Home Blog Page 5523

Kembangkan Perkeretaapian di Sumatera Utara, Pemprovsu Jajaki Korea, Jepang, dan Rusia

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KERETA API: Seorang petugas PT KAI berdiri di lokomotif, belum lama ini. Pemprovsu berencana mengembangkan perkerataapian di Sumut.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KERETA API: Seorang petugas PT KAI berdiri di lokomotif, belum lama ini. Pemprovsu berencana mengembangkan perkerataapian di Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain wacana membangun jalan tol dalam kota, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan mengembangkan transportasi perkeretaapian. Ibukota Provinsi Sumut akan menjadi pilot proyek atau percontohan untuk pengembangan infrastruktur massal tersebutn

“Kita memang lagi jajaki kerja sama dengan Pemerintah Korea untuk pengembangan kereta api ini. Sedang mengarah ke MoU dengan mereka, setelah mendapat persetujuan dari DPRD Sumut melalui sidang paripurna Senin lalu,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sumut, Agustinus Panjaitan kepada Sumut Pos, Minggu (3/3).

Tak hanya Kota Medan sebagai percontohan untuk metropolitan, pengembangan proyek ini bakal menyasar ke Siantar-Parapat. Di samping memantapkan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder di Sumut, imbuh Agustinus, pihaknya juga telah memasarkan paket pembangunan tersebut hingga ke Jepang.

“Siantar-Parapat sudah dibuat studi kelaikan yang dibantu pemerintah pusat. Trasenya juga lagi dikaji sekarang. Bahkan sudah kita market soundingkan ke Jepang untuk promosinya. Ada sembilan (rencana pengembangan transportasi perkeretaapian) di Indonesia, salah satunya Siantar-Parapat dan Kota Medan,” terangnya.

Namun penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Korea sedikit menemui hambatan. Diakui Agustinus, kalau jadwal dan tahapan untuk segera mengejar MoU ini, mesti mendapat dua persetujuan. Yakni selain dari legislatif juga dari Kemendagri. Pihaknya memprediksi selambatnya setelah Pemilu selesai, kelanjutan proyek ini baru bisa disepakati bersama.

“Di Kemendagri rupanya perlu persetujuan juga. Padahal sebelumnya telah dijadwal pengajuan (MoU ke Korea) itu 4 Maret. Tapi sudah tidak dapat lagi. Sebab pengajuan izin keluar negeri dua minggu sebelum keberangkatan berkasnya harus masuk. Makanya kita jadwal ulang habis pemilu. Di satu sisi Rusia juga menyampaikan minat. Gak ada masalah karena hal ini memang terbuka untuk siapa saja,” paparnya.

Diketahui, pada 25 Februari lalu, Komisi D DPRD Sumut telah memberi persetujuan kerja sama antara Pemprovsu dengan Korea Rail Network Authority (KRNA), Hyundai Engineering Company (HEC) dan Hyundai Rotem tentang pengembangan transportasi perkeretaapian di Provinsi Sumut.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan, pemberian persetujuan ini dibenarkan sesuai amanah Peraturan Pemerintah No.28/2018 tentang Kerja Sama Daerah, Pasal 30 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa kerja sama pemda dengan pemerintah daerah luar negeri (KSPDL). “Dasar hukum lainnya yaitu UU 23/2014 tantang Pemda, bahwa DPRD provinsi mempunyai wewenang memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemda provinsi terhadap kerja sama perjanjian internasional di daerah provinsi, serta memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan pemprov,” katanya.

Pihaknya mengingatkan dengan persetujuan yang telah diberikan ini, agar penyelesaian sengketa tidak harus melalui arbitrase internasional tetapi melalui Pengadilan Negeri di Medan. “Kami ingatkan kepada Gubsu agar lebih berhati-hati menyepakati kerja sama dengan luar negeri, bahwa tidak ada makan siang yang gratis. Jika ada kerja sama di luar poin-poin objek kerja sama, kami sangat terbuka untuk membahas bersama demi kemajuan pembangunan di Provinsi Sumut,” katanya. (prn)

Kasus Pencemaran Air Danau Toba, Direksi PTAN Segera Diperiksa

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidikan Polisi soal dugaan pencemaran air Danau Toba diduga dilakukan PT Aquafarm Nusantara (PTAN) terus berjalan. Polisi kabarnya akan memeriksa sejumlah pimpinan perusahaan modal asing tersebut guna melengkapi penyidikan kasus itu.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana melalui Kasubdit IV/Tipiter AKBP Herzony Saragih membenarkan hal itu. Menurutnya, pemanggilan terhadap petinggi PTAN dilakukan oleh penyidik Polres Toba Samosir. “Ya, memang kemarin saya ada dapat laporan soal itu dari Polres Toba Samosir. Memang mereka berencana mau memanggil direksi PT Aquafarm,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Minggu (3/3).

