Home Blog Page 5546

Berdalih Sakit, Mujianto Hadiri Kenduri Renovasi Kantor MUI, Kejati Sumut Tidak Bereaksi!

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Baru-baru ini, Mujianto muncul di media. Padahal kepada penyidik, terdakwa penipuan ini mengaku sedang sakit.Pengusaha properti Medan tersebut, menghadiri kegiatan kenduri renovasi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Jumat (15/2) lalu.

Namun, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), sepertinya tidak bereaksi sebagai pihak yang telah menangguhkan penahanan Mujianto dengan alasan sakit.

“Oh…dia (Mujianto) kan memang tidak ditahan, jadi sah-sah aja,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Sumut Pos, Minggu (24/2).

Sumanggar pun mengaku, tidak mengetahui sampai kapan status tahanan kota Mujianto berakhir.

“Belum tau, karena Jaksa M Taufik yang menangani kasus Mujianto lagi diklat. Nanti aku tanya ke dia ya,” dalihnya.

Kejatisu tidak mempunyai alasan mengapa hingga kini, Mujianto yang kasusnya telah P21 (lengkap) tak kunjung dilimpahkan ke pengadilan.

Kata Sumanggar, tidak ada batas waktu pelimpahan Mujianto ke pengadilan mengingat yang bersangkutan tidak ditahan.

“Karena dia kan tidak dilakukan penahanan, kalau dilakukan penahanan baru ada batasannya. Berkasnya udah lengkap, maksudnya pengembangan dari P21 itu,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pusat Studi Pembaharuan Hukum dan Peradilan (Pushpa), Muslim Muis mengaku heran dengan wara-wirinya Mujianto. Sebaiknya menurut Muslim, Kejaksaan Agung RI mengambil alih penanganan kasusnya.

“Ini sudah tidak benar, sebaiknya Kejagung turun tangan mengambil alih kasusnya agar tercipta kepastian hukum,” tegasnya.

Muslim tidak mengaku heran, apalagi sebelumnya Mujianto pernah berstatus DPO sewaktu masih dalam penyidikan Polda Sumut. Menurutnya, itulah pentingnya mengapa dia mendesak Kejagung untuk mengambil alih kasusnya dari Kejatisu.

“Kejatisu sudah tidak mampu lagi, itulah saya katakan Kajagung harus ambil alih,” tandasnya.

Sebelumnya, Mujianto bersama pemangku jabatan kota Medan lainnya, menghadiri kegiatan kenduri renovasi kantor MUI Medan beberapa hari lalu.

Mujianto dari Yayasan Budha Tzu Chi, bahkan didapuk memberikan kata sambutan pada acara tersebut.

Diketahui, Mujianto dan rekannya Rosihan Anwar dijerat dalam kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp3 miliar terhadap Armen Lubis. Keduanya tidak menjalani penahanan (ditangguhkan) semenjak berkasnya dilimpahkan dari Polda Sumut ke Kejatisu.

Pertimbangannya, karena Mujianto dalam keadaan sakit infeksi empedu berdasarkan keterangan medis di RS Mount Elisabeth Singapura. Selain itu, Mujianto juga memberikan uang jaminan sebesar Rp3 miliar.

Uang jaminan tersebut, nilainya sama dengan kerugian yang diderita oleh A Lubis dalam proyek penimbunan tanah seluas satu hektar di Kampung Salam, Kelurahan Belawan II, Kecamatam Belawan, Juli 2014 silam.

Mujianto dilaporkan Armen Lubis sesuai STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017, atas kasus penipuan dengan kerugian material sebesar Rp3,5 miliar. (man/ala)

Mio VS Jupiter, Satu Tewas

SOPIAN/SUMUT POS MENINGGAL: Doni, meninggal dunia akibat laka lantas. Jenazah berada di rumah sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
MENINGGAL: Doni, meninggal dunia akibat laka lantas. Jenazah berada di rumah sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan terjadi antara sepeda motor Yamaha Mio BK 4451 ANG dengan Yamaha Jupiter MX BK 4454 ZB, Sabtu (23/2) sekira pukul 20.00 WIB. Satu orang tewas di lokasi kejadian.

Doni (20), pengendara Yamaha Mio tewas seketika karena mengalami luka berat di bagian kepala. Warga Dusun III, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Sedangkan pengendara Yamaha Jupiter, Sawab Wijaya (20) mengalami luka robek di bagian dahi. Warga Dusun V, Desa Laut Tador, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara kemudian dirawat di RS Chevani Kota Tebingtinggi.

