Home Blog Page 5522

India Tolak Pakistan Berdamai

net UNJUK RASA: Warga India berunjuk rasa tentang perbatasan Kashmir dengan Pakistan.
net
UNJUK RASA: Warga India berunjuk rasa tentang perbatasan Kashmir dengan Pakistan.

KASHMIR, SUMUTPOS.CO – India dan Pakistan mulai mengambil sikap yang berbeda dalam konflik di perbatasan Kashmir. Pakistan terus menegaskan bahwa pihaknya siap berdamai. Namun, India bersikukuh menolak ajakan dari negara tetangganya itu.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi kembali mengungkapkan keinginan Pakistan untuk berdamai. Menurut dia, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan siap menerima telepon dari Perdana Menteri India Narenda Modi kapan saja. Bahkan, dia tak keberatan untuk menyerahkan pilot India Abhinandan Varathan yang ditangkap Rabu lalu (27/2).

”Kami siap untuk segala kemungkinan demi menenangkan suasana. Termasuk mengembalikan pilot yang sedang kami tahan,” ujarnya kepada Reuters.

Kubu Pakistan juga sudah membuka jalur untuk membicarakan isu terorisme. Rabu malam Qureshi menerima sejumlah dokumen dari Pemerintah India. Dokumen itu diklaim kabinet Modi sebagai bukti keterlibatan Jaish-e-Mohammad dalam serangan Pulwama medio Februari lalu.

”Kalau mau berdiskusi berdasar dokumen, saya siap. Jangan bilang Anda ingin merusak stabilitas regional atau membunuh nyawa tak berdosa hanya karena politik,” tegas Qureshi. Qureshi memang terlihat frustrasi saat melihat India tak menggubris permintaan perundingan dari Pakistan. Frustrasi itu dirasakan oleh semua elemen Pakistan. Termasuk tokoh oposisi politik Bilawal Bhutto Zardadi. Meski sering berbeda pendapat dengan pemerintah, Ketua Pakistan People Party tersebut setuju dengan langkah Khan kali ini.

”Generasi masa depan kedua negaralah yang akan membayar dari pemikiran dangkal ini. India seharusnya merespons panggilan perundingan dari kami,” ujar anak Benazir Bhutto itu menurut Geo News. Di India, Modi seakan menutup telinga. Dalam pidato terbarunya, Modi menegaskan bahwa India tak akan berhenti melawan terorisme yang mengancam keamanan negara. Menurut dia, itu adalah skema jahat dari satu oknum untuk menjegal pertumbuhan ekonomi negara Bollywood itu.

”Musuh terus mencoba mengacaukan kondisi negara dengan melakukan aksi teror. Saya katakan bahwa semua rakyat akan berdiri melawan rencana itu,” tegasnya dilansir The Guardian.

Bahkan, soal pembebasan Abhinandan, India tak mau melunak. Mereka menuntut sang pilot segera dibebaskan tanpa syarat apa pun. Menurut rakyat India, Pakistan sudah keterlaluan dalam aksinya menembak jatuh dan menahan personel yang terluka. ”Kami tidak meminta akses konsuler terhadap pilot IAF (Indian Air Force). Kami ingin dia kembali secepatnya,” ungkap pernyataan resmi pemerintah India.

Hal tersebut jelas membuat pemerintah internasional ikut resah. Konflik dua negara itu jelas menghasilkan dampak negatif bagi beberapa negara. Belasan penerbangan Thai Airways menuju Eropa dibatalkan. Taliban juga menegaskan bahwa perundingan perdamaian Afghanistan tidak akan berjalan jika India masih menyerang Pakistan. (bbs/azw)

Hasil Ujian Kotaku di Sumut Tidak Transparan, Puluhan Peserta Seleksi Tenaga Konsultan Kecewa

ist GAGAL: Ruzzan Daulay (kiri) dan rekannya di antara peserta tenaga konsultan program Kotaku Sumut yang gagal dalam seleksi di Medan, kemarin.
ist
GAGAL: Ruzzan Daulay (kiri) dan rekannya di antara peserta tenaga konsultan program Kotaku Sumut yang gagal dalam seleksi di Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan peserta tenaga konsultan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Sumatera Utara (Sumut) mengaku kecewa terkait seleksi penjaringan (assessment) perpanjangan kontrak. Mereka menduga terjadi kecurangan seleksi penjaringan perekrutan konsultan, sehingga hasil ujian tidak transparan.

