31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5601

Pemkab Sergai Raih Penghargaan SAKIP

IST PENGHARGAAN: Bupati Ir H Soekirman didampingi Kadis Kominfo H Ikhsan AP MSi dan beberapa OPD Sergai menunjuk penghargaan dari Menteri PAN RB.
IST
PENGHARGAAN: Bupati Ir H Soekirman didampingi Kadis Kominfo H Ikhsan AP MSi dan beberapa OPD Sergai menunjuk penghargaan dari Menteri PAN RB.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai kembali meraih penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2018 dengan nilai B dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin.

Penghargaan itu langsung diterima Bupati Sergai Ir H Soekirman pada acara kegiatan di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/1).

Penerimaan SAKIP tersebut juga diterima 184 Kepada Daerah Pemkab/Pemko dan Provinsi yang berada di wilayah I seperti Aceh, Sumut, Kepulauan Riau, Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Banten.

Kadis Kominfo Sergai H Ikhsan AP MSI yang turut mendampangi Bupati menjelaskan, bahwa dalam perhelatan akbar tersebut Menteri PAN RB Syafruddin menyampaikan bahwa awal tahun 2019, merupakan periode yang tepat dan iklim yang baik pada semua instansi pemerintah untuk memulai kinerja.

“Semangat kerja ini tentunya dilandasi dengan jiwa ASN semakin adaptif dalam perubahan untuk selalu bekerja keras, inovatif, kreatif dalam menjalankan roda pemerintahan sehingga dapat berjalan tepat, cepat dan akurat, serta dapat menyentuh seluruh aspek pembangunan masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Ikhsan, Menteri PAN RB juga menyampaikan bahwa dalam perubahan paradigma publik sangat menginginkan perubahan yaitu pemerintah hadir untuk melayani, birokrasi hadir semakin dinamis melayani sekaligus menfasilitasi disetiap publik.

Sedangkan rekomendasi tentang SAKIP ditujukan, agar setiap Pemda mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran agar sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan demi kesejahteraan masyarakat.

“Kementerian PAN RB bukan hanya menitikberatkan pada nilai yang diberikan. Namun menunjukkan bagaimana kemampuan dari Pemerintah Daerah sendiri dalam melakukan pengelolaan penggunaan anggaran, sehingga dapat dipertanggungjawabkan untuk memberikan pelayanan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” bilang Ikhsan.

Usai menerima hasil evaluasi tersebut, Bupati Sergai Soekirman mengatakan, bahwa Kabupaten Sergai memperoleh kategori B merupakan daerah yang ketepatan perencanaan dan misi-misi serta tujuan maupun cascading yang baik.

Soekirman juga berkeinginan ditahun 2019 lebih ditingkatkan lagi menjadi nilai BB yang mengacu pada ketepatan sistem perencanaan dan efisiensi anggaran.

“Saya berharap dan optimis jika terintegrasinya e-planning dan e-budgeting serta e-kinerja terus dipacu dan semua OPD mensinkronsisasikan program kerjanya masing-masing fokus satu tujuan berbasis value for Money, mudah-mudahan tahun depan SAKIP kita bisa mendapat nilai BB,” harapnya.

Ikhsan menambahkan, di Provinsi Sumut belum ada satupun kabupaten/kota yang mendapat nilai BB.

“Oleh karena itu, masih wajar Pemkab Sergai memperbaiki dan menambah fokus pada beberapa program di OPD sehingga dapat meraih nilai tersebut,”terang Ikhsan. (sur/han)

Poktan Desa Rumbio Terima Bantuan Bibit Padi

DEDI JAILANI/SUMUT POS DIABADIKAN: Perwakilan Koptan Anggrek dan Koptan Rapmiduk diabadikan bersama Kades Rumbio usai menerima bantuan bibit padi.
DEDI JAILANI/SUMUT POS
DIABADIKAN: Perwakilan Koptan Anggrek dan Koptan Rapmiduk diabadikan bersama Kades Rumbio usai menerima bantuan bibit padi.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Dua kelompok tani (Poktan) di Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal menerima bantuan bibit padi Ciherang dari Dinas Pertanian Pemkab Madina.

