Home Blog Page 5430

Perindo Fogging Nasional Serentak

ist BERSAMA: Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo berfoto bersama kader dan pengurus Perindo Sumut.
ist
BERSAMA: Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo berfoto bersama kader dan pengurus Perindo Sumut.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar fogging atau pengasapan menangkal nyamuk penyebab demam berdarah dengue secara nasional. Fogging ini program fogging serentak secara nasional yang dicanangkan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Hary Tanoe sendiri memimpin fogging nasional yang diadakan serentak di seluruh Indonesia ini secara langsung di Sibolga, Sumatera Utara. Diharapkannya aksi nyata fogging yang dilaksanakan secara serentak bisa dirasakan dan membantu masyarakat Indonesia.

“Belakangan wabah demam berdarah di mana-mana, terutama saat curah hujan tinggi seperti sekarang. Jadi 6 bulan terakhir Perindo semakin aktif memberikan bantuan fogging di seluruh Indonesia. Hari ini kami melakukan serentak secara nasional dan saya pimpin sendiri dari Sibolga,” ungkap Hary Tanoe, Selasa (9/4).

Partai berlambang rajawali biru ini, imbuhnya, memang memiliki program utama berupa fogging. Selama ini para kader dan pengurus di daerah selalu siap melayani permintaan masyarakat guna melakukan pengasapan gratis. Bahkan, seluruh kantor Partai Perindo di tiap daerah sudah memiliki peralatan fogging yang lengkap.

“Sambutan masyarakat juga positif dan antusias, bahkan rekan-rekan warga juga ambil bagian bersama kami. Pesan kepada ibu-ibu dan masyarakat, mari kita jaga lingkungan kita untuk menjadikan Indonesia lebih  baik dan sejahtera,” tegas HT.

Senada, Ketua DPP Perindo Bidang Media dan Komunikasi Massa Arya Mahendra Sinulingga menegaskan, upaya fogging merupakan langkah meningkatkan kualitas kesehatan dan sekaligus mengedukasi masyarakat untuk peka pada lingkungan sekitar tempat tinggal.

Perindo juga mengapresiasi pemerintah pusat dan daerah yang sigap melakukan sosialisasi pencegahan dan penangganan DBD. Masyarakat juga dinilai semakin peka terhadap bahaya nyamuk aedes aegypti dan giat menggelar gotong royong membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal. (rel/ram/azw)

Puncak Arus Mudik Diprediksi 31 Mei

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS STASIUN_Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan kereta di Stasiun Kereta Api Medan,
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
STASIUN: Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan kereta di Stasiun Kereta Api Medan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2019 akan jatuh pada 31 Mei 2019 mendatang. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kemenhub.

“Pada arus mudik Lebaran tahun 2019 ini, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 31 Mei 2019 (H-5) dengan perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00 WIB s.d 08.00 WIB,” ujar Kepala Litbang Kemenhub, Sugihardjo di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Namun, menurut Sugihardjo puncak arus mudik tersebut bisa saja tak sesuai prediksi. Pasalnya, pada 30 Mei 2019 terdapat tanggal merah, yakni peringatan kenaikan Isa Almasih.

“Apabila tanggal 31 Mei ditetapkan sebagai cuti bersama, maka ada kemungkinan pergeseran puncak arus mudik yang akan jatuh pada tanggal 29 atau 30 Mei 2019,” kata Sugihardjo.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi memprediksi untuk arus balik akan terjadi mulai tanggal 6 Juni 2019. “Untuk arus balik waktunya lebih pendek ketimbang arus mudiknya. Arus baliknya diprediksi mulai tanggal 6 sampai 9 Juni. Ini jadi perhatian kita semua,” ucap dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 14.901.468 warga Jabodetabek akan melakukan mudik Lebaran 2019. Angka ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan yang telah dilakukan terhadap 7.762 responden rumah tangga.

Survei ini diselenggarakan untuk mengetahui potensi jumlah pemudik, penggunaan moda, pola perjalanan, biaya yang dihabiskan, preferensi tentang mudik gratis, serta persepsi tentang pelayanan angkutan lebaran tahun sebelumnya.

Metode yang digunakan adalah wawancara langsung dari rumah ke rumah kepada masyarakat (home interview) dan sebagai pelengkap juga dilakukan online survey. (kps)

40% Pemilih Tunggu Serangan Fajar, Potensi Politik Uang di Pemilu 2019 Masih Tinggi

Ayo memilih
Ayo memilih

SUMUTPOS.CO – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tinggal hitungan hari. Potensi permainan politik uang tampaknya masih kental terjadi, tak terkecuali di Provinsi Sumatera Utara. Bahkan, masyarakat disinyalir makin terang-terangan mengaku ‘siap menerima serangan fajar’ dari para kontestan pemilu. Hasil survei perilaku pemilih salahsatu parpol, 40 persen pemilih masih menunggu adanya serangan fajar.

CALON anggota legislative (Caleg) dari Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Anton Siahaan kepada Sumut Pos mengakui, politik uang memang tidak dapat dihindari. Bukan hanya pada edisi pemilu kali ini. “Hampir di seluruh daerah di Indonesia, setiap ada momen pemilu, semakin mencuat. Begitupun di Sumut ini,” kata Anton Siahaan, Senin (8/4).

Dia mengamati, setiap blusukan ke sejumlah warung kopi dan bertemu masyarakat pada daerah pemilihannya, jika membahas dukung-mendukung caleg tertentu, selalu masyarakat menanyakan berapa jumlah uang yang akan diberi untuk suara mereka. “Bahkan di media sosial saya pernah baca, ada yang terus terang menebar postingan dan status ‘kami sembilan orang siap menerima serangan fajar’. Ini ‘kan sudah sangat terang-terangan sekali,” katanya.

