26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 5262

Sidang Gugatan Pondok Mansyur Ditunda

Triadi Wibowo/sumut pos SEPI: Ruang sidang di Pengadilan Negeri Medan terlihat sepi, Senin (10/6).
Triadi Wibowo/sumut pos
SEPI: Ruang sidang di Pengadilan Negeri Medan terlihat sepi, Senin (10/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik kembali menunda sidang gugatan Pondok Mansyur. Pasalnya, Kasatpol PP kota Medan, M Sofyan selaku tergugat I dan Wali Kota Medan selaku tergugat II, tidak menghadiri sidang yang digelar di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (10/6).

“Sidang kita tunda, diminta kepada panitera pengganti untuk segera membuat surat panggilan kepada para tergugat,” ucap hakim Erintuah.

Sebelumnya, majelis hakim sudah membuka sidang sekitar pukul 12.30 WIB, namun lantaran para tergugat melalui kuasa hukumnya belum kunjung datang, majelis memberikan waktu untuk menunggu kedatangan para tergugat.

Sidang kemudian dilanjutkan sekitar pukul 14.40 WIB, namun majelis hakim juga belum melihat kehadiran para tergugat. Sementara sejak pagi hari, penggugat melalui kuasa hukumnya Parlindungan Nadeak sudah bersiap diri untuk menjalani persidangan dengan agenda sidang pembuktian.

Akan tetapi, karena pihak tergugat tak juga datang, sidang pun ditunda hingga pekan depan 17 Juni 2019, dengan agenda pembuktian. Atas ketidakhadiran para tergugat, kuasa penggugat Parlindungan Nadeak berharap, para tergugat hadir pada sidang selanjutnya demi terciptanya peradilan yang cepat dan biaya yang ringan.

“Namanya azas peradilan yang cepat. Kita sebenarnya mengharapkan peradilan yang cepat. Namun karena ditunda-tunda seperti ini, kan sangat disayangkan. Andaikan para tergugat datang hari ini, maka azas peradilan cepat terlaksana,” kata Parlindungan.

Karena itu, Parlindungan berharap, pihak tergugat dapat lebih kooperatif dengan hadir pada persidangan yang akan datang. “Kita juga sudah dengar, majelis telah memerintahkan Panitera Pengganti untuk segera melayangkan panggilan kepada mereka,” ujarnya.

Terpisah, kuasa hukum tergugat I dan II, Daldiri mengatakan, ketidakhadirannya di persidangan, lantaran dirinya masih di luar kota (Jambi). “Untuk persidangan ini, saya sudah minta Rahma, kuasa hukum yang lain (tim kuasa hukum tergugat I dan II) menghadirinya,” tandasnya.

Sebelumnya, pada sidang putusan sela yang juga tidak dihadiri pihak tergugat, Erintuah Damanik dalam pembacaan putusan menyampaikan, bahwa Pengadilan Negeri (PN) Medan berwenang mengadili perkara perdata perbuatan melawan hukum sebagaimana yang disampaikan penggugat dalam hal ini Kalam Liano melalui kuasa hukumnya Parlindungan Nadeak.

PN Medan Masih Sepi

Sementara, suasana di PN Medan masih terlihat sepi. Dari sepuluh ruangan sidang, hanya beberapa ruangan saja yang terlihat bersidang. Namun hal ini disangkal oleh Humas PN Medan, Jamaluddin, yang menyebut tingkat kehadiran hakim mencapai 100 persen.

“Yang tidak hadir hari ini dengan alasan yang jelas. Yang cuti satu hari, Pak Ketua (Djaniko Girsang) dan Bu Eliwarti, yang izin Pak Nurmansyah, jadi jelas ada suratnya,” ucapnya kepada wartawan, Senin (10/6).

Namun, mengenai klaim kehadiran hakim yang mencapai 100 persen tersebut, Jamal menyatakan bahwa jadwal persidangan majelis hakim yang menentukan. “Ini penjadwalan sidang bukan pengadilan yang mengatur, penjadwalan sidang majelis (hakim) nya masing-masing. Jadi majelis hakim yang menjadwalkan sidang, bukan pengadilan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan, hanya lima ruangan sidang saja yang menggelar sidang. Terkait minimnya hakim yang bersidang tersebut, Jamaluddin menyebut, seluruh hakim berada di Gedung B. “Hakim hadir semua, yang tidak hadir cuma Pak Ketua (PN) dan dua hakim lainnya. Mengenai jadwal sidang itu, tidak ada yang sama tergantung majelis hakimnya sendiri,” ulang Jamaluddin.

