Home Blog Page 56

Menjaga Rel Kepercayaan, Peran Vital Depo Pulubrayan dalam Keselamatan KA

PERAWATAN: Teknisi saat melakukan perawatan intensif di Depo Kereta Pulubrayan, Medan.
PERAWATAN: Teknisi saat melakukan perawatan intensif di Depo Kereta Pulubrayan, Medan.

Di balik mulusnya perjalanan kereta api yang melintasi rel-rel di Sumatera Utara, terdapat kerja senyap yang menjadi fondasi utama keselamatan penumpang. Komitmen tersebut dijalankan secara konsisten oleh PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumatera Utara melalui perawatan intensif di Depo Kereta Pulubrayan, Medan.

Depo ini menjadi jantung perawatan sarana kereta api di wilayah Sumut. Saat ini, KAI Divre I mengelola 73 unit kereta penumpang, dengan 58 unit aktif beroperasi setiap hari untuk melayani 20 perjalanan. Sementara itu, sisanya disiapkan sebagai armada cadangan sekaligus menjalani perawatan berkala demi menjaga performa tetap optimal.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa strategi ini penting untuk memastikan keandalan layanan. Menurutnya, ketersediaan sarana cadangan memberikan ruang bagi tim teknis untuk melakukan perawatan secara maksimal sebelum kereta kembali dioperasikan.

Perawatan sarana dilakukan secara disiplin dengan berbagai siklus, mulai dari bulanan, tiga bulanan, hingga dua tahunan. Adapun perawatan besar atau overhaul dilakukan setiap 48 bulan di fasilitas Balai Yasa Pulubrayan yang memiliki peralatan lebih lengkap.

Tak hanya itu, pengawasan harian juga menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan. Tim daily check secara rutin memeriksa kondisi kereta sebelum dan sesudah operasional untuk mendeteksi potensi gangguan sekecil apa pun.

Langkah ini diperkuat dengan penempatan petugas Pengawas Urusan Sarana (PUS) dan Pengawas Urusan Kereta (PUK) di sejumlah stasiun strategis, seperti Stasiun Medan, Stasiun Binjai, hingga Stasiun Rantauprapat. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan visual saat kereta berhenti serta menangani kendala teknis ringan secara cepat.

Upaya berlapis ini terbukti berdampak positif terhadap kepercayaan masyarakat. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara berhasil melayani 698.256 pelanggan—meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Keselamatan adalah fondasi utama layanan transportasi publik. Melalui perawatan sarana yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan andal,” pungkas Anwar.

Dengan sistem yang terencana dan disiplin tinggi, Depo Pulubrayan menjadi bukti bahwa keamanan perjalanan kereta tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras yang tak terlihat di balik layar. (san/ila)

Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo”, Hidupkan Denyut Seni di Medan

BUKA: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, membuka kegiatan Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo.
BUKA: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, membuka kegiatan Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo.

Suasana hangat penuh ekspresi seni menyelimuti Taman Budaya Medan saat Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo” digelar, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa geliat seni dan sastra di Kota Medan terus tumbuh, menghadirkan ruang kreatif bagi para seniman, akademisi, hingga generasi muda.

Festival yang digagas oleh Medan Theater tersebut mengangkat karya puisi dari buku Kopi dan Kepo karya Hasan Al Bana. Melalui sentuhan musikalisasi, puisi-puisi tersebut menjelma menjadi pertunjukan yang tidak hanya indah didengar, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton.

Ratusan pengunjung tampak larut dalam setiap penampilan. Alunan musik yang berpadu dengan pembacaan puisi menghadirkan suasana reflektif mengajak penonton merenung, sekaligus merasakan berbagai spektrum emosi yang disampaikan para penampil.

Founder Medan Theater, Ahmad Munawar Lubis, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ruang untuk merayakan “rasa” yang kerap terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karya-karya yang ditampilkan adalah hasil perenungan mendalam tentang keresahan, harapan, hingga hal-hal sederhana yang sering luput kita sadari,” ujarnya.

Ia menambahkan, Medan Theater sendiri dibangun atas dasar kepercayaan dan komitmen untuk menjadikan seni sebagai medium penyembuhan sekaligus penyampaian pesan. Baginya, seni memiliki kekuatan untuk mengubah pengalaman hidup, termasuk rasa sakit, menjadi sesuatu yang bernilai estetika dan makna.

Festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik 7 Keliling yang menghadirkan aransemen khas dalam menghidupkan puisi menjadi lebih dinamis. Perpaduan antara sastra dan musik tersebut menciptakan pengalaman artistik yang utuh, sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui karya.

Tak hanya menjadi panggung hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi dan edukasi budaya. Kehadiran pelajar dan mahasiswa menunjukkan bahwa minat terhadap sastra dan seni pertunjukan masih tumbuh di kalangan generasi muda. Festival ini pun menjadi wadah interaksi lintas generasi antara seniman senior dan talenta muda yang sedang berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai festival seperti ini penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan kota, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga dari aspek budaya dan kreativitas.

Menurut Rico Waas, kopi adalah simbol jeda, ketenangan, dan ruang merenung dari hiruk-pikuk kehidupan. Sedangkan kepo adalah dorongan rasa ingin tahu yang mendorong seseorang untuk menggali lebih dalam makna kehidupan.

Dua hal ini, kata Rico, merupakan perpaduan antara rasa dan nalar yang penting dalam membangun peradaban. “Bangsa ini akan kuat jika kebudayaan, intelektual, dan rasa kita terus dijaga. Rasa mencintai, rasa memiliki, dan rasa menelaah kehidupan harus terus hidup,” kata Rico Waas didampingi Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Laksamana Putra Siregar dan Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Amsar.

Rico juga menyoroti pola penulisan puisi yang menurutnya memiliki kemiripan dengan pola sastra Melayu, sebagai bukti kekayaan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan oleh generasi muda.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendorong seniman muda untuk terus berkarya di berbagai bidang, mulai dari musik, puisi, lukisan, hingga desain. “Membangun kota tidak hanya tentang gedung tinggi, rumah sakit, atau infrastruktur fisik. Seni dan budaya adalah elemen penting dalam kehidupan kota,” tegas Rico Waas.

Di akhir sambutannya, Rico Waas secara resmi membuka festival tersebut, seraya memberikan apresiasi kepada penulis, komunitas teater, dan para pegiat seni yang terus menjaga denyut budaya di Kota Medan.

Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo” akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Ia menjelma sebagai ruang pertemuan ide, rasa, dan ekspresi yang memperlihatkan bahwa Kota Medan memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekosistem seni yang hidup dan berkelanjutan. (map/ila)

Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, Ombudsman Turun Tangan Dalami Kasus

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provunsi Sumut, Herdensi Adnin. (Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos)
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provunsi Sumut, Herdensi Adnin. (Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos)

Kasus dugaan malapraktik yang mencuat di RS Muhammadiyah Sumut kini menjadi perhatian serius Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara. Lembaga pengawas pelayanan publik tersebut memastikan akan mendalami kasus ini secara komprehensif dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan kehati-hatian.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut, Herdensi Adnin, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengumpulkan keterangan dari semua pihak terkait, baik dari rumah sakit maupun dari pasien dan keluarga.

“Langkah ini penting agar persoalan bisa benar-benar ‘duduk’, sehingga dapat diketahui apakah terdapat potensi maladministrasi atau tidak,” ujarnya saat ditemui di kantor Ombudsman Sumut, Rabu (29/4).

Herdensi menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kasus tersebut benar merupakan malapraktik. Hal itu karena proses pemeriksaan masih berlangsung dan Ombudsman wajib menjaga sikap imparsial sesuai ketentuan perundang-undangan.“Kami tidak bisa mengambil keputusan secara dini. Semua harus berdasarkan fakta yang utuh dan seimbang,” katanya.

Menurutnya, data awal yang telah diperoleh masih belum cukup kuat untuk dijadikan dasar kesimpulan. Oleh sebab itu, pendalaman akan dilakukan dengan menggali informasi lebih rinci dari kedua belah pihak, termasuk kronologi sebelum dan sesudah tindakan medis dilakukan.

Lebih lanjut, Herdensi menyoroti pentingnya peran pengawasan oleh Dinas Kesehatan. Ia menekankan bahwa salah satu aspek krusial dalam pelayanan kesehatan adalah keterbukaan informasi kepada pasien.

“Pasien memiliki hak untuk mendapatkan penjelasan yang detail mengenai penyakit yang dialami serta langkah penanganannya. Ini yang sedang kami dalami, apakah informasi tersebut telah disampaikan secara utuh atau belum,” jelasnya.

