Home Blog Page 5538

MTQ XV Tingkat Kabupaten Sergai, Wabup Sergai: Jadikan MTQ Landasan Spiritual

SURYA/SUMUT POS PUKUL BEDUK: Wabup H Darma Wijaya bersama Ketua MUI Sergai H Lukman Yahya, Kapolres AKBP H Juliarman Eka Putra memukul Beduk tanda dibuka MTQ Sergai ke XV, Selasa (26/2).
SURYA/SUMUT POS
PUKUL BEDUK: Wabup H Darma Wijaya bersama Ketua MUI Sergai H Lukman Yahya, Kapolres AKBP H Juliarman Eka Putra memukul Beduk tanda dibuka MTQ Sergai ke XV, Selasa (26/2).

Kitab suci Alquran adalah Kalam Allah SWT yang diturunkan untuk menjadi tuntunan dan pegangan bagi umat manusia, agar memperoleh kebahagiaan baik dunia maupun akhirat.

Selain berisi nilai-nilai keimanan, Alquran juga mengandung sumber ilmu pengetahuan yang diperuntukkan bagi umat manusia. Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) H Darma Wijaya saat membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XV tingkat Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) di Lapangan Replika Sultan Serdang, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Selasa (26/2).

Dikatakan Darma Wijaya, Alquran juga berisi kisah-kisah sejarah dan pesan-pesan moral yang luhur dan agung. Untuk itu, salah satu upaya umat Islam dalam menjadikan Alquran berfungsi adalah dengan melaksanakan MTQ. Maksud dan tujuan kegiatan MTQ untuk menyiarkan agama Islam, namun secara pribadi banyak yang djadikan MTQ sebagai ajang motivasi, meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi kandungan Alquran.

Darma Wijaya menjelaskan, dengan tema MTQ XV Kabupaten Serdangbedagai, jadikan Alquran sebagai landasan spiritual untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang religius dan berkelanjutan.

“Tentunya melalui kegiatan ini, seluruh pihak untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemasyarakatan Alquran dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan meningkatkan fungsi dan peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten,” jelasnya.

Oleh karena itu, Darma Wijaya berharap agar menjadikan MTQ XV ini sebagai pondasi untuk menjadikan masyarakat terutama generasi muda yang peduli, kreatif dan senantiasa melakukan perubahan kearah perbaikan, serta mewujudkan cita-cita sebagai generasi penerus daerah-daerah bangsa yang Qurani.

Sebelumnya Acara diawali dengan pawai ta’aruf dari 17 Kecamatan se-Kabupaten Sergai, dalam laporan ketua Panitia MTQ XV Kabupaten Sergai Tahun 2019 Sekda Drs Hadi Wirnano, MM yang dibacakan oleh Kakan Kemenag Dr H Sarmadan Nur, MPd mengatakan, maksud dan tujuan MTQ XV untuk meningkatkan kemampuan seni membaca Alquran sekaligus memberikan motivasi pada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi kandungan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

MTQ ini dilaksanakan selama 5 hari terhitung 26 Februari-2 Maret 2019. Kegiatan diikuti oleh 708 peserta dari 17 Kecamatan se-Kabupaten Sergai. Adapun Cabang-cabang yang diperlombakan sebagai berikut, untuk cabang Tilawatil Quran sebanyak 131 orang, cabang Qiraat Sl-Quran 92 orang, cabang Hifzil Qur’an 144 orang, cabang Tafsir Al-Quran 45 orang, cabang Fahmil Qur’an 93 orang, cabang Syarhil Qur’an 78 orang, cabang Khattil Qur’an, 101orang, cabang Makalah Qur’an 24 orang.

Usai membuka acara MTQ XV Sergai tahun 2019, Wabup H Darma Wijaya beserta rombongan meninjau Stand-stand pameran dan live talk show di studio mini radio Sergai FM yg berada di stand Dinas Kominfo Sergai. (sur/han)

MBS Ditolak di Barat, Berpaling ke Timur

net PERTEMUAN: Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bersama delegasi negaranya melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Jumat (22/2).
net
PERTEMUAN: Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bersama delegasi negaranya melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Jumat (22/2).

RIYADH, SUMUTPOS.CO – Arab Saudi kini tengah berusaha melakukan langkah tebar pesona dalam level global. Dalam beberapa hari terakhir, Saudi menunjuk perempuan pertama untuk menjadi duta besar di lokasi paling bergengsi, Washington DC.

Di sisi lain, sang pemimpin de facto, putra mahkota Mohammed bin Salman (MBS) baru saja menyelesaian tur Asia-nya.

Dalam perjalanan itu, pria yang akrab dijuluki MBS itu membicarakan kesepakatan dagang dan investasi bernilai miliaran dollar AS dengan Tiongkok, Pakistan, dan India.

