Home Blog Page 5539

Hubungan Gelap Kandas di Rel Kereta Api, Kuli Bangunan Bunuh Cewek Kafe

DIAMANKAN: Suyanto alias Begot diamankan di Mapolres Deliserdang usai membunuh kekasih gelapnya.
DIAMANKAN: Suyanto alias Begot diamankan di Mapolres Deliserdang usai membunuh kekasih gelapnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Alih-alih mendapat perhatian lebih dari kekasih, Yennita Nasution alias Yenni (39) malah meregang nyawa. Warga Jalan Pertiwi, Gang Kesuma, Kelurahan Bantam, Kecamatan Medan Tembung itu tewas setelah bertengkar dengan Suyanto alias Begot (36). Tubuhnya disambar kereta api, Rabu (20/2) subuh.

Kapolres Deliserdang AKBP Eddy S Tarigan mengatakan, peristiwa itu terjadi di perlintasan kereta api yang membatasi Desa Sena dan Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis.

“Peristiwa itu bermula, saat korban Yenni usai bekerja menemani tamu di kafe Sunar Kecamatan Batang Kuis. Korban mendatangi Begot yang saat itu duduk bersama temannya bernama Abdul Hadi alias Ucok,” ujar kapolres saat pemaparan kasus ini di Mapolres Deliserdang, Selasa (26/2).

Kemudian, korban dan dua teman tersangka berjoget dengan iringan organ tunggal (keyboard). Asik joget, tersangka kemudian memberikan saweran Rp50 ribu kepada Mariana.

“Hal itu dilihat oleh korban,” kata kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Samara dan Kapolsek Batang Kuis AKP Dian Ginting.

Sekira pukul 01.30 WIB, kafe tutup. Korban yang saat itu sedang mabuk marah-marah dan cemburu karena tersangka menyawer Mariana.

“Melihat situasi itu, Mariana membujuk korban agar pulang ke rumah. Sedangkan tersangka Begot membujuk korban untuk tidur di penginapan dan akan memberikan uang,” ungkap kapolres.

Kemudian, tersangka pergi dengan mengendarai sepedamotor Yamaha Mio BK 2122 MAB. Sedangkan korban pergi dengan mengendarai Honda Revo BK 2095 ACM.

“Saat melintasi rel kereta api yang membatasi Desa Sena dan Desa Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis, tersangka Begot yang memiliki tiga orang anak memanggil korban dan berhenti di jalur perlintasan kereta api,” sebut kapolres.

Tersangka yang mengaku sudah dua kali melakukan hubungan suami isteri dengan korban itu, membujuk korban agar mau tidur di penginapan. Ia juga mengaku akan memberikan uang Rp100 ribu kepada korban usai bercinta.

“Namun korban memaki tersangka dan mengatakan jika semua laki-laki sama saja. Tersangka berupaya membujuk korban, tapi korban tetap tidak mau untuk tidur di penginapan,” beber kapolres.

Korban berjalan ditengah rel dan tersangka tetap membujuknya. Korban tidak mau dan mencakar tersangka.

“Saat itu tersangka memukul tangan korban dengan menggunakan kedua tangannya dan mengenai wajah korban,” tutur kapolres.

Disaat bersamaan, kereta api dari arah Medan akan melintas. Tersangka berupaya memegamg bahu kanan dan kiri korban, sehingga posisi korban dan tersangka saling berhadapan membelakangi jalan kereta api.

“Atau bersampingan dengan jakur rel kereta api. Korban menolak dengan mendorong tubuh tersangka, sehingga tubuh korban berputar ke arah kanan. Sehingga tubuh korban disambar kereta api hingga tubuh korban terpental sekitar 8 meter,” beber kapolres.

Warga Jalan Simpang Mutik II, Dusun IV, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang itu kemudian mendekati tubuh kekasihnya itu. Mengetahui korban sudah tidak bergerak lagi, tersangka pergi meninggalkan korban begitu saja.