“Kami minta supaya ada transparansi panitia seleksi terkait hasil ujian semua peserta. Sehingga peserta mengetahui di mana kekalahannya,” ujar Ruzzan Daulay, didampingi calon peserta gagal lainnya, Ali Amal Siregar, Azwir Zega, Indra Gunawan, dan Pelanadi Ritonga di Medan, Senin (4/3).

Menurut Ruzzan Daulay, mereka telah mengikuti ujian seleksi perpanjangan kontrak yang dilakukan Konsultan Manajemen Pusat (KMP) melalui panitia Konsultan Manjemen Wilayah (KMW) Provinsi Sumut, untuk menjalankan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Minggu (17/2) di Grand Antares Medan.

Namun pada hasil keputusan akhir kemarin, dari 258 peserta yang ikut ujian seleksi dinyatakan 192 lulus dan 66 gugur. Ruzzan dan puluhan peserta lainnya turut gugur. Padahal di antara mereka merupakan konsultan yang sudah lebih 10 tahun mengabdi di Medan sejak adanya Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP).

”Anehnya, peserta yang baru mendaftar dan mendapatkan nilai jeblok malah lulus. Ini nanti bisa kami buktikan,” tandasnya.

Selain itu, timpal Ali, materi yang diuji seperti masalah pendidikan, pengalaman kerja, ujian online, dan evaluasi kerja sudah mereka kuasai.

Artinya, dari materi yang diuji, mereka merasa tidak ada kurang. Untuk itulah, mereka menuntut adanya transparansi hasil ujian sesuai ketentuan di mana perekrutan berdasarkan rangking.

“Kami menduga ada kecurangan panitia sehingga penentuan peserta yang lulus berdasarkan selera. Jadi yang kami tuntut supaya hasil seleksi ujian diumumkan secara terbuka. Jika hal itu tidak dilakukan transparan dan tidak ada tindaklanjut, maka kami akan menggugat ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” ujar Ali seraya mengaku siap untuk dites kembali.

Ruzzan kembali menjelaskan bagaimana saat seleksi ujian berlangsung. Pada saat digelar ujian tertulis yang dilaksanakan secara online, sebagian jaringan internet peserta bermasalah. Sehingga mereka tidak dapat menjawab secara keseluruhan.

”Padahal kalau jaringran internet bagus mudah-mudahan 42 soal yang diberikan kepada kami, bisa terjawab semua, ini karena masalah jaringan kami hanya bisa menjawab separuh pertanyaan,” tandasnya.

Ruzzan juga menjelaskan, sebelum ada kejelasan terkait transparansi hasil ujian, diminta supaya penandatanganan kontrak ditunda. Sehingga dugaan kecurangan manipulasi data dari konsultan manajemen wilayah, team leader dapat terjawab.

Sebagaimana diketahui, Program Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu sudah ada sejak Tahun 2006 yang dulunya P2KP dan berubah nama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPMP). Dan sejak 2016 menjadi program Kotaku. Namun program tersebut tetap membidangi Tridaya yakni sosial ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur.

Terkait masalah ini, Wakil Ketua Bidang Investigasi Peduli Bangsa Sumut M Abdi Siahaan sangat mendukung langkah yang diambil para peserta tenaga konsultan program Kotaku di Sumut yang gagal dalam seleksi untuk melakukan gugatan ke PT UN (Pengadilan Tata Usaha Negara).

“Bila perlu kami siap mengawal kasus ini hingga selesai, jika terbukti ada unsur KKN dan suap masalah ini, Peduli Bangsa Sumut akan membawa masalah ini ke Poldasu atau ke Kejatisu,” tegas Abdi.

