26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 5602

Sabu Disembunyikan di Perut Lele, Dua Napi Pesta Sabu dalam Lapas

sopian siregar/sumut pos PERIKSA: Kedua Napi Lapas Kelas II B Tebingtinggi saat menjalani pemeriksaan di dalam Lapas.
sopian siregar/sumut pos
PERIKSA: Kedua Napi Lapas Kelas II B Tebingtinggi saat menjalani pemeriksaan di dalam Lapas.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Dua narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Kota Tebingtinggi ditangkap sipir saat sedang asik pesta sabu. Keduanya ditangkap dari kamar 03 B Blok B, Sabtu (26/1) sore.

“YA benar, kita mengamankan Indra dan Surya. Saat ini sudah kita serahkan ke Satresnarkoba Polres Sergai Tebingtinggi,” Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kota Tebingtinggi, Theo Andrianus Purba, Minggu (27/1).

Dijelaskan Theo, saat itu tiga petugas lapas sedang melakukan patroli di sekitar kamar 03 B Blok B.

“Petugas kemudian melihat ada 2 orang warga binaan sedang asik mengisap sabu-sabu di dalam kamar tahanan. Petugas langsung masuk ke dalam kamar warga binaan untuk mengamankan kedua pelaku,” terangnya.

Di dalam kamar napi, petugas juga menemukan satu bungkus plastik kecil sabu dan 1 buah alat hisap sabu (Bong).

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, petugas langsung membawa kedua pelaku bersama barang bukti ke dalam ruangan Kalapas untuk di interograsi,” terang Theo.

Dijelaskan Theo, kedua napi ditahan dalam kasus narkotika jenis sabu-sabu. Indra merupakan tahanan Pengadilan Tinggi Medan, sedangkan temannya Surya tahanan Pengadilan Negeri Kota Tebingtinggi.

Kepada petugas, Indra mengaku sabu dibelinya dari seorang berinisial GB warga Bagelen Kota Tebingtinggi. Selanjutnya, HB menitipkan sabu tersebut dengan temannya berinisial DS.

“DS kemudian berpura-pura berkunjung ke lapas sambil membawa makanan. Oleh DS, sabu disembunyikan dalam makanan dan dibungkus rapi dalam plastik klip. Kemudian disimpan dalam perut ikan lele goreng agar bisa masuk ke dalam lapas,” kata Indra.

Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam di Lapas Klas II B Kota Tebingtinggi, petugas kemudian menyerahkan keduanya ke Satresnarkoba Polres Tebingtinggi. Tersangka bersama barang bukti diterima langsung oleh Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi, AKP Manson Nainggolan.(ian/ala)

Liliyana Natsir, Pensiun dari Bulutangkis setelah 24 Tahun, Rekan & Lawan: Terima Kasih, Butet!

istimewa BULUTANGKIS: Liliyana alias Butet Natsir saat bermain di arena bulu tangkis. Butet menyatakan pensiun sebagai atlet bulutangkis pada Minggu (27/1/2019).
istimewa
BULUTANGKIS: Liliyana alias Butet Natsir saat bermain di arena bulu tangkis. Butet menyatakan pensiun sebagai atlet bulutangkis pada Minggu (27/1/2019).

SUMUTPOS.CO – Perjalanan panjang Liliyana “Butet” Natsir di arena bulu tangkis sampai ke garis finis. Setelah 24 tahun mengarungi perjalanan di bulutangkis, Butet sampai di penghujung kariernya. Tiba saatnya ia harus mengucapkan selamat tinggal kepada olahraga yang telah membesarkan namanya.

Minggu (27/1) kemarin, Liliyana Natsir tak dapat menyembunyikan rasa sedih dan haru tatkala seluruh penonton di Istora meneriakan namanya. Bola matanya tampak berkaca-kacan

Sudah tak terhitung lagi berapa kali Liliyana berjuang hidup mati demi Merah-Putih, mulai dari gelar turnamen terbuka, gelar hat-trick All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014, empat gelar juara dunia pada tahun 2005, 2007, 2013 dan 2017 serta puncaknya medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang ia raih bersama Tontowi Ahmad.

Mengapresiasi besarnya pengorbanan dan deretan prestasi yang telah mengangkat nama Indonesia di kancah dunia, Minggu (27/1) kemarin digelar Liliyana Natsir’s Farewell Event, tepat sebelum laga final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan.

Sebelum memasuki arena, Liliyana tak dapat menahan jatuh air matanya kala ia melihat video di mana orang-orang terdekatnya, Richard Mainaky, Nova Widianto dan Vita Marissa memberikan kesan-kesan tentangnya.

Liliyana memasuki Istora didampingi 17 atlet pelatnas, menggambarkan 17 tahun Liliyana berada di Pelatnas PBSI Cipayung. Dalam acara ini turut hadir Menteri Pemuda dan Olahrgaa RI Imam Nahrawi dan Ketua Umum PP PBSI Wiranto.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan Butet kepada Indonesia. Momen medali emas Olimpiade Rio 2016 adalah momen terfavorit saya selama menjadi menteri,” kata Imam yang disambut riuh tepuk tangan penonton.

