Home Blog Page 5399

Viva Cosmetics Perkuat Pasar Domestik

DUKUNG: Viva Cosmetics menjadi sponor dalam acara Surabaya Fashion Festival, belum lama ini.
DUKUNG: Viva Cosmetics menjadi sponor dalam acara Surabaya Fashion Festival, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mulai pulihnya kondisi ekonomi nasional berpengaruh pada industri kecantikan tanah air. Salah satunya Viva Cosmetics. Terbukti, produsen kosmetik asal Surabaya itu berhasil mencatatkan kinerja positif di awal tahun 2019. Karena itu, untuk lebih memperkuat bisnisnya, memasuki kuartal kedua tahun ini Viva akan meresmikan kantor perwakilan di Malang.

Direktur Distribusi Viva Cosmetics Area Indonesia Timur Yusuf Wiharta mengatakan, kehadiran kantor perwakilan bisa memberikan dampak positif bagi kelangsungan perusahaan. Terlebih lagi area Malang dan sekitarnya selama ini telah menyumbang persentase pendapatan yang cukup besar bagi kawasan Indonesia Timur. ”Lebih dari 5 persen angkanya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/4).

Nantinya kantor perwakilan Malang akan mengcover keperluan Viva untuk area Malang Raya seperti Lawang, Kabupaten Malang, Kota Malang, Batu, hingga Blitar. Dia berharap kehadiran kantor perwakilan mampu memberikan dampak secara langsung di tahun ini. Baik product awareness maupun penjualan.

”Dengan hadirnya kantor perwakilan, tentu mempermudah sinergi kami dengan pihak-pihak terkait. Sebab kunci untuk mencapai kesuksesan adalah sinergi dengan semua pihak,” jelas Yusuf. Selain area Malang, Viva juga telah memiliki kantor perwakilan di beberapa daerah lain. Seperti Jember, Semarang, dan kota besar lainnya.

Tak hanya fokus pada pasar domestik, Viva juga mulai melakukan mapping untuk keperluan ekspor. Setelah tahun lalu melakukan perjalanan bisnis dan menggali potensi pasar di Belanda dan Perancis, tahun ini rencananya manajemen akan melihat potensi di kawasan Timur tengah dan Rusia.

”Kami akan ke Muscat, Oman pada akhir bulan April ini. Lalu ke Rusia di awal Agustus mendatang,” tutur Yusuf.

Tak hanya berkunjung, Viva juga akan mensupport kegiatan kebudayaan Indonesia di negara-negara tersebut. Seperti dengan melakukan event fashion show dan parade kebudayaan. ”Ini merupakan tanggung jawab moral kita sebagai bagian dari Indonesia untuk terus mempromosikan negeri ini. Apalagi Viva merupakan produk asli Indonesia yang sudah berusia lebih dari 57 tahun,” tegasnya.

Memang diakuinya kontribusi ekspor Viva selama ini masih kecil. Hanya sekitar 5 persen dari total keseluruhan produksi. ”Tapi tentu, ini tetap harus di-manage dengan baik sehingga bisa meningkat di tahun-tahun ke depan,” lanjut Yusuf. (jpc/ram)

Indosat Manfaatkan Infrastruktur Langit

ISTIMEWA TANDA TANGAN: Direktur Utama Bakti Anang Latif dan Chief Business Officer Indosat Ooredoo Intan Sari menandatangani nota kesepahaman atau MoU mengenai pemanfaatan layanan Palapa Ring di Jakarta, belum lama ini.
ISTIMEWA
TANDA TANGAN: Direktur Utama Bakti Anang Latif dan Chief Business Officer Indosat Ooredoo Intan Sari menandatangani nota kesepahaman atau MoU mengenai pemanfaatan layanan Palapa Ring di Jakarta, belum lama ini.

Indosat Ooredoo menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi internet cepat yang dibangun pemerintah, yaitu Palapa Ring, yang sering dijuluki infrastruktur langit.

