Home Blog Page 5476

4 April Prabowo-Sandi Kampanye Akbar di Sumut, Petakan Kekuatan di Basis Kompetitor

KPU
KPU

SUMUTPOS.CO – Kampanye rapat umum atau kampanye akbar Pemilu serentak 2019 dijadwalkan KPU dimulai besok, Minggu (24/3). Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi di Sumut tidak ingin menyia-nyiakan momentum kampanye akbar ini untuk mendulang elektabilitas. Sejumlah strategi dipersiapkan untuk mapping (memetakan) kekuatan di basis kompetitor.

WAKIL Ketua TKD Sumut Jokowi-Ma’ruf, Juliski Simorangkir menilai, lokasi kampanye akbar bagi paslon Capres dan Cawapres mereka sudah cocok dengan apa yang disusun KPU Pusat. Namun diakuinya, mereka perlu bekerja ekstra keras untuk menyakinkan masyarakat Kota Padangsidimpuan yang menjadi lokasi kampanye akbar paslon petahana pada 9 April mendatang.

Sebab, kata Ketua PKPI Sumut ini, dari pemetaan kantong suara yang telah mereka lakukan, Kota Padangsidimpuan merupakan basis atau lumbung dukungan dari paslon kompetitor mereka, Prabowo-Sandi. “Maka dari itu kami di daerah ini yang akan bekerja lebih untuk menyakinkan masyarakat Sidimpuan atas kinerja Pak Jokowi yang sudah terbukti. Tapi secara keseluruhan, pada prinsipnya kami menganggap jadwal yang telah KPU susun sudah bagus. Artinya tidak berbenturan waktu dan tempatnya,” katanya.

Begitu juga di Kabupaten Deliserdang yang menjadi lokasi kampanye paslon 01 itu pada 10 April mendatang. Kata dia, sesuai mapping yang dilakukan mereka optimis mampu meraih keunggulan pada hari pemilihan, 17 April nanti “Pilgubsu lalu tidak bisa serta merta menjadi acuan lagi. Deliserdang dari pemetaan, kami dapat meraih kemenangan di sana,” tutur Ketua PKPI Sumut itu.

Di sisi lain pihaknya juga belum dapat pastikan, baik Jokowi ataupun Ma’ruf Amin akan hadir langsung ke lokasi kampanye akbar pada dua daerah di Sumut itu. “Bisa saja nanti juru kampanye TKN yang turun. Begitupun kami masih menunggu perkembangan dan konfirmasi terbaru dari pusat,” katanya.

Sementara BPD Sumut Prabowo-Sandi yang mendapat giliran pertama kampanye akbar di Sumut, besok (24/3), hingga kemarin belum mendapat informasi terkait lokasi kampanye akbar mereka. “Ya, belum (mendapat jadwal dari BPN lokasi kampanye akbar Prabowo-Sandi) di Sumut. Ini masih dikoordinasikan,” kata perwakilan BPD Prabowo-Sandi Sumut, Robert Lumban Tobing menjawab Sumut Pos, Jumat (22/3).

Ia mengaku, ada tim khusus dari Partai Gerindra di BPD Sumut yang mengurusi jadwal dan lokasi kampanye akbar Prabowo-Sandi. Hanya saja ia belum mendapat kabar terkini soal itu. “Belum. Saya belum dapat info terbarunya lagi. Kita pun masih koordinasi lagi ini,” tuturnya.

Sekretaris Partai Gerindra Sumut ini menambahkan, selain belum mengetahui lokasi kampanye akbar Prabowo-Sandi di Sumut, mereka juga belum ada koordinasi dengan daerah yang akan dijadikan tempat kampanye paslon yang mengusung Indonesia Adil dan Makmur itu. “Tentu nanti kita perlu koordinasi dengan partai politik koalisi dalam rangka menyusun persiapan kegiatan kampanye,” pungkasnya.

Namun saat kembali dikonfirmasi tadi malam sekira pukul 23.00 WIB, Robert memberikan informasi terbaru yang dia peroleh dari BPN mengenai jadwal dan lokasi kampanye Prabowo-Sandi di Sumut. Menurutnya, kampanye akbar Prabowo-Sandi akan digelar pada 3 April  mendatang. “Untuk lokasinya di GOR Serbaguna Pancing Medan. Begitupun Sandiaga di lokasi yang sama pada 7 April. Tapi inikan masih info sekilas saja yang kami dapat dari pusat, sebab sampai hari ini mengenai zona kampanye masih dibahas di pusat,” katanya.

Bahkan, dia memastikan pada Minggu besok tidak ada kampanye akbar paslon nomor urut 02 itu di Sumut. “Ya, belum ada. Karena masih digodok di BPN Jakarta untuk jadwal kampanye secara nasional untuk kehadiran Pak Prabowo,” katanya.

Ketua DPW PKS Sumut Hariyanto juga mengaku belum mendengar kabar bahwa Prabowo-Sandi akan kampanye akbar di Sumut mulai Minggu (24/3). “Belum, belum ada. Kami juga belum mendapat koordinasi dari BPD maupun Gerindra,” ujar pria yang juga tergabung di BPD Prabowo-Sandi Sumut ini.

Sementara, Kasat Intel Polrestabes Medan AKBP Masana Sembiring yang dikonfirmasi Sumut Pos, mengaku belum mengetahui kepastian kampanye akbar paslon 02 pada Minggu (24/2) besok. “Kami memang belum mendapat pemberitahuan tertulis dari tim kampanye Paslon Prabowo-Sandi akan menggelar kampanye di mana? Ini masih terus berkoordinasi dengan panitia pelaksananya di mana nantinya kampanye tersebut akan dilakukan,” ungkap Masana ketika dikonfirmasi Sumut Pos via selulernya tadi malam.