Bantuan bibit padi tersebut diberikan, pasca banjir yang merusak lahan pertanian masyarakat hingga gagal panen di desa tersebut.

Kedua Koptan yang menerima bantuan tersebut adalah Koptan Angrek dan Rapmiduk. “Akibat diterjang banjir, petani di desa kami gagal panen karena banyak padi yang rusak,”ungkap Kepala Desa Rumbio kepada Sumut Pos, Senin (28/01).

Dengan adanya bantuan tersebut, kata Ketua Koptan Anggrek Nasaruddin, petani bisa mengganti bibit padi yang sudah terbawa banjir.

“Meskipun semua kerugian akibat banjir tidak dapat diganti, kami ucapkan terimakasih atas kepedulian Pemkab Madina akibat musibah yang terjadi,”tandasnya. Pemberian bantuan tersebut dihadiri Kepala Desa Rumbio, Babinsa dan tokoh masyarakat setempat. (mag-6/han)

HIPAKAD Perang Terhadap Narkoba , Ransus Perumnas Mandala Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah

DONOR DARAH: Dari kanan berdiri Drs Ismail, Ahmad Helmy ST, dan pengurus HIPAKAD lainnya menyaksikan kegiatan donor darah, Minggu (27/1).
DONOR DARAH: Dari kanan berdiri Drs Ismail, Ahmad Helmy ST, dan pengurus HIPAKAD lainnya menyaksikan kegiatan donor darah, Minggu (27/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Himpunan Putra Putri Keluarga Besar Angkatan Darat (HIPAKAD) Ranting Khusus Perumnas Man dala bertekad perang terhadap peredaran Narkoba di wilayah Perumnas Mandala sekaligus mendirikan posko pengaduan.

“Kehadiran HIPAKAD di tengah-tengah masyarakat untuk menghapus stigma negatif tentang organisasi kepemudaan. HIPAKAD bertekad membantu aparat keamanan dalam memberantas peredaran Narkoba dan aksi premanisme yang ada di wilayah pemukiman Perumnas Mandala,” tegas Drs Ismail saat menggelar bakti sosial berupa donor darah dan senam pagi bersama warga di Lapangan Cicak Rawa, Perumnas Mandala, Minggu (27/1).

Dijelaskan Drs Ismail, dalam pemberantasan Narkoba tersebut pihaknya akan bekerja sama dengan aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deliserdang, tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat.

“Melaksanakan donor darah dan bakti sosial termasuk salah satu cara untuk mencegah peredaran Narkoba sekali,” sebut Ismail seraya menambahkan bahwa  bakti sosial tersebut merupakan program rutin HIPAKAD.

Drs Ismail menyebutkan, setiap satu tetes darah akan sangat berarti bagi orang-orang yang membutuhkannya.  Drs Ismail menambahkan bahwa HIPAKAD jelas  berbeda dengan OKP lainnya yang ada di kota Medan.

Keberadaan dan kehadiran hipakad dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan bukan sekedar untuk gagah-gagahan, tegas ketua HIPAKAD Drs Ismail.

Sementara itu Ahmad Helmy ST tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh HIPAKAD.

“Seharusnya OKP lain yang ada di Perumnas Mandala melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakat,” sebut Helmy.

Kegiatan bakti sosial donor darah dan senam pagi bersama itu dihadiri sejumlah pendonor dan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Deliserdang. (rel/adz)

Masyarakat Curigai PT KMP Bentukan PT IPJ, Dewan Desak DLH dan Aparat Tingkatkan Pengawasan Impor Limbah Non-B3

.
.

SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait keberadaan perusahaan pengolahan limbah non B3 berbahan impor, anggota DPRD Sumut meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut, kepolisian dan Bea Cukai meningkatkan pengawasan terhadap impor limbah non B3 yang masuk ke Sumut.

Selain dikhawatirkan sebagai ajang penyeludupan barang-barang ilegal, dewan mendapat informasi salah satu pengusaha pengimpor non limbah B3 jenis plastik di kawasan Jalan Medan-Binjai menjual limbah non B3 tanpa terlebih dulu mengolahnya seperti yang diatur dalam Permendag No 31/2016.

