Sutan Siregar/sumut pos
BPJS KESEHATAN: Suasana di kantor BPJS Kesehatan Medan. Saat ini daftar BPJS Kesehatan wajib autodebit.
Sutan Siregar/sumut pos BPJS KESEHATAN: Suasana di kantor BPJS Kesehatan Medan. Saat ini daftar BPJS Kesehatan wajib autodebit.
MEDAN, SUMUTPOS.Co – Masyarakat yang hendak mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, wajib memiliki rekening kemudian mengisi mendaftar untuk autodebit.
Bagi yang sudah menjadi peserta, juga akan diwajibkan saat melakukan perubahan data di kantor BPJS Kesehatan Medan. Hal tersebut disampaikan Staf Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Medan, Redo.
“Setiap pendaftaran, kami selalu bilang pendaftaran tidak diterima kalau tidak ada autodebit. Kalau sudah peserta, saat perubahan data, datang ke kantor kita, baru kita edukasi wajib autodebit. Kalau belum ada urusan langsung ke kantor BPJS, masih tetap bisa bayar normal seperti bayar sebelumnya. Namun kita juga ada informasikan melalui sms dan lainnya, “ ungkap Redo.
Diakui Redo, tingginya nilai tunggakan dikarenakan pertama karena kemampuan membayar. Namun untuk hal itu saat ini sudah bisa dialihkan menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan memenuhi beberapa persyaratan.
Dijelaskan Redo, kalau dulu peserta yang menunggak tidak dapat dimasukkan menjadi peserta PBI, walau diajukan oleh Dinsos atapun Dinkes.”Kalau sekarang, tunggakan tidak menjadi penghalang untuk menjadi peserta PBI. Namun dengan catatan, tunggakan, harua tetap dibayar baru kepesertaan aktif dan bisa digunakan, “ lanjut Redo.
Kedua, disebut Redo, dikarenakan kemauan membayar yang alasannya karena lupa atau susah membayar karena tempat. Untuk hal ini dibuat autodebit, memudahkan peserta untuk membayar. Selain itu, angka tunggakan diakui Redo dinilai dapat ditekankan dengan cara itu.
“Untuk alasan tidak punya rekening, tidak ada lagi. Kita kerja sama dengan sejumlah Bank dan Bank sudah banyak program memudahkan buka rekening. Bank kerjasamankuta, BRI, BNI, BCA dan Mandiri sudah sediakan form autodebit di kantor kita. Jadi peserta tidak perlu datang ke Bank lagi. Cukup isi form di kantor BPJS Kesehatan, nanti BPJS Kesehatan secara kolektif menyerahkan ke Bank yang bersangkutan, “ sambung Redo.
Disinggung ketika seseorang memang tidak memiliki rekening, Redo mengaku dapat menggunakan rekening orang lain yang bersedia. Namun, disarankan juga keluarga atau kerabat yang bersedia karena setiap bula iuran akan dipotong melalui saldo di rekening. Oleh karena itu, saat menggunakan rekening orang lain, menggunakan surat kuasa.
“Apabila saldo di rekening tidak ada, dapat membayar seperti biasa di kanal yang seperti biasanya. Namun setelah satu hari setelah membayar, pastikan saldo di rekening tidak ada atau dapat dilihat di mobile JKN, apa pembayaran sudah sukses atau tidak. Namun, kalau tetap terjadi pembayaran double, maka secara otomatis pembayaran iurannya untuk bulan selanjutnya,” pungkas Redo. (ain/ila)
sutan siregar/SUMUT POS
BALAI KOTA MEDA:
Seseorang berjalan di area parkir Balai Kota Medan. Sempitnya lahan parkir membuat staf dan PHL dilarang membawa mobil.
sutan siregar/SUMUT POS BALAI KOTA MEDA: Seseorang berjalan di area parkir Balai Kota Medan. Sempitnya lahan parkir membuat staf dan PHL dilarang membawa mobil.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sempitnya lahan parkir kendaraan di Balai Kota dan tak mampu menampung ketika membeudak setiap hari kerja, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberlakukan kebijakan baru.
Kebijakan tersebut tentang pembatasan untuk membawa mobil pribadi bagi staf maupun pegawai harian lepas (PHL) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan.
Kepala Bagian Umum Setda Kota Medan, M Andi Syahputra mengatakan, pemberlakukan kebijakan itu direncanakan dalam pekan ini.