“Saat ini kita akan ditinggalkan pemain legendaris yang sudah mengukir prestasi yang luar biasa. Pemain terlama yang menghuni pelatnas selama 17 tahun, di pelatnas itu penuh perjuangan dan tidak mudah. Ini menjadi pelajaran untuk atlet muda agar bisa mengikuti jejak Butet untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Terima kasih kepada Butet yang sudah mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi-prestasinya,” kata Wiranto.

Usai menyampaikan sambutannya, Wiranto menyerahkan cendera mata berupa action figure Liliyana Natsir. Dengan terbata-bata, Liliyana membuka kata sambutannya. Ia bahkan harus berhenti bicara beberapa kali untuk menahan jatuh air matanya.

“Hari ini adalah hari yang berat buat saya. Minggu (27/1/2019), saya menyatakan pensiun sebagai atlet bulutangkis. Dunia ini yang membesarkan nama saya, saya tidak pergi menjauh, tapi memberikan kesempatan kepada adik-adik saya untuk menjadi pemenang baru,” kata Liliyana.

“Saya juga ingin menyampaikan pesan motivasi kepada adik-adik saya para pemain muda. Kekalahan itu tidak memalukan, yang memalukan itu menyerah,” tuturnya.

Liliyana pun berkata bahwa begitu banyak pihak yang mendukungnya selama ia menjadi pemain bulutangkis. Untuk itu ia ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang tak henti-hentinya memberi support. Mulai dari keluarganya, pelatih, para pemain pelatnas, PB Djarum, sponsor, Menpora, Ketum PBSI, para pendukung serta tak lupa pasangan mainnya, mulai dari Nova, Vita hingga Tontowi.

Di akhir acara, Liliyana mendapat kejutan dari kedua orangtuanya yang hadir dalam acara ini. Sang mama, Olly Maramis, memberikan karangan bunga untuknya. Sang papa, Beno Natsir menyusul setelah menyampaikan kata-kata betapa bangganya ia memiliki Liliyana sebagai putrinya.

Final Daihatsu Indonesia Masters 2019 menjadi laga terakhir bagi Liliyana. Kemarin ia berhadapan dengan pasangan rangking satu dunia, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. “Hari ini saya akan bertanding di final melawan pasangan Tiongkok, mohon dukungannya, mari getarkan Istora,” katanya.

Di akhir acara, Liliyana berlari mengelilingi Istora sambil menyapa para penonton Istora. Di panggung acara, terdapat T-shirt raksasa bergambarkan Liliyana, 24 tahun Ukir Prestasi untuk Indonesia.

Pujian dari Rekan dan Lawan

“Bulu tangkis Indonesia bakal kehilangan sosok legenda,” kata Jonatan “Jojo” Christie, tunggal putra Indonesia, tentang seniornya yang bakal pensiun tersebut.

“Liliyana adalah pemain yang sangat bagus di ganda campuran. Saya sedih dia memutuskan pensiun,” kata Lee Yong Dae, pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan.

Tribut juga datang dari calon lawan di final hari ini, Zhang Siwei/Huang Yaqiong. “Dia lawan yang tangguh,” ucap Huang, diamini Zheng.

Dalam wawancara dengan Jawa Pos (grup Sumut Pos) sebelumnya, Butet mengaku sudah memikirkan rencana pensiun itu sejak lama. Tepatnya setelah meraih emas Olimpiade Rio de Janeiro.

“Target utama saya adalah dapat emas di Olimpiade. Begitu dapat, saya sebenarnya ingin berhenti,” katanya.

Namun, atas permintaan berbagai pihak, dia akhirnya memutuskan menunda. “Sekaranglah saat yang tepat,” kata Butet yang bersama Owi pernah menjuarai turnamen bergengsi All England tiga kali beruntun sejak 2012 hingga 2014 itu.

Pebulu tangkis Jepang, Arisa Higashino termasuk yang paling sedih atas keputusan Butet itu. Maklum, dia pengagum berat pemain yang pernah berpasangan dengan Nova Widianto itu.

Kesedihannya kemarin bertambah karena impiannya melawan sang idola di final hari ini gagal terwujud. Sebab, di semifinal kemarin, bersama duetnya, Yuta Watanabe, dia dikalahkan pasangan Zheng/Huang. Yang sedikit menghiburnya, dia sempat meminta tanda tangan Butet.

Empat Orang Terdekatnya Kehilangan

Pensiunnya Liliyana Natsir membuat orang-orang di pelatnas PBSI bersedih hati. Mereka kehilangan anak didik, partner, sekaligus sahabat yang sudah menghiasi hari-hari mereka selama 17 tahun terakhir.

