26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 5643

Harga Makanan dan Minum Mahal di Samosir Viral di Medsos, Pengusaha Diminta Cantumkan Daftar Harga Menu

Unggahan Struktur Pembayaran Yang di Upload Juliati Sagala di Facebooknya.
Unggahan Struktur Pembayaran Yang di Upload Juliati Sagala di Facebooknya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan viralnya unggahan struk pembayaran harga makanan dan minuman yang dinilai mencekik leher wisatawan saat berkunjung di salah satu tempat wisata di Pulau Samosir.

Unggahan pemilik akun facebook Juliati Sagala, itupun mendapat kritik dan komentar dari para netizen.

Dalam unggahannya, Juliati Sagala yang menilai harga kuliner terlalu mahal, yakni Satu Set Meja Rp30 ribu, 1 Kopi Hitam Rp15 ribu, Teh Manis Rp15 Ribu x 3 gelas = Rp 45 ribu, dan Aqua Rp 10 ribu, total keseluruhannya berjumlah Rp115 ribu.

Menanggapi keluhan mahalnya harga makanan dan minuman tersebut, Kadis Pariwisata Pemkab Samosir Ombang Siboro mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi terhadap pengelola tempat kuliner yang berada di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, persis di tepi Danau Toba.

“Kalau tidak membayar kita tidak dapat meja. Kalau memesan dulu, pasti ada meja. Tinggal perspektif kita bagaimana menilai harga itu,” ungkap Ombang saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (7/1) siang.

Setelah dilakukan klarifikasi, Ombang menyebutkan, pemilik atau pengelola tempat kuliner tersebut, merupakan warga asal Jakarta. Jadinya pola pengelolaan usahanya disamakan seperti kafe di Jakarta.

“Orang Jakarta turun buka usaha di Nainggolan. Polanya sama lah dibuatnya seperti di Jakarta. Agak sedikit mahal memang. Kalau kita berpariwisata, tidak mahal itu. Kalau mau mengutang, itu kemahalan Rp100 ribu atau Rp 10 ribu,” jelas Ombang.

Dengan kejadian tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, mengeluarkan kebijakan kepada seluruh tempat kuliner yang ada di kawasan Danau Toba diwajibkan untuk membuat harga makan dan minuman di daftar menu yang disajikan.

“Dia (pengelola) percaya diri soal itu, tidak jadi masalah itu. Saya sudah turun tim soal itu. Kita diajarinya, wisatawa kita bukan recehan ini, tapi mahal bapak,” sebut Ombang.

Ia menjelaskan bila harga makanan dan minuman di menu diterahkan juga dengan harganya, tinggal wisatawan yang berpikir mau makan atau tidak. Bila harganya mahal atau murah menurutnya. Begitu juga, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi soal harga makanan dan minuman tersebut.

“Kalau kita bicara itu, emang mahal. Solusi kita, buat daftar menu dengan mencantumkan harga setiap menunya. Berapa harga itu, terserah dia. Kalau kemahalan, orang bisa pulang. Biar lah pasar yang menentukan itu. Kita tidak tidak bisa intervensi harga dengan membuat standarisasi harga,” ucap Ombang.

Ia menambahkan kepada seluruh pelaku usaha kuliner di Kabupaten Samosir untuk jujur dan tidak mengecewakan wisatawan yang berkunjung ke Danau terbesar di Asian ini. Namun, pihak Dispar Kabupaten Samosir, tetap melakukan pengawasan keseluruhannya.

“Yang penting terbuka (jujur), harga berapa setiap menu. Kalau menunya mahal, bisa dipilih dengan menu yang murah,” tandasnya.(gus/han)

Perdamaian Korban dan Pelaku Tidak Diketahui Polisi, Mandor Galian Diculik Depan Makodim Kembali, Kasus Segera Diproses Lanjut

.
.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Enita beru Meliala (33) kini bisa bernafas lega. Suaminya yang diculik gerombolan orang tak dikenal (OTK), Kamis (3/1) lalu, sudah kembali. Sukmo Ketaren (39) mengaku, ia diculik Jaya Ginting (41) warga Dusun VI Bintang Meriah, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Pemicunya karena korban memiliki hutang hutang sebesar Rp17.000.000 kepada pelaku.

