28 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 5389

Pemkab Asahan dan GMMA Adzziniyah Gelar Tabligh Akbar, Bupati: Jalin Persatuan, Jangan Terpecah karena Beda Pilihan

TABLIGH AKBAR: PembinaGMMA Kabuapten Asahan Hj. Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang bersama jamaah lainnya mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Agung, Jumat (22/3).
TABLIGH AKBAR: PembinaGMMA Kabuapten Asahan Hj. Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang bersama jamaah lainnya mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Agung, Jumat (22/3).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama Gerakan Muda Mudi Adz-Dziniyah (GMMA) menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Asahan di Masjid Agung H. Achmad Bakrie, Jumat (22/3).

Bupati Asahan, Drs H. Taufan Gama Simatupang MAP dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Taufik Zainal Arifin, mengatakan dalam menjalin persatuan dan kesatuan diharapkan seluruh masyarakat terkhusus yang ada di Asahan, agar tetap menjalin persaudaraan, termasuk antar sesama muslim (ukhuwah islamiyah).

Apalagi menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Jangan sampai masyarakat terpecah-belah hanya gara-gara perbedaan pilihan.

“Tentulah kita harus jaga kebersamaan dalam persaudaraan antara sesama, khususnya umat muslim untuk kemajuan Kabupaten Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri,”kata Taufik

Sementara itu, Ketua Umum GMMA Kabupaten Asahan, Sandi Pradana menyebutkan, terlaksananya Tabligh Akbar merupakan berkat dorongan yang kuat dari Pembina GMMA Asahan, Umi Winda Fitrika yang selalu memberikan dorongan dan arahan, sehingga program-program yang ada di organisasi GMMA dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat Asahan.

“Berterimakasih kepada pembina GMMA yang selalu mensuport. Atas dorongan yang kuat, hingga terlaksananya kegiatan ini,”bilang Sandi.

Sementara itu, PembinaGMMA Kabuapten Asahan Hj. Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, menyampaikan harapannya agar dalam mengikuti Tabligh Akbar dengan tertib, agar makna dari acara hari ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Memberikan apresiasi yang tinggi kepada ketua dan pengurus GMMA Kabupaten Asahan yang telah melaksanakan Tabligh Akbar dengan sukses,”bilangya.

Kegiatan yang diawali zikir bersama dan diisi ceramah ustad H. Zulkhaidir Pinayungan. Disampaikannya, pembinaan generasi muda melalui organisasi yang bermanfaat bisa menghindari diri kita dari perbuatan maksiat.

Adapun acara dihadiri Sekda Asahan, Taufik ZA, Pembina Adz-Dziniyah Kab. Asahan Umi Hj. Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, OPD, Ketua Umum GMMA Kab. Asahan Sandi Pradana, dan undangan lainnya. (omi/han)

144 Calon Jemaah Haji Madina Lunasi BPIH

H. Ikhwan Siddiqi, SAg MA
H. Ikhwan Siddiqi, SAg MA

MADINA, SUMUTPOS.CO – Pada hari ketiga pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1440 H/2019, sebanyak 144 orang Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mandailing Natal melunasi BPIH.

Hal itu diungkapkan Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Mandailing Natal H. Ikhwan Siddiqi, SAg MA kepada Humas Kemenag Madina di ruang kerjanya, Jumat 21 Maret 2019.

Dia menambahkan, besaran BPIH yang harus dilunasi para CJH tahun 2019 sebesar Rp 31.730.375. Para CJH hanya menambah sebesar Rp6.730.375, karena setoran awal BPIH yang dibayar sebesar Rp 25.000.000.

Pada tahap pertama, dari tanggal 19 Maret-15 April 2019, para CJH yang berhak melunasi adalah CJH yang lunas tunda, CJH yang masuk alokasi kuota tahun 1440 H/2019 dengan ketentuan belum pernah haji, telah berusia 18 tahun per 7 Juli 1998, atau sudah pernah menikah.

