26 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 5390

Aktivitas Menarik yang Dapat Dilakukan di Floating Market Lembang

no picture
no picture

SUMUTPOS.CO – Hadirnya Floating Market Lembang ini semakin memperbanyak pilihan tempat wisata yang dapat dikunjungi saat Anda sedang berada di kota kembang Bandung. Selain tiket yang mudah untuk dibeli di Traveloka. Floating Market yang mengangkat konsep utama berupa pasar terapung ini, ternyata memiliki banyak hal menarik yang dapat Anda coba saat berkesempatan datang ke sini, di antaranya adalah :

Naik perahu

Floating Market Lembang memiliki danau yang cukup besar yang ada di bagian tengahnya. Salah satu aktivitas seru yang dapat Anda coba saat berada di sini adalah naik perahu dan berkeliling memutar danau. Selain menyewa perahu dayung yang ada di tepi danau, Anda juga dapat memilih untuk naik kereta air yang ditarik perahu mesin, atau mengayuh sepeda air. Untuk Anda yang datang bersama keluarga besar, memilih naik kereta air yang memilih kapasitas lebih banyak tentu dapat menjadi pilihan terbaik.

Berjalan – jalan mengelilingi area Floating Market

Floating market Lembang ini memiliki area keseluruhan yang cukup luas. Hal ini tentu menjadi hal seru di mana Anda dapat leluasa berjalan – jalan mengelilingi setiap area yang ada di kawasan ini. Berjalan – jalan di tempat yang memiliki pemandangan indah tentu dapat mengurangi kejenuhan dan stress yang mungkin sedang Anda alami. Untuk menemani kegiatan jalan – jalan Anda, jangan lupa untuk menukarkan karcis masuk Anda dengan segelas soda atau minuman hangat, ya.

Berinteraksi di taman kelinci

Siapa bilang di Floating Market Anda hanya dapat berjalan – jalan dan menikmati naik perahu? Ada berbagai aktivitas menarik yang dapat Anda lakukan di Floating Market Lembang, termasuk berinteraksi dengan banyak kelinci lucu yang ada di Taman Kelinci.Taman ini menjadi salah satu spot favorit bagi anak – anak. Di Taman Kelinci, Anda dan keluarga dapat bermain langsung dengan kelinci – kelinci yang ada. Kelinci di Floating Market ini dibiarkan secara bebas di area taman dan hanya diberikan pagar pembatas agar kelinci tidak kabur ke area yang lain. Taman Kelinci ini juga dibuat berbukit – bukit dan memiliki beberapa rumah mini yang digunakan oleh kelinci untuk bersembunyi.

Wisata kuliner di pasar terapung

Sesuai dengan namanya, salah satu hal unik yang dimiliki oleh tempat wisata ini tentu saja adalah pasar terapungnya. Pasar terapung di Floating Market Lembang dapat Anda temukan di sekitar danau. Bila di tempat lain, Anda berwisata kuliner dengan mendatangi kios atau foodcourt, di sini Anda dapat berbelanja beragam makanan langsung di atas perahu. Di tepi danau Anda akan menemui banyak perahu – perahu penjual jajanan dan berbagai makanan yang dapat Anda cicipi. Anda tak perlu khawatir jatuh ke air karena perahu – perahu penjual jajanan kuliner ini telah tertambat di tepi danau, jadi Anda dapat berbelanja makanan dengan aman dan nyaman.

Selain jajanan ringan seperti kue – kue atau kentang goreng, di pasar terapung ini Anda juga dapat mencoba berbagai menu kuliner, baik menu Indonesia, maupun menu – menu khas Asia dan Eropa. Soal harga, Anda tidak perlu khawatir karena makanan yang dijual di sini cukup ramah kantong

Menyewa kimono

Floating Market Lembang memiliki berbagai wahana dan area bermain dan beragam. Salah satu yang menarik adalah Kyoto – ku. Saat Anda masuk ke area ini, Anda akan merasakan suasana tradisional Jepang yang kental. Hal ini terlihat dari bangunan rumah khas Jepang dan adanya taman – taman bambu di sekitarnya. Tak hanya itu, disana juga terdapat kapal tradisional ala Jepang yang sering digunakan untuk tempat berfoto.

Agar suasana negeri sakura ini makin terasa, Anda juga dapat mencoba untuk menyewa kimono, pakaian khas Jepang, sebagai penggenapnya. Anda yang menyewa kostum selanjutnya dapat berfoto ala Jepang di berbagai spot menarik di atas, mulai dari berfoto di atas perahu, di hutan bambu, hingga mengambil spot di tepi danau sambil memberi makan ikan koi yang memang banyak dipelihara di sini.

Aerox Semakin Nge-tren, Bukti Suksesnya Inovasi Yamaha

SPORTY: Ketua umum Aerox 155 Riders Club Indonesia, Faisal Ramadhan bersama motor Yamaha Aerox yang sporty.
SPORTY: Ketua umum
Aerox 155 Riders Club Indonesia, Faisal Ramadhan bersama motor Yamaha Aerox
yang sporty.

SUMUTPOS.CO – Makin populernya skutik MAXI Yamaha ikut mendorong perkembangan populasi Aerox di Indonesia. Keberadaan Aerox 155 yang terus bertumbuh dan memperlihatkan eksistensinya didukung oleh inovasi dan trend terkini yang dilakukan Yamaha.

Hal itu dapat terlihat dari penyegaran warna baru di akhir tahun 2018 dan special livery Doxou. Kreatifitas Yamaha membaca keinginan konsumen seperti itu sukses merangkul para pecinta Aerox. Mereka pun mengakui jika sepeda motor itu juga sesuai dengan karakternya.

”Sejak pertama kali lihat Aerox di tahun 2016 saya langsung suka. Tampilannya bagus dan karakter motornya cocok buat saya yang suka motor berkarakter sporty. Saya memang suka motor yang bisa memacu adrenalin juga saat di jalan. Apalagi Yamaha sudah mengeluarkan warna baru yang menarik konsumen dan memperkuat kualitas Aerox. Hal itu berefek positif juga pada pertumbuhan komunitas seperti ARCI (Aerox 155 Riders Club Indonesia) yang anggotanya makin bertambah karena suka Aerox warna baru,” papar Faisal Ramdhan, pecinta Aerox yang juga Ketua Umum Aerox 155 Riders Club Indonesia (ARCI).

