan bendera HANI kepada pengendara Betor, Senin (24/6).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Anti Narkotika International (HANI) 2019 yang jatuh pada (26/6) mendatang, BNNK Sergai menggelar kampanye stop narkoba. Kampanye stop narkoba itu ditandai dengan membagikan logo stop narkoba dan bendera HANI kepada pengendara yang melintas di Jalinsum Sergai, tepatnya di depan kantor BNNK Sergai, Desa Firdaus Kecamatan Sei rampah, Senin (24/6).

Kepala BNNK Sergai Drs Adlin M Tambunan MH mengatakan, kegiatan kampanye stop narkoba dilaksanakan untuk menyambut peringatan HANI 2019 yang setiap tahunnya diperingati. “Itu sesuai dengan tema HANI 2019, Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas. BNNK Sergai terus berupaya melakukan kampanye anti narkoba,” kata Adlin.

Lanjut Adlin, kegiatan ditandai dengan pembagian logo stop narkoba dan bendera HANI oleh seluruh pegawai maupun staf kepada setiap pengendara yang melintas. “ Kampanye stop narkoba ini bukti dari keseriusan BNNK Sergai dalam membasmi narkoba di Kabupaten Serdang Bedagai,” tuturnya.

Menurut Adlin, Kabupaten Sergai merupakan salah satu daerah rawan narkoba, hal ini dilihat dari adanya kampung narkoba dan sudah banyak pengedar dan pengguna yang diamankan. Untuk menekan peredaran narkoba, peran BNNK sangat diperlukan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terkhususnya kepada generasi muda.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati inilah yang dilakukan oleh BNNK Sergai,” tegasnya. Adlin berharap, kampanye anti narkoba yang dilakukan bisa diterima masyarakat luas, dengan tujuan agar masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba sehingga dapat menjauhinya. (sur/han)

Selalu Kreatif, Satlantas Tebingtinggi Raih Penghargaan

sopian/sumut pos PERHARGAAN: Ketua PW DMI Sumut, Masdar Tambusai ketika memberikan penghargaan kepada Polantas Tebingtinggi.
sopian/sumut pos
PERHARGAAN: Ketua PW DMI Sumut, Masdar Tambusai ketika memberikan penghargaan kepada Polantas Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Satlantas Polres Tebingtinggi menerima piagam penghargaan dari Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sumatera Utara, Senin (24/6).

“Penghargaan ini kita berikan karena Satlantas Tebingtinggi dinilai sangat kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan lalulintas kepada para pengendara. Sehingga aktivitas arus mudik balik Idul Fitri 1440 Hijriah lalu dapat berjalan dengan aman dan nyaman ketika melintas di wilayah hukum Polres Tebingtinggi,” ujar Ketua PW DMI Sumut, Masdar Tambusai didampingi pengurus lainnya.

Masdar kembali menyatakan bahwa penghargaan seperti ini baru pertama sekali dilakukan pihaknya kepada Polri, khususnya di jajaran Polantas Tebingtinggi.

“Ini juga sebagai wujud apresiasi kami kepada Polantas Tebingtinggi, dimana selama Operasi Ketupat Toba 2019 berlangsung, jumlah kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Tebingtinggi terjadi penurunan. Hal itu ditandai dengan tidak adanya korban yang meninggal dunia akibat Lakalantas,” papar Masdar.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Enda Iwan Iskandar Tarigan didampingi Kasubbag Pograr AKP P Manurung, Kasubbag Humas Iptu J Nainggolan dan Kanit Patroli Ipda Nanang mengaku bangga dan berterimakasih kepada PW DMI Sumut yang telah memerhatikan kinerja petugas kepolisian, terutama Polantas Tebingtinggi.

“Walaupun masih banyak kekurangan, namun penghargaan ini tentunya menjadi penyemangat baru bagi kami untuk berbuat yang lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” jelasnya. (ian/han)

Polres Madina Gelar Bakti Sosial

ISmed/sumut pos SALAMI: Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji menyalami salah seorang anak yang mengikuti sunat massal.
ISmed/sumut pos
SALAMI: Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji menyalami salah seorang anak yang mengikuti sunat massal.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Polres Mandailing Natal (Madina) bekerjasama dengan PMI dan Dinas Kesehatan Madina menggelar donor darah, sunatan massal dan pemberian kursi roda Senin, (24/6).