Ia mengatakan, informasi soal kampanye Paslon 02 itu berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan KPU, bukan melalui surat pemberitahuan 7 hari sebelum diadakannya kegiatan tersebut. “Tadi saya sudah koordinasi dengan tim kampanyenya, tapi dari pihak mereka sendiri belum menentukan di mana akan melakukan kampanye. Besok (hari ini) akan kami tanyakan lagi di mana lokasi (kampanye) mereka,” terangnya.

Mengukur Kekuatan di Basis Kompetitor

Menyikapi lokasi kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf di Deliserdang dan Padangsidimpuan, akademisi Universitas Medan Area (UMA), Bimby Hidayat mengatakan, peluang Jokowi-Ma’ruf mendulang suara maksimal di wilayah selatan (Kota Padangsidimpuan) sangat kecil. Mengingat daerah itu salah satu basis pendukung Prabowo-Sandi.

“Punya peluang namun minim. Kita tahu, Sumut khususnya wilayah selatan yang merupakan salah satu basis suara Prabowo. Kalau hanya mengandalkan dari trah keluarga (menantu) yang merupakan dari Sumut, tidak begitu signifikan. Sebab sosok dimaksud juga tidak begitu populer dikalangan masyarakat,” katanya.

Tidak jauh berbeda dengan Deliserdang, lanjut Bimby, yang sangat kentara arah politik masyarakatnya. Terlihat dari pengalaman Pilgubsu 2018 bahwa lebih kurang 60 persen suara dimenangkan oleh pasangan Edy-Ijeck di Deliserdang, yang merupakan afiliasi ke Prabowo. “Artinya, sedikit peluang untuk pasangan Jokowi-Amin. Namun setidaknya bagi mereka dapat menguatkan pilihan publik di wilayah pesisir selatan itu penting, untuk menghindari swing voter ke arah Prabowo,” katanya.

Menurutnya pemilih di Sumut punya karakter cenderung pemilih terbuka yang mudah dibujuk. Sehingga sangat tergantung pada performa partai/tim Jokowi-Ma’ruf dan mengemas isu saat kampanye agar bisa meraup suara yang diharapkan.

Pandangan berbeda disampaikan akademisi USU, Agus Suriadi. Hematnya, kedua daerah sebagai tempat kampanye akbar paslon 01 akan dapat mengukur kekuatan dan kelemahan di basis kompetitor. “Saya rasa ini bagian dari strategi masing-masing paslon capres baik 01 dan 02, untuk mengukur peta basis dari wilayah yang dimiliki oleh masing-masing,” katanya.

KPU Langkat Siapkan 100 Lokasi Kampanye

KPU Langkat menetapkan 100 titik lokasi kampanye yang akan dipergunakan dalam Pilpres dan Pileg dan tidak memakai zona. Karena jadwalnya sudah langsung dari pusat. “Kampanye berdurasi dua hari bagi pasangan calon presiden maupun tim suksesnya, termasuk oleh partai pendukungnya,” kata Ketua KPU Langkat Sopian Sitepu didampingi Sekertarisnya Zainul Arifin di Stabat, saat mengunjungi kantor PWI Langkat, Jumat (22/3).

Diakuinya, KPU Langkat juga memplenokan jadwal kampanye dan rapat umum pasangan dan partai pendukung untuk tanggal berapa saja mereka boleh melakukan kampanye. Sedangkan izin dan pemberitahuan langsung disampaikan ke Satintelkam Polres Langkat.

“Semalam kita sudah menggelar Rakor, dalam pembahasan kampaye akan dimulai pada 24 Maret sampai 13 April mendatang. Hari inilah (kemarin, Red) kita akan melakukan rapat pleno untuk memastikan hari dan tanggal dimulai kampaye,” ujarnya.

Sopian juga menyampaikan jumlah pemilih yang akan mempergunakan hak pilihnya nanti hingga daftar pemilih tetap perbaikan 2 mencapai 761.131 pemilih, yang nantinya akan mempergunakan hak pilihnya pada 3.044 TPS.

“Hingga sekarang ini berbagai persiapan untuk pelaksanaan pemilu sudah hampir rampung diharapkan 77 persen pemilih nantinya bisa mempergunakan hak pilihnya,” katanya.

KPU Deliserdang Tetapkan 9 Lokasi Kampaye

KPU Deliserdang juga telah menetapkan 9 lokasi kampaye. Ketua KPU Deliserdang, Boby Indra Prayoga mengatakan, jadwal kampany berlaku secara nasional dan disusun oleh KPU pusat. “Sesuai PKPU No 33 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum. Peserta Pemilu sebelum menggelar kampaye rapat umum harus mengurus STTP dari Kepolisian,” kata Boby ketika dijumpai di ruang kerjanya di Kantor KPU Deliserdang Jalan Karya Jasa, Lubukpakam, Jumat (22/3).

Disebutkannya, rencana kegiatan kampanye rapat umum harus dilaporkan ke pihak Kepolisian secara tertulis, paling lambat 7 hari kerja sebelum kegiatan politik dilaksanakan. Kemudian kepolisian menerbitkan STTP terhadap pemberitahuan yang telah memenuhi ketentuan.

Sedangkan lokasi kampaye rapat umum yang sudah ditetapkan KPU Deliserdang tersebar di Kecamatan Percut Sei Tuan yakni lapangan Reformasi Jalan Medan-Batangkuis, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan. Lapangan Bola Kaki Cinta Rakyat Jalan Diponigoro, Desa Cinta Rakyat. Kemudian di Desa Bandar Setia Ujung, Jalan Pengadilan Dusun I.