Lima bulan sudah berjalan sejak negara-negara Barat mengecam pembunuhan keji jurnalis Jamal Khashoggi di dalam kantot Konsulat Arab Ssudi di Istanbul.

CIA dan berbagai dinas intelijen barat menyimpulkan MBS berada di belakang pembunuhan tersebut. Tuduhan ini dibantah keras pemerintah Saudi.

Di awal kemunculannya, MBS amat disukai barat. Namun, setelah kasus Khashoggi, MBS mulai dijauhi salah satunya saat KTT G20 digelar di Buenos Aires, Argentina.

Media barat juga terus mengecam MBS, tak hanya dalam kasus Khashoggi tetapi juga karena memenjarakan pengunjuk rasa dan aktivis perempuan serta memicu perang Yaman.

Jadi apa yang dilakukan MBS Ditolak di Barat maka dia mengalihkan pandangannya ke Timur.

Hal serupa dilakukan para pemimpin negara Teluk pada 2011 saat Eropa mengkritik praktik otokrasi di kawasan itu.

Dan, langkah MBS sejauh ini tak salah. Di timur, dia disambut dengan menggunakan karpet merah.

Di Pakistan, negara nuklir dengan kondisi kas negara nyaris kosong, MBS disambut penuh gempita dengan 21 tembakan kehormatan, pengawalan jet tempur, dan hadiah senapan berlapis emas.

Di India, MBS disambut hangat PM Narendra Modi dan mendiskusikan kesepakatan energi dalam jumlah besar.

Dan di China, negara adi kuasa Asia, MBS dan Presiden Xi Jinping meneken perjanjian pembangunan penyulingan minyak bernilai 10 miliar dollar AS atau hampir Rp10 triliun. (bbs/azw)

India Lancarkan Serangan Udara ke Kamp Teroris, Sejumlah Pasukan Militan Jaish-e-Mohammad Tewas

net PESAWAT INDIA: Jet tempur Mirage 2000 milik Angkatan Udara India (IAF).
net
PESAWAT INDIA: Jet tempur Mirage 2000 milik Angkatan Udara India (IAF).

NEW DELHI, SUMUTPOS.Co -Angkatan Udara India mengklaim serangan udarayang dilancarkan pada Selasa (26/2) telah berhasil menghantam sebuah kamp militan milik kelompok Jaish-e-Mohammad.

Serangan udara itu disebut telah menewaskan sejumlah besar anggota kelompok militan yang sedang mempersiapkan serangan terhadap India.

Disampaikan Menteri Luar Negeri India, Vijay Gokhale, dalam konferensi pers, serangan ke kamp Jaish-e-Mohammad dilakukan pihaknya mendapatkan informasi intelijen yang mengatakan rencana serangan bunuh diri telah dekat.

“Sejumlah besar teroris Jaish-e-Mohammad, termasuk pelatih, komandan senior, dan anggota yang sedang dilatih untuk aksi fidayeen (bunuh diri), telah dihabisi,” kata Gokhale, dikutip AFP.

Pernyataan menteri luar negeri India itu muncul setelah Pakistan menuduh jet tempur India terbang di atas wilayah Kashmir yang disengketakan.

“Intelijen yang dapat dipercaya menyebutkan Jaish-e-Mohammad sedang merencanakan serangan teror bunuh diri lainnya di berbagai tempat di India dan sedang melatih para anggotanya untuk tujuan ini,” ujar Gokhale.

Jaish-e-Mohammad adalah salah satu kelompok militan anti-India yang berbasis di Pakistan. Kelompok ini sebelumnya mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas teror serangan bom bunuh diri pada 14 Februari di Kashmir yang menewaskan 40 paramiliter India.

“Dalam menghadapi bahaya yang semakin dekat, serangan pendahuluan menjadi mutlak diperlukan. Dalam operasi yang dipimpin intelijen, pada awal hari ini, India menyerang kamp pelatihan terbesar Jaish-e-Mohammad di Balakot,” ujar Gokhale.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Pakistan, melalui juru bicara militernya, menuduh jet tempur India telah melintasi garis gencatan senjata di Kashmir dan menurunkan muatan.

India dan Pakistan saling mengklaim wilayah Kashmir di Pegunungan Himalaya dan tak jarang terlibat bentrok dan baku tembak.

India telah sering menuduh Pakistan turut mendukung kelompok radikal yang melancarkan serangan ke wilayah Kashmir yang dikuasai India. Tuduhan yang dibantah tegas oleh Pakistan.

Pejabat kementerian luar negeri India menyebut keberadaan fasilitas pelatihan besar-besaran yang mampu menampung ratusan anggota kelompok militan tidak mungkin berdiri tanpa sepengetahuan otoritas Pakistan.