“Jadi, yang boleh membawa mobil hanya pejabat eselon II, eselon III dan eselon IV. Khusus untuk eselon IV, hanya sebagian saja yang diperkenankan membawa mobil. Sebagian lagi bersama staf dan PHL diminta menggunakan sepeda motor atau transportasi umum,” kata Andi yang dihubungi, Minggu (13/1).
Andi mengungkapkan, selama ini tempat parkir di Balai Kota selalu dipenuhi dan disesakin
oleh parkir mobil staf maupun PHL. Alhasil, ketika ada tamu datang sulit mencari tempat untuk memarkirkan kanderaannya. “Memang sudah tidak cukup lagi tempat parkir, makanya pegawai dibatasi untuk menggunakan kendaraan roda empat,” ucapnya.
Guna mendukung hal itu, sambung Andi, maka begitu pembatasan membawa mobil diberlakukan pekan depan mulai diberlakukanlah palang parkir untuk masuk dan keluar Balai Kota. Dengan demikian setiap kendaraan tamu yang mau masuk mereka terlebih dahulu harus mengambil karcis parkir yang telah disediakan untuk para tamu.
“Tamu ketika masuk ambil karcis parkir, ketika keluar cukup berikan karcisnya kepada petugas yang ada di pintu keluar. Kalau pegawai naik mobil dan masuk menggunakan karcis tamu, tentu akan ketahuan oleh petugas yang jaga parkir di pintu keluar. Nanti diberikan peringatan dan imbauan agar tidak membawa lagi mobil ketika bekerja,” sebutnya.
Andi mengatakan, pembatasan ASN dan PHL menggunakan roda empat saat bekerja sebenarnya sudah pernah disampaikan melalui Surat Edaran dari Sekda Kota Medan Nomor 024/8346 tertanggal 3 September 2018. Akan tetapi, belum dilaksanakan sepenuhnya.
“Pembatasan ASN dan PHL yang membawa mobil pribadi ke Balai Kota, juga dalam rangka memaksimalkan fungsi angkutan massal di Medan. Apabila penggunaan angkutan massal berjalan dengan maksimal, tentu dapat mengurangi kemacetan yang terjadi selama ini,” pungkasnya.
Sementara, salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengaku mendukung adanya kebijakan baru tersebut. Bahkan, kata dia, diharapkan membuat regulasi mengharuskan naik angkutan umum setiap hari kerja. “Sangat bagus aturan itu, kalau bisa semua PNS dan PHL naik angkutan umum,” ujarnya. (ris/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan sampai dengan 31 Desember 2018 hanya mampu merealisasikan pajak daerah sebesar Rp1.316 miliar lebih atau 93,44 persen dari target yang ditetapkan Rp1.408 miliar.
Kepala BPPRD Kota Medan Zulkarnain mengaku, banyak faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target tahun lalu.
Salah satunya seperti tidak tercapainya realisasi pajak daerah dari jenis pajak BPHTB akibat tidak adanya tercatat transaksi pertanahan/properti dalam skala besar selama tahun 2018, sebagaimana yang terjadi pada tahun 2017.
Di samping itu juga terjadinya penurunan transaksi pertanahan/properti sepanjang tahun 2018.
Sedangkan untuk PBB, penyebab tidak tercapainya target disebabkan masih banyaknya wajib pajak yang belum membayarkan kewajibannya sepanjang tahun 2018. Kemudian akibat masih kurangnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk membayar PBB tepat waktu.
“Program kerja yang telah dilaksanakan tahun 2018 akan dilanjutkan kembali tahun 2019, salah satunya pemasangan tapping box untuk beberapa jenis pajak daerah seperti pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Tahun 2018, 100 unit tapping box telah dipasang sebagai alat elektronik untuk memantau dan mengawasi pelaporan SPT bulanan pajak daerah oleh wajib pajak,” kata Zulkarnain akhir pekan lalu.
Disebutkan dia, realisasi pajak daerah bersumber dari 8 jenis pajak yakni pajak hotel, restoran, hiburan, pajak penerangan jalan (PPJ), parkir, air bawah tanah (ABT), pajak bumi bangunan (PBB) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Dari 8 jenis sumber pajak itu, ada 5 jenis pajak yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan capaiannya.