Baru-baru ini Indosat Ooredoo dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan penandatangan nota kesepahaman atau MoU mengenai pemanfaatan layanan Palapa Ring. Penandatangan dilakukan Direktur Utama Bakti Anang Latif dan Chief Business Officer Indosat Ooredoo Intan Sari.

Disebutkan dalam keterangan dari Kominfo, nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mewujudkan efektifitas kerja, pola kerja terpadu, terarah dan berkesinambungan dalam proses optimalisasi pemanfaatan layanan Palapa Ring.

Adanya MoU ini menjadi langkah awal dalam rangka pemanfaatan layanan Palapa Ring dengan bersinergi memanfaatkan potensi, keahlian dan fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Hal ini dilakukan demi mewujudkan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Di samping itu, menurut Anang Latif, MoU juga bertujuan mewujudkan efektifitas kerja, pola kerja terpadu, terarah dan berkesinambungan dalam mengoptimalisasi pemanfaatan layanan Palapa Ring.

“Sehingga, kami membuka peluang seluas-luasnya bagi penyelenggara layanan telekomunikasi untuk dapat memanfaatkan peluang ini dan menjadikannya sebagai prospek bisnis ke depan,” ujarnya.

Pelibatan Indosat Ooredoo sebagai mitra kerja sama dilatari pengalaman operator seluler tersebut dalam pengelolaan jaringan tulang punggung (backbone), serta bisnis untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan industry internet di Indonesia.

Palapa Ring menjadi langkah awal yang diambil oleh Bakti untuk mewujudkan konektivitas yang cepat dan murah. Dengan adanya Palapa Ring, seluruh kabupaten dan kota di Indonesia terkoneksi dengan jaringan serat optik. Jaringan itu, melengkapi jaringan serat optik yang sudah dibangun oleh industri telekomunikasi.

Khusus, untuk daerah tingkatan yang lebih kecil seperti kecamatan, kelurahan, sampai dengan tingkat desa belum sepenuhnya terlayani dengan program ini, melalui kerja sama itu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi agar biaya internet bisa lebih murah sehingga industri telekomunikasi dapat menjangkau pasar tersebut.

Diketahui Bakti merupakan unit organisasi noneselon di lingkungan Kominfo yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum, berada dibawah dan bertanggungjawab kepada menteri. Bakti memiliki tugas melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika.

Program yang dilakukan Bakti antara lain Palapa Ring (Bakti Paring), Penyediaan Akses Internet (Bakti Aksi), Penyediaan BTS (Bakti Sinyal) dan Satelit Multifungsi (Bakti Satria). (dtc/ram)

BI Dorong Pemprovsu Ciptakan Travel Halal

istimewa HALAL: Produk makanan dan minuman yang sudah mendapatkan sertifikat halal dipajang di mini market.
istimewa
HALAL: Produk makanan dan minuman yang sudah mendapatkan sertifikat halal dipajang di mini market.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut bekerja sama dengan Pemprovsu untuk membina masyarakat agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru, terutama pada sektor pariwisata, perekonomian syariah, ekonomi digital dan UMKM yang menuju kegiatan ekspor.

Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Andi S Wiyana mennyatakan selama ini Pemprov Sumut bergantung bergantung pada sektor komoditas. Sehingga, melupakan berbagai potensi lain untuk pertumbuhan ekonomi baru.

“Jadi sejauh ini kami (BI) mencermati dan Pemprovsu sependapat dengan itu dan memberi perhatian yang cukup melalui program-program yang selama ini kita lakukan bersama. Selain itu kita juga mendorong dan menyambut baik Pemprovsu untuk mulai memperhatikan sektor ekonomi baru katakanlah mengenai pariwisata lalu perekonomian syariah lalu ekonomi digital dan juga perekonomian yang berbasis UMKM menuju ekspor,” sebut Andi kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Andi mengungkapkan kontribusi UMKM sangat mendorong pertumbuhan perekonomian di provinsi ini lebih baik dan membuka lapangan pekerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi harus dilakukan pembinaan yang baik dan terpadu.