Menurut Jamaluddin, dalam membuat jadwal sidang tersebut, harus diketahui seluruh pihak. “Kalau dalam hal pidana diketahui oleh Jaksa yang bersangkutan, kalau perdata oleh para pihak,” jelasnya.

Sementara, disinggung alasan Ketua PN Medan, Djaniko Girsang berhalangan hadir pada hari pertama libur lebaran, Jamaluddin mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu, karna cutinya beliau bukan di PN, itu urudan PT (Pengadilan Tinggi). Karna yang memberikan izin semuanya terhadap pimpinan adalah Ketua atau Wakil PT,” pungkasnya. (man)

Pasca Liburan, Cuma 20 Anggota DPRD Medan Hadir

idris/sumu tpos BERBINCANG: Anggota DPRD Medan yang hadir usai libur Lebaran, berbincang usai rapat, Senin (10/6).
idris/sumu tpos
BERBINCANG: Anggota DPRD Medan yang hadir usai libur Lebaran, berbincang usai rapat, Senin (10/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – BERBEDA dengan ASN Pemko Medan, tingkat kehadiran anggota DPRD Kota Medan masih minim Dari 50 anggota dewan yang terpilih pada periode 2014-2019, hanya 20 orang yang hadir atau 40 persen. Padahal, ada sejumlah agenda rapat, seperti pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), rapat Badan Musyawarah (Bamus) dan lainnya.

Menurut catatan Sumut Pos, anggota dewan yang hadir berdasarkan fraksinya, PDIP 4 orang, Gerindra dan PKS 3 orang, Partai Golkar, Demokrat, PAN, PKPI dan PPP masing-masing 2 orang (lihat grafis, red). Karena minimnya kehadiran anggota dewan, rapat pembahasan LKPj terpaksa molor hingga pukul 11.00 WIB. Sebab, awalnya hanya hadir tak sampai 10 anggota dewan. Namun demikian, tak berapa lama rapat yang dihadiri juga oleh sejumlah unsur organisasi perangkat daerah Pemko Medan akhirnya dimulai setelah satu persatu berdatangan. Rapat itu sendiri digelar secara tertutup.

Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga mengaku, sebenarnya tingkat kehadiran anggota dewan itu aktif semua. Akan tetapi, karena ada kesibukan yang tidak bisa ditunda sehingga ada yang terlambat dan tidak bisa hadir. Misalnya, ada keluarga yang kemalangan maka harus datang untuk melayat dan lain sebagainya. “Saya yakin tingkat kehadiran kawan-kawan anggota dewan itu sekitar 85 persen pada hari pertama masuk setelah libur lebaran,” ujarnya ketika diwawancarai.

Disinggung kehadiran anggota dewan yang minim dikarenakan sebagian besar tak terpilih lagi pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, Ihwan membantah. Menurut politisi Partai Gerindra ini, rekan-rekannya sesama legislator di DPRD Medan profesional. “Enggak ada itu pengaruhnya lolos atau tidak, kawan-kawan anggota dewan profesional dan sudah diamanahkan sebagai wakil rakyat. Jadi, kemungkinan yang tidak hadir saya yakin mereka ada menyelesaikan tugas di luar,” tandasnya.

Di sisi lain, berbeda dengan anggota dewan, tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di Sekretariat DPRD Medan tak mencapai 100 persen. Terdapat ASN yang tidak hadir pasca hari libur lebaran.

Sekretaris DPRD Medan, Abdul Aziz mengakui tingkat kehadiran ASN Sekretariat DPRD Medan tidak 100 persen. Persentase kehadirannya mencapai 99 persen dari jumlah 60 orang. “ASN yang hadir 99 persen, hanya 1 orang yang tidak hadir. Itu pun karena izin ada keluarganya yang kemalangan, bukan bolos,” ujarnya.

Menurut Aziz, tingkat kehadiran ASN Sekretariat DPRD Medan usai libur lebaran tahun ini tak berbeda jauh dengan tahun 2018. Sebab, pada tahun lalu juga 1 orang tidak hadir. “Tahun lalu (2018) juga 1 orang tidak hadir tanpa keterangan,” tukasnya.

Begitupun dengan para wakil rakyat yang duduk di DPRD Sumut. Gedung dewan masih terlihat lengang, meski menurut masing-masing pimpinan fraksi, tingkat kehadiran mereka sudah mulai normal kembali. Pantauan Sumut Pos dari fraksi ke fraksi dan dari komisi ke komisi, pada pukul 11.00 WIB, masih terlihat sangat sedikit anggota DPRD Sumut yang hadir. Namun sejak pukul 13.00 Wib, anggota DPRD Sumut pun mulai berdatangan ke gedung wakil rakyat yang berada di Jalan Imam Bonjol Medan tersebut.

