Home Blog Page 54

Tekan Kriminalitas untuk Ciptakan Rasa Aman, Tiga Pilar APH Jaga Malam di Rantauprapat

TEKAN KEJAHATAN: Patroli 3 pilar di Kota Rantauprapat upaya menekan kejahatan 3 C di Labuhanbatu, Minggu (3/5)// (fajar)
TEKAN KEJAHATAN: Patroli 3 pilar di Kota Rantauprapat upaya menekan kejahatan 3 C di Labuhanbatu, Minggu (3/5)// (fajar)

LABUHANBATU – Menekan potensi kriminalitas di Kota Rantauprapat, pihak aparat penegak hukum (APH) gabungan melakukan patroli ke sejumlah titik penting. Patroli gabungan tiga pilar menjadi penting karena sebagai pengawas, dan penjaga rasa aman.

Di Halaman Polres Labuhanbatu, kegiatan dimulai dengan apel cek kekuatan, Minggu (3/5).

Di bawah arahan Padal Iptu Fajar Siddik, seluruh personel diingatkan bahwa patroli bukan sekadar rutinitas. Ada tanggung jawab moral untuk menghadirkan keamanan dengan pendekatan yang humanis.

“Patroli ini bukan untuk menunjukkan kekuatan, tetapi untuk memberikan rasa aman,” katanya. Menurutnya, dalam praktiknya, pendekatan tersebut penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat.

Patroli bergerak menyusuri sejumlah titik strategis dan rawan kriminalitas. Mulai dari kawasan Simpang Tugu Adipura Rantauprapat, hingga jalur lalu lintas padat seperti Jalan Ahmad Yani Rantauprapat.

Kawasan ini dikenal sebagai titik pertemuan aktivitas warga, terutama pada malam akhir pekan.

Tidak hanya sekadar berkeliling, petugas juga aktif berdialog dengan masyarakat. Di kawasan SPBU Jalan Baru Simpang Kampung Sawah, misalnya, para sopir truk diberikan imbauan untuk segera melapor melalui call center 110 jika menemukan praktik pungutan liar atau situasi mencurigakan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan kolaborasi dengan masyarakat.

Patroli gabungan secara khusus menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kejahatan 3C; curas, curat, hingga curanmor dan fenomena sosial seperti aksi premanisme dan balap liar.

Fenomena geng motor yang kerap muncul di malam hari juga menjadi perhatian serius. Kehadiran aparat di titik-titik rawan diharapkan mampu mencegah aksi tersebut sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Selain itu, patroli ‘blue light’ yang dilakukan di lokasi keramaian menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Lampu rotator yang menyala bukan sekadar penanda, tetapi juga bentuk pencegah psikologis bagi pelaku kejahatan,” terangnya.

Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja dalam patroli ini memperlihatkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama lintas institusi.

Sinergi ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi kekuatan nyata di lapangan. Dengan pembagian peran yang jelas, patroli berjalan lebih efektif mulai dari pengawasan, penertiban, hingga respons cepat terhadap situasi darurat.

Patroli kemudian berlanjut ke kawasan vital seperti Kantor Bupati Labuhanbatu dan RSUD Rantauprapat sebelum kembali ke markas.

Bagi masyarakat, kehadiran aparat mungkin hanya terlihat sebagai mobil patroli yang melintas. Namun di balik itu, ada upaya sistematis untuk memastikan malam berjalan tanpa gangguan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan, Senin (4/5/2026) menegaskan bahwa patroli akan terus dilakukan secara konsisten.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, patroli tiga pilar menjadi refleksi bagaimana keamanan dibangun: melalui kehadiran, komunikasi, dan kolaborasi.