Ia mengatakan sangat tergiur dengan apa dilakukan Pemprov Sumut melakukan pembinaan UMKM menjadi mengarahkan produk-produk siap ekspor dengan menembus pasar internasional. Dengan itu, tidak terfokus dengan pasar lokal maupun nasional saja dalam pemasarannya.

“Memang untuk merealisasikannya butuh effort (upaya) yang tinggi sebab banyak sekali pekerjaan rumah yang kita lakukan. Namun kalau kita semua berpendapat dan berkomitmen ke arah (ekspor) tersebut kami optimis kita bisa mencapainya,” tutur Andi.

Andi mengungkapkan Pemprov Sumut terus mewujudkan pertumbuhan ekonomi sudah cukup maksimal salah satunya menekan angka inflasi dalam level yang terendah. Meski saat ini ekonomi syariah masih pada level bawah.

“Begitupun kita sudah ada pilot project di beberapa pesantren di Sumut dan ini sejalan dengan upaya pemerintahan daerah untuk pesantren,” kata Andi.

BI juga mendorong Pemprov Sumut untuk mengembangkan potensi alam wisatanya menjadi pertumbuhan ekonomi yang baru dan dapat dihandalkan. Andi mengatakan apabila Provinsi menjadi tujuan wisatawan nasional (Wisman) dan wisatawan mancanegara (Wisman) dengan mengambil konsep travel halal.

“Selain itu pada industri halal yang tidak hanya sebatas pada makanan tapi pada sektor-sektor lain seperti travel halal atau industri-industri lain yang bisa dikembangkan di Sumut sebab kami melihat pasarnya cukup potensial,” tandasnya.(gus/ram)

Pertamina Dukung UMKM Perempuan, Rp575 Juta Modal Bergulir Disalurkan

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos SIMBOLIS: Karyawan PT Pertamina MOR I menyerahkan bantuan dana bergulir secara simbolis kepada binaannya melalui Program Kemitraan (PK) di Medan, Minggu (21/4). Penyerahan ini diberikan kepada UMKM binaan yang digawai oleh wanita.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
SIMBOLIS: Karyawan PT Pertamina MOR I menyerahkan bantuan dana bergulir secara simbolis kepada binaannya melalui Program Kemitraan (PK) di Medan, Minggu (21/4). Penyerahan ini diberikan kepada UMKM binaan yang digawai oleh wanita.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I telah menyalurkan modal bergulir melalui Program Kemitraan (PK) senilai Rp275.000.000 untuk berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UKM) wanita yang menjadi binaannya. Acara penyaluran berlangsung di Jalan Yos Sudarso Medan, Minggu (21/4).

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, mengatakan kegiatan ini, sebagai bentuk memperingati hari Kartini, yang jatuh pada 21 April 2019.

“Menukil data dari International Finance Corporation (IFC), 43 persen UMKM digawangi perempuan. Jumlahnya menurut Bank Indonesia mencapai sekitar 37 juta orang. Kontribusi mereka pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pun tak kecil, mencapai 9,1 persen. Merekalah kartini-kartini masa kini, penggerak ekonomi pertiwi,” ujarnya.

Dijelskannya, 36 persen pelaku UMKM binaan Pertamina adalah perempuan. Sehingga sangat tepat, penyaluran dana ini berlangsung pada acara Kartini. Penyaluran dana bergulir ini sebagai bukti Pertamina yang ingin berkontribusi dalam pembinaan UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sejumlah 46 dari 128 mitra binaan Pertamina MOR I di Sumatera Utara adalah perempuan. Sejak 2016, kami menyalurkan dana pinjaman pada mitra binaan perempuan senilai Rp2,8 miliar,” jelas Roby.

Pemilik Usaha, Tophtea, Desi yang menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2017 menyatakan tak mudah merintis bisnis minuman teh kekiniannya. Bahkan Desi sempat berhadapan dengan preman saat menjual produknya.

“Berawal dari ketidakpuasan pada hidangan minuman di cafe, saya lihat ada peluang. Pada 2017, saya berhenti dari pekerjaan untuk merintis bisnis Tophtea,” kata Desi.