Kini, Sukmo dan Jaya sudah berdamai di Kantor Kepala Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu. Perdamaian disaksikan oleh Suningrat selaku kepala desa.

Dalam isi surat perdamaian utang piutang tersebut, Enita beru Meliala (Sebagai Pelapor) berjanji tidak akan melanjutkan lagi perkara tersebut dan bersedia mencabut perkara.

“Benar, perdamaian dibuat di Kantor Kepala Desa Bukit Lembasa dan juga diketahui oleh kepala desa setempat. Perjanjian tersebut kemarin dilakukan,” ucap Ramadani (36), perwakilan dari pihak Jaya Ginting sembari memperlihatkan Foto kedua belah pihak sudah berdamai.

Ramadani berdalih, pihaknya tidak ada sedikit pun berniat menculik Sukmo. Mereka hanya ingin menanyakan/meminta penjelasan prihal utang piutang dari Sukmo.

“Utang itu sekarang sudah dibayar. Bahkan kami sudah membuat perdamaian dan istri Sukmo berjanji untuk mencabut perkara tersebut,” kata Ramadani. “Artinya bukan kami culik, tapi kami mau kejelasannya. Bahkan Sukmo Ketaren sudah pulang kerumahnya dan kami tidak ada memukulnya,” sambungnya.

Melalui Ramadani, Jaya berharap persoalan ini tidak berbuntut panjang. “Pihak pertama dan pihak Kedua sepakat tidak ada masalah di Kemudian hari. Maka sepakat perdamaian dibuat oleh kedua belah pihak dengan pikiran sehat walafiat tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Permasalahan hutang piutang selesai,” demikian alenia terakhir isi surat perdamaian utang piutang tersebut.

Hingga saat berita ini diturunkan, Kapolsek Binjai Kota Kompol Maruli Jawak belum mengetahui perdamaian pelaku dan korban. “Kita belum dapat info seperti itu. Silahkan saja mereka berdamai, tapi sebaiknya mereka lapor. Ini tidak, bahkan istrinya sulit dihubungi,” ujar Jawak saat dimintai tanggapannya via whatsapp, Senin (7/1) malam.

Jawak mengucapkan terima kasih dan berjanji akan memeroses kasus ini secara profesional.  “Kita tetap profesional dan tetap kita proses secara hukum. Karena kasus ini kasus yang meresahkan dan mendapat perhatian masyarakat luas. Biar kita ketahui secara terang benderang apa semua dibalik peristiwa tersebut,” tegas Jawak.

Sebelumnya, komplotan OTK yang mengendarai dua mobil Toyota Avanza menculik korban di depan anak dan istrinya, Enita br Meliala. Peristiwa terjadi di Halte Bus Lapangan Merdeka, Jalan Sudirman, Binjai Kota. Persis di depan Markas Komando Distrik Militer 0203/Langkat, Kamis (3/1). Kuat dugaan, penculikan dipicu motif utang piutang.(bam/ted/ala)

Perayaan HUT ke-15, Pemkab Gelar Expo Sergai dan Karnaval Budaya

FOTO: Surya/sumut pos GUNTING PITA: Bupati Ir H Soekirman bersama didampingi para undangan mengunting pita tanda diresmikan Sergai Expo Tahun 2019, di lapangan Replika Sultan Serdang, Minggu (6/1).
FOTO: Surya/sumut pos
GUNTING PITA: Bupati Ir H Soekirman bersama didampingi para undangan mengunting pita tanda diresmikan Sergai Expo Tahun 2019, di lapangan Replika Sultan Serdang, Minggu (6/1).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Serdangbedagai, disemarakkan Expo Sergai dan Pawai Karnaval Kebudayaan yang diikuti oleh BUMN, Instansi swasta dan stakeholder se-Kabupaten Sergai.