Sementara, pihak Panitia Assessment Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumut belum ada memberikan komentar tentang masalah ini. (azw)

400 Pelajar Ikuti Lomba Renang se-Asahan

tomi/sumut pos bersiap-siap: Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc mengangkat bendera tanda dimulainya lomba renang yang digelar Pemkab Asahan.
tomi/sumut pos
bersiap-siap: Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc mengangkat bendera tanda dimulainya lomba renang yang digelar Pemkab Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 400 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA mengikuti lomba renang yang digelar Pemkab Asahan bekerjasama dengan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Asahan di Kolam Renang Pemkab Asahan, Jalan Ir Sutami, Kecamatan Kisaran Barat, Senin (4/3).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Asahan, Muhammad Andre Simatupang mengatakan, lomba renang dilakukan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-73 Kabupaten Asahan, yang jatuh pada 15 Maret 2019.

“Lomba berlangsung mulai 4-6 Maret 2019 tersebut melimpahkan nomor 25, 50 dan 100 meter. Pemenang akan diberikan dana pembinaan, dan dengan harapan bisa melahirkan atlit renang yang handal,”kata Andri.

Sementara itu, Ketua Persatuan Renang Swluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Asahan, Nauli P. Siregar berharap turnamen ini bisa terus menjadi agenda dan harapan PRSI, peserta bisa menjunjung tinggi sportifitas.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Asahan, Nurkarim Nehe menyebutkan, bahwa prestasi renang Asahan dilahirkan dari jalur perlombaan pelajar.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc, menyatakan Pemkab Asahan akan terus memenuhi fasilitas kolam renang Asahan sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Asahan.

“Kiranya kegiatan ini bisa melahirkan atlit renang berprestasi. Dan kepada peserta diminta untuk menjunjung sportifitas, karena hal ini merupakan yang utama dalam perlombaan,” bilang Surya.(omi/han)

Belajar Pengelolaan Sampah, DPRD Aceh Tamiang Kunker ke Tebingtinggi

SOPIAN/SUMUT POS TERIMA: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar saat menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Aceh Tamiang.
SOPIAN/SUMUT POS
TERIMA: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar saat menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Aceh Tamiang.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kabupaten Aceh Tamiang Fadlon SH dan rombongannya melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Tebingtinggi, Senin (4/3).

Wakil rakyat Kabupaten Aceh Tamiang tersebut langsung diterima Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Ir Oki Doni Siregar di Kantor Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

Kepada Wakil Wali Kota, Fadlon mengungkapkan bahwa kunjungan mereka untuk belajar bagaimana Kota Tebingtinggi bisa melaksanakan pembangunan infrastruktur dan tata ruang kota dengan baik. “Dalam hal itu, Pemerintah Kota Tebingtinggi dinilai berhasil,”jelasnya.

Khususnya pada penataan infrastruktur seperti pembangunan di lokasi warga, drainase dan bagaimana Pemko Tebingtinggi bisa menerapkan pengelolaan sampah, sehingga bisa meraih Piala Adipura empat kali secara berturut turut.

“Dari kunjungan ini, kami akan lebih banyak belajar kepada Kota Tebingtinggi dalam keberhasilan tersebut. Diharapkan pihak pemerintah bisa memberikan solusi dan informasi dalam membangun keberhasilan tersebut,”jelas Fadlon.

Sedangkan Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar mengaku sangat tersanjung atas kunjungan anggota DPRD Kabupaten Aceh Tamiang. Menurutnya, keberhasilan yang diraih oleh Pemko Tebingtinggi dalam meriah Adipura adalah kerja sama yang baik antar lintas sektoral, terutama dukungan keras masyarakat Kota Tebingtinggi.

Pada kesempatan itu, Oki Doni juga menawarkan kepada anggota DPRD Aceh Tamiang untuk menikmati kuliner yang ada di Kota Tebingtinggi. (ian/han)

Disdik Madina Gelar Olimpiade MIPA

Tomi/sumut Pos OLIMPIADE: Kadis pendidikan Madina Jamila, SH saat membuka olimpiade MIPA tingkat SD antar sekolah di Kabupaten Madina.
Tomi/sumut Pos
OLIMPIADE: Kadis pendidikan Madina Jamila, SH saat membuka olimpiade MIPA tingkat SD antar sekolah di Kabupaten Madina.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mencari siswa-siswi berprestasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal, menggelar lomba Olimpiade MIPA tingkat Sekolah Dasar (SD), Senin (4/3), Olimpiade MIPA ini merupakan program tahunan Disdik Madina yang digelar di SD Negeri 088 Panyabungan.