“Untuk menghilangkan jejak, tersangka kembali ke kafe menumpang tidur dengan alasan takut pulang ke rumah. Tersangka juga berpura-pura menanyakan keberadaan korban kepada isteri pemilik kafe. Namun isteri pemilik kafe menjawab jika korban pergi bersama tersangka,” jelas kapolres.

“Tersangka dijerat pasal 338 subsidair 351 ayat 3 KUH Pidana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” pungkasnya.(btr/ala)

Curi Dinamo Mobil Tetangga, Pengangguran Diamuk Massa

LEMAS: Andrianto lemas usai dihajar warga karena ketahuan mencuri dinamo mobil milik tetangganya, Senin (25/2).
LEMAS: Andrianto lemas usai dihajar warga karena ketahuan mencuri dinamo mobil milik tetangganya, Senin (25/2).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Andrianto (25) babak belur diamuk massa, Senin (25/2). Pasalnya, warga Gang Kedondong, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai ini ketahuan mencuri 1 unit dinamo mobil di bengkel milik tetangganya, Anjas (39).

Sial, aksi pelaku diketahui Jefri, seorang pekerja bengkel. Oleh Jefri, pelaku diteriaki maling.

Panik, pelaku langsung membuang barang bukti hasil curiannya. Pelaku yang tidak memiliki pekerjaan, bersembunyi di kamar mandi belakang rumah korban.

Ternyata pekik maling Jefri, mengundang warga sekitar. Tanpa ba bi bu, warga langsung mengejar pelaku dan menghajarnya hingga babak belur.

Aksi massa berhenti setelah polisi turun ke lokasi dan mengamankan pelaku. Akibat amuk massa, sekujur tubuh pelaku luka-luka. Untuk perawatan, pelaku dilarikan polisi ke RSU Melati Perbaungan.

Kanit Reskrim Polsek Perbaungan, Ipda Barito Siregar membenarkan pihaknya telah mengamankan 1 pelaku pencurian bersama barang bukti 1 unit dinamo mobil.

“Tersangka dijerat dengan pasal pencurian dan pemberatan 363 ayat (1) ke 4 e, ke 5 e KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun,” singkat Barito.(sur/ala)

Harga Pangan di Sumut Tergolong Stabil

Triadi Wibowo/sumut pos DAGANGAN: Seorang pedagang telur sedang menjaga barang dagangannya di Pasar Petisah Medan, belum lama ini. Harga telur mengalami penurunan dua bulan terakhir, hal ini dikarenakan nilai rupiah yang terus menguat.
Triadi Wibowo/sumut pos
DAGANGAN: Seorang pedagang telur sedang menjaga barang dagangannya di Pasar Petisah Medan, belum lama ini. Harga telur mengalami penurunan dua bulan terakhir, hal ini dikarenakan nilai rupiah yang terus menguat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga pangan di Medan dan Sumatera Utara pada Bulan Februari 2019 tergolong stabil atau tidak mengalami kenaikan. Bahkan, beberapa komoditi justru mengalami penurunan harga. Dengan kondisi ini, inflasi Sumut berpotensi kecil.

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan harga pangan tersebut stabil, karena ketersedian bahan yang banyak.

“Tren perkembangan harga selama Februari terpantau sangat stabil. Sejumlah harga kebutuhan pokok nyaris tak bergerak dibandingan dengan kinerjanya di bulan Januari,” ucap Gunawan.

Dimisalkannya, harga telur ayam turun dikisaran Rp4.000 per kilogram, dari harga Rp24 ribu menjadi Rp20.800 per kilogram. Hal ini dikarenakan selama 2 bulan terakhir mata uang rupiah mengalami penguatan sehingga berdampak pada harga pangan ayam yang cenderung stabil.

“Untuk cabai rawit juga mengalami penurunan. Dari kisaran sebelumnya sebesar Rp32 ribu per Kg di bulan januari, saat ini ditransaksikan dikisaran angka Rp26 ribu per Kg,” ucap Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Sementara itu, harga bawang putih terpantau mengalami kenaikan dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per Kg. Selain bawang putih ada kenaikan juga pada minyak goreng, yang mengalami kenaikan dari Rp 8000-an per Kg untuk minyak curah menjadi Rp10 ribuan per kg saat ini.

