Home Blog Page 5422

Manjakan Konsumen dengan Segudang Program Eksklusif, SHARP Indonesia Jelang Usia Emas

ISTIMEWA LIMA: Manajemen Sharp Indonesia berpose dengan angka lima untuk menunjukkan usia Sharp 50 tahun mendatang dan serangkaian program bertema angka lima di Jakarta, belum lama ini.
ISTIMEWA
LIMA: Manajemen Sharp Indonesia berpose dengan angka lima untuk menunjukkan usia Sharp 50 tahun mendatang dan serangkaian program bertema angka lima di Jakarta, belum lama ini.

Perjalanan panjang PT Sharp Electronics Indonesia menjadi produsen elektronik yang dipercaya dari generasi ke generasi segera memasuki babak baru. Di usia yang semakin mapan, yaitu 50 tahun pada 2020 mendatang, Sharp Indonesia membuktikan keseriusan dan konsistensinya sebagai produsen elektronik nomor satu di tanah air.

Terpaan pesaing elektronik yang semakin gencar tidak menjadi penghalang, melainkan pemicu bagi Sharp Indonesia untuk meroket tinggi menjadi pemimpin pasar. Di tahun akhir tahun 2018, Sharp berhasil menduduki peringkat nomor satu pangsa pasar empat kategori produk utama, seperti lemari es, AC, mesin cuci, dan TV. Lebih dari segudang prestasi juga tidak hentinya ditorehkan oleh Sharp Indonesia, baik yang berkaitan dengan produk maupun kontribusi sosial.

CEO PT Sharp Electronics Indonesia, Tadashi Ohyama menyatakan seluruh pencapaian tersebut menandakan bahwa kesuksesan Sharp Indonesia tidak hanya diukir sendirian, melainkan melibatkan banyak pihak termasuk konsumen setia di nusantara.

“Menuju lima dekade bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah merek elektronik. Pencapaian yang berhasil dirintis sejak tahun 1970 ini merupakan pencapaian banyak pihak, termasuk dukungan keluarga Indonesia. Untuk itu, terimalah persembahan program-program menarik dan produk eksklusif kami selama setahun ke depan. Terima kasih telah menjadi bagian dari Sharp Indonesia, mari bersama-sama kita menyongsong usia gemilang 50 tahun di 2020 nanti,” ujarnya saat acara peluncuran kampanye ‘50 Years Celebration’

Jelang usia emas tersebut, Sharp Indonesia mempersembahkan ‘50 Years Celebration: Kita Dekat, Kita Keluarga’ – sebuah kado istimewa yang dibagikan untuk keluarga Indonesia atas kesetiaannya menggunakan produk-produk Sharp Indonesia. Selebrasi ulang tahun Sharp Indonesia akan berlangsung selama setahun sejak 10 April 2019 – 20 Maret 2020 serentak di seluruh Indonesia dalam payung program belanja ‘SHARP Lovers’ Day’ edisi ulang tahun.

Kemeriahan ulang tahun ditandai dengan hadirnya SHARP Mobile Display Truck (SMDT) yang akan menyambangi konsumen setia Sharp di lima pulau besar di Indonesia, yaitu Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi. Truk keliling ini akan mengunjungi kota – kota hingga pelosok desa guna memperkenalkan produk-produk terbaru dari Sharp, selain menawarkan transaksi penjualan, truk ini pun akan melayani perbaikan produk hingga konsultasi mengenai penggunaan produk.

Garansi lima tahun khusus untuk produk LED TV juga masih bisa dinikmati bagi konsumen yang melakukan pembelian unit LED TV apapun sejak 1 Maret 2019 lalu. Hanya dengan meregistrasikan produk melalui aplikasi SHARP ID, konsumen dapat memanfaatkan perbaikan produk khususnya untuk panel dan suku cadang.

Sepanjang tahun tersebut pula, Sharp Indonesia akan menyelenggarakan lima (5) ekshibisi di lima kota besar dan lima puluh (50) aktivitas penjualan yang menarik di seluruh cabang di Indonesia. Aktivasi berupa program promosi belanja yang dijalankan bersama mitra toko ataupun dealer terpilih akan memanjakan konsumen dan dealer dengan beragam hadiah dan promo yang menarik.

Perayaan hari jadi ke-50 tahun ini semakin istimewa dengan peluncuran eksklusif 5.000 unit produk berwarna emas, khususnya untuk kategori produk lemari es, mesin cuci, TV, Air Purifier, dan Car Air Purifier, yang nantinya bisa dimiliki oleh konsumen. Untuk memecah rasa penasaran konsumen dengan keanggunan produk ini, produk – produk tersebut dapat ditemukan langsung di lima puluh (50) toko di seluruh Indonesia, termasuk Hyper Channel maupun toko yang telah dinobatkan sebagai Sharp Tomodachi Store.

Dengan serangkaian program yang non-stop hadir selama setahun ke depan, Sharp Indonesia semakin optimis mampu melampaui target penjualan yang lebih tinggi pada 5 Maret 2020. Optimisme ini didukung oleh rencana Sharp Indonesia yang siap memasuki revolusi industri 4.0 dengan mengaplikasikan digital manufacturing di dalam pabrik.

“Sebagai produsen elektronik yang terbilang konsisten dalam berkarya sesuai kebutuhan konsumen Indonesia, kami yakin dapat mencapai penjualan yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, kami telah menargetkan penjualan hingga Rp 11 triliun di tahun 2020 mendatang, yang mana memiliki total 2 kali lipat dari pencapaian kami di tahun 2015 lalu. Total penjualan ini sudah melalui kalkulasi yang matang dan tentunya kesiapan tim kami untuk memberikan yang terbaik,” imbuh Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Seraya menyambut usia baru, kampanye digital melalui sosial media tengah dilakukan lewat tagar #2019PilihSharp. Kampanye ini dilaksanakan untuk memantapkan pilihan konsumen terhadap Sharp sebagai produk andalannya. dengan Adapun informasi terbaru mengenai ‘50 Years Celebration: Kita Dekat, Kita Keluarga’ dapat diakses dengan mudah melalui website www.id.sharp dan aplikasi SHARP ID. “Bersamaan dengan peluncuran program ini di Jakarta, Team Sharp di seluruh Indonesia pun bergerak untuk melaksanakan kegiatan HAIKA & MICHIGAERI sebuah program apresiasi terhadap dealer – dealer terbaik Sharp telah setia berjuang bersama Sharp selama ini,” tutup Andry. (rel/ram)

PLN Sekaligus Beri Layanan Prima Kesehatan

ist MOU: Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Yusriando bersama GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto dan Dirut RS Royal Prima Suhartina Darmadi foto bersama usai penandatanganan MoU.
ist
MOU: Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Yusriando bersama GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto dan Dirut RS Royal Prima Suhartina Darmadi foto bersama usai penandatanganan MoU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) Co-Branding Layanan Prioritas dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, di aula rumah sakit, Jalan Ayahanda Medan, Rabu (10/4).

