Home Blog Page 5414

The Voice Indonesia Digelar Sehari di Medan, Ratusan Peserta Audisi Mengantre Panjang

istimewa/sumut pos ANTRE: Para peserta audisi mengantre untuk mendaftar ikut audisi The Voice Indonesia yang digelar di Hotel Ibiss Style Jalan Patimura Medan, Sabtu (13/4).
istimewa/sumut pos
ANTRE: Para peserta audisi mengantre untuk mendaftar ikut audisi The Voice Indonesia yang digelar di Hotel Ibiss Style Jalan Patimura Medan, Sabtu (13/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah kesuksesan program The Voice Indonesia sebelumnya berhasil mencetak seorang putra Flores sebagai bintang baru di Indonesia, Audisi The Voice Indonesia musim kedua pun kembali digelar.

Kota Medan turut ambil bagian dalam audisi ini. Bertempat di Hotel Ibiss Style Jalan Patimura Medan, Sabtu (13/4) audisi Kota Medan ini dibarengi dengan kota Kupang dan juga Bandung. Audisi ini dimulai pada April, menyambangi 18 kota di seluruh Indonesia.

“Menjadi Home of The Voice membuat GTV berkomitmen untuk terus menyajikan program real talent yang berkualitas. The Voice Indonesia menyajikan tayangan yang tak hanya menghibur, namun juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mereka yang ingin mewujudkan mimpi di sini,” ujar Produser The Voice Indonesia, Apit Demiska.

Dikatakan Apit, para audisi yang berusia 16 tahun, baik solo ataupun duo bisa tampil menunjukkan bakatnya karena The Voice Indonesia memulai audisinya bagi peserta dewasa yang berpenampilan menarik, serta memiliki karakter vokal unik lewat Offair Auditions yang digelar di 18 kota besar ini (Jakarta, Bandung, Surabaya, Riau, Yogyakarta, Kupang, Denpasar, Medan, Makassar, Flores, Gorontalo, Malang, banjarmasin, Mataram, Karawang, Ciribon, Indramayu dan majalengka).

“Ada yang spesial dalam The Voice Indonesia musim kedua ini. Karena adanya pelebaran genre, sehingga kali ini pesert yang memiliki kemampuan bernyanyi dalam genre pop Melayu dan dangdut juga dapat mengikuti audisi ini,” kata Apit.

Apit mengaku, Medan menjadi salah satu andalan mereka dalam mencari talenta baru untuk The Voice season kedua ini. “Di harapkan pelebaran genre di season kedua ini akan menyaring lebih banyak talenta-talenta baru dari kota Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, saat audis digelar di Hotel Ibiss Style kemarin, hampir 600 peserta memenuhi antrean audisi hingga sore. Masyarat Kota Medan memanf rata-rata dikenal memiliki kualitas suara bagus.

Pelebaran genre musik di season kedua ini membuat animo masyarakat semakin besar. Banyak dari para peserta ini yang datang dengan mencoba peruntungan di genre baru. Seperti peserta bernama Habib dan Siska keduanya tampil duo.  “Kami sudah terbiasa tampil duo dan menyanyikan lagu dangdut. Jadi kami mencoba untuk tampil di The Voice ini,” ujar mereka kompak.

Peserta yang hadir tidak hanya datang dari Kota Medan saja,  seperti peserta bernama Fahmi ini datang jauh-jauh dari Sabang, Aceh.  “Saya awalnya disuruh ikut oleh istri. Lalu karena saya juga hobi nyanyi, ya saya juga tertarik ke sini,” ujar Fahmi yang harus menempuh perjalanan jauh demi mengikuti audisi ini.

Tak hanya itu, seorang guru sekolah menengah yang berasal dari Binjai bernama Anna pun semangat mengikuti audisi ini. “Saya biasa mengajar tapi kali ini saya nervous. Disini saya sangat berharap namun semua kehendak Tuhan,” ujarnya.

Proses open audition yang dilakukan di Kota Medan ini, pertama para peserta harus melewati proses seleksi juri local, lalu mereka yang dinyatakan lolos akan lanjut dengan seleksi dari tim GTV. Nantinya mereka yang lolos akan dihubungi oleh Tim The Voice GTV untuk melakukan audisi sesungguhnya yaitu Blind Audition di Jakarta.

