25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 57

Unjuk Rasa Dugaan Penyimpangan BKK Pojok Baca Digital di Batubara, Mahasiswa dan Pemuda Ajukan Tujuh Tuntutan

UNJUK RASA: Mahasiswa dan Pemuda berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Batubara di Jalinsum Kilometer 119 Limapuluh, Selasa (3/2).(Liberti H Haloho/SumutPos)
UNJUK RASA: Mahasiswa dan Pemuda berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Batubara di Jalinsum Kilometer 119 Limapuluh, Selasa (3/2).(Liberti H Haloho/SumutPos)

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (Ampera) berunjuk rasa menyoroti dugaan penyimpangan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pengadaan 141 Pojok Baca Digital di depan Kantor Bupati Batubara, Jalinsum Km 119 Limapuluh, Selasa (3/2). Dalam aksi itu, massa menyampaikan tujuh tuntutan yang dibacakan koordinator aksi, Ahmad Fatih Sultan.

Adapun ketujuh tuntutan tersebut, di antaranya mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh terhadap Peraturan Bupati terkait Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pojok Baca Digital Desa Tahun Anggaran 2025. Termasuk menelusuri seluruh aliran anggaran, pihak pelaksana, dan pihak yang diduga diuntungkan.

Kedua, meminta dipanggil dan diperiksa seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyusun kebijakan, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, hingga pihak rekanan/penyedia yang melaksanakan kegiatan Pojok Baca Digital Desa di seluruh desa se-Kabupaten Batubara.

Selanjutnya, Ampera mendesak Bupati Batubara Baharuddin Siagian untuk bertanggung jawab secara administratif dan politik atas lahirnya kebijakan yang diduga mengarah pada praktik pengkondisian proyek melalui skema BKK.

Ampera juga mendesak Pemerintah Kabupaten Batubara membuka secara transparan dasar kajian penetapan kegiatan Pojok Baca Digital Desa, mekanisme penunjukan pelaksana kegiatan, rincian anggaran per desa dan output dan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Pada tuntutan kelima, Ampera mendesak DPRD Kabupaten Batubara untuk menjalankan fungsi pengawasan secara serius, tidak pasif, serta segera membentuk tim khusus atau Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut kebijakan BKK Pojok Baca Digital Desa.

Keenam, Ampera mendesak penghentian sementara pelaksanaan kegiatan serupa apabila ditemukan indikasi penyimpangan, sampai ada hasil audit investigatif dari lembaga berwenang.
Terakhir, Ampera mendesak Inspektorat Daerah dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran BKK terkait kegiatan Pojok Baca Digital Desa Tahun Anggaran 2025.

Sultan menyampaikan dugaan penyimpangan BKK ditengarai dengan dugaan merambahnya perilaku buruk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) tersebut melalui Peraturan Bupati Tentang Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kegiatan Pojok Baca Digital Desa Tahun Anggaran 2025.

Menanggapi tuntutan massa, Staf Ahli Pemkab Batubara Attaruddin mencoba menyampaikan pendapat namun ditolak oleh massa. Usai menyampaikan tuntutan, massa aksi yang mendapat pengamanan dari Polres Batubara dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batubara meninggalkan lokasi. (lib/azw).

Genjot Penggunaan KB Modern, BKKBN Sumut Perkuat Peran PKB di Toba

PENYULUHAN: BKKBN Sumut saat melakukan pembinaan kepada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Balige. (Istimewa/Sumut Pos)
PENYULUHAN: BKKBN Sumut saat melakukan pembinaan kepada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Balige. (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Utara (BKKBN Sumut) terus mendorong peningkatan penggunaan kontrasepsi modern dan penurunan angka kelahiran di Kabupaten Toba. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan kepada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Balige, Senin (2/2).

Pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Dr Fatmawati. Dalam arahannya, ia menegaskan, bahwa PKB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Dr Fatmawati menyampaikan, bahwa Kabupaten Toba masih menghadapi tantangan dalam pencapaian indikator kependudukan. Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Toba tercatat sebesar 2,85 dan masih berada di atas rata-rata Provinsi Sumut sebesar 2,39.

Selain itu, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kabupaten Toba juga masih relatif rendah, yakni sekitar 39,3 persen. Kondisi tersebut turut memengaruhi capaian mCPR Provinsi Sumut yang pada tahun 2025 berada di angka 50,5 persen.

“PKB memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga. Diperlukan langkah inovatif, pendekatan yang adaptif terhadap kondisi sosial budaya masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menambahkan, optimalisasi pemanfaatan data serta peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mCPR sekaligus menurunkan angka TFR di Kabupaten Toba pada tahun 2026.

Melalui kegiatan pembinaan ini, PKB Kabupaten Toba dapat meningkatkan kinerja di lapangan serta menghadirkan inovasi pelayanan dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga berkualitas serta mempercepat pembangunan kependudukan di Kabupaten Toba. (dwi/azw)

Bupati Karo Hadiri Rakornas 2026, Presiden Tekankan Sinergi Pusat–Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

RAKORNAS: Bupati Karo Antonius Ginting bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026
RAKORNAS: Bupati Karo Antonius Ginting bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas tersebut mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” dan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam sesi Taklimat Presiden, Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia. Presiden menekankan pentingnya sinergi dan keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sebagai penjabaran visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan bahwa arahan Presiden menjadi pedoman penting bagi Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Arahan Presiden RI menjadi penegasan bagi pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program prioritas nasional dapat diimplementasikan secara optimal, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Karo siap bersinergi dan menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional,” ujar Antonius Ginting.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 juga menghadirkan jajaran Kabinet Merah Putih yang memaparkan berbagai program strategis nasional. Program tersebut meliputi kebijakan ekonomi, investasi dan energi, penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, Kampung Nelayan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta peran Jaksa Agung, Polri, TNI, dan KPK dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia, serta perwakilan kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan pejabat terkait lainnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Karo dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P., Kepala Kejaksaan Negeri Karo Danke Rajagukguk, Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani br. Tarigan, serta Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan.

Melalui Rakornas ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan nasional guna mewujudkan Indonesia Emas 2045. (deo/ila)

Gara-gara Parkir Mobil, Oknum Sekuriti RSU Latersia Tantang Keluarga Pasien Duel

RSU Latersia: Pengendara roda dua saat melintas di depan RSU Latersia Binjai Timur.(Istimewa/Sumut Pos)
RSU Latersia: Pengendara roda dua saat melintas di depan RSU Latersia Binjai Timur.(Istimewa/Sumut Pos)

BINJAI – Sikap tidak terpuji diduga ditunjukkan oleh oknum sekuriti di RSU Latersia di Kecamatan Binjai Timur. Oknum petugas keamanan tersebut dilaporkan menantang duel keluarga pasien saat hendak menjemput anggota keluarganya yang baru selesai menjalani perawatan medis.

Peristiwa tersebut dialami Reza, keluarga pasien, pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, Reza datang ke rumah sakit menggunakan mobil untuk menjemput bapak mertuanya yang telah diizinkan pulang oleh pihak medis.

Menurut Reza, setibanya di area rumah sakit, ia memarkirkan kendaraannya dan turun untuk memanggil keluarganya di dalam gedung. Namun belum sempat berjalan jauh, dua orang oknum satpam menghampirinya. Salah satu di antaranya, yang berperawakan gempal, menunjuk mobil Reza dengan nada bertanya. “Saya jawab pelan, ‘Bentar, bang, jemput pasien,’” kata Reza.

Alih-alih mendapat pelayanan yang humanis, Reza mengaku justru menerima respons bernada kasar dan arogan. Ketegangan semakin meningkat saat Reza mempertanyakan sikap petugas tersebut. Kedua oknum sekuriti itu diduga melontarkan ancaman secara verbal. “Kau jangan sok jago, habis kau nanti, capek kau nanti,” ujar Reza menirukan ucapan yang diduga dilontarkan oknum sekuriti.