Di Kecamatan Sunggal, Lapangan Bola Jalan Pembangunan Ujung di Desa Mulia Rejo. Lapangan Bola Semayang Jalan Pasar Besar, Desa Sei Semayang, dan Lapangan Bola Medan Krio Jalan Sei Mencirim. Di Kecamatan Tanjungmorawa di Lapangan Piston, Desa Dagang Kerawang. Tanah Masyarakat Jalan Besar Bakaranbatu, Desa Bakaran Batu dan tanah masyarakat di Jalan Ahmad Yani Keluarahan Paluh Kemiri.

 Satu Lokasi Kampanye di Asahan

Sementara di Asahan, KPU setempat hanya menyediakan satu lokasi Kampanye Akbar di Lapangan PSBD Jalan Ir Sutami Kelurahan Dadimulyo, Kecamatan Kisaran Barat.

Tentang jadwal kampanye, Sekretaris KPU Asahan, Amril Lubis mengaku tidak mengetahui. Alasannya, jadwal ditentukan oleh KPU pusat.

“Jadi sampai saat ini pihak KPU Asahan hanya menyediakan tempat saja. Untuk jadwal kita tidak tahu. Pasalnya, jadwal ditentukan dari KPU Pusat,” kata Amril Lubis kepada Sumut Pos, Jumat (22/3).

Menurutnya, saat ini KPU Asahan sendiri masih menunggu informasi kampanye akbar dari KPU pusat. “KPU Asahan tidak bisa mengajukan kampanye akbar. Soalnya, ini ‘kan Pemilu secara nasional bukan untuk Pilkada. Kalau Pilkada barulah KPU Asahan bisa mengajukan permohonan kampanye akbar ke KPU Pusat,” bilang Amril. (prn/bam/btr/omi)

Bandar Sabu Sawit Rejo Divonis 8 Tahun

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jakana Kaban alias Jaka (27) hanya terdiam saat dijatuhi hukuman 8 tahun oleh Majelis hakim yang diketuai Fahren.

Terdakwa dinyatakan bersalah memiliki narkotika jenis sabu seberat 18,25 gram. Selain itu, terdakwa juga didenda Rp1 milliar subsider 4 bulan kurungan.

“Memutuskan, mengadili terdakwa Jakana Kaban dengan hukuman 8 tahun penjara,” ucap hakim Fahren di ruang sidang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/3).

Usai membacakan putusan, majelis hakim memberikan kepada terdakwa untuk menerima putusan atau banding.

“Sudah dengar tadi, kamu diberi waktu seminggu untuk pikir-pikir atau menerima putusan ini,” kata hakim kepada terdakwa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mutiara Deliana menuntut terdakwa selama 9 tahun penjara denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa terbukti menyimpan narkotika jenis sabu, meski beralibi bahwa dua bungkusan plastik kosong bertuliskan Guanying Wang dan satu bungkus plastik klip bening merupakan milik Yos (DPO).

Namun, keterangan saksi dari kepolisian Ditres Narkoba Poldasu bahwa pada pertengahan Agustus 2018 lalu, plastik tersebut ditemukan di dalam rumah terdakwa. Tepatnya di Dusun III, Gelugur Kuta, Desa Sawit Rejo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

“Saat dilakukan penggeledahan, tepatnya dibelakang lemari hias, ditemukan gulungan tissue berwarna putih yang didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus plastik bening tembus pandang berisi sabu seberat 18.52 gram,” ucap jaksa.

Selain itu dari laporan warga, terdakwa memang bandar dan sering terjadi transaksi narkotika di rumahnya. Sehingga, warga menjadi resah dan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Untuk kasus ini terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (man/ala)

Ditengarai Jadi Sarang Maksiat dan Lapak Jual Narkoba, DPRD Minta Titanic Frog Ditutup

Nusantara Tarigan
Nusantara Tarigan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Diskotik Titanic Frog yang ada di Desa Namurube Julu, Kutalimbaru, Deliserdang harus segera ditutup. Itu ditegaskan Ketua Komisi C DPRD Deliserdang, Nusantara Tarigan kepada Pemkab Deliserdang, Jumat (23/3).

MENURUTNYA, selain tidak memiliki izin, usaha hiburan malam itu ditengarai sebagai lapak jual beli narkoba.

“Pemkab Deliserdang harus peka terhadap ini,” tutur politisi Partai Nasdem ini saat dihubungi Sumut Pos.

“Kita ketahui lokasinya juga di daerah kecamatan. Tentu hal ini tak wajar. Disana masih kental dengan suasana perkampungan,” sambungnya.

Nusantara juga meminta agar Pemkab Deliserdang jangan pernah memberikan izin Diskotik Titanic Frog apabila pemiliknya hendak mengurus.

“Tak layaklah usaha tempat hiburan malam berada di kampung. Kalau daerah perkotaan iya layaklah. Dengan adanya Diskotik itu, tentu akan mempengaruhi kehidupan disana,” terangnya.

Terpisah, laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur berinsial HR yang terjadi di Diskotik Totanic Frog terus bergulir. Penyidik Satreskrim Polrestabes Medan akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kasus ini dilanjutkan atau dihentikan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha menyatakan gelar perkara perlu mereka lakukan. Sebab, ada kejanggalan dalam laporan dugaan pemerkosaan itu.

Menurutnya, korban yang masih di bawah umur itu dengan sadar ‘menjual diri’ kepada pelapor.

“Akan kita gelar kasus itu secepatnya. Keluarga korban ngotot kalau anaknya diperkosa, namun kita dapati informasi si anak jual diri. Makanya mau digelar apakah menentukan kasusnya duduk atau tidak,” ungkap Putu, Jumat (23/3).

Putu berpendapat, dugaan pemerkosaan HR dengan tudingan dia dicekoki pil ekstasi sebelumnya perlu ditelaah kembali.

