Foto:TEDDY AKBARI/SUMUT POS
KUNJUNGI: Salah seorang warga mengunjungi stan BPJS TK di Arena MTQ Kota Binjai.
Foto:TEDDY AKBARI/SUMUT POS KUNJUNGI: Salah seorang warga mengunjungi stan BPJS TK di Arena MTQ Kota Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Binjai turut menyemarakkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50/2019 Kota Binjai yang digelar di Gedung MTQ Kota Binjai.
Salah satuhnya dengan mendirikan sebuah stan yang berisikan tentang informasi instansi BPJS TK Binjai. Stan pun dibuka dari 2015-2019 dan berakhir 23 Maret 2019.
Kepala Cabang BPJS-TK Binjai, TM Harus Sabri Sinar mengatakan, keikutsertaan mereka merupakan bagian dari komitmen BPJS-TK dalam mendukung program dan kegiatan Pemerintah Kota Binjai, serta mengoptimalkan realisasi program jaminan sosial nasional.
Pada kesempatan itu, kata dia, BPJS-TK Binjai hadir untuk mensosialisasikan empat program jaminan sosial tenaga kerja bagi masyarakat. Terutama para pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, dan pekerja di sektor jasa kontruksi.
Selain itu, lanjut Haris, BPJS TK turut mempromosikan penggunaan aplikasi digital BPJSTKU. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan peserta BPJS-TK mengakses informasi program, cek saldo tabungan, antrean online, e-klaim, berita BPJS-TK terkini, tata cara pendaftaran, pusat layanan kecelakaan kerja (PLKK), alamat kantor cabang BPJS-TK terdekat, simulasi saldo, dan laporan pengaduan peserta.
“Sebagai tambahan, saat ini BPJS-TK juga sudah melakukan kerja sama dengan SOSCO Malaysia, dalam upaya memberikan jaminan sosial dan perlindungan bagi pekerja migran di Malaysia,” ungkap Haris. (ted/han)
ist/sumut pos
PEMAPARAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana mendengarkan pemaparan sistem pertanian tanpa biaya dari para petani di India, Kamis (21/3).
ist/sumut pos PEMAPARAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana mendengarkan pemaparan sistem pertanian tanpa biaya dari para petani di India, Kamis (21/3).
KARO, SUMUTPOS.CO – Dalam waktu dekat ini, Pemkab Karo melalui Dinas Pertanian akan menguji sistem pertanian tanpa biaya atau Zero Budget Natural Farming (ZBNF). Sistem ini tengah berkembang di negara India.
Uji coba akan dilakukan di lahan seluas 98 hektare yang berstatus aset Desa Rumamis, Kecamatan Barusjahe.
Hal ini dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana melalui rilis yang diterima wartawan.
Bupati yang saat ini masih di India, didampingi Kadis Pertanian Sarjana Purba mengaku sudah banyak mendapat ilmu terkait manfaat dan cara penggunaan ZBNF bagi petani dari Mr T. Vijay Kumar selaku Advisior, Government Of Andhra Pradesh.
Mengutip paparan Mr. Vijay Kumar selaku pembicara ZBNF, Terkelin menyampaikan, di India sudah banyak perusahaan dan petani yang sudah sukses menerapkan sistem pertanian ZBNF.
Sistem ini juga dinilai sangat cocok diterapkan di Tanah Karo, karena bersifat melawan sistem global yang selama ini sangat menyengsarakan petani. Sementara ZBNF ini sama sekali tidak menggunakan produk-produk input pertanian seperti pupuk, pestisida, insektisida dan sebagainya.
Dalam prakteknya ZBNF, petani diajak memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan. Karena itulah, sistem pertanian ini disebut zero budget atau tanpa biaya.
“Kedepan apa yang kita dapat pengetahuan terkait ZBNF ini, maka kita akan terapkan di lahan yang akan di sediakan di Karo. Sistem ini sudah sangat berhasil di India, hasil pertanian yang dihasilkan 2 kali lipat,” ungkap Terkelin.
Dikatakan Terkelin, sebelum berangkat ke India beberapa waktu lalu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kepala Desa Rumamis.
Kepala Desa Rumamis Jasa Sitepu yang dihubungi, mengaku sudah menawarkan lahan tidur di desanya sebagai lokasi uji coba pertanian tanpa biaya. Lahan tersebut berstatus aset desa yang belum pernah ditanami.