Awalnya ia hanya mempekerjakan dua orang dengan produksi sejumlah puluhan botol per hari.

Setelah menjadi mitra binaan Pertamina, bisnisnya berkembang. Pinjaman modal dari Pertamina, dimanfaatkan membeli mesin minuman, menambah jumlah pendingin, serta stok botol dan bahan baku dalam jumlah besar. Kini usahanya mempekerjakan lima orang dengan produksi mencapai ratusan botol per hari.

Selain bantuan modal, Desi juga mendapat dukungan pengembangan usaha dengan diikutsertakan berbagai pameran. “Pertamina mengikutkan saya dalam pameran di Medan, Padang dan Batam. Saya juga ikuti event yang dilaksanakan Pertamina,” lanjutnya..

Selama Januari hingga April 2019, tak kurang dari Rp575.000.000 modal bergulir telah disalurkan pada mitra binaan di Sumut. Adapun total penyaluran PK di Sumut periode 2016 – 2019 mencapai Rp8,4 miliar.

Selain dukungan pada perempuan pelaku UMKM, Pertamina juga memberi apresiasi bagi pelanggan perempuan . Manager Retail Fuel Marketing Pertamina MOR I, Rama Suhut, menjelaskan apresiasi bagi pelanggan berlaku di 21 SPBU kota Medan pada tanggal 21-22 April 2019. “Spesial untuk pelanggan perempuan pemakai Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex, kami sediakan jalur layanan khusus. Mereka juga mendapat promo khusus cashback,” jelas Rama. (gus/ram)

Saat Puasa dan Lebaran 2019, Permintaan Makanan dan Minuman Meningkat 20 Persen

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Saat memasuki bulan suci Ramadan hingga hari raya Idul Fitri nanti, diprediksi terjadi lonjakan konsumsi makanan dan minuman (mamin).

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Rachmat Hidayat menjelaskan, permintaan air minum dalam kemasan (AMDK) di tanah air diproyeksikan melonjak 20 persen saat puasa dan Lebaran bila dibandingkan dengan bulan biasa.

’’Memang tiap tahun dua momen itulah yang menjadi pendorong terbesar dalam pertumbuhan konsumsi AMDK,’’ ujarnya seperti diberitakan Jawa Pos.

Rachmat memperkirakan peningkatan terasa sejak minggu pertama bulan puasa. Puncaknya diprediksi terjadi pada minggu ketiga Ramadan sampai Lebaran. Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, pihaknya bersama anggota yang tergabung dalam Aspadin telah melakukan sejumlah persiapan.

Di antaranya, memaksimalkan produksi, menambah pasokan untuk menunjang permintaan, serta memperluas atau menyewa gudang guna menyimpan stok AMDK. ’’Kami juga menyiapkan logistik supaya distribusi barang lancar,’’ tutur Rachmat.

Berdasar data Aspadin, konsumsi AMDK tahun lalu tercatat 29 miliar liter secara nasional. Daerah yang memiliki jumlah konsumsi terbesar adalah Jawa–Bali dengan porsi 60 persen. Kemudian, disusul Sumatera, Sulawesi, dan daerah lainnya.

’’Sampai akhir tahun ini, kami harap angka konsumsinya bisa tumbuh 9–10 persen. Kami rasa, hingga Juni nanti, permintaan AMDK bisa mencapai 15 miliar liter,’’ terangnya.

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) juga berharap momen puasa dan Lebaran nanti bisa menjadi peluang untuk meningkatkan permintaan plastik di Indonesia. Wakil Ketua Umum Inaplas Budi Susanto Sadiman menuturkan bahwa kenaikan permintaan terhadap produk plastik dan kemasan sebenarnya sudah biasa terjadi saat Ramadan hingga Lebaran.

’’Kami prediksi ada peningkatan demand plastik sampai 20 persen jika dibandingkan dengan bulan normal,’’ ujarnya.