“Jadi begini, anak di bawah umur ini kabarnya kan jual diri, terus sudah ditiduri kemudian melapor karena diperkosa. Sehingga perlu gelar perkara biar kita lihat kepastian duduk perkaranya,” sebut mantan Kasubdit III/Tipikor ini.

Kapan penyidik akan gelar perkara? Putu belum memastikam kapan.

“Tapi secepatnya lah (gelar perkara), biar kita lihat apakah duduk atau tidak perkaranya,” pungkas Putu.

Sebelumnya diberitakan, keberadan Diskotik Titanic Frog ilegal alias tidak memiliki izin. Itu ditegaskan Camat Kutalimbaru, Chandra Dewi Situmorang.

“Usaha tempat hiburan itu tak memiliki izin dari pemerintah. Karena itu dalam waktu dekat akan diambil tindakan,” tegas Chandra Dewi kepada Sumut Pos, Maret 21 2019.

Tindakan selanjutnya yang dimaksud Chandra adalah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Pemkab Deliserdang untuk penutupan.

Dilanjutkannya, sebelum dilakukan tindakan, tentu dilakukan koordinasi antar instansi.

Sehingga kedepannya ketika dilakukan penindakan, tidak terjadi kesalahan prosedur dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ditambahkan Chandra, keberadaan Diskotik Titanic Frog di Desa Namurube Kecamatan Kutalimbaru itu meresahkan warga.

Bahkan kata Chandara, Kepala Desa Namurube merasa tertekan dengan adanya tempat hiburan malam itu.

Pasalnya, warga disana sudah beberapa kali melaporkan tentang keberadan Diskotik Titanic Frog yang tak memiliki izin itu.

“Sudah beberapa kali diperingatkan. Namun, pemiliknya tetap membandel,” Chandra.

Kasus ini berawal saat seorang gadis belia berinisial HR (15) menjadi korban perkosaan teman-temannya, Minggu (3/3) malamý. Sebelum diperkosa, korban diduga dicekoki pil ekstasi hingga overdosis.

Laporan korban akhirnya diterima Polrestabes Medan, Selasa (5/3) petang dengan nomor 504/III/2019/SPKT Restabes Medan. Dalam laporannya, korban mengaku digagahi secara bergiliran.

Sementara, ketua salah satu organisasi kepemudaan (OKP) di Binjai sekaligus pemilik Diskotik Titanic Frog berinisial ST, tidak menjawab konfirmasi Sumut Pos.(tim)

Tak Diberi Uang Keamanan, Preman Amplas Serang Loket KBT

DIAMANKAN: Petugas Reskrim Polsek Patumbak mengamankan empat pelako penyerangan loket bus KBT.
DIAMANKAN: Petugas Reskrim Polsek Patumbak mengamankan empat pelako penyerangan loket bus KBT.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat preman Amplas menyerang loket angkutan umum Koperasi Bintang Tapanuli (KBT) di Jalan SM Raja, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (15/3) lalu. Akibatnya, kwartet bandit kelas teri itu dicokok petugas Reskrim Polsek Patumbak.

Keempatnya masing-masing, Gidion Tambunan alias Dion, Ricky Silalahi alias Kelabang, Sanggup Silaban dan Frengki Sinambela alias Sabar.

“Selain keempatnya, masih ada empat tersangka lagi yang masih diburu petugas,” kata Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi, Jumat (22/3).

Ginanjar menerangkan, penangkapan keempat pelaku berawal dari laporan pegawai di loket tersebut. Dalam pengaduannya, pelapor mengaku mereka diserang oleh sedikitnya 8 orang bersenjatakan bambu dan kayu.

Akibat penyerangan yang dilakukan jelang dinihari itu, 3 orang mengalami luka serta 4 unit mobil angkutan umum KBT mengalami kerusakan.

“Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan ke Polsek Patumbak. Tim kita langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan hasil rekaman CCTV yang ada di loket itu,”sebut AKP Ginanjar.

Dari hasil rekaman itu, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku. Gidion adalah tersangka yang pertama kali ditangkap.

Dia diamankan di Jalan SM Raja, tepatnya Simpang Amplas, Minggu (17/3) lalu. Kemudian Ricky Silalahi dan Kelabang, Rabu (20/3).

Keduanyanya diciduk di Jalan Menteng 7, Medan Denai. Terakhir, Frengki di seputaran Terminal Amplas, Kamis (21/3).

Menurut Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman Simanjuntak, penyerangan yang dilakukan para pelaku karena pihak loket enggan memenuhi permintaan sejumlah ‘uang preman’.

Para pelaku berdalih, kegiatan loket akan aman dalam pengawasan mereka jika menyetor sejumlah uang.

“Orang itu minta saham, uang pengawasan. Tapi entah apa yang diawasinya. Semacam orang preman lah, minta setoran,” tutur Budiman.

Kata Budiman, para pelaku diketahui merupakan pemuda setempat yang kerap meminta-minta uang keamanan ke sejumlah loket.

“Ini bentuk premanisme. Apalagi kalau sampai melakukan penganiayaan, pasti ditindak. Untuk yang empat lagi sedang kita buru sampai dapat,” pungkas Budiman. (dvs/ala)

Industri Minyak Sawit Dukung Perekonomian Indonesia

istimewa PRODUKSI: GM PT Pasifik Palmindo Industri, Mr Abdullah Abdul Mohammed Muqbil menjelaskan proses produksi minyak di laboratorium kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna H Laoly.
istimewa
PRODUKSI: GM PT Pasifik Palmindo Industri, Mr Abdullah Abdul Mohammed Muqbil menjelaskan proses produksi minyak di laboratorium kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna H Laoly.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tumbuhnya industri minyak sawit mampu memproduksi 50 juta ton per tahun dapat mendukung perekonomian di Indonesia. Perbandingan itu jauh dibawah Malaysia yang hanya memproduksi rata-rata 20 juta per tahun.