Sedangkan pada tahap kedua, dimulai tanggal 30 April- 10 Mei 2019, bagi CJH yang gagal sistem saat pelunasan, CJH yang masuk alokasi kuota tahun 1440 H/2019 yang sudah pernah haji, CJH pendamping lansia yang 75 tahun ke atas dan telah melunasi pada tahap pertama, penggabungan CJH suami istri, orangtua dan anak kandung, CJH lanjut usia 75 tahun keatas per tanggal 7 Juli 2019, serta CJH cadangan.

Ikhwan Siddiqi menambahkan, bahwa waktu pelunasan adalah di BPS BPIH pada hari dan jam kerja mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Dan pada tahun ini pelunasan BPIH dapat dilakukan di non teller melalui via ATM, internet banking maupun M-banking.

Ikhwan Siddiqi juga mengimbau para CJH yang akan berangkat tahun ini, untuk menyampaikan surat kepada para Kepala KUA Kecamatan dan BPS BPIH, serta melalui media sosial, agar segera mempercepat pelunasan BPIH.

Dia juga menjelaskan, bagi CJH yang akan melunasi agar membawa bukti asli setoran awal BPIH, buku tabungan haji, fotocopy KTP, Materai Rp 6.000 1 lembar, pas photo 3×4, serta lembar isthitoah kesehat yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan , terangnya.

Tiga hari setelah melakukan pelunasan, para CJH harus menyerahkan bukti pelunasan lembar II, III, dan IV ke Kemenag Mandailing Natal, pas foto 4×6 background putih, 80 persen wajah, pungkas Ikhwan Siddiqi. (mag-6/han)

Timbas Buka MTQ Kota Binjai

TEDDY AKBARI PUKUL BEDUK: Kakan Kemenag Kota Binjai, Abdul Rahman disaksilam Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan didampingi, Sekda M Mahfullah P Daulay, Ketua MUI HM Jamil, memukul beduk tanda dibukanya MTQ ke-50 tahun tingkat Kota Binjai, Rabu (20/3).
TEDDY AKBARI
PUKUL BEDUK: Kakan Kemenag Kota Binjai, Abdul Rahman disaksilam Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan didampingi, Sekda M Mahfullah P Daulay, Ketua MUI HM Jamil, memukul beduk tanda dibukanya MTQ ke-50 tahun tingkat Kota Binjai, Rabu (20/3).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 Tingkat Kota Binjai dengan mengangkat tema, mari kita wujudkan kota yang cerdas dan beriman.

Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan beduk oleh Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan didampingi, Sekda M Mahfullah P Daulay, Ketua MUI HM Jamil, Kakan Kemenag H Abdul Rahman, Ketua LPTQ Amir Hamzah, dan seluruh pimpinan OPD, SKPD, dan FKPD, yang digelar di arena MTQ, Jalan Bejomuna, Kelurahan Timbanglangkat, Binjai Timur, Rabu (20/3).

Wakil Wali Kota dalam sambutannya mengatakan, nilai-nilai ajaran Islam seutuhnya terkandung dalam Alquran dan hadis. Banyak hal yang diajarkan dalam Alquran termasuk aqidah, ibadah, dan muamalah, akhlak, hukum, sejarah dan bahkan ilmu pengetahuan, serta hal lainnya yang mengatur dari hal terkecil sampai yang besar.

“Pelaksanaan MTQ ini bukan sekedar kegiatan seremonial belaka, namun jauh lebih besar harapan kita, yakni bagaimana membumikan ajaran yang terkandung di dalam Alquran , menumbuhkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan Alquran sebagai pedoman hidup dan petunjuk bagi umat manusia untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, “ ucap Timbas.

Menurut Timbas, berbagai upaya telah dilakukan sebagai upaya memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dan akhlak, khususnya generasi muda Islam Kota Binjai dalam konsep pembangunan Binjai kota cerdas yakni, gerakan magrib mengaji yang sudah lama dicanangkan.