Rangkaian audisinya di 18 kota di tanah air masih akan berlanjut di minggu depan. Dengan Gorontalo, Jogya dan Mataram sebagai kota selanjutnya diadakan audisi. Jangan lewatkan rangkaian audisi The Voice Indonesia 2019 hanya di GTV. (ila)

Imigrasi Medan Luncurkan Kartu Khusus Bagi Lansia

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan memberikan inovasi baru bagi masyarakat Sumut dengan meluncurkan kartu prioritas atau kartu bagi penumpang khusus di Tempat Pemeriksaan Imigirasi (TPI) Kualanamu.

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Medan Agato P Simamora mengatakan, kartu prioritas yang dinamakan I-MED Priority, dikhususkan bagi kelompok usia rentan.

“Seperti lansia, difable, balita dan Ibu hamil di bandara Kualanamu International Airport (KNIA). Jadi petugas Imigrasi akan memberikan kartu priortas kepada para penumpang di Garbarata,” ujarnya, Sabtu (13/4).

Dijelaskannya, nantinya, bagi penumpang khusus tersebut, petugas migrasi akan langsung memberikan kartu prioritas kepada penumpang prioritas di Garbarata kedatangan dari luar maupun dalam negeri.”Petugas Imigrasi juga mengarahkan penumpang prioritas untuk melalui jalur layanan khusus, agar masyarakat lebih mudah dilayani di konter khusus yang sudah disediakan,” ujarnya.

Dikatakannya, inovasi I-MED Priority ini baru dikembangkan sejak bulan ini, agar bagi lansia, difable, balita dan ibu hamil dapat melalui jalur layanan khusus. (man/ila)

Forkala Medan akan Terbitkan Ensiklopedi Etnis

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Medan akan menyusun buku ensiklopedi etnis di Kota Medan. Hal ini merujuk dari temuan Forkala bahwa sekitar 80 persen pelajar di Kota Medan kurang mengetahui adat istiadat dan suku yang mereka miliki.

Ketua Tim Penyusun Buku Ensiklopedi Etnis Kota Medan, Admar Djas mengatakan, buku ensiklopedi etnis ini nantinya akan mengulas beragam informasi tentang etnis-etnis asli Sumut, entis nusantara dan etnis mancanegara. Katanya, ada banyak etnis yang sejak jauh-jauh hari hidup rukun di Kota Medan, baik itu etnis asli Indonesia maupun nusantara.

Admar menjelaskan, banyak etnis yang ada di Kota Medan harusnya menjadi identitas kekayaan budaya bagi masyarakat Kota Medan, dan tentu harus diketahui lebih mendalam soal kehidupan budaya adat istiadat beragam etnis tersebut. “Jangan justru semakin banyak, sampai kita lupa sendiri apa dan bagaimana tradisi adat istiadat kita,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Minggu (14/4).

Admar menjelaskan, nantinya buku ensiklopedi tersebut juga akan mensajikan tentang etnis asli Sumut, seperti Melayu, Karo, Batak Toba Simalungun, Nias, Dairi, Pakpak Bharat, pesisir Tapanuli Tengah, Angkola, Padang Lawas dan Mandailing. Lalu etnis nusantara seperti Aceh, Minangkabau, Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Minahasa, Ambon dan Banjar. Lalu etnis dari mancanegara seperti Arab, Tionghoa, India dan Tamil.

“Kesemua etnis yang disebut diatas adalah etnis yang sudah lama hidup rukun di Kota Medan. Oleh sebab itu perlu diulas dalam sebuah buku ensiklopedi agar menjadi informasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris Forkala Kota Medan, Arwin Harahap menambahkan, saat ini banyak para pelajar di Kota Medan yang tidak mengetahui adat istiadat yang ia miliki. Diceritakan dia, pernah suatu hari FORKALA melakukan sosialisasi ke sekolah- sekolah. Saat ditanya seorang siswa tentang sukunya apa, mereka tahu menyebutkan nama sukunya, tapi tidak tahu bahasa sukunya, adat istiadatnya dan cerita sejarah sukunya.”Ini sangat menyedihkan, mereka tidak tahu tentang kesukuannya, sementara dia tinggal di kampung halamannya sendiri. Ini kan sangat menyedihkan,” katanya.