“India telah berulang kali mendesak Pakistan agar mengambil tindakan terhadap kelompok Jaish-e-Mohammad, namun negara itu belum mengambil tindakan nyata untuk membongkar infrastruktur teroris di wilayahnya,” kata kementerian. (bbs/azw)

Malaysia Siap Gunakan Mobil Terbang

MOBIL TERBANG: Proyek mobil terbang yang akan diproduksi dan dipamerkan Malaysia pada tahun ini.
MOBIL TERBANG:
Proyek mobil terbang yang akan diproduksi dan dipamerkan Malaysia pada tahun ini.

KUALA LUMPUR, SUMUTPOS.CO – Para pakar Malaysia akan memamerkan prototipe pertama mobil terbang kepada publik tahun ini.

Demikian disampaikan Menteri Pengembangan Entrepreneur Mohd Redsuan Md Yusof, Selasa (26/2).

Prototipe itu, yang dikembangkan di dalam negeri, dipastikan aman dan mampu terbang di ketinggian rendah dengan kecepatan yang masuk akal.

“Kami akan menggunakan kemampuan lokal untuk mengembangkan mobil terbang. Kami hanya menggunakan pihak asing dalam pertukaran informasi terkait keselamatan mobil,” kata Redzuan.

Dia menambahkan, prototipe mobil terbang itu sudah siap dan semua diserahkan kepada perusahaan swasta untuk menggunakannya.

“Target realistinya adalah tahun ini. Ini semua tentang implementasinya. Investasi untuk membangun prototipe ini lebih dari 1 juta ringgit (Rp3,4 miliar),” tambah Redzuan.

Redzuan melanjutkan, proyek mobil terbang ini adalah cara pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendorong warga memikirkan teknologi baru.

“Kami meneydiakan katalis dan ekosistem untuk mendorong warga memikirkan hal yang jauh lebih maju ketimbang yang kita lakukan sekarang,” tambah dia.

Redzuan mengatakan, proyek ini akan mengkapitalisasi kemampuan Malaysia dala sektor teknologi angkasa luar, drone, wahana tanpa awak (UAV), dan otomotif.

“Malaysia memiliki kemampuan untuk maju di bidang angkasa luar, drone, UAV dan mobil nasional. Kita butuh kemampuan sendiri karena kami ingin membangun bangsa,” tambah dia.

Proyek mobil terbang ini berbeda dengan proyek mobil nasional ketiga yang diprakarsai PM Mahathir Mohamad. (bbs/azw)

Israel Rampas 6,9 Ha Lahan Palestina

net MERONTA: Israel mengusir warga Palestina yang meronta karena direbut lahannya
net
MERONTA: Israel mengusir warga Palestina yang meronta karena direbut lahannya.

Israel membuldozer kebun dan mencabut ratusan pohon milik Pa­lestina pada Senin (25/2). Menurut sumber-sumber lokal, pasukan Israel dengan buldoser menyerbu daerah itu dan mulai meratakan sekitar 6,9 hektare lahan.

Selain itu, buldoser mencabut 300 pohon badam dan zaitun. Sumber menambahkan, lahan yang dihancurkan itu milik Jamal Sharif Amarneh.

Menurut Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, tujuan utama Israel adalah menguasai lahan Palestina. Termasuk di Area C, di mana lebih dari 60 persen tanah Palestina berada di bawah kendali penuh Israel, perusahaan pemukiman ilegal Israel.

Tujuan Israel untuk mengurangi populasi penduduk Palestina. Berkembangnya pemukiman Israel, terus mengambil lahan Palestina dan menggusur populasi lokal Palestina. Ini merupakan implementasi dari kebijakan Israel sejak pengambilalihan Tepi Barat dan Yerusalem pada 1967.

B’Tselem, organisasi non-Pemerintah Israel, menyatakan, semua badan legislatif Israel, bagian pendanaan, dan badan-badan pertahanan telah memainkan peran aktif dalam perampasan lahan warga Palestina.

B’Tselem juga berpendapat dengan kedok pendudukan militer sementara, Israel telah menggunakan tanah itu sebagai miliknya. Israel merampok tanah, mengeksploitasi sumber daya alam daerah itu untuk keuntungannya sendiri dan membangun pemukiman permanen. Membuat warga Palestina terusir dari tanahnya sendiri.