Pelatihan guna peningkatan kapasitas guru-guru mengaji tradisional, guru-guru MDA, dan guru Tahfiz Alquran, pelatihan cara cepat membaca Alquran kepada generasi muda, termasuk pelaksanaan MTQ berjenjang yang dilaksanakan setiap tahunnya.

“Tema pelaksanaan MTQ tahun ini diharapkan akan melahirkan kekuatan tersendiri dalam membangun kontribusi dan semangat umat Islam untuk pencapaian visi misi Kota Binjai menuju kota cerdas dan berdaya saing. Maka manfaatkanlah pelaksanaan MTQ ini sebagai lokomotif untuk mencerdaskan umat sekaligus sebagai benteng mengantisipasi, menjawab dan menyikapi berbagai dinamika, serta permasalahan sosial yang ada, “ tegas Timbas.

Ketua panitia yang juga Kakan Kemenag Kota Binjai, H Abdul Rahman menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan MTQ adalah untuk meningkatkan minat baca Alquran, pemahaman Alquran dan persiapan mengikuti MTQ tingkat nasional mendatang. (ted/han)

Kasus Perjalanan Fiktif DPRD Tapteng, Empat Tersangka akan Diadili

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melimpahkan berkas empat tersangka, kasus dugaan perjalanan fiktif anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/3).

“Iya, hari ini kita menyerahkan berkas para tersangka ke pengadilan,”ujar jaksa Kejatisu, Ria Tambunan dan Nurul Nasution saat menyerahkan berkas keempat tersangka.

Menurut keduanya, keempat tersangka masing-masing Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapteng Awaluddin Rao, anggota dewan Hariono Nainggolan, Julianus Simanungkalit dan Jonias Silaban, disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) No 31 Tahun 1999.

“Untuk ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipimpin Jahoras Ritonga dan kami berdua, serta jaksa dari Kejari Sibolga,”pungkasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (14/3), Kejatisu menjebloskan keempat tersangka ke Rutan Tanjunggusta, usai dilimpahkan penyidik Polda Sumut.

Dalam kasus ini, Ditrekrimsus Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka. Satu tersangka bernama Sintong Gultom hingga saat ini masih berstatus DPO.

Kelima anggota Dewan ini ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan belanja perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun Anggran 2016 dan 2017 sebagaimana dimaksud dalam Laporan Polisi Nomor: LP/766/VI/2018/SPKT III tanggal 08 Juni 2018.

Mereka dinilai telah merugikan keuangan negara sebesar Rp655.924.350. Selain ada perjalanan fiktif, para tersangka diduga telah melakukan penggelembungan biaya perjalanan dinas ke luar daerah pada tahun 2016 dan 2017. (man/han)

Petani Tewas Dibantai Tetangga

DIEVAKUASI: Petugas Polsek Panyabungan mengevakuasi jenajah Nasron ke RSUD Panyabungan usai dibantai tetangganya.
DIEVAKUASI: Petugas Polsek Panyabungan mengevakuasi jenajah Nasron ke RSUD Panyabungan usai dibantai tetangganya.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Nasron Rangkuti (30), warga Desa Hutatua Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tewas mengenaskan usai dibacoki Dahren Rangkuti (30) yang masih tetangganya, Kamis (21/3) malam.

Hingga kemarin (22/3) malam, belum diketahui motif pastinya. Begitu juga pelaku Dahren Ritonga yang langsung kabur usai membantai tetangganya, masih bebas berkeliaran.

Menurut Abdi, mertua Nasron, peristiwa pembantaian itu terjadi sekira pukul 22.00 WIB. Dimana sebelumnya, ia dan Mirwan, anaknya pulang dari kebun tak jauh dari kediaman mereka.