Diharapkan pihaknya buku ini nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat, pengujung yang datang ke Medan dan para pelajar di Medan. Katanya, buku ini akan diluncurkan tepat saat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke depan, sebagai tanda tonggak baru semangat mengenal adat istiadat masyarakat Kota Medan. (prn/ila)

Bangun Jalan 1.800 Km dan Jembatan di Belawan, Tiga Perusahaan Bantu Pemko Medan

Fachril/sumut pos BERSAMA: Pimpinan PT Lautan Sembilan, PT MJB dan PT Bungasari Flour Nells Indonesia bersama Kabid Aset Pemko Medan, Sumiadi, Kadis PU Medan, PT Jasa Marga dan lainnya, foto bersama.
Fachril/sumut pos
BERSAMA: Pimpinan PT Lautan Sembilan, PT MJB dan PT Bungasari Flour Nells Indonesia bersama Kabid Aset Pemko Medan, Sumiadi, Kadis PU Medan, PT Jasa Marga dan lainnya, foto bersama.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tiga perusahaan swasta membantu pembangunan jalan dan jembatan untuk warga di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh pimpinan masing – masing perusahaan dari PT Lautan Sembilan, PT MJB dan PT Bungasari Flour Nells Indonesia bersama Kabid Aset Pemko Medan, Sumiadi, Kadis PU Medan, PT Jasa Marga dan Camat Medan Belawan, Ahmad SP. Komitmen kerja sama berlangsung di Aula Kantor Camat Medan Belawan, turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat serta Lurah Belawan Bahari, Sonang Saing dan Muspika Plus Medan Belawan, Kamis (11/2).

Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan, pelaksanaan pembangunan jalan sepanjang 1.800 Km sebagai lintasan akses alternatif untuk masyarakat di Kampung Kurnia. Selain itu, di bangun juga jembatan untuk akses warga di Lingkungan 9 menghubungkan ke Lingkungan 11 di Kelurahan Belawan Bahari.

Tercapainya pembangunan jalan dan jembatan dengan dibantu oleh 3 perusahaan swasta, berkat upaya yang dilakukan melobi perusahaan untuk peduli dengan kepentingan sarana umum kepada masyarakat. “Kita bersyukur dengan adanya bantuan dari perusahaan, maka jalan yang akan dibangun dapat memudahkan masyarakat menikmati jalan alternatif. Selain itu juga, jalan itu akan membuka akses yang terisolasi pencegahan kebakaran dengan memudahkan jalur pemadam kebakaran,” kata camat.

Ca,at berharap, jalan dan jembatan yang sedang berlangsung pembangunannya, diperkirakan akan selesai pelaksanaan menjelang perayaan Idul Fitri. Sehingga, pada hari lebaran masyarakat sudah bisa menikmati pembangunan tersebut. “Sudah saatnya Belawan berkembang dalam pembangunan, perusahaan sangat berperan penting membantu dan peduli pembangunan kepada masyarakat,” kata Ahmad.

Sementara, Kadi PU Kota Medan, M Isa mengapresiasi atas kepedulian 3 perusahaan berperan penting untuk membangun jalan dan jembatan. Melalui dana CSR lebih kurang Rp 10 miliar, telah mendukung program pembangunan Kota Medan.

“Kepedulian ini patut dicontoh oleh perusahaan lain, agar bersinergi membangun insfrastruktur di setiap kawasan perusahaan yang ada di Kota Medan. Harapannya, pembangunan inj dapat berjalan lancar dan segera dinikmati masyarakat,” ucapnya. (fac/ila)

Masa Tenang Jelang Pemilu 2019, Antusias Masyarakat Ikuti CFD Tetap Tinggi

ANTUSIAS: Masyarakat antusias mengikuti Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan tetap tinggi, Minggu (14/4).
ANTUSIAS: Masyarakat antusias mengikuti Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan tetap tinggi, Minggu (14/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski kini telah memasuki masa tenang jelang pelaksanaan Pemilu 2019, Rabu (17/4), namun antusias masyarakat mengikuti Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan tetap tinggi, Minggu (14/4).

Ribuan warga, baik tua dan muda dengan penuh semangat mengikuti CFD. Selain brolahraga, momen CFD juga dijadikan ajang silaturahmi sekaligus bersantai bagi warga untuk melepaskan kepenatan setelah sepekan sibuk melakoni aktifitas rutin.

CFD merupakan kegiatan rutin Pemko Medan. Setiap Minggu pagi, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi memberikan space seluas-luasnya bagi warga Kota Medan untuk melaksanakan kegiatan olahraga di lapangan bersejarah sekaligus Titik 0 Kota Medan tersebut. Sejumlah ruas jalan di seputaran Lapangan Merdeka ditutup mulai pukul 06.00-10.00 WIB sehingga warga dapat menggunakannya untuk berolahraga maupun bersantai bersama anggota keluarga.

Selain senam jantung sehat kerja sama Pemko Medan dengan Yayaysan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumatera Utara, Pemko Medan juga menyediakan sejumlah peralatan olahraga di pinggiran lapangan untuk dipergunakan warga dalam meningkatkan kebugaran tubuh. Di samping itu juga menyediakan aneka permainan yang bisa digunakan anak-anak untuk bermain sekaligus berinteraksi dengan lingkungan.