Pawai karnaval kebudayaan tersebut, disambut oleh Bupati Ir H Soekirman beserta rombongan dipusat Kota Perbaungan dengan menampilkan berbagai macam kebudayaan daerah yang ada di Kabupaten Serdangbedagai, yang diupusatkan di Alun-alun Replika Sultan Serdang dengan mengambil rute Jalan Serdang Kota Perbaungan menuju Lapangan Replika Sultan Serdang, Minggu (6/1).

Dalam sambutan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Sergai, Bupati Ir H Soekirman didampingi Wabup H Darma Wijaya mengatakan, bahwa Kabupaten Sergai akan maju jika didukung dengan segenap elemen masyarakat. Kepada  unsur panitia kegiatan, Soekirman meminta agar kreativitas dari berbagai Kecamatan dapat diabadikan sehingga pawai karnaval budaya dapat dijadikan program pada momentum tahunan yang dapat mendatangkam wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bupati Ir Soekirman pun mengajak masyarakat mendoakan Tanah Bertuah Negeri Beradat dijauhkan dari bencana.

Disamping meriahkan Hari Jadi Kabupaten Sergai yang ke 15, Bupati Ir Soekirman mengungkapkan bahwa inti dari pergelaran Sergai Expo Tahun 2019 ini adalah Ekonomi kerakyatan, sehingga mendatangkan peluang pengenalan produk potensi daerah. ” Mari jadikan Sergai Expo ini sebagai pusat informasi dan sarana pusat promosi potensi daerah,” kata Bupati Soekirman.

Sebelumnya, ketua panitia kegiatan Sergai Expo Tahun 2019 Hj Nina Deliana SSosm Msi, menyampaikan maksud dan tujuan Sergai Expo Tahun 2019 ini sebagai pusat informasi terkait derap pembangunan di Kabupaten Sergai, meliputi insfratruktur, ekonomi, sosial dan budaya.

Dikatakan Nina, pergelaran Expo Tahun 2019 ini menjadi ajang kordinasi dan perbandingan dari Kabupaten/Kota baik yang ada di Sumatera Utara, maupun diluar Propinsi Sumut.

Selain itu, Sergai Expo menjadikan tempat bertemunya pelaku usaha dari berbagai sektor dalam rangka pembangunan usaha, ajang promosi produk, seni, budaya dan pariwisata.

Dijelaskan Nina, Sergai Expo banyak menampilkan berbagai produk UKM maupun potensi-potensi yang ada di setiap daerah se- Sergai.

Perhelatan Akbar berlangsung tanggal 6-12 Januari 2019 ini diharapkan dapat memberikan  edukasi kepada seluruh masyarakat. Kegiatan ini juga dirangkai dengan  talkshow dan bisnis matching, tutup Nina.

Sementara itu Ketua DPRD Sergai H Syahlan Siregar ST mengatakan, atas nama lembaga DPRD mengucapkan selamat atas Hari Jadi ke 15 Kabupaten Sergai, dan semoga diawal tahun ini akan membawa hal-hal yang baik.

Pada kesempatan itu, Tokoh Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi mengatakan, Sergai dahulunya daerah yg termarjinalkan hingga kini telah dimekarkan dan menjadi daerah yang mempunyai banyak deretan prestasinya. Semua itu berkat dari kepemimpinan dari Bupati Ir Soekirman dan Wabup Darma Wijaya.

Tengku Erry yang juga mantan Bupati Sergai ini mengutarakan, bahwa sebagai masyarakat Sergai sudah selayaknya kita mendukung program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Dengan adanya sense of belonging membuat saya selalu mencintai Tanah Bertuah Negeri Beradat hingga kini dan nanti, Kata Erry Nuradi.

Selanjutnya, Bupati Soekirman beserta rombongan meresmikan Sergai Expo Tahun 2019 mengunting pita peresmian Expo Sergai 2019.

Pada kesempatan itu, Bupati Ir Soekirman beserta rombongan meninjau stand Sergai Expo yang diisi oleh OPD Pemkab Sergai, Stakeholder, BUMN, Perbankan, Universitas, UMKM, Kabupaten Deli Serdang, Pemko Tebing Tinggi, Kabupaten Dairi, Pemko Siantar, Pemprovsu, dan pemko Bandung Jawa Barat.