Namun, Herzony mengaku belum mendapat laporan perkembangan lebih lanjut perihal rencana pemanggilan itu. Menurutnya, meski kasus itu ditangani Polres Tobasa, pihaknya tetap melakukan pengawasan. “Sifatnya Polisi asistensi soal itu. Jadi kita selalu memantau penyidikannya. Mereka tidak lepas begitu saja. Besok (hari ini) saya akan tanyakan lagi ke Kanit Tipiter (Satreskrim) Polres Tobasa apakah sudah ada pemanggilan atau belum,” ujarnya.

Diterangkan Herzony, belum ada penetapan tersangka. Subdit Tipiter Ditreskrimsus sifatnya melakukan supervisi terhadap penyidikan yang ditangani oleh Polres Tobasa. “Intinya kita masih terus dalami kasus itu. Saksi-saksi sudah diperiksa, mantan pegawai juga. Mudah-mudahan perkaranya bisa segera terungkap,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Selasa (26/2) pekan lalu, usai mengikuti rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Sumut, Kapolres AKBP Agus Waluyo, didampingi Kasat Reskrim AKP Nelson menyatakan, proses pemeriksaan saksi-saksi masih terus berlangsung. Sejauh ini, kata Agus, pihaknya masih melakukan pendalaman. Hasil pemeriksaan terus dikembangkan.

Sudah ada 28 orang saksi yang diperiksa. Sepuluh di antaranya merupakan pekerja Aquafarm di bidang lapangan, pemberi pakan dan staf lainnya. Sisanya dari masyarakat setempat serta Dinas Lingkungan Hidup. “Belum ada tersangka, nanti bukti-bukti kita kumpulkan dulu berikut keterangan para saksi baru kita lakukan gelar perkara,” ujar Nelson.

Terhadap bangkai ikan yang ditemukan di Danau Toba berikut sampel air, Nelson menyatakan masih diteliti di laboratorium forensik Polda Sumut dan Dinas Lingkungan Hidup. Hasilnya belum didapatkan. Disebutkannya bahwa belum dapat ditentukan kapan pemeriksaan para saksi direncanakan akan berakhir. Begitu pula penetapan tersangka, belum jelas entah kapan waktunya. Terhadap direksi Aquafarm, Nelson menyebutkan sudah menjadwalkannya. Antara minggu ini atau minggu depan. “Sudah dijadwalkan pemeriksaan Direksi Aquafarm, tapi saya lupa direktur apa dan namanya siapa,” tegas Nelson.

Sebagaimana diberitakan, Polda Sumut telah melakukan supervisi ke Polres Tobasa pada 1 Februari dengan dasar Laporan Polisi Nomor: LP / 20 / I / 2019 / SU / TBS tanggal 24 Januari 2019 dengan pelapor atas nama Ir Mintar Manurung yang tak lain Kadis Lingkungan Hidup Tobasa soal pencemaran yang diduga dilakukan PTAN ke Danau Toba.

Subdit IV/Tipite telah melakukan gelar perkara bersama Polres Tobasa kemarin. Dalam gelar perkara itu penyidik masih memperdalam keterangan saksi-saksi yang melihat langsung siapa pelaku pembuangan limbah, kemudian memeriksa PT Jasar Tirta untuk mengetahui kualitas air di Danau Toba khususnya di Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Tobasa dan menyita video yang direkam penyelam pada saat ditemukannya barang bukti di dalam perairan Danau Toba.

Dalam kasus ini diduga PTAN melakukan dugaan tindak pidana dumping limbah dan/atau bahan ke lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana yang di maksud dalam pasal 104 Jo pasal 60 Undang undang Negara RI Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang diketahui terjadi di perairan Danau Toba tepatnya di depan Mess Karyawan PTAN yang berada di Desa Sirungkungon Kecamatan Ajibata Tobasa itu.

Di berita sebelumnya, 13 orang saksi itu di antaranya Kadis Lingkungan Hidup Tobasa, Mintar Manurung, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas LH Tobasa, Rina Sondang Tiurma Lumbantoruan, Gunawan Manurung dan Parlin Marpaung yang merupakan karyawan PTAN.

Selanjutnya warga Desa Sirungkongan, di antaranya Punguan Manurung Kades Sirungkungon, Tianur Manurung, Bernita Manurung, Hetdi Manurung, Purnama Manurung, Murni Marbun, Timur Manurung dan penyelam Larry Holmes Hutapea.