“Kami juga sudah mengirim betuk lahan tersebut dalam bentuk video yang kita ambil dari drone. Video itu sudah kita sampaikan melalui staf bupati untuk diteruskan kepada Bupati Karo,”ujarnya.
Jika cocok lanjut Sitepu, dia dan warga Desa Rumamis sangat mendukung lahan tersebut digunakan untuk ujicoba. “Jika program ZBNF itu memang baik, kita siap berikan lahannya. Sebab sejak awal sudah kita infokan bahwa lahan ini layak untuk dikelola Pemkab Karo, kita siap mendukung,”pungkasnya. (deo/han)
BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud kepedulian, dan dukungan untuk kemajuan pariwisata, dua pemuda asal Karo “menyulap” kawasan Air Terjun Sikulikap (Air Terjun Sampuren Sikulikap) menjadi lokasi wisata yang indah dan menarik.
Air terjun yang berada di bawah lereng Bukit Barisan, tepatnya di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo itu sebelumnya tak terawat.
Namun dengan bermodal uang saku pribadi, kedua pemuda yang perduli akan lokasi DTW terdapat di salah satu Pulau Sumatera Utara (Sumut) itu, mempunyai ide, dan gagasan akibat ketidak perdulian instansi terkait dalam mengelola Air Terjun Sampuren Sikulikap.
“Mulai dari pintu masuk hingga lokasi Air Terjun Sikulikap sudah sangat berantakan. Bahkan, binatang buas seperti ular, dan monyet liar menjadi tantangan ketika mulai pembabatan pembukaan jalan,” cerita Ardian dan Kristian kepada wartawan, Kamis (22/3).
Awalnya, kedua pemuda ini mengajak kerja sama dengan pihak kehutanan melalui UPT Tahura Bukit Barisan. Mengingat kondisi Sampuren Sikulikap dipenuhi semak belukar. Kini, Sampuren Sikulikap itu mulai tertata, dari gerbang masuk hingga lokasi tempat wisata.
“Kalau dirias begini, kami yakin tidak akan mengecewakan turis,” kata kedua pria alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.
Keduanya bertekad untuk mewujudkan kembali lokasi Sampuren Sikulikap sebagai salah satu lokasi wisata andalan, seperti dulu kala.
“Memang masih dalam tahap pengerjaan lanjutan, tetapi saat ini juga sudah cukup indah. Kami berupaya lebih baik dari sebelumnya. Baik itu dari mekanisme, dan tata kelola. Masih gratis, silahkan datang berkunjung. Kami yakin pengunjung akan berdecak kagum melihat asrinya hutan, berpacu dengan kicauan burung, dan suasana air terjun Sampuren Sikulikap. Intinya flora, dan fauna menarik perhatian para wisatawan baik lokal, dan mancanegara,” tandas keduanya. (deo/han)
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS
DISIDANG: Manurung Naiborhu, terdakwa korupsi dana padat karya Pakpak Bharat, menutup mulutnya saat menjalani sidang replik, Jumat (22/3).
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS DISIDANG: Manurung Naiborhu, terdakwa korupsi dana padat karya Pakpak Bharat, menutup mulutnya saat menjalani sidang replik, Jumat (22/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manurung Naiborhu (56) warga Desa Cikaok, Kecamatan STTU Julu, Kabupaten Pakpak Bharat tampak pasrah, saat menjalani sidang lanjutan dengan agenda replik di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/3).
Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Pemkab Pakpak Bharat ini, didakwa melakukan korupsi dana proyek padat karya bersumber dari bantuan Direktorat Binapenta Kemenakertrans senilai Rp803.795.000 Tahun Anggaran (TA) 2013 hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp400 juta lebih.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yosua Parlaungan Lumban Tobing, sebelumnya menuntut terdakwa Manurung Naiborhu dengan pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan dengan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.
Selain itu, terdakwa juga diwajibkan untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp400 juta lebih paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, dan apabila harta benda terdakwa tidak mencukupi untuk membayar UP tersebut, maka terdakwa dipidana penjara selama 3 tahun 3 bulan.
“Iya tadi kita replik bang. Terdakwa kita nilai terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” ucap salah seorang Tim Penuntut Umum dari Kejari Pakpak Bharat.
Dia menambahkan, sidang lanjutannya akan digelar pada Senin (25/3) dengan agenda duplik dari penasihat hukum terdakwa. “Dalam replik tadi, intinya kita tetap pada tuntutan bang,” bebernya.
Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dikatakan, Manurung diduga melakukan korupsi dana proyek padat karya yang bersumber dari bantuan Direktorat Binapenta Kemenakertrans senilai Rp803.795.000 Tahun Anggaran (TA) 2013 dengan kerugian negara berkisar Rp400 juta lebih. (man/han)
SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia sudah hancur lebur di laga pertama grup K babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Indonesia dibantai empat gol tanpa balas oleh Thailand. Namun tak ada gunanya meratapi kegagalan itu karena pasukan Indra Sjafri sudah ditunggu jadwal berikutnya kontra tuan rumah Vietnam di My Dinh National Stadium, Minggu (24/3) malam.
Indonesia bermain buruk di laga tersebut. Awalnya Indonesia sempat tampil menyerang di babak pertama.
Dari skuad AFF U-22 lalu, Egy Maulana Vikri menjadi pembeda dengan menempati starter di posisi tiga gelandang bersama Luthfi Kamal dan Gian Zola. Pembeda lainnya adalah Saddil Ramdani di pos penyerang sayap kiri.
Namun Indonesia malah tertinggal lewat Shinnaphat Leeaoh pada menit 22. Alih-alih mengejar ketertinggalan di babak kedua, Indonesia malah dipermalukan oleh Tim Gajah Perang. Supachai Jaided menjadi mimpi buruk Indonesia lewat dua golnya serta satu gol penutup Supachok Sarachat.
Tugas berat pun menanti Indra Sjafri karena menghadapi Vietnam tentu kalah berat. Apalagi bermain di kandang sendiri.
Persoalan tak bisa bermainnya Ezra Walian karena terganjal peraturan FIFA sempat menganggu konsentrasi Indonesia. “Memang konsentrasi kami sempat terganggu, khususnya sebelum pendaftaran 23 pemain sampai tadi pagi,” ujar Indra.
Indra mengatakan, para pemain timnas tampil di bawah standar yang membuat skuat berjuluk Garuda Muda tak bisa keluar dari tekanan. Mereka bahkan nyaris tak mampu menciptakan peluang berbahaya ke pertahanan Thailand. Itu tak boleh terjadi laga saat bersua Vietnam. “Itulah yang membuat kami terkesan tampil bertahan,” kata Indra.
“Banyak pemain tampil di bawah performa sebenarnya, jadi rencana pertandingan tak berjalan dengan baik,” tutur Indra.
Selain itu Egy Maulana Vikri juga disorot. Pemain Lechia Gdanks itu terlihat belum nyetel dengan tim. Egy dinilai tidak memiliki menit bermain yang banyak di Polandia.
Maka, Indra cukup geram mendengar pertanyaan wartawan Vietnam yang menyorot individu Egy. “Sebelum saya jawab pertanyaan dari wartawan Vietnam, tim ini dimulai dari Januari. Harus juara AFF dan lolos kualifikasi AFC dan juara Sea Games 2019. Target awal sudah kami lalui dengan baik,” ucap Indra.
“Saya tidak suka pertanyaan yang sifatnya individu pemain karena ini tim sepak bola dan ada 11 pemain ada 23 pemain. Saya perlu Egy. Dari sekian pemain di Indonesia potensi sepak bolanya banyak. Egy adalah salah satunya,” tegas Indra.
Pelatih asal Sumatera Barat ini juga menegaskan, bahwa ia memilih pemain memang karena sesuai kebutuhannya. Dia tidak peduli meski menit bermainnya sedikit. “Saya ajak dia karena kualitasnya saya anggap bisa memenuhi kebutuhan game plan. Jadi gak tergantung menit dia bermain,” tukas Indra.
Sementara di kubu lawan, Vietnam juga sedang percaya diri. Mereka baru saja membungkam Brunei Darussalam 6-0 di hari yang sama. Sebelumnya saat uji coba terakhir, mereka juga meraih kemenangan telak 6-1 atas Chinese Taipei. Ini tentu sinyal bahaya bagi Merah Putih.