“Berdasarkan laporan yang kita terima dari masyarakat, ada perusahaan yang mendapat ijin impor non limbah B3 menjual tanpa mengolah terlebih dulu. Ini jelas melanggar Permendag No 31/2016. Makanya kita minta DLH Sumut sigap melakukan pengawasan bila perlu melakukan investigasi langsung ke lokasi yang dicurigai tersebut,”tegas Anggota Komisi A DPRD Sumut dari Fraksi Nasdem, HM Nezar Djeoli kepada wartawan Senin (28/1).

Dikatakan Nezar, berdasarkan Permendag no 31/2016 Pasal 5 ayat 1 dan 2 dijelaskan, importir limbah no B3 dilarang untuk memindahtangankan dan atau memperdagangkan limbah non B3 yang dimpor kepada pihak lain. Limbah non B3 yang diimpor wajib diolah sendiri sehingga menghasilkan barang dengan pos tarif atau HS baru dan memiliki nilai tambah.

“Dalam pasal 21 jelas bagi perusahaan yang melanggar Permendag itu PI limbah non B3 akan dicabut. Makanya kita desak DLH turun tangan menindaklanjuti informasi ini,”terang Nezar.

Lebih lanjut dikatakan Nezar, sesuai laporan yang diterimanya juga bahwa pengimpor limbah non B3 patut atas nama PT KMP yang bersebelahan dengan PT IPJ yang juga pengimpor limbah non B3 yang kedapatan menyeludupkan 3.678 karton atau 42.058 botol minuman keras (miras) berbagai jenis, merk dan ukuran ilegal bernilai miliaran rupiah asal terminal pemasaran Singapura di terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT) beberapa waktu lalu. Penyeludupan ini berhasil digagalkan Aparat Kanwil Bea Cukai (BC) Sumut. Adapun modus yang dilakukan kotak botol miras tersebut dicampur dalam tiga peti kemas bersama biji plastik (linear low density poly ethylene).

“Karena alamatnya bersebelahan, makanya masyarakat juga mencurigai kalau PT KMP ada kaitannya dengan PT IPJ. Makanya ini harus menjadi atensi aparat kita untuk meningkatkan pengawasan baik pihak kepolisian mauoun beacukai jangan sampai kita kecolongan lagi,”tegas Nezar.

Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Sumut dari Fraksi PAN Aripay Tambunan juga mengingatkan, agar DLH melakukan investigasi ke lapangan. “Tentunya jika pelanggaran aturan yang ada akan berdampak kepada persoalan lingkungan juga. Kita tidak tau limbah non B3 impor yang dijual itu kepada siapa dan apakah perusahaan yang menampung itu memiliki persyaratan dan ketentuan pengolahan limbah. Ini jelas mengancam lingkungan kita makanya harus segera disikapi. Jika diperlukan kami di DPRD Sumut akan melakukan sidak ke lapangan,”pungkasnya. (adz/han)

Jalan Rusak Parah, Warga Geruduk Kantor Bupati Karo

.
.

KARO, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Kuta Male, Kecamatan Kuta Buluh menggeruduk Kantor Bupati Karo, mendesak segera membangun jalan ke desa mereka, Senin (28/1) siang.

Desakan ini langsung disampaikan warga pada Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang didampingi Asisten I Pemkab Karo Suang Karo-karo dan Camat Mardinding Juspri Nadeak di Ruang Rapat Asisten II Kantor Bupati.

Kepala Desa Kuta Male, Jhon Sembiring bersama Juliadi Kaban (pemerhati desa), Pdt GBKP Kutamale Erik Tarigan, Sopan perangin-angin, dan Sangap Kembaren mengungkapkan, kondisi jalan di Desa Kuta Male saat ini memprihatinkan. Dampak buruknya infrastruktur Desa Kuta Male, menyulitkan warga mengangkut hasil pertanian.

“Untuk mengangkut hasil pertanian juga demikian, tidak maksimal. Karena kendaraan sulit melewati jalan yang berlumpur dan sangat parah. Harus menggunakan kendaraan mobil gardang dua. Carikan kami solusi, supaya masyarakat merasa terlayani bukan melayani,” ucap Juliadi Kaban. Dalam kesempatan itu, Juliadi Kaban juga melaporkan kepada Bupati, sulitnya berkoordinasi dengan Camat Mardinding Juspri Nadeak dalam menindaklanjuti akses jalan di Desa Cerumbu.

