Home Blog Page 5400

Oknum ASN Selundupkan Sabu untuk Suami Kedua

MALU: Oknum ASN Pemko Medan, Sri Erita Mulyanti alias Upik tertunduk malu saat petugas Lapas memperlihatkan barang bukti kepada wartawan

MALU: Oknum ASN Pemko Medan, Sri Erita Mulyanti alias Upik tertunduk malu saat petugas Lapas memperlihatkan barang bukti kepada wartawan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – MODUSNYA, Upik yang merupakan oknum ASN di rumah sakit milik Pemko Medan ini menyimpan 5 paket sabu dengan berat kotor 51,02 gram di balik bra pada payudaranya. Sayang, modus yang dilakukan Upik terendus petugas Lapas Binjai.

Selain barang bukti sabu, petugas juga menemukan dua bungkus kondom merek Sutra warna hitam. Bahkan, dua telepon genggam milik Upik juga disita sebagai barang bukti.

“Seperti biasa, setiap pengunjung datang digeledah. Tadi pada pukul 14.30 WIB, secara kebetulan ada pengunjung yang ingin mengunjungi suaminya,” ujar Kepala Pengamanan Lapas Binjai, Imanuel Ginting, Minggu (21/4).

Menurut Imanuel, Upik semula menolak untuk digeledah seluruh tubuhnya. Karena menjalankan prosedur, petugas tetap menggeledah pengunjung tersebut.

“Semua digeledah, baik pakaian dalam, sendal dan sepatu. Ternyata setelah digeledah, dapatlah barang tersebut diduga sabu-sabu. Di bagian BH,” ujar dia.

Awalnya, sambung KPLP, Upik tak mengetahui bahwa itu sabu. Meski demikian, petugas Lapas berhasil membujuk pengunjung tersebut yang akhirnya mengaku bahwa yang dibawanya adalah sabu. “Ada 3 bungkus ditambah dua bungkus sabu dan juga ada dua bungkus kondom sutra,” jelas dia.

KPLP menambahkan, suami Upik adalah Dedi Supriono yang merupakan suami keduanya. Suami pertama Upik merupakan seorang polisi yang bertugas terakhir di Polres Simalungun.

“Dedi merupakan napi kasus narkotika yang divonis 8 tahun dan sudah menjalani hukuman sekitar 2 tahun,” tandas Imanuel.

Sementara, Upik hanya tertunduk lesu ketika diwawancarai. Menurut Upik, yang menyuruh membawa sabu ke dalam Lapas Binjai adalah suaminya dan seorang pria bernama Zakir.

Ditanya lebih rinci apakah Zakir gembong narkoba ternama asal Kota Medan? Upik tak menjawab.

“Zakir dan suami saya (yang menyuruh). Baru ini pertama, sebelumnya tidak pernah,” ujar Upik di Lapas Binjai. Upik juga membenarkan, napi yang mendekam di dalam Lapas Binjai merupakan suaminya yang kedua.

“Saya tidak pakai sabu. Tidak dapat uang juga. Ini suami kedua,” pungkasnya. Kini, Upik sudah diserahkan petugas Lapas ke Penyidik Satresnarkoba Polres Binjai guna penyidikan lebih lanjut. Kanit II Satresnarkoba, Ipda Rudi Simatupang yang menjemput Upik di Lapas Binjai. (ted/ala)

Peringatan Hari Kartini

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAKAIAN KEBAYA: Seorang petugas SPBU mengenakan kebaya saat bekerja di SPBU Jalan Putri Hijau Medan, Minggu (21/4). Semua petugas perempuan di SPBU tersebut mengenakan kebaya untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAKAIAN KEBAYA: Seorang petugas SPBU mengenakan kebaya saat bekerja di SPBU Jalan Putri Hijau Medan, Minggu (21/4). Semua petugas perempuan di SPBU tersebut mengenakan kebaya untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.

Reklamasi Bisa Tenggelamkan Belawan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musim banjir pasang air laut (banjir rob) di kawasan pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Marelan tampak kian meluas dari hari kemarin.