Sosok yang mengaku paling kehilangan Butet adalah sang pelatih, Richard Mainaky. Buat Richard, sosok Butet sebagai anak didik maupun atlet andalan sungguh tidak tergantikan.

“Saya sangat kehilangan. Saya rasa sekarang ini susah sekali mencari seorang atlet seperti Butet. Bukan cuma di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia,” ujar Richard, Minggu (27/1).

Richard boleh dibilang adalah sosok yang ‘menemukan’ Butet. Richard yang meyakinkan Butet bahwa ia bisa bersinar di ganda campuran saat Butet masih menekuni ganda putri bersama Vita Marissa.

Vita adalah sosok kedua yang merasa sangat kehilangan Butet. Sambil menitikkan air mata, Vita mengatakan bahwa hari-harinya dalam beberapa waktu ke depan tidak akan lagi sama tanpa keberadaan Butet.

“Dulu setiap latihan dan sehabis latihan selalu ketemu. Kami makan siang bersama, lalu ngobrol bersama sejak saya masih jadi partnernya sampai sekarang sudah jadi asisten pelatih. Tentu saya sedih sekali Butet pensiun,” ujar Vita.

Setelah pindah ke sektor ganda campuran, Butet kemudian dipasangkan oleh Nova Widianto. Bersama Nova, mereka menjadi juara dunia tahun 2007 dan meraih medali perak Olimpiade Beijing 2008.

“Butet adalah partner yang luar biasa. Dari mulai latihan saja dia sudah sangat semangat. Pasti akan susah sekali menggantikan dia,” ujar Nova.

Hal senada pun diucapkan Tontowi Ahmad, partner Butet sejak tahun 2010. Karir Owi meroket setelah dipasangkan dengan Butet dengan koleksi tiga gelar All England, tiga gelar juara dunia, dan medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

“Tentu sangat kehilangan. Butet adalah salah satu orang yang mengembangkan permainan saya. Kami ketemu setiap hari, latihan setiap hari. Sedih pastinya,” kata Owi. (Butet memang layak mendapat penghormatan. Setinggi-tingginya. Terima kasih, Butet! (bam/ipc/jpc)

Warga Protes Pembangunan De Glass Residence, Komisi D Panggil Pengembang

Jika Proyek Apartemen De Glass Residence Tak Distanvaskan
Jika Proyek Apartemen De Glass Residence Tak Distanvaskan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Protes warga Jalan Gelas dan Jalan Belanga, Sei Putih Tengah, Medan Petisah, terhadap pembangunan De Glass Residence mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Medan. Komisi D berencana akan melakukan pemanggilan kepada pengembang atau developer yang membangun proyek bangunan vertikal tersebut.

“Warga silahkan melaporkan keluhannya secara tertulis kepada kami. Selanjutnya, akan kita panggil pihak pengembang untuk meminta penjelasan,” kata Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani yang dihubungi, kemarin (27/1).

Diutarakan dia, untuk mendirikan bangunan komersil apalagi seperti apartemen di pemukiman penduduk yang cukup padat harus mendapat persetujuan warga sekitar. “Kita ingin tahu kenapa warga keberatan, apakah tidak ada persetujuan sebelumnya untuk membangun proyek itu. Makanya, kita minta warga melampirkan juga bukti-bukti keberatannya pada laporan yang akan disampaikan nanti secara tertulis,” kata Abdul Rani.

Dia mengharapkan, warga tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri. Misalnya, melakukan pengerusakan terhadap proyek itu atau lainnya yang menyangkut pidana. Oleh karena itu, diminta warga dapat menahan diri. “Kalau melakukan aksi unjuk rasa silakan saja, karena memang itu sudah dijamin oleh negara. Asalkan, aksi yang dilakukan damai dan tidak anarkis,” imbaunya.

Sementara, mewakili warga, Ketua DPW Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Sumut, Indra Mingka mengatakan akan segera melaporkan secara tertulis kepada Komisi D DPRD Medan. Direncanakan, Senin (28/1) atau Selasa (28/1) laporan diberikan oleh warga yang berdampak secara langsung. “Sebelumnya sudah kita sampaikan surat ke DPRD Medan, tetapi sifatnya masih sebatas tembusan karena tujuan utamanya kepada Gubernur Sumut. Makanya, nanti laporan tertulis akan disampaikan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Indra, pembangunan apartemen dua tower yang bakal dibangun 26 lantai itu belum mendapat tanda tangan persetujuan warga sekitar. Untuk itu, dia membantah pernyataan Camat Medan Petisah, M Agha Novrian yang menyatakan sudah ada persetujuan warga sebanyak 36 orang.

“Belum ada persetujuan warga sama sekali. Makanya, kita akan pertanyakan nanti dan minta bukti kepada camat tentang persetujuan 36 orang warga pada pertemuan lanjutan di kantor lurah (Sei Petisah Tengah) yang direncakan besok (hari ini),” cetusnya.