“Terus terang, saya sangat kecewa dengan kinerja Camat Mardinding Juspri Nadeak, sejak adanya kesepakatan Pemda Karo untuk membantu Dusun Cerumbu, camatnya sulit diajak koordinasi. Asal ditelepon dan di whatsapp tidak pernah dijawab dan dibalas,” tutur Juliadi.

Merespons desakan warga Desa Kuta Male, Bupati Karo meminta Kepala Desa Kuta Male untuk mengajukan surat kepada Pemda Karo. “Silakan kepala desa berperan aktif dalam hal ini. Tuangkan permasalahan apa saja yang perlu diperhatikan agar nanti kami rapatkan dan kami adakan pembahasan bersama OPD terkait,” kata Terkelin Brahmana.

Mengenai infrastruktur jalan di Desa Cerumbu, Terkelin Brahmana mengaku, persoalan tersebut telah diatasi Camat Mardinding. “Jujur, saya secara pribadi saya pikir sudah selesai semuanya karena tidak ada yang melaporkan permasalahan. Jadi saya anggap sudah celar and clean, termasuk camatnya maupun Dinas PUPR,” ungkap Terkelin.

Dengan adanya laporan yang disampaikan Juliadi Kaban, Bupati Karo memerintahkan Camat Mardinding untuk melayani dan berkomunikasi dengan warga.

“Saya instruksikan agar layani masyarakat jika mereka butuh komunikasi. Jangan ada telepon atau whatsapp tidak dijawab dan dibalas. Komunikasi sangat penting, saya tidak menyalahkan sekarang. Tapi saya minta ke depan catat nomor handphone Pak Juliadi ini, supaya kedepan bisa koordinasi penanganan Dusun Cerumbu,” tegas Terkelin.

Camat Mardinding Juspri Nadeak mengaku tidak pernah ditelepon dan diwhatsapp. “Jika ada pasti saya angkat atau saya balas. Mungkin tidak ada sinyal karena di Mardingding sangat sulit jaringan,” elak Juspri Nadeak. (deo/han)

Dinilai Sebarkan Bau Busuk, PT Toba Surimi Didemo Warga

Fachril/sumut pos DEMO:-Masyarakat Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Medan Deli saat demo di PT Toba Surimi, KIM II, Mabar.
Fachril/sumut pos
DEMO:-Masyarakat Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Medan Deli saat demo di PT Toba Surimi, KIM II, Mabar.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan masyarakat dari Lingkungan 1, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dan Dusun 19, Kecamatan Percut Seituan, unjukrasa ke PT Toba Surimi, KIM II, Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (28/1). Demo yang dilakukan mayoritas ibu- ibu tersebut, merupakan aksi lanjutan dari kekesalan masyarakat akibat aroma tidak sedap dari pabrik yang bergerak dibidang pengalengan ikan laut pada Minggu (27/1) malam.

“Tadi malam kami sempat ribut, karena bau dari pabrik ini menyengat kali. Makanya, kami datangi pabrik tadi malam dengan masuk mendobrak seng belakang pabrik,” beber seorang ibu – ibu di lokasi pabrik. Aksi masyarakat itu untuk meminta perusahaan bertanggungjawab atas bau busuk yang mencemari lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kami tidak tahan bau busuk selama ini, setiap hari kami makan mau muntah. Perusahaan harus bertanggung jawab, kalau masih bau, lebih baik parik ini tutup,” teriak masyarakat.

Unjuk rasa berlangsung mendapat pengawalan dari petugas Polsek Medan Labuban, pihak perusahaan mengajak utusan masyarakat untuk melakukan musyawarah. Setelah setengah jam melakukan perundingan, pihak perusahaan belum bisa menyahuti aspirasi masyarakat. Perusahaan yang sudah berlangsung lama mencemari aroma tidak sedap, tidak mampu memberikan bantuan CSR kepada masyarakat.