Ia mengakui adanya perbedaan informasi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien yang perlu diluruskan melalui proses pemeriksaan mendalam. Untuk itu, Ombudsman akan terus mengumpulkan data tambahan, termasuk dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang sebelumnya telah dilakukan.

“Pemeriksaan ini masih berjalan. Jika diperlukan, kami akan kembali meminta keterangan tambahan dari rumah sakit, Dinas Kesehatan, maupun keluarga pasien,” ujarnya.

Herdensi juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga pasien telah resmi melaporkan kasus tersebut ke Ombudsman. Laporan ini, menurutnya, menjadi dasar penting untuk memperkuat proses penelusuran fakta di lapangan.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan harus menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Meskipun belum ada kesimpulan terhadap kasus ini, Ombudsman tetap memberikan peringatan kepada seluruh fasilitas kesehatan agar meningkatkan kualitas pelayanan. “Pelayanan di rumah sakit harus paripurna, bukan sekadar baik. Ini menyangkut hidup dan keselamatan pasien,” tegasnya.

Ia menambahkan, Ombudsman selama ini juga aktif memberikan saran korektif terhadap berbagai rumah sakit di sejumlah daerah di Sumatera Utara, seperti Binjai, Langkat, Labuhanbatu Selatan, hingga Asahan, sebagai bagian dari upaya perbaikan layanan publik. (dwi/ila)

DPRD Medan Minta Tonase Kendaraan Diawasi Ketat

Zulham Efendi
Zulham Efendi

Serangkaian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan angkutan berat di Kota Medan kembali memicu sorotan tajam dari legislatif. Insiden truk trailer bermuatan triplek di kawasan Jalan Kapten Rahmad Budin, tanjakan Jembatan Sei Bedera yang menewaskan seorang warga, hingga truk oleng yang menimpa rombongan pengantin di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal pada Selasa (28/4/2026), dinilai sebagai peringatan serius terhadap lemahnya pengawasan di lapangan.

Anggota DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jalanan kota.

“Kejadian ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh terulang kembali. Pengawasan tonase harus diperketat karena kendaraan over kapasitas sangat membahayakan keselamatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Menurut Zulham, persoalan tidak hanya terletak pada beban muatan atau tonase kendaraan, tetapi juga pada aspek kelayakan teknis armada yang beroperasi. Ia menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan sebelum digunakan di jalan umum.

Mulai dari sistem pengereman, kondisi mesin, hingga kelengkapan teknis lainnya, dinilai harus menjadi standar wajib yang diawasi secara ketat oleh instansi terkait.

“Jangan sampai kendaraan yang tidak layak jalan tetap dibiarkan beroperasi. Ini soal keselamatan nyawa manusia, bukan sekadar administrasi,” tegasnya.

Zulham juga mendorong agar instansi teknis terkait meningkatkan intensitas pengawasan di lapangan, bukan hanya melalui pemeriksaan berkala, tetapi juga dengan penindakan langsung terhadap pelanggaran yang ditemukan.

Ia menilai, langkah preventif jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah terjadi kecelakaan. Karena itu, ia meminta agar pengawasan dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat seremonial.

“Kami minta dinas terkait turun langsung, lakukan pengawasan berkala dan penindakan tegas. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas utama,” katanya.

Rangkaian kecelakaan yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut menjadi perhatian publik, mengingat melibatkan kendaraan angkutan berat yang seharusnya tunduk pada aturan tonase dan standar kelayakan operasional.

DPRD Medan berharap peristiwa ini menjadi momentum perbaikan serius dalam sistem pengawasan transportasi barang di Kota Medan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak lagi menimbulkan korban jiwa di jalan raya. (map/ila)

Soroti Kinerja Bapenda Medan, Penerimaan Pajak Parkir Tak Rasional

dr Faisal Arbie M Biomed.
dr Faisal Arbie M Biomed.

Anggota DPRD Kota Medan yang bergabung di Panitia khusus (Pansus) pembahasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, dr Faisal Arbie M Biomed menyoroti minimnya perolehan pajak parkir dari sejumlah objek usaha di Kota Medan. Penerimaan pajak parkir selama ini oleh Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Medan sangat tidak rasional dan patut ditingkatkan.

“Kinerja Bapenda belum maksimal. Banyak temuan kita (Red-Pansus) saat sidak ke sejumlah usaha yang laporan pajak parkirnya terlalu minim. Padahal, pengunjung yang naik kendaraan sangat padat. Ini kan tidak rasional,” ucap Faisal Arbie, Minggu (3/5/2026).