Situasi memuncak ketika salah satu oknum sekuriti membuka seragam dinasnya dan menantang Reza untuk beradu fisik. Oknum tersebut bahkan mendorong Reza menggunakan badannya sambil berteriak menantang duel.

Beruntung, aksi tersebut tidak berlanjut setelah abang ipar Reza segera melerai. Meski pihak keluarga telah menjelaskan bahwa mereka hanya ingin menjemput orangtua yang sakit, emosi oknum sekuriti itu disebut masih belum mereda.

Mengingat kondisi bapak mertuanya yang masih lemas dan membutuhkan istirahat, Reza memilih mengalah dan segera meninggalkan rumah sakit.

“Fokus saya saat itu kesehatan bapak mertua. Sangat disayangkan, institusi kesehatan justru memiliki petugas keamanan yang menunjukkan sikap premanisme kepada keluarga pasien,” ungkap Reza.

Terpisah, Humas RSU Latersia dr Retno, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan pihak rumah sakit telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum sekuriti yang bersangkutan.
“Yang bersangkutan sudah diberikan sanksi berupa surat peringatan ketiga, disertai pemotongan gaji. Saat ini juga sedang dilakukan proses mediasi dengan pihak keluarga pasien,” ujar dr Retno.

Pihak rumah sakit berjanji akan mengevaluasi kinerja petugas keamanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan pelayanan kepada pasien serta keluarga dapat berjalan dengan aman dan nyaman. (ted/ila)

Komisi II DPRD Soroti Masalah UHC Pemko Medan

RDP: Komisi II menggelar RDP bersama Dinkes Medan, BPJS Kesehatan Medan, dan Sejumlah RS di Kota Medan.
RDP: Komisi II menggelar RDP bersama Dinkes Medan, BPJS Kesehatan Medan, dan Sejumlah RS di Kota Medan.

MEDAN-Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan direksi berbagai rumah sakit di Kota Medan, Selasa (3/2/2026). Rapat ini digelar untuk mengevaluasi penerapan program Universal Health Coverage (UHC) Pemko Medan.
Ketua Komisi II DPRD Medan Kasman Marasakti Lubis, memimpin rapat yang dihadiri anggota Komisi II, perwakilan BPJS Kesehatan, dan para direksi rumah sakit. Dalam rapat, banyak masalah yang terungkap terkait pelayanan pasien UHC.
Anggota Komisi II, Afif Abdillah, menyoroti banyaknya keluhan masyarakat yang tidak bisa mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit penyedia BPJS. “Setiap tahun Pemko Medan menganggarkan lebih dari Rp200 miliar untuk UHC, tetapi masyarakat masih mengeluh tidak dapat kamar karena penuh. Ini sangat miris,” ujarnya.
Afif menegaskan bahwa RS tidak boleh menolak pasien UHC dengan alasan kamar penuh. “Kalau kamar kelas III penuh, pasien harus dititipkan ke kelas II atau I. Tidak ada alasan menolak pasien,” katanya.
Selain itu, Afif juga meminta BPJS Kesehatan untuk memperhatikan RS-RS yang memulangkan pasien setelah rawat inap selama tiga hari meskipun pasien tersebut masih membutuhkan pelayanan rawat inap. “Masih banyak pasien yang mengeluh dipulangkan dari RS, padahal kondisinya belum layak untuk pulang. Alasannya, pasien sudah dirawat selama tiga hari. Padahal kita tahu, tidak ada aturan BPJS Kesehatan rawat inap maksimal tiga hari,” cetusnya.
Menanggapi hal ini, perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Ikhwal Maulana, memastikan bahwa ketentuan penempatan pasien ke kelas yang lebih tinggi berlaku dan tidak ada batasan lama rawat inap.
“Selama dokter menyatakan pasien masih membutuhkan perawatan, pasien bisa tetap dirawat. Kami juga menyediakan layanan pengaduan untuk penolakan dengan alasan kamar penuh,” jelasnya.
Ikhwal juga memaparkan, pada 2025 Pemko Medan membayarkan premi UHC sebesar Rp225 miliar, sedangkan BPJS Kesehatan sudah membayar klaim ke RS lebih dari Rp300 miliar. “Meskipun ada defisit, BPJS akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Plt Kadis Kesehatan Kota Medan dr Surya Syahputra Pulungan, menambahkan bahwa Pemko Medan terus membenahi sistem pelayanan kesehatan agar program UHC berjalan lebih maksimal ke depannya. “Masih banyak kekurangan, tapi UHC akan terus dibenahi dan ditingkatkan,” pungkasnya.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari lebih dari 15 rumah sakit, termasuk RS Siloam, RS Regina Maris, RS Elisabeth, RS Martha Friska, RS Bunda Thamrin, RS Muhammadiyah, RS Tere Margareth, RS Advent, RS Wulan Windy, RS Bina Kasih, RS Mitra Sejati, RS Royal Prima, RS Malahayati, dan RS Murni Teguh. (map/ila)