Yamaha meluncurkan warna baru Aerox 155 di penghujung tahun 2018. Aerox 155 standard warna Black, Red, Grey yang cocok untuk karakter aktif, sporty, muda dan enerjik. Spesial untuk warna grey tampil beda dengan cast wheel kuning. Aerox 155 R-Version hadir dengan warna Matte Silver berkonsep Let’s Race, kental dengan image kuat sporty racing sesuai buat konsumen penyuka racing. Sedangkan dua warna tersedia untuk Aerox 155 S-Version yaitu Matte Black dan Matte Red mengekspresikan sentuhan elegan sporty. Aerox 155 S-Version Matte Black dengan cast wheel emas merupakan respon Yamaha dari suara pecinta MAXI Yamaha yang menginginkan warna itu seperti yang terdapat pada Nmax. (rel/ram)

Kompetisi Askab PSSI Deliserdang Harjuna Putra FC Juara Divisi Utama

batara/sumut pos JUARA: Skuad Harjuna Putra FC usai memastikan gelar juara.
batara/sumut pos
JUARA: Skuad Harjuna Putra FC usai memastikan gelar juara.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim Harjuna Putra juarai Kompetisi Divisi Utama dan merebut piala bergilir Bupati Deliserdang tahun 2019, yang digelar di Satdion Baharoeddin Siregar, Kamis (21/3). Harjuna Putra FC berhasil mengalahkan tim Bintang 12 Tanjung Morawa dengan skor 3-1.

Sejak awal babak pertama pertandingan yang dipimpin wasit Drs Suprapto berlangsung cepat dan keras.

Terbukti Bintang 12 berhasil mencipatakan gol pada menit ke 5 melalui Purnomo. Skor berubah atas keunggulan Bintang 12.Bahkan posisi itu hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Striker Harjuna, Rama Setiawan berhasil memecah kebuntuan bagi timnya. Pada menit ke 66, Rama berhasil memaksa Arman kiper Bintang 12 memungut bola dari gawangnya. Hingga 2×45 menit waktu normal, skor tetap imbang 1-1.

Duel pun harus dilanjut dengan perpanjangan waktu. Harjuna Putra FC berhasil mendulang dua gol. Masing-masing melalui Rama menit ke 78 sedangkan Aditia Risnanda menit ke 87. Hingga berakhirnya pertandingan Harjunan Putra FC menang dengan skor 3-1.

Menurut Pelatih Harjuna Putra FC, Budi Pranoto keberhasilan menjuarai Divisi Utama itu setelah melalui persiapan matang. Kemenangan itu akan dijadikan Harjuna Putra FC untui ikut berpartisipasi di Liga 3 mendatang.Dengan berakhirnya pertadingan itu, maka Harjuna Putra berhak menerima Piala Bergilir Bupati Deliserdang.

Sementara itu Bupati Deliserdang diwakili Asisten II Aida Harahap, menuturkan kompetisi Aksab PSSI merupakan ajang pembangunan olahraga Deliserdang khususnya. Dengan demikian besar harapan masyarakat Deliserdang melalui kegiatan itu akan lahir pemain pemain sepakbola yang handal dan mampu berkompetisi di tingkat nasional.

Aida Harahap menyampaikan bahwa melalui olahraga akan mampu menumbuhkan para prestasi muda yang memiliki mental juara. “Selamat kepada juara. Bagi yang belum mendapat juara agar jangan patah hati dan giatlah berlatih,” bilangnya. (btr/don)

Ulangi Lagi

OPTIMIS Egy Maulana Vikri dkk diharapkan mampu mengulang sukses mengalahkan Thailand saat kedua tim kembali bersua dalam kualifikasi Piala Asia 2020, Jumat (22/3) sore.
OPTIMIS
Egy Maulana Vikri dkk diharapkan mampu mengulang sukses mengalahkan Thailand saat kedua tim kembali bersua dalam kualifikasi Piala Asia 2020, Jumat (22/3) sore.

HANOI, SUMUTPOS.CO – Euforia usai menjuarai AFF U-22 sudah berakhir. Kini Tim Nasional U-23 sudah ditunggu ujian berikutnya untuk memperebutkan tiket Piala Asia U-23. Kualifikasi dimulai dengan rintangan dari rival bebuyutannya, Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3) sore.

Indonesia U-23 berharap mempermalukan Thailand lagi, seperti yang mereka lakukan di final AFF U-22. ketika itu Garuda Muda menang 2-1 dan memastikan trofi perdana untuk mereka.”Besok kami akan melawan Thailand. Tentu kami ingin meraih kemenangan karena kami target lolos ke putaran final Piala AFC U-23,” ujar Indra.

“Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar kami mampu memperoleh hasil terbaik di ajang ini,” tambahnya.

Sejauh ini rekor Indra Sjafri atas Thailand cukup lumayan. Pada 2018, Indra Sjafri dua kali menghadapi Thailand di Piala AFF U-19 yang berlangsung di Sidoarjo. Indonesia kalah di fase grup, lalu membalas di perebutan peringkat ketiga.

Setahun sebelumnya, Indonesia berhadapan dengan Thailand di Piala AFF U-19. Duel itu di babak semifinal, setelah bermain imbang 0-0, Egy Maulana Vikri cs kalah adu penalti 2-3. Sebelumnya dengan Thailand pada Piala AFF U-19 2013. Pada laga fase grup, Indonesia memetik kemenangan 3-1.

Tiba di Vietnam sejak Senin, Egy Maulana Vikri dkk sudah mempersiapkan diri dengan matang. Mereka juga fit seluruhnya. “Semua persiapan sudah kita lakukan dengan baik. Kami sudah siap menghadapi semua laga Kualifikasi Piala AFC U-23 Grup K termasuk laga perdana melawan Thailand besok. Pemain dalam kondisi bagus dan siap bertanding,” imbuh Indra.