Adapun rinciannya, yaitu pajak hotel dengan target Rp117 miliar ternyata realisasinya Rp119,6 miliar. Kemudian pajak restoran, target Rp170 miliar realisasinya Rp172,6 miliar. Lalu, pajak hiburan dengan target Rp43 miliar, realisasi Rp43,077 miliar. Selanjutnya, pajak penerangan jalan, target Rp244,7 miliar realisasi Rp278,1 miliar.
Berikutnya, pajak parkir, target Rp22 miliar realisasi Rp22,2 miliar. PBB target Rp454 miliar dan realisasinya Rp382,4 miliar. Untuk pajak BPHTB dan ABT, realisasinya mengalami penurunan dibandingkan target yang ditetapkan maupun realisasi tahun 2018.
“BPHTB ditargetkan Rp339,9 miliar, namun yang berhasil terealisasi Rp275,7 miliar. Realisasi ini pun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sebab realisasi pajak daerah dari BPHTB tahun 2017 sebesar Rp401,6 miliar.
Begitu juga dengan ABT, targetnya tahun 2018 sebesar Rp13 miliar namun yang terealisasi hanya Rp11,1 miliar. Realisasi ABT tahun 2018 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 dengan capaian realisasi Rp12,2 miliar,” sebutnya.
Mantan Kepala Bappeda Medan ini mengatakan, pajak daerah merupakan sumber utama PAD Kota Medan. Oleh karenanya guna memberhasilkan pengelolaan pajak daerah tahun 2019, maka akan terus mengkampanyekan gerakan sadar dan patuh pajak daerah. Sehingga dapat mendukung pencapaian sasaran pembangunan kota sebagaimana yang telah ditetapkan.
“Kita berharap wajib pajak yang belum sepenuhnya taat pajak akan lebih sadar dan taat pajak di tahun 2019 ini. Dengan pajak daerah yang telah dibayar, Pemko Medan akan terus membangun, memperbaiki serta meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan fasilitas sosial kota yang dibutuhkan masyarakat. Jadi mari kita dukung bersama-sama melalui kesadaran perpajakan yang semakin baik,” harapnya.
Sementara, Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengatakan, BPPRD harus lebih meningkatkan lagi kinerjanya. Diharapkan, tahun ini dapat melampaui target. “Jangan sampai terulang lagi tak capai target. Tahun ini harus tercapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (ris)
Fachril/sumut pos
AKTA LAHIR: Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman saat membagikan akta lahir gratis kepada warga Belawan.
Fachril/sumut pos AKTA LAHIR: Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman saat membagikan akta lahir gratis kepada warga Belawan.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Karang Taruna Belawan melaksanakan senam sehat sekaligus menyerahkan akta lahir kepada 60 warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Belawan, Minggu (13/1).
Kegiatan senam yang diikuti puluhan ibu – ibu dan seluruh pengurus Karang Taruma berlangsung di halaman Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Belawan.
Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman mengatakan, kegiatan senam sehat yang mereka lakukan bertujuan untuk menjadi hidup sehat. Selain itu, masyarakat dapat berkumpul untuk tergabung menjalin silaturahim agar meng-enal satu sama lain.
“Hidup sehat adalah tujuan kita. Tapi dengan adanya senam ini mampu mempererat satu sama lain agar saling kenal. Sehingga, setiap masalah yang timbul di Belawan dapat terselesaikan secara silaturahmi,” ungkap pria akrab disapa Atan.
Kegiatan senam sehat akan berlangsung setiap minggu, dengan mengajak seluruh masyarakat Belawan tanpa tebang pilih. Oleh karena itu, siapapun diperbolehkan untuk senam bersama yang sudah dipandu oleh guru senam.
“Program ini terus kita lakukan. Bahkan program ini akan kita isi juga dengan sarapan bersama serta kegiatan sosial lain, seperti donor darah dan sunat massal. Program itu akan kita laksanakan kedepannya,” terang Atan.
Dalam kesempatan itu, usai melaksanakan senam sehat, Karang Taruna Belawan juga menyalurkan 60 akta lahir gratis yang mereka urus ke Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil. Harapannya, agar masyarakat Belawan tidak kesulitan mengurus administrasi akta lahir.
“Kita juga memediasi masyarakat untuk buat akta gratis. Program itu kita lakukan bekerja sama dengan Dirpolair Polda Sumut. Akta lahir itu kita prioritaskan kepada warga nelayan dan kurang mampu,” beber Atan.