Kadis pendidikan Madina Jamila, SH menyebutkan kepada 500 siswa yang mengikuti olimpiade Matematika maupun IPA, agar berlomba supaya bisa menjadi wakil ataupun duta Madina di tingkat Provinsi nantinya.

“Saya sangat berharap agar ananda yang menjadi peserta, nantinya bisa menorehkan prestasi di tingkat provinsi ataupun di tingkat nasional, jadilah kebanggaan orangtua, keluarga, sekolah ataupun daerahmu” ujarnya.

Ketua Panitia Lomba MIPA, Kabid Dikdas Andriansyah, SE mengatakan, tujuan kegiatan untuk menyediakan wahana bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat bidang Matematika dan IPA, dan memotivasi peserta didik untuk menentukan sikap intelektual, dan mengaplikasikan pengetahuan pendidikan eksakta dalam kehidupan sehari hari.

“Memotivasi satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, untuk peserta 500 siswa dibagi 2 wilayah Mandailing dan Pantai Barat, “ujarnya.

Juara Olimpiade MIPA ini akan diumumkan melalui Kantor Korwil masing-masing Kecamatan, karena para juara nantinya akan dibina sebelum menjadi utusan Madina ke tingkat Provinsi,”paparnya.(mag5/han)

DPD Pujakesuma Sergai Dilantik

SURYA/SUMUT POS BERSAMA: Pengurus DPD Pujakesuma Sergai diabadikan bersama Bupati Sergai Ir H Soekirman, Kapolda Sumut Irjen Drs Agus Andrianto, dan Presiden Pujakesuma, Suratman, Jumat (1/3).
SURYA/SUMUT POS
BERSAMA: Pengurus DPD Pujakesuma Sergai diabadikan bersama Bupati Sergai Ir H Soekirman, Kapolda Sumut Irjen Drs Agus Andrianto, dan Presiden Pujakesuma, Suratman, Jumat (1/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma Sumut, Eko Supianto SE melantik pengurus DPD Pujakesuma Sergai, di lapangan sepak bola, Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Jumat (1/3).

Adapun kepengurusan yang dilantik adalah Ketua Sutrisno, Sekretaris Sabirin dan Bendahara Warianto.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Puja Kesuma Sergai, Sutrisno menyampaikan terimakasih kepada Ketua PKB DPD Puja Kesuma Sumut karena telah diberikan mandat untuk membesarkan Pujakesuma, dan itu semua akan terwujud apabila kita memiliki tujuan yang sama.

Dikatakan Sutrisno, sampai saat ini telah terbentuk kepengurusan DPC (Kecamatan) sehingga kepada seluruh pengurus DPD yang baru dilantik agar menyatukan hati untuk memperkokoh Pujakesuma dan menjaga keharmonisan.

Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan, ucapan selamat kepada pengurus DPD PKB Puja Kesuma Sergai masa periode 2019-2024. “Semoga orang Jawa di Sumut, khususnya di Tanah Bertuah Negeri Beradat dapat bersatu padu dalam menjaga kebhinekaan dengan menjaga keguyuban, rukun dan gotong royong untuk memajukan negara ini,”pesannya.

Soekirman mengimbau, kepada Pujakesuma Sergai harus menjaga keharmonisan, dan menjaga keamanan dalam pesta demokrasi tahun 2019. “Sadarlah kita untuk selalu berbuat baik, jangan mau diadu domba serta harus bersatu menjaga keutuhan NKRI,”imbaunya.

Sementara itu Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto, SH MH menyampaikan, bahwa sebagai masyarakat Sumut jangan pernah takut menghadapi kesulitan, karena orang yang cerdas akan mampu menghadapi segala kesulitan. Dengan memahami dan bersyukur akan nikmat dari Allah SWT, kita akan mampu meneladani dan selalu berfikir positif.

Kapolda Agus menegaskan, Pujakesuma harus bersatu dan bertanggungjawab di masing-masing daerah, serta dapat membawa dampak yang positif di masyarakat luas.