“Kenaikan harga minyak goreng tersebut dipicu oleh membaiknya harga minyak kelapa sawit belakangan ini. Kenaikan harga CPO menjadi salah satu pemicu meningkatnya harga minyak goreng,” tutur Gunawan.

Untuk saat ini, yang mengkuatirkan adalah harga cabai merah yang masih murah, sehingga membuat petani merugi.

Gunawan menjelaskan Sumut berpeluang merealisasikan inflasi yang sangat kecil sekali, masih dikisaran 0.1 persen. (gus/ram)

PLTA Batangtoru akan Serap 1.800 Tenaga Kerja

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dinilai akan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi Provinsi Sumut, karena akan membuka lapangan kerja untuk ribuan orang.

Senior Executive for External Relations PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Firman Taufick mengungkapkan dampak ekonomi pembangunan PLTA Batangtoru, yang ditargetkan beroperasi tahun 2022 ini menyerap lebih kurang 1.800 tenaga kerja.

“Selama pembangunan dan berpotensi menciptakan efek multiplier secara ekonomi, baik langsung kepada penduduk serta sektor usaha formal dan informal di sekitar kawasan Batangtoru,” ungkap Firmasn.

Selain itu penghematan devisa USD 400 juta per tahun karena tidak membeli bahan bakar diesel. Penghematan tersebut dapat digunakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun perekonomian Sumut seperti memberdayakan UMKM.

“Tak hanya itu, tambahan ketersediaan listrik 510 MW di Sumut pada 2022 dapat menggerakkan pertumbuhan usaha bisnis termasuk UMKM,” ungkap Firman.

Firman menilai dengan kehadiran PLTA Batangtoru juga diiringi dengan program CSR untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti memberangkatkan rombongan petani kopi di sekitar kawasan Batangtoru. Hal ini, untuk mendorong peningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kemudian pengolah kopi asal Sipirok yang berjumlah 38 orang melakukan studi banding ke Kabupaten Aceh Tengah yang dijuluki Kota Kopi. Karena memang Kopi Gayo sudah terkenal hingga dunia,” ucap Firmas.

Dalam studi banding itu, para petani akan belajar penanganan pengolahan kopi di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya ke koperasi petani kopi, Baburrayyan.

“Jumlah ekspor yang dilakukan koperasi tersebut ke Amerika Serikat dan Eropa sebanyak 110 kontainer per tahun. Harga satu kontainer mencapai Rp 1,5 Miliar. Petani dan pengolah kopi di Sipirok dan Batangtoru memiliki potensi pendapatan yang sama dengan petani dan pengolah kopi di Aceh Tengah tersebut,” tandasnya.(gus/ram)

2018, Sumut Ventura Realisasi Pembiayaan Rp26,8 Miliar, Targetkan Pembiayaan Rp300 Miliar di Tahun 2019

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos JELAS: Direktur Regional Sumatera PT Sarana Sumut Ventura, Sri Wahyuni saat memberikan pemaparan terkait bisnis Sumut Ventura kepada wartawan di Medan, Selasa (26/2).
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
JELAS: Direktur Regional Sumatera PT Sarana Sumut Ventura, Sri Wahyuni saat memberikan pemaparan terkait bisnis Sumut Ventura kepada wartawan di Medan, Selasa (26/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Realisasi penyaluran pembiayaan PT Sarana Sumut Ventura di tahun 2018 mencapai Rp26,8 miliar. Untuk tahun 2019, perusahaan ini menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 300 miliar.

Direktur Regional Sumatera PT Sarana Sumut Ventura, Sri Wahyuni kepada wartawa mengungkapkan Ventura sudah memiliki 24 kantor di seluruh Indonesia di tahun ini.