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, Direktur Utama RSU Royal Prima dr. Suhartina Darmadi MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT, MKes, Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir Yusriando SH, MH, jajaran manajemen PLN UIW Sumut, dan jajaran RSU Royal Prima dan civitas akademika UNPRI.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH.

Kemudian juga dilakukan penandatanganan kerja sama Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dengan UNPRI yang ditandatangani oleh SM Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, pelayanan kesehatan prima menjadi keinginan setiap pasien yang berobat di setiap unit kesehatan, baik itu berupa fasilitas, maupun responsifnya pelayanan semua unit kesehatan.

Pelayanan prima ini memberikan sebuah privilege tersendiri bagi setiap pasien yang tentunya akan diprioritaskan dalam setiap kebutuhan dan keinginannya ketika berobat. Pelayanan prima seperti inilah yang akan diberikan oleh PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang sudah mendapatkan Layanan Prioritas dalam kehandalan pasokan listrik dan Tingkat Mutu Pelayanan.

PLN bekerja sama dalam memberikan Layanan Prioritas kepada para Pelanggan Layanan Prioritas PLN dengan memberikan harga khusus ketika berobat di Rumah Sakit Royal Prima. Selain itu, lanjutnya, kerja sama Co-Branding ini menjadi bagian daripada implementasi Program Prioritas bukan hanya dari segi kebutuhan produk saja, tetapi keuntungan kesehatan yang didapatkan oleh setiap Pelanggan Prioritas tentu menjadi perhatian PLN.

“Kami memberikan fasilitas ini tentunya sebagai benefit bagi yang sudah maupun yang ingin menjadi Pelanggan Layanan Prioritas PLN. Jadi PLN tidak hanya memberikan keandalan pasokan listrik saja kepada pelanggan prioritas, namun juga memberikan layanan prima dalam bidang kesehatan,” ujar Feby Joko Priharto.

Co-Branding ini tentunya, lanjut Feby, diharapkan dapat memberikan privilege untuk Pelanggan Layanan Prioritas PLN karena RS Royal Prima ini terbukti sudah menjadi mitra kesehatan yang responsif dan mengutamakan pelayanan Prima kepada setiap pegawai PLN, sehingga PLN yakini bahwa RS Royal Prima dapat memberikan pelayanan yang Prima juga kepada Pelanggan Prioritas PLN maupun pasien umum lainnya.

Dirut RS Royal Prima Suhartina Darmadi mengatakan, pihaknya siap untuk melaksanakan kerja sama tersebut dan memberikan pelayanan yang terbaik. Apalagi RSU Royal Prima memiliki layanan dan fasilitas yang baik dan akan terus menyempurnakan fasilitas yang dibutuhkan.

“RSU Royal Prima akan terus berbenah sesuai dengan visi rumah sakit yakni memberikan pelayanan terbaik dengan standar kualitas tertinggi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien dan keluarga pasien,” ujarnya.

Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Yusriando menambahkan, pihaknya menyampaikan respon positif Co-Branding bersama PLN ini.

“Keunggulan yang diberikan salah satunya adalah layanan untuk pasien perusahaan umum dan BPJS Ketenagakerjaan, dimana akan mendapatkan Layanan Prioritas Pelayanan Upgrade satu tingkat untuk kamar rawat inap,” ujar nya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh Pelanggan Layanan Prioritas PLN yang memegang Kartu Layanan Prioritas PLN akan mendapatkan Layanan Prioritas dan Kartu Prioritas dari RS Royal Prima, dan apabila pelanggan prioritas PLN adalah perusahaan, maka seluruh karyawan di perusahaan tersebut juga mendapatkan fasilitas prioritas dari RS Royal Prima. (ila/ram)

Tinggkat Elektabilitas Jelang Pencoblosan, Saling Klaim 60%

Ayo memilih
Ayo memilih

Delapan hari menjelang pencoblosan pemilihan presiden 2019, masing-masing tim sukses begitu percaya diri kalau Capres dan Cawapres yang mereka dukung bakal menang. Bahkan, mereka mengklaim kalau elektabilitas pasangan Capres-Cawapres yang mereka usung terus meningkat, mencapai 60 persen.

Ketua DPD Partai PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih mengungkapkan, semakin mendekati Pemilu, elektabilitas Joko Widodo dan Maruf Amin semakin stabil, bahkan cenderung naik. “Kalau secara nasional, elektabilitas pasangan 01, kita perhitungkan berkisar 60 sampai 65 persen. Kalau untuk Sumut sendiri, kita perhitungkan di kisaran angka 50 sampai 55 persen,” kata Japorman kepada Sumut Pos, Rabu (10/4) via telepon selulernya.

Japorman menyebutkan, dasar angka itu dapat dilihat dari visi dan misi yang telah disampaikan Jokowi- Maruf yang dapat diterima masyarakat. Menurutnya, seluruh visi dan misi serta program yang disampaikan paslon nomor urut 1 satu tersebut merupakan jawaban dari persoalan yang ada pada bangsa saat ini dan masyarakat pun tampak antusias dalam menerima program tersebut.

Selain itu, kata Japorman, Jokowi juga merupakan sosok yang mampu mempertahankan NKRI dari pihak-pihak yang ingin merubah dan merusak NKRI itu sendiri. “Jokowi juga mampu mengisi kemerdekaan Indonesia ini dengan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Soekarno adalah sosok yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sedangkan Jokowi adalah sosok yang mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatan NKRI dan mengisinya dengan pembangunan,” ujar Japorman.

Sementara, tim sukses pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi tak mau kalah. Mereka juga mengklaim, paslon yang mereka usung juga memiliki elektabilitas yang terus meningkat menjelang hari pencoblosan, 17 April. “Kami optimis bahwa kami akan menang dalam pilpres kali ini. Kami sudah melakukan survei internal, dan hasilnya elektabilitas paslon nomor 02 mencapai 60 persen,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Sugiat Santoso kepada Sumut Pos, Rabu (11/4).