Polisi juga telah menyita 3 karung goni diduga berisi ikan busuk dan batu yang ditenggelamkan di kedalaman kuranglebih 40 meter, 1 karung goni diduga berisi ikan busuk yang berasal dari samping mess karyawan PT AN di Desa Sirungkungon, 3 botol air mineral kecil berisi air Danau Toba dan 1 botol air mineral diduga berisi air ikan busuk berasal dari dalam karung. (dvs)

Periode Desember 2018 hingga Januari 2019, Kunjungan Wisman ke Sumut Turun 35 Persen

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS WISMAN: Sejumlah remaja putri berbincang dengan seorang wisatawan mancanegara di halaman Istana Maimun, Medan, belum lama ini.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
WISMAN: Sejumlah remaja putri berbincang dengan seorang wisatawan mancanegara di halaman Istana Maimun, Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang masuk ke Sumatera Utara pada Januari 2019 mengalami penurunan 35 persen dibanding pada Desember 2018. Di mana pada Januari 2019 jumlah kunjungan Wisman sebanyak 14.149 pengunjung, sedangkan Desember 2018 mencapai 21.769 pengunjung.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Bismark SP Sitinjak kepada wartawan, Minggu (3/3). Menurut Bismark, seluruh wisman yang tercatat itu masuk dari empat pintu di Sumut, yakni Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit, Taput, Pelabuhan Belawan Medan, dan Pelabuhan Tanjungbalai.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama yakni Januari 2018, penurunan jumlah Wisman ke Sumut hanya 5,67 persen. “Jadi periode Januari 2018, jumlah kunjungan Wisman ke Sumut sebanyak 14.999. Sedangkan pada Januari 2019, sebanyak 14.149 kunjungan atau turun 5,67 persen,” jelas Bismark.

Sedangkan data untuk Februari 2019, menurutnya, masih dalam proses pendataan. Dari 14.149 pengunjung yang masuk ke Sumut pada Januari 2019, pengunjung terbanyak berasal dari Malaysia, yakni 8.573 pengunjung atau 60,59 persen. Sedangkan untuk masing-masing pintu masuk ke Sumut, Pelabuhan Tanjungbalai yang mengalami penurunan terbanyak, mencapai 65,08 persen. Kemudian disusul Bandara Internasional Kualanamu sebesar 34,55 persen. “Selanjutnya dari Bandara Internasional Sisingamangaraja Silangit, turun 32,55 persen. Sedangkan Pelabuhan Belawan malah mengalami kenaikan jumlah wisman mencapai 18,75 persen,” pungkasnya.

Penumpang Kapal di Danau Toba Sepi

Sepinya wisatawan yang berkunjung ke Sumut dirasakan pengusaha jasa penyeberangan kapal kayu di Danau Toba. Diperkirakan, tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba tahun lalu, masih meninggalkan trauma bagi masyarakat sehingga pemilik kapal terancam kolaps.

Sejumlah pemilik kapal yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Sejenis (OPS) kapal kayu di Tuk-tuk, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, mengaku penghasilan mereka turun drastis karena sepi penumpang. “Sekarang bisnis kapal di Tuk-tuk ini mengalami penurunan. Itu terjadi sejak peristiwa Sinar Bangun. Sebanyak 12 unit kapal di OPS Tuk-tuk, operasinya minim karena tidak ada penumpang dan menurunnya jumlah pengunjung. Akibatnya, pendapatan atau penghasilan pun turun drastis,” kata T Silalahi, pemilik kapal di Tuk-tuk, Sabtu (2/3).

Menurutnya, sebelum karamnya KM Sinar Bangun, satu unit kapal di OPS Tuk-tuk masih mampu menghasilkan Rp4 juta per bulan. Namun saat ini, Rp1 juta saja sudah sulit. “Karena trauma Sinar Bangun, pengunjung memilih untuk tidak menyeberang ke Samosir, sehingga sunyi penumpang. Bahkan Imlek kemarin sepi, tidak seperti dulu, ramai. Sekarang pengusaha kapal kadang tekor. Untuk mencapai Rp1 juta sudah sulit. Dulunya sebelum peristiwa itu, penghasilan kapal untuk satu unit, bisa mencapai Rp4 juta per bulannya,” jelas Tahi.