Hal itu dikemukakan GM PT Pasifik Palmindo Industri, Mr Abdullah Abdul Mohammed Muqbil saat Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna H Laoly berkunjung ke Pacifik Panin Group, KIM II, Medan, Jumat (22/3).

Kepada Menkumham, Abdullah menjelaskan, ada empat perusahaan yang tergabung dalam Pasifik Panin Grup. Tiga perusahaan diantaranya, PT Pacific Palmindo Industri, Pacifik Medan Industri berdiri tahun 1997 dan PT Oleochem & Soap Industri berdiri tahun 2000 berada di KIM 2 Medan dan sebuah perusahaan PT Pacific Indopalm berada di Dumai Riau, berdiri sejak tahun 2009.

Empat perusahaan yang memproduksi CPO menjadi bahan jadi seperti, minyak goreng, sabun, bahan kecantikan diekspor ke negara Turki, Mesir, Arab, Afrika dan lain-lain dengan jumlah total produksi untuk grup yang ada di Indonesia sekitar 1.250.000 ton per tahun dengan jumlah tenaga kerja ribuan orang.

Abdullah berharap, dengan kedatangan Yasonna H Laoly ke perusahaan Pacifik Panin Group, bisa membantu memberikan semangat kepada perusahaan, khususnya bidang industri pengolahaab CPO agar kita bisa melewati masa kritis melawan negara Eropa.

Menkumham Yasonna Laoly, melihat hasil produksi di peruhasaan Pacifik Panin Grup di KIM 2, menyebutkan, ekspor Palmindo dan group memberikan kontribusi besar terhadap ekspor Indonesia dan mendatangkan devisa negara.

Dikatakannya, pada masa pemimpinan Presiden Joko Widodo, para menteri menteri selain ditugaskan oleh Presiden untuk membuat investment dengan baik di Indonesia negara asing dapat menanamkan modalnya.

“Oleh karenanya, perlu saya sampaikan bahwa pertumbuhan akan baik dan untuk itu perlu sumber daya manusia yang baik pula mulai tahun ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menkumham meninjau sejumlah lokasi produksi dan laboratorium menguji bahan baku agar terukur dengan baik. (fac/ram)

Program Undian Hari Cicilan Lunas, Adira Lunasi Cicilan 1.000 Konsumen Aktif

ist JELASKAN: Kepala Wilayah Area Sumatera Bagian Utara Adira Finance, Agus Hartanto didampingi Kepala Cabang Medan, Herry Lim saat menjelaskan program lunasi cicilan 1.000 konsumen aktif dalam ramah tamah di Istana Koki, Kamis (21/3).
ist
JELASKAN: Kepala Wilayah Area Sumatera Bagian Utara Adira Finance, Agus Hartanto didampingi Kepala Cabang Medan, Herry Lim saat menjelaskan program lunasi cicilan 1.000 konsumen aktif dalam ramah tamah di Istana Koki, Kamis (21/3).

SUMUTPOS.CO – Adira Finance menggelar program bertajuk harinya cicilan lunas (Harcilnas) bagi seluruh konsumennya di Indonesia yang bisa mendapatkan pelunasan cicilan.

Program undian berhadiah berbasis poin yang ditujukan bagi konsumen baru ataupun yang masih aktif memiliki pembiayaan di Adira Finance, berupa pembiayaan otomotif maupun non otomotif (Multiguna, Durable Goods) serta memiliki catatan sangat baik.

“Adira Finance akan memberikan hadiah kepada total 1.000 konsumen beruntung yang terdiri dari pelunasan seluruh sisa pokok pembayaran cicilan untuk 250 konsumen dan pelunasan 1 bulan pembayaran cicilan untuk 750 konsumen, dan seluruh pajak hadiah program ini sepenuhnya akan ditanggung oleh Adira Finance,” kata Kepala Wilayah Area Sumatera Bagian Utara Adira Finance, Agus Hartanto didampingi Kepala Cabang Medan, Herry Lim dalam ramah tamah di Istana Koki, Kamis (21/3).

Agus menuturkan, program ini sudah berlangsung sejak 1 Februari dan berakhir 31 Oktober 2019. Cara mengikuti dan mendapatkan poin undian Harcilnas sangatlah mudah. Konsumen cukup melakukan registrasi melalui aplikasi AKSES Adira Finance ataupun website Adira Finance.

“Setiap konsumen baru yang melakukan pembiayaan produk Adira Finance selama program berjalan akan langsung mendapatkan 50 poin, konsumen yang melakukan repeat order seluruh produk Adira Finance akan mendapatkan poin terbesar yaitu 60 poin, jika melakukan registrasi melalui aplikasi AKSES Adira Finance akan mendapatkan tambahan 5 poin, dan terakhir, seluruh konsumen yang melakukan pembayaran cicilan tepat waktu akan mendapatkan 10 poin tambahan,” terangnya.

Program Harcilnas ini, menurut Agus, merupakan bentuk apresiasi Adira Finance kepada seluruh konsumennya. Sebab menurutnya konsumen memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis ini.

“Oleh karena itu kami menggelar program Harcilnas sebagai bentuk apresiasi karena telah mempercayakan pembiayaannya di Adira Finance. Program ini juga merupakan bentuk komitmen kami untuk selalu berinovasi menghadirkan program yang memberikan pengalaman menguntungkan bagi seluruh konsumen kami,” pungkasnya.

Kepala Cabang Adira Finance Medan, Herry Lim menambahkan, program ini merupakan salah satu inovasi yang terus dilakukan. Dengan adanya program ini, tentunya memberikan manfaat pada nasabah.

“Akan ada ratusan pemenang setiap bulannya yang diundi oleh Adira Finance. Pengumuman pemenang akan dilakukan setiap tanggal 17 mulai dari bulan Maret hingga Oktober dan khusus bulan November 2019 pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 13,” sebutnya.