Diduga, kian parahnya banjir rob tersebut dampak dari reklamasi Pelabuhan Belawan yang dikhawatirnya bisa menenggelamkan Belawan.

Pantauan wartawan Koran ini, kondisi banjir pasang air laut tidak terbendung, membuat sebahagian besar warga Bagan Deli, Pajak Baru Jalan Kampar Belawan 1, di Kecamata Medan Belawan serta beberapa pemukiman di Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan terkepung banjir rob.

Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman mengatakan, warga Belawan semangkin resah dengan tingginya air pasang laut yang melanda di enam Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Belawan.

“Penderitaan masyarakat akibat air pasang itu disebabkan karena semangkin banyaknya kawasan hutan mangrove (bakau) yang ditimbun menjadi daratan pembuatan depo kontainer, tambak serta pengembangan lahan Pelindo 1 Belawan dengan melakukan reklamasi. Kita khawatir, dampak reklamasi ini bisa menenggelamkan Belawan,” tegas Abdul Rahman, Minggu (21/4).

Dikatakan pria yang akrab disapa Atan ini, pemerintah harusnya serius mengkaji perizinan bangunan yang merusak tatanan resapan air. Selain itu, adanya program mengatasi dampak air pasang harus segera diprioritaskan.

“Mau sampai kapan masyarakat Belawan terus menderita banjir air pasang. Jangan hanya kepentingan pengusaha, masyarakat yang dikorbankan. Kita berharap, pemerintah agar segera mencari solusi ini, agar 5 atau 10 tahun ke depan banjir rob ini tidak semakin parah,” cetusnya.

Sementara, Tokoh Masyarakat Medan Utara, Awalludin menegaskan, sudah banyak pembangunan dan resapan air tertutup yang mengakibatkan tingginya volume air pasang ke daratan. “Untuk itu, kepada pemerintah daerah sudah memikirkan jangka panjang agar air pasang dapat diantisipasi dengan dibangun kanalisasi. Tujuannya untuk mengantisipasi luapan air laut ke daratan pemukiman warga,” ujar dia.

Untuk pembangunan kanal, lanjutnya, perlu dipikirkan dari sekarang, dengan meminta pendapat dari tenaga ahli. Sedangkan soal anggaran, perlu dilakukan kordinasi dengan perusahaan yang ada di sekitar pesisir pantai.

“Membangun kanal biayanya besar, pemerintah sudah bisa memanfaatkan dana CSR dari perusahaan yang ada, agar kanal yang mungkin bagian dari solusi, mampu menyelamatkan Belawan dari ancaman banjir,” kata Awel.

Sebelumnya, wacana pembangunan tanggul atau benteng sepanjang 12 kilometer (Km) untuk mengatasi banjir rob atau pasang laut yang akan dilakukan Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), masih dalam kajian atau revisi.

Hal itu dikatakan Wali Kota Medan, HT Dzulmi Eldin, beberapa waktu lalu. Kata Eldin, pembangunan yang sudah terwacanakan sejak tahun 2016, masih perlu kajian dan peninjauan ulang dari pemerintah pusat.”Pembangunan tanggul itu, masih menunggu perubahan, karena ada beberapa yang harus direvisi. Kita doakan, dalam tahun ini agar segera terlaksana,” kata Eldin.

Dengan proyek pembangunan yang akan menyerap anggaran APBN senilai Rp700 miliar itu, dapat mengatasi dampak dari banjir rob yang terus menggenangi pemukiman warga di Belawan.

“Untuk detail enginering desain (DED) sudah ada, jadi kita masih menunggu keputusan dari pusat untuk pelaksanaan pembangunannya,” aku Eldin. (fac/ila)

Proyek RS Tipe C di Medan Labuhan, Desember Ditarget Rampung

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe C di Jalan Kol L Yos Sudarso kilometer 19, Kelurahan Pekan Labuhan, Medan Labuhan, masih mengalami kendala. Namun, proyek ini ditargetkan rampung pada Desember tahun ini.