Ditanyai mengenai hal itu, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman yang ditemui di ruang kerjanya lantai 2 gedung DPRD Sumut, menyebutkan bahwa kehadiran anggota DPRD Sumut pada hari itu sudah kembali normal. Pasalnya, ada sejumlah kegiatan yang telah dijadwalkan pada hari itu.

“Hari ini teman-teman anggota DPRD Sumut kita yakini akan banyak yang hadir, tapi mungkin agak siang karena agendanya juga begitu. Tetapi untuk lebih pastinya silakan ditanyakan ke fraksi masing-masing,” ucap Wagirin Arman kepada Sumut Pos, Senin (10/6).

Pernyataan Wagirin ini diamini Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut, Baskami Ginting. Menurutnya, sebagian besar anggota DPRD dari fraksinya hadir pada hari itu. “Saya hadir, teman-teman juga sudah mulai hadir. Kalaupun nantinya ada yang tidak hadir akan kami tanyakan alasannya,” ucap Baskami. (ris/mag-1)

Bolos Paskalibur Lebaran, 90 ASN Pemko Terancam Sanksi

prans/sumut pos SIDAK: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berbincang dengan seorang petugas di Samsat Medan Utara, Jalan Putri Hijau Medan, saat melakukan sidak pada hari pertama kerja usai libur lebaran, Senin (10/6).
prans/sumut pos
SIDAK: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berbincang dengan seorang petugas di Samsat Medan Utara, Jalan Putri Hijau Medan, saat melakukan sidak pada hari pertama kerja usai libur lebaran, Senin (10/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada hari pertama bekerja usai libur Lebaran tahun ini, masih ada saja Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemko Medan dan Pemprovsu yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas alias bolos. Dengan begitu, mereka bakal terancam sanksi pemotongan tunjangan kinerja (tukin) atau tunjangan penghasilan pegawai (TPP), sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang Disiplin ASNn

BERDASARKAN data yang diperoleh Sumut Pos dari Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, tahun ini sebanyak 90 ASN tidak hadir tanpa keterangan alias bolos. “Hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, dari seluruh ASN di Pemko Medan yang berjumlah 14.540 orang, sebanyak 90 tidak hadir. Mereka tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas,” ujar Kepala BKDPSDM Kota Medan, Muslim Harahap kepada wartawan, Senin (10/6).

Kata Muslim, jumlah ASN yang tidak hadir usai libur lebaran pada tahun ini, apabila dipersentasekan tidak sampai 1 persen atau 0,62 persen. Jumlah ini lebih baik ketimbang lebaran tahun 2018 lalu. “Pada tahun lalu ada lebih 200 pegawai (ASN) yang bolos kerja setelah libur lebaran. Jadi, jumlah tahun ini ada penurunan yang signifikan dari 200 lebih menjadi hanya 90 orang,” katanya.

Disinggung 90 ASN yang bolos tersebut dari organisasi perangkat daerah (OPD) mana saja, Muslim enggan membeberkan. Dia beralasan lupa karena hanya mengingat jumlahnya saja.

Diutarakan dia, terhadap 90 orang ASN yang bolos akan diberi sanksi berupa tindakan teguran tertulis dan pemotongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Sanksi ini berlaku bagi mereka yang tidak pernah mendapatkan sebelumnya. Namun, sambung Muslim, apabila mereka sudah pernah mendapat sanksi tersebut maka ditambah sanksinya yakni bisa penurunan pangkat selama satu tahun hingga penundaan gaji berkala.

“Kalau baru kali ini, maka diberi teguran tertulis dan dipotong TPP 5 persen. Jika sudah pernah, maka ditambah 2 persen lagi. Apabila kedua-keduanya sudah pernah juga dialami, maka diberikan sanksi kategori sedang berupa pemotongan TPP 15 persen. Sementara bagi yang sudah sering, maka tidak menutup kemungkinan mendapat sanksi berat yakni tak mendapat TPP sebulan,” sebut Muslim.

Ia menyebutkan, dalam memberlakukan sanksi tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 44 Tahun 2016. Oleh karena itu, tidak bisa serta merta memberikan sanksi begitu saja misalnya langsung sanksi yang berat. “Kita tidak bisa langsung kasih hukuman berat tapi harus bertahap. Sanksi ini sudah diatur di dalam Perwal Nomor 44/2016,” tuturnya.