“Di tengah dinamika malam Labuhanbatu, sinergi ini menjadi penyeimbang, bahwa di balik keramaian selalu ada yang berjaga.” tegasnya. (fdh/azw)

Pemkab Deliserdang akan Gelar Job Fair

BERSAMA: Bupati Deliserdang, dr HAsri Ludin Tambunan berfoto bersama dengan perserta peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Kabupaten Deliserdang Tahun 2026 di Balairung Pemerintah Kabupaten Deliserdang, Lubukpakam, Senin (4/5)
BERSAMA: Bupati Deliserdang, dr HAsri Ludin Tambunan berfoto bersama dengan perserta peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Kabupaten Deliserdang Tahun 2026 di Balairung Pemerintah Kabupaten Deliserdang, Lubukpakam, Senin (4/5)

LUBUK PAKAM – Pemerintah Kabupaten Deliserdang membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui pelaksanaan Job Fair sebagai langkah konkret memperluas akses kerja dan menekan angka pengangguran. Langkah tersebut ditegaskan Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Kabupaten Deliserdang Tahun 2026 di Balairung Pemerintah Kabupaten Deliserdang, Lubukpakam, Senin (4/5/2026).

Dalam arahannya, Asri Ludin menyampaikan bahwa Job Fair yang akan digelar pada 11 Mei mendatang menjadi yang pertama dilaksanakan di Kabupaten Deliserdang dan diharapkan menjadi wadah efektif mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

“Pada 11 Mei nanti, untuk pertama kalinya Kabupaten Deli Serdang akan menggelar Job Fair. Ini menjadi peluang nyata bagi para pencari kerja di daerah ini untuk terhubung langsung dengan perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Job Fair merupakan bentuk peran aktif pemerintah dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja dan dunia usaha secara terbuka dan terkoordinasi.

“Job Fair ini kami siapkan sebagai ruang temu antara pengusaha dan tenaga kerja. Pemerintah hadir untuk memastikan prosesnya terbuka dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Asri Ludin juga mengapresiasi sinergi yang terbangun dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk peran berbagai pihak dalam merangkul pengusaha dan pekerja dalam satu forum bersama.

Lebih lanjut, Asri Ludin menegaskan bahwa pelaksanaan Job Fair harus berkelanjutan serta mengutamakan tenaga kerja lokal sebagai prioritas utama.

“Kita ingin tenaga kerja Deliserdang menjadi prioritas di daerahnya sendiri. Ini penting agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak dari aktivitas usaha dan ketenagakerjaan pada akhirnya akan bermuara ke daerah, sehingga pemerintah berkewajiban memastikan manfaat tersebut kembali kepada masyarakat.

“Keberhasilan daerah diukur dari kemampuan menekan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini yang terus kita dorong,” tegasnya.

Asri Ludin juga mendorong agar proses rekrutmen tenaga kerja dilakukan secara terbuka dan transparan oleh perusahaan.

Dalam kesempatan itu, Asri Ludin juga menerangkan bahwa meskipun kewenangan penyelesaian perselisihan hubungan industrial berada pada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten tetap berperan aktif melalui mediasi dan penguatan koordinasi.

“Walaupun kewenangan terbatas, kami tidak akan lepas tangan. Mediasi dan koordinasi akan terus kami perkuat,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Ketua Panitia May Day 2026, Evi Linus Gea, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pekerja di Deli Serdang. Ia juga menegaskan komitmen 62 serikat buruh dan pekerja untuk mendukung program pemerintah daerah.

“Kami dari 62 serikat buruh dan pekerja yang tergabung dalam perayaan May Day tahun ini berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah daerah,” ujarnya.(btr/azw)

Memanen Investasi Publik: Menuju Era Emas Indonesia lewat Kesehatan, Pendidikan, dan Kecerdasan Buatan (AI)

Oleh: Brilian Amial Rasyid

Di tengah pusaran ketidakpastian geopolitik global seperti perang Iran dan Amerika Serikat yang mengakibatkan krisis jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz dan ancaman resesi membayangi, setiap negara kini dipaksa untuk berpikir keras: di mana mereka harus menanamkan modal agar ekonomi tetap tumbuh stabil dalam jangka panjang?

Jawabannya bukan sekadar pada pembangunan infrastruktur fisik yang megah, melainkan pada kualitas manusia itu sendiri atau human capital yang diproksikan oleh dua variabel utama yaitu kesehatan dan pendidikan.
Investasi pada pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari kebijakan publik merupakan prasyarat utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Efisiensi di Atas Besaran Anggaran
Investasi pada sektor kesehatan dan pendidikan adalah strategi ekonomi tingkat tinggi. Dimana, implementasi sistem jaminan kesehatan nasional melalui BPJS Kesehatan yang merupakan langkah strategis dalam mewujudkan universal health coverage di Indonesia.