Itu sebabnya tidak sedikit warga yang datang mengikuti CFD sambil membawa anak-anaknya. Usai berolahraga, mereka pun mendampingi si buah hati bermain hingga puas. Karena itulah Lapangan Merdeka menjadi salah satu tempat favorit yang dikunjungi warga, terutama hari libur. Tak ingin kenyamanan warga terganggu, Wali Kota pun selalu mengingatkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan selaku pengelola Lapangan Merdeka untuk senantiasa menjaga dan melakukan perawatan.

“Selain seluruh sarana dan prasarana yang ada di Lapangan Merdeka, termasuk peralatan olahraga terawat dengan baik, saya mau kebersihannya pun terjaga. Dengan demikian masyarakat yang datang akan merasa tenang dan nyaman ketika berolahraga maupun bersantai di Lapangan Merdeka,” kata Wali Kota.

Jika tidak ada kesibukan, Wali Kota selalu mengusahakan hadir mengikuti CFD bersama ribuan warga. Selain berolahraga, Wali Kota juga menggunakan kesmepatan itu untuk bersilaturahmi dengan warga sekaligus mengajak warga untuk senantiasa mendukung seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemko Medan, termasuk program kebersihan. Tanpa dukungan penuh warga, Wali Kota sadar sulit mewujudkan Kota Medan bersih dari sampah.

Di samping itu tak jarang dari CFD, Wali kota juga menerima masukan dan keluhan dari warga. Semua masukan dan keluhan itu selanjutnya ditampung dan ditindaklanjuti Wali Kota melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Hal itu dilakukan karena Wali kota ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka. (ris/ila)

Berharap Pemilu di Kota Medan Lancar dan Kondusif, Wakil Wali Kota Hadiri Apel Pasukan Pengamanan TPS

KEPALKAN TANGAN: Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, bersama personel yang akan menjaga TPS Pemilu 2019, kompak mengepalkan tangan sebagai tanda kekompakkan.
KEPALKAN TANGAN: Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, bersama personel yang akan menjaga TPS Pemilu 2019, kompak mengepalkan tangan sebagai tanda kekompakkan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam rangka Pemilihan Umum 2019 di Wilayah Hukum Polrestabes Medan yang berlangsung di Gedung Astaka, Jalan Williem Iskandar, Sabtu (13/4) pagi. Apel yang digelar jajaran Polrestabes Medan tersebut dikhususkan bagi pasukan yang bertugas mengamankan TPS saat pemilu 17 April mendatang.

Diikuti sebanyak ratusan personel kepolisian, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang bertindak sebagai pimpinan apel, dalam arahannya mengatakan bahwa Apel Pergeseran Pasukan yang digelar tersebut berfokus pada pengamanan TPS saat hari H pencoblosan saat pemilu nanti. Sebab, pengamanan ekstra harus dilakukan guna menghindari hal-hal yang dianggap bisa mengganggu jalannya proses pemungutan suara.

“Segala kegiatan di TPS harus berjalan lancar. Sebab, hal tersebut menjadi tugas kita menciptakan kondisi yang kondusif agar masyarakat dapat menyalurkan hak suaranya dengan merasa nyaman. Bangun sinergitas dengan pihak terkait lainnya. Untuk itu, mari kita curahkan seluruh tenaga dan pikiran serta dedikasi kita untuk mengamankan jalannya pemilu di wilayah Polrestabes Medan. Selamat bertugas,” ujar Kapolrestabes.

Sementara itu, usai mengikuti apel, Wakil Wali Kota didampingi Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan mengucapkan apresiasi atas digelarnya apel tersebut. Terlebih, fokus pengamanan yang ditujukan adalah TPS. Sebab, bila pengamanan ditingkatkan dan personel dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, diharapkan pemilu di Kota Medan dapat berjalan aman, lancar dan kondusif tanpa hambatan dan gangguan.