Laga ini juga akan dijadikan Vietnam sebagai ajang balas dendam. Pasalnya di AFF lalu, Vietnam tumbang 0-1 dari Indonesia lewat tendangan bebas Luthfi Kamal. Melihat performa Vietnam di kandangnya sendiri, tentu ini menjadi warning bagi Indra Sjafri dan pasukannya untuk berbenah. (bbs/don)
SUMUTPOS.CO – Hadirnya Floating Market Lembang ini semakin memperbanyak pilihan tempat wisata yang dapat dikunjungi saat Anda sedang berada di kota kembang Bandung. Selain tiket yang mudah untuk dibeli di Traveloka. Floating Market yang mengangkat konsep utama berupa pasar terapung ini, ternyata memiliki banyak hal menarik yang dapat Anda coba saat berkesempatan datang ke sini, di antaranya adalah :
Naik perahu
Floating Market Lembang memiliki danau yang cukup besar yang ada di bagian tengahnya. Salah satu aktivitas seru yang dapat Anda coba saat berada di sini adalah naik perahu dan berkeliling memutar danau. Selain menyewa perahu dayung yang ada di tepi danau, Anda juga dapat memilih untuk naik kereta air yang ditarik perahu mesin, atau mengayuh sepeda air. Untuk Anda yang datang bersama keluarga besar, memilih naik kereta air yang memilih kapasitas lebih banyak tentu dapat menjadi pilihan terbaik.
Berjalan – jalan mengelilingi area Floating Market
Floating market Lembang ini memiliki area keseluruhan yang cukup luas. Hal ini tentu menjadi hal seru di mana Anda dapat leluasa berjalan – jalan mengelilingi setiap area yang ada di kawasan ini. Berjalan – jalan di tempat yang memiliki pemandangan indah tentu dapat mengurangi kejenuhan dan stress yang mungkin sedang Anda alami. Untuk menemani kegiatan jalan – jalan Anda, jangan lupa untuk menukarkan karcis masuk Anda dengan segelas soda atau minuman hangat, ya.
Berinteraksi di taman kelinci
Siapa bilang di Floating Market Anda hanya dapat berjalan – jalan dan menikmati naik perahu? Ada berbagai aktivitas menarik yang dapat Anda lakukan di Floating Market Lembang, termasuk berinteraksi dengan banyak kelinci lucu yang ada di Taman Kelinci.Taman ini menjadi salah satu spot favorit bagi anak – anak. Di Taman Kelinci, Anda dan keluarga dapat bermain langsung dengan kelinci – kelinci yang ada. Kelinci di Floating Market ini dibiarkan secara bebas di area taman dan hanya diberikan pagar pembatas agar kelinci tidak kabur ke area yang lain. Taman Kelinci ini juga dibuat berbukit – bukit dan memiliki beberapa rumah mini yang digunakan oleh kelinci untuk bersembunyi.
Wisata kuliner di pasar terapung
Sesuai dengan namanya, salah satu hal unik yang dimiliki oleh tempat wisata ini tentu saja adalah pasar terapungnya. Pasar terapung di Floating Market Lembang dapat Anda temukan di sekitar danau. Bila di tempat lain, Anda berwisata kuliner dengan mendatangi kios atau foodcourt, di sini Anda dapat berbelanja beragam makanan langsung di atas perahu. Di tepi danau Anda akan menemui banyak perahu – perahu penjual jajanan dan berbagai makanan yang dapat Anda cicipi. Anda tak perlu khawatir jatuh ke air karena perahu – perahu penjual jajanan kuliner ini telah tertambat di tepi danau, jadi Anda dapat berbelanja makanan dengan aman dan nyaman.
Selain jajanan ringan seperti kue – kue atau kentang goreng, di pasar terapung ini Anda juga dapat mencoba berbagai menu kuliner, baik menu Indonesia, maupun menu – menu khas Asia dan Eropa. Soal harga, Anda tidak perlu khawatir karena makanan yang dijual di sini cukup ramah kantong
Menyewa kimono
Floating Market Lembang memiliki berbagai wahana dan area bermain dan beragam. Salah satu yang menarik adalah Kyoto – ku. Saat Anda masuk ke area ini, Anda akan merasakan suasana tradisional Jepang yang kental. Hal ini terlihat dari bangunan rumah khas Jepang dan adanya taman – taman bambu di sekitarnya. Tak hanya itu, disana juga terdapat kapal tradisional ala Jepang yang sering digunakan untuk tempat berfoto.
Agar suasana negeri sakura ini makin terasa, Anda juga dapat mencoba untuk menyewa kimono, pakaian khas Jepang, sebagai penggenapnya. Anda yang menyewa kostum selanjutnya dapat berfoto ala Jepang di berbagai spot menarik di atas, mulai dari berfoto di atas perahu, di hutan bambu, hingga mengambil spot di tepi danau sambil memberi makan ikan koi yang memang banyak dipelihara di sini.