Kegiatan Bakti Sosial yang di gelar di halaman parkir Polres Madina ini dalam rangka HUT ke-73 Bhayangkara.

Acara tersebut di hadiri Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.IK, MH, Ketua PMI Madina Ny. Ika Desika Dahlan Hasan, Kadis Kesehatan Madina Dr Syarifuddin Nasution, tokoh masyarakat, dan para Kabag, Para Kasat, Para Kapolsek, Para Perwira, Personil Polres Madina sebagai pendonor darah.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.IK, MH mengatakan, Bakti sosial dalam rangka HUT ke-73 Bhayangkara diperingati pada 1 Juli 2019, sebelumnya Polres Madina juga telah menggelar beberapa kegiatan, seperti gerak jalan santai, senam bersama, dan gotong royong membersihkan tempat ibadah.

Kegiatan bakti sosial ini juga bertujuan agar personil Kepolisian lebih dekat dengan masyarakat, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Kita melaksanakan bakti sosial ini salah satu tujuannya adalah meningkatkan hubungan silaturahmi, hubungan dengan masyarakat kita. Melalui silaturahmi itu saling tolong-menolong saling bantu-membantu yang kesulitan,” tutupnya.(mag-18)

Warga Minta Jalan Hamka Tebingtinggi Diperbaiki

SOPIAN/SUMUT POS BERLUBANG: Salah seorang warga menunjukkan sejumlah lubang digenangi air di Jalan Prof Dr Hamka.
SOPIAN/SUMUT POS
BERLUBANG: Salah seorang warga menunjukkan sejumlah lubang digenangi air di Jalan Prof Dr Hamka.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Warga masyarakat yang menetap di Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, mendesak Pemko Tebingtinggi untuk memperbaiki jalan mereka. Pasalnya, jalan sudah banyak berlubang yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara saat melintas.

Kondisi itupun semakin diperparah saat musim penghujan. Jalan yang sudah berlubang lubang sedalam 30 centimeter sudah digenangi air.

Salah seorang warga, Mahadi (51) menuturkan, selama lima tahun belum ada perbaikan jalan yang dilakukan oleh pemerintah, baik itu Pemerintah Kota Tebingtinggi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, karena dimungkinkan badan jalan tersebut masuk wilayah jalan Provinsi Sumatera Utara. “Belum pernah ada perbaikan lima tahun ini, hampir semuanya jalan berlubang dan membuat sering terjadi kecelakaan lalu lintas,” bilang Mahadi, Senin (24/6).

Menurut Mahadi, Jalan tersebut sejak tahun 2014 hingga sekarang belum mengalami perbaikan, bahkan rusaknya semangkin parah setiap tahun. Apalagi sering dilintasi truk-truk bermuatan kelapa sawit dengan tonase lebih.

“Hendaknya pemerintah dalan hal ini untuk berperan aktif dalam menindaklanjuti keresahan masyarakat, karena jalan tersebut sangat membutuhkan perbaikan dan pemerintah hendaknya cepat tanggap,” pinta Mahadi. (ian/han)

Jalan Menuju Taman Sicike–cike Dairi Belum Diaspal

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS BELUM DIASPAL: Badan jalan menuju lokasi TWA Sicike-Cike di Desa Lae Hole 2, Kecamatan Parbuluan Dairi, belum diaspal.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BELUM DIASPAL: Badan jalan menuju lokasi TWA Sicike-Cike di Desa Lae Hole 2, Kecamatan Parbuluan Dairi, belum diaspal.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Jalan menuju Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike, di Desa Lae Hole 2, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, sama sekali belum tersentuh aspal.

Badan jalan sepanjang belasan kilometer itu masih beralaskan tanah dan sempit. Bila musim penghujan, membuat para wisatawan sulit melintasinya karena badan jalan berlumpur.

Amatan Sumut Pos di lokasi wisata air tersebut, Minggu (23/6), badan jalan sulit dilalui pejalan kaki dan sepeda motor karena dipenuhi lumpur.

Sejumlah pengunjung rombongan pecinta alam, seperti diungkapkan, Sandi Sinaga (20) dan Petrus Sitohang (19), kondisi jalan sangat menyulitkan kendaraan roda 2 untuk melintas.

Buruknya badan jalan itu, kedua pengunjung berharap jalan menuju lokasi TWA Sicike-cike, diaspal Pemkab Dairi. Bila infrastrukturnya bagus, para wisatawan akan ramai berkunjung ke Taman Sicike-cike.