“Pemko Medan mengapresiasi apel yang digelar hari ini. Apalagi seluruh personel yang mengikuti apel tersebut memang difokuskan untuk menjaga dan mengamankan TPS. Semoga, kehadiran para personel nantinya di tiap-tiap TPS dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat untuk menggunakan hak suaranya di pemilu nanti,” kata Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga berharap agar seluruh personel menyiapkan diri dan senantiasa saling berkoordinasi jika saat bertugas menemukan kendala. “Persiapkan diri. Bekerjalah dengan penuh dedikasi, serta senantiasa saling berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kami percaya, seluruh personel dapat menjaga kekondusifan Kota Medan. Mari kita jaga kemananan dan kenyamanan Medan Rumah Kita yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Selain apel, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan simulasi pengamanan TPS dan pengawalan surat suara. Dalam simulasi tersebut, digambarkan seluruh proses pengawalan surat suara, hingga cara pengamanan jika terjadi gangguan saat pencoblosan. Apel yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut berjalan lancar hingga seluruh rangkaian acara usai. (ris/ila)

Jangan Lupakan Budaya Melayu

idris/sumut pos BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Provinsi Sumut Ny Nawal Lubis, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan Hj Rita Maharani SH dan lainnya, foto bersama di sela-sela acara Lomba Desain Kreasi Ornamen Melayu Sumatera Utara 2019 di Gelanggang Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu (13/4).
idris/sumut pos
BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Provinsi Sumut Ny Nawal Lubis, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan Hj Rita Maharani SH dan lainnya, foto bersama di sela-sela acara Lomba Desain Kreasi Ornamen Melayu Sumatera Utara 2019 di Gelanggang Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu (13/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua PKK Kota Medan ini mengatakan, melalui perlombaan tersebut seluruh masyarakat Sumut, termasuk Kota Medan dapat lebih mengenali dan mengetahui berbagai ornamen khas yang ada dalam adat dan suku Melayu.”Alhamdulillah, kita sangat mengapresiasi atas digelarnya perlombaan ini. Melalui perlombaan ini, masyarakat akan mengetahui lebih jauh tentang seni dan budaya Melayu. Terlebih lagi, Kota Medan merupakan Tanah Deli yang memiliki berbagai peninggalan khas Melayu. Jangan lupakan budaya Melayu,” ujar Hj Rita Maharani yang didamping Ketua TP PKK Provinsi Sumut Ny Nawal Lubis.

Hj Rita Maharani berharap kepada seluruh masyarakat, terutama para generasi muda agar jangan melupakan sejarah Melayu, termasuk nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Apalagi Melayu menjadi identitas yang melekat pada Kota Medan, sehingga harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Hj Rita Maharani juga berharap agar para peserta yang keluar sebagai pemenang dalam perlombaan, supaya terus mengasah diri dan kemampuan sehingga senantiasa menghasilkan karya-karya terbaiknya di bidang desain.”Saya merasa senang melihat tingginya antusiasme masyarakat mengikuti perlombaan ini. Hal ini membuktikan masyarakat cinta dengan kebudayaan Melayu. Semoga karya yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi dalam memajukan dan membawa desain Melayu ke tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi sangat mengapresiasi digelarnya Lomba Desain Kreasi Ornamen Melayu Sumatera Utara 2019. Dia menilai kegiatan ini sebagai salah satu upaya mewujudkan Sumut bermartabat.

Dikatakan Gubsu, Sumut yang bermartabat adalah mengenal dan melestarikan identitas serta keberagaman seni dan tradisi yang dimiliki, salah satunya seni dan kebudayaan Melayu yang mulai luntur dan terkikis di tengah masyarakat. “Kegiatan seperti ini sangat membantu melestarikan dan menghidupkan kembali kesenian Melayu di tengah-tengah masyarakat. Dengan begitu, Melayu tak akan hilang dari bumi Melayu,” kata Gubsu.

Selanjutnya, Gubsu berharap akan semakin banyak nantinya kegiatan seperti ini. Tidak hanya perlombaan desain ornamen tetapi juga semua, baik itu tarian, musik maupun kebudayaan. “Mari kita bengkitkan kembali seni dan budaya dari semua etnis di Sumut,” ungkapnya.

Di hadapan seluruh yang hadir, Gubsu kemudian mengungkapkan, dirinya akan melihat desain kreasi ornamen yang keluar sebagai pemenang dalam perlombaan tersebut. Kemudian akan dipilih dan dijadikan motif yang cocok untuk dijadikan pakaian kerja pada hari tertentu di lingkungan Provinsi Sumut.

Event ini terselenggara berkat kerja sama Unimed dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Ratusan peserta mengikuti perlombaan yang digelar dalam rangka mengenalkan kembali onrmaen Melayu yang mulai terlupakan di tengah masyarakat kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Puncak acara perlombaan dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada pemenang lomba. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Medan mendampingi Ketua Dekranasda Pemprovsu menyerahkan hadiah berupa piala dan uang pembinaan kepada pemenang yang berhasil keluar sebagai juara dalam perlombaan tersebut. (ris/ila)

Indonesia Butuh Pemimpin Baru

ist DUKUNG: Aliansi Pengusaha Nashional Chapter Sumatera Utara berfoto bersama dan memberikan dukungan untuk pasangan calon presiden nomor urut 02.
ist
DUKUNG: Aliansi Pengusaha Nashional Chapter Sumatera Utara berfoto bersama dan memberikan dukungan untuk pasangan calon presiden nomor urut 02.

