Home Blog Page 53

Zairan Li Pecahkan Rekor Pelari Tercepat Sepanjang Sejarah

Zairan Li
Zairan Li

JAKARTA – Kejutan besar terjadi di lintasan ekstrem Gunung Rinjani. Pelari asal Tiongkok Zairan Li, berhasil mencatatkan namanya dengan tinta emas dalam ajang Rinjani 100 2026.

Berlaga di kategori paling bergengsi 162 Kilometer (KM), Zairan Li secara spektakuler memecahkan rekor waktu tercepat sepanjang sejarah penyelenggaraan Rinjani 100.

Zairan Li menyentuh garis finis dengan catatan waktu 35 jam 5 menit 52 detik. Capaian Zairan Li ini sekaligus meruntuhkan dominasi legenda Nepal, Sange Sherpa, yang memegang rekor Rinjani 100 tahun 2025 lalu. Saat itu, Sange Sherpa mencatatkan waktu 41 jam 4 menit 32 detik. Artinya, Zairan Li lebih cepat hampir 6 jam dibandingkan rekor sebelumnya di event Rinjani 100.

Bahkan, performa Zairan Li di Rinjani 100 2026 melampaui target yang dipatok panitia. Awalnya, penyelenggara menargetkan waktu finis di angka 55 jam, namun pelari asal Cina ini melesat jauh di depan. Sange Sherpa sendiri tahun ini harus puas di posisi kedua dengan waktu 37 jam 9 menit 32 detik, disusul Gediminas Grinius asal Lithuania di posisi ketiga catatan waktu 40 jam, 14 menit, 46 detik.

Dominasi negeri tirai bambu di Rinjani 100 2026 semakin lengkap dengan kemenangan Jiqian Wang di kategori 100 KM putra. Jiqian Wang sukses menaklukkan lintasan Rinjani 100 dengan waktu 19 jam 59 menit 34 detik. Sementara itu, untuk kategori 162 KM putri, podium utama diraih pelari Hong Kong, Man Yee Cheung, yang menyelesaikan tantangan Rinjani 100 dalam waktu 53 jam 9 menit 59 detik.

Namun, kabar yang paling menggembirakan dari ajang Rinjani 100 2026 adalah dominasi pelari Indonesia di kategori 36 KM putra.

Wildan Yusuf Furqoni berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 5 jam 48 menit 7 detik, disusul Ferdian Kelana dan I Made Budiana. Kesuksesan pelari lokal di Rinjani 100 ini membuktikan bahwa atlet tanah air mampu bersaing ketat dengan pelari mancanegara.

Race Director FoneSport Dian Sukmara, menyatakan kekagumannya terhadap banyaknya rekor yang pecah di Rinjani 100 2026. Tercatat sebanyak 2.275 peserta dari 48 negara ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.

Banyak rekor pecah, dan kami sangat bangga pelari Indonesia bisa naik podium puncak. Ini sinyal positif bagi perkembangan atlet lari kita di kancah Rinjani 100, ujarnya.

Tak hanya soal prestasi, Dian juga berharap kedepannya Rinjani 100 bisa memberikan dampak pemberdayaan ekonomi yang lebih luas melalui keterlibatan UMKM lokal.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi integrasi masyarakat sekitar agar kemeriahan Rinjani 100 2026 dan tahun-tahun mendatang bisa dirasakan semua pihak, tidak hanya sebagai penonton.

Sang pemegang rekor baru, Zairan Li, mengaku puas dengan pencapaiannya meski harus bertarung dengan cuaca terik dan medan yang ganas. Lintasan Rinjani 100 sangat menantang, tapi persiapan matang menjadi kunci saya bisa mengalahkan rekor Sange Sherpa. Saya senang bisa menang di sini, kata Zairan Li. (jpc/tri)

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Kukuhkan Kepala Kantor Perwakilan LPS I Sumatera

BERSAMA: Dari Kiri- Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Periode Februari 2024-Februari 2026 Muhamad Yusron, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Jimmy Ardianto, Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba saat pengukuhan, Senin (4/4).
BERSAMA: Dari Kiri- Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Periode Februari 2024-Februari 2026 Muhamad Yusron, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Jimmy Ardianto, Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba saat pengukuhan, Senin (4/4).

MEDAN – Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution mengukuhkan Kepala Kantor Perwakilan LPS I Wilayah Sumatera di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (4/5). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D Purba.

Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan LPS I tersebut merupakan bagian dari komitmen LPS dalam mendorong pengembangan talenta internal dan bagian dari reorganisasi untuk memperkuat kesiapan kelembagaan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, serta pencapaian visi dan misi LPS.

“Pengukuhan ini bukan hanya penugasan jabatan, melainkan juga penegasan tanggung jawab. Kepala Kantor Perwakilan LPS I diharapkan dapat menjadi wajah LPS di daerah dengan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri, akademisi, media, dan masyarakat luas,” jelas Farid.

“Stabilitas sistem keuangan tidak bisa dijaga oleh satu lembaga saja. Diperlukan sinergi erat antara LPS, pemerintah daerah, BI, OJK, industri perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan. Kantor perwakilan adalah titik temu koordinasi itu,” sambungnya.

Pengukuhan pejabat baru di Kantor Perwakilan LPS I dihadiri secara langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution yang turut memberikan sambutan dalam acara pengukuhan tersebut.

“Berdasarkan data terkini, terdapat 462 ribu jiwa penduduk usia produktif di Sumatera Utara yang belum memiliki rekening bank (unbanked). Data tersebut menunjukan adanya peluang dan kesempatan untuk kita semua baik pemerintah daerah maupun lembaga/instansi vertikal di Sumatera Utara agar dapat berkolaborasi dalam menurunkan jumlah penduduk yang masih unbanked melalui program literasi dan edukasi keuangan kepada generasi muda di Sumatera Utara,” jelas Bobby.

Selama hampir 2 tahun berdiri di Sumatera Utara, Kantor Perwakilan LPS I selalu berupaya untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan dan program edukasi serta literasi keuangan yang inklusif bagi masyarakat untuk sebagian besar kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Selain itu, Kantor Perwakilan LPS I juga aktif dalam menjalin kerja sama strategis dan sinergi dengan Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, OJK, maupun industri pada seluruh provinsi di Sumatera.

“Sehingga besar harapan kami, LPS di Sumatera Utara dapat senantiasa memberikan dukungan nyata yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Utara melalui program-program strategis sehingga kehadiran LPS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Sumatera, khususnya Sumatera Utara”, tutup Bobby.

Muhamad Yusron, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Periode Februari 2024-Februari 2026, selama ini dikenal sebagai pimpinan LPS yang kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan.

Ia juga aktif dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah, BI, OJK, industri, akademisi, media, maupun komunitas masyarakat di Sumatera.

Selama dua tahun kepemimpinannya, Kantor Perwakilan LPS I telah melakukan edukasi di 10 (sepuluh) provinsi di Sumatera. Hal tersebut merupakan pesan bahwa LPS senantiasa hadir, melindungi, dan menjaga kepercayaan masyarakat di Sumatera.

Adapun figur penerus jabatan Kepala Kantor Perwakilan LPS I juga luar biasa. Jimmy Ardianto yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Lembaga dikukuhkan sebagai Kepala Kantor Perwakilan LPS I sejak Maret 2026.

Jejak pengalaman Jimmy dalam melakukan edukasi dan literasi keuangan di berbagai wilayah di Indonesia, diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas Kantor Perwakilan LPS I secara efektif sehingga berdampak positif bagi perkembangan industri perbankan dan asuransi di daerah. (rel/tri)

Momen Libur Panjang Hari Buruh, Penjualan Tiket KA di Sumut Tembus 22 Ribu

PENUMPANG KA: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kinerja positif selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional pada penumpang KA, kemarin.
PENUMPANG KA: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kinerja positif selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional pada penumpang KA, kemarin.

PERSEROAN Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) mencatat kinerja positif selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional. Selama tiga hari masa libur, tepatnya pada 1 hingga 3 Mei 2026, KAI Divre I Sumut melayani total 22.028 pelanggan dengan rata-rata 22 perjalanan kereta api setiap harinya.

Pelaksana tugas (Plt) Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa KA Putri Deli (Medan-Tanjungbalai pulang-pergi atau PP) dan KA Siantar Ekspres (Medan-Siantar PP) menjadi dua layanan yang paling diminati masyarakat dengan tingkat keterisian yang melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Selama tiga hari tersebut, KA Putri Deli melayani 10.843 pelanggan atau setara dengan 114 persen dari total kapasitas 9.540 tempat duduk. Sementara itu, KA Siantar Ekspres melayani 4.916 pelanggan atau mencapai tingkat okupansi sebesar 129 persen dari kapasitas 3.816 tempat duduk.