Terkait dengan pelaksanaan gelaran pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019 yang sudah dekat, sambung Kapoldasu, pihak kepolisian terus melakukan pengamanan serta penjagaan demi terciptanya pesta demokrasi yang aman, damai dan kondusif.

Selain itu, sambung perwira dengan pangkat bintang 2 di pundaknya ini berpesan, kepada seluruh elemen masyarakat agar berbuat sesuai dengan koridor yang berlaku, serta menjaga Kamtibnas di Sumut. (sur/han)

47 Kendaraan Dinas Pemkab DS Dilelang

no picture
no picture

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali melakukan lelang 47 unit kendaraan dinas roda dua dan empat, dengan harga terendah Rp758.613.700.

Sebelumnya, lelang pertama sudah dilakukan dengan harga lelang satu paket sebesar Rp1,068 miliar. Pelaksanaannya tetap dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Deliserdang, Agus Ginting menyebutkan, bahwa penawaran kedua ini merupakan penawaran dengan memakai harga likwidasi.

“Jadi sekarang sudah diturunkan karena saat ini pakai harga likwidasi, makanya harganya jauh lebih murah,”kata Agus. Terkait unit kendaraan, lanjut Agus, ke- 47 unit kendaraan dinas tersebut terdiri dari 19 unit roda 4 dan 1 unit roda dua dalam kondisi baik. Kemudiam kondisi dalam bentuk scrap/besi tua ada 27 unit, terdiri dari 9 unit roda empat dan 18 unit roda dua.

Untuk Anwijzing (penjelasan lelang-red) lanjut Agus, dilaksanakan di kantor Sekretariat Bupati, Senin (4/3) pukul 09.00 WIB.

Bagi peserta yang telah mendaftarkan diri, namun tidak mengikuti anwijzing, dianggap mengetahui dan menyetujui berita acara anwijzing. Uang jaminan lelang kedua sebesar Rp170 juta.

“Nominal jaminan yang disetorkan ke rekening (virtual account) harus sama dengan jaminan yang dipersyaratkan. Jaminan harus sudah efektif diterima KPKNL, selambat-lambatnya satu hari sebelum pelaksanaan lelang. Kami menyarankan agar peserta lelang menyetor uang jaminan lebih awal untuk menghindari kegagalan penyetoran karena mekanisme end of day pada system perbankan. Jika peserta lelang tidak ditunjuk sebagai pemenang atau lelang dibatalkan, uang jaminan akan dikembalikan seluruhnya tanpa potongan apapun,”kata Agus.

Aset ke-47 unit kendaraan tersebut, disimpan di gudang yang disewa Pemkab Deliserdang, dan sebagian masih berada di kantor dinas dan Kecamatan-Kecamatan. (btr/han)

PT AP II Pertimbangkan Operasional Grab di KNIA

no picture
no picture

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – PT Angkasa Pura II masih melakukan pengkajian permohonan Grab untuk beroperasi di kawasan Bandara Internasional Nasional Kualanamu.

Manager Humas PT AP II Kantor Cabang Bandara Kualalanamu, Wisnu Budi Setianto menyatakan, bahwa PT AP 2 selaku pengelola Bandara KNIA belum memberikan izin pada Grab untuk beroperasi di Bandara KNIA.

Namun, Wisnu membenarkan, bahwa angkutan berbasis online tersebut sudah mengajukan permohonan kepada PT AP II agar bisa beroperasi di Bandara KNIA.

“Sejauh pengajuan izin ke PT AP II masih dalam proses, dan banyak tahapan yang harus dilakukan untuk hal dimaksud. Dan apakah hal ini akan berdampak pada angkutan lainnya, ini juga salah satu kajian yang menjadi prioritas ,” ujarnya.

Dikatakan Wisnu, angkutan darat di Bandara KNIA saat ini memang bermacam pilihan ada dan rute-rutenya juga semakin lengkap.

Meski demikian, pengelola bandara memiliki aturan main yang harus dipatuhi untuk menjaga kondusifitas dan situasi Kamtibmas di kawasan bandara, maupun layanan pada penumpang bandara .

“Tidak sembarang, semua ada mekanisme yang dikaji termasuk aspek keamanan dan kenyamanan penumpang di kawasan bandara itu mesti kita benar-benar dikaji, “katanya.