Diutarakan Herry, Adira Finance telah melaksanakan pengundian periode I dari program Harcilnas pada tanggal 17 Maret Ialu. Pada periode ini terdapat total 100 konsumen yang berhak mendapatkan pelunasan seluruh sisa pokok pembayaran cicilan hingga akhir tenor ataupun pelunasan 1 bulan pembayaran cicilan. “Di area Sumatera Bagian Utara sendiri terdapat total 9 konsumen yang beruntung mendapatkan hadiah spektakuler dari Adira Finance 3 orang berasal dari Medan,” imbuhnya. (ris/ram)

Rasakan Cinta yang Tiada Akhir, Miss Mondial dan Tex Saverio Perkenalkan 3 Seri Terbaik Berlian

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos BERLIAN: Seorang model menunjukkan perhiasan berlian terbaru dari Miss Mondial dan Tex Saverio di Sun Plaza, Medan.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
BERLIAN: Seorang model menunjukkan perhiasan berlian terbaru dari Miss Mondial dan Tex Saverio di Sun Plaza, Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukses dari seri Earth dan Water dari rangkaian koleksi Elemental, rumah perhiasan berlian Miss Mondial dan Tex Saverio kembali hadir dengan seri perhiasan terbaru yakni Fire, Wind dan Metal di Gerai Miss Mondial di Lantai GF Sun Plaza, Medan.

“Ketiga seri dari koleksi Elemental ini hadir dengan 18 desain yang berupa 9 cincin kawin dan 3 cincin wanita, 3 liontin dan 3 anting. Keseluruhan koleksi terbaru ini terinspirasi oleh keliman

elemen yang ada terdapat pada alam semesta,” ungkap General Manager Miss Mondial, Ferdi Felano kepada wartawan di Medan, Jumat (22/3) sore.

Ferdi menjelaskan, peluncuran seri baru itu, sebagai merayakan ulang tahun Miss Mondial yang keenam dan melanjutkan kesuksesan seri Earth dan Water dari rangkaian koleksi Elemental. Pada seri Fire hadir dengan nuansa hangat terutama dalam koleksi perhiasan seperti liontin, cincin dan anting dengan aksen rose gold, mampu memberikan kesan dinamis, ceria dan semangat positif dengan penuh percaya diri.

“Koleksi wedding ring Fire yang merupakan kombinasi emas putih dan lekukan lidah api dengan sentuhan rose gold 18K yang dipadukan dengan berlian. Itu melambangkan bahwa pasangan yang memakainya akan memiliki hubungan cinta yang mendalam dan berani mengarungi kehidupan bersama dalam segala keadaan,” kata Ferdi.

Pada unsur Angin atau Wind Series dalam desain wedding ring Miss Mondial, lanjutnya, tergambar dengan bentuk lekukan yang bergelombang dan juga sayap yang berpasangan. Ini melambangkan bahwa angin adalah udara yang bergerak bebas membawa kehidupan dan kesejukan hati bagi kedua pasangan.

“Terangkai dari emas putih bertahtakan berlian, Wind Series juga diluncurkan dalam jenis perhiasan liontin, anting, dan cincin wanita,” terangnya.

Sedangkan pada seri Metal, sebagai salah satu unsur pendukung yang diperlukan alam semesta memiliki arti kesetiaan, kekuatan dan keteraturan. Khusus seri perhiasan ini Miss Mondial hadir dengan warna-warna yang didominasi emas putih serta aksen diagonal yang saling-silang.

Selain itu, koleksi wedding ring ini terdiri dari 3 desain dengan paduan emas putih serta rose gold berdesain listring berupa jalinan beberapa berlian yang linear. Ini mampu memberikan kesan stylish dan juga edgy bagi kedua pasangan.

“Koleksi itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dapat menyelesaikan kelima elemen unsur alam yang diwujudkan dalam koleksi cincin kawin maupun perhiasan dari Miss Mondial.

Harapan kami bahwa siapapun pemakainya dapat merasakan cinta yang tiada akhir serta harmonisasi antara dirinya dengan alam semesta,” pungkasnya. (gus/ila)

Akhirnya Pasar Kampunglalang Diserahkan Kontraktor, Kios Langsung Diundi

markus pasaribu/sumutpos RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.
markus pasaribu/sumutpos
RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua tahun lebih menunggu tanpa kepastian yang jelas, kini pedagang Pasar Kampunglalang akhirnya bisa tersenyum sumringah. Bagaimana tidak, bangunan pasar yang terkena program revitalisasi Pemko Medan sejak 2016 lalu sudah bisa ditempati para pedagang.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya mengatakan, kontraktor PT Budi Mangun KSO yang mengerjakan pembangunannya telah menyerahkan kepada Pemko Medan, Kamis (21/3) kemarin. Setelah diserahkan, tanpa membuang waktu langsung dilakukan pengundian atau cabut nomor kios dan lapak.

“Pedagang yang menempati kios dan lapak bangunan baru tersebut berjumlah 732 orang. Pengundian dilakukan dua tahap, pertama 360 pedagang hari ini (kemarin) dan sisanya besok (hari ini),” kata Rusdi di sela-sela pengundian nomor kios, Jumat (22/3).

Rusdi menuturkan, pengundian tahap pertama untuk pedagang berbahan dasar kering seperti kain, sepatu, tas, sandal dan lainnya di lantai 2. Selanjutnya, barulah pedagang basah yaitu ikan, sayur dan sebagainya.”Proses pengundian berlangsung secara jujur, adil, transparan dan akuntabel. Tidak ada yang perlu ditakuti dan dicurigai oleh pedagang. Semua dilakukan secara terbuka, karena ada saksi dari Badan Pengawas (BUMD Kota Medan) dan kepolisian,” ujar Rusdi.