Tak hanya itu, kerap ia dapati ketika bersosialisasi di daerah pemilihannya, para caleg sudah mengalokasikan ‘serangan fajar’ dalam biaya politiknya pada hari pencoblosan nanti. “Kalau untuk tingkat kabupatenlah kita bilang, karena saya Dapil Siantar-Simalungun, cost politik ‘serangan fajar’ itu cukup tinggi. Si caleg DPR RI bahkan ada yang mematok hingga Rp500 ribu per suara. Untuk DPRD tingkat satu di atas Rp350 ribu per suara. Paling minim pun untuk tingkat dua, dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per suara sudah mereka siapkan. Menurut perhitungan mereka, hal itu masih realistis dengan suara yang mau didapatkan untuk duduk,” paparnya.

Apakah Anda akan mengikuti permainan seperti itu?

Dia menjawab, tidak punya modal untuk menyediakan uang sebanyak itu. Sehingga ia lebih nothing to lose dalam kontestasi kali ini. “Saya pernah menanyakan hal ini kepada caleg petahana yang sudah berpengalaman juga tentunya di dunia politik. Dia sampaikan kalau dirinya mesti menyediakan uang sampai Rp3 miliar untuk itu saja (serangan fajar), mending buka usaha saja lebih jelas. Dan saya mengamini jawaban dia itu. Makanya saya nggak berpikir untuk ikutan kayak begitu,” ucapnya.

Ia berharap, Bawaslu di semua tingkatan untuk lebih meningkatkan pengawasan, mengingat sembilan hari jelang pencoblosan praktek-praktek kotor kayak politik uang makin gencar terjadi. “Kalau bisa, petugas Bawaslu itu selalu libatkan aparat kepolisian untuk menyelidiki oknum-oknum caleg yang bermain politik uang tersebut, sehingga kalau kedapatan bisa segera diproses dan menjadi efek jera bagi oknum caleg lainnya,” katanya.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Sugiat Santoso juga mengungkapkan, dari hasil survei perilaku pemilih yang telah dilakukan, 40 persen di antaranya justru masih menunggu adanya serangan fajar.

“Kalau kita bicara, apakah serangan fajar itu masih efektif? Ya mungkin saja masih efektif. Karena dari hasil survei, ternyata 40 persen masyarakat justru masih mengharapkan serangan fajar. Miris sekali. Tapi kalau kita bicara tentang demokrasi, serangan fajar justru membuat nilai demokrasi dari pemilu itu sendiri menjadi hancur,” sebut Sugiat kepada Sumut Pos, kemarin.

Oleh sebab itu, kata Sugiat, pihaknya terus melakukan sosialisasi atas pentingnya kejujuran masyarakat untuk menentukan pilihannya. “Kita terus melakukan upaya pendekatan, mulai dari pendekatan secara agama maupun secara pengetahuan politik, suara mereka sangat berharga dan akan sangat disayangkan apabila diperjualbelikan,” katanya.

Caleg Partai Golkar yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir malah menilai, serangan fajar merupakan perbuatan yang haram dan merupakan dosa besar. Baginya, mereka yang memberikan dan menerima serangan fajar sama-sama telah melakukan perbuatan dosa. Tidak hanya haram, Riza pun mengatakan, serangan fajar merupakan tindakan ilegal. Dan untuk setiap yang melakukannya harus diganjar hukum tegas.

“Serangan fajar itu haram. Saya yakin apapun agamanya pasti berpendapat yang sama. Selain haram, juga melanggar undang-undang. Siapa saja yang melakukan serangan fajar, tangkap dia, sekalipun kader Golkar sendiri,” ucap Riza.

Begitupun dengan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut Meilizar Latief. Caleg DPRD Sumut dapil Sumut 1 ini bahkan menilai, serangan fajar adalah sebuah bentuk intimidasi. Tidak hanya sebuah tindakan paksaan, Meilizar juga menyebutkan bahwa serangan fajar juga membuat berkurangnya nilai demokrasi itu sendiri. “Masyarakat dipaksa menjual haknya dalam memilih caleg yang dia mau pilih. Kalau sudah begini, di mana lagi nilai demokrasinya?” kata Meilizar.

Senada dengan itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih mengatakan, serangan fajar bukanlah tindakan demokrasi melainkan tindakan kriminalisasi. Tak hanya menjual suaranya, Japorman juga menilai bahwa serangan fajar itu membuat masyarakat mempertaruhkan nasibnya selama lima tahun kedepan demi nominal yang sangat tidak sebanding nilainya dengan nasib masyarakat itu sendiri.

“Wakil rakyat itu dipilih karena kita yakin dia bisa mewakili kita untuk menyuarakan hati kita agar pemerintah mau memperhatikan masyarakat supaya bisa hidup lebih baik. Itu intinya. Jadi, kalau sudah memilih karena serangan fajar, percuma masyarakat berharap agar kehidupannya menjadi lebih baik, karena dia tidak memilih yang terbaik ,” jelasnya.

Pengamat sosial politik dari UMSU Sohibul Ansor Siregar mengatakan, nilai-nilai demokrasi luntur dengan adanya serangan fajar. “Itulah fenomena yang memang selalu terjadi di saat-saat menjelang Pemilu seperti ini. Ada permintaan maka ada penawaran. Siapa yang mau disalahkan, kita juga tidak tahu. Mereka yang memberikan juga akan percuma, kalau tidak ada yang menerima. Mereka yang meminta juga percuma kalau tidak ada yang memberi,” ujar Sohibul.