“Saat ini, Sumut Ventura baru ada enam cabang yakni di Medan, Tangerang, Ciputat, Malabar, Cimahi dan Bandung. Tentu dengan penambahan 24 cabang sehingga nanti totalnya 30 cabang, kami optimis bisa menyalurkan pembiayaan Rp300 miliar tahun 2019 ini,” ucap Wahyuni di Kantor Sumut Ventura Medan, Selasa (26/2).

Wahyuni menjelaskan saat ini Sumut Ventura memiliki aset mencapai Rp70 miliar, yang menjadi sumber dananya. Pendanaan masih bergantung pada pemegang saham. Dengan itu, dirinya mengharapkan adanya pendanaan dari pemerintah, bank dan lembaga lain yang memiliki fokus ke segmentasi mikro.

“Bisnis Sumut Ventura saat ini lebih fokus pada pembiayaan ultramikro. Sejak diluncurkan pada November 2017, pembiayaan mikro terus tumbuh dan di tahun 2018 mampu menyalurkan pembiayaan Rp15 miliar dengan nasabah sebanyak 6.700 di enam kantor cabang. Dari jumlah itu, Medan masih mendominasi dengan 5.500 nasabah,” jelas Wahyuni.

Sejauh ini, pembiayaan Sumut Ventura terbesar masih ke sektor perdagangan dengan persentase sebesar 91%.

Sisanya adalah sektor jasa, pertanian dan industri kecil. Pembiayaan yang ditawarkan yakni berkisar Rp 1 hingga Rp 3 juta untuk siklus pertama, lalu siklus kedua hingga Rp 8 juta, dan siklus ketiga hingga Rp 10 juta. Lama pinjamannya 6-12 bulan dengan suku bunga sebesar 2,6% per bulan.

“Nasabah mikro Sumut Ventura hampir semuanya ibu-ibu. Karena ini pembiayaan sentra, maka penyalurannya berkelompok dengan jumlah minimal 15 orang. Tentu dengan komitmen memberikan pembiayaan ke sektor yang produktif, sangat diharapkan bisa membantu membesarkan usaha ibu-ibu tersebut,” kata Wahyuni.

Terkait kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL), per Desember 2018 ada dikisaran 3%. Menurut Wahyuni, persentase tersebut terbilang kecil apalagi mengingat pembiayaan mikro tersebut tanpa jaminan.

Wahyuni mengungkapkan sangat diharapkan ada suntikan dana dari pihak lain agar pembiayaan ultra mikro yang digagas pihaknya bisa terus berkembang.”Paling penting, bisa membiayai lebih banyak usaha mikro di Sumut bahkan di seluruh Indonesia,” tandasnya. Sementara itu, Direktur Credit & Recovery PT Sarana Sumut Ventura Azwar mengatakan, pihaknya yang betul-betul memberikan perhatian ke sektor ultra mikro bisa mendapatkan suntikan dana. Memang pemerintah sudah memberikan concern dan perhatian ke sektor mikro.

“Tapi itu memang belum optimal. Jadi kami berharap dari pemerintah memberikan support yang optimal dalam rangka memberdayakan pelaku usaha ultra mikro. Karena kalau untuk sektor ini, tingkat return dari usaha-usaha mereka cukup tinggi. Bahkan return-nya harian makanya angsurannya dibuat mingguan,” katanya.

Tapi keterbatasannya sarana dan prasarana. Tapi pemerintah tentu sudah punya regulasi untuk mengaturnya dan ada dana yang disisihkan untuk mendukung usaha-usaha itu.”Nah, untuk itulah Sumut Ventura bisa sebagai perantara untuk menyalurkannya dan menambah apa yang selama ini sudah dilakukan dalam hal pembiayaan usaha ultra mikro,” pungkasnya. (gus/ram)

PT PeSeMeS Muncul Lagi, Babak Baru Dualisme

istimewa RAPAT: Rudi Hartawan Tampubolon bersama Syukri Wardi saat rapat PT PeSeMeS di Hotel Madani, Selasa (26/2).
istimewa
RAPAT: Rudi Hartawan Tampubolon bersama Syukri Wardi saat rapat PT PeSeMeS di Hotel Madani, Selasa (26/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain turun kasta ke Liga 2, kisah buruk PSMS akan kembali berlanjut. Di tengah adanya upaya untuk membawa perubahan ke PSMS, kini muncul lagi babak baru dualisme. PT PeSeMeS yang sebelumnya menggugat PT Kinantan Medan Indonesia terkait merek dan logo kini mengklaim memiliki PSMS secara hukum dan mendapat pengakuan PSSI.