Akibatnya, kesepakatan antara masyarakat dan perusahaan tidak ada titik temu. Warga yang merasa dirugikan akibat bau busuk, membubarkan diri, berencana akan melakukan aksi yang lebih besar. “Perusahaan tidak mau menuruti tuntutan kami. Makanya, kami bubar dan akan kembali demo untuk lebih besar lagi,” ucap ibu – ibu membubarkan diri. Camat Medan Deli, Ferry Suheri dikonfirmasi mengatakan, areal pabrik itu berada di Percut Seituan, jadi, warga yang ribut setelah di cek bukan warga Medan Deli.

“Tadi saya sudah suruh cek lurah sama kepling, lokasi pabrik tidak di wilayah kita. Warga yang ribut pun umumnya warga Seintis, Percut Seituan, jadi kita tidak bisa campuri,” ungkapnya. (fac/han)

Siap Lindungi Kepentingan Hukum Masyarakat Deliserdang, Pengurus LBH IPK Deliserdang Dilantik

ISTimewa/sumu tpos DILANTIK: Pengurus LBH IPK Deliserdang periode 2018-2023 resmi dilantik di GOR Pemkab Deliserdang, Minggu (27/1).
ISTimewa/sumu tpos
DILANTIK: Pengurus LBH IPK Deliserdang periode 2018-2023 resmi dilantik di GOR Pemkab Deliserdang, Minggu (27/1).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Arya Agustinus Purba, SH resmi dilantik menjadi Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Deliserdang periode 2018-2023 di Gedung Olah Raga (GOR) Pemkab Deliserdang, Jalan Medan-Lubukpakam, Minggu (27/1).

Prosesi pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Delserdang, Mikali TP Purba SH, Sekretaris Eko Sopianto, Kadisporabudpar Deli Serdang, Wakil Ketua DPD IPK Kota Medan Daniel Panggabean, Kejari Deliserdang, perwakilan BNN Deliserdang, perwakilan Polres Deliserdang, Penasihat LBH Handoko Hardjono, SE, Samsyul Bahri, unsur SKPD Deliserdang, Pengurus PAC IPK Deliserdang serta ribuan kader IPK lainnya.

Dalam sambutannya Ketua DPD IPK Deliserdang Mikail, TP Purba SH berharap agar pengurus yang baru dilantik tidak hanya membela kader IPK Deliserdang, namun juga membela kepentingan masyarakat lemah yang buta akan hukum.

Bupati Deliserdang yang diwakili Kadispora dalam sambutannya, mengatakan keyakinannya, apabila pengurus LBH IPK Deliserdang terus berkarya, maka tahun 2045 pengurus LBH IPK Deliserdang akan menjadi pemegang tampuk kepemimpinan di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Deliserdang.

Sementara Arya Agustinus Purba, SH mengatakan akan melindungi kepentingan hukum masyarakat Deliserdang serta bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam upaya menjunjung tinggi supremasi hukum. “LBH IPK Deliserdang merupakan organisasi sayap IPK Deliserdang yang baru terbentuk, namun kami yakin LBH IPK Deliserdang akan tetap berkarya sampai selamanya!.”

Dikatakannya, LBH IPK Deliserdang akan terjun dalam menangani permasalahan masyarakat yang tidak mampu dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.

Kedepannya LBH IPK Deliserdang akan berkonsolidasi di dinas-dinas terkait, serta PAC IPK wilayah Kecamatan Deliserdang dalam upaya mewujudkan visi dan misi serta program LBH IPK Deliserdang.

Adapun pengurus LBH IPK Deliserdang yang dilantik, Direktur, Arya Agustinus Purba SH, Sekretaris Ade Imam Prabudi Santoso, SH, Bendahara Wandi Budi Wijaya SH, Kepala Litigasim Voller Sofyan Marpaung SH,Kepala Advokasi Buha P Siburian SH, Rolando Marpaung SH MH, Darwinton Sibarani SH, Chairil Akbar Purba SH, Sunansyah Aulia Rahman SH, Victor Danny Nainggolan SH, Widya Olyvia Purba SH, Gomgom Tua Simamora dan Gowin. (tri/han)

PSMS Yakin Ada Dana

PSMS
PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Penanggungjawab PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengatakan terlalu dini mengatakan atau membahas belum adanya dana untuk mengikat pemain untuk di Liga 2 tahun ini.