Menurutnya, cara ini hanya akan menjadi ampuh apabila memang masyarakat membutuhkannya. Untuk itu, tingkat kesejahteraan masyarakat juga menjadi barometer tingginya angka serangan fajar. Masyarakat dengan ekonomi yang relatif lebih lemah dinilai Sohibul sebagai target atau sasaran bagi para politisi yang ingin mendulang suara dengan cara-cara yang curang.

“Kalau semua masyarakat sejahtera, mana ada yang mau menerima serangan fajar dengan nominal murah. Kalau harus dengan nominal yang sangat mahal, mana mungkin semua caleg mampu. Masyarakat dengan nilai ekonomi lemah lah yang menjadi sasaran, membeli suara mereka dengan harga yang relatif murah,” terangnya.

Untuk itu, katanya, masyarakat harus berani menolak untuk diberikan serangan fajar sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap bangsa dan bukti kecerdasan masyarakat. “Begitupun dengan para caleg, mereka harus berani menolak untuk memberi sekalipun mereka ditawarkan oleh para pemilih yang dijanjikan akan memilih dirinya apabila diberi serangan fajar. Kalau mau fenomena ini berakhir, semua pihak, baik itu Caleg maupun masyarakat semua harus merubah pola pikirnya dan berani untuk berubah,” tutupnya.

Menyikapi fenomena serangan fajar ini, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan mengatakan, pihaknya memang sangat konsern dan selalu mewanti-wanti permainan politik uang ini. Karenanya, melalui Kampung Pengawasan yang sudah terbentuk di Asahan sebagai percontohan, lalu diikuti dengan Kampung Pengawasan lainnya yang ada di Sumut, dapat menjadi wadah bagi partisipasi masyarakat untuk melaporkan adanya permainan seperti itu. “Kawan-kawan wartawan juga kita harapkan menjadi kaki, tangan, mata dan telinga bagi kami lembaga pengawasan. Sebab tidak mungkin Bawaslu sendiri yang melakukan pengawasan jika tidak dibantu elemen masyarakat dan juga kawan-kawan media,” katanya.

Pihaknya juga selalu menginstruksikan kepada jajaran Bawaslu kabupaten/kota, supaya melakukan pengawasan dan patroli secara intensif hingga ke akar rumput sehingga praktek kotor politik uang mampu diminimalisir. “Dan seperti biasa setiap masa tenang nantinya selama tiga hari sampai hari pencoblosan, petugas kami aktif berkeliling atau patroli melakukan pengawasan agar praktek money politic dapat diberangus. Namun begitu sekali lagi saya katakan, tanpa dukungan bersama seperti elemen masyarakat dan kawan-kawan jurnalis, Bawaslu tidak akan maksimal melakukan pengawasan. Peran aktif semua stakeholder tentu sangat kami harapkan,” pungkasnya.

Bawaslu Dairi Berpatroli

Menyahuti instruksi Bawaslu RI, Bawaslu Dairi akan melakukan patroli pengawasan politik uang pada masa tenang. Menurut Divisi Hukum Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Dairi, Pandapotan Rajagukguk mengatakan, patroli pengawasan politik uang tersebut berdasarkan surat edaran Bawaslu RI Nomor 078/K.Bawaslu/PM.01.00/3/2019 tertanggal 29 Maret 2019. Dalam surat edaran itu, Bawaslu RI menginstruksikan seluruh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota melakukan patroli money politic.

Dan untuk Kabupaten Dairi lanjut Pandapotan, mereka telah menginstruksikan semua Panwaslih Kecamatan dan pengawas TPS melakukan pengawasan di masa tenang akan dimulai sejak, 14-16 April 2019. Dan khusus, 16 April 2019 akan dilakukan 24 jam.

Terpisah, Komisoner KPU Dairi divisi hukum, Verianto Sitohang ditemui di Kantor KPU Jalan Palapa Sidikalang, Senin (8/4) mengatakan, dalam setiap sosialisasi dilakukan KPU terhadap masyarakat. KPU telah menjelaskan dampak politik uang. Sebab, seorang calon anggota legislatif (Caleg) menang karena melakukan politik uang akan melakukan korupsi. Kita terus menyuarakan supaya masyarakat menolak caleg yang melakukan politik uang.

Secara singkat kita juga menjelaskan kepada masyarakat, bahwa sesuai peraturan yang menerima dan memberi sama-sama terjerat hukum. Dan sebagai komitmen kami terkait money politik dimaksud, KPU sudah jelas menolak caleg yang terlibat korupsi. Verianto menambahkan, KPU dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menandatangani kesepakatan untuk mengajak masyarakat memilih caleg yang jujur, tandasnya. (prn/mag-1/mag-10)

Remigo 7 Kali Terima Suap Rp1,6 Miliar

SIDANG PERDANA: Bupati Pakpak Bharat nonaktif Remigo Yolanda Brutu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Senin (8/4). Dia didakwa menerima suap sebesar Rp1,6 miliar.
SIDANG PERDANA: Bupati Pakpak Bharat nonaktif Remigo Yolanda Brutu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Senin (8/4). Dia didakwa menerima  suap sebesar Rp1,6 miliar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, didakwa menerima suap sebesar Rp1,6 miliar, dari sejumlah kontraktor proyek di Dinas PUPR. Uang suap itu diterimanya di tujuh tempat selama kurun waktu 9 bulan.