Untuk itu PT PeSeMeS meminta segala hal yang ingin bekerja sama dengan PSMS harus melalui pihaknya. Karena mereka menganggap sebagai pengelola yang sah.

“PSMS ini yang miliki kami, bukan miliki orang lain. Kami sudah sahkan ini sejak 2013 dan diakui oleh PSSI. Jadi kami mengimbau, kepada pihak-pihak yang ingin mengelola PSMS untuk menahan diri. Karena saat ini sedang dalam sengketa. Kami tidak mau, ada orang yang mau mengelola PSMS ini terhambat,” kata Presiden Direktur PT PeSeMeS, Rudi Hartawan usai rapat di Hotel Madani Medan, Selasa (26/2).

Sebelumnya PT PeSeMeS mulai muncul kembali ke permukaan di tengah perjalanan PSMS di Liga 1 2018. PSMS yang berada di bawah naungan PT Kinantan Medan Indonesia ketika itu sudah mendapat gugatan. Bahkan sudah sampai ke Pengadilan Negeri Medan. Namun Manajemen di bawah PT Kinantan Medan Indonesia sampai saat ini tetap mengelola PSMS.

Ternyata PT PeSeMeS belum menyerah. Bahkan di tengah upaya NorthCliff yang ingin mengambil alih manajemen PSMS, PT PeSeMeS tak peduli. Menurutnya pihaknya yang harus dihubungi soal hal itu.

“Sebenarnya kami juga ingin PSMS ini maju, cuma kan harus jelas dulu prosesnya. PSMS ini miliki kami. Ibaratnya mau meminjam teras rumah, harus izin dulu. Tapi ini sudah laim cerita, ini PT dan ada sahamnya, tidak bisa main-main dan sembarangan,” tambahnya.

Rudi juga mengingatkan kasus yang mengatasnamakan PSMS diluar dari PT mereka, akan dipidanakan. Sebab, saat ini, ia menilai kasus pengelolaan PSMS sudah memasuki ramah hukum pidana. Bukan hikam perdata lagi.

“Proses hukum sekarang sudah berjalan. Ini PT, bukan main-main. Secara hukum juga sudah tidak perdata lagi melainkan pidana. Kita sudah laporkan soal ini, dan sudah ada beberapa orang yang sudah tersangka,” katanya.

Lanjut, Rudi, selanjutnya mereka akan menghadap PSSI terkait permasalahan ini. “Setelah ini kami akan ke PSSI terkait kepemilikan PT ini. Jadi jangan ada lagi PT yang lain untuk mengelola PSMS ini. Karena kami lah yang sah. Sekarang permasalahan ini harus selesai, supaya tidak ada konflik lagi dalam pengelolaan PSMS,” pungkasnya. (don)

Genjot Layanan Premium, Bank Mandiri Raih Best Private Bank Indonesia Domestic

ist BERSAMA: Para direksi Bank Mandiri berfoto bersama usai paparan kondisi keuangan triwulan IV/2018 Bank Mandiri, beberapa waktu yang lalu.
ist
BERSAMA: Para direksi Bank Mandiri berfoto bersama usai paparan kondisi keuangan triwulan IV/2018 Bank Mandiri, beberapa waktu yang lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Mandiri meraih penghargaan “Best Private Bank-Indonesia Domestic” dari Asian Private Banker yang berbasis di Hong Kong untuk yang ketiga kalinya. Penghargaan tersebut diberikan karena 1.700 dari 54.000 nasabah Wealth Management mereka merupakan nasabah Private Banking.