“Kami memperkirakan bahwa Israel mengusir warga Palestina dari 200.000 hektare tanahnya di wilayah Palestina yang diduduki selama bertahun-tahun,” kata organisasi tersebut dilansir dari Ma’an News Agency. (bbs/azw)

Komit Sukseskan MIS Open 2019

foto-foto pemko medan for sumut pos RAPAT: Pemko Medan pun menggelar rapat dalam menindaklanjuti hasil audiensi jajaran Panitia Kejuaraan Indonesia Skate Series II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di Balai Kota Medan, Selasa (26/2). Rapat ini dipimpin Asisten Ekbang Setda Kota Medan Khairul Syahnan, didampingi Kepala Dispora Kota Medan H Marah Husin Lubis.
foto-foto pemko medan for sumut pos
RAPAT: Pemko Medan pun menggelar rapat dalam menindaklanjuti hasil audiensi jajaran Panitia Kejuaraan Indonesia Skate Series II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di Balai Kota Medan, Selasa (26/2). Rapat ini dipimpin Asisten Ekbang Setda Kota Medan Khairul Syahnan, didampingi Kepala Dispora Kota Medan H Marah Husin Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti hasil audiensi jajaran Panitia Kejuaraan Indonesia Skate Series II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019, beberapa waktu lalu, Pemko Medan pun menggelar rapat di Balai Kota Medan, guna membahas bentuk dukungan yang akan diberikan, Selasa (26/2).

Pada audiensi panitia kegiatan yang bakal digelar di Lapangan Cadika Pramuka pada April mendatang tersebut, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, menyatakan mendukung penuh dan siap menyukseskan gelaran itu.

Sementara pada rapat guna membahas bentuk dukungan tersebut, dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Khairul Syahnan, didampingi Kepala Dispora Kota Medan H Marah Husin Lubis, dan peserta perwakilan dari OPD terkait, di antaranya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang (DPKPPR), Dinas Kesehatan, serta Dinas Pariwista.

Dalam rapat itu, Syahnan mengatakan, Pemko Medan mendukung penuh Kejuaraan Indonesia Skate Series II MIS Open 2019. Selain bertaraf internasional karena diikuti sejumlah peserta dari mancanegara, seperti India, Taipei, Hongkong, Singapura, Malaysia, Philipina, New Zealand, serta Thailand, MIS Open 2019 ini, juga digelar dalam rangka memperebutkan Piala Wali Kota Medan.

“Seperti yang dikatakan Bapak Wali Kota dalam audiensi di rumah dinas kemarin, Pemko Medan menyambut baik gelaran MIS Open 2019 ini. Atas dasar itulah, melalui rapat hari ini (kemarin, red), didiskusikan tindak lanjut hasil pertemuan sebelumnya, bersama OPD terkait, untuk mempersiapkan segala hal yang menjadi keperluan, sehingga kejuaran sepatu roda bertaraf internasional itu, dapat berjalan sukses dan lancar,” tutur Syahnan.

Melalui event ini, lanjut Syahnan, Pemko Medan merasa bangga. Sebab, nantinya Kota Medan akan kedatangan banyak peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. “Ini menjadi momentum tepat bagi kita untuk menunjukan kualitas terbaik, apalagi event ini bertaraf internasional. Maka saya berharap, antar OPD saling berkoordinasi dan bersinergi dalam menjalankan tupoksinya dengan sebaik mungkin,” harapnya.

Terkait jalur lintasan sepatu roda yang akan digunakan peserta, dia menginstrusikan DPKPPR melakukan perbaikan. Hal tersebut merupakan sarana utama yang paling dibutuhkan. Sebab, jika jalur lintasan tidak diperbaiki, dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran peserta dalam beraksi.

Tidak hanya melakukan perbaikan jalur lintasan, DPKPPR juga diminta menyediakan ruang ganti pakaian bagi para peserta. Pasalnya, keberadaan ruang ganti merupakan satu sarana yang harus dimiliki, sebagai satu persyaratan untuk menggelar kejuaraan sepatu roda bertaraf internasional.

Kemudian, untuk Dinas Kesehatan, Syahnan berharap agar disediakan ambulance sebanyak 4 unit. Selain itu, juga berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat dengan lokasi acara. Hal tersebut guna mengantisipasi jika peserta mengalami cedera saat bertanding. Sehingga demikian, para peserta segera mendapatkan perawatan intensif.

Selanjutnya kepada DKP, Syahnan berharap agar memasang lampu penerangan, baik di sepanjang jalur lintasan maupun di sekitar venue acara. Dengan begitu, acara dapat tetap berlangsung, meski hingga malam hari, mengingat kejuaraan sepatu roda bertaraf internasional tersebut akan berlangsung selama 3 hari, dan diikuti sekitar 600 peserta.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Medan H Marah Husin Lubis, menyampaikan hal serupa, terkait dukungan Pemko Medan terhadap MIS Open 2019 mendatang. “Event bertaraf internasional ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan maksimal. Untuk itu, saya berharap kerja samanya kepada seluruh OPD terkait untuk turut serta mensukseskan jalannya acara,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Kejuaraan Indonesia Skate Series II MIS Open 2019 M Edison Ginting, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan yang diberikan. Melalui sinergitas yang dilakukan oleh OPD terkait di lingkup Pemko Medan, dia berharap, MIS 2019 berjalan lancar dan sukses. “Mewakili jajaran panitia dan seluruh pengurus, saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan dan seluruh OPD lingkup Pemko Medan, atas dukungan yang diberikan. Kami berharap agar segala sarana dan prasarana pendukung dapat diperbaiki dengan sebaik mungkin. Sebab hal tersebut juga menyangkut marwah dan nama baik Pemko Medan dalam menjamu para peserta, khususnya yang berasal dari luar negeri,” katanya.