Dijelaskan pria yang juga tokoh nelayan ini, program pembuatan akta lahir memang gratis. Namun pihaknya memudahkan masyarakat dalam pengurusan akta lahir tersebut. Program pembuatan akta lahir akan terus berlanjut. Mereka akan memfasilitasi masyarakat membuat akta lahir gratis ke Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil.
“Karang Taruna Belawan hadir untuk masyarakat agar memudahkan segala urusan kependudukan. Kita juga memfasilitasi masyarakat bukan hanya akta lahir, tapi KTP, KK dan perizinan identitas kepenudukan lainnya secara gratis. Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat di Belawan,” harap Atan. (fac/ila)
SOPIAN/SUMUT POS
DIRAWAT: Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia ketika membawa Rizki karena menderita penyakit kurang gizi ke RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS DIRAWAT: Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia ketika membawa Rizki karena menderita penyakit kurang gizi ke RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi tetap memperhatikan dan menangani masalah kesehatan warga kurang mampu.
Hal ini disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan melalui Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia Sp PK menang gapi adanya warga kurang mampu bernama Rizki Karmana (25) warga Jalan Pule, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi yang merasa diabaikan pelayananan kesehatannya.
Menurut dr Nanang Fitra Aulia, Jumat malam (11/1), dia tegas mengatakan bohong kalau ada isu yang mengatakan Rizki Permana tidak mendapat perhatian. “Kami dari tim kesehatan bersama petugas Puskesmas dan Lurah Bagelen sudah menjenguk Rizki di kediamannya, dan langsung membawa ke RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi untuk dirawat,”ujar Nanang Fitra Aulia.
Setelah diperiksa, lanjut Nanang, Rizki Permana menderita penyakit yang dibawa sejak lahir, seperti seorang kekurangan gizi. Dari pengakuan neneknya, Su darti, ini baru 4 hari ini Rizki tidak mau makan, biasanya makannya lahap dan pergerakannya lincah, tenaganya kuat meski ba dannya kurus.
“Kini pasien kita rawat di RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi untuk pemeriksaan lanjutan,”bilangnya.
Sementara itu, Lurah Bagelen, Kiki mengatakan keluarga Sudarti tetap menjadi perhatian dan menerima bantuan PKH (program ke luarga harapan), bantuan beras se jahtera (Rastra KKS) serta terdaftar sebagai pemegang kartu BPJS Kesehatan.
Diakui Kiki, Rizki beberapa waktu lalu juga memperoleh bantuan untuk disabilitas dari Dinas Sosial, namun karena bantuan dari Kemensos tidak ada lagi, maka bantuannya pun berhenti.
Sementara Sudarti yang ditemui di ruang rawat inap RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi, menyam paikan sangat berterima kasih kepada Pemko Tebingtinggi yang sudah banyak memberikan perhatian dengan berbagai bantuan yang diberikan.
“Saya memang tidak lapor ke Kepling atau Lurah tentang kondisi cucuku akhir-akhir ini, tapi tadi pak dr Nanang datang memeriksa keadaannya dan disuruh bawa ke rumah sakit, bahkan langsung dijemput ambulan, malu saya lapor, asyik minta bantuan aja,” kata Sudarti dengan jujur.
Ditanya soal kondisi cucunya setelah mendapatkan perawatan di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, dikatakannya, bahwa Rizki sudah banyak makan dan tenaganya sudah kuat kembali.
Sudarti pun juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan dan dr Nanang, ibu Lurah serta RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi yang senantiasa memperhatikan cucunya.(ian/han)
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
EVAKUASI: Personel Polsek Sirombu melakukan evakuasi sepeda motor dan truk usai tabrakan di depan Gereja Katholik Santo Petrus atau tak jauh dari gapura Selamat Datang di Pantai Sirombu, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS EVAKUASI: Personel Polsek Sirombu melakukan evakuasi sepeda motor dan truk usai tabrakan di depan Gereja Katholik Santo Petrus atau tak jauh dari gapura Selamat Datang di Pantai Sirombu, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat.
NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Seorang pengendara sepedamotor berinisial ON (21) tewas setelah ditabrak truk yang dikemudikan YH (25). Kecelakaan maut itu terjadi di depan Gereja Katholik Santo Petrus atau tak jauh dari gapura Selamat Datang di Pantai Sirombu, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, pada Jumat (11/1).