Kepala Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Dinas Perkim-PR) Kota Medan, Benny Iskandar mengakui, pembangunan rumah sakit ini memang ada kendala. Sebab, dalam perencanaan awal tidak diurus dulu penghapusan asetnyan

Saat penandatangan kontrak pada Agustus 2018 lalu, tidak diurus pelepasan aset karena pembangunan rumah sakit ini menggunakan lahan bekas puskesmas. Berdasarkan aturan pengelolaan keuangan dan aset negara, ketika aset dihancurkan maka materialnya terlebih dahulu dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.

“Pelepasan asetnya kini sudah diurus dan prosesnya rampung pada Oktober 2018. Namun demikian, ternyata ada masalah lain pada kontruksi bangunan. Artinya, ketika akan dimulai pengerjaan ternyata ada masalah teknis konstruksi. Namun pihaknya telah dibantu tenang ahli konstruksi dan sudah ada solusinya,” ujarnya.

Dipaparkannya, perencanaan semula 26 meter pondasi. Setelah tiang pancang masuk 26 meter tidak berhenti, ternyata belum ketemu tanah kerasnya. Maka dari itu, dengan terpaksa dilakukan pengeboran mendalam hingga 70 meter dan barulah ketemu titiknya.

“Dengan berubahnya perencanaan, maka anggarannya pun juga demikian. Perubahan tiang pancang dari 26 meter ke 70 meter merubah anggaran hingga Rp10 miliar. Walau berubah perencanaan, nilai proyek Rp102 miliar tidak bisa dirubah. Makanya, diputuskan ada perubahan dan ada yang dihilangkan. Misalkan, jumlah pengadaan AC dikurangi atau tidak dibuat taman,” cetusnya.

Dia berharap progresnya pada minggu pertama Juni tahun ini selesai struktur bangunan. Pondasi sudah selesai sampai ke atap. Selanjutnya, tinggal pekerjaan penutupan dan arsitektural di bagian bawah.

Untuk itu, pihaknya menargetkan proyek ini rampung paling tidak pada minggu pertama Desember. Artinya, sudah selesai pembangunannya. Namun, terdapat catatan atau tolak ukur apabila minggu pertama Juni struktur sudah selesai maka agak aman. Setelah struktur selesai, pengerjaan lainnya bisa dikebut.

“Pengerjaan struktur bangunan bisa dibilang memakan waktu, minimal rata-rata 21 hari. Misalnya, ketika dicor maka harus matang dulu sekian hari. Selanjutnya, barulah bisa dikerjakan yang lain. Jika usia coran tidak sampai 21 hari, maka yang terjadi seperti bangunan runtuh yang di Ringroad. Makanya, harus benar-benar matang dulu strukturnya,” ujarnya.

Terpisah, Anggota DPRD Medan daerah pemilihan Medan Utara, M Nasir mengatakan, sangat kecewa dengan terkendalanya pembangunan rumah sakit tersebut. Padahal, rumah sakit itu diharapkan mampu meng-cover pelayanan kesehatan di kawasan Medan Utara. “Sudah sepantasnya kawasan Medan Utara memiliki rumah sakit yang besar dan lengkap alatnya, sehingga saat ingin berobat tidak perlu jauh-jauh ke inti kota,” ujarnya.

Nasir meminta, kepada masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Sebab anggaran yang diperuntukkan buat pembangunannya, bersumber dari uang rakyat melalui APBD. “Kita sudah lama mendorong agar perencanaan ini segera terealisasi, tapi kenyataannya ada kendala sehingga terhambat pembangunannya,” tandas dia.