Disela-sela pembukaan Sergai Expo dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan Gerbang Swara, Agen Penyalur Bantuan Pangan Non Tunai, (BPMT), Karang  Taruna Teladan, bantuan permodalan program pilot inkubasi  inovasi desa pengembangan ekonomi lokal. (sur/han)

Muspida Asahan Kunjungi Syeckh Silau

Foto:Tomi/sumut pos Kunjungi: Wabup Asahan Surya BSc dan Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu menerima cenderamata baju saat mengunjungi Tuan Guru Syeckh Silau.
Foto:Tomi/sumut pos
Kunjungi: Wabup Asahan Surya BSc dan Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu menerima cenderamata baju saat mengunjungi Tuan Guru Syeckh Silau.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Sumatera Utara H Surya Bsc dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Asahan beserta Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu berkunjung ke kediaman Tuan Guru Syech Silau, di Desa Silo Lama, Kecamatan Silo Laut, Asahan, Senin (7/1).

Kunjungan inipun dilanjutkan dengan berziarah di makam Tuan Guru Syech H Abdul Rahman Silau.Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc mengatakan, kunjungan yang dilakukan tersebut dalam rangka silaturahim.

“Diharap dengan kunjungan ini dapat terus mempererat tali silaturahim,”kata Surya.

Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu menyebutkan, kunjungan dilakukan untuk menjalin sitaruhim dan komunikasi, serta kerja sama antara pemuka agama dengan Polri dan instansi pemerintah Kabupaten Asahan, dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang Pilpres dan Pileg tahun 2019.

“kita juga berharap kerja sama dan doa agar Pilpres dan Pileg nanti di Asahan dapat berjalan lancar dan damai,”katanya.(omi/han)

Ditabrak Mobil, Penumpang Sepeda Motor Tewas

.
.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Lela Indriani (52) warga Perluasan Lorong X, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, dan Sutri Nuryani (38) warga Kelapa Dua RT 7/11, Desa Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, mengalami kecelakaan yang berujung kematian, Senin (7/1) sekira pukul 09.40 WIB.

Korban mengendarai sepedamotor Honda BK 3371 TBI bertabrakan dengan mobil Toyota Kijang LGX BM 1343 SB yang dikemudikan oleh Lasbintar Sihombing (52) warga Griya Permata 2 Blok GG, Desa Sembahe Baru, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

Akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Umum Km 16-17, Arah Jurusan Medan- Pematangsiantar, Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok tersebut, Lela Indiriani dan Sutri Nuryani mengalami luka berat. Keduanya pun dilarikan ke RS Mina Padi. Namun, nyawa Lela Indriani tidak dapat diselamatkan, dan meninggal dunia. Sedangkan Sutri, hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun, mobil Toyota Kijang LGX yang dikemudikan oleh Lasbintar Sihombing diduga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pematangsiantar menuju arah Medan. Setibanya di TKP, saat hendak mendahului kendaraan yang berada searah dengan jurusannya, pengemudi mengambil jalur kanan dan tidak memperhatikan sepedamotor yang dikemudikan oleh korban yang datang dari arah berlawanan, hingga tabrakan tak terelakkan.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Hendri Nupia Dinka Barus SH SIK yang dikonfirmasi melalui Kanit Laka Lantas Iptu Amir Mahmud, mengatakan kasus tersebut sudah dalam penanganan pihaknya. (adi/esa/smg)

Prihatin Sekolah Kekurangan Guru, DPRD Langkat Undang Dinas Pendidikan dan K3S

RAPAT: Komisi B DPRD Langkat rapat bersama dengan Dinas Pendidikan dan K3S se Kabupaten Langkat.
RAPAT: Komisi B DPRD Langkat rapat bersama dengan Dinas Pendidikan dan K3S se Kabupaten Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Komisi B DPRD Kabupaten Langkat merasa sedih mendengar kekurangan tenaga pendidik di Sekolah-sekolah di Langkat.