Hanya saja mereka masih harap-harap cemas. Pasalnya Timnas Indonesia U-23 dipastikan belum bisa menggunakan tenaga Ezra Walian. Pemain naturalisasi asal Belanda tersebut belum diterima pendaftarannya oleh AFC.

Namun, peluang pemain yang kini merumput bersama tim kasta kedua Liga Belanda, RKC Waalwijk, itu belum tertutup untuk memperkuat Skuat Garuda Muda.”Saat MCM, Indonesia mendaftarkan 22 pemain dulu. Karena Ezra masih belum diterima pendaftarannya sama AFC,” ujar Media Officer Timnas Bandung Saputra dalam pernyataan resmi PSSI.

Menurut AFC, yang membuat Ezra tak bisa didaftarkan adalah karena dia pernah merumput di level kelompok umur membela negara lain. “Ezra pernah main di Kualifikasi UEFA U-17 bersama Belanda tahun 2013 lalu. Oleh karena itu sekarang posisi menunggu info dari FIFA apakah membolehkan Ezra main atau tidak,” ungkapnya.

Menurut Indra, kesempatan mendaftarkan Ezra belum tertutup karena AFC memberikan tenggat waktu ke PSSI sampai enam jam sebelum kick off, Jumat (22/3) sore.

Ezra sendiri tak sabar untuk turun. Dia berharap itu terwujud saat bersua skuad Gajah Putih. “Kami sudah siap melawan Thailand dan semua tim yang ada di grup K. Tentunya, kami bertekad berjuang keras dan maksimal demi lolos ke putaran final di Thailand tahun 2020,” tegas Ezra.

Indra juga berharap Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani yang baru bergabung tiga hari terakhir bisa langsung nyetel dengan tim. Pasalnya mereka sudah lama tidak berlatih bersama timnas.

Sementara di kubu lawan Thailand yang masih dibesut Alexander Gama bertekad balas dendam pasca kegagalan meraih trofi AFF U-22. Mereka bertekad menyulitkan Garuda Muda. “Saya tidak terlalu fokus pada lawan. Saya lebih fokus pada tim saya,” kata Alexandra Gama.

Dari 23 pemain yang dipanggil, hanya ada enam pemain yang merupakan bagian dari skuat Thailand U-22 di Piala AFF U-22 2019.Thailand sudah otomatis lolos ke putaran final dengan status tuan rumah. Namun, Thailand mempersiapkan tim dengan komposisi yang jauh lebih baik dari skuat di Piala AFF U-22 2019. “Kami datang ke sini untuk bergabung dengan kompetisi. Itu adalah ujian yang bagus. Saya tahu itu tidak mudah, tetapi pertandingan ini akan membuat tim menjadi lebih siap,” ujarnya. (bbs/don)

Ganti Rugi Lahan Tol Medan-Binjai Dibayar, Segera Cari Rumah Laik Huni dan Bersertifikat

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Medan Dzulmi Eldin didampingi Kakanwil BPN Sumut, Bambang Priono saat memberikan ganti kerugian pengadaan tanah Jalan Tol Medan-Binjai secara simbolis kepada warga, di Aula Kelurahan Tanjungmulia Hilir, Medan Deli, Kamis (21/3).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Medan Dzulmi Eldin didampingi Kakanwil BPN Sumut,
Bambang Priono saat memberikan ganti kerugian pengadaan tanah
Jalan Tol Medan-Binjai secara simbolis kepada warga,
di Aula Kelurahan Tanjungmulia Hilir,
Medan Deli, Kamis (21/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Raut sumringah dan rasa bahagia terpancar dari wajah 52 kepala keluarga (KK) saat berkumpul di Aula Kantor Lurah Tanjungmulia Hilir, Jalan Kawat VII, Medan Deli, Kamis (21/3). Bagaimana tidak, penantian yang selama ini diharapkan dari pemerintah berupa ganti rugi tanah mereka atas pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai, akhirnya terwujud.

SEJAK pagi, 52 KK memang sudah terlihat memenuhi ruang aula di kantor lurah tersebut.

Mereka duduk dengan rapi dan tertib untuk mengikuti rangkaian acara bertajuk pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah Jalan Tol Medan-Binjai. Adapun yang hadir dalam acara itu, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kakanwil BPN Sumut sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembebasan Tanah Sumut, Bambang Priono, PPK Pembangunan Jalan Tol Medan- Binjai Kementerian PUPR, Painir Sitompul dan mewakili Gubernur Sumut, Elisa Marbun.

Sebelum memberi sambutan, Bambang Priono memanggil atau mengabsen satu persatu warga yang akan menerima ganti kerugian tersebut. “Tak kenal maka tak sayang,” buka dia mengawali sambutan. “Tahapan ini sudah dua tahun dinanti warga terdampak pembangunan jalan tol Medan-Binjai. (Masalah) di Tanjungmulia Hilir ini paling banyak melibatkan kementerian. Ada delapan menteri yang hadir dan terlibat langsung menyelesaikan masalah ini,” sambungnya.

Pemerintah, kata dia,termasuk mengganti kerugian non fisik 52 KK yang terkena PSN di Sumut. Namun ia tidak ingat persis total anggaran yang dikeluarkan untuk tahapan ini. “Tertinggi itu Rp1, 9 miliar dan paling rendah menerima Rp233 juta. Uangnya akan langsung masuk rekening. Nanti bapak/ibu juga dapat buku tabungan. Di situ akan tercantum uang kerugian nonfisik,” katanya.

Sebanyak 52 KK penerima ganti kerugian ini memang sudah lengkap secara administrasi. Antara lain seperti surat PBB, surat tanah dan bangunan serta lainnya yang mana semua surat asli tersebut akan diambil oleh pemerintah. “Bagi yang belum silahkan nanti lengkapi administrasinya. Dan tidak ada yang dipotong-potong termasuk biaya administrasi bank, sebab sudah pakai aplikasi jadi jumlahnya sesuai dengan yang diterima,” katanya.