Namun, sebuah temuan penting dari peneliti Drama et al. (2025) mengingatkan kita bahwa besaran anggaran bukanlah jaminan keberhasilan. Dalam studinya di negara berkembang, mereka menemukan tingkat inefisiensi belanja publik yang masih tinggi; di mana output yang dihasilkan seringkali tidak sebanding dengan input anggaran yang dikucurkan.

Hal ini menjadi alarm bagi tata kelola BPJS Kesehatan kita. Jika inefisiensi yang dipicu oleh asimetri informasi dan moral hazard tidak dibenahi, maka tambahan anggaran hanya akan menjadi pemborosan tanpa dampak nyata pada produktivitas nasional. Efisiensi memiliki peran yang jauh lebih signifikan dibandingkan sekadar angka alokasi dalam menentukan hasil pembangunan.

Konsistensi Pendidikan Jangka Panjang
Di sektor pendidikan, tantangannya adalah menjaga konsistensi. Penelitian dari Meno et al. (2026) memberikan bukti kuat bahwa belanja pendidikan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat partisipasi sekolah, namun efek ini jauh lebih kuat dalam jangka panjang. Artinya, pemerintah tidak boleh terjebak dalam kebijakan yang bersifat instan. Pembangunan manusia adalah maraton, bukan lari sprint.

Masalahnya, saat tekanan fiskal muncul akibat resesi atau aturan fiskal yang ketat (fiscal rules), investasi jangka panjang ini seringkali menjadi korban pertama yang dipangkas. Peneliti Blesse et al. (2026) menyoroti tren berbahaya ini: pemerintah cenderung lebih memilih mengamankan belanja rutin jangka pendek daripada menjaga investasi publik jangka panjang. Hanya negara dengan kualitas institusi yang kuat yang mampu tetap bertahan menjaga investasi manusianya di tengah badai krisis.

AI: Kesiapan Manusia vs Kesiapan Teknologi
Di sinilah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) masuk sebagai penyelamat efisiensi. AI menawarkan peluang untuk mendeteksi penipuan klaim kesehatan hingga mempersonalisasi pembelajaran. Namun, kita harus waspada terhadap apa yang disebut Wang dan Hung (2026) sebagai tantangan AI Readiness.

Menurut mereka, kesiapan AI bukan hanya soal infrastruktur, melainkan konstruk multidimensi yang melibatkan kompetensi individu dan dukungan institusional. Tanpa kesiapan aktor kebijakan, teknologi AI hanya akan menciptakan “jurang implementasi” di mana kecanggihan data gagal diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif.

Penutup
Optimalisasi investasi publik memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Kita harus beralih dari sekadar mengejar angka serapan anggaran menuju penguatan efisiensi dan kualitas institusi. Jika Indonesia mampu menyinergikan temuan para ahli ini menjaga efisiensi seperti saran Drama, konsistensi jangka panjang seperti saran Meno, dan kesiapan institusi seperti saran Wang maka pertumbuhan ekonomi yang inklusif bukan lagi sekadar impian.

Ini adalah sebuah siklus positif (Feedback Loop) yang berkelanjutan: investasi pada manusia menciptakan ekonomi yang tangguh, ekonomi yang tangguh menghasilkan kapasitas fiskal yang besar, dan kapasitas fiskal tersebut dikembalikan lagi untuk memperbesar investasi publik.
Inilah saatnya kita berhenti melihat belanja publik sebagai beban biaya, dan mulai melihatnya sebagai tabungan paling berharga untuk kedaulatan bangsa di masa depan.

Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Sumatera Utara (USU)

Akronim Sumut, Semua Urusan Mesti Uang Tunai, Mesti Dikikis Habis: Sumatera Utara Raksasa Tidur yang Harus Dibangunkan

Oleh: Andre Vincent Wenas, MM., MBA.,

SELARAS dengan Bahasa Batak yang berbunyi “beta timbul rap di anak hinomit na timbul” yang bermakna “ayo maju bersama untuk rakyat yang maju”, Pemprov Sumut telah mencanangkan untuk tahun 2025-2030 berslogan, “Kolaborasi SUMUT Berkah menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju dan Berkelanjutan”.