Untuk diketahui, pada 19 September 2018 lalu Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meletakkan batu pertama yang turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan. Direncanakan, akan dibangun 8 lantai dengan dilengkapi dua lift, basement dan ruang parkir yang cukup memadai. Total luas bangunan, sekitar 13.539 meter persegi. (ris/ila)

Benahi Sungai di Medan, Gubsu Panggil Tim Ahli

SUSURI SUNGAI: Gubsu, Edy Rahmayadi bersama Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyusuri Sungai Babura.
SUSURI SUNGAI: Gubsu, Edy Rahmayadi bersama Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyusuri Sungai Babura.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyusuri Sungai Babura, Sabtu (20/4). Penyusuran ini dilakukan untuk melihat secara dekat kondisi Sungai Babura yang selama ini sangat rentan meluap sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

Penelusuran dimulai dari pinggiran Sungai Babura persisnya dekat Kantor Lurah Beringin, Kecamatan Medan Selayang serta berakhir di Taman beringin Jalan Sudirman Medan. Selain Wakil Wali Kota dan Gubsu, penyusuran Sungai Babura juga diikuti Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPND) Sumut Riadir Akhir Lubis, Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan H M Husni SE dan usur Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II.

Sebelum penyusuran dimulai, Gubsu mengingatkan bahwa kegiatan yang dilakukan itu bukan bertamasya melainkan melakukan evaluasi dalam rangka mengatasi banjir yang selama ini terjadi. Untuk itu Gubsu berharap agar penyusuran sungai seperti ini dilakukan rutin, minimal sebulan sekali. “Jadi penyusuran sungai yang dilakukan ini bukan main-main,” kata Gubsu.

Dikatakan Gubsu, mengatasi banjir sangat penting untuk segera dilakukan. Tidak hanya mengatasi rumah warga direndam air, tetapi juga mengatasi agar warga terhindar dari penyakit, terutama paru-paru. Sebab, berdasarkan pengakuan salah seorang ahli dari Belanda dalam satu acara di Hotel Santika beberapa waktu lalu menyebutkan, dari 34 provinsi, orang-orang di Sumut ternyata memiliki paru-paru terjelek.

“Ketika saya tanya mengapa itu terjadi, ahli dari Belanda itu mengatakan salah satu penyebabnya adalah sampah. Dengan adanya sampah menyebabkan banyaknya lalat tanpa disadari menghinggapi makanan yang kita makan dan berdampak dengan kesehatan. Faktor kedua adalah akibat banjir. Sungai yang banjir membawa kotoran dan pascabanjir akhirnya mengering dan kemudian menguap. Uap sisa banjir yang bercampur dengan kotoran itulah yang kemudian dihirup,” ungkapnya.

Masih kata ahli dari Belanda itu, sambung Gubsu, paru-paru terjelek pertama di Sumut adalah orang-orang Medan, sedangkan paru-peru terjelek kedua kedua adalah Kota Tebingtinggi. Tentunya, bilang Gubsu, hal ini harus segera disikapi. Apalagi Kota Medan diketahui dalam dua tahun sekali akan terjadi banjir besar. Guna mengatasi persoalan banjir tersebut, telah dipanggil seorang ahli yang pernah menangani Sungai Ci Tanduy yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Inilah orangnya, saya paksa dia datang untuk mengatasi persoalan banjir ini dan telah membuat buku terkait mengatasi persoalan banjir. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, banjir Jakarta maupun banjir di Bandung ternyata berbeda dengan banjir yang terjadi di Kota Medan. Untuk itu kita harus serius dan disiplin mengatasi banjir, kita tidak mau anak cucu nanti jadi korban,” paparnya sambil menunjuk seorang pria paro baya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi mengaku sangat gembira dengan adanya kegiatan penyusuran sungai yang dilakukan dalam upaya mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Kota Medan. “Ini adalan mimpi Pemko Medan yang selama ini sangat dinantikan,” kata Akhyar.

Menurut Akhyar, penanganan banjir secara keilmuwan mudah ditangani, namun problem sosial tidak gampang melakukannya. Oleh karenanya diperlukan edukasi kepada masyarakat, yakni tidak tinggal di bantaran sungai, juga tidak buang sampah sembarangan.