Kanit Laka Polres Tebingtinggi Aiptu K Napitupulu mengatakan, peristiwa terjadi di Jalinsum Medan-Kisaran. Persis dekat Kantor Koramil Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai. “Saat itu, pengendara Mio datang dari arah Medan menuju arah Kisaran. Korban berupaya mendahuli sebuah mobil yang tidak diketahui nomor polisinya,” jelas Napitupulu.

Namun, dari arah berlawanan datang pengendara Yamaha Jupiter yang melaju cukup cepat. Kecelakaan tidak bisa terhindarkan lagi.

“Kerugian materi Rp2 juta dan korban meninggal satu orang,” jelasnya. (ian/ala)

Ingin Membuktikan Isu Kibus, Eks Sopir Kopaja Bantai Tetangga

BATARA/SUMUT POS TEWAS: Haris Tambunan tewas usai ditikam tetangganya, Rudi Sibarani, Minggu (24/2).
TEWAS: Haris Tambunan tewas usai ditikam tetangganya, Rudi Sibarani, Minggu (24/2).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Rudi Sibarani (39) warga Jalan Kampung Bersama Kelurahan Cemara Kecamatan Lubukpakam menyesali perbuatannya saat meringkuk di sel tahanan Polsek Lubukpakam. Usai menikam bahu dan pinggang Haris Tambunan (30) tetangganya, mantan sopir angkutan kota (Angkot) Kopaja langsung diamankan personel Reskrim Polsek Lubukpakam.

PERISTIWA terjadi di Jalan Kampung Bersama, Kelurahan Cemara, Lubukpakam, Minggu (24/2). Awalnya, penikaman Haris Tambunan dipicu dari keinginan Rudi Sibarani membuktikan kebenaran isu yang menyebabkan teman mereka ditangkap polisi.

Namun, ketika korban diajak oleh pelaku untuk membuktikan kebenaran isu itu dihadapan Inyek (35) teman korban dan pelaku, sepertinya korban menolak ajakan itu.

Alasan penolakan pun tak disampaikan pelaku hingga membuatnya geram. Belum jauh berangkat dari rumah pelaku, korban disuruh menunggu. Sedangkan pelaku balik Ke rumahnya.

Mengaku karena dipengaruhi tuak bercampur geram, pelaku langsung mengambil pisau cutter dari dapur rumahnya dan kembali menemui korban. Walau sudah diajak baik baik, namun korban tetap menolak.

Akibatnya emosi pelaku memuncak. Ia langsung menikam bahu dan pinggang korban dengan pisau cutter yang dibawa dari rumah.

Darah segar pun langsung muncrat dari tubuh korban. Untuk menghindari tikaman yang lebih fatal lagi, korban berlari sambil berteriak minta tolong.

Korban kemudian tidak berdaya dan terjatuh bersimbah darah. Warga pun berdatangan dan langsung membawa korban ke RSUD Deliserdang.

Warga pun heboh. Kabar tersebut tak lama sampai ke Polsek Lubuk Pakam. Tak lama, Tim Reskrim Polsek Lubuk Pakam tiba di lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

“Awalnya aku hanya mau ngemop saja. Biar jelas aku tahu siapa yang mengkibuskan kawan ku ditangkap polisi. Tapi karena dia jogal aku makin emosi maka kutikam dia (korban),” kata Rudi saat ditemui di Mapolsek Lubukpakam, Minggu (24/2).

Rudi mengaku sangat menyesal atas perbuatannya. Apalagi mereka adalah tetangga seberang rumah.

Bahkan saat merantau ke Jakarta pada tahun 2005 lalu, mereka berdua sempat tinggal dalam satu rumah kontrakan. “Kami sempat sama di Jakarta. Tapi selalu nya aku dianggap macam anak kecil saja sama si Haris. Itupun aku masih maklum karena sekampung,” kata Rudi. Sementara, Kanit Reskrim Polsek Lubuk Pakam Iptu Herwin membenarkan kejadian itu. Herwin mengatakan, korban masih dalam kondisi kritis saat dirujuk ke RS Adam Malik Medan.