Hal itu terungkap saat remigo menjalani sidang perdana di ruang Utama Pengadilan Tipikor Medan, Senin (8/4) Jaksa Penuntut Umun (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mohamad Noor Azis, dalam dakwaannya menyebutkan, uang suap diterima Remigo melalui terdakwa David Anderson Karo Sekali selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat , dan Hendriko Sembiring.

Remigo mendapatkan seluruh uang tersebut dalam kurun waktu Maret 2018 sampai dengan 17 November 2018. Lokasi penyerahan uang ada 7 tempat, yakni empat kali di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat, sekali di Bank Sumut Cabang Pembantu Salak, sekali di salahsatu cafe di Medan, dan terakhir di rumah terdakwa Jalan Pasar Baru No 11 Medan.

“Ia menerima uang ini dari beberapa rekanan. Rinciannya, dari Dilon Bacin, Gugung Banurea, dan Nusler Banurea sebesar Rp720 juta. Lalu dari Rijal Efendi Padang sebesar Rp580 juta, dan dari Anwar Fuseng Padang sebesar Rp300 juga. Hadiah tersebut diberikan untuk melakukan sesuatu dalam jabatannya,” dakwa jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Azis.

Terdakwa Remigo disebut mengetahui bahwa pemberian uang tersebut dimaksudkan untuk memberikan proyek pekerjaan pada Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat kepada para rekanan dimaksud.

“Perbuatan tersebut jelas bertentangan dengan kewajibannya selaku Bupati. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 4 dan angka 6 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme,” tuturnya.

Terdakwa diancam dengan dakwaan primer Pasal 12 huruf A UU Nomo 31 tahun 1999 dan dakwaan subsider Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

“Untuk para terdakwa paling singkat dihukum 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjaram dan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” tandas jaksa KPK.

Remigo Bungkam

Remigo yang dimintai keterangannya usai persidangan, enggan memberikan komentar. Remigo yang dicecar wartawan saat digiring petugas, memilih bungkam.

Penasihat hukum Remigo juga tak banyak berbicara saat ditanyai wartawan. “Kita tidak eksepsi,” tandasnya singkat.

Terpisah, JPU Mohamad Noor Azis yang diwawancarai mengatakan, sekitar akhir bulan Desember 2017, Remigo memberikan arahan kepada seluruh Anggota Pokja ULP agar membantu memenangkan perusahaan-perusahaan yang diinginkan terdakwa. Namun harus ada uang ‘koin’ sebesar 2 persen dari nilai kontrak, di luar uang kewajiban atau ‘KW’ sebesar 15 persen.

Namun sejauh ini, KPK baru memproses Rizal Efendi Padang, salah seorang kontraktor yang memberi Remigo uang melalui terdakwa Kadis PUPR David Anderson sebesar Rp58 juta.

“Fakta apakah itu memang menjadi kebiasaan seperti dakwaan kita, nanti persidangan yang membuktikan. Namun kita menyakini itu kebiasaan sudah lama ada yang 15 persen di Pakpak Bharat,” sebut jaksa KPK ini.

Selain Remigo, dua terdakwa lainnya yakni, Plt Kadis PUPR David Anderson Karosekali dan rekanan Hendriko Sembiring, juga turut didakwa oleh penuntut umum KPK.

Minta Dipindahkan ke Rutan Tanjunggusta

Penahanan Remigo yang selama ini di Rutan Polrestabes Medan, sempat dimohonkan kuasa hukum terdakwa dalam sidang. Namun Hakim Abdul Azis belum memberikan keputusan.

Jaksa KPK, Muhamad Noor Aziz, membenarkan, selama ini Remigo dititipkan di tahanan Polrestabes Medan. Permohonan ini pemindahan ini sudah dua kali diajukan. Sebelumnya oleh terdakwa dan dalam persidangan diajukan oleh istri terdakwa.

“Jadi terdakwa melalui penasehat hukumnya mengajukan pemindahan tahanan dari rutan Polres. Istrinya pada hari ini juga secara pribadi mengajukan pemindahan,” ucap Azis.

Remigo dititipkan KPK ke Rutan Polrestabes Medan pada 14 Maret 2019, sedangakan dua terdakwa lainnya yang ikut dilimpahkan bersama Remigo yaitu David Anderson selaku plt Kadis PUPR Pakpak Bharat dan Hendriko Sembiring dititipkan di Rutan Klas I Medan atau Rutan Tanjunggusta.

Terkait permohonan pemindahan itu, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim. Namun dia tetap berharap agar penahanannya tetap dipisah. “Ini ‘kan sudah tahanan majelis hakim. Terserah pada hakim. Tapi buat kami untuk kepentingan pembuktian, karena mereka saling bersaksi alangkah baiknya dipisah,” pungkas Azis. (man)

Pelantikan Bupati DS dan Taput Diundur

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang serta Tapanuli Utara, yang rencananya digelar pada 14 April —sesuai masa berakhirnya periode kepala daerah sebelumnya—, diundur hingga 18 April. Alasannya, 14 April masih masa minggu tenang Pemilu serentak 2019,

Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung mengatakan, perubahan jadwal pelantikan ini berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri yang mereka terima “Surat edaran Menteri Dalam Negeri sudah kita teruskan kepada pemerintah daerah bersangkutan, perihal perubahan jadwal pelantikan kepala daerah ini. Mendagri berpandangan, karena pada 14 April itu adalah masa tenang Pemilu, makanya (pelantikan) diundur menjadi 18 April,” ujarnya menjawab Sumut Pos, Senin (8/4).