Dikatakan politisi Partai NasDem yang akrab disapa Arbie itu, sejatinya potensi untuk meningkatkan PAD dari pajak parkir sangat dimungkinkan. Untuk itu, Arbie meminta kepada Bapenda agar dapat mengevaluasi seluruh penerimaan Pajak Parkir yang ada di Kota Medan.

“Kita menduga, kebocoran PAD dari pajak parkir sangat banyak. Kita harapkan kinerja Bapenda lebih maksimal dan profesional. Mari kita selamatkan PAD dari kecurangan oknum,” ujarnya.

Diutarakan Faisal Arbie, saat Pansus PAD melakukan sidak beberapa waktu lalu di lapangan parkir salah satu restora di Jalan SM Raja Medan, ditemukan jumlah pajak parkir yang dibayar sangat minim jika dibandingkan jumlah kendaraan yang parkir membeludak.

“Artinya, jumlah nilai pajak parkir yang disetor pengusaha sangat tidak rasional jika dibandingkan jumlah kendaraan yang parkir,” katanya.

Menurut Faisal, dugaan kecurangan laporan pajak bukan hanya disitu saja. Bahkan saat tim Pansus PAD melakukan sidak yang sama ke restoran Dara Kupi di Jalan Sei Batanghari, restoran yang selalu ramai setiap harinya itu mengaku hanya membayar pajak parkir sebesar Rp500 ribu setiap bulannya. “Padahal kenyataan dilapangan parkir mobil sangat padat dan sangat susah mencari parkiran kosong,” tegasnya.

Selain itu, sambung Faisal Arbie, masih dalam temuan sidak, juga ditemukan sejumlah kejanggalan terkait laporan perolehan pajak hiburan dan hotel. Pasalnya, terjadi ketidaksesuaian Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) pengusaha hiburan yang mendompleng pajak hotel. Padahal, NPWPD Pajak Hotel dan Pajak Hiburan seharusnya berbeda.

“Intinya, Bapenda Kota Medan harus memaksimalkan kinerjanya untuk peningkatan PAD, terutama sektor pajak parkir. Bapenda dapat menggali potensi PAD dari pajak parkir setiap usaha seperti mini market dan lainnya,” ungkap Faisal. (map/ila)

Kapolda Apresiasi Buruh

MAYDAY: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat menghadiri peringatan Mayday di Medan, kemarin. Istimewa/Sumut Pos
MAYDAY: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat menghadiri peringatan Mayday di Medan, kemarin. Istimewa/Sumut Pos

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen buruh, aparat keamanan, serta instansi terkait atas terselenggaranya peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026, yang berlangsung aman, tertib, dan damai di wilayah Sumut.

Dalam keterangannya, Minggu (3/5), Kapolda Whisnu menegaskan, bahwa situasi kondusif selama rangkaian aksi dan kegiatan Mayday tidak terlepas dari kesadaran serta kedewasaan para buruh dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh buruh dan para peserta aksi yang telah menjaga penyampaian aspirasi tetap berlangsung damai, tertib, dan tidak anarkis, sehingga situasi kamtibmas di Sumatera Utara tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi dan kerja sama yang solid antara Polri, Tentara Nasiinal Indonesia (TNI), Pemerintah Daerah (Pemda), serta seluruh instansi terkait yang turut berperan aktif dalam menjaga keamanan selama peringatan Mayday berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak, mulai dari aparat keamanan hingga masyarakat, khususnya para buruh yang menunjukkan sikap kooperatif selama kegiatan berlangsung.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Personil kami Polri dan rekan-rekan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder yang telah bersama-sama menjaga stabilitas keamanan. Sinergi ini menjadi kunci utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya, untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung penyampaian aspirasi secara demokratis dengan tetap menjaga ketertiban umum.

“Peringatan Mayday 2026, situasi keamanam dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Sumut terpantau aman dan terkendali, mencerminkan kuatnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah,” pungkasnya. (dwi/ila)

Lantik Pengurus Biru Muda Project 2026, AHY Dorong Anak Muda Jadi Subjek Perubahan dan Penguat Demokrasi

JAKARTA, SumutPos.co- Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik ketua umum dan jajaran pengurus Biru Muda Project (BMP) periode 2026 di Hallf Patiunus, Jakarta, Sabtu, (2/5/2026) pagi.