Muslim mengaku, telah menugaskan sejumlah anggota di semua OPD, mulai dari kecamatan, kelurahan, UPT Puskesmas, UPT Dinas Pendidikan dan lainnya untuk mengambil rekap kehadiran ASN. “Kita tidak main-main dalam menerapkan displin kerja kepada ASN. Ada 86 pegawai yang kita tugaskan untuk mengambil rekap, makanya tidak ikut apel pagi,” tukasnya.

Kehadiran ASN Pemprovsu 98 Persen

Tingkat kehadiran ASN di lingkungan Pemprovsu usai libur dan cuti bersama Idul Fitri 1440 Hijriah, Senin (10/6) sangat baik. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat melakukan inspeksi mendadak di Kantor Samsat Medan Utara, Jalan Putri Hijau Medan. “Hanya sedikit yang tidak hadir, hanya 2 persen, dan yang hadir 98 persen. Yang melanggar ketentuan (bolos, Red) ini kita akan tindak, tetapi tentunya kita lihat kenapa dia tidak hadir. Untuk sanksinya itu pemotongan tunjungan TPP hingga hukuman disiplin,” katanya menjawab wartawan.

Gubernur tiba di Samsat Medan Utara sekitar pukul 07.45 WIB. Ia menemukan meja pelayanan masih kosong, karena Samsat Medan Utara mulai melayani pada pukul 08.30 WIB. Edy ingin ke depan agar pelayanan Samsat dimulai pukul 07.30 WIB, atau satu jam lebih cepat dari waktu pelayanan saat ini.

“Mereka ini start-nya jam 08.30 WIB, kita minta start jam 07.30 WIB, karena masyarakat ini tentu perlu cepat. Mereka sudah nunggu tadi waktu saya datang. Kalau lebih cepat, mereka bisa lakukan kegiatan lain. Ini masyarakat yang baik, mereka ke sini mau bayar, mau memenuhi kewajibannya,” katanya didampingi Plt Kepala BKD Setdaprovsu, Abdul Khair Harahap, Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, M Fitriyus dan Kadisdik Arsyad Lubis.

Namun secara keseluruhan, menurut dia pelayanan Samsat sudah cukup baik, karena tepat waktu. “Pelayanan Samsat ini sudah baik, mereka tepat waktu jam 08.30 WIB benar-benar sudah start. Tapi, itu tadi kita minta pukul 07.30 WIB sudah start, biar masyarakat lebih enak,” terangnya.

Usai sidak ke Samsat, rombongan Gubsu melanjutkan sidak ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Jalan Putri Hijau Medan, yang tak jauh dari kantor Samsat Medan Utara. Kepada Kadisperindag Sumut Zonny Waldi, Edy meminta agar melakukan evaluasi ketat. “Perlu banyak pembenahan, perlu kita evaluasi organisasi ini agar efektif dan efisien. Disperindag ini perlu bekerja bagus karena ini sangat penting,” tegasnya.

Kesempatan itu Edy juga menanyai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menyesalkan karena beberapa dari mereka tidak menyimpan dan hapal tupoksinya masing-masing.”Saya ingin ASN masing-masing memegang tupoksinya, biar dia tahu apa yang dia kerjakan. Dia inikan pelayan masyarakat, itu yang harus dia kerjakan. Sehingga benar-benar berfungsi, bukan hanya sekadar mengantor,” katanya. (ris/prn)

Sehari, 1.013 Pasien Rawat Jalan di RSUP Adam Malik

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – AKTIVITAS di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan kembali ramai dikunjungi pasien, Senin (10/6). Pasien rawat jalan terlihat ramai mendatangi gedung Instalasi Rawat Jalan untuk melakukan pendaftaran. Antrean pasien pun cukup ramai di loket pendaftaran.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP(K) mengatakan dari hasil sidak yang dilakukan pelayanan di poliklinik semuanya lancar melayani pasien. “Pascalibur panjang poliklinik dalam, bedah, anak, obgyn, THT, kulit, mata dan jantung, bekerja kembali melayani masyarakat. Gak ada jumlah pasien yang melonjak sampai dua kali lipat,” katanya.

Sementara, Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom mengatakan, jumlah pasien yang melakukan rawat jalan per tanggal 10 Juni 2019 mencapai 1.013 pasien. Untuk jadwal layanan poliklinik rawat jalan, terang Rosa, dibuka seperti biasa, yakni Senin-Kamis pendaftaran mulai 07.45-15.00 WIB. Begitu pula untuk pelayanan akan diberikan sampai pukul 16.15 WIB. “Jumat yang beda. Untuk pelayanan sampai pukul 16.45 WIB, sedangkan pendaftaran sampai pukul 15.30 WIB,” tuturnya.