Indra mengaku meragukan adanya persetujuan warga tersebut dan diduga dipalsukan. “Kalau memang mau membangun apartemen, bujuklah baik-baik warga. Selain itu, tanggung jawab atas dampak yang telah ditimbulkan (tembok rumah retak) akibat pemasangan paku bumi,” ujarnya.

Terpisah, Camat Medan Petisah, M Agha Novrian mengatakan, dari data yang diterima pembangunan apartemen tersebut meminta persetujuan 42 orang warga setempat. Dari 42 orang tersebut, 36 di antarnya setuju dan melakukan tanda tangan. “Besok (hari ini, Red) akan dilakukan pertemuan di Kantor Lurah (Sei Putih Tengah). Jadi, nanti dalam pertemuan itu akan disampaikan secara jelas semuanya,” ujarnya. (ris/ila)

Meski Sudah Ribuan Dirobohkan, Reklame Baru Bermunculan

M Idris/sumu tpos PAPAN REKLAME: Sebuah papan reklame baru di Jalan Jalan Veteran Simpang Jalan Timor. dan Jalan Sutomo Simpang Jalan Veteran. (M IDRIS)
M Idris/sumu tpos
PAPAN REKLAME: Sebuah papan reklame baru di Jalan Jalan Veteran Simpang Jalan Timor. dan Jalan Sutomo Simpang Jalan Veteran. (M IDRIS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui tim gabungan yang dibentuk terus gencar merobohkan papan reklame bermasalah, baik yang tidak memiliki izin atau berdiri di atas fasilitas umum seperti trotoar dan lain sebagainya. Namun ditengah gencarnya penertiban reklame tersebut, ternyata malah bermunculan reklame baru.

Informasi dihimpun di lapangan lokasi yang berdiri reklame baru tersebut antara lain Jalan Veteran Simpang Jalan Timor dan Jalan Sutomo Simpang Jalan Veteran.

Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani mengatakan, keberadaan reklame yang baru muncul tersebut harus disikapi secara tegas oleh Pemko Medan. Artinya, ditindak dan ditertibkan tanpa pilih kasih. “Kenapa bisa berdiri reklame di lokasi tersebut, apalagi di fasilitas umum (trotoar)? Satpol PP harus tegas dan menindak reklame yang baru muncul tersebut,” kata Abdul Rani yang dihubungi, kemarin (27/1).

Menurut dia, kebijakan Wali Kota Medan menertibkan seluruh papan reklame jangan dijadikan momen atau kesempatan oleh oknum-oknum pengusaha reklame untuk memonopoli. “Kita tidak mau ada monopoli, artinya hanya ada satu pengusaha papan reklame di Kota Medan yang mampu dan memiliki izin pendirian,” kata anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan ini.

Oleh sebab itu, sambung dia, Satpol PP jika menemukan ada papan reklame berdiri di fasilitas umum segera tertibkan dan tumbangkan. Sebab, selain melanggar juga merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Medan. “Kalau enggak ada izin, pasti tidak ada pajak yang disetorkan. Makanya, merugikan terhadap PAD kota Medan,” cetusnya.

Tak jauh beda disampaikan anggota DPRD Medan dari PDI Perjuangan, Wong Chun Sen. Wong mengatakan, agar penertiban dilakukan jangan hanya karena ada pesanan dan pilih kasih. Pihak pengusaha advertising saat ini diketahui banyak yang sedang mengurus perizinan usaha papan reklame mereka.

“Kita minta segera tertibkan tiang reklame yang masih ada berdiri termasuk yang baru didirikan di trotoar jalan. Sebab, hal ini dapat menimbulkan kesenjangan diantara sesama pengusaha papan reklame. Apa dasar mereka mendirikan kembali reklame, apalagi di atas trotoar jalan yang jelas merupakan fasilitas umum,” tegasnya.

Wong menambahkan, aturan pendirian reklame jangan hanya dilihat dari kepentingan bisnis semata. Namun juga harus tetap menjaga estetika kota dan lingkungan.

Sementara, Kepala Satpol PP Medan M Sofyan mengatakan, pembongkaran reklame ini akan terus berlanjut sampai tidak ada satupun yang bermasalah berdiri. Ia mengaku sudah dua ribu lebih reklame bermasalah yang ditumbangkan sampai dengan saat ini. “Tim gabungan akan terus gencar menertibkan reklame, termasuk bangunan bermasalah. Kita menegakkan peraturan yang sudah ditetapkan, dengan begitu dapat membuat Kota Medan menjadi lebih indah dan enak dipandang,” katanya.