Tim Pelapis Juara Umum di Thailand Masters 2026, PBSI: Hasil Regenerasi

4 GELAR: Indonesia mendapatkan 4 gelar dari Thailand Masters 2026, dengan dua di antaranya berasal dari All Indonesian Finals. (Dok: PBSI)
4 GELAR: Indonesia mendapatkan 4 gelar dari Thailand Masters 2026, dengan dua di antaranya berasal dari All Indonesian Finals. (Dok: PBSI)

JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian menanggapi keberhasilan para pemain pelapis dan muda Pelatnas yang sukses jadi juara umum di Thailand Masters 2026. Ia menyebut keberhasilan ini hasil dari pembinaan dan regenerasi tahun lalu.

Tim bulu tangkis Indonesia mampu menorehkan prestasi gemilang di Thailand Masters 2026. Empat wakil berhasil keluar sebagai juara sekaligus membuat skuad Merah Putih jadi juara umum.

Mereka adalah Moh Zaki Ubaidillah (tunggal putra), Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra), Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri), dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran). Hanya tunggal putri saja yang gagal mendapatkan gelar.

Prestasi ini mendapatkan apresiasi besar dari Eng Hian, selaku Kabid Binpres PP PBSI. Ia menyebut para wakil Indonesia yang juara merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025.

“Prestasi di awal tahun 2026 ini merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025, di mana PBSI memfokuskan diri pada program regenerasi,” ucap Eng Hian, Senin (2/2).

“Harapannya, prestasi yang diraih oleh atlet-atlet muda Indonesia dapat terus meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya dalam keterangan resmi PP PBSI.

Kesuksesan ini terasa istimewa karena Thailand Masters 2026 jadi gelar BWF World Tour Super 300 pertama mereka. Selain itu, keempat wakil tersebut juga bukan lah andalan di sektornya masing-masing, melainkan pelapis.

Zaki Ubaidillah memang baru saja ‘lulus’ dari level junior pada 2025. Lalu Leo/Bagas akhirnya bangkit setelah terakhir juara di Korea Masters 2024.

Kemudian Fadia/Tiwi merupakan gelar pertama sejak dipasangkan pada awal tahun. Serta Adnan/Indah akhirnya bisa juara setelah sebelumnya hanya meraih gelar International Challenge dan Super 100.

Eng Hian menambahkan, sederet prestasi pada 2026 ini sesuai dengan target PP PBSI. Yakni menjadikan tahun ini sebagai tahun prestasi setelah pada 2025 pihaknya melakukan pembinaan secara berkelanjutan.