SPORTY:
Ketua umum
Aerox 155 Riders Club Indonesia, Faisal Ramadhan bersama motor Yamaha Aerox
yang sporty.
SPORTY: Ketua umum Aerox 155 Riders Club Indonesia, Faisal Ramadhan bersama motor Yamaha Aerox yang sporty.
SUMUTPOS.CO – Makin populernya skutik MAXI Yamaha ikut mendorong perkembangan populasi Aerox di Indonesia. Keberadaan Aerox 155 yang terus bertumbuh dan memperlihatkan eksistensinya didukung oleh inovasi dan trend terkini yang dilakukan Yamaha.
Hal itu dapat terlihat dari penyegaran warna baru di akhir tahun 2018 dan special livery Doxou. Kreatifitas Yamaha membaca keinginan konsumen seperti itu sukses merangkul para pecinta Aerox. Mereka pun mengakui jika sepeda motor itu juga sesuai dengan karakternya.
”Sejak pertama kali lihat Aerox di tahun 2016 saya langsung suka. Tampilannya bagus dan karakter motornya cocok buat saya yang suka motor berkarakter sporty. Saya memang suka motor yang bisa memacu adrenalin juga saat di jalan. Apalagi Yamaha sudah mengeluarkan warna baru yang menarik konsumen dan memperkuat kualitas Aerox. Hal itu berefek positif juga pada pertumbuhan komunitas seperti ARCI (Aerox 155 Riders Club Indonesia) yang anggotanya makin bertambah karena suka Aerox warna baru,” papar Faisal Ramdhan, pecinta Aerox yang juga Ketua Umum Aerox 155 Riders Club Indonesia (ARCI).
Yamaha meluncurkan warna baru Aerox 155 di penghujung tahun 2018. Aerox 155 standard warna Black, Red, Grey yang cocok untuk karakter aktif, sporty, muda dan enerjik. Spesial untuk warna grey tampil beda dengan cast wheel kuning. Aerox 155 R-Version hadir dengan warna Matte Silver berkonsep Let’s Race, kental dengan image kuat sporty racing sesuai buat konsumen penyuka racing. Sedangkan dua warna tersedia untuk Aerox 155 S-Version yaitu Matte Black dan Matte Red mengekspresikan sentuhan elegan sporty. Aerox 155 S-Version Matte Black dengan cast wheel emas merupakan respon Yamaha dari suara pecinta MAXI Yamaha yang menginginkan warna itu seperti yang terdapat pada Nmax. (rel/ram)
batara/sumut pos
JUARA: Skuad Harjuna Putra FC usai memastikan gelar juara.
batara/sumut pos JUARA: Skuad Harjuna Putra FC usai memastikan gelar juara.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim Harjuna Putra juarai Kompetisi Divisi Utama dan merebut piala bergilir Bupati Deliserdang tahun 2019, yang digelar di Satdion Baharoeddin Siregar, Kamis (21/3). Harjuna Putra FC berhasil mengalahkan tim Bintang 12 Tanjung Morawa dengan skor 3-1.
Sejak awal babak pertama pertandingan yang dipimpin wasit Drs Suprapto berlangsung cepat dan keras.
Terbukti Bintang 12 berhasil mencipatakan gol pada menit ke 5 melalui Purnomo. Skor berubah atas keunggulan Bintang 12.Bahkan posisi itu hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Striker Harjuna, Rama Setiawan berhasil memecah kebuntuan bagi timnya. Pada menit ke 66, Rama berhasil memaksa Arman kiper Bintang 12 memungut bola dari gawangnya. Hingga 2×45 menit waktu normal, skor tetap imbang 1-1.
Duel pun harus dilanjut dengan perpanjangan waktu. Harjuna Putra FC berhasil mendulang dua gol. Masing-masing melalui Rama menit ke 78 sedangkan Aditia Risnanda menit ke 87. Hingga berakhirnya pertandingan Harjunan Putra FC menang dengan skor 3-1.
Menurut Pelatih Harjuna Putra FC, Budi Pranoto keberhasilan menjuarai Divisi Utama itu setelah melalui persiapan matang. Kemenangan itu akan dijadikan Harjuna Putra FC untui ikut berpartisipasi di Liga 3 mendatang.Dengan berakhirnya pertadingan itu, maka Harjuna Putra berhak menerima Piala Bergilir Bupati Deliserdang.