Adapun, dana nasabah Wealth Management yang dikelola Bank Mandiri (Fund Under Management) per Desember 2018 tercatat Rp 195,5 triliun, meningkat dari Rp 192,6 triliun pada Desember 2017.

Dari nilai tersebut, kontribusi FUM nasabah private banking sekitar Rp 55 triliun. Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, penghargaan tersebut membuktikan bahwa strategi bisnis yang diterapkan pada segmen ini sesuai dengan ekspektasi pasar.

“Ke depan, kami akan terus berinovasi dan berkreasi dalam layanan agar dapat menjadi mitra private banking terpilih,” kata Hery dalam keterangan tertulis, Jumat (22/2).

Hery menjelaskan, salah satu strategi itu adalah kemitraan strategis dengan Lombard Odier yang dilakukan pada awal tahun lalu. Dengan kerjasama ini, Mandiri Private memanfaatkan akses global Lombard Odier dan memperkenalkan manajemen portofolio berdasarkan risiko kepada orang-orang tajir (High Net Worth Individual/HNWI) Indonesia.

Mandiri Private juga membantu klien menghadapi volatilitas pasar dan menghasilkan pengembalian investasi yang optimal. Hal ini dicapai melalui kemitraan bank dengan sembilan manajer investasi lainnya.

Menurut Laporan Kekayaan Asia-Pasifik Capgemini 2018, kemitraan ini menawarkan rangkaian solusi dan produk khusus untuk golongan HNWI domestik yang diperkirakan bernilai aset 661 miliar dollar AS pada akhir 2017.

Hery menambahkan, untuk melayani dengan baik klien yang sudah ada dan menangkap potensi yang masih bertumbuh, Mandiri Private proaktif berinvestasi dalam kualitas relationship manager dengan melengkapi pengetahuan yang diperlukan untuk menyediakan informasi pasar baik domestik dan internasional.

“Seluruh relationship manager di Mandiri Private harus menjalani sertifikasi di berbagai bidang, termasuk perencanaan keuangan, asuransi, dan manajemen risiko,” kata Hery.

Keberhasilan program pelatihan Mandiri Private dibuktikan oleh fakta bahwa Net New Assets mencatat pertumbuhan. Lebih dari 40 persen aset baru disumbangkan dari klien baru.

“Ini merupakan pencapaian yang layak mengingat kondisi pasar yang menantang di tahun 2018,” lanjutnya. (rel/ram)

PLN UP3 Bukit Barisan Diresmikan

ist for Sumut Pos SALAMAN: General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, bersalaman dengan Manager UP3 Bukit Barisan Hero Pardede saat peresmian PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bukit Barisan di Gundaling, Selasa (26/2) kemarin.
ist for Sumut Pos
SALAMAN: General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, bersalaman dengan Manager UP3 Bukit Barisan Hero Pardede saat peresmian PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bukit Barisan di Gundaling, Selasa (26/2) kemarin.

SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut meresmikan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bukit Barisan, eks Wisma Tele Flora di Gundaling, Selasa (26/2) siang.

Peresmian itu dilakukan General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, disaksikan para Senior Manager PLN UIW Sumut, para Manager PLN UP3 di UIW Sumut dan Manager UP3 Bukit Barisan Hero Pardede.

Turut juga menyaksikan Ketua Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut Buya KH Amiruddin MS yang sekaligus memberikan tausyah pada peresmian itu, para Kepala PLN ULP di lingkungan PLN UP3 Medan dan pegawai PLN Medan Utara, yang ditarik bergabung dari sejumlah PLN UP3, PLN ULP dan PLN UIW Sumut.

PLN UP3 Bukit Barisan merupakan pemekaran dari PLN UP3 Binjai. Artinya pelayanan listrik di empat kabupaten yakni Kabupaten Karo, Dairi, Langkat, Pakpak Bharat yang sebelumnya ditangani Binjai dilepas dan dikelola ke Kantor UP3 Bukit Barisan.