Terpisah, Kasubag Humas & Hukum RSUD Dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin SH MKes MH mengatakan jumlah kunjungan pasien rawat jalan mencapai 300-an pasien. “Rumah Sakit tipe C saja siap, apalagi kita (RS Pirngadi-red) yang tipe B. Selain itu, tadi saya mendampingi direksi dan pak Sekda Medan melakukan untuk memastikan layanan dapat diberikan maksimal kepada pasien,” tuturnya.

Ia mengaku, rumah sakit Pemko Medan ini dapat melayani pasien lebih banyak lagi. Hal itu dapat dilaksanakan apabila mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 93 Tahun 2015 pasal 12 yang bunyinya rumah sakit pendidikan melayani pasien tanpa rujukan.

Namun, PP ini tidak diakomodir oleh BPJS Kesehatan. Ironisnya BPJS Kesehatan menggunakan PP Nomor 01 Tahun 2012 yaitu sistem rujukan berjenjang. “Saya yakin, dengan menjalankan PP 93 tadi, RS Pirngadi Medan sebagai rumah sakit pendidikan dapat mencetak mahasiswa dokter yang brilian,” ungkapnya. (dvs)

Hadiri Halalbihalal PDAM Tirtanadi, Gubsu Paparkan Pesan Tersembunyi dalam Setiap Tetes Air

MOTIVASI: Gubsu Edy Rahmayadi memberi pengarahan dan motivasi kepada direksi dan seluruh pegawai PDAM Tirtanadi untuk bekerja maksimal meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
MOTIVASI: Gubsu Edy Rahmayadi memberi pengarahan dan motivasi kepada direksi dan seluruh pegawai PDAM Tirtanadi untuk bekerja maksimal meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah menghadiri Halalbihalal Keluarga Besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi di Halaman Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja 1 Medan, Senin (10/6). Ada yang unik ketika Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan sambutannya dengan menggunakan video untuk menggugah hati para direksi dan seluruh Pegawai PDAM Tirtanadi.

Edy memaparkan penelitian Masaru Emoto tentang pesan tersembunyi dalam setiap tetes air. Di mana air selain menjadi sumber kehidupan manusia juga merupakan sumber pengetahuan yang luar biasa. Karena air mampu merespon lingkungannya dan dapat membedakan mana hal positif dan negatif.

“Posisi PDAM Tirtanadi sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat dibanding dengan instansi lainnya karena produknya berupa air bersih sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Sumatera Utara sehingga sedikit saja ada gangguan dalam pendistribusian air maka rakyat akan beramai-ramai melayangkan protes”, kata Edy Rahmayadi.

Oleh karena itu, Gubsu mengajak dan memotivasi direksi dan seluruh pegawai PDAM Tirtanadi untuk bekerja maksimal meningkatkan pelayanan. Selain itu Gubsu mengingatkan, PDAM Tirtanadi bukan lembaga sosial, bukan tempat cari makan saja, tapi juga tempat beramal. Jadi, siapa yang tidak bisa bekerja dalam tim berarti tidak cocok bekerja di PDAM Tirtanadi dan akan diganti.

Gubsu juga mengimbau semua elemen untuk sama-sama menjaga sumber air dengan menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mencemari sungai. Gubsu juga menyinggung tentang kebocoran air yang mencapai 30 persen dan rencanannya akan membentuk tim untuk mengusut kebocoran tersebut.

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi juga menyapa para karyawan dan menyuruh untuk duduk mengisi bangku kosong dan berkenalan dengan para pejabat struktural Kepala Divisi dan Kepala Cabang. Dirut PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Gubsu dan Wagubsu.

Trisno mengatakan, kehadiran Gubsu dan Wagubsu dalam acara halalbihalal ini merupakan suatu motivasi yang sangat berarti bagi PDAM Tirtanadi dalam meningkatkan kinerja melayani masyarakat Sumatera Utara dalam memenuhi kebutuhan air bersih menjadikan Sumatera Utara Bermartabat.

Trisno juga mengatakan, dalam beberapa kesempatan sejak menjadi Direktur Utama PDAM Tirtandi telah menyampaikan kepada seluruh pegawai bahwa saat ini mereka bukan lagi “Tukang Leding”. Tapi hari ini mereka adalah sebuah perusahaan pelayanan publik yang dituntut melayani masyarakat Sumut.

Untuk itu, Trisno meminta seluruh elemen di Tirtanadi untuk menyatukan niat dan tekad untuk berubah dan memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan tagline “Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan jika kita bersatu”. (adz)

Malam Takbiran, 12 Rumah Terbakar di Dairi, Warga Desak Polisi Usut Pelaku Pembakaran

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS BERI BANTUAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Wabup, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, memberikan bantuan seng kepada para korban yang rumahnya terbakar.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BERI BANTUAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Wabup, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, memberikan bantuan seng kepada para korban yang rumahnya terbakar.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab terbakarnya 12 rumah di Jalan Sudirman Pasar Lama, Kelurahan Kota Sidikalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, pada malam takbiran, Rabu (4/6) pukul 22.00 WIB. Beberapa warga pun mendesak kepolisian, agar mengusut tuntas rumah mereka yang diduga sengaja dibakar.