Diakui Bambang, secara keseluruhan terdapat 400-an KK sebagai penerima ganti kerugian pengadaan tanah jalan tol Medan-Binjai ini. Pihaknya sudah menargetkan, paling lama akhir April 2019 tahapan ini akan rampung semua. Sehingga pembangunan jalan tol Medan-Binjai bisa selesai seratus persen. “Pengadaan tanah inikan tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Bayangkan dari 400 lebih baru 52 KK yang cepat melengkapi administrasi. Kalau pemerintah sudah siap,” katanya.

Pembangunan jalan tol Medan-Binjai sendiri, ungkapnya, hanya tinggal 800 meter saja. Katanya, pemerintah mengambil diskresi, 70 persen ganti rugi untuk masyarakat pemilik bangunan, yang dianggap merawat dan menghuni tanah tersebut dan 30 persen untuk pemilik tanah. “Kalau 30 persen pemiliknya tidak mau, akan kami konsinyasi ke pengadilan. Negara tidak boleh kalah. Pembangunan jalan tol ini adalah tujuan negara untuk mensejahterakan rakyatnya. Digunakan juga bukan untuk orang perorang, melainkan masyarakat luas,” katanya.

Setelah semua proses ganti kerugian selesai, pemerintah menargetkan September ruas jalan tol Medan-Binjai sudah bisa tembus atau terhubung dengan seksi Kualanamu-Tebingtinggi dan juga tol Belmera. “Insyaallah 400-an KK tersebut setuju dengan harga ganti rugi yang disiapkan pemerintah. Bagi yang tidak setuju adalah orang yang tidak punya alas hak, minta ganti rugi dan itu gak ada urusan karena menghambat negara untuk bertindak,” katanya.

Painir Sitompul mengingatkan bagi warga penerima ganti kerugian untuk mencari rumah laik huni dan memiliki legalitas. Pihaknya juga berpesan, untuk warga atau KK yang merasa masih ada kekurangan maupun kesalahan administrasi, supaya langsung menanyakan kepada mereka. “Sejauh administrasi terpenuhi dan lengkap, akan dibayarkan ganti kerugiannya. Dengan demikian pembangunan jalan tol dapat segera kita rampungkan. Harapan kami semoga uang yang diperoleh bermanfaat bagi bapak dan ibu, terlebih untuk kepentingan keluarga dan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Wali Kota Dzulmi Eldin menegaskan bahwa tidak mungkin pemerintah berniat untuk menyengsarakan rakyatnya. Pemerintah justru hadir menurutnya untuk kemaslahatan rakyat. “Terima kasih atas partisipasi warga sehingga acara hari ini dapat terwujud. Kita juga harus bersyukur kepada Allah SWT, atas perhatian pemerintah menyikapi masalah ini. Jangan berlama-lama uang itu dipegang, segera manfaatkan uang tersebut untuk kepentingan keluarga bapak/ibu. Kalau mau beli tanah pastikan bersertifikat,” pesan dia.

Selanjutnya, usai dilakukan pembelian, Eldin berharap agar tanah maupun rumah yang dibeli segera dibuatkan sertifikatnya ke Kantor BPN. “Saya minta camat dan lurah untuk mempermudah warga dalam pengurus sertifikat. Setelah itu saya pun yakin pihak BPN akan mempermudah warga untuk dalam mendapatkan sertifikat tersebut,” ungkapnya.

Salah seorang warga penerima ganti rugi mengungkapkan, tempo tiga pekan harus mengosongkan rumah dianggap terlalu singkat dan mengagetkan warga. Meski demikian, ia sudah punya langkah ke depan dengan membeli rumah atas hasil uang ganti rugi yang didapatnya. “Saya sudah cari rumah di kawasan Saentis sana. Ya, karena cuma segitu sanggupnya dengan uang ganti rugi yang saya terima hanya sekitar di atas Rp 100 juta. Pokoknya saya senanglah ada tanggung jawab pemerintah terhadap kehidupan warganya,” ucap perempuan berkerudung yang enggan namanya dipublikasi ini.

Turut hadir Camat Medan Deli Ferry Suheri, Lurah Tanjungmulia Hilir, Plt Kadis Perkim-PR Medan, Benny Iskandar, Kakan BPN Medan Fakhrul Nasution, Kacab Bank Mandiri, dan 52 KK penerima ganti kerugian. (prn/ris)

Studi Grand Design Transportasi Danau Toba, Pelabuhan Simanindo Bakal Lebih Modern

DIBANGUN: Pelabuhan Simanindo dalam tahap pembangunan, belum lama ini. Ke depan, pelabuhan ini bakal menjadi pelabuhan modern.
DIBANGUN: Pelabuhan Simanindo dalam tahap pembangunan, belum lama ini. Ke depan, pelabuhan ini bakal menjadi pelabuhan modern.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa karamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sinar Bangun benar-benar menjadi pelajaran bagi sarana transportasi penyeberangan di Danau Toba. Agar peristiwa kelam itu tak terulang lagi, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan melakukan Studi Grand Design Transportasi di Danau Toban

Hasil studi Balitbang Perhubungan itu, ada 38 pelabuhan yang aktif di Danau Toba saat ini. Sebanyak 26 pelabuhan di antaranya berada di Samosir, dan 12 lagi di luar Samosir. Sedangkan dari 26 pelabuhan yang ada di Samosir, 6 pelabuhan dikelola swasta dan 20 pelabuhan tidak bisa dikunjungi melalui darat.

“Hal ini juga menjadi perhatian Kementerian Perhubungan. Karenanya diharapkan, ini bisa ditata kembali demi kemudahan pengawasan keselamatan pelayaran,” kata Kepala Balitbang Perhubungan, Sugihardjo saat Sosiasliasi Monitoring Hasil Studi Grand Design Transportasi Danau Toba dalam Rangka Mendukung Pariwisata di Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan, Kamis (21/3).

Sosialisasi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) R Sabrina, Kadishub Samosir Nurdin Siahaan, Kadishub Simalungun Ramadhani Purba, Kepala Syah Bandar Sugeng Wibowo, Direktur ATKP Medan, Suyatmo dan OPD terkait.