Didampingi Eko Yudhistira Kalo, selaku Ketua Porserosi Medan, dan beberapa jajaran pengurus lainnya, Edison mengungkapkan, MIS Open 2019 tersebut dalam rangka memperebutkan Piala Wali Kota Medan, dan dirangkai dengan lomba sepatu roda untuk kelas marathon di eks Bandara Polonia Medan, dengan memperebutkan Piala Danlanud Soewondo. Direncanakan, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrowi, akan membuka kejuaraan sepatu roda bertaraf internasional tersebut. (ris/saz)

Medan City Tour Eksplore 6 Destinasi Wisata di Medan

Triadi wibowo/Sumut Pos CITY TOUR: Peserta Medan City Tour yang terdiri dari Penggiat Media Sosial, Selebritis Instagram, Facebookers,YouTubers, dan pelajar foto di depan Masjid Al Osmani, Selasa (26/2).
Triadi wibowo/Sumut Pos
CITY TOUR: Peserta Medan City Tour yang terdiri dari Penggiat Media Sosial, Selebritis Instagram, Facebookers,YouTubers, dan pelajar foto di depan Masjid Al Osmani, Selasa (26/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Medan City Tour mengunjungi 6 destinasi wisata di Kota Medan, Selasa (26/2). Kunjungan yang digagas Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan bersama dengan Dinas Pariwisata Kota Medan itu diikuti 40 peserta, terdiri dari pengiat media sosial (selebritis Instagram, Facebookers, YouTubers), pelajar, dan sejumlah jurnalis media online dan cetakn

Adapun keenam destinasi wisata tersebut yakni masjid bersejarah Al-Osmani di Jalan K.L. Yos Sudarso Kelurahan Pekan Labuhan, yang didirikan tahun 1854 lalu. Kemudian Vihara Siu Dan Keng, vihara satu-satunya di Medan Labuhan yang bernilai sejarah tinggi, yang didirikan 11 orang tetua.

Selanjutnya wisata kuliner Medan Labuhan bernama Dermaga Seafood Bang Thamrin di Jalan Indrapura Ujung Kecamatan Medan Belawan, yang menyajikan menu-menu seafood yang khas. Sajian di restoran ini enak dan pas di lidah. Tempat kuliner ini juga menyuguhkan pemandangan elok karena berdiri tepat di garis pinggir laut Belawan.

Kemudian, ‘situs Kota Cina’ di Medan Marelan, yang kembali dibangun tahun 1970, setelah jejaknya ditemukan lewat penemuan arca kuno saat proses pembangunan tol Belmera tahun 1986 silam.

Ketua IWO Medan, Errie Prasetyo didampingi Ketua Panitia City Tour Medan, Budi Warsito menyatakan, kegiatan City Tour Medan merupakan kegiatan atau program IWO dan Dinas Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata di Medan. Dengan mengajak para selebritis Instagram (selebgram), YouTubers, serta jurnalis online dan cetak, peserta diharapkan dapat mengeksplore potensi-potensi di destinasi wisata yang dikunjungi.

“Semuanya nanti akan dipromosikan ke wisatawan lokal maupun mancanegara melalui chanel dan konten masing-masing peserta. Ke-6 destinasi wisata ini kita pilih karena letaknya di pinggir kota Medan. Selama ini banyak tamu di Medan hanya tau objek wisata di tengah kota. Saat inilah kita kenalkan, Kita eksplore agar terangkat di mata dunia, karena sebagian objek wisata sudah masuk daftar situs bersejarah dunia,” ujarnya.

Sebelumnya di sela-sela pelepasan peserta City Tour di Aula Kantor Dinas Pariwisata Kota Medan, Kadispar Kota Medan, Agus Suriyono, mengatakan kegiatan ini merupakan promosi melalui media digital, terutama terhadap kaum milinial. “Kami sepakat dengan IWO membuat kegiatan sekaligus mempromosikan Kota Medan. Harapannya semua pihak berperan. Kalau tidak kita, siapa lagi?” paparnya.

Agus juga mengajak warga Medan agar bangga akan kotanya. Karena ruh pariwisata adalah mendatangkan orang sebanyak-banyaknya ke kota Medan.