Basarin menjelaskan, sesuai aturan yang ada, memang tidak boleh dikurangi ataupun ditambah masa bakti periode kepala daerah. Namun mengingat hal ini sangat krusial, di mana memasuki masa tenang Pemilu, aktivitas pelantikan dinilai lebih baik dilakukan setelah pemilu berlangsung. “Dasar kita melalui surat edaran yang disampaikan Mendagri. Nantinya pelantikan akan dilakukan di kantor gubernur, dan yang melantik langsung adalah gubernur Sumut,” pungkasnya.

Siketahui, adapun sesuai hasil Pilkada serentak 27 Juni 2018 untuk Deliserdang, dimenangkan pasangan petahana Ashari Tambunan dan Ali Yusuf Siregar, melawan kotak kosong. Sedangkan untuk Pilkada Taput, dimenangkan pasangan Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat dengan perolehan suara 69.375 atau 46 persen. Hasil dari kedua pasangan calon tersebut sudah sah ditetapkan melalui rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat masing-masing. (prn)

Kanvas Rem Berbahan Kulit Kemiri Dibandrol Rp35 Ribu

istimewa MAHASISWA PRESTASI: Juliaster Marbun (kanan), Winelda Mahfud Zaidan Haris (tengah) dan Wahid Nurhayat (kiri), ketiganya mahasiswa USU berprestasi di tingkat internasional.
istimewa
MAHASISWA PRESTASI: Juliaster Marbun (kanan), Winelda Mahfud Zaidan Haris (tengah) dan Wahid Nurhayat (kiri), ketiganya mahasiswa USU berprestasi di tingkat internasional.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kanvas rem berbahan cangkang kemiri, yang diciptakan mahasiswa USU, rencananya akan diproduksi massal di USU. Kanvas rem yang bisa bertahan dalam penggunaan selama 12-14 bulan ini, bakal dibandrol dengan harga Rp35 ribu.

Winelda Mahfud Zaidan Haris selaku Chief Executive Officer (CEO) dan Wahid Nurhayat selaku Chief Techinal Officer (CTO) startup ‘Scandlenut’, dengan pembimbing Juliaster Marbun, berencana memproduksi massal kanvas rem dari kulit kemiri ini.

“Lewat kompetisi itu, kami menerima investasi dengan dana besar untuk melanjutkan penelitian. Kanvas rem ini sudah kami patenkan dan patennya tidak akan dijual,” kata Haris.

Ia menyebutkan, ada sejumlah perusahaan ternama internasional yang bersedia membeli lisensi dan hak paten kanvas rem ini. Mereka mau menjadi investor dalam pengembangan kanvas ini secara komersil.

Tapi tim menolak. “Insyaallah, perusahaan pertama akan diproduksi oleh USU,” sebut Haris.

Keunggulan kanvas rem yang mereka ciptakan, kata dia, bisa bertahan dalam penggunaan dari 12-14 bulan. “Kanvas rem kulit kemiri ini memiliki daya pemakaian dua kali lipat dibandingkan dengan abestos yang dijual di pasaran saat ini. Ketika gaya gesek, suhu ‘kan semakin meningkat. Kalau kanvas rem berbahan asbestos tahan 3-4 bulan, cangkang kemiri tahan 12-14 bulan,” katanya.

Tapi ia mengingatkan kultur pengendara di Indonesia, di mana kalau rem belum bunyi, belum diganti. “Berbahaya itu. Di luar negeri ada regulasi. Dapat didenda jika tidak diganti secara berkala,” jelasnya.

Haris mengungkapkan, penggunaan kanvas rem berbahan asbestos sebenarnya sudah dilarang di puluhan negera di dunia. Karena dinilai berdampak bagi kesehatan pengguna kendaraan bermotor. “Asbestos sudah dilarang di 60 negera. Di Indonesia, kini kami akan menggalakkan pemakaian kanvas rem berbahan cangkang kemiri,” pungkasnya.

Tim mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, dan jajarannya, Pemerintah Indonesia, dan Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia, dan seluruh masyarakat Indonesia, yang mendukung mereka melakukan penelitian dan pengembangan.

Di mana selama tim mengikuti ajang kompetisi tingkat internasional, mulai tingkat di Asean, Asia, hingga Eropa, seluruh biaya ditanggung pihak kampus. Juga mendapat support dari Rektor USU dan Wakil Rektor USU. “Baik transportasi, akomodasi, dan uang saku, semua ditanggung USU,” ucap Wahid.

Sebagai ungkapan terimakasih, mereka tidak akan pernah menjual hak paten dari kanvas rem karya tersebut ke perusahaan lain. Tapi akan dikembangkan sendiri dengan memproduksi secara massal di USU.

“Kami memiliki juang tinggi untuk mengharumkan nama USU. Karena yang diberikan USU sangat banyak, maka pengembangan karya kami ini akan dilakukan di USU,” kata Wahid Nurhayat,

Mereka berencana mengembangkan kanvas rem untuk berbagai jenis roda dua yang digunakan di Indonesia ini. “Pasar tanah air saat ini sangat potensial, karena banyak warga yang mengendarai sepeda motor,” katanya.

Untuk tahap awal, rencananya akan diproduksi sebanyak 2.000 batang kanvas pada empat bulan pertama. Sumber dana dari Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Kemenristek.

“Untuk rencana pemasaran, akan menargetkan dari bussines to bussines. Oleh karena itu kami berharap kerjasama dengan perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang sparepart,” ungkapnya.

Rencananya, kanvas ini akan dibandrol di pasar sebesar Rp35 ribu. Segmen pemasaran di Indonesia. “Arab Saudi dan Thailand juga tertarik dengan inovasi ini,” cetusnya bangga.