Ketua OPS Simanindo Jaya, Jatiur Sinaga mengaku, operasi kapal kayu di Simanindo masih lancar, namun dari sisi penghasilan masih pas-pasan. “16 unit kapal di OPS Simanindo Jaya, setiap harinya masih lancar beroperasi. Namun penghasilan per harinya hanya mencapai Rp200.000-Rp300.000, itupun sudah sulit. Dulu masih bisa mencapai Rp500.000 per hari,” kata Jatiur Sinaga. (gus/bbs)

Pengumuman Kelulusan Tes PPPK Masih Tertunda, Pemerintah Dinilai Buat Gaduh Lagi

ist BERDOA: Sejumlah honorer K2 berdoa saat melakukan aksi unjuk rasa menuntut diangkat menjadi PNS, beberapa waktu lalu.
ist
BERDOA: Sejumlah honorer K2 berdoa saat melakukan aksi unjuk rasa menuntut diangkat menjadi PNS, beberapa waktu lalu.

Hingga Minggu (3/3), pemerintah belum mengumumkan kelulusan hasil tes PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Pemerintah pusat beralasan masih menunggu kesiapan pemda, terutama dari sisi anggaran. Sebab, begitu diumumkan, otomatis gaji PPPK sudah harus diperhitungkan.

Penundaan ini, pun menuai kecaman dari kalangan honorer K2. Pemerintah dinilai tidak serius melakukan rekrutmen PPPK.

“Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), buat gaduh lagi ya. Mau lempar tanggung jawab. Memang begitu kalau kebijakan abal-abal,” cetus Anggota Tim 9 Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Said Amir, kepada JPNN (Grup Sumut Pos), Minggu (3/3).

Said merasa aneh dengan kebijakan rekrutmen PPPK yang dipaksakan oleh pemerintah. Namun kemudian melempar tanggug jawab ke pemda, lewat surat MenPAN RB tertanggal 1 Maret. Hanya daerah yang sudah siap menggaji PPPK akan diumumkan hasil tes PPPK. “Kenapa tidak perekrutan PPPK yang ditunda? Bukan ditunda hasilnya,” tegasnya.

Dia berpendapat, kebijakan yang dipaksakan seharusnya dicari solusinya. Misalnya dilaksanakan setelah anggarannya dialokasikan dalam APBD. Selain itu, pusat jangan membatasi formasi hanya untuk guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh. “Enggak usah dibatasi formasinya. Toh gaji PPPK juga diserahkan ke daerah,” pungkas Said.

Sementara itu, Koordinator Honorer K2 Nusantara Bhimma, meminta rekan-rekannya yang menunggu pengumuman kelulusan hasil tes PPPK untuk waspada. Pasalnya, saat ini oknum-oknum calo CASN dan PPPK makin merajalela.

Hal ini dipicu oleh belum diumumkannya kelulusan PPPK. Apalagi muncul opsi pemerintah akan melakukan perangkingan untuk guru honorer K2 yang memiliki sertifikasi pendidik tapi tidak lolos passing grade.

“Kami mendapat laporan, banyak kawan kami diiming-imingi lulus PPPK asal mau bayar. Mereka makin marak, karena situasinya mengizinkan. Kan sampai sekarang pemerintah menunda pengumuman hasil tes,” beber Bhimma, kepada JPNN (Grup Sumut Pos), Minggu (3/3).

Bhimma menyebutkan, para calo ini menerapkan paket hemat, seperti menawarkan pizza. Mereka mematok harga Rp60 juta-Rp80 juta untuk paket CASN. Sedangkan paket PPPK Rp30 juta-Rp50 juta. “Mari diawasi bersama demi menyelamatkan generasi bangsa Indonesia yang berakhlak mulia, bermoral, berintegritas, dan berkualitas. Honorer K2 jangan sampai terpedaya,” imbaunya.

Bhimma menambahkan, bila honorer K2 mau membayar, sama saja menggadaikan profesinya. Bagaimana bisa mendidik generasi bangsa, bila mental gurunya doyan nyogok. (esy/jpnn/saz)

Kerugian Gempa Solok Selatan Capai Rp25,6 M

ist TUNJUK: Seorang warga menunjuk rumah yang rusak akibat gempa di Solok Selatan, Sumbar, baru-baru ini.
ist
TUNJUK: Seorang warga menunjuk rumah yang rusak akibat gempa di Solok Selatan, Sumbar, baru-baru ini.

SOLOK, SUMUTPOS.CO – Bencana gempa yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menimbulkan kerugian hingga Rp25,6 miliar lebih. Bahkan, jumlah kerusakan rumah juga terus bertambah.

Semula, jumlah rumah warga yang rusak di 3 kecamatan hanya 398 unit. Namun, setelah terus dilakukan pendataan, terkonfirmasi kerusakan rumah mencapai 480 unit. Selain itu, 15 fasilitas umum, seperti rumah ibadah, Puskesmas, hingga sekolah, juga dilaporkan rusak akibat gempa.