Namun, kata Sugiat, pihaknya tidak mau lengah dengan hasil survei yang mereka yakini tersebut. Tim sukses Prabowo-Sandi inipun bertekad untuk terus mengawal suara-suara tersebut hingga sampai ke KPU.

Ditambahkan Sugiat, Capres Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan para tim suksesnya di seluruh tanah air untuk melakukan tiga hal dalam memenangkan pilpres kali ini. “Pertama, Pak Prabowo meminta seluruh rakyat untuk datang ke TPS dan jangan Golput. Kedua, meminta kepada semua pendukung supaya menolak ‘money politics’. Dan terakhir, coblos 02,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, pengamat sosial politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Suwardi Lubis mengatakan, rasa optimis dan klaim yang dilakukan setiap tim sukses adalah hal yang lumrah. “Setiap tim sukses punya penilaiannya masing-masing, mereka bekerja masing-masing dan punya lumbung suaranya masing-masing, itu hal yang lumrah. Rasa optimis memang harus dimiliki oleh setiap calon dan tim suksesnya agar punya semangat dalam bersaing,” terang Suwardi.

Namun, kata Suwardi, Klaim tersebut tidak bisa dijadikan ukuran untuk memenangkan persaingan. “Setiap tim sukses sah-sah saja punya penilaian masing-masing dan mengklaim bahwa pihaknya akan memenangkan persaingan ini. Namun kembali lagi, semua akan dibuktikan pada tanggal 17 April dan perhitungan KPU yang akan menjadi penentunya,” tutupnya.

Prabowo: Kita di Antara 58-63

Sementara, Capres Prabowo Subianto sendiri mengklaim, elektabilitasnya bersama Sandiaga Uno sangat kuat. Prabowo menyebut elektablitas yang kuat itu merupakan hasil survei lembaga yang kredibel. “Dalam pidato saya, dalam kampanye terbuka terakhir ini saya ingin menyampaikan bahwa survei-survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang benar, lembaga-lembaga yang akurat, lembaga-lembaga yang sudah terbukti bener, bukan lembaga-lembaga yang bala-bala, bukan lembaga-lembaga yang menjual diri, bukan lembaga survei yang membohongi rakyat,” kata Prabowo saat kampanye di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4).

“Hitungan kita, kita berada di posisi yang sangat-sangat kuat,” sambung dia.

Perhitungan itu, kata Prabowo, bukan hanya dari lembaga survei dalam negeri. Cawapres nomor urut 02 itu mengklaim survei lembaga luar negeri juga merilis hasil serupa. “Hitungan dari lembaga-lembaga dalam dan luar negeri kita berada di posisi antara 58 sampai 63 pada hari ini,” katanya.

Prabowo meyakini pada Pilpres 2019 ini dirinya akan menang. Mengingat hasil survei sudah menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. “Kita merasa sebentar lagi Indonesia menang,” ujar Prabowo.

Kendati demikian, Prabowo meminta pendukungnya tak besar kepala. Ketum Gerindra itu meminta pendukungnya untuk terus waspada akan adanya indikasi kecurangan pada 17 April mendatang. “Kita di ambang kemenangan tapi kita tidak boleh besar kepala. Tidak boleh adigang adigung adiguno, ojo dumeh. Ya kita harus jeli dan waspodo… waspodo… jaga TPS!” katanya.

Hasil Survei Tak Kompak

Sementara dari berbagai lembaga survei, banyak merilis elektabilitas kedua pasangan calon di pilpres 2019. Terbaru,  kemarin dua lembaga survei yakni Puskaptis dan Indodata merilis survei terkait elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga terpaut 18 persen. Menariknya, hampir sama dengan tahun 2014, lembaga-lembaga survei ini juga tak “kompak”. Ada yang memenangkan Prabowo, ada juga yang memenangkan Jokowi.

Lembaga survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden 2019. Puskaptis memaparkan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno unggul tipis yakni 47,59 persen sementara dari Jokowi-Maaruf Amin 45,37 persen.

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga yang unggul dari Jokowi-Maaruf, diungkap publik dengan berbagai alasan diantaranya menginginkan perubahan dan presiden baru. Survei ini dilakukan pada 26 Maret – 2 April 2019, yang diklaim dilakukan secara proporsional di 34 provinsi, dengan jumlah responden sebanyak 2.100 berusia 17 tahun atau di atasnya dan telah menikah, serta tersebar baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Survei dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling dan margin error kurang lebih 2,4 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Prabowo Subianto-Sandiaga menguasai perolehan suara di lima provinsi di Pulau Jawa. Dalam surveinya Puskaptis menyatakan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga menguasai perolehan suara di lima provinsi di Pulau Jawa.

Sementara berdasarkan hasil survei Indodata, pasangan Jokowi-Ma’ruf 54,8 persen dan Prabowo-Sandi Sandi 32,5 persen. Direktur Eksekutif Indodata, Danis T Saputra mengatakan, hasil yang mereka dapatkan bahwa Jokowi-Amin masih unggul, itu tercermin dari pertanyaan survei yang dilakukan secara door to door. “Kami menanyakan bapak/ibu jika Pilpres dilakukan hari ini, siapa yang akan dipilih?” kata Danis dalam rilis di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/4) lalu.

“Hasilnya menunjukan pasangan Jokowi-Ma’ruf 54,8 persen. Prabowo-Sandi 32,5 persen. Sedangkan sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab,” tambahnya. Danis lalu menjabarkan jika pemilih yang tidak menjawab atau tidak tahu dihilangkan dalam survei. Hasilnya masih menunjukan bahwa Paslon 01 masih unggul dari Paslon 02.(mag-1/bbs/adz)

Hari Terakhir Pengurusan A5 Membeludak di KPU Medan

Sutan Siregar/Sumut Pos MEMBELUDAK: Masyarakat membeludak mengurus formulir pindah tempat memilih atau formulir A5 pada hari terakhir di Kantor KPU Medan, Rabu (10/4). Masyarakat yang bisa memperoleh formulir A5 ini harus memenuhi peryaratan yakni terkena bencana alam, sakit, menjadi tahanan, dan menjalankan tugas saat pencoblosan.
Sutan Siregar/Sumut Pos
MEMBELUDAK: Masyarakat membeludak mengurus formulir pindah tempat memilih atau formulir A5 pada hari terakhir di Kantor KPU Medan, Rabu (10/4). Masyarakat yang bisa memperoleh formulir A5 ini harus memenuhi peryaratan yakni terkena bencana alam, sakit, menjadi tahanan, dan menjalankan tugas saat pencoblosan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari terakhir pengurusan formulir pindah memilih atau A5 di Kantor KPU Medan membeludak, Rabu (10/4). Sejak pagi, masyarakat sudah memadati kantor KPU Medan di Jalan Kejaksaan Nomor 37 itu.