Desakan itu disampaikan 15 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran, di antaranya Harapenta Ginting, Nursida Cibro, serta Sahdan Bintang saat menerima bantuan dari Pemkab Dairi yang dipimpin Bupati, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Wabup, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, Kepala BPBD, Bahagia Ginting dan unsur Forkopinda di lokasi kejadian, Senin (10/6).

Dikatakan Harapenta, salah satu korban yang rumahnya terbakar, agar BT yang diduga sengaja membakar rumahnya yang merembet ke rumah warga lainnya ditangkap.

Akibat rumah ikut terbakar, lanjut Harapenta yang mengaku saat kejadian berada di rumah mertuanya, dokumen seperti ijazah anak-anak dan dua sepeda motor serta harta benda lainnya ludes dilalap si jago merah.

Dari pengakuan sejumlah saksi, masih kata Harapenta, warga menuding BT sengaja membakar rumahnya karena sebelumnya setiap mabuk dan cekcok sama istrinya, selalu mengancam akan membakar rumahnya.

Ditegaskan Harapenta, dirinya bersama 15 KK yang menjadi korban bersedia memberikan keterangan kepada polisi untuk mengusut penyebab terbakarnya rumah mereka.

Menanggapi desakan para korban yang rumahnya terbakar tersebut, Wakapolres Dairi, Kompol Togu Matanari menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. ”Petugas reskrim sedang melakukan penyelidikan. Kita tunggu aja hasilnya. Sejumlah saksi-saksi juga sudah dimintai keterangan,”pungkasnya. (mag-10/han)

DPRD Sumut Desak BKSDA Tangani Kasus Harimau Liar

no picture
no picture

PALAS, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut meminta Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk serius dalam penanganan masalah harimau liar yang telah menelan korban jiwa, dan meresahkan warga Kecamatan Sosopan dan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas.

Hal itu ditegaskan anggota DPRDSU dari Dapil Padang Lawas, Abdul Manan Nasution di ruang kerjanya, Senin (10/6), dalam menanggapi adanya korban atas berkeliarannya harimau di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut.

Abdul Manan menyebutkan, dirinya menerima keresahan masyarakat yang tidak berani beraktivitas, karena khawatir akan dimangsa hewan buas tersebut.

“Sampai saat ini masyarakat terus dalam keresahan, karena adanya harimau tersebut. Saat bulan puasa lalu, mereka sampai tidak bisa salat di masjid terutama pada malam hari. Karena ini sudah menimbulkan korban. Berdasarkan aduan warga, sampai sekarang belum ada penanganan serius dari BKSDA dan pihak berwajib,” katanya.

Menurutnya, berkeliarannya harimau tersebut sangat mengganggu perekonomian warga. Sebab, warga jadi tidak bisa bertani maupun berkebun karena takut bertemu dengan hewan yang dilindungi itu.

“Tapi masyarakat juga serba salah karena hewan tersebut dilindungi dan tidak boleh dibunuh. Jadi apa solusinya? Ini sudah mengancam nyawa masyarakat di sana. Apakah hanya harinya yang dilindungi negara dan tidak boleh dibunuh? Terus warga di sana tidak perlu dilindungi juga? Harus ada upaya yang lebih serius dalam menangani masalah ini, kalau tidak ini akan berdampak panjang,” tambahnya.

Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, para pelajar juga terganggu menjalankan aktivitas belajar mengajar. Mereka tidak berani beranjak ke sekolah karena khawatir bertemu dengan hewan tersebut.

“Di sana akses jalan tidak mudah, mau ke sekolah harus melewati hutan atau kebun-kebun. Aktivitas warga terganggu, mau mandi saja pun tidak berani, sebab masyarakat di sana masih banyak yang mandi di sungai,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

Menurut informasi yang diperolehnya dari sejumlah warga dan camat, sudah ada bantuan dari Pemda setempat seperti 20 kilogram beras bagi setiap rumahtangga sebagai upaya membantu warga yang terisolasi, namun bantuan itu tidak menyelesaikan masalah utama perihal keberadaan harimau yang masih meresahkan warga.