Peningkatan terbesar terjadi pada plastik jenis kemasan fleksibel yang biasanya digunakan membungkus mamin ringan. Kemudian, disusul kemasan kaku atau rigid yang sering kali dimanfaatkan sebagai wadah kue atau camilan. Untuk menyiasati peningkatan konsumsi plastik, Inaplas telah menyiapkan ketersediaan barang. Bahkan, beberapa produk plastik dan kemasan rigid mulai didistribusikan.

’’Intinya, para pelaku bisnis sejak bulan ini memesan bahan baku, melakukan produksi, lalu segera mengirim ke pemesan supaya tidak keteteran saat menjelang Lebaran,’’ tegas Budi. (jpnn/ram)

Berebut Tanah Warisan, Beru Ginting Tewas Dibacoki Abang Ipar

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS TEWAS: Tiurmina Ginting tewas setelah dibacoki abang iparnya karena berebut tanah warisan, Minggu (21/4).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TEWAS: Tiurmina Ginting tewas setelah dibacoki abang iparnya karena berebut tanah warisan, Minggu (21/4).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Hidup Tiurmina beru Ginting berakhir tragis. Nenek berusia 73 tahun itu tewas setelah dibacoki abang iparnya, Pulung Sembiring (76). Usut punya usut, peristiwa dipicu rebutan tanah warisan.

PERISTIWA terjadi di sebuah perladangan. Tepatnya di Dusun Bertungen Jehe, Desa Sukandebi, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Minggu (21/4) sekira pukul 13.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Tigalingga, Aiptu Bella Sembiring membenarkan kejadian itu.

“Ya benar, tersangka sudah menyerahkan diri ke Polsek Tigalingga,” ujar Bella melalui sambungan telepon kepada Sumut Pos, Minggu (21/4) siang.

Bersama personel Reskrim dan kepala desa, Bella langsung menyambangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Tersangka mengaku sudah lama meminta tanah warisan itu kepada Beru Ginting,” ujarnya .

Tanah yang diminta tersangka adalah warisan orangtuanya. Tetapi, korban tidak pernah mengabulkan permintaan itu.

“Akhirnya korban nekat menguasai ladang yang sudah ditanami korban dengan kakao (cokelat),” tutur Bella.

Minggu (21/4) siang, korban mendatangi tersangka ke ladang yang sudah dikuasai itu.

“Kenapa kau ambil ladang ini,” tanya korban seperti diakui tersangka kepada polisi.

“Ini tanah orangtuaku dan berhak aku berhak mengolahnya,” kata tersangka seperti ditirukan Bella.

Kemudian, tersangka sempat bermohon agar korban memberikan tanah walaupun hanya tiga rante. Agar bisa diolah untuk kebutuhan anak-anaknya.

“Karena masih ada yang bersekolah,” beber Bella.

Bukan diberikan, korban malah menendang tersangka. Diduga tersulut emosi, sebilah parang milik tersangka langsung dihujamkan ke kepala korban hingga 6 kali.

“Korban langsung tewas di tempat,” kata Bella.

Kini, tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Tigalingga.

“Sedangkan korban sudah dievakuasi ke RSUD Sidikalang. Selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.(mag-10/ala)

Korban Pemukulan Oknum Polisi Opname, Brigadir Teddy: Tidak Ada itu

BAMBANG/SUMUT POS OPNAME: RE terpaksa diopname di IGD RSU dr Djoelham Binjai usai dianiaya Brigadir Teddy, Sabtu (20/4)
BAMBANG/SUMUT POS
OPNAME: RE terpaksa diopname di IGD RSU dr Djoelham Binjai usai dianiaya Brigadir Teddy, Sabtu (20/4)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Korban pemukulan oknum polisi, RE (16) harus kembali masuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djoelham, Sabtu (20/4) sore. Warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara itu terpaksa harus mendapat rawat inap (Opname) untuk beberapa hari ke depan.

MENURUT korban saat berada di rumah sakit, akibat pemukulan itu dirinya masih merasa pusing dan nyeri di bagian leher serta kepala. Bahkan, korban mengaku kondisi tubuhnya masih lemas.