Humas Polsek Sirombu, Aiptu O Daely menjelaskan, peristiwa itu berawal saat sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah pelabuhan Sirombu menuju ke arah Tetesua. Namun dari arah yang berlawanan, truk pengangkut material bangunan datang dari arah berlawanan. Alhasilnya, ON tewas di tempat.
“Pengendara sepeda motor meninggal di tempat, sedangkan kernet truk mengalami luka ringan, dan kini sedang dirawat di Puskesmas Sirombu”,Kata O Daely. Ditambahkan O Daely, pihaknya pun mengamankan sepeda motor dan truk sebagai barang bukti ke Polsek Sirombu. “Tiga orang kernet truk, semuanya mengalami luka ringan sudah kita bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan pengendara sepeda motor juga ke Puskesmas untuk dilakukan visum”,terang O Daely. (mag-5/han)
SURYA/SUMUT POS
BERIKAN: Bupati Ir H Soekirman memberikan tropy juara stan terbaik kepada Kepala Dinas Kominfo Sergai H Ikhsan AP MSi.
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pameran Sergai Expo 2019 yang dibuka selama 6-12 Januari 2019
SURYA/SUMUT POS BERIKAN: Bupati Ir H Soekirman memberikan tropy juara stan terbaik kepada Kepala Dinas Kominfo Sergai H Ikhsan AP MSi.
dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) secara resmi ditutup Bupati Ir H Soekirman di lapangan Replika Sultan Serdang, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Sabtu (12/1).
Bupati Soekirman dalam sambutannya, menyampaikan bahwa dalam gebyar pagelaran pameran Sergai Expo 2019 Hari Jadi Sergai ke-15, berbagai kegiatan diselenggarakan seperti tabliq akbar dan zikir bersama di Kecamatan Dolok Masihul, karnaval budaya daerah, pameran stand OPD Sergai, lomba tulis esai, video visual, kegiatan olah raga, dan fashion show, termasuk bhakti sosial bagi masyarakat yang membutuhkan yang digelar oleh Dinas Kesehatan Sergai.
Dikatakannya, peringatan ulang tahun kali ini diwarnai dengan peresmian Kolam Renang Erry Soekirman.
Sebelumnya, panitia pelaksana pagelaran pameran Sergai Expo 2019 Nina Deliana SSos, MSi yang disampaikan oleh Drs Nasrul Azis Siregar Ssos, bahwa penyelenggaraan Sergai Expo 2019 dalam rangka Gebyar Hari Jadi ke15 Kabupaten Sergai telah tercapai sesuai harapan. Derap pembangunan di Kabupaten Sergai meliputi pembangunan infrastruktur, ekonomi, sosial dan budaya.
Nasrul Aziz menjelaskan, pameran Sergai Expo 2019 ini juga telah dijadikan sebagai tempat bertemunya pelaku usaha dari berbagai sektor dalam rangka pengembangan usaha, ajang promosi, produk, seni, budaya dan pariwisata.
Disebutkan Nasrul, pihaknya jugab menggelar berbagai perlombaan maupun kegiatan. kali ini diisi sebanyak 52 stan yang terdiri dari jajaran OPD, BUMN, UMKM, Instansi swasta, instansi vertikal dan Perguruan Tinggi.
Nasrul Aziz menjelaskan Untuk jumlah pengunjung yang datang ke pameran Sergai Expo 2019 setiap harinya berkisar sampai 800 orang pengunjung.
Usai acara tersebut, diumumkan para pemenang yang meraih juara perlombaan yang digelar di antaranya lomba menulis esai, fotografi dan video visual yang digelar oleh Dinas Kominfo Sergai.
Sementara itu pada lomba stand instansi pemerintah yang meraih juara I stan terbaik pertama adalah Stand Dinas Kominfo, terbaik dua Disnakerkop, terbaik ketiga Dinas Pendidikan. Sedangkan kategori stand pameran instansi vertikal terbaik satu diraih oleh Kejaksaan Negeri Sergai, terbaik kefua stan Polres Sergai, terbaik ketiga Universitas Medan Area. (sur/han)
ist
MEMERIKSA: Pekerja PLTA Batangtoru saat memeriksa bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), didesain tahan gempa.
ist MEMERIKSA: Pekerja PLTA Batangtoru saat memeriksa bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), didesain tahan gempa.
SUMUTPOS.CO – Rancangan bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), didesain tahan gempa.
Kajian menyeluruh yang merujuk pada ketentuan internasional untuk mitigasi risiko gempa sudah selesai dilakukan pengembang PLTA Batang toru sejak 2017.