SUMUTPOS.CO – Permasalahan diberbagai sektor industri mengalami pasang surut yang sangat signifikan, kepastian relugasi di dunia usaha semakin hari semakin terasa berat sehingga dibutuhkan perubahan dalam lingkup pembuat kebijakan yang berpihak kepada pengusaha – pengusaha lokal dan dalam negeri. Aliansi Pengusaha Nasional Chapter Sumatera Utara merangkum tantangan para pelaku usaha selama 4,5 tahun terakhir.

Syahrul Akbar (Saga Creative Hub, Wirausahawan Industri Coworking Space &Sektor Pertanian Perkebunan)

Lapangan pekerjaan yang sulit, itulah problematika yang dirasakan anak bangsa saat ini. Hal ini juga didasari akibat kekhawatiran para pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Ini adalah akibat dari kebijakan pemerintah yang tidak probisnis dan berpihak kepada pelaku usaha.

“Keberpihakan pemerintah yang tidak seimbang mengakibatkan tidak semua sektor bisnis mengalami kemajuan. Pemerintah hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, padahal itu justru mengakibatkan sektor UMKM mengalami disrupsi dan penurunan,” ujarnya.

Dari semua problematika itu saya melihat ada solusi pada program kerja Prabowo Sandi yaitu Rumah Siap Kerja, yang merupakan wadah anak bangsa untuk meningkatkan kreatifitas dan kompetensi mereka. Selain itu rumah siap kerja ini juga menjadi penghubung antara pengusaha dan pencari kerja dimana saat ini pengusaha sulit mencari SDM yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.

Rumah siap kerja juga memiliki berbagai fasilitas yang mantap seperti sejumlah ruangan yang dibuat seperti co-working space, ruang konsultasi pekerjaan, hingga ruang pertemuan. Program yang diusung Prabowo Sandi ini juga memiliki sebuah kedai kopi, sejumlah tempat duduk dan meja yang disediakan untuk pebisnis muda dan startup saling berjejaring.

Ni’mal Hamdi BM / Andi (Pengusaha Sektor Perikanan &Properti)

Ada beberapa aspek yang menjadi potensi penyebab terjadinya ancaman keamanan dari luar bagi pengusaha selama 4,5 tahun terakhir.

“Sebagai seorang pengusaha saya akan menjawabnya dari aspek ekonomi dan sosial. Dalam aspek ekonomi, dalam 4,5 tahun terakhir ekonomi masyarakat hamparan perak mengalami penurunan dan lesu. Hilangnya mata pencaharian dan sulitnya pengelolaan pertanian menjadi salah satu sebab penurunannya kualitas ekonomi di daerah tersebut. Kutipan ini dapat di pertanggung jawabkan berdasarkan data penerimaan pajak wilayah Desa Kota Datar Kecamatan Hamparan Perak tahun 2018 dengan pencapaian 39%,” ujarnya.

Sulitnya mencari lapangan pekerjaan, akses pertanian yang sulit akibat di tiadakannya pupuk subsidi dan harga harga pokok yang naik memaksakan masyarakat agar berbuat lebih banyak dari yang ia dapatkan. Sehingga tekanan dari lingkungan social menjadi salah satu alasan “gelapmata”, membuat tingkat kriminalitas yang tinggi. “Jujur saja, dalam setahun terakhir saya mengalami 2 kasus di tempat usaha saya,” tambahnya.

Dalam aspek sosial, penyebab tingginya tingkat kriminalitas selain karena ekonomi yang sulit, beberapa alasan lain ialah penyebaran narkotika yang semakin meluas. Penting bagi kita menekankan bagi diri, keluarga dan lingkungan kita tentang bahayanya narkotika. Selain menjadi musuh masyarakat dan negara. Narkoba jelas haram bagi agama, merusak segala hak hak moral sebagai warga negara, menyakiti dan merusak generasi.

Mahfudz Y Loethan (Ketua Aliansi Pengusaha Nasional Aceh)

Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun, itu semua tidak akan berarti kalau kita tidak mempunyai kepemimpinan nasional yang kuat dan tegas, serta aktif mengajak sector swasta yang memiliki peran signifikan dalam membangun Republik ini.