Namun sore itu, Mirwan memilih menginap di rumah kakaknya Rosmiati, istri Nasron.

Nah malamnya, lanjut Abdi, pelaku Dahren mendatangi rumah menantunya Nasron. Keduanya pun terlibat cekcok hingga berujung aksi perkelahian.

Ternyata Dahren yang membawa golok, membacoki Nasron pada bagian dada dan punggung.

Sementara itu, Mirwan yang melihat abang iparnya dibacoki Dahren, berusaha melerai. Namun emosi Dahren semakin memuncak. Mirwan pun dibacok mengenai dada dan kepala.

Usai menganiaya abang dan adik ipar itu, Dahren pun langsung melarikan diri.

“Samaku tinggal cerita saja. Kakaknya Mirwan, Rosmiati yang datang ke rumah menangis-nangis menceritakan aksi pelaku,”ujar Abdi.

Masih dikatakan pria berusia 55 tahun ini, menantunya Nasron sempat dilarikan warga ke Puskesmas Gunung Baringin. Namun nyawa menantunya tak tertolong lagi, karena mengeluarkan darah yang terlalu banyak.

Peristiwa berdarah itupun menggemparkan Hutatua, hingga sampai ke Polsek Panyabungan. “Sejauh ini belum ada keterangan terkait motif pelaku. Dan pelaku telah merencanakan perbuatannya karena sudah mempersiapkan golok yang dipakainya biasa memanen nira digunakan untuk membacok korban hingga tewas,”ujar Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi saat dikonfirmasi Sumut Pos kemarin, Jumat (22/3).

Rosmiati yang ditemui di RSUD Panyabungan menangis di sudut ruang jenajah. “Dia (Dahren-red) sudah lari,” kata Rosmiati lirih sambil menangis.

Sementara Mirwan, adiknya hingga kini masih kritis dan masih menjalani perawatan medis di RSUD Panyabungan. (mag-7/han)

BPJS TK Binjai Dirikan Stan di MTQ

Foto:TEDDY AKBARI/SUMUT POS KUNJUNGI: Salah seorang warga mengunjungi stan BPJS TK di Arena MTQ Kota Binjai.
Foto:TEDDY AKBARI/SUMUT POS
KUNJUNGI: Salah seorang warga mengunjungi stan BPJS TK di Arena MTQ Kota Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Binjai turut menyemarakkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50/2019 Kota Binjai yang digelar di Gedung MTQ Kota Binjai.

Salah satuhnya dengan mendirikan sebuah stan yang berisikan tentang informasi instansi BPJS TK Binjai. Stan pun dibuka dari 2015-2019 dan berakhir 23 Maret 2019.

Kepala Cabang BPJS-TK Binjai, TM Harus Sabri Sinar mengatakan, keikutsertaan mereka merupakan bagian dari komitmen BPJS-TK dalam mendukung program dan kegiatan Pemerintah Kota Binjai, serta mengoptimalkan realisasi program jaminan sosial nasional.

Pada kesempatan itu, kata dia, BPJS-TK Binjai hadir untuk mensosialisasikan empat program jaminan sosial tenaga kerja bagi masyarakat. Terutama para pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, dan pekerja di sektor jasa kontruksi.

Selain itu, lanjut Haris, BPJS TK turut mempromosikan penggunaan aplikasi digital BPJSTKU. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan peserta BPJS-TK mengakses informasi program, cek saldo tabungan, antrean online, e-klaim, berita BPJS-TK terkini, tata cara pendaftaran, pusat layanan kecelakaan kerja (PLKK), alamat kantor cabang BPJS-TK terdekat, simulasi saldo, dan laporan pengaduan peserta.