Terkait keinginan Grab untuk memperoleh izin, mulai menuai protes dari pengemudi taxi bandara. Menurut mereka, bila Grab beroperasi di Bandara KNIA, maka semakin sulit untuk mendapat penumpang.

“Saat ini saja kami sudah cukup kesulitan mencari sewa karena dampak banyaknya taxi gelap. Penambahan armada Bus dan Kereta bandara bila ditambah lagi masuk pula Grab, habislah sudah kami taxi bandara ini. Kami minta tolonglah pakai hati nurani ,”ujar Rudi, salah seorang sopir taxi di Bandara KNIA.

Terkait keluhan para sopir, Manager Humas PT AP 2 Kantor Cabang Bandara Kualalanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan, PT Angkasa Pura II Bandara KNIA masih melakukan pengkajian atas permohonan Grab.

“Sejauh pengajuan izin ke PT AP II masih dalam proses, dan banyak tahapan yang harus dilakukan untuk hal dimaksud. Dan apakah hal ini akan berdampak pada angkutan lainnya, ini juga salah satu kajian yang menjadi prioritas ,” ujarnya.(btr/han)

Hadiri Pesta Budaya Kerja Tahun, Terbit Rencana: Tetap Komit Hasilkan Beras Bermutu

BAMBANG/SUMUT POS DISAMBUT: Bupati Langkat bersama Sekdakab berserta rombongan disambut saat menghadiri pesta budaya kerja tahun di Dusun Begerse, Desa Serapit, Kecamatan Sirapit.
BAMBANG/SUMUT POS
DISAMBUT: Bupati Langkat bersama Sekdakab berserta rombongan disambut saat menghadiri pesta budaya kerja tahun di Dusun Begerse, Desa Serapit, Kecamatan Sirapit.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menghadiri tradisi budaya masyarakat Karo, pesta budaya kerja tahun di Dusun Begerse, Desa Serapit, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Minggu (3/3) malam.

Dalam sambutannya, Terbit Rencana berterimakasih kepada kelompok petani Kecamatan Sirapit yang telah bekerja keras menjadikan Sirapit, salah satu lumbung pangan bagi Kabupaten Langkat. “Semoga para petani tetap berkomitmen untuk menghasilkan beras yang bermutu dan menjaga kecukupan pangan di Kabupaten Langkat dan Sumut,”ujarnya.

Dijelaskannya, tradisi budaya kerja tahun digelar untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas anugerah yang telah diberikannya di setiap usaha maupun kehidupan yang sedang dijalani.

Maka dari itu, Bupati Langkat Terbit Rencana mengambil momen ini sebagai wadah untuk memperkuat tali silaturahim, baik antara keluarga maupun masyarakat. Dengan begitu, diharapkan tradisi ini akan melahirkan pribadi yang saling peduli, saling membantu serta memperkuat persatuan dan kesatuan.

Selain itu, Terbit Rencana juga mengajak generasi muda, untuk mempersiapkan diri menyongsong hari depan, dengan semangat kerja dan belajar keras.”

Karena tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras dan disiplin. Jauhi narkoba karena dapat merusak masa depan dan keluarga,”pintanya.

Sementara itu, Camat Sirapit, Endamia SH menyampaikan terimakasih atas kedatangan Bupati Langkat dalam memberikan motivasi dan semangat bergotongroyong kepada masyarakat Sirapit.

Turut hadir Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, para Asisten dan Staf Ahli Bupati langkat, para pimpinan OPD pemkab Langkat salah satunya Kadis Kominfo H Syahmadi S.Sos MSP, anggota DPRD Langkat Edi Bahagia, ketua KNPI Langkat H Riky Younada Sitepu STP, unsur Forkopim Kecamatan Sirapit, tokoh adat/masyarakat/agama dan pemuda Sirapit, Kade/Lurah beserta seluruh perangkat kelembagaan se Kecamatan Sirapit, ketua PAC Pemuda Pancasila Sirapit, ketua Pemuda Marga Silima (PMS) Sirapit, ketua Satgas PMS Sirapit, ketua Pendawa Sirapit, masyarakat Sirapit dan hadirin lainnya. (bam/han)

Warga Munthe Minta Pelangkah Gading Dipromosikan

iSTimewa/sumut pos DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana foto bersama jajaran OPD saat mengunjungi objek wisata Pelangkah Gading di Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Munte.
iSTimewa/sumut pos
DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana foto bersama jajaran OPD saat mengunjungi objek wisata Pelangkah Gading di Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Munte.