Menanggapi keluhan pengunjung tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dairi, Marulak Situmorang mengaku bahwa lokasi TWA Sicike-cike akan diusulkan sebagai kawasan Desa wisata.

Apabila disetujui, maka pembenahan terhadap infrastruktur jalan akan dilakukan pemerintah daerah.

“Pengelolaan kawasan wisata Sicike-cike masih dipegang oleh Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Sumut. Sekarang ini sedang proses pengajuan untuk menjadikan Sicike-cike sebagai Desa wisata. Setelah disetujui, barulah kita lakukan pembenahan,”terangnya, Senin (24/6) siang. (mag-10/han)

602 Calon Haji Ikuti Manasik Haji di Taman Pramuka Pemkab Deliserdang

Batara/sumut pos MANASIK HAJI:Wakil Bupati Deliserdang, HMA Yusuf Siregar doa bersama pada calon haji pada kegiatan Manasik Haji di Taman Pramuka Pemkab Deliserdang, Senin (24/6).
Batara/sumut pos
MANASIK HAJI:Wakil Bupati Deliserdang, HMA Yusuf Siregar doa bersama pada calon haji pada kegiatan Manasik Haji di Taman Pramuka Pemkab Deliserdang, Senin (24/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 602 calon haji mengikuti kegiatan manasik haji akbar di Taman Pramuka Pemkab Deliserdang, Jalan Tirta Deli Lubukpakam, Senin (24/6).

Acara manasik haji langsung dibuka Wakil Bupati Deliserdang, HMA Yusuf Siregar yang diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, serta bersama-sama mengumandangkan lafas Talbiyah.

Ketua Panitia H Ahmad Qosbi menjelaskan, kegiatan manasik haji akan dilaksanakan selama 3 hari.

Dari 602 calon haji yang akan diberangkatkan, terdiri dari 243 laki-laki dan 359 perempuan, yang tergabung dalam dua kelompok terbang.”Kedua kelompok terbang tersebut, untuk yang pertama yaitu Keloter utuh dengan jumlah 393 jamaah yang akan diterbangkan dari Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, menyusul bagi Keloter tidak utuh dengan jumlah 214 jemaah,”terangnya.

Ditambahkan Ahmad Qosbi, calon jamaah haji tertua asal Deliserdang berusia 89 tahun atas nama Bubi Bin Ruslan dari Kecamatan Hamparan Perak, sedangkan calon jamaah haji termuda berusia 19 tahun atas nama Muhammad Rizaldi Ritonga Bin Drs Zainaluddin Ritonga dari Kecamatan Namorambe.

Sementara itu, Wakil Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan manasik haji adalah untuk membekali seluruh calon jamaah, agar dapat tertingkat pemahaman dan pengetahuannya sebelum menuju tanah suci.” Selama ini kita telah banyak mendengar dan menerima pelajaran tentang pelaksanaan ibadah haji ini, melalui kelompok bimbingan haji yang mungkin telah diikuti secara pribadi. Karenanya mari kita sempurnakan pengetahuan dasar tersebut melalui kegiatan manasik ini. Semoga upaya yang kita lakukan ini mendapat ridho dari Allah SWT, agar nantinya menjadi bekal bagi kita selama menjalankan ibadah haji ke tanah suci,”tandasnya. (btr/han)

Objek Wisata di Langkat Banyak Terbengkalai, Kadispar: Minim Anggaran

Desa Dogang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat menyuguhkan wisata bahari, yang dikelilingi hamparan pemandangan laut cukup indah.
Desa Dogang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat menyuguhkan wisata bahari, yang dikelilingi hamparan pemandangan laut cukup indah.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Salah satu visi misi Bupati Langkat terpilih Terbit Rencana PA, adalah menggali dan memajukan potensi wisata alam yang ada di Kabupaten Langkat. Namun sayang, visi misi tersebut tidak didukung dengan angaran dan sulitnya koordinasi antar dinas di bumi bertuah.

Alhasil, potensi wisata alam Bukit Lawang yang sudah tersohor hingga ke mancanegara, bukannya mengalami kemajuan, melainkan malah kemunduran. Beberapa infrastruktur menuju lokasi wisata ini mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan.

Hal itu diungkapkan Kadis Pariwisata Nur Elly didampingi Kabib Pariwisata Puan saat ditemui di ruangannya, Senin (24/6). Mereka juga mengakui beberapa tempat wisata minim perhatian dan sentuhan.