“Kepemimpinan selama ini, menurut hemat kami, gagal mengajak sektor swasta berkontribusi lebih banyak memperbaiki urat nadi ekonomi bangsa besar ini,” ungkapnya.

Rakyat kita selalu dibuai dengan narasi indah, bahwa pertumbuhan ekonomi kita baik, tumbuh meroket dan bahasa indah lainnya, padahal Sejumlah lembaga internasional memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 berkisar pada 5,2%. Bahkan, salah satu lembaga, Moodys Investor Services meproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia <5%.

Ke depan kita harus mendorong, di tangan Prabowo – Sandi, ekonomi UMKMK juga ikut besar dengan industri real lainnya, Ada rumah untuk kemasan UMKM, dimana pelaku UMKM bias mendapatkan pemahaman tentang packaging yang baik dan bantuan untuk pengemas produknya, sehingga mampu bersaing.

Juan Utama Batubara (Ketua HIPMI PT Sumatera Utara / AlcopomadeGrup)

Pada Februari 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan neraca perdagangan Indonesia periode Januari 2019. Angkanya sungguh memprihatinkan. Tidak lama berselang, Kementerian Keuangan juga mengumumkan data ekonomi penting lainnya, yaitu realisasi AnggaranPendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Januari 2019, yang hasilnya juga jauh dari memuaskan.

Menurut data yang dirilis Kementerian Keuangan, realisasi APBN Januari 2019 sangat mengecewakan, dengan realisasi deficit Rp45,6 triliun, penerimaan negara Rp108,1 triliun dan belanja negara Rp153,8 triliun. Yang sungguh mengejutkan, meskipun APBN Januari 2019 “hanya” deficit Rp45,6 triliun, tetapi realisasi pembiayaan, artinya penambahan utang, ternyata sudah mencapai Rp122,5 triliun, atau 34,1 persen dari target 2019 sebesar Rp359,3 triliun. Artinya, penambahan utang pada Januari 2019 ini jauh melampaui defisit yang hanya Rp 45,6 triliun.

Pertanyaannya, mengapa pemerintah mau melakukan hal seperti itu, menambah utang jauh lebih besar dari keperluannya? Bukankah beban bunga utang menjadi sangat besar?

Dari semua permasalahan yang terjadi ,Semoga Indonesia memperoleh keajaiban pada bulan-bulan mendatang dengan terpilihnya PresidenBaru ,Ya Saya Melihat Prabowo Dan Sandi membawa harapan baru untuk Indonesia Menang yang adil dan makmur.

Harapannya Prabowo dan Sandi dapat menjadikan ekonomi Indonesia membaik. Karena, tanpa keajaiban, masa depan ekonomi Indonesia terlihat suram seperti tercermin dari data neraca perdagangan dan APBN di atas. (*)

KPU Karo Kirim Logistik ke 4 Kecamatan Terjauh

solideo/sumut pos MELEPAS: Bupati Karo Terkelin Brahmana melepas pemberangkatan logistik Pemilu untuk didistribuskan ke Kecamatan-kecamatan.
solideo/sumut pos
MELEPAS: Bupati Karo Terkelin Brahmana melepas pemberangkatan logistik Pemilu untuk didistribuskan ke Kecamatan-kecamatan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Komisi pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karo mulai mendistribusikan logistik pemilu. Logistik pemilu ini pertama kali didistribusikan ke 4 kecamatan dimasa tenang ini, sebelum pencoblosan 17 April 2019.

Komisioner KPUD Kabupaten Karo Gemar Tarigan mengatakan, untuk pengiriman logistik pemilu ini dilakukan secara bertahap.

“Untuk tahap pertama kita prioritaskan untuk daerah yang jauh dulu, kecamatan pemilihan Dapil Karo 3 tiga meliputi Kec. Tigabinanga, Kecamatan Mardingding, Kecamatan Lau Baleng dan Kecamatan Juhar ,” ujarnya saat melepas armada pengiriman logistik pemilu didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, dan Waka Polres Tanah Karo, Minggu (14/4).

Mengenai armada, Gemar menegaskan untuk mengangkut logistik yang empat kecamatan ini, pihaknya sudah siapkan sepuluh armada, sisanya menyusul Senin (15/4) depan. “Sebanyak 13 (tiga belas) kecamatan lagi akan kita distribusikan lagi, yang penting besok kita pastikan semuanya sudah clear,” terangnya.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, pihaknya mendukung pengiriman logistik empat kecamatan yang mendapat skala prioritas daerah yang jauh.