“Sebagai tambahan, saat ini BPJS-TK juga sudah melakukan kerja sama dengan SOSCO Malaysia, dalam upaya memberikan jaminan sosial dan perlindungan bagi pekerja migran di Malaysia,” ungkap Haris. (ted/han)

Ujicoba Pertanian Tanpa Biaya, Karo Siapkan Lahan 98 Hektare

ist/sumut pos PEMAPARAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana mendengarkan pemaparan sistem pertanian tanpa biaya dari para petani di India, Kamis (21/3).
ist/sumut pos
PEMAPARAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana mendengarkan pemaparan sistem pertanian tanpa biaya dari para petani di India, Kamis (21/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Dalam waktu dekat ini, Pemkab Karo melalui Dinas Pertanian akan menguji sistem pertanian tanpa biaya atau Zero Budget Natural Farming (ZBNF). Sistem ini tengah berkembang di negara India.

Uji coba akan dilakukan di lahan seluas 98 hektare yang berstatus aset Desa Rumamis, Kecamatan Barusjahe.

Hal ini dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana melalui rilis yang diterima wartawan.

Bupati yang saat ini masih di India, didampingi Kadis Pertanian Sarjana Purba mengaku sudah banyak mendapat ilmu terkait manfaat dan cara penggunaan ZBNF bagi petani dari Mr T. Vijay Kumar selaku Advisior, Government Of Andhra Pradesh.

Mengutip paparan Mr. Vijay Kumar selaku pembicara ZBNF, Terkelin menyampaikan, di India sudah banyak perusahaan dan petani yang sudah sukses menerapkan sistem pertanian ZBNF.

Sistem ini juga dinilai sangat cocok diterapkan di Tanah Karo, karena bersifat melawan sistem global yang selama ini sangat menyengsarakan petani. Sementara ZBNF ini sama sekali tidak menggunakan produk-produk input pertanian seperti pupuk, pestisida, insektisida dan sebagainya.

Dalam prakteknya ZBNF, petani diajak memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan. Karena itulah, sistem pertanian ini disebut zero budget atau tanpa biaya.

“Kedepan apa yang kita dapat pengetahuan terkait ZBNF ini, maka kita akan terapkan di lahan yang akan di sediakan di Karo. Sistem ini sudah sangat berhasil di India, hasil pertanian yang dihasilkan 2 kali lipat,” ungkap Terkelin.

Dikatakan Terkelin, sebelum berangkat ke India beberapa waktu lalu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kepala Desa Rumamis.

Kepala Desa Rumamis Jasa Sitepu yang dihubungi, mengaku sudah menawarkan lahan tidur di desanya sebagai lokasi uji coba pertanian tanpa biaya. Lahan tersebut berstatus aset desa yang belum pernah ditanami.

“Kami juga sudah mengirim betuk lahan tersebut dalam bentuk video yang kita ambil dari drone. Video itu sudah kita sampaikan melalui staf bupati untuk diteruskan kepada Bupati Karo,”ujarnya.

Jika cocok lanjut Sitepu, dia dan warga Desa Rumamis sangat mendukung lahan tersebut digunakan untuk ujicoba. “Jika program ZBNF itu memang baik, kita siap berikan lahannya. Sebab sejak awal sudah kita infokan bahwa lahan ini layak untuk dikelola Pemkab Karo, kita siap mendukung,”pungkasnya. (deo/han)

Dua Pemuda Karo Sulap Air Terjun Sikulikap

no picture
no picture

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud kepedulian, dan dukungan untuk kemajuan pariwisata, dua pemuda asal Karo “menyulap” kawasan Air Terjun Sikulikap (Air Terjun Sampuren Sikulikap) menjadi lokasi wisata yang indah dan menarik.

Air terjun yang berada di bawah lereng Bukit Barisan, tepatnya di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo itu sebelumnya tak terawat.

Namun dengan bermodal uang saku pribadi, kedua pemuda yang perduli akan lokasi DTW terdapat di salah satu Pulau Sumatera Utara (Sumut) itu, mempunyai ide, dan gagasan akibat ketidak perdulian instansi terkait dalam mengelola Air Terjun Sampuren Sikulikap.