Objek wisata berikutnya yang dikunjungi adalah penangkaran buaya di Medan Sunggal, Gereja Velangkani di Medan Sunggal, Masjid Raya di Medan Maimun, dan diakhiri dengan diskusi bersama Walikota Medan di Rumah Dinas Walikota Medan, Jalan Walikota Kecamatan Medan Polonia.

Para peserta yang didominasi para remaja Medan penggiat media sosial, tampak aktif mengeksplore keindahan tempat- tempat wisata itu. Mulai berswafoto hingga ngevlog langsung dari lokasi. (tri)

Rencana Pengurangan Ribuan PHL Pemko Medan, Seleksi PHL Wajib Transparan

sutan/sumut pos SIRAM TAMAN: PHL menyiram tanaman di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (19/11). Tugas penyiraman tanaman biasanya dilakukan pekerja harian lepas.
sutan/sumut pos
SIRAM TAMAN: PHL menyiram tanaman di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (19/11). Tugas penyiraman tanaman biasanya dilakukan pekerja harian lepas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pemberhentian ribuan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang bekerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan, mendapat dukungan dari unsur pimpinan DPRD Medan. Namun, Kepala OPD diimbau jangan mengambil kesempatan atau menyalahgunakan wewenang dalam rencana tersebut.

“SILAKAN saja Pemko Medan memberlakukan rencana pengurangan PHL. Asalkan jangan jadi kesempatan bagi Kepala OPD untuk menggantinya dengan pegawai baru,” kata Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga, kemarin.

Artinya, kata Ihwan, Kepala OPD di lingkungan Pemko Medan jangan menyalahgunakan kewenangannya dengan memanfaatkan rencana penguranagn itu. “Jangan pula yang benar-benar efektif bekerja, malah diganti (diberhentikan). Kalau itu yang terjadi, jelas salah besar. Makanya, PHL harus diseleksi sesuai dengan kompetensi, dan dilakukan secara transparan. Sehingga tidak ada dugaan atau asumsi negatif,” kata Ihwan.

Diutarakan anggota dewan dari Partai Gerindra ini, OPD sah-sah saja melakukan seleksi PHL, untuk mengetahui siapa yang benar-benar ada dan aktif bekerja. Karena bisa saja dari belasan ribu PHL yang terdaftar, ada nama yang fiktif.

“Kita sudah tanyakan ke Sekda Kota Medan (Wiriya Alrahman). Harapannya, pengurangan PHL itu efektif dan efisien, agar anggaran yang disalurkan untuk gaji mereka benar-benar tepat sasaran,” sebut Ihwan.

Ia mengatakan, informasi yang diterimanya, ada PHL yang tercatat sebagai pegawai di dinas tertentu, namun orangnya tak pernah kelihatan. Selain itu, ada dugaan perekrutannya tidak sesuai dengan peruntukan. “Yang pasti kita dukung langkah Pemko supaya memeriksa semua PHL. Selain itu, apakah pekerjaannya sesuai peruntukan atau tak mampu bekerja,” ujarnya.

Meski demikian, kepada PHL yang benar-benar bekerja, diimbau agar tidak perlu khawatir atau resah. Karena rencana pengurangan itu hanya berlaku terhadap mereka yang fiktif dan tidak aktif bekerja. “Sekda telah menyampaikan kepada saya dan berjanji, pegawai PHL yang ada dan aktif bekerja, layak tidak akan diberhentikan,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan Fraksi Partai Golkar, Iswanda Ramli. Iswanda yang akrab dipanggil Nanda ini menekankan agar pengurangan PHL tidak disalahartikan dengan menghapus keseluruhan PHL.

“Pemko ingin menyeleksi, apakah PHL yang terdaftar itu benar ada dan aktif bekerja. Kalau yang aktif dan mampu bekerja justru diseleksi, tentu DPRD tidak setuju. Apalagi, sampai dihapuskan. Sebab, keberadaan PHL sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di Kota Medan, terutama sektor infrastruktur,” ujar Nanda.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Medan, Isha Ansari dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan, M Husni belum berhasil dimintai keterangan. Pasalnya, ketika dihubungi tidak bersedia mengangkat sambung selulernya.

Sebelumnya, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman mengatakan, ia akan menata keberadaan PHL sesuai dengan yang dibutuhkan. Kepala OPD diminta untuk menganalisis PHL berdasarkan kebutuhan. Analisis tersebut terkait apa tugas pokok yang diberikan kepada PHL

“Kepala OPD menganalisis jumlah PHL sesuai kebutuhan. Setelah itu, barulah dilakukan assesmen. Kemudian, diajukan siapa yang bakal dikontrak. PHL itu seperti buruh harian lepas. Dia dipekerjakan apabila ada pekerjaan yang mau diserahkan. Kalau tidak ada pekerjaan, ya tidak dikontrak,” jelas Wiriya diwawancarai usai melakukan pertemuan secara tertutup di ruang kerja Ketua DPRD Medan, Senin (25/2) siang.