Sementara itu Bupati Deliserdang diwakili Asisten II Aida Harahap, menuturkan kompetisi Aksab PSSI merupakan ajang pembangunan olahraga Deliserdang khususnya. Dengan demikian besar harapan masyarakat Deliserdang melalui kegiatan itu akan lahir pemain pemain sepakbola yang handal dan mampu berkompetisi di tingkat nasional.
Aida Harahap menyampaikan bahwa melalui olahraga akan mampu menumbuhkan para prestasi muda yang memiliki mental juara. “Selamat kepada juara. Bagi yang belum mendapat juara agar jangan patah hati dan giatlah berlatih,” bilangnya. (btr/don)
OPTIMIS
Egy Maulana Vikri dkk diharapkan mampu mengulang sukses mengalahkan Thailand saat kedua tim kembali bersua dalam kualifikasi Piala Asia 2020, Jumat (22/3) sore.
OPTIMIS Egy Maulana Vikri dkk diharapkan mampu mengulang sukses mengalahkan Thailand saat kedua tim kembali bersua dalam kualifikasi Piala Asia 2020, Jumat (22/3) sore.
HANOI, SUMUTPOS.CO – Euforia usai menjuarai AFF U-22 sudah berakhir. Kini Tim Nasional U-23 sudah ditunggu ujian berikutnya untuk memperebutkan tiket Piala Asia U-23. Kualifikasi dimulai dengan rintangan dari rival bebuyutannya, Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3) sore.
Indonesia U-23 berharap mempermalukan Thailand lagi, seperti yang mereka lakukan di final AFF U-22. ketika itu Garuda Muda menang 2-1 dan memastikan trofi perdana untuk mereka.”Besok kami akan melawan Thailand. Tentu kami ingin meraih kemenangan karena kami target lolos ke putaran final Piala AFC U-23,” ujar Indra.
“Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar kami mampu memperoleh hasil terbaik di ajang ini,” tambahnya.
Sejauh ini rekor Indra Sjafri atas Thailand cukup lumayan. Pada 2018, Indra Sjafri dua kali menghadapi Thailand di Piala AFF U-19 yang berlangsung di Sidoarjo. Indonesia kalah di fase grup, lalu membalas di perebutan peringkat ketiga.
Setahun sebelumnya, Indonesia berhadapan dengan Thailand di Piala AFF U-19. Duel itu di babak semifinal, setelah bermain imbang 0-0, Egy Maulana Vikri cs kalah adu penalti 2-3. Sebelumnya dengan Thailand pada Piala AFF U-19 2013. Pada laga fase grup, Indonesia memetik kemenangan 3-1.
Tiba di Vietnam sejak Senin, Egy Maulana Vikri dkk sudah mempersiapkan diri dengan matang. Mereka juga fit seluruhnya. “Semua persiapan sudah kita lakukan dengan baik. Kami sudah siap menghadapi semua laga Kualifikasi Piala AFC U-23 Grup K termasuk laga perdana melawan Thailand besok. Pemain dalam kondisi bagus dan siap bertanding,” imbuh Indra.
Hanya saja mereka masih harap-harap cemas. Pasalnya Timnas Indonesia U-23 dipastikan belum bisa menggunakan tenaga Ezra Walian. Pemain naturalisasi asal Belanda tersebut belum diterima pendaftarannya oleh AFC.
Namun, peluang pemain yang kini merumput bersama tim kasta kedua Liga Belanda, RKC Waalwijk, itu belum tertutup untuk memperkuat Skuat Garuda Muda.”Saat MCM, Indonesia mendaftarkan 22 pemain dulu. Karena Ezra masih belum diterima pendaftarannya sama AFC,” ujar Media Officer Timnas Bandung Saputra dalam pernyataan resmi PSSI.
Menurut AFC, yang membuat Ezra tak bisa didaftarkan adalah karena dia pernah merumput di level kelompok umur membela negara lain. “Ezra pernah main di Kualifikasi UEFA U-17 bersama Belanda tahun 2013 lalu. Oleh karena itu sekarang posisi menunggu info dari FIFA apakah membolehkan Ezra main atau tidak,” ungkapnya.
Menurut Indra, kesempatan mendaftarkan Ezra belum tertutup karena AFC memberikan tenggat waktu ke PSSI sampai enam jam sebelum kick off, Jumat (22/3) sore.