“Mulai dari pintu masuk hingga lokasi Air Terjun Sikulikap sudah sangat berantakan. Bahkan, binatang buas seperti ular, dan monyet liar menjadi tantangan ketika mulai pembabatan pembukaan jalan,” cerita Ardian dan Kristian kepada wartawan, Kamis (22/3).

Awalnya, kedua pemuda ini mengajak kerja sama dengan pihak kehutanan melalui UPT Tahura Bukit Barisan. Mengingat kondisi Sampuren Sikulikap dipenuhi semak belukar. Kini, Sampuren Sikulikap itu mulai tertata, dari gerbang masuk hingga lokasi tempat wisata.

“Kalau dirias begini, kami yakin tidak akan mengecewakan turis,” kata kedua pria alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.

Keduanya bertekad untuk mewujudkan kembali lokasi Sampuren Sikulikap sebagai salah satu lokasi wisata andalan, seperti dulu kala.

“Memang masih dalam tahap pengerjaan lanjutan, tetapi saat ini juga sudah cukup indah. Kami berupaya lebih baik dari sebelumnya. Baik itu dari mekanisme, dan tata kelola. Masih gratis, silahkan datang berkunjung. Kami yakin pengunjung akan berdecak kagum melihat asrinya hutan, berpacu dengan kicauan burung, dan suasana air terjun Sampuren Sikulikap. Intinya flora, dan fauna menarik perhatian para wisatawan baik lokal, dan mancanegara,” tandas keduanya. (deo/han)

Korupsi Dana Padat Karya Pakpak Bharat, Manurung Naiborhu Dituntut 6 Tahun 6 Bulan

Foto: AGUSMAN/SUMUT POS DISIDANG: Manurung Naiborhu, terdakwa korupsi dana padat karya Pakpak Bharat, menutup mulutnya saat menjalani sidang replik, Jumat (22/3).
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS
DISIDANG: Manurung Naiborhu, terdakwa korupsi dana padat karya Pakpak Bharat, menutup mulutnya saat menjalani sidang replik, Jumat (22/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manurung Naiborhu (56) warga Desa Cikaok, Kecamatan STTU Julu, Kabupaten Pakpak Bharat tampak pasrah, saat menjalani sidang lanjutan dengan agenda replik di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/3).

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Pemkab Pakpak Bharat ini, didakwa melakukan korupsi dana proyek padat karya bersumber dari bantuan Direktorat Binapenta Kemenakertrans senilai Rp803.795.000 Tahun Anggaran (TA) 2013 hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp400 juta lebih.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yosua Parlaungan Lumban Tobing, sebelumnya menuntut terdakwa Manurung Naiborhu dengan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan dengan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp400 juta lebih paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, dan apabila harta benda terdakwa tidak mencukupi untuk membayar UP tersebut, maka terdakwa dipidana penjara selama 3 tahun 3 bulan.

“Iya tadi kita replik bang. Terdakwa kita nilai terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” ucap salah seorang Tim Penuntut Umum dari Kejari Pakpak Bharat.

Dia menambahkan, sidang lanjutannya akan digelar pada Senin (25/3) dengan agenda duplik dari penasihat hukum terdakwa. “Dalam replik tadi, intinya kita tetap pada tuntutan bang,” bebernya.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dikatakan, Manurung diduga melakukan korupsi dana proyek padat karya yang bersumber dari bantuan Direktorat Binapenta Kemenakertrans senilai Rp803.795.000 Tahun Anggaran (TA) 2013 dengan kerugian negara berkisar Rp400 juta lebih. (man/han)

Sinyal Bahaya, Indonesia v Vietnam

no picture
no picture

SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia sudah hancur lebur di laga pertama grup K babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Indonesia dibantai empat gol tanpa balas oleh Thailand. Namun tak ada gunanya meratapi kegagalan itu karena pasukan Indra Sjafri sudah ditunggu jadwal berikutnya kontra tuan rumah Vietnam di My Dinh National Stadium, Minggu (24/3) malam.