Selain itu, korban juga mengaku trauma dengan sikap oknum polisi yang menodongkan pistol dan melakukan penganiayaan kepada dirinya.

“Pistol itu ditodongkan dan dipukulkan ke kepala saya. Saya masih trauma, waktu kejadian saya sangat takut pistol itu meledak,” ungkapnya.

Sementara, dari hasil pemeriksaan, pihak rumah sakit menyarankan korban untuk melakukan scanning. Namun, korban tidak memiliki uang dan scanning tidak dapat dilakukan.

“Saran dokter scaning kepala. Tapi saya tidak ada uang. Paling nebus obat yang dikasi dokter aja,” ucap RE sambil menahan nyeri.

Informasi beredar, seorang oknum preman mengaku utusan polres mendatangi tempat korban berjualan di Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Jumat (19/4) malam.

Oknum preman itu menuding korban melakukan pengeroyokan terhadap keluarga polisi. Oknum preman itu juga melihat korban RE di rumahnya dan tak lama meninggalkan lokasi.

“Preman itu marah-marah. Dibilangnya kami mengeroyok keluarga polisi itu. Karena diusir warga, preman itu pergi. Katanya, dia mau menyelesaikan masalah perkelahian keluarga polisi itu dengan Nugi (teman korban RE),” ucap Ican, rekan RE.

Kapolsek Binjai Utara Kompol Saproni membenarkan peristiwa tersebut. “Kasusnya dilimpahkan ke PPA Polres Binjai, karena yang terlibat dalam perkara itu anak di bawah umur,” ucap Saproni.

Terpisah, Brigadir Teddy Pramono oknum polisi yang dituding melakukan tindak kekerasan membantah aksinya.

“Tidak ada itu (melakukan kekerasan). Ketika saya sedang berada di rumah dan sedang tidur, istri saya mendapat telepon dari keluarga yang mengatakan adik saya dikeroyok 10 orang di Simpang Kebun Lada Binjai,” kata dia.

Dijelaskannya, saat itu dia melihat adiknya sudah dalam keadaan berlumuran darah di bagian kepala. Melihat itu, dia membawa adiknya untuk ke lokasi pengeroyokan guna mencari pelaku.

“Di lokasi saya berhasil mendapati 2 orang pemuda yang mengaku ikut melakukan pemukulan tersebut,” terang dia.

Selanjutnya, dirinya membawa kedua remaja (salahsatunya korban) tersebut ke Polsek Binjai Utara dalam keadaan sehat. Namun Polsek Binjai Utara menyuruhnya untuk dibawa ke Polres Binjai.

Selanjutnya, bersama personel Polsek Binjai Utara, ia membawa kedua pria tersebut ke Polres Binjai.

“Saya pun membawa ke 2 laki-laki tersebut ke Polsek Binjai Utara dan ke Polres Binjai dalam keadaan sehat,” timpal Teddy.

Sayang, personel Polres Binjai mempersulitnya dengan berbagai alasan.

“Saya diminta untuk tidak malam ini membuat laporan, agar besok saja dengan alasan jupernya masih banyak berkas,” terangnya.

“Selanjutnya saya membawa adik saya berobat di RS Umum Binjai. Sedangkan kedua laki-laki terduga pelaku tersebut saya titipkan kepada piket SPKT dengan mengatakan ‘Bang ijin saya titip mereka dulu disini, saya mau berobatkan adik saya,’” jelasnya.

Kemudian, Teddy mengaku sekembalinya ke Polres Binjai, kedua pria tersebut sudah tidak ada. Petugas piket mengatakan, keduanya sudah dijemput pihak keluarga dan akan membuat laporan ke Mapolres Langkat.

“Mereka (korban) mau pengaduan dengan tuduhan saya memukul kedua pria itu menggunakan senjata. Salah satu warga juga katanya mengaku saya melakukan penembakan,” tutur Teddy.

“Saya tidak ada melakukan kekerasan. Saat ini pengaduan adik saya sudah diterima oleh Polres Binjai,” sambungnya.