Sebagai salah satu solusi, lanjut Akhyar, Pemko Medan akan membangun rusunawa untuk menampung warga yang tinggal di bantaran sungai. “Upaya inilah yang perlu edukasi, sebab masyarakat yang selama ini sudah puluhan tahun tinggal di bantaran sungai menolak dilakukan relokasi meskipun tempat relokasi lebih layak dari tempat yang dihuni mereka selama ini. Untuk itulah mari kita bersama-sama menyelesaikan problema sosial ini. Kami sudah punya rencana untuk itu, mari kita duduk bersama mengatasinya dan rencana yang telah kami siapkan itu dapat diintegrasikan,” paparnya.

Penelusuran Sungai Babura dipimpin langsung Gubsu yang diawali dengan doa bersama. Setelah itu penelusuran pun dimulai dengan menggunakan delapan perahu milik BPBD Provinsi Sumut dan Kota Medan. Dalam penelusuran yang dilakukan tersebut, Gubsu dan rombongan mendapati kondisi Sungai Babura mengalami pendangkalan yang cukup parah. Kondisi itu diperparah lagi dengan banyak sampah rumah tangga yang dibuang masyarakat ke dalam sungai. (ris/ila)

Pemprovsu Bakal Rekrutmen Pegawai PPPK, DPRD Sumut Mendukung

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS ASN: Pegawai ASN saat mengikuti upacara. Pemrovsu berencana merekrut PPPK tahun ini. PERINGATAN HARI GURU_PERINGATAN HARI GURU.Sejumlah guru menjadi pelaksana upacara bendera pada peringatan Hari Guru di Yayasan Sekolah Almanar, Jalan Karya Bakti, Medan, Jumat (25/11). Para guru berganti peran dengan murid yang biasanya menjadi pelaksana upacara. Sebagian sekolah memperingati Hari Guru dengan berbagai kegiatan, diantaranya pentas seni dan berbagai lomba.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
ASN: Pegawai ASN saat mengikuti upacara. Pemrovsu berencana merekrut PPPK tahun ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) rencananya ingin melakukan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini mendapat dukunganan dari DPRD Sumut.

Anggota Komisi E DPRD Sumut yang mengawasi tentang Ketenagakerjaan, Juliski Simorangkir mengatakan, Pemprovsu harus serius bila ingin melakukan hal itu dan tak hanya sekadar wacana.

“Kalau memang serius ingin melakukan perekrutan pegawai PPPK ditahun ini juga ya silahkan saja, kami dukung. Tapi jangan asal wacana saja, tapi takutnya malah tidak ada keseriusan dari pihak pemerintah provinsi (Sumut) dalam mewujudkan hal itu. Kasihan nanti mereka yang mau direkrut, kalau tidak jadi nanti mereka yang mau direkrut yang kecewa,” ucap Juliski kepada Sumut Pos.

Hal itu disebutkan Juliski bukan tanpa alasan. Pasalnya, awal tahun kemarin Pemprov Sumut memiliki peluang untuk melakukan perekrutan kepada lebih dari 170 orang guru honorer K2 menjadi pegawai PPPK. Namun, kesempatan itu terbuang percuma begitu saja karena pihak BKD Provsu yang dinilai tidak tanggap dengan informasi yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pihaknya.

“Kasihan guru-guru honorer itu, sudah berharap mau jadi pegawai PPPK malah tidak jadi lantaran tidak tanggapnya BKD dalam merespon informasi dari pusat. Sedangkan provinsi lain, mereka berhasil melakukan perekrutan kepada ratusan guru honorer mereka menjadi pegawai PPPK,” jelas Juliski.

Untuk itu, kata Juliski, apabila kali ini pemerintah provinsi yang dalam hal ini diurus oleh BKD Provsu serius untuk melakukan perekrutan pegawai PPPK pada tahun ini, maka komisi E DPRD Sumut pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan membantu niat baik itu.