Berdasarkan nomor antrean yang dibuat KPU Medan, tak kurang dari 1.273 orang yang datang mengurus formulir A5n

“Total yang mengurus formulir A5 pada hari ini ada 1.273 orang. Kalau kita jumlahkan dengan hari-hari sebelumnya, total yang mengurus formulir A5 ini berkisar dua ribuan orang,” kata Komisioner KPU Medan Divisi Data, Nana Miranti kepada Sumut Pos, Rabu (10/4) sore.

Membeludaknya jumlah warga yang mengurus formulir A5 ini, menurut Nana, sudah mereka prediksi sebelumnya. “Karena ini adalah hari terakhir dan kita yakini sejak awal akan sangat membludak yang mengurus formulir ini, maka kita pergunakan sistem nomor antrean,” sebutnya.

Lantas, apa yang menjadi kendala bagi masyarakat dalam mengurus formulir A5 tersebut? Menurut Nana, yang menjadi kendala adalah banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui syarat-syarat dalam mengurus formulir pindah memilih ini. “Kita hanya mengkoordinir pemilih dalam keadaan tertentu, dan kriterianya ada 4, yakni yang terkena bencana alam, sakit, menjadi tahanan dan menjalankan tugas saat hari pemilihan. Banyak masyarakat yang tidak masuk kriteria itu tapi malah mengurus formulir A5,” tegasnya.

Ditambahkan Nana, untuk pemilih yang sedang menjalani tugas saat hari pemilihan umum, harus disertakan dengan surat tugas dari kantor. “Baik itu pegawai negeri maupun pegawai swasta, semua harus menggunakan surat tugas. Bila syarat-syaratnya terpenuhi, tentu akan kita akomodir,” terangnya.

Pantauan Sumut Pos, hingga sore menjelang malam, kantor KPU Medan masih dipadati oleh masyarakat yang mau mengurus formulir pindah tersebut. “Kalau pendaftaran dan pengambilan nomor antrian itu sudah kita tutup sejak pukul 16.00 tadi. Yang sampai saat ini masih mengantri di kantor KPU adalah mereka yang sudah mendapatkan nomor antrian dan sedang menunggu antriannya,” tutupnya. (mag-1)

Pemprovsu Sudah Buat Edaran, 17 April Libur Nasional, Jangan Halangi Pekerja Memilih

pran HASIBUAN/sumut pos telekonferens: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin telekonferens dengan Forkopimda Sumut kepada jajaran Kemendagri di Kantor Gubsu, Rabu (10/4).
pran HASIBUAN/sumut pos
telekonferens: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin telekonferens dengan Forkopimda Sumut kepada jajaran Kemendagri di Kantor Gubsu, Rabu (10/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) segera menyampaikan surat edaran tentang libur nasional pada Rabu, 17 April 2019. Surat edaran ini sebagai tindak lanjut Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019 Sebagai Hari Libur Nasional.

Dengan keluarnya surat edaran tersebut, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengingatkan manajemen perusahaan, untuk tidak melarang karyawannya menggunakan hak pilihnya. Bila ada diketahui perusahaan yang melarang karyawannya, dia meminta Bawaslu selaku lembaga pengawasan untuk turun tangan.

“Kami pemerintah provinsi hanya bisa mengimbau, karena itu adalah ranahnya Bawaslu dan sudah ada aturannya juga untuk itu,” kata pria yang akrab disapa Ijeck ini usai memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda Sumut melalui telekonferensn

kepada jajaran Kemendagri di Kantor Gubsu, Rabu (10/4).

Dia pun mengajak masyarakat agar jangan golput dalam Pemilu 2019 ini. “Mari datang ke TPS dan pilih pemimpin sesuai hati nurani kita masing-masing. Manfaatkan momen Pemilu 2019 untuk menentukan pilihan politik, dan membawa bangsa kita ke arah lebih baik,” katanya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, meski hari libur nasional, namun dia meminta kepada pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk tetap standby. “Ya, setelah mencoblos kita minta pegawai Disdukcapil tetap standby di kantornya. Begitupun dengan Disdukcapil kabupaten/kota, mana tahu memerlukan data-data dari KPU,” tutupnya.

Menyikapi ini, anggota Bawaslu Sumut Divisi SDM, Agus Salam mengatakan, pihaknya secara terpusat sudah membuka pusat pengaduan masyarakat bilamana ada hak pilih warga yang tidak terakomodir, maupun adanya dugaan kecurangan serta penyimpangan dalam proses pemilu. “Masyarakat dapat melaporkan ke Pusat Pengaduan melalui nomor WA (WhatsApp) ke 081114141414. Email: medsos@bawaslu.go.id, dan website: bit.ly/laporpengawasanmedsos. Atau bisa juga melalui aplikasi gowaslu dengan cara didownload melalui playstore,” katanya.

Pihaknya juga meminta agar tidak ada perusahaan yang menghalangi hak pilih pekerjanya pada hari pemilihan nanti. Sembari itu, Bawaslu Sumut juga segera menyurati lembaga pemerintah, BUMN, BUMD terutama perusahaan swasta yang ada di Sumut supaya membebaskan karyawannya pada 17 April untuk menyalurkan hak pilih. “Aktivitas kantor ataupun perusahaan tetap boleh, namun yang tidak boleh itu menghalangi karyawannya yang mau menggunakan hak pilih. Kami akan konsern mengawasi ini pada hari H nantinya,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi E DPRD Sumut Juliski Simorangkir mengimbau agar setiap karyawan atau pekerja untuk tetap bertahan dengan Kepres dan lebih memilih untuk datang ke TPS. “Mereka tidak boleh takut, mereka tidak masuk bekerja bukan karena mangkir tapi karena pemerintah sudah menentukan tanggal 17 April sebagai hari libur. Dan mereka harus memanfaatkan waktu itu untuk melakukan pencoblosan,” ucap Juliski kepada Sumut Pos, Rabu (10/4).