Tenaga Ahli PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Didiek Djawadi, menyatakan, kajian kegempaan merupakan bagian terpenting bagi proyek PLTA. Proses survei yang dilakukan menyangkut berbagai detail, termasuk mempertimbangkan fakta ada sesar di kawasan Batangtoru.”Setiap detail terkait mitigasi risiko kegempaan sangat kita perhatikan,” kata Didiek di Medan, Minggu (13/1).
Aspek kegempaan ini, kata Didiek, sudah disampaikan terbuka dalam banyak kesempatan, baik even nasional, maupun di tingkat Sumut. Terakhir, pada saat diskusi “Dinamika Tektonik & Potensi Bahaya Gempa Segmen Toru, Khususnya PLTA Batangtoru” di Medan, yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, bulan lalu. Diskusi itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, akademisi, dan juga kelompok-kelompok masyarakat.
Didiek menjelaskan, proses survei yang dilakukan dalam serangkaian tahapan waktu tersebut, diselesaikan pada Maret 2017. Pada pokoknya, kajian yang dilakukan dan rekomendasi yang dihasilkan, merujuk pada berbagai ketentuan nasional dan internasional.
Didiek menekankan, adalah keliru jika menyangka pembangunan proyek sebesar PLTA tidak dilandasi kajian kegempaan. Justru aspek ini sangat serius ditangani, dan melibatkan ahli berkompeten untuk itu.
Kajian tidak hanya sebatas sesar aktif yang ada di Batangtoru, melainkan, meng kompilasi data kegempaan hingga radius 500 kilometer dari lokasi pembangunan PLTA. Baik data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), United States Geological Survey (USGS) dan lembaga lainnya.
Kombinasi analisa kejadian gempa sebelumnya dan survei termutahir, itulah yang menjadi kesimpulan tim ahli. Rekomendasi yang disampaikan sangat mempertimbangkan kemampuan bangunan menerima efek dari potensi gempa itu sendiri.
“Itu yang harus kita analisis, bagaimana membuat suatu bangunan yang tidak runtuh oleh gempa. Sehingga baik dari struktur, beton, jenis tipenya itu semua harus terukur,” kata Didiek, yang juga anggota Pusat Studi Gempa Bumi Nasional (PuSGeN).
Wilayah yang berada di dekat sesar bumi aktif tetap bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Namun diperlukan penguatan bangunan dengan perlakuan teknik sipil sebagai mitigasi terjadinya aktivitas geologi.
Sesuai standar
Secara terpisah, Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko menyatakan, hampir seluruh wilayah Indonesia ada patahan (sesar) bumi aktif, kecuali di Kalimantan. Ini berarti pembangunan infrastruktur harus mendapat perlakuan khusus untuk meminimalisasi risiko jika terjadi aktivitas geologi seperti gempa. “Ada pekerjaan enginering yang lebih. Misalnya penguatan bangunan secara teknis sipil,” katanya.
Menurut Sukmandaru, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merilis beberapa Standard Nasional Indonesia (SNI) dan kode bangunan yang harus diikuti sehingga memiliki ketahanan gempa sampai skala tertentu. “Memang ini akan berdampak pada biaya yang lebih tinggi, tapi mesti kita ikuti,” katanya.
Dia memberi contoh pada pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo yang kini sedang dibangun pemerintah. Bandara tersebut dekat dengan patahan yang berada di Laut Selatan Jawa sehingga berpotensi menghadapi gempa dan tsunami. Pembangunan tetap bisa dilaksanakan sepanjang menyiapkan mitigasi risiko jika gempa dan tsunami terjadi. “Jadi bangunannya harus ramah tsunami. Misalnya, orientasi bangunannya akan mengalirkan gelombang sehingga tetap aman,” katanya.
Dia menyatakan, bangsa Indonesia bisa belajar dari Jepang yang sudah sangat memperhitungkan potensi bencana geologis dalam kebijakannya. Berbekal perhitungan tersebut, Jepang tetap bisa membangun berbagai infrastruktur.