Wiriya membeberkan, jumlah PHL Pemko Medan saat ini mencapai 11.624 orang. Sedangkan, jumlah PNS sekitar 14.624 orang. “Paling banyak di Dinas PU (Pekerjaan Umum), Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta lainnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, tambah Wiriya, jumlah PHL tersebut harus betul-betul ditata supaya efisien dan efektif. (ris)

Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Sibolga Tiba di RS Adam Malik, Ortu Afdun Sempat Bingung Jadwal Registrasi

Istimewa/sumut pos DIGENDONG: Afdun Hamdan, bayi penderita Hidrosefalus, digendong sang ibu. Mereka tiba di RSUP Adam Malik Medan, Selasa (26/2) pagi.
Istimewa/sumut pos
DIGENDONG: Afdun Hamdan, bayi penderita Hidrosefalus, digendong sang ibu. Mereka tiba di RSUP Adam Malik Medan, Selasa (26/2) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mendapat rujukan dari rumah sakit Metta Medika kota Sibolga, bayi usia tiga bulan penderita Hidrosefalus, akhirnya tiba di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Selasa (26/2) pagi.

Afdun Hamdan, putra dari pasangan Nasawardi Sihotang (27) dan Afsana Pyarka (22) ini dibawa orangtuanya naik angkutan umum jurusan Sibolga-Medan, Senin (25/2) malam.

“Halo Pak, kami sudah sampai di rumah sakit Adam Malik, Pak,” kata Afsanah dari seberang telepon kepada awak media.

Saat tiba di rumah sakit, Afsanah dan suaminya sempat kebingungan soal jadwal mendaftar ke rumah sakit itu. Dalam bingungnya, mereka bertiga memilih duduk di salahsatu pojok komplek rumah sakit.

“Mendaftar ke rumah sakit bisa jam berapa ya, Pak? Kami di sinilah pak. Banyak orang di sini,” tanyanya.

Kepada Afsanah, awak media menjelaskann

agar langsung saja ke registrasi rumah sakit tanpa perlu menunggu lama. “Oh begitu Pak? Kalau gitu biar kami mendaftar sekarang,” jawabnya.

Diberitakan, Afdun bersama kedua orangtuanya menetap di jalan GM Panggabean, Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Walau, Naswardi dan istri memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai penduduk Kota Sibolga.

Tak lama usai kelahiran Afdun, ia divonis menderita Hidrosefalus atau penumpukan cairan di dalam rongga ventrikel otak oleh Rumah Sakit Metta Medika, Sibolga.

Selama dua bulan, Afdun mendapatkan pengobatan generik dengan memanfaatkan kartu BPJS. Rujukan rumah sakit agar Afdun dibawa ke RSP Adam Malik kala itu belum dilakukan karena keterbatasan biaya keluarga. Nasawardi hanya seorang nelayan biasa, sementara Afsanah ibu rumah tangga.

Sejumlah kalangan kemudian berpartisipasi menggalang dana buat Afdun. Salah satunya Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapanuli Tengah. Penggalangan dana masih terus dilakukan untuk membantu pendanaan kebutuhan sehari-hari selama Afdun dirujuk di Adam Malik.

Donatur dapat mengirimkan donasinya melalui rekening atas nama Afsanah yang sudah dibuka khusus untuk penggalangan dana ini. Yakni ke rekening BRI nomor 3827-01-031296-53-0. Donatur juga dapat mengoordinasikan donasi kepada Afsanah di nomor telepon 085277172582. (prn)

Sekda Cek Tugas OPD & Kesiapan EO

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- 52 tingkat Kota Medan yang akan berlangsung 9-16 Maret mendatang di Jalan Rahmad Budin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, tinggal dua minggu lagi. Agar pelaksanaan festival pemuliaan Kitab Suci Alquran itu berjalan lancar, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Sekda Kota Medan Ir Wirya Alrahman MM, menggelar rapat akhir persiapan MTQ di Balai Kota Medan, Selasa (26/2).

Dalam rapat yang dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Sekda didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan Musaddad Nasution dan Asisten Umum Renward Parapat, ingin mengetahui kesiapan sekaligus memastikan tugas pokok dan fungsi OPD terkait guna mendukung lancar dan suksesnya pelaksanaan MTQ tersebut.