Sofyan mengimbau kepada seluruh pengusaha reklame dan bangunan bermasalah agar menaati semua aturan yang telah dibuat Pemko Medan. Hal ini untuk kepentingan bersama dan juga demi menciptakan nilai estetika kota. “Saya menghimbau untuk mengurus izin-izinnya, atau lakukan pembongkaran sendiri. Jika tidak, maka kami bongkar,” ujarnya. (ris/ila)

Terkait Penimbunan Tanpa Izin di Sicanang, Hari Ini Warga Kembali Unjukrasa

Fachril/sumut pos LIMBAH: Truk di atas limbah B3 yang sudah berubah menjadi tanah di Medan Labuhan belum lama ini.
Fachril/sumut pos
LIMBAH: Truk di atas limbah B3 yang sudah berubah menjadi tanah di Medan Labuhan belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Meskipun sudah diprotes warga, penimbunan lahan seluas 1 hektare diduga tanpa izin di Jalan Pulau Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, masih berlangsungn

Karenanya, warga berencana akan kembai melakukan unjukrasa hari ini, Senin (28/1).

Penimbunan yang akan dijadikan pergudangan berada di areal kawasan manggrove, berupa lumpur berserakan di jalan dan berdampak banjir yang disebabkan tumpukan tanah menutup aliran air atau drainase.

“Kami rencana besok (hari ini) mau demo, proyek itu bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat saja, ternyata proyek itu tidak ada izin UPL/UKL dan Amdal. Makanya, kami akan minta agar proyek itu dihentikan segera,” tegas Ketua Forum Masyarakat Sicanang (Formasi),1 Togu Silaen, Minggu (27/1).

Kata Togu, sebelumnya mereka sudah melakukan aksi unjuk rasa ke lokasi penimbunan. Telah disepakati, penimbunan itu tidak mengganggu kenyamanan lingkungan dan kondisi drainase tidak tertutup.

Ternyata, lanjut Togu, pihak pemilik lahan tidak menghiraukan kesepakatan yang telah mereka buat. Untuk itu, mereka akan kembali melakukan unjuk rasa memaksa agar proyek penimbunan itu segera dihentikan.

“Kami masyarakat sekitar, sangat resah dengan proyek penimbunan ini. Lihatlah tanahnya berserakan dan berada di bahu jalan. Selain itu, drainase tetutup, sehingga aliran air tumpat, pasti dapat menyebabkan banjir,” tegas Togu.

Terpisah, Anggota DPRD Medan, HT Bahrumsyah menegaskan, proyek itu harus segera dihentikan, karena sudah diprotes oleh warga. Artinya, proyek itu tidak mengantongi izin UPL/UKL dan Amdal, oleh karena itu pihak kecamatan harus segera menghentikan proyek tersebut.

“Apapun ceritanya, proyek itu harus dihentikan, karena tidak ada izin. Jangan ada alasan izin masih diurus, kalau memang mau menimbun, izinnya dulu diurus, mau dibangun apa lahan itu, apakah lahan itu memang sah sertifikat pemiliknya, karena itu masuk areal manggrove,” tegas wakil rakyat akrab disapa Bahrum.

Apabila proyek pemimbunan itu tetap berlangsung, lanjut wakil rakyat dari Medan Utara ini, terindikasi proyek itu mendapat perlindungan atau dibekingi oknum tertentu. Oleh sebab itu, diminta kepada kecamatan harus tegas menyikapi penimbunan tersebut.

“Di sini camat yang punya kompeten, kenapa penimbunan itu terus berlangsung. Jangan setelah diributi, baru penimbunan itu dihentikan. Ini salah, jadi jangan dibiarkan begitu saja. Jangan sempat masyarakat berindak diluar dugaan nantinya,” ungkap Bahrum.

Terpisah, Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengaku tidak ada mengeluarkan surat rekomendasi, bahkan proyek itu belum memiliki izin.”Proyek itu memang belum ada izinnya, kita akan segera surati agar proyek itu dihentikan,” aku Ahmad. (fac/ila)

Hadiri Pelantikan IPK PAC Medan Johor, Yasonna Laoli Bangga dengan Integritas dan Soliditas IPK

Diva/sumut pos PETAKA: Ketua IPK Medan, Thomas Purba (kiri) menyerahkan petaka kepada Ketua PAC IPK Medan Johor, Sunardi saat pelantikan, Sabtu (26/1).
Diva/sumut pos
PETAKA: Ketua IPK Medan, Thomas Purba (kiri) menyerahkan petaka kepada Ketua PAC IPK Medan Johor, Sunardi saat pelantikan, Sabtu (26/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPK Kecamatan Medan Johor periode 2019-2024 resmi dilanti, Sabtu (26/1).

Petaka resmi diserahkan Ketua IPK Medan Ir Thomas Purban kepada Ketua PAC IPK Medan Johor teranyar, Gundok didampingi Hasanuddin Nasution sebagai sekretaris dan Nurmanda Silaban selaku bendahara sesuai SK 34/DPD-IPK/Medan/I/2019 pada 4 Januari 2019.

Pelantikan yang berlangsung di Lapangan Bola Jalan Karya Jaya Medan itu menjadi pelantikan massal perdana organisasi ini. Dalam kesempatan itu juga digelar pelantikan pengurus ranting-ranting IPK se-kawasan Medan Johor. Tampak hadir dalam kesempatan itu Anggota DPD RI Parlindungan Purba dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli.