Kepala BPBD Solok Selatan, Johny Hasan Basri mengatakan, secara estimasi kasar perhitungan data sementara berdasarkan kajian kebutuhan pasca bencana hingga kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi, kerugian akibat gempa totalnya mencapai Rp25,6 miliar lebih.

“Pendataan masih terus dilakukan. Bisa saja masih ada kerusakan yang belum tercatat,” tutur Johny, Minggu (3/3).

Rumah yang mengalami kerusakan berat tidak lagi ditempati penghuni. Warga memilih tinggal di tenda sementara ketimbang harus menginap di rumah. Apalagi, guncangan gempa susulan masih kerap terjadi. “Tenda yang paling dibutuhkan saat ini. Kami butuh sekitar 30 tenda lagi. Untuk logistik makanan lumayan, karena berbagai bantuan dari pusat hingga daerah lain terus mengalir,” beber Johny.

Pihaknya bersama tim relawan juga sudah membuka dapur umum sejak Sabtu (2/3) lalu. Dapur tersebut akan terus dibuka hingga kondisi betul-betul pulih. “Pasokan air bersih masih lancar. Yang mendesak itu tenda. Sebab, masih banyak warga trauma dan takut pulang ke rumah,” imbuh Johny.

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, memastikan akan terus fokus mengerahkan semua tenaga untuk membantu korban terdampak gempa. Pihaknya juga telah mengadukan persoalan kekurangan tenda ke BNPB pusat dan provinsi. “Semua fokus di daerah terdampak gempa sampai kondisi pulih,” tegasnya.

Sementara itu, Stasiun Badan Metrologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumbar, memasang alat sensor getar (seismometer) di daerah paling parah terdampak gempa Solok Selatan. Pemasangan alat pendeteksi getaran di permukaan tanah itu, guna memastikan detail penyebab gempa yang merusak hampir 500 unit rumah tersebut.

Minggu (3/3), sensor seismik portabel yang dipasang BMKG Padang Panjang telah mencatat 33 kali event (getaran) gempa. Event gempa itu merupakan aktivitas seismik sangat lokal. “33 event gempa itu di kedalaman dangkal dan memiliki magnitudo kurang dari 3,” ungkap Kepala Stasiun BMKG Padang Panjang Irwan Slamet, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/3).

Menurut laporan masyarakat, beberapa kali terjadi goncangan disertai dengan bunyi dentuman. “Dari 33 event gempa itu, 5 di antaranya dirasakan warga sekitar,” kata Irwan.

Seperti diketahui, gempabumi tektonik berkekuatan 5,3 SR mengguncang Solok Selatan, Sumbar, sekira pukul 06.27 WIB, 28 Februari lalu. Episenter gempabumi ini berada di koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat, 36 kilometer arah timur laut Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, di kedalaman 10 kilometer.

Bencana alam ini merusak sebanyak 480 unit rumah warga hingga belasan fasum. Mulai dari sekolah hingga rumah ibadah yang tersebar di 3 kecamatan. (jpc/saz)

Tingkatkan Kreativitas Warga Medan Utara, Caleg Beri Pelatihan Anyaman Keranjang

ist KERAJINAN: Sejumlah masyarakat diajarkan kerajinan tangan di Medan Utara.
ist
KERAJINAN: Sejumlah masyarakat diajarkan kerajinan tangan di Medan Utara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memberi pendapatan tambahan bagi ekonomi masyarakat menjadi program utama Calon Legislatif (Caleg) Yudha Lesmana Pohan. Caleg milenial ini memperkenalkan dan mendekatkan dirinya dengan masyarakat sekitar dengan memberikan program yang bermanfaat bagi mereka.

Dalam kampanyenya, Yudha menawarkan program pembuatan anyaman keranjang. Program yang telah dilaksanakan semenjak Bulan Januari ini setidaknya sudah terbentuk lebih dari 8 kelompok di kawasan Medan Utara.

“Dengan adanya program ini, saya berharap masyarakat yang ikut serta akan bertambah wawasannya, dan menjadikan program ini sebagai pendapatan tambahan ekonomi. Dan tentu saja, dengan program ini menjadi kampanye untuk kembali ke dalam,” ujarnya dalam pelatihan pembuatan keranjang anyam di Jalan Aman Medan Marelan, Rabu (27/2) kemarin.

Dijelaskannya, program yang dibuatnya ini sebagai cara untuk memperkenalkan dirinya kepada warga yang menjadi daerah pemilihannya. Dengan terjun langsung ke lapangan dan berkomunikasi secara langsung akan memudahkannya untuk mengetahui apa yang bisa dilakukannya untuk warga.

Yudha menjelaskan bahwa program yang di lakukannya ini sangat efektif untuk bisa menghasilkan pendapatan tambahan.