Sugihardjo memaparkan, sampai saat ini upaya yang sudah dilakukan untuk prasarana, seperti pembangunan Pelabuhan Ambarita dengan fasilitas Movable Bridge, peningkatan pelabuhan Ajibata, Simanindo (dengan Movable Bridge) dan Tigaras. Sedangkan untuk sarana ada tambahan 2 unit kapal ukuran 300 GT dan pembangunan fasilitas docking kapal di Porsea.

Untuk angkutan, Kementerian Perhubungan sudah melakukan rampchek terhadap 215 kapal dan terakhir pelaksanaan Bulan Keselamatan Danau Toba. Selain itu, Balitbang juga sudah mempersiapkan sketchup model Pelabuhan Simanindo ke depannya yang lebih modern dan bisa meningkatkan pelayanan dan keselamatan pelayaran di Danau Toba.

Untuk Pelabuhan Simanindo rencananya akan di bangun di area seluas 8,911 meter persegi untuk dua dermaga. Pertama, dermaga pariwisata modern 3,480 meter persegi dan dermaga pariwisata 5,430 meter persegi. Satu dermaga ini nantinya direncanakan untuk kapal Roro, dermaga wisata dan dermaga rakyat serta dermaga lainnya untuk wisatawan yang akan mengelilingi Danau Toba maupun yang akan menyeberang dari Pulau Samosir. Dermaga ini menggunakan sistem floating wharf untuk kapal rakyat dan wisata.

Sekdaprovsu R Sabrina optimis hasil studi Balitbang Kemenhub untuk Grand Design Transportasi Danau Toba bisa direalisasikan. Tetapi dia juga meminta agar pengembangan ini bisa membantu perekonomian masyarakat setempat, bukan malah membuat mereka terpinggirkan. “Kita tentu optimis hal ini bisa dilakukan asal kita sungguh-sungguh mengerjakannya. Perlu sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk merealisasikan ini,” kata Sabrina.

Dia berharap, aspek ekonomi masyarakat setempat menjadi perhatian serius. “Sebab banyak masyarakat setempat yang menggantungkan kehidupannya di situ. Jangan nanti kita membuat transportasi Danau Toba yang modern dan berstandar internasional, tetapi tidak memikirkan masyarakat setempat,” tambahnya.

Hal ini memang menjadi pertimbangan Kementerian Perhubungan, menurut Kepala Balitbang Kemenhub Sugihardjo, solusi yang ditawarkan salah satunya adalah win-win solution. Nantinya akan ada standar tersendiri untuk kapal-kapal daerah yang masih memenuhi kelayakan berlayar. “Ini masalah legalitas dan operasional. Walau mungkin kapal-kapal asli daerah tidak memenuhi standar internasional, kita bisa membuat kapal-kapal itu memenuhi standar tertentu yang pastinya mengutamakan keselamatan. Intinya standar keselamatan kita tingkatkan,” kata Sugihardjo.

Selain itu, aspek ekonomi masyarakat juga harus diperhatikan sesuai dengan permintaan Sekdaprov Sumut. “Kita akan mencari solusinya yang tentunya win-win solution,” tambahnya.

Selanjutnya, pertemuan ini akan kembali di tindaklanjuti minggu depan.

“Permasalahannya cukup banyak setelah kita mendengar laporan dari berbagai dinas di Pemkab dan Provinsi, jadi kita akan lanjutkan pertemuan ini minggu depan untuk bisa membahas lebih dalam lagi,” pungkas Sugihardjo. (rel)

‘Kampanye’ di Kampus UIN Sumut Mahasiswa Usir Ngabalin

bagus syahputra/SUMUT POS DIUSIR: Ali Mochtar Ngabalin saat diusir oleh mahasiswa dari Kampus UIN Sumut karena dianggap berkampanye, Kamis (21/3).
bagus syahputra/SUMUT POS
DIUSIR: Ali Mochtar Ngabalin saat diusir oleh mahasiswa dari Kampus UIN Sumut karena dianggap berkampanye, Kamis (21/3).

MEDAN – Tenaga Ahli Kantor Staff Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, diusir mahasiswa Aliansi Mahasiswa UIN Sumut, saat acara Dialog Publik di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Jalan Sutomo, Kamis (21/3). Mahasiswa mulai berdiri dan berteriak saat Ngabalin menyampaikan materi soal keberhasilan Presiden Joko Widodo disertai penayangan video.

Para mahasiswa mengaku, sudah merencanakan pengusiran ini sejak awal. Sejak pukul 10.00 WIB, mahasiswa sudah berkumpul. “Massa penolakan beliau dari berbagai jurusan dan fakultas,” ucap Koordinator Aksi, Bobby Harahap, Kamis (21/3).

Dialog publik dengan tema “Wawasan Kebangsaan” Menuju Kedaulatan Maritim Dan Daya Saing Bangsa Dalam Era Revolusi Industri 4.0’ yang digagas Kominfo itu, juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti; Rektor UIN Sumut Prof KH Saidurrahman dan Direktur Informasi Komunikasi dan Maritim Sepýtriana Tangkary.

Menurut mahasiswa, aksi itu mereka lakukan karena kehadiran Ali Mochtar Ngabalin yang juga masuk sebagai tim pemenangan Capres 01. Sehingga mereka tidak ingin kampus dijadikan tempat ajang politik.

“Jadi saya sampaikan, siapapun dari tim kampanye manapun tidak boleh datang ke kampus. Karena kampus adalah tempat mahasiswa untuk belajar.ý Kampus tidak boleh dijadikan lahan politik praktis dan lahan-lahan kepentingan pribadi. Tim Sukses akan kami usir,” tutur Bobby.

Dalam dialog itu, mahasiswa menilai sarat politis. Meskipun dialog sudah dikemas dalam dialog wawasan kebangsaan. “Sehingga suasana di dalam itu jadi ricuh. Jadi kita tadi melaksanakan aksi pada saat Ngabalin sedang berorasi yang menyampaikan materinya,” ucap Bobby.

Karena tidak kondusif, Ngabalin terpaksa dievakuasi dari kampus. Sempat juga dia ingin memberikan klarifikasi, tetapi mahasiswa menolaknya. “Pergi kau dari kampus kami,” teriak massa.

Bantah Politisasi Kampus

Wakil Rektor 3 UIN Sumut, Prof Amroeni menepis tudingan mahasiswa, bahwa dialog publik tersebut bermuatan politis. Karena, acara itu murni memberikan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa.