Karena itu, harapannya prestasi lain terus muncul sepanjang 2026. Eng Hian menilai hal itu diharapkan oleh PBSI sebagai modal untuk Kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang akan dimulai pada Mei tahun depan.

“Kami menginginkan hasil dari program yang telah dijalankan pada tahun 2025 dapat dilanjutkan dengan peningkatan pencapaian prestasi, khususnya pada turnamen level Super 500 ke atas, sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada Mei 2027,” terang Eng Hian.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Didi itu berharap capaian juara umum Thailand Masters 2026 sekaligus keberhasilan para atlet meraih gelar Super 300 pertama menjadi indikator positif dari arah pembinaan dan regenerasi yang dijalankan PBSI.

“Evaluasi dan peningkatan program akan terus dilakukan agar prestasi yang diraih tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” ucapnya. (JPC/TRI)

Fraksi NasDem Dukung Program Pembinaan Atlet KONI Medan

BERSAMA: Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal, Ketua Bidang Pembinaan Hukum dan Keolahragaan Gerald Siahaan, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Novita Sari dan lainnya. (ist)
BERSAMA: Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal, Ketua Bidang Pembinaan Hukum dan Keolahragaan Gerald Siahaan, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Novita Sari dan lainnya. (ist)

MEDAN – Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah mendukung program pembinaan atlet yang dijalankan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Dukungan tersebut disampaikan Afif saat menerima audiensi pengurus KONI Kota Medan di ruang kerjanya,Senin (2/2). Hadir dalam pertemuan itu Pengurus KONI Medan yakni Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal, Ketua Bidang Pembinaan Hukum dan Keolahragaan Gerald Siahaan, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Novita Sari, serta Ketua Bidang Media dan Humas Budi Heriadi.

Afif yang juga Anggota Komisi II DPRD Kota Medan ini menilai program-program yang dipaparkan KONI Medan sejalan dengan visi pembinaan atlet muda di Kota Medan. Ia menegaskan Fraksi NasDem siap memberikan dukungan penuh agar program tersebut dapat berjalan optimal dengan dukungan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

ìAlhamdulillah hari ini kami menerima audiensi pengurus KONI Medan. Program-program yang disampaikan sangat baik dan perlu didukung pemerintah kota. Kami dari Fraksi NasDem akan berupaya memberikan yang terbaik agar program KONI bisa berjalan maksimal dengan dukungan Pemko Medan melalui Dispora,î ujar Afif.

Dia menambahkan bahwa Kota Medan memiliki banyak atlet muda berpotensi yang perlu dibina secara serius. Dengan kepengurusan KONI saat ini, ia optimistis pembinaan bisa berjalan lebih terarah sehingga mampu melahirkan atlet berprestasi yang menyumbang medali emas, perak, dan perunggu di berbagai ajang.

“Untuk KONI Medan kita berharap bisa membina atlet yang kita miliki saat ini, aset-aset kita, anak-anak muda kita yang sebenarnya banyak berpotensi. Kami yakin KONI dengan kepengurusan saat ini bisa memfasilitasi dan mendukung mereka,” katanya

“Kita berharap KONI bisa menghasilkan medali-medali baik itu emas, perak, dan perunggu. Mudah-mudahan akan semakin banyak kita bisa berprestasi lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, mengapresiasi dukungan Fraksi NasDem dan Afif Abdillah, khususnya terkait perencanaan penambahan anggaran untuk pembinaan atlet di Kota Medan pada tahun 2026 ini.

Menurut Aswindy, dukungan anggaran sangat krusial mengingat pada November mendatang atlet Kota Medan akan mengikuti Porprovsu, sementara pada 2026 Kota Medan juga akan menggelar Porkot.

ìKami berterima kasih atas dukungan Fraksi NasDem dan Pak Afif. Harapan kami ada penambahan anggaran karena prestasi tidak bisa dicapai tanpa dukungan dana yang memadai. Kami optimistis di Porprovsu mendatang Medan bisa kembali menjadi juara umum,î kata Aswindy. (dek)