“Pelaku sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan intensif tentang motif nya”, kata Herwin.(btr/ala)

4 Santri Pesantren Dar Fatimah Kabur

ist kabur: empat santri yang diasuh Pesantren Dar Fatimah dikabarkan kabur meninggalkan pondoknya.
ist
kabur: empat santri yang diasuh Pesantren Dar Fatimah dikabarkan kabur meninggalkan pondoknya.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Empat santri yang diasuh Pesantren Dar Fatimah dikabarkan meninggalkan pondoknya di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan IX, Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara, sejak Rabu (20/2) lalu. Lima hari berlalu mereka tidak pulang, pengurus Pesantren Dar Fatimah mengaku sudah membuat Laporan Polisi ke Polsek Binjai Utara.

KABAR ini diperoleh Sumut Pos melalui pesan berantai dalam Grup WhatsApp. Keempat santri masing-masing, Andika Lesmana (12), Aldi Andika Manurung (12), Muhammad Rafli (13) dan Jojo (13).

Pesan tersebut juga mencantumkan nomor yang dapat dihubungi ketika masyarakat melihat keempat santri itu. Dalam pesan berantai tersebut, keempatnya meninggalkan Pesantren Dar Fatimah ketika waktu istirahat, pukul 14.00 WIB.

“Belum pulang. Sudah kita cari. Ini sudah kita lapor ke Kapolsek (Binjai Utara),” ujar Sarbaini, perwakilan Pesantren Dar Fatimah ketika dikonfirmasi, Minggu (24/2).

Ditanya lebih lanjut, Sarbaini menolak menjelaskan. Menurut dia, keempat santri yang tidak pulang ini sudah dilakukan pencarian.

“Konfirmasi ke dia saja (Kapolsek). Datang saja ke sana, ke Polsek,” sambung dia.

Namun, keterangan berbeda dikeluarkan Kapolsek Binjai Utara. Kompol Sarponi Lahat menyatakan, Pesantren Dar Fatimah tidak ada membuat laporan polisi secara tertulis.

Hanya saja, sambung mantan Wadanyon B Pelopor Satbrimobdasu ini, mereka datang ke SPKT Polsek Binjai Utara mengabarkan bahwa keempat santri Pesantren Dar Fatimah belum kembali ke pondok.

Namun, Sarponi tak menjelaskan secara rinci waktu persisnya perwakilan Pesantren Dar Fatimah mengabarkan hal ini.

“Katanya di Stabat. Dia sudah lapor ke kita, tapi belum buat LP. Saya sudah bilang ke anggota untuk bantu mencarinya. Kita tetap bantu cari, siapa tahu bisa jumpa tolong dibantu,” pungkas mantan Kasubden 3 Anti Teror Datasemen Gegana Polda Sumut ini.(ted/ala)

Demi Ekspor Olahan Sawit, Mendag Buka Kran Impor Gula Mentah dari India

.
.

NEW DELHI, SUMUTPOS.CO – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Penerbangan Sipil India, Suresh Prabhu, melakukan pertemuan bilateral. Membahas kerja sama ekonomi dan merundingkan penurunan bea masuk minyak kelapa sawit olahan (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil/RBDPO).

Pertemuan itu, merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Mendag ke India. Berlangsung di kediaman Menteri Suresh, New Delhi, India, pada Jumat (22/2). Saat ini, tarif bea masuk India untuk RBDPO dari Indonesia 5 persen lebih tinggi dari bea masuk produk serupa asal Malaysia.

“Kami meminta agar tarif bea masuk RBDPO Indonesia ke India diturunkan 5 persen melalui skema ASEAN-India Free Trade Agreement agar sama besarannya seperti yang berlaku untuk Malaysia yaitu 45 persen. Sebagai imbalan, Indonesia bersedia membuka akses pasar gula mentah dari India yang dibutuhkan oleh industri nasional”, terang Mendag dalam keterangan resmi dari New Delhi, India, Sabtu (23/2).

India memiliki kualitas gula bagus. Dapat dijadikan sebagai sumber pasokan produk gula mentah. Selama ini produk itu masih diimpor dari Thailand dan Australia. Menteri Suresh Prabhu menyambut positif rencana kerja sama itu.

“Respons sangat positif, dan beliau menginstruksikan pejabat teknis terkait agar segera mengambil langkah memenuhi permintaan tersebut,” jelas Mendag.

Kedua Menteri berkomitmen meningkatkan hubungan ekonomi melalui penyelesaian hambatan tarif dan nontarif. Sejalan dengan prinsip kolaborasi dan kemitraan pertemuan India-ASEAN Expo and Summit ke-4 yaitu, ‘Co-creating the Future’.