Ezra sendiri tak sabar untuk turun. Dia berharap itu terwujud saat bersua skuad Gajah Putih. “Kami sudah siap melawan Thailand dan semua tim yang ada di grup K. Tentunya, kami bertekad berjuang keras dan maksimal demi lolos ke putaran final di Thailand tahun 2020,” tegas Ezra.
Indra juga berharap Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani yang baru bergabung tiga hari terakhir bisa langsung nyetel dengan tim. Pasalnya mereka sudah lama tidak berlatih bersama timnas.
Sementara di kubu lawan Thailand yang masih dibesut Alexander Gama bertekad balas dendam pasca kegagalan meraih trofi AFF U-22. Mereka bertekad menyulitkan Garuda Muda. “Saya tidak terlalu fokus pada lawan. Saya lebih fokus pada tim saya,” kata Alexandra Gama.
Dari 23 pemain yang dipanggil, hanya ada enam pemain yang merupakan bagian dari skuat Thailand U-22 di Piala AFF U-22 2019.Thailand sudah otomatis lolos ke putaran final dengan status tuan rumah. Namun, Thailand mempersiapkan tim dengan komposisi yang jauh lebih baik dari skuat di Piala AFF U-22 2019. “Kami datang ke sini untuk bergabung dengan kompetisi. Itu adalah ujian yang bagus. Saya tahu itu tidak mudah, tetapi pertandingan ini akan membuat tim menjadi lebih siap,” ujarnya. (bbs/don)
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
BERSAMA: Wali Kota Medan Dzulmi Eldin didampingi Kakanwil BPN Sumut,
Bambang Priono saat memberikan ganti kerugian pengadaan tanah
Jalan Tol Medan-Binjai secara simbolis kepada warga,
di Aula Kelurahan Tanjungmulia Hilir,
Medan Deli, Kamis (21/3).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS BERSAMA: Wali Kota Medan Dzulmi Eldin didampingi Kakanwil BPN Sumut, Bambang Priono saat memberikan ganti kerugian pengadaan tanah Jalan Tol Medan-Binjai secara simbolis kepada warga, di Aula Kelurahan Tanjungmulia Hilir, Medan Deli, Kamis (21/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Raut sumringah dan rasa bahagia terpancar dari wajah 52 kepala keluarga (KK) saat berkumpul di Aula Kantor Lurah Tanjungmulia Hilir, Jalan Kawat VII, Medan Deli, Kamis (21/3). Bagaimana tidak, penantian yang selama ini diharapkan dari pemerintah berupa ganti rugi tanah mereka atas pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai, akhirnya terwujud.
SEJAK pagi, 52 KK memang sudah terlihat memenuhi ruang aula di kantor lurah tersebut.
Mereka duduk dengan rapi dan tertib untuk mengikuti rangkaian acara bertajuk pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah Jalan Tol Medan-Binjai. Adapun yang hadir dalam acara itu, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kakanwil BPN Sumut sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembebasan Tanah Sumut, Bambang Priono, PPK Pembangunan Jalan Tol Medan- Binjai Kementerian PUPR, Painir Sitompul dan mewakili Gubernur Sumut, Elisa Marbun.
Sebelum memberi sambutan, Bambang Priono memanggil atau mengabsen satu persatu warga yang akan menerima ganti kerugian tersebut. “Tak kenal maka tak sayang,” buka dia mengawali sambutan. “Tahapan ini sudah dua tahun dinanti warga terdampak pembangunan jalan tol Medan-Binjai. (Masalah) di Tanjungmulia Hilir ini paling banyak melibatkan kementerian. Ada delapan menteri yang hadir dan terlibat langsung menyelesaikan masalah ini,” sambungnya.
Pemerintah, kata dia,termasuk mengganti kerugian non fisik 52 KK yang terkena PSN di Sumut. Namun ia tidak ingat persis total anggaran yang dikeluarkan untuk tahapan ini. “Tertinggi itu Rp1, 9 miliar dan paling rendah menerima Rp233 juta. Uangnya akan langsung masuk rekening. Nanti bapak/ibu juga dapat buku tabungan. Di situ akan tercantum uang kerugian nonfisik,” katanya.
Sebanyak 52 KK penerima ganti kerugian ini memang sudah lengkap secara administrasi. Antara lain seperti surat PBB, surat tanah dan bangunan serta lainnya yang mana semua surat asli tersebut akan diambil oleh pemerintah. “Bagi yang belum silahkan nanti lengkapi administrasinya. Dan tidak ada yang dipotong-potong termasuk biaya administrasi bank, sebab sudah pakai aplikasi jadi jumlahnya sesuai dengan yang diterima,” katanya.