Kata dia, bagi pedagang yang telah mendapat nomor kios atau lapak, bisa langsung menempati perlengkapan dagangannya. Setelah itu, diperbolehkan langsung berjualan. “Pedagang yang menempati kios atau lapak tidak dikenakan biaya sewa atau tambahan uang pembangunan. Hanya saja, dikenakan iuran retribusi yang nantinya akan ditetapkan sesuai aturan,” paparnya.

Rusdi mengatakan, Pasar Kampunglalang ini nantinya menjadi pasar tradisional yang Standar Nasional Indonesia (SNI). Pasar ini dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana seperti kamar mandi, mushola, wastafel, toilet, fasilitas difabel dan bahkan untuk ibu menyusui. “Pasar ini akan kita jadikan pasar percontohan yang SNI untuk di kawasan bagian barat Kota Medan. Untuk itu, kita akan tata dan lengkapi semua fasilitasnya dengan baik,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Pedagang Persatuan Pedagang Pasar Kampunglalang, Erwina Pinem mengaku bersyukur karena apa yang diinginkan selama dua tahun akhirnya dikabulkan setelah menempuh perjuangan. “Mewakili pedagang, saya bersyukur akhirnya pasar ini bisa ditempati. Sebab pedagang tidak lagi dibebankan biaya sewa kios atau lapak di luar pasar yang cukup mahal sekitar Rp10 juta per tahun,” ujarnya.

Erwina juga mengaku, pembagian kios dilakukan secara transparan atau tidak ada yang ditutup-tutupi dan tanpa intervensi. “Dipastikan pedagang akan ter-cover semua. Dalam pembagian kios, saya sendiri tidak bisa memilih dimana tempatnya tapi harus melalui pengundian,”kata dia.

Untuk diketahui, revitalisasi pasar yang dibangun oleh kontraktor PT Budi Mangun KSO awalnya mulai dikerjakan sekitar pertengahan 2016 lalu. Namun, proyek senilai Rp26 miliar lebih tersebut tak tuntas dikerjakan kontraktor hingga memasuki awal 2017. Padahal, mereka telah menerima uang muka Rp5 miliar lebih. Kontraktor beralasan kios dan lapak pedagang belum dikosongkan.

Kemudian, pada 23 Maret 2017, pedagang dipaksa mengosongkan kios dan lapak mereka oleh aparat gabungan. Namun, setelah kosong ternyata lagi-lagi hingga berakhirnya tahun 2017 kontraktor tak kunjung menuntaskan proyek itu. Kontraktor beralasan pembayaran proyek tak ditampung dalam APBD.

Oleh karenanya, proyek pembangunan pasar ini menjadi sorotan sejumlah lembaga pemerintah seperti Lembaga Pengkajian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan BPK RI. Setelah mendapat petunjuk dari lembaga tersebut, proyek ini pun dikerjakan kembali tetapi dengan kontraktor yang sama.

Pembangunan dimulai terhitung 24 Maret 2018. Namun, hingga berakhirnya 2018 pembangunan tidak juga selesai dikerjakan kontraktor dengan alasan yang tak jelas.

Memasuki pertengahan Maret 2019, proyek tersebut akhirnya dituntaskan oleh kontraktor. Namun, pembayaran belum bisa dilakukan karena tak dianggarkan dalam APBD. Pembayaran baru bisa dilakukan pada pertengahan tahun ini dalam Perubahan APBD 2019. (ris/ila)

Kontes Ikan Louhan di Cambridge City Diikuti Seratusan Peserta Berbagai Provinsi

idris/sumut pos ikan louhan: Pengunjung melihat kontes ikan louhan di Cambridge City Medan.
idris/sumut pos
ikan louhan: Pengunjung melihat kontes ikan louhan di Cambridge City Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontes ikan louhan yang digelar di lantai dasar Cambridge City Square Jalan S Parman, Medan, diikuti seratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kontes yang diselenggarakan Perhimpunan Pecinta Louhan Sumatera Utara (PPLSU) ini merupakan pertama di Kota Medan.

Ketua PPLSU, Josep mengungkapkan, peserta yang mengikuti kontes ini berjumlah sekitar 120 orang. Para peserta tidak hanya berasal dari Medan dan Sumut saja, tetapi dari Palembang, Jambi hingga Jakarta. “Kontes ini merupakan yang pertama dan terbesar di Medan dan Sumatera Utara. Secara kualitas, ikan-ikan louhan yang mengikuti kontes ini tidak kalah bersaing dengan daerah lainnya,” kata Josep didampingi Ketua Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia, Welly disela-sela acara kontes, Jumat (22/3).

Menurut Josep, sebenarnya cukup banyak yang hobi ikan louhan di Medan atau Sumut. Namun, karena belum ada wadah untuk menyelenggarakan maka baru digelar kali ini kontesnya. “Kalau di Jakarta sampai 6 kali setiap tahun digelar. Harapan kita, bisa seperti itu juga atau paling tidak dua kali dalam setahun,” ujarnya.

Diutarakan Josep, kontes ini tidak hanya sekedar bersaing tetapi sebagai ajang berbagi informasi mengenai ikan louhan dan menjalin keakraban diantara pecinta ikan louhan. “Melalui kontes ini, peserta dapat banyak belajar mengenai kualitas ikan seperti apa yang menjadi juara. Sebab ikan yang menjadi juara otomatis menaikkan nilai harga jualnya,” tutur dia.

Josep menyebutkan, ada 8 kategori yang dilombakan. Beberapa diantaranya, PCC dan PCH dengan ukuran maksimum 12 centimeter. Kemudian, CCC dan CHC berukuran 12,1 sampai 16 centimeter, CCB dan CHB berukuran 16,1 hingga 24 centimeter. Khusus, kategori Bonsai semua ukuran atau all size.