India-ASEAN Expo and Summit ke-4

Dalam rangkaian kegiatan India-ASEAN Expo and Summit ke-4, Mendag juga menyampaikan pidato khusus pada sesi panel yang mengangkat tema “Deepening Trade and Investment: Addressing Technical Barriers to Trade”. Mendag menyampaikan keprihatinannya terhadap hambatan perdagangan.

Meskipun hambatan tarif diturunkan, namun jumlah hambatan nontarif semakin meningkat. Berdasarkan data WTO, tarif yang diberlakukan sama bagi semua Negara anggota WTO (most favoured nation/MFN) menurun dari angka 15 persen pada 1995 menjadi 9 persen di tahun 2018.

Pada saat yang bersamaan, terdapat 625 hambatan nontarif yang dinotifikasi ke WTO setiap tahun. Meningkat menjadi 1.400 hambatan nontarif pada 2005 dan 2017.

“Di ASEAN, rata-rata penurunan tarif dari tahun 2000 ke 2018 mencapai hingga 50 persen dari besaran tarif semula, namun jumlah hambatan nontarifnya meningkat tiga kali lipat. Hambatan nontarif memang sah dan diatur oleh WTO, namun penggunaannya yang berlebihan dan diskriminatif akan menambah biaya, yang pada akhirnya merugikan industri dan konsumen kita,” ungkap Mendag.

Pembuat kebijakan harus bisa memastikan aturan teknis yang diterapkan tidak menghambat pasar, meningkatkan standar kualitas produk, memberikan perlindungan bagi konsumen, serta memberikan ruang berinovasi dan berkompetisi secara adil.

Menteri Suresh Prabhu berkomitmen turut serta mendorong penyelesaian perundingan RCEP. Namun karena adanya Pemilu pada Bulan April, India belum dapat berkomitmen penyelesaian beberapa isu sensitif. (jpc/ram)

Hindari Tabrakan, Lala Terjun ke Sungai

SOLIDEO/SUMUT POS PENCARIAN: Dibantu warga, polisi melakukan pencarian di Sungai Lau Biang Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Minggu (24/2).
SOLIDEO/SUMUT POS
PENCARIAN: Dibantu warga, polisi melakukan pencarian di Sungai Lau Biang Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Minggu (24/2).

Hindari tabrakan, Lala Milala (17) terjun bebas dari atas sepeda motor yang dikendaraianya ke Sungai Lau Biang Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Minggu (24/2) sekira pukul 13.20 WIB. Hingga berita ini dilansir, polisi dibantu masyarakat belum berhasil menemukan korban.

PERISTIWA yang membuat gempar ini bermula saat korban melaju kencang mengendarai sepeda motornya dari arah Kabanjahe. Di saat bersamaan, sebuah mobil melaju dari arah berlawanan.

Untuk menghindari tabrakan, korban banting stang sepedamotornya ke kiri, hingga menabrak tembok jembatan. Alhasil, seketika itu juga korban terpental dan terjun bebas ke sungai yang ber-arus deras.

Sekdes Kandibata Valentinus Ginting menuturkan, saat itu korban datang dari arah Kabanjahe menuju Munte. Korban berkendara dengan kecepatan tinggi.

Untuk mengelakkan mobil dari arah berlawanan, korban gugup dan sempat menghantam tembok pembatas jalan. Akibatnya, korban tergelincir dan jatuh ke jurang Sungai Lau Biang dengan kedalaman berkisar 15 meter dari jalan. Sedangkan sepeda motor korban tinggal di jembatan.

Keluarga korban dan aparat kepolisian terus melakukan penyisiran sungai untuk mencari korban.

Menurut Kasat Lantas Polres Karo AKP Edward Simamora, saat itu korban melaju dari arah Kabanjahe hendak pulang ke desanya, Desa Biak Nampe, Kecamatan Munthe.

“Sampai saat ini, korban belum ditemukan. Bersama dengan warga, kita masih melakukan pencarian,” ujar Edward. (deo/ala)

BCA akan Akuisisi Bank Kecil

Logo BCA
Logo BCA

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan mengakuisisi bank kecil dan prosesnya ditargetkan selesai tahun ini. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan proses akuisisi tersebut berjalan baik dan dipastikan tak akan molor lagi.

Cuma, Jahja masih enggan menyebut nama bank tersebut. Menurutnya pengumuman bank akuisisi akan dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Nama banknya kita enggak mau sebut dulu. Iya RUPS selesai, disetujui kita umumkan,” kata Jahja dalam acara BCA Expoversary, di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (23/2).

Dia menyebutkan, aksi korporasi tersebut diprediksi bisa berpengaruh pada pergerakan saham, oleh sebab itu emiten dengan kode BBCA ini hati-hati mengumumkan proses akuisisi ke publik.