Gundok dalam pidatonya mengucapkan rasa terimakasihnya telah diberi kepercayaan menjadi Ketua PAC IPK Kecamatan Medan Johor. Ia menegaskan akan membawa organisasi ini menjadi lebih baikn

“Pertama-tama saya berterimakasih kepada Ketua Thomas Purba yang masih memberikan saya kepercayaan memimpin IPK Kecamatan Medan Johor. Kedepan saya akan terus mengembangkan dan membuat IPK di sini sebaik berkibar dan membantu pembangunan demi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IPK Kota Medan, Tomas Purba, menekankan kepada jajaran pengurus baru yang ia lantik agar menjalankan roda organisasi dengan terus mendukung kinerja pemerintah.

“Harapan saya dan kita semua, mari kita mendukung kinerja pemerintah dalam pembangunan yang telah kita rasakan saat ini. Saya juga mengingatkan kepada kader-kader IPK untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu hoax yang sekarang ini santer digaungkan,” paparnya.

Tomas menyebut, jelang Pilpres tensi politik saat ini semakin panas. Tomas tak mau IPK sebagai organisasi pemuda yang besar terbawa isu-isu yang akan memecah belah bangsa. “Untuk itu saya tekankan sekali lagi jangan ada termakan hoax apalagi isu SARA. IPK harus membawa ketertiban di tengah masyarakat,” tegasnya.

Untuk mengembangkan organisasi, Tomas menerangkan ada tiga cara yang harus dilakukan. “Ada tiga cara untuk membawa organisasi ini menuju lebih baik, diantaranya Smart, Power dan Integritas. Saya mau ketiganya itu ada di kita. Pintar, kuat dan jujur itu sudah harus dimiliki kader-kader IPK,” ungkapnya.

Sementara itu, Menkum HAM Yasona Laoli yang datang pada kesempatan itu mengaku bangga dengan soliditas yang dimiliki IPK. “Saya di sini hadir sebagai tokoh bukan menteri. Saya mengaku bang dengan kekompakan yang ada di IPK,” tegasnya.

Yasona Laoli melihat, soliditas IPK diharap dapat terus ditingkatkan untuk berkarya bagi Indonesia.

Mengutip kalimat mantan Presiden RI Soekarno, Yasona Laoli mau semangat pemuda yang ada di IPK harus terus dikobarkan. “Soekarno pernah berkata, beri aku seribu orangtua akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia,” tegasnya.

Yasona menyebut, kekompakan yang dimiliki IPK punya potensi yang besar untuk membesarkan organisasi ini hingga kancah nasional.

Terakhir, kepada kader-kader IPK yang hadir agar menanamkan pola kerja yang profesional dan cerdas “Saya meminta kepada adek-adek semua, pemuda yang menjadi kader IPK agar cerdas dan profesional. Dengan begitu kita bisa menghasilkan karya yang bermanfaat,” pungkasnya. (dvs/ila)

Pemprovsu Anggarkan Rp2 M untuk PMI Sumut

Fahril/sumut pos BUKA: Wagubsu, Musa Rajekshah memukul gong tanda dibukanya Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) PMI Sumut.
Fahril/sumut pos
BUKA: Wagubsu, Musa Rajekshah memukul gong tanda dibukanya Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) PMI Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan menggelontorkan bantuan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara yang telah melakukan kinerja positif n

dalam penanggulangan bencana dan masalah kemanusiaan. Bantuan sebesar Rp2 miliar akan diberikan untuk pembinaan dan pelatihan relawan seluruh PMI kabupaten/kota yang ada di daerah ini.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu), H. Musa Rajekshah, M.Hum saat mewakili Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi, membuka Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) PMI Sumut di Grand Mercure, Medan, Sabtu (26/1) lalu. Ijeck, sapaan akrabnya berharap bantuan itu bisa membantu PMI Sumut dalam melakukan kerja kemanusiaannya.

“Kami berharap, bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara semakin semangat dalam pekerjaan, dalam tanggungjawab dan sosial di tengah-tengah masyarakat. Kami juga berterimakasih atas kehadiran PMI di kabupaten/kota yang selama ini telah banyak membantu dalam penanggulangan bencana yang terjadi di daerah kita,” ucap Musa Rajekshah.

Wagubsu menambahkan, kondisi alam Sumut saat ini tidak bisa diprediksi. Beberapa daerah yang tidak disangka justru terjadi bencana. Dengan kondisi tersebut, diharapkan PMI Kabupate/Kota melalui provinsi dapat melakukan pelatihan-pelatihan kepada relawannya dan juga para pengurus supaya ketika terjadi bencana bisa segera teratasi. Sebab, PMI tidak hanya sekedar donor darah tetapi juga kegiatan-kegiatan sosial masyarakat.