“Saya rasa terlalu dini berbicara financial. Kan pengurus kemarin baru dari Bali dan kita ditugasi untuk menanggungjawabi PSMS. Katakanlah perangkat tim baru kurang dari 50 persen. Tapi saya punya keyakinanlah,” kata Mulyadi Simatupang.

Menurut Mulyadi, memang wajar banyak yang khawatir seiring dengan eksodus para pemain PSMS. Saat ini sudah ada sembilan pemain dari skuad musim lalu yang memastikan hengkang.

“Kan kita serius dan kalau sudah serius apa yang menjadi kekhawatiran itu boleh-boleh saja. Tapi janganlah seperti itu, terlalu mendramatisir. Karena top pengurus, pembina aja belum ada mengatakan seperti itu (belum ada dana untuk mengikat pemain, red). Jadi saya kira masih terlalu dini berbicara seperti itu,” ucap Mulyadi.

Mulyadi berkeyakinan bahwa dengan keseriusan menggelar persiapan lebih awal memiliki tujuan. “Saya pikir masih banyak pemain yang mau datang lagi. Kalau ngomong dana, kayaknya siapa sih pemain yang masih tinggal disini? Kayaknya masih Legimin. Jadi kalau mau ngomong dana, kira-kira siapa yang mau dikontrak? Kan terlalu dini. Apalagi bulan lima Liga 1 baru dimulai dan Liga 2 pasti sesudahnya,” bebernya.

Selain itu tim-tim kontestan lain juga menurutnya belum menggelar persiapan. PSMS termasuk tim yang cukup cepat menggelar persiapan.

Dia yakin manajemen pasti punya perhitungan. Apalagi PSMS ingin hanya sebentar di Liga 2 dengan target ke Liga 1. “Logikanya pengurus pasti sudah memperhitungkan dan menyiapkan dana untuk itu. Kecuali waktunya sudah mepet. Kita jangan membeli kucing dalam karung. Jadi PSMS ini punya nilai jual tinggi bagi pemain-pemain itu, siapa yang dari sini punya nilai jual tinggi. Berbeda dengan klub-klub lain. Saya yakin itu,” Mulyadi Simatupang.

Selain itu PSMS Medan juga terlihat sudah mempersiapkan mes Stadion Kebun Bunga bagi para pemain pelamar dari luar Kota Medan.

“Mungkin baru di awal-awal bulan Februari kita sudah bisa bicara soal dana. Pak Edi dan Pak Kodrat, kita belum ada kumpul lagi soal ini. Tapi yakinlah kita jauh akan lebih siap. Tapi ketika saya ditunjuk menjadi penanggunghawab, saya punya keyakinan,” Mulyadi Simatupang.

“Sekarang ini yang mau kita dapatkan di manajemen ini harus jelas dululah. Seperti apa nanti Pak Dodi, apa benar-benar mundur atau bagaimana. Saya juga baru sekali bertemu dan belum bisa memberikan keterangan soal budget,” pungkas Mulyadi. (don)

Kabar Duka Cita

Turut berduka atas meninggalnya Goldian Purba (GM Sumutpos)
Turut berduka atas meninggalnya Goldian Purba (GM Sumutpos)

Dukung Program KSPN Danau Toba, 103 Km Rel KA Di-upgrade

SUTAN SIREGAR/SUMUT POSPERBAIKAN REL: Petugas melakukan perbaikan bantaran rel kereta api di Stasiun Besar Kereta Api Medan, beberapa waktu lalu. Mulai tahun 2019 ini, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara akan meng-upgrade perlintasan Kereta Api , mulai dari Kota Medan ke Kota Tebing Tinggi hingga Kota Pematangsiantar.
SUTAN SIREGAR/SUMUT
POSPERBAIKAN REL: Petugas melakukan perbaikan bantaran rel kereta api di Stasiun Besar Kereta Api Medan, beberapa waktu lalu. Mulai tahun 2019 ini, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara akan meng-upgrade perlintasan Kereta Api , mulai dari Kota Medan ke Kota Tebing Tinggi hingga Kota Pematangsiantar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai tahun 2019 ini, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara memprogramkan peningkatan infrastruktur atau upgrade perlintasan Kereta Api (KA), mulai dari Kota Medan ke Kota Tebing Tinggi hingga Kota Pematangsiantar. Total panjang ruas rel kereta yang di-upgrade mencapai 103 kilometer.