Apabila perusahaan memberikan sanksi pada karyawan yang tidak bekerja pada tanggal 17 April dan memilih untuk melakukan pencoblosan, maka Juliski mempersilahkan karyawan tersebut untuk mengadukan hal itu kepada pihaknya di DPRD Sumut. “Masak karyawan yang libur di hari libur harus diberi sanksi, logikanya dimana. Kalau ada yang diberi sanksi karena ini, maka segera laporkan ke kami di komisi E. Kami akan panggil pihak perusahaannya dan akan meminta pemerintah untuk memberikan sanksi pada perusahaan itu,” ujar Juliski.

Untuk itu, kata Juliski, setiap masyarakat harus memanfaatkan waktu itu untuk memberikan hak suaranya. Karena Libur diberikan pemerintah di tanggal 17 April nanti bukanlah tanpa tujuan, melainkan agar setiap masyarakat memiliki waktu agar bisa datang ke TPS dan memberikan hak suaranya untuk merubah nasib bangsanya menjadi lebih baik. “Maka tidak ada lagi alasan untuk Golput, manfaatkan waktu itu untuk datang ke TPS,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Harianto Butarbutar menegaskan, pihaknya tidak lagi mengatur perihal aktivitas kantor swasta untuk libur pada 17 April nanti, melainkan lebih menekankan jangan sampai ada manajemen perusahaan mengangkangi hak konstitusi para pekerjanya menyalurkan pilihan politik. “Silahkan perusahaan maupun kantor menerjemahkan Keppres tersebut, bahwa 17 April adalah hari libur nasional karena kita sedang menghadapi pesta demokrasi. Tapi bukan juga serta merta umpama sebuah pabrik harus berhenti operasional, lalu meliburkan karyawannya semua. Yang paling penting adalah perusahaan atau pimpinan pabrik itu mesti menjamin hak suara karyawannya. Kan bisa saja setelah mencoblos mereka kembali masuk kerja,” katanya.

Ia mencontohkan kondisi serupa tentu akan dialami karyawan atau pegawai rumah sakit, dimana tidak mungkin karena lagi ada pemilu lantas rumah sakit tersebut tutup untuk melayani masyarakat. “Tidak mungkin kita mengatur ribuan perusahaan yang ada di Sumut ini, gara-gara even pemilu. Kita pemerintah daerah hanya sifatnya mengimbau, selebihnya pihak perusahaan pandai-pandailah mengatur atas kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Pemprovsu Siap Sukseskan Pemilu

Sepekan menjelang hari pencoblosan, segala persiapan sudah hampir rampung. Mulai dari distribusi logistik sampai pengamanan oleh aparat kepolisian pada hari H nanti. “Alhamdulillah dalam penyebaran surat suara sampai hari ini tidak ada kendala, namun ini masih ada waktu sampai 17 April, kami terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh penyelenggara pemilu,” ujar Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Dia mengharapkan Pemilu 2019 di Sumut berjalan aman dan kondusif, dan seluruh masyarakat dapat hadir ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. “Pemprovsu juga sudah menginstruksikan Disdukcapil se Sumut agar tetap membuka kantor, bilamana ada data-data yang dibutuhkan pihak penyelenggara pemilu,” katanya.

Mewakili Kapolda Sumut, AKBP Guntur Agung Supono, dalam laporan kepada Mendagri melalui telekonfrens menyampaikan, secara umum jelang Pemilu 2019 di Sumut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat masih kondusif, meski diakui bahwa intensitas dan dinamika yang terjadi cukup meningkat. “Namun begitu bersama jajaran TNI, kami telah bekerjasama melakukan pengamanan Kamtibmas termasuk beberapa kali melaksanakan gelar pasukan. Dan besok (hari ini) kami akan menggelar apel persiapan pengamanan TPS se Sumut, dihadiri Panglima TNI dan Kapolri di Lapangan Benteng Medan,” katanya.

Pihaknya sudah menyiapkan 23.342 personil yang ditugaskan untuk menyukseskan Pemilu 2019. Jumlah tersebut terdiri dari 13.002 personel dari Polri dan 10.340 personel dari TNI. “Seluruh personil juga sudah dibekali dengan buku saku SOP pengamanan pemilu,” katanya.

Ketua KPU Sumut Yulhasni yang turut hadir mengungkapkan, logistik pemilu sudah disebar ke 42.650 TPS se Sumut. Namun terdapat kerusakan surat suara sebanyak 187.207 dan kotak suara 10.721. “Persiapan kita sudah hampir rampung. Persoalan pengiriman logistik di Kepulauan Nias menggunakan jalur udara dan laut, karena sulit diakses transportasi darat. Mengenai surat suara yang rusak, kami sudah laaporkan kepada KPU pusat dan sudah ditindaklanjuti yang mana pengirimannya sedang dalam perjalanan,” terangnya.

Pihaknya meminta bantuan aparat TNI dan Polri agar logistik bisa terkirim semua sebelum hari pencoblosan nanti. “Dan per 3 April jumlah daftar pemilih tetap kita di Sumut sebanyak 9.786.005 orang,” ungkapnya.

Sedangkan dari Bawaslu melaporkan, sudah menyiapkan personel pengawasan TPS, pelatihan saksi di TPS dan patroli pengawasan politik uang. “Kita sudah mempersiapkan personel pengawasan, pelatihan saksi dari parpol dan pengawasan politik uang. Kita sudah siap untuk menyambut pemilu 2019,” kata Komisioner Bawaslu Sumut Agus Salam.

Direktorat Jendral Bina Adminstrasi Kewilayahan Eko Subowo yang didampingi Ditjen Otda Djorhermansyah Djohan dan Ditjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi kesiapan Sumut untuk Pemilu 2019. Untuk masalah logistik akan segera ditindaklanjuti. “Kami sangat mengapresiasi kesiapan dari Sumut untuk Pemilu 2019, pertahankan koordinasinya. Untuk masalah logistik akan segera ditindaklanjuti dan penyelenggara segera menyelesaikan pengiriman ke daerah-daerah kepulauan,” katanya.

Rapat koordinasi melalui video conference ini dihadiri unsur Forkopimda Sumut, Kadisdukcapil Sumut Ismael Parenus Sinaga, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Suriadi Bahar dan Kasatpol PP Anthony Siahaan. (prn/mag-1)

Mahasiswa Tuntut BPODT Dibubarkan, 3 Tahun Pariwisata Belum Berkembang

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos UNJUKRASA: Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba berunjuk rasa depan kantor BPODT, Jalan Patimura Medan, Rabu (10/4). Mereka menuntut BPODT dibubarkan.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
UNJUKRASA: Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba berunjuk rasa depan kantor BPODT, Jalan Patimura Medan, Rabu (10/4). Mereka menuntut BPODT dibubarkan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) sudah tiga tahun dibentuk pemerintah berdasarkan Perpres Nomor 49 Tahun 2016. Namun hingga kini, keberadaan badan yang dipimpin Arie Prasetyo itu dinilai belum memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan kemajuan ekonomi masyarakat sekitar Danau Toba.