Mengenai bahan produksi, mereka tidak khawatir bakal kurang. Karena stok cangkang kemiri si Sumut banyak. Juliaster sendiri selaku pembimbing, telah melakukan pengecekan langsung ke 33 Kabupaten/Kota di Sumut. Hasilnya, ada 21 daerah yang memiliki perkebunan kemiri dan panen dilakukan secara bertahap. “Jadi, kanvas rem ini bisa diproduksi massal,” katanya.

Rektorat Ikut Bangga

Wakil Rektor (WR) I USU, Prof. Rosmayati, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya di ajang internasional. “Bonus dalam waktu dekat akan diberikan pihak rektorat kepada mereka,” katanya.

Rosmayati mengatakan, USU juga tertarik dengan kanvas rem yang diciptakan para mahasiswa. Namun soal produksi massal, menurutnya, akan dibicarakan bersama rektorat USU. “Pada intinya, inovasi tersebut diminati banyak pihak. Namun jangan sampai patennya dijual,” ucap Rosmayati.

Ia menegaskan, akan terus mengembangkan penelitian dan riset sesuai kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri. Sedangkan mahasiswa berprestasi akan didukung dengan memberikan beasiswa untuk melanjutkan perkuliahan ke Strata 2.

“Untuk Juliaster Marbun, Pak Rektor sudah meminta dirinya menjadi dosen di USU. Saat ia sedang menyelesaikan S2. Bila dia di USU, tentu dapat membimbing adik-adiknya untuk terus melakukan penelitian,” kata Rosmayati. (gus/mea)

PLN Beri Layanan Prioritas PTPN IV, Salurkan Daya 1.647.008 VA ke 989 Unit Kerja

ISTIMEWA MOU: Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN IUW Sumut, Rino Gumpar H dan jajarannya foto bersama dengan GM PTPN IV masing-masing distrik usai melakukan perjanjian kerja sama Layanan Prioritas, di Heritage Aston, Medan, Senin (8/4).
ISTIMEWA
MOU: Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN IUW Sumut, Rino Gumpar H dan jajarannya foto bersama dengan GM PTPN IV masing-masing distrik usai melakukan perjanjian kerja sama Layanan Prioritas, di Heritage Aston, Medan, Senin (8/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara (Sumut) akan memberikan layanan prioritas kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, guna meningkatkan produktivitasnya, terutama dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Hal tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama Layanan Prioritas sebanyak 989 unit kerja dengan total daya 1.647.008 VA antara PLN (Persero) UIW Sumut dengan PTPN IV yakni Distrik II Kebun Laras, Distrik III Kebun Timur, dan Distrik IV Kebun Panai Jaya, di di Heritage Aston, Medan, Senin (8/4).

Penandatangan kerja sama tersebut dilakukan Manager PLN UP3 P.Siantar dengan GM PTPN IV Distrik II Kebun Laras, Mahdi Al Haris, Manager PLN UP3 Padangsidimpuan dengan GM PTPN IV Distrik III Kebun Timur, Fauzi Omar, dan Manager PLN UP3 Rantauprapat dengan GM PTPN IV Distrik IV Kebun Panai Jaya, Agustinus Simanjuntak, dan disaksikan GM PLN UIW Sumut diwakili Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H.

GM PLN UIW Sumut diwakili Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H mengatakan, PTPN IV merupakan salah satu perusahaan BUMN yang mengelola perkebunan sawit terbesar di Sumut. Apalagi, sawit merupakan salah satu komoditas yang dibanggakan untuk diekspor ke luar negeri yang cukup tinggi permintaannya.

Belum lagi akhir-akhir ini Pemerintah Indonesia juga sedang canangkan pengembangan Biofuel atau B20, B30 bahkan B100 di Indonesia, yang sempat menjadi isu hangat di moda transportasi Indonesia.

“Tentunya dengan adanya perjanjian kerja sama ini, PTPN IV sebagai produsen kelapa sawit semakin produktif dalam meningkatkan produksinya, yang tentunya juga membutuhkan kehandalan listrik dalam setiap proses produksi yang dilalukan,” katanya.

Selain itu, katanya, melalui penandatanganan kerja sama ini, PLN berharap tentunya tidak hanya pasokan listrik saja yang dapat dinikmati, tetapi juga pelayanan Prioritas kepada seluruh 989 unit kerja perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan komoditas kelapa sawit dan teh tersebut, tanpa pengecualian termasuk beberapa unit rumah pekerja PTPN IV.

“Kami berharap melalui Sinergi BUMN ini, produksi kelap sawit di Sumatera Utara semakin meningkat sehingga memperkuat komoditas ekspor andalan Indonesia ini,” harapnya.

Sementara itu, PTPN IV merespon positif inisiatif PLN dalam rangka memberikan Layanan Prioritas kepada 989 unit kerja tersebut. Dengan 16 Unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas total 635 ton Tandan Buah Segar (TBS) perjam dan 2 unit Pabrik Pengolahan Inti Sawit dengan kapasitas 405 ton, PTPN IV yakin produktivitas kerja akan semakin meningkat dengan adanya Layanan Prioritas yang diberikan ini.