Seperti diketahui, pemerintah provinsi Sumut berniat untuk mengajukan perekrutan pegawai PPPK dalam tahun ini. Permintaan itu mengingat Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lahir dari desakan para tenaga honorer yang sudah lama mengabdi. (mag-1/ila)

Memperingati Hari Kartini, Grab Beri Penghargaan kepada Driver Perempuan

M IDRIS/sumut pos NASI TUMPENG: Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi memberikan nasi tumpeng kepada perwakilan Grab Indonesia di acara. dalam acara Momen Apresiasi Mitra untuk memperingati Hari Kartini, yang digelar di Hotel Emerald Garden, Minggu (21/4).
M IDRIS/sumut pos
NASI TUMPENG: Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi memberikan nasi tumpeng kepada perwakilan Grab Indonesia di acara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, Grab Indonesia bersama Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara memberi penghargaan kepada driver perempuan di Sumatera Utara.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian acara yang bertajuk Momen Apresiasi Mitra, yang digelar di Hotel Emerald Garden, Medan, Minggu (21/4).

General Manager & Public Affair Grab Indonesia, Raden Guruh Gunawan Ismaela menjelaskan, penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi yang digagas oleh Grab Cabang Medan bersama TP PKK Sumut. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas ketulusannya dalam perjuangan di tengah kerasnya jalanan kota.

“Dari jumlah sekitar 10.000 driver Grab di Sumut, 4-5 persen yang merupakan driver perempuan kita beri penghargaan. Jadi, kita bicara mengenai representasi tentang perempuan di era digitalisasi dan tercetuslah di momen yang pas pada Hari Kartini ini,” kata Guruh disela-sela kegiatan.

Guruh menyebutkan, driver perempuan yang diberikan apresiasi terutama untuk mitra-mitra yang memberikan pelayanan terbaik bagi penumpangnya. Mereka mengikuti kode etik yang diberikan perusahaan dalam kesehariannya memberikan pelayanan. “Penghargaan yang diberikan selain mengikuti kegiatan, juga dalam bentuk pemberian jaket, helm dan beberapa souvenir,” sebutnya.

Kata dia, sosok Kartini menjadi inspirasi lebih yang luar biasa di era digitalisasi. Kini, Kartini dapat berperan besar dalam mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera, mendukung pilar ekonomi keluarga, mendukung percepatan ekonomi secara digital, mendukung Medan Smart City, dan mendukung Sumatera Utara menjadi lebih bermartabat.

“Bersama Grab, Kartini kini dapat tumbuh bersama menjadi pilar ekonomi baru keluarga melalui service transportasi, mengembangkan bisnis bersama Grab Food, dan lebih mudah mengirimkan barang dengan Grab Express,” tutur Guruh.

Diutarakannya, acara ini merupakan persembahan Grab untuk mitra terbaiknya. Melalui kategori mitra terbaik, komentar terbaik dan komunitas terbaik, Grab terus berupaya memberikan apresiasi kepada seluruh mitranya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sumatera utara yang diukur dari kualitas service Grab setiap harinya.

“Dalam acara ini juga ada konvoi bersama Kartini (driver prempuan) Grab dan PKK Sumatera Utara, bakti sosial ke panti asuhan dan make up session serta games yang akan diberikan oleh Oriflame sebagai salah satu mitra Grab Indonesia di Medan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan acara ini diharapkan terus membangun semangat perjuangan dan membuktikan kepada dunia bahwa menjadi perempuan adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa dan perempuan adalah makhluk yang istimewa. Salah satunya adalah perempuan mampu melahirkan calon generasi yang hebat.

“Perempuan perempuan hebat ini harus yakin dan bisa menurunkan angka stunting dan kematian ibu serta bayi yang lahir di Sumatera Utara. Hal ini demi menjadi bangsa dan keluarga yang kuat di masa yang akan datang,” tuturnya.

Sementara, Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis Edy Rahmayadi menuturkan, perempuan harus menjaga kesehatan baik jasmani dan rohani karena tidak ada perempuan hebat yang tidak memiliki kesehatan. Dengan begitu, perempuan hebat akan melahirkan anak-anak yang hebat pula untuk menjadi generasi penerus bangsa ini.”Gender jangan menjadi suatu batasan untuk meraih mimpi. Perempuan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan harus mampu eksis,” katanya.