Dirinya juga berharap para pengurus PMI Kabupaten/Kota bisa berkomunikasi dengan kepala daerah. “Kami (Pemprovsu) juga akan memberitahukan nantinya kepada bupati/walikota untuk memberi perhatian. Baik dari kantor ataupun anggaran juga. Karena peralatan-peralatan di kabupaten/kota khususnya untuk penanggulangan bencana perlu juga kita standby-kan. Ke depan kita harapkan bisa lebih maksimal,” tutur pria yang juga Ketua PMI Kota Medan.

Di akhir arahannya, Wagubsu mengajak seluruh pengurus PMI kabupaten/kota menjaga kekompakan dan kebersamaan. Tanpa kekompakan, kebersamaan, tak ada hal-hal besar yang bisa dicapai. “Semoga ke depan, keberadaan PMI harus lebih eksis, lebih dirasakan kehadiarannya di tengah-tengah masyarakat. Pertanggungjawabkan anggaran yang diberikan pemerintah dengan baik. Secara administrasi serta penggunaannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PMI Sumut, DR. H. Rahmat Shah menjelaskan, dalam keterbatasan, pihaknya terus melaksanakan tugas dan tanggungjawab di bidang kemanusiaan.

Selain di Sumut, pihaknya juga memberikan bantuan ke provinsi lain yang mengalami bencana. “Seperti hari ini di Lampung, kita ada beberapa tangki, kendaraan dan relawan. Juga Lombok kita memberi bantuan hampir Rp500 juga dan Donggala,” jelasnya.

Dirinya pun menyambut baik perhatian yang diberikan Pemprovsu kepada PMI Sumut. Kepada pengurus PMI Kabupaten/Kota dapat menjaga hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah, memperbanyak MoU dan memanfaatkan CSR di perusahaan yang ada di daerah masing-masing.

Pada Mukerprov tersebut, PMI Sumut resmi melepas seluruh asset yang ada kepada pengurus kabupaten/kota dengan cuma-cuma. Dengan catatan, asset yang diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan untuk menjalankan tugas-tugas pelayanan di tengah-tengah masyarakat. “Jika tidak, akan kami tarik, pindahkan ke kabupaten/kota lain. Tetap asset PMI tapi menjadi asset kabupaten/kota, pengawasannya dari provinsi,” tegas Rahmat Shah. (don/ila)

ANSMI Sumut Santuni Warga Tidak Mampu

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka Indonesia (ANSMI) Sumut, Abdul Rahman memberikan santunan tali asih kepada warga tidak mampu di Marelan.

Santunan tali asih sebagai bentuk kepedulian diberikan kepada Jumiah (62) yang berdomisili di Jalan Young Panah Hijau, Gang Wakaf, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (26/1).

“Dengan penuh rasa kepedulian serta keperhatinan, kita memberikan bantuan kepada ibu Jumiah. Semoga apa yang diberikan kepada yang bersangkutan berguna dan dapat dirasakanya,” kata Abdul Rahman akrab disapa Atan.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Belawan ini, kegiatan sosial yang mereka lakukan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat khususnya kepada yang membutuhkan.

“Selain meringankan beban, kegiatan ini merupakan suatu bentuk pendekatan kepada setiap warga terutama yang membutuhkan dan wujud nyata dari ANSMI bisa berbagi,” ungkap Atan.

Bantuan yang diterima langsung oleh Jumiah yang keseharian sebagai tukang cuci pakian, merasa terbantu dan diringankan secara ekonomi.”Terima kasih atas bantuan pada saya. Semoga Allah membalas perbuatan baik ini,” ucap Jamiah.

Dengan bantuan itu, wanita berusia 62 tahun ini akan memanfaatkan santuan itu untuk membayar biaya sekolah kepada dua anak asuhnya yang merupakan yatim piatu.

“Saya sangat bersyukur sekali, dana ini akan saya sisihkan untuk biaya kedua anak yang saya asuh selama ini,” beber Jumaih dengan rasa haru. (fac/ila)

Tunggak Klaim Rp50 M ke RS Adam Malik, Pihak BPJS Kesehatan Bungkam

Sutan Siregar/sumut pos KARTU BPJS: Seorang warga menunjukkan kartu BPJS Kesehatan. Hingga kini, BPJS Kesehatan menunggak klaim di RSU Adam Malik hingga Rp50 M.
Sutan Siregar/sumut pos
KARTU BPJS: Seorang warga menunjukkan kartu BPJS Kesehatan. Hingga kini, BPJS Kesehatan menunggak klaim di RSU Adam Malik hingga Rp50 M.

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Medan mengaku pembayaran klaim BPJS tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal itu disampaikan Staf Bagian Umum SDM dan Komunikasi Publik, Redo saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (27/1).

“Pemenuhan kewajiban untuk pembayaran klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan pada prinsipnya tidak akan bermasalah dan dapat dipastikan bahwa semua akan terbayar sesuai ketentuan,” ungkap Redo.