“Angka ini menunjukkan bahwa pergerakan naik dan turun penumpang sangat dinamis di stasiun-stasiun antara pada rute kedua kereta tersebut. Banyaknya stasiun yang dilalui membuat jangkauan kereta api sebagai transportasi yang efisien dan ramah lingkungan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Anwar saat memberikan keterangannya, Senin (4/5).

Tingginya minat masyarakat ini juga dipengaruhi oleh dukungan pemerintah melalui subsidi harga tiket. Kehadiran tarif yang terjangkau terbukti efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat serta memacu perputaran ekonomi di wilayah Sumatera Utara.

Menutup rangkaian libur panjang pada Minggu (3/5), KAI Divre I Sumut menggandeng komunitas pecinta kereta api Divre I Railfans untuk melaksanakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Kegiatan yang merupakan bagian dari program community relations melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini digelar di JPL 15 lintas Medan-Binjai.

“Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan KAI Divre I Sumatera Utara untuk mengingatkan para pengguna jalan agar lebih sabar dan tertib saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan membutuhkan peran bersama serta dukungan dari semua pihak,” tegas Anwar.

Dalam aksi tersebut, para petugas dan relawan juga mengajak pengguna jalan untuk meningkatkan disiplin saat melintasi jalur kereta api.

“KAI berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan dan keselamatan yang tinggi seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api. Kami berharap sinergi antara kemudahan akses transportasi yang disubsidi pemerintah dengan kesadaran keselamatan masyarakat dapat menciptakan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di Sumatera Utara,” pungkas Anwar.(san/azw)

Bahrumsyah Pimpin RDP Komisi III dengan PUD Kota Medan, Tidak Ada Cerita PUD Pembangunan Bisa Rugi

RDP: Komisi III DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama para direksi PUD Pembangunan Kota Medan. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
RDP: Komisi III DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama para direksi PUD Pembangunan Kota Medan. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

WAKIL Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, mengaku heran dengan kinerja Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan selama ini. Pasalnya, selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang mengelola banyak unit usaha strategis, termasuk juga PUD Pasar Kota Medan kerap mengalami kerugian bahkan hingga mengalami kesulitan untuk menggali patah pegawainya.

“Banyak sekali unit usaha strategis yang dikelola oleh PUD Pembangunan. Sebenarnya, tidak ada ceritanya PUD Pembangunan bisa merugi,” ucap Bahrumsyah saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan PUD Pembangunan Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (4/5).

Dikatakan Bahrumsyah pada rapat yang dihadiri keempat Direksi PUD Pembangunan Kota Medan tersebut, adapun unit-unit usaha tersebut, yakni Kebun Binatang Medan (Medan Zoo), Kolam Renang Deli, Pergudangan, hingga Rumah Susun.

“Contohnya pergudangan, PUD Pembangunan punya lahan 7 hektare dan yang terpaki baru 2 hektare. 5 hektare itu belum terpakai, harusnya itu bisa dimaksimalkan. Di Belawan, orang sewa gudang sampai bayar pakai dolar, saking mahalnya. Kalau dikelola dengan baik, pergudangan ini saja sudah bisa menghasilkan keuntungan besar bagi PUD Pembangunan,” ujarnya.

Kemudian, PUD Pembangunan Kota Medan juga memiliki Medan Zoo dengan lahan yang sangat luas. Akan tetapi, Medan Zoo hingga saat ini belum mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Medan.

“Sementara Kebun Binatang swasta di sekitar Kota Medan justru berkembang pesat. Tentu selama ini ada yang salah dengan PUD Pembangunan sehingga Medan Zoo tidak memberikan kontribusi apapun untuk PAD Kota Medan, bahkan menggaji karyawan saja kesulitan,” katanya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, dr Faisal Arbie. Politisi Partai NasDem itu menyoroti kondisi Kolam Renang Deli yang kian memprihatinkan.

“Selama ini kita tidak melihat adanya inovasi dari PUD Pembangunan untuk Kolam Renang Deli, padahal Kolam Renang Deli ini kolam renang bersejarah. Kalau dikelola dengan baik, Kolam Renang Deli akan memberikan keuntungan besar bagi PUD Pembangunan,” tuturnya.

Faisal Arbie juga meminta PUD Pembangunan Kota Medan untuk mentabuliasi kebutuhan akan karyawan. Mengingat, beban gaji karyawan PUD Pembangunan Kota Medan cukup besar.

“PUD Pembangunan ini kan perusahaan, harusnya bisa mentabulasi kebutuhan gaji karyawan. PUD Pembangunan harusnya bisa melihat, apakah semua karyawan yang ada saat ini memang dibutuhkan,” tegasnya.