Ditanya soal berapa jarak aman wilayah yang bisa dibangun jika ada patahan yang mencuat ke permukaan (rupture), Sukamandaru menyatakan, pada garis patahan seperti yang ada di Palu-Koro, Sulawesi Tengah, jelas tidak bisa dimanfatkan untuk bangunan. Namun banyak pendapat pakar terkait jarak dari garis patahan yang masuk wilayah aman (buffer zone)
Dia mencontohkan, di San Adreas, salah satu kota paling rawan gempa di Amerika Serikat, bangun bahkan bisa dibangun dengan jarak 15 meter dari garis patahan. Namun dia mengingatkan, bangunan yang dibangun tetap harus memenuhi kualifikasi ketahanan gempa.
Sukamandaru juga mengingatkan, selain ketahan gempa, yang juga harus dipersiapakan dalam mitigasi bencana geologis adalah manusia yang hidup dan bekerja di wilayah tersebut. Untuk itu, pengetahuan mitigasi bencana harus terus menerus disampaikan. “Manusianya juga harus disadarkan kalau hidup dan bekerja di daerah rawan gempa dan tsunami. Jadi kalau ada gejala atau peringatan dari pemerintah, sudah siap,” katanya,
Pemasangan Tanda Bahaya
Terkait dengan mitigasi risiko bencana di jalur sesar yang telah diidentifikasi, sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan, ada rencana pemerintah untuk memberikan peringatan ke publik. Bentuknya antara lain dengan memasang tanda-tanda bahaya.
“Tugas pemerintah untuk memberi peringatan agar tidak lagi disalahkan kalau terjadi bencana. Suka tidak suka, masyarakat harus tahu risikonya. Berikutnya ke depan harus ada penataan ruang berbasis risiko bencana ini,” kata Doni Monardo kepada wartawan di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/1).
Secara nasional, jumlah sesar baru yang ditemukan sebanyak 295 zona. Hasil penelitian Pusgen menunjukkan, di area satu kilometer jalur patahan aktif di Indonesia terdapat 2.892 bangunan sekolah, 40 rumah sakit, 126 puskesmas, dan jumlah penduduk di area itu mencapai 4.103.975 jiwa.
Selain itu, terdapat infrastruktur transportasi sebanyak 11 pelabuhan, 21 terminal, 2 stasiun, 237 ruas jalan provinsi sepanjang 652,3 km, 31 ruas jalur kereta api dengan panjang 83,3 km, dan 15 ruas jalan tol sepanjang 20,1 km. (rel/ila)
N4J FOR SUMUT POS
CERIA:
Ketua Umum N4J RE Nainggolan bersama ibu-ibu dari sekitar Dusun III, Lubukbajul, Patumbak, Deli Serdang usai mengikuti senam ceria, Minggu (13/1).
N4J FOR SUMUT POS CERIA: Ketua Umum N4J RE Nainggolan bersama ibu-ibu dari sekitar Dusun III, Lubukbajul, Patumbak, Deli Serdang usai mengikuti senam ceria, Minggu (13/1).
PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Ratusan ibu-ibu dari sekitar Dusun III, Lubukbajul, Patumbak, Deli Serdang, antusias mengikuti senam ceria yang digagas Nusantara untuk Jokowi (N4J), Minggu (13/1). Acara tersebut dihadiri langsung Ketua Umum N4J, Dr RE Nainggolan MM dan Ketua DPP Dr Puan Maharani MPsi, Jadi Pane Spd, wakil Sekjend dan Viviko, divisi Umum DPP N4J.
“Kita harus turun langsung ke lapangan, bertemu, bergerak dari pintu ke pintu menemui masyarakat, bicara dari hati ke hati melakukan berbagai aktivitas bersama yang asik dan bermanfaat. Itu sudah menjadi komitmen kita di N4J, sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi Amin,” kata RE Nainggolan kepada wartawan di sela kegiatan tersebut.
RE Nainggolan menyatakan kegembiraan hatinya mendengar tekad ibu-ibu tersebut untuk turut berjuang menyampaikan sosialisasi keberhasilan pemerintahan Jokowi kepada masyarakat.
“Saya bisa katakan ibu-ibu ini adalah tulang punggung kemenangan Jokowi Amin dalam pemilihan presiden yang akan kita ikuti sebentar lagi. Jadi, kekuatan ibu-ibu, atau ‘the power of mothers’ itu nyata adanya,” katanya.