Adapun aset yang diserahkan seperti Jaringan Tegangan Menengah (JTM) Jaringan Tegangan Rendah (JTR), trafo, tiang TM, tiang TR dan penyulang.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengharapkan hadirnya PLN UP3 Bukit Barisan semakin memperkuat pelayanan kepada pelanggan Sumut, khususnya di wilayah UP3 Bukit Barisan.

Saat ini Bukit Barisan mengelola tujuh Unit Layanan Pelanggan (ULP) yakni ULP Kuala, Tiga Binanga, Kabanjahe, Pancurbatu, Brastagi dan Sidikalang.

Sebelumnya, Feby Joko Priharto melantik Hero Pardede sebagai Manager PLN UP3 Bukit Barisan bersama lainnya di Ruang Gundaling, Kantor PLN UIW Sumut, Senin (25/2/2019) pagi. Sebelumnya Hiro Pingkir Pardede bertugas UP3 UIW Sulawesi Tenggara Gorontalo.

Feby Joko Priharto secara khusus menitipkan agar memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan di wilayah kerja UP3 Bukit Barisan.

“Saya harapkan, Manajer yang baru bertugas di daerah ini nantinya menuntaskan seluruh pelayanan terkait kelistrikan mulai dari penambahan pelanggan, melaksanakan sosialisasi kelistrikan, menuntaskan listrik masuk desa, meningkatkan pelayanan bagi pelanggan seperti kemudahan pemasangan jaringan, menjual produk listrik seperti layanan premium dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Hiro Pardede menyampaikan apresiasi kepada Direksi PLN maupun kepada General Manager PLN Sumut Feby Joko Proharto. Kemudian Hiro mengajak semua pihak, khususnya para pegawai PLN UP3 Bukit Barisan untuk menjadikan UP3 yang baru itu menjadi salah satu yang terbaik di PLN UIW Sumut.

Dikatakannya, listrik ini sekarang ini merupakan kebutuhan primer dan utama bagi masyarakat karenanya kita harus kompak memberikan pelayanan bagi masyarakat agar pelanggan merasa nyaman dan semakin banyak menggunakan listrik.

“Kita harus bisa mencari konten baru untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat akan listrik sehingga penjualan meningkat. Kedepannya kita harapkan kelistrikan ini menghidupkan dan membangun roda perekonomian di daerah itu,” pungkasnya.

Seremonial kegiatan ini dihadiri mewakili Bupati, camat, polisi, kodim, Koramil dan pemuka masyarakat.

Dalam acara itu, GM PLN UIW Sumut juga memberikan santunan kepada anak yatim yang ada di wilayah itu yang bersumber dari Yayasan Baitul Mal PLN UIW Sumut. (rel/ila/ram)

Sony Luncurkan Xperia 10 dan 10 Plus

Xperia-10-and-10-Plus_Family
Xperia-10-and-10-Plus_Family

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selain smartphone flagship Xperia 1, Sony juga merilis tiga smartphone anyar yang menyasar segmen pasar yang berbeda. Ada Xperia 10 dan 10 Plus yang menyasar kelas mid-range dan juga Xperia L3 yang menyasar kelas entry-level.

Sama seperti Xperia 1, ketiga smartphone ini juga diumumkan Sony di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019. Sony Xperia 10 dan 10 Plus juga mengusung desain bongsor seperti Xperia 1, dengan rasio aspek layar 21:9.

Dilansir dari GSMArena, Senin (25/2) bedanya, Xperia 10 dan 10 Plus menggunakan display LCD dan bukan 4K OLED seperti yang digunakan Xperia 1.

Xperia 10

Xperia 10 memiliki layar berukuran 6 inci dengan resolusi 1080p+. Sony memilih untuk tidak menggunakan notch dan memberikan sedikit bezel untuk kamera depan di sisi atas.

Smartphone ini dilengkapi dengan dua kamera belakang, yaitu kamera utama berukuran 13MP dan sensor depth sebesar 5MP. Kamera ini mampu merekam video 4K dan didukung dengan fitur SteadyShot. Sedangkan kamera depannya berukuran 8MP.