Sepakat dengan Faisal Arbie, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan lainnya, Agus Setiawan, mengatakan bahwa sampai saat ini PUD Pembangunan Kota Medan juga masih mencicil gaji para pegawainya di Tahun 2024.

“Tahun 2026 ini kita masih membayar gaji Tahun 2024. Maka harus diputuskan, apakah perlu adanya pengurangan karyawan atau tidak.

Silakan sampaikan apa yang perlu, kaki di Komisi III akan mendukungnya,” tuturnya.

Terkait hal itu, para direksi PUD Pembangunan Kota Medan mengaku akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Komisi III DPRD Kota Medan. (map/azw)

Banyak Sudah Jadi Korban, Warga Harap Jalan Bunga Ncole dan Seroja Diperbaiki

PERBAIKAN JALAN: Warga Kelurahan Kemenangantani, Kecamatan Medan Tuntungan berharap Pemko Medan memperbaiki Jalan Bunga Ncole Raya dan Jalan Seroja Raya.
PERBAIKAN JALAN: Warga Kelurahan Kemenangantani, Kecamatan Medan Tuntungan berharap Pemko Medan memperbaiki Jalan Bunga Ncole Raya dan Jalan Seroja Raya.

Warga Kelurahan Kemenangantani, Kecamatan Medan Tuntungan berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera memperbaiki Jalan Bunga Ncole Raya dan Jalan Seroja Raya. Jalan tersebut banyak berlobang sehingga membahayakan bagi pendendara sepeda motor.

“Kondisi Jalan Bunga Ncole Raya dan Jalan Seroja sangat memprihatinkan karena banyak berlobang. Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengendara,” ujar warga Jalan Bunga Ncole Raya, Gustap PM Manurung melalui rilis yang dikirim ke Sumut Pos, Senin (4/5).

Gustap menjelaskan, jalan tersebut sudah sering memakan korban. Berkali-kali pengendara sepeda motor terjatuh, karena terkejut ada lubang. “Apalagi kalau hujan, maka lubang itu digenangi air, sehingga tidak terlihat oleh pengendara,” tambah Gustap.

“Kami berharap agar Pemko Medan memperbaiki jalan tersebut. Kalau bisa lubang-lubang itu ditambal,” harap Gustap.

Begitu juga dengan Jalan Seroja Raya, warga berharap agar diperlebar. Drainase bisa ditutup sehingga menjadi tempat berjalan kaki. Kondisi Jalan Seroja ini sudah terlalu sempit.

“Jalan Seroja perlu ditambal dan diperlebar. Drainase bisa ditutup, sehingga menjadi jalur bagi pejalan kaki. Atau drainase bisa dibuat lebih kuat, sehingga bisa dilalui kendaraan,” tambah Gustap.

Gustap mengungkapkan, Jalan Seroja VIII kini menjadi jalur alternatif bagi warga Tanjunganom menuju Tanjungsari atau Kota Medan. Akibatnya sering terjadi kemacetan, khususnya pagi dan sore hari.

“Kami sudah memberikan saran kepada Camat Medan Tuntungan. Pak Camat mengaku sudaj melapor ke Dinas PUPR, namun hingga sekarang belum ada perbaikan. Kami berharap Pak Rico Waas bisa turun ke lapangan,” harap mereka. (rel)

Pendaftar KPID Sumut Masih Minim, DPRD Pastikan Proses Seleksi Transparan

Panitia Seleksi KPID Sumut Periode 2026-2029.
Panitia Seleksi KPID Sumut Periode 2026-2029.

PROSES seleksi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Utara (KPID Sumut) menuai sorotan. Hingga awal Mei 2026. Kumlah pendaftar tercatat masih sangat minim, bahkan baru satu orang yang mengajukan diri sejak pendaftaran dibuka.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga, menegaskan bahwa proses seleksi tetap berjalan terbuka dan transparan. Ia menyebut pihak penyelenggara telah melakukan berbagai upaya sosialisasi melalui media.

“Setidaknya KPID sudah menyampaikan informasi lewat media sosial, media cetak, hingga elektronik. Sosialisasi terus digencarkan,” ucap Zeira, Senin (4/5/2026).