“Saya memberikan solusi kepada masyarakat di dalam program saya ini. Guru pengajar saya datangkan, bahan saya berikan, dan setelah jadi keranjang, itu bisa di jual kembali kepada tim kami. Jadi alurnya sangat baik dari hulu ke hilir dalam meningkatkan kreatifitas masyarakat. Kegiatan ini akan berkesinambungan. Tidak hanya sampai bulan April saja. Jadi masyarakat bisa menjadikan ini pekerjaan yang baik. Saya dapat pahala, para peserta bisa menambah penghasilan.” pungkasnya.

Linda, peserta mengapresiasi kegiatan ini. Baginya, apa yang dilakukan oleh Yudha sangat berarti, karena dia bersedia terjun langsung untuk melihat masyarakat dan tentu saja mencari cara agar apa yang harus dilakukan untuk menghapus keluahan warga.

“Semua caleg yang datang cuman berkombur saja. Tapi kali ini dia (Yudha) berbeda. Dia memberikan peluang untuk menghasilkan tambahan ibu-ibu rumahan seperti kami,” ujarnya. (ram/azw)

Alumni Sari Mutiara Jadi Perawat di Australia

ISTIMEWA TERBAIK: Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elizabeth Purba MKes, Ketua Aptisi Sumut Dr H Bahdin Nur MM beserta mahasiswi terbaik penerima penghargaan.
ISTIMEWA
TERBAIK: Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elizabeth Purba MKes, Ketua Aptisi Sumut Dr H Bahdin Nur MM beserta mahasiswi terbaik penerima penghargaan.

Goldameir Purba, alumni Akademi Perawat Sari Mutiara mengungkapkan rasa bangga menjadi alumni Sari Mutiara. Sebab alumni tahun 1998 ini dapat bersaing secara internasional dengan menjadi perawat di Australia.

Sebelum bekerja di negeri kangguru, Goldameir pernah menjadi perawat di Malaysia. Selain itu, saat diluar negeri ia pun dapat melanjutkan jenjang pendidikan hingga meraih gelar S2 Keperawatan.

Ungkapan ini disampaikan sang alumni pada kegiatan capping day dan pinning day bagi 187 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia di aula kampus tersebut, Kamis (28/2).

Acara turut dihadiri Wakil Ketua Komite II DPD RI yang juga Ketua Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH MM, Ketua Aptisi Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, Rektor USM Indonesia Dr Ivan E Purba MKes, orangtua mahasiswa/mahasiswi dan undangan lainnya.

‘’Saya bersyukur mendapatkan pendidikan yang baik di USM Indonesia. Saya tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, juga dibekali softskill dan karakter,’’ kata alumni Sari Mutiara tersebut.

Goldameir Purba menegaskan bahwa Sari Mutiara antara lain memberikan spirit keteladanan, kerja keras, kesederhanaan, kekeluargaan dan profesionalisme. ‘’Saat ini saya tinggal di Australia bersama keluarga dan bekerja sebagai perawat,’’ terangnya.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH MM menyampaikan pesan agar mahasiswa, mahasiswi dan alumni menjadi pekerja keras dan religius sebagaimana keinginan pendiri USM Indonesia Bidan S Sitanggang dan Drs W Purba.

Parlindungan Purba menambahkan harapan dukungan Yayasan Sari Mutiara untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di USM Indonesia.

Mahasiswa dan mahasiswi USM Indonesia yang mengikuti acara ini berasal dari program studi D3 Keperawatan, Kebidanan, D3 Analisis Kesehatan, Analisa Farmasi dan Makanan dan Teknik Elektro Medik. (rel/azw)

Ikatasbi Kerja Sama dengan BNN Kota Binjai

ISTIMEWA DIABADIKAN: Ikatasbi diabadikan bersama BNN Kota Binjai, dan siswa serta pengurus Yayasan Taman siswa Binjai.
ISTIMEWA
DIABADIKAN: Ikatasbi diabadikan bersama BNN Kota Binjai, dan siswa serta pengurus Yayasan Taman siswa Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ikatan Alumni Taman Siswa Binjai (IKATASBI) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai mengadakan penyuluhan kepada siswa Taman Siswa Binjai, Jumat (1/3). Acara ini bertujuan untuk menjaga generasi muda dari berbagai peredaran narkoba yang semakin marak di berbagai daerah.

Ketua Ikatasbi, Sutrisno mengatakan besar harapan dari pengurus dan anggota Ikatasbi terhadap acara ini, yaitu menjaga dirinya dan orang sekitarnya dari narkoba.