Melihat kenyataan ini, Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba melakukan unjuk rasa di depan kantor Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) di Jalan Patimura Medan, Rabu (10/4) siang. Mereka mendesak pemerintahn

untuk membubarkan BPODT. “Kita mempertanyakan apa fungsi BPODT? Sejauh ini kita bingung dan ambigu, apa yang sudah dilakukan BPODT,” ungkap Koordinator Aksi, Ambrin Simbolon dalam orasinya.

Dikatakannya, selama ini yang dilakukan BPODT hanya aktivitas yang kegunaannya bersifat sementara, semisal seminar. Tidak berdampak bagi pengembangan perekonomian masyarakat. Padahal, pembentukan BPODT ini telah menghabiskan tidak sedikit anggaran negara. Oleh sebab itu, para mahasiswa meneriakkan agar BPODT yang dipimpin Arie Prasetyo sebagai direktur utama dibubarkan. “Sudah sepantasnya Presiden Joko Widodo membubarkan satuan kerja dari Kementerian Pariwisata ini. Bubarkan BPODT sekarang juga,” teriak Ambrin.

Dalam kesempatan itu, mereka juga menyoal tentang areal tanah di kawasan Desa Sigapiton (Kecamatan Ajibata) yang masuk dalam pengelolaan BPODT. Disebutkan, tanah yang berstatus tanah ulayat tersebut masih terdapat sengketa yang belum diselesaikan.

Satu jam berorasi, namun tidak satupun perwakilan dari BPODT menemui massa aksi. Kesal tak ada yang menemui mereka, para pendemo mencoba mendobrak pagar kantor BPODT. Namun aksi itu dihalangi puluhan petugas Kepolisian yang mengawal jalannya aksi.

Tak sampai di situ, massa mencoba memanjat pagar kantor itu. Melihat massa sudah tidak kondusif, baru perwakilan BPODT mengizinkan mahasiswa dari berbagai universitas di Medan itu masuk untuk berdialog.

Dalam dialog dengan mahasiswa, Dirut BPODT Arie Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah berbuat untuk kemajuan kawasan pariwisata di Danau Toba untuk mendatangkan wisatawan dengan jumlah besar. “Kita juga baru resmikan The Kaldera Toba Nomadic Escape di Kabupaten Toba Samosir. Kita juga melibatkan masyarakat dalam pembangunan The Kaldera,” kata Arie.

Soal rencana induk pengembangan pariwisata Danau Toba saat ini, kata Arie, terus digodok oleh tim pakar. “Saat ini tengah disusun Integrated Tourism Masterplan (ITMP) oleh tim pakar yang dibantu oleh World Bank, Kementerian Pariwisata, Bappenas dan Kementerian PUPR, dan akan selesai tahun ini,” kata Arie.

Arie juga menjelaskan, selama ini pemerintah terus melakukan pembangunan di kawasan Danau Toba. Dalam tiga tahun terakhir, pembangunan yang dilakukan antara lain, Bandara Silangit, Bandara Sibisa, Jalan Nasional, Jalan Tol hingga Kapal Ferry di Danau Toba.

“Kita juga tetap memperhatikan masyarakat dan industri sekitar khususnya UMKM. Intinya pembangunan tetap melibatkan masyarakat agar dampak pembangunan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar Danau Toba,” ujarnya.

BPODT, kata Arie, juga akan semaksimal mungkin mengangkat kebudayaan dan kearifan lokal dalam pengembangan Danau Toba. Dengan itu, ia membantah semua tudingan disampaikan massa aksti tersebut. “Kebudayaan dan kearifan lokal menjadi semangat kita. Jika ini terus berkembang, pariwisata juga terus meningkat. Maka yang merasakan efeknya secara langsung adalah masyarakat. Semoga apa yang kita kerjakan bisa terus meningkatkan perekonomian masyarakat,” bebernya.

Terakhir, Arie juga menambahkan, dari sisi kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara, adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Utara pada Februari 2019, sebesar 23.342 kunjungan, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yakni 17.926 kunjungan atau naik 30,2 persen. “Tentu untuk membangun kawasan Danau Toba yang sangat besar, luasnya lima kali lebih besar dari Jakarta, membutuhkan proses yang tidak sebentar. Kami berupaya meretas permasalahan satu persatu, dan berharap tugas besar ini dapat kita lakukan bersama dan terintegrasi. Tentunya jika ada kekurangan di sana sini kami mohon maaf,” pungkasnya.

Divisi Pemasaran BPODT yang dipimpin Wahyudito membantah kalau tanah tersebut masih bermasalah. Pihaknya tidak mungkin beraktivitas di sana kalau ternyata masih terdapat sengketa. “Secara hukum tanah seluas kurang lebih 500 ha di Sigapiton sudah tidak bermasalah. Penyelesaian ganti ruginya dalam situasi on going process. Tidak mungkin otorita berkegiatan kalau ada masalah,” ujar Wahyudito.

Di Sigapiton, BPODT bersama Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia telah melakukan berbagai hal untuk pemberdayaan masyarakat. Seperti memberikan beasiswa kepada 22 orang mahasiswa menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Pariwisata di Bandung dan Bali. BI membantu pertanian bawang dan Kementerian Pariwisata mengembangkan homestay untuk penginapan wisatawan yang berkunjung.

Pihak otorita dan aliansi mahasiswa bersepakat untuk kembali bertemu dua pekan ke depan guna membicarakan pengembangan berbagai hal untuk kemajuan masyarakat di kawasan Danau Toba. (gus)

Terima Keluhan Keluarga Penerima Manfaat Program PKH Diintimidasi, Sihar Sitorus akan Menindak Tegas

ist ASPIRASI: Sihar P. H. Sitorus berbincang dan menampung aspirasi para pedagang saat berkunjung di Kota Sibolga, beberapa hari lalu.
ist
ASPIRASI: Sihar P. H. Sitorus berbincang dan menampung aspirasi para pedagang saat berkunjung di Kota Sibolga, beberapa hari lalu.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Sihar P. H. Sitorus, Calon Legislatif DPR RI PDI Perjuangan blusukan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah beberapa hari lalu.