Biru Muda Project merupakan wadah kolaborasi anak muda yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kontribusi sosial. Organisasi ini bertujuan mendorong generasi muda Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar memiliki potensi menjadi kekuatan yang mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan apresiasi atas inisiatif berdirinya BMP yang dipimpin Ketua Umum Teuku Agassi Harsya. Ia menila, BMP sebagai gerakan kepemudaan yang inklusif dan strategis dalam merangkul anak muda dari berbagai latar belakang.

“Kami dari keluarga besar Partai Demokrat menyambut sangat baik. Ini adalah gerakan positif yang merangkul anak muda lintas identitas, suku, agama, profesi, baik dari kalangan entrepreneur, profesional, hingga kreatif,” ujar AHY.

Lebih lanjut, AHY menekankan pentingnya membangun literasi politik di kalangan generasi muda, khususnya generasi milenial, Generasi Z, hingga Generasi Alpha yang menjadi mayoritas populasi Indonesia saat ini. Ia juga mengajak anak muda untuk mengedepankan pola pikir kritis serta kepedulian terhadap berbagai isu strategis nasional seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.

AHY menegaskan bahwa pemberdayaan anak muda dalam politik tidak boleh bersifat sementara atau simbolis. Menurutnya, perlu dibangun ekosistem yang berkelanjutan agar generasi muda tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam proses politik dan pembangunan.

“Kita harus membangun jembatan yang kokoh, bukan jembatan lima tahunan. Anak muda harus dirangkul dan dibina setiap saat, bukan hanya saat pemilu,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan anak muda harus mencakup seluruh proses, mulai dari perumusan isu hingga pengawalan implementasi kebijakan. Dengan demikian, peran generasi muda akan semakin memperkuat dan mengokohkan demokrasi Indonesia.

Selain itu, AHY menyoroti pentingnya kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan. Tanpa hal tersebut, organisasi maupun partai politik berisiko kehilangan daya tahan dan keberlanjutan.

Untuk meningkatkan partisipasi politik anak muda, AHY menekankan perlunya menurunkan hambatan masuk (barriers to entry), termasuk dengan membuka ruang seluas-luasnya dalam struktur partai, pencalonan legislatif, hingga kepemimpinan daerah dan nasional.

Dalam konteks era digital, AHY juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan platform digital secara strategis dan substantif. “Kita harus aktif di media sosial dengan substansi, bukan sekadar menambah kebisingan ruang digital,” ujarnya.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf.

Menutup sambutannya, AHY menyampaikan harapannya agar Biru Muda Project terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Selamat kepada Biru Muda Project. Semoga semakin maju, sukses, dan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Indonesia,” pungkasnya. (adz)

Peringati Hardiknas 2026, Kakan Kemenag Deli Serdang Tekankan Pentingnya Deep Learning dan Digitalisasi

DELI SERDANG, SumutPos.co– Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Deli Serdang berlangsung khidmat, Sabtu (2/5/2026). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, M.Pd, yang bertindak sebagai pembina upacara, menekankan urgensi adaptasi pendidikan terhadap perkembangan zaman.Dalam amanatnya, Saripuddin menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama masa depan bangsa. Ia menyoroti pentingnya revitalisasi satuan pendidikan melalui penguatan sarana prasarana serta percepatan digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi siswa.”Pemerintah terus mendorong lingkungan belajar yang nyaman dan berbasis teknologi. Namun, transformasi ini harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai moral dan keagamaan,” ujar Saripuddin di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik.Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah implementasi pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam). Metode ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak sekadar menghafal, tetapi memiliki daya kritis, kreatif, dan solutif dalam menghadapi tantangan global.Selain aspek kurikulum, Saripuddin juga menyinggung fokus pemerintah pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Menurutnya, guru adalah kunci utama pembentuk karakter bangsa, sehingga program peningkatan kompetensi akan terus digalakkan secara masif.Kepala MTsN 2 Deli Serdang, Dr. Nuraisyah Rahma Siregar, MA, mengapresiasi kehadiran Kakan Kemenag dalam momentum tahunan ini. Ia berharap pesan-pesan tersebut menjadi stimulus bagi warga madrasah untuk terus memacu prestasi.”Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di MTsN 2 Deli Serdang, demi melahirkan generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” pungkasnya.Upacara diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global dengan landasan nilai keislaman yang kuat. (adz)