Diakui Bambang, secara keseluruhan terdapat 400-an KK sebagai penerima ganti kerugian pengadaan tanah jalan tol Medan-Binjai ini. Pihaknya sudah menargetkan, paling lama akhir April 2019 tahapan ini akan rampung semua. Sehingga pembangunan jalan tol Medan-Binjai bisa selesai seratus persen. “Pengadaan tanah inikan tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Bayangkan dari 400 lebih baru 52 KK yang cepat melengkapi administrasi. Kalau pemerintah sudah siap,” katanya.
Pembangunan jalan tol Medan-Binjai sendiri, ungkapnya, hanya tinggal 800 meter saja. Katanya, pemerintah mengambil diskresi, 70 persen ganti rugi untuk masyarakat pemilik bangunan, yang dianggap merawat dan menghuni tanah tersebut dan 30 persen untuk pemilik tanah. “Kalau 30 persen pemiliknya tidak mau, akan kami konsinyasi ke pengadilan. Negara tidak boleh kalah. Pembangunan jalan tol ini adalah tujuan negara untuk mensejahterakan rakyatnya. Digunakan juga bukan untuk orang perorang, melainkan masyarakat luas,” katanya.
Setelah semua proses ganti kerugian selesai, pemerintah menargetkan September ruas jalan tol Medan-Binjai sudah bisa tembus atau terhubung dengan seksi Kualanamu-Tebingtinggi dan juga tol Belmera. “Insyaallah 400-an KK tersebut setuju dengan harga ganti rugi yang disiapkan pemerintah. Bagi yang tidak setuju adalah orang yang tidak punya alas hak, minta ganti rugi dan itu gak ada urusan karena menghambat negara untuk bertindak,” katanya.
Painir Sitompul mengingatkan bagi warga penerima ganti kerugian untuk mencari rumah laik huni dan memiliki legalitas. Pihaknya juga berpesan, untuk warga atau KK yang merasa masih ada kekurangan maupun kesalahan administrasi, supaya langsung menanyakan kepada mereka. “Sejauh administrasi terpenuhi dan lengkap, akan dibayarkan ganti kerugiannya. Dengan demikian pembangunan jalan tol dapat segera kita rampungkan. Harapan kami semoga uang yang diperoleh bermanfaat bagi bapak dan ibu, terlebih untuk kepentingan keluarga dan kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Wali Kota Dzulmi Eldin menegaskan bahwa tidak mungkin pemerintah berniat untuk menyengsarakan rakyatnya. Pemerintah justru hadir menurutnya untuk kemaslahatan rakyat. “Terima kasih atas partisipasi warga sehingga acara hari ini dapat terwujud. Kita juga harus bersyukur kepada Allah SWT, atas perhatian pemerintah menyikapi masalah ini. Jangan berlama-lama uang itu dipegang, segera manfaatkan uang tersebut untuk kepentingan keluarga bapak/ibu. Kalau mau beli tanah pastikan bersertifikat,” pesan dia.
Selanjutnya, usai dilakukan pembelian, Eldin berharap agar tanah maupun rumah yang dibeli segera dibuatkan sertifikatnya ke Kantor BPN. “Saya minta camat dan lurah untuk mempermudah warga dalam pengurus sertifikat. Setelah itu saya pun yakin pihak BPN akan mempermudah warga untuk dalam mendapatkan sertifikat tersebut,” ungkapnya.
Salah seorang warga penerima ganti rugi mengungkapkan, tempo tiga pekan harus mengosongkan rumah dianggap terlalu singkat dan mengagetkan warga. Meski demikian, ia sudah punya langkah ke depan dengan membeli rumah atas hasil uang ganti rugi yang didapatnya. “Saya sudah cari rumah di kawasan Saentis sana. Ya, karena cuma segitu sanggupnya dengan uang ganti rugi yang saya terima hanya sekitar di atas Rp 100 juta. Pokoknya saya senanglah ada tanggung jawab pemerintah terhadap kehidupan warganya,” ucap perempuan berkerudung yang enggan namanya dipublikasi ini.
Turut hadir Camat Medan Deli Ferry Suheri, Lurah Tanjungmulia Hilir, Plt Kadis Perkim-PR Medan, Benny Iskandar, Kakan BPN Medan Fakhrul Nasution, Kacab Bank Mandiri, dan 52 KK penerima ganti kerugian. (prn/ris)