Slogan indah, tapi dalam kenyataannya masih butuh perjuangan panjang untuk merealisasikannya. Bencana banjir bandang kemarin itu yang ikut melanda wilayah Sumatera Utara diduga kuat akibat ulah pihak tidak bertanggung jawab yang mengeksploitiasi dengan membabat hutan seenaknya. Terjadi erosi luar biasa yang mengakibatkan banjir bandang yang telah menelan banyak korban jiwa, dan nilai kerugian material yang besar.

Pekerjaan rumah yang menantang bagi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Tantangan ini jugalah yang jadi perhatian serius dari Dipl.Ing. Freddy Siahaan, MBA., Ketua Alumni Jerman-Indonesia (Aljerin) untuk Sumatera Utara saat berbincang serius di bilangan Menteng, Jakarta Pusat baru-baru ini. Freddy yang juga mantan aktivis mahasiswa, ia mantan Ketua IMADA (Ikatan Mahasiswa Djakarta) era 80-an, punya pemikiran progresif dan jaringan organisasi yang luas, sebuah modal politik besar yang ingin ia abdikan untuk ikut membangun Sumatera Utara.

Mulai dari penegakan hukum, penertiban kota Medan sebagai Ibu Kota provinsi sampai ke soal investasi dan peran swasta dalam mengembangkan dunia usaha di wilayah Sumut. Sehingga julukan nyinyir yang mengakronimkan Sumut dengan sebutan: Semua Urusan Mesti Uang Tunai bisa dikikis habis. Korupsi adalah akar masalah yang menghambat pembangunan, bahkan merusak tatanan perekonomian yang hendak dibangun.

Dalam peta statistik, tercatat bahwa provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah potensi perkebunan di Indonesia. Komoditas yang menjadi andalan adalah karet, kopi, kelapa sawit dan coklat. Permasalahan utama di Sumatera Utara meliputi konflik agraria yang tinggi terkait perusahaan, perambahan hutan atau deforestasi yang jadi penyebab banjir utama dan tanah longsor. Sumut rawan peredaran narkoba, hingga ketimpangan pembangunan dan pendidikan.

Selain itu, terdapat sengketa wilayah perbatasan (pulau) dengan Aceh serta penurunan kualitas lingkungan, khususnya di sekitar Danau Toba. Dalam hal konflik agraria dan lingkungan tercatat tingginya kasus sengketa lahan antara masyarakat dan korporasi, serta penggundulan hutan (deforestasi) di hulu yang memicu banjir bandang dan tanah longsor.

Menyangkut soal kesehatan yang terkait narkoba, adalah masalah peredaran narkotika yang tinggi begitu banyak kasus penangkapan pengedar sabu dan ganja, serta kualitas kesehatan masyarakat yang belum optimal. Preman Medan dan yang “naik kelas” jadi Mafia Medan ikut-ikutan berkelindan dengan bisnis narkoba, bisa untung besar katanya.

Kalau menilik lebih dalam spektrum pembangunan dan soal ekonomi di tingkat provinsi, tercatat angka pengangguran yang masih cukup tinggi, ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, serta perlunya peningkatan kualitas pendidikan.


Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumatera Utara (per November 2025) tercatat sebesar 5,28 persen. Meskipun sempat berada di angka 5,32 persen pada Agustus 2025, angka pangangguran menujukkan tren dinamis, namun secara umum mengalami penurunan. Jumlah angkatan kerja di Sumatera Utara mencapai 8,1 juta orang, ini meningkat 108 ribu orang dibanding periode sebelumnya.

Sengketa wilayah dengan provinsi tetangga, manyangkut kepemilikan empat pulau di perbatasan antara provinsi Aceh dan provinsi Sumatera Utara, yang juga melibatkan potensi sumber daya migas. Ini menjadi isu hangat yang perlu keterlibatan pemerintah pusat dalam penyelesaian yang adil dengan tetap menjaga kesatuan.