Hal itu terungkap pada rapat perdana bersama Dinas Pendidikan dan para Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) di ruang rapat Badan Anggaran DPRD Langkat yang dihadiri Jumiran, selaku Kabid PSD Dinas Pendidikan mewakili Kepala Dinasnya dan para K3S se Kabupaten Langkat.

Ketua Komisi B, Kirana Sitepu yang memimpin rapat mengatakan bahwa forum yang digelar untuk mengali informasi-informasi tentang pendidikan, juga sekaligus sebagai ajang perkenalan susunan pimpinan dan anggota Komisi B yang baru saja terbentuk di tahun 2019.

“Hal ini merupakan komitmen kami di Komisi B, agar mitra kerja Komisi B dalam menjalankan tugas dapat terlaksana dengan baik,” ucap Kirana, Senin (7/1).

Jumiran dalam rapat itu menjelaskan, setiap tahun diperkirakan ada lima guru yang pensiun, dan sangat berdampak pada anak didik di sekolah, dan untuk menggantinya dengan mengangkat guru honor terkendala dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak membenarkan lagi mengangkat guru honor.

Sementara itu, para K3S menjelaskan kondisi yang sama, yakni masih banyak sekolah-sekolah yang memerlukan guru-guru PNS dan juga masih minimnya gaji/honor para guru honorer.

“Padahal pengabdian seorang guru itu sangat luar biasa, mohon dapat ditingkatkan gaji guru honor,” sebut salah seorang K3S.

Minimnya gaji guru honor yang bersumber dari dana BOS ini, disebabkan jumlah murid yang sedikit dan guru honor banyak di suatu sekolah dan gaji dibayarkan secara triwulan.

Salah seorang dari K3S juga menginginkan ada kebijakan untuk penerimaan guru honor.

Wakil Ketua Komisi B, H Faisal Haq merasa miris dengan kondisi guru setiap tahun pensiun dan tidak ada penggantinya, “Mau jadi apa anak didik di Kabupaten Langkat,” keluhnya walaupun di tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Langkat telah menganggarkan bantuan 150 ribu untuk tambahan uang bagi guru-guru honor.

Nurul Azhar Lubis, SH anggota Komisi B yang turut hadir menyarankan, agar sekolah-sekolah yang muridnya sedikit agar dapat di merger (gabung dengan sekolah lain yang berdekatan) sehingga tidak mengganggu aktifitas belajar.

Untuk menggabung satu sekolah dengan sekolah yang lain diperlukan peraturan daerah sebagai pendukung menggabungkan sekolah, jawab Jumiran Kabid PSD.

Pernyataan Jumiran langsung ditanggapi Nurul Azhar Lubis, SH yang merupakan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Langkat agar Dinas Pendidikan mengusulkan rencana pembentukan peraturan daerahnya.

Menutup rapat, Ketua Komisi B Kirana Sitepu merasa sedih kalau pendidikan di Kabupaten Langkat tidak maju dan meminta Dinas Pendidikan melakukan penempatan guru secara merata dan sesuai kebutuhan. (bam/han)

Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas ASN Tahun 2019, Pemko Binjai Terapkan e-Disiplin dan e-Kinerja

TEDY/SUMUT POS APEL PERDANA: Wali Kota Asahan HM Idaham saat memimpin apel perdana tahun 2019 bersama ASN di lingkup Pemko Binjai.
TEDY/SUMUT POS
APEL PERDANA: Wali Kota Asahan HM Idaham saat memimpin apel perdana tahun 2019 bersama ASN di lingkup Pemko Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Apel perdana tahun 2019, Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk lebih meningkatkan disiplin dan kinerja.

Sebab tahun ini, lanjut Idaham, Pemko Binjai melakukan beberapa terobosan yang akan dijalankan, dalam upaya meningkatkan akuntabilitas kinerja ASN dan transparansi keuangan daerah. Diantaranya, dengan diterapkannya e-Absensi dan e-Kinerja. “e-Absensi atau absensi sistem digital dalam rangka meningkatkan disiplin ASN. Dan mulai tahun ini pemberian penghargaan atau reward atas kinerja akan dilakukan dengan sistem e-Kinerja, “tegas Idaham, Senin (7/1).