“Generasi muda adalah calon pemimpin bangsa, maka para siswa harus menghindarkan diri dari bahaya narkoba,  bahkan harus bisa menjadi pelopor gerakan antinarkoba, baik di keluarga maupun di lingkungan sekitarnya,” ujarnya saat memberikan kata sambutan.

Sementara itu, Kepala Seksi P2M Ardi SE mengatakan agar generasi penerus bangsa yang sedang menempuh pendidikan, terutama di Perguruan Tamansiswa dapat memberikan sumbangsihnya untuk NKRI dengan meraih cita-cita mereka. Misalnya, dengan menjauhi narkoba.

“Bila menjauhi narkoba, banyak hal yang akan kalian dapat, seperti tercapainya cita-cita, yang membuat kalian bangga pada diri sendiri, keluarga, dan tentu saja bangsa,” ujarnya.

Dijelaskannya, banyak hal yang bisa membuat kita jauh dari narkoba, misalnya dengan aktif di kegiatan sekolah, belajar, maupun membantu orangtua. Selain itu, haruslah mulai memilih teman untuk menghindari diri dari berbagai kemungkinan buruk

“Usia muda itu cenderung ikut-ikutan dengan teman. Jadi, bila teman tidak baik, ada kemungkinan kita tidak baik juga,” tambahnya.

Ketua Perguruan Tamansiswa Binjai, Ki Prabowo dalam sambutanbya mengucapkan terimakasih atas kepedulian Ikatasbi yang begitu besar perhatiannya kepada generasi muda, khususnya murid-murid Tamansiswa Binjai.

“Semoga anak didik menjadi faham akan bahayanya narkoba yang bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga keluarga, dan negara,” tutupnya. (rel/ram/azw)

Empat Wakil Rektor UHN Medan Dilantik

ISTIMEWA USAI DILANTIK: Wakil Rektor UHN Medan Periode 2019-2023, yang baru dilantik foto bersama dengan pengurus yayasan dan rektor setelah usai pelantikan, Sabtu (2/3).
ISTIMEWA
USAI DILANTIK: Wakil Rektor UHN Medan Periode 2019-2023, yang baru dilantik foto bersama dengan pengurus yayasan dan rektor setelah usai pelantikan, Sabtu (2/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat Wakil Rektor (WR) Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan periode 2019-2023 dilantik di Aula Fakultas Kedokteran UHN Medan, Sabtu (2/3) kemarin. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan UHN Medan Dr Ir Nurdin Tampubolon MM didampingi Rektor UHN Medan Dr Haposan Siallagan SH MH.

Adapun keempat wakil rektor yang dilantik adalah Dr Ir Richard Napitupulu MT sebagai WR I Bidang Akademik yang merupakan lulusan Doktor Teknik Mesin dan Metalurgi UI Jakarta. Rusliaman Siahaan SE MM sebagai WR II Bidang Keuangan dan SDM, lulusan UGM Yogyakarta.

Kemudian, Dr Ir Sindak Hutauruk MSEE sebagai WR III Bidang Kemahasiswaan lulusan S2 ITB Bandung dan S3 USU. Terakhir, Drs Samse Pandiangan MSc PhD sebagai WR IV Bidang Kerjasama lulusan Doktor Biologi University of Wyoming USA.

Ketua Yayasan UHN Medan Dr Ir Nurdin Tampubolon MM dalam sambutannya mengatakan, UHN adalah aset besar bangsa yang harus memberikan sumbangsih bagi bangsa ini. UHN juga harus ramah dan melek teknologi, dimana tata kelola wajib dilakukan dengan terukur, berbasis IT, transparan.

“UHN harus mampu menampilkan dirinya sebagai organisasi modern, yang mampu bersaing secara internasional,” harap Ketua Yayasan UHN.

Rektor UHN Medan Dr Haposan Siallagan SH MH mengatakan, dari keempat wakil rektor yang dilantik tiga di antaranya merupakan doktor lulusan universitas ternama. Untuk itu, diharapkan pula dapat mendukung dan mensukseskan pogram ‘IN HARMONI’.

Diutarakan rektor, UHN Medan harus berbenah dengan konsep apa yang telah dirintis oleh pejabat lama. Artinya, harus dilanjutkan dengan pencapaian yang lebih baik. (ris/azw)

Menteri Yasonna Dibesarkan UHN

istimewa BERSAMA: Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly PhD yang juga mantan Dekan FH UHN Medan foto bersama dengan Sekretaris Yayasan UHN Pdt Dr Pintor M Sitanggang, Rektor UHN Dr Haposan Siallagan SH MH di Depan Aula Gedung FK UHN Medan, kemarin.
istimewa
BERSAMA: Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly PhD yang juga mantan Dekan FH UHN Medan foto bersama dengan Sekretaris Yayasan UHN Pdt Dr Pintor M Sitanggang, Rektor UHN Dr Haposan Siallagan SH MH di Depan Aula Gedung FK UHN Medan, kemarin.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna H Laoly PhD merasa bangga karena dapat menimba ilmu di Universitas HKBP Nommensen Medan.