“Bagaimana ya, bukan tidak ingin memajukan pariwisata di Langkat. Kami sudah berusaha sebaik dan semaksimal mungkin. Namun selama ini anggaran dinas ini terlalu minim. Makanya, imbauan di setiap tempat wisata minim,” kata Kadis Pariwisata Nur Elly diamini Kabib Pariwisata Puan, menyikapi permasalahan minimnya imbauan di sejumlah lokasi wisata alam yang ada di Langkat.

Nur Elly juga mengaku, birokrasi (tingkat koordinasi) yang cukup ribet dan hingga terkadang tidak membuahkan hasil maksimal juga menjadi kendala dalam memajukan wisata di Langkat. Seperti salah satu contoh permintaan-permintaan yang mendukung tempat wisata di Kabupaten Langkat.

“Salah satu cerita, kami sempat melakukan survei dan pendekatan kepada masyarakat di sekitar lokasi wisata alam. Dalam koordinasi itu, beberapa masyarakat mau dan ingin bekerjasama dengan kita untuk sama-sama menghasilkan restribusi,” katanya.

Dengan kesepakatan, sambung Elly, pihak kami harus membantu mengusulkan atau meminta bantuan tong sampah. Namun sayang, hingga kini tong sampah yang kita ajukan ke dinas terkait tidak membuahkan hasil hingga kini.

“Saat itu kita sudah mengusulkan sesuai prosedur. Tapi, permintaan cukup lama direspon dan hasil yang kita ajukan tidak maksimal, dinas terkait hanya bisa menyediakan 30 tong sampah,” katanya.

Padahal, dirinya memaparkan, ada sekitar 50 wisata alam yang sudah kita data, dimana lebih kurang 30 lokasi merupakan milik atau dikelola Pemerintah Kabupaten Langkat. Sedangkan sisanya merupakan lokasi pribadi milik masyarakat. Semuanya sudah kita kita usahakan untuk menggandeng dalam menghasilkan retribusi.

“Seperti Bukit Lawang misalnya, ada sekitar 20 hektare lahan PTPN yang sudah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Langkat, di jaman Samsul Arifin. Karena karena lahan itu tidak diperdayakan, sekarang lahan tersebut dibangun masyarakat sekitar. Kalau sudah seperti ini, bagaimana kita menindaklanjutinya,” tanya mereka.

Dirinyapun mengakui, jika permasalahan di Dinas Pariwisata ini seperti benang kusut yang mesti dirunut dari awal. Sehingga pemasalahan bisa terselesaikan dan wisata alam di Langkat, bisa memiliki gaung hingga ke mancanegara. Dan hal ini sangat membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Intinya kita sedang berusaha semaksimal mungkin memajukan wisata alam di Langkat dan menjalankan visi dan misi Bupati Langkat Terbit Rencana PA. Untuk itu, kami mohon dukungan dari pihak-pihak terkait agar usaha kami lebih dipermudah,” tegasnya sembari berharap semua berjalan sesuai rencana yang sudah disusun.

Untuk diketahui, wisata alam di Bumi Langkat cukup banyak dan berpotensi menghasilakn retribusi yang sangat tinggi. Sayang, potensi alam seolah terabaikan dan minimnya rambu-rambu serta fasilitas dan imbauan di lokasi wisata alam.

Tentunya permasalahan ini butuh perhatian sehingga rambu-rambu (warning) dapat diperhatikan wisatawan. Sehingga bencana alam yang menelan korban jiwa dapat diminimalisir sejak dini. Seperti di wisata alam air terjun Salak di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu. Dimana minimnya imbauan dari dinas terkait, menyebabkan 3 wisatawan meninggal dunia dalam bencana alam. (bam/han)

Tujuh Unit Rumah Terbakar

batara/sumut pos TERBAKAR: Warga berusaha menyelamatkan harta benda dari tujuh rumah yang terbakar. di Dusun I, Desa Emplasment Kualanamu, Kecamatan Beringin, Deliserang, Senin (24/6).
batara/sumut pos
TERBAKAR: Warga berusaha menyelamatkan harta benda dari tujuh rumah yang terbakar.
di Dusun I, Desa Emplasment Kualanamu, Kecamatan Beringin, Deliserang, Senin (24/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 7 unit rumah di Dusun I, Desa Emplasment Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, terbakar, Senin (24/6) sekira pukul 10.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa pada peristitiwa itu, namun kerugian diperkirakan kurang lebih Rp1 miliar.