Meski disebut-sebut pihak BKSDA bersama TNI dan aparat kepolisian setempat telah mengambil tindakan memburu harimau tersebut, bahkan telah memberi umpan agar harimau keluar dan dapat ditangkap, sampai saat ini harimau tersebut belum juga ditemukan.

“Pihak camat ketika dihubungi mengaku semua upaya sudah dilakukan, termasuk imbauan untuk mawas diri. Camat juga akan melakukan cara-cara adat agar masalah tersebut dapat diselesaikan,” katanya.

Abdul Manan sendiri juga akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA di Medan untuk memastikan agar ada solusi pasti atas konflik harimau dan warga tersebut. Ia meminta agar BKSDA dan aparat serius menangani masalah ini agar masyarakat tidak terus resah dan dapat beraktivitas kembali.

“Harus ada solusi dari masalah ini, tidak boleh kita biarkan masyarakat disana resah terus menerus dengan keselamatan keluarganya. Tangkap harimau tersebut hidup atau mati. Nyawa manusia juga harus dilindungi, bukan hanya nyawa harimau yang merupakan satwa yang dilindungi,” katanya.

Sebelumnya, seorang warga diserang hewan buas tersebut saat bersantai di depan rumahnya usai berbuka puasa, Minggu (26/5). Korban bernama Faisal (45) warga Desa Pagaranbira, Kecamatan Sosopan. Ia diterkam harimau saat menikmati kopi di depan rumahnya. Korban mendapat serangan dari belakang dan mengalami luka di leher, korban pun berteriak meminta tolong.

Warga yang mendengar teriakan korban selanjutnya menghampiri rumahnya. Melihat warga berdatangan, harimau tersebut langsung berlari masuk ke hutan. Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Hingga saat ini sudah ada 3 warga yang menjadi korban harimau di kabupaten tersebut baru-baru ini, 2 diantaranya telah meninggal dunia dan 1 diantaranya mengalami cedera parah atau luka berat.(mag-1)

Perayaan Paskah se-Kota Tebingtinggi, Pj Sekdako: Semoga Semakin Memantapkan Kebersamaan Umat

SOPIAN/SUMUT POS PASKAH: Pj Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar menjadi tamu kehormatan pelaksanaan Perayaan Paskah Oikumene se-Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
PASKAH: Pj Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar menjadi tamu kehormatan pelaksanaan Perayaan Paskah Oikumene se-Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi diwakili Pj Sekdako Tebingtinggi Marpusuk Siregar hadiri perayaan ibadah Paskah Oikumene masyarakat Kristiani se-Kota Tebinginggi, Minggu (9/6) malam, di Gedung Budi Dharma Kota Tebinginggi.

Dalam kegiatan tersebut, Marapusuk Siregar mengatakan bahwa seiring kebersamaan yang terangkai indah ini, kita harus menyambut gembira dan merespon positif terselenggaranya acara ini sebagai wujud nyata kuatnya tekad persaudaraan, persatuan dan kesatuan umat Nasrani Kota Tebingtinggi.

“Untuk itu atas nama masyarakat dan Pemko Tebingtinggi serta selaku pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat Paskah bagi kita sekalian, sekaligus mengucapkan terimakasih disertai apresiasi yang tinggi kepada segenap pihak yang telah berkontribusi positif, terlebih khususnya kepada panitia pelaksana,”bilangnya.

Menurutnya, perayaan hari kebangkitan Yesus Kristus atau perayaan paskah memberi makna yang sangat mendalam bagi umat Kristiani, saat merenungkan solidaritas Allah kepada umat manusia. Oleh karena itu, kita berharap melalui ibadah dan perayaan paskah bersama saat ini, janganlah dijadikan acara seremonial tahunan semata, tetapi hendaknya dimaknai dan bisa di laksanakan di tengah-tengah masyarakat. (ian/han)

Desa Saragih Timur Alokasikan Dana Desa TA 2019 untuk Pembangunan TPT dan Rabat Beton

ist PEMBANGUNAN: Pemerintah Desa Saragih Timur, Kecamatan Manduamas,Kabupaten Tapteng sedang melaksanakan pembangunan TPT di Dusun II Lotre Desa Saragih Timur.
ist
PEMBANGUNAN: Pemerintah Desa Saragih Timur, Kecamatan Manduamas,Kabupaten Tapteng sedang melaksanakan pembangunan TPT di Dusun II Lotre Desa Saragih Timur.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO –Pemerintah Desa Saragih Timur, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, mengalokasikan dana desa tahun anggaran 2019 untuk Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Rabat Beton.

Kepala Desa Saragih Timur, Santosa mengungkapkan, pembangunan TPT dan Rabat Beton dilaksanakan setelah menggelar musyawarah pra pelaksanaan dana desa 2019, Rabu (15/5), di Gedung Balai Desa.