“Kriteria penilaian dalam kontes ini ada 18 unsur, misalnya morfologi seperti kepala, badan/tubuh, warna, detail, corak dan lainnya. Juara I akan mendapatkan uang tunai Rp1 juta serta piala dan piagam. Pemenang kedua Rp750 ribu, dan pemenang ketiga Rp500 ribu. Selain itu, bagi 10 nominasi terbaik per kategori mendapat piagam. Bahkan, terdapat juga doorprize 1 unit televisi 40 inci,” kata dia. (ris)

Pembangunan Renovasi Rumah Dinas Gubsu, Anggaran Harus Transparan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta transparan dalam penganggaran renovasi rumah dinas gubernur dan juga pembangunan pendopo kepada publik, yang menelan biaya sekitar puluhan miliar rupiah.

“Kenapa harus transparan? Karena uang yang digunakan untuk pembangunan tersebut diperoleh dari pajak rakyat. Sangat disayangkan mulai perencanaan di eksekutif dan pembahasan bersama DPRD soal pembangunan ini tidak mengemuka ke publik. Wajar saja publik tidak mengetahui perencanaan pembangunan tersebut,” kata Pengamat Anggaran Elfenda Ananda menjawab Sumut Pos, Jumat (22/3).

Terlebih, kata Elfenda, soal besaran biaya untuk kedua proyek tersebut yang dianggarkan dua tahun secara beruntun, mulai tahun anggaran 2018 dan 2019 ini. Harusnya, mulai perencanaan hingga pembahasan harus mengedepankan partisipasi publik sebagai pembayar pajak. “Dewan juga belum tentu mewakili suara publik dalam hal ini. Bisa saja dewan mewakili kelompok yang diuntungkan dari proses ini. Untuk itu, Pemprovsu harus dapat membuka akses secara menyeluruh,” tegasnya.

Menurut mantan Sekretaris Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut ini, pada prinsipnya tidak ada masalah dari sisi fungsi rumah dinas yang akan direnovasi. Rumah dinas harus layak dan berfungsi. Tapi, harus ada aspek perencanaan yang matang sehingga pembangunannya memenuhi prinsip dalam UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara.

“Prinsipnya, transparan, efesien, efektif dan akuntabel. Kita kasih contoh rumah dinas ketua DPRD Sumut yang dibangun mahal tapi tidak berfungsi dengan maksimal. Rumah dinas tersebut hanya sekali” dipergunakan. Artinya, pembangunan pendopo dan rehab rumah dinas gubernur yang mahal tersebut harus konsisten juga dengan situasi yang katanya APBD tahun 2019 ini, Sumut bayar hutang. Lalu, disatu sisi mampu membangun pendopo dan rehab rumah dinas,” pungkasnya.

Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Faisal Hasrimy mengungkapkan, pembangunan renovasi rumah dinas Gubsu dan pendopo merupakan sebuah kebutuhan, mengingat bakal intensnya kegiatan di situ apalagi selama bulan suci Ramadan, hari raya dan momen hari besar kenegaraan maupun keagamaan lainnya. “Kan sudah sampaikan tempo hari, bahwa wacana renovasinya sudah sejak 2009 tapi tak kunjung terealisasi karena banyak faktor. Salah satunya faktor anggaran,” katanya.

Kemudian mengingat Gubsu Edy Rahmayadi yang memutuskan akan menempati rumah tersebut selama menjabat, maka dari itu pihaknya melakukan pekerjaan renovasi. Apalagi di satu sisi, imbuh dia, kondisi atap rumah sudah pada bocor semua. “Sejak gubernur Pak Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas memang tidak pernah ditempati langsung. Hanya dipakai kalau ada acara-acara tertentu saja. Inilah salah satu pertimbangan kami, karena Gubsu sekarang menyatakan mau tinggal di sana,” katanya.

Seperti diketahui, adapun anggaran yang sudah disiapkan untuk pembangunan renovasi rumah dinas Gubsu tahun ini senilai Rp3,9 miliar. Sebelumnya Faisal menyatakan, renovasi tersebut juga sudah mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan. “Bangunan tersebut merupakan heritage, makanya perlu mendapat izin (rekomendasi) dari ahli Cagar Budaya. Makanya kita sudah berani menganggarkan dan mengerjakannya tahun ini,” katanya.

Dia menerangkan, kenapa anggaran yang dibutuhkan sebegitu besar, lantaran atap yang mirip sirip kayu mesti diganti seluruhnya. Dan harga bahan bakunya juga mahal yang mesti dipesan dari Kalimantan. “Selain itu, kan ada ruangan dibagian samping atau belakang dari rumah, tepatnya untuk para pembantu (pekerja) di sana, juga akan direnovasi total atapnya. Sebab sudah pada bocor-bocor semua kondisi atapnya,” katanya.

Renovasi rumah dinas Gubsu yang terletak di Jalan Sudirman No.41 Medan ini, berbeda dengan pengerjaan pendopo dan rehab kolam di komplek rumah dinas Gubsu tersebut. Khusus pekerjaan pendopo dan kolam, sudah dialokasikan pada tahun anggaran 2018 dan pembangunannya sudah rampung.

“Kalau pengerjaan sudah selesai. Tinggal yang bagian kolam itu saja menunggu kering setelah dicor. Setelah itu baru kita masukkan ikan koi di situ. Untuk anggaran pembangunan kolam senilai Rp4 miliar dan pendopo senilai Rp6 M. Kalau untuk renovasi rumah dinas sudah kita alokasikan senilai Rp3,9 miliar dan sedang dalam proses tender proyek melalui ULP (Unit Layanan Pengadaan),” ujarnya. (prn/ila)