Untuk jeroannya, Sony memilih menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 630. Xperia 10 dibekali dengan RAM sebesar 3GB dan memori internal sebesar 64GB yang kapasitasnya dapat ditambah menggunakan microSD.

Kapasitas baterainya sebesar 2.870 mAh yang sayangnya tidak didukung dengan kemampuan fast charging.

Xperia 10 Plus

Xperia 10 Plus merupakan versi terjangkau dari Xperia 1. Ukuran layarnya mencapai 6,5 inci, sama dengan Xperia 1, dengan resolusi 1080p+ (1080×2520 pixel).

Sony membekali Xperia 10 Plus dengan dua kamera belakang, yaitu kamera utama berukuran 12MP dengan sensor 1/2.8″ serta kamera telephoto berukuran 8MP. Kamera ini dapat merekam video 4K dalam format 16:9 maupun 21:9. Sama seperti saudara lainnya, kamera selfie-nya juga berukuran 8MP.

Xperia 10 Plus menggunakan prosesor mid-range Qualcomm Snapdragon 636, sama seperti Xperia 10. Smartphone ini dibekali RAM sebesar 4GB dan memori internal sebesar 64GB plus slot microSD hingga 512GB.

Untuk tenaganya, Sony menyisipkan baterai berkapasitas 3.000 mAh. Sayangnya, sama seperti Xperia 10, smartphone ini juga tidak didukung dengan fitur fast charging. (dtc/ram)

Daihatsu Umumkan Penjualan Awal Tahun 2019, Sigra dan Xenia Paling Diminati

SIGRA: Daihatsu Sigra menjadi penyumbang terbesar dalam penjualan pada awal Januari 2019 untuk PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
SIGRA: Daihatsu Sigra menjadi penyumbang terbesar dalam penjualan pada awal Januari 2019 untuk PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) umumkan penjualan mereka selama Januari 2019 kemarin.

Sepanjang periode tersebut, pabrikan asal Jepang ini sukses torehkan angka penjulan retail sebesar 16.274 unit dan wholesales sebesar sebesar 14.769 unit.

Terjadi pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana Daihatsu catatkan penjualan retail sebesar 15.896 unit.

Terkait pasar otomotif nasional, penjualan retail sales Daihatsu meraih pangsa pasar 18,7 persen dari volume retail nasional 87.048 unit.

“Kami bersyukur, Daihatsu mengawali tahun 2019 dengan capaian penjualan yang cukup baik,” ujar Amelia Tjandra, selaku Marketing Director ADM, Rabu (20/2).

“Daihatsu akan terus meningkatkan pelayanan penjualan dan purnajual bagi seluruh Sahabat Daihatsu di Indonesia,” lanjutnya dalam siaran resmi Daihatsu.

Namun sayangnya low-MPV mereka yakni Grand New Xenia malah mengalami penurunan penjualan, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dalam siaran resminya, kembaran dari Toyota Avanza ini sukses catatkan penjualan retail sebanyak 2.299 unit.

Sedangkan di periode yang sama di 2018, Xenia berhasil bukukan angka penjualan retail sebesar 3.027 unit.

Begitupun dengan wholesales-nya, pada Januari 2019 Xenia berhasil catatkan angka sebesar 3.037 unit.

Sedangkan di periode yang sama 2018 lalu, Xenia berhasil bukukan angka penjualan pabrik ke dealer (wholesales) sebesar 3.912 unit.

Selain menyematkan beragam fitur-fitur terbaru, Daihatsu juga memberikan opsi mesin yang lebih bertenaga, yakni dengan pilihan mesin 1.500 cc.

Bahkan, Daihatsu pun sempat optimis dengan menaikkan target mereka untuk Grand New Xenia dari generasi sebelumnya.

Penjualan retail sales Daihatsu didominasi Sigra dengan 4.260 unit, berkontribusi sebesar 26 persen.

Pada sisi whole sales, Daihatsu juga dipimpin oleh Sigra sebanyak 3.827 unit dengan kontribusi 26 persen. (rel/ram)