Menyikapi isu yang menyebut adanya kepentingan elit politik dalam proses penjaringan calon komisioner, ia pun membantah dengan tegas. Menurutnya, anggapan tersebut justru dapat memengaruhi minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

“Itu hanya isu. Jangan khawatir, kita percayakan kepada tim seleksi. Walaupun Komisi A DPRD Sumut terlibat, kami tetap berkomitmen menjaring kandidat yang benar-benar kompeten,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang dapat memenuhi persayaratan umum untuk dapat mendaftar dan berkontribusi terhadap pengawasan penyiaran di lingkungan Sumatera Utara.

Di sisi lain, Ketua Tim Seleksi KPID Sumut, Cory Novrica Sinaga, mengakui bahwa jumlah pendaftar masih sangat sedikit. Ia menyebut hingga saat ini baru satu orang yang resmi mengirimkan berkas pendaftaran.

“Kami masih melakukan kunjungan ke beberapa KPID di daerah lain seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk persiapan proses seleksi yang optimal. Terkait pendaftar, sejauh ini baru satu orang,” kata Cory.

Ia pun menyampaikan, proses pendaftaran calon KPID Sumut akan ditutup pada 20 Mei 2026. Jika para kuota pendaftar nantinya belum terpenuhi, pihaknya akan berpotensi melakukan perpanjangan waktu pendaftaran.

Seperti diketahui, seleksi KPID Sumut telah dibuka sejak 20 April 2026. Minimnya jumlah pendaftar menjadi perhatian serius, mengingat peran strategis KPID dalam mengawasi penyiaran serta menjaga kualitas informasi publik di daerah.(map/azw)

Pengunjung Restoran Parkir di Halaman SDN, Kadishub: Sudah Kami Beri Peringatan

FOTO: Kadishub Kota Medan, Irsan Idris Nasution
FOTO: Kadishub Kota Medan, Irsan Idris Nasution

KEPALA Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Irsan Idris Nasution, menegaskan telah meninjau langsung lokasi parkir Restoran Pagi Sore di Jalan Kejaksaan, Kecamatan Medan Petisah. Peninjauan itu dilakukan atas laporan dari pihak Sekolah Dasasr Negeri (SDN) yang berada tepat di seberang lokasi Restoran Pagi Sore.

“Saya sudah turun langsung ke lokasi setelah kami mendapatkan aduan langsung dari kepala sekolah. Pihak SD Negeri tersebut keberatan halaman sekolah mereka digunakan sebagai lahan parkir pengunjung restoran tersebut, apalagi penggunaan halaman sekolah menjadi lahan parkir itu dilakukan tanpa izin dari pihak sekolah,” ucap Irsan kepada Sumut Pos, Senin (4/5).

Dijelaskan Irsan, pihak sekolah hanya mengizinkan penggunaan halaman sekolah untuk dijadikan lahan parkir pada kegiatan launching (peresmian) restoran di tanggal 28 April 2026. Akan tetapi, pengelola Restoran Pagi Sore tetap menggunakan halaman sekolah tersebut sebagai lahan parkir di hari-hari berikutnya.

“Izin parkir dari pihak sekolah itu hanya satu hari, yaitu di tanggal 28 April, tetapi rupanya besok-besonya masih tetap digunakan meski tanpa izin. Jadi rupanya yang jaga malam merupakan pemuda setempat, penjaga malam inilah yang membuka pintu gerbang sekolah dan menjadikan halaman sekolah sebagai lahan parkir tanpa sepengetahun dari kepala sekolah,” ujarnya.

Mirisnya, sambung Irsan, halaman sekolah digunakan sebagai lahan parkir pengunjung Restoran Pagi Sore saat masih jam sekolah. Kondisi ini pun dinilai sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun antar jemput siswa di SD Negeri tersebut.

“Jadi saat turun ke lokasi, kita sudah langsung memberikan peringatan keras kepada pengelola Restoran Pagi Sore agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. Pengelola restoran sudah kami beri peringatan, kemarin sudah kami berikan SP1,” tegasnya.

Tak hanya melarang penggunaan halaman sekolah sebagai lahan parkir, Irsan juga menegaskan bahwa pihak pengelola ataupun jukir dilarang untuk membuat parkir berlapis di sepanjang Jalan Kejaksaan, khususnya di lokasi sekitar Restoran Pagi Medan yang tidak jauh dari jembatan.

“Tidak boleh parkir berlapis, termasuk tidak boleh parkir di atas trotoar. Bila kedapatan, maka akan langsung kami berikan tindakan tegas dengan memberikan SP2,” pungkasnya.

Tidak hanya di Jalan Kejaksaan, Irsan juga menegaskan akan melakukan penertiban parkir tepi jalan di seluruh wilayah di Kota Medan.