Dalam kunjungan ini Sihar Sitorus blusukan ke permukiman warga, dan juga pasar Sibolga dan Pasar Si Pea-pea. Sihar Sitorus pun selalu mengajak warga untuk berbincang.

Beberapa warga yang berbincang dengan Sihar Sitorus pun mengeluhkan adanya ancaman yang mereka terima sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH)

Ancaman tersebut adalah mereka akan dicoret sebagai KPM jika memilih Sihar Sitorus, dan harus memilih calon tertentu yang diminta orang-orang yang mengurusi KPM.

Persoalan ini pun diperjelas Kabul Lumban Tobing, Tim Pemenangan Sihar Sitorus di Kabupaten Sibolga dan Tapanuli Tengah, yang sering kali menerima warga lainnya yang juga mendapat ancaman.

“Jangan takut akan ancaman pemberhentian PKH yang dilakukan oknum tertentu, Bapak Sihar ini salah satu tenaga ahli Kemenko PMK sendiri, dan beliau pasti akan menindak tegas hal tersebut,” ujar Kabul kepada warga yang mengeluhkan tersebut.

Mendengar keluhan ini, Sihar Sitorus pun geram karena ulah oknum-oknum yang menyalahgunakan progam pemerintah tersebut.

Dikatakannya, hal ini merupakan salah satu tindak pidana, karena PKH merupakan program resmi dari pemerintah pusat.

“Ancaman seperti itu merupakan tindak pidana, lagipula PKH merupakan program langsung dari pemerintah pusat yang dananya menggunakan APBN dan penanganannya langsung dari kementerian yang membawahinya,” ujar Sihar.

Sihar Sitorus yang merupakan Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, memberikan penjelasan bahwa dana yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) langsung dikirim dari pusat.

“Ada proses panjang yang harus dilakukan untuk mendapatkan PKH, sehingga pemberhentiannya pun tidak sembarangan dilakukan,” ujarnya.

Lanjut Sihar, Sasaran PKH adalah keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin, yang memiliki komponen kesehatan dengan kriteria ibu hamil/menyusui, anak berusia nol sampai dengan enam tahun.

Komponen pendidikan dengan kriteria anak SD/MI atau sederajat, anak SMA/MTs atau sederjat, anak SMA /MA atau sederajat, dan anak usia enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Kata Sihar penyaluran bantuan sosial PKH diberikan kepada KPM yang ditetapkan oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga yang sebelumnya telah melewati proses panjang.

“Tidak bisa itu asal dicoret, karena proses pendataannya juga panjang, bapak ibu KPM sudah tahu sendiri, maka pencoretannya juga tidak bisa sembarangan,” jelas Sihar.

Sihar pun menyampaikan tidak usah mengkhawatirkan ancaman tersebut, karena jika memang didapati kasus pencoretan tersebut, ia sendiri yang akan membantu melaporkannya.

“Kalau ada terima seperti itu, dicatat dan sampaikan pada saya. Pasti akan ditindak langsung,” tegas Sihar.

Diketahui apabila ingin terdaftar menjadi calon penerima bantuan warga harus tercatat oleh Kementerian Sosial di Base Data Terpadu (BDT) dan memiliki salah satu syarat diantaranya memiliki anak balita, Ibu hamil, Anak SD, SMP, SMA. Juga bagi penyandang disabilitas dan lansia

Pendataan itu biasanya melalui Kasi data, kemudian akan diinput ke sistem BDT. Setelah itu, Dinas Sosial akan kirim surat ke Kementerian Sosial untuk menugaskan PKH di Kabupaten untuk menyalurkan dana PKH kepada masing-masing KPM. (rel/han)

Promo Paket Umroh dari Ameera Mekkah

Owner PT. Ameera Mekkah, Ibu Neni, didampingi Tim Marketing, Ustaz Uhe dan Ustaz Burlian.
Owner PT. Ameera Mekkah, Ibu Neni, didampingi Tim Marketing, Ustaz Uhe dan Ustaz Burlian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Roadshow Hijrahfest to Medan 2019 yang berlangsung 5-7 April lalu, di Asrama Haji panen kebajikan bagi masyarakat Kota Medan. Sesuai imbauan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, agar kesempatan seperti ini jangan dilewatkan begitu saja, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Persis tajuk Hijrahfest to Medan, Gubsu juga meyakini masyarakat Sumut perlu hijrah, dari yang sebelumnya sulit menjadi masyarakat yang dirahmati Allah SWT.

Pencerahan keagamaan dari Ustaz Fatih Karim, Ustaz Oemar Mita, Ustaz Sulaiman, Ustazah Oky Setiana Dewi dan ustaz kondang lainnya. Pun bazar yang melibatkan lebih dari 100 pengusaha muslim Medan, mulai dari pakaian muslim, makanan, jasa layanan perbankan, travel, buku Islami dan lain sebagainya, menjadi ruang media bagi pengunjung yang ingin mengenal tentang konsep hijrah.

Animo masyarakat Medan sangat luar biasa. Tausiyah dari para ustaz adalah momen yang paling dinanti pengunjung. Namun selain itu, informasi tentang umroh juga menjadi salah satu yang paling dicari oleh pengunjung. Setidaknya selama tiga hari kegiatan Hijrahfest berlangsung, stan-stan umroh cukup ramai dikunjungi. Satu di antaranya adalah stan PT. Ameera Mekkah.

“Cukup banyak pengunjung yang datang untuk bertanya mengenai informasi tentang umroh. Mulai dari teknis perjalanan hingga tentang biaya yang dikeluarkan dalam perjalanan umroh,” kata Owner PT. Ameera Mekkah, Ibu Neni, didampingi Tim Marketing, Ustaz Uhe dan Ustaz Burlian.

Diungkapkan Ustaz Burlian, khusus selama Hijrahfest berlangsung, pengunjung sangat tertarik dengan penawaran khusus yang diberikan, yakni berupa paket promo dengan potongan harga sebesar Rp500.000 bagi pengunjung yang mendaftarkan umroh selama tiga hari kegiatan berlangsung. Pendaftar juga mendapatkan souvenir seperti jam dinding, payung, pun gantungan kunci.

“Tambahan perjalanan wisata sekaligus umrah ke daerah Thaif ke percetakan Alquran terbesar di dunia dan Jabal Magnet di kota Madinah, juga diberikan bagi pengunjung yang mendaftar,” jelasnya.