“Pada hari ini kita mengadakan kegiatan dari Kominfo terkait masalah menghadapi revolusi industri. Kemudian ada menganggap politisasi kampus, ini perlu diluruskan. Dalam kegiatan ini, pada hakikatnya, tidak ada istilahnya politisasi,” ungkap Amroeni.

Dia mengakui, ada pun sebagian dari mahasiswa menganggap dan menafsirkan acara tersebut, merupakan politisasi kampus. Hal itu, menurutnya kewajaran. Karena, ada unsur dari pemerintah juga.

“Tapi, acara ini hakikat untuk kebangsaan dan bagaimana juga mahasiswa menghadapi revolusi 4.0. Kalau sanksi, hanya peringatan saja atau diberikan pemahamannya,” tutur Amroeni.

Ia juga memastikan aksi ini, tidak ada ditunggangi oleh pihak-pihak lain. Namun, murni dari mahasiswa UIN Sumut. “Jadinya, jelas pemahamannya. Kalau tertentu tidak ada, ini idealisme dari mahasiswa lebih mendorong,” pungkasnya. (gus)

Kampanye Akbar Pilpres di Sumut Mulai 24 Maret, Prabowo-Sandi Giliran Pertama

istimewa LEPAS BURUNG: Perwakilan partai politik peserta Pemilu 2019 melepas burung merpati saat deklarasi kampanye Pemilu damai di Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Minggu (23/9).
istimewa
LEPAS BURUNG: Perwakilan partai politik peserta Pemilu 2019 melepas burung merpati saat deklarasi kampanye Pemilu damai di Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Minggu (23/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Secara nasional, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menetapkan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masuk ke Zona A bersama 16 provinsi lainnya. Setelah melalui undian, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uni (Prabowo-Sandi) mendapat giliran pertama melakukan kampanye atau rapat umum di Sumut, yakni pada 24 dan 25 Maret 2019.

KOMISIONER KPU Sumut Syahrialsyah mengatakan, kampanye berbentuk rapat umum ini berlangsung selama 21 hari, persisnya mulai 24 Maret hingga 13 April 2019. Kampanye akan digelar di tempat terbuka dan dihadiri massa pendukung pasangan calon. “Berdasarkan hasil undian, Capres-Cawapres nomor urut 02 mendapat giliran pertama di Zona A yang terdiri dari 16 provinsi termasuk Sumut pada tanggal 24 dan 25 Maret,” ungkap Syahrial.

Setelah itu, dua hari berikutnya yakni tanggal 26 dan 27 Maret, giliran pasangan capres nomor urut 01

Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang menyelenggarakan kampanye atau rapat umum di Sumut. “Jadi ketentuannya begitu, per dua hari bergantian antara pasangan 01 dan 02 beserta partai pendukungnya, kampanye rapat umum di Zona A atau Zona B. Begitu seterusnya hingga tanggal 13 April saat masa kampanye berakhir,” beber Koordinator Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat ini kepada wartawan, Kamis (21/3).

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan tersebut tergantung pada pasangan capres-cawapres dan partai pendukung di masing-masing kabupaten/kota serta lapangan mana kampanye rapat umum akan dilakukan. “Mereka tinggal berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna pengamanan,” ungkapnya.

Terkait Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) yang tidak mendukung satu pun pasangan capres, disebutkan Syafrial, jadwal kampanye rapat umumnya sama dengan pasangan capres 02. Di mana hari pertama dan kedua kampanye berada di Zona A. “Selanjutnya pada dua hari di Zona B, demikian seterusnya,” katanya.

Pengaturan tersebut, imbuhnya, dimaksudkan guna menghindari kemungkinan terjadinya benturan yang bisa mengakibatkan terjadinya gangguan keamanan.

Sekretaris Partai Gerindra Sumut, Robert Lumban Tobing, belum bisa memastikan apa kegiatan yang akan dilakukan pihaknya baik untuk kampanye capres maupun kampanye partai. “Kami belum rapatkan persoalan itu secara internal. Nanti kalau ada informasi kegiatan Gerindra Sumut akan segera kami share ke rekan-rekan media,” ujarnya.

Ada 5 Lokasi Kampanye di Medan

Untuk mematangkan pelaksanaan kampanye rapat umum ini, KPU Kota Medan menggelar rapat koordinasi dengan tim kampanye Capres-Cawapres bersama parpol pendukung, Kamis (21/3). Ketua KPU Medan, Agussyah Damanik menyebutkan, dalam rapat tersebut disampaikan kepada peserta Pemilu tingkat Kota Medan untuk melakukan kesepakatan bersama terkait jadwal dan tempat pelaksanaan kampanye.

Dijelaskan Agus, berdasarkan keputusan KPU RI, kampanye rapat umum akan berlangsung selama 21 hari, namun pada 3 April 2019 bertempatan libur (perayaan Isra’ Mi’raj), maka jadwal saat itu akan dikosongkan, sehingga secara keseluruhan waktu kampanye hanya 20 hari. “Sekarang posisinya kita sedang berlangsung menawarkan dua opsi pada tim kampanye capres – cawapres dan peserta pemilu parpol, dimana kita memiliki 5 lapangan atau lokasi untuk kampanye rapat umum,” tambahnya. Kelima lapangan yang ditetapkan itu adalah Lapangan Air Bersih (Kecamatan Medan Kota), Lapangan Gajah Mada (Medan Timur), Lapangan Pertiwi (Medan Barat), Lapangan Helvetia (Helvetia) dan Lapangan Tanah 600 (Medan Marelan).

Menyikapi lima lapangan yang ditetapkan sebagai lokasi kampanye, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan, Bobby O Zulkarnain mengaku keberatan. Dia beralasan, penetapan lima lapangan yang menjadi lokasi rapat umum tidak mewakili setiap daerah pemilihan (Dapil) yang ada di Kota Medan. Ia meyakini hal tersebut akan merugikan seluruh calon anggota legilatif. “Di dapil I ada dua lapangan, yakni Pertiwi dan Helvetia. Kenapa di dapil V tidak ada? Harusnya kan bisa digeser, satu lapangan yang di dapil I ke dapil V,” ujarnya usai rapat koordinasi penetapan jadwal kampanye rapat umum, di Kantor KPU Medan, Kamis (21/3).