Sekadar mengingatkan, seorang pelajar putus sekolah berinisial RE ditodong dan dipukul pistol oleh seorang oknum polisi yang bertugas di Mapolres Langkat, Kamis (18/4) malam. Tak terima, warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara itu langsung membuat laporan ke Polres Binjai.

Laporan korban diterima dengan nomor STPL/146/IV/2019/ SPKT-A Polres Binjai, Jumat 19 April 2019.

Dalam laporannya kepada polisi, RE mengaku peristiwa itu terjadi Kamis (18/4) sekira pukul 23.00 WIB.(bam/ala)

DPO Pembunuh Siswa SMK Dibekuk

IST/SUMUT POS TIBA: Ramadhan Tambunan alias Rambo (dua dari kiri) baru tiba di Mapolsek Labuhan usai ditangkap di Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (20/4).
IST/SUMUT POS
TIBA: Ramadhan Tambunan alias Rambo (dua dari kiri) baru tiba di Mapolsek Labuhan usai ditangkap di Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (20/4).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Masih ingat kasus penikaman menewaskan siswa SMK Bina Taruna, M Risky Hamdandi alias Dandi? Salah satu pelaku yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi akhirnya ditangkap di Loket Bus PMH, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (20/4).

Pelakunya Ramadhan Tambunan Alias Rambo (18) warga Jalan Pulau Seram, Kecamatan Medan Belawan. Kini pelaku telah mendekam di sel Mapolsek Medan Labuhan.

Penangkapan itu berawal dari informasi pelaku akan pulang ke rumahnya. Lantas, polisi langsung melakukan pengintaian di salah satu loket bus di Jalan Sisingamangaraja Medan.

Akhirnya, aktor penikaman yang menewaskan warga Pasar Lama, Kelurahan Pekan Labuhan, Medan Labuhan itu langsung diringkus.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto mengatakan, penangkapan itu berkat adanya informasi tentang niat pelaku untuk pulang ke Belawan. Pelaku diringkus setelah 3 minggu menjadi buronan Polsek Medan Labuhan.

“Pelaku sudah kita amankan, saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan pelaku. Atas perbuatannya, pelaku telah mengakui telah melakukan penikaman terhadap korban,” ucap Kapolsek.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku akan dijerat Pasal 338 KHUPidana subsider 351 ayat 1 KHUpidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kasusnya akan segera kita limpahkan ke pangadilan, agar proses hukum pelaku segera ditindaklanjuti di pengadilan,” ungkap Rosyid.

Sekadar mengingatkan, penikaman itu terjadi saat korban bersama teman-temannya duduk di pangkal titi. Tiba – tiba, pelaku mengendarai sepeda motor melintas dari lokasi korban duduk dan terjadi selisih paham antara pelaku dengan korban.

Lantas, pelaku memutar balik sepeda motornya mendatangi korban. Pelaku langsung memukul korban hingga terjatuh.

Kemudian, pelaku yang memang membawa pisau langsung menikam punggung korban sebanyak 2 kali hingga bersimbah darah.

Masyarakat mengetahui kejadian itu, mengejar pelaku yang kabur dengan sepeda motornya. Kondisi korban bersimbah darah dilarikan masyarakat ke RS PHC Belawan. Setibanya di rumah sakit, pelajar SMK Bina Taruna akhirnya tewas.(fac/ala)

C6 Orang Meninggal Digunakan untuk Nyoblos, KPU Dairi Akui Ada Kelalaian KPPS

no picture
no picture

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Beredarnya surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih (model C6) orang yang sudah meninggal di TPS 02 Jalan Tembakau Sidikalang, disinyalir ada kelalaian kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi, Verianto Sitohang mengaku belum menerima rekomendasi atau surat pemeberitahuan Bawaslu terkait penggunaan C6 oleh orang lain.

“Belum ada,” katanya di Kantor KPU Dairi, Jalan Palapa, No 05, Sidikalang, Sabtu (20/4).

Kata Verianto, saat kejadian pihaknya langsung mendapat laporan kecurangan tersebut dari panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) Sidikalang.