Dia menambahkan, bagi ASN yang tidak patuh dan disiplin dalam melasanakan tugas dan tanggung jawabnya akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, Wali Kota mengajak ASN untuk ikut bersama – sama mewujudkan Kota Binjai menjadi kota industri yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tahun 2019 ini adalah tonggak untuk merubah Kota Binjai dari kota perdagangan menjadi kota industri, “ tandasnya.

Apel gabungan ini diikuti oleh Sekda M Mahfullah P Daulay, Asisten, Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD dan ASN di jajaran Pemerintahan Kota Binjai.(ted/han)

Pejabat di Langkat Diminta Laporkan LHKPN 2018

BAMBANG/SUMUT POS Sekdakab Langkat, dr H Indra Salahudin Mkes MM
BAMBANG/SUMUT POS
Sekdakab Langkat, dr H Indra Salahudin Mkes MM

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH melalui Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin Mkes MM mengimbau para pejabat di lingkungan Pemkab Langkat, untuk menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) tahun 2018 paling lama pada 31 Maret 2019.

Hal itu disampaikan Indra saat memimpin apel gabungan Aparatur Negeri Sipil (ANS)di halaman Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin (7/1).

Dalam arahannya, para ASN di tahun 2019 untuk bersemangat, memili tekad dan komitmen serta mengevaluasi diri, agar memahami sejauh mana tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan untuk kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat.

“Dengan meningkat disiplin, akan membawa perubahan yang lebih baik guna tercapainya peningkatan kinerja tugas pemerintah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,”sebut Indra.

Indra juga mengajak seluruh ASN, untuk terus mendukung visi misi Presiden RI dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk melakukan perbaikan-perbaikan, berinovasi dan berkreasi untuk terus menampilkan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat. “Hingga terwujudnya birokrasi yang efisien , efektif dan rasional,” pungkasnya.

Di hadapan para ASN, Indra juga mengingatkan kembali kepada para pejabat yakni kepala SKPD dan pejabat fungsional auditor di lingkungan Pemkab Langkat, serta pejabat yang bertugas pada layanan pengadaan barang jasa pemerintah secara elektronik/unit kerja LPSE untuk menyampaikan LHKPN. “Kepada seluruh ASN Pemkab Langkat yang telah menyampaikan LHKPN tahun 2017 dengan tepat waktu, saya ucapkan terimakasih,”pungkasnya. (bam/han)

Naik Pangkat, Brigjen Fadjar Kunjungi Karo

SOLIDEO/SUMUT POS Sambut: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Cory S Sebayang menyambut kunjungan Brigjen M Fadjar dan istri ke Tanah Karo.
SOLIDEO/SUMUT POS
Sambut:
Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Cory S Sebayang menyambut kunjungan Brigjen M Fadjar dan istri ke Tanah Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana,SH bersama wakil Bupati Karo Cory Seriwaty br Sebayang menyambut kunjungan Brigjen TNI Mohammad Fadjar MPCIT di Makodim 0205/TK, Senin (7/1) pagi. Kunjungan Brigjen Fadjar yang didampingi Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal SE, dalam rangka silaturahim sekaligus pamitan sebagai Danrem 031/Wirabima di Pekanbaru.

“Saya kagum dan agak kaget tadi, sebab sebelumnya kami pernah bertemu masih berpangkat Kolonel, dan hari ini sudah Brigjen alias bintang satu, wah luar biasa prestasi Pak Mohammad Fadjar, Mantan Danrem 023/KS Sibolga ini,”sebut Bupati Karo.

“Mudah-mudahan ditempat tugas yang baru pak Brigjen ini lebih sukses dan berprestasi lagi, karena rekam jejaknya setahu saya sangat bagus dan dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, doa dan harapan saya setelah menjabat Danrem 031/WB, bisa menjadi Pangdam atau mendapat jabatan lebih tinggi lagi yang strategis di Angkatan Darat ini, “sambung Terkelin.