“Selama ini di Distrik III Kebun Timur, belum ada layanan listrik dari PLN dan masih mengandalkan mesin genset. Kalau pakai genset hanya bisa kerja 12 jam, sedangkan kalau PLN bisa 24 jam, sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya solar genset, jadi lebih efisien dan menguntungkan semua pihak yang bekerja sama,” ujarnya. (ila/ram)

Wujudkan Medan Menjadi Kota Smart City, Akhyar Nasution Dukung Program Grab

ist/SUMUT POS KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menerima kunjungan Head Of Sumatera Region Grab, Anindita Rangkuti dan rekan.
ist/SUMUT POS
KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menerima kunjungan Head Of Sumatera Region Grab, Anindita Rangkuti dan rekan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution sangat mendukung gagasan yang dilakukan Grab untuk mensuport program kerja Pemerintah Kota (Pemko) Medan menuju kota smart city. Hal tersebut diungkapkannya saat menerima kunjungan kerja dari Grab ke Kantor Wali Kota Medan, Jumat (5/4) kemarin.

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menyatakan apresiasinya dan mendukung dengan sepenuh hati niat dan tujuan Grab yang ingin membantu dan mendukung Kota Medan menjadi lebih baik.

“Saya sangat mendukung niat baik dari Grab untuk dapat mendukung kegiatan Pemko Medan dan dapat mewujudkan Kota Medan menjadi kota smart city tentunya,” ucap Akhyar didampingi Assisten Umum Rendward Parapat.

Dijelaskannya, tujuan dari pertemuan ini adalah silaturahim dengan Pemko Medan, selain itu Grab akan mensuport berbagai program pemko menuju smart city, diantaranya adalah medan great sale dan Pekan Raya Sumatera Utara

Seiring berjalannya program kerja pemerintahan kota Medan terkait Smart City, Pekan Raya Sumatera Utara menjadi event yang sudah diimplementasikan digitalisasi oleh pemerintah, mulai dari digitalisasi pemasaran, penjualan tiket, transportasi, dan peningkatan kulaitas UMKM, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) adalah agenda tetap pemerintah yang diselenggarakan setiap tahunnya, dengan menampilkan segala kearifan lokal dari seluruh Sumatera Utara.

Sementara itu, Head Of Sumatera Region, Anindita Rangkuti menyatakan Grab bersama pemerintah terus bersinergi menyukseskan program Medan Smart City, diantaranya Medan Great Sale yang menjadi gerbang destinasi wisata dan kuliner kota Medan, berkolaborasi dengan Angkasa Pura II yang mendorong program Smart Airport , Grab juga bersinergi dalam penyelenggaraan PRSU 2019 sebagai Official Mobile Platform Partner

Pada event yang ke 48 yang berlangsung selama satu bulan (8 Maret – 8 April 2019), PRSU menawarkan konsep serta berbagai konten acara yang kreatif. Dibalik kesuksesan dan kemeriahan PRSU ke 48 itu ternyata tak lepas dari partisipasi Grab Indonesia sebagai official mobile platform partner yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan. Masyarakat kota Medan dimudahkan dengan berbagai macam layanan yang tersedia di aplikasi seperti fasilitas smart transportasi, GrabExpress, GrabFood, dan juga pembayaran cashless melalui Grab QR Code.

Untuk menyukseskan acara ini, Grab memberikan layanan smart transportasi dalam bentuk memberikan shelter khusus untuk memudahkan penumpang mengakses layanan Grab, bentuk layanan yang diberikan mulai dari antar dan jemput juga pembelian tiket masuk.

“Dengan aplikasi Grab kita fasilitasi transportasi masyarakat kota Medan mulai dari kedatangan dan kepulangan dengan kemudahan dan kemurahan pemberian potongan harga atau diskon hingga 50 persen,” ungkapnya.

Bentuk layanan lainnya yang diberikan juga pemberian potongan harga tiket masuk sebesar 30 persen dengan menggunakan QR code aplikasi Grab termasuk pembelian makanan atau minuman di stand-stand UMKM yang berada dalam binaan Grab. Grab sebagai super apps mengakomodir sekitar 1000 transaksi tiap harinya baik dalam bentuk layanan transportasi , dan pembelian tiket

“Partisipasi itu kami lakukan sebagai bentuk turut peduli dan mendukung program pemerintah dalam hal pariwisata dan ekonomi kreatif kota Medan,” tutupnya. (gus/ram)

Rumah Siap Kerja Diresmikan Sandiaga Uno, Siap Tampung Semua Generasi Milenial

ISTIMEWA JELASKAN: Bendahara Umum Gerakan OK OCE Millineal Indonesia, Emil Malik Ibrahim menjelaskan kepada Sandiago Uno, program-program Rumah Siap Kerja saat diresmikan di Jalan Gaperta Ujung, Minggu (7/4).
ISTIMEWA
JELASKAN: Bendahara Umum Gerakan OK OCE Millineal Indonesia, Emil Malik Ibrahim menjelaskan kepada Sandiago Uno, program-program Rumah Siap Kerja saat diresmikan di Jalan Gaperta Ujung, Minggu (7/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bendahara Umum Gerakan One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) Millineal Indonesia, Emil Malik Ibrahim mengajak seluruh generasi milenial yang ada di Kota Medan dan Sumut, ikut bergabung di Rumah Siap Kerja. Sebab, di tempat itu generasi milenial akan mendapatkan pelatihan bagaimana menjadi pengusaha atau enterprenuer. Bahkan, Rumah Siap Kerja ini akan tetap eksis apapun hasil Pilpres 2019.

“Kita mengajak siapapun itu, khususnya generasi milenial. Tidak ada perbedaan di sini, semua akan dibimbing menjadi pengusaha,” kata Emil usai mendampingi Sandiaga Uno meresmikan Rumah Siap Kerja, Minggu (7/4).