Selain OPD terkait, Sekda juga mengecek kesiapan pihak event organizer (EO) yang menggelar MTQ. Pengecekan ini dilakukan lantaran Wali Kota ingin pelaksanaan MTQ tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karenanya Sekda menegaskan kepada EO agar penataan lokasi, panggung utama dan mimbar tilawah serta stand agar ditata dengan sebaik mungkin.

“Kita berharap pihak EO dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan dapat menciptakan suasana yang nyaman saat pengunjung berada di lokasi acara. Dengan demikian para pengunjung yang hadir merasa betah untuk berlama-lama untuk menyaksikan MTQ yang akan berlangsung selama sepekan tersebut,” kata Wali Kota.

Selanjutnya, Sekda, mengevaluasi satu persatu tugas yang telah diberikan kepada masing-masing OPD. Kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Sekda mengimbau agar menurunkan petugas kebersihan secara bergantian. Hal tersebut bertujuan agar para petugas kebersihan dapat dengan cepat membersihkan sampah yang berserakan, sehingga lokasi acara tetap terjaga kebersihannya.

“Agar lokasi acara tetap bersih, kami minta agar pasukan Melati diturunkan bukan hanya saat acara selesai, tetapi juga ketika acara berlangsung. Tujuannya agar lokasi acara MTQ tetap bersih dan terbebas dari sampah. Selain itu kita minta DKP untuk berkoordinasi dengan pihak PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik selama pelaksanaan MTQ berlangsung,’’ ujarnya.

Selain masalah kebersihan, Sekda juga mengimbau Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan jalan baik di lokasi acara maupun menuju lokasi acara. Sebab, pagi hari sebelum acara pembukaan dilakukan malam harinya akan diawali dengan pawai ta’aruf yang akan diikuti ribuan kafilah dari 21 kecamatan di Kota Medan. Apabila jalan baik, maka pelaksanaan pawai ta’ruf dapat berjalan dengan lancar.

“Khusus untuk Dinas PU, kami berharap seluruh infrastruktur pendukung dapat segera dilakukan perbaikan. Apalagi untuk jalan yang akan digunakan saat pawai ta’aruf, jangan sampai ada yang berlubang. Selain jalan, drainase yang berada di sekitar lokasi acara juga harus dilakukan pengerukan agar saat hujan dapat menampung debit air dan tidak menggenangi lokasi acara,’’ pesannya.

Mengingat volume kenderaan akan bertambah selama pelaksanaan MTQ berlangsung, Sekda minta kepada Asisten Adminstrasi Umum selaku Plt Kadis Perhubungan agar melakukan rekayasa lalu lintas bekerjasama dengan Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan Belawan.

“Di samping itu Dishub juga bilang Sekda, segera menyampaikan kepada seluruh angkutan umum maupun barang agar tidak melintasi jalan yang akan digunakan sebagai lintasan pawai ta’aruf, Sabtu (9/3) mendatang. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan pawai ta’aruf dapat berjalan dengan lancar. Di samping itu juga Dishub harus memberitahukan jalur-jalur alternatif sehingga pengusaha angkutan umum dan barang dapat melintasinya.

“Guna mempermudahkan pengemudi angkutan umum atau barang melintasi jalan alternatif, saya minta Disbuh bekerjasama dengan Dinas Kominfo agar membuat rambu maupun plank pemberitahuan yang akan memandu para pengemudi untuk melintasi jalan alternatif yang telah disediakan baik itu dari arah timur maupun barat,” ungkapnya.

Yang tidak kalah pentingnya lagi dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan para pengunjung selama sepekan MTQ berlangsung, Sekda minta Dishub beserta Camat Medan Marelan untuk melakukan penataan parkir dengan sebaik-baiknya melibatkan jajaran kepolisian dan Satpol PP. Selain tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Sekda pun berharap agar parkir tidak menimbulkan permasalahan terkait retribusi parkir.

Selanjutnya kepada Dinas Kominfo, Sekda menekan segera melakukan sosialisasi sehingga seluruh warga Kota Medan dapat mengetahui dan menghadiri pelaksanaan MTQ yang tahun ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Marelan. Selain sosialisasi, Dinas Kominfo harus memperbanyak pemasangan spanduk dan umbul-umbul. Namun diingatkannya, pemasangan spanduk dan umbul-umbul jangan dilakukan sembarangan sehingga mengganggu estetika kota.

Terakhir, Sekda mengustruksikan kepada Satpol PP dan Kecamatan Medan Marelan untuk mengatasi pedagang kaki lima (PK5) yang dikhawatirkan menggunakan memon tersebut menggelar lapak sembarangan sehingga mengganggu estetika, kelancaran arus lalu lintas maupun kenyamanan para pengunjung. “Lakukan penataan dengan baik terhadap para PK5 sehingga mereka tetap dapat mencicipi rezeki selama pelaksanaan MTQ berlangsung,” pungkasnya. (ris)