Sementara itu, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal membenarkan bahwa Brigjen TNI Mohammad Fadjar MPCIT, sebelumnya Danrem 023/KS masih berpangkat Kolonel. “Ya belum lama ini, setelah dilantik oleh Pangdam I/BB Medan pangkat komandan ini naik satu tingkat untuk memenuhi roda organisasi jabatan sebagai Danrem 031/Wirabima di Pekanbaru, “ ujarnya.

Sambung Dandim, kedatangan Danrem 031/WB ini dalam rangka pamitan kepada prajurit Kodim 0205 /TK sekaligus memberikan pesan dan penekanan kepada seluruh prajurit jajaran Kodim 0205 /TK dalam melaksanakan tugas tidak ada spesial dalam kedatangan mantan Danrem 023/KS.

Turut hadir dalam penyambutan Danrem 031/WB ini Danyon 125/Smb Letkol Inf Victor Andhika, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, Kadis perhubungan Gelora Fajar SH, Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, Kadis Pendidikan Edi Surianta Surbakti, Kadis Kesbang dan Pol Linmas Tetap Ginting, Kadis Pertanian Sarjana Purba, Direktur RSU Kabanjahe dr. Arjuna Wijaya, Kabid logistik BPBD Karo Natanael Peranginangin dan ara Perwira Kodim 0205/TK. (deo/han)

TNI/Polri Bedah Rumah Janda Tiga Anak

DIABADIKAN: Sari Reni Asih dan ketiga anaknya diabadikan bersama Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil, Danramil 13. / pihak kelurahan saat melakukan pengecekan rumahnya.
DIABADIKAN: Sari Reni Asih dan ketiga anaknya diabadikan bersama Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil, Danramil 13.

PERCUT, SUMUTPOS.CO – Sari Reni Asih (45), warga Jalan Perhubungan Dusun IX, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang tak menyangka rumah reotnya menjadi target bedah rumah oleh tiga pilar yakni TNI/Polri dan Kecamatan.

Janda 3 anak ini mengetahui rumahnya akan perbaiki, saat menerima kunjungan Kapolsek Percutseituan Kompol Faidil Zikri didampingi Danramil 13, dan Kepala Desa Bandar Setia. “Ya hari ini kami (tiga pilar) mengecek rumah ibu Sari. Ia merupakan seorang janda yang bekerja sebagai buruh cuci,” ujar Faidil, Senin (7/1).

Menurut Faidil, program bedah rumah ini bentuk kepedulian tiga pilar di Percutseituan. Dan setelah dilakukan pengecekan, rumah Sari Reni dinilai menjadi orang yang berhak dan pantas rumahnya diperbaiki karena tak layak huni. “Untuk proses bedah rumah, lebih kurang memakan waktu satu bulan. Sudah kita bangun rumahnya kuranglebih sejak tiga minggu lalu, Insyaallah minggu depan kita akan serahkan kunci. Pembangunan dilaksanakan dari dana Swadaya Muspika, Swasta, dan Masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Faidil, program bedah rumah satu desa satu rumah merupakan program tiga pilar untuk jangka panjang.

“Mohon doa restu dan bantuannya. Bagi pihak swasta yang tergerak hatinya dapat berkoordinasi dengan tiga pilar. Semoga program bedah rumah ini dapat berjalan dengan lancar, Aamiin Allahuma Aamiin. Saya mengimbau agar masyarakat jangan terpengaruh dengan hoax, dan senantiasa menjadi penyeru kebaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sari mengaku tidak habis pikir ketika dirinya terpilih mendapat program bedah rumah tersebut. Diungkapkannya, pendapatannya sebagai buruh cuci di rumah warga hanya mampu untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari bersama tiga anaknya.

“Tidak pernah kebayang rumah saya akan dibedah menjadi lebih layak. Kami hidup pas-pasan. Uang penghasilan saya untuk makan dan kebutuhan sekolah ketiga anak saya. Beribu-ribu terimakasih saya ucapkan karena bapak-bapak sudah mau membedah rumah saya ini. Hanya Allah saja yang bisa menggantikan kebaikan-kebaikan bapak sekalian dan pihak-pihak yang membantu memudah renovasi rumah saya,”bilangnya. (dvs/han)