Kata dia, berkaca 2014, lokasi rapat umum untuk kampanye mewakili seluruh dapil. “Padahal ada lapangan Kwala Bekala di dapil V, kenapa tidak di sana dibuat seperti 2014?” ungkapnya.

Karena tidak ada lokasi rapat umum di dapil V, maka sesuai saran KPU dan Bawaslu, dilakukan rapat tertutup atau pertemuan tatap muka dengan masyarakat. “Berdasarkan aturan rapat tertutup tingkat kabupaten/kota hanya boleh dihadiri 1.000 undangan. Itu nanti akan kita buat, cuma belum tahu jadwalnya,” sebutnya.

Bobby mengatakan, pihaknya mendapatkan giliran rapat umum di hari pertama dan kedua, yakni 24 dan 25 Maret 2019. “Rencananya paslon capres dan cawapres 02 akan menghadiri salah satu rapat umum di Kota Medan. Cuma di mana dan kapan, akan kami kordinasikan lebih jauh dengan badan pemenangan daerah provinsi dan nasional,” paparnya.

Komisioner KPU Medan, Edy Suhartono mengungkapkan, lokasi rapat umum bukan berdasarkan dapil. “Lima lapangan yang menjadi tempat rapat umum itu berdasarkan persetujuan Pemko Medan, jadi tidak ada mewakili dapil,” tuturnya.

Sama-sama Optimis

Provinsi Sumatera Utara masih dianggap menjadi salah satu lumbung suara potensial di luar Pulau Jawa. Karenanya, masing-masing tim sukses di Sumut menaruh optimistis mampu meraup suara terbanyak bagi paslon yang diusung. Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumut Jokowi-Ma’ruf, Japorman Saragih mengatakan, merujuk hasil survei Litbang Kompas tentu menjadi penyemangat pihaknya guna mempertebal suara Jokowi-Ma’ruf di Sumut.

“Pertama tentu kami apresiasi hasil survei tersebut. Ini akan menjadi acuan dan penyemangat kami untuk semakin gencar turun ke bawah dan door to door ke masyarakat untuk menyosialisasikan kinerja dan prestasi Jokowi, sehingga suara Jokowi bisa signifikan pada hari H nanti dari kompetitor kita,” katanya menjawab Sumut Pos, Kamis (21/3).

Ia mengatakan, tidak ada kekhawatiran sedikit pun dari pihaknya atas hasil survei Litbang Kompas itu, meski selisih elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo kian menipis. Pihaknya, imbuh dia, justru memiliki keyakinan kalau Jokowi menang tebal dalam Pilpres kali ini. “Kalau dari hasil survei kami sendiri yang sudah kami paparkan saat Rakornas beberapa waktu lalu di Jakarta, Jokowi-Ma’ruf itu punya perolehan 55 persen di Sumut. Kami yakin kalau Jokowi masih yang terbaik sebagai pemimpin negeri ini,” kata Ketua PDI Perjuangan Sumut ini.

Ia menginstruksikan kepada para kader ketika menemui masyarakat untuk menyampaikan agar tidak mudah termakan dengan berita-berita hoaks. Sebab paslon capres nomor urut 01 itu, menurutnya kerap kali mendapat serangan maupun gempuran hoaks sampai sekarang. “Mari sama-sama kita perangi hoaks karena tidak baik untuk persatuan bangsa dan NKRI. Masak disebut Pak Jokowi itu akan menghilangkan Kementerian Agama, tidak memperbolehkan azan dan lain sebagainya. Inikan tidak bagus jika terus menerus dimunculkan,” katanya.

Menyikapi swing voter yang masih tinggi sesuai survei Litbang Kompas, yakni 13,4 persen, Japorman menyakini kalau suara tersebut dibagi dua saja paslon 01 masih akan menjadi pemenang. “Masak antara swing voter itu tidak ada yang pilih 01, jadi andai kata kita bagi dua saja, kan sudah selesai (menang) juga. Tapi sekali lagi hasil survei itu akan jadi pelecut kami untuk bekerja dan menjemput aspirasi rakyat Sumut memenangkan Jokowi-Ma’ruf,” katanya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Sumut, Herri Zulkarnain mengatakan, selisih elektabilitas yang kian tipis antara Jokowi dan Prabowo menurut hasil survei Litbang Kompas, menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada paslon nomor urut 02 semakin besar. “Rakyat sudah bosan dengan banyak janji-janji, pencitraan rezim ini dan lain sebagainya tetapi tak ada bukti konkrit dalam kehidupan sehari-hari yang mereka rasakan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia ingin perubahan, dan 02 akan menjawab keinginan tersebut,” ujarnya.

Plt Ketua Partai Demokrat Sumut ini menyebut, contoh konkrit bahwa rezim ini tidak mampu menuntaskan aspirasi masyarakat yakni harga tiket pesawat yang belum waras. “Ini peristiwa baru yang terjadi tapi sampai sekarang pemerintah tidak mampu menemukan solusi. Saya bertanya langsung ke emak-emak kenapa butuh perubahan, mereka bilang harga tiket pesawat sangat mahal sehingga kesulitan membiayai anaknya yang sekolah diluar provinsi,” katanya.

Begitupun soal swing voter yang masih memungkinkan untuk diraih nanti, pihaknya optimisi kebanyakan berasal dari kaum milineal. Dimana kaum milineal ini cenderung berubah-ubah dalam pilihan politiknya. “Mereka kan masih melihat mana paslon presiden terbaik, bisa saja nanti saat hari H beralih semua ke Prabowo-Sandi. Kami optimis rakyat di Sumut juga menginginkan perubahan, sehingga nanti akan memilih paslon 02, apalagi selama ini program yang ditawarkan lebih prorakyat, terukur dan terarah,” katanya. (prn)

Warga Tebing Ditemukan Tewas dalam Parit

SOPIAN/SUMUT POS EVAKUASI: Risky, anak korban bersama personel Polres Tebingtinggi mengevakuasi jasad korban dari dalam parit, Kamis (21/3).
SOPIAN/SUMUT POS
EVAKUASI: Risky, anak korban bersama personel Polres Tebingtinggi mengevakuasi jasad korban dari dalam parit, Kamis (21/3).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Hidup Abdul Kholik alias Alex (55) harus berakhir di dalam parit. Warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Rambung, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi itu ditemukan seorang warga mengambang di dalam parit.