“Kita mengapresiasi KPPS berhasil menggagalkan orang hendak menggunakan hak pilih milik orang lain,” kata Verianto didampingi Komisoner lainnya, Hartono Maha, Jenny Ester Pandiangan dan Freddy.

Tetapi di sisi lain, KPU juga mengakui ada kelalaian KPPS. Sebab lembar C6 orang meninggal bisa beredar ke tangan orang lain.

“Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena sebelum pelaksanaan pencoblosan, KPU sudah mensosialisasikan kepada KPPS bilamana muncul nama orang sudah meninggal di daftar pemilih tetap (DPT) supaya dicoret,” kata Verianto.

Diketahui, DPT yang digunakan dalam pemilu 17 April 2019 diplenokan Desember 2018. Sehingga potensi masih ada nama ganda dan nama orang sudah meninggal muncul di DPT.

Tetapi, KPU tetap menginstruksikan KKPS untuk mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Sebelumnya, dua pria diamankan karena menggunakan lembar C6 milik orang yang sudah meninggal. Keduanya berinisial PS (17) dan HB (17). Informasi diperoleh, keduanya disuruh oknum calon anggota legislatif (Caleg) untuk memilih caleg DPRD Dairi, DPRD Provinsi serta DPR-RI dari salahsatu partai politik (Parpol) tertentu.

Masyarakat Dairi mendesak sentra Gakumdu Bawaslu dan KPU Dairi mengusut tuntas kasus dugaaan kecurangan pemilu itu. Bila terbukti ada oknum caleg dibalik kasus tersebut, maka masyarakat minta Bawaslu RI mendiskualifikasi oknum caleg itu.(mag-10/ala)

Ancam Bom, Penumpang Lion Air Batal Terbang

file/sumut pos BONGKAR BAGASI: Beberapa petugas bagasi Lion Air sedang membongkar barang bawaan penumpang.
file/sumut pos
BONGKAR BAGASI: Beberapa petugas bagasi Lion Air sedang membongkar barang bawaan penumpang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – MT (50) seorang penumpang pesawat Lion Air JT-303 rute Kualanamu-Jakarta diamankan petugas Avsec Bandara Kualanamu. Itu setelah dia mengancam membawa bom dalam bagasi pesawat, Sabtu (20/4).

Akibat ancaman itu, kru kabin pesawat menunda keberangkatan. Peristiwa pengancaman itu kemudian dilaporkan kepada petugas Avsec maskapai dan Avsec bandara.

MT langsung diminta keterangan perihal perkataannya yang menyenbutkan ada bom didalam tas yang berada di bagasi pesawat.Tak mau ambil resiko, pihak maskapai melakukan pembongkaran barang-barang yang ada di bagasi pesawat.

“Satu persatu tas, kardus serta barang penumpang dibongkar ulang untuk mencari bom yang dimaksud,” kata Humas Lion Air, Danang, Sabtu (20/4).

Disebutkan Danang, penundaan keberangkatan pesawat merupakan standar security question. Kemudian dilakukan pengamatan atau profiling terhadap barang yang dibawa penumpang ke kabin.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di dalam bagasi.

“Tindakan ini dilakukan dalam upaya menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling) dan pihak lainnya,” tutur Danang.

“Petugas keamanan (aviation security) beserta pihak terkait berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan berdasarkan standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures),” tambah Danang.

Lion Air tidak memberangkatkan MT, tetapi menyerahkannya ke pihak avsec bandara dan kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Setelah dipastikan aman, penerbangan JT-303 lepas landas dari Kualanamu pukul 13.20 WIB dari jadwal seharusnya pada 11.50 WIB. Pesawat telah mendarat di Soekarno-Hatta pada 15.16 WIB.

Terpisah, Manajer Humas Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto mengimbau kepada seluruh calon penumpang maupun penumpang di bandara untuk tidak bergurau, bercanda atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat.

“Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan bentuk ancaman keselamatan penerbangan,” tegasnya. (btr/ala)