“Ini (UHN) adalah kampus yang membesarkan saya. Tidak mungkin saya bisa ke Amerika Serikat kuliah dan lulus program S3 kalau tidak karena UHN Medan,” jelas Menteri Yasonna sebelum memberikan kuliah umum dengan topik Pengawasan Tenaga Kerja Asing bagi ratusan mahasiswa UHN Medan di Aula Fakultas Kedokteran, belum lama ini.

“Saya dibesarkan oleh UHN Medan. Saya beruntung menjadi anak didik Prof Dr Amudi Pasaribu,” sambung pria lulusan Doktor Hukum North Charolina State University USA.

Mantan Dekan Fakultas Hukum UHN ini juga tak segan memuji anak didiknya, Dr Haposan Siallagan SH MH yang kini terpilih sebagai Rektor UHN Medan. Selain Rektor, Dekan Fakultas Hukum UHN sekarang, Jinner Sidauruk MH pun anak didiknya.

Yasonna berharap, program kerja Rektor UHN Medan harus mampu menjadikan UHN sebagai excellent of center dalam bidang pendidikan dengan berbagai keunggulan akademik. “Kita harapkan UHN ini adalah perguruan tinggi yang terus mendorong peningkatan SDM dalam bidang apapun dengan satu tujuan, berguna untuk bangsa dan negara kita tercinta ini. Saya sangat mengharapkan UHN Medan yang punya SDM bagus, kualifikasi dosen S2 dan S3. Bahkan guru besar, serta punya fasilitas gedung hebat, bisa menjadi PTS yang terbaik di Sumatera Utara ini. Untuk itu, berikan hati dan pikiran anda untuk UHN yang kita cintai ini,” tegas Yasonna.

Dia menambahkan, Keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar Wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara. “Pengawasan keimigrasian adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan, mengolah serta menyajikan data informasi keimigrasian warga negara indonesia dan orang asing dalam rangka memastikan dipatuhinya ketentuan peraturan perundang undangan,” tegas dia.

Kata Yasonna, Direktorat Jenderal Imigrasi mengalami sejumlah kendala dalam pengawasan orang asing. Seperti, luas wilayah NKRI yang sulit dijangkau, terbatasnya kemampuan sumber daya manusia, masih ada ego sektoral pemangku kepentingan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hokum keimigrasian, melemahnya rasa nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karenanya, Yasonna mengajak sejumlah kendala ini harus diatasi secaara bersama.

“UHN sangat kita harapkan juga mampu mengambil peran dengan cara yang sangat terdidik dan membangun,” tambah Yasonna.

Sebelum kuliah umum ini dimulai, Rektor UHN Medan, Dr Haposan Siallagan SH MH didampingi Sekretaris Yayasan UHN Medan Pdt Pintor M Sitanggang mengatakan, mereka sangat bangga pada Menkumham RI. “Semoga ke depan, Laoly Laoly yang baru segera menyusul sebagai sebuah bukti bahwa UHN Medan mampu berkontribusi dan bersumbangsih pada negara yang kita cintai ini,” tandas Rektor.

Pada kesempatan ini, FBS dan FH UHN melakukan penadantangan MoU dengan Kanwil Kemenkumham Sumut yang membidangi keimigrasian. Diungkapkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly pada Kuliah Umum dengan tema ‘Pengawasan Keimigrasian Terhadap Tenaga Kerja Asing di Sumut’ di Universitas HKBP Nomensen di Medan, Jum’at (1/3) siang. “Kalau 10 juta TKA Cina datang, datangnya dari mana?. Dari langit?. Data kita 1 juta seluruh data lintas imigrasi.10 juta TKA serbu Indonesia, sudah pasti hoax itu,” ungkap Yasonna.

Yasonna mengatakan jumlah TKA dari berbagai negara bekerja di Indonesia, lebih sedikit dari pada jumlah Warga Indonesia yang bekerja di luar negeri. Salah satu WNI yang banyak bekerja di Malaysia.

“Indonesia mengirimkan orang asing, di Malaysia Indonesia 3 juta orang, Pendudukan Malaysia 70 jutaan. Di Hongkok, warga Indonesia 200 ribu lebih. Belum lagi, di Singapura dan belum lagi, di Amerika,” tutur Politis PDI-P. (ted/gus/azw)