Dalam hal tata kelola dan permasalahan sosial, ruwetnya birokrasi, iklim demokrasi, dan kesetaraan gender yang belum sepenuhnya optimal. Masalah-masalah ini sering dikaitkan dengan kegagalan tata kelola lingkungan dan perlunya pengawasan ketat terhadap izin-izin perusahaan di Sumut.

APBD Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2026 telah disahkan menjadi Perda dengan struktur pendapatan Rp 11,664 triliun dan belanja Rp11,678 triliun (ada defisit sebesar Rp 14,495 miliar). Profil APBD ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2025.

Anggaran 2026 ini difokuskan pada lima prioritas: pendidikan, kesehatan, pertanian/ketahanan pangan, infrastruktur, dan pengembangan kawasan strategis untuk pertumbuhan inklusif.

Berikut poin penting APBD Sumut 2026, dengan pendapatan Rp 11,664 triliun dan Belanja Rp 11,678 triliun ini fokus atau prioritas anggarannya untuk pendidikan, kesehatan, pertanian dan ketahanan pangan, infrastruktur, pengembangan kawasan strategis. Dengan anggaran sebesar ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Belanja pegawai dilaporkan masih di bawah 30 persen dari APBD, memungkinkan ruang untuk rekrutmen CPNS 2026, di mana tercatat 9.759 formasi diusulkan. APBD ini disusun dengan prinsip “value for money” dan “money follows program priority” untuk memaksimalkan dampak langsung bagi masyarakat Sumatera Utara.

Hal penting dalam pengelolaan anggaran adalah transparansi. Transparansi pengelolaan anggaran di Sumatera Utara diwujudkan melalui audit BPK RI, publikasi dokumen keuangan (RKPD, KUA, APBD) di situs resmi provinsi dan kota.

Langkah transparansi ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas, mencegah penyalahgunaan dana, dan memastikan partisipasi publik, meskipun tantangan terkait ketimpangan dan tuntutan transparansi masih terus disuarakan oleh masyarakat dan pengamat. Ini patut menjadi perhatian pejabat publik di Sumatera Utara.

Beberapa upaya transparansi di Sumatera Utara misalnya penerbitan dokumen resmi dimana pemerintah provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kota (seperti Medan) telah mengunggah dokumen penting seperti Ringkasan RKPD, Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan RKA SKPD ke situs resmi untuk diakses publik. Pengelolaan keuangan daerah juga rutin diaudit oleh BPK RI untuk memastikan profesionalisme, transparansi, dan tanggung jawab.


Organisasi seperti FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Sumut melakukan diseminasi informasi anggaran melalui media untuk mendorong keterbukaan. Kemudian fokus pada transparansi pada tingkat desa (APBDes) dan dinas teknis (seperti Dinas Kehutanan) untuk memastikan alokasi dana tepat sasaran.

Dengan masih adanya aksi unjuk rasa, seperti dari PW IPA (Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah) Sumut, menuntut transparansi lebih lanjut atas dugaan ketimpangan anggaran. Menunjukan bahwa upaya transparansi ini masih perlu dilakukan demi meningkatkan kepercayaan publik yang berimbas pada naiknya partisipasi politik masyarakat Sumut.

Berbagai laporan menunjukkan perlunya perbaikan berkelanjutan dalam transparansi keuangan untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam penggunaan anggaran pembangunan. Transparansi ini sangat penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, independen, dan bebas korupsi di seluruh Sumatera Utara.

Berbagai topik dalam perbincangan dengan Freddy Siahaan, ada kegelisahan yang terpancar dari wajahnya melihat realitas sosial yang berlaku di Sumatera Utara.

Dengan segala permasalahan yang ada, Sumatera Utara masih menyimpan potensi yang sangat besar. Ia hanya bergumam, Sumatera Utara ini laksana raksasa tidur, potensinya luar biasa besar, harus dibangunkan agar bisa berperan besar dalam ikut mewujudkan cita-cita “Indonesia Emas”.

Bukankah dahulu Pulau Sumatera pernah dijuluki “Pulau Emas” (Suwarna Dwipa)? Orang Batak bilang “beta timbul rap di anak hinomit na timbul” yang bermakna “ayo maju bersama untuk rakyat yang maju”, ada semangat kebersamaan, spirit solidaritas mambangun Sumatera Utara.