Menariknya salah satu pengunjung yang berhasil menjawab kuis yang diberikan oleh panitia penyelenggara Roadshow Hijrahfest to Medan 2019 beruntung mendapatkan potongan harga senilai Rp2,5 juta untuk perjalanan umroh ke tanah suci. Sepanjang tiga hari berlangsungnya Hijrahfest 2019, setidaknya tercatat sebanyak 10 pengunjung yang mendaftar umroh pada Oktober-November 2019 mendatang.

Tentu saja ini merupakan hal positif dari kegiatan itu. Sesuai dengan misi kegiatan yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat muslim dan memperluas akses produk dan jasa syariah. Sisi lain keterlibatan para pelaku usaha dalam kegiatan ini merupakan wujud dari kontribusi nyata para pelaku usaha menjadi bagian untuk membumikan konsep ‘hijrah’.

“Tak dipungkiri umroh merupakan salah satu proses hijrah umat muslim di dunia. Umroh dilakukan untuk menguatkan hati. Sebagai insan yang tak sempurna, kita terpanggil oleh konsep Allah dulu, Allah lagi, Allah seterusnya,” pungkas Ibu Neni. (rel)

Kecelakaan Bus Karyawan di Malaysia Empat Jenazah TKI Dipulangkan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direncanakan hari ini, Kamis (11/4) pagi, empat jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan bus karyawan Malaysian Airlines (MAS) Cargo Complex, akan tiba di Bandara Kualanamu.

Hal itu diungkapkan koordinator Pos Layanan TKI Bandara Kualanamu Suyoto. Keempat jenazah TKI yang menjadi korban kecelakaan bus itu, adalah Rosvita Loka Harahap warga Hamparan Perak Deliserdang, Ayu warga Seirampah Serdangbedagai, Azura Aprianti warga Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dan Fitri Nurjahari merupakan warga Kecamatan Manak Payed, Kabupaten Aceh Tengah.

“Terjadwal jenazah akan tiba Kamis (11/4). Kami BP3 TKI Kualanamu akan memfasilitasi penyerahan jenazah pada keluarganya di Kargo Bandara Kualanamu,” ucap Suyoto.

Disebutkan Suyoto, dari 14 TKI yang turut menjadi korban kecelakaan. Empat di antaranya meninggal dunia, sedangkan 10 korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit di Malaysia yakni di RS Serdang, RS Putrajaya, RS Banting, dan RS Kajang .

Untuk sekedar diketahui, kecelakaan maut itu terjadi pada Minggu (7/4) siang waktu setempat di KLIA, Sepang, Malaysia. Dari informasi yang diperoleh, total ada 12 orang tewas dan 32 orang terluka akibat kecelakaan tersebut.

Saat kecelakaan, bus tersebut mengangkut 43 karyawan yang seluruhnya WN asing dan seorang pengemudi WN Malaysia. Namun saat bus dalam perjalanan dari asrama karyawan di Nilai, Negeri Sembilan, menuju lokasi Malaysian Airlines (MAS) Cargo Complex, pengemudi hilang kendali dan masuk ke selokan. Kecelakaan tunggal itu pun menelan korban jiwa dan luka-luka.

Sementara Zulkarnaen, orangtua salah seorang TKI yang meninggal mengatakan Rabu (10/4) berangkat melihat jenazah anaknya bernama Ayu.

“ Jenazah anak saya sudah siap dikafani dan disalatkan dan sudah dimasukkan dan akan dipulangkan melalui Bandara KNIA,”katanya.

Ayu adalah warga Kecamatan Seirampah Serdang Bedagai yang merupakan karyawan kontrak di Kargo Malaysia Airlines di Bandara Kuala Lumpur. (btr/han)

365 KPPS se-Kecamatan Perbaungan Dilantik

SURYA/SUMUT POS DILANTIK: 365 Anggota KPPS se-Kecamatan Perbaungan diambil sumpah dan janji saat dilantik di Wisma Juang Kecamatan Perbaungan, Rabu (10/4).
SURYA/SUMUT POS
DILANTIK: 365 Anggota KPPS se-Kecamatan Perbaungan diambil sumpah dan janji saat dilantik di Wisma Juang Kecamatan Perbaungan, Rabu (10/4).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 365 orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tersebar di 28 desa se-Kecamatan Perbaungan dilantik di Wisma Juang Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Rabu (10/4).

Usai pelantikan, perwakilan KPPS menanda tangani fakta integritas, sebagai tanda pernyataan kesanggupan dalam menjalankan tugas anggota KPPS,

Camat Perbaungan diwakili oleh Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Perbaungan Prayitno SH menyampaikan, keberhasilan suatu demokrasi itu adalah ditangan KPPS. Ia pun berharap usai dilantik anggota KPPS mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar saat menjalankan tugasnya.

“Bekerjalah secara profesional sesuai dengan Penunjuk Teknis (Juknis) berdasarkan aturan dari KPU, semoga tugas nasional yang diemban kepada saudara ini menjadikan tugas yang mulia, kita ketahui sendiri tugas ini bukan tugas yang ringan, untuk itu kepada anggota KPPS yang baru dilantik ini bekerjalah secara tim nantinya,” kata Prayitno.

Pada kesempatan itu, Panwas Kecamatan Perbaungan Farida Hanum mengatakan anggota KPPS merupakan ujung tombak keberhasilan suatu pemilu. Ia pun mengingatkan kepada seluruh anggota KPPS, kalaupun ada permasalahan di setiap TPS harus berkordinasi dengan pengawas TPS yang ada di setiap TPS.

Sementara ketua KPU Sergai Erdian Wirajaya S.Sos didampingi Sekretariat KPU Sergai Dharma Eka Subakti SPd bersama Kasubag Hukum Iskandar Zulkifli SH MH menyampaikan, anggota KPPS selalu siap memberikan pengabdian kepada nusa dan bangsa.

Pemilu serentak ini merupakan tonggak baru bagi demokrasi indonesia, dulunya pemilu dilakukan secara dua sesi, sekarang dengan adanya penggabungan menjadi pemilu serentak, karena pemilu serentak ini adalah uji coba untuk pemilu pada tahun 2024 mendatang, yang akan dilaksanakan secara serentak.

Karena pemilu serentak pada 2024 mendatang akan menjadi tantangan kepada anggota KPPS. Erdian Wirajaya berharap anggota KPPS dalam setiap bekerja untuk berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.(sur/han)