Informasi yang dihimpun di lokasi kebakaran, api berasal dari atap rumah Kasian (54), yang turut terbakar. Dimana saat itu, rumah ditinggal kosong karena Kasian sedang bekerja.

Karena ditinggal pergi bekerja oleh penghuni rumah, amukan si jago merah merembes ke rumah warga lainnyaa.

Sebahagian warga sekitar yang melihat si jago merah semakin membesar, berupaya menyelamatkan harta benda para korban. Sedangkan yang lain memadamkan api dengan cara manual.

Namun upaya warga memadamkan api tak berhasil. Karena api dengan cepat melalap 7 rumah yang sebagian masih semi permanen, yakni rumah yang dihuni Kliwon (50), Supriono (32), Sudarwin (46), Leginem (60), Hariadi (35), Rakim (65), Satimun (65), Kasian (54), Paimun (62) dan Ramadani (35).

Hampir sejam peristiwa kebakaran, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Selama dua jam, si jago merah pun berhasil dijinakkan.

“Ada juga tadi kebakaran di sekitar Jalan Pancing, makanya kami agak lama datangnya,”ujar salah seorang petugas pemadam kebekaran.

Kapolsek Beringin, AKP Bambang Tarigan SH MH ketika dikonfirmasi di lokasi kebakaran menyebutkan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Sementara itu, terkait status tanah ketujuh rumah yang terbakar itu, Kepala Pengamanan Distrik PTPN II, K. Manik, menyebutkan jika HGU Nomor 60 tahun 2003 tidak diperpanjang, dan akan didistribusikan kepada pemohon dalam hal ini karyawan pensiun sesuai rekomendasi B Plus tahun 2003 terdiri dari Pemprop Sumut, BPN Sumut, Muspida dan PTPN II seluas 18 Hektare. (btr/han)

Tingkatkan Mutu Produksi Kopi, Pemkab Dairi Pasang Pendeteksi Tanah dan Cuaca

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS. PEMAPARAN: Tim Kemenkominfo RI memaparkan fungsi alat pendeteksi tanah dan cuaca di hadapan Bupati Dairi Eddy KA Berutu, sebelum dipasang di lahan petani.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
PEMAPARAN: Tim Kemenkominfo RI memaparkan fungsi alat pendeteksi tanah dan cuaca di hadapan Bupati Dairi Eddy KA Berutu, sebelum dipasang di lahan petani.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi memasang alat pendeteksi tanah dan cuaca.

Pemasangan alat deteksi itu dilakukan di Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, yang juga merupakan salah satu kecamatan penghasil Kopi Arabika terbesar untuk Kabupaten Dairi, Senin (24/6).

Dijelaskan Plt Kabag Humas Dairi, Desman Sihotang, pemasangan alat tersebut dapat mendeteksi suhu, kelembapan tanah, pH (tingkat keasaman) tanah, EC (electrical conductivity) tanah, kelembapan relatif udara, suhu udara, kecepatan dan arah angin, serta curah hujan untuk menentukan perlakuan yang tepat pada lahan.

Desman mengatakan, sesuai penjelasan ahlinya, alat tersebut mampu mendeteksi, mengukur, serta mencatat data secara akurat tentang kondisi cuaca pertanian dan tanah pertanian.

Hasil deteksi dapat dilihat melalui aplikasi RiTx Bertani secara real time oleh pengguna ponsel pintar.

“Aplikasi RiTx Bertani bisa didapat di Play Store. Alat ini memantau perlakuan terhadap lahan sekaligus memberikan prediksi cuaca selama lima hari ke depan,” terang Desman, Senin (24/6) di Sidikalang.

“Jadi, petani tak perlu lagi mereka-reka bagaimana kondisi tanahnya. Cukup buka aplikasi RiTx, lalu cari lokasi lahan yang ingin diketahui kondisinya,” sambung Desman.

Desman menambahkan, pemasangan alat deteksi tersebut merupakan keselarasabn dengan program Bupati Dairi Eddy Berutu yang ingin mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang.”Lewat alat ini, petani menjadi tahu kondisi lahan pertanian kopinya, sehingga dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk membuat tanaman kopinya tetap dalam kondisi prima,”pungkasnya. (mag-10/han)