Rumah Siap Kerja yang ada di Kota Medan, kata Emil, yang juga Caleg DPR RI Nomor Urut 10 Partai Gerindra Daerah Pemilihan Sumut 1, berisikan ruangan yang diberi nama garasi inovasi, ruang bimbingan karir, ruang diskusi, workshop, serta tempat olahraga. “Tujuan Rumah Siap Kerja ini 90 persen di antaranya mempersiapkan pengusaha baru agar bisa membuka lapangan pekerjaan. Selain itu juga bekerja sama dengan perusahaan untuk menyalurkan tenaga kerja,” ungkap Emil.

Fokus utamanya, lanjut pengusaha muda yang punya hubungan kekeluargaan dengan mantan Presiden BJ Habibie itu, menyiapkan enterprenuer yang bisa membuka lapangan pekerjaan. Di Jakarta, lanjut cucu mantan Ketua DPRD Sumut Raja Syahnan itu, Rumah Siap Kerja bisa menciptakan 30.000 pengusaha baru. Di Kota Medan, ia menargetkan bisa menghasilkan 5.000-10.000 enterprener baru tahun ini. “Melalui Rumah Siap Kerja, kita bertekad akan menekan angka pengangguran, khususnya bagi generasi milenial,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno berharap akan muncul Rumah Siap Kerja yang lain. Ia ingin ada lebih dari satu Rumah Siap Kerja di Medan. Setelah menggunting pita pertanda peresmian Rumah Siap Kerja, Sandiaga Uno, didampingi Emil Malik Ibrahim, mengunjungi satu persatu tempat yang ada Rumah Siap Kerja itu.

Ia juga sempat menyicipi kopi dari pengusaha muda yang sudah mendapat bimbingan dari Rumah Siap Kerja. “Setelah dilihat-lihat, Rumah Siap Kerja yang di Medan sepertinya yang terlengkap,” ujarnya.

Sandi berharap Rumah Siap Kerja menjadi tempat berkumpul generasi milenial. “Rumah siap kerja di DKI Jakarta sudah menghasilkan lebih dari 30 ribu pengusaha baru. Rumah Siap Kerja di Medan juga harus bisa menghasilkan enterprenuer (pengusaha baru),” pungkasnya. (adz/ram)

Pegadaian Catatkan Rekor Leprid pada Pembukaan Tabungan Emas Terbanyak, Ubah Sampah Menjadi Emas

ist GOLD for Work: Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Hakim Setiawan bersama rekan berfoto bersama saat kegiatan bersih-bersih di Kecamatan Medan Denai Jalan HM Joni. Kegiatan ini bertema ‘Gold for Work’.
ist
GOLD for Work: Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Hakim Setiawan bersama rekan berfoto bersama saat kegiatan bersih-bersih di Kecamatan Medan Denai Jalan HM Joni. Kegiatan ini bertema ‘Gold for Work’.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejalan dengan program “Menuju Indonesia Bersih” PT Pegadaian (Persero) menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan dengan tema ‘Gold for Work’. Kegiatan tersebut merupakan program sosial perusahaan berupa program padat karya pemerintah yang berkolaborasi dengan Pegadaian, Sabtu (6/4).

Kegiatan tersebut diadakan secara serentak di 12 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan melibatkan 6.000 orang. Untuk di Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan, PT Pegadaian (Persero) kegiatan Gold for Work dipusatkan di Kecamatan Medan Denai tepatnya pinggiran Sungai Denai Jalan HM Joni ini, dimana sekitar 600 peserta terlibat.

Bahkan para peserta yang berasal dari masyarakat Kecamatan Medan Denai mendapatkan imbalan berupa tabungan emas. Program tersebut ditetapkan sebagai rekor Leprid (Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia) yang dihitung berdasarkan pembukaan tabungan emas dari hasil Gold for Work di 12 Kota.

Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Hakim Setiawan mengatakan, program Gold for Work ini adalah bentuk kepedulian Pegadaian terhadap lingkungan, serta terhadap ekonomi masyarakat di Indonesia. Ini merupakan program pemerintah yang dikolaborasikan dengan program sosial Pegadaian, memilah sampah menjadi tabungan emas.

Setiap peserta yang ikut pada Gold for Work akan diberikan upah berupa tabungan emas. Kemudian masyarakat dapat menambah saldo tabungan emas di outlet-outlet Pegadaian. Melalui ATM atau menggunakan aplikasi Pegadaian Digital, dan ini merupakan rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BUMN dan Pegadaian sebagai wujud kepedulian BUMN.

“Dengan cara ini lingkungan kita akan menjadi lebih bersih dan tidak hanya itu, ekonomi kita akan meningkat karena memiliki tabungan emas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Turut hadir para Deputi PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, diantaranya Suhadi (Deputy Bisnis Area Medan 1), Iswandy, Jansen Siahaan (Profesional Utama), Anhar Nasution (Deputi Bisnis Area Medan 2), Susatya Pramana (Manajer Bisnis Analis), para Asmen PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan dan Walikota Medan diwakili Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan Muhammad Husni maupun para tokoh masyarakat.

Sementara Kadis Kebersihan Kota Medan, Muhammad Husni memberi apresiasi atas gagasan program PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan yang peduli dengan kebersihan lingkungan. “Kegiatan ini sangat menarik dan menyentuh dengan melibatkan masyarakat untuk melakukan pembersihan sekitar lingkungan Sungai Deli,” katanya.

Ia berharap, langkah kepedulian PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan jangan sampai di sini (Kecamatan Medan Denai) aja, tetapi juga ke kecamatan lain.(rel/ram)