Menurutnya, angka stunting di Sumut masih tinggi. Untuk itu, dihimbau kepada masyarakat dapat turut menurunkan angka tersebut dengan berpartisipasi. “Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk menurunkan stunting dan angka kematian ibu ketika melahirkan,” pungkasnya. (ris/ila)

Revitalisasi Pasar Inpres Belawan Menunggu Penghapusan Aset

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Revitalisasi atau peremajaan bangunan Pasar Inpres Belawan di Jalan Bunga, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan, belum juga terealisasi. Proyek yang sudah dianggarkan pada APBD 2019 ini belum tuntas masalah penghapusan aset hingga belum dilelang atau ditenderkan.

Kepala Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Dinas Perkim-PR) Kota Medan, Benny Iskandar mengaku, pembangunan pasar ini merupakan salah satu program prioritas di tahun 2019 selain beberapa kantor dinas. Sebab, tempat relokasi pedagang sudah dibangun di Jalan Sumatera, Kelurahan Belawan II atau tepatnya di belakang stasiun PMB.

“Kita sudah berkoordinasi dengan PD Pasar untuk pengosongan lokasi pasar tersebut karena akan dibangun. Namun, sebelum itu harus dilakukan penghapusan aset yang saat ini masih proses,” ujarnya yang ditemui akhir pekan lalu.

Menurut Benny, penghapusan aset dilakukan mengingat bangunan pasar yang lama akan dibongkar seluruhnya. Oleh karena itu, nilai aset yang tercatat secara akutansi pun harus dihapus. “Artinya, pembongkarannya dilelang dan seterusnya baru bisa dikerjakan bangunan baru,” ucapnya.

Diutarakan Benny, setelah penghapusan aset tuntas dilakukan belum bisa langsung ke tahap pembangunan fisik. “Sembari berjalan proses penghapusan aset dilakukan proses lelang. Namun, dalam lelang paling tidak memakan waktu dua hingga tiga bulan. Jadi, dalam proses lelang ini diselesaikan juga penghapusan asetnya,” kata dia.

Benny mengaku, proses lelang atau tender rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat. Akan tetapi, tidak disebutkan secara pasti kapan mulai dibuka. “Paling tidak pada akhir bulan ini dilelang, karena akhir tahun (Desember 2019) targetnya harus selesai dan sudah bisa ditempati pedagang. Sebab, sudah dianggarkan dalam APBD,” paparnya.

Dia membeberkan, anggaran yang disiapkan dalam APBD sekitar Rp20 miliar. Nantinya, ketika bangunan pasar direvitalisasi maka pedagang diungsikan ke tempat relokasi yang telah dibangun. “Anggaran yang disiapkan untuk membangun Rp20 miliar, sedangkan pembangunan tempat relokasi pedagang sekitar Rp4 miliar,” tukasnya.

Sementara, Anggota DPRD Medan dari daerah pemilihan Medan Utara, Bahrumsyah menyatakan, revitalisasi Pasar Inpres Belawan harus dikerjakan oleh kontraktor yang benar-benar pengalaman. Sebab, para pedagang sangat menanti-nanti untuk berjualan di sana.

“Pembangunan Pasar Kampunglalang harus menjadi pelajaran, jangan sampai terulang ke Pasar Inpres Belawan. Makanya, harus dikerjakan sesuai waktu yang ditetapkan dan kontraktor yang memenangkan tender nantinya benar-benar memiliki pengalaman,” ujar Bahrumsyah.