Pelaksanaan pembangunan TPT dan Rabat Beton juga melibatkan warga Desa Saragih Timur bersama dengan ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

“Untuk melaksanakan pengawasan pekerjaan di lapangan dalam membangun TPT, saya percayakan tim pelaksana kegiatan(TPK) Pudani Tumanggor. Tenaga teknis atau tenaga tukang bangunan berasal dari warga desa,”sebutnya. Dijelaskan Santosa, pembangunan TPT dan Rabat Beton di Dusun II (Lotre) Desa Saragih Timur bertujuan untuk memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan warga yang selama ini dikeluhkan karena kondisi jalan rusak.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPT) Pudani Tumanggor mengungkapkan, pembangunan TPT sepanjang 400 meter dengan anggaran Rp216.611.000 dan pembangunan Rabat Beton sepanjang 400 meter dengan anggaran Rp208.000.000. Sementara itu, pendamping Desa Tehnik Infrastruktur (PDTI) Marsion Sihotang menjelaskan, bahwa Desa Saragih Timur dalam program dana desa tahun anggaran 2019 di bidang infrastruktur.

“Berdasarkan pertimbangan tekhnik, bahwa pengerjaan harus dilaksanakan secara bertahap. Kegiatan TPT terdiri dari galian pondasi, plesteran, timbunan badan jalan dan 1 unit gorong-orong, sedangkan kegiatan rabat beton meliputi kegiatan pembentukan badan jalan, pemasangan mal, pengecoran rabat beton, itulah rinciannya,” jelasnya. (mag-11)

Bupati dan Wabup Sergai Sidak ke Sejumlah Instansi

no picture
no picture

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Memasuki hari pertama kerja pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Bupati Ir H Soekirman melakukan infeksi mendadak (Sidak) ke beberapa OPD di Sergai.

Sidak orang nomor satu di Sergai itu diawali dengan mendatangi Kantor Camat Perbaungan, kemudian diteruskan ke Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Perindag, Dinas Pora Parbud, Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Dalam sidak itu, Soekirman menyampaikan ucapan Selamat hari raya Idul Fitri 1440 H kepada seluruh para ASN dan Tenaga Kontrak di lingkungan Pemkab Sergai.

Diungkapkannya, sepanjang Idul Fitri tahun 2019, tingkat kecelakaan lalulintas sangat kecil, dan berharap kepada seluruh masyarakat untuk berharti-hati saat pulang mudik. Saat libur Hari Raya Idul Fitri, Soekirman berbagi pengalaman saat berkunjung ke beberapa daerah.

Dalam perjalanannya, ia menceritakan banyak melihat beberapa daerah dalam keadaan darurat sampah plastik. Oleh karena itu, Bupati Soekirman mengajak masyarakat Sergai mulai dari dusun, desa, kecamatan hingga seluruh penjuru Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat dapat membuat Gerakan Lobang Sampah (GLS) di lingkungan rumah masing-masing.

”Jika hal itu bisa dilakukan seperti halnya orang-orang desa zaman dahulu, maka Insya Allah akan membuat sekitar 60 persen permasalahan sampah dapat kita kurangi,”bilangnya.

Bupati Soekirman pun meminta kepada seluruh ASN dan masyarakat dapat memberikan perhatian khusus kepada lingkungan sekitar.

”Mari tetap semangat guna mewujudkan daerah yang bersih dan sehat, sebab memang untuk hal yang baik tidaklah mudah, namun butuh kerjasama dan perjuangan kita semua,”pintanya.

Untuk para ASN dan Tenaga Kontrak yang hadir, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasinya sebagai bentuk tanggung jawab diri. Dan kepada ASN yang tidak hadir, BKD diminta untuk memberikan tindakan sesuai dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, dihari yang sama Wabup H Darma Wijaya melakukan Infeksi Mendadak (Sidak) keberapa OPD, sidak terlebih dahulu diawali di RSUD Sultan Sulaiman, selanjutnya diteruskan ke Dinas PMP2TSP, Dinas Kelautan Perikanan, Dinas P2KBP3A, Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi dan BPBD.

Dalam sidak itu, Wabup Darma Wijaya berharap kepada Kepala OPD agar menjaga hubungan kekeluargaan terhadap bawahan dengan mempunyai visi dan misi yang sejalan serta profesioanal, sehingga dapat menunjukan kinerja yang maksimal dimanapun bertugas.

Dari hasil sidak yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Sergai di sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Sergai, hari pertama kerja tingkat kehadiran ASN dan Tenaga Kontrak pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, mencapai 95,3 persen. (sur)