“Tim dari Dishub Medan terus bergerak melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang kita temui pelanggaran. Kedepan, parkir tepi jalan di Kota Medan harus tertib dan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (map/azw)

Posisi 6 Besar dari 12 Kabupaten/ Kota di Kawasan Pantai Timur Sumut, BPS: PDRB Batubara Capai Rp51, 28 Miliar

WAWANCARAI: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batubara Laila Syafrizal Siregar SST MM saat diwawancarai Sumutpos, di ruang kerjanya, Senin (4/5)  Foto.Liberti H Haloho.
WAWANCARAI: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batubara Laila Syafrizal Siregar SST MM saat diwawancarai Sumutpos, di ruang kerjanya, Senin (4/5)  Foto.Liberti H Haloho.

BATUBARA – Badan Pusat Statistik (BPS) Batubara mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Batubara Tahun 2025, berdasarkan dasar harga berlaku, mencapai Rp 51, 388,29 miliar. Dan PDRB Batubara atas dasar harga konstan mencapai Rp28,549,99 miliar. Secara spasial khususnya di Kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara,  ekonomi Kabupaten Batubara  menempati urutan ke-6, dari 12 kabupaten/kota.

Data  BPS,  PDRB  atas dasar harga berlaku dan harga konstan tahun 2021-2025, untuk 6 besar dari 12  kabupaten/kota di Kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara  yakni, Kota Medan sebesar Rp353, 28  miliar, Kabupaten Deliserdang Rp162, 24 milar,

Kabupaten Langkat sebesar Rp.68,15 miliar,.

Asahan Rp63, 14 miliar, Batubara sebesar Rp51,38 miliar, Labusel Rp46,17 miliar, Sergai sebesar Rp46, 22 miliar.

“Kabupaten Batubara, merupakan 6 besar dari 12 kabupaten/kota, penyumbang PDRB  di kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara,” jelasnya,

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Laila Syafrizal Siregar. SST MM saat  diwawancarai Sumut Pos, Senin (4/5/2026) menjelaskan, perekonomian kabupaten Batubara sepanjang Tahun 2025 melambat sebesar 3,39 persen (C-to-C) kuartal IV-2925 dibandingkan capaian pada Tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,12 persen.

Berdasarkan pendekatan lapangan usaha, mengalami  pertumbuhan tertinggi 3 besar adalah transportasi dan pergudangan  sebesar 12,52 persen; diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh sebear 6,71 pern, dan real estate tumbuh 6,25 persen.

Sementara untuk, lapangan usaha konstruksi terkontraksi (1,18 persen) dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial terkontraksi  (0,96 persen)

Menurut Laila, struktur perekonomian Kabupaten Batubara pada Tahun 2025 masih belum ada perubahan yang berarti dan masih didominasi oleh 3 lapangan usaha utama yakni, industri pengelolaan sebesar 44,79 persen; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,93 persen serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,16 persen.

“Secara keseluruhan 3 lapangan usaha terbesar ini mengalami kenaikan kontribusi sepanjang tahun 2025, peranan ke-3 lapangan usaha tersebut mencapai lebih dari setengah total PDRB Batubara yaitu, 85,89 persen terhadap total ekonomi kabupaten Batuvara,” urainya.

Dari sisi pendekatan pengeluaran capaian kinerja ekonomi Kabupaten Batubara Tahun 2025, melambat sebesar 3,39 persen dibanding thun 2024 yang tumbuh 4,12 persen.

Di Tahun 2025, laku pertumbuhan tertinggi adalah  konsumsi rumah tangga (PK-RT). PK-RT mengalami percepatan sebesar 4,70 persen setelah sempat melambat di thun 2024 sebesar 4,51 persen.

Berbeda halnya, dengan laju konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) melambat 2,50 persen, diikuti oleh konsumsi pemerintah (PK-P) melambat 0,15 persen dan terjadi kontraksi dalam hal investasi yang ditandai oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar (9,25 persen).

Menurut Laila, selama 3 tahun terakhir, struktur ekonomi Batubara menurut pengeluaran tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Secara 3 besar dalam struktur perekonomian sisi pengeluaran  terdapat 3 aktifitas konsumsi terbesar yakni, konsumsi rumah tangga yang mencakup hampir separoh dari PDRB Batubara yaitu, sebesar 40,11 persen; konsumsi Net ekspor barang dan jasa 37,37 persen dan konsumsi untuk investasi PMTB 17,44 persen,” pungkasnya. (lIb/azw).