Kata dia, kontraktor yang membangun pasar itu wajib diawasi dalam pengerjaannya. Jangan nanti tiba-tiba dibangun cepat tapi konstruksi bangunannya menyalah. “Konstruksi bangunan harus disesuaikan dengan perjanjian kontrak, jangan ada yang berkurang sehingga tidak bermasalah nantinya,” tegas Bahrumsyah. (ris/ila)

150 Kantong Darah Terkumpul

BERSAMA: Panitia donor darah foto bersama di Jalan Setia Jadi No 16-18 Medan, Minggu (21/4).
BERSAMA: Panitia donor darah foto bersama di Jalan Setia Jadi No 16-18 Medan, Minggu (21/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Komunikasi Siaga Bhayangkara Keluarga Besar Putra-Putri Polri Sumatera Utara (Satkom Sibhara KBPPP Sumut) bersama Bengkel 26 Mobil, Trust Charity, dan PT Mobil ADS menggelar donor darah di Jalan Setia Jadi No 16-18 Medan, Minggu (21/4). Bakti sosial ini diikuti ratusan pendonor darah yang mayoritas dari costumer Bengkel 26 Mobil.

Ketua Panitia Rudi Ng kepada wartawan mengatakan, donor darah ini terlaksana berkat kerja sama beberapa panitia yang memiliki komitmen untuk beramal.

“Awalnya memang cukup sulit kita meyakinkan karyawan dan teman-teman. Hingga akhirnya teman-teman mengerti kalau kita hanya ingin membantu orang yang membutuhkan juga untuk menjaga kesehatan,” tuturnya didampingi Ketua Satkom Sibhara KBPPP Sumut Asong alias Indra Gunawan.

Menurut Rudi banyak manfaat dalam mendonirkan darah. Di antaranya, meningkatkan produktivitas kesehatan.

“Terima kasih kepada pendukungan dan partisipasi masyarakat dalam donor darah ini sehingga terkumpul 150 bungkus darah, dan terima kasih juga kepada Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dan Advertising Prima Kencana yang mendukung acara ini, “ terangnya.

Melihat kegiatan ini, Ketua Satkom Subhara KBPPP Sumut Asong merespon penuh. “Panitia juga membagi-bagikan paket sembako kepada 200 pendonor,” tuturnya.

Menurut Asong, kegiatan seperti nanti bisa diagendakan setiap tahunnya. Selain beramal, donor arah ini juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Pada kesempatan itu, panitia turut merangkul pihak rekanan untuk meramaikan kegiatan. Dengan banyaknya peserta, dapat terkumpul banyak kantong darah. Sehingga membantu Palang Merah Indoneia dalam memenuhi kebutuhan darah yang masih cukup tinggi. (azw/ila)

Masuk Tol Rampah-Tebingtinggi, Rp980 per Kilometer

ist RAMPUNG: Pembangunan Jalan tol Seirampah-Tebingtinggi telah rampung dan saat ini pemerintah menetapkan tarif masuk sebesarRp980 per Kilometer atau Rp9.114 sekali melintas.
ist
RAMPUNG: Pembangunan Jalan tol Seirampah-Tebingtinggi telah rampung dan saat ini pemerintah menetapkan tarif masuk sebesarRp980 per Kilometer atau Rp9.114 sekali melintas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penggunaan jalan tol Seirampah-Tebingtinggi mulai hari ini berbayar sesuai tarif yang telah ditentukan sebesar Rp9.114. Sebelumnya, pemerintah menggratiskan peng gunaan tol tersebut sejak 25 Maret lalu.

Tarif sebesar Rp 9.114 itu, dihitung dari panjang tol 9,3 Km dikalikan Rp 980 per Kilometer. Dan ketentuan besaran tarif berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 257/KPTS/M/2019.

“Tarifnya Rp 980 per Kilometer dibayar dengan nontunai pakai kartu tol elektronik atau e-toll card,” ujar Direktur Teknik PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT), Agus Kholiq, Minggu (21/4).

Pemberlakuan tarif berbayar itu, sekaligus menandai berakhirnya pemberlakuan tarif fungsional Rp 0 atau gratis yang ditetapkan PT Jasamarga Kualanamu Tol sejak 25 Maret 2019 lalu.

Dengan beroperasinya tol Rampah-Tebing, saat ini jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 KM telah beroperasi sepenuhnya. Pengguna jalan yang mengakses jalan tol ini dapat mempersingkat waktu tempuh antara Medan-Tebing Tinggi menjadi sekitar 45 menit.

Keberadaan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi juga dapat memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba. (ian/han)