Sedangkan soal kendala pembayaran klaim seperti yang dialami Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi, Redo tidak dapat berkomentar lebih jauh. Termasuk ketika ditanyai proses pembayaran klaim ke 2 rumah sakit pemerintah itu.

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak yang dikonfirmasi, Jumat (25/1) mengaku klaim BPJS Kesehatan bulan Oktober dan November yang telah diajukan pihaknya Rp50 miliar belum juga dibayar. Dengan kondisi itu, operasional rumah sakit mengalami gangguan, meski masih bisa bertahan dikarenakan ada pemasukan lain.

Hal yang sama diakui Kasubag Humas dan Hukum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin yang menyebut klaim BPJS Kesehatan bulan Oktober yang sudah diajukan pihaknya namun belum dibayar sebesar Rp6,2 miliar. Sementara untuk bulan November, belum diajukan. Meski klaim tersebut belum dibayar, tidak mengganggu operasional rumah sakit. (ain/ila)

Jaga Persatuan dan Kesatuan Jelang Pemilu 2019, Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli Gelar Zikir Akbar Bersama Warga Polonia

M IDRIS SAMBUTAN: Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli menyampaikan sambutan dalam Zikir Akbar bersama ratusan warga Polonia. , di Lapangan Baronet Jalan Starban, Medan Polonia, Minggu (27/1).
M IDRIS
SAMBUTAN: Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli menyampaikan sambutan dalam Zikir Akbar bersama ratusan warga Polonia, di Lapangan Baronet Jalan Starban, Medan Polonia, Minggu (27/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli mengikuti Zikir Akbar bersama ratusan warga Polonia di Lapangan Baronet Jalan Starban, Medan Polonia, Minggu (27/1). Selain ibadah guna lebih mendekatkan diri kepala Allah, kegiatan zikir tersebut digelar untuk menjaga persatuan dan kesatuan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Sebab, suasana politik menjelang pesta demokrasi ini kian memanas. Perbedaan pilihan menjadi polemik, bahkan tak jarang menimbulkan konflik dan berujung perpecahan. Masing-masing kubu membela mati-matian pasangan yang dibela. Seolah kubu A, pasti benar dan harus dibela mati-matian. Sedangkan kubu lain pasti salah dan harus dihujat atau di-bully. Demikian juga sebaliknya, dan begitu seterusnya.

“Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, agama yang membawa kesejukan dan kedamaian. Untuk itu, perbedaan pilihan jangan sampai merusak tali silaturahmi atau persaudaraan yang telah terjalin selama ini. Justru sebaliknya, malah semakin memperkuat persatuan dan kesatuan,” ungkap Iswanda yang akrab dipanggil Nanda ketika memberikan sambutan.

Diutarakan Nanda, perbedaan pilihan politik dalam demokrasi merupakan perbedaan lumrah. Idealnya hajatan lima tahunan ini walaupun berbeda-beda pilihan tetap dalam kondisi sejuk dan damai. “Sebagaimana kita ketahui peribahasa, ‘bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’. Menjadi sangat ironis jika hanya karena perbedaan pilihan, keutuhan dan kesatuan tercabik dan terenggut,” kata Nanda.

Menurut dia, kegiatan zikir akbar ini dapat dijadikan momen untuk memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Selain itu, bersyukur kepada Allah karena masih diberikan kesehatan dan nikmat dalam kehidupan ini. “Kita patut bersyukur diberi kesempatan hidup sampai sekarang. Jadi, marilah memperbanyak bekal amal untuk di akhirat nanti. Tak lupa, semoga 2019 yang menjadi tahun politik berjalan penuh kedamaian dan jauh dari bencana,” tuturnya.

Nanda mengatakan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang pandai atau beruntung adalah orang yang mengintropeksi dirinya dan beramal pada kebaikan sebagai modal kematian kelak. Sebaliknya, orang yang merugi adalah orang yang selalu tunduk pada hawa nafsunya dan hanya mengharapkan kepada Allah dengan berbagai angan-angan.“Umar Bin Khatab pernah berkata, ‘hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab’. Oleh karenanya, lewat kegiatan zikir akbar ini hendaknya menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi diri atas berbagai amal yang telah dilakukan. Tujuannya, agar kehidupan lebih baik bermakna dihadapan Allah,” imbuhnya.

Dalam zikir akbar ini, hadir Anggota DPR RI Meutya Hafid, tokoh pemuda Akbar Himawan Buchari, beberapa majelis taklim dan lainnya. Meutya Hafid pada sambutannya menyampaikan, zikir ini merupakan bagian menggalakkan semangat persatuan dan kesatuan. Dengan semangat ini, maka kedamaian terus tercipta.

“Kita ini bersaudara, jangan karena pesta demokrasi akibat isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan menjadi terpecah belah. Pilihan boleh berbeda tetapi persaudaraan, persatuan dan kesatuan harus tetap utuh bahkan semakin erat,” tuturnya. (ris/ila)