Penulis adalah pemerhati ekonomi dan politik, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

Naoya Inoue Pertahankan Gelar Juara

Naoya Inoue (AP Photo John Locher)
Naoya Inoue (AP Photo John Locher)

JAKARTA – Juara dunia kelas super bantam (55,3 kg) tak terbantahkan Naoya Inoue mengalahkan Junto Nakatani dalam duel sesama petinju Jepang di Tokyo Dome untuk mempertahankan sabuk juara versi WBA, WBC, IBF, dan WBO.

Dalam pertarungan yang ditayangkan melalui kanal YouTube DAZN yang dipantau di Jakarta, Minggu, Inoue meraih kemenangan angka atas Nakatani dengan skor 116-112, 116-112, dan 115-113.

Kedua petinju mengawali ronde pertama dengan saling mengintai sebelum mulai terlibat dalam pertukaran pukulan pada ronde kedua dan ketiga yang belum berdampak signifikan.

Memasuki ronde keempat, Inoue mulai menemukan celah dengan memanfaatkan pergerakan kepala. Ia mencetak poin melalui jab keras ke kepala setelah mengecoh Nakatani dengan serangan ke tubuh.

Pertarungan semakin sengit pada ronde kelima ketika Nakatani meningkatkan agresivitasnya. Juara dunia tiga divisi itu melancarkan kombinasi pukulan beruntun ke arah kepala yang sempat membuat Inoue terhuyung.

Inoue tampil dominan pada ronde ke-11 dengan melukai Nakatani dua kali melalui pukulan kanan keras yang memaksanya mundur dan bertahan. Pada ronde terakhir, kedua petinju kembali bertukar pukulan, meski tidak seintensif sebelumnya, sebelum akhirnya juri memberikan kemenangan angka untuk Inoue.

Dengan hasil ini, Inoue sukses mempertahankan gelar tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya sekaligus menjaga rekor sempurnanya menjadi 33 kemenangan, termasuk 27 kemenangan KO.

Memasuki ronde ke-10, Nakatani beberapa kali mengejutkan Inoue dengan pukulan keras yang akurat. Namun, momentum terhenti sejenak ketika kepala kedua petinju bertabrakan, menyebabkan Nakatani mengalami luka robek di antara kedua matanya. Setelah pertandingan dilanjutkan, Nakatani tetap berusaha mendominasi.

Inoue tampil dominan pada ronde ke-11 dengan melukai Nakatani dua kali melalui pukulan kanan keras yang memaksanya mundur dan bertahan. Pada ronde terakhir, kedua petinju kembali bertukar pukulan, meski tidak seintensif sebelumnya, sebelum akhirnya juri memberikan kemenangan angka untuk Inoue.

Dengan hasil ini, Inoue sukses mempertahankan gelar tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya sekaligus menjaga rekor sempurnanya menjadi 33 kemenangan, termasuk 27 kemenangan KO.

Sementara itu, Nakatani mencatatkan kekalahan pertamanya dengan rekor 32 kemenangan (24 KO) dan satu kekalahan. Di usia 28 tahun, ia masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan melanjutkan kariernya di level tertinggi. (jpc/tri)

Sistem Skor BWF Berubah pada 2027

BERUBAH: Tim Nasional (Timnas) Bulu Tangkis Indonesia. Sistem Skor BWF Berubah, Format 15 Poin Bulutangkis Mulai Berlaku 2027. (Dok. PBSI)
BERUBAH: Tim Nasional (Timnas) Bulu Tangkis Indonesia. Sistem Skor BWF Berubah, Format 15 Poin Bulutangkis Mulai Berlaku 2027. (Dok. PBSI)

Jakarta – Badminton World Federation (BWF) resmi mengesahkan perubahan sistem skor pertandingan menjadi 15 poin x 3 gim (best of three). Pengesahan ini disampaikan dalam rapat tahunan ke-87 yang berlangsung di Horsens, Denmark.

Keputusan itu ditetapkan melalui mekanisme pemungutan suara. Hasilnya, sebanyak 198 anggota menyetujui usulan perubahan, sedangkan 43 anggota lainnya menolak. Dengan demikian, format anyar tersebut sah menjadi aturan resmi dan akan mulai diterapkan pada 4 Januari 2027.