“Relatif material. Material itu bukan dari segi value ya. Material itu kalau sampai mempengaruhi saham. Nah kita kan enggak tahu, waktu kita announce, BCA terpengaruh apa enggak. Jadi kita enggak berani ambil resiko. Sebab itu kita harus persetujuan RUPS dulu, baru sesudah itu kita announce ke market,” ujar dia.

Rencana akuisisi ini sudah dibicarakan rutin oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini perseroan sedang menunggu hasil due diligence dan harga jual bank incaran. (jpc/ram)

Perkuat Suplai Gas untuk Masyarakat, PGN Dapat Pasokan Gas dari Santos

PGN
PGN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Santos Pty Ltd yang mengelola lapangan Meliwis (Madura Offshore). Tambahan pasokan ini akan semakin memperkuat suplai gas PGN untuk pelanggan dan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Direktur Komersial PGN, Danny Praditya mengungkapkan, PJBG bersama Santos akan memperkuat dan memperluas cakupan layanan gas PGN, terutama untuk wilayah Jawa Timur, yang merupakan salah satu pusat industri dengan populasi rumah tangga yang padat. Oleh karena itu, kehadiran PGN akan menjadi penting dan vital dalam memenuhi kebutuhan energi di wilayah tersebut.

Sumber penyediaan gas dalam PJBG ini berasal dari Wilayah Kerja Penjual dari Lapangan Meliwis. Jumlah kontrak harian sejumlah 20.3 Bbtud dengan periode kontrak sejak 2020 sampai dengan Agustus 2023. Adapun penyaluran gas akan menggunakan East Java Gas Pipeline dan merupakan sinergi Sub Holding Gas dengan Pertagas.

“Dengan kata lain, stabilitas harga dan pasokan akan sangat membantu PGN merealisasikan cita-cita ketahanan energi nasional demi memajukan perekonomian rakyat,” ujar Danny.

Selaku Sub Holding Gas, PGN senantiasa berupaya bekerja ekstra agar kinerja finansial terjaga, sehingga masyarakat bisa menikmati energi baik yang efisien dan ramah lingkungan.

Selama periode Januari-Oktober 2018, PGN telah menyalurkan gas bumi sebesar 828,98 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dengan rinciannya, sepanjang Kuartal III-2018 volume gas distribusi sebesar 800,10 MMscfd dan volume transmisi gas bumi sebesar 28,88 MMscfd.

PGN yang kini berada dalam naungan Holding BUMN Migas, akan bersama-sama dengan PT Pertamina (Persero) selaku induk Holding BUMN Migas serta Pertagas sebagai anak usaha PGN, untuk melakukan perbaikan serta memperkuat jaringan bisnis. Hingga kuartal III-2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 35,75 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.516,70 km atau setara dengan 80 persen dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.

“Dengan catatan-catatan tersebut, sekiranya PGN masih memerlukan bantuan dan kerjasama semua pihak. Termasuk, kali ini yang diharapkan datang dari Santos Pty Ltd,” pungkasnya. (jpc/ram)

Bank Sumut Tingkatkan Pelayanan bagi Nasabah Pensiunan

ISTIMEWA DIPERIKSA: Seorang nasabah pensiunan Bank Sumut saat berkonsultasi tentang kesehatan, sekaligus memeriksakan kesehatannya secara gratis di Banking Hall Bank Sumut Cabang Koordinator Medan, belum lama ini.
ISTIMEWA
DIPERIKSA: Seorang nasabah pensiunan Bank Sumut saat berkonsultasi tentang kesehatan, sekaligus memeriksakan kesehatannya secara gratis di Banking Hall Bank Sumut Cabang Koordinator Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Demi meningkatkan pelayanan, Bank Sumut Cabang Koordinator Medan menggelar konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pensiunan yang menerima manfaat pensiunnya melalui Bank Sumut. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Klinik Citra Medika Medan ini, telah dilaksanakan sejak 4 Februari lalu, dan akan dilaksanakan secara rutin selama 3 hari setiap awal bulan, sepanjang 2019 ini.

Jadwal pemeriksaan kesehatan itu sendiri dimulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, bertempat di Banking Hall Lantai 2, Bank Sumut Cabang Koordinator Medan, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan.

Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang terdiri dari pemeriksaan klinis dasar (pemeriksaan fisik, tekanan darah dan temperatur), pemeriksaan kadar gula darah, dan pemeriksaan kadar asam urat, para nasabah juga diberikan kesempatan untuk melakukan konsultasi kesehatan dengan para dokter dari Klinik Citra Medika.

Tak hanya itu, dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pensiun untuk hidup sehat secara mandiri, Bank Sumut juga mengadakan penyuluhan berupa dialog interaktif (talkshow) dengan materi kesehatan umum dan terkini. Talkshow berdurasi satu jam ini diadakan pada hari pertama pemeriksaan kesehatan bertempat di ruang rapat Bank Sumut Cabang Koordinator Medan.

Pemimpin Bank Sumut Cabang Koordinator Medan, Julian Helmi Lubis menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud penghargaan Bank Sumut kepada para pensiunan. Dia juga

Menjelaskan, di 2019 ini, selain melaksanakan kegiatan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan rutin secara gratis, Bank Sumut Cabang Koordinator Medan juga akan membuat kegiatan, seperti senam sehat, pengajian, dan kegiatan lain yang bersifat

rutin dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat memberikan ruang kepada para pensiunan dapat bertatap muka sekaligus bercengkarama dengan teman-temannya semasa aktif sebagai ASN,” ungkap Julian.

Lebih lanjut, Julian juga mengharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan loyalitas

para nasabah pensiun yang menerima manfaat pensiunnya di Bank Sumut, dan juga

menjadi daya tarik tersendiri bagi para pensiunan yang pembayaran manfaat pensiunnya

belum melalui Bank Sumut. “Terkhusus bagi para ASN yang akan memasuki masa pensiun, kami berharap akan tetap memilih Bank Sumut sebagai tempat bertransaksi dan penyalur manfaat pensiunnya,” pungkasnya. (rel/saz/ram)

Roni Pilih Mitra Kukar

doni hermawan/sumut pos RESMI: Roni Fatahillah resmi bergabung dengan Mitra Kukar musim ini.
doni hermawan/sumut pos
RESMI: Roni Fatahillah resmi bergabung dengan Mitra Kukar musim ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan pemain PSMS, Roni Fatahillah kembali mencoba peruntungan di klub lain setelah gagal gabung dengan klub promosi Liga 1, Kalteng Putra. Kali ini Roni kembali terbang ke Kalimantan tapi bergabung dengan tetangganya Mitra Kukar.

Ini diketahui dari unggahan resmi klub @mitrakukarfc.official, Sabtu (23/2). “Selamat datang dan selamat bergabung di Mitra Kukar FC, @roni_fatahillah,” tulis akun tersebut pada keterangan foto Roni yang dipajang.

Roni disebut satu dari delapan pemain baru Mitra Kukar musim ini. Roni membenarkan hal tersebut. “InsyaAllah di Mitra. Sudah terima panjar mungkin sebentar lagi kontrak,” kata Roni.

Kepindahan Roni ini sejatinya cukup mengejutkan. Sebab, namanya mencuat bakal balik ke PSMS seiring tak lagi latihan di Kalteng Putra.

Roni tak membantah keinginannya balik ke skuad Ayam Kinantan. Namun, dalam karir tentu dia memilih klub yang serius terhadapnya. “Pengen pun di PSMS sebenarnya. Tapi manajemen lama enggak ada lagi hubungi Roni. Padahal Roni juga nunggu,” jelasnya.

Roni pun mendoakan mantan klubnya itu bisa semakin baik. Pun tak memungkiri, dia juga mengikuti perkembangan Ayam Kinantan, termasuk rencana Northcliff mengambil alih klub.

“Semoga PSMS juga lancar dan makin baik. Semoga Northcliff pegang alih semuanya, biar sehat manajemennya,” ungkapnya.

Sekadar mengingatkan, Roni hijrah ke Kalteng Putra begitu kontrak di PSMS tuntas pada pertengahan Januari 2019. Sejatinya, Roni berharap langsung teken kontrak di Kalteng, namun faktanya beda di lapangan. Roni juga sudah mendapat dukungan istrinya yang tengah hamil. “Doa yang terbaik saja. Kalau yang ini kan langsung jelas jadi diizinkan,” bebernya.

Roni tertarik gabung Naga Mekes karena memiliki target juara. Selain itu, faktor banyaknya pemain asal Medan di Mitra Kukar menjadi pertimbangan lain.

“Saya sudah dengan Mitra Kukar hanya ingin satu tahun di Liga 2. Jadi, saya putuskan menerima tawaran bergabung,” ujar Roni. (bbs/don)