“Proses upgrade dimulai dari jalur kereta api Stasiun Araskabu di Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Kalau Medan-Siantar kita program 2 tahun. Dari tahun 2019 sampai 2020 selesai. Kita mulai dari Stasiun Aras Kabu persimpangan Kualanamu, hingga ke Tebingtinggi dan Siantar,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Medan I Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fakhrul Rivai Hasibuan, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (27/1).

Peningkatan perlintasan Kereta api ini dilakukan selama 2 tahun kedepan. Dananya bersumber darin

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Saat ini, pihak Balai Teknik Perkeretaapian tengah mempersiapkan dokumen pelelangan tender untuk proyek tersebut. Proses pengerjaan dijadwalkan mulai bulan April tahun ini.

“Tahun ini dimulai dengan pergantian relnya terlebih dahulu. Tahun depan, kita programkan untuk pergantian jembatan, agar tidak memenuhi beban ganda rel RM 21,” jelas Fakhrul.

Tahun 2020, ada lebih kurang 7 jembatan perlintasan kereta api yang akan ditingkatkan dari Medan sampai kota Pematangsiantar.”Ketujuh jembatan itu bukan diganti ya, tetapi di-upgrade,” tutur Fakhrul.

Dijelaskannya, upgrade perlintasan kereta api ini bertujuan untuk mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Ditanya tentang kapan penambahan jalur perlintasan kereta api dari Pematangsiantar ke Parapat, Kabupaten Simalungun, menurut Fakhrul, belum diprogramkan. “Programnya sampai saat ini masih jalur Medan-Pematangsiantar. Karena kondisi rel saat ini, yakni rel R33 dan rel R42, kecepatan kereta api sangat terbatas. Kondisi rel pengaruh dengan keselamatan kereta api,” jelasnya.

Peningkatan infrastruktur kereta api ini juga bertujuan untuk memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Apa lagi, pengguna moda transportasi kereta api di Sumut semakin hari jumlahnya semakin meningkat.

“Kita harapkan, dengan ada peningkatan infrastruktur ini, kecepatan kereta api bertambah dan otomatis waktu tempuh dari Medan ke Siantar lebih cepat lagi,” tandasnya.

Dikerjakan Bertahap

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, mengungkapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan pembangunan infrastruktur untuk lintasan kereta api dari Kota Medan ke Danau Toba-Parapat, pada tahun 2019 ini.

Arie mengatakan, pembangunan infrastruktur untuk kereta api akan dilakukan secara bertahap. “Upgrade rel dari Medan ke Pematang Siantar, anggarannya sudah tersedia di Kemenhub,” ujar Arie.

Tidak saja dilakukan upgrade, menurut Arie, PT KAI akan juga melakukan peningkatan pelayanan untuk masyarakat yang akan berkunjung ke Danau Toba menggunakan moda transportasi kereta api ini. “Mudah-mudahan Kemenhub dan PT KAI tahun ini melaunching kereta api baru,” tutur Arie.

Setelah melakukan upgrade rel kereta api dari Medan ke Kota Pematangsiantar, Kemenhub merencanakan outline bisnis kereta api dari Kota Pematangsiantar ke Danau Toba di Parapat. “Akan menggunakan biaya yang besar dari pemerintah dan badan usaha. Mudah-mudah segera dilakukan,” ungkap Arie.

Ia mengharapkan pembangunan infrastruktur Kereta Api Medan ke Parapat di Kawasan Danau Toba dapat direalisasi dan selesai pada tahun ini, meski tahun 2019 adalah tahun politik. “Sembari di-upgrade, sembari dikerjakan. Pembangunan rel dan operasionalnya juga ditawarkan ke investor,” pungkas Arie. (gus)