Jenazah korban ditemukan di Jalan Cemara, Kelurahan Rambung, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Kamis (21/3). Awalnya, seorang warga yang melintas di lokasi melihat jenazah korban terlentang mengapung di parit.

Karena tidak bergerak, warga tersebut melaporkan temuannya kepada Bripka Ronni, personel Satuan Lalulintas Polres Tebingtinggi.

“Sewaktu saya lewat ada warga yang memanggil dan melaporkan bahwa di dalam parit ada ditemukan sesosok mayat laki-laki. Selanjutnya, kejadian ini saya laporkan ke SPKT Polres Tebingtinggi,” terang Bripka Ronni.

Bersama Tim Inafis, personel Reskrim Polres Tebingtinggi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat petugas sibuk melakukan olah TKP, tiba-tiba, Risky anak korban datang ke lokasi. Ia berteriak sejadinya melihat ayahnya tewas di dalam parit.

Bersama petugas, Risky mengevakuasi ayahnya untuk dibawa ke RS Bhayangkara Tebingtinggi.

Sebelum ditemukan tewas, beberapa orang warga masih sempat melihat korban berjalan di seputaran taman kota, yang berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian. Namun selang beberapa jam, korban ditemukan warga tak bernyawa di dalam parit.

Beberapa orang warga yang mengaku mengenal korban juga mengakui, jika selama ini korban diketahui memang sedang dalam keadaan sakit. Arus lalu lintas Jalan Diponegoro Kota Tebingtinggi sempat macet sekitar 2 kilometer. Sebab, warga ramai menyaksikan petugas melakukan olah TKP.(ian/ala)

Gelapkan Sisa Anggaran, Eks Bendahara Dinas LHK Karo Divonis 3 Tahun

AGUSMAN/SUMUT POS TERTUNDUK: Herlina Rahmah Batubara, terdakwa korupsi penggelapan sisa anggaran, tertunduk saat divonis hakim, Kamis (21/3).
AGUSMAN/SUMUT POS
TERTUNDUK: Herlina Rahmah Batubara, terdakwa korupsi penggelapan sisa anggaran, tertunduk saat divonis hakim, Kamis (21/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks Bendahara Pengeluaran pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Karo, Herlina Rahmah Batubara, divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni.

Terdakwa Dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan menggelapkan sisa anggaran sebesar Rp420 juta. Selain itu, Herlina juga harus membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp150 juta atau menjalani hukuman tambahan 1 tahun penjara.

“Menimbang, memutuskan terdakwa Herlina Rahmah Batubara terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi hingga menghukum terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara denda Rp50 juta susider 2 bulan kurungan,” ucap hakim Sri Wahyuni di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/3).

Vonis itu bahkan lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Dapot Manurung. Awalnya, JPU Dapot menuntutnya 5 tahun penjara denda Rp150 juta subsider 6 bulan serta UP Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan terdakwa adalah belum dikembalikannya kerugian negara serta terdakwa merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN).

“Hal yang meringankan terdakwa selalu bersikap kooperatif selama persidangan,” tandas majelis hakim.

Mendengar keputusan itu, terdakwa bersama kuasa hukumnya masih pikir-pikir. Begitu juga dengan JPU yang menyatakan sama.

Sementara, Dian Maya Sari Sinaga selaku kuasa hukum terdakwa mempersoalkan tidak pernah dihadirkannya kepala dinas sebagai saksi kunci dalam persidangan itu.

“Laporan kegiatan tidak ada, bukti uang kiriman dikoyak, tapi kepala dinas tidak pernah dipanggil,” keluh Dian Maya yang mengaku takut banding mengingat hukuman yang diterima kliennya sudah lebih ringan.

Sebelumnya diketahui, JPU Dapot Manurung dalam dakwaannya menyebutkan ada kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Tahun Anggaran (TA) 2017 dengan anggaran Rp420 juta.

Terdakwa kemudian menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Tambahan Uang (TU) untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, Timotius Ginting. “Permintaan itu pun disetujui oleh Timotius selaku Pengguna Anggaran (PA). Kemudian, terdakwa Herlina menarik uang untuk kegiatan tersebut dan memberikan sebesar Rp225.514.150 kepada Ida Andayani selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Gloria Hosianna br Tarigan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),” ucap Kasipidsus Kejari Karo ini.

Usia melaksanakan tugasnya, Ida dan Gloria mengembalikan sisa dana sebesar Rp15.444.450 kepada terdakwa Herlina. Sisa dana masih dipegang oleh terdakwa Herlina dan belum dipertanggungjawabkan. Terdakwa Herlina juga membuat SPJ-TU Nihil pada tanggal 22 Desember 2017 dengan memalsukan tanda tangan Timotius Ginting pada dokumen-dokumen yang ada.

Dokumen dipalsukan dengan maksud menguntungkan terdakwa sendiri. Karena sisa dana yang ada pada penguasaan Herlina tidak pernah disetorkan oleh terdakwa ke kas daerah melainkan hanya berupa dokumen saja dan tidak melalui prosedur yang benar.

Pada Maret 2018, Timotius Ginting baru mengetahui bahwa masih ada dana yang tidak habis dipakai dan tidak dikembalikan ke kas daerah.

Timotius Ginting meminta agar terdakwa segera mengembalikan dana yang masih dalam penguasaannya untuk disetorkan ke kas daerah.

“Namun, terdakwa tidak bisa menyanggupinya dan hanya memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta kepada Timotius Ginting pada tanggal 19 Maret 2018. Sehingga masih ada dana yang masih belum bisa dikembalikan oleh terdakwa Herlina sebesar Rp189.930.000,” pungkas JPU. (man/ala)