Rapat tahunan dibuka Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul dan dihadiri seluruh anggota federasi. Dari Indonesia, delegasi PBSI diwakili Wakil Sekjen Wino Sumarno serta Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto.

Perubahan sistem skor menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan Council Proposals. Tujuannya, meningkatkan tempo pertandingan sekaligus menambah daya tarik bulu tangkis di level global.

Lalu, bagaimana tanggapan PBSI terkait perubahan aturan main itu? Bambang Roedyanto menyatakan, pihaknya akan segera melakukan kajian internal.

Kami akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan sistem skor ini terhadap pola permainan dan strategi atlet. PBSI berkomitmen memastikan atlet Indonesia tetap kompetitif dan siap menghadapi implementasi kebijakan ini, ujar Bambang. (jpc/tri)

Sean Gelael di GT World Challenge Asia 2026 Mandalika, Sukses Raih Podium P3 Overall dan P2 Silver

JAKARTA – Pembalap Indonesia Sean Gelael mencatatkan hasil membanggakan dalam ajang GT World Challenge Asia 2026. Dikutip dari akun Instagram resmi @spotv.indonesia pada Sabtu (2/5), Sean Gelael berhasil menuntaskan balapan selama satu jam dengan finis di posisi ketiga secara keseluruhan.

Selain itu, ia juga meraih posisi kedua pada kelas Silver.

Balapan tersebut berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ajang ini diikuti oleh puluhan pembalap dari berbagai negara di Asia. Persaingan berlangsung ketat sejak awal hingga akhir lomba.

Sean tampil sebagai pembalap debutan dan turun sebagai single driver dalam kompetisi tersebut. Ia mengendarai mobil Ferrari 296 GT3 Evo bersama tim 95 Garage.

Penampilannya sejak sesi kualifikasi sudah menunjukkan performa yang kompetitif.

Pada sesi kualifikasi, Sean berhasil mencatatkan waktu tercepat di antara para peserta. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi balapan utama. Ia mampu bersaing dengan pembalap berpengalaman dari berbagai negara.

Dalam jalannya balapan, Sean sempat menghadapi kendala saat melakukan pit stop wajib. Ia harus menjalani tambahan penalti waktu yang membuat posisinya sempat turun. Kondisi tersebut membuatnya harus berjuang lebih keras di sisa balapan

Meski demikian, Sean mampu bangkit dengan menunjukkan performa yang konsisten. Ia berhasil menyalip beberapa pembalap untuk kembali ke posisi depan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan finis di posisi ketiga secara keseluruhan.

Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Sean dalam debutnya di ajang tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Sean juga menyatakan akan berusaha lebih baik pada balapan berikutnya. (jpc/tri)

Eddy Sibarani Ajak Sukseskan Porprovsu 2026

Pemerhati Olahraga Sumut, Eddy H Sibarani.
Pemerhati Olahraga Sumut, Eddy H Sibarani.

MEDAN – Pemerhati olahraga Drs Eddy H Sibarani MSi mendukung suksesnya penyelenggaraan arena multi event Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 yang rencananya akan digelar KONI Sumut November mendatang.

“Tentu saja kita mendukung dan mengajak masyarakat untuk mensukseskannya. Baik sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi,” sebut Eddy Sibarani dalam bincang-bincang di Medan, Minggu (3/5).

“Sebagai insan olahraga, kita berharap kegiatan empat tahunan ini sukses. Porprovsu merupakan rangkaian persiapan Sumut menghadapi PON 2028. Karenanya dari event ini diharapkan terjaring atlet atlet yang siap pakai guna meraih prestasi terbaik bagi Sumut di PON 2028,” ungkap pria yang sebelumnya dua periode memimpin KONI Medan.

Eddy juga menyambut positif langkah KONI Sumut menggencarkan sosialisasi Porprovsu ke Kabupaten/Kota agar masyarakat ‘demam’ dengan pesta olahraga empat tahunan ini.

Dia menyebut, dari sisi pembinaan prestasi, Porprovsu tetap harus berbanding lurus dengan PON. Karena Porprovsu ini sebagai salah satu arena seleksi menjaring atlet yang dipersiapkan ke PON.