SUMUTPOS.CO – Kepala Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Munte, Benyamin Sembiring menggandeng Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menggarap dan mempromosikan objek wisata Pelangkah Gading melalui program pembangunan daerah.

Hal itu diungkapkan Kades Kuta Mbaru Benyamin Sembiring, saat menyambut kedatangan rombongan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama Asisten 1 pemerintahan Drs Suang Karo Karo, Ir nasib Sianturi Msi, Kadis DPMD Abel Tarawai Tarigan, Kadis Pertanian Sarjana Purba dan Kadis Peternakan Metehsa Purba, Senin (4/3), di Desa Kutambaru Munte.

Diterangkan Benyamin, lokasi objek wisata Pelangkah Gading ditawarkan desanya ke Pemkab Karo, agar dapat dibantu menjadi desa agro wisata.

Objek wisata Pelangkah Gading tambahnya, merupakan aset daerah Kutambaru dengan luas 42 Hektare, dan memiliki akses jalan masuk sejauh 2,5 Km dari Kutambaru. Sedangkan lebar jalan sudah ada pelepasan dari masyarakat selebar 10 meter.

Hanya saja katanya, kondisi jalur akses jalan ke dalam masih jalan berbatuan dan tanah, belum diaspal, sementara jika naik ke atas puncak Pelangkah Gading, maka kendaraan yang diutamakan doubel gardan.

“Apalagi hujan turun, ini kekurangan saat bagi kendaraan belum doubel gardan,” tutur Benyamin kepada bupati. Rencana ke depan, pihak desa akan memanfaatkan lahan Pelangkah Gading 1 Ha untuk ditanami bunga jenisnya berbagai macam dengan menggunakan Dana Desa Kutambaru 2019.

“Selain itu, kita juga akan terus mengembangkan lokasi step by step (pelan pelan) Pelangkah Gading ini akan kita bangun lokasi offroad mobil, sepeda motor dan lintas sepeda, begitu juga membangun homestay dan fasilitas fasum terutama toilet umum,” imbuhnya.

Menyahuti paparan Kades Kutambaru, Terkelin Brahmana memastikan pihaknya mendukung apa yang dilakukan pihak desa.

“Misalnya akses jalan sepanjang yang dilalui masuk dari simpang Kutambaru ke wisata Pelangkah Gading, buatkan surat pernyataan tidak keberatan minimal jalan tersebut dibebaskan selebar 12 meter dari masyarakat, untuk menjaga di kemudian hari,” ujarnya.

“Ini pengalaman, jangan nanti seperti tongging sudah ada surat pernyataan yang ditanda tangani, ketika akan dibenahi oleh Pemda Karo melalui dana Pusat, masih ada masyarakat yang komplain, bagaimana mana mau maju, jika komitmen seperti ini saja masyarakat ingkar dari kesepakatan,” ungkitnya.

Dirinya juga mengingatkan, pelaksana jangan hanya mengandalkan dana desa dalam mengelola wisata Pelangkah Gading ini. “Cari investor swasta untuk ikut bergabung menanam sahamnya, supaya pembangunan dan promosi Pelangkah Gading cepat terakses masyarakat luas,”katanya

Menurut Terkelin, alangkah baiknya wisata Pelangkah Gading ini juga melibatkan Bumdes (Badan usaha milik desa) agar masyarakat setempat dapat menikmati hasil wisata daerahnya melalui UKM (usaha kecil menengah) yang sudah ramai dikunjungi para wisata lokal khususnya dan mancanegara umumnya. “Untuk itu, kami Pemkab Karo sementara belum bisa mengucurkan dana dari APBD Karo, mengingat butuh proses dan kajian SKPD terkait nantinya, sepanjang ada Regulasi yang mengizinkan kita siap bantu baik dalam 3A selaku penunjang Desa Wisata,” tambahnya. (deo/han)