Sementara itu, Puan Maharani mengungkapkan setiap kali N4J menyelenggarakan acara yang melibatkan ibu-ibu, selalu terlihat antusiasme dari para peserta. Mereka senantiasa terlibat dengan ketulusan hati untuk berbagi keceriaan bersama N4J. “Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan senam ini adalah orang yang sudah bisa melihat hasil nyata kerja keras Pak Jokowi. Mereka juga sadar bahwa Pak Jokowi selama ini selalu menjadi sasaran fitnah dan isu miring yang tidak berdasar. Oleh karena itu mereka siap bergerak dari pintu ke pintu untuk menyampaikan sosialisasi sekaligus menyampaikan fakta-fakta tentang kerja keras Pak Jokowi dalam periode pertama pemerintahannya.
Dia memaparkan dalam lebih dari 1 tahun belakangan N4J secara intens telah menyelenggarakan berbagai kegiatan terutama yang melibatkan ibu-ibu. Dia juga menyebutkan, mereka sudah pernah menyelenggarakan festival goyang dayung ala Jokowi, senam ceria, gerak jalan, pengobatan dan bakti sosial, pembagian kacamata, kursi roda, alat bantu denga, kaki palsu, dan sebagainya. “Semua kegiatan kita selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kita sadar pendukung Pak Jokowi juga harus mencerminkan orang yang didukungnya, yaitu senantiasa melakukan karya nyata dan kerja keras yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Bu Marni, seorang peserta menyampaikan aspirasi kepada N4J atas inisiatif untuk menggagas dan menyelenggarakan acara tersebut. “Kita suka jika pendidikan politik dilakukan dengan cara yang asyik dan menarik seperti ini. Seperti tadi dikatakan oleh ketua N4jJ, Pak Nainggolan, pilpres ini adalah pesta demokrasi dan sebuah pesta seharusnya mendatangkan keceriaan bukannya pertengkaran, perpecahan, atau hal-hal yang menyusahkan lainnya,” ujarnya.
dia juga menyatakan siap berjuang untuk memenangkan Jokowi amin termasuk dengan aktif mensosialisasikan keberhasilan Jokowi di grup-grup WA yang diikutinya.
“Sangat banyak serangan hoax dan fitnah kepada Pak Jokowi. Mulai sekarang kita harus terlibat secara aktif melawan dan mengurangi efek hoax tersebut,” katanya.
Kegiatan senam itu sendiri dipandu oleh instruktur Bu Yus. “Melihat besarnya antusiasme masyarakat kita sudah bertekad untuk menjadikan acara ini sebagai kegiatan rutin untuk waktu-waktu mendatang,” kata Bu Yus, didampingi koordinator acara, Atina Wati. (adz)
SOLIDEO/SUMUT POS
Terbakar: Personel Polsek Tiga Panah saat melakukan olah TKP di kediaman Suminah yang terbakat dilalap si jago merah.
SOLIDEO/SUMUT POS Terbakar: Personel Polsek Tiga Panah saat melakukan olah TKP di kediaman Suminah yang terbakat dilalap si jago merah.
KARO, SUMUTPOS.CO – Suminah Br Sembiring (77) warga Desa Sampun, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo tewas terpanggang di tempat tidurnya.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat rumah yang dihuni wanita yang tinggal seorang diri itu ludes dilalap si jago merah, Sabtu (12/1) sekira pukul 11.00 WIB. Kapolsek Tigapanah, AKP Banuara Manurung mengatakan, korban yang tinggal di dalam rumah seorang diri tewas terpanggang di tidurnya. Asal api diperkirakan berasal dari hubungan harus pendek (korsleting) yang berasal dari dalam kamar korban.
“Saat api menjalar rumah Suminah Br Sembiring, korban dalam keadaan tidur di kamar,”ujar Manurung. Dijelaskannya, peristiwa kebakaran tersebut diketahui setelah mendapat kabar dari Kepala Desa Sampun, Gunung Mas Bukit.
Selanjutnya, personel Polsek Tigapanah dan mobil damkar bergerak ke lokasi. Dibantu warga, pemadaman api mulai dilakukan. Naas saat api berhasil dijinakkan, polisi menemukan korban sudah tewas. Korban yang terjebak api dan asap diduga pingsan hingga tak bisa menyelamatkan diri. “Jenazah korban sudah kita bawa ke RSU Kabanjahe untuk divisum dan sudah dijemput keluarganya untuk dikebumikan,” kata Manurung seraya mengatakan kerugian atas peristiwa ini ditaksir mencapai Rp75 juta.
Menurut warga sekitar, selama ini korban memang tinggal sendirian di rumah karena anak-anaknya sudah berkeluarga dan memiliki kehidupan sendiri. (deo/han)