Menurut pria yang tiga periode menjadi pengurus PP Pertina ini, Porprovsu itu output nya tetaplah ke PON, selain dari Kejurprov dan Selekprov, untuk kemudian dibina secara berjenjang dan berkesinambungan. Meski saat ini beberapa cabor sudah menjalankan program jangka panjang PPI.

” PON adalah pentas untuk atlet-atlet terbaik, bukan arena ujicoba atau menimba pengalaman. Karenanya persiapan harus benar-benar matang,” ujarnya.

Eddy Sibarani yang enam kali menerima menerima penghargaan Haornas Pemprovsu, lebih lanjut mengatakan, idealnya memang cabor-cabor yang dipertandingkan di PON lah yang dipertandingkan di Porprovsu. Karena Porprovsu menjadi ajang seleksi bagi para atlet untuk meraih tiket ke PON. “Begitupun, jika ada cabor di luar PON yang dimainkan di Porprovsu, itu juga tidak masalah. Silahkan saja,” ungkapnya.

Enam penghargaan Haornas yang diterima Eddy Sibarani diserahkan langsung oleh enam gubernur yakni HT. Rizal Nurdin, Rudolf Pardede, H. Syamsul Arifin, H. Gatot Pujo Nugroho, HT. Erry Nuradi, dan H. Edy Rahmayadi.

Eddy Sibarani menambahkan, tugas yang diemban memang tidaklah ringan, karena ingin mempertahankan pencapaian pada PON 2024 lalu, di mana Sumut berada di papan atas duduk di peringkat 4 dengan raihan 79 medali emas, 59 perak, 117 perunggu.

“Karenanya, mari kita bersama-sama ikut mendukung suksesnya penyelenggaraan Porprovsu 2026 yang menjadi salah satu ajang seleksi atlet ke PON,” ajak dia.

Pria necis yang menerima penghargaan sebagai Inisiator Olahraga Nasional dari SIWO PWI Pusat Tahun 2022 ini tak lupa memuji Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution yang sangat peduli dan perhatian dengan olahraga.

Kita menyampaikan terima kasih kepada Gubsu Bobby Nasution yang begitu peduli pembinaan olahraga di Sumut. Terkhusus terhadap pemberian reward kepada atlet dan pelaku olahraga berprestasi di Sumut,” sebutnya.

Hal ini ungkap Eddy Sibarani, dapat dilihat di mana beliau konsisten memberikan penghargaan kepada atlet dan pelat h berprestasi baik di tingkat Nasional maupun internasional.

“Ini akan memberikan semangat dan motivasi kepada insan olahraga pada khususnya, dan masyarakat Sumut pada umumnya. Hal ini juga dapat dijadikan modal untuk meningkatkan dan mengembangkan olahraga di Sumut. Terutama di dalam melakukan kebijakan-kebijakan dan program kegiatan oleh pihak-pihak yang berwenang dan berkepentingan untuk mengurusi dan membina olahraga, pungkasnya. (dek)

Pascapembersihan Longsor, Ruas Jalan Sosopan-Sibuhuan Kembali Beroperasi Normal

Keterangan photo : Jalinsum Sosopan-Sibuhuan Kembali Normal Usai ‘Dikeroyok’ Alat Berat Selama Tiga Hari
Keterangan photo : Jalinsum Sosopan-Sibuhuan Kembali Normal Usai ‘Dikeroyok’ Alat Berat Selama Tiga Hari
SUMUTPOS.CO – UPTD BMCK Gunung Tua memastikan arus lalu lintas di Jalinsum ruas Sosopan-Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, telah kembali pulih. Keberhasilan ini dicapai setelah tim teknis melakukan aksi tanggap darurat sejak 1 hingga 3 Mei 2026 untuk menanggulangi longsor di Desa Uluaer.
Selain mengerahkan alat berat ekskavator untuk membersihkan material sepanjang 65 meter, petugas juga melakukan perkerasan badan jalan dengan urugan sirtu demi menjaga stabilitas struktur jalan.
Pihak berwenang mengimbau pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi geografis wilayah Sosopan yang rawan bencana, terutama saat intensitas hujan tinggi. (mag-12)