Indonesia bermain buruk di laga tersebut. Awalnya Indonesia sempat tampil menyerang di babak pertama.

Dari skuad AFF U-22 lalu, Egy Maulana Vikri menjadi pembeda dengan menempati starter di posisi tiga gelandang bersama Luthfi Kamal dan Gian Zola. Pembeda lainnya adalah Saddil Ramdani di pos penyerang sayap kiri.

Namun Indonesia malah tertinggal lewat Shinnaphat Leeaoh pada menit 22. Alih-alih mengejar ketertinggalan di babak kedua, Indonesia malah dipermalukan oleh Tim Gajah Perang. Supachai Jaided menjadi mimpi buruk Indonesia lewat dua golnya serta satu gol penutup Supachok Sarachat.

Tugas berat pun menanti Indra Sjafri karena menghadapi Vietnam tentu kalah berat. Apalagi bermain di kandang sendiri.

Persoalan tak bisa bermainnya Ezra Walian karena terganjal peraturan FIFA sempat menganggu konsentrasi Indonesia. “Memang konsentrasi kami sempat terganggu, khususnya sebelum pendaftaran 23 pemain sampai tadi pagi,” ujar Indra.

Indra mengatakan, para pemain timnas tampil di bawah standar yang membuat skuat berjuluk Garuda Muda tak bisa keluar dari tekanan. Mereka bahkan nyaris tak mampu menciptakan peluang berbahaya ke pertahanan Thailand. Itu tak boleh terjadi laga saat bersua Vietnam. “Itulah yang membuat kami terkesan tampil bertahan,” kata Indra.

“Banyak pemain tampil di bawah performa sebenarnya, jadi rencana pertandingan tak berjalan dengan baik,” tutur Indra.

Selain itu Egy Maulana Vikri juga disorot. Pemain Lechia Gdanks itu terlihat belum nyetel dengan tim. Egy dinilai tidak memiliki menit bermain yang banyak di Polandia.

Maka, Indra cukup geram mendengar pertanyaan wartawan Vietnam yang menyorot individu Egy. “Sebelum saya jawab pertanyaan dari wartawan Vietnam, tim ini dimulai dari Januari. Harus juara AFF dan lolos kualifikasi AFC dan juara Sea Games 2019. Target awal sudah kami lalui dengan baik,” ucap Indra.

“Saya tidak suka pertanyaan yang sifatnya individu pemain karena ini tim sepak bola dan ada 11 pemain ada 23 pemain. Saya perlu Egy. Dari sekian pemain di Indonesia potensi sepak bolanya banyak. Egy adalah salah satunya,” tegas Indra.

Pelatih asal Sumatera Barat ini juga menegaskan, bahwa ia memilih pemain memang karena sesuai kebutuhannya. Dia tidak peduli meski menit bermainnya sedikit. “Saya ajak dia karena kualitasnya saya anggap bisa memenuhi kebutuhan game plan. Jadi gak tergantung menit dia bermain,” tukas Indra.

Sementara di kubu lawan, Vietnam juga sedang percaya diri. Mereka baru saja membungkam Brunei Darussalam 6-0 di hari yang sama. Sebelumnya saat uji coba terakhir, mereka juga meraih kemenangan telak 6-1 atas Chinese Taipei. Ini tentu sinyal bahaya bagi Merah Putih.

Laga ini juga akan dijadikan Vietnam sebagai ajang balas dendam. Pasalnya di AFF lalu, Vietnam tumbang 0-1 dari Indonesia lewat tendangan bebas Luthfi Kamal. Melihat performa Vietnam di kandangnya sendiri, tentu ini menjadi warning bagi Indra Sjafri dan pasukannya untuk berbenah. (bbs/don)