“Kita sangat setuju, sebab cuaca saat sekarang ini ekstrim, sehingga mengantisipasi adanya longsor dan banjir, maka langkah yang dilakukan KPUD Karo sudah sangat tepat,” ujarnya

Disisi lain, Terkelin mengingatkan agar masyarakat jangan lupa datang ke TPS (tempat pemungutan suara) Untuk menggunakan hak pilihnya di tanggal 17 April 2019 ini dan jangan Biasakan golput, sebab hak suara menentukan masa depan bangsa kita ini.

Sambungnya, dimasa tenang 14-16 April ini dia menghimbau masyarakat agar jangan percaya akan hoaks, atau ikut ikutan menyebarkan hoaks.

“Sebab hoaks dibuat oleh orang pintar, tapi hatinya jahat, disebarkan oleh orang yang jujur tapi bodoh, untuk itu mari kita saling jaga dan tidak mudah terpancing akan hoaks dalam suasana minggu tenang ini,” harap Terkelin.

Turut hadir dalam pendistribusian logistik pemilu, Ketua Bawaslu kab. Karo Eva Juliani Br Pandia, Ka kesbang Tetap Ginting, Camat Kabanjahe Frans Leo Surbakti, Kabid Satpol PP Darwin Tarigan. (deo/han)

Aspeksindo Usulkan Transportasi Massal Diliburkan

ADITIALAOLI/SUMUT POS Sekjend Aspeksindo, Drs Sokhiatulo Laoli MM
ADITIALAOLI/SUMUT POS
Sekjend Aspeksindo, Drs Sokhiatulo Laoli MM

SUMUTPOS.CO – Guna menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo), mengusulkan kepada Presiden RI agar pada hari H Pemilu Serentak tanggal 17 April mendatang, seluruh transportasi massal diliburkan.

“Aspeksindo sebagai bagian dari Pemerintah, tentu menginginkan partisipasi yang tinggi dari seluruh warga Negara Indonesia, untuk mewujudkan sistem demokrasi yang kuat. Dan secara resmi Aspeksindo telah mengirimkan surat kepada bapak Presiden, mengusulkan agar pada hari pencoblosan seluruh transportasi massal diliburkan mulai pukul 06.00 hingga pukul 14.00 waktu setempat,”ujar Sekretaris Jenderal (Sekjend) Aspeksindo, Drs Sokhiatulo Laoli MM kepada Sumut Pos, Jumat (12/4).

Sokhiatulo Laoli yang juga Bupati Nias menjelaskan, di dalam surat yang dia tandatangani sebagai Sekjend dan H Abdul Gafar Mas’ud SE selaku Ketua Umum Aspeksindo, ada dua hal yang diusulkan, yakni : mengusulkan kepada Presiden RI agar berkenan mengeluarkan kebijakan, untuk meliburkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional termasuk transportasi Bus, Kereta Api (KA) dan Pelayaran, serta anggkutan massal lainnya.

“Kita juga mengusulkan kepada pemilik usaha Perhotelan, untuk menyiapkan transportasi bagi tamu hotel maupun karyawannya menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat,”pungkasnya.

Sokhiatulo Laoli mengungkapkan, Pemilu serentak 2019 ini merupakan sejarah baru bagi pesta demokrasi di tanah air, karena pertama kali dilaksanakan secara bersamaan baik pemilihan anggota legislatif maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

“Pemilu kali ini beda dengan Pemilu tahun-tahun sebelumnya, ada 5 kertas suara yang harus dicoblos pemilih yakni : kertas suara calon anggota DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota serta kertas suara calon Presiden dan Wakil Presiden. Sehingga seluruh komponen bangsa perlu memaksimalkan partisipasi pemilih, demi suksesnya Pemilu 2019,”ungkapnya.

Menurut Sokhiatulo, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu di tahun-tahun sebelumnya hanya berkisar 70 persen, maka pada Pemilu 2019 ini diharapkan dapat meningkat hingga 85 persen.

“Pemilu di tahun-tahun sebelumnya tingkat partisi pasi pemilih tidak lebih dari 70 persen, untuk tahun ini kita harus temukan solusi bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih hingga 85 persen,”ujar Sokhiatulo.

Dikatakannya, untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja sama dan sinergitas di antara pemangku kepentingan, baik penyelenggara maupun jajaran Pemerintah Pusat sampai ke Daerah.

“Pemilu merupakan kewajiban setiap warga Negara, terlebih sebagai penyelenggara Negara, wajib menyukseskan Pemilu sesuai aturan sebagaimana yang